Pos

Sekilas Tentang Wilayah Al-Lathifiyah

PROFIL SINGKAT WILAYAH AL-LATHIFIYAH

PONDOK PESANTREN NURUL JADID

PAITON PROBOLINGGO

Sejarah berdirinya wilayah Al-Lathifiyah dimulai pada tahun 2012 tepatnya pada bulan Desember, Pada waktu itu KH.Moh.Romzi Al-Amiri Mannan, S.H., M.H.I (Pemangku wilayah) mewajibkan mahasantri Ma’had Aly putri berdomisili di wilayah Al-Lathifiyah yang pada saat itu masih  Bernama Wilayah Al-Amiri Putri. Pada waktu itu hanya sekitar 10 -15 orang yang merupakan berasal dari NTB, Tuban, Bondowoso, Jember, Kraksaan, paiton, bawean dan Bali. Baru setelah tahun 2013 Ny, Hj. Lathifah Wafie meresmikan nama Wilayah  Al-Amiri Putri menjadi wilayah yang seperti kita kenal pada saat ini, Wilayah Al-lathifiyah atau yang biasa kita sebut dengan gang J Putri.

 

Visi & Misi

Mencetak Kader Ulama’ yang memiliki wawasan luas serta skill yang mempuni yang bisa menjawab tantangan global

Misi

  1. Membina para Mahasantri dengan pola pembinaan yang   berorientasi terhadap kajian keislaman
  2. Mengembangkan bakat dan minat mahasantri yang berkaitan dengan dunia keulamaan
  3. Bersinergi dengan Ma’had Aly dalam menyelengarakan system pendidikan yang konfrehensif dengan menggabungkan tradisi perguruan Tinggi dengan Pesantren.

 

Keunggulan / fokus.

Wilayah Al-lathifiyah merupakan Wilayah khusus bagi Mahasantri Ma’had Aly,  I’dadiyah dan Tamhidiyah.  Ma’had Aly sendiri adalah Lembaga yang mengkaji ilmu agama  (kitab Kuning). Jadi Wilayah ini adalah tempat bagi Mahasisiwi yang mempunyai bakat, minat dan kemauaan  yang tinggi untuk mendalami Agama Islam khusunya kitab-kitab klasik dan kontemporer. Oleh karena itu, semua program Wilayah bersinergi & terpadu dengan Ma’had Aly. Yang perlu kalian ketahui di Wilayah Al-Lathifiyah ini, ada 3 tingkatan pengkajian kitab, yaitu: Tamhidiyah, i’dadiyah dan Ma’had aly itu sendiri.  Al-Lathifiyah juga mengembangkan kegiatan Ekstrakurikuler, seperti Khitobah setiap minggu sekali, Praktek Ibadah, majlis al-lughoh, Hadrah, senam sehat dll.

 

Alumni

Alumni Wilayah Al-Lathifiyah banyak mengisi pos-pos penting di Masyarakat mulai dari Pengusaha, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Tokoh Masyarakat,  Pengasuh Pesantren, Da’i, hingga Dosen dll.

 

 

Profil Wilayah Al-Lathifiyah dalam bentuk pdf silahkan  Sekilas Tentang Wilayah Allathifiyah (1813 downloads )

 

 

Sekilas Tentang Wilayah An-Nafi’iyah

PROFIL SINGKAT WILAYAH AN-NAFI’IYAH

PONDOK PESANTREN NURUL JADID

PAITON PROBOLINGGO

SEJARAH BERDIRINYA WILAYAH AN-NAFI’IYAH

Wilayah An-Nafi’iyah yang merupakan Asrama mahasiswi Kesehatan STIKES Nurul Jadid terletak didepan gedung perkampusan Pondok Pesantren Nurul Jadid sebelah barat jalan dibelakang kedai buku. Wilayah An-Nafi’iyah merupakan wilayah termuda diantara wilayah putri lainnya yang didirikan pada tahun 2013 dan dirintis oleh KH. Hefniy, M.Pd dan Nyai Hj. Hanunah Nafi’iyah.

Asrama mahasiswi Kesehatan STIKES Nurul Jadid yang awalnya berada di Pondok Pesantren Wilayah Az-Zainiyah sejak tahun 2011 dan pada tahun 2013 santri yang merupakan mahasiswi kesehatan STIKES Nurul Jadid kini menetap di wilayah An-Nafi’iyah di bawah didikan KH. Hefniy, M.Pd dan Nyai Hj. Hanunah Nafi’iyah. Dan kini Jumlah santri Wilayah An-Nafi’iyah terus mengalami perkembangan yang cukup signifikan sesuai kemajuan Lembaga STIKES Nurul Jadid.

Dengan semakin bertambahnya kuantitas santri maka tempat, sarana dan pembinaan yang diberikanpun terus mengejar dan senantiasa memaksimalkan sistem pembinaan agar kualitas santri kian meningkat.

Sejalan dengan perkembangan zaman dan berkat komitmen pesantren dalam menjalankan visi tafaqquh fid diin, maka keberadaan Pondok Pesantren Nurul Jadid wilayah An-Nafi’iyah dari tahun ketahun semakin berkembang, sehingga antara jumlah santri dan sarana-prasarana menjadi kurang seimbang. Oleh karenanya, perlu adanya kepedulian semua pihak agar pendidikan dan pengembangan potensi anak bangsa dapat diarahkan menuju terbentuknya insan kamil.

ASRAMA DAN JUMLAH SANTRI

No Nama Daerah Keterangan Jumlah Santri Jumlah Pengurus
1. Kamar Pembina Mahasiswi yang sudah lulus 8
2. Kamar Pengurus wilayah Mahasiswi 9
3. Daerah A Mahasiswi 20 6
4. Daerah B Mahasiswi 19 5
5. Daerah C Mahasiswi 40 6
Jumlah 79 34
Jumlah Santri 2016-2017 113

 

POLA PEMBINAAN SANTRI

Pembinaan yang diterapkan oleh kepengurusan wilayah An-Nafi’iyah terhadap santri Nurul Jadid ialah dengan memberikan wali asuh kepada santri berdasarkan daerah yang ditempati. Setiap daerah ada struktural kepengurusan yang mengurusi segala rutinitas santri selama di Pondok Pesantren Nurul Jadid. Dari kepengurusan yang ada di daerah kemudian dikelompokkan sesuai dengan jumlah kamar didaerah yang ditempati sehingga setiap kamar memiliki ibu kamar yang bertanggung jawab terhadap aktifitas dan keadaan santri/anak asuhnya.

Dengan berpedoman kepada visi misi PP. Nurul Jadid, maka perlu diadakannya kegiatan yang bisa mengantarkan santri kepada tujuan diadakannya pesantren ini. Beberapa kegiatan yang wajib diikuti oleh santri wilayah An-Nafi’iyah meliputi sholat 5 waktu dan sholat dhuha secara berjama’ah, sholat tahajjud, pembinaan Al-Quran, kajian kitab kuning, morning talk, serta kegiatan belajar mengajar (KBM). Dalam rutinitas sholat Subuh, Asar, Maghrib, Isya’ secara berjama’ah dan sholat tahajjud secara individu dilaksanakan di musholla Asrama wilayah An-Nafi’iyah, sedangkan sholat dhuha dan duhur secara berjama’ah dilaksanakan di musholla kampus STIKES Nurul Jadid. Dalam pembinaan Al-Qur’an, wilayah An-Nafi’iyah menerapkan sistem belajar yang sistematis, sekiranya sesuai dan bisa diikuti oleh santri dalam usaha peningkatan kefashihan membaca dan pemahaman Al-Quran. Dengan ini santri dibagi menjadi 3 kelompok mengaji sesuai dengan darahnya masing-masing yang akan diasuh langsung oleh pembina wilayah An-Nafi’iyah yang dilaksanakan setiap ba’da sholat jama’ah subuh dan maghrib. Untuk pendalaman kajian kitab kuning, santri diwajibkan ikut pengajian kitab yang diasuh oleh Para Kiai dan Ustadz sesuai Jadwal yang telah ditentukan dengan menggunakan metode wathon (memberi arti pada kitab kuning melalui dikte). Sedangkan untuk pendalaman bahasa asing (morning talk) dan kegiatan belajar mengajar (KBM), santri akan dibina oleh tim ahli dibidangnya. Contoh lain dari proses belajar yang diberikan kepada santri adalah mereka mendapat tambahan wawasan dari beberapa kegiatan yang telah terealisasi dalam program kerja umum dan khusus wilayah An-Nafi’iyah, seperti khitobah umum dan main kontes yang dilaksanakan setiap satu bulan dua kali. Selain itu juga dilakukan suatu pendekatan pembinaan akhlaqul karimah bagi santri An-Nafi’iyah Nurul Jadid.

FASILITAS PENUNJANG

  1. Kantor An-Nafi’iyah
  2. Gedung Asrama
  3. Koperasi An-Nafi’iyah (menyediakan kebutuhan santri berupa pakaian, krudung, alat tulis, kitab, peralatan ubudiyah, peralatan mandi, dll)
  4. Musholla Asrama
  5. Kafetaria Asrama
  6. Wisma Tamu An-Nafi’iyah
  7. Unit Kesehatan An-Nafi’iyah
  8. Kamar Mandi
  9. Toilet

KEGIATAN UNGGULAN

  1. Program wajib berbahasa asing (Arab dan inggris)
  2. Tahfidul Qur’an
  3. Pembinaan bakat (MC, Pidato, Qori’ah)
  4. Pembinaan kitab kuning

 

 

Profil Wilayah An-Nafi’iyah dalam bentuk pdf silahkan  Sekilas Tentang Wilayah Annafi'iyah (1665 downloads )

 

 

Begal dan Kekeringan Spritualitas

Dalam realitas kehidupan sehari-hari kita sering kali diperhadapkan pada situasi-situasi dimana persoalan baik dan buruk menjadi demikian pelik. Realitas hidup yang tak selalu mudah memaksa kita untuk bergulat dengan pilihan-pilihan moral yang tidak dengan serta merta semudah memilah antara hitam dan putih.

Kehidupan sekarang semakin kompleks, perubahan yang sangat cepat, persaingan tidak bisa dihindari  pertukaran nilai yang tak bisa dibendung. Kemajuan filsafat, sains, teknologi, telah menghasilkan kebudayan yang semakin maju, proses itu disebut globalisasi kebudayaan. Namun kebudayaan yang semakin maju mengglobal ternyata sangat berdampak terhadap aspek moral.

Manusia saat ini kebanyakan menjadikan kehidupan dunia adalah kehidupan yang abadi, sehingga melakukan apa saja seakan tanpa terikat dengan aturan agama. Untuk itu , Otak kita hanya diisikan oleh realita, bahkan untuk sekedar berharap saja rupanya membutuhkan sebuah keberanian daqn taat akan aturan-atauran ilahi, yang memang dibuat untuk menjaga kemaslahatan hmba.

Salah satu perbuatan yang sangat mengerikan saat ini adalah begal. Begal adalah suatu perbuatan jahat berupa perampasan barang atau harta yang dipakai atau dikenakannya, ini seperti kasus kejahatan berupa penjambretan, penjarahan, serta perampasan. Bahkan, begal itu adalah sebuah segerombolan atau biasanya terdiri dari beberapa orang (lebih dari satu) yang melakukan tindak kejahatan berupa perampasan harta benda serta penjarahan perhiasan yang dikenakan oleh korban.

Dalam setiap agama apapun tindakan kejahatan suatu perbuatan tercela. Perbuatan ini adalah prilaku dimana tuhan tidak akan membiarkan tindakan semacam ini dan pasti ada tindakan tegas berupa siksa.

 

Akal tak Lagi Berfungsi

Ada kerusakan akal pada pelaku begal ini, nilai logik berkaitan dengan berpikir, memahami, dan mengingat akan tindakan yang dilakukannya tidak lagi berfungsi. Seharusnya akal mampu menjadi sopir aktifitas kesehariannya. Agar mampu menghasilkan pikiran, pemahaman, pengertian, peringatan (ingat)  adalah menjadi buahnya. Nilai ini menjadi dasar untuk berbuat, bertindak. Allah dalam alquran banyak berfirman agar kita berfikir dengan sebutan lubb atau aqal dalam memahami alam ini diantaranya.

 “dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: “Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami.” dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal. (Ali Imran : 7).

Dalam ajaran islam akal memiliki kedudukan yang tinggi dan sering dimanfaatkan dalam perkembangan ilmu pengetahuan, kebudayaan dan perkembangan ajaran-ajaran islam. Sebab kita meyakini juga bahwa hampir semua kaum muslimin berupaya dan berusaha mengambil manfaat akal dalam pengajaran agama dan penjelasan keyakinan agama secara argumentatif.

Pelaku kejahatan tidak mampu menggunakan akalnya dengan baik, hal ini bisa jadi karena lemahnya pendidikan. Pendidikan merupakan proses untuk memberikan penyadaran dan pengetahuan. Jika transpormasi pengetahuan menjadi ilmu dalam dirinya, maka akan sulit untuk melakukan tindakan tidakan yang salah.

Kejahatan dan Kekeringan Spritualitas

Baik dan buruk adalah sebuah pilihan dalam hidup, tuhan memberikan dua bentuk (jahat dan baik) sebagai ujian bagi hambanya untuk mengetahui kualitas keimanannya. Bagi hamba yang tergerak untuk selalu menjadi yang terbaik dalam kesehariannya (sabiqun bil khoirot) adalah mereka yang sangat beruntung karena hati dan pikirannya mendapatkan cahaya ilahi. Begitu juga sebaliknya, bagi hamba tuhan yang melakukan kejahatan, ia kurang berupaya menggunakan potensi akalnya, sehingga ia kalah dengan ajakan-ajakan nafsu. Kekeringan spritualitas merupakan problem utama dalam diri seseorang yang selalu melakukan tindakan tindakan yang kurang baik.

Kekeringan spiritualitas itu bahkan bisa menjadi bencana yang mengancam masyarakat kita bila tidak segera disadari dan diatasi. Bagaimana hal itu bisa dicegah dan diatasi? Kita perlu melihat secara jernih ke dalam lubuk hati dan cara berada kita selama ini. Sejatinya dalam diri kita sudah tertanam nilai-nilai keilahian dari Sang Pencipta, yakni kasih sayang, suka damai, adil, ketakwaan, kejujuran, persaudaraan dan saling menghargai. Itulah nilai-nilai ilahi yang mengangkat kita sebagai manusia bermartabat dan beraklak moral tinggi.

Agama-agama yang dianut masyarakat kita juga telah mengajarkan dan menanamkan nilai-nilai tersebut. Persoalannya, apakah nilai-nilai tersebut benar-benar sudah tertanam dan mewujud dalam cara hidup (pikiran, perasaan dan tindakan) kita? Pertanyaan lebih lanjut, apakah cara beragama kita sungguh sudah otentik, atau hanya sekedar formalitas? Spiritualitas (yang berasal dari kata dasar “spirit”: ruah, roh) adalah sebuah pengalaman akan kehadiran Roh (Yang Ilahi) yang menjadi daya dan menggerakan seluruh diri kita. Spiritualitas menjadi sebuah gaya hidup yang digerakkan Roh Allah. Maka seluruh cara mengada kita akan dijiwai oleh nilai-nilai atau keutamaan keilahian yang ditanamkan Allah di dalam diri kita.

Seseorang yang memiliki spiritualitas mendalam, gaya hidupnya pasti digerakkan dan dijiwai oleh nilai-nilai tersebut. Dia peka dan mudah tergerak untuk mewujudkan nilai-nilai kasih, damai, kejujuran, keadilan dan kepedulian dalam seluruh hidupnya. Kedalaman spiritualitas seseorang akan dapat dilihat bukan sekedar dalam ritual, simbol-simbol dan praktek formal keagamaan yang dilakukan, namun sungguh nyata dalam seluruh kehidupan sehari-hari.

Wallahu’alam

 

Penulis : Ponirin Mika (Sekretaris Biro Kepesantrenan PP. Nurul Jadid dan Anggota Comics (Community of Critical Social Research) Probolinggo)

Kiai Zaini dan Kemakmuran Petani Tembakau

Tepat pada tanggal 23 April 2017 ini, Pondok Pesantren Nurul Jadid akan melaksanakan Haul Pendiri dan Harlah untuk mengingat perjalanan perjuangan para pendahulunya (manakib). Para masyakhih yang telah mendahului menghadap ke hadirat Allah. Telah banyak meninggalkan jasa dalam mewarniai dinamika keummatan dan kebangsaan. Di dalam tradisi pesantren, memperingati sejarah perjuangan para pendahulu terutama pendiri pesantren sebuah keniscayaan. Hal ini diharapkan mampu menghadirkan pengetahuan terhadap sepak terjangnya supaya bisa menjadi ibrah bagi masyarakat pesantren dalam menjalani hdup daam sehari-hari.

Para pendiri pesantren dengan kealiman dan keistikamaannya dalam menjalankan agama mampu menjadi pioner dalam menjaga tradisi salafus sholih. Tradisi yang berlandaskan alqur’an dan hadits, tidak terkecuali Kiai Zaini Mun’im.  Dia adalah seorang ulama yang berasal dari pulau garam madura, keturunan dari orang yang mempunyai kharisma di daerahnya. Dalam sejarahnya ia tidak ingin mendirinkan pesantren, datang ke bumi jawa menghindari keberingasan belanda. Karena belanda, menganggap kiai zaini adalah salah satu bantu sandungan untuk memuluskan keinginannya dalam merebut bumi pertiwi. Intimidasi para penjajah terhadapnya tidak menyurutkan semangat juang dalam menjaga harkat dan martabat bangsa. Meski ia menyadari bahwa ancaman-ancaman demi ancaman itu, akan membahayakan terhadap keselamatan diri dan keluarganya. Namun, totalitas perjuangannya mampu melenyapkan ketakutan-ketakutan.

DesaTanjung, Pilihan Dakwahnya

Setelah mendapatkan restu dari KH. Syamsul Arifin ayahanda KH. As’ad Syamsu Arifin Sokorejo Situbondo agar desa tanjung menjadi tempat pilihan dakwahnya. Maka, KH. Zaini Mun’im memutuskan untuk menetap di desa ini bersama keluarganya. Namun sebelumnya KH. Zaini mengajukan beberapa tempat ke KH. Syamsul Arifin dengan membawa contoh masing-masing tanah. Selain tanah karanganyar, adalah tanah GenggongTimur, dusun kramat, Kraksaan Timur, desa Curahsawo Probolinggo, dan dusun Sumber Kerang. Namun, tanah yang di pilih adalah tanah desa tanjung, akhirnya KH. Syamsul Arifin memerintahkan agar Kiai Zaini menetap di desa itu.

Ini sesuai dengan isyarat yang di alami oleh Kiai Zaini pada saat ia mengambil tanah di desa tanjung, tiba-tiba menemukan sarang lebah dan dipahami jika mendirikan pesantren di tempat ini akan banyak santrinya. Sedangkan isyarat yang lain datang dari KH. Hasan Sepuh Genggong, saat Kiai Hasan sepuh mendatang sebuah pengajian dan melewati desa ini (tanjung) ia berkata pada kusir dokarnya “ di masa mendatang, jika ada kiai atau ulama yang mau mendirikan pondok di desa ini, kelak pondo tersebut akan menjadi pondok besar, dan santrinya akan melebihi santri saya.”

Pada mulanya di desa sangat memprihatinkan, banyaknya binatang buas, sepinya masyarakat yang bercocok tanam, dangkalnya masyarakat memahami agama, untuk yang terakhir ini terlihat jelas dengan praktik keagamaan yang dilakukan masyarakatnya, misanya, dengan keberadaan pohon besar yang tidak boleh di tebang dan di yakini sebagai pembawa berkah keselamatan. Ritual-ritual keagamaan masyarakat di desa ini sangat menyimpang dari ajaran agama islam yang sebenarnya.  Ditandai dengan pemberian sesajen, utamanya keika melaksanakan hajatan dipersembahkan kepada roh kudus yang di tengarahi olehnya berada di pohon tersebut. Begitu pula, dalam kehidupan sosial ekonominya di desa ini sangat terbelakang. Pada saat kiai zaini berada di dusun tanjung (karanganyar) lambat laun, desa ini mulai tertata mulai dari aspek agama, sosial, budaya dan pendidikannya. Kedatangan Kiai Zaini, cukup menyinari gelap gembita pengetahuan masyarakat tanjung. Dari itu, banyak orang yang menyambut dengan rasa suka dan senang, ini tidak lepas dari sikap dan sifatnya Kiai Zaini yang sangat toleran, tasamuh, taadul dan tawazun terhadap orang lain. Dan, rasa empati dalam memperhatikan kondisi sosial ekonomi masyarakat, sehingga kehidupan sehari-harinya selalu berkait dengan kemaslahatan ammah.

Dinamisasi Kehidupan Masyarakat

Lambat laun, masyarakat di desa ini menjadi masyarakat tamaddun. Masyarakat yang mampu mempraktikkan ajaran agama dengan baik dan benar, menciptakan tatanan sosial yang tinggi serta menghasilkan ekonomi yang mapan. Perjuangan demi perjuangan menjadi nafas Kiai Zaini, sesuia dengan kalimat yang pernah di ungkapkannya.” Orang yang hidup di Indonesia ini, jika tidak berjuang (perjuangan yang baik) maka ia telah berbuat maksiat”.

Maka tidak terlalu berlebihan jika kita mengatakan bahwa Kiai Zaini adalah salah satu kiai yang berhasil dalam menciptakan generasi muslim yang memahami islam secara komprehensif kepada masyarakat. Dan ini juga menjadi pendorong ia untuk mendirikan pesantren yang akan meahirkan para pejuang agama di mana saja berada. Sesuai dengan ungkapan yang pernah disampaikannya “saya mendirikan pesantren ini tidak hanya ingin mencetak kiai, melainkan juga ingin mencetak generasi muslim yang memahami agama secara kaffah dan siap mengisi ruang-ruang perjuangan.

Trilogi dan panca kesadaran santri sebagai modal dasar dalam mencetak santrinya. Trilogi yang dimaksud adalah 1. Memperhatikan furudhul ainiyah 2. Mawas diri terhadap dosa besar 3. Berbudi luhur terhadap Allah dan mahluknya. Tiga hal ini ebagi upaya kiai zaini untuk memberikan emahan islam secara utuh dan sempurna. Karena, di dalam trilogi tersebut ajaran-ajaran islam menyelinap. Lain dari itu, panca kesadaran santri di maksudkan agar santri tidak hanya mampu mengetahui pengetahui ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum, namun harapannya santri mampu menerapkan ajaran islam universal disetiap ruang kehidupan yang ada.

Kebangkitan Ekonomi Masyarakat

Ia tidak hanya trampil dalam meaksanakan dakwah ajaran agama yang bersifat normatif, tapi,  juga mampu melaksanakan dakwah non normatif. Karena ia sadar bahwa tidak cukup hanya mengajarkan ajaran ritual keagamaan saja, namun lebih menekankan juga terhada dakwah ekonomi masyarakat. Kemskinan akan menyebabkan kekafiran, bukan hanya semboyan yang tertulis rapi dalam hadits, justru ini merupakan persoalan yang mendasar dalam kehidupan.

Dengan kelihaiannya, ekonomi masyarakat menjadi baik, dengan upaya-upaya yang dilakukannya. Maklum juga, lincahnya Kiai Zaini dalam meningkatkan ekonomi masyarakat tidak lepas dari bimbingan ayahandanya baik secara langsung maupun tidak langsung. KH. Abdul Mu’im ayanda Kiai Zaini adalah pebisnis handal.  Untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Kiai Zaini memperkenalkan tanaman baru, yakni tembakau yang bibitnya di bawa dari madura, seiring perkembangan waktu, ternyata tanaman ini cocok dengan keadaan tanah di desa ini, akhirnya tanaman tembakau menjadi penghasilan pokok masyarakat tanjung bahkan penikmat tembakau di rasakan oleh masyarakat seantero indonesia. Kemamuran masyarakat tanjung tidak lepas dari salah satu usahanya, dalam membangkitkan ekonomi. Sehingga, pada akhirnya desa tanjung menjadi desa berkembang,  baik berkait persoalan agama, pendikan, sosiak dan ekonominya.

Jazakullah Khairon Katsira

*) Refleksi Haul dan Harlah PPNJ ke 68

 

Penulis : Ponirin Mika (Sekretaris Biro Kepesantrenan PP. Nurul Jadid dan Anggota Comics (Community of Critical Social Research) Probolinggo)

Mengenang Perjuangan Para Almarhumin Pondok Pesantren Nurul Jadid

nuruljadid.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid hari ini (23/04) telah berumur 68 tahun. Di usia yang ke 68 tahun ini beberapa perkembangan telah dilakukan menyesuaikan dengan perkembangan zaman yang terjadi. Pondok Pesantren yang merupakan lembaga dakwah islamiyah ini memiliki peran yang sangat penting dalam mencetak generasi yang berakhlakul karimah dan berinteligensi mapan. Itu terbukti dengan beberapa lembaga formal dan non formal yang berdiri di Pondok Pesantren Nurul Jadid. Pemahaman tentang ilmu pengetahuan berbasis agama dan umum telah dilakukan oleh Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Namun, jangan melihat Pondok Pesantren Nurul Jadid yang sekarang, lihatlah para almarhumin atau kiyai PP. Nurul Jadid terdahulu yang telah berjuang keras untuk membangun Pondok Pesantren Nurul Jadid yang mampu meminimaslisir bahkan menjawab kekhawatiran masyarakat.

KH. Zaini Abdul Mun’im contohnya, beliau yang dalam biografinya berjuang melawan penjajah dan mempertahakankan kemerdekaan RI rela untuk dikurung dalam sebuah sel oleh penjajah. Semangat melawan penindasan, ketidakadilan, dan kesewenang-wenangan telah tertanam di dalam diri Kiai Zaini Mun’im. Ini terlihat sejak masa mudanya, terutama setelah beliau pulang dari Makkah (1934). Ketika itu, beliau mulai memperhatikan berbagai persoalan yang melilit kehidupan masyarakat sekitar, sekaligus terlibat langsung dalam kancah perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat banyak, khususnya dalam bidang sosial-ekonomi, beliau aktif dalam organisasi Nahdlatul Ulama (NU) di Pamekasan. Meski sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Panggung Galis, beliau tidak segan segan ikut terjun langsung menangani berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, terutama tentang kebijakan pemerintah kolonial Belanda di bidang pertanian (tembakau).

Petuah KH. Zaini Abd. Mun’im

Selain itu, beliau juga aktif terlibat sebagai pejuang dalam mempertahankan NKRI, baik pada masa pendudukan Jepang maupun Belanda. Pada masa Jepang, beliau dipercaya sebagai pimpinan Barisan Pembela Tanah Air (PETA). Beliau pernah dikempe (suatu tanda akan dihukum mati) oleh tentara Jepang, namun akhirnya masih bisa diselamatkan. Selanjutnya, beliau juga dipercaya sebagai pimpinan Sabilillah ketika melakukan Serangan Umum 16 Agustus 1947 terhadap bala tentara Belanda yang menguasai Kota Pamekasan.

Setelah KH. Zaini Mun’im wafat, perjuangan beliau diteruskan oleh Putera Putera beliau. KH. Hasyim Zaini yang merupakan Pengasuh Kedua Pondok Pesantren Nurul Jadid yang menggantikan Pengasuh dan Pendiri Pertama, ayahanda beliau, KH. Zaini Abdul Mun’im.

Setelah ayahanda wafat, kemudian KH. Moh. Hasyim Zaini melanjutkan perjuangan dan pengabdian ayahandanya sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid. Sebagai pengasuh kedua, selain tetap melanjutkan gagasan-gagasan ayahandanya, Kiai Hasyim juga memberi warna terhadap konsep pembinaan dan penataan lembaga pendidikan di Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Ketika menjadi Pimpinan Pesantren, selain dibantu oleh adik-adiknya, beliau juga dibantu oleh KH. Hasan Abdul Wafi, yang pada tahun 1976 dipercaya menjadi Dewan Pengawas Pondok Pesantren Nurul Jadid. Dengan semangat kebersamaan yang dibangun, akan lebih memudahkan pengembangan pesantren di berbagai bidang.

Pada masa Kiai Hasyim, di sektor pendidikan, santri terus diupayakan untuk memperdalam agama (tafaqquh fi addin). Dalam bidang keilmuan, santri terus ditempa untuk menguasai khazanah keilmuan klasik yang tertuang dalam kitab kuning, utamanya mereka yang duduk di jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA). Sedangkan bagi mereka yang duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Umum (SMU) diarahkan untuk menguasai ilmu pengetahuan khususnya MAFIKIB (Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi). Tapi bukan berarti mereka tidak menguasai bidang keagamaan, karena bidang tersebut digalakkan di asrama santri. Jadi, pola pendidikan dan pembinaan pada masa Kiai Hasyim ini dilakukan secara integral. Sehingga terjadi sebuah proses yang saling mendukung antara program di sekolah dan pesantren.

Selanjutnya, karena adanya perubahan dari Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), maka pada tahun 1977, Pendidikan Guru Agama Nurul Jadid (PGANJ) 6 tahun berubah menjadi Madrasah Tsanawiyah Nurul Jadid (MTsNJ) untuk kelas I, II, dan III. Sedangkan kelas IV, V dan VI menjadi Madrasah Aliyah Nurul Jadid (MANJ).

Petuah KH. Hasyim Zaini

Pada jenjang pendidikan tinggi juga mulai terlihat adanya peningkatan. Pada tahun 1979/1980 dirintis berdirinya Sekolah Tinggi Ilmu Syariah. Hal lainnya adalah, membekali santri dengan keterampilan hidup (life skill) melalui pendelegasian mengikuti pelatihan, baik tingkat wilayah maupun tingkat nasional. Selanjutnya, mulai dirintis pula adanya keterampilan santri, di antaranya adalah elektro, percetakan, jahit-menjahit, pertanian dan keterampilan berbahasa (Arab-Inggris). Selain itu, para santri dan alumni juga dianjurkan untuk mengisi birokrasi.

Adapun jumlah santri pada masa Kiai Hasyim Zaini meningkat drastis. Pada tahun 1983, jumlah santri Pondok Pesantren Nurul Jadid mencapai sekitar 2000 santri.

Perkembangan pesantren berjalan dengan cepat, dimulai dari banyaknya santri yang mondok di Pondok Pesantren Nurul Jadid hingga menyentuh kepada pembangunan sarana prasarana di Pesantren. Hal itu terus dilakukan oleh Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Sampai akhirnya pada tahun 2017 ini Pondok Pesantren Nurul Jadid sudah berusia 68 tahun. Terus berkembang sesuai dengan tuntutan zaman. Hal itu terbukti dengan bertambahnya kebutuhan sarana prasarana yang tak sebanding dengan jumlah santri saat ini.

Untuk mengenal lebih dalam tentang perjuangan almarhumin kiai pendahulu Pondok Pesantren Nurul Jadid, bisa merujuk ke halaman biografi.

Untuk mengetahui perkembangan Pondok Pesantren Nurul Jadid pantau terus di topik laporan perkembangan.

MoU BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, Launching A’malul Yaum Android dan LAZISKAF Azzainiyah Nurul Jadid di Rapat Pengurus, Walisantri dan Alumni

nuruljadid.net – Pesantren merupakan sebuah lembaga yang bergerak dalam keislaman telah dianggap sebagai solusi dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada dewasa ini yang mampu meminimalisir kekhawatiran masyarakat. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat membuat akhlak generasi penerus mengalami penurunan atau yang lebih trend dikenal dengan “Degradasi Moral”. Berkembangnya sebuah pesantren tidak lepas dari peran masing masing pihak yang saling berkaitan terutama dari walisantri. Dengan memperhatikan kegelisahan masyarakat diharapkan pesantren mampu untuk menjadi sebuah solusi dari permasalahan yang ada. Oleh karena itu, dengan tetap berpegang teguh kepada prinsip prinsip keislaman dan visi misi pesantren, hari ini (ahad, 23/04/2017) Pondok Pesantren Nurul Jadid mengadakan Rapat Pengurus, Walisantri dan Alumni. Yang bertujuan untuk meminimalisir dan menjawab kegelisahan masyarakat.

Jalannya Acara

Acara yang dilaksanakan pada pukul 08.00 WIB ini berlangangsung dengan suasana yang khidmat. Selain bertujuan untuk memberikan sebuah pelayanan yang baik bagi masyarakat, tujuan lain dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk memperkuat jalinan silaturrahim antara pengurus pesantren dengan walisantri dan alumni.

Sebelum acara  Rapat Pengurus, Walisantri dan Alumni dilaksanakan, beberapa rangkaian acara dilaksanakan. Pada awal acara, sambil menunggu para walisantri, alumni dan simpatisan hadir, Pondok Pesantren Nurul Jadid menampilkan group Hadrah yang bernama Firqoh Hadrah Az Zainiyah Nurul Jadid yang terkenal dengan nama panggilan “FIRHAZ NURUL JADID”.

Setelah penampilan dari Hadrah Firhaz, maka dibukalah acara oleh Master of Ceremony (MC) yang pada hari ini diamanahkan kepada Ust. Mujiburrohman Bakrie degan pendamping MC, Ust. Zainullah Aswi. Beberapa rentetan acara pun disampaikan secara detail.

Pembacaan kalam illahi yang dilantunkan oleh Ust. Sa’ari menjadikan suasana semakin sakral. Kondisi acara yang panas tak membuat para undangan yang hadir beranjak dari tempat. Kehengingan terasa sehingga acara yang berlangsung menjadi tenang. Acara yang dilanjutkan dengan sambutan sambutan yang diawali oleh sambutan dari Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri Zaini. Dalam sambutan beliau, beliau menyampaikan banyak hal terutama dalam segi perkembangan Pondok Pesantren Nurul Jadid.

“Pondok Pesantren Nurul Jadid yang usianya sudah mencapai ke 68 tahun telah mengalami perkembangan. Dan nanti perkembangan Pondok Pesantren Nurul Jadid dalam satu tahun terakhir akan disampaikan secara detail oleh Kepala Pesantren Pondok Pesantren Nurul Jadid” dawuh beliau.

Tak hanya bertutur tentang perkembangan pesantren saja, beliau juga memberikan sedikit motivasi dan dorongan kepada para undangan yang hadir. Menghadapi problematika yang terjadi di masyarakat tentang keanekaragaman di Indonesia.

“masih banyak kelompok yang tak sepenuhnya menghormati perbedaan dan keanekaragaman. Padahal itu merupakan sunnatullah yang harus dijaga dan dihargai” dawuh beliau.

Toleransi antar sesama itulah yang beliau maksudkan.  Beliau juga menambahkan “kita harus menjaga dan menghormati perbedaan itu. Keanekaragaman itu tak harus seragam. Dengan semangat ukhuwah islamiyah, kita harus banyak bersyukur walaupun banyak perbedaan. Tapi kita tetap harus disatukan dalam keimanan” Dawuh KH. Moh. Zuhri dalam sambutan beliau.

Akhir dalam sambutan beliau, beliau mengutip sebuah doa dari Nabi Muhamamd SAW kepada Allah SWT.

“Doa Nabi, hidupkan saya dalam keadaan miskin, matikan saya dalam keadaan miskin dan kumpulkanlah saya bersama dengan orang orang miskin. Kita memang tidak bisa meneladani Nabi, tapi paling tidak kita bisa meniru beliau walaupun hanya sedikit” dawuh pengasuh ke IV PP. Nurul Jadid.

Dalam acara ini, nampak ratusan bahkan ribuan orang berkumpul untuk mengikuti acara ini. Acara semakin meriah dengan penandatanganan Memorendum of Understanding (MoU) antara Pondok Pesantren Nurul Jadid dengan Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan Ketenagakerjaan. Lembar MoU ditandatangani oleh Pengasuh dan disaksikan oleh Kepala Pesantren, KH. Abd. Hamid Wahid. Tujuan dilakukan MoU ini adalah bentuk kepedulian pesantren terhadap tenaga pendidik dan kependidikan di seluruh lembaga formal yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Nurul Jadid. Dan dalam kegiatan ini juga dilakukan launching A’malul Yaum Berbasis Android yang dibuat oleh santri PP. Nurul Jadid dan launching Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah (LAZISKAF) Az Zainiyah Nurul Jadid yang proses launchingnya langsung dipimpin oleh Pengasuh dengan menekan tombol enter yang berfungsi sebagai lauching secara simbolis. Bersamaan dengan tertekannya tombol enter oleh Pengasuh, video singkat A’malul Yaum dan LAZISKAF diputar.

Penanda tanganan MoU oleh Pengasuh

Selain itu, tepat pukul 10.30 WIB, semua mata tertuju pada seorang Kapolres Probolinggo yang dikawal dengan beberapa ajudannya ketika hadir dalam acara ini. Bapak Arman Asmara Syarifuddin, Kapolres Probolinggo hadir dan duduk bersebelahan dengan pengasuh. Dalam rundown acara yang telah dipersiapkan panitia, Bapak Kapolres diminta untuk memberikan sambutan kepada semua undangan yang hadir pada siang hari ini.

“Saya mau mengucapkan banyak terimakasih kepada Pondok Pesantren Nurul Jadid yang sudah melakukan kerjasama dengan pihak kepolisian Probolinggo dengan sebuah aplikasi yang sangat membantu keamanan dan kenyamanan masyarakat. Aplikasi bromo perkasa yang telah dirancang oleh santri Nurul Jadid berhasil menembuh aplikasi nomer satu di Jawa Timur yang banyak membantu kami dalam menjadi pelayan masyarakat” ujar Bapak Arman.

“Saya bangga dengan PP. Nurul Jadid karena PP. Nurul Jadid merupakan satu satunya Pondok Pesantren di Indonesia yang berhasil menciptakan sebuah aplikasi untuk melayani masyarakat. Dan aplikasi “Bromo Perkasa” ini sudah saya ajukan kepada Pusat untuk diikutkan lomba tingkat Nasional pada pertengahan bulan Mei 2017” tambah beliau

Pada kesempatan kali ini, informasi merupakan sebuah kebutuhan bagi masyarakat, namun bukan berarti seluruh informasi yang disebarkan masyarakat itu benar benar riil. “Kita harus terlebih dahulu melakukan klarifikasi tentang informasi yang telah diperoleh. Khawatir itu adalah hoax. Karena hoax pada akhir akhir ini sudah membooming di kalangan masyarakat” nasihat beliau.

Setelah Bapak Kapolres Probolinggo memberikan sambutan, tibalah waktunya untuk KH. Marzuki Mustamar membrikan tausiyah. Dalam tausiyah beliau, beliau menyampaikan bahwa pancasila adalah ideologi negara dan NKRI harga mati. Tausiyah yang berisikan tentang problematika kekinian beliau sampaikan lengkap dengan solusinya.

Usai beliau memberikan tausiyah, segenap undangan VIP dipersilahkan untuk melakukan ramah tamah bersama Pengasuh dan acara Rapat Walisantri dan Alumni dilaksanakan setelah para undangan VIP meninggalkan lokasi acara.

Laporan perkembangan pesantren dalam kurun satu tahun dilaporkan oleh Kepala Pesantren Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Abd. Hamid Wahid. Dalam laporan beliau, beliau memberikan informasi perkembangan dan kegiatan kegiatan yang telah dilakukan oleh Pesantren dan lembaga dibawah naungan pesantren. Salah satu diantaranya adalah perkembangan jumlah santri, kamar santri, sarana prasarana pesantren dan kegiatan kegiatan yang akan dan telah dilakukan oleh Pesantren selama periode 2016 – 2017. Acara rapat yang berlangsung selama satu jam (pukul 12.30 WIB – 13.30 WIB) dan acara ini ditutup dengan pembacaan hamdalah oleh Kepala Pesantren. (Q2/Red)

Informasi Perkembangan Pesantren Tahun Ajaran 2016 – 2017 Pondok Pesantren Nurul Jadid.

nuruljadid.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid, hingga memasuki usianya yang ke-68 tahun ini, terus berupaya secara konsisten menjalankan fungsinya sebagai lembaga pendidikan, lembaga dakwah dan lembaga yang aktif ikut serta dalam perubahan sosial kemasyarakatan melalui pembentukan manusia yang beriman, bertaqwa, berakhlakul karimah, berilmu, berwawasan luas, berpandangan ke depan, cakap, terampil, mandiri, kreatif, toleran serta memiliki etos kerja dan tanggung jawab sosial kemasyarakatan.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Pondok Pesantren Nurul Jadid menanamkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah serta pembinaan akhlakul karimah, Pengembangan pendidikan, keilmuan, dan wawasan, Pengembangan minat dan bakat, Pembinaan keterampilan dan keahlian, Pembinaan kewirausahaan dan kemandirian, Penanaman kesadaran hidup sehat dan kepedulian terhadap lingkungan, Penanaman tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

Upaya penanaman keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, serta pembinaan akhlaqul karimah, diwujudkan melalui pendidikan dan pembinaan keagamaan, kegiatan kepesantrenan dengan trilogi santri sebagai standar minimum. Sedangkan Pengembangan Pendidikan, Keilmuan, dan wawasan santri dilakukan dengan terselenggaranya pendidkan formal, lembaga sekolah dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sampai Perguruan Tinggi, yaitu: Taman Posyandu (TP) Anak Sholeh, TK Bina Anaprasa, TPQ Nurul Mun’im, MI Nurul Mun’im, MTs Nurul Jadid, MTs Negeri, MA Negeri, SMP Nurul Jadid, MA Nurul Jadid, SMK Nurul Jadid, SMA Nurul Jadid, IAI Nurul Jadid, Pascasarjana IAI Nurul Jadid, STT Nurul Jadid, STIKes Nurul Jadid. Dan non formal; seperti Ma’had Aly,Tamhidiyah, I’dadiyah, Madrasah Diniyah Nurul Jadid, Pusat Pendidikan Ilmu Al-Qur’an (PPIQ), Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA), Amtsilati, Al-Khoiriyah, Lembaga Studi Keislaman (LSK), Lembaga Pendidikan Qur’an (LPQ) daltim, Yayasan Bantuan Sosial untuk menyantuni anak yatim dan orang yang tidak mampu dan lain-lain. Selain itu, PP Nurul Jadid juga selalu mendorong adanya kelompok-kelompok kajian, diskusi.

Sedangkan pengembangan minat dan bakat santri, diwujudkan melalui kegiatan keorganisasian disekolah, seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Organisasi Intra Sekolah (OSIS), Majelis Permusyawaratan Kelas (MPK), Forum Komunikasi Osis (FKO), Majelis Permusyawaratan Osis (MPO), Lembaga Pers Siswa maupun Pers Mahasiswa, dan organisasi yang ada dimasyarakat seperti P4NJ (Pembantu Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid) dan Organisasi yang didirikan oleh perkumpulan mahasasiswa yang ada dikampus-kampus antara lain (NJ IC Jember, KAMANURJA Surabaya, IMAN Malang, PANJI Jogja dan FORMANJ) dan lain sebagainya.

Kemudian pembinaan keterampilan dan keahlian, pembinaan kewirausahaan dan kemandirian santri, direalisasikan dengan mengupayakan adanya pusat keterampilan santri (seperti keterampilan berbahasa di LPBA dan sekolah-sekolah yang membuka jurusan khusus bahasa, baik bahasa Arab, Inggris, dan Mandarin. Keterampilan Jahit-menjahit, percetakan dan sablon, serta keterampilan beladiri dan lain-lain). Serta melakukan pembinaan melalui pelatihan-pelatihan keahlian dan kewirausahaan.

Dan untuk menanamankan kesadaran hidup sehat dan kepedulian terhadap lingkungan, telah diupayakan dengan melibatkan santri dalam kegiatan untuk membiasakan diri hidup secara sehat dan perduli terhadap lingkungan. Hal ini diwujudkan dengan cara membiasakan santri melakukan kegiatan kebersihan lingkungan, dan dua kali dalam satu minggu (yaitu Selasa dan Jum’at) santri melakukan kegiatan olahraga meskipun dengan sarana yang sederhana.

Sedangkan Penanaman tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan, dilakukan dengan mengupayakan terciptanya hubungan yang baik antara pesantren dan masyarakat. Sebagaimana yang telah dilakukan oleh Biro Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (BPPM), di mana santri secara langsung terlibat dalam menyelesaikan persoalan yang ada di tengah masyarakat, misalnya masalah pertembakauan, pembinaan usaha masyarakat sekitar pesantren, serta kegiatan bakti sosial.

Selain itu, kegiatan kesadaran berbangsa dan bernegara dilakukan dengan menjadikan pesantren dan lembaga–lembaga di bawahnya sebagai Laboratorium Sosial dan Demokrasi. Seperti pelaksanaan pemilu langsung di Sekolah-sekolah (Pemilihan OSIS dan MPK), dan di Kampus (Pemilihan BEM dan DPM) dan sebagainya. (Tim Progress Report 2017 / Sekretariat Nurul Jadid)

Untuk megetahui perkembangan ponpes Nurul Jadid Paiton Probolinggo, dapat anda unduh file pdf  di halaman download laporan perkembangan (progress report).

Reuni Akbar Perdana PPIQ : Silaturrahim Merajut Kebersamaan

nuruljadid.net – Pelaksanaan Haul Pendiri dan Harlah Pondok Pesantren Nurul Jadid menjadi sebuah moment yang sangat dinanti nantikan oleh kalangan umum terutama bagi alumni dan walisantri untuk bernostalgia dengan pondok pesantren dan teman teman seangkatan mereka. Salah satu cotohnya adalah kegiatan reuni akbar perdana yang dilaksanakan oleh Pusat Pendidikan Ilmu Al Qur’an (PPIQ). Reuni ini dilakasanakan dengan tujuan untuk menyambung kembali hubungan dengan alumni dengan pengurus aktif. Tak hanya itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk membahas bagaimana keberlangsungan PPIQ kedepannya.

Ust. Saiful Rizal selaku kepala bagian umum (Kabag. Umum) PPIQ pada kegiatan ini memberikan sambutan yang mewakili seluruh pengurus PPIQ. Dia menyampaikan beberapa hal tentang perkembangan PPIQ selama satu tahun terakhir.

“PPIQ pada tahun ini telah melakukan renovasi bangunan tepatnya di asrama PPIQ Tahfidzul Qur’an yang bertempat disebelah barat Masjid Jami’ Nurul Jadid. Asrama PPIQ Tahfidz ini berlantai 2 dengan masing masing lantai berisikan 4 kamar. Dan insya’ allah asrama PPIQ Tahsinul Qiro’ah juga akan melakukan renovasi bangunan. Hal ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menyamankan peserta didik dalam belajar terutama dalam Al Qur’an.” Sambut Ust. Rizal.

“PPIQ melakukan renovasi pembangunan ini dilakukan bukan karena asrama memiliki uang yang banyak, namun hal ini ditujukan untuk kenyamanan peserta didik dalam porses kegiatan belajar mengajar dan selain itu, gedung yang selama ini digunakan sudah tidak mampu untuk menampung peserta didik. Jumlah peserta didik PPIQ putera sebanyak 215 orang, sedangkan untuk puteri sebanyak 205 orang” tambah Kabag. Umum PPIQ.

Setelah sambutan diberikan oleh Kabag. Umum, sambutan yang selanjutnya adalah sambutan dari perwakilan alumni yang dalam hal ini disampaikan oleh Ust. Aziz.

“Sudah banyak perkembangan yang dilakukan oleh PPIQ, semoga dengan berkembangnya PPIQ ini menjadikan lembaga semakin baik terutama dalam mensukseskan visi dan misi Pondok Pesantren Nurul Jadid serta visi misi Lembaga” ujarnya.

Dialog interaktif tentang perkembangan dan program lembaga kedepan juga dilaksanakan di acara kali ini. Dialog ini di moderatori oleh Ut. Rusydi Aziz dan dipimpin oleh Ust. Rojabi Azharghany. Pada pertemuan ini, diharapkan kepada semua alumni PPIQ untuk memberikan masukan kepada pengurus untuk terus melakukan perubahan dan perkembangan untuk PPIQ. (Q2/Red)

Penutupan Bulan Lomba dan Malam Bershalawat

nuruljadid.net – Akhirnya perjuangan Panitia Bulan Lomba Haul Pendiri dan Hari Lahir Pondok Pesantren Nurul Jadid ke 68th berujung sudah. Malam hari ini (20/04/2017) panitia Bulan Lomba bernafas lega, mereka telah berhasil keluar dari “sesak nafas” mereka selama ini. Beban pikiran yang mereka emban selama 3 bulan lamanya berakhir secara indah dan meriah dimalam hari ini.

Bertempat di depan kantor pesantren Pondok Pesantren Nurul Jadid acara itu digelar. Acara penutupan Bulan Lomba dalam rangka memperingati Haul Pendiri dan Hari Lahir Pondok Pesantren Nurul Jadid ke 68th merupakan Puncak dari pagelaran 45 lomba. Sebanyak 45 lomba dengan 3 kategori diumumkan malam hari ini. 15 kategori lomba keagamaan, 16 kategori lomba keilmuan dan 14 kategori lomba olahraga.

Jalannya acara

Acara penutupan ini diawali dengan penampilan group hadrah se Nurul Jadid dengan melantunkan lagu shalawat. Shawalat menghiasi penutupan lomba ini dengan harapan apa yang telah dilakukan mendapat berkah baik dari berkah Pesantren dan Syafaat dari Nabi Muhammad SAW.

Beberapa menit kemudian, suara lantang salam pembuka diucapkan oleh Master of Ceremony (MC) yang menandakan bahwa acara inti pada malam hari ini dilaksanakan. Beberapa susunan acara yang disampaikan oleh sang pengatur ritme kegiatan,  Master of Ceremony (MC) yang dalam hal ini diembankan kepada Ust. Dimas Eko Cahyono.

Selanjutnya, lantunan ayat suci Al Qur’an bersenandung merdu membuat acara ini semakin sakral dan hidmat. Sambutan sambutan menempati tangga acara setal pelantunan merdu ayat suci Al Qur’an. Sambutan yang diawali oleh Ketua Bulan Lomba 68th, Ust. Khorik Alamsyah. Dalam sambutannya, Ust. Khorik menyampaikan beberapa point yang telah terangkai sempurna.

“Pada kesempatakan kali ini saya mewakili panitia yang bertugas mengucapkan mohon maaf yang tiada batas atas kekurangan dan kelemahan yang terjadi selama lomba ini baik dari segi fasilitas, kapasitas dan keefektifitasan panitia dalam bertugas. Dan tak hanya itu saya juga menyampaikan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu suksesnya acara ini baik mereka yang membantu secara materi maupun fisik. Semoga hal tersbut dinilai ibadah oleh Allah SWT dan dicatat sebagai amal baik kita.” Ujar Ust. Khorik dalam sambutannya.

Diakhir sambutannya, Ketua Bulan Lomba meberikan sebuah kata kata yang befungsi sebagai media untuk memotivasi diri.

“Bagi para pemenang lomba ini merupakan buah dari apa yang kalian tanam selama ini. Perjuangan dalam menimba ilmu telah kalian rasakan, namun bukan berarti proses belajar kalian berhenti sampai disini. Ini merupakan sebuah jalan untuk menuju SUKSES. Kata sukses sendiri memiliki kepanjangan kata yaitu “SUKa berproSES”. Jadi kata tersebut pantaslah didapatkan untuk para pemenang karena prestasi yang kalian dapat dan rasakan kali ini berawal dari sebuah proses yang panjang. Dan bagi para peserta yang masih gagal untuk mendapatkan keinginannya, ini bukanlah awal jalan yang buruk bagi kalian, ini merupakan awal perjalanan kalian untuk mencapai tujuan kalian dalam menimba ilmu. Teruntuk kalian yang masih gagal, SUKSES-lah (SUKa berproSES-lah) kalian agar kalian bisa sukses. Karena kesuksesan itu berawal dari SUKSES (SUKa berproSES)” cakap Ust. Khorik sekaligus menutup sambutannya.

Setelah sambutan dari Ketua Bulan Lomba, K. Imdad Robbani selaku perwakilan dari Keluarga Pengasuh yang sekaligus menjabat sebagai Wakil Kepala Biro Kepesantrenan memberikan sambutan.

“Perlombaan yang telah dilakukan oleh panitia bukannlah semata mata hanya sebatas perlombaan untuk mencari pemenang saja, namun itu merupakan sebuaah ajang pemberlajaran dan pendidikan bagi santri.” Dawuh beliau.

“Bagi pemenang ini merupakan sebuah penghargaan atas prestasi yang telah kalian dapatkan. Namun bagi mereka yang belum, in imerupakan sebuah motivasi bagi kalian untuk terus tetap bersemangat dalam mencapai keinginan dan keberhasilan” tambah beliau.

Sambutan yang sekaligus motivasi bagi para santri menutup agenda sambutan pada rangkaian acara pada malam hari ini. Acara selanjutnya adalah pengumuman pemenang lomba yang diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Pemenang Lomba yang dibacakan oleh Ust. Alwi. Prosesi pemberiaan hadiah dilakukan setelah pembacaan SK Pemenang dibacakan.

Agar kegiatan ini mendapatkan barokah, ditutuplah acara penutupan ini dengan pembacaan do’a oleh KH. Makki Maimun Wafi. Kesakralan serta kekhusukan acara ini bertambah dengan pembacaan do’a yang kedua dipimpin oleh K. Aminullah Wafi.

“Dengan berakhirnya do’a, maka berakhir pulalah acara penutupan Bulan Lomba dalam Rangka memperingati Haul Pendiri dan Hari Lahir (Harlah) ke 68th Pondok Pesantren Nurul Jadid.” Ucap Master of Ceremony (MC) sekaligus menutup kegiatan pada malam hari ini. (Q2/Red).

Daftar pemenang lomba Harlah 68 PP Nurul Jadid. Sumber : Panitia

Kunjungan Pejabat Tinggi Bank Syariah Mandiri (BSM) di Pondok Pesantren Nurul Jadid

nuruljadid.net – Nama Pondok Pesantren Nurul Jadid yang sudah tak asing lagi dikalangan pemerintahan mendapatkan perhatian serius dari berbagai instansi pemerintahan. Beberapa hari yang lalu, 2 Perguruan Tinggi di bawah naungan Pondok Pesantren Nurul Jadid melakukan kerjasama (MoU) dengan Polisi Resort (Polres) Probolinggo dan masih banyak lagi instansi pemerintahan yang bekerjasama dengan Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Hari ini (20/04/2017), kembali kunjungan dilakukan oleh instansi pemerintah, Bank Syariah Mandiri (BSM) berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Jadid. Mobil yang berisikan pejabat tinggi Bank Syariah Mandiri (BSM), Toyota Corolla Altis dengan bernopol L 5 BSM nampak parkrir di depan Dhalem Pengasuh.

Berkunjung dengan tujuan silaturrahim menjadi agenda pertemuan kali ini. Dalam pertemuan Pejabat BSM ditemani oleh KH. Moh. Zuhri Zaini (Pengasuh), KH. Abd. Hamid Wahid (Kepala Pesantren) dan KH. Faiz AHZ (Kepala Biro Usaha). Tidak hanya sekedar silaturrahim saja, dalam pertemuan kali ini dengan bincang bicang santai membicarakan tentang program pesantren kedepan yang dipaparkan secara singkat dan jelas oleh Kepala Pesantren dan ditanggapi dengan positif oleh Bapak Agus, Bapak Najib dan Bapak Edi.

“Kami merancang sebuah program pesantren agar bagaimana santri tidak memegang uang tunai, sekalipun mereka pegang uang tapi tidak terlalu banyak. Rencananya kami akan membuat sebuah program agar santri mudah dalam melakukan proses transaksi tanpa harus membayar tunai. Contohnya ketika santri selesai makan di koperasi, santri tinggal menunjukkan kartu indentitas santri (KIS) yang sudah dapat melakukan proses pembayaran sehingga mereka makan hanya cukup membawa KIS tersebut. Ini bertujuan agar meminimalisir kehilangan uang” ujar KH. Abd. Hamid Wahid dalam pertemuan bersama BSM.

Hal itu mendapat respon positif dari pihak BSM, Bapak Agus selaku pejabat tertinggi di BSM menanggapi hal yang diutarakan oleh Kepala Pesantren. Itu yang dinamakan dengan Top Branding, dimana masyarakat dapat melakukan pembelian dengan hanya memanfaatkan kartu, respon pejabat tinggi BSM tersebut.

Tak hanya berbicara tentang program pesantren kedepan saja, banyak hal yang dibicarakan seputar pesantren dan Bank Mandiri. Salah satunya adalah program Gebyar Ramadhan yang beberapa bulan lagi akan dilaksanakan oleh Pondok Pesantren Nurul Jadid. Gebyar Ramadhan yang diadakan untuk menyambut meriah dan senang kedatangan Bulan Suci penuh berkah. Hal itu juga mendapat respon positif dari pihak BSM, Bapak Agus menyuruh beberapa anggota BSM untuk mengikuti Gebyar Ramadhan tersebut. Dengan memperlakukan pejabatnya untuk mengikuti seluruh kegiatan pesantren selama Bulan Suci Ramadhan. Isitilah yang sering didengar adalah “pesantren kilat”. Kisaran 3 hari mereka (peserta pesantren kilat dari BSM) akan menimba ilmu di Pondok Pesantren Nurul Jadid. Dan pihak pesantren akan mempersiapkannya, dawuh Kepala Pesantren merespon pernyataan dari Bapak Agus, Pejebat tertinggi BSM.

Akhir dari pertemuan ini adalah prosesi foto bersama antara BSM dan PP. Nurul Jadid. Dan kabarnya kedepan akan diadakan Memorendum of Understanding (MoU) antara pihak Pesantren dengan BSM. (Q2/Red).

Nurul Jadid Meraih Juara 3 Lomba Cerdas Cermat Qur’an (CCQ) dan Debat Bahasa Inggris se Tapal Kuda di IAIN Jember

nuruljadid.net – Sesuai dengan tugasnya, Pondok Pesantren yang dikenal dengan lembaga pendidikan berbasis keagamaan membuktikan keberadaan dan prestasinya. Tak hanya sebagai lembaga pendidikan berbasis keagamaan, Pondok Pesantren Nurul Jadid membuktikan dirinya bahwa Pondok Pesantren juga mampu untuk mengembangkan potensi dan pendidikan santrinya dari sisi keilmuan (umum). Terbukti, hari ini (18/04/2017) santri Nurul Jadid menorehkan tinta emas di Kampus IAIN Jember. Beberapa perlombaan diikuti oleh Pondok Pesantren Nurul Jadid diantaranya adalah Lomba Cerdas ceramat Al Qur’an (CCQ), Lomba Pidato Bahasa Asing dan Lomba Debat Bahasa Asing.

Malam ini (18/04) santri Nurul Jadid berhasil mengibarkan bendera Nurul Jadid di Kota Jember tepatnya di Kampus IAIN Jember. Dari beberapa lomba yang mereka ikuti, mereka berhasil meraih juara 3 lomba Debat Bahasa Inggris dan lomba Cerdas Cermat Al Qur’an (CCQ) se Tapal Kuda.

“Awalnya agak pesimis karena musuh yang ikut notabene hebat dan berkualitas melihat dari performa mereka tahun lalu.” ujar Salman pendamping lomba dari LPBA Nurul Jadid

Persaingan ketat dan panas mereka rasakan.  Pasalnya, kualitas peserta lomba bisa dibilang “sulit untuk dikejar”. Namun mereka tak patah semangat untuk membanggakan nama Nurul Jadid di Kota Jember. Motivasi dan dukungan terus mengalir bagi mereka (santri Nurul Jadid sekaligus menjadi peserta lomba). Itu terlihat dari antusias Alumni Nurul Jadid yang berada di kawasan Jember yang sering dikenal dengan NJIC.

Tak hanya meraih juara 3 lomba debat saja, salah satu santri Nurul Jadid yang ikut bergabung dalam Tim Debat berhasil menyabet predikat “The Best Reply Speaker” yaitu Agus Miftahurrahman.

LPBA Nurul Jadid yang ditugaskan untuk membawa nama Nurul Jadid dalam perlombaan itu mendelegasikan 3 tim debat. Nasab boleh sama, namun nasib tidak akan pernah sama. Kata kata itulah yang pantas untuk mereka, Pasalnya dari 3 Tim Debat hanya satu yang berhasil menjadi juara.

“Yang MANJ & LPBA Pi Dalbar gagal di quarter final round. Yang LPBA Pi Daltim gagal di qualification around.” Cakap Salman, pendamping lomba.

Tim Debat Yang Berhasil Meraih Juara 3 :

  1. Agus Miftahurrohman (LPBA Nurul Jadid / SMA Nurul Jadid)
  2. Iqbal Hidayatullah (LPBA Nurul Jadid / MA Nurul Jadid)
  3. Anggito Abimayu (LPBA Nurul Jadid / MA Nurul Jadid)

Sedangkan untuk lomba Cerdas Cermat Al Qur’an (CCQ) Nurul Jadid berhasil membuktikan dirinya dengan berhasil meraih juara 3 delegasi dari PPIQ Nurul Jadid. (Q2/Red)

Segenap Pengurus Pesantren Nurul Jadid mengucapkan :

“Selamat kepada para peserta lomba yang telah berhasil membawa pulang dengan predikat juara. Bagi mereka yang gagal, jangan berputus asa untuk terus belajar. Terimakasih atas usaha dan kerja kerasnya. Pulang tanpa juara pun sebenarnya mereka telah juara karena mereka telah berhasil membuktikan dirinya untuk berjuang melakukan yang terbaik bagi Nurul Jadid.”

Silaturrahim SMA Khadijah Surabaya di Pondok Pesantren Nurul Jadid

nuruljadid.net – Sementara itu, bersamaan dengan agenda silaturrahim yang telah dilakukan di Institut Agama Islam Nurul Jadid (IAINJ), SMA Khadijah Surabaya berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Jadid pasca berakhirnya pertemuan silaturrahim oleh UIN Sunan Kali Jogo. Pertemuan  yang juga berisikan kunjungan silaturrahim tersebut mendapat sambutan hangat dari pihak tuan rumah SMANJ.

Agenda yang seharusnya dilaksanakan pukul 11.00 WIB terpaksa harus diundur sampai 13.00 WIB disebabkan lamanya pertemuan yang lebih dulu dihadiri oleh SMA Khadijah di SMA 1 Situbondo. Karena waktu sudah siang, setibanya di SMA Nurul Jadid, mereka langsung dihaturkan kepada tempat peristirahatan sekaligus untuk menikmatia sajian makanan yang telah disiapkan.

Pertemuan yang kemudian dilaksanakan sesaat setelah menikmati hidangan, Romobongan civitas akademika SMA Khadijah dihaturkan untuk memasuki lokasi acara yang disediakan. Pertemuan kali ini dimulai pada pukul 13.30 WIB dengan sambutan awal oleh Kepala SMA Nurul Jadid, Bapak Faizin Syamweil. Dalam sambutannya beliau menyampaikan mohon maaf apabila kondisi tidak sesuai dengan yang diharapkan. Dan juga beliau memambahkan beberapa kalimat dalam sambutannya.

“Kami sangat bahagia sekali dengan kehadiran SMA Khadijah di SMA Nurul Jadid karena kami kedatangan tamu yang memiliki prestasi akademik yang tinggi dan namanya sudah tak asing lagi dibeberapa kalangan. Semestinya kamilah yang harus berkunjung terlebih dahulu ke SMA Khadijah sebab banyak ilmu yang akan kami dapatkan disana” ujar Kepala SMA Nurul Jadid.

Tak luput dari pemaparan beliau, beliau sedikit menyampaikan latar belakang berdirinya SMA Nurul Jadid dengan singkat dan jelas. Dan juga beliau menyampaikan perkembangan sekolah sekaligus tenaga pendidik dan kependidikan termasuk jumlah siswa/i saat ini.

Setelah sambutan kepala SMA Nurul Jadid, giliran sambutan perwakilan dari SMA Khadijah yang akan memberikan sambutan. Sambutan dalam hal ini disampaikan oleh Kepala SMA Khadijah. Dalam sambutan beliau, beliau menyampaikan sedikit sejarah berdirinya SMA Khadijah dan termasuk jumlah siswa/i dan tenaga pendidik dan kependidikan saat ini. Inti dari sambutan yang diberikan oleh kepala SMA Khadijah adalah ingin sharing bersama dengan beberapa guru sekolah. Karena beliau rasa SMA Nurul Jadid berkembang secara pesat dan memiliki presatasi yang gemilang.

“Kami ingin melakukan dialog bersama terkait dengan sistem pendidikan dan pengajaran di SMA Nurul Jadid. Harapan kami adalah kami mendapatkan tambahan ilmu dari sekolah yang berkembang pesat dan memiliki prestasi yang gemilang ini. Semoga kami dapat menimplementasikannya di sekolah kami” ujar kepala SMA Khadijah menutup sambutannya.

Setelah sambutan dari masing masing kedua belah pihak, sharing bersama yang dikkordinir oleh Bagian Kurikulum SMA Nurul Jadid, Bapak Didik P. Wicaksono. Durasi kegiatan sharing bersama adalah 90 menit. Tepat padak pukul 15.20 WIB acara silaturrahim selesai dan diakhiri dengan foto bersama. (Q2&Daniel/Red)

UIN Sunan Kalijogo (UIN SuKa) Yogyakarta di Pondok Pesantren Nurul Jadid

nuruljadid.net –  Untuk pertama kali sejak dijabatnya rektor oleh KH. Abdul Wahid M. Ag., Institut Agama Nurul Jadid (IAINJ) menerima kunjungan dari Universitas Islam Negeri Sunan Kali Jogo (UIN SUKA) Yogyakarta. Kunjungan yang dihadiri rombongan mashasiswa UIN SUKA,  sejumlah kisaran kurang lebih 40 mahasiswa beserta beberapa civitas akademika. Acara yang diselenggarakan pada (18/04/2017) itu dikemas dengan kegiatan silaturrahim mahasiswa program beasiswa santri  (PBSB) ilmu al-quran dan tafsir.

Diawali dengan sambutan-sambutan dari pelbagai pihak yang hadir. Pertemuan tersebut dimulai sejak pukul 10.00 WIB- selesai.  Dilaksanakan di ruang Pascasarjana lantai dasar gedung IAINJ bagian barat.

Beberapa rangkaian acara yang dilaksanakan dalam kegiatan silaturrahim tersebut yang menjadi titik utama adalah dialog antara pihak Institut dengan beberapa civitas akademika dari UIN SUKA. Dari dialog itu diharapkan akan ada sebuah kerjasama dan hubungan yang lebih baik antara kedua pihak yang terkait. “Semoga dengan adanya kunjungan silatur rahim ini saya harap ada sebuah kerjama yang terjalin,” papar KH. Abdul Hamid rektor IAINJ dalam sambutanya.

Selain itu,  apa yang diharapkan beliau senada dengan harapan yang disampaikan oleh Dr. H. Mustaqim selaku lektor kepala UIN SUKA, bahwa kerjasama yang dijalin adalah hubungan timbal balik. “Setidaknya dari pertemuan ini terjalin sebuah konsep kolaboratif,” tuturnya.

Kemudian,  selain silaturrahim kunjungan yang dilakukan adalah sekaligus selayang pandang kepada siswa-siswi Madrasah Aliyah Nurul Jadid (MANJ) yang mengikuti program beasiswa santri PBSB. “santri yang mengikuti program beasiswa santri ini haruslah benar-benar mempunyai komitmen untuk menyukseskan program ini.  Kalau ada yang balelo ya tinggal laporkan aja ke pesantrenya, ” imbuhnya.

“Saya sampaikan banyak terima kasih dan mohon maaf bila dalam penyambutan acara yang berlangsung ini banyak kekurangan dan hal yang tidak brekanan di hati para saudara-saudara sekalian, ” ucap KH. Hamid mengakhiri pertemuan tersebut. (Daniel/Red)

Informasi Libur Ramadhan 2017 M / 1438 H

  1. Seluruh santri diwajibkan mengikuti kegiatan Ramadhan yang dimulai pada tanggal 25 Mei s/d 10 Juni 2017
  2. Libur Ramadhan
    1. SANTRI PUTERI hanya boleh pulang/dijemput pada Senin tanggal 16 Ramadhan 1438 H. / 11 Juni 2017 M. dan sudah berada di Pondok pada Kamis tanggal 11 Syawal 1438 H. / 05 Juli 2017 M.
    2. SANTRI PUTERA hanya boleh pulang/dijemput pada Selasa tanggal 17 Ramadhan 1438 H. / 12 Juni 2017 dan sudah berada di pondok pada Jum’at tanggal 12 Syawal 1438 H. / 06 Juli 2017M.
    3. SANTRI PUTERA yang pulang / dijemput bersama  mahromnya (Santri Puteri), maka ketentuannya mengikuti ketentuan SANTRI PUTERI.
  3. Khusus SANTRI PUTERI Wajib dijemput walinya atau mahrom yang mewakili dengan ketentuan membawa kartu mahrom dan surat kuasa dari walinya.
  4. Untuk santri yang berasal dari luar pulau Jawa dan Transportasi menuju tempat tujuan tidak setiap hari, maka diberlakukan dispensasi sesuai dengan jadwal keberangkatan transportasi dengan ketentuan tidak terlalu jauh ( maximal tiga hari ) sebelum  ketentuan waktu libur Ramadhan.
  5. Santri yang berasal dari daerah tertentu (luar jawa) yang walinya tidak dimungkinkan hadir pada saat penjemputan libur Ramadhan, maka diperbolihkan pulang rombongan (dikoordinir) dengan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan.
  6. Bagi santri yang pulang lebih awal dari ketentuan diatas atau kembali terlambat akan dikenakan sangsi sesuai dengan ketentuan yang berlaku
  7. Jika terjadi perubahan dalam penetapan 1 Ramadhan dan 1 Syawal maka ketentuan liburan ramdhan mengikuti penghitungan tanggal Hijriyah.

Informasi Lebih Lanjut Hubungi :

Kantor Sekretariat PPNJ : (0335) 774121

Dipublikasikan oleh :

Bagian Publikasi dan Informasi Pondok Pesantren Nurul Jadid

Surat edaran pesantren tentang Informasi Libur Ramadhan.

Banner Informasi Libur Ramadhan. Publikasi oleh Kantor Sekretariat NJ

Menyemarakkan Harlah 68 dengan Jalan Sehat Bersama Santri

nuruljadid.net – Untuk menyemarakkan Haul Pendiri dan Hari Lahir Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo Klinik Az Zainiyah yang merupakan penggerak dan pemerhati kesehatan santri serta lingkungan yang ada di Pondok Pesantren Nurul Jadid mengadakan jalan sehat bersama santri.

Pelaksanaan jalan sehat ini dilakukan agar para santri senantiasa menjaga kesehatan dalam kondisi apapun. Menjalani kegiatan yang padat membuat santri menjadi kurang memperhatikan kesehatan. Mereka kebanyakabn memforsir diri mereka untuk melakukan aktifitas tersebut. Namun hal itu menjadi dampak yang buruk bagi kesehatan mereka.

Oleh karenanya melihat kondisi yang sangat serius ini, Klinik Az Zainiyah berinisiatif mengadakan jalan sehat yang bertujuan untuk menyadarkan kepada para santri betapa pentingnya menjaga kesehatan tubuh dalam kondisi apapun. Kenapa harus jalan sehat? Itu merupakan pertanyaan yang sering dilontarkan banyak kalangan. Jalan sehat merupakan olahraga yang paling simple untuk dilakukan. Hanya dengan berjalan kaki mereka sudah bisa dikatakan telah berolahraga.

Hari ini (14/04) jalan sehat santri bersama dokter dan perawat Klinik Az Zainiyah dilaksanakan. Dengan memanfaatkan moment yang tepat. Pasalnya 10 hari lagi pagellaran kegiatan agung pesantren akan dilaksanakan. Oleh karenanya, demi menyemarakkan kegiatan tahunan tersebut, maka Klinik Az Zainiyah mengajak para santri untuk menyemarakkannya dengan berbagai cara yang salah satunya adalah jalan sehat ini.

Untuk menyemangati partisipasi peserta, panitia telah menyiapkan berbagai door prize yang sangat menarik, antara lain handuk, kaos, baju dan lain lain.

Nampak para peserta sangat antusias sekali dalam mengikuti jalan sehat ini. Banyak santri yang mengkutinya. Berbagai wilayahpun turut mendelegasikan dalam kegiatan ini.

“Sangat senang sekali bisa mengikutinya, karena dengan kegiatan ini saya dapat berolahraga dengan mudah. Apalagi ketika mengetahui hadiah yang akan diberikan. Jadi tambah semangat mengikutinya. Ya, sapa tau saja rejeki saya, kan lumayan” ujar Anam, salah seorang santri yang ikut serta dalam kegiatan jalan sehat ini.

Semoga dengan terlaksananya kegiatan ini dapat memberikan dan meningkatkan kepedulian santri kepada dirinya masing masing dengan menjaga kesehatan mereka dalam kondisi apapun. (Q2/Red)