Pos

Stimulus Materi Kepemimpinan Untuk Menciptakan Mindset Leadership yang Baik

nuruljadid.net – setelah pasca diresmikan pembukaan diklat pengurus dan mahasiswi wilayah az-zainiyah pondok pesantren nurul jadid putri, kemarin malam (25/09/2017) di Aula SMP Nurul Jadid dilangsungkan kegiatan pembinaan dan materi kepemimpinan yang di bimbing oleh Bapak Rojabi Azzarghany dari Biro Kepesantrenan Nurul Jadid. Adanya materi pembinaan kepemimpinan ini bertujuan untuk semua pengurus bisa menanamkan rasa kepemimpinan dalam diri, mulai dari memimpin diri sendiri, sampai memimpin orang lain dan juga dapat mengubah mindset diri kita menjadi seorang pemimpin yang baik.

Pemimpin dibagi menjadi dua yakni pemimpin struktural dan pemimpin cultural. Pemimpin yang struktural yaitu pemimpin aslinya yang berstatus gelar contohnya kepala wilayah, kepala daerah, presiden dan lain lain, sedangkan untuk pemimpin cultural yaitu pemimpin yang tidak memiliki gelar namun mempunyai sifat atau peran sebagai seorang pemimpin. Jadi pemimpin struktural belum tentu pemimpin cultural. Yang menjadi pertanyaan bagi semua pengurus, bagaimana cara menjadi pemimpin yang struktural sekaligus menjadi pemimpin yang cultural?

Menjadi pemimpin yang struktural dan sekaligus pemimpin cultural tidaklah mudah butuh strategi dan konsep yang matang. Yaitu pertama pemimpin butuh Persiapan. Seorang pemimpin harus siap segalanya, harus mempunyai bekal dan skill untuk dalam persiapan segala keadaan, misalkan secara tidak terjadwal dia harus mempimpin acara, jika pemimpin belum mempunyai bekal apakah dia akan mampu mengerjakannya.

yang kedua Pemimpin Lahir Dari Organisasi. Seorang pemimpin pasti akan lahir dari organisasi, karena dari organisasi pemimpin akan belajar dari pengalamannya, pengalaman dalam menghadapi berbagai macam permasalahan, diuji dengan karakter yang bermacam-macam, dan lain sebagainya. Pak Rojabi juga menambahkan sepatah kata bijak dalam penjelasannya ”Seorang Nahkoda yang handal bukan terlahir dari gelombang yang tenang namun terlahir dari gelombang yang terjal”.

Seorang pemimpin juga perlu menata kepribadian cara yang ketiga, mulai dari ilmu, seni, pengalaman, dan pengabdian. 4 elemen ini harus dimiliki baik oleh jiwa pemimpin. Tanpa ilmu orang tidak bisa mempin, baimana bisa mendapatkan wawasan tanpa ilmu. Seni sangat dibutuhkan mulai dari seni emosi, seni ritme antara mengatur sikap tegas, sopan, lemah lembut dan lain lain. Tanpa pengalaman kita tidak bisa memimpin seperti yang dijelaskan di point kedua. Dan elemen keempat yaitu pengabdian atau ruhul jihad, ini adalah sifat yang sangat urgent harus dimiliki oleh jiwa pemimpin. Pemimpin memiliki jabatan yang tinggi namun juga memiliki amanah yang tinggi pula oleh karena itu jadilah pemimpin yang tidak menjadikan kepemimpinannya menjadi kesempatan atau kebutuhan pribadi harus memikirkan kebutuhan bersama.

Metode  menjadi pemimpin yang baik yaitu haruslah memiliki sifat yang bersahabat terutama kepada rakyat, jangan ngawur dan harus teladan untuk menjadi panutan, membaur atau merasakan bersama, dan yang terakhir adalah tut wuri handayani. Dalam penjelasannya beliau juga menyampaikan kutipan yang disampaikan oleh pengasuh kita KH.Zuhri Zaini yang dicatat dalam bukunya yakni “Kemampuan dan Keahlian yang luas tidak cukup untuk mempunyai tempat di masyarakat tanpa didasari pengabdian” sebagai kata terakhir sebelum menutup materi beliau. (MF)

Ruhul Jihad di Penanaman Pada Pengurus Sejak Dini Sangat Signifikan

nuruljadid.net – setelah sebulan dilantik menjadi pengurus pondok pesantren nurul jadid khususnya di wilayah az-zainiyah,  kemarin malam (25/09) di Aula SMP Nurul Jadid telah dilaksanakan pembukaan acara diklat pengurus dan mahasiswi wilayah az-zainiyah dengan tema membangun manajemen pesantren efektif dan sistemis. Kegiatan Diklat pengurus dan mahasiswi ini berlangsung selama 1 minggu kedepan, sejak tanggal 25 September – 02 Oktober 2017, kegiatan ini adalah awal kegiatan umum kami, sebagai langkah awal untuk mengefektifkan sistem kinerja pengurus selama satu periode di wilayah kami.

Pondok pesantren nurul jadid saat ini dalam era revolusi untuk menata sistem yang lebih baik dari sebelumnya, sistem manajemen pesantren dulu yang dikenal memiliki banyak sistem di setiap wilayahnya, sekarang kita menata untuk menyatukan sistem dari berbagai wilayah untuk menjadi satu sistem yakni sistem manajemen di pondok pesantren nurul jadid, baik dalam hal sistem pembinaannya, sistem kegiatannya, dan yang lain-lain. oleh karena itu sangat signifikan sekali untuk kita sebagai pengurus membantu dan mendukung perubahan sistem yang ada dipesantren ini. menata dan menyatukan banyak sistem itu bukanlah pekerjaan yang mudah, diperlukan dukungan semangat yang tinggi dan rasa ruhul jihad dalam diri kita terutama sebagai pengurus yang akan banyak membantu untuk perubahan sistem ini.

Kegiatan diklat pengurus dan mahasiswi ini diwajibkan hadir untuk semua pengurus pesantren, pengurus wilayah, pengurus daerah dan mahasiswi baru yang sejak saat ini akan menjadi kader pengurus. Kegiatan ini bertujuan untuk mengingatkan bagi pengurus yang lama, dan menanamkan bagi pengurus yang baru dan mengenalkan bagi calon pengurus, apa dan bagaimana menjadi pengurus?

Pekerjaan menjadi pengurus bukanlah pekerjaan yang mudah, dengan mengemban banyak amanah dan tanggung jawab yang besar, namun dari pengurus kita bisa belajar menata diri sejak dini, dengan menanamkan rasa pengabdian, mengontrol rasa emosi, dan menata serta membimbing diri untuk lebih baik lagi. Rasa pengabdian atau ruhul jihad adalah hal yang utama kita tanamkan sejak dini, karena tanpa semangat dan niat pengabdian yang tinggi, kita tidak akan maksimal dalam bekerja dan melaksanakan tanggung jawab serta mengemban amanah sebagai pengurus, terutama saat ini pondok pesantren kita sedang dalam penataan sistem manajemen yang lebih baik, yang membutuhkan aktor pengurus untuk mendukung kinerja dalam penataan sistem manajemen ini.

Dalam kegiatan diklat pengurus dan mahasiswi kemarin, kepala wilayah az-zainiyah, ustadzah Farhah,S.Pd.I menghimbau untuk semua pengurus tetap semangat dalam mengikuti kegiatan diklat ini dari hari pertama hingga terakhir nanti, dan  harapan dari ketua BKPP Nurul Jadid, Ny. Hj. Hanunah Nafi’iyah,M.Pd dalam sambutannya untuk segenap pengurus, “diklat ini adalah langkah awal yang baik untuk pengurus, dalam menanamkan rasa ruhul jihad kita sebagai personal untuk menanamkan keterampilan, mengembangkan skill agar tugas-tugas dan amanah pengurus bisa dijalankan dengan baik, mulai dari pengurus wilayah hingga pengurus daerah yang akan melaksanakan tugas haruslah seirama dan sejalan untuk pelaksanaan kegiatannya” demikian tutur kata beliau dalam penutup sambutannya. (MF)

Integrasi Kelistrikan Pesantren, Biro Kepesantrenan Adakan Silaturrahim dan Dialog Interaktif bersama Alumi Perlengkapan

nuruljadid.net – Pengurus bagian perlengkapan merupakan pengurus yang bernilai plus, karena selain melaksanakan tugas kesantriannya, mereka diamanahkan untuk melaksanakan beberapa tugas pesantren yang lainnya. Oleh karena itu, Kepala Pesantren Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Abd. Hamid Wahid menyebutkan bahwa pengabdian sebagai perlengakapan merupakan tugas yang mulia.

Namun, seiring dengan perkembangan jaman yang ada, degradasi kepengurusan dialami oleh pengurus bagian perlengkapan, mulai dari tatanan kinerja dan skill yang mereka miliki. Melihat kondisi tersebut, Biro Kepesantrenan Pondok Pesantren Nurul Jadid yang bertanggung jawab atas tugas perlengkapan mengadakan pertemuan bersama alumni senior perlengkapan yang dikemas dengan nama kegiatan “Silaturrahmi dan Dialog Interaktif Pengurus Perlengakapan Bersama Alumni Perlengkapan Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo” yang bertempat di Aula SMP Nurul Jadid.

Kegiatan ini diikuti oleh 35 alumni perlengkapan dan 15 orang pengurus aktif perlengkapan. Selain itu, Kepala Pesantren Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Abd. Hamid Wahid serta KH. Fahmi AHZ, Kepala Biro Kepesantrenan juga turut menghadiri kegiatan tersebut.

“Tujuan dilaksakannya kegiatan ini adalah untuk menyambungkan kembali koordinasi yang beberapa waktu lalu sempat terputus antara generasi yang saat ini (pengurus aktif perlengkapan yang sedang mengabdi dan membantu di pesantren) dengan teman teman yang sudah alumni” dawuh KH. Fahmi AHZ, Kepala Biro Kepesantrenan.

Selain tujuan untuk menyambungkan kembali komunikasi dan koordinasi, kegiatan ini juga bertujuan untuk melakukan penataan kembali tugas dan niat dari pengurus perlengkapan sebagaimana yang disampaikan oleh Kepala Pesantren, KH. Abd. Hamid Wahid.

“Tujuan kegiatan ini adalah menyambung semangat perjuangan sebagai pengurus, memberi masukan dan saran terhadap tugas perlengkapan saat ini, mengembalikan asal mula kepemilikan pesantren (listrik dan sarana pesantren), berbagi ilmu dan Pengalaman dari para Alumni Perlengkapan serta koreksi penataan listrik pesantren” dawuh Kepala Pesantren dalam tausiyahnya.

Beliau, Kepala Pesantren juga memaparkan beberapa progress pesantren yang berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab dari bagian perlengkapan. Beberapa diantaranya adalah tata kelola pesantren dalam hal ke-listrik-an dan intergrasi bagian perlengkapan yang ada di wilayah maupun lembaga kepada bagian perlengkapan pesantren.

Hal itu didukung penuh oleh Kepala Biro Kepesantrenan. Beliau menyampaikan bahwa waktu terakhir ini pesantren sudah melakakuan penataan strategis. Sehingga bagian perlengkapan pesantren dituntut untuk bisa berperan lebih besar lagi. Contohnya penataan kelistrikan antar wilayah, dhalem dan lembaga formal.

Mengawali dialog interaktif, KH. Fahmi AHZ menyampaikan beberapa permasalahan yang dirasakan oleh pesantren saat ini. Beberapa diantaranya adalah kurangnya skill yang dimiliki oleh pengurus perlengkapan, penataan ke-listrik-an yang masih berlum tertata rapi hingga beberapa tugas yang akan diamanahkan kepada pengurus perlengkapan.

Hal tersebut mendapatkan respon positif dari beberapa alumni perlengkapan yang sudah sukses bermasyarakat. Hal itu dibuktikan dengan pernyataan oleh KH. Junaidi Mu’thi, salah satu perlengkapan senior yang turut hadir dalam acara ini.

“pertemuan ini dilakukan untuk membicarakan seputar perlengkapan yang ada di Pondok Pesantren ini” papar beliau.

Harapan kepada alumni perelengkapan senior disampaikan oleh Kepala Biro Kepasantrenan. Beliau menyampaikan bahwa pendampingan dan bimbingan untuk meningkatkan skill pengurus aktif perlengkapan agar selalu dijadikan perhatian. Dikarenakan, kedepannya, pengurus aktif perlengkapan akan mendapatkan tugas dan tanggung jawab yang lebih berat lagi dari pesantren. (Qz/Msf)

 

Untuk melihat foto seputar kegiatan klik disini

PMII STT Nurul Jadid Siapkan Kader Berkualitas

nuruljadid.net – Dalam rangka mempersiapkan kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA),  yang akan dilaksanakan bulan Oktober mendatang. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)  Sekolah Tinggi Teknologi Nurul Jadid (STTNJ) pada pagi tadi (22/09/2017) adakan seminar.

Seminar yang bertajuk “Mengubah Dunia Dengan Kreasi Android” itu diprakarsai oleh Mahasiswa STTNJ angkatan 2016. “Diangkatnya tema ini semata mata sebagai bekal untuk calon mahasiswa baru Sekolah Tinggi Teknologi Nurul Jadid,” ucap Ahmad Sholahuddin ketua pelaksana kegiatan dalam sambutanya.

Kegiatan seminar tersebut  juga turut dihadiri oleh Ahmad Hasan Ketua Pengurus Cabang (PC) PMII Probolinggo, Andi Wijaya Ketua Ikatan Alumni (IKA) PMII STT Nurul Jadid, Anis Mahdi Selaku Ketua Komisarit STT Nurul Jadid. Dalam sambutanya Ahmad Hasan mewakili PC mengucapkan selamat datang menyambut kedatangan anggota baru PMII STTNJ.

“Saya mewakili Keluarga besar PMII Probolinggo menyambut hangat kedatangan semua calon kader PMII STT Nurul Jadid, Kami tunggu sahabat – sahabati untuk bersama sama berproses. Berikhtiar di Pengurusan Komiariat STT Nurul Jadid,” paparnya.

Narasumber yang diundang untuk menjelaskan tema yang dimaksud adalah Bapak Fuad Hasyim, M.Kom. Seluruh peserta tampak sangat antusias mengikuti diskusi. Hal itu terlihat ketika mereka dengan serius menyimak presentasi yang disampaikan oleh narasumber.

Selain itu, guna untuk memompa semangat pergerakan para mahasiswa baru, hal ini menjadi salah tujuan yang tak kalah penting dari tujuan diadakanya kegiatan MAPABA tersebut. Terbukti bahwa minimnya membangun kesadaran semangat berorganisasi menjadi salah satu kendala fakumnya sebuah organisasi.

Menyikapi persoalan semacam ini kegiatan layaknya orientasi pengenalan keanggotaan yang didalamnya memperkenalkan sejarah pergerakan adalah hal yang sangat urgen. Alih-alih mahasiswa aktivis yang ada pada hari ini tak lebih dari sekedar aroma wangi yang lekas pudar.

“Ketika kita sudah menjasdi anggota aktivis yang tangguh kita harus benar, menjadi aktivis yang sepenuhnya, bukan hanya kita pandai sepenuhnya menjadi aktivis dalam  berorganisasi. Namun, ketika berbicara keilmuan secara fakultatif kita juga  bisa diandalkan. Agarkelak terbentuknya kader-kader militan bukan hanya bagus dari segi militan melainkan juga bagus dari segi kualitas,” ucap Bapak Ketua Pengurus Cabang PMII Probolinggo mengakhiri sambutanya. (Ns/Msf)

Pramuka; Santri Nurul Jadid dalam Perwimanas II 2017 di Magelang

nuruljadid.net- Magelang – Setelah peresmian kegiatan perwimanas dibuka Presiden Ir. Joko Widodo pada senin (18/09/2017), Kontingen Pramuka Racana Az Zainiyah Gudep 19.189 semakin semangat dan berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan yang telah agendakan panitia. Seluruh sangga benar-benar menimba ilmu kepramukaan dan berinteraksi dengan kontingen lain, khususnya dengan 15 pimpinan kontingen (Pinkon) se-Jawa Timur, dengan 40-an sangga yang hadir memeriahkan lokasi perkemahan.

“Banyak ilmu dan informasi yang kami dapatkan dalam perkemahan ini. Mulai dari kreatifitas mendirikan tenda, meneladani kakak-kakak pembina yang betul-betul pramuka tulen, karena usianya 80 lebih tapi masih semangat membina adik-adik pramuka”, ujar Kak Khalidi Pimpinan Kontingen PP. Nurul Jadid.

Sebagaimana disampaikan oleh Kamabigus, KH. Abd. Hamid Wahid dalam pengarahan pada kontingen bahwa “seorang pramuka harus siap menjadi kader berkualitas menghadapi tantangan globalisasi”. Pesan tersebut tampak dalam semangat belajar dan berkarya para kontingen selama tujuh hari di lapangan tembak Akademi Militer Magelang Jawa Tengah. Tidak ada satu kegiatan yang luput dari keikutsertaan sangga, baik wisata religi, giat wawasan, giat budaya, giat kebersihan, giat jelajah, karnaval budaya, pentas seni dan lainnya.

“Semua kegiatan memberikan semangat dan kenangan tersendiri bagi seluruh anggota sangga kontingen Nurul Jadid. Apalagi, usai perwimanas memiliki ‘perkerjaan rumah’ menggerakkan pramuka yang ada dilingkungan Nurul Jadid. Karena itu, komitmen itu kita tunjukkan dalam kebersamaan dan kekompakan selama di perkemahan ini” terang bindamping sangga.

Sementara itu, 8 orang tim pendamping kontingen dalam evaluasi dan koodinasi mengungkapkan bahwa Yayasan Nurul Jadid memiliki potensi untuk mengembangkan gerakan pramuka dan kepramukan secara integrasi dan interkoneksi antar satuan pendidikan. Dan tentu saja juga disesuaikan dengan visi, misi dan program pondok pesantren Nurul Jadid sebagai landasan terpenting dalam pengembangan sumber daya manusia. Setidaknya hal itu bisa diseleraskan dan diseinergiskan dengan Panca Kesadaran dan Trilogi Santri yang telah di rumuskan oleh Pendiri dan Pengasuh.

“Revitalisasi gerakan pramuka di lingkungan Yayasan Nurul Jadid Paiton Probolinggo perlu dikembangkan dan dimanajemen dengan baik, sistematis, sinergis, dan intergratif. Hal itu bisa dilakukan dengan mengoptimalkan pembinaan peserta didik, khususnya golongan Pandega yang berpangkalan di Perguruan tinggi. Karena Nurul Jadid telah memiliki Gugus depan Lengkap mulai siaga, penggalang, penegak sampai pandega” terang tim pendamping kontingen.

Selain itu, setiap anggota pramuka terutama penegak dan pandega yang memiliki potensi dan kompetensi dalam mengembangkan minat, bakat dan pengalaman pramukanya, bisa menggabungkan diri kedalam satuan karya (saka). Dimana setiap saka memiliki kegiatan sendiri dalam perkemahan saka (PERTISAKA) dan perkemahan antar saka (PERANSAKA). Satuan karya (saka) yang ada dalam gerakan pramuka, meliputi: Saka bahari, Saka bakti Husada, Saka bhayangkara, Saka Dirgantara, Saka kencana (keluarga berencana), Saka Tarunabumi, Saka Wanabakti, Saka Pandu Wisata, Saka Pekerjaan Umum (PU), Saka Pustaka, Saka Teknologi, Saka Telematika, Saka Wira Kartika, Saka Kalpataru, Saka Widya Bakti.

Pramuka racana azzainiyah mengikuti perwimanas II di Magelang

“Semua aspek dalam kehidupan sehari-hari bagi pramuka tak luput dari pengembangan diri. Berarti pramuka juga penting bagi santri yang sudah memiliki bekal agama cukup baik. Karena bisa mengintegrasikan satya dan dasa dharma pramuka” terang tim pendamping.

“InsyaAllah, kegiatan ini akan lebih semarak lagi pada Perwimanas III tahun 2021, yang informasinya akan di selenggarakan di Propinsi Lampung”, terang pimpinan kontingen.(farhan)

Peringatan Hari Santri 22 Oktober 2017, Nurul Jadid Mencoba Memecahkan Rekor Makan Bersama ala Santri

nuruljadid.net- Dalam sambutan Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH Abdul Hamid Wahid pada peringatan 1 Muharram 1439 H, Kamis malam (21/09/17), menyampaikan bahwa nanti pada peringatan hari santri nasional tanggal 22 Oktober 2017, Pondok Pesantren Nurul Jadid akan mencoba memecahkan rekor terbanyak santri makan bersama ala santri. Hari santri ini merupakan kerjasama dengan pengurus wilayah NU Jatim, Ikatan Pelajar NU (IPNU) Jatim.

Selain akan memecahkan rekor muri makan bersama ala santri, juga melaksanakan pelbagai kegiatan dalam menyambut hari santri nasional. Diantaranya kegiatan itu adalah penyuluhan anti narkoba kerjasama Badan Narkotika Ansor dan Pusat Badan Naroktika Jawa Timur, seminar pendidikan, seminar anti kekerasan terhadap anak yang akan menghadirkan Komisi Perlindungan Anak dan lain-lain.

Disamping rencana di atas, Kiai Hamid juga menjelaskan perkembangan Pondok Pesantren Nurul Jadid. Setidaknya perkembangan terakhir, kata Kiai Hamid, Pondok Pesantren Nurul Jadid ada empat hal. Pertama, turut serta mengutus tiga regu pramuka dalam Perkemahan Wirakarya Pramuka Ma’arif NU Nasional (PERWIMANAS) II di Magelang.

Perkembagan kedua, Persatuan Sepak Bola Santri Nurul Jadid (PSSNJ) yang berada di bawah Badan Koordinasi Olahraga Santri (BKOS) Nurul Jadid berhasil menjuarai Liga Santri Nusantara Region III Jawa Timur. “PSSNJ ini merupakan ‘anak ajaib’ karena baru terbentuk beberapa bulan tapi sudah meraih prestasi. Dan tanggal 22-29 Oktober akan bertanding di LSN seri Nasional di Bandung,” tambah Kiai Hamid.

Perkembangan ketiga adalah terbentuknya duta lingkungan dan pada acara 1 Muharram 1439 H sekaligus dilakukan pengukuhan. Perkembangan keempat yaitu Sekolah Tinggi Teknologi Nurul Jadid (STTNJ), Institut Agama Islam Nurul Jadid (IAINJ) dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesahatan Nurul Jadid (STIKes) sedang dalam proses merger menjadi satu menjadi Universitas Nurul Jadid.

“Kita sudah melakukan audiens dengan Kemenristek dan Dikti agar perguruan tinggi yang ada di Nurul Jadid ini menjadi universitas. Sepertinya sudah ada ‘lampu hijau’. Doakan saja tanggal 29 Oktober Kemenristek dan Dikti hadir ke Nurul Jadid untuk meresmikan Universitas,” terang Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid, Kiai Hamid.(Rizqy)

Pesta Demokrasi OSIM MA Nurul Jadid, “Rejuvenasi Organisasi”

nuruljadid.net – Berakhirnya jabatan bukan merupakan sebuah akhir dalam perjalanan berorganisasi. Perubahan yang terjadi pada suatu organisasi merupakan hal yang wajar dan bahkan harus terjadi dalam suatu organisasi dan perubahan tersebut sering terjadi karena pengaruh dari luar maupun dari dalam organisasi tersebut. Perubahan yang dilakukan oleh suatu organisasi dimaksudkan agar organisasi tersebut dapat berkembang dengan menyesuaikan dengan perubahan yang ada. Perubahan tersebut dapat meliputi perubahan pada visi dan misi organisasi, tujuan, sistem, strategi maupun struktur organisasi tersebut.

Pagi hari ini (20/09/2017) Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MA Nurul Jadid mengadakan “peremajaan” atau “rejuvenasi” yang diartikan bahwa dalam sebuah organisasi tersebut sudah saatnya untuk melakukan regenerasi dalam kepengurusan. Kegiatan regenerasi ini berlangsung secara demokratis, pasalnya sebelum menetapkan calon, OSIM demisioner menunjuk beberapa anggotanya yang dianggap pantas untuk maju sebagai penerus pengurus OSIM. Setelah dilakukannya “Bakal Calon” maka dilaksankanlah kampanye dan debat kandidat. Tema dalam kegiatan pemilu raya kali ini adalah “Pilihan Boleh Beda, Tetapi Kita Tetap Saudara”

Debat kandidat dilaksanakan sebanyak 2 putaran, putaran pertama dilaksanakan beberapa hari yang lalu (12/09/2017) dan putaran kedua pada hari ini (20/09/2017) sekaligus menjadi pesta demokrasi bagi seluruh siswa MA Nurul Jadid.

Pemilihan ketua dan wakil OSIM kali ini diikuti sebanyak 5 kandidat (2 kandidat siswa dan 3 kandidat siswi) yang masing masing memiliki visi dan misi serta beberapa pengalaman organisasi yang dipampangkan dalam bentuk lembaran untuk diketahui bersama dan sebagai pengetahuan dasar bagi para siswa dan siswi yang akan memilih nantinya.

Sebelum pelaksanaan debat kedua dimulai, masing masing paslon diperkenankan untuk mengampanyekan partainya dengan mengandalkan “Jurkam / juru kampanye” nya. Seperti halnya yang dilakukan oleh paslon nomer 3 dari partai Skip-Per. Partai mereka menyanyikan yel yel dengan diikuti oleh tarian has mereka dengan aransemen musik menggunakan botol bekas.

Setelah ketiga kandidat melakukan kampanye, acara dilanjutkan dengan debat kandidat putaran kedua yang dipandu oleh pemandu acara. Adapun materi debat meliputi beberapa permasalahan yang timbul di kepengurusan maupun sekolah terutama manajemen dalam meningkatkan kedisiplinan siswa. Tak hanya pertanyaan dari pemandu saja, melainkan mereka saling menyanggah argumen satu sama lain sehingga suasana menjadi panas ditambah lagi dengan panasnya matahari siang yang menyengat.

Pelaksanaan pemilihan ketua dan wakil OSIM periode 2017 – 2018 berlangsung pada pukul 12.00 WIB dengan dibagi menjadi beberapa TPS, untuk putera dilakukan di 3 TPS, sedangkan puteri 7 TPS. Dan dilanjutkan dengan penghitungan suara dengan disaksikan oleh perwakilan dari masing masing partai. (Qz/Msf)

Hasil Perolehan Suara Masing Masing Partai :

  1. OSIM MA Nurul Jadid Putera
    1. Fakta : 127 suara
    2. Comersial : 122 suara
  1. OSIM MA Nurul Jadid Puteri
    1. P3 : 35 suara
    2. GGM : 63 suara
    3. Skip-per : 445 suara

Cegah Virus Rubella, SMP Nurul Jadid adakan “Measles-Rubella”

nuruljadid.net – “Mencegah lebih baik daripada mengobati”, frasa tersebut terus dilakukan banyak orang dalam keseharian mereka dengan harapan mereka bisa selalu berbadan sehat. Hal tersebut juga dilakukan oleh SMP Nurul Jadid dalam rangka mencegah virus rubella yang sudah menyebar luas di Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Kegiatan ini merupakan program kegiatan dari Pemerintah Kabupaten Probolinggo yang bekerjasama dengan SMP Nurul Jadid sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan. Kegiatan yang semestinya dilakukan pada bulan Agustus ini akhirnya dapat terealisasi hari ini (20/09/2017). Sebanyak 20 orang perawat yang turut andil dalam kegiatan ini.

“Kegiatan ini kami laksanakan dengan tujuan selain pencegahan juga merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah yang melihat banyaknya virus rubella yang menyebar dikalangan masyarakat umum” ujar Bapak Ismail selaku penanggung jawab kegiatan dari pihak SMP Nurul Jadid.

“Kegiatan yang diundur ini menyebabkan virus menyebar luas. Andaikata pada tanggal 20 Agustus kemarin terealisasi, maka virus ini tidak teralalu menyebar. Sampai saat ini, banyak santri yang juga siswa SMP Nurul Jadid yang pulang kerumahnya dikarenakan penyakit ini” tambahnya.

Virus yang dapat menyebar melalui udara dan makanan ini mendapatkan perhatian yang benar benar serius. Berdasarkan data yang diperoleh, terdapat 5 orang siswa SMP Nurul Jadid yang terkena virus ini bahkan masih terdapat bebrapa santri lainnya yang masih dirawat di Klinik Az Zainiyah.

Bapak Ismail juga menyampaikan bahwa imunisasi campak tidak cukup hanya dilaksanakan sejak kecil saja, namun pada saat dewasa pun perlu dilakukan imunisasi campak untuk mencegah pernyakit yang viral dikalangan umum pada saat ini. Dia juga menyampaikan bahwa pernyataan tentang imunisasi cukup dilaksanakan pada saat masih kecil itu salah.

“Sempat saya tanyakan kepada petugas medisnya, “anak saya pada saat masih kecil sudah pernah melakukan imunisasi, sekrang kok masih terkena juga?”. Dia (petugas medis) menjawab bahwa imunisasi tidak hanya dilakukan pada saat masih kecil saja, pada saat dewasapun imunisasi masih perlu dilakukan. Karena andaikata korban yang terkena virus ini pada masa kecilnya tidak ikut imunisasi, maka kondisinya bisa lebih parah. Jadi itu yang terkadang membuat kita tidak salah mengerti bahwa sekali imunisasi maka kedepannya tidak perlu ikut imunisasi lagi” cakap bapak penanggungjawab kegiatan mengutarakan jawaban dari hasil pertanyaan yang ditanyakan kepada tim medis.

Harapan juga disampaikan oleh Bapak Ismail, dia berharap bahwa dengan adanya sosialisasi dan imunisasi ini seluruh warga Pondok Pesantren Nurul Jadid agar terbeas dari virus rubella ini. (Qz/Msf)

Raih Juara II di World Education Expo Indonesia (WEEI) ke–6

nuruljadid.net – Salah satu pameran pendidikan terbesar di Indonesia, World Education Expo Indonesia (WEEI) ke–6 kembali digelar di 4 kota besar, Jakarta, Medan, Surabaya dan Bali. Pada hari Minggu, (17/09/2017) kemarin dihelat di Hotel Sheraton Surabaya. Pameran pendidikan yang diikuti oleh perwakilan kampus puluhan negara tersebut dilaksanakan sebagai wadah bagi para pelajar yang ingin melanjutkan studinya di universitas dari dalam dan luar negeri. Terdapat banyak perwakilan kampus dari berbagai negara seperti Australia, Perancis, Belanda, Itali, Hongkong, China, Singapura dan banyak lagi termasuk reputable university dalam negeri seperti Universitas Indonesia (UI). Kegiatan ini diorganisir oleh My Study World yang berpusat di Jakarta sebagai salah satu portal media sosial dan informasi pendidikan terbaik di Indonesia.

Tahun ini mengangkat tema “Futuristic” dengan tagline The Future in You, tema ini diangkat karena percaya bahwa setiap siswa di Indonesia berhak menerima informasi pendidikan yang lengkap tepat untuk masa depan mereka. Selain menyelenggarakan pameran pendidikan, WEEI 2017 juga mengadakan Talkshow Perfilman dan Short Movie Competition, sebuah kompetisi film pendek yang bertujuan agar bisa menjadi wadah kreatif para pelajar, untuk dapat kembangkan bakat di bidang perfilman, menggandeng Dewan Juri Morgan Oey Actor dan Ivan Bandhito Sutradara. Kegiatan diawali dengan Nonton Bareng Film Pendek 4 finalis dengan judul “Segara” dari komunitas film maker mahasiswa Malang, “Begins with A Dream” dari SMAN 3 Sidoarjo, “Pijar Merah Putih” dari Masa Production SMK Nurul Jadid Paiton Probolinggo, dan “Time Walker” dari SMA Kristen Surabaya.

Usai Nobar dan Talk show Perfilman yang diisi langsung oleh Morgan Oey dan Ivan Bandhito sampai pada akhirnya juara Short Movie Competition diumumkan, Juara 1 diraih “Segara”, Juara 2 diraih “Pijar Merah Putih” dan Juara 3 diraih “Begins with A Dream”. Ini kali kedua Masa Production menyabet Juara Film setelah beberapa waktu lalu sukses di Festival Taman Film Bandung tahun 2017 dengan judul “Literasi”. Film yang disutradarai oleh Mujiburrohman tersebut mengangkat isu keberagaman masih berhubungan dengan tema WEEI yaitu The Future in You. Film yang mendeskripsikan masa depan Indonesia harmonis dan damai di tengah isu perpecahan bangsa disebabkan perbedaan. Penganugerahan ini langsung diberikan oleh dewan juri Morgan Oey, Ivan Bandhito dan Anastasya Sri selaku Operations Director.

Shooting film yang hanya dilakukan dalam sehari dan persiapan yang sangat mendadak ini berhasil mengambil hati dewan juri dan berhasil membuat penonton ‘merinding’ karena isu sensitif yang disajikan. Namun kerja keras tim ini mampu menyajikan karya yang baik dan sesuai dengan selera dewan juri juga penonton. Beberapa kru Film Pijar Merah Putih yang turut hadir adalah, Haris Firdaus (Guru Multimedia), Moh. Mutawakkil Alallah (editor), M. Agung Izzulhaq (Aktor utama), dan Bagus Fahrudin Jamal (Crew). Perjalanan panjang melelahkan tidak sia-sia, kerja keras dan keringat seakan terbayarkan dengan pencapaian prestasi yang diraih.

“Tim Masa Production SMK Nurul Jadid Paiton Probolinggo sebagai salah satu lembaga pendidikan di bawah naungan Pesantren Nurul Jadid awalnya tidak menyangka kalau film karya kami bisa menyabet juara karena karya 3 finalis lainnya juga sangat bagus dan professional baik dari segi pengambilan gambar dan editingnya. Sampai pada akhirnya pengumuman menyadarkan kami bahwa Film karya santri mampu bersaing. Kami sangat bersyukur juga kepada Dr. KH. Moh. Mahfudz Faqih, M.Si, selaku kepala sekolah dan para guru khususnya guru Multimedia yang senantiasa mendukung kreativitas peserta didik kami.” Ujar Mujiburrohman. (H-risk)

Kontingen SMA Nurul Jadid Kembali Menyabet Juara di Jumbara XV Probolinggo

nuruljadid.net – Minggu kemarin (17/09/2017), Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Probolinggo mengadakan Penutupan Kegiatan Jumpa Bakti Gembira (JUMBARA) XV, sekaligus memperingati ulang tahun PMI Indonesia yang ke 72 Tahun. Kegiatan ini dihadiri oleh Bapak Ir. Indrianto, Wakil Ketua PMI Provinsi Jawa Timur dan Bapak Sujono, Ketua Panitia Jumbara XV dan seluruh Pengurus dan Panitia Jumbara beserta seluruh Peserta Jumbara ke XV. Kegiatan ini bertempat di Lapangan Lingkup Ex Kantor BKD, Kec. Dringu, Kab. Probolinggo.

Jumbara merupakan kegiatan rutin yang diadakan oleh PMI Probolinggo setiap 2 tahun sekali, tema jumbara pada tahun ini adalah “Membangun Masyarakat Tangguh dan Manusiawi”. Kegiatan ini dilaksakan selama 3 hari, sejak tanggal 15 s/d 17 September 2017.

“Tujuan diadakannya kegiatan Jumbara ini merupakan suatu alat sebagai evaluasi, tentang kePMRan apa yang telah dipelajari oleh masing-masing sekolah atau lembaga dalam pengembangan Palang Merah Remaja (PMR), Baik dalam tingkat Madya (SLTP) maupun Tingkat WIRA (SLTA), bahkan kami juga sudah menambah dibagian tingkat pemula (SD,MI)” ujar Bapak Sujono, Ketua panitia Jumbara XV Probolinggo

Pada Jumbara kali ini, SMA Nurul Jadid kembali mendelegasikan peserta didik Palang Merah Remaja (PMR)-nya yang diketuai oleh Moh. Farhan untuk memeriahkan kegiatan Jumbara ke 15 Kabupaten Probolinggo. Sedangkan pendamping kontingen dari SMA Nurul Jadid didampingi oleh Moh. Nuris (Alumni SMA Nurul Jadid sekaligus Ketua Kontingen pada jumbara XIV tahun 2015).

“jangan pernah berhenti untuk berproses, karena dengan proses serta kerja keras merupakan tahapan awal dari sebuah kesuksesan” tambah Nuris, pendamping kontingan SMA Nurul Jadid.

Dalam penutupan kegiatan ini, Wakil PMI Provonsi Jawa Timur, Bapak Indriyanto turut hadir mewakili Bapak H. Imam Utomo Soeparno, mantan Gubernur Jawa Timur (1998-2003) yang tidak bisa hadir pada kegiatan ini. Pada kesempatan ini juga, Bapak Wakil PMI Provinsi Jawa Timur menutup secara simbolis kegiatan Jumbara ke XV di Probolinggo.

Sebelum penutupan secara simbolis dilakukan, pengumuman pemenang dibacakan oleh Bapak Sujono sebagai Ketua panitia Jumbara XV. Pada saat penetapan juara, nama kontingen dari SMA Nurul Jadid disebutkan sebagai Juara Kegiatan Jumbara XV Probolinggo. Spontan, sorak sorai kegembiraan nampak diwajah para peserta di kontingen SMA Nurul Jadid.

Beliau juga menyampaikan selamat kepada semua peserta Jumbara dari SMA Nurul Jadid, yang telah berprestasi di dalam kegiatan jumbara yang ke 15 di tahun 2017 kabupaten Probolinggo.

“Tentunya itu semua tidak dapat diraih tampa adanya kerja keras. Semakin tahun Jumbara jauh lebih baik dari tahun sebelumnya. Harapanya adalah kegiatan jumbara yang telah dilaksankan pada tahun ini semoga akan memberikan Motivasi pada masing masing lembaga khususnya pada peserta terlebihnya diluar peserta” ujarnya.

“Kalau kita sudah menjadi anggota PMR, kita mempunyai kewajiban untuk menerapkan 7 prinsip yang menjadi landasan dari PMI” tambah Bapak Sujono.

Pendamping Kontingan SMA Nurul Jadi, Moh. Nuris juga ikut menyampaikan selamat kepada pemenang dan dia juga mengingatkan bahwa jangan bangga dengan apa yang telah diraih melainkan tetap bersemangat untuk terus mengikuti Jumbara di tahun tahun berikutnya dengan bermodal dari apa yang diraih dan berbenah dari apa yang dievaluasi

Dipenghujung acara, kegiatan ini ditutup dengan pembacaan do’a dan dilanjutkan dengan pemberian hadiah kepada masing masing pemenang lomba dalam kegiatan Jumbara VX 2017 Probolinggo oleh Wakil Ketua PMI Provinsi Jawa Timur. (Qz/Ns)

 

Racana Az-Zainiyah (19.189-19.190) di Perwimanas ke-2 Magelang

nuruljadid.net – Kepala Pesantren sekaligus Rektor IAI Nurul Jadid, KH. Abd. Hamid Wahid menghadiri kegiatan pembukaan Perkemahan Wirakarya Pramuka Maarif NU Pusat tingkat Nasional (Perwimanas) ke-2 tahun 2017 pada Senin (18/09/2017), di lapangan Tembak Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah.

Dalam kesempatan tersebut, beliau hadir dalam rangka memenuhi undangan panitia Perwimanas sekaligus mendampingi kakak-kakak pramuka racana Az-Zainiyah gudep 19.189-19.190.

Racana Az-Zainiyah yang terpilih sebagai wakil sako Maarif kabupaten Probolinggo akan mengikuti kegiatan perkemahan perwimanas ke-2 2017 selama tanggal 18-24 September 2017.

Acara Perwimanas kali ini dibuka oleh Presiden RI Ir. Joko Widodo. Pembukaan juga dihadiri ketua PBNU KH. Said Aqil Siraj, Menteri Agama RI, H. Lukman Hakim Saifuddin, beberapa pejabat dan stakeholder pemerintah pusat sampai daerah.

Di hadapan 6000 peserta dari sako maarif seluruh Indonesia, presiden Jokowi menyampaikan bahwa pelaksanaan perwimanas merupakan upaya mengokohkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal itu, selaras dengan tema kegiatan yang telah ditentukan Panitiia LP. Ma’arif NU Nasional tahun ini ‘Ahlussunnah wal jama’ah An-Nahdliyah; Kokohkan karakter Generasi Bangsa’.

Usai upacara pembukaan, KH. Abd. Hamid memberikan motivasi kepada kakak-kakak pembina dan perwakilan kontingen pramuka Maarif Nu Probolinggo, agar terus belajar pramuka, meningkatkan manajemen organisasi pramuka, agar pramuka siap ikut serta berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan besar lainnya.

“coba lakukan koordinasi dengan Corp Brigade Pembangunan milik NU, mereka bisa diajak kerjasama dalam pengembangan dan peningkatan kualitas. Misalnya, dalam upaya mensukseskan hari santri yang akan dilaksanakan pada 22 Oktober nanti. Kan bisa saling berbagi informasi dan ilmu”, terang Gus Hamid.

Disamping itu, semangat jajaran majelis pembimbing gugus depan (mabigus) menurut Gus Hamid merupakan komitmen konkrit dalam rangka mengembangkan manajemen gerakan pramuka siaga sampai pandega di bawah naungan Yayasan Nurul Jadid di masa mendatang.

“khususnya pramuka siaga yang merupakan tahapan paling awal, harus ditata lebih serius dan sistematis,” imbuh Gus Hamid.

Senada dengan Gus Hamid, Kakak Bahrul Ulum, penanggungjawab kontingen juga menuturkan, bahwa semangat kakak-kakak pembina sejak apel pemberangkatan pada sabtu (16/09) sangat luar biasa.

Ikut serta menghadiri undangan kegiatan pembukaan perwimanas, ketua Stikes Nurul Jadid, KH. Hefny Rozak, Wakil Rektor I IAINJ, H. Hambali dan sekitar 17 pembina mabigus Nurul Jadid. (frh-ksf)

sumber : http://iainuruljadid.ac.id/index.php/kampus/item/106-perwimanas-magelang-gus-hamid-ajak-pramuka-nu-aktif-dalam-kegiatan-kegiatan-besar

ORDIK 2017 : Membentuk Mahasiswa Teknologi, Berjiwa Santri Nasionalis

nuruljadid.net – Hari ini (16/09/2017) STT Nurul Jadid mengadakan Orientasi Pendidikan (ORDIK) 2017 yang bertemakan “Mahasiswa Teknologi, Berjiwa Santri Nasionalis”. Kegiatan ini diikuti Sebanyak 300 orang mahasiswa/i baru dari dua jurusan yang dimiliki oleh STT Nurul Jadid (Teknik Elektro dan Informatika). Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari sejak tanggal 16 s/d 18 September 2017 yang bertempat di area Kampus STT Nurul Jadid.

Mahasiswa yang dianggap sebagai kaum intelek yang mampu merubah peradaban dunia memiliki kekuatan dan memegang peran penting sebagai penerus bangsa dari generasi sebelumnya. Selain itu mahasiswa juga dianggap sebagai pelopor perubahan dalam kehidupan sosial dan masyarakat. Dengan julukan sebagai agent of change, mahasiswa baru STT Nurul Jadid dituntut untuk mampu mengemban status yang dimilikinya saat ini yaitu sebagai “Mahasiswa”.

Hal itu juga senada dengan apa yang disampaikan oleh Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STT Nurul Jadid, Padhorrasit pada sambutannya dalam acara pembukaan ORDIK 2017.

“Kita adalah mahasiswa sebagai generasi terbaik, terpilih dan penerus bangsa. Mahasiswa juga merupakan elemen utama yang bergerak di masyrakat. Kalian juga merupakan pengubah nasib bangsa” ujar Ketua BEM STT Nurul Jadid.

“Mahasiswa sebagai agent of change (agen perubahan) karena selain akademisi kalian juga menetukan arah bangsa ini. Maka jika ada yang bertanya, siapakah pejuang pada hari ini? maka jawablah dengan lantang, jika ada seribu pejuang carilah aku pasti disana, jika ada seratus pejuang percayalah aku diantaranya, jika ada sepuluh orang pejuang akulah salah satunya dan jika hanya ada satu orang pejuang pastikan dan yakinkah bahwa akulah orangnya” tambahnya.

Peserta Ordik 2017 STT Nurul Jadid

Bapak Kamil Malik juga turut serta menyemarakkan acara ini. Beliau yang menjabat sebagai PK I STT Nurul Jadid memberikan sambutan serta membuka secara resmi kegiatan ini.

“Tujuan kegiatan ini adalah memperkenalkan kepada mahawasiswa/i baru tentang dunia kampus dan citivas akademika di STT Nurul Jadid yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Nurul Jadid serta diharapkan mahasiswa baru dapat membentuk mental yang berjiwa santri dan TI.” Ujar Bapak Kamil Malik selaku PK I STT Nurul Jadid.

Tak hanya itu, dalam sambutannya sebagai PK I STT Nurul Jadid beliau menyampaikan beberapa harapan kepada peserta ORDIK 2017 salah satu diantaranya adalah agar semua peserta ORDIK dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik karena dalam rentetan kegiatan mereka akan diperkenalkan tentang administrasi dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang ada di lembaga.

Di penghujung acara, pembacaan Tata Tertib Peserta ORDIK 2017 dibacakan oleh Koordinator Bagian Lapang (Kedisiplinan), Abdul Basid dilanjutkan dengan Pembacaan Ikrar Peserta oleh Bapak Khairi. (Qz/Msf)

Peserta Kajian Kitab Membludak

nuruljadid.net – Hari jum’at adalah hari spesial bagi pengurus Forum Kajian Kitab Putri (FKKP) Nurul Jadid. Pasalnya setiap hari jum’at digelar kajian kitab yang wajib diikuti oleh lembaga kitab di semua wilayah putri Pondok Pesantren Nurul Jadid dan juga terbuka untuk seluruh santri yang berminat.

Pagi ini (15/09/2017) kajian kitab tersebut digelar kembali setelah libur ramadhan. Sebelum ramadhan FKKP sudah menuntaskan bab munakahat serta  bab thaharah dan saat ini berlanjut ke bab shalat.

“Dulu di awal ada kajian ini memang sengaja kami mengambil bab nikah karena kami mengira peserta yang hadir akan lebih banyak dari kalangan mahasiswi dan kitab nikah sangat cocok untuk kami diskusikan sebagai bekal hidup berkeluarga nanti. Ternyata dugaan kami meleset. Peserta yang hadir lebih banyak dari kalangan siswi. Akhirnya setelah menuntaskan bab munakahat kami balik lagi ke thaharah dan insyaallah akan berlanjut sesuai dengan rentetan bab di kitab,” jelas Syafiqah Adhimah, Koordinator bidang kajian FKKP.

Dituturkan oleh Fika, sapaan akrabnya, kajian kitab FKKP ini seharusnya sudah dimulai pada awal September lalu sesuai dengan kalender kerja FKKP. Namun, karena beberapa alasan kajian kitab tersebut baru bisa dimulai minggu ini. Meski begitu, peserta kajian kitab yang diselenggarakan di ruang perpustakaan Neng Mamnuhatur Rahmah itu membludak sampai ada beberapa peserta yang harus duduk di belakang mushohhih karena tidak mendapat tempat.

Antusiasme peserta juga tidak kalah heboh. Sebagian peserta tidak hanya membawa kitab Fathul Qorib yang memang menjadi kitab utama tapi juga membawa kitab lain seperti Hasyiyah Bajuri, Tuhfatut Thullab, Kasyifatus Saja bahkan Fiqhul Islam Wa Adillatuhu.

“Alhamdulillah kajian kali ini berlangsung meriah. Para peserta kajian sudah mulai tidak canggung mengutarakan pendapat. Pesertanya juga membludak tidak hanya delegasi lembaga kitab tapi juga lembaga bahasa dan satri nonlembaga sampai ada yang duduk di tangga karena datang terlambat dan tempat duduk sudah penuh. Semoga selanjutnya lebih baik lagi sehingga kami bisa menghidupkan tradisi salafuna shalih dan  insyaallah kami akan melaksanakan Bahtsul Masail yang kedua pada akhir tahun ini,” pungkas Fatimatuz Zahro, Ketua FKKP. (FA)

 

 

Pelantikan Kepengurusan Baru , Wilayah Fatimatuz Zahro, nurul jadid, “Cahaya Baru” di Periode Baru

nuruljadid.net – Berakhirnya sebuah jabatan bukan berarti berakhir pula beberapa harapan di masa depan, melainkan itu merupakan sebuah ajang untuk perbaikan demi terealisasinya sebuah tujuan dalam kepengurusan. Hal itu dirasakan oleh kepengurusan Wilayah Fatimatuz Zahro’, malam ini (14/09/2017) Wilayah Fatimatuz Zahro’ mengadakan pelantikan yang bertujuan sebagai kaderisasi dalam kepengurusan dan peremajaan ulang setelah masa kepengurusan berjalan satu periode.

“Sebuah proses akan bernilai, jika dijalani dengan ikhlas dan jangan pernah menganggap sebuah jabatan menjadi seorang pengurus itu beban. Karena dengan kita menjadi seorang pengurus, kita benar-benar belajar bagaimana kita kelak ketika terjun dimasyarakat” dawuh Ny. Hj. Khodijatul Qodriyah sebagai pengisi acara sekaligus menyampaikan mauidhotul hasanah pada acara malam pelantikan pengurus Wilayah Fatimatuz Zahro` yang bertempat dihalaman kantor Pesantren Wilayah Fatimatuz Zahro`.

Kegiatan tersebut adalah kegiatan rutin setiap tahun yang dihadiri oleh seluruh santri wilayah Fatimatuz Zahro`, segenap kepengurusan Wilayah Fatimatuz Zahro`, baik yang lama maupun yang akan dilantik. Tak lupa pula, kegiatan ini juga dihadiri oleh jajaran keluarga pengasuh sekaligus pemangku Wilayah Fatimatuz Zahro` diantaranya adalah Ny. Hj. Nur Khotimah Wafi, Ny. Hj. Khodijatul Qodriyah dan Ny. Hj. Hanunah Nafi’iyah.

Serah terima jabatan kepala wilayah periode 2016-2017, Ustadzah Syafrotul Mufidah kepada kepala wilayah periode 2017-2018 Ustadzah Tubah Halawah disaksikan oleh Ny. Hj. Nur Khotimah Wafi.

“Jangan hanya diucapkan dengan lisan, tapi juga diikuti dengan ketauhidan” Dawuh Ny. Hj. Hanunah Nafi`iyah para acara pra pengikraran pengurus Wilayah Fatimatuz Zahro` periode 2017-2018.

Sesuai dengan susunan acara yang telah dibacakan oleh Master of Ceremony (MC), sebelum acara ditutup. Segenap panitia mengumumkan beberapa santri teladan yang terpilih sekaligus penyerahan piagam penghargaan oleh Ny. Hj. Khodijatul Qodriyah dan foto bersama walisantri yang bersangkutan diantaranya :

  1. Saudari Istibsyaroh sebagai santri teladan pertama.
  2. Saudari Zuyyimatur Roixah sebagai santri sebagai santri teladan kedua.
  3. Saudari Helmiyatul Hasanah sebagai santri teladan yang ketiga.

Dipenghujung acara, pembacaan do’a dipimpin oleh Ny. Hj. Nur Lathifah Wafi. Setelah acara pelantikan selesai, kegiatan ini juga dikemas dengan pengumuman asrama terbaik, daerah terbersih, pemenang lomba pada kegiatan Musabaqoh baina ad-Dawair sekaligus pembagian hadiah dan ditutup dengan pelaksanaan foto bersama segenap kepengurusan terlantik. (Qz)

 

Siang Ini, Fakultas Tarbiyah Gelar Seminar Konferensi Internasional

nuruljadid.net – Kamis (14/09/2017), Fakultas Tarbiyah IAI Nurul Jadid Paiton Probolinggo mengadakan The 1st International Conference on Education and Islamic Culture (ICEIS) di Aula Nurul Jadid Paiton Probolinggo dengan  menghadirkan Prof. Mejar Yahya Don (Nothern University of Malaysia – Malaysia), Prof. Dr. H. Imam Suprayogo (State Islamic University of Malang – Indonesia), Christopher Allen Woodrich (Chief of International Indonesia Forum Canada – Canada), Alistair Welsh (Senior Lecturer at Deakin University – Australia), Dr. H. Ilyasin, MA (State Islamic Institute of Samarinda – Indonesia)

Menurut Akmal Mundiri selaku ketua panitia, The 1st International Conference on Education and Islamic Culture (ICEISC) yang dilaksanakan oleh Fakultas Tarbiyah IAI Nurul Jadid ini merupakan perhelatan akademik dari para akademisi, peneliti dan praktisi di bidang pendidikan dan keislaman dengan tema “Rethinking Islamic Education Toward Cultural Transformation”.

Selain itu, Hasan Baharun sebagai dekan Fakultas Tarbiyah juga menyampaikan bahwa The 1st International Conference on Education and Islamic Culture juga ditujukan sebagai media untuk memotivasi dan membudayakan literasi dari para akademisi dan peneliti di bidang pendidikan dan penelitian. Di akhir acara, dilanjutkan penandatangan MoU kerjasama antara IAI Nurul Jadid dengan IAIN Samarinda, Universitas Utara Malaysia dan perguruan tinggi lainnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh 51 presenter dari kalangan akademisi, peneliti dan praktisi yang telah lolos seleksi oleh tim Reviewer, dan 673 peserta yang terdiri dari dosen dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, baik dalam negeri maupun luar negeri.

KH. Abdul Hamid Wahid sebagai rektor IAI Nurul Jadid menyambut gembira dengan adanya kegiatan The 1st International Conference on Education and Islamic Culture ini, karena kegiatan ini bisa memberikan implikasi yang cukup besar dalam memajukan pendidikan Islam, mengingat pendidikan Islam mampu memberikan makna yang cukup mendalam bagi kemajuan bangsa ini. Apalagi yang hadir dari ICEISC ini adalah pakar pendidikan dan keislaman yang sangat expert yang memiliki latar budaya yang berbeda, baik dari Indonesia maupun dari luar Indonesia. tentunya ini akan melahirkan konsep baru dalam mengembangankan pendidikan Islam. (DL/Qz)

 

Peserta Konferensi Internasional