Pos

Biro Kepesantrenan Pondok Pesantren Nurul Jadid adakan Pelantikan Kepala Wilayah

nuruljadid.net – Senin, (06/03/2017), lantunan bacaan sholawat terdengar sangat merdu dari corongan masjid jami’ Pondok Pesantren Nurul Jadid, sholawat yang menjadi ciri khas bacaan ubudiyah setiap diadakannya acara yang bertempat di masjid jami’ tersebut.

Gemuruh suara santri mengikuti bacaan sholawat yang dipimpin ubudiyah, menambah semakin meriahnya acara pelantikan pengurus wilayah yang diadakan oleh biro kepesantrenan Pondok Pesantren Nurul Jadid, seluruh santri berbondong bondong menaiki masjid jami’ yang kurang lebih baru 35% dibangun, dengan serentak semua santri menggunakan baju putih yang menjadi paling utamnya pakayan.

Tepat jam 08.30 WIB. Acara pelantikan dimulai, yang diawali dengan pembukaan yang dipimpin oleh pembawa acara, sahabat Anam, kemudian Qori’ acara yang kedua yang dilantunkan langsung oleh salah satu Santri asal pulau Kangean, Uztad Sudirman, kemudian pembacaan surat kepurusan (SK), yang dibacakan oleh Sekretaris Biro kepesantrenan, Uztad Ponirin Mika, sekaligus bersamaan dengan acara prosesi pelantikan pengurus masa khidmat 2017-2019, yang diiqrar langsung oleh Kepala Pesantren Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Abdul Hamid Wahid.

Setelah pembacaan iqrar, kemudian dilanjut oleh sambutan Wakil Kepala Biro Kepesantrenan, K. Imdad Rabbani, dalam sambutannya beliau menyampaikan beberapa pesan kepada Kepala Wilayah yang dilantik, semoga Kepala Wilayah yang terpilih mendapat taufiq, sehingga bisa melaksanakan tugas – tugasnya. Dan semoga dapat melaksanakan tugas – tugasnya sesuai dengan visi – misi Pesantren.

Kepada Kepala Wilayah devisioner, semoga amal yang selama ini dilakukan terhadap Pondok Pesantren, dibalas oleh Allah dengan balasan yang melimpah baik di dunia maupun di akhirat.

Kepada Panitia , terimakasih kepada Kabid IV beserta Anggotanya yang telah membantu mengsukseskan acara ini, semoga semua apa yang dilakukan dibalas oleh Allah.

Kemudian sanbutan yang kedua yang disampaikan oleh Kepala Pesantren Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Abdul Hamid Wahid,dalam sambutannya beliau menyampaikan beberapa pesan.

Selamat dan kami ucapkan terimakasih kepada Kepala Wilayah yang telah mengabdikan dirinya mengurusi Santri Pondok Pesantren Nurul Jadid, semoga amal baiknya dicatat sebagai amal baik oleh Allah SWT.

Kepada Kepala Wilayah yang baru, semoga diberi kesempatan dan kemauan dalam mengurusi Santri di Pondok Pesantren Nurul Jadid. Amanah yang diberikan ini merupakan kesempatan bagi kita untuk membantu penataan dan menjalankan kegiatan kegiatan di Pondok Pesantren Nurul Jadid. Manfaatkan kesempatan ini dengan baik, insyaallah manfaatnya akan kembali kepada diri kita sendiri. Kepada seluruh Santri mari kita dukung, bahwa pengurus adalah kepanjangan dari orang tua, apapun yang dilaksanakan oleh pengurus harus kita dukung.

Tepat jam 10.00 WIB, acara serentak pelantikan Pengurus Wilayah Pondok Pesantren Nurul Jadid selesai. (Zhen/Red).

Pengajian Rutin Kitab Al Hikam di Musholla Riyadus Sholihin PP. Nurul Jadid dikaji langsung Oleh KH. Moh. Zuhri Zaini, Pengasuh PP. Nurul Jadid

KH. Moh. Zuhri Zaini : Lunturnya Nilai–Nilai Substansi Dakwah

nuruljadid.net – Manusia diciptakan dengan membawa dua misi, yang pertama adalah misi beribadah kepada allah, yang kedua adalah misi khalifatullah. Dalam bahasa lain bagaimana manusia membangun hubungannya dengan sang maha pencipta melalui ibadah – ibadah mahdhoh seperti sholat. Dan membangun hubungan kepada sesama manusia dengan ibadah – ibadah ghairu mahdhoh seperti shodaqoh.

Manusia sebagai khalifatullah, adalah manusia yang nantinya akan menjadi seorang pemimpin di muka bumi, demi tegaknnya ajaran – ajaran islam rahmatan lil’alamin, manusia yang dimanapun berada selalu siap berjuang dan berdakwah mengajak masyarakat kearah yang lebih baik.

Misi dakwah inilah merupakan manifestasi dari khalifatullah, yang menjadi tugas dari setiap manusia agar tidak hanya memikirkan urusannya sendiri, tetapi harus mampu mengajak orang lain untuk berbuat baik dan bersama sama menjunjug tingg yang namanya nilai – nilai keislaman dalam tataran masyarakat.

Fenomina dakwah di era globalisasi terkadang hanya menjadi sebatas simbolisasi bagi ormas, kelompok dan partai tertentu untuk mendapatkan apa yang menjadi keinginan dan tujuan mereka. Dan mengakibatkan lunturnya nilai – nilai substansi yang terkandung didalam dakwah itu sendiri.

Fenomina sekarang ketika kepentingan sudah di peroleh seakan akan misi dakwah sudah selesai, padahal tujuan yang demikian sangat jauh dari nilai nilai suci yang menjadi tujuan dari dakwah islamiyah.

Hal ini tentunya membuat banyak kekahwatiran dikalangan para ulama, kiai dan intelektual muslim, salah satunya adalah Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, probolinngo, KH. Moh. Zuhri Zaini, mengingatkan.” Sifat kasih sayang merupakan keberhasilan dari dakwah yang di lakukan oleh seseorang, “ kekuasaan bukan alat untuk mendapatkan kesenangan, akan tetapi kekuasaan adalah alat untuk menegakkkan yang namanya kebaikan atau dakwah islamiyah. Penjelasan beliau dalam pengajian kitab Al-Hikam karya Imam Ibnu Athoillah, senin, 06/03/17.

Kiai Zuhri melanjutka penjelasannya.” Nasehat yang baik yang datang dari hati yang tulus, maka akan mudah diterima dengan hati yang tulus pula.” Beliau melajutkan.” Inilah pentingnya keikhlasan dalam perjuangan.

Demekian pesan singkat beliau terkait fenomina dakwah, yang sekarang sering menjadi kendaraan bagi golongan atau kelompok tertetu. (Zhen/Red)

Banjir, Keangkuhan dan Keserakahan

Fenomena banjir bukanlah takdir yang diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Banjir merupakan sebuah kejadian akibat dari keserakahan dan keangkuhan manusia. Manusia yang berprilaku tidak terdidik dan memelihara kesombongan, melahirkan arogansi dan ketamakan. Dengan sikap seperti itu, akan menimbulkan kemurkaan kemurkaan alam. dalam sejarah, peristiwa banjir Nabi Nuh memang sangat fenomenal dan masih tetap menjadi perbincangan umat beragama sampai sekarang. Alquran dan Injil memang menceritakan banjir zaman Nabi Nuh ini. Alquran juga menceriterakan tentang umat Nabi Luth yang gemar melakukan homoseks dan akhirnya ditimpa gempa dahsyat yang diikuti dengan hujan batu. Namun, apakah banjir zaman Nabi Nuh terjadi semata-mata karena kutukan Tuhan?  mungkin saat ini, perilaku biadab manusia berbeda dengan zaman Nabi Nuh dan Nabi Luth, akan tetapi nilai kedurhakaannya bisa saja melebihi. prilaku manusia modern, terkadang bisa jauh lebih jahat dari pada perilaku manusia terdahulu. untuk itu, fenomena kemurkaan alam tidak bisa di pahami sebagi takdir, lebih dekat akiba kepada kebiadaban manusia atas prilaku tidak terpujinya.

Kesombongan membuat lupa diri, lupa akan statusnya sebagai hamba Tuhan, padahal tak seorangpun mempunyai kuasa selain atas pertolonganNya. Sikap seperti inilah yang merusak pangkat manusia dihadapan Tuhan sebagai mahluk paripurna. Keistimewaan akal yang diberikan Tuhan, di harapkan mampu mengarahkannya menjadi mahluk yang bisa menjadi wakil Tuhan di muka bumi.

Keserakahan atau ketamakan salah satu sifat “binatang” karena dengan sikap ini tidak akan mengenal arti kebersamaan, kesetaraan dan empati. Justru akan menuntun untuk membangkitkan rasa ego pada akhirnya akan menghilangkan sifat kemanusiaan.

Banjir dalam agama tidak hanya bisa di maknai adalah ujian Tuhan, namun bisa mempunyai arti sebagai balasan (azab) Tuhan bagi manusia yang sudah melupakan kewajibannya. Kewajiban kepada tugasnya untuk menjaga kelestarian lingkungan, lebih-lebih melupakan tugasnya sebagai hamba Tuhan sebagi mahluk beribadah.

Dalam alqur’an Allah berfirman yang artinya “ janganlah engkau membuat kerusakan di muka bumi setelah Allah memperbaikinya” . Imam Abu Bakar Ibnu Ayyassy Al-Kuufi, ketika ditanya tentang firman ini beliau berkata “sesungguhnya Allah mengutus Nabi Muhammad SAW kepada umat manusia sewaktu mereka dalam keadaan rusak, maka Allah memperbaiki mereka dengan petunjuk yang di bawa oleh Nabi Muhammad SAW.

Kerusakan sebab keserakahan

Karena sebab utama dari kerusakan adalah ulah perbuatan manusia dengan segala bentuknya, mereka tidak mampu mengoptimalkan juga memaksimalkan potensi akal dengan baik. Segala tindak tanduk perbuatannya tak beroreintasi kepada kemaslahatan ammah, justru prilakunya mengundang kemarahan Allah.

larangan atas perbuatan ini sangat tegas, berarti ada konsekwensi logis yang akan terjadi apabila manusia tidak melaksanakan perintah ini dengan baik. Terbentuknya manusia menjadi khalifah karena manusia adalah mahluk paripurna dengan kesempurnaan potensi yang diberikan Allah. Tugas untuk memakmurkan alam bukan tanpa alasan, karena dengan cara memakmurkan ini segala mahluk bisa menikmati suguhan-suguhan Allah di muka bumi. Namun jika segala ciptakan Allah di muka bumi rusak akan mengakibatkan seluruh elemen akan kebingungan. Kebingungan tersebut karena mencari tanaman-tanaman dan tetumbuhan yang layak akan mengalami kesulitan. Inilah subtansi dari perintah Allah terhadap manusia untuk menjaga dan memilihara lingkungan dengan baik.

Prilaku yang menyebabkan kerusakan dan keserakahan merupakan prilaku orang munafik, orang yang mempunyai nilai keimanan yang sangat rendah. Kemunafikan membawa keserakahan dan keserakan membawa kebiadaban, semua ini membuat mahluk akan menjauhi Tuhan Yang Maha indah. Orang munafik tidak akan membuat kedamaian dan ketentraman, karena antara hati dan ucapannya akan mencelakai lingkungan sekitar. Begitu juga fenomena banjir, ia tidak mungkin akan terjadi apabila seseorang menjunjung tinggi sikap terpuji. Ahlak terpuji bukan hanya di praktikkan kepada Allah semata, melainkan kepada sesama manusia dan lingkungan sekitar. Tidak salah jika ada seseorang yang berpendapat bahwa “ tidak sempurna keimanan seseorang, jika ia tidak menjaga lestarinya lingkungan” .

Banjir dan keangkuhan 

Ketiga hal ini, tidak bisa di pisahkan sehingga gejala alam akan membawa kepada kemudaratan. Bisa saja, segala upaya untuk meminimalisir banjir sudah dilakukannya, dengan dinamisasi sungai dan membuat alat-alat modern agar banjir tak lagi terjadi. Namun karena keangkuhan sikap dan hatinya, ia seakan mampu melakukan semuanya tanpa pertolongan Allah, maka karena sikap ini membuat murka Allah terjadi sehingga Allah memperingati dengan cara mendatangkan banjir agar ia kembali sadar bahwa kekuasaan Allah di atas segalanya.

Negeri yang damai dan terpelihara dari musibah, apabila orang-orangnya menyadari bahwa segala upaya dan kemapuan intelektualitasnya hanya sebagai sarana doa kepada Allah. Bukan di yakini sebagi tuhan, sehingga akal menjadi di pertuhankan. Allah berjanji akan menyelamatkan suatu negeri jika di negeri itu banyak orang yang beriman. Ciri-ciri orang yang beriman tidak hanya mereka yang berdikir di masjid-masjid juga bukan orang memakai gamis dan berkalung tasbih. Tapi mereka yang mampu melakukan interaksi vertikal dan horisontal. Interaksi kepada Allah dengan wujud ibadah mahdhahnya dan interaksi horisontal mampu melakukan hubungan baik kepada sesama manusia dan lingkungannya. Iman yang baik berimplikasi kepada prilaku baik, seperti ini wujud mahluk paripurna.

Mari kita kembali merenungkan, terhadap sikap kita, pengusaha  dan para pemimpin bangsa ini. Bangsa yang selalu gaduh dalam persoalan politik, keyakinan dan mencari jawara. Perbedaan sebuah keniscayaan, jika cara menyikapi dengan perilaku tak terpuji maka bisa menodai terhadap kebenaran. Akhirnya jika sebuah kebenaran tidak lagi menjadi kiblat dari segala pergerakan dan perjuangan, maka akan lahir kebiadaban-kebiadaban. Tanpa di sadari bahwa ada takdir Allah yang kita lawan, akhirnya segala hukuman Allah harus diterima dengan lapang dada, sebagai bentuk hamba yang beriman. Akhirnya semua adalah akibat ulah kebiadaban manusia, dengan pola pikir, prilaku dan keyakinannya yang jauh menyimpang dari kebenaran. Wallahu’alam

Penulis : Ponirin Mika (Sekretaris Biro Kepesantrenan PP. Nurul Jadid, dan Anggota Komunitas Critical Social Research, Paiton, Probolinggo)

Kekeringan Spiritual, Derita Manusia Modern

Semua manusia siapapun orangnya pasti mencita-citakan dan mendambakan kebahagiaan. Namun tidak semua manusia tahu dan mau serta mampu menempuh jalan menuju cita-cita tersebut. Mungkin karena tidak tahu. Mungkin tahu tapi tidak mau. Atau tahu dan mau tapi tidak mampu. Banyak orang mengira bahwa kebahagiaan dapat di raih dengan harta yang melimpah, jabatan yang tinggi atau popularitas yang luas. Namun setelah semua itu di raih, ternyata kebahagiaan tidak juga datang.

Banyak orang kaya tapi selalu di hantui ketakutan-ketakutan. Misalnya takut bangkrut. Bahkan tidak sedikit orang kaya tidak dapat menikmati kekayaannya karena ia terkena penyakit kikir. Ia hanya menumpuk-numpuk kekayaan dan sangat berat untuk membelanjakannya untuk amal-amal sosial dan bahkan untuk kepentingan dirinya sekalipun. Ada juga orang kaya yang bermewah-mewah dengan kekayaannya; namun ia tidak pernah puas ia mengidap penyakit tamak yang selalu merasa kurang dan kurang. Tidak pernah mensyukuri nikmat yang dia dapat.

Begitu pula dengan jabatan dan kekuasaan. Tidak semua orang yang mendapatkannya menjadi tenang dan bahagia. Semua itu terjadi karenan mereka telah mengalami kekeringan spiritual. Antara lain ditandai dengan kegelisahan batin, selalu tidak puas, merasa diri terasing, ketidak berartian hidup dan bahkan keputus asaan.

Kekeringan spiritual di sebabkan karena lemahnya atau bahkan hilangnya hubungan baik antara diri seseorang dengan Tuhan, penciptanya, pemberi nikmat berupa fasilitas hidup baginya. Dan lemah atau hilangnya hubungan baik dengan Tuhan itu akan berdampak negatif terhadap hubungan baik dengan sesama manusia bahkan dengan dirinya sendiri dan juga makhluk-makhluk yang lain termasuk lingkungan hidupnya. Keadaan seperti ini banyak terjadi pada manusia modern.

Memang modernitas ibarat mata uang yang mempunyai dua sisi. Disatu sisi ia (modernitas) membawa manfaat bagi kehidupan manusia. Namun disisi lain ia menimbulkan dampak samping yang negatif. Sisi positif dan negatif tersebut disebabkan sifat yang melekat pada diri manusia modern dan modernitas itu sendiri.

Manusia modern dengan modernitasnya ditandai antara lain dengan; selalu berfikir logis dan rasional (pertimbangan untung rugi terutama terkait dengan materi dan uang), bersikap dan bertindak serta bekerja secara profesional, dan mempunyai kemandirian dan kepercayaan diri yang tinggi serta cenderung individualistik.

Sikap rasional, profesional dan mandiri adalah sikap-sikap yang baik yang bisa mendorong kemajuaan dan kesuksesan terutama secara pribadi (perorangan). Namun kepercayaan diri yang berlebihan serta kecenderungan sikap individualitik dapat menyebabkan kerengggangan hubungan atau hubungan tidak baik antara diri seseorang dengan lingkungannya baik dengan sesama manusia dan makhluk yang lain bahkan dengan tuhan. Aplagi sikap individualistik dan egois (mementingkan diri sendiri) adalah merupakan sifat dasar yang tak dapat dipisahkan dari diri manusia. Maka modernitas yang tidak diimbangi dengan spiritualitas yang tinggi akan lebih memperkuat sifat egoisme dan individualisme manusia.

Memang sifat egoisme dan individualisme tidak bisa dilepaskan dari diri manusia, karena ia memang merupakan watak dasar manusia sebagai makhluk individual. Bahkan dalam urusan ibadah dan pengabdian dan urusan akhirat yang lain, kita harus mendahulukan dan mementingkan diri sendiri. Artinya sebelum kita menyuruh orang lain melakukan ibadah atau pengabdian, hendaklah kita yang melakukannya lebih dulu sebelum mengajak orang lain melakukannya.

Sebaliknya dalam urusan dunia, (harta, kedudukan dan lain-lain) sebaiknya kita mengalah, mendahulukan orang lain bahkan mengorbankan hak diri kita untuk kepentingan orang lain. Sikap ini dalam bahasa Agama disebut dengan istilah ‘Itsar (mengalah). Sikap ‘itsar ini memang sangat dianjurkan dalam hal-hal yang berkaitan dengan urusan dunia (harta dan lain-lain). Sedangkan dalam urusan akhirat seperti ibadah dan pengabdian misalnya bersedekah, maka sikap ‘itsar menjadi tidak baik.

Namun yang terjadi dalam masyarakat justru sebaliknya. Dalam urusan dunia kebanyakan kita berebutan, tidak bersikat ‘itsar. Sementara dalam urusan akhirat, misalnya dalam shalat jama’ah dan sedekah, justru saling “mengalah”. Bukannya berebut melakukannya sendiri, tetapi justru mempersilahkan orang lain melakukannya. Sementara dirinya melakukannya belakangan atau bahkan tdak melakukanya sama sekali.

Hal ini disebabkan karna mereka terbujuk oleh godaan nafsu dan keindahan dunia sehinga menjadikan kesenangan dunia sebagai tujuan hidup dan target setiap usahanya. Godaan dunia itu telah menyebabkan mereka rebutan harta, jabatan dan pengaruh yang mengakibatkan terjadinya persaingan tidak sehat, konflik dan ketegangan. Dan godaan dunia itu pula telah menjerumuskan banyak orang kepada korupsi, penipuan, pelacuran dan pelanggaran hukum dan etika yang lain.

Sering pula ketamakan akan kekayaan dan kemewahan telah menyebabkan mereka terbujuk oleh rayuan gombal dan janji-janji kekayaan sekalipun janji-janji itu tidak masuk akal. Misalnya janji-janji yang diberikan Dimas Kanjeng kepada para pengikutnya yang kemudian terbukti bohong dan palsu. Banyak orang yang mengorbankan kehormatan dirinya dan mengkhianati kebenaran yang diyakininya demi uang, kedudukan dan kesenangan sesaat.

Memang dampak modernitas tidak selamanya negatif. Berkat modernitas manusia di era modern ini telah mengalami kemajuan yang luar biasa baik dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) maupun budaya. Dan berkat kemajuan IPTEK khususnya teknologi komunikasi dan informasi (ICT) semuanya berjalan dengan mudah, murah dan cepat. Mulai dari kegiatan berkomunikasi, mencari maupun menyampaikan informasi, usaha-usaha bisnis (ekonomi), pendidikan dan dakwah bahka politik, misalnya kampanye pemilu dan lain-lain.

Namun IPTEK dengan segala perangkatnya hanyalah alat (instrument). Nilainya tergantung kepada tujuan penggunaannya dan dampaknya. Dan pengguna teknologi itu adalah manusia yang selain mempunyai potensi kearah kebaikan juga mempunyai potensi kearah keburukan/kejahatan. Karena itu peerlu penguatan potensi baik pada diri manusia itu serta menekan dan meminimalisir-walaupun tidak dapat menghilangkan-potensi jeleknya.

Penguatan potensi baik adalah dengan peningkatan aspek spiritualitas dan pengendalian sifat-sifat kebinatangan yang melekat pada diri manusia dengan cara menekan keinginan-keinginan nafsu melalui riyadoh dan mujahadah. Karena itu, kita yang hidup di era modern ini hendaknya meningkatkan aspek spiritualitas kita dengan memperkuat sambunga vertikal kita kepada Tuhan melalui pemahaman (makrifat) kita tentang Tuhan disertai perbaikan akhlak dan adab kita terutama kepada Tuhan dan kepada sesama manusia bahkan dengan makhluk yang lain.

Tentu untuk memperoleh pemahaman yang benar (makrifat) tentang Tuhan perlu sumber informasi yang akurat dan dapat dipercaya yakni informasi dari Tuhan itu sendiri melalui orang yang juga dapat dipercaya yakni RasulNya dengan bukti-bukti yang meyakinkan yakni mu’jizat yang diberikan Allah kepada RasulNya. Karena itu hendaknya kita jangan mudah percaya kepada pengakuan (klaim) kebenaran tanpa dasar yang kuat dan bukti yang meyakinkan seperti yang sering terjadi akhir-akhir ini.

Maka pemahaman ilmu wahyu (syariat) adalah suatu keniscayaan dan keharusan agar kita terhindar dari pemikiran-pemikiran yang menyesatkan dan informasi-informasi yang salah dan penipuan. Dan banyak-banyak lah melakukan taqorrub (mendekatkan diri) kepada Allah sambil memohon bimbingan dan petunjukNya.

“SEMUA MANUSIA SIAPAPUN ORANGNYA PASTI MENCITA-CITAKAN DAN MENDAMBAKAN KEBAHAGIAAN. NAMUN TIDAK SEMUA MANUSIA TAHU DAN MAU SERTA MAMPU MENEMPUH JALAN MENUJU CITA-CITA TERSEBUT. MUNGKIN KARENA TIDAK TAHU. MUNGKIN TAHU TAPI TIDAK MAU. ATAU TAHU DAN MAU TAPI TIDAK MAMPU.”

Penulis : KH. Moh. Zuhri Zaini (Pengasuh PP. Nurul Jadid)

Sumber : Majalah Al Fikr no 29 November 2016 – April 2017

PARTAI POLITIK, Antara Harapan dan Kenyataan

Sebagai salah satu tonggak demokrasi, partai politik mempunyai kedudukan dan peran yang strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Tidak berfungsi atau lemahnya partai politik akan berakibat matinya kehidupan demokrasi yang ditandai dengan kesewenang-wenangan penguasa; tertindasnya rakyat atau terjadinya anarki, dimana terjadi kekacauan dan ke-sewenang-wenangan dan yang kuat menindas yang lemah. Karenanya  agar kehidupan demokrasi tetap tegak, maka partai politik harus eksis dan melakukan fungsi dan peran-perannya dengan baik sebagai representasi kepentingan rakyat demi terciptanya masyarakat madani, dimana setiap warga masyarakat  menyadari dan melaksanakan hak serta kewajibannya  menuju masyarakat adil dan makmur, sejahtera lahir batin, fisik-material maupun mental spritual didalam naungan rahmat dan ridla Allah SWT.

Diantara fungsi dan peran partai politik adalah menampung dan memperjuangkan aspirasi dan kepentingan rakyat. Dalam menjalankan peran ini, partai politik harus secara proaktif berupaya untuk mengetahui kemauan, kepentingan dan kemaslahatan rakyat. Para fungsionaris partai harus  membuka mata dan telinga lebar-lebar  serta mengasah kepekaan hati agar dapat menangkap aspirasi dan kepentingan rakyat. Mereka tidak seharusnya bersikap elitis, hidup dalam menara gading. Sebaliknya mereka harus dekat dengan rakyat baik secara fisik, terutama secara mental. Bahkan seharusnya merasa diri mereka adalah bagian yang tak terpisahkan dari rakyat, merasakan suka duka rakyat sebagai suka duka mereka sendiri. Kemudian  apa yang mereka tangkap dari rakyat, mereka perjuangkan dengan penuh amanah dan keikhlasan dengan tidak mendahulukan kepentingan pribadi diatas kepentingan orang banyak.

Selanjutnya agar kepentingan rakyat betul-betul terjaga, maka partai politik harus selalu melakukan kontrol terhadap pemegang kekuasaan (otoritas, resources dan power) dalam segala lini, mulai lembaga negara (legeslatif, eksekutif dan yudikatif) maupun lembaga non negara/pemerintah (Swasta, atau LSM dll), sehingga mereka (para pemegang kekuasaan) tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan kepentingan rakyat banyak (korupsi) baik yang mereka lakukan secara sendiri-sendiri  maupun bersama-sama (kolusi).

Disamping itu, demi tercapainya masyarakat madani, partai politik harus melakukan pemberdayaan masyarakat (rakyat), baik melalui pendidikan politik, bantuan hukum maupun pemberdayaan ekonomi. Pendidikan politik bertujuan untuk menyadarkan masyarakat akan hak dan kewajibannya, sehingga tidak terjadi penindasan,  kesewenang-wenangan dan anarki dimana setiap orang tidak hanya pandai menuntut hak tetapi juga harus mau memenuhi kewajibannya. Juga partai politik harus melakukan pembelaan bagi warga masyarakat yang lemah dengan memberikan  bantuan hukum kepada mereka dll.

Dalam bidang ekonomi, partai politik harus memperjuangkan hak rakyat untuk mendapatkan akses dan kesempatan usaha (produksi maupun pemasaran) dengan memberantas praktik monopoli serta akses untuk mendapatkan modal  dan pembinaan teknis, khususnya bagi pengusaha kecil. Demikian pula dalam bidang-bidang yang lain seperti kesehatan, jaminan sosial bagi anak terlantar, pengangguran dll.

Selain itu, partai politik harus berperan sebagai lembaga pemersatu dengan menyadarkan masyarakat tentang pentingnya kebersamaan dalam mencapai cita-cita dan tujuan bersama serta menciptakan budaya saling menghargai dan menerima perbedaan dan keragaman sebagai kenyataan hidup yang tidak bisa dihindari. Juga harus  mengupayakan terciptnya simpul-simpul kebersamaan melalui kegiatan dan aksi bersama antar kelompok serta berusaha meredam konflik-konflik melalui mediasi, negosiasi dan lobi-lobi. Diantara aksi bersama  tersebut adalah pembentukan kelompok usaha, seperti koperasi, kelompok tani, nelayan, pengrajin dll.

 Ini adalah beberapa peran yang diharapkan dapat dilakukan oleh partai politik demi tercapainya cita-cita bersama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara . Namun tidak semua yang kita harapkan menjadi kenyataan. Banyak partai politik yang semestinya menjadi ‘representasi’ kepentingan rakyat, berbalik menjadi alat kepentingan penguasa atau para elit partai untuk mencapai kepentingan mereka sendiri. Rakyat hanya dijadikan kedok. Pemilu hanya dijadikan alat legitimasi bagi partai dalam melakukan peran-peran, dan tindakan korupnya dengan menggunakan otoritas dan kewenangannya untuk kepentingan diri atau kelompoknya dan bukan untuk kepentingan  rakyat yang. diwakilinya. Rakyat diiming-imingi, janji-jani yang muluk-muluk; bahkan kalau perlu disertai rayuan dengan menabur uang atau bentuk bantuan yang lain demi mendapat dukungan mereka.

Padahal disisi lain, banyak hak-hak rakyat yang tidak dipenuhi yang nilainya jauh lebih besar dari biaya yang dikeluarkan dalam menjaring dukungan. Disamping itu, dalam perekrutan pengurus atau calon legeslatif (caleg) sering tidak didasarkan kemampuan dan kelayakan, tetapi didasarkan atas kedekatan hubungan (nepotisme) atau sekedar popularitas sebagai vote getter sehingga ketika telah menjadi pejabat mereka tidak bisa berbuat banyak untuk rakyat dan bahkan tidak sedikit yang menggunakan fasilitas umum (negara) hanya untuk kepentingan diri dan keluarganya.

Agar partai politik berperan sesuai dengan fungsi yang seharusnya yakni sebagai representasi dan alat perjuangan rakyat, maka perlu upaya-upaya pembenahan baik internal mau di eksternal partai. Di internal partai penegasan visi dan misi partai yang berpihak kepada rakyat. Disamping itu perlu penciptaan budaya demokratis dan kerja professional. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah rekrutmen kader (pengurus partai atau calon pejabat legeslatif, eksekutif dll.) yang betul-betul selektif (baik dan layak). Untuk itu perlu pengkaderan secara berencana dan berjenjang dari bawah.

Di eksternal partai, perlu adanya peratuan perundang-undangan yang mengarah pada pemberdayaan partai, mencegah perilaku partai yang menyimpang, seperti money politik, KKN dll. Disamping itu harus dilakukan pendidikan politik bagi masyarakat (rakyat), sehingga mereka mengetahui hak-hak mereka agar mereka tidak menuntut lebih dan juga mengetahui kewajibannya sehingga tidak melalaikannya atau melanggar hak orang lain.

Namun dari itu semua yang paling menentukan adalan faktor sumber daya manusia (SDM)-nya. Maka penyiapan SDM yang berkualitas  melalui pendidikan  baik formal, non formal maupun informal adalah suatu keniscayaan. Untuk itu perlu perencanaan pendidikan manusia seutuhnya secara komprehensip dengan melibatkan semua komponen bangsa dan negara dalam semua sektor kehidupan mereka. Sebab jika kita ingin membenahi kehidupan bangsa, baik dalam bidang politik, ekonomi dll., maka semua komponen bangsa ini hendaknya menjadikan pendidikan sebagai program dan agenda prioritasnya. Jangan sampai sektor pendidikan dikorbankan untuk sektor yang lain. Kembalilah kepada kepentingan rakyat. Wa Allahu a’lam.

“Partai politik harus eksis dan melakukan fungsi dan peran-perannya dengan baik sebagai representasi kepentingan rakyat demi terciptanya masyarakat madani”

 

Penulis : KH. Moh. Zuhri Zaini (Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Dunia Baru : Siswi SMK Bulugading Jember Menimba Ilmu di Nurul Jadid

nuruljadid.net – Abillity atau kemampuan merupakan hal yang harus digali oleh masing masing individu agar mereka dapat berjalan dengan sesuai dengan “jalannya” masing masing. Berjalan dengan diikuti oleh perkembangan zaman yang pesat menjadi PR bagi para guru yang mengabdi untuk perbaikan dan perkembangan dunia pendidikan sangatlah sulit. Pasalnya mereka harus mendidik dan mengayomi peserta didiknya untuk memberikan pelayanan yang terbaik sehingga output yang dihasilkan bisa sesuai dengan tuntutan zaman.

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan sebuah lembaga formal yang dewasa ini sudah mulai nge-trend namanya dikalangan masyarakat. Mampu bersaing dengan tingkatan se-derajat dan menyesuaikan dengan kebutuhan zaman, itulah SMK saat ini. SMK Bulugading Jember menunjukkan kebolehannya untuk memperkuat argumen tersebut. SMK Bulugading memiliki nilai tambah, selain mereka mampu mendidik siswa/i nya untuk mengetahui dunia teknologi, mereka juga dapat mendidik siswa/i nya dengan islami. SMK Bulugading yang berdomisili di PP. Bustanul Ulum Bulugading Jember mencoba “mencampur baurkan” dunia teknologi dengan dunia islami. Teknologi berbasis Islami adalah slogan yang pas untuk mereka.

Hari ini (04/03) mereka berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Jadid dengan tujuan utama yaitu untuk silaturrahim dan melakukan kerjasama dalam bidang pendidikan. 19 siswi yang sekaligus juga santri siap menempa “dunia baru” di bumi Nurul Jadid. Dengan suasana yang berbeda, mereka (siswi SMK Bulugading) menjalankan tugas dan amanah dari PP. Bustanul Ulum serta SMK Bulugading.

Sambutan yang hangat mereka dapatkan. Prosesi ceremonial yang dilakukan sebagai pengantar dari kegiatan Praktek Kerja Industri (Prakerin). Kegiatan Prakerin bagi siswi SMK Bulugading akan berlangsung selama 2 bulan.

“Kegiatan prakerin ini berlangsung selama 2 bulan lamanya. Selama kegiatan ini berlangsung, kami selaku perwakilan dari lembaga memasrahkan 19 santri sekaligus siswi kepada pihak yang bersangkutan untuk di didik dan menimpa ilmu yang baru di Pondok Pesantren Nurul Jadid” ujar Bapak Masyhuri salah satu perwakilan guru dalam acara ceremonial.

“Perlakukanlah siswi kami seperti santri Nurul Jadid yang lain. Peraturan yang berlaku di Nurul Jadid adalah peraturan mereka juga. Mereka pada dasarnya adalah santri, hanya saja selama Prakerin berlangsung, mereka bukan santri PP. Busatnul Ulum melainkan santri PP. Nurul Jadid. Jadi kami memohon kepada pihak Nurul Jadid untuk tidak menganggap kehadiran kami sebagai tamu melainkan sebagai santri.” Tambah bapak masyhuri.

Kegiatan Prakerin yang bertujuan untuk memberikan sebuah pengalaman tentang bagaimana mereka (siswi) bisa mengetahui dan memahami dunia kerja yang dituntut untuk melakukan hal hal yang tak biasanya mereka lakukan. Harapannya adalah mereka dapat bersaing dan mampu untuk menguasi dunia kerja lebih awal sehingga setelah jenjang studi telah mereka tempuh, maka mereka sudah siap untuk melawan dunia kerja. (Q2/Red)

Peserta Lomba mendapatkan pengarahan dari pembina Wilayah, Ust. Munawwir

Sunan Drajat (C) : Membina Retorika Menyulam Asa Demi Menyapa Dunia.

nuruljadid.net – Wilayah Sunan Drajat (C) adalah wilayah dimana santri Nurul Jadid yang berstatus siswa SMP Nurul Jadid berdmosili. Mereka akan menjalani double aktifitas selain mereka harus melakukan aktifitas yang dijadwal oleh pesantren, mereka juga melakukan aktifitas sebagai santri yang berada di Wilayah Sunan Drajat (C). Beberapa program wilayah yang telah ditetapkan oleh pengurus wilayah harus mereka laksanakan. Salah satu contohnya adalah mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba yang diadakan setiap malam selasa,(27/2/2017).

Lomba yang merupakan salah satu program tahunan wilayah ini bertujuan untuk menemukan skill individu mereka dan mengembangkannya. Ini merupakan sebuah program pendidikan yang bertujuan untuk membiasakan mereka (santri di wilayah C) untuk mempersiapkan diri menghadapi beberapa rintangan kedepan terutama dalam hal pendidikan. Adapun tema yang diangkat dalam perlombaan kali ini adalah

Membina Retorika Menyulam Asa Demi Menyapa Dunia.

“Tujuan dari kegiatan ini selain untuk menemukan bakat yang terpendam juga bertujuan untuk mengembangkan bakat itu. Sehingga dengan bakat yang mereka miliki, mereka tak lagi gamang dan takut menghadapi masa depan mereka” ujar Ust. Lukmanul Hakim selaku kepala Wilayah Sunan Drajat (C).

Pengurus wilayah juga sudah mempersiapkan beberapa tahapan untuk mengembangkan dan membiasakan anak didiknya agar siap menghadapi permasalahan dalam hal pendidikan. Dan itu telah mereka lakukan dalam jenis perlombaan ini. Beberapa lomba yang diadakan adalah lomba khitobah, lomba hadrah, lomba praktik ibadah dan lomba bilal. Lomba lomba ini diadakan menyesuaikan dengan kebutuhan awal mereka agar mereka memiliki bekal dasar untuk melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

“Perlombaan ini dilaksanakan secara bertahap. Pertama, 4 lomba wajib diikuti oleh semua santri di Wilayah. Kedua, setelah semua santri mengikuti lomba tersebut, maka selanjutnya 4 lomba wajib diikuti oleh semua blok (daerah) yang mendelegasikan beberapa santri di bloknya masing masing.” Cakap Ust. Adi Hermanto selaku pengurus Wilayah Sunan Drajat (C).

Dengan melaksanakan beberapa kegiatan yang mampu menemukan dan mengembangkan skill santri, harapan yang diharapakan oleh pengurus wilayah dan pesantren dapat tercapai sesuai dengan visi, misi dan tujuan Pondok Pesantren Nurul Jadid. (Q2/Red).

BPK Gors to Campus

RI 10, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Negara Mengisi Kuliah Umum Bagi Kalangan Mahasiswa di Nurul Jadid

nuruljadid.net – Mahasiswa merupakan motor penggerak bangsa dari kalangannya. Jiwa nasionalisme melekat dalam diri mereka, berjuang untuk kemajuan bangsa negara merupakan khas dari kalangan mahasiswa. Jika kita melihat peran mahasiswa dalam pembangunan negeri yang berkembang ini, maka sudah banyak sekali contoh pergerakan mereka yang mereka lakukan. Dengan memanfaatkan intelektual yang mereka miliki, mereka disebut dengan kalangan muda yang berintelektual dan bernasionalisme tinggi.

Hari ini (27/02) mahasiswa di Nurul Jadid diuji intelektual dan nasionalismenya. Mendatangkan pejabat tinggi negara sebagai narasumber kegiatan kuliah umum. Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Negara (BPK) yang diketuai oleh Bpk. Dr. Harry Azhar Azis, M.A. tema yang diangkat pada kuliah umum kali ini adalah “Pemeriksaan Keuangan Negara Untuk Kesejahteraan Rakyat”.

Dengan sambutan dan pengawalan yang super ketat, pukul 10.00 WIB acara pun dimulai. Acara ini dihadiri dari perwakilan lembaga yang ada dibawah naungan Pondok Pesantren Nurul Jadid. Tak luput pula, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri Zaini juga ikut hadir dalam acara ini sekaligus menyambut kedatangan pejabat tinggi negara tersebut. Dalam kesempatan kali ini, beliau (pengasuh) menyampaikan sambutan untuk ketua BPK beserta rombongan.

“Ilmu yang diberikan semoga bisa diterapkan di masyarakat dan bisa diterapkan di lembaga lembaga luar. Terimakasih kepada ketua BPK, Bapak Harry Azhar beserta rombongan yang telah hadir dan dengan bantuan Allah semoga beliau diberikan kesehatan dan kelancaran dalam melaksanakan tugas dengan sebaik baiknya demi kemaslahatan dan kebaikan bangsa ini” sambutan Pengasuh dalam kegiatan kuliah umum.

Tak hanya beliau yang memberikan sambutan, Kepala Pesantren sekaligus Rektor IAI Nurul Jadid, KH. Abd. Hamid Wahid juga memberikan sambutan atas kehadiran Bapak Harry Azhar dan rombongan.

“Semoga kita bersama dapat mengambil manfaat, ilmu, pengalaman serta wawasan dari beliau sehingga itu dapat memperkaya ajaran intelektual kita dan wawasan kita sehingga kita menjadi semakin utuh dalam memamhami perkembangan dan konteks terutama dalam konteks pengelolaan Negara. Beliau adalah orang yang memumpuni dalam wawasan keilumuan dan intelektualitas dalam bidangnya, Beliau juga memiliki pengalaman yang sarat dan seni dalam mengelola Negara” ujar Kepala Pesantren sekaligus Rektor IAI Nurul Jadid.

“Seni dan pengalaman dalam mengelola Negara ini tidak bisa kita dapatkan dalam bangku kuliah atau teks literature dimanapun, tetapi ini adalah buah dari perjalanan dan kematangan yang dimiliki seseorang. Beliau kami harap dapat membagai pengalaman, ilmu dan seni dalam mengegola Negara kepada kita sehingga kita lebih terbuka dalam memahami permasalahan kenegaraan khususnya dalam pengelolaan dan pengawasan keuangan Negara yang itu akan menjadi tambahan wawasan kita semua. Memahami permasalahan kenegaraan merupakan salah satu panca kesadaran santri yaitu Kesadaran Berbangsa dan Bernegara. Kesadaran Berbangsa dan Benegara adalah salah satu kesadaran dari empat kesadaran santri lainnya yang perlu terus dikembangkan.” Akhir sambutan beliau.

Kuliah umum yang diawali dengan pengantar dari Bapak DR. Tirmidzi, M.Pd. selaku moderator didampingi oleh Rektor IAI Nurul Jadid, KH. Abd. Hamid Wahid yang mengupas beberapa permasalaha keuangan yang terjadi di negeri ini. Kuliah umum ini dimulai pukul 10.00 WIB dan berakhir pada pukul13.00 WIB. (Q2/Red)

Madrasah Aliyah Keagamaan

Nurul Jadid Raih Juara Lomba Baca Kitab, Pidato Bhs Arab Dan Taqdimul Kisshoh se- Tapal Kuda

nuruljadid.net – Hidup di dunia moderen merupakan kehidupan yang sarat dengan kompetensi, baik di bidang pendidikan, dunia kerja dan bersosial di masyarakat. Hal ini tentunya harus disadari bagi manusia yang hidup di Abad ke 21, mereka harus mampu untuk mempersiapakan skill dan kemampuan agar tetap berkompetensi dan mengikuti percaturan global, agar tidak menjadi orang yang termajinalisasi dalam percaturan global.

Pondok Pesantren yang masih eksis dengan kajian kitab kuning sebagai ciri khas, yang didalamnya terdapat lembaga formal, tentunya tidak ingin hanya sekedar menjadi penonton dalam persaingan di era globalisasi. Pesantren yang memiliki beberapa lembaga formal, tentunya memberikan peluang yang sangat besar untuk ikut berkompetensi dan sangat memungkinkan berada di garda terdepan dalam memenangkan kompetensi di era globalisasi.

Asrama Program Keagamaan Madrasah Aliyah Nurul Jadid (MA-PK) sebagai perwakilan PP. Nurul Jadid, pada tanggal 19 Februari, mendelegasikan sebagian peserta didiknya untuk mengikuti lomba Muhibbul Araby yang di adakan oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab Institut Agama Islam Zainul Hasan (INZAH) Genggong Kraksaan.

Ada beberapa jenis lomba yang diikuti oleh santri Nurul Jadid Asrama Program Keagamaan (MA-PK) tersebut, diantaranya : Lomba Qiro’atul Kutub, Taqdimul Kisshoh, Pidato Bahasa Arab, Ghina’ Araby dan lomba Amshilaty. Lomba dimulai Sekitar pukul 09.00 WIB dan berakhir sekitar jam 16.00 WIB (19/02).

Para pendamping lomba termasuk peserta lomba dibuat penasaran, dengan menunggu pengumuman pemenang lomba, akhirnya sekitar jam 19.00 WIB pemenang lomba diumumkan. Alhasil, Alhamdulillah, dengan barokah Pesantren dan kerja keras dari pengurus serta pendamping, Santri Pondok Pesantren Nurul Jadid Asrama Program Keagamaan (MA-PK), berhasil meraih empat trophy dan uang tunai dari panitia lomba.

Diantara lomba yang berhasil diraih oleh Santri Pondok Pesantren Nurul Jadid, diantaranya:

  1. Juara Satu Lomba Qiro’atul Kutub, nama pemenang Siti Hamida.
  2. Juara Dua Lomba Qiro’atul Kutub, nama pemenang Muhammad Ali Hasan Sholeh.
  3. Juara Satu Lomba Taqdimul Kisshoh, nama pemenang Lutfi Mashudi.
  4. Juara Dua Lomba Pidato Bahasa Arab, nama pemenang Abdul Fatah Daniyullah.

dan semua peserta yang berhasil meraih juara adalah Kelas X dan XI (Putra Putri) Madrasah Aliyah Nurul Jadid Asrama Program Keagamaan (MA-PK).

Dengan membawa prestasi yang membanggakan, akhirnya kembali ke Pondok dengan rasah gembira dan senang. (Zhen/Red)

Kunjungan Pesantren

MAN 1 Jember Study Banding ke Pondok Pesantren Nurul Jadid

nuruljadid.net – Jum’at (17/02) Pondok Pesantren Nurul Jadid kedatangan tamu dari sekolah MAN 1 Jember. Salah satu tujuan mereka berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul jadid adalah ingin mengetahui sistem pembinaan pers dimasing masing lembaga yang berada dibawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Disamping itu, tujuan lain kedatangan MAN 1 Jember ke Pondok Pesantren Nurul Jadid adalah menyambung tali silaturrahim. Di  Nurul jadid, kru dan guru MAN 1 Jember juga mengisi  kegiatan yang bermanfaat, seperti wawancara dengan Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid dan dialog interaktif dari sebagian siswa / siswi MAN 1 Jember dengan perwakilan dari masing masing majalah, KHARISMA, MISI, IQRO’ dan majalah yang lain dari masing masing lembaga dibawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Tepat jam delapan acara study banding dimulai, dalam sambutannya sekretaris Pondok Pesantren Nurul Jadid, Bapak Faizin Syamweil menyampaikan, bahwa perlu adanya semacam sharing terkait tentang ilmu pengetahuan dan pengalaman, khususnya dalam bidang tulis menulis dan dunia jurnalistik, beliau juga menyampaikan, permohonan ma’af apabila ada sambutan atau pelayanan yang kurang maksimal, beliau juga menyampaikan terimakasih yang sebesar besarnya telah bersilaturrahim di Pondok Pesantren Nurul Jadid.

“kami ucapkan terimakasih yang sebesar besarnya kepada pihak Nurul Jadid yang telah memberikan  pelayanan yang maksimal sehingga siswa dan siswi kami bisa bertukar pengetahuan mengenai dunia jurnalistik” Ucap Kepala Sekolah MAN 1 Jember dalam sambutan beliau.

“Semoga semua ini sebagai bekal bertambahnya ukhwah islamiyah kita sesama pengelola lembaga,” tambah beliau dalam sambutannya

Tepat jam sebelas acara berakhir, setelah selesai acara rombongan beramahtamah di kantor pesantren, setelah selesai rombongan langsung bertolak ke Jember. (Zhen/Red)

Lomba Harlah

Gemuruh Supporter Pada Lomba Yel-Yel

nuruljadid.net –Lomba Yel-Yel merupakan lomba pertama yang diadakan pada bulan lomba Haul & Harlah ke-68. Lomba yel-yel ini dilaksanakan setelah pembukaan bulan lomba berlangsung pada malam jum’at (16/02/2017) kemarin.

Lomba yel-yel adalah lomba yang didalamnya mengandung arti penyemangat untuk semua peserta lomba sekaligus show off keunggulan masing masing lembaga yang disampaikan dalam sebuah lagu. Bermacam macam jenis lagu yang ditampilkan, mulai dari password penyemangat, lagu-lagu ciri khas dari setiap lembaga dan juga lagu yang menjadi prioritas untuk dinilai dan ditetapkan sebagai pemenang. Tentunya didalam lomba yel-yel ini dilarang keras untuk “mejatuhkan” lembaga formal lain.

Gemuruh sorak sorai terdengar ketika peserta dari masing masing lembaga perform. Disertai dengan tepuk tangan dan teriakan semangat untuk mendukung jagoan mereka masing masing yang membuat armosfer pertandingan semakin memanas. Walaupun hujan membasahi area perlombaan, mereka tetap antusia tanpa menghiraukan hujan yang turun, malah dengan datangnya hujan, para peserta dan penonton semakin “menggila” untuk mendukung jagoannya masing masing. Sampai pada penghujung acara, mereka (penonton) nampak antusias menyambut datangnya Bulan Lomba ini.

Penilaian dari lomba yel-yel ini meliputi Kekompakkan (40%), Kreatifitas Lagu (35%) dan Busana (25%). Ciri khas dari lomba yel-yel ini adalah bertema, sepertri dari busana, lagu dll semua memiliki tema tersendiri. Contoh Tema SMPNJ Silat, MTSNJ Sirkus, MTSN Hawai, SMANJ Nuansa Jepang, MANJ Koboi, SMKNJ Hantu, MAN Chochochip. Untuk juara yang terpilih akan diumumkan pada saat penutupan Bulan Lomba nanti. (Mila/DB)

Lomba Harlah

Suasana Meriah di Pembukaan Bulan Lomba Haul & Harlah Ke-68

nuruljadid.net – Malam Pembukaan Bulan Lomba Haul & Harlah Ke-68 (16/02) dilaksanakan begitu meriah. Suasana Ramai dari antusias penonton dan peserta lomba dari semua perwakilan lembaga di Pondok Pesantren Nurul Jadid ini membuat halaman depan PPIQ & Asrama MTSNJ (Dalbar) menjadi meriah sepanjang malam pembukaan Bulan Lomba ke 68 Putri.

Bulan Lomba Haul & Harlah ini dilaksanakan setiap tahun sekali pada saat Pra Haul Pendiri & Harlah Pondok Pesantren Nurul Jadid. Pada kegiatan bulan lomba ini, mencakup berbagai macam lomba seperti lomba Tahlil, Dibaiyah, MSQ, Tartil, Senam, Master Of Ceremony (MC) dan sebagainya. Lomba ini diikuti oleh peserta lomba dari perwakilan semua Lembaga Formal yang berada di naungan Pondok Pesantren Nurul Jadid, yaitu SMP Nurul Jadid, MTS Nurul Jadid, MTS Negeri Paiton, SMA Nurul Jadid, MA Nurul Jadid, SMK Nurul Jadid, dan MA Negeri Paiton.

Pada kegiatan ini, setiap lembaga diwajibkan untuk mendelegasikan dan mengikuti lomba, dengan jumlah kontribusi untuk setiap lomba yang berkategori individu sebesar Rp. 20.000, dan kategori kelompok sebesar Rp. 35.000. Bagi mereka (masing masing lembaga) tidak mendelegasikan atau gugur, maka akan dikenakan sanksi yang telah ditetapkan oleh panitia dengan klasifikasi, untuk kategori lomba individu sebesar Rp. 35.000,- dan kelompok sebesar Rp. 50.000,-.

Bulan Lomba ini dilaksanakan selama ± 2 Bulan penuh yaitu dimulai pada hari kamis, 16 Februari 2017 sampai dengan hari kamis, 13 April 2017 dengan waktu  hari-hari libur kegiatan yakni pada saat Senin malam selasa, kamis malam Jum’at dan jum’at Pagi. Kegiatan lomba ini resmi dibuka oleh Ketua Haul & Harlah ke – 68  Ustadzah Afifah,S.Kom pada saat pemotongan Pita dan pelepasan Balon.

“Tujuan dari kegiatan bulan lomba ini adalah sebagai wadah untuk menampung peserta didik santri Nurul Jadid dalam mengembangkan kreativitas dan bakat minat dari setiap santri” Berikut tutur dari Ketua Bulan Lomba Haul & Harlah Ke-68 Ustdzah Sri Indah Rahmawati saat Pidato Sambutannya. (MF/DB)

Talk show islam nusanatara

Ngaji Bareng DR. KH. Marzuki Mustamar, Ketua Tanfidiyah PCNU Kota Malang

nuruljadid.net – Pondok Pesantren merupakan benteng yang sangat kokoh demi tegaknya dan kelestarian ajaran ajaran ahlussunnah wal-jama’ah. Dengan ciri khas kajian kitab kunig karya ulama salafunas sholeh yang masi terus menerus dari generasi pertama sampai generasi berikutnya dari zaman klasik sampai zaman moderen, tentunya menjadikan pesantren sebagi basis yang sangat kuat demi kelestarian dan terjaganya warisan warisan ulama salafunas sholeh.

Begitu juga pondok pesantren nurul jadid, merupakan salah satu pondok yang memadukan antara kajian kitab kuning dengan pengetahuan moderen, tentunya membuka peluang yang sangat besar untuk tetap melestarikan dan mengembangkan ajaran – ajaran ahlussunnah wal-jama’ah dalam kehidupan moderen.

Kedatangan sosok ulama’ yang besar merupakan sebuah kehormatan yang luar biasa bagi Pondok Pesantren Nurul Jadid. Hari ini Jum’at (14/02) yang bertepatan dengan hari Valentine, Ketua Tanfidiyah PCNU Kota Malang sekaigus Pengasuh PP. Sabilurrosyad Malang, KH. Marzuki Mustamar hadir di bumi Nurul Jadid. Acara seminar yang dilaksanakan di Aula SMA Nurul Jadid bertemakan tentang “Islam Nusantara VS Globalisasi”. Acara ini dilaksanakan 2 kali, pada pukul 08.00 – 12.00 WIB diikuti oleh siswa, sedangkan pukul 13.00 – 16.00 WIB diikuti oleh kalangan mahasiswa.

Dalam kegiatan ngaji bareng ini, beliau menceritakan asal mula terbentuknya Nahdlatul Ulama’ (NU) dan menceritakan beberapa permasalahan kekinian termasuk kasus Aksi bela islam dan kasus Habib Riziq yang terjadi beberapa waktu lalu. Beliau juga memberikan nasihat kepada peserta untuk tudak terprofokatori dengan kejadian kejadian tersebut karena terdapat unsur politik didalamnya. Selain itu, beliau (KH. Marzuki Mustamar) juga menejelaskan tentang NU.

“Didalam NU dan ahlussunah wal jamaah ada tolak ukur kebenaran yang harus dijadikan rujukan. Kebenaran secara epistimologi, antologi dan eksologi. Bagi kita, benar belum tentu benar sebelum kebenaran tersebut mengandung 3 unsur kebenaran tersebut. Kadang secara antologi benar, tapi secara epistimologi belum tentu benar. Pikiran, ajaran, doktrin baik menyangkut keagamaan, sosial dalam masyarakat, berpolitik sampai memperjuangkan islam di Nusantara didalam NU merupakan kebenaran yang mengandung ke 3 unsur tersebut.” Ujar Beliau, salah satu Anggota Komisi Fatwa MUI Kota Malang mengawali acara seminar ini.

Dalam kegiatan ini, KH. Marzuki mustamar juga memberikan beberapa motivasi terutama dalam mencari ilmu. Terutama dalam mencari ilmu agama. Beliau juga memberikan sebuah contoh sebagai inspirasi dan motivasi dalam mencari ilmu. Tujuan dari mencari ilmu adalah mencari kebenaran.

“Dalam mencari ilmu kita harus memperhatikan ya tafakkarun (akademik) dan yadzkurun (kedekatan kepada Allah). Untuk mencari kebenaran yang empirik, ilmiah dan dapat dipertanggung jawab maka hendakalah kebenaran itu dikaji oleh orang yang ya tafakkarun dan yadzkurun.” Tambah Pengasuh PP. Sabilurrosyad Malang ini.

Selain memberikan motivasi dalam mencari ilmu, beliau juga memberikan pemaparan tentang islam kotemporer dan kiprah NU dalam membangun pendidikan di Nusantara.

“Saat ini Indonesia sudah memiliki 200 juta ummat islam yang tidak terpecah belah. NKRI ini wajib dijaga karena warisannya para Ulama dan mengayomi 200 juta ummat islam yang mayoritas ahlussunnah wal jamaah. Kalau Indonesia kacau, maka yang paling rugi adalah ummat islam. Negeri ini masih menjaga dengan amanah dan aman aset islam. Adapun Aset islam yang dilindungi NKRI adalah 50.000 madrasah (belum termasuk SMP dan SMU islam), 25.000 pondok NU, puluhan ribu TPQ, puluhan ribu MADIN dan 500 ribu masjid yang terdaftar di Depag Pusat dengan aman” ujar KH. Marzuki Mustamar (Dosen Humaniora dan Budaya UIN Maulana Malik Ibrahim Malang).

Dalam akhir pembicaraan beliau, beliau memberikan nasihat kepada paserta agar selalu manut kepada kiai.

Lomba Harlah

Sorak Sorai Penonton Dalam Laga Pembuka Lomba Volly Ball di Bulan Lomba Harlah ke 68.

nuruljadid.net – Persaingan secara sehat dan fair terjadi di Bulan Lomba yang dalam rangka memperingatai Haul Pendiri dan Harlah ke 68 Pondok Pesantren Nurul Jadid. Sorak sorai penonton menggerumuhkan lapangan Volly yang bertempat disebelah barat lapangan ayaman. Gerombolan penonton yang berasal dari berbagai wilayah memadati lapangan ini. Termasuk supoerter dari masing masing wilayah yang berlaga pada hari ini, jum’at (14/02/2017).

Kegaduhan dan ekspresi yang bermacam macam nampak menghiasi wajah para penonton, ada yang bersuka ria dan ada juga yang nampak kecewa dengan tim belaannya. Namun hal itu sudah menjadi hal yang wajar dan biasa terjadi dalam sebuah pertandingan dimana dalam pertandingan tersebut semua tim harus siap untuk kalah dan menang sekalipun kekalahan tak pernah mereka harapkan.

“Penonton nampak sangat antusias, tepuk tangan dan siulan sering mereka lakukan ketika pemain melakukan smash yang menusuk jantung pertahanan lawan” ujar koordinator lomba Volly, Abdul Basit.

Perlombaan volly ini diikuti oleh 15 tim dari wilayah yang berbeda, sehingga disetiap regu terdiri dari 4 dan 3 tim. Jadwal pertandingan sudah terpampang, menurut informasi yang kru Nurul Jadid Website dapatkan, babak penyisihan ini akan berlangasung selama 1 bulan lamanya dengan waktu perlombaan Malam Selasa, Hari Selasa, Malam Jum’at dan Jum’at.

Harapan dari permlombaan ini adalah masing masing wilayah dapat menjalin silaturrahim dengan baik sehingga keakraban dan keharmonisan antar wilayah dapat diciptakan. Selain itu, dalam pertandingan yang akan berlangsung semua tim dapat bersaing dengan adil dan sportif.

Pembangunan Masjid Jami' Nurul Jadid

Pembangunan di Pondok Pesantren Nurul Jadid Wilayah Az Zainiyah

nuruljadid.net – Setiap masa di Pondok Pesantren Nurul Jadid tak heran melihat gedung-gedung baru berdiri, karena setiap masanya pembangunan di Nurul Jadid pasti terjadi, Baik itu dari pembangunan di Pondok Putera maupun di Pondok Puteri. Di Pondok Pesantren Nurul Jadid Puteri, contohnya di Wilayah Az-Zainiyah, saat ini melakukan proses pembangunan Koperasi Induk (KOPIN) dan pembangunan Paving. Pembangunan Koperasi Induk (KOPIN) dilaksanakan sebelum Liburan Ramadhan 1437 H lalu, yang tepatnya pada bulan Juni 2016 sedangkan untuk pembangunan Paving dilaksanakan setelah liburan ramadhan 1437 H lalu, yang tepatnya pada bulan September 2016.

Pembangunan Koperasi Induk (KOPIN) ini dilaksanakan karena melihat tempat koperasi yang tersedia dulu sempit sedangkan barang-barang yang akan distribusikan oleh koperasi banyak. Rencana pembangunan koperasi induk (KOPIN) ini akan dibangun sebanyak 3 lantai, namun pada gedung koperasi ini juga bisa ditempatkan oleh tempat usaha lainnya.

Pembagian gedung koperasi ini meliputi lantai pertama terdapat 4 tempat yaitu tempat Persediaan air galon, Keterampilan, Bank sampah, dan Koperasi Induk (KOPIN) itu sendiri bagian kebutuhan santri seperti sabun, sikat dll. Lantai kedua tidak terpisah ruangan dan dijadikan 1 tempat yaitu untuk koperasi Induk (KOPIN) sendiri bagian konveksi seperti baju, kerudung dll. Lantai ketiga akan ditempatkan untuk wisma tamu. Anggaran awal rencana pembangunan  koperasi induk (KOPIN) untuk lantai 2 mencapai sebanyak Rp. 800.000.000,00 dan untuk saat ini pembanguan koperasi induk (KOPIN) untuk lantai pertama sudah mencapai dana sebanyak Rp. 438.688.500 .

“Untuk pembangunan paving ini, tujuan awal tidak ada rencana membangun paving namun hanya ingin membuat drynase saja yang kegunaannya untuk menyerap air hujan yang banyak, karena dengan  melihat kondisi di wilayah az-zainiyah yang termasuk daerah paling rendah dan berada di siklus paling utara pondok, maka air yang mengalir pada saat musim hujan berlangsung, semua air akan mengalir ke wilayah az-zainiyah.” Ujar Ustdazah Wahdatul Kholisoh, Kepala Wilayah Az Zainiyah

“Di Wilayah Az-Zainiyah tempat atau datarannya tidak merata, ada yang kebawah dan meninggi sehingga air ketika hujan berlangsung tidak langsung mengalir ke arah drynasenya melainkan menggenang ditempat yang berlubang atau bawah. keadaan seperti ini sangat meresahkan santri karena akan mengakibatkan terjadinya jalanan licin, kotor dan bau. Oleh karena itu wilayah az-zainiyah berencana untuk membangun paving.” Tambah Kepala Wilayah Az Zainiyah

Pembangunan paving ini dilaksanakan diseluruh tempat di Wilayah Az-Zainiyah dengan desain paving biasa yang dilengkapi dengan drynasenya. Pembangunan paving ini bekrjasama dengan CV. Generasi Jaya Kraksaan yang saat ini pengeluaran pembangunan paving  yang sudah selesai untuk daerah paket pertama di daerah Halaman PPIQ dan Asarama MTSNJ mencapai sebesar Rp.  175.603.355, perkiraan pembangunan paving ini selesai, masih mencapai sebesar 35%. (Mila&Ifa/DB)