Pos

Penutupan KKN IAINJ Berbasis Pondok Pesantren Nurul Jadid

nuruljadid.net – Kuliah Kerja Nyata ( KKN ) Institut Agama Islam Nurul Jadid Paiton Probolinggo, Merupakan program rutin yang dilaksanakan setiap satu tahun sekali yang melibatkan Mahasiswa dan Mahasiswi semester tujuh dari semua fakultas atau jurusan.

KKN pada tahun 2017 berbeda dengan KKN tahun 2016, pada tahun 2016 ada kalanya KKN Berbasis Desa dan Masjid, Sedangkan pada tahun 2017 Pelaksanaan KKN ada yang berbasis Desa dan Pesantren, Untuk KKN berbasis Pesantren pada tahun 2017 ada sebagian Mahasiswa dan Mahasiswi  dari semua jurusan yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata ( KKN ) di Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Dari seratus Mahasiswa dan Mahasiswi disemua jurusan yang melaksanakan KKN di Pondok Pesantren Nurul Jadid, terhitung sejak tanggal 17 Juli 2017 sampai dengan tanggal 27 Agustus 2017, Pada tanggal 27 Agustus 2017 KKN yang berbasis Pondok Pesantren Nurul Jadid resmi melaksanakan acara penutupan bersama baik Mahasiswa/ Mahasiswi yang dihadiri oleh Kepala Pesantren sekaligus Rektor Institut Agama Islam Nurul Jadid KH. Abdul Hamid Wahid, perwakilan dari LP3M IAI Nurul Jadid Gus Muhammad Alfyadl, DPL Putri Nyai Hj. Khodijatul Qodriyah dan semua Kepala Wilayah Puteri yang menjadi tempat  posko Mahasiswi.

Dalam acara penutupan Kuliah Kerja Nyata (KKN) berbasis Pondok Pesantren Nurul Jadid yang dilaksanakan di Aula Puteri Madrasah Aliyah Nurul Jadid, Diawali dengan pembacaan Surat Al-Fatihah yang dipimpin oleh pembawa acara Fathurrosi sebagai tanda dibukanya acara penutupan KKN 2017 berbasis Pondok Pesantren Nurul Jadid dan dilanjutkan dengan acara Pembacaan Ayat – Ayat Suci Al-Qur’an Uztadz Gufron, Sambutan Panitia, Masing – masing Kordes, DPL Nyai Hj. Khodijatul Qodriyah, Perwakilan LP3M Gus Muhammad Alfayadl dan Sambutan Kepala Pesantren KH. Abdul Hamid Wahid

Dalam sambutannya Kepala Pesantren Pondok Pesantren Nurul Jadid menyampaikan, “Bahwa KKN di Pondok Pesantren merupakan kesempatan emas bagi kita semua peserta KKN dan sekarang mungkin teman – teman tidak merasakan manfaatnya, barangkali kita akan merasakan manfaatnya ketika kita sudah pulang ke masyarakat, yang paling penting juga adalah bagaimana kita menyadari bahwa kita sebagai kader pejuang, Dan bagi Santri Nurul Jadid berjuang merupakan sebuah keharusan yang tertanam dalam mentalitas kita masing – masing, oleh karna itu KH. Zaini Mun’im  mengatakan kalau orang hanya memikirkan perutnya sendiri tidak mau berjuang maka orang tersebut sama saja dengan bermaksiat, oleh karna itu KKN merupakan salah satu latihan bagaimana kita belajar bermasyarakat dengan baik belajar memberikan kebaikan kepada orang lain maka sekali lagi KKN merupakan langkah awal bagi kita untuk melatih berbuat baik kepada orang lain.

Setelah sambutan Kepala Pesantren acara dilanjut dengan pemberian kenang – kenangan  dari masing – masing posko Mahasiswa dan Mahasiswi untuk posko Mahasiswa diwakili oleh Zainullah dan posko Mahasiswi diwakili oleh masing – masing Kordes, dan pembacaan do’a sebagai tanda berakhirnya acara penutupan Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2017 yang dipimpin oleh Gus Muhammad Alfayadl. ( Zhen )

Biro Kepesantrenan Adakan Diklat Wali Asuh

nuruljadid.net – Malam ini (25/08) Biro Kepesantrenan Pondok Pesantren Nurul Jadid mengadakan Pembinaan, Pendidikan dan Pelatihan Wali Asuh yang bertempat digedung Aula SMP Nurul Jadid.

Kegiatan ini dihadiri oleh KH. Mahfudz Faqih, H. Ahmad Jazuli, Sekretaris Biro Kepesantrenan, Bapak Ponirin Mika, Koordinator Bagian Bimbingan Dan Konseling Biro kepesantrenan, Bapak Sholeh beserta seluruh pengurus wilayah yang berada dibawah naungan Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Dalam acara ini Sekretaris Biro Kepesantrenan menyampaikan pesan dari KH. Fahmi AHZ selaku Kepala Biro Kepesantrenan yang berhalangan hadir.

Beliau sangat memohon dengan kepada semua  wali asuh agar mengikuti kegiatan bimbingan dan konseling kewaliasuhan ini sampai selesai. Ucap Bapak Ponirin Mika

“Peran wali asuh yang berada dibawah naungan Pondok Pesantren Nurul Jadid merupakan suatu hal yang paling utama oleh karena itu, Kepala Biro Kepesantrenan Pondok Pesantren Nurul Jadid sangat menghimbau kepada seluruh wali asuh agar menjalankan tugasnya dengan baik. Salah Satu tugas wali asuh adalah selalu menjaga, mendampingi dan memantau anak didiknya disetiap jam kegiatan pesantren serta aktivitas kesehariannya, agar tidak terjadi lagi kejadian santri yang biasanya kerasan diluar.” Imbuh Sekretaris Biro Kepesantrenan dalam sambutannya.

Adapun tujuan dan harapan pesantren kepada wali asuh adalah agar senantiasa aktif dalam menjaga, mendampingi, mendidik, membimbing dan membina serta mengarahkan anak didiknya untuk selalu semangat belajar dalam menimba ilmu di Pondok Pesantren Nurul Jadid. Serta menjadi santri sejati yang selalu menjaga kesopanan dan selalu ber-akhlaqul karimah. (QZ,/NS/MSF)

OMABA, Pelatihan Awal bagi Santri Baru Ma’had Aly Nurul Jadid

nuruljadid.net – Badan Eksekutif Mahasantri (BEMs) Ma’had Aly melaksanakan Orientasi Mahasantri Baru (OMABA), selasa pagi, (22/08/2017)  di Musholla Al Amiri. Kegiatan tersebut diikuti santri baru putra dan putri di wilayah Al-Amiri dan Wilayah Al-Lathifiyah yang merangkap peserta didik baru di program-program lembaga Ma’had Aly.

Seperti halnya instansi pendidikan lainnya, Ma’had Aly mengadakan kegiatan orientasi ini, bertujuan untuk melatih mental dan melatih kemandirian santri sebelum akhirnya menetap lebih lama dipondok pesantren.

Kegiatan OMABA yang diketuai oleh Anis Zayyadi ini berlangsung selama tiga hari. Selama tiga hari tersebut, para mahasantri disajikan berbagai materi, mulai dari kegiatan-kegiatan keagamaan, kepesantrenan, sejarah Ma’had Aly, pengantar konsentrasi Ma’had Aly, yakni fiqh & ushul fiqh, dll.

Puncak acara dan kegiatan yang begitu menyentuh dari kegiatan OMABA ini adalah kegiatan Renungan dan burdah keliling yang sengaja dilaksanakan pada tengah malam, yakni pada jam 02.00 WIB dini hari.

Pada kegiatan Renungan ini, bukan hanya para peserta OMABA yang menangis, Renungan yang diisi oleh puisi-puisi yang dibacakan oleh ustadzah Clara sinta pratiwi itu juga mampu membuat para panitia ikut menangis. Selepas renungan, para peserta langsung bergegas mengambil wudhu’ untuk melaksanakan sholat tahajjud kemudian disusul dengan kegiatan burdah keliling.

Seseuai dengan misi utama diadakannya kegiatan ini, Panitia mengemas OMABA dengan kreatif dan bersifat teori-praktis, karena dalam tatanan praktis, materi yang disajikan lebih mudah diingat dan diamalkan dengan baik.

“Segenap panitia dan musyrifin & musyrifah berharap, melalui pe;atihan yang dikemas dengan OMABA ini, para santri baru akan benar-benar belajar menjadi pribadi mandiri  seperti yang sudah diajarkan dan dipraktikkan di kegiatan OMABA ini.” Ujar Anis Zayyadi. (NH)

omaba ma’had aly putri

Belajar Tuntas Darah Wanita

nuruljadid.net – Fikih perempuan menjadi tema fikih yang sanagat penting dan tidak pernah habis dibahas.  Termasuk tema fikih yang sangat penting dipelajari  adalah Fikih darah wanita.

Madrasah Aliyah Program Keagamaan (MA PK) mengadakan kegiatan program Praktik Ibadah (26/08/17) dengan mengangkat tema “Belajar Tuntas Darah Wanita” pada hari jum’at (25/08).

Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan Praktik Ibadah yang dilaksanakan secara berkala yakni satu  tahun sekali oleh Organisasi Siswa Intra Sakan (OSAKA) di MA PK.

Diangkatnya tema tersebut dilatar belakangi oleh minimnya pengetahuan peserta didik baru tentang darah wanita. Baik  darah ditinjau dari segi warna atau dari jangka waktunya. Darah bagi seorang wanita adalah sesuatu yang sangat penting, sebab diterimanya ibadah kaum perempuan adalah tergantung bagaimana ia mampu memahami darah wanita baik dari segi penghitungan masa keluar darah atau dari segi bagaimana bersuci dari masa “berdarah”.

“Dengan adanya acara tersebut siswi MA PK diharapkan dapat mengerti lebih detail perhitungan darah wanita yang terkesan mumet dan membingungkan,” ujar Ketua Panitia, Lutfatul Imamah.

Acara yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB tersebut berlangsung khidmat. Antusiasme terlihat dari banyaknya pertanyaan yang didiskusikan oleh peserta dan nara sumber.

Ustadzah Maadinatul Munawwaroh, S.Pd.I, yang didapuk sebagai narasumber mampu membuat suasana menyenangkan. Masing-masing peserta dibagi menjadi beberapa kelompok kemudian masing-masing kelompok diuji kekompakannya dengan yel-yel dan banyaknya pertanyaan yang diajukan. (EN)

Sambut PHBI, FKO Adakan Lomba

nuruljadid.net – Berbagai lomba yang digelar oleh Forum Komunikasi OSIS (FKO) dibuka kamis malam (24/08/2017). Lomba tersebut adalah rangkaian kegiatan Peringataan Hari Besar Islam dalam rangka menyambut tahun baru 1439 H.

Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang sudah pasti dilakukan. Namun, dalam setiap tahun perlombaan yang digelar tidak tentu sama, tergantung  bagaimana FKO mengagendakan kegiatan tersebut.  Pada tahun ini lomba Qori’ baru pertama kali diadakan.

Pembukaan lomba dilanjutkan dengan lomba Mars Nurul Jadid dan beat box santri. Lomba antar lembaga formal yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Nurul Jadid itu berlangsung meriah. Utusan masing-masing lembaga menampilkan performa terbaik mereka membuat tepuk tangan penonton tidak pernah surut.

Lomba antar lembaga tidak hanya lomba yang bersifat kognitif atau yang memeras pikiran tapi juga lomba yang mengharuskan kreatifitas dan kekompakan seperti lomba beat box, quiz dll.

“Lomba ini diadakan untuk meningkatkan kreativitas santri, meningkatkan daya saing santri antar lembaga formal secara sehat serta mengukuhkan ukhuwah ma’hadiyah antar santri agar lebih mencintai Pondok Pesantren Nurul jadid dan seisinya,” ungkap Sulusiyah, ketua panitia PHBI.

Dimulai sejak tanggal 24 Agustus 2017 sampai 14 Sepetember, ada tujuh lomba yang diagendakan oleh FKO yakni lomba Mars Nurul Jadid dan beat box, Pidato, MTQ, MSQ, Shalawat, Qari’, Quiz dan game hajar aswad. (ka)

Asah Hati dengan Tausiyah Pengasuh

nuruljadid.net – Pengurus wilayah Al-Hasyimiyah terus berusaha berbenah dalam segala hal termasuk usaha meningkatkan kinerja pengurus dan wali asuh. Salah satu program yang dicanangkan untuk itu adalah program tausiyah pengasuh.

Kegiatan tausiyah pengasuh tersebut adalah kegiatan tausiyah oleh dewan pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid secara berkala yakni satu bulan sekali dan diikuti oleh seluruh pengurus dan wali asuh.

Selain untuk pengurus dan wali asuh kegiatan ini juga digelar untuk seluruh santri yang dibagi menjadi dua kelompok sesuai dengan tingkatan sekolah yakni SLTP dan SLTA.

Pengurus bagian Bimbingan dan Konseling yang menjadi penanggung jawab kegiatan tausiyah pengasuh mengundang KH. Hefniy Mahfudz Al-Hafidz untuk memberikan tausiyah pada bulan agustus ini.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan ruhul jihad pengurus untuk mengabdi tanpa batas. Lebih khusus lagi tausiyah ini juga menjadi media untuk mengasah hati. Bagaimanapun hati kita harus terus diasah agar selalu ikhlas mengabdi dengan totalitas,” ungkap Nur Amalia, Kepala Bagian Bimbingan dan Konseling.

Selain diperuntukkan pengurus dan wali asuh, tausiyah pengasuh ini juga diperuntukkan seluruh santri yang dibedakan menurut tingkat pendidikan formalnya. Diharapkan kegiatan ini bisa menjadi pemompa jiwa pengabdian pengurus serta pemompa semangat belajar santri.

“Tidak hanya otak yang perlu diasah, hati juga penting untuk diasah agar tetap seimbang,” ujar Siti Badriyah, kepala wilayah Al-Hasyimiyah menguatkan. (ka)

Menuju Universitas, Biro Pendidikan Tinggi (DIKTI) PP. Nurul Jadid Berkunjung ke UNWAHA Jombang

nuruljadid.net –   Ahad, 20 Agustus 2017, Biro Pendidikan Tinggi (Biro Dikti) melakukan kunjungan ilmiah ke Pondok Pesantren Bahrul Ulum Jombang.

Kunjungan tersebut diikuti oleh tiga pimpinan  perguruan tinggi yang berada di bawah Yayasan Nurul Jadid, yaitu Rektor IAI Nurul Jadid, Ketua STT Nurul Jadid dan Ketua Stikes Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Kunjungan tersebut bertujuan untuk mengembangkan lembaga tinggi di Pesantren Nurul Jadid menjadi Universitas yang berbasis pesantren.

Rombongan dari Pondok Pesantren Nurul Jadid diterima oleh Dr. Fathullah Malik, selaku wakil Rektor 1 Universitas KH. Wahab Hasbullah (UNWAHA). Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa, sekilas kita memiliki budaya yang sama, yaitu lembaga pendidikan tinggi yang berada di Pondok Pesantren dan perguruan tinggi yang berazazkan ahlussunnah wal jamaah atau berbasis Nahdliyin.  Universitas yang kita miliki ini merupakan cita – cita dari KH. Wahab Hasbullah yang sangat visioner. Tentunya tidak mudah untuk mewujudkan universitas ini, diperlukan  ketelatenan dan usaha keras untuk mewujudkan ini semua.

Selain itu, KH. Abdul Hamid Wahid selaku Kepala Biro Dikti PP. Nurul Jadid Paiton Probolinggo menyampaikan bahwa kedatangan kita ke UNWAHA (Universitas KH. Wahab Hasbullah) ini tidak lain adalah untuk menimba ilmu terkait dengan merger 3 perguruan tinggi yang ada di PP. Nurul Jadid menjadi Universitas di bawah naungan kemenristek dikti.

“Kami tidak bisa menunggu lagi, karena perguruan tinggi pesaing juga sudah berkompetisi untuk meningkatkan mutu PTKI. Nah.. mumpung ada peluang dari KEMENRISTEK DIKTI, maka kita mencoba ambil peluang menjadi universitas. Dengan model beberapa program studi di lembaga kami, insya’ allah kami bisa apabila disertai kesungguhan, ikhtiar dan Doa.” Ujar Beliau, Kepala Biro Dikti sekaligus Rektor IAI Nurul Jadid Paiton Probolinggo. (dikti)

Suasana Silaturrahim dan Dialog Interaktif di Ruang Rapat Rektorat UNWAHA Jombang. (Foto : Biro Dikti)

PPIQ Adakan Studium General “Motivasi Mendalami ilmu Al Qur’an.”

nuruljadid.net – Al Qur’an merupakan pedoman hidup bagi manusia terutama di kalangan muslim. Didalamnya terdapat banyak petunjuk dalam kehidupan dunia lebih lebih akhirat. Namun sayang, akhir akhir ini minat belajar dan mendalami ilmu Al Qur’an sudah mulai terkikis. Mereka lebih terfokuskan untuk mempelajari ilmu umum yang berkembang pesat pada zaman ini.

Atas dasar itulah, Pusat Pendidikan Ilmu Al Qur’an (PPIQ) Pondok Pesantren Nurul Jadid mengadakan legiatan Studium General (SG). Dengan tujuan untuk menanamkan raasa keingintahuan dan kecintaan terhadap Al Qur’an dan juga mengetahui bahwa betapa butuhnya kita terhadap Al Qur’an.

“Akhir akhir ini minat belajar Al Qur’an semakin seidkit dibandingkan dengan minat untuk mempelajari ilmu umum, seperti ilmu matematika, bahasa inggris dan lain sebagainya, seakan akan Al Qur’an sudah tidak penting lagi” ujar Ust. Ghufron, Kepala Bagian (Kabag) PPIQ dalam sambutannya.

“Tujuan diadakannya kegiatan ini agar teman teman mengenal Al Qur’an lebih dalam lagi dan dapat mengetahui betapa butuhnya kita terhadap Al Qur’an.” Tambah Ust. Ghufron

Pada kesempatan ini, Kabag PPIQ juga menyampaikan laporan kegiatan penerimaan peserta didik baru di PPIQ Nurul Jadid.

Harapan harapan juga terlontarkan dalam sambutan Kabag. PPIQ, diantaranya adalah dapat menjadi orang yang lebih baik lagi dan ghiroh untuk mempelajari serta mendalami Al Qur’an semakin meningkat.

Kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri Zaini. Diawal tausiyahnya, beliau menyampaikan ucapan penghargaan dan terimakasih kepada keluarga besar PPIQ terutama pengurus yang selama ini telah istiqomah dalam menjalankan amanah pesantren.

Beliau juga menyampaikan bahwa peserta didik PPIQ yang fokus mempelajari dan mendalami Ilmu Al Qur’an merupakan santri plus. Pasalnya, semua santri bisa mempelajari Al Qur’an, namun belajar dengan intensif tidak semua santri melakukannya.

“Karena itu bersyukurlah bahwa saudara saudara dipilih oleh Allah untuk bergelut dan beraktifitas dengan Al Qur’an. Saudara sekalian merupakan tentara Allah yang bertugas untuk menjaga dan memlihara Al Qur’an yang dijamin keasliannya oleh Allah SWT” nasihat beliau kepada peserta Studium General.

Harapan harapan juga beliau sampaikan kepada peserta didik, baik peserta didik di Program tashisul Qiro’ah maupun tahfidzul Qur’an.

“kepada peserta didik di Tahsin, diharapkan tekun dan kalau bisa lanjutkan ke tahfidz. Untuk tahfidz, harus memiliki tekad dalam menghafal dan menjaga Al Qur’an. Karena menghafal memang berat, tetapi tidak seberat menjaga”.

“Jangan hanya belajar dan menghafalkan Al Qur’an saja, kita  juga harus bisa mengamalkannya sekalipun masih belum bisa memahaminya” dawuh beliau. (QZ)

Pendaftar Diterima
PPIQ Putera : 198 Anak Program Tahsinul Qiro’ah : 40 Anak
Program Tahfidzul Qur’an : 20 Anak
PPIQ Puteri : 150 Anak Program Tahsinul Qiro’ah : 43 Anak

Program Tahfidzul Qur’an : 15 Anak

 

Nurdiana Kholidah, Putri Pembawa Bendera

nuruljadid.net-Dalam upacara peringatan kemerdekaan, aksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) selalu dinantikan. Salah satu yang paling kerap disorot adalah sosok pembawa bendera merah putih. Tahun ini Nurdiana Kholidah terpilih mendapat kehormatan tersebut.

Nurdiana Kholidah, paskibraka perwakilan SMA Nurul Jadid Kelas XI MIPA 3, santri angkatan tahun 2013, terpilih sebagai pembawa bendera pada upacara pengibaran dan penurunan bendera di lapangan SMA Nurul Jadid, Kamis (17/8/2017).

Dina, sapaan akrab Nurdiana Kholidah, gadis asal Besuki tersebut sangat antusias dan terlihat gembira sekali. Terlihat dari senyumnya yang selalu merekah sebelum dan setelah proses pengibaran bendera.

Menjadi pengibar bendera pada upacara perdana yang digelar di PP. Nurul Jadid merupakan pengalaman pertama Dina di dunia baris-berbaris. “Sangat gugup awalnya. Ada rasa takut tapi saya yakin saya bisa dan akhirnya saya berhasil, alhamdulillah,” ucapnya dengan senyum mengembang.

Dina berharap suatu saayt nanti dia bisa menjadi anggota paskibraka tingkat nasional. Kalaupun tidak dia berharap, kedepannya upacara 17 Agustus di PP. Nurul Jadid bisa terus terlaksana, tentu dengan perbaikan lebih baik dan dengan tim paskibraka yang lebih profesional.

Dara kelahiran situbondo, 27 Agustus 2001 tersebut berharap Pondok Pesantren Nurul Jadid lebih baik lagi dalam penyelenggaraan upacara. “Semoga, kedepan Nurul Jadid semoga selalu istiqomah melaksanakan upacara peringatan kemerdekaan Indonesia dengan banyak perbaikan tentunya,” pungkasnya. (Vie)

Ala Santri, Nuansa Kemerdekaan Pesantren

nuruljadid.net – Dalam rangka merayakan momentum kemerdekaan. Pagi ini, seluruh santri Nurul Jadid dengan semarak berkumpul di lapangan Ayaman mengikuti upacara bendera. Memakai busana khas tipikal pesantren, berkopyah nasional, berbaju takwa putih dan bersarung. Mereka dengan antusias mengikuti upacara tersebut. Tidak lepas dengan pita merah putih yang mereka ikatkan pada kopyah nasionalnya. Menggambarkan sikap bahwa mereka banggga menjadi bangsa Indonesia.

“Lapor, upacara bendera siap dilaksanakan!,” ucap Alwi sebagai Komandan Upacara dengan lantang memimpin jalanya upacara. Tak hanya itu, pelaksanaan upacara juga turut dihadiri oleh pihak anggota KORAMIL (Komando Rayon Militer) Paiton. Tak luput dengan Kh. Abdul Hamid selaku Kepala Pesantren juga turut berpatisipasi dalam kegiatan tersebut.

Panasnya terik matahari sama sekali tidak mengurangi rasa antusias mereka dalam mengikuti kegiatan ini. Wajar saja, kegiatan upacara dimulai pada pukul 09.30 WIB. Dalam keadaan posisi matahari mulai meninggi sehingga panas yang menyengat sedikit membuat peluh berjatuhan.

Baru kali ini, kegiatan upacara ini merupakan yang baru pertama kali diselenggarakan di Pondok Pesantren Nurul Jadid. Untuk menyukseskan kegiatan yang awal kali baru dilaksanakan tentu tidak sedikit beberapa kendala yang dihadapi. Namun, sebab tekad dan kegigihan yang kuat pelaksanaan upacara sampai akhir berjalan dengan baik.

“Kegiatan upacara yang dilaksanakan pagi ini adalah yang perdana dilaksanakan di Nurul Jadid. Alhamdulillah sejak dimulai tadi sampai akhir berjalan denga lancar,” terang Zainullah ketua pelaksana kegiatan. (DL/Q/SY)

Perbarui Cinta Tanah Air dengan Menonton Bareng

nuruljadid.net – Berbagai revolusi yang tengah terjadi di pondok pesantren Nurul Jadid benar-benar menjadi kejutan dan  memberikan warna-warna baru bagi kehidupan santri. Mulai dari integrasi Madrasah Diniyah Nurul Jadid, sistem pembayaran yang terpusat, pengelolaan keuangan santri dengan menggunakan Briva yang dipelopori wilayah Al-Hasyimiyah, hingga perubahan yang paling hangat menjadi obrolan para santri di bulan Agustus ini adalah Gebyar Kemerdekaan RI yang ke-72. Mencolok sekali perbedaannya dengan peringatan kemerdekaan di tahun-tahun sebelumnya. Salah satunya adalah dari awal bulan Agustus, seantero Nurul Jadid telah diramaiakan dengan umbul-umbul serta bendera merah putih.

Menyambut hari lahirnya bangsa Indonesia, kali ini Pondok pesantren Nurul Jadid mengupayakan adanya nafas dalam  memperingati hari yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia. Hal tersebut merupakan upaya untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme pada setiap santri serta bentuk implementasi dari kesadaran berbangsa dan bernegara yang merupakan salah satu poin dalam panca kesadaran santri.

Berbagai agenda yang dilaksanakan bervariasi. Mulai dari menonton bersama film yang bergenre nasionalisme, mengadakan istighosah, serta upacara pengibaran dan penurunan bendera. Pemutaran film perjuangan sendiri dilaksanakan dua kali. Pertama, dilaksanakan pada hari kamis (10/08) dengan judul film Tanah Surga, Katanya.

Film itu berhasil menyentuh hati para santri sampai membuat beberapa santri meneteskan air mata. Antusiasme santri pada agenda pertama tersebut sangat terlihat dari cara mereka yang berbondong-bondong mendatangi tempat acara, yaitu di depan asrama I’dadiyah.

Pada kegiatan yang dihadiri oleh seluruh santri wilayah Al-Hasyimiyah tersebut para santri juga mendapat tamu istimewa yaitu salah satu alumnus Nurul Jadid yang tengah menempuh studi kedokteran  di China. Laila Fakhriyatus Zakiyah yang pada malam itu diberi kesempatan untuk berbagi ilmu dan pengalaman kepada para santri.

Pemutaran film yang kedua dilaksanakan pada tanggal 15 Agustus 2017 dengan film yang tak kalah seru dengan judul Alangkah Lucunya Negeri Ini. Adanya pemutaran film yang mendidik untuk menyambut hari lahir Indonesia bertujuan untuk memantik semangat santri untuk berjuang menuntut ilmu dan berprestasi sehingga dapat berkontribusi dalam membangun negeri.

“Dengan menonton film perjuangan tersebut seluruh santri diharapkan dapat meneladani perjuangan para pembela negeri dan dapat mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif,” ungkap Wildatus Syarifah, Sekretaris Umum Panitia Gebyar Kemerdekaan.

Selain itu, kegiatan ini dilakukan juga sebagai refleksi jiwa agar tetap berjuang untuk mengisi, merawat, dan mempertahankan kemerdekaan dengan cara masing-masing. “Seperti iman, kecintaan pada negeri juga harus selalu diperbaharui, salah satunya dengan acara ini,” tegas Wilda dengan penuh senyum. (Vie/IR)

Daftar Sumbangan Uang Pembangunan Masjid PP. Nurul Jadid Per 14 Agustus 2017

Berikut laporan dari panitia pembangunan Masjid PP. Nurul Jadid Per 14 Agustus 2017 :

 

No Uraian  Jumlah
01 SUMBANGAN TANPA NAMA DAN ALAMAT Rp.  437.149.458,00
02 SUMBANGAN TANPA ALAMAT Rp.  981.145.586 ,00
03 SUMBANGAN MELALUI KOTAK AMAL Rp.  248.051.050,00
04 DANA HASIL PENJUALAN KASET CD FIRHAZ Rp.  150.000.000,00
05 KABUPATEN SITUBONDO Rp. 299.287.000,00
06 KABUPATEN BONDOWOSO Rp. 352.289.000,00
07 KABUPATEN BANYUWANGI Rp.    17.900.000,00
08 KABUPATEN JEMBER Rp.    57.716.000,00
09 KABUPATEN LUMAJANG Rp.   15.050.000,00
10 KABUPATEN PROBOLINGGO Rp.  232.242.100,00
11 KOTA PROBOLINGGO Rp.    63.030.000,00
12 KABUPATEN / KOTA MALANG Rp.  197.800.936,00
13 KOTA SURABAYA Rp.    46.118.000,00
14 KABUPATEN GRESIK / BAWEAN Rp.    25.300.000,00
15 JAKARTA, BOGOR, TANGERANG dan BEKASI Rp.  134.260.000,00
16 PROVINSI BALI Rp.    59.840.000,00
17 KOMUNITAS MASYARAKAT RA’AS BALI Rp.    94.000.000,00
18 KABUPATEN BANGKALAN Rp.    1.800.000,00
19 KABUPATEN SUMENEP Rp.    53.423.000,00
20 KABUPATEN PAMEKASAN Rp.    18.200.000,00
21 PULAU SULAWESI Rp.    23.000.00,00
22 PULAU KALIMANTAN Rp.      2.500.000,00
23 PULAU SUMATRA Rp.      4.000.00,00
24 MALAYSIA Rp.    66.276.736,00
25 SINGAPURA Rp.    56.303.700,00
26 ARAB SAUDI Rp.      3.350.000,00
27 LAIN-LAIN Rp.    84.638.750,00
Jumlah Rp. 3.703.971.316,00

Unggulan Bahasa; Parade Budaya Tiga Negara

nuruljadid.net – Unggulan bahasa SMA Nurul Jadid yang berdomisili di wilayah Al-Hasyimiyah punya ‘gawe’ besar. Kemarin (14/08) asrama unggulan bahasa mengadakan tasyakuran hari kelahiran lembaga. Asrama unggulan bahasa yang dikenal dengan nama Language Acceleration (LA) tersebut genap berumur 13 tahun.

Peringatan hari lahir lembaga ini merupakan kegiatan yang diagendakan setiap tahun dan kegiatan yang selalu ditunggu-tunggu banyak orang. Pasalnya selain rangkaian acara tasyakuran hari lahir acara ini juga sebagai acara puncak lomba mengarang cerita pendek yang diikuti oleh santri wilayah Al-Hasyimiyah.

Acara yang bertempat di depan musholla Al-Hasyimiyah tersebut mampu menjadi magnet bagi para santri. Terbukti dari banyaknya santri yang rela berjubel untuk menyaksikan serangkaian acara yang dikemas dengan nuansa budaya tiga negara yakni Inggris, China dan Arab.

Nuansa budaya tiga negara tersebut disuguhkan sebagai wujud toleransi dan keinginan  untuk selalu bersatu dalam perbedaan.  Acara terbesar sepanjang tahun yang mengangkat tema Pesta Rakyat Al-Hasyimiyah ini juga adalah sebagai wujud berbagi kebahagiaan dengan sesama. “Tema tersebut dipilih karena kami menginginkan semua santri di wilayah ini merasakan kebahagian kami menyambut hari lahir lembaga kami”.  Ucap Zahrotul Fikri Annabila, Presiden AFLA .

Diakhir acara para pemenang diumumkan.  Keluar sebagai pemenang lomba cerpen, saudari Izzul Hukama dengan judul cerpen “Adakah yang Lebih Sakit?”. Sedangkan pemenang lomba Puisi diraih oleh santri daerah Syafiqoh El-Nabilah dengan Judul “Indonesia Terbalik”. (VY)

Gerak Jalan Unik Versi Daltim

nuruljadid.net – Selasa (15/08) untuk kali pertama wilayah Al-Hasyimiyah mengadakan lomba gerak jalan unik. Lomba ini diadakan dalam rangka memeriahkan HUT RI yang ke-72. Peserta lomba yang diketuai oleh Ustadzah Khoirotul Ummah ini merupakan delegasi kelompok yang berisi 13 orang dari setiap daerah. Garis start terletak tepat di depan musholla Al-Hasyimiyah dan garis finish di depan asrama Al-Masruriah.

Lomba ini dimulai dengan delegasi kedua yaitu dari daerah As-Shofwah dikarenakan delegasi pertama dari daerah Zahroil Batul tidak dapat mengikuti lomba. As-Shofwah menggunakan tema kostum serba hitam dengan sentuhan merah putih sebagai hiasan. Dilanjutkan dengan delegasi dari daerah An-Najwa, Syafiqoh El-Nabila, Abidah Ardelia dan daerah-daerah lainnya.

Setiap daerah saling mengunggulkan keunikan kostum dan koreografi masing-masing karena penilaian dilihat dari aspek tersebut. Tak hanya kostum dan koreografi, para peserta juga diharuskan membawakan sebuah puisi yang dibacakan setelah semua peserta selesai menampilkan gerak jalan. Pembacaan puisi pertama oleh daerah As-Shofwah dimulai pukul 17.20 WIB dengan waktu maksimal 5 menit.

Setelah pembacaan puisi dilanjutkan, panitia mengumumkan pemenang lomba gerak jalan ini. Juara kedua dan ketiga diraih oleh daerah Rumaisha Al-Milhani dan Khaula Al-Azwar, sementara juara pertama diraih oleh daerah An-Nuriyah. Tujuan diadakannya lomba gerak jalan unik ini tak lain adalah untuk menumbuhkan rasa nasionalisme sebagai awal munculnya rasa semangat belajar. “Kita jadi santri biar nggak kudet, biar bisa baris berbaris juga” tutur ustadzah Sherly Dwi Agustin selaku panitia. (Ans/Rzk)

Tehnik Melawan “HOAX”

Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, seringkali beberapa orang mendapatkan informasi palsu berkait segala apapun berkait dirinya, keluarga dan sanak famili. Perkembangan teknologi informasi yang semakin canggih, tidak hanya bisa mendatangkan kemaslahatan bagi kehidupan manusia,  ternyata di sisi lain menimbulkan tindak kejahatan yang meresahkan masyarakat. Berita bohong terkadang dilakukan karena iseng, ingin menipu dan bahkan ingin membuat hati orang lain tidak tenang.

Hoax adalah informasi bohong, yang bisa tersebar melalui media apa saja. Hoax tidak hanya berpotensi memberitakan para selebriti, namun, hoax bisa dilakukan oleh siapapun dan kepada siapapaun. Dalam agama Islam Hoax adalah perilaku yang tidak terpuji dan berhukum haram. Karena, hoax adalah fitnah nyata, sedangkan fitnah adalah lebih kejam dari pembunuhan. Dengan maraknya media dan semakin canggihnya teknologi, maka hoax bukan mustahil tidak terjadi. Untuk itu,  ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk melawan hoax

  1. Periksa judul berita/informasi yang provokatif

Judul berita yang menarik dan menghebohkan adalah berita kontroversial itu sangat memancing untuk di share. Apalagi, berkait dengan hal yang berkaitan dengan keluarga dan lainnya.

  1. Telilti sumbernya dan cek situs media yang menginformasikan

Salah satu cara yang paling mudah untuk menelusuri apakah berita tersebut fakta atau palsu. Dengan mengecek situs web, no telpon dan alat informasi lainnya yang menjadi sumber berita, ini dapat mengidentifikasi mana yang fakta dan mana yang hoax.

  1. Berita ‘HOAX’ tidak mengutip opini dari Ahli

Biasanya, narasumber yang dikutip oleh sebuah media akan terlihat jelas dan disebutkan asal-usulnya. Jika menemukan artikel atau informasi yang kontroversial, cek terlebih dahulu apakah artikel/informasi tersebut sekedar memuat sebuah opini dari seseorang/kalangan atau merupakan sebuah laporan berita yang faktual dengan pendapat ahli. Sebisa mungkin jangan sampai langsung ditelan mentah.

  1. Tanyakan langsung kepada yang berwenang

Andai kata, informasi itu mengatasnamakan institusi, maka seharusnya berkoordinasi dan berkomonikasi kepada pihak yang berwenang, klarifikasi penting ditingkatkan. Agar hoax bisa dilawan.

Oleh : Ponirin Mika

Sekretaris Biro Kepesantrenan PP. Nurul Jadid Paiton Probolinggo