Pos

seminar pendidikan hsn2017 hari santri nasional

H. A Umar; Sekolah Harus Kembali Ke Sistem Pendidikan Pesantren

nuruljadid.net – Direktur kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan, H. A Umar dalam seminar pendidikan yang bertema pesantren kiblat pendidikan karakter di Aula Institut Agama Islam Nurula Jadid, Rabu, (18/10/2017) mengatakan rusaknya moral anak-anak sekolah merupakan akibat dari sistem pendidikan yang tidak mendukung akan terciptaknya karakter baik.

Hal itu, menurut Umar disebabkan karena sistem kurikulum pendidikan sekolah cenderung menilai siswa berdasarkan perolehan angka. Kedua sistem pendidikan sekolah lebih mengedepankan formalitas daripada substansi. Akhirnya pengajaran di sekolah lebih mementingkan mengejar materi ketimbang budi pekerti.

“Rata-rata anak bolos, tidak masuk sekolah akibat dari layanan guru sekolah yang tidak baik. Kepada guru-guru jangan sampai ada paksaan atau tekanan kepada siswa, melainkan bagaimana melakukan pendekatan dengan santun,” katanya saat mengisi seminar pendidikan, salah satu bagian dari rangkaian untuk menyambut Hari Santri Nasional, Minggu (22/10/2017) di Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Maka solusi terbaik untuk memecah pelbagai permasalahan pendidikan tersebut mesti kembali ke sistem pendidikan pesantren. Hubungan antara santri, ustad dan pengasuh di pesantren berjalan 24 jam dan tidak ada jarak. Sehingga kondisi ini akan menimbulkan rasa emosional yang kuat antar sesama santri, ustad dan pengasuh.

Kemudian pola pendidikan pesantren juga menciptakan hidup goyong royong, tidak hedonis dan materialis. Ini akan menciptakan sifat kesederhanaan dan karakter yang baik bagi santri. Selanjutnya pesantren selalu mengajarkan santri tentang kejujuran dan amanah.

“Kalau demikian kedepan akan lahir pemimpin-pemimpin yang memihak rakyat kecil, memberdayakan orang-orang kecil, adil dan makmur dunia akhirat,” pungkasnya (Rizky)

Akhiri Kegiatan inggris dan arab Kunjungan Kebahasaan dengan Closing Ceremony

nuruljadid.net – Setelah satu hari mempelajari dan mendalami bahasa asing (Inggris dan Arab) di LPBA Pondok Pesantren Nurul Jadid, pagi ini (19/10/2017) LPBA PP. Darussalam Blokagung Banyuwangi mengakhirinya dengan penuh kesan dan pesan.

Kegiatan penutupan Study Comprative ini merupakan akhir dari kegiatan mereka (LPBA PP. Darussalam) di PP. Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Mereka telah mengikuti beberapa kegiatan yang telah dirangkai oleh Pengurus LPBA dengan penuh rasa gembira dan senang hati. Hal itu dibuktikan dengan pelaksanaan debat antara LPBA Nurul Jadid dan LPBA Darussalam Banyuwangi yang berlangsung kemarin malam (18/10/2017) di Aula SMP Nurul Jadid.

“Kemarin malam ketika pelaksanaan KBM, mereka (peserta kunjungan) meminta kepada pihak LPBA Nurul Jadid untuk bedebat. Karena di lomba GAZA UIN Malang kemarin, LPBA PP. Darussalam menjadi juara III sedangkan LPBA Nurul Jadid menjadi juara II. Itulah pemicu terlaksananya debat” ujar Bagian Kesiswaan LPBA Nurul Jadid, Salman Al Farisi.

Kegiatan penutupan Study Comprative ini diikuti oleh semua peserta kunjungan dari LPBA Darussalam dan beberapa pengurus LPBA Nurul Jadid. Tak hanya itu, Bapak Saili Aswi sebagai perwakilan dari Pengurus Pesantren Nurul Jadid juga ikut hadir dalam kegiatan penutupan ini.

Beliau (Bapak Saili Aswi) menyampaikan bahwa pada hari ini perpisahan akan terjadi antara LPBA Nurul Jadid dan LPBA Darussalam Banyuwangi namun perpisahan ini merupakan langkah awal untuk dikenal di masa mendatang.

“Perpisahan ini bukanlah sebuah awal untuk kita tidak mengenal, tetapi perpisahan merupakan sebuah langkah awal untuk mengenal kembali dan dikenal di masa mendatang” ujar beliau mengawali sambutan perawakilan pengurus pesantren.

Perbedaan budaya dan pengalaman yang telah terjadi selama satu hari di PP. Nurul Jadid dijadikan sebagai ajang pembelajaran bagi kedua pondok pesantren dan hal itu membuktikan bahwa perbedaan itu indah.

“Kegiatan kunjungan ini sebagai ajang untuk berbagi pengalaman diantara kedua Pondok Pesantren. Dengan berkunjungnya adik – adik sekalian ke LPBA Nurul Jadid menambah pengalaman yang tidak ada di Nurul Jadid namun ada di PP. Darussalam Banyuwangi begitu juga sebaliknya” tambah beliau.

Mengkahiri sambutan, Bapak Saili menyampaikan bahwa apapun yang telah dilakukan oleh LPBA Nurul Jadid kepada peserta kunjungan merupakan sebatas ikhtiar untuk mencari sebuah kesempurnaan sekalipun kesempurnaan tidak akan pernah ditemukan.

“oleh karena itu, ketika adik adik menemukan sebuah hal yang indah dan elok untuk dilihat dan sekiranya bisa dijadikan sebagai wawasan bagi adik – adik itulah ikhtiar dari kami karena kami tetap berusaha menjadi yang terbaik. Dan apabila selama kunjungan ini menemukan sesuatu yang tidak berkenan, maka itulah kekurangan kami yang masih mencari kesempurnaan. Jadikanlah yang baik sebagai iktiar untuk mencari ilmu dan jadikanlah yang buruk sebagai angin yang berlalu” cakap Bapak Saili Aswi, Wakil Sekretaris Pesantren.

“kalaulah bukan unggas tidaklah sawah itu menjadi rusak, bukankah karena tugas untuk adik adik sekalian sekiranya tidaklah kita mau berpisah” tambah beliau sekaligus mengakhiri sambutan.

Tak hanya dari PP. Nurul Jadid, Perwakilan pengurus dari LPBA PP. Darussalam Banyuwangi juga turut menyampaikan beberapa kesan selama berkunjung dan memperljari bahasa asing di Nurul Jadid. Hal itu disampaikan oleh Ustadah Nanik Nur Aini.

“Selama berkunjung di PP. Nurul Jadid kami telah mendapatkan banyak pelajaran yang paling utama yang kami ambil adalah rasa berani. Karena dengan rasa berani untuk belajar karena dengan rasa berani kita mendapatkan pengalaman. Hal itu kami jadikan motivasi bahwa kami haruslah lebih percaya diri dan tidak takut akan rasa salah” ujarnya.

“Semoga dengan berkunjung kami di PP Nurul Jadid, LPBA dapat menjadi lebih baik ke depannya” tambahnya sekaligus mengakhiri sambutan.

Sebagai akhir dari acara ini, pemberian cndera mata diberikan oleh perwakilan kedua pihak. Dan dilanjutkan dengan do’a serta foto bersama.

Setelah berkunjung ke PP. Nurul Jadid, LPBA PP. Darussalam Banyuwangi melanjutkan study bandingnya ke PP. Darullughah Wadda’wah (Dalwa) Pasuruan. (Qz)

 

Cuplikan Foto Kegiatan Klik Disini

seminar pendidikan hsn2017 hari santri nasional

Ketua LP Ma’arif NU Pusat, KH. Zainul Arifin Junaidi: Pesantren Khittah Pendidikan Indonesia

nuruljadid.net- Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Pusat, KH. Zainul Arifin Junaidi mengatakan santri harus berani menunjukkan identitasnya kepada publik. Sebab paham-paham radikal selalu menunjukkan identitasnya yang pada akhirnya dianggap sebagai ideologi.

Hal itu disampaikan di Aula Institut Agama Islam Nurul Jadid dalam seminar pendidikan, Rabu (18/10/2017) dengan tema pesantren kiblat pendidikan karakter. Acara tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri Nasional, Minggu (22/10/2017) di Pondok Pesantren Nurul Jadid.

“Sarung ini menunjukkan bahwa kita santri,” kata alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid ini sambil memperlihatkan sarungnya kepada peserta. Oleh karena pesantren adalah khittah pendidikan Indonesia. Dulu pada zaman Hindhu Budha pendidikan disebut karsa dari kata karso yang berarti kehendak.

Pendidikannya terintegrasi dalam suatu lembaga yang disebut patapan dimana antara murid dan guru hidup bersama disatu lingkungan. Lalu Wali Songo datang mengadopsi sistem pendidikan Hindu Budha dan menyebutnya pasastrian yang berarti orang yang berkehendak sastri atau ingin belajar. “Disebut pesantren karena lidah orang-orang Madura sulit menyebut kata pasatrian,” terang Junaidi.

Setelah itu kemudian Belanda datang memperkenalkan sistem pendidikan sekolah tahun 1906. Sistem ini dikhususkan untuk anak-anak Belanda. Anehnya ketika Indonesia merdeka sistem pendidikan tersebut malah diteruskan. Padahal KH Wahid Hasyim tahun 1929 telah memperkenalkan sistem pendidikan klasikal atau yang dikenal dengan sebutan madrasah nidhomim di Pondok Pesantren Tebuireng.

“Makanya kalau sekarang pendidikan di sekolah morat-marit itu karena sistem pendidikan kita tidak memfokuskan pada pendidikan karakter,”ungkapnya. Maka pendidikan pesantren, tambah Junaidi, harus dirawat agar tetap mempertahankan keaslian tradisinya. (Rizky)

satria dharma

Satria Dharma; Hari Santri Nasional 2017, Momentum Untuk Menggelorakan Literasi

nuruljadid.net- Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia, Satria Dharma mengingatkan agar santri pada peringatan Hari Santri Nasional, Minggu (22/10/2017), kembali meneguhkan nasionalisme dalam bela negara ditengah gempuran gerakan paham khilafah yang berupaya mengganti pancasila.

“Berkat perjuangan para santri Indonesia menjadi suatu bangsa,” kata Satria pada Nurul Jadid.net saat dihubungi via telepon. Hal itu dimaksudkan supaya generasi umat Islam tidak melupakan peran santri saat melawan penjajah.

Pegiat literasi ini juga menyampaikan bahwa umat Islam semestinya lebih giat membaca daripada umat lain. Sebab ayat yang turun pertama kali dalam Al-Quran adalah perintah untuk membaca atau ikro’. “Itu jelas sekali dalam Al-Quran. Sedangkan di kitab agama lain tidak ada. Masalahnya sekarang kita malah terbelakang dalam hal membaca,” terang Satria.

Oleh karenanya momentum Hari Santri Nasional ini penting untuk menggelorakan kembali pesan-pesan tentang pentingnya menguasai literasi. Bukan sekedar membaca dan menulis melainkan bagaimana umat Islam menguasai ilmu dan teknologi melalui literasi yang bermutu.

“Karena saat ini banyak berita gosip, fitnah dan profokasi. Nah ditengah laju perkembangan dunia, para ulama perlu merumuskan standar kurikulum yang modern dengan mengajak para ilmuwan. Ini diharapkan agar pesantren bisa menjawab kebutuhan umat,” terangnya.

“Kalau kita lihat sekarang para orang tua memasukkan anaknya ke sekolah boarding semakin tinggi. Masalahnya apakah pendidikan yang mereka terima di sekolah boarding ini sudah sesuai dengan tantangan zaman atau belum,” pungkasnya (Rizky)

MA Nahdlatul Ulama Lekok Pasuruan Belajar Bahasa Asing di PP. Nurul Jadid

nuruljadid.net – Bahasa asing akhir – akhir ini seakan akan menjadi kewajiban untuk mempelajari bahkan menguasainya. Melihat kondisi jaman sekarang yang telah berbeda dengan sebelum – sebelumnya, maka beberapa tuntutan jaman dialami oleh kalangan umum. Salah satu contohnya adalah MA Nahdlatul Ulama yang terletak di Lekok Pasuruan. Mereka (guru dan murid MA NU Lekok Pasuruan) hari ini (17/10/2017) melakukan study banding ke Pondok Pesantren Nurul Jadid dalam hal kebahasaan.

Rombongan yang tiba di PP. Nurul Jadid pada pukul 15.00 WIB bertujuan untuk belajar dan mendalami bahasa asing di Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) PP. Nurul Jadid. Kedatangan mereka di PP. Nurul Jadid disambut hangat oleh beberapa pengurus pesantren dan LPBA. Sebanyak 32 peserta didik MA NU Lekok Pasuruan mengikuti kegiatan study banding ini.

Ustad Abdul Aziz, Pembantu Direktur LPBA juga ikut menyambut kedatangan tamu. Diawal sambutannya yang mewakili Direktur LPBA, Ustad Abdul Aziz menyampaikan bahwa dalam seminggu kedepan, para peserta didik MA NU Lekok Pasuruan akan mendapatkan beberapa pelajaran yang telah disiapkan oleh pihak lembaga. Selain itu, dia juga menambahi bahwa dalam tempo yang hanya seminggu, LPBA tidak bisa mencetak generasi yang berkualitas terutama dalam berkomunikasi selayaknya orang asing berbicara.

“Kami tidak bisa mencetak generasi yang instan dalam berbahasa asing karena kami butuh proses, oleh karena itu kami sampaikan kepada adik adik sekalian untuk belajar berbahasa bersama kami” cakap Ustad Abdul Aziz

Bapak Hasan Basri, Pimpinan MA NU Lekok Pasuruan menyampaikan bahwa kegiatan ini selain bertujuan untuk mendalami bahasa asing juga bertujuan untuk mempererat tali silaturrahmi antara kedua belah pihak. Dan dia juga berharap kegiatan ini bisa menjadi awal yang baik bagi peserta didik MA NU Lekok Pasuruan untuk menjadi generasi yang gemilang.

Selama satu minggu lamanya, para peserta didik MA NU Lekok Pasuruan akan menjalani beberapa kegiatan yang dilaksanakan oleh Pesantren dan Lembaga seperti santri PP. Nurul Jadid lainnya. Didalam program yang telah LPBA siapkan, para peserta didik MA NU Lekok Pasuruan akan diberikan beberapa tugas menghafal sebagai bahan dasar mereka untuk memperlajari bahasa asing. Dan mereka juga akan mengikuti kegiatan rutinitas yang dilakukan oleh LPBA seperti bercerita, pidato, menghafal mufrodat, debat, diskusi, terjemah dan mengarang. (Qz)

lomba sastra religi nurul jadid juara 3

Lomba Sastra Religi, Santri Nurul Jadid Raih Juara 3

nuruljadid.net- Delegasi Pondok Pesantren Nurul Jadid berhasil merebut juara III MQK (Musabaqoh Qiroatul Kutub) Ihya’ Ulumuddin dan Fathul Qorib pada lomba Sastra Religi. Kegiatan lomba ini dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional, Jumat (13/10/2017) di Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar, Jombang.

Pemenang juara III lomba Ihya Ulumuddin diraih oleh Moh Faizin dan lomba Fathul Qorib juara III diraih oleh Mustain Romli. Adapun ketegori yang dilombakan adalah MQK tafsir jalalain dan hifdzun nadhom imrithi tingkat wustha, MQK ihya ulumuddin dan hifdzun, nadzom alfiyah tingkat ulya, Lomba hifdzul kutub aqidatul awam dan MQK fathul qorib tingkat ula.

Lomba yang diselenggarakan Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar Jombang ini diikuti oleh 1201 santri putra dan putri dari seluruh pondok pesantren di Jawa Timur. Sebelumnya pada Rabu (12/10/2017) Festifal Sastra Religi dihadiri oleh sekretaris PBNU, Helmi Faisal, Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar dan beberapa sesepuh Pesantren Mambaul Maarif Denanyar Jombang serta sejumlah tamu undangan yang lain.

hari santri nasional 2017 nurul jadid rute kirab resolusi jihad

Rute Kirab Resolusi Jihad Hari Santri Nasional 2017 dari Madiun hingga Ponpes Nurul Jadid

nuruljadid.net- Menyambut Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2017, Pondok Pesantren Nurul Jadid bekerjasama dengan Student Crisis Center Jawa Timur, IPNU Jawa Timur, dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Selain kegiatan Seminar dan Lomba, akan menggelar perjalanan Kirab Resolusi Jihad yang diperkirakan akan menempuh jarak 251 km sebagai bentuk peringatan Hari Santri Nasional di Jawa Timur. Pelaksanaan Kirab akan berlangsung pada 18-22 Oktober 2017. Berikut rute perjalanan Kirab Resolusi Jihad di Jawa Timur.

Perjalanan Kirab Resolusi Jihad akan dimulai dari Madiun, tepatnya di Masjid Quba pada tanggal (18/10/17). Sebelumnya peserta akan melaksanakan Apel yang dipimpin langsung oleh Bupati serta PCNU Kabupaten Madiun.

Perjalanan dilanjutkan dan peserta kirab akan sholat Jum’at di Masjid Agung Baitussalam Nganjuk. Setelah itu, menuju ke Jombang untuk berziarah ke makam KH. Bisri Syansuri Denanyar, KH. Wahab Hasbullah Tambak Beras, Hadratussyaikh Hasyim Asyari, dan Istighotsah pelajar bersama santri Tebuireng.

Kemudian berlanjut menuju Surabaya, Pasuruan, Probolinggo, Kraksaan hingga Paiton. Di Surabaya peserta akan berziarah ke makam KH. Ridwan Abdullah dan mendengarkan orasi kebangsaan yang akan dipimpin langsung oleh KH. Muhibin Zuhri di kantor “Hoofdbestuur Nasdatoel Oelama” Surabaya.

Di Pasuruan mereka akan Jagongan Hari Santri Nasional di Pendopo Bupati Pasuruan. Selain itu, mengaji 22 Khataman al-Qur’an di makam KH. Abdul Hamid bersama Pelajar Santri Pasuruan dan makan 22 Tumpeng di Masjid Agung Pasuruan.

Setibanya di Probolinggo mereka akan singgah di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong untuk ngaji Hujjah Aswaja yang dipimpin langsung oleh KH. Mutawaqqil Allallah. Selain itu, mereka akan bermujahadah di Kantor PCNU Kraksaan.

Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan menuju Paiton sebagai lokasi finish Kirab, tepatnya di Pondok Pesantren Nurul Jadid. Sesampainya akan diadakan penyerahan Panji Kirab di Pondok Pesantren Nurul Jadid, mencoba melakukan pemecahan rekor MURI Makan bersama “Tabheg” nasi khas santri Nurul Jadid dengan 10.000 santri dan melaksanakan Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2017 hingga Formasi Mozaik 10.000 Santri di Pondok Pesantren Nurul Jadid. (Jawahir)

 

 

 

hari santri nasional 2017 nurul jadid lomba desain grafis quote

Menyambut Hari Santri Nasional 2017, Pesantren Nurul Jadid Bekerjasama dengan IPNU Jatim

nuruljadid.net- Menyambut Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2017, Pondok Pesantren Nurul Jadid bekerjasama dengan IPNU Jatim, Student Crisis Center dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Beragam acara diselenggarakan, mulai dari lomba, mimbar santri, seminar umum, upacara, kirab, makan bersama ala santri hingga  formasi mozaik dengan beribu santri. Untuk rangkaian kegiatan hari santri di area Pondok Pesantren Nurul Jadid akan dimulai pada Rabu (18/10/2017) hingga puncaknya pada hari Minggu (22/10/2017).

Berikut seluruh rangkaian kegiatan semarak Hari Santri Nasional di Pondok Pesanten Nurul Jadid.

Rabu (18/10/2017) pukul 09.00 WIB, Seminar Pendidikan di Aula IAI Nurul Jadid bertemakan Pesantren Kiblat Pendidikan Karakter. Narasumbernya yaitu Drs. KH. Arifin Junaidi, M.M, Ketua PP LP Ma’arif NU, Dr. H. Ahmad Zayadi, M.Pd, Direktur Pontren Kemenag RI, Dr. H. A. Umar, MA, Direktur KSKK Madrasah Kemenag RI, Dr. Saiful Rachman, MM, M.Pd, Kadisdik Provinsi Jatim.

Di hari yang sama pukul 13.30 WIB, seminar Remaja dengan tema Produktif Usia Muda Membangun Indonesia di Aula MA Nurul Jadid. Pambicara yaitu Surya Chandra Surapatya, Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat.

Kamis (19/10/17) pukul 08.00 WIB Seminar Kebangsaan di Aula IAI Nurul Jadid dengan tema Resolusi Jihad Estafet Perjuangan Bangsa. Sebagai pembicara Mayjen Soedomo, Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum (POLPUM) Kemendagri RI. Berikut Mimbar Santri (show of force) pukul 19.30 WIB di Lapangan Kampus Terpadu (Putra) dan Halaman Al-Hasymiyah (Putri).

Jum’at (20/10/17) pukul 08.00 WIB Lomba Mewarnai, Tartil dan Pemilihan Da’i Cilik tingkat TK dan SD/MI Jawa Timur di ruang Meeting MA Nurul Jadid. Sementara pukul 09.00 WIB di Aula IAI Nurul Jadid akan diadakan Seminar Anti Narkoba dan Radikalisme bertemakan Membendung Bahaya Laten Napza dan Radikalisme. Narasumbernya yaitu, Prof. Dr. H. Nur Syam, Sekjen Kemenag RI, Idy Muzayyad, Ketua BAANAR PP. GP. ANSOR dan Brigjen Pol Fatkhu Rahman, Kepala BNNP Jawa Timur.

Sabtu, (21/10/17) pukul 10.0 WIB Seminar Enterpreneurship di Aula MA Nurul Jadid dengan tema Ketahanan Ekonomi Santri di Era MEA. Sebagai pembicara Saidah Safwan, Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU Pusat).

Berikut Seminar Ketahanan Informasi yang bertema Strategi Dakwah Era Digital di Aula IAI Nurul Jadid. Pembicara Hari Usmayadi, M.Kom, Ketua PB Lembaga Ta’lif Wan Nasyr NU dan Gus Reza Imam Yahya, Ketua Rabitha Ma’ahid Islamiyah (RMI) Jawa Timur.

Selain itu pukul 13.00 WIB Pelatihan Video Editing di Aula IAI Nurul Jadid oleh Ketua PB Lembaga Ta’lif Wan Nasyr NU, Hari Usmayadi, M.Kom dan pukul 18.00 WIB, Pawai Obor Resolusi Jihad dari MI Az-Zainiyyah I finish dilanjutkan Istighosah Hari Santri Nasional di lapangan Kampus terpadu.

Minggu (22/10/17) pukul 07.30-10.00 WIB, upacara Peringatan Hari Santri Nasional, menyambut Kirab Resolusi Jihad dari Madiun ke Pondok Pesanren Nurul Jadid Paiton, Pemberian Apresiasi Santri berprestasi, Pengumuman pemenang lomba: puisi, fotografi santri, penulisan esai, graphic design quotes serta kreasi lalaran alfiyah dan atraksi santri di lapangan kampus terpadu dan makan bersama “Tabhek” sebanyak 10.000 santri hingga cuci tangan pakai sabun 10.000 santri.(Jawahir)

 

 

Berikut kumpulan pamflet digital dari seluruh kegiatan Hari Santri Nasional.

 

Menjelang Hari Santri Nasional, Panji Pelopor Putri Menggali Potensi Diri

nuruljadid.net- Panji Pelopor Putri kembali merapatkan barisan untuk memperkuat ikon diri sebagai etalase Pondok Pesantren Nurul Jadid di aula mahrom Wilayah Al-Hasyimiyah.

Tugas utama Panji Pelopor adalah menjadi Event Organizing (EO) dalam acara-acara besar yang diadakan oleh Pondok Pesantren Nurul Jadid. Selain sebagai EO, Panji Pelopor juga bertugas sebagai Protokoler di masing-masing wilayah untuk menyambut tamu dan mengkondisikan lalu lalang santri. Panji Pelopor menjadi ikon Nurul Jadid, sebab tamu Nurul Jadid akan menilai Pesantren dengan cara Protokuler menyambut dan memperlakukan tamu.

Acara Kumpul Bareng Panji Pelopor Putri yang dilaksanakan pada Senin, (10/10/2017) tepat jam 20.00 WIB tersebut, berjalan lancar dan penuh antusias. Acara ini menjadi titik awal untuk gerakan-gerakan positif selanjutnya baik dalam kegiatan besar pesantren atau kegiatan di wilayah masing-masing. Selain itu, acara ini juga untuk menyamakan presepsi dan menata kembali niat mengabdi anggota Panji Pelopor Putri untuk Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Ny. Hj. Khodijatul Qodriyah, Penyaji dalam acara yang juga menjadi Pembina Panji Pelopor Putri menjelaskan bahwa untuk menjadi pribadi istimewa harus dibarengi dengan terus menggali potensi diri, sebab ketika potensi diri belum ditemukan akan susah menentukan tujuan hidup.

Potensi diri dapat dilihat dari bagaimana proses berpikir, merasakan keadaan diri, lingkungan dan orang lain, mengasah kecerdasan menghadapi kesulitan dan bagaimana berproses mengenali jati diri masing-masing. Dalam acara, anggota Panji pelopor diajak mengenali potensi diri masing-masing dengan serangkaian panduan yang dipandu langsung oleh Neng I’ah –sapaan akrab Ny. Hj. Khodijatul Qodriyah.

Setelah mengetahui potensi diri masing-masing, anggota Panji pelopor tersebut kemudian diarahkan untuk mengembangkan diri dalam komunitas masing-masing. Langkah yang ditempuh lebih akurat dan lebih tertata, sesuai dengan potensi masing-masing anggota panji pelopor. Dengan menggali potensi tersebut, penugasan dilapangan menjadi lebih efektif dan efesien.

“Pada akhirnya bagaimana perkumpulan ini dapat menjadi wahana mengasah potensi menjadi kekuatan diri,” ujar Neng I’ah.

Dalam prosesnya masing-masing anggota Panji Pelopor akan mengasah diri bersama dalam satu wadah agar bisa menjadi perempuan yang bisa diandalkan, perempuan yang cekatan dan serba bisa.

“Saya berharap para panji pelopor ini menjadi perempuan cekatan yang serba bisa,” imbuh neng I’ah. (IND)

 

Laporan Akhir Periode ORIZA (Organisasi Santri Intra Az-Zainiyah)

nuruljadid.net – wilayah az-zainiyah pondok pesantren nurul jadid puteri kemarin siang (06/10/2017) telah melangsungkan acara program akhir tahunan yaitu Laporan Akhir kepengurusan atau laporan pertanggung jawaban bagi pengurus ORIZA (organisasi santri intra az-zainiyah) yang bertempat di mushollah az-zainiyah sejak pukul 09.30 s/d 11.30 WIB.

ORIZA adalah kepengurusan santri yang dibawah kepengurusan wilayah bagian KABID IV. Tugas pengurus oriza adalah membantu dan merealisasikan program-program yang ada wilayah, khusunya di wilayah az-zainiyah sendiri. Oriza adalah organisasi perdana sejak tahun 2016 yang dibentuk oleh kepala wilayah demisioner Ustadzah Wahadatul Kholisoh untuk wilayah az-zainiyah, dimana anggotanya dari anak-anak siswi tingkat SLTA dan SLTP yang berada di wilayah az-zainiyah.

Setalah satu tahun periode kepengurusan sejak tahun 2016 hingga 2017, sampailah sudah titik akhir dari kepengurusan oriza yaitu melaksanakan kegiatan LPJ (Laporan Pertanggung  Jawaban), yang tujuannya melaporkan hasil kerja program oriza selama satu periode kepada kepala wilayah atau pengurus Daerah.

Dari hasil laporan pertanggung jawaban, kegiatan oriza masih banyak kegiatan yang belum terealisasi diantaranya LKD sebagai kegiatan umum dan BAKSOS yang berada dibawah devisi sosial lingkungan.Dari dua kegiatan ini kendalanya tidak mempunyai waktu yang luang, dimana waktu kegiatan ini selalu bertepatan dengan kegiatan acara pesantren.

Untuk kegiatan oriza yang telah terealisasi diantaranya  Perpisahan Kelas Akhir, Peringatan Hari Santri Nasional (HSN), Peringatan HUT RI, Az-Zainiyah Pos, kotak saran dan banyak lainnya. Dari hasil laporan pertanggung jawaban kegiatan oriza selama satu periode ini menghasilkan nilai akhir sebesar “72” dari rata-rata penilaian kepala wilayah, pengurus daerah dan perwakilan santri per daerah. (MF)

 

 

LPBA nurul jadid juarai tiga lomba di kancah nasional

LPBA PP. Nurul Jadid Juarai 3 Lomba di Kancah Nasional

nuruljadid.net – Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) PP. Nurul Jadid kembali menorehkan hasil manis dikancah Nasional. Pasalnya, LPBA mendelegasikan 12 peserta didiknya pada 5 lomba yang diadakan oleh Gebyar Apresiasi Khazanah Araby (GAZA) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang  pada tanggal 01 s/d 06 Oktober 2017.

Dari 5 kategori lomba yang diikuti, LPBA PP. Nurul Jadid berhasil menuai prestasi yang gemilang. Lomba yang berhasil mereka juarai diantaranya adalah

  1. Juara II Lomba Debat
  2. Juara III Lomba Bercerita
  3. Juara III Lomba Cerdas Cermat

Persaingan ketat dan penuh ketegangan akhirnya membuahkan hasil yang cukup memuaskan, meskipun mereka masih belum bisa menempati posisi pertama. Dibabak penyisihan, para peserta didik LPBA sudah merasakan persaingan yang begitu ketat. Namun hal itu tidak membuat mereka patah semangat untuk melawannya.

“sejak awal pertandingan, kami sudah merasakan panasnya atmosfer perlombaan disini. Perlombaan ini adalah tingkat Nasional. Wajar saja apabila mereka masih gugup diawal pertandingan. Namun sedikit demi sedikit mereka mulai beradaptasi dengan kondisi yang ada” ujar Ustad Salman selaku pendaming sekaligus Bagian Kesiswaan LPBA yang turut hadir mendampingi peserta didiknya.

Hal itu dibuktikan dari lomba mengarang. Dalam lomba ini peserta didik LPBA mengalami beberapa permasalahan dalam wawasan dan kebahasaan. Hal itulah yang menyebabkan peserta didik LPBA gagal menuai kemenangan dalam lomba mengarang.

“di Lomba Mengarang, kami sedikit mengalami kendala. Perlu menambah wawasan dan khazanah/ literatur kebahasaannya. Karena sampai saat ini kita belum pernah menjuarainya” cakap Bag. Kesiswaan.

Pada lomba debat, peserta didik LPBA tidak menemukan kendala yang begitu serius. Sejak awal, mereka melampaui beberapa babak dengan hasil yang memuaskan hingga mereka mampu beradu argumen di babak final. Hal itu dibuktikan dengan mengalahkan PP. Al Amin Putera A di babak 8 besar. Di babak semifinal, LPBA PP. Nurul Jadid akan melawan 3 pondok lainnya yaitu Darul Hikmah Putera, Al Amin Putera B dan Mambaus Sholihin. Babak semifinalpun dilewati dengan manis oleh LPBA PP. Nurul Jadid.

Namun sayang, mereka harus kandas di babak final oleh lawannya, Al Amien Parenduan Sumenep Madura Tim B. Kekalahan yang dialami oleh LPBA PP Nurul Jadid disebabkan karena dari segi kebahasaan Al Amin mampu menyampaikan argumennya secara sistematis dan juga dikarenkan lemahnya penguasaaan materi yang dimiliki sehingga apabila ada POI dari tim lawan LPBA masih belum bisa maksimal menjawabnya.

Kekalahan itu merupakan sebuah tugas dari pengurus LPBA untuk terus meningkatkan mutu kualtias peserta didiknya untuk selalu siap digunakan dalam kondisi apapun.

“Harapan saya adalah seharusnya generasi penerus LPBA harus selalu berusaha lebih baik daripada yang sebelumnya. Sebab kita terkadang lebih terlena dan ter-ninabobokkan oleh kejayaan sejarah bahkan menjadi jumud olehnya karena hanya sekedar membanggakan tapi tidak mempelajarinya. Namun lupa bahkan tak tau harus berbuat apa untuk hari ini bahkan esok hari dengan melihat fakta perkembangan pesantren luar yg begitu pesat dan  saling bahu membahu dlm pengembangan kebahasaan. Ini yang perlu di rekonstruksi dr LPBA di bahasa arabnya” cakap Ustad Salman Al Farisi, Bagian Kesiswaan LPBA PP. Nurul Jadid

“Pernyataan demikian bukan berarti kita dituntut untuk selalu serakah akan prestasi di setiap lomba. Namun lebih mengarah pada bagaimana kita harus selalu belajar bagaimana untuk selalu lebih baik dari hari hari kemarin, itu saja” tambahnya. (Qz)

 

Daftar Nama Peserta Didik LPBA Yang Menjuarai Lomba :

Debate:

  1. Bahrul Ulum
  2. Irvan Maulana Yahya
  3. Ibnur Rijal Atho’illah

Cerita:

Badrus Zaman

Cerdas cermat:

  1. Raden M Ibrahim
  2. Jadwa An Nazih
  3. Haqqi Musyaddad

Kewaliasuhan Bentuk Dedikasi Pengurus Sebagai Fasilitator Santri

nuruljadid.net – kegiatan diklat pengurus dan mahasiswi yang diselenggarakan oleh pengurus wilayah az-zainiyah ini telah selesai melewati berbagai macam pelatihan, salah satunya materi kepemimpinan dan untuk kegiatan diklat pengurus dan mahasiswi selanjutnya ialah kegiatan pelatihan tentang kewaliasuhan.

Materi kewaliasuhan ini sangat urgent dibutuhkan oleh banyak pengurus  wilayah terutama wilayah az-zainiyah, karena adanya kewaliasuhan ini masih baru di wilayah kami. Di wilayah kami tidak hanya tidak tau akan apa itu kewaliasuhan, namun tugasnya, koordinasinya, bahkan konsepnya pun wilayah kami juga masih kebingungan, oleh karena itu didalam diklat pengurus dan mahasiswi ini kita menjadwalkan untuk adanya pelatihan kewaliasuhan.

Pelatihan kewaliasuhan ini diselenggarakan di Aula SMP Nurul Jadid yang dibimbing oleh Ibunda Kita Ny. Hj. Hamidah Wafie pada waktu malam hari (28/09) tepat jam 20.00 WIB – 22.00 WIB. Pelatihan ini hanya diikuti oleh semua peserta yang menjadi kepengurusan waliasuh di daerah dan juga setiap kepala daerah, dan juga dihadiri langsung oleh ketua BKPP Nurul Jadid Ny. Hj. Hanunah Nafi’iyah dan Bendahara BKKP Ny. Hj. Ummi Hani’ah.

Sebelum penyaji memaparkan materi, penyaji menanyakan terlebih dahulu bagian pendahulu dari materi, “Apa yang kalian tau tentang kewaliasuhan, apa tujuan diadakan kewaliasuhan, Manfaat dari kewaliasuhan?”, berikut pertanyaan dari beliau, untuk mengambil suasana ruangan dalam dialog penyaji.

Setelah banyak dialog dari peserta, penyaji kemudian menjelaskan secara detail jawaban dari pertanyaan pendahuluan tadi. Kewaliasuhan adalah sesorang fasilitator antara anak dengan pengurus, antara anak dengan guru. Antara anak dengan orang tua wali. Wali asuh juga sebagai pengganti dari kedua orang tua kita di pondok, sebagai tempat untuk curhat, motivator dalam belajar dan memacu semangat  anak.

Tujuan diadakan wali asuh ini untuk lebih mudah dalam pengontrolan kegiatan, baik dari perkembangan santri, perkembangan belajar dan  wali asuh juga bisa sebagai proses pembelajaran diri untuk lebih sabar dalam mendidik anak. Manfaat adanya wali asuh ini bisa manajemen waktu, manajemen emosi, bisa mengenal karakter setiap anak, dan lebih bertanggung jawab.

Beberapa hal yang harus dimiliki oleh wali asuh antara lain memiliki jiwa kepemimpinan, menjadi teladan baik, memiliki komitmen, empati, peduli, dan respect, mengayomi & mendampingi, membantu mencari alternatif solusi saat dad problem, sigap & cekatan, memiliki skill of people.

langkah-langkah dalam menjalankan fungsi kewaliasuhan adalah yang pertama melakukan pendekatan personal yang dimana dalam pendekatan ini dapat membangun pendekatan emosional dan emmbuat anak asuh nyaman serta aman, yang kedua bangun komunikasi efektifitas dan berkualitas, yang ketiga fahami karakter, latar belakang dan kebiayasaannya, yang keempat fahami kemauan dan arah pemikirannya, yang kelima bangun pemahaman dan kesadaran dalam melakukan pembinaan & pendampingan, yang keenam jika ada perilaku atau sifat yang unik, pahami dan sebabnya kenapa, yang ketujuh jalin hubungan baik dengan orang tua anak asuh.

Dari banyaknya materi yang telah disampaikan oleh penyaji, harapan beliau untuk wali asuh di wilayah az-zainiyah ini “wali asuh adalah cermin, dan anak asuh yang akan menjadi orang pengacanya, oleh karena itu wali asuh harus mempunyai komitmen yang tinggi dan pendekatan moral dengan ikhlas untuk mengontrol dan membimbing perkembangan santri atau ruhul jihad yang tinggi” dan tak lupa penyaji juga memberikan motivasi kepada pengurus wali asuh di wilayah az-zainiyah “keinginan yang bermuncul dari dalam akan menjadi lebih berkomitmen dan ruhul jihad” begitu dawu terakhir dalam bagian penutup penyajiannya. (MF)

Membentuk Manajemen Pondok Pesantren yang Intens

nuruljadid.net –  Kegiatan dalam diklat pengurus dan mahasiswi selanjutnya setelah pelatihan tentang administrasi, ialah pada waktusore harinya dilaksanakan kegiatan pelatihan dan pendalaman materi tentang Manjemen Pesantren yang disampaikan langsung oleh Kepala Pesantren Nurul Jadid, yaitu Bapak KH. Abdul Hamid Wahid, M.Ag yang bertempat di Aula SMP Nurul Jadid, dengan berkisar waktu selama dua jam lamanya mulai dari jam 14.30 WIB atau Ba’da Ashar sampai jam 16.30 WIB. Dalam pelatihan manajemen pesantren ini semua peserta dari pengurus pesantren, pengurus daerah hingga mahasiswi diwajibkan untuk hadir.

Diadakannya pelatihan manajemen pesantren ini, agar semua pengurus dan mahasiswi mengetahui semua tujuan dan harapan dari pesantren untuk menyatukan prinsip manajemen diantara berbagai wilayah menjadi satu kesatuan prinsip manajemen. Yang dimana manajemen terdahulu memiliki khas manajemen masing-masing di setiap wilayah dalam satu pondok, namun sekarang ekspektasi dari pesantren kita, di dalam satu pondok memiliki satu khas manajemen yang sama walaupun terdiri dari berbagai wilayah.

Menyatukan berbagai manajemen yang sudah menjadi tradisi tidaklah mudah, namun harus memiliki semangat yang kuat dan prinsip yang konsisiten untuk sebuah perubahan. Perubahan manajemen pesantren saat ini sudah sebagian kita rasakan, mulai dari perubahan kegiatan, perubahan struktural, perubahan pola pendidikan dan pola bimbingan, perubahan keamanan dan ketertiban serta perubahan – perubahan lainnya. Semua perubahan ini semata hanya untuk mengefektifkan kegiatan santri dengan tersistem dan lebih intens.

Perubahan kegiatan salah satunya dengan menerapkan kegiatan belajar selama 2 jam dan wajib istirahat pada jam 22.00 WIB tujuannya dalam proses kegiatan  belajar ini bisa me recall kembali materi pembelajran yang ada di sekolah atau kampus. Perubahan pendidikan salah satunya yaitu dengan di pindahnya waktu kegiatan diniyah di pagi hari mulai dari jam 07.30 WIB sampai 08.45 WIB, tujuannya lebih mengefektifkan kegiatan pembelajaran diniyah dan pendalaman dalam agama. Perubahan keamanan dan ketertiban salah satu contoh ialah diadakannya zona portal untuk akses masuk, mulai dari zona 1 untuk tempat parkir umum, zona 2 hanya untuk wali santri dan santri sedangkan zona 3 hanya untuk santri, jadi saat ini akses keluar masuknya pondok diatur oleh zona dengan tujuan untuk menertibkan dan lebih mengawasi dalam keamanan santri lebih mudah dan perubahan-perubahan yang lain.

Dari sekian plat form yang telah terealisasi dalam perubahan manajemen pesantren ini, dapat kita lihat dan rasakan bersama bahwa perubahan yang dulunya semua kegiatan masih belum terkondisikan atau terkontrol dengan baik dan membuat lambat keefektifan kegiatan santri, kini telah tidak lagi kita rasakan. Yang kita rasakan saat ini ialah lebih mudah dalam mengontrol, dalam memonitoring kegiatan perkembangan santri, dan lain sebagainya. Semua ini dapat kita rasakan dari kooperatif kita semua, mulai dari Kepala pesantren, pengurus, wali asuh dan semua santri.

Seperti yang dijelaskan diatas, Salah satu yang membantu perubahan manajemen ini adalah pengurus. Pengurus adalah sebagai jembatan, sebagai wadah yang menyambungkan dari pengasuh kepada santri. Menjadi pengurus harus mempunyai standar kemampuan dan standar keterampilan baik dalam hal mendidik, mengayomi dan membimbing santri dalam perkembangannya. Motivasi dari kepala pesantren oleh KH.Abdul Hamid Wahid, M.Ag untuk kita semua sebagai pengurus di Wilayah Az-zainiyah yakni “Bismillah Mengabdi, dan Niat untuk Beramal” begitu tutur beliau setelah menutup materi manajemen pesantren ini. (MF)

 

Klinik Az Zainiyah; Pelantikan POSKESTREN Perdana Tetap Berjalan Lancar

nuruljadid.net Jumat malam (29/09/2017) klinik Az-Zainiyah mengadakan pelantikan pengurus dan kader Pos Kesehatan Pesantren (POSKESTREN). Pelantikan perdana kader kesehatan wilayah putri ini dilaksanakan di wilayah Al-Hasyimiyah. Tepatnya di depan mushalla dengan dihadiri oleh seluruh pengurus Badan Koordinator Pengurus Putri (BKPP) serta staf dan karyawan klinik Az-Zainiyah. Turut hadir pula Kepala Pesanten KH. Hamid Wahid, M.Ag.

Tepat pukul 20.05 WIB acara dimulai dengan pembukaan oleh pembawa acara. Proses acara sempat terganggu tepat ditengah pembacaan sholawat nabi disebabkan gerimis. Meski sempat terganggu, acara pelantikan POSKESTREN tetap dilanjutkan.

“Pembentukan kader kesehatan ini (POSKESTREN, Red) dalam rangka meminimalisir adanya potensi-potensi penyakit yang sewaktu-waktu bisa datang” ungkap KH. Hefniy Rozak, M.Pd. dalam sambutan pidatonya selaku direktur klinik Az-Zainiyah.

KH. Hefniy juga menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan dimulainya acara yang seharusnya dimulai tepat pukul 20.00 WIB. Menurut beliau, waktu adalah komponen yang penting terutama bagi kader kesehatan, sebab setiap detik dalam kesehatan bertaruh dengan nyawa.

Setelah sambutan dari direktur klinik Az-Zainiyah, acara dilanjutkan dengan prosesi pelantikan POSKESTREN. Diawali dengan pembacaan Surat Keputusan oleh Ahmad Kholid, S.Kep. Kemudian dilanjutkan dengan pengukuhan oleh dr. Nina Kartika. Pembacaan ikrar dipimpin oleh KH. Hamid Wahid. Terdapat 28 kader kesehatan POSKESTREN yang terlantik dihadapan seluruh tamu undangan dan santri wilayah Al-Hasyimiyah.

Acara pelantikan juga diisi dengan tausiyah oleh KH. Hamid Wahid, M.Ag. Dalam tausiyahnya, beliau berpesan terutama kepada para kader kesehatan POSKESTREN bahwa segala sesuatu yang dilakukan secara bersama-sama dapat lebih mudah. Beliau berharap dengan adanya POSKESTREN dapat membantu Pesantren dalam menjaga kesehatan santri. Menurut beliau, perjalanan hidup yang sehat dapat menjadi salah satu faktor yang menentukan perjalanan hidup seseorang pada akhirnya. (ADK)

 

Baik Buruknya Organisasi Dilihat Dari Administrasinya

nuruljadid.net – Kegiatan Diklat Pengurus dan Mahasiswi selanjutnya setelah materi Kewaliasuhan ialah kegiatan Pelatihan  Administrasi pada hari jum’at pagi (29/09/2017). Kegiatan ini bertujuan untuk memperbaiki adminitrasi yang belum tepat dan menata ulang administrasi yang benar. Dalam pelatihan administrasi kita di bimbing dalam dua hal materi yaitu materi administrasi kantor dan administrasi keuangan yang dimana untuk administrasi kantor diikuti peserta dari delegasi setiap sekretaris daerah dan sekretaris wilayah, untuk administrasi keuangan pesertanya diikuti oleh delegasi bendahara daerah dan bendahara wilayah.

Pelatihan administrasi ini dilaksanakan di ruang kelas SMP Nurul Jadid putri, yang setiap ruangannya di tempati satu ruang pelatihan dalam waktu yang sama dengan kurun waktu satu setengah jam (09.00 -10.30) WIB, ruang paling selatan ditempati oleh pelatihan administrasi keuangan, dan ruang dekat kantor guru ditempati pelatihan administrasi kantor/sekretaris. Dalam pelatihan administrasi keuangan di bimbing oleh Bapak Haris dari Biro Keuangan Nurul Jadid dan untuk pelatihan administrasi sekretaris dibimbing oleh ustadz Zaky Ghufron dari Sekretariat Nurul Jadid.

Dalam pelatihan administrasi sekretaris, sebelum ustadz Zaky menyampaikan materi, dia lebih dulu menanyakan “apa itu sekretaris, apakah tugas sekretaris, apa perbedaan sekretaris, sekretariat dan kesekretariatan,  mengapa harus ada administrasi?”. Sangat penting memberikan pendahuluan lebih dulu sebelum masuk pada materi, terbukti peserta yang ikut pelatihan belum banyak mengetahui apa itu sekretaris?.

Sekretaris adalah seseorang yang membantu pimpinan agar pimpinan kantor atau perusahaan dapat melaksanakan tugasnya secara efektif dan efisien, dalam hal penyelenggaraan program dan juga administrasi kantor. Untuk sekretariat itu adalah kantor dari sekretaris dan kesekretariatan itu adalah aktivitas tata usaha kerja atau pelaksana proses kerja sekretaris.

Sama halnya dalam pelatihan administrasi keuangan, sebelum penyampaian materi administrasi keuangan, ustadz Haris menanyakan terlebih dahulu, “apa itu Bendahara, apakah tugas bendahara, dan bagaimana menyusun keuangan?”.

Bendahara adalah orang yang bertugas untuk membuat pembukuan dan mengatur keuangan dalam sebuah organisasi atau kepanitaan, sedangkan tugas dari bendahara adalah membuat Rencana Anggaran Pengeluaran Belanja (RAPB) untuk satu periode dalam suatu kepengurusan, untuk menyusun keuangannya maka dibuatlah dalam setiap kepengurusan, membuat RAPB kegiatan sehingga laporan keuangan lebih efektif, jelas dan efisien.

Dari kedua pembimbing dalam pelatihan administrasi ini sangatlah membantu kepengurusan wilayah az-zaninyah dalam mengolah administrasi data, keuangan wilayah dan lainnya. Dari kegiatan pelatihan ini, pengurus wilayah bisa sharing dari pengalaman kerja pengurus yang lalu, sehingga memfollow up dari kegiatan pelatihan ini dari pekerjaan kemarin yang belum tepat kini bisa diperbaiki dan menjadi lebih efektif serta efisien, baik dari segi administrasi sekretaris dan administrasi keuangan. ”Organisasi yang baik karena administrasinya baik pula” begitulah teori umum dari organisasi yang disampaikan ustadz Zaky dalam penutup pelatihannya. (MF)