Pos

Wilayah Al Hasyimiyah Adakan Pertemuan Walisantri di Pertengahan Bulan Ramadhan

nuruljadid.net – Wilayah Al Hasyimiyah atau lebih akrab disapa dengan “Wilayah Daltim” merupakan salah satu wilayah puteri di Pondok Pesantren Nurul Jadid mengadakan pertemuan antara pengurus wilayah dan walisantri pada hari ini (11/06/17). Pertemuan yang dikemas dengan tema “SILATURRAHIM DAN RAPAT WALISANTRI” ini bertujuan untuk memper-erat hubungan antara walisantri dengan segenap pengurus di Wilayah Al Hasyimiyah. Tujuan yang lain adalah untuk mensosialisasikan beberapa perubahan perubahan yang terjadi di Wilayah Al Hasyimiyah kepada walisantri untuk dilaksanakan di tahun ajaran baru (bulan Juli 2017).

Beberapa poin yang disampaikan oleh pengurus wilayah kepada walisantri adalah satu, pelayanan komunikasi santri. Dua, penertiban perizinan keluar masuk santri dan ketiga, Standart Operasional Prosedure (SOP) kunjungan walisantri dan tamu.

Acara rapat ini dibuka oleh Wakil Kepala Wilayah Al Hasyimiyah, Ustadzah Madinatul Munawaroh. Sedangkan sosialisasi program wilayah dipimpin oleh Kepala Wilayah Al Hasyimiyah, Ustdzah Siti Badriyah didampingi oleh Sekretaris Wilayah, Ustadzah Siti Maknunah dan Pemangku Wilayah Al Hasyimiyah, Ibunda Ny. Hj. Hamidah Wafie.

Sebelum rapat dimulai, Kepala Pesantren Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Abd. Hamid Wahid turut hadir serta memberikan sambutan dengan menyampaikan progress Pondok Pesantren Nurul Jadid kedepan. Beliau menyampaikan bahwa ada beberapa agenda atau program yang akan dilaksanakan oleh Pesantren di tahun ajaran baru 2017 – 2018 pada bulan Juli 2017. Beberapa program pesantren diantaranya adalah sentralisasi keuangan lembaga dengan pesantren, pelayananan komunikasi antara pesantren dan walisantri dengan menggunakan sistem pelayanan PHBX dan sistem pembayaran keuangan santri baik harian maupun pembayaran lembaga dan wilayah dengan menggunakan cashless.

Sambutan Kepala Pesantren, KH. Abd. Hamid Wahid. Foto : Zaky/Red

Dengan adanya beberapa program tersebut, Pesantren diharapkan dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada walisantri dan dapat memberikan informasi perkembangan santri secara periodik atau berkala. Beliau juga berharap agar seluruh walisantri dapat mendukung penuh atas apa yang telah Pesantren programkan kedepannya sehingga program Pesantren ini bisa berjalan dengan maksimal dan memberikan perubahan yang baik. (zaky/red)

Wilayah Zaid bin Tsabit (K) Putri juga Mengadakan Pertemuan Walisantri

nuruljadid.net – Selain Wilayah Al Hasyimiyah, Wilayah Zaid bin Tsabit (K) Puteri juga mengadakan Silatrurrahim dan Rapat Walisantri ditempat yang berbeda. Kegiatan yang memiliki tujuan yang sama dengan kegiatan di Wilayah Al Hasyimiyah ini dihadiri oleh walisantri putera dan putri yang bertempat di Musholla Puteri Zaid bin Tsabit (K).

Dalam kegiatan ini, sosialisasi program wilayah dan pesantren menjadi tujuan utama dilaksanakannya kegiatan ini. Sentralisasi keuangan pesantren dan lembaga juga menjadi topik hangat pembicaraan pada rapat hari ini (11/06/17). Selain membicarakan tentang sentralisasi keuangan, Wilayah Zaid bin Tsabit ini juga mensosialisasikan program Madrasah Diniyah baru. Dimana pada tahun ini pelaksanaan Madrasah Diniyah dilaksanakan di pagi hari sesuai dengan porgram pesantren.

Tak hanya dua hal diatas, sistem pembayaran kost makan puteri Wilayah Zaid bin Tsabit (K) juga disosialisasikan. Pembayaran life cost (biaya hidup) santri juga dapat ditransfer ke rekening wilayah apabila walisantri tidak dapat membayarkan langsung di loket pembayaran. Dengan adanya program yang baru ini, walisantri dapat dimudahkan untuk memberikan uang makan puterinya tanpa harus memberikannya langsung kepada puterinya.

Berangkat dari hasil evaluasi bersama, Diniyah yang selama ini masih berjalan kurang maksimal dengan berbagai pertimbangan yang ada, maka program kegiatan Madrasah Diniyah di Pondok Pesantren Nurul Jadid disentralisasikan kepada lembaga formal. Dalam artian, kegiatan MADIN dilaksanakan pada pagi hari sejak pukul 07.45 – 09.00 WIB.

Pemangku Wilayah Zaid bin Tsabit (K), KH. Moh. Hefni Mahfudz memberikan tausiyah kepada seluruh walisantri yang hadir. Dalam tausiyah beliau, beliau berharap agar walisantri mendukung dan memberikan support penuh terhadap program pesantren yang telah dirumuskan dan dirancang bersama. Hal itu bertujuan agar program tersebut bisa berjalan dengan maksimal sesuai dengan tujuan dan harapan yang diinginkan oleh pesantren.

Tak hanya itu saja, dengan menafaatkan moment pulangan ini, pemangku Wilayah Zaid bin Tsabit berpesan agar walisantri dapat mengontrol kegiatan puterinya. Agar kebiasaan yang telah dilaksanakan di pondok dapat dilanjutkan dan diimplementasikan di rumah tanpa adanya pengawalan dari pengurus.

Tausiyah Pemaangku Wilayah Zaid bin Tsabit (K), KH. Hefni Mahfudz. Foto : Zaky/Red

“Kami berharap kepada bapak dan ibu agar senantiasa mengontrol kegiatan puterinya dirumah. Terkadang di pondok dia rajian ketika di rumah malah tambah malas.” Dawuh beliau

“Kemarin, ada santri yang boyong belum sampai 1 tahun. Kemudian dia berkunjung ke pondok dengan menggunakan pakaian yang tidak mencerminkan kesantrian. Ini adalah contoh yang tak perlu ditiru. Dan ini juga merupakan bahan evaluasi bagi kami sebagai pengurus wilayah untuk lebih inten dalam pembiasaan santri di pesantren agar mereka ketika diluar tidak menghilangkan sifat dan sikap kesantriannya” tambah beliau.

Diakhir tausiyahnya, beliau menyampaikan agar walisantri tidak canggung canggung untuk memberikan masukan kepada pesantren agar pesantren dapat berbenah diri. (zaky/red)

Juara I Lomba Hadrah, Santri Nurul Jadid Mewakili KOREM Malang di KODAM Surabaya.

nuruljadid.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid dipercayai oleh Kabupaten Probolinggo untuk mendelegasikan santrinya pada lomba Bintal dalam rangka HUT TNI ke 72 tahun 2017 Yang bertempat di Kota Malang tepatnya di Makorem 083/Bdj Jl. Bromo No. 17 Malang.

Pada kesempatan ini Pondok Pesantren Nurul Jadid mendelegasikan 15 orang santri di 4 kategori lomba. Adapun lomba  yang diikuti adalah MTQ, MHQ (kategori 5 juz dan 10 juz) dan Hadrah. Dengan persiapan yang hanya satu minggu, Nurul Jadid yang menjadi perwakilan Kodim Probolinggo berhasil membawa 2 piala. Kejuaraan yang diperoleh oleh Nurul Jadid adalah Juara I lomba Hadrah dan juara III MTQ.

Ust. Ainur Rofiqi Zayyad, pendamping lomba dari Pondok Pesantren Nurul Jadid mengatakan bahwa hasil yang diraih oleh santri Nurul Jadid merupakan sebuah prestasi yang cukup membanggakan, baik membanggakan Pesantren maupun Kabupaten Probolinggo. Pasalnya dengan persiapan yang cukup singkat, mereka telah berhasil mengharumkan nama Kodim Probolinggo di Kabupaten Malang.

Pada lomba hadrah kali ini, santri Nurul Jadid telah mengalahkan 8 delegasi lainnya yang berasal dari KODIM yang berbeda, diantaranya adalah KODIM Kota Malang, KODIM Kabupaten Malang, KODIM Lumajang, KODIM Bondowoso, KODIM Situbondo dan KODIM Jember.

Tak hanya sampai disitu, Pondok Pesantren Nurul Jadid yang berhasil menjuari Lomba Hadrah kembali diberi amanah mewakili KOREM (Komando Resort Militer) Malang untuk unjuk kebolehan di Kota Surabaya pada tanggal 14 Juni 2017 tepatnya di KODAM (Komando Daerah Militer) Surabaya.

“Kita akan lebih serius lagi untuk memberikan yang terbaik di penampilan berikutnya. Semoga kemenangan kembali kita raih agar dapat membanggakan Pesantren tercinta” ujar Ust. Rofiq Zayyad. (zaky/red)

Bersama Para Santri Anggota TNI Gelar Kerja Bakti

nuruljadid.net – Pagi ini sejumlah kurang lebih lima ratus santri berkumpul di lapangan ayaman. Dalam rangka bakti bersih pesantren santri Pondok Pesantren Nurul Jadid bersama dengan TNI (KORAMIL 0820/16) Paiton. Kegiatan bakti bersih yang dilaksanakan oleh Koramil Paiton tersebut merupakan salah satu kegiatan yang menjadi program tahunan. “Kita melaksanakan kerja bakti ini dilaksanakan sepanjang tahun,” ungkap Matali salah satu anggota TNI Koramil Paiton.

Diawali dengan apel pagi, kegiatan dimulai sejak pukul 06.30 WIB. Dihadiri langsung oleh KH.Abdul Hamid Kepala Pesantren serta beberapa jajaran pembantu pelaksana kegiatan. Termasuk diantaranya turut pula bertasipasi adalah Gus Fahri dan Gus Sholah. Selain itu, Bapak Sekertaris Pesantren, Bapak Faizin Syamweil juga ikut andil di dalamnya.

Setelah pelaksanaan apel pagi, santri dan beberapa anggota Koramil Paiton berkisar lima belas personil yang ikut turun ke lapangan. Kemudian akan dilanjutkan dengan bersih-bersih pesantren yang telah ditentukan pada tujuh beberapa titik. Titik pertama adalah area lingkungan Dalem Barat (Dalbar) hingga dalem Pengasuh. Titik ke dua lapangan ayaman. Titik ke tiga area kampus sekitar.

Titik ke empat berada di sekitar area Dalem Selatan (Dalsel). Titik ke lima Pos II sekitar dan titik terakhir enam-tujuh gang K kemudian dalem Ny. Firdausyiah. Meski dalam kondisi berpuasa sama sekali tidak mengurangi sedikitpun semangat dari seluruh peserta yang ikut apel pagi tadi. “Harus tetap semangat meski berpuasa dan tentunya jangan sampai batal puasanya nanti meski bekerja kayak gini,” papar Zainullah salah satu Kru Infokom yang juga turut ambil peran dalam kegiatan tersebut.

“Di dalam pelaksana kegiatan nanti kami minta kita bersihkan bersama-sama lingkungan ini,” pandu Matali ketika memimpin apel pagi. Dengan semangat yang menggebu ia mengajak kepada seluruh santri untuk benar-benar peduli pada lingkungan dan berkerja dengan serius. Berlangsung selama kurang lebih sekitar satu setengah jam kegiatan bakti pesantren berakhir pada pukul 07.30 WIB. (danil,zaky/red)

KH. Moh. Zuhri Zaini : Tak Ada Yang Terjadi Secara Kebetulan Di Dunia Ini, Semua Itu Sudah Takdir Allah.

Nuruljadid.net-Memiliki cita cita yang tinggi hampir dimiliki oleh semua orang. Mereka terus berjuang untuk menggapai cita cita tersebut. Namun terkadang ketika manusia terlalu berambisi untuk menggapai cita citanya mereka melupakan Sang Pencipta.

Dalam hidup ada yang namanya Sunnatullah, manusia boleh memiliki cita cita yang sangat tinggi, namun hal yang perlu diingat adalah diatas cita cita yang manusia miliki masih terdapat kekuasaan Allah SWT. Ada yang namanya Takdir dan qoda’ Allah. Terkadang manusia terlalu egois, melakukan sesuatu dengan seenaknya sendiri. Tidak menyadari bahwa hidup ada yang mengatur, mendesain dan berkuasa diatas kuasa manusia yaitu Allah SWT.

Dalam kondisi demikian, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Moh Zuhri Zaini, memberikan nasihat kepada kita semua melalui pengajian Kitab Bulan Ramadhan, ( Irsyadul ‘Ibad ), (Rabu, 31 Mei 2017)

“Orang kalau sudah kenal kepada Allah dalam keadaan mendesak lalu kemudian orang tersebut berdo’a kepada Allah, pasti Allah akan mengabulkan do’a orang tersebut. Selalu ada solusi bagi orang yang kenal kepada Allah. Orang yang kenal kepada Allah memahami bahwa semua itu terjadi bukan secara kebetulan, tapi karena pertolongan Allah. Dan orang yang kenal kepada Allah selalu menyadari bahwa semua yang terjadi karena takdir Allah, Sebab tidak ada kamus kebetulan di Alam semesta ini” Dawuh Beliau.

“Semuanya ada yang mengatur, dan yang mendesain. Allah lah yang mendesain semua itu. Seperti hidung menghadap kebawah, itu bukan kebetulan tapi Allah yang mentakdirkan. Lalu kalau semua hidung manusia menghadap keatas kemudian seperti apa jadinya. Didalam hidung ada yang namanya bulu hidung dan itu bukan kebetulan. Tapi Allah yang mendesain sebagai filter bagi kita semua. Di dunia ini tidak ada yang namanya kebetulan semuanya ada yang mendesain, dan yang mendesain adalah Allah.” Tambah beliau.

Beliau melanjutkan nasihatnya, Terkadang di alam semesta ini Allah membuat yang namanya skenario terkait keselamatan seseorang yang jauh diluar nalar manusia. Banyak peristiwa – peristiwa yang diluar nalar manusia, yang dapat mengantarkan manusia menyadari akan kekuasaan Allah. Serta mengantarkan manusia kembali kepada jalan Allah. Tetapi semua ini bagi orang yang hatinya lembut, kalau hatinya keras dan gelap sekalipun mau dipaksa maka tetap tidak bisa, seperti dalam sebuah berita tentang bandar Narkoba yang berada di penjara, didalam penjara dia masih menjalankan bisnis Narkoba, dia masih belum berhenti, kecuali dengan dihukum mati, ini kalau orag hatinya sudah keras. Oleh karena itu kita harus menjahui perbuatan dosa dan mengumbar hawa nafsu agar supaya hati kita tidak keras dan gelap. Saudara sekalian puasa yang kita lakukan ini bertujuan  sebagai pengendali hawa nafsu kita.

Kekuasaan Allah yang berperan di Alam semesta ini terkadang jauh dari nalar manusia, karna manusia tidak bisa melihat Tuhan dan terkadang manusia tersebut tidak menyadari dan tidak percaya kalau itu semua Allah yang mentakdirkan. (zainul,zaky/red)

 

Sumber : Pengajian Kitab Irsyadul ‘Ibad Ramadhan 1438 H.

KH. Moh. Zuhri Zaini : Jangan Menjual Ilmu Demi Kepentingan Dunia

nuruljadid.net – Manusia diciptakan oleh Allah untuk beribadah dan menjadi khalifatullah di muka bumi, dengan segala potensi yang dimiliki serta akal yang menjadi pengendali hawa nafsu memberikan jalan kepada manusia untuk menjadi ahli ibadah, yang menjadi cita – cita luhur diciptakannya manusia.

Dengan kenikmatan serta kebahagian hidup yang dimiliki, manusia terkadang lupa akan tujuan luhur diciptakannya manusia itu sendiri. Manusia terkadang terbuai oleh kenikmatan serta kemewahan dunia, tak jarang apabila dengan kondisi demikian manusia sering melalaikan kewajibannya sebagai makhluk ciptaan-Nya.

Dalam menjalani hidup, tentunya manusia berkeinginan untuk hidup bahagia. Namun, tak semua manusia mengetahui jalan menuju kebahagian tersebut. Tak jarang ditemui, apabila manusia menukar kehidupan akhiratnya demi kehidupan dunia, dan tak jarang pula manusia menghalalkan segala cara demi kenikmatan dunia. Ironisnya lagi, masih banyak manusia yang menukar ilmunya dengan dunia dan menjual ilmunya demi dunia. Sebab ilmu yang kita miliki bukanlah untuk kesenangan dunia, bukanlah untuk meraih jabatan dunia, tetapi ilmu yang kita miliki adalah semata – mata untuk mengantarkan kedekatan kita kepada Allah.

Melihat kondisi tersebut, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Moh Zuhri Zaini, memberikan nasihat kepada kita dalam Pengajian Kitab (Irsyadul ‘Ibad) Bulan Ramadhan.

“Ada orang alim, ahli ibadah kalau dia melihat keatas dia langsung melihat Arsy dan do’anya “manjur” akan tetapi dia senang dunia, senang harta. Dia terjebak dengan kenikmatan dunia, dia menjual ilmunya dengan dunia, pada akhirnya derajatnya jatuh, yang awalanya dia “manjur” akhirnya tidak lagi karena terjebak dengan kesenangan duniawi. Itulah bahayanya dunia. Kita jangan merasa aman – aman, jangan merasa baik –baik saja, sekalipun kita berada di Pondok. Istiqomah mengaji dan beribadah setiap hari. Kita jangan sombong dengan amal ibadah kita, sebab kita tidak tau kita akan jadi seperti apa.” Dawuh Pengasuh ke IV PP. Nurul Jadid.

Beliau melanjutkan, terkadang ada orang yang awalnya baik, tapi pada akhirnya dia menjadi orang yang buruk. Begitupun sebaliknya, orang awalnya buruk tapi pada akhirnya dia mejadi orang yang baik. Oleh karenanya, jangan pernah putus asa sekalipun kita bukan keturunan orang yang baik, dan janganlah besar hati sekalipun kita keturunan orang yang baik. Sebab  kebaikan, kemuliaan dan ilmu tidak bisa diwariskan. (zainul,zaky/red)

Sumber : Pengajian Ramadhan 1438 H Kitab Irsyadul ‘Ibad

KH. Moh. Zuhri Zaini : Akal yang Sehat, Pengendali Hawa Nafsu

nuruljadid.net – Manusia mempunyai akal untuk membedakan antara dirinya dengan binatang. Dengan akalnya, manusia mampu membedakan mana yang baik dan yang buruk. Dan dengan akal pula manusia derajatnya menjadi terangkat. Dengan akal manusia dapat mendidik serta mengontrol hawa nafsunya agar menjadi hawa nafsu yang Mutma’innah, hawa nafsu yang mengantarkan manusia menjadi manusia yang baik.

Di zaman modern yang ditandai dengan majunya teknologi informasi dan komunikasi, menuntut manusia untuk selalu mengimbangi serta menyesuaikan diri dengan perkembangan tersebut. Majunya teknologi membuat hidup manusia serba instan, seakan – akan apapun yang dibutuhkan manusia dapat terpenuhi dengan teknologi, terkadang manusia yang terlalu larut dengan kemajuan teknologi dan tidak bisa mengontol diri akibatnya dia menjadi manusia yang diatur oleh teknologi (menkultuskan teknologi). Bukan menjadi manusia yang mengatur teknologi, Ketika orang diatur teknologi, lalu pertanyaannya dimana posisi akal yang selama ini menjadi pengendali serta pengontrol diri kita.

Dalam kondisi tersebut, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri Zaini, memberikan nasihat kepada kita, melalui pengajian Kitab Bulan Ramadhan (Irsyadul ‘Ibad)

Orang yang berbuat Maksiat, berarti orang tersebut orang yang tidak punya rasa malu kepada Allah, Ketika manusia kehilangan akal sehat karna dorongan hawa nafsunya, maka manusia tersebut lebih jahat daripaadan binatang. Manusia kalau sudah kadung sombong, maka manusia tersebut bisa mengaku dirinya sebagai Tuhan, seperti Fir’aun.

Beliau melanjutkan penjelasannya, Sebaliknya jika nafsu manusia terdidik, maka manusia tersebut akan lebih tinggi derajatnya ketimbang Malaikat. Dengan akal manusia dapat menggapai derajat yang tinggi, dan ketika akal manusia tidak berfungsi, maka manusia akan berada dipaling rendahnya derajat.

Demikian nasihat yang beliau sampaikan, semoga menjadi bekal bagi kita untuk menggapai derajat yang tinggi disisinya. Dan semoga nasihat beliau bisa kita jadikan pijakan hidup untuk menjalani kehidupan sehari hari yang semakin hari semakin berkembang. (zainul,zaky/red)

jika nafsu manusia terdidik, maka manusia tersebut akan lebih tinggi derajatnya ketimbang Malaikat. Dengan akal manusia dapat menggapai derajat yang tinggi, dan ketika akal manusia tidak berfungsi, maka manusia akan berada dipaling rendahnya derajat.

Sumber : Pengajian Ramadhan 1438 H Kitab Irsyadul ‘Ibad

KH. Moh. Zuhri Zaini : Perbuatan Dosa, Menjadikan Hati Menjadi Gelap

nuruljadid.net – Roda kehidupan selalu silih berganti, hidup tidak bisa ditebak, terkadang kenyataan hidup tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Dalam hidup semuanya bisa berubah, kecuali perubahan itu sendiri yang tidak pernah berubah. Layaknya siang dan malam, layaknya bahagia dan kesedihan, layaknya kesuksesan dan kegagalan, seperti itulah gambaran hati manusia selalu berubah – rubah terkadang dengan perbuatan dosa hati yang awalnya baik berubah menjadi jelek, hati yang awalnya terang bersinar berubah menjadi hati yang gelap gulita. Seperti itu pulah gambaran iman seseorang, terkadang dengan perbuatan baik, iman seseorang bertambah, terkadang pula dengan perbuatan jelek iman seseorang berkurang.

Dalam kondisi yang sudah tidak menentu ini, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo, KH. Moh. Zuhri Zaini, dalam Pengajian Khotmil Kutub Bulan Ramadhan (Kitab Irsyadul ‘Ibad) mengingatkan bahwa ketika perbuatan dosa masuk kepada hati kita, maka iman akan tersingkir. Jangan pernah merasa suci, sekalipun kita sudah mengaji dengan istiqomah setiap hari, sebab yang namanya dosa ada yang nampak dan ada pula yang tidak. Seperti sifat sombong dan ngerasani orang, yang mengakibatkan hati menjad gelap.

Beliau melanjutkan penjelasannya, Hindari pergaulan bebas, yang mengara kepada perzinaan. Kalau orang ketika berbuat dosa hanya tenang – tenang saja, berarti orang tersebut hatinya sudah gelap. Kita menghindari pergaulan bebas yang mengara kepada perbuatan dosa, bukan berarti kita sok suci, tapi karena kita sering lupa bahwa perbuatan tersebut adalah dosa. Karna kita punya potensi berbuat dosa, maka hindari jalan2 yang mengantarkan kita kepada perbuatan dosa.

Demikian pesan singkat yang beliau sampaikan, semoga menjadi bekal kita semua, dalam menjalani kehidupan, untuk lebih berhati-hati agar tidak terjerumus kepada perbuatan dosa, yang mengakibatkan hati menjadi gelap. (zainul,zaky/red)

Kalau orang ketika berbuat dosa hanya tenang – tenang saja, berarti orang tersebut hatinya sudah gelap.

Menyambut Bulan Berkah Dengan Semarak Ramadhan

nuruljadid.net – Marhaban Ya Ramadhan,,,Marhaban Ya Ramadhan, istilah yang paling banyak diungkapkan oleh seluruh ummat Islam dalam rangka menyambut datangnya bulan suci yang mulia, bulan dibukanya pintu taubat, bulan dilipatgandakannya pahala kebaikan dan bulan yang sangat dimungkinkan terjadinya satu malam yang sangat agung, yakni malam lailatul qodar, yang hampir seluruh ummat Islam berusaha untuk bisa mengerjakan kebaikan dimalam tersebut.

Acara Semarak Ramadhan ini bertemakan “Jangan Biarkan Ramadhan Berlalu Tanpa Makna” yang diawali oleh penampilan aliansi seluruh hadrah yang berada dibawa lingkungan Pondok Pesantren Nurul Jadid, kemudian acara dilanjut dengan pembukaan sebagai pintu awal untuk meraih barokah dari kegiatan yang dilaksanakan, serta lantunan ayat – ayat suci alqur’an sebagai penyempurna kegiatan yang dilaksanakan, serta sambutan ketua panitia sekaligus mewakili Kepala Pesantren yang disampaikan oleh Bapak Dr. Sugio Ahmad, dalam sambutannya beliau menyampaikan beberapa hal diantaranya adalah,

Dalam semarak ramadhan ini Pondok Pesantren Nurul Jadid memiliki beberapa agenda kegiatan yang diantaranya adalah

  1. Pengajian kitab memperbanyak pengajian kitab
  2. Program peminatan
  3. Buka bersama dan shalat berjamaah
  4. Mencanangkan hidup bersih dan sehat
  5. Kegiatan sosial kerjasama YBS dan IPMOMI oleh Ikatan Yayasan Perempuan Nurul Jadid
  6. MoU dengan Majelis Ulama Thailand

Kemudian dilanjutkan dengan sambutan Dandim Probolinggo, Bapak Letkol Hendi Yustian Danasuta, dalam sambutannya beliau menyampaikan, bahwa berdirinya TNI tidak lepas dari para Kiai dan Santri, beliau melanjutkan sambutannya, bahwa para pendahulu kita berjuang dengan penuh darah dan tangis, sekarang kita tinggal meneruskan dan mengisi hasil jerih payah pendahulu kita dengan sesuatu yang baik, sehingga diharapkan Indonesia, mampu diperhitungkan dalam percaturan dunia.

Sambutan oleh Dandim Probolinggo Bapak Letkol Hendi Yustian Danasuta. (Foto : Zaky/Red)

Setelah sambutan Bapak Dandim, acara dilanjut dengan pembukaan secara simbolis semarak Ramadhan, yang dibuka langsung oleh bapak Letkol Hendi Yustian Danasuta, dengan didampingi oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Pemukulan Bedug Oleh Dandim Letkol Hendi Yustian Danasuta. (Foto : Zaky/Red)

Dalam sambutannya, Bapak Dandim mengatakan bahwa santri harus bersyukur dan berbangga diri dengan statusnya karena selaian mengampu pendidikan formal, seorang santri juga dapat mempelajari ilmu agama yang. Sehingga nilai nilai itu merupakan nilai plus seorang santri.

“Sehebat apapun kita, setinggi apapun ilmu yang kita peroleh, manakala kita terbayar dengan uang dan kekuasaan itu tidak ada artinya” nasihatnya kepada santri

Tak hanya tentang bagaimana seorang santri mencari ilmu, dia juga mengatakan bahwa dalam rangka meneruskan perjuangan para pendahulu kita, maka kita harus senantiasa belajar dan terus belajar untuk kemajuan negara ini.

Dalam acara semarak Ramadhan Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri Zaini, dalam tausiyahnya menyampaikan beberapa hal sebagai berikut, beliau mengharap semoga kegiatan yang kita laksanakan dalam menyambut bulan Ramadhan, oleh Allah dicatat sebagai tambahan amal ibadah kita, mari kita buktikan kegembiraan kita dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dengan beberapa Amal – Amal baik sebagai bukti taqarrub kita kepada Allah.

Beliau melanjutkan tausiyahnya, pada dasarnya Bulan Ramadhan adalah bukan Bulan untuk bermalas – malas, Bulan Ramadhan ini adalah Bulan untuk meningkatkan Amal – Amal baik kita, serta Bulan untuk berjuang, semoga kita tidak hanya semangat diawal, tapi juga semangat diakhir, dengan mengisinya dengan amal – amal baik.

Sambutan Pengasuh KH. Moh. Zuhri Zaini. (Foto : Zaky/Red)

Setelah selesai Tausiyah Pengasuh, kemudian dilanjut dengan peresmian secara simbolis hidup bersih, dengan pembacaan Al-Fatihah yang dipimpin langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, setelah itu acara diakhiri dengan pembacaan do’a. (zaky,zainul/red)

 

Santri Puteri Pada Saat Mengikuti Acara Pembukaan Semarak Ramadhan. (Foto : Zaky/Red)

YDSF Surabaya Beri Pelatihan Guru di IAI Nurul Jadid

nuruljadid.net – Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF) Surabaya bekerjasama dg Fakultas Tarbiyah IAI nurrul Jadid Paiton Probolinggo mengadakan kegiatan pendiikan dan pelatihan bagi guru2 MTs/SMP di Kabupaten Probolinggo dengan tema “Pengelolaan kelas aktif berbasis karakter”

Diklat ini merupakan langkah awal fakultas tarbiyah dalam menjalin kemitraan dg Yayasaan Dana Sosial Al Falah (YDSF) surabya dalam rangka penguatan kelembagaan, dengan menggandeng Kualita Pendidikan Indonesia (KPI) Surabaya.. selain itu, kegiatan ini berusaha untuk membentuk guru yang aktif, kreatif dan berkarakter.. ujar Dr. H. Hasan Baharun, M. Pd

Dalam hal ini, YDSF yang sudah banyak memberikan konstribusi di kabupaten Probolinggo, alhamdulillah saat ini bisa bersinergi dan berkonstribuai bgi lembaga pendidiKn di pesantren, Lanjut dekan fakultas tarbiyah IAINJ

Drs. H. taufik, M. Pd.I mengatakan bahwa Kegiatan ini memberikan wawasan baru kepada guru dalam mengelola kelas di kelas, jangan sampai guru itu mengajar monoton dan membosankan… sehingga akan mempengaruhi motivasi belajar siswa…. selain itu, beliau juga mengucapkan terima kasih kepada YDSF Surabaya, KPI dan Fakultas Tarbiyah karena telah peduli terhapdap pendidikan di Kab Probolinggo

Acara ini dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 22-24 mei 2017 di aula program pasca sarjana IAI nurul jadid

Pada kesempatan ini, YDSF Menghadirkan Trainer dari Kualita Pendidikan Indonesia (KPI) Surabaya, yaitu ust. Yusuf, Ust. Husein dan Ust. Jazil.

Pelatihan Pengelolaan Kelas Aktif berbasis Karakter IAI Nurul Jadid

Tingkatkan Mutu Pendidikan, IAI Nurul Jadid Adakan Pelatihan Untuk Guru

Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, guru merupakan faktor utama yang harus mendapat perhatian serius. Pentingnya kompetensi guru dalam mengelola pembelajaran harus diperhatikan secara serius, terencana dan sistematis.

Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Nurul Jadid, melalui program Tridharma perguruan tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat mengadakan kegiatan pendidikan dan pelatihan bagi guru tingkat MTs/SMP di Kabupaten Probolinggo dengan menggandeng KPI (Kualita Pendidikan Indonesia) Surabaya sebagai mitranya yang didanai oleh YDSF Surabaya, dengan tema “Pengelolaan Kelas Aktif berbasis Karakter”

Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, pada tanggal 22 s/d 24 Mei 2014 di Aula Program Pasca Sarjana IAI Nurul Jadid Paiton Probolinggo

Menurut Dr. H. Akmal Mudiri, M.Pd, selaku ketua Panitia, pendidikan dan pelatihan yang kita adakan ini merupakan awal kerjasama fakultas tarbiyah dengan KPI (Kualita Pendidikan Indoensia) dalam rangka peningkatan mutu di lingkungan Fakultas Tarbiyah IAI Nurul Jadid dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Kedua, kegiatan ini merupakan bentuk upgrading bagi guru-guru yang ada di Kabupaten Probolinggo, baik di lingkungan Kementrian Agama maupun kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Drs. H. Taufik, M. Pd.I dalam sambutannya juga menuturkan bahwa, sudah saatnya guru melakukan kegiatan upgrading agar suasana pembelajaran di kelas tidak monoton, yang berimplikasi pada tidak rendahnya minat dan motivasi belajar siswa. Guru harus memiliki strategi jitu agar iklim pembelajaran di kelas menjadi kondusif, menyenangkan dan terarah pada pencapaian tujuan pembelajaran, ungkap Kasi Pendma Kab Probolinggo tersebut.

Begitu juga menurut Drs. H. Hambali, M. Pd. selaku Warek 1 IAI Nurul Jadid, guru sudah sewajarnya melakukan kegiatan pengelolaan kelas, akan tetapi pada kesempataan kali ini, peserta akan mendapatkan tambahan metode baru dalam mengelola kelas, yaitu berbasis karakter, di mana karakter inilah yang pada hakikatnya menjadi core dalam pembelajaran, akan tetapi pada realitanya dilupakan bahkan ditinggalkan oleh guru. Inilah yang menjadi ke”unik”an pada kegiatan ini, sembari dilanjutkan dengan membuka kegiatan pelatihan.

Hadir dalam kegiatan pembukaan, yaitu Wakil Rektor 1 IAINJ Drs. H. Hambali, M. Pd.I, Dekan Fakultas Tarbiyah IAINJ, Dr. H. Hasan Baharun, M. Pd, Kasi Pendma Kementrian Agama Kabupaten Probolinggo, Drs. H. Taufik, M. Pd.I.

Perkuat Dakwah, YLPI Al Hikmah Bertandang Ke Nurul Jadid

nuruljadid.net – Salah satu amanah yang diemban manusia sebagai seorang khalifah di muka bumi adalah dengan menebarkan misi dakwah kepada seluruh umat. Mengajak kepada seluruh manusia dan umat muslim khususnya untuk menuju pada jalan kehidupan yang berdasarkan Al-quran dan Sunnah. Sebagai salah satu sarana yang paling efektif dalam melaksanakanya adalah melalui sistem pendidikan. Pendidikan merupakan intrumen dakwah paling mapan. Melalui pelbagai ragam pembelajaran yang didalamnya berisikan pilar-pilar syariat Islam.

Ir. H. Abdulkadir Baraja pembina Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Al Hikmah sangat mendukung akan misi dakwah ini agar tersampaikan dengan baik melalui sistem pendidikan. Dalam kunjunganya ke Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo pada Rabu (17/05) menyampaikan bahwa sebagai salah satu upaya untuk menjadikan tatanan umat yang mapan harusnya misi dakwah tersampaikan melalui sistem pendidikan. “Pendidikan adalah sistem pendidikan yang paling efektif,” ujarnya.

Sharing Bersama Tentang Manajemen Pendidikan di Pesantren. (Foto : Zaky/Red)

Kedatanganya di Pondok Pesantren Nurul Jadid pada Rabu kemarin selain untuk menguatkan hubungan ukhwah islamiyah antara lembaga dan pesantren, juga berupaya untuk melakukan sharing sistem pembelajaran. Kunjungan-kunjungan ke pelbagai pesantren tersebut sengaja ia lakukan agar dapat bertukar pengalaman dan mengkaji setiap sistem pembelajaran yang ada di Pesantren. “Apa yang tidak kita punya dan ada di Nurul Jadid bisa kita ambil dan apa yang tidak ada di Nurul Jadid dan kita punya juga bisa ditiru,” paparnya.

Menjadi suatu ciri khas pesantren yang dimiliki oleh Nurul Jadid bahwa seluruh kegiatan yang ada didalamnya merupakan sebuah menifestasi dari Triogi dan Panca kesadaran santri. Kepala Pesantren KH. Abdul Hamid dalam sambutanya pada acara silaturrahim yayasan Al Hikmah ini menyebutkan bahwa seluruh kegiatan yang ada di Nurul Jadid ini sudah tercover dalam trilogi dan panca kesadaran santri. “Saya kira seluruh kegiatan kami merupakan bentuk penjabara dari trilogi dan panca kesadaran santri,” terang beliau.

Hal ini yang menjadi Ir. H. Abdulkadir Baraja tertarik untuk ia bawa sebagai bekal yang didapat dari silaturrahim yang dilaksanakan. “Panca kesadaran dan trilogi santri yang di Diknas ini nggak ada, insya allah akan saya copy juga,” tuturnya.

Sebagai lembaga pendidikan titik tumpunya tetap pada dakwah. Karenanya, dalam lembaga yang ia bina yayasan Al Hikmah sangat menekankan dakwah sebagai gerakan yang harus dilakukan untuk mengubah tatanan kondisi masyarakat saat ini. “Lembaga ini adalah lembaga pendidikan tapi menjadi alat dakwah,” imbuhnya. (DL)

Penulisan Pesan dan Kesan dari Kedua Belah Pihak. (Foto : Zaky/Red)

Penyerahan Kesan dan Pesan Dari Kedua Belah Pihak. (Foto : Zaky/Red)

Pesan dan Kesan dari Kepala Pesantren Nurul Jadid. (Foto : Zaky/Red)

Pesan dan Kesan dari Pimpinan YPLI Al Hikmah Surabaya. (Foto : Zaky/Red)

Asrama SuGuJa Mengadakan Lepas Pisah Santri Kelas Akhir

nuruljadid.net-  Bersamaan dengan wisuda LIPS , Wilayah Sunan Gunung Jati (A) yang merupakan salah satu wilayah khusus untuk santri yang berstatus siswa di MTs Nurul Jadid menjadi saksi sejarah pada acara lepas pisah kelas akhir. Kebahagiaan berbinar-binar benar benar tampak di wajah mereka (kelas akhir). Acara ini disaksikan oleh seluruh santri yang berada di Wilayah Sunan Gunung Jati (A).

Beberapa perwakilan dari Pengurus Pesantren dan Madrasah nampak hadir dalam kegiatan ini seperti KH. Makki Maimun Wafi (Pengawas PP. Nurul Jadid), Ust. Ahmad Saili Aswi (Wakil Sekretaris Pesantren) dan Ust. Thohiruddin (Kepala MTs Nurul Jadid). Dan tak lupa pula dihadiri oleh seluruh jajaran kepengurusan wilayah Sunan Gunung Jati (A) atau yang dikenal dengan wilayah SuGuJa.

Kepala Wilayah Sunan Gunung Jati(A) membuka kegiatan ini dengan memberikan sedikit sambutan kepada semua santri kelas akhir. Dia juga meminta maaf kepada semuanya terutama kepada santri kelas akhir yang sudah berdomisili 3 tahun lamanya di Wilayah SuGuJa. Dan juga dia meminta agar Pengawas Pesantren dan Kepala MTs Nurul Jadid untuk memberikan arahan dan tausiyah kepada semua santri di wilayah sunan gunung jati (A) terutama teruntuk kelas akhir dalam menuntut ilmu dan bersemangat dalam menjalaninya.

Dalam sambutan kepala MTs Nurul Jadid, Bapak Tohiruddin menyampaikan “Kita jangan pernah berfikir kita itu anaknya siapa, kita itu mau jadi apa. Semua itu sudah diatur oleh Allah, semuanya sudah tertulis jelas di lauhul mahfudz, rezeki dan jalan hidup seseorang. Tinggal kita saja yang berusaha untuk mencapai suatu cita-cita, yang penting ada kemauan yang diringi dengan do`a agar tercapai semua yang dicita-citakan”.

“Pemuda masa kini adalah pemimpin masa yang akan mendatang” tambah Kepala MTs Nurul Jadid.

Dipenghujung acara, kehadiran pengawas PP. Nurul Jadid, KH. Makki Maimun Wafi menjadikan acara ini semakin “menyentuh kalbu”. Dalam tausyahnya, beliau berpesan agar semua siswa kelas akhir untuk tetap melanjutkan kejenjang pendidikan yang lebih tinggi. Lebih lebih melanjutkan pendidikan dilembaga- lembaga formal yang berada dibawah naungan Pondok Pesantren Nurul Jadid  seperti SMA Nurul Jadid, MA Nurul Jadid dan SMK Nurul Jadid. Itu semua ditujukan agar proses kaderisasi dan keberlangsungan SDM di Pesantren bisa terjaga dan memiliki generasi yang lebih baik.

Akhir dari tausiyah beliau, beliau memberikan nasihat kepada santri kelas akhir yang sebentar lagi akan menerima Surat Tanda Lulus (STL).

“Setelah kalian menerima STL. Saya harapkan agar kalian tidak pulang terlebih dahulu. Lebih baik menunggu ijazah dengan tetap berada di pesantren” dawuh beliau. (nuris,syaiful/Red)

13 Wisudawan LIPS Diwisuda Malam Ini

nuruljadid.net – Menorehkan kenangan terakhir di jenjang pendidikan kelas akhir merupakan sebuah hal yang ingin dilakukan oleh semua peserta didik kelas akhir. Torehan sejarah yang baik agar senantiasa dikenang oleh adik adik kelas mereka.

Hal itu terjadi malam hari ini (16/05), Aula SMP Nurul Jadid menjadi saksi tertorehnya sejarah atas apa yang mereka lakukan selama kurang lebih 3 tahun lamanya. Lembaga Intensif Program of SMP Nurul Jadid (LIPS) merupakan sebuah lembaga bahasa yang berada dibawah naungan SMP Nurul Jadid yang terfokus dalam 2 bahasa (Bahasa Arab dan Inggris). LIPS yang fokus kepada pendalaman bahasa asing (Arab dan Inggris) melaksanakan Wisuda Purna Peserta Didik Kelas Akhir. Wisuda ini merupakan wisuda yang digelar selama 4 tahun berturut turut dimana sebelumnya LIPS hanya mengadakan lepas pisah dengan sederhana mungkin. Malam ini (16/05) sebanyak 13 orang wisuda dikukuhkan dengan jumlah masing masing 8 wisudawan untuk peserta didik Arab dan 5 wisudawan untuk peserta didik Inggris.

Sebelum mereka mencapai buah dari kesuksesan yang mereka rasakan pada malam ini (16/05), mereka telah melaksanakan beberapa perjalanan panjang dalam karir mereka sebagai peserta didik LIPS terutama pada saat mereka berada ditingkatan yang teratas, pasalnya mereka harus bisa mencapai target yang telah ditetapkan oleh Lembaga.

“Sebelum mereka mencapai kesuksesan ini (wisuda), mereka telah melewati beberapa rentetan kegiatan lembaga. Khsusnya penguasaan skill dibidang “komunikasi / speaking” dan “tata bahasa / grammar”. Adapun standard minimal kelulusan mereka disetiap skill adalah minimal mencapai nilai 75” kata Mathlub selaku tenaga pengajar di LIPS.

“Untuk dibidang “komunikasi / speaking” mereka harus bisa pidato, bercerita, debat, dll. Untuk bidang “tata bahasa / grammar” mereka harus bisa menguasai KTI (Karya Tulis Ilmiah), terjemah dll” tambah mathlub ketika diwawancarai oleh anggota pers.

Kesuksesan peserta didik LIPA (Arab dan Inggris) juga disampaikan oleh Direktur LIPS, Abdul Gofur yang dalam sambutannya mmeberikan sebuah pujian kepada seluruh peserta didik yang diwisuda malam hari ini (16/05).

“Alhamdulillah, ke 13 wisudawan tahun ini telah berhasil melampuai target yang telah lembaga tentukan. Rata rata mereka mendapatkan nilai diatas 80 dimasing masing bidang. Ini merupakan sebuah prestasi yang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Walaupun pada tahun ini peserta wisudanya hanya 13 orang” tuturnya pada saat memberikan sambutan.

“Lebih baik sedikit tapi berkualitas daripada banyak tapi tidak berkualitas” tambahnya.

Sambutan Direktur LIPS, Ust. Abdul Ghofur, S.Sy., M.Pd.I. (Foto : Zaky/Red)

Hal itu menandakan bahwa Direktur LIPS lebih mempertimbangkan kualitas dibandingkan kuantitas. Dan dalam sambutannya, tak lupa dia memberikan beberapa nasihat kepada 13 wisudawan untuk terus menggali potensi diri diberbagai skill kebahasaan.

LIPS telah mengasilkan output (alumni) yang dapat membanggakan Lembaga dan Pesantren dibidang kebahasaan. Hal itu dibuktikan dengan torehan prestasi beberapa alumni LIPS yang sudah berada di luar pesantren.

“Beberapa alumni kita sudah banyak memberikan prestasi yang membanggakan bagi lembaganya baik lembaga yang saat ini mereka pilih maupun bagi LIPS dan Pesantren” tutur Direktur LIPS.

Motivasi untuk terus mempelajari dan mengembangkan potensi diri dalam segi kebahasaan juga disampaikan oleh Wakil Kepala SMP Nurul Jadid, Bapak Surono Sahri. Beliau menyampaikan bahwa ilmu yang didapatkan masih sangat sedikit, sehingga kalian harus terus belajar dan mengembangkan skill untuk menambah ilmu yang telah kalian dapatkan sekarang.

“Ilmu yang sekarang kalian dapatkan masih sedikit. Banyak sekali ilmu kebahasaan (Arab dan Inggris) yang harus kalian kuasai” tambahnya.

Sambutan Wakil Kepala SMP Nurul Jadid, Bapak Surono Sahri. (Foto : Zaky/Red)

Wakil Kepala SMP Nurul Jadid juga menyampaikan bahwa ke 13 wisudawan ini merupakan orang yang hebat, karena mereka merangkap beberapa jabatan sekaligus, selain sebagai santri dan siswa mereka juga menjadi peserta didik LIPS dengan berbagai tugas yang berbeda.

“Ini merupakan hal yang luar biasa, dimana di usia mereka sekarang, mereka sudah dapat me manage waktu dengan baik dengan melaksanakan beberapa tugas. Sebagai santri mereka memiliki kepadatan tugas untuk mendalami keagamaan, sebagai siswa SMP Nurul Jadid mereka juga mendapatkan tugas sebagai siswa. Ditambah lagi dengan tugas tugas yang diberikan oleh LIPS seperti menghafalkan kosa kata disetiap malamnya” tambahnya.

Tak hanya itu, dalam kegiatan ini LIPS juga menobatkan wisudawan terbaik disetiap bahasa baik Arab dan Inggris. Wisuda terbaik Inggris diberikan kepada Saudara Fajril Irfan sedangkan Arab diberikan kepada Saudara Ahmad Ronal Anggoro. (Q2/Red)

Saudara Ahmad Ronal Anggoro. Wisuda Terbaik Arab. (Foto : Zaky)

Saudara Fajril Irfan. Wisuda Terbaik Inggris. (Foto : Zaky)

Hari ini, 258 Peserta Didik Kelas Akhir MTs Nurul Jadid Diwisuda

nuruljadid.net – Hari ini (15/05) kembali menjadi hari yang bersejarah bagi siswa dan siswi kelas IX MTs Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Hari ini mereka dikukuhkan dan dinobatkan sebagai wisudawan dan wisudawati serta almuni dari MTs Nurul Jadid.

Kegiatan wisuda ini berlangsung dengan meriah. Sorak sorai peserta didik kelas VII dan VIII menggerumuhkan aula MTs Nurul Jadid. Mereka yang turut serta menyaksikan prosesi wisuda ini sangat antusias untuk menyemarakkannya. Ini merupakan sebuah kegiatan akhir yang diikuti oleh peserta didik kelas akhir dan juga merupakan ajang perpisahan mereka dengan adik adik kelas mereka. 3 tahun lamanya dalam menuntut ilmu memberikan beberapa kesan dan pesan. Hal itu dirasakan oleh beberapa peserta wisuda yang telah dikukuhkan siang hari ini.

“Sudah 3 tahun lamanya kita belajar dan menempuh pendidikan disini. Nggak terasa, seperti baru kemarin kita masuk di MTs Nurul Jadid, hari ini kita akan berpisah dengan sekolah” ujar salah satu peserta wisuda kepada temannya dengan penuh rasa gembira bercampur sedih.

Prosesi yang dilangsungkan setelah pembacaan Ayat Suci Al Qur’an berlangsung dengan khidmat. Masukknya Kepala MTs Nurul Jadid, Bapak Thohiruddin dan Wakil Kepala, Bapak Masduqi mengawali prosesi wisuda ini. Sebanyak 258 peserta didik yang terbagi 102 wisudawan dan 156 wisudawati dikkukuhkan oleh Kepala Madrasah didampingi oleh Wakil Kepala Madrasah.

Dilanjutkan dengan pembacaan ikrar wisudawati yang dipimpin oleh Ustadzah Muhassonah yang didalamnya berisikan tentang kesanggupan untuk mengamalkan ilmu kapanpun, dimanapun dan dalam kondisi apapun serta sanggup untuk menjaga almamater Pesantren dan Madrasah.

Prosesi Wisudah dan Pengukuhan Peserta Didik Kelas Akhir MTs Nurul Jadid. (Foto : Zaky/Red)

Sambutan kepala sekolah menghadirkan sebuah pesan dan kesan bagi peserta didik kelas akhir. Dalam kesempatannya, Bapak Tohiruddin mengucapkan selamat dan sukses bagi peserta didik kelas akhir. Dan wisuda tahun ini akan menjadi acara yang akan berkelanjutan di tahun tahun mendatang. Wisuda ini adalah wisuda perdana MTs Nurul Jadid yang baru dilaksanakan pada tahun ajaran ini. Pasalnya dari tahun tahun sebelumnya MTs Nurul Jadid hanya menggelar ceremonial lepas pisah dengan sederhana mungkin. Dan tujuan digelarnya pelaksanaan wisuda ini dengan format berbeda adalah untuk memberikan semangat kepada peserta didik lainnya agar mereka (kelas VII dan VIII) termotivasi untuk terus belajar dan mengembangkan kualitas dan potensi diri begitulah kata Bapak Kepala Madrasah pada saat sambutan.

Selain untuk menyemangari peserta didik kelas VII dan VIII, kepala madrasah juga menyampaikan bebrapa pesan dan harapan kepada peserta didik yang telah dikukuhkan siang hari ini.

“Harapan saya kepada peserta didik kelas akhir adalah untuk senantiasa menuntut ilmu sampai ke jenjang yang tinggi. Lanjutkan jenjang pendidikan kalian jangan sampai putus ditengah jalan. Lebih lebih harapan saya adalah kalian bisa melanjutkan jenjang yang lebih tinggi di pesantren ini. Karena di pesantren kita ini sudah memiliki jenjang pendidikan sampai tingkat perguruan tinggi. Dan beberapa lembaga tingkat menengah sudah berunjuk gigi tentang kualitas pendidikan mereka. Sudah banyak contoh siswa dan alumni lembaga pendidikan dibawah naungan pondok yang sukses berkiprah dikancah nasional maupun internasional” cakap Kepala MTs Nurul Jadid.

Selain itu, Bapak Thohiruddin juga menyampaikan pesan kepada peserta didik kelas akhir yang akan melanjutkan studinya ke lembaga di luar pesantren. Beliau berpesan agar senantiasa menjaga nama almamater pesantren dan madrasah. Karena tiada kata alumni santri. Dan beliau juga berpesan agar ilmu yang telah didapatkan di pesantren maupun madrasah senantiasa diamalkan kapanpun, dimanapun dan dalam kondisi apapun sesuai dengan ikrar yang telah diucapkan oleh para wisudawati.

Acara ini semakin khidmat dengan rawuhnya Ny. Hj. Khodijatul Qodriyah (Neng I’ah) untuk memberikan tausiyah yang diperuntukkan bagi peserta didik kelas akhir sebagai bekal melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan beberapa hal yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan oleh peserta didik kelas akhir terutama teruntuk mereka yang melanjutkan studinya diluar pesantren.

“Acara wisuda ini merupakan acara yang terakhir bagi kelas IX yang sebentar lagi akan melanjutkan ke level pendidikan lebih tinggi. Kegiatan ini merupakan akhir dan awal dari segalanya. Akhir dalam jenjang karir kalian ditingkat menengah, dan awal karir bagai kalian yang akan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Tuntutlah ilmu setinggi mungkin dimanapun kalian berada. Karena janji Allah akan mengangkat derajat manusia bagi mereka yang senantiasa menuntut ilmu” dawuh beliau.

Dilain sisi, beliau juga mengajak para peserta didik kelas akhir untuk berfikir kedepan tentang kegiatan ini. Apa maksud dan tujuan kegiatan ini dilaksanakan, apakah kegiatan ini hanya sekedar ceremonial saja? Ataukah bentuk rasa syukur kita tentang apa yang telah kalian capai selama 3 tahun terakhir di Madrasah.

“Kegiatan ini selain bertujuan sebagai bentuk tasyakkuran dan pelepasan siswi kelas akhir, sebenernya, tujuan lain dilaksanakannya kegiatan ini adalah memotivasi diri untuk terus melanjutkan studi dan mencari ilmu. Terus update ilmu kalian demi kebaikan kalian dimasa mendatang. Karena semua urusan baik urusan dunia dan akhirat itu pada dasarnya membutuhkan ilmu” dawuh beliau.

Dan pada akhir sambutannya beliau memberikan ciri ciri orang yang berilmu berdasarkan filosifi dari Sunan Kalijogo. Beliau mengatakan bahwa orang yang berilmu akan senantiasa rendah hati dan rendah diri. Orang yang berilmu itu pasti menanamkan jiwa kejujuran dalam kesehariannya. Dan orang yang berilmu itu tidak merasa dirinya sok pintar dan mengetahui segalanya. Orang yang berilmu itu dapat berkata lembut, jujur dan selalu menerima respon dari orang lain. (Q2/Red)

Peserta Wisudawati Kelas Akhir MTs Nurul Jadid. (Foto : Zaky/Red)