Pos

MAK Nurul Jadid

MAPK Nurul Jadid: Pusat Kendali Mutu (PKM) Sebagai Bahan Evaluasi Kegiatan Belajar Mengajar

nuruljadid.net – Pendidikan Asrama Madrasah Aliyah Program Keagamaan (MAPK) kembali mengadakan tes evaluasi Pusat Kendali Mutu (PKM) kepada siswa kelas X PK 1, kemarin Minggu (22/01) malam dengan penguji para senior-senior MAPK sendiri. Hal ini tentunya membuat hati para siswa kelas X PK 1 menjadi semakin berdebar-debar.

Sang Penguji dalam tes evaluasi PKM ini merupakan orang-orang yang telah berjasa kepada asrama MAPK. Beliau adalah Zainul Arifin Adam. M.Pd.i, Muh. Tauhid. M.Pd.i, Dr. Umar Mansyur. M.A, H. Barzan Ahmadi. M.Pd.i, Syamsuri Hasan. MHI dan Zainuddin Sunarto. MHI. Beliau semua merupakan penguji yang diyakini mampu untuk menguji kemampuan siswa yang dibentuk oleh askah kepala sekolah.

Ust. Zainullah Aswi selaku koordinator dalam ujian tersebut menjelaskan, tujuan dilaksanakannya tes ini adalah untuk mengetahui seberapa jauh kemampuan siswa kelas X ketika mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) asrama berlangsung.” Kami ingin mengetahui sejauh mana kemampuan siswa kelas X dalam hal mengikuti KBM asrama selama kurang lebih kurung waktu 6 bulan“, ujar beliau ketika diminta keterangan.

Lebih lanjut, ustadz yang berasal dari pulau ra’as itu juga menambahkan, selain mengukur kemampuan siswa, tes ini juga sebagai sarana agar siswa X PK 1 semakin semangat belajar.” Selain itu, tes ini juga dapat menyadarkan siswa dengan hasilnya yang belum memuaskan agar siswa yang terlibat semakin semangat untuk mencari ilmu”, tambahnya.

Selain itu, tes evaluasi PKM ini dibagi menjadi 2 ruang dikarenakan untuk menjaga kevalidan nilai atau hasil yang akan diperoleh dan juga untuk mengefektifkan tes evaluasi berlangsung.” kami menjadikan tes PKM ini menjadi 2 ruangan dikarenakan menjaga kevalidan dan menjadikan proses tes evaluasi menjadi efektif” lanjut beliau dalam penjelasannya.

Selain itu, tes evaluasi PKM ini hanya berlaku kepada kalangan X PK 1 saja, dikarenakan kelas XI dan XII PK 1 telah diuji pada bulan-bulan sebelumnya. Hal ini tentu saja tidak diadakan secara bersamaan, dikarenakan dengan kesibukan beberapa penguji sehingga mengakibatkan ada 2 kali tes yang dilaksanakan secara berbeda-beda, hal ini sudah berdasarkan rapat pengurus asrama dengan PKM.

Sementara itu, Abdul Wafi selaku peserta dalam ujian evaluasi tersebut sangat memberi apresiasi yang tinggi akan adanya tes evaluasi tersebut dikarenakan selain menguji sejauh mana kemampuan kita, tes ini juga dapat mengingatkan kepada kita akan pentingnya belajar.

“Saya beri respon yang baik terhadap tes PKM ini dikarenakan selain mengukur sejauh mana tolak ukur kita selama ini, kita juga bisa lebih semangat belajar agar bisa menjadi yang pertama dan terdepan dari yang lainnya”, ucap siswa yang paling cerewet tersebut dengan nada optimis.

FIRHAZ

Gema Shalawat di Acara Reuni Perdana FIRHAZ Nurul Jadid

nuruljadid.net – Cuaca mendung menyelimut bumi Nurul Jadid. Namun dengan cuaca tersebut tak membuat niatan para alumni personil FIRHAZ (Firqoh Hadrah Az Zainiyah) untuk melakukan reuni perdana. Reuni perdana ini dilakukan dengan tujuan untuk menyambung kemabali silaturrahmi antara personil FIRHAZ yang masih bersatatus santri aktif dengan personil FIRHAZ yang sudah pulang ke masyarakat.

“Reuni ini bertujuan hanya untuk menyambung silaturrahim saja, ya, kalau bisa memberikan masukan masukan kepada personil FIRHAZ yang masih aktif untuk terus berkarya” ujar Rofiq salah satu personil FIRHAZ yang masih berstatus santri aktif.

Asal usul terbentuknya kegiatan ini adalah bermula dari percakapan biasa antara personil FIHRAZ yang telah boyong dengan manager FIRHAZ saat ini, Ust. Ahmad Musammi melalui media sosial What’s App (WA). Percakapanpun pada akhirnya berujung dengan antusias dan respon dari beberapa anggota didalamnya (Group WA). Diputuskanlah mereka untuk melakukan reuni perdana yang bertempat di Pondok Pesantren Nurul Jadid tepatnya di Auditorium SMA Nurul Jadid.

Acara yang berlangsung ba’da shalat ashar ini dihadiri oleh beberapa personil senior FIRHAZ diantaranya adalah Bapak Dudung dan beberapa teman temannya yang lain. Kekompakan mereka untuk membuat acara ini menjadi kenyataan akhirnya terwujud sekalipun masih banyak sekali personil FIRHAZ senior yang masih belum terkoordinir dengan baik.

“Alhamdulillah banyak yang hadir, sekalipun masih banyak alumni yang belum terkomunikasikan. Insya allah pada acara pertemuan selanjutnya akan kami kabari” ujar manager FIRHAZ sekrang, Ust. Ahmad Musami.

Acara reuni ini diawali dengan penampilan dari FIRHAZ sebagi bentuk penyambutan kepada alumni personil FIRHAZ. Pembukaan adalah pembuka pada acara ini dengan harapan berkumpulnya mereka dapat menjadi sebuah pertemuan yang berkah dan memberikan manfaat pada FIRHAZ pada khususnya dan Nurul Jadid pada umumnya. Dilanjutkan dengan lantunan shalwat yang ditampilkan oleh kolaborasi antara personil FIRHAZ yang masih berstatus santri aktif dan personil FIRHAZ yang sudah menjadi alumni. Dengan membawakan shalawat Julus dan Qiyam membuat kegiatan ini semakin menggelegar dengan bacaan shalawat yang menyentuh hati.

“Kami senang karena kami bershalawat” itulah ucapan salah satu personil FIRHAZ.

Disaat bersenandungnya shalwat bersamaan dengan itu awan menjadi mendung hingga akhirnya hujanpun turun. Bahus menambahkan, ini merupakan berkah bagi kami semoga turunnya air hujan bersamaan dengan ridhoNya akan senandung shawalat yang kami lantunkan.

2 jam lamanya acara ini berlangsung. Keceriaan nampak diraut wajah mereka. Acara ini semakin lengkap dengan diadakannya ramah tamah dan bernostalgianya para alumni personil FIRHAZ. Bercerita tentang bagaimana perjalanan sebuah klub Hadrah di Pondok Pesantren Nurul Jadid yang bercita cita membumikan bumi dengan bershalawat kepada Rosulullah dengan mengharap Syafaat Beliau.

Pengajian Rutin Kitab Al Hikam di Musholla Riyadus Sholihin PP. Nurul Jadid dikaji langsung Oleh KH. Moh. Zuhri Zaini, Pengasuh PP. Nurul Jadid

KH. Moh. Zuhri Zaini : Jangan Mudah Terpengaruh Dengan Kesaktian

nuruljadid.net – Kemajuan teknologi di tengah – tengah masyarakat ,juga berdamapak terhadap  perubahan yang terjadi di tengah – tengah masyarakat. Seirng dengan semakin berkembangnya zaman pola hidup masyarakat juga mulai berkembang, baik dari aspek pola pikir, pergaulan, budaya dan lingkungan. Terdapat sebagian orang yang mempunyai pola pikir yang sangat sempit, mendadak kaya , dan gampang percaya terhadapa kesaktian – kesaktian duniawi yang menjamin kebahagian hidup dan kekayaan tanpa harus di lihat terlebih dahulu kesaktian tersebut sumbernya dari mana . orang yang demekian hanya melihat bungkusnya tidak bisa melihat nilai subtansi yang terkandung di dalamnya.

Dengan kondisi sebagian masyarakat yang demikian dan pola pikir masyarakat yang masi sempit , gampang percaya terhadap kesaktian yang bersifat duniawi, pengasuh pondok pesantren nurul jadid , karanganyar , paiton , probolinggo ,” mengingatkan , kita jangan terpujuk dengan kesaktian , yang penting bagaimana kita berjalan di jalan yang benar, dauh kiai zuhri dalam pengajian rutin kitab Al-Hikam , ahad .( 29/01/17 ).

Kiai zuhri melanjutkan penjelasannya,” orang yang istiqomah lalu orang itu mempunyai kesaktian , berarti kesaktian tersebut adalah karomah , tetapi kalau orangnya tidak istiqomah menjalankan perintah allah dan menjahui larangannya,  berarti kesaktian tersebut adalah istidroj,” kelebihan , kesaktian yang bersifat duniawi , itu tidak bisa di jadikan ukuran baik dan tidaknya seseorang,

Kiai zuhri melanjutkan dauhnya ,” ketika kita kagum sama seseorang bukan pada ke istiqomaanya dan orang itu kagum terhadap kelebihan yang bersifat duniawi, maka ucapan , tingkah laku orang yang di kagumi akan slalu di ikuti, beliau melanjutkan kembali dengan menjelaskan,” kita boleh mencari kesaktian , harta , jabatan , kalau semua itu di tujukan untuk semata mata berjuang di tengah – tengah masyarakat.

Dengan demikian kiai zuhri mengingatkan untuk tidak gampang percaya dan terpengaruh terhadap kesaktian yang terjadi di tengah – tengah masyarakat , kalau orang yang mempunyai kesaktian tersebut jauh dari kata istiqomah dalam menjalankan syari’at. Karna semua orang bisa memiliki kesaktian yang bersifat duniawi hal ini tentu memberikan kehati hatian untuk tidak tertipu dengan apa yang Nampak tetapi kita harus bisa melihat nilai sebtansi yang terkandung di dalamnya.

KH. Moh. Zuhri Zaini

KH. Moh. Zuhri Zaini : Jabatan Itu Amanah, Bukan Peluang

nuruljadid.net – Pelantikan Forum Komunikasi Osis (FKO) Puteri yang dimulai pada pukul 08.50 WIB disempurnakan dengan kehadirannya sosok Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri Zaini. Dalam acara kali ini, beliau diminta untuk memberikan tausiyah kepada pengurus FKO Terpilih maupun Devisioner. Beliau memberikan tausiyah setelah semua rentetan acara selesai dilaksanakan. Sehingga prosesi pelantikan dan pembacaan ikrar kepengurusan FKO Terpilih disaksikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Hal yang telah dinanti nantikan oleh seluruh undangan dan anggota FKO adalah tausiyah dari Pengasuh. Beliau, KH. Moh. Zuhri dengan kesederhanaan beliau beliau menyampaikan beberapa hal yang dirasa sangat perlu untuk dipelajari dan dilakukan dalam perjalanan kepengurusan FKO kedepan.

“Zaman sekarang, banyak sekali manusia yang tergila gila akan jabatan, padahal jabatan itu adalah amanah bukan peluang” dawuh beliau.

Jabatan memang memerlukan sosok yang pantas untuk mendapatkannya, namun, bukan berarti didalam mendapatkan jabatan tersebut, seseorang dapat melakukan apa saja. Kepintaran bukan menjadi tolak ukur kesuksesan manusia, namun kepintaran itu adalah sebuah anugerah dari Allah yang diberikan kepada manusia atas kerjakeras mereka untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.

“Sekarang, banyak sekali orang yang pintar, namun tak jarang mereka menggunakan kepintarannya untuk membodohi orang lain, salah satunya adalah koruptor. Mereka adalah orang pintar, namun mereka tidak menggunakan kepintarannya dengan baik” nasihat beliau kepada seluruh hadirin.

Dalam sambutan beliau, beliau juga mengingatkan kepada FKO Devisioner agar tidak lepas tanggung jawab dalam mengawal kepengurusan FKO yang baru.  Beliau menginginkan adanya pendampingan pendampingan kepada mereka (FKO Terpilih) agar mereka mampu berproses dengan baik.

“Pengabdian tidak dibatasi dengan jabatan. Sebab pengabdian harus dilakukan dimananpun dan kapanpun. Dan jiwa pengabdian juga tidak memandang jabatan seseorang. Orang yang tak memiliki jabatanpun berhak untuk mengabdi” Nasehat beliau.

Semangat mengabdi dalam pesantren harus dibiasakan sejak saat ini karena pesantren bukan hanya lembaga pendidikan, namun pesantren adalah lembaga dakwah yang mampu mencetak kader kader yang berguna bagi semuanya terutama bagi masyarakat. Sehingga harapan Pengasuh kepada FKO kedepan adalah mereka mampu untuk menjadi sebuah organisasi yang mampu berguna bagi semuanya, dengan program program kerja yang dilaksanakan harus mengacu kepada visi, misi, budaya dan nilai nilai kepesantrenan karena FKO merupakan salah satu bagian dari Pondok Pesantren Nurul Jadid.

“FKO boleh membuat beberapa program kerja yang dapat meningkatkan kreatifitasan anggotanya, namun ingat, FKO ini berada dibawah naungan pesantren. Oleh karenanya jangan sampai “latah” dengan meniru program kerja organisasi yang ada diluar sana. Program kerja FKO harus berdasarkan visi, misi, budaya dan nilai nilai kepesantrenan” dawuh Pengasuh ke IV Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Dalam berorganisasi kerja keras, kerja baik dan kerjasama adalah hal yang harus dilakukan. Tanpa adanya kesinambungan diantara ketiganya maka organisasi tersebut tidak akan berjalan dengan maksimal.

“Kerja keras, kerja baik dan kerjasama adalah kunci dari kesuksesan dari sebuah organisasi. Untuk menggapai cita cita maka yang harus dilakukan adalah usaha yang keras. Namun setelah semua itu dilakukan maka serahkanlah kepada Yang Diatas, karena Dialah yang berhak menentukan semuanya” dawuh Pengasuh.

Beliau juga menambahkan, Ibadah adalah pengabdian kepada Allah SWT, sedangkan hikmah adalah pengabdian kepada sesama. Oleh karenanya, dalam kehidupan sehari hari kita harus memperhatikan garis vertikal (menghamba kepada Allah) dan juga memperhatikan garis horizontal (sebagai makhluk sosial).

pengangkutan sampah

Ketua BKLH Nurul Jadid : Bersih Itu Mahal

nuruljadid.net – Kebersihan adalah sebagian dari iman. Kalimat itulah yang sering kita dengar dimanapun kita berada. Menjaga kebersihan merupakan bentuk dari kepedulian kita terhadap alam. Seperti halnya di Pondok Pesantren Nurul Jadid, sejak Hari Jum’at kemarin (27/01/2017) pengurus BKK melakukan sebuah gerakan kebersihan di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Jadid tepatnya di area pembuangan sampah yang terletak disebelah barat Wilayah Az Zainiyah yang sering disebut dengan “Dalbar”.

Pembuangan sampah dibeberapa tempat dilakukan dengan memanfaatkan alat berat. 15 Dump Truck dan sebuah alat berat beko yang digunakan untuk membersihkan area sampah ini. Dengan estimasi biaya yang menghabiskan sekitar Rp. 23.750.000,-. Namun biaya tersebut dirasa masih akan kurang sebab planning dari pengurus BKK masih jauh berbeda dengan kondisi dilapangan.

“Estimasi biaya untuk melaksankan kegiatan ini adalah RP. 23.750.000,- namun sepertinya estimasi itu akan membengkak sebab apa yang kita rencanakan sebelumnya tidak sesuai dengan kenyataan.” Cakap Bapak Adiyatno Hidayat selaku Ketua Badan Konservasi Lungkungan Hidup (BKLH) Nurul Jadid.

Biaya ini diperoleh dari sumbangan dari beberapa alumni BKK Nurul Jadid dan dibantu oleh Kas Pesantren. Tak hanya menyumbang saja, mereka (Alumni BKK) juga ikut membantu membantu terlaksananya kegitan tersebut. Hal ini membuktikan bahwa para alumni masih peduli terhadap lingkungan pesantren.

“Alhamdulillah, berkat sumbangan dan kerja keras kita kegiatan ini berjalan dengan lancar. Mereka (Alumni BKKNJ) juga ikut senang karena masih bisa melakukan sesuatu yang berharga bagi pesantren tercinta. Selain itu, kegiatan ini adalah salah satu cara kita untuk bersilaturrahmi dengan pengurus BKK yang sudah berhenti sekaligus merangkul mereka kembali agar ikut serta membantu kebersihan pesantren” tambah Bapak Dayat.

Kegiatan yang diperkirakan akan selesai dalam jangkan waktu 4 hari ini dengan durasi pekerjaan selama 8 jam perhari adalah untuk mewujudkan lingkungan Nurul Jadid Bersih. Perencanaan kedepan akan kemudian dilakukan oleh BKLH dan BKK untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan di Pondok Pesantren Nurul Jadid. Terutama dalam pemilahan sampah organik dan non organik.

“Pemilahan sampah organik dan non organik masih sangat minim di pesantren, masih banyak santri yang belum bisa memisahkan sampah organik dan non organik. Ini adalah salah satu tugas kami bagaimana kami membiasakan mereka untuk mampu membuang sampah berdasarkan jenisnya, padahal kami sudah menaruh tempat sampah sesuai dengan jenisnys diberbagai tempat, namun hasilnya tidak maksimal” keluh Bapak Ketua BKLH ini.

Bapak Dayat juga menyebutkan, progress kedepan BKLH untuk menciptakan suasana lingkungan yang nyaman dipandang. Contohnya adalah mengubah sampah menjadi kompos.

FKO NJ

Pengurus FKO, Astri Nur Halizah : Kami Bukan Orang Yang Hebat, Tapi Kami Akan Terus Berusaha Menjadi Yang Terhebat

nuruljadid.net – Setelah dilantiknya kepengursan FKO (Forum Komunikasi OSIS) Puteri dengan ditandai dengan Proses Serah Terima Jabatan (SertiJab) dan Pembacaan Ikrar Kepengurusan, maka tak pantas jika dalam kegiatan ini Ketua FKO terpilih tidak menyampaikan beberapa kalimat untuk semua undangan yang hadir. Dengan nada yang tinggi dengan disertainya semngat yang berkobar, Astri Nur Halizah menyampaikan sambutannya dihadapan publik.

“Terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada kami, dan kami berharap kepada semua pihak agar tidak bosan untuk membimbing kami yang masih mencoba untuk menjadi oraganisator yang berkualitas, karena organisator yang berkualitas adalah organisator yang mampu memanage waktu dan kegiatan dengan baik diatas banyaknya akitifas yang dilakoni” cakap Astri dalam sambutannya.

“Kepada seluruh pengurus FKO Periode 2017 / 2018. Marilah kita bersama sama berproses dalam organisasi untuk kemajuan FKO dan Nurul Jadid tercinta” tambah Astri.

Sambutan singkat dan berbobot yang Astri sampaikan mendapatkan aplause yang sangat meriah dari undangan yang hadir. Dengan semangat pengabdiannya, banyak harapan harapan yang tercurahkan kepada kepengurusan FKO periode 2017 / 2018.

“Semoga sambutan dengan semangat yang berkobar adalah awal yang baik dari FKO terpilih, sehingga dengan semangat pengabdian yang dimiliki olehnya (Astri) dapat menjadi motivasi bagi anggotanya untuk juga bersemangat dalam mengabdi.” Ujar salah satu pengurus NJ Trainer.

Begitu banyak harapan yang dimiliki, semoga mereka menjadi sosok sejarah yang dapat mengubah sejarah menjadi lebih baik sehingga harapan harapan yang mereka miliki dapat terwujudkan.

 

FKO NJ

Khidmat Pelantikan FKO Putri PP. Nurul Jadid Periode 2017 / 2018 M

nuruljadid.net – Aula SMP Nurul Jadid menjadi saksi sejarah dalam perjalanan Forum Komunikasi Osis (FKO) Putri Pondok Pesantren Nurul Jadid. Pasalnya, pada hari jum’at kemarin (27/01/2017) mereka (FKO Putri) berhasil mengadakan pelantikan kepengurusan FKO masa bakti 2017 / 2018 dengan khidmat dan lancar.

Sorak sorai meramaikan aula SMP Nurul Jadid, kobaran semangat membuat atmosfer dalam ruangan ini semakin panas. Panasnya atmosfer ini ditandai dengan raut wajah mereka yang sangat senang dengan kegiatan ini. Kegiatan yang bertujuan untuk melakukan regenerasi kepengurusan dalam sebuah organisasi agar organisasi yang mereka pijaki sekarang semakin berjaya dengan kreatifitas dan kapabilitas yang terus berkembang. Generasi penerus haruslah tetap dilakukan agar mereka bisa memperbaiki kesalahan kesalahan mereka yang telah lalu dan menjadikan organisasi mereka menjadi organisasi yang maju dan berkembang.

Acara dimulai pada pukul 08.50 WIB dengan pembukaan sebagai awal acara yang dikomandoi oleh 2 orang MC. Setelah acara dibuka secara islami, maka dilanjutkanlah dengan lantunan ayat suci Al Qur’an dengan harapan acara ini bersamaan dengan ridhoNya. Menyayikan lagu Kebangsaan, Indonesia Raya sebagai bukti bahwa santri Nurul Jadid memiliki jiwa nasionalisme yang kuat sesuai dengan kandungan dari panca kesadaran santri yakni kesadaran berbangsa dan bernegara. Tak hanya menyayikan Indonesia Raya saja, seluruh peserta dan undangan juga menyanyikan lagu Mars Nurul Jadid yang membuat suasana pelantikan ini semakin khidmat dan menyetuh hati.

Sambutan dari ketua panitia pelaksana juga disajikan dalam acara ini. Saudari Nadiatul Munawaroh sebagai ketua pelaksana ini menyampaikan beberapa hal terkait dengan acara pelantikan ini. Beberapa diantaranya adalah sebuah pujian sekaligus ucapan selamat kepada seluruh pengurus FKO terpilih.

“Saya ucapkan selamat kepada pengurus FKO terpilih, semoga kalian dapat menjalankan amanah dengan baik. Kalian adalah orang orang hebat, kalian adalah orang orang yang terpikih dari sekian banyak anggota OSIS dari beberapa lembaga formal di bawah naungan PP. Nurul Jadid, Kalian adalah orang tang terpercaya. Maka teruslah berjaya untuk terus mengabdi bagi kemajuan FKO dan Nurul Jadid tercinta” ucap Nadia sekaligus memberikan sedikit suntikan semangat kepada pengurus FKO terpilih.

Prosesi pelantikan dibawah komando Bapak Pembina FKO, Bapah Rojabi Azharghany, M.SI. Pembacaan Surat Keputusan (SK) yang beliau pimpim mengawali prosesi pelantikan ini. Sebanyak 49 anggota FKO dari 7 lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Nurul Jadid terlantik hari ini (27/01). Setelah dibacakannya SK Pengangkatan kpengurusan FKO  yang baru, maka dilanjutkanlah dengan pembacaan ikrar oleh Kepala Biro Pendidikan, Bapak Drs. Bakir Muzanni yang diikuti oleh semua pengurus FKO terpilih. Prosesi pembacaan ikrar kepengurusan berlangsung dengan kompak dan lancar tanpa adanya pengulangan ikrar. Ucapan kata “alhamdulillah” dari Kepala Biro Pendidikan mengakhiri proses pembacaan ikrar ini. Dilanjutkan dengan prosesi Sertijab (Serah Terima Jabatan) dengan ditanda tanganinya surat serah terima jabatan diantara 2 belah pihak dan disaksikan oleh Kepala Biro Pendidikan dan Pembina FKO.

Sambutan ketua FKO Devisioner adalah rentetan acara setelah pembacaan ikrar kepengurusan FKO terpilih. Dalam kesempatan ini, Saudari Afifah selaku ketua FKO Devisoner meyampaikan ucapan terimakasih kepada semua kalangan yang telah banyak membantu kesuksesan FKO periode 2016/2017 mengemban amanah.

“Saya ucapkan banyak banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu terlaksanya kegiatan kegiatan FKO dimasa sebelumnya terutama kepada Bapak Pembina FKO dan kakak kakak NJ Trainer yang telah banyak membantu dan mendidik kami menjadi seorang organisator yang baik sehingga kami bisa seperti saat ini. Ini merupakan sebuah prestasi besar yang kami dapatkan dari kalian semua” ucap Afifah dengan sedikit menghayati suasana.

Dan tak lupa, dalam sambutannya, Afifah juga memberikan sedikit suntikan semangat kepada FKO terlantik, “Terus melangkah, terus berjuang dan terus maju demi kemajuan FKO dan Nurul Jadid tercinta kita ini”.

Sambutan Pengasuh dan ditutup dengan doa merupakan peghujung acara pelantikan ini. Sehingga sempurnalah acara pelantikan ini dengan hadirnya Guru Besar Nurul Jadid sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri Zaini.

MAK Nurul Jadid

MAPK Nurul Jadid : Mengasah Skill dan Kreatifitas Siswa dengan Class Meeting

nuruljadid.net – Asrama MA.PK Nurul Jadid adalah lembaga yang eksis dibidang pendidikan. Suatu pendidikan formal itu membutuhkan pendidikan ekstrakulikuler yang dimaksudkan untuk menambah kualitas anak didik, maka dalam kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) diadakan kegiatan yang bersifat pengaplikasian.

Setiap institusi, mutlak membutuhkan suatu organisasi yang berfungsi sebagai motor penggerak kegiatan-kegiatan di dalamnya. Di asrama MA.PK Nurul Jadid semua kegiatan siswa ditangani oleh Badan Ekskutif Siswa (BES). BES mempunyai beberapa planning kerja, baik berupa program jangka pendek maupun program jangka panjang guna meningkatkan skil dan kreatifitas siswa.

Dan setiap insan perlu untuk mendapatkan sebuah ilmu yang mana dalam setiap bidang terdapat potensi yang terpendam dalam setiap orang dengan mengetahui potensi yang dimiliki setiap orang akan mudah dalam menjalani dinamika kehidupan yang setiap waktu pasti dilaluinya, dan dengan kemampuan tersebut, sebuah proses dan usaha untuk menjadi dan memberikan yang terbaik, walaupun kata “terbaik” memang tak akan pernah menjadi sebuah sifat dalam diri seseorang, walaupun kata ”terbaik” itu hanyalah sebuah hayalan yang tak akan pernah menjadi kenyataan, namun dengan kita berusaha saja itu berarti sudah siap menjadi yang terbaik, karena sebuah kesuksesan bukanlah sebuah tujuan dari setiap usaha dan pengorbanan yang kita lakukan, apalah arti sebuah kesukasesan jika kita tak perah mau berusaha dalam keletihan, dan apalah guna sebuah kesuksesan jika kita tak pernah mau tahu akan sebuah kegagalan. Hanya saja, sebuah proseslah yang perlu kita jadikan pedoman, untuk menuju kehidupan yang selalu kita impi-impikan. Dan sebuah kegaglan bukanlah akhir dari segala urusan, karena pada dasarnya jika kita merasakan sebuah kegagalan, bukan berarti kita tidak menyandang sebuah kemenangan dan kemenangan bukan selalu bagi mereka yang tak pernah mengalami sebuah kegagalan.

Banyak hal untuk menambah dan mengetahui skill dari setiap orang, skill seseorang akan diketahui apabila ada sebuah tuntutan yang mengharuskannya mengaplikasikan skill yang ia miliki. Kegiatan yang akan diadakan ini, tidak hanya bertujuan  untuk mengetahui  kualitas dan skill setiap orang yang menimba ilmu didalam lingkup MAPK, tetapi juga untuk melatih mereka supaya berani tampil didepan publik, tidak canggung dihadapan umum dan dapat bersaing dengan institusi lain.

Ketika di wawancarai, ketua panitia club meeting, saudara Faizin Ghazali menuturkan bebrapa tujuan diadakannya club meeting, Diantaranya, mengasah kemampuan skill, melatih mentalitas, menyiapkan kader kader pemimpin bangsa yang siap bejuang disegala bidang. Disisi lain dalam sambutannya, pimpinan asrama MAPK, ustad Ainul Yaqin menuturkan, perlunya melatih mental peserta didik MAPK dengan dilaksanaknnya wadah semacam club metting yang menampung beberapa jenis perlombaan, beliau melanjutkan sambutannya dengan mengatakan, kita terkadang merasa angkuh dan pemberani ketika berada dikandang sendiri, karena kita tidak menyadari bahwa diluar sana masih banyak orang – orang yang lebih pemberani dibandingkan kita. Dalam artian (lebih pintar dan pemberani tampil didepan umum ). Tepat pada jam sembilan Uztad Ainul Yaqin membuka club meeting tahun 2016 – 2017 dengan pembacaan basmalah.

Oleh karenanya, menurut gagasan yang telah kami lahirkan bersama, sangat perlu diadakan sebuah kontes untuk melatih dan mengembangkan skill yang ada pada setiap individual. Hingga kami bermaksud menyelenggarakan perlombaan yang tercover dalam sebuah  kegiatan “CLUB MEETING”.

Lomba Harlah

28 Lomba, 3 Kategori Akan Digelar Dipagelaran Bulan Lomba Harlah 68

nuruljadid.net – 87 hari lagi Peringatan Haul Pendiri dan Harlah Pondok Pesantren Nurul Jadid akan digelar. Beberapa persiapan telah dilakukan dimasing masing bagian dalam kepanitiaan. Salah satunya adalah Panitia Pelaksana Bulan Lomba yang membawahi dan menaungi beberapa perlombaan untuk menyemarakkan Hari Lahir Pondok Pesantren Nurul Jadid yang ke 68 tahun.

28 Lomba dalam 3 kategori, yakni kategori keagamaan, keilmuan dan olahraga terrencanakan dengan matang dan telah disepakati oleh semua pihak terutama pihak pesantren dan akan digelar pada awal bulan Februari mendatang.

“Pembukaan akan dilaksanakan pada tanggal 06 Februari 2017. Konsepnya adalah ceremonial yang dilangsungkan dengan perlombaan hadrah oleh masing masing wilayah” ujar ketua panitia Bulan Lomba Harlah 68, Ustad Horik Alamsyah

Perencanaan yang matang membutuhkan sebuah pertemuan yang kondusif dan efektif. Harapannya adalah suksesnya perlombaan yang bertujuan untuk mengembangkan potensi, minat dan bakat santri.

“Harapannya selain menyemarakkan Peringatan Haul Pendiri dan Harlah 68 adalah munculnya potensi, minat dan bakat santri. Sehingga generasi penerus Nurul Jadid bermunculan didalamnya (Bulan Lomba)” tambah Ustad Horik Alamsyah.

Untuk mensukseskan acara tersebut, ustad Horik Alamsyah selaku ketua panitia bulan lomba berkoordinasi bersama atasannya yaitu ustad Ahmad Sofi selaku Ketua I yang membawahi Bulan Lomba dan ustad Badrul Qomar selaku ketua umum Haul Pendiri dan Harlah ke 68 Pondok Pesantren Nurul Jadid.

“Tanpa adanya koordinasi dan ikatan emosional yang kuat, Bulan Lomba ini tidak akan terlaksana dengan sukses” ucap Ketua Bulan Lomba sambil tersenyum sumbing.

Semua tata tertib lomba sudah dipersiapkan dengan matang oleh beberapa penanggung jawab lomba. Oleh karena itu, malam hari ini (26/01), bagian bulan lomba mengadakan technical meeting (TM) bersama kepala kepala wilayah dan banom. Ustad Horik Alamsyah selaku pemimpin rapat technical meeting ini menyampaikan pengantar rapat yang dilansir dalam kalimat berikut :

“Dalam pertemuan kali ini kita hanya sebatas sosialisasi dan konsolidasi tentang tata terib dimasing masing lomba, agar tidak ada kesalahan presepsi dimasing masing peserta lomba. Jika ada yang perlu dipertanyakan atau ada sesuatu yang kurang berkenan, maka peserta technical meeting berhak mengungkapkan pendapatnya. Kita laksanakan pertemuan kali ini dengan rasa demokrasi yang tinggi”.

Pertemuan yang pada malam hari ini dihadiri oleh 8 kepala wilayah dan banom. Petemuan yang berlangsung selama kurang lebih 3 jam lamanya sempat menemukan sesuatu yang panas didalamnya. Namun itu semua telah terkoordinir dengan baik oleh pimpinan rapat.

“Sempat panas sech sedikit, namun iru karena perbedaan pendapat saja. Tapi sudah selesai kok” jawab ustad horik beberapa menit setelah pertemuan selesai.

Pemilu Raya

Demokrasi Ala Santri : Gerakan Perubahan ITNASY PPIQ Nurul Jadid

nuruljadid.net – Yang muda yang berkarya adalah kalimat yang sudah tak asing lagi dikalangan santri Nurul Jadid. Pasalnya mereka sudah terbiasa hidup dengan berorganisasi sehingga jiwa kepemimpinan mereka sudah dikatakan “mampu” untuk memanage organisasi dengan baik.

Malam hari ini (26/01) pesta demokrasi dilaksanakan oleh Pusat Pendidikan Ilmu Al Qru’an (PPIQ) dengan mengadakan orasi, debat kandidat dan pemilihan ketua ITNASY. ITNASY merupakan sebuah organisasi yang berada dibawah kendali Pengurus PPIQ yang betugas untuk melaksanakan kegiatan keseharian peserta didik terutama dalam kegiatan extrakulikuler lembaga.

“Oleh karenanya, demi sebuah perubahan yang baik, maka dilakukanlah reformasi kepengurusan ITNASY yang bertujuan untuk membangkitkan kembali geliat pengurus ITNASY untuk membuat kegiatan yang bermanfaat bagi perkembangan skill dan kreatifitas peserta didik.” Ujar Ustad Ghufron selaku pengurus aktif PPIQ putra

3 orang kandidat telah terpilih berdasarkan perencanaan yang matang oleh Pengurus ITNASY devisioner dan pada malam hari inilah puncak dimana nasib mereka berujung. Proses kampanye, debat kandidat dan terakhir adalah pencoblosan oleh peseta didik PPIQ.

“Debat kali ini bertemakan tentang program program apa saja yang akan dilakukan kedepan untuk membuat sebuah gerakan perubahan di periode mendatang, harapan kami selaku pengurus adalah dengan reformasi ini, ITNASY yang dulunya berjalan pincang bisa berjalan dengan normal kembali dan bisa mewujudkan apa yang diinginkan oleh pengurus dan lembaga” tambah ustad Ghufron.

Visi dan Misi telah dipaparkan oleh 3 kandidat. Panggung panas semakin memanas ketika 4 panelis melontarkan beberapa pertanyaan kepada masing masing calon ketua ITNASY. Konsep dan program kerja tak luput dari sorotan para panelis. Tak hanya itu, para panelis juga menanyakan kepada 3 kandidat ketua dan wakil ITNASY tentang gaya kepemimpinan mereka jika terpilih menjadi ketua dan wakil ITNASY.

“Bagaimana cara anda membawa roda organisasi ini…?” tanya seorang panelis kepada semua kandidat.

Bermacam macam jawaban yang dilontarkan oleh mereka dari berbagai macam referensi diantaranya adalah Al Qur’an. Jiwa jiwa kepemimpinan sudah nampak dijiwa mereka, tinggal bagaimana mereka mengaplikasikannya dalam sebuah program kerja satu periode mendatang, cakap salah satu panelis kepada crew.

Pengajian Rutin Kitab Al Hikam di Musholla Riyadus Sholihin PP. Nurul Jadid dikaji langsung Oleh KH. Moh. Zuhri Zaini, Pengasuh PP. Nurul Jadid

KH. Moh. Zuhri Zaini : Mengontrol Diri dengan Riyadoh

nuruljadid.net – Kemajuan teknologi informasi menjadikan hidup manusia serba instan membuat kebutuhan manusia semakin mudah untuk didapatkan. Bahkan tak hanya itu saja, mereka juga dapat mengetahui kejadian ditempat yang jauh hanya dengan mengakses internet dan mengakses beberapa situs, google misalnya. Dan tak jarang didunia yang rata – rata manusia sudah mengkultuskan terknologi, keseharian mereka terutama dalam pola hidup mereka diatur oleh kecanggihan teknologi.

Berkembang pesatnya dunia teknologi juga berdampak terhadap perubahan pola hidup masyarakat baik dari aspek ekomomi, lingkungan dan gaya hidup mereka. Bisa jadi, dengan canggihnya teknologi, budaya budaya luar yang tak sepantasnya beredar ditengah tengah masyarakat, kini sudah mulai menjamah kehidupan masyarakat. Gaya hidup ala kebarat baratan contohnya, banyak sekali orang orang jaman sekrang mengikuti pola hidup seperti orang barat, bahasa yang lebih terkenal dikalangan anak anak muda adalah “Gaul”. Sehingga budaya budaya negeri ini sedikit demi sedikit terkikis dengan maraknya teknologi yang membuat anak bangsa kecaduan dalam penggunannya.

Dewasa ini, kemajuan dan berkembangnya dunia teknologi memang tidak bisa kita hindari, namun salah satu cara mengatasi kemajuan dan perkembangan teknologi tersebut adalah dengan cara mengimbanginya.

“Apabila kita tidak bisa mengimbanginya maka kita akan menjadi orang yang minoritas dan ketika kita menjadi orang minoritas kita tidak akan dibaca ditengah tengah masyarakat.” Dawuh Pengasuh ke IV Pondok Pesantren Nurul Jadid.

“Kemajuan teknologi mampu menyentuh kehidupan masyarakat. Dari kehidupan masyarakat yang paling atas samapai kehidupan masyarakat yang paling bawah. Kalau dulu mungkin hanya orang orang kota yang merasakan perkembangan teknologi tetapi sekarang seiring dengan kemajuan yang sangat pesat orang orang desa juga ikut serta menikmati kemajuan teknologi informasi.” tambah beliau.

Kemajuan teknologi tentunya bukan hanya memberikan dampak yang negatif terhadap pola hidup masyarakat,  tetapi kemajuan tersebut juga dapat memberikan dampak yang positif terhadap pola hidup masyarakat. Salah satu contohnya adalah ketika kita jadikan teknologi itu sebagai media dakwah untuk mengajak orang – orang ke jalan yang benar dengan mengisi media media sosial dengan tampilan tampilan yang islami serta menampilkan gambar yang islami dan menampilkan tulisan yang mengajak manusia untuk slalu berbuat baik. Disamping kita juga mengimbangi kemajuan teknologi dengan sesuatu yang bermanfaat. Tentunya di perlukan cara lain agar kemajuan tersebut membawa kebaikan bagi diri kita lebih – lebih kepada masyarakat.

Dalam kondisi yang seperti ini Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, KH. Moh. Zuhri Zaini berdawuh dalam pengajian rutin kitab Al-Hikam  karya Ibnu Athoillah Al – Sakandari, kamis (26/01/2017), “meningatkan ilmu juga harus ditirakati, anak juga harus ditirakati, pesantrenpun juga harus ditirakati.”

Kiai Zuhri melanjutkan, di Pondok jangan mengumbar nafsu harus riyadoh untuk mengimbangi agar kita tidak terlena dengan kemajuan yang ada. Karena kemajuan yang ada tidak selamanya menjanjikan keselamatan dan kebahagian hidup bagi manusia, sangat perlu bagi kita untuk menjaga dan menahan diri kita dengan melakukan yang namanya riyadoh sebagai control bagi diri kita didalam menikmati kemajuan teknologi. Sebab kemajuan teknologi yang memberikan tampilan dan pola hidup yang berbeda beda perlu ada semacam control dalam diri kita agar tetap berada pada kehidupan yang benar. Dengan riyadoh merupakan salah satu cara agar bisa mengontrol diri kita.

Pekan Bahasa

Language Week: Diluar Kompetisi Kita Keluarga, Dalam Kompetisi kita Musuh

nuruljadid.net – Malam ini (24/01) adalah malam terakhir untuk kegiatan tahunan yang dikemas dalam sebuah nama kegiatan Pekan Bahasa. Ajang kompetisi ini diadakan oleh LPBA guna untuk mengukur dan mengevaluasi kemampuan peserta didik (inggris dan arab) dalam menguasai berbahasa asing diberbagai bidang. Kompetisi ini diikuti oleh 8 kamar yang masing masing berasal dari kebahasaan yang berbeda, (4 kamar inggris dan 4 kamar arab). Mereka (penghuni kamar) bersaing memenangkan 13 lomba dan mengumpulkan poin sebanyak banyaknya demi menyelamatkan kamar mereka dari sebuah “kutukan”.

Kutukan tersebut bernama “The Worst” dalam terjemahan kedalam bahasa ibu memiliki makna “terburuk”. Bagi kamar mereka yang kalah dalam kompetisi ini, maka nama baik kamar beserta penghuninya menjadi taruhan, pasalnya, mereka (penghuni kamar terburuk) akan mendapatkan sedikit “Tekanan Mental” dari penghuni kamar lainnya. Yang dimaksud dengan tekanan mental adalah mereka akan mendapatkan sedikit gojlokan dari penghuni kamar lainnya.

“Mereka (penghuni kamar) yang kalah atau terburuk dalam kompetisi tahunan ini akan mendapatkan sedikit tekanan mental, namun tak berarti adanya kekerasan didalamnya. Tekanan mental itu misalnya berupa gojlokan yang sedikit pedas” ujar salah satu pengurus LPBA dengan sedikit tertawa.

Gojlokan tersebut ternyata memiliki maksud yang tersirat didalamnya, maksudnya adalah agar mereka (The Worst) memiliki semangat dan motivasi yang lebih tinggi lagi untuk belajar dan meraih prestasi diluar kompetisi ini sehingga “kutukan” tersebut tidak bertahan lama. Tak hanya itu, mereka juga akan mendapatkan sebuah Punishment/hukuman yang akan diberikan oleh pihak lembaga kepada mereka. Hukuman tersebut berupa hukuman yang mendidik.

Oleh karenanya, persaingan antar kamar sangatlah sengit. Terkadang terjadi “adu mulut” diantara beberapa penghuni kamar. Hal ini bukan menjadi sebuah hal yang baru bagi LPBA, namun hal ini sudah mendarah daging. Sehingga dengan adanya persaingan yang ketat ini maka mucullah sebuah motto “Diluar Kompetisi Kita Keluarga, Dalam Kompetisi kita Musuh”. Motto ini terinspirasi melihat kondisi panas yang terjadi pada kompetisi ini.
Malam ini adalah malam terakhir para peserta didik LPBA mengikuti ajang bergengsi se LPBA. Perlombaan malam ini adalah Drama Bahasa Arab.

“Lomba ini merupakan lomba terakhir sekaligus penutup dari kegiatan Pekan Bahasa 2017” ujar salah satu panitia pelaksana.

Sorak sorai dari penonton membuat lomba drama ini semakin menarik ditonton. Drama tersebut terkadang membuat para audience tertawa lepas melihat penampilan mereka baik dari tatanan bahasa dan pewatakan dari masing masing aktor.

Pembangunan Masjid Jami' Nurul Jadid

Akses Menuju Lantai 2 Masjid, 23 Anak Tangga dan 1.500 Batu Bata Merah

nuruljadid.net – Dua hari yang lalu, tangga masjid sebelah utara sudah dilakukan pengecoran, sehingga akses menuju lantai 2 sudah terbangun, namun masih belum bisa digunakan dan nampak ada yang kurang didalamnya. Nah, pada hari inilah kekurangan tersebut dibangun, 23 anak tangga dan 1.500 batu bata merah adalah kebutuhannya yang dalam pembangunannya di bukan hanya tukang tapi santri juga ikut bergotong royong membantu para tukang.

“Tangga ini membutuhkan 1.500 batu bata merah untuk membangun 23 anak tangga sebagai akses ke lantai 2”, ujar Bapak Muhammad Kholil selaku mandor tukang, selasa (24/01/2017).

Kepala tukang ini juga menyebutkan bahwa tangga masjid di lantai 1 membutuhkan 3.000 batu bata dan 46 anak tangga, begitu pula pembangunan tangga di lantai 2 nanti. Untuk pembangunan tangga masjid di lantai 1 (Sebelah Utara dan Selatan) dilakukan oleh 12 tukang yang sudah lihai dalam pekerjaannya. Salah Satu diantara mereka adalah Pak Mat sebagai tukang besi yang membuat tangga di lantai 1.

Melihat kondisi tangga masjid lantai 1 disebelah utara, pengeraman sudah dilakukan, sehingga kemungkinan besar setelah 23 anak tangga selesai, maka akan melakukan pengecoran tangga masjid disebelah selatan. Adapaun kebutuhan yang dibutuhkan untuk membangun tangga sebelah selatan sama dengan kebutuhan untuk membangun tangga disebelah utara. Salah satu kebutuhannya adalah 24 Sak Semen.

KH Moh Zuhri Zaini BA

KH. Moh. Zuhri Zaini; NU dan Politik

Oleh: KH. Moh Zuhri Zaini

( Penulis Adalah Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo)

Jika berpolitik dimaknai keterlibatan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, maka ia (berpolitik) adalah suatu keniscayaan yang tak terhindarkan dari peran dan khidmah NU (Nahdhatul Ulama). Ini sesuai dengan pernyataan dalam Muqaddimah Anggaran Dasar NU yang berbunyi: “Menyadari bahwa cita-cita bangsa Indonesia hanya bisa diwujudkan secara utuh apabila potensi nasional dimamfaatkan secara baik, maka NU berkeyakinan bahwa keterlibatannya (NU) secara penuh dalam proses perjuangan dan pembangunan nasional merupakan keharusan yang mesti dilakukan’.

Namun yang menjadi pertanyaan adalah: Peran politik apakah yang harus dilakukan NU dan bagaiman NU harus melakukan peran politik itu? Karena dalam realitas dan prakteknya, kegiatan politik dapat dibedakan berdasarkan tujuan, target, dan cara (proses) nya, sehingga timbul istilah politik kebangsaan, politik golongan, politik kekuasaan, politik kotor dan lain-lain. Dan masing-masing jenis politik tersebut mempunyai dampak yang berbeda, baik positif maupun negatif, bagi masyarakat atau bangsa.

Memang kegiatan politik seyogyanya ditujukan untuk memberikan sebesar-besar mamfaat dan menghindarkan se-kecil-kecil madlarat (bahaya) terhadap masyarakat atau rakyat atau bangsa. Namun realitasnya tidak selalu sesuai dengan yang di idealkan (seharusnya). Banyak faktor yang dapat mendistorsi atau bahkan membelokkan tindakan politik dari tujuan idealnya. Misalnya, kepentingan pribadi atau kelompok yang—baik disadari atau tidak—sering ikut menentukan target dan cara (proses) kegiatan politik tersebut. Dan kemudian dikemas dengan kemasan “kepentingan umum”. Adanya kepentingan-kepentingan, baik pribadi maupun kelompok, sering menjadi pemicu terjadinya konflik antara pelaku politik, baik secara internal (dalam satu partai) maupun dengan pelaku politik dari kelompok atau partai yang lain. Dan yang tak kalah besar perannya, sebagai pemicu konflik adalah cara atau proses melakukan tindakan politik tersebut. Tak jarang karena didorong oleh ambisi dan emosi, sering tindakan politik dilakukan secara tidak terkontrol, sehingga melanggar rambu-rambu baik etik maupun hukum. Dalam kondisi seperti ini, aktivitas politik yang semestinya bermamfaat untuk masyarakat atau rakyat, justru berbalik merugikan dan—bahkan—menghancurkan mereka. Masyarakat menjadi terkotak-kotak, bukan hanya dalam kubu-kubu atau golongan politik, tetapi juga akan terjadi kerenggangan dan ketegangan dalam kehidupan keseharian. Silaturrahmi menjadi tersendat bahkan bisa terputus. Terjadi hilangnya rasa hormat dan kepercayaan kepada tokoh dan pemimpin masyarakat, baik individual maupun kolektif atau institusional (termasuk terhadap NU dan pemimpinnya). Dan kalau ini terus terjadi, pada gilirannya akan membikin umat atau masyarakat akan kehilangan pegangan, orientasi dan tauladan.

Dengan adanya beberapa kenyataan tersebut, sudah seharusnya bila NU kembali atau setidak-tidaknya lebih menekankan dan menseriusi pokok inti perjuangannya seperti telah digariskan para muassis (founding father) nya. Yaitu mengembangkan nilai Islam Ahl assunnah Wa aljama’ah dan melakukan upaya-upaya kemaslahatan umat dan bangsa termasuk didalamnya gerakan bela negara, memperkokoh persatuan bangsa dan bersama komponen bangsa yang lain, ikut melakukan pembangunan bangsa disegala bidang, baik agama (ahlaq dan moral bangsa) ekonomi, pendidikan dan lain-lain. Terutama usaha-usaha yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat atau umat, misalnya pemberdayaan ekonomi umat, penanggulangan bencana dan kegiatan sosial lainnya.

Dalam ranah politik praktis, seyogyanya NU cukup melakukan gerakan moral dengan melakukan taushiyah dan contoh-contoh keteladanan yang baik bagi semua pihak terutama bagi kalangan warga NU sendiri. Menghindari kegiatan politik praktis yang secara langsung berorientasi kepada kekuasaan adalah agar tidak terjebak dalam konflik kepentingan dengan warga NU yang berbeda aspirasi politiknya yang mestinya, mereka harus diayomi oleh NU. Sehingga NU menjadi pengayom dan sekaligus wasit atau penengah bila terjadi konflik politik antar warga NU. Dalam hubungan dengan kekuatan politik yang ada, seyogyanya NU menjaga jarak yang sama dengan mereka serta menghindari keterlibatan pengurus (khususnya pengurus inti) dalam politik kekuasan, misalnya dengan melakukan aksi dukung mendukung terhadap orang atau kelompok tertentu. Sebagai gantinya, NU hendaknya melakukan pengayoman terhadap semua kelompok dan golongan, khususnya kader-kader NU yang ada diberbagai kekuatan politik, terutama terhadap orang-orang yang selama ini merasa dipinggirkan oleh elit NU. Sehingga mereka akan tetap merasa bagian dari NU dan memberikan kontribusi pada perjuangan NU untuk umat dan bangsa.

Tugas NU yang terpenting saat ini adalah mempersiapkan kader-kader umat atau bangsa dalam berbagai bidang. Misalnya dalam bidang politik, NU mempersiapkan kader-kader politisi dan calon-calon pemimpin bangsa yang handal, bermoral dan mempunyai integritas serta mempunyai komitmen keumatan dan kebangsaan yang kuat. Dalam bidang keilmuan dengan menyiapkan ilmuwan dan teknolog maupun teknokrat yang kompeten dan bermoral. Dalam bidang ekonomi, dengan menyiapkan ekonom, baik praktisi maupun teoritisi, yang bermoral dan mempunya komitmen kerakyatan dan kepedulian sosial yang tinggi. Dalam bidang da’wah dan pendidikan dengan menyiapkan da’i-da’i dan pendidik yang mempunyai integritas dan kemampuan teknis dan sosial yang tinggi serta memahami kondisi riil umat atau masyarakat. Demikian pula di bidang-bidan lain seperti seni budaya, kesehatan, hankam (pertahanan dan keamanan) dan lain-lain, NU hendaknya juga melakukan pengkaderan sehingga misi NU sebagai rahmatan lil ‘alamin betul-betul menjadi kenyataan. Semoga. Amin

Pengajian Rutin Kitab Al Hikam di Musholla Riyadus Sholihin PP. Nurul Jadid dikaji langsung Oleh KH. Moh. Zuhri Zaini, Pengasuh PP. Nurul Jadid

KH. Moh. Zuhri Zaini : Meraih Karomah Dengan Istiqomah

nuruljadid.net – Di zaman modernisasi yang ditandai dengan proses bergesernya sikap dan mentalitas suatu warga masyarakat agar tetap hidup dengan tuntutan masa kini membuat kondisi masyarakat berangsur angsur berubah, sebagian masyarakat yang memiliki persepsi yang keliru dan tidak dibenarkan dalam agama islam. Ada sebagian masyarakat yang memiliki pemikiran dengan melakukan ritual – ritual tertentu, agar orang tersebut bisa mendapatkan kesaktian. Salah satu contohnya adalah melakukan ritual ritual khusus untuk mendapatkan uang dengan tanpa harus bekerja terlebih dahulu. Dengan melakukan amalan – amalan tertentu yang tidak dibenarkan dalam ajaran ajaran, islam orang tersebut bisa menggandakan uang, sekalipun orang yang membacanya jauh dari kata istiqomah dalam menjalankan syari’at islam. Banyak masyarakat yang tertipu dengan istilah “karomah”.

“Anehnya oleh sebagian masyarakat orang yang melakukan demikian dianggap sesuatu yang benar dan dianggap sebuah karomah padahal orang yang melakukannya adalah orang yang jauh dari kata istiqomah dalam menjalakan syari’at. Dan lebih aneh lagi ketika terjadi sesuatu yang demikian ditengah – tengah masyarakat baginya dianggap suatu kemajuan dan kelebihan dalam masyarakat tersebut.” Dawuh KH. Zuhri Zaini dalam pengajian rutin kitab Al-Hikam Ibnu Athoillah Al-Sakandari, senin (23/01/2017).

Padahal tidak selamanya kelebihan dan kemajuan akan selalu mengarah kepada kebaikan, bisa saja kelebihan dan kemajuan tersebut mengakibatkan kondisi masyarakat mengalami dekadensi baik dari aspek moralitas, pemikiran dan nilai – nilai sosial yang berada di tengah – tengah masyarakat.

Ditengah kondisi zaman yang demikian, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, Karanganyar, Paiton Probolinggo, KH. Moh. Zuhri Zaini, mengingatkan agar manusia tidak terjebak dengan pemikiran yang salah, pemikiran yang  berdasarkan hawa nafsu yang tujuan akhirnya mencelakakan manusia itu sendiri,” dawuh Kiai Zuhri dalam pengajian rutin kitab Al-Hikam Ibnu Athoillah Al-Sakandari, senin (23/01/2017).

Kiai Zuhri melanjutkan, kesaktian yang tidak disertai dengan ridho Allah itu adalah istidroj, salah satu tanda orang ridho kepada Allah adalah orang tersebut istiqomah dijalanNya. Beliau melanjutkan penjelasannya dalam kitab Al Hikam dengan membagi karomah menjadi dua bagian.

Pertama, karomah keimanan, kedua, karomah amal. Lebih lanjut beliau menjelaskan, karomah yang sebenarnya adalah ketika orang tersebut mencapai istiqomah dan mencapai sempurnanya keistiqomaan, karena pada hakikatnya, karomah yang sebenarnya adalah beribadah dengan istiqomah.

Sementara ini banyak orang yang menganggap kesaktian yang dimiliki oleh seseorang adalah sebuah karomah tanpa terlebih dahulu melihat orang yang memiliki kesaktian tersebut apakah istiqomah dalam ibadahnya.

“Kalau orangnya istiqomah dalam beribadah bisa jadi itu adalah karomah yang sesungguhnya, namun jika orangnya tidak istiqomah dalam ibadah bisa jadi itu adalah istidroj. Karena yang namanya kesaktian bisa saja dimiliki oleh semua orang” Dawuh Kiai Zuhri ketika memaparkan karomah dan kekaromahan.

Oleh karena itu, kita harus melihat terlebih dahulu jangan samapai terpujuk dengan dhohirnya saja dengan menghilangkan aspek substansi terhadap sesuatu yang kita lihat. Di zaman sekarang sesuatu yang tidak benar dianggap benar, karna dibungkus dengan bungkusan yang menggoda secara lahiriah dan hawa nafsu. Kita seringkali terjebak dengan hal hal demikian karena menjadikannya sesuatu yang nampak sebagai ukuran baik dan tidaknya sesuatu tersebut. Dan menjadikan hawa nafsu sebagai alat untuk mengukurnya serta mengabaikan agama sebagai barometernya. Akhirnya kita mengarungi kehidupan seakan akan berada pada jalan yang benar, padahal jalan tersebut adalah jalan yang salah karna kita terjebak dengan hawa nafsu dan keindahan lahiriah saja.