TMAKESTA IPPNU Nurul Jadid Kupas Tuntas Trilogi Aswaja dan Tiga Ukhuwah NU
www.nuruljadid.net- Masa Kesetiaan Anggota (MAKESTA) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Pondok Pesantren Nurul Jadid (PPNJ) menggelar kajian Keaswajaan dan Ke-NU-an di Aula Mini PPNJ, Jumat (15/05/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan Ustaz Mohammad Alief Hidayatullah, M.E., sebagai pemateri utama.
Dalam pemaparannya, Ustaz Mohammad Alief Hidayatullah menjelaskan konsep trilogi dalam Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) yang menjadi dasar pemahaman warga Nahdlatul Ulama. Menurut beliau, trilogi tersebut meliputi Islam, Iman, dan Ihsan.
Beliau menjelaskan bahwa dimensi Islam diwujudkan melalui fiqih sebagai kerangka hukum dalam beribadah maupun bermuamalah. Sementara dimensi keimanan diwujudkan melalui tauhid, dan dimensi ihsan diwujudkan melalui tasawuf sebagai bentuk penyucian hati dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, beliau juga memaparkan pilar metodologi berpikir dalam Aswaja, yakni tawassut (moderasi), tawazun (berimbang), ta’adul (keadilan), serta tasamuh (toleransi). Nilai-nilai tersebut menjadi pedoman penting dalam menjaga sikap moderat dan harmonis di tengah kehidupan bermasyarakat.
Ustaz yang akrab disapa Ustaz Alief itu juga menuturkan bahwa dalam dimensi Nahdlatul Ulama terdapat tiga bentuk ukhuwah atau persaudaraan yang harus dijaga oleh setiap kader NU.
“Dalam dimensi NU terdapat tiga ukhuwah. Pertama, Ukhuwah Islamiyah, yaitu memelihara persaudaraan sesama umat Islam. Kedua, Ukhuwah Wathaniyyah, yakni persaudaraan sesama anak bangsa dengan melampaui perbedaan suku dan agama. Ketiga, Ukhuwah Basyariyyah, yaitu persaudaraan sesama umat manusia,” tutur beliau di hadapan peserta MAKESTA.
Para peserta tampak antusias mengikuti jalannya pematerian. Materi yang disampaikan tidak hanya memperkuat wawasan keaswajaan dan ke-NU-an, tetapi juga menanamkan nilai kemanusiaan, kebangsaan, dan toleransi dalam kehidupan santri putri.
Di akhir sesi, Ustaz Alief memberikan pesan inspiratif kepada seluruh peserta agar senantiasa menjadikan kehidupan sebagai bentuk pengabdian dan kebermanfaatan bagi orang lain.
“Hiduplah untuk orang lain, jangan hidup kepada orang lain. Karena sesuatu yang menuju Allah akan abadi dan berlanjut, sedangkan sesuatu yang bukan menuju Allah akan berhenti dan terputus,” pungkas beliau.
Melalui kegiatan tersebut, MAKESTA IPPNU PPNJ diharapkan mampu mencetak kader putri yang tidak hanya aktif berorganisasi, tetapi juga memiliki pemahaman Aswaja yang kuat serta mampu menerapkan nilai-nilai NU dalam kehidupan sehari-hari.
Pewarta : Karisma Najwa Magdalena
Editor : Maria Al Faradela















