Pos

Gema Takbir Santri Al-Hasyimiyah Semarakkan Malam Idul Adha di Pesantren Nurul Jadid

berita.nuruljadid.net – Suasana khidmat dan penuh kebersamaan menyelimuti lingkungan Pesantren Nurul Jadid pada Rabu malam (27/05/2026). Dalam rangka menyambut dan menyemarakkan Hari Raya Idul Adha, Pesantren Nurul Jadid Wilayah Al-Hasyimiyah sukses menggelar ajang perlombaan Gema Takbir. Acara tahunan ini berlangsung meriah dengan diikuti oleh berbagai delegasi santri yang mewakili daerah-daerah di wilayah Al-Hasyimiyah.

Perhelatan dimulai tepat setelah pelaksanaan salat Isya berjamaah, diawali dengan pembukaan resmi oleh panitia lomba. Dalam sambutannya, ketua panitia menegaskan bahwa esensi dari lomba Gema Takbir ini tidak sekadar mengejar kemenangan, melainkan sebagai bentuk syiar Islam nyata sekaligus upaya bersama dalam menghidupkan malam penuh makna di lingkungan pesantren.

Sepanjang acara, para peserta unjuk gigi menampilkan kreativitas terbaik mereka. Lantunan takbir dan selawat bersahut-sahutan, menggema indah dipadukan dengan tabuhan ritmis dari alat musik bedug. Tak hanya dari segi olah suara, kemeriahan malam itu kian terasa berkat visual panggung yang apik, di mana tiap kelompok menampilkan dekorasi yang unik, menarik, dan penuh totalitas.

Meski dipadati oleh ratusan santri yang antusias menonton, perlombaan tetap berjalan dengan sangat tertib. Setiap delegasi tampak disiplin mengikuti arahan panitia serta berkomitmen menjaga kekompakan daerahnya masing-masing.

Rasa bangga dan bahagia pun terpancar dari para peserta, salah satunya Bilqis, santri utusan dari daerah Zahroil Batul. Ia menceritakan bagaimana ia dan kelompoknya telah melakukan persiapan matang sejak jauh-jauh hari, mulai dari latihan vokal hingga merancang dekorasi panggung.

“Ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi kami. Menyenangkan sekali bisa ikut memeriahkan malam Hari Raya Idul Adha bersama teman-teman seperjuangan di pesantren,” ungkap Bilqis dengan penuh semangat.

Di sisi lain, dewan juri menetapkan standar penilaian yang ketat. Kriteria pemenang tidak hanya dilihat dari aspek estetika seperti kekompakan, kreativitas, dan kerapian saja, melainkan juga poin esensial seperti ketertiban selama acara berlangsung, sikap sportif, serta rasa saling menghargai antar-peserta.

Setelah melalui persaingan yang sehat, seluruh rangkaian acara berjalan lancar hingga ditutup dengan pengumuman pemenang oleh dewan juri. Melalui momentum lomba Gema Takbir ini, pihak pesantren berharap kegiatan ini dapat mempererat tali ukhuwah islamiyah antar-santri, memupuk rasa kebersamaan yang kokoh, sekaligus menjadi wadah positif dalam melejitkan kreativitas santri dalam menyemarakkan syiar Islam.

Pewarta    : Khanza Naura

Editor      : Ponirin Mika

Santri Nurul Jadid Hadiri Upacara TMMD ke-128 Tahun 2026

berita.nuruljadid.net — Puluhan santri dari Pondok Pesantren Nurul Jadid turut ambil bagian dalam kegiatan Upacara TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Tahun Anggaran 2026 yang digelar dengan penuh khidmat. Kegiatan ini mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”, sebagai wujud sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan berbasis desa.

Upacara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Probolinggo, Gus dr. Haris, yang bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program TMMD sebagai langkah nyata kolaborasi lintas sektor dalam membangun negeri dari tingkat desa. Ia juga menegaskan pentingnya peran TNI dalam mengawal suksesnya program pembangunan yang menyentuh langsung masyarakat.

Santri Pondok Pesantren Nurul Jadid yang berjumlah sekitar 30 orang hadir sebagai bentuk dukungan moral sekaligus pembelajaran langsung tentang nilai-nilai kebangsaan dan pengabdian. Rombongan santri tersebut dipimpin oleh Ketua FKO Nurul Jadid, Zaki Finailir Raja, yang menyampaikan rasa bangganya dapat terlibat dalam momen penting tersebut.

> “Kami merasa bangga bisa hadir dan menyaksikan langsung proses yang monumental dalam pembangunan negeri melalui program TMMD. Ini menjadi pengalaman berharga bagi santri untuk memahami pentingnya kolaborasi dalam membangun Indonesia dari desa,” ungkapnya.

Peserta upacara terdiri dari berbagai unsur, di antaranya TNI, POLRI, BPBD, Dinas Perhubungan, serta santri dan pelajar se-Kabupaten Probolinggo. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar, dimulai pukul 08.55 hingga 10.00 WIB (22042026).

Dalam rangkaian acara tersebut juga dilaksanakan penyerahan berbagai bantuan sosial, termasuk peralatan kerja, santunan kepada kaum dhuafa, serta penyerahan truk Koperasi Merah Putih sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi UMKM desa. Bantuan ini diserahkan langsung oleh Bupati Probolinggo yang didampingi oleh Dandim 0820 Probolinggo, Letkol Inf. Ribut Yudo Apriyantono.

Turut hadir dan memberikan dukungan dalam kegiatan ini, Danramil Paiton, Kapten Chb Adi Suwarso, yang mendampingi rombongan santri selama mengikuti rangkaian acara.

Dari pihak Pondok Pesantren Nurul Jadid, kehadiran santri didampingi oleh Bidang Kelembagaan dan Peserta Didik Biro Pendidikan, Mujiburrohman dan Muhibbul Ikrom.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga sarana edukasi kebangsaan bagi para santri untuk menumbuhkan semangat gotong royong, nasionalisme, serta kepedulian terhadap pembangunan masyarakat desa.

 

Pewarta : Mujiburahman
Editor: Ponirin Mika

BSI Pacu UMKM Naik Kelas dan TORASERA Nurjah Berkah sebagai Business Hub

berita.www.nuruljadid.net – Akselerasi ekonomi kerakyatan di Jawa Timur mendapat momentum besar melalui kolaborasi strategis sektor perbankan syariah dan institusi pendidikan Islam. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatat penyaluran pembiayaan UMKM nasional sebesar Rp52,58 triliun per Desember 2025, sementara di tingkat akar rumput, Pondok Pesantren Nurul Jadid memperkuat ekosistem tersebut dengan meluncurkan TORASERA (Toko Rakyat Serba Ada).

Direktur Retail Banking BSI, Kemas Erwan Husainy, menegaskan bahwa dukungan BSI melampaui aspek permodalan. Melalui skema syariah seperti murabahah dan musyarakah, BSI fokus pada pendampingan komprehensif agar pelaku usaha mikro mampu bersaing secara global.
“Kami mendorong UMKM untuk bankable melalui coaching clinic, sertifikasi halal, hingga strategi branding. Expo seperti UMKM Ramadan Fair 2026 di Jember, Probolinggo, dan Malang adalah strategi efektif mempertemukan 75 UMKM binaan kami dengan investor potensial,” jelas Erwan.

Dalam ajang tersebut, BSI juga menyerahkan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara simbolis kepada pelaku usaha Sektor 4P. Langkah ini diperkuat dengan kolaborasi bersama Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Kementerian Keuangan untuk mengisi ceruk pembiayaan Ultra Mikro (UMi) yang terintegrasi.

Sejalan dengan semangat kemandirian ekonomi tersebut, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Nurul Jadid, Gus Faiz Abdul Haq Zaini, menegaskan TORASERA Berkah sebagai manifestasi pengabdian pesantren kepada masyarakat luas. Proyek ini tidak hanya berfungsi sebagai unit ritel, tetapi diproyeksikan menjadi pusat kendali bisnis (Business Hub).
“Kami ingin memastikan manfaat ekonomi pesantren tidak hanya berhenti di balik tembok asrama, melainkan dirasakan langsung oleh masyarakat sebagai bentuk pelayanan ekonomi yang inklusif,” tegas Gus Faiz.

Beliau menambahkan bahwa TORASERA akan menjadi tulang punggung yang menyokong operasional Koperasi Merah Putih di Paiton, Probolinggo. Dengan transformasi menjadi Business Hub, unit ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem kemandirian umat yang lebih kokoh dan berkelanjutan di wilayah Probolinggo dan sekitarnya.

Sinergi antara pembiayaan perbankan dan infrastruktur ekonomi berbasis komunitas seperti yang dilakukan Nurul Jadid dipandang sebagai kunci pertumbuhan ekonomi nasional. Direktur Kerjasama Pendanaan dan Pembiayaan PIP, Muhammad Yusuf, menekankan pentingnya ekosistem yang mencakup pendampingan dan fasilitas pasar.
Melalui integrasi antara akses modal dari BSI dan wadah pemberdayaan seperti TORASERA, diharapkan para pelaku usaha grassroot dapat naik kelas secara sistematis, meningkatkan kapasitas usaha, dan memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan ekosistem halal Indonesia di kancah internasional.

 

Pewarta   : Ponirin Mika

Pengajian Ramadan Perdana; Kiai Zuhri Ulas Kriteria Ulama Akhirat

Pondok Pesantren Nurul Jadid menggelar pengajian perdana di bulan suci Ramadan dengan fokus pembahasan mengenai klasifikasi dan kriteria ulama. Dalam materi yang disampaikan, ditekankan pentingnya meluruskan niat dalam menuntut ilmu agar tidak terjebak pada kepentingan duniawi semata.

Materi pengajian membagi sosok pemuka agama menjadi dua kelompok besar, yakni Ulamaul Akhirat (ulama akhirat) dan Ulamaud Dunya (ulama dunia). Salah satu poin krusial yang disoroti adalah fenomena “Ulama Lisan”, yaitu sebutan bagi mereka yang pandai berceramah dan berbicara namun tidak mampu mengamalkan ilmunya sendiri.

Lebih lanjut, catatan pengajian tersebut merincikan bahwa tanda utama seorang ulama akhirat adalah sifat khusyuk. Khusyuk dalam konteks ini diartikan sebagai sikap serius dalam menggunakan waktu atau umur untuk hal-hal yang bermanfaat, bukan sekadar melakukan wirid secara terus-menerus. Selain itu, ulama akhirat ditandai dengan sifat tawadhu (rendah hati) serta memiliki rasa takut dan khawatir yang tinggi kepada Allah SWT.

“Orang yang belajar ilmu agama tidak boleh bertujuan hanya untuk kepentingan dunia, karena hidup di dunia hanya sebentar sedangkan di akhirat abadi,” demikian penggalan pesan dalam catatan tersebut. Jika kesenangan dunia dijadikan tujuan utama dan tidak tercapai, hal itu hanya akan mendatangkan kesedihan dan kekecewaan.

Selain aspek teologis, pengajian ini juga menyentuh dimensi sosial dan ekonomi. Jamaah diingatkan bahwa dalam setiap harta yang dimiliki, terdapat hak orang lain seperti istri, anak, dan kaum yang membutuhkan. Umat Islam pun diajak untuk selalu berbuat baik kepada sesama guna menciptakan keharmonisan dan tidak menunda-nunda perbuatan bermanfaat.

Kiai Zuhri menekan prinsip kemandirian spiritual agar manusia tidak pernah berharap kepada sesama, melainkan hanya menggantungkan harapan kepada Allah SWT. Pengajian ini diakhiri dengan pesan moral untuk menjadi pribadi yang berguna bagi sesama tanpa harus menonjolkan diri.

 

Pewarta: Ahmad Zainul Khofi

Editor: Ponirin Mika

Pastikan Kerja Sesuai SOP, Pesantren Nurul Jadid Audit Satuan Kerja Lewat ISO 21001:2018

​berita.www.nuruljadid.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas tata kelola lembaga. Memasuki tahun kedua penerapan standar internasional, setiap satuan kerja di lingkungan pesantren menjalani audit intensif guna memastikan seluruh prosedur operasional telah berjalan sebagaimana mestinya.

​Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini dipimpin oleh Anang Pribadi selaku auditor. Fokus utama audit kali ini adalah meninjau sejauh mana satuan kerja mampu menyelaraskan antara kebijakan tertulis dengan praktik nyata di lapangan, sesuai dengan kaidah manajemen mutu.

​Anang Pribadi menjelaskan bahwa audit ini merupakan instrumen untuk memvalidasi kedisiplinan administratif. Menurutnya, hal terpenting dalam sistem manajemen adalah memastikan personel telah mengerjakan apa yang ditulis serta mendokumentasikan apa yang dikerjakan.

​”Dengan menggunakan manajemen ISO ini, Pesantren Nurul Jadid telah membuktikan bahwa ia terus berupaya untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk santri dan masyarakat,” ungkap Anang di sela-sela proses pemeriksaan dokumen.

​Langkah Pesantren Nurul Jadid mengadopsi ISO 21001:2018 dinilai sebagai pilihan yang luar biasa. Standar ini menjadi kompas bagi lembaga pendidikan untuk tetap berada pada jalur profesionalisme yang diakui secara global namun tetap berbasis nilai pesantren.

​Dalam pelaksanaannya, Anang menegaskan bahwa proses audit tidak bertujuan untuk mencari titik lemah personel. Sebaliknya, ini adalah upaya pembinaan bagi siapapun yang diberi amanah oleh pesantren apabila dalam bekerja belum termanajemen dengan sempurna.
​Pandangan tersebut diperkuat oleh Ustadz Ahmad Sahidah yang menyatakan bahwa kehadiran auditor merupakan bagian dari proses perbaikan berkelanjutan. Ia berharap seluruh unit kerja tidak merasa terintimidasi oleh proses verifikasi administrasi ini.

​”Audit tidak untuk menyalahkan atau menghakimi. Tapi untuk memastikan kita bekerja lebih sempurna sesuai dengan aturan, pedoman, dan SOP,” tegas Ustadz Ahmad Sahidah saat memberikan pengarahan kepada para pengelola unit.
​Selama dua hari penuh, auditor mendatangi setiap kantor satuan kerja untuk melakukan pengecekan berkas administrasi.

Pemeriksaan dilakukan secara mendetail terhadap dokumen-dokumen yang menjadi acuan kerja harian para staf dan pengurus pesantren.

Pesantren Nurul Jadid optimis dapat mempertahankan standar pelayanan yang tinggi. Konsistensi dalam menerapkan manajemen mutu diharapkan mampu membawa pesantren menjadi role model bagi lembaga pendidikan Islam lainnya di Indonesia.

 

Pewarta     : Ahmad Zainul Khofi

Editor        : Ponirin Mika

Pesantren Terbitkan Edaran Libur Ramadan dan Idulfitri 1447 H

www.nuruljadid.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, resmi menerbitkan Surat Edaran tentang pelaksanaan libur Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Ketentuan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor: NJ-B/0054/A.IX/02.2026 yang ditandatangani pada 13 Sya’ban 1447 H atau 1 Februari 2026 M.

Dalam surat edaran itu dijelaskan bahwa jadwal libur dan pemulangan santri disesuaikan dengan kalender kegiatan pesantren tahun 2026. Santri putri mulai libur sejak 16 Ramadan 1447 H atau 6 Maret 2026 hingga 10 Syawal 1447 H atau 30 Maret 2026 .

Sementara santri putra mulai libur sejak 17 Ramadan 1447 H atau 7 Maret 2026 hingga 11 Syawal 1447 H atau 31 Maret 2026.
Pihak pesantren menegaskan bahwa pemulangan santri wajib mengikuti rombongan resmi yang dikoordinasikan oleh Pesantren bekerja sama dengan P4NJ daerah. Wali santri diwajibkan menjemput santri di titik penurunan (drop spot) yang telah ditentukan dengan menunjukkan fotokopi Kartu Keluarga (KK).

Adapun jadwal kembali ke pesantren ditetapkan pada 10 Syawal 1447 H atau 30 Maret 2026 untuk santri putri dan 11 Syawal 1447 H atau 31 Maret 2026 untuk santri putra. Kedatangan santri ke pesantren juga diwajibkan mengikuti rombongan yang dikoordinasikan oleh P4NJ daerah. Bagi daerah yang belum memiliki pengurus P4NJ, santri diperkenankan diantar langsung oleh wali santri.
Selain itu, pesantren mengimbau kepada wali santri agar melunasi Biaya Pendidikan Santri (BPS) triwulan I (Januari–Maret) serta tanggungan biaya konsumsi santri selama bulan Maret 2026 sebelum pemulangan. Selama masa libur, wali santri juga diminta untuk tetap mengawasi aktivitas ibadah dan pergaulan putra-putrinya.

Dalam edaran tersebut juga disampaikan bahwa layanan sambang santri dan jasa penitipan barang (jastib) akan ditutup mulai 28 Sya’ban 1447 H atau 16 Februari 2026 dan dibuka kembali pada 15 Syawal 1447 H atau 4 April 2026.
Surat edaran ini ditandatangani oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri Zaini, BA., dan Kepala Pesantren, KH. Abd. Hamid Wahid, M.Ag., sebagai pedoman resmi bagi santri dan wali santri dalam pelaksanaan libur Ramadan dan Idulfitri tahun ini.

Untuk mengunduh surat edaran resmi silahkan kunjungi tautan berikut: https://www.nuruljadid.net/download/surat-edaran

 

(Humas Infokom)

Perkumpulan Longevitology Surabaya Gelar Baksos Terapi Gratis, Kiai Zuhri Turut Hadir

nuruljadid.net – Kegiatan Bakti Sosial (Baksos) Terapi Longevitology disambut antusias oleh pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid tidak terkecuali pengasuh K.H. Moh. Zuhri Zaini yang hadir Rabu pagi ini (24/01/2024) di Aula 1 Ponpes Nurul Jadid. Sekitar puluhan pengurus dan masyayikh Nurul Jadid merasakan perubahan dalam tubuhnya paska terapi Longevitology.

Salah satunya bapak Muhammad Ali, yang pertama kali ikut pada proses pengobatan itu, beliau sudah merasakan antusias. “Awalnya saya ragu, tapi saya niat ingin sehat. Saya akhir-akhir ini sering merasakan sakit. Tapi saat terapi, ada energi yang masuk. Saya dilatih konsentrasi untuk sembuh,” ungkapnya.

Penyelenggara terapi, Guru Ongko Digdoyo meyakinkan bahwa longevitology adalah penerapan ilmu menyerap energi dari alam, kemudian dipadukan dengan energi dalam tubuh. Proses ini dilakukan oleh terapis bekerjasama dengan pasien dalam kondisi konsentrasi penuh.

“Sehingga metabolisme lancar. Muncul sel-sel baru yang sehat. Daya tahan tubuh menjadi kuat, akhirnya mampu buang penyakit dan racun-racun di dalam tubuh,” terangnya dalam kesempatan berbeda.

Metode  penyembuhan ini melibatkan diri sendiri. Karena pada dasarnya setiap manusia punya mekanisme untuk menyembuhkan diri. “Energi ini membantu kuatkan energi yang ada di dalam tubuh, sehingga mampu recovery kesehatan yang ada. Tanpa sentuhan obat tanpa pijatan. Jadi hanya dua tangan (pasien) tempel pada tempat bermasalah,” paparnya.

Beberapa Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid saat mengikuti Terapi Longevitology Gratis oleh Perkumpulan Longevitology Surabaya di Aula 1 Ponpes Nurul Jadid

Prinsip Dasar Longevitology

Prinsip dasar Longevitology adalah menggunakan energi alam untuk penyembuhan. Energi disalurkan melalui cakra dengan menggunakan cara meditasi.  Karena sejatinya energi di sekitar kita itu melimpah dan tak pernah habis digunakan

Cakra adalah semacam titik meridian atau pusat kontrol dalam tubuh yang mengatur arus energi ”Yang” dan ”Yin” untuk suatu bagian tubuh atau organ tertentu. Dengan kata lain simpul-simpul penting dalam tubuh manusia. Dalam akupuntur jumlah titik meridian ratusan. Dalam Longevitology ada 7 cakra dalam tubuh manusia.

Guru yang pernah mempelajari semua ilmu penyembuhan ini mulai dengan mengajarkan cara mengatasi penyakit susah tidur alias insomnia. Caranya gampang. Meletakkan tangan kiri mulai dari kuping sampai belakang kepala. Sedangkan tangan kanan diletakkan di atas Cakra 7. Lakukan sambil meditasi 15 menit.

Semua penyakit yang menjadi bagian dari kepala bisa disembuhkan melalui Cakra 7 ini. Seperti sakit mata, sakit hidung, sakit gigi, dan sebagainya. Cakra 7 juga bisa digunakan untuk terapi penyakit dalam seperti jantung, stroke, dan semacamnya.

Ada tiga jurus meditasi dalam Longevitology. Pertama, duduk tegak lurus tanpa menyandar. Pandangan fokus ke depan. Ambil nafas panjang lewat hidung, isi sepenuhnya dada dengan udara, lalu lepaskan pelan-pelan lewat mulut. Lakukan sampai 5 kali.

Kedua, meditasi dengan menenangkan pikiran. Pejamkan mata. Jangan pedulikan semua masa lalu yang datang dalam alam pikiran. Singkirkan semuanya. Nikmati ketenangan pikiran dengan rileks. Bernafas seperti biasa sampai alarm berbunyi. Tahap ini bisa dilakukan selama 15 menit.

Ketiga, menyudahi meditasi dengan membuka mata pelan-pelan. Kembalikan kesadaran dengan penuh secara perlahan. Tidak usah buru-buru. Nikmati prosesnya secara alami sampai kemudian melakukan hal yang biasa seperti semula.

(Humas Infokom)

Longevitology Surabaya Adakan 5 Hari Pelatihan Terapi Non-Medis Melalui Energi Alam di Ponpes Nurul Jadid

nuruljadid.net – Perkumpulan Longevitology Surabaya mengadakan pelatihan terapi non-medis di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton sebagai upaya untuk memperkenalkan metode Longevitology kepada warga pesantren. Acara ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang kesehatan holistik dan cara meningkatkan kualitas hidup melalui terapi non-medis.

Ketua Panitia Ahmad Jufri Efendi, S.kep., Ners yang juga perawat di Klinik Az-Zainiyah Nurul Jadid melaporkan bahwa pelatihan berlangsung selama 5 hari dimulai sejak Senin, 22 sampai dengan Jum’at, 26 Januari 2024. “Pelatihan ini dilaksanakan selama 5 hari setiap malam pukul 19.00 WIB sampai sekitar pukul 22.00 WIB di Aula 1 Ponpes Nurul Jadid yang diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari santri patriot panji pelopor (SP3), praktisi hypnotherapy hingga para pengurus pondok pesantren. Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai bagian dari program sosial Perkumpulan Longevitology Surabaya untuk berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat khususnya di Ponpes Nurul Jadid” ungkapnya.

Ketua perkumpulan Longevitology Surabaya, Guru Ongko Digdoyo meyakinkan bahwa longevitology adalah penerapan ilmu menyerap energi dari alam, kemudian dipadukan dengan energi dalam tubuh. Proses ini dilakukan oleh terapis bekerjasama dengan pasien dalam kondisi konsentrasi penuh.

Guru Ongko Digdoyo saat memberikan pengenalan tentang Longevitology kepada peserta pelatihan di Aula 1 Pondok Pesantren Nurul Jadid

Guru Ongko Digdoyo juga mengatakan, “Kami berterimakasih atas penyambutannya dari pihak Ponpes Nurul Jadid dan kami berkomitmen untuk memberikan edukasi yang bermanfaat bagi masyarakat bahwa metode Longevitology telah terbukti efektif dalam meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup, dan kami ingin berbagi pengetahuan ini dengan lebih banyak orang.” pungkasnya

Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton dipilih sebagai lokasi pelatihan karena kedekatan Guru Ongko dengan kepala pesantren Kiai Hamid Wahid selain juga peran strategis pesantren dalam membentuk karakter dan kesejahteraan spiritual para santri. Selain itu, kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara kegiatan spiritual dan perawatan kesehatan holistik.

Peserta Pelatihan Longevitology sedang mempraktikkan kepada peserta lainnya metode yang telah mereka pelajari didampingi oleh tim Longevitology Surabaya di Aula 1 Pondok Pesantren Nurul Jadid

Acara pelatihan mencakup sesi penyuluhan, praktik Longevitology, dan diskusi interaktif serta praktik langsung antara peserta. Para peserta diajak untuk memahami prinsip dasar Longevitology, teknik meditasi, dan praktik perawatan diri yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sekretaris pesantren, H. Tahiruddin, M.M.Pd, menyambut baik kegiatan ini. Beliau menyatakan dalam sambutannya, “Penting untuk mengikuti pelatihan ini hingga tuntas, karena kesehatan adalah anugerah terbesar yang perlu dijaga dengan baik. Kami berterima kasih atas kerjasama dengan Perkumpulan Longevitology Surabaya dalam memberikan edukasi kesehatan kepada para santri pilihan yaitu SP3 di pondok pesantren Nurul Jadid.” Jelasnya.

Harapannya, melalui pelatihan ini, para peserta dapat mengintegrasikan prinsip-prinsip Longevitology dalam gaya hidup mereka untuk mencapai kesehatan holistik dari alam dan mampu membagikan manfaatnya ke banyak santri. Pelatihan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan untuk memberikan manfaat lebih luas kepada warga pesantren yang lain.

(Humas Infokom)

Fesban Nurul Jadid ke-VII 2024 Tingkat Nasional Resmi Berakhir, Berikut Daftar Pemenangnya!

nuruljadid.net – Minggu pagi (21/01/2024) Kegiatan Festival Banjari (Fesban) Nurul Jadid ke-VII tahun 2024 tingkat Nasional resmi berakhir ditandai dengan diumumkannya para jawara di Lapangan Ayaman Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Pelaksanaan Fesban tersebut yang dimulai sejak pukul 09.00 pagi sampai 01.30 dini hari itu berlangsung meriah dengan disaksikan oleh ribuan santri putra Nurul Jadid serta masyarakat sekitar.

Pada kali Ini, kuota peserta lomba sama seperti dengan tahun sebelumnya, yakni sebanyak 60 peserta yang berasal dari berbagai daerah. Masing-masing tim memberikan penampilan terbaiknya ketika berada diatas panggung perlombaan.  Setelah melewati proses penjurian dan penilaian yang cukup sengit dari dewan juri, panitia dengan segera melakukan rekapitulasi merekap hasil penilaian dari masing-masing juri untuk menentukan para Pemenang Festival Banjari (Fesban) Nurul Jadid tahun 2024.

Perwakilan tim hadrah Al-Barokah sebagai Terbaik I Fesban Nurul Jadid tingkat Nasional saat menerima Piala Pemenang dan Uang Tunai

The Best Jingle berhasil diraih oleh tim hadrah Polisi Santri dari Polda Jatim yang turut berpartisipasi memeriahkan perhelatan banjari akbar tersebut dan sempat mencuri perhatian dewan juri serta ribuan penonton kemarin malam. Terbaik 1 berhasil diraih oleh tim hadrah “Al Barokah” disusul Terbaik 2 diperoleh tim hadrah “JDFI Nasimus Shobah” dan Terbaik 3 berhasil dibawa pulang oleh tim hadrah “Syubbanunal Yaum”.

Sedangkan urutan juara Fesban Nurul Jadid berikutnya adalah:

 Terbaik 4 diraih oleh tim hadrah “Al-Qur’ani”

Terbaik 5 diraih oleh tim hadrah “Jadid Muazzam”

Terbaik 6 diraih oleh tim hadrah “Rodju Asyafaah”

Terbaik 7 diraih oleh tim hadrah “KTP Mojokerto”

Terbaik 8 diraih oleh tim hadrah “El Zamzami”

Terbaik 9 diraih oleh tim hadrah “Santri Wako”

Terbaik 10 diraih oleh tim hadrah “Ar-Riyash”

(Humas Infokom)

Semakin Malam! Fesban Nurul Jadid Tingkat Nasional 2024 Dipadati Ribuan Penonton

nuruljadid.net – Menjelang malam, tepatnya ba’da sholat isyak, perhelatan Festival Banjari (Fesban) Nurul Jadid tingkat Nasional tahun 2024 dalam rangka memperingati Haul Masyayikh dan Harlah ke-75 Pondok Pesantren Nurul Jadid kembali dilanjutkan. Tak lama setelah dimulai ribuan penonton mulai memadati lapangan Ayaman pesantren. Kali ini 5 kali lipat lebih banyak dari pada penonton siang sampai sore hari (20/01/2024).

Pasalnya, membludaknya jumlah penonton disinyalir karena kegiatan malam santri diliburkan sehingga seluruh santri putra dan putri wilayah pusat bisa menyaksikan Fesban Nurul Jadid yang hanya bisa disaksiakan secara live setahun sekali. Santri putra menonton di lapangan sedangkan santri putri berkumpul di Aula 2 pesantren dengan bantuan Videotron secara daring.

Dengan alas seadanya, ribuan penonton dari berbagai kalangan, mulai dari santri hingga warga sekitar, memadati lokasi acara yang digelar di lapangan Ayaman Pondok Pesantren Nurul Jadid. Ini menandakan ghirroh kecintaan kepada sholawat begitu besar.

Ribuan penonton Fesban Nurul Jadid Tingkat Nasional Tahun 2024 nampak memadati lapangan Ayaman Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo

Fesban tahun 2024 yang digelar oleh tim Muhibbus Sholawat bersama eNJe Picture dibawah koordinasi BKOSS ini berhasil menciptakan atmosfer kegembiraan dan kekompakan di tengah-tengah masyarakat. Dengan panggung yang megah dan pencahayaan yang memukau, acara ini menjadi magnet bagi penikmat sholawat banjari dari berbagai tingkatan usia.

Kehadiran para santri dengan senyum ceria, serta warga sekitar yang datang dengan membawa karpet lipat dan duduk bersila di tengah lapangan, menambah kesan khidmat pada acara tersebut. Sejak awal acara, suasana semakin khidmat dengan penampilan berbagai tim hadrah banjari yang berhasil memukau penonton lewat lantunan suara merdu dan sound system yang menggetarkan dada.

Salah satu penonton dari kalangan pengurus, Muhyiddin (24), yang datang bersama rekan-rekannya, menyampaikan kesan positif terhadap acara ini. “Masyaallah! Ini sangat luar biasa! Kita bisa melihat bakat-bakat muda pecinta sholawat di sini. Dan yang lebih menakjubkan, suasana kebersamaan antara santri dan warga sekitar benar-benar terasa,” ucapnya sambil tersenyum.

Ribuan penonton Fesban Nurul Jadid Tingkat Nasional Tahun 2024 nampak memadati lapangan Ayaman Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo

Panitia Fesban Nurul Jadid, Zulfi Zamiri, menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat yang begitu besar. “Kami tidak menyangka acara ini dapat menjadi sebesar ini. Ini semua berkat dukungan dari seluruh pihak termasuk masyarakat yang sportif dan semangat dari para peserta,” ujarnya.

Dengan suksesnya acara ini, diharapkan tradisi Fesban Nurul Jadid dapat terus berlanjut setiap tahunnya, menjadi agenda yang dinantikan oleh masyarakat Probolinggo, santri dan para pecinta sjholawat di seluruh nusantara.

 

 

(Humas Infokom)

BPPM Nurul Jadid Kawal Tuntas RTL Pasca Learning Training Center Batch 2, Cetak Trainer Ahli

nuruljadid.net – Learning Training Center (LTC) Nurul Jadid Batch 2 yang diadakan oleh Bidang Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (BPPM) dibawah Biro Pengembangan Nurul Jadid Paiton sukses menuntaskan Rencana Tindak Lanjut (RTL) tepat diawal minggu pertama bulan Januari tahun 2024 (04/01/2024). Pasca menjalani serangkaian pelatihan intensif, peserta LTC Nurul Jadid kemudian diturunkan menjadi trainer atau fasilitator di berbagai pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Pelatihan dalam LTC ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan peserta dalam mengelola dan mendesain sebuah pelatihan peningkatan kapasitas SDM pengurus di pesantren, selain itu juga untuk menciptakan tenaga profesional berkualitas tinggi yang dapat berkontribusi positif terhadap masyarakat. Dengan menyelesaikan pelatihan ini, para peserta yang dicetak sebagai trainer diharapkan dapat mengimplementasikan keterampilan yang mereka peroleh sesuai kebutuhan pesantren.

Salah satu fokus utama pasca-pelatihan adalah memastikan bahwa para trainer dapat menerapkan pengetahuan yang mereka peroleh dengan efektif. BPPM Nurul Jadid telah menyusun buku panduan pelatihan dan rencana tindak lanjut yang komprehensif untuk memastikan implementasi yang sukses dari hasil pelatihan tersebut.

Beberapa langkah konkrit yang akan diambil termasuk:

  1. Mentoring dan Pendampingan: Memberikan dukungan melalui program mentoring dan pendampingan untuk membantu trainer mengatasi tantangan yang mungkin mereka hadapi dalam menerapkan keterampilan baru dalam pelatihan oleh coach ahli.
  2. Focus Group Discussion: Menyelenggarakan diskusi intensif antar trainer dan sesi praktis yang berfokus pada penerapan keterampilan yang diperoleh, memastikan bahwa trainer dapat menguasasi materi serta metode yang akan diterapkan.
  3. Evaluasi Berkala: Melakukan evaluasi berkala untuk memantau kemajuan para trainer atau fasilitator dan mengidentifikasi area serta kompetensi khusus yang perlu perhatian lebih lanjut.
  4. Forum Berbagi Pengalaman: Membuat forum di mana peserta dapat berbagi pengalaman dan pemahaman mereka, memfasilitasi pertukaran ide dan pembelajaran antar sesama trainer.
  5. Pengembangan Kerjasama: Memfasilitasi kerjasama dengan pihak satuan kerja, satuan pendidikan atau pihak luar pesantren terkait untuk memperluas peluang kerjasama dan memastikan relevansi keterampilan yang diperoleh dengan kebutuhan pelatihan yang diminta.

Ketua BPPM bapak Didik P Agung Wicaksono sangat optimis bahwa melalui langkah-langkah ini, mereka dapat menciptakan dampak positif yang berkelanjutan dalam karir dan kehidupan para trainer. Keberhasilan pelatihan ini tidak hanya diukur dari sejauh mana para trainer memahami materi, tetapi lebih pada sejauh mana mereka mampu mengimplementasikan keterampilan baru tersebut dalam praktik sehari-hari.

 

 

(Humas Infokom)

Pelaksanaan Laporan Akhir Tahun 2023 Pondok Pesantren Nurul Jadid Berjalan Khidmat

nuruljadid.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid telah melaksanakan kegiatan rutin Laporan Akhir Tahun 2023 dengan khidmat (27/12/2023). Acara ini merupakan momen penting yang menandai akhir tahun takwim dan sekaligus merupakan refleksi atas pencapaian serta perjalanan pesantren selama satu tahun penuh yang diselenggarakan di Aula I Pesantren.

Acara ini dihadiri oleh seluruh pimpinan Pondok Pesantren Nurul Jadid, satuan kerja, satuan pendidikan, banom, lembaga dan pengurus. Suasana khidmat nampak di sepanjang acara berlangsung. Hadirin menyimak setiap poin dari laporan yang disampaikan oleh Kepala Pesantren KH. Abd. Hamid Wahid di hadapan ratusan pengurus yang hadir pagi itu.

Kiai Hamid, kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid, mengawali laporan dengan sambutan hangat. Beliau menyampaikan rasa syukur atas berkah dan pencapaian yang telah diberikan Allah SWT selama tahun ini. Kiai Hamid juga menekankan pentingnya penguatan kualitas dari pada sekedar kuantitas keterlaksanaan program. Sehingga tidak sebatas menuntaskan program kerja namun output program yang berkualitas, terukur dan berdampak yang bisa dirasakan oleh santri juga pesantren dalam arti luas.

Penyerahan Laporan Akhir Tahun 2023 dari Kepala Pesantren KH. Abd. Hamid Wahid kepada Pengasuh KH. Moh. Zuhri Zaini

Dalam laporannya, Kiai Hamid juga menyampaikan urgensitas konsistensi dalam melaksanakan program kerja berdasarkan AKUP yang merupakan turunan dari Rencana Strategis (Renstra) dan Program Induk Pesantren (PIP). Beliau juga memaparkan gambaran rencana dan program pesantren yang akan diimplementasikan pada tahun mendatang.

“AKUP telah terjawantahkan melalui program turunan yang disusun dalam program strategis, program prioritas, pendukung dan pengembangan,” tutur beliau.

Sebagaimana diuraikan dalam RENSTRA tahun pertama (2023), strategi dan arah kebijakan meliputi penguatan sektor pendidikan, aspek spiritual santri, pengembangan sumber daya manusia, kelembagaaan pesantren, peningkatan sarana, pelayanan dan penataan lingkungan, serta pengembangan bisnis pesantren. Selain itu, sektor dakwah dan pemberdayaan masyarakat merupakan program yang sangat urgen untuk terus dikembangkan.

Strategi dan arah kebijakan tahunan tersebut diselaraskan dengan AKUP 2023 yang terdiri dari optimalisasi pesantren sebagai institusi pendidikan dan kaderisasi serta penguatan nilai-nilai kepsantrenan, dasar akidah  dan fikih ahlussunnah waljamaah, dan wawasan kebangsaan. Untuk itu, kami memandang penting pengembangan khazanah pengetahuan keislaman yang dapat dilakukan secara berjenjang, mulai pra-sekolah hingga perguruan tinggi.

Sesi Foto Bersama Pasca Laporan Akhir Tahun 2023 bersama seluruh pimpinan Satuan Kerja Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton

Secara garis besar, dari 70 program kegiatan pesantren yang kami rencanakan sebagai turunan AKUP dan Renstra, sebanyak 43 program telah terlaksana, dan 27 prorgam tidak terlaskana, atau setara dengan 61% program pesantren telah terlaksana.

(Humas Infokom)

Halaqah Fikih Peradaban II di Nurul Jadid: NU dan Pesantren Merespon Isu Geopolitik Internasional

nuruljadid.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Kabupaten Probolinggo kembali mendapat kehormatan menjadi tuan rumah Halaqah Fikih Peradaban Jilid II yang digelar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sebagai tindak lanjut dari Halaqah Fikih Peradaban I menjelang 1 Abad NU beberapa saat lalu. Acara kali ini bertempat di Aula I Pesantren Rabu, 20 Desember 2023.

Fikih peradaban merupakan konsep hukum Islam yang dikembangkan Nahdlatul Ulama (NU), yang menekankan pada prinsip keberagaman, toleransi, dan musyawarah. Konsep itu mencakup beberapa aspek, termasuk fikih siyasah dan negara bangsa.

Pada gelaran acara Fikih Peradaban Jilid II ini mengangkat tema “Fikih Perdamaian: Reposisi Peran Islam dalam Merespon Isu-isu Geopolitik Internasional”. Tema ini diangkat dengan tujuan tidak lain adalah untuk memperkuat pemikiran dan gerak Islam melalui Pondok Pesantren dan komunitas agama dalam mengambil sikap tegas merespons isu-isu kemanusiaan khususnya konflik di negara-negara Timur Tengah.

Pengasuh KH. Moh. Zuhri Zaini menyampaikan dalam sambutannya tentang urgensitas peran warga Pesantren dan NU dalam meminimalisir tindakan kekerasan dan terorisme di Indonesia.

“Halaqah selain untuk silaturrahim juga untuk menyamakan pemikiran tentang berbagai isu, ini penting agar tidak terjadi ikhtilaf, meskipun ikhtilaf itu suatu yang normal akan tetapi jangan sampai iftiraq” tutur Kiai Zuhri

“Saat ini warga Indonesia bahkan masyarakat Global sedang menghadapi cobaan-cobaan yang berat utamanya sesuatu yang berkaitan dengan kekerasan berujung terorisme, ini suatu masalah yang sangat besar yang dapat merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara bahkan dalam beragama. Oleh karena itu sudah selayaknya kita berupaya untuk minimalisir meskipun tidak mampu meniadakan masalah kekerasan dan terorisme tersebut baik dalam kelompok, individu maupun negara” imbuh pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid.

KH. Miftah Faqih Ketua PBNU menghimbau pentingnya penguatan peran Islam dalam merespon dan menyikapi berbagai isu internasional khususnya yang terjadi di Gaza Palestina. Menurut Ibnu Khaldun, peradaban adalah keahlian dalam kelapangan dunia, memperbaharui kondisi, serta menemukan berbagai ciptaan dalam mewujudkan sebuah kemaslahatan.

Mengutip apa yang disampaikan Samuel Huntington bahwa peradaban adalah identitas terluas dari budaya yang teridentifikasi melalui unsur-unsur obyektif umum seperti bahasa, sejarah, kebiasaan, agama, dan institusi maupun unsur subyektif seperti identifikasi diri. Peradaban menjadi aparatus pelaksana kehidupan. Sedangkan kebudayaan menjadi ekspresi hidup itu sendiri.

Di waktu yang sama narasumber kedua KH. Zainul Mu’ien Husni mengupas sebuah gagasan pemikiran tentang Fikih Hadharah dan Respon terhadap aksi genosida Israel kepada warga Palestina. Kiai Zainul menyampaikan elastisitas fikih dalam menyikapi fenomena sosial tidak hanya dalam skala lokal bahkan hingga level global.

Harapannya dengan terselenggaranya Halaqah Fikih Peradaban ini akan mampu membuka khazanah berfikir para peserta yang terdiri dari 70 pengasuh Pondok Pesantren di wilayah kota dan kabupaten Probolinggo serta 30 akademisi dari berbagai lembaga pendidikan tentang sensitivitas sosial dan gerakan bersama memerangi tindakan kekerasan yang dapat berujung pada aksi terorisme serta kepedulian terhadap kondisi yang menimpa saudara seiman kita di Gaza Palestina.

 

Tonton full videonya disini

 

(Humas Infokom)

3 Siswa LPBA Nurul Jadid Raih Kemenangan Bergengsi untuk Nurul Jadid

nuruljadid.net – Tiga siswa berprestasi dari Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) Nurul Jadid berhasil membawa pulang kemenangan dalam sebuah kompetisi bergengsi. Ketiganya, yakni Alfandra Iltsar Pradana, Aftarana Hafidz Dharma Nusantara, dan Azkayana Hafidz Dharma Nusantara menunjukkan keunggulan mereka dalam bidang bahasa Inggris di tingkat nasional (26/11/2023).

Kompetisi yang diikuti oleh ketiga siswa ini adalah English Week 2023, sebuah ajang bergengsi tahunan yang diselenggarakan oleh English Development Division of ALSA LC Universitas Negeri Jember (UNEJ) menantang kemampuan berbahasa Inggris dari peserta-peserta terbaik se-Indonesia. Dalam kompetisi ini, para siswa dituntut untuk menunjukkan kefasihan berpidato atau public speaking dan bercerita dalam bahasa Inggris lewat daring menggunakan Zoom Meeting.

Alfandra Iltsar Pradana, Aftarana Hafidz Dharma Nusantara, dan Azkayana Hafidz Dharma berhasil mencuri perhatian para juri dengan kemampuan berbahasa Inggris mereka yang lebih unggul dibandingkan peserta lainnya. Alhasil, Alfandra berhasil menyabet Juara 1 Speech, Aftarana Juara 1 Storytelling dan Azkayana Juara 2 Storytelling menyisihkan puluhan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

3 siswa berprestasi LPBA Nurul Jadid pada event English Week 2023 diselenggarakan oleh ALSA LC Universitas Negeri Jember

Direktur Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) Nurul Jadid, Dr. Syamsuri Hasan, M.H.I, menyatakan kebanggaannya terhadap prestasi luar biasa ketiga siswa tersebut. “Prestasi ini tidak hanya mencerminkan keunggulan mereka dalam bahasa Inggris, tetapi juga menunjukkan dedikasi tinggi mereka terhadap pembelajaran. Kami sangat bangga memiliki siswa-siswa yang berprestasi di tingkat nasional,” ucap Direktur LPBA saat diwawancarai via telpon.

Para siswa juara tersebut berhasil meraih juara tidak lepas dari bimbingan dan arahan dari guru pendampinya di asrama. Diketahui Zulfikar Prayogi dan Muhammad Ubaidillah, keduanya adalah guru pendamping selama perlombaan berlangsung. Zulfikar menyatakan harapannya bahwa prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi siswa-siswa lainnya untuk terus berusaha dan berprestasi.

Aftarana mewakili kedua rekannya yang lain mengutarakan rasa bangganya atas capaian prestasi yang mereka telah raih. “Alhamdulillah kami sangat bersyukur bisa ikut mewariskan budaya berprestasi di LPBANJ sejak dulu dan ikut mengharumkan nama lembaga, lebih-lebih Pondok Pesantren Nurul Jadid tercinta di tingkat Nasional,”

Semoga keberhasilan ini dapat menjadi langkah awal bagi ketiga siswa tersebut untuk meraih prestasi lebih tinggi di tingkat internasional dan mengharumkan nama baik lembaga, sekolah mereka, dan tentunya Pondok Pesantren Nurul Jadid tercinta.

Siswi SMA Nurul Jadid Pasca Penobatan Duta Santri Anti Hoaks Tetap Kampanyekan Bahaya dan Penanganan Berita Bohong

nuruljadid.net – Santri Pondok Pesantren Nurul Jadid, Saintika Hurin Mazidah asal Banyuwangi dan Catrina Syachviendra Alziqmah asal Batam, keduanya masih aktif mengampanyekan bahaya dan cara penanganan berita hoax pasca penobatan keduanya sebagai Juara I dan II Duta Santri Anti Hoaks pada akhir Oktober lalu.

Berita bohong atau hoaks adalah informasi yang sesungguhnya tidak benar, tetapi dibuat seolah-olah benar adanya. Hal ini tidak sama dengan rumor, ilmu semu, atau berita palsu, maupun April Mop. Tujuan dari berita bohong adalah membuat masyarakat merasa tidak aman, tidak nyaman, dan kebingungan.

Dalam upaya meningkatkan kesadaran santri yang nantinya akan terjun ke masyarakat tentang bahaya penyebaran berita bohong atau hoaks, Duta Santri Anti Hoaks Mazida dan Catrina terus giat melakukan kampanye dan penyuluhan di setiap wilayah, daerah bahkan kelas per kelas.

Meskipun dihadapkan pada tantangan dan dinamika perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat, para mereka berdua tetap semangat dalam misi mereka untuk melawan hoaks dan memberikan edukasi kepada santri dan masyarakat asal daerah mereka masing-masing saat pulang liburan pesantren.

Moment Catrina mendapatkan penghargaan sebagai Juara II Duta Santri Anti Hoaks oleh Universitas Nurul Jadid Paiton

Salah satu Duta Santri Anti Hoaks, Mazida, mengungkapkan komitmennya dalam menghadapi tantangan informasi yang kian kompleks. “Kami menyadari bahwa zaman sekarang ini sangat mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak benar. Oleh karena itu, kami terus bergerak aktif untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya hoaks dan bagaimana cara menanggulanginya,” ujar Mazida.

Kedua duta santri ini tidak hanya fokus pada kampanye verbal dari satu santri ke santri yang lain, tetapi juga aktif mengadakan diskusi, dan kampanye lewat tulisan di papan karya santri serta asrama-asrama di berbagai wilayah. Mereka berusaha membekali generasi muda dengan keterampilan kritis untuk menyaring informasi dan mengidentifikasi berita palsu.

Selain itu, para duta santri juga menggunakan media sosial untuk mengampanyekan pesan anti-hoaks. Mereka aktif menyebarkan konten edukatif, artikel, dan video singkat yang memperlihatkan bahaya berita palsu serta langkah-langkah untuk memerangi penyebarannya.

Moment Foto Bersama pemenang Duta Santri Anti Hoaks dan Duta Pelajar Anti Hoaks oleh Universitas Nurul Jadid Paiton

Menyikapi upaya mereka, pihak sekolah memberikan apresiasi atas dedikasi kedua duta santri tersebut. Mazida dan Catrina dianggap sebagai garda terdepan dalam melawan maraknya hoaks di tengah masyarakat. Mazida dan Catrina sebagai Duta Santri Anti Hoaks terus berkomitmen untuk mengampanyekan pentingnya mawas diri dari berita hoaks di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya bersama dalam membangun literasi digital dan melindungi masyarakat dari dampak negatif informasi palsu.

(Humas Infokom)