Pos

Pengurus Az Zainiyah Akhiri Jabatan dengan Pertanggung Jawaban Program Kerja

nuruljadid.net – Satu periode kepengurusan telah berlalu, beberapa program kerja dan kegiatan telah dilaksanakan dengan maksimal oleh Pengurus Wilayah Az Zainiyah. Hari ini (11/08/2017) adalah akhir dari jabatan meraka di periode 2015 – 2017. Mengakhiri dengan pertanggung jawaban adalah sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pengurus Wilayah Az Zainiyah.

Kegiatan Lembar Pertanggung Jawab (LPJ) dilaksanakan di Mushala Wilayah Az Zainiah serta disaksiakan oleh seluruh kepala-kepela daerah.

Mereka (pengurus Wilayah Az Zainiyah) mempertanggung jawabkan di depan para pengurus senior dengan harapan Wilayah Az Zainiyah dapat berkembang dengan baik dan terus lebih baik kedepannya. Dalam pelaporan (LPJ) ini, telah mendapatkan beberapa evaluasi yang akan dijadikan pijakan untuk melangkah bagi pengurus wilayah di periode selanjutnya.

Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) kali ini dilaksanakan di depan para pengurus senior yang  selama ini ikut mengawal dan mengkontrol kegiatan dan perkembangan wilayah Az Zainiyah (Dalbar).  LPJ ini diawali dengan penyampaian laporan dari beberapa kegiatan yang disampaikan oleh Kepala Wilayah Az Zainiyah, Ustdzah Wahdatul Kholisoh dan dilanjutkan Penyampaian Laporan kegiatan dan keuangan oleh masing masing Kepala Daerah.

“Program Kerja Wilayah yang sudah dilaporkan oleh Kepala Wilayah di awal kegiatan ini, saat ini adalah penyampaian laporan kegiatan dan keuangan oleh masing masing Kepala Daerah” ujar Mila selaku Sekretaris Wilayah Az Zainiyah. (Zaky/Red)

 

Studium General, Tahap Awal Pengenalan Kelembagaan.

nuruljadid.net – Dengan berpedoman kepada Visi dan Misi lembaga, Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) yang merupakan salah satu Badan Otonom (Banom) PP. Nurul Jadid mengadakan Studium General (SG). SG merupakan kegiatan tahunan yang diadakan oleh LPBA Nurul Jadid bertujuan untuk menyambut kehadiran peserta didik baru LPBA tahun ajaran 2017 / 2018. Kegiatan yang bertajuk “Membuka Jendela Dunia dengan Berbahasa Asing” ini diikuti oleh seluruh peserta didik LPBA dari semua tingkatan.

Selain bertujuan untuk menyambut kehadiran peserta didik baru, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengenalkan kelembagaan dibeberapa bidang terutama dalam bidang pengembangan potensi dan keterampilan peserta didik dalam berbahasa asing.

“Kegiatan SG ini dilaksanakan dengan 2 format acara. Acara pertama, kegiatan ceremonial dan kedua adalah Dialog Interaktif.” Ujar Bagian Kesiswaan LPBA, Salman Al Farisi.

Tak hanya melaksanakan SG saja, sebelum hari pelaksanaan, LPBA juga mengadakan lomba Majalah Dinding (Mading) 3 dimensi. Tambah Salman.

Direktur LPBA juga turut menyambut kehadiran peserta didik baru. Dalam kegiatan ini, KH. Najiburrohman Wahid menyampikan beberapa prestasi dan progres perkembangan lembaga kedepannya.

“Dengan memajang foto foto piala yang telah kita peroleh dari berbagai event seharusnya itu menjadi pengingat bersama untuk terus belajar dan menggali prestasi demi kemajuan LPBA” dawuh beliau.

“LPBA merupakan lembaga yang sering mencetak siswa/i berprestasi. Jangan sampai LPBA ini mundur. Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Dengan prestasi yang telah kita dapatkan, maka kita harus mensyukuri nikmat yang telah kita peroleh dengan cara meningkatkan belajar, tertib aturan pesantren, tetap berkomunikasi dengan bahasa asing” tambah beliau dalam sambutannya.

Dalam akhir sambutannya, beliau menyampaikan bahwa perlu adanya kurikulum dan metode baru dari LPBA yang bertujuan untuk meningkatkan potensi peserta didik untuk terus berkembang salah satu diantaranya adalah dengan belajar diskusi dakwah menggunakan bahasa asing. Contohnya, berdiskusi masalah pengajian kitab sore dengan menggunakan bahasa inggris. (zaky/red)

Gerhana Bulan Parsial, Seluruh Santri Gelar Shalat Khusuf Berjamaah

nuruljadid.net – Fenomena gerhana bulan parsial yang terjadi pada senin kemarin (07/08) merupakan fenomana alam yang patut disyukuri sebagai bentuk nikmat Allah yang diberikan kepada manusia. Fenomena itu pula yang dirasakan oleh seluruh santri di Pondok Pesantren Nurul Jadid. Terjadinya gerhana parsial juga terlihat dan dapat disaksikan oleh seluruh masyarakat paiton dan sekitarnya. Data yang telah dilansir dari tim lajnah falakiyah nurul jadid bahwa puncak gerhana parsial ini akan terjadi tepat pada pukul 01.30 WIB.

“Bisa dilihat nanti secara jelas. Untuk puncak gerhana parsial ini akan terjadi pada dinihari nanti tepat pada pukul 01.30 WIB. Untuk fenomena ini bulan tidak akan tertutup sepenuhnya sebab fenomena ini hanyalah gerhana parsial bukan total,” ucap Bapak Zainuddin Sunarto anggota tim lajnah falakiyah Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Seketika itu pada senin malam kemarin (07/08)seluruh santri berkumpul di masjid untuk melakukan shalat gerhana secara berjamaah. Sebelum dilaksanaknya shalat khusuf, Kh. Zuhri Zaini sejenak memberikan arahan dan tausiyah kepada seluruh santri. “Puji syukur kepada Allah malam ini kita bisa hadir dan melaksanakan salah satu dari ajaran agama kita yaitu shalat gerhana. Baik gerhana matahari ataupun gerhana bulan keduanya adalah hal yang lumrah terjadi. Terjadinya gerhana bulan ini karena posisi bumi yang berada di tengah-tengah antara matahari dan bulan,” dawuh beliau.

Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa dengan terjadinya fenomena gerhana ini maka dianjurkan untuk melaksanakan ritual shalat. Ritual shalat yang dulu juga pernah dilakukan nabi dan sekaligus menjadi perintah agama yakni sunah mengerjakanya. “Pada masa nabi bersamaan dengan wafatnya putra nabi banyak orang dulu yang mengait-ngaitkan antara peristiwa gerhana bulan dengan wafatnya putra nabi ini. Kemudian, nabi meluruskan anggapan tersebut dengan mengatakan bahwa matahari dan bulan itu adalah dua tanda kebesaran kekuasaan Allah,” kisah beliau.

Dalam pelaksanaan shalat gerhana bulan yang dilakukan terdapat tiga macam. Yang paling sederhana adalah dilakukan seperti dua rakaat shalat sunah shubuh. Kemudian yang lebih sempurna adalah melakukan shalat dua rakaat. Tapi, masing-masing rakaat itu berdirinya dua kali dengan berniat shalat gerhana bulan karena Allah.

Sepeti biasa dalam rakaat pertama dimulai dengan takbiratul ihram, baca doa iftitah, baca surah al-Fatiha dan baca surah-surah pendek. Setelah itu rukuk dan i’tidal kemudian baca fatihah dan surah lagi. Rukuk yang pertama tidak langsung sujud melainkan berdiri lagi dengan membaca al-Fatihah dan surah pendek. Begitu pula dengan rakaat yang kedua. Sehingga semuanya empat kali berdiri dan empat kali membaca al-Fatihah. Kemudian yang paling sempurna adalah sama dengan cara yang kedua namun lebih dipanjangkan rukuk dan bacaan surahnya. Kemudian setelah itu baru khutbah. (DL)

Menyambut Gerhana Bulan Parsial, Malam Nanti Santri Dianjurkan Shalat Gerhana Bulan

nuruljadid.net – Suatu fenomena alam langka akan terjadi di langit Indonesia, yakni gerhana bulan parsial atau gerhana bulan sebagian. Gerhana bulan tersebut akan terjadi malam hari ini, Senin (7/8/2017). Gerhana Bulan adalah peristiwa ketika terhalanginya cahaya matahari oleh bumi sehingga tidak semuanya sampai ke bulan.

Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi matahari, bumi dan bulan ini hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya. Tim Falakiyah Pondok Pesantren Nurul Jadid menyampaikan melalui surat edaran bahwa malam hari ini tepat pukul 22.50 WIB akan terjadi gerhana bulan sebagian (parsial) dengan posisi bulan berada pada bujur 113º 29’ 39,60” BT. Gerhana ini akan berlangsung selama 5 jam, dimulai pada pukul 22.50 s/d 03.51 WIB dini hari.

“Gerhana bulan kali ini berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya dimana pada tahun sebelumnya terjadi setelah ba’da maghrib atau isya’. Untuk gerhana kali ini terjadi pada pukul 22.50 WIB” ujar Zainuddin Suharto, Sekretaris Lajnah Falakiyah Nurul Jadid.

“Di Indonesia hanya terjadi gerhana bulan sekitar 20% saja, gerhana bulan menyeluruh akan terlihat di Benua Eropa” tambahnya.

Selain menyampaikan informasi tentang terjadinya gerhana bulan, Tim Falakiyah Pondok Pesantren Nurul Jadid menganjurkan kepada santri untuk melakukan shalat gerhana bulan pada pukul 23.00 WIB. Dan serta rentetan kegiatan lainnya pra gerhana adalah tausiyah yang akan disampaikan oleh Dewan Pengasuh. (Zaky/Red)

Evaluasi Pengurus, Upaya Peningkatan Mutu Pesantren

nuruljadid.net – Sebagai pelayan atau khadim dalam melayani santri untuk mendapatkan haknya sebagai penuntut ilmu seorang pengurus mempunyai tanggung jawab besar di dalamnya. Peranan ini mempunyai dampak yang besar bagi kesejahteraan santri. Tidak hanya itu, sebagai pengurus kewajiban yang sangat penting adalah memberikan moral dan uswah yang baik.

Demi meningkatkan dan kualitas kesejahteraan santri. Malam ini (05/08/2017) pengurus wilayah Az Zainiyah mengadakan rapat evaluasi. Bersama Kiyai Abdul Hamid selaku Kepala Pesantren. Beliau  juga turut memberikan arahan dan nasihat kepada seluruh pengurus. Beberapa evaluasi yang dilakukan berkaitan dengan beberapa persoalan yang telah terjadi.

Mulai dari masalah kebersihan santri hingga uswah dan penanaman moral etis pengurus yang sudah mulai berkurang. Banyaknya akses masuk ke wilayah menjadi kendala serius yang perlu dicarikan solusi. Dalam hal ini beliau menyampaikan bahwa sebagai salah satu tugas besar yang perlu diperhatikan adalah kedisiplinan. “Ada beberapa poin yang harus diperhatikan di Wilayah Az Zainiyah ini yakni yang pertama adalah kedisiplinan, keindahan kemudian kebersihan,” tutur beliau menyampaikan nasihatnya.

Selain itu, dalam menanggulangi benyaknya pintu masuk yang menjadi kendala di wilayah Az Zainiyah untuk segera ditangani. “Saya harap pengurus sudah mulai mengatur penanganan akses masuk ke pesantren. Atau kalau perlu ditutup saja dan beri satu pintu masuk utama,” imbuh beliau.

Minimnya minat baca yang terjadi juga menjadi hambatan di wilayah Az Zainiyah. Hasil evaluasi yang telah dipaparkan bahwa tidak adanya tambahan konsumsi buku menjadi faktor utama turunya minat baca santri. Dalam hal ini beliau menyampaikan bahwa fasilitas juga harus melalui kerjasama dengan beberapa lembaga formal yang ada. Sebab motivasi membaca santri bisa dibangun dengan nasihat oleh guru-guru serta fasilitas yang lebih memadai di sekolah.

Bahwa perubahan yang baik bila terus menerus dilakukan akan menjadi watak. Termasuk kebersihan terutama beberapa sampah yang berserakan sehingga membuat lingkungan menjadi tidak elok dilihat. Hal ini sekaligus menjadi bahan evaluasi yang dilakukan oleh pengurus. Tentu yang harus dilakukan adalah melalui pembiasaan.

Satu catatan penting yang disampaikan beliau bahwa “Anda itu digugu dan ditiru sebagai panutan!”. Sebagai pengurus kewajiban beretika baik ini adalah sikap penting dalam melayani orang lain. “Pengurus harus bisa menfasilitasi anak didiknya untuk mengembangkan diri. Dalam melayani orang lain kita harus lebih keras terhadap diri sendiri untuk berbuat lebih baik,” papar beliau.

Diakhir sebagai penutup kata kunci yang menjadi kesimpulan adalah mengabdi dan berorganisasi dengan baik serta penuh kerja keras. “Mari kita mengabdi dengan baik berorganisasi dengan dan kita kawal bersama program pesantren yang telah kita tetapkan bersama,” pungkas beliau. (DL,zaky/red)

BPPM Adakan Pelatihan Handy Craft Fibber Glass di Desa Randu Tata

nuruljadid.net – Hidup di pinggiran pantai atau yang dikenal dengan daerah pesisir bukan menjadi hal yang buruk bagi masyarakat desa Karanagnyar dan Randu Tata, justru dengan memanfaatkan Sumber Daya Alam (SDA) yang ada, masyarakat dapat menghasilkan sebuah produk yang cukup bernilai dengan hasil karya mereka sendiri. Hari ini (30/07) dengan melihat potensi besar akan terciptanya pasar perekonomian di daerah Desa Randu Tata dan Dusun Karanganom, Biro Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (BPPM) Nurul Jadid mengadakan pelatihan handy craft fiber glass. Dalam kegiatan ini, BPPM bekerjasama dengan beberapa pihak diantaranya adalah Peserta KKN IAI Nurul Jadid tahun 2017 dan dua kepala desa.

Kegiatan ini mendapatkan antusias yang sangat tinggi dari masyarakat Desa Karanganyar dan Randu Tata. Pasalnya, peserta pelatihan melebihi target yang telah diasumsikan oleh panitia. Dari sisi lain, kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Kepala Desa Randu Tata, Ibu Ummi Kulsum dan perwakilan dari Desa Karanganyar Bapak Fukad.

“terimakasih kepada Pondok Pesantren Nurul Jadid yang telah mengadakan kegiatan ini yang bekerjasama dengan pihak desa. Semoga dengan adanya kerjasama ini pengembangan desa dapat terlaksana dengan baik dan lancar. Dengan diadakannya kegiatan pelatihan ini saya harap kepada ibu ibu untuk lebih kreatif memanfaatkan alam sekitar yang manfaatnya akan dirasakan bersama terutama dalam pemasok tambahan keuangan di masing masing keluarga.” Ucap Ibu Ummi Kulsum, Kepala Desa Randu Tata.

Dengan bermata pencaharian nelayan, SDA disekitar pantai belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat setempat. Mereka (masyarakat Randu tata dan Dusun Karang Anom) lebih banyak menggantungkan nasibnya dengan bermata pencaharian nelayan. Oleh karena itu, Ibu Ummi Kulsum memberikan sedikit motivasi kepada masyarakat untuk lebih kreatif dalam melihat potensi SDA yang ada. Dia juga mengajak kepada seluruh warga yang mengikuti pelatihan untuk terus menghasilkan karya.

“Mari kita bersama sama untuk meningkatkan rasa kepedulian kita terhadap kondisi yang ada, baik dari kondisi keluarga maupun potensi yang ada. Dengan begitu, kita tidak hanya menunggu dan berharap dari hasil berlayar. Untuk ibu ibu disini, kalian dapat membantu keluarga dengan bermata pencaharian yang lain (sampingan) untuk menambah keuangan. Itu salah satu manfaat apabila kita dapat melihat peluang yang ada” cakap Ibu Ummi Kulsum.

Desa RanduTata yang akhir akhir ini menjadi lirikan publik dikarenakan terdapat Eco Wisata, Pantai Duta namanya. Dengan keberadaan Pantai Duta, ini merupakan sebuah peluang bagi warga desa Randu Tata untuk memanfaatkan peluang yang ada. Namun sebelum itu, masih banyak hal yang harus dilakukan untuk lebih memberikan daya tarik masyarakat, contohnya pengembangan sarana dan pengadaan koperasi juga masyarakat harus bisa menemukan ciri khas dari Desa Randu Tata sebagai souvenir.

“Mari kita bersama sama membangun desa wisata dengan bekerjasama baik. Pengembangan pengembangan harus dilakukan apabila kita menginginkan Pantai Duta sebagai objek wisata. Salah satu contohnya adalah jalur akses masuk yang masih dibawah standard dan masih banyak lainnya” kata Bapak Fukad selaku perwakilan dari Desa Karanganyar.

Melihat peluang dan kondisi yang ada, Kepala Pesantren Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Abd. Hamid Wahid hadir dalam ceremonial Pelatihan ini. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa tujuan utama kita berkumpul adalah kita bersama berikhtiar bagaimana partisipasi kita dalam pembangunan dan perkembangan yang kita hadapi agar lebih baik khususnya desa Randu Tata yang memiliki wahana wisata Pantai Duta yang berkembang secara baik dari hari ke hari.

“Harapan kita adalah supaya kita lebih aktif dfalam menyongsong perkembangan wisata. Seharusnya bahwa pengembangan wisata sebesar besarnya manfaatnya kembali kepada masyarakat, khususnya masyarakat setempat. Masyarakat harus siap hidup dalam mengambil jasa pariwisata dan mendukung agar iklim wisata disini menjadi lebih baik dan kondusif.” Dawuh Beliau

Dalam sambutannya, beliau menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu ikhtiar kita untuk mendukung iklim pariwisata di desa Randu Tata. Mewarnai dengan hasil kerjainan yang ada. Bagaimana kita bisa memberikan kesan kepada pengunjung agar mereka bisa kembali lagi dan pulang membawa kenangan.

Tak hanya barang saja, dengan memanfaatkan letak strategis para masyarakat sekitar pantai Duta bisa memanfaatkan hasil laut untuk dijadikan sebagai kuliner khas wisata Pantai Duta. Ini merupkan perkembangan kedepan. Membuat bahan bangunan berbahan fiber contohnya perahu fiber bermesin, pintu rumah dari fiber, closet dari fiber, dan masih banyak lainnya.

“Masyarakat juga bisa menampung hasil kerajinan masyarakat lain dari Probolinggo. Kita tidak hanya membuat tapi juga menjadi penyedia lapangan untuk menjualkan hasil produk dari Probolinggo. Dan beberapa pengembangan juga bisa dilakukan contohnya dengan membangun wahana wisata pendidikan dan alam. Tujuannya adalah bangkit bersama dari segi ekonomi dan social bersama sama. Tujuan kedua adalah membangun wisata yang baik agar menjadi wisata yang sehat, wisata keluarga dan pendidikan.” Kata Kepala Pesantren sekaligus Rektor IAI Nurul Jadid.

Kedepannya, kita bisa melakukan jalinan kerjasama dengan pihak pihak terkait tertutama dalam pemeritahan untuk membangun dan mengembangkan wahana wisata ini. Contohnya dengan mengadakan pelatihan pelatihan sesuai yang dibutuhkan. (zaky/red)

KH. Abd. Hamid Wahid : Pengabdian, Salah Satu Tugas Pokok Manusia

nuruljadid.net – Manusia diciptakan mempunyai dua tugas, yang pertama adalah beribadah kepada Allah, yang kedua sebagai khalifatullah di muka bumi. Allah menciptakan kehidupan sebagai ujian bagi manusia, apakah dia kuat menghadapi godaan dunia dan kesenangan dunia atau malah sebaliknya. Manusia tergoda dengan kenikmatan dunia dan kesenangannya, sehingga menjadikan dia lupa terhadap tugas dan kewajibannya.

Kehidupan modern seperti sekarang ini, ada sebagian manusia yang hanya menginginkan kesenangan serta hidup mewah, tanpa memimikirkan kehidupan akhirat yang merupakan kehidupan abadi. Dewasa ini, manusia sudah terjaring yang namanya penyakit hedonisme, yang hanya memikirkan hidup mewah berfoya – foya tanpa memikirkan tugas dan kewajibannya sebagai hamba Allah.

Melalui acara penutupan diklat Protokuler dan Keamanan, Bapak Kepala Pesantren Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Abdul Hamid Wahid, mengingatkan kita akan pentingnya pengabdian. Dalam acara tersebut beliau memberikan arahan, bahwa manusia mempunyai tugas untuk menyembah kepada Allah melalui amal amal ibadah, bahkan setiap aktifitas yang baik yang kita niatkan karna Allah maka aktifitas tersebut bernilai ibadah. Pengabdian kepada Allah juga terkait dengan tugas kita yang kedua yaitu ke khalifah-an, dalam artian yang menjaga kelestarian dan keberlangsungan hidup manusia di dunia. Dalam kaitannya dengan ke khalifah ini bukan hanya sekedar urusan dengan yang diatas atau vertical yang harus diurusi oleh manusia, tetapi bagaimana manusia juga mengurusi dan memikirkan hubungan horizontal baik dengan makhluk hidup, makhluk mati dan makhluk – makhluk Allah yang lain di alam semesta ini.

Oleh karna itu pengabdian juga ada kaitannya dengan hubungan horizontal, bagaimna manusia membangun pengabdian dalam kehidupan bersosial ditengah –  tengah masyarakat. Sebagai Santri di Pondok Pesantren Nurul Jadid kita dikenalkan kepada kewajiban – kewajiban yang fardu didalam agama yang terhimpun didalam trilogi santri. Yang pertama adalah Memperhatikan Kewajiban – Kewajiban Fardu ‘Ain, seperti kita memiliki perhatian dan kesungguhan dalam melaksanakan Fardu – Fardu ‘Ain karna itu merupakan kewajiban individu bagi manusia. Yang kedua adalah Mawas Diri dengan Meninggalkan Dosa – Dosa Besar, seperti kita memiliki kepedulian dan mawas diri untuk meninggalkan dosa – dosa besar. Yang ketiga adalah Berbudi Luhur Kepada Allah dan Makhluk, baik adab kepada Allah maupun adab kepada sesama manusia dan ini merupakan keseimbangan antara hubungan vertical dan horizontal.

Beliau melanjutkan tausiyahnya, dalam tim Protokoler ini kita semua akan belajar bagaimana cara menempatkan diri kita sebagai orang yang manfaat bagi orang lain, bermanfaat bagi masyarakat secara umum, yang dimulai dengan cara kita belajar memberikan manfaat kepada orang terdekat kita dan lingkungan kita. Beliau berdauh bahwa Seorang Santri tugasnya adalah belajar bagaimana dia menempatkan diri sebagai kader – kader ulama, dengan dia mengabdi secara tidak langsung dia sudah melakukan proses belajar, Dan perlu diingat salah satu wujud dari ketaatan kita kepada Allah juga diukur dengan hubungan kita kepada sesama manusia, adab kita kepada sesama manusia dan manfaat kita kepada sesama manusia melalui pengabdian ditengah – tengah masyarakat.

Dengan demikian Santri pada umumnya harus merasa “gatal” didalam hatinya, ketika dia melihat tempat pengabdian lalu kemudian dia tidak mempunyai keinginan untuk melakukan pengabdian ditengah – tengah masyarakat, Dan dia sama sekali tidak mempunyai ghiroh untuk mensejahterakan bangsa dan melakukan perubahan ditengah – tengah masyarakat.

Oleh karna itu Pendiri dan Pengasuh Pertama Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Zaini Mun’im berdawuh, Kalau Santri hanya berfikir ekonominya sendiri, memikirkan kebutuhannya sendiri, Tidak berfikir dan berjuang untuk masyarakat dan bangsanya, Maka dia sungguh – sungguh telah berbuat maksiat. Hal ini ada kaitannya dengan dua tugas sebagai manusia diatas, berarti santri tersebut telah mengabaikan tugas ke khalifaan-nya, sebagai hamba Allah. Oleh sebab itu saudara – saudara sekalian beruntung telah terpilih terlebih dahulu untuk memberikan pengabdiannya kepada Pesantren dan masyarakat secara umum. (Zainullah/Red)

“kita semua akan belajar bagaimana cara menempatkan diri kita sebagai orang yang manfaat bagi orang lain, bermanfaat bagi masyarakat secara umum, yang dimulai dengan cara kita belajar memberikan manfaat kepada orang terdekat kita dan lingkungan kita.”

Sumber : Tausiyah Kepala Pesantren Dalam Kegiatan Penutupan Diklat Protokuler dan Keamanan.

Auditorium IAI Nurul Jadid, 29 Juli 2017 Pukul 21.22 WIB

Diklat Resmi Diakhiri, P3NJ Resmi Dibentuk

nuruljadid.net – Sejak tanggal 25 s/d 29 Juli 2017, Bagian Protokoler Pesantren yang dikomandoi oleh Bapak Miftahul Huda mengadakan kegiatan yang memiliki tujuan untuk membantu pesantren dalam memberikan pelayanan, kenyamanan dan keamanan yang maksimal. Kegiatan yang bertajuk “Diklat Protokoler dan Keamanan” dilaksanakan selama 5 hari dengan jumlah anggota 231 orang yang berjuluk Tim 231.

Malam ini (25/07) adalah akhir dari perjalanan Tim 231 untuk mempelajari dan mendalami beberapa materi yang telah disiapkan oleh Panitia Pelaksana. Kegiatan diklat ini mendapatkan respon positif dari jajaran pemerintahan seperti Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Probolinggo, Polisi Resort (Polres) Probolinggo dan Komado Rayon Militer (KORAMIL) 0820/16 Paiton.

“Kegiatan ini diikuti oleh 231 orang yang terdiri dari beberapa lembaga dibawah naungan Pondok Pesantren Nurul Jadid. Tim 200 adalah Tim Protokoler yang terdiri dari 200 orang dan Tim 31 adalah Tim Keamanan yang beranggotakan sebanyak 31 orang” Ujar Ust. Dimas Eko Cahyono selaku ketua Panitia Pelaksana..

Dalam sambutannya, Ketua Panitia juga menyampaikan beberapa harapan dari kegiatan yang telah dilaksanakan. Salah satunya adalah agar peserta dilkat dapat menerapkan ilmu yang telah didapatkan selama pelaksanan diklat hingga benar benar memberikan perubahan yang signifikan bagi PP. Nurul Jadid.

Kepala Pesantren, KH. Abd. Hamid Wahid juga turut hadir dalam kegiatan penutupan diklat ini. Pada kesempatan ini beliau memberikan sambutan dan tausiyah kepada Tim 231. Beliau menyampaikan bahwa Tim 231 merupakan tim perubahan yang terdiri dari orang orang pilihan. Selain mereka disebut sebagai pembawa perubahan, mereka juga mendapatkan kesempatan pengabdian kepada Allah melalui tugas tugas yang lainnya.

“Masuk dalam tim ini adalah masuk dalam dunia pengabdian. Dunia pengabdian selaras dengan tujuan hidup kita, yakni beribadah dan mengabdi kepada Allah SWT. Walaupun pengabdian kepada Allah itu juga terkait dengan salah satu tugas kita yang lain. Paling tidak ada 2 tugas yang kita miliki, tugas sebagai hamba Allah SWT dan Kholifatullah. Berkaitan dengan kholifah, bukan hanya hubungan vertical saja yang harus kita pikirkan, kita juga harus memikirkan hubungan horizontal (makhluk lainnya). Berkaitan dengan itu, Pengabdian juga diukur dan dikaitkan dengan hubungan kita. Ini merupakan salah satu ibadah kita, namun ibadah ini adalah ibadah yang berkaitan dengan tugas kita yang satunya lagi yakni sebagai Kholifatullah” dawuh beliau mengawali tausiyah.

“Karena itu, santri di Nurul Jadid dikenalkan dengan kewajiban kewajiban dalam agama yang tertuang dalam trilogi santri. Ini merupakan keseimbangan dari 2 status kita, vertical dan horizontal. Disebut sebagai pengabdian karena didalam tugas ini, kita belajar bagaimana kita bisa menempatkan diri untuk bermanfaat bagi orang lain, masyarakat luas pada akhirnya yang kita mulai dengan memberikan manfaat kepada masyarakat dalam lingkungan terdekat kita” tambah beliau.

Dalam tausiyahnya, beliau juga memberikan sedikit suntikan motivasi kepada anggota protokoler dan keamanan PP. Nurul Jadid. “Jangan merasa menyesal, mantapkan niat kita untuk selalu mengabdi dalam jalur ini. insya allah akan berkembang” dawuh beliau. Tak hanya itu, beliau juga menyampaikan keinginan pesantren dengan terbentuknya tim protokoler dan keamanan. Harapan beliau adalah dapat menjalankan kemampuan fardu kifayah dengan tetap berbenah diri menjadi perangai yang baik.

Diakhir tausiyah beliau, beliau mengusulkan sebuah nama untuk peserta diklat yang telah mengikuti pelatihan dan akan menjalankan tugasnya dengan nama PANJI PELOPOR NURUL JADID dengan harapan dapat menjadi kader – kader yang dapat menularkan semangat pengabdian, menuntut ilmu dan pengalaman kepada saudara kita yang tidak bertugas maupun kepada masyarakat nanti. (zaky/red)

“Niatkan untuk belajar dan manfaatnya untuk pesantren, masyarakat dan diri sendiri terutama ketika kita kelak berada di masyarakat. Insya Allah apa yang telah kita lakukan akan bermanfaat bagi diri kita sendiri untuk membentuk kepribadian dan karakter yang baik. Dan itu akan menjadi pelengkap dalam hidup kita. Niatkan untuk menimba ilmu, menimba pengalaman, menempa karakter dan kepribadian kita.”

Protokoler Putri Dilatih PBB oleh Dua Orang Polisi Probolinggo

nuruljadid.net – Beberapa kegiatan dilakukan oleh Pondok Pesantren Nurul Jadid untuk meningkatkan kedisiplinan santri, contohnya adalah mengadakan pelatihan Keprotokoleran dan Keamanan. Dalam kegiatan tersebut ada dua kelompok yang dibentuk, Tim 200 merupakan kumpulan dari santri putra dan puteri sebagai Protokoler Pesantren dan Tim 31 yang dibentuk khusus santri putera sebagai keamanan Pesantren. Kegiatan Pelatihan ini dikoordinir oleh Bagian Protokoler PP. Nurul Jadid.

“Tak mudah untuk menjadi tim 200 maupun tim 31. Pasalnya mereka harus memiliki jiwa kepemimpinan dan karakter yang kuat. Jadi mereka merupakan santri pilihan” ujar Dimas selaku panitia pelaksana.

Hari ini (27/07) tim 200 dilatih Peraturan Baris Berbaris (PBB) dengan tujuan untuk meningkatkan kedisiplinan yang selama ini masih berjalan kurang maksimal dan terkadang tidak terkontrol dengan baik. Panitia pelaksana mendatangkan 2 orang polisi sebagai pemateri dalam kegiatan PBB.

“PBB ini merupakan salah satu contoh kita untuk selalu disiplin dalam mengikuti kegiatan formal. Contohnya upacara” Ujar Bia Finda, seorang Polisi Wanita (Polwan) asal Kota Batu Malang yang menjadi penyaji pada PBB untuk Protokoler Puteri.

Sebanyak 76 Protokoler Puteri dilatih serta dibimbing secara intensif oleh 2 orang polisi yang didatangkan dari Polres Porobolinggo. Kegiatan yang berdurasi 2 jam ini berlangsung secara serius dan menyenangkan. Tak nampak rasa takut dalam raut wajah mereka meskipun para protokoler masih awam dalam mempelajarinya.

“Pesertanya sangat bersemangat dan enak untuk dibimbing, sehingga target yang kita inginkan bisa tercapai dengan baik. Sekalipun mereka masih jauh dikatakan sempurna dalam Baris Berbaris. Soalnya dalam PBB ini perlu keseriusan yang tinggi dan juga perlu pembiasaan agar mereka bisa baris berbaris dengan sempurna.” Ujar Eryk seorang polisi pria yang juga ikut mendampingi Bia Finda dalam memimpin pelatihan ini.

Diakhir pelatihan, Bia Finda mengatakan bahwa PBB ini digunakan dalam kegiatan formal atau kegiatan lainnya yang membutuhkannya. Harapannya adalah para peserta pelatihan dapat mengimplementasikan dalam kegiatan kegiatan khusus.

“Terimakasih kepada adik adik semuanya yang sudah mau manut kepada saya. Semoga apa yang telah saya berikan dapat bermanfaat buat adik adik sekalian.” Tambah Polisi Wanita asal Kota Batu Malang kepada Protokoler Puteri PP. Nurul Jadid. (zaky/Red)

Pelatihan Master of Ceremony oleh Protokol Pemda Probolinggo

nuruljadid.net – Menjadi pemandu acara yang dapat menguasai forum merupakan sebuah hal yang patut diacungi jempol pasalnya mereka yang terpilih menjadi Master of Ceremony (MC) bukanlah orang biasa, mereka adalah orang pilihan dan berpengalaman baik.

Untuk mewujudkannya, maka Protokuler PP. Nurul Jadid yang dikoordinir oleh Bapak Miftahul Huda mengadakan pelatihan Keprotokuleran. Pada pelatihan kali ini sebanyak 200 orang Protokuler Putera dan Puteri dilatih untuk bisa menguasai forum dalam acara formal maupun non formal.

Ibu Liesa Citra Purnama dan Ibu Ratih Dewanti adalah penyaji dalam pelatihan MC kali ini. Diawali dengan pematerian yang berlangsung selama satu jam lamanya, mereka (penyaji) memberikan sebuah teori untuk menjadi seorang MC yang baik.

“hari ini, kami berdua disini akan mengajari kalian untuk menjadi seorang MC yang handal. Baik dalam kegiatan formal dan non formal. Bagaimana caranya memimpin acara di halaya umum. Bagaimana caranya agar kalian tidak demam panggung” cakap Ibu Liesa kepada anggota Protokuler di awal pematerian.

Setelah pematerian dilaksanakan, para peserta pelatihan diminta untuk membentuk 4 kelompok yang tujuannya untuk mengimplementasikan materi yang telah didapatkan dan kemudian ditampilkan didepan peserta lainnya.

“Satu kelompok harus bisa menjadi MC dalam kegiatan formal dan non formal.” Ujar Ibu Ratih

Pada pelatihan ini terdapat sebuah momen yang meriuhkan suasana. Saudari Zahrotul Fitria Nabila menjadi MC dengan menggunakan Bahasa Mandarin. Dengan suara lantang disertai intonasi ala mandarin memberikan sedikit rasa surprise kepada kedua penyaji. Tak hanya dengan Mandarin saja, beberpa kelompok juga menampilkan MC dengan menggunakan bahasa asing lainnya, Bahasa Arab dan Inggris contohnya.

Diakhir sesi, kedua penyaji melakukan koreksi terhadap penampilan dimasing masing kelompok. Tak hanya itu, mereka juga memberikan sedikit motivasi kepada Tim 200 untuk terus bersemangat dalam melaksanakan tugasnya.

“Setelah melihat dari penampilan kalian, masih terdapat beberapa kesalahan kecil yang kalian lakukan. Contohnya adalah intonasi yang monoton, nervous dan tak membaca naskah. Seharusnya, sekalipun kalian sudah menghafal teks MC, kalian tetap membacanya” nasihat Ibu Ratih kepada peserta. (zaky/Red)

Buka Tahun Ajaran Baru Dengan Stadium General

nuruljadid.net – Sebagai pembuka dalam memasuki momen tahun ajaran baru malam kemarin (24/07) Masdrasah Aliyah Nurul Jadid Program Keagamaan adakan kegiatan Stadium General. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang biasa dibuka dengan formal dalam acara Iftitahud Dirosah. Tahun ini kegiatan tersebut dikemas dalam model seminar.

“Sengaja memang kita rubah dan dikemas dalam kegiatan semacam kuliah umum. Karena sesuai dengan kesepakatan dalam rapat kerja yang telah dilaksanakan pada bulan Mei lalu,” papar Ustadz Kusairi pimpinan asrama MAPK Nurul Jadid.

Mendatangkan alumni sebagai wujud silatur rahim anatara keluarga besar asrama dengan seluruh alumni-alumni yang telah tersebar di pelbagai tempat. Setidaknya sampai tahun ini saja sudah ada 21 angkatan yang telah menjadi lulusan program keagamaan. Bapak Imam Ghozali lulusan tahun 2004 merupakan narasumber yang hadir pada Stadium General kemarin.

“Beliau adalah alumni MAK juga. Angkatan sembilan, sekarang sudah berkeluarga dan menetap di Jember. Aktif juga dalam mengajar di lembaga-lembaga pesantren,” imbuhnya.

Santri dan realitas sosial ‘Analisa di bawah tantangan arus modernisasi’ merupakan tema diskusi pada tema seminar yang diselenggarakan. Sebagai bentuk refleksi terhaddap era Globalisasi yang marak hari ini. Sehingga, memang sangat dianggap relevan oleh beberapa pengurus arama MAPK untuk memilih tema tersebut.

Tidak terkecuali kebudayaan dan teknologi juga menjadi ranah pembahasan yang didiskusikan. Seluruh peserta yang hadir siswa dan siwi kelas satu, dua dan tiga sangat antusias mengikuti diskusi. “Syukurlah mereka bisa sangat berpatisipasi dan aktif dalam mengikuti kegiatan Stadium General ini. Sebagai hal yang sangat diharapkan pula bahwa peserta didik dapat mengambil hasil materi seminar yang telah disampaikan,” ucap Ustadz Roziqin selaku ketua panitia dalam kegiatan tersebut. (DL)

 

Rp. 360.000.000 Untuk Sket Masjid Jami’ Nurul Jadid

nuruljadid.net – Sket masjid yang berfungsi sebagai pemisah antara serambi dan dalam masjid sudah berdiri kukuh di Masjid Jami’ Nurul Jadid. Pemasangan pintu dan jendela masjid dikerjakan sejak 2 hari yang lalu dan progress pembangunan sket diperkirakan telah mencapai 65%. Hari ini (24/07) dengan pekerja sebanyak 13 orang, sket masjid ditargetkan akan selesai pada lusa esok.

“sket masjid sudah terpasang sejak 2 hari yang lalu, hanya tinggal pemasangan batu bata sebagai dinding pemisah yang akan diperkirakan selesai 2 hari mendatang” ujar Cak Mamat selaku mandor tukang.

Estimasi biaya yang dikeluarkan oleh Panitia Pembangunan Masjid Jami’ Nurul Jadid untuk sket mencapai Rp. 360.000.000,-. Namun biaya itu bukanlah biaya keseluruhan yang dibayar oleh Panitia, panitia pembangunan hanya membayar ¼ dari harga yang telah diperkirakan.

“total pengeluaran untuk sket masjid mencapai Rp. 360.000.000,- tapi panitia hanya membayar ¼ dari harga total. Sisanya adalah sumbangan dari beberapa alumni yang berada di berbagai daerah, baik berupa uang ataupun barang.” Ujar Bapak Saili Aswi selaku Ketua Panitia Pembangunan Masjid Jami’ Nurul Jadid.

Sket yang berbahan kayu jati ini merupakan hasil jerih payah panitia dalam menggalang dana. Alhamdulillah, dengan usaha yang tak henti hentinya, panitia mendapatkan sumbangan kayu jati dari beberapa alumni dan simpatisan yang berada di daerah Bondowoso tambah ketua Panitia Pembangunan Masjid Jami’ Nurul Jadid. (zaky/Red)

Road to LSN 2017, PSSNJ Rutin Adakan Latihan

nuruljadid.net – Menjelang Liga Santri Nusantara (LSN) 2017, Persatuan Sepak bola Santri Nurul Jadid (PSSNJ) akhir akhir ini rutin menggodok pemainnya untuk berlatih. Latihan yang dikoordinir langsung oleh manager tim, KH. Makki Maimun Wafi berlangsung ketat, pasalnya mereka harus lebih giat dan menuai perkembangan yang signifikan agar nama mereka terpampang di jajaran skuad tim utama PSSNJ.

Latihan fisik hari ini merupakan latihan fisik yang ke 7. Dimana pada latihan latihan sebelumnya mereka sudahg menjalai latihan fisik dengan berbagai variasi latihan. Seperti yang cakapkan oleh asisten pelatih tim PSSNJ, Darsono

“latihan kali ini merupakan latihan fisik yang ke 7. Dan di setiap sesi latihan para pelatih melakukan beberapa variasi menyesuaikan dengan kemampuan dan perkembangan pada pemain. Dengan tujuan dapat memantau perkembangan pemain”

Bukan haya sekedar latihan saja, selama ini pantauan dari pelatih menjadi data untuk melakukan seleksi pemain. Latihan kali ini diikuti oleh 40 pemain yang beberapa latihan kedepan akan dicoret namanya untuk dipilih menjadi pemain PSSNJ. Pencoretan 18 pemaian akan dilakukan di akhir latihan dengan mempertandingkan seluruh pemain.

“kami sudah mengantongi 11 pemain yang akan terjun pada LSN tahun ini. tetapi kami masih harus memantau perkembangan pemain lainnya pasalnya dari 11 pemain yang telah kami pilih masih banyak diberbagai lini tertentu. Contohnya center back. Dibagian itu masih terdapat banyak pemain yang memiliki bakat dan skill. Oleh karenanya pelatih harus bisa mengontrol dan memantau beberapa pemain yang sekiranya pas di posisinya” ujar Cak Dar sapaan akrab dari Asisten pelatih PSSNJ.

Arahan arahan dari pelatih selalu diberikan setiap perubahan sesi latihan. Motivasi dan semangat selalu dilakukan untuk memompa semangat pemain. (zaky/Red)

Sore Kemarin, Delapan Pelajar Asal Thailand Tiba di PP. Nurul Jadid

nuruljadid.net – Sore kemarin (13/07) sejumlah pelajar dari Thailand tiba di pesantren Nurul Jadid. Sekitar pukul 15.00 WIB, kedatangan mereka disambut dengan tangan terbuka oleh keluarga besar pesantren. Setibanya dari Jember kemudian rombongan tersebut dijemput oleh pihak pesantren.

“Mereka tiba di pondok jam tiga sore berangkat dari thailand dan masih ke jember kemudian kita jemput,” terang Bapak Faizin  Syamwil selaku Sekretaris Pesantren yang juga turut mengiringi rombongan.

Kedatangan sejumlah pelajar tersebut merupakan hasil kesepakatan hubungan kerjasama MoU (Memorandum of Understanding) yang telah ditandatangani pada bulan April lalu. “Ini merupakan tindak lanjut dari MOU kita dari Majelis Ulama’ Pattani dengan ponpes Nurul Jadid dalam pengembangan pendidikan,” lanjut Bapak Faizin memberikan penjelasan.

Hal tersebut juga senada dengan yang disampaikan oleh KH. Abdul Hamid dalam menyambut kedatangan rombongan ketika ramah tamah yang dilakukan di Wisma dosen pada sore kemarin.

“Setelah beberapa bulan yang lalu kita telah bersilaturrahim tepatnya di bulan April kita bertemu dan menandatangani MOU pada saat itu,” tutur beliau.

Rasa kegembiraan yang dirasakan dengan datangnya beberapa pelajar dari Thailand tersebut dirasakan oleh KH. Abdul Hamid. Dalam sambutanya beliau menyampaikan bahwa hubungan yang sudah terjalin ini merupakan suatu bentuk kepercayaan kepada pesantren sekaligus hal ini juga dapat saling membantu dalam media dakwah dan pendidikan keagamaan.

“Kami merasa bergembira dan menyambut dengan tangan terbuka kedatangan saudara-saudara kita dari Pattani yang tentu sesama Muslim dan punya keinginan untuk belajar di pondok pesantren Nurul Jadid. Ini bagi kami adalah sebuah kepercayaan yang barangkali sekaligus merupakan suatu amanat,” terang beliau.

Berjumlah delapan orang yang masing-masing memilih bidang pendidikan yang berbeda. Meraka semua berasal dari Pattani. Keterangan data yang diddapatkan terdapat dua pelajar di perguruan tinggi dan empat pelajar lainya di SLTA. Hal ini bukanlah yang pertama  kali terjadi sebab, setelah beberapa bulan yang lalu SMA Nurul Jadid juga telah meluluskan beberapa siswi yang berasal dari Thailand. Salah satunya adalah Fateehah Pohchiseng yang sukses meraih prestasi wisudawati terbaik Madrasah Diniyah Awwaliyah III. (Danil/Red)

 

Silaturahim Pengurus, Dosen, Guru Dan Karyawan Bersama Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Jadid

nuruljadid.net –  Didalam mencapai visi dan misinya, Pondok Pesantren Nurul Jadid tidak pernah  berhenti melaksanakan program – program. Disela – sela libur Pesantren. Hari ini (Kamis, 15/06/17) Pondok Pesantren Nurul Jadid melaksanakan kegiatan terakhir yang dikemas dengan tema “Silaturahim Pengurus, Dosen, Guru Dan Karyawan bersama Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Jadid”.

Acara yang di mulai pada  Jam 16.00 WIB, dihadiri langsung oleh Pengasuh, Kepala Pesantren dan warga Nurul Jadid (pengurus pesantren, pengurus wilayah, tenaga pendidik dan kependidikan).

“Kita berharap dalam pelaksanaan silaturrahim ini dapat menambah ukhwah persaudaraan, kebersamaan dan solidaritas diantara kita sesama khodimul ma’had di Pondok Pesantren Nurul Jadid tentunya dengan kebersamaan kedepannya. Kita harapkan tercapainya kemajuan serta cita – cita bersama Pondok Pesantren Nurul Jadid sehingga apa yang menjadi cita – cita serta keinginan kita bisa kita capai bersama. Kita juga berharap dalam membangun kebersamaan ini, kita niatkan sebagai bentuk pengabdian kita kepada Pesantren.

Pengarahan Pengasuh oleh KH. Moh. Zuhri Zaini, Pengasuh ke IV PP. Nurul Jadid. (Foto : Zaky/Red)

“Sekarang Pesantren sedang berusaha untuk mencapai apa yang menjadi tujuan dari pesantren itu sendiri, sebab Pesantren itu sendiri memiliki dua fungsi, Fungsi yang pertama adalah Pesantren sebagai lembaga dakwah yang mengkader semua santri santrinya untuk mengetahui dan memahami ilmu Agama serta mampu mengamalkan ajaran – ajaran Agama dalam kehidupan sehari – hari. Fungsi yang kedua adalah Pesantren dituntut untuk mengimbangi serta mengikuti kemajuan zaman dengan membekali semua santri – santrinya dengan pengetahuan dan keterampilan dengan tetap berpegang teguh kepada ilmu Agama. Tentunya dengan keterampilan serta pengetahuan yang diperoleh di Pesantren kita berharap santri – santri kita tidak hanya  menjadi maf’ul di tengah – tengah masyarakat, tetapi kita berharap santri – santri kita nantinya akan menjadi Fa’il di tengah – tengah masyarakat.” Tambah Pengasuh dalam sambutannya.

Kepala Pesantren Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Abd. Hamid Wahid ikut andil dalam kegiatan ini. Pada kegiatan ini beliau menyampaikan kesiapan pesantren dalam menghadapi tahun ajaran baru. Dengan mensosialisasikan beberapa program pesantren yang telah dirancang bersama dengan unit unit terkait  selama kurang lebih 3 bulan terakhir.

Sosialisasi Program Pesantren oleh Kepala Pesantren, KH. Abd. Hamid Wahid. (Foto : Zaky/Red)

Adapun beberapa program yang akan dilaksanakan oleh Pondok Pesantren Nurul Jadid di tahun ajaran baru adalah Integrasi pelaksanaan MADIN dengan lembaga formal, perubahan jadwal harian santri, pelaksanaan BPJS, pembayaran tunggal biaya pendidikan santri, tanda pengenal (ID Card) tenaga pendidik dan kependidikan serta Pusat kendaraaan bermotor.

Kegiatan ini diakhri dengan pembacaan do’a oleh KH. Moh. Romzi Al Amiri Mannan sekaligus dilanjutkan dengan buka bersama. (zainul,zaky/red).

Peserta Silaturrahim. (Foto : Zaky/Red)