Pos

Pelantikan Pengurus Pesantren Masa Bakti 2018 - 2022

Pelantikan | Untaian Harapan teruntuk Pengurus Pesantren Masa Khidmat 2018-2022

nuruljadid.net – Pasca pelaksanaan Pelantikan Pengurus Pesantren Pondok Pesantren Nurul Jadid Periode 2017 – 2022,  Senin (08/01/2018) harapan demi harapan bermunculan dari berbagai kalangan terutama dari pengurus pesantren. Harapan tersebut menjadi tolak ukur kesuksesan bagi kepengurusan baru yang telah dilantik dalam mengemban amanah yang telah diembankan kepada mereka. Contohnya adalah Sekretaris Pesantren, Bapak H. Faizin Syamwil. Beliau berharap untuk menguatkan kembali kekuatan Pesantren agar bisa lebih maksimal dalam melayani tindak masyarakat.

“posisi pesantren itu sebagai penguat institusi besar yang bisa lebih maksimal didalam memberikan layanan kepada masyarakat. Saat ini, kekuatan kita banyak berada pada lembaga-lembaga formal, sehingga pesantren terkesan ada di bawah lembaga tersebut. Dari itulah diharapkan dengan adanya pelantikan ini pesantren bisa memiliki kekuatan penuh di dalam mengatur lembaga-lembaga yang ada di dalamnya,” tegas beliau.

Harapan kepada kepengurusan baru, Bapak Tahiruddin selaku Kepala Bagian Evaluasi Perencanaan juga turut menyampikannya. untuk bekerja secara maksimal sesuai dengan target yang akan dicapai.

“semoga teman – teman yang dilantik itu bisa fokus pada tugas – tugasnya yang telah ditentukan oleh pesantren, karena pengurus yang diharapkan pesantren yang dilantik ini, benar- benar melaksanakan tugas dengan baik,” tegas beliau.

Tak hanya dari mereka, Ketua Bagian Protokuler, Bapak Ponirin Mika turut menyampaikan harapannya saat terwawancara oleh wartawan nuruljadid.net

“semoga pelantikan yang dilakukan secara bersama antara pengurus Pesantren dan Pengurus Lembaga Formal dapat menjalankan tugas secara maksimal,” ujarnya.

“untuk tahun ini pengurus pesantren dan lembaga formal disatukan sehingga menjadi satu – kesatuan karena semua dalam kepengurusan Pesantren seperti yang didawuhkan pengasuh” tambahnya.

Penulis : Ahmad

Editor : Co

KH. Moh. Zuhri Zaini

Ruhul Jihad Senjata Ampuh untuk Menopang Masa Khidmat 2018-2022

nuruljadid.net – Dalam rangka memotivasi dan mengokohkan ruhul jihad pengurus pesantren Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo, KH. Moh. Zuhri Zaini, Pengasuh PP. Nurul Jadid menyampaikan beberapa poin hikmah yang termaktub dalam tausyiah beliau pada acara Pelantikan Pengurus Pesantren masa khidmat 2018-2022 di Masjid Jami’ Nurul Jadid. Ucapan syukur kepada Allah beliau haturkan sebagai muqoddimah pembuka atas terlaksananya Pelantikan Pengurus Baru Masa Bakti 2018-2022.

Beliau menyampaikan bahwa pada dasarnya, semua lembaga yang ada dibawah naungan Pondok Pesantren Nurul Jadid baik formal maupun non formal merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Sehingga tidak ada yang namanya dualisme didalam pesantren.

“Pesantren ini adalah milik kita bersama” satu untaian kalimat beliau yang sejalan dengan harapan umum dari adanya pelantikan yakni semoga semangat kebersamaan dalam kepengurusan semakin kuat dan kokoh. Kebersamaan yang terealisasi didalam keikutsertaan, memiliki dan membantu pesantren didalam pengembangan serta penggapaian visi misi pesantren.

“Visi misi pesantren selain sebagai media dakwah penerus para Nabi dan Rosul dalam mengembangkan ilmu agama, juga memiliki peran sebagai pengembang pendidikan dan fungsi pelayanan terhadap masyarakat dalam segala aspek bidang kehidupan, yang nantinya dapat memunculkan generasi-generasi baru yang siap melanjutkan estafet perjuangan para pendahulu“ tambah beliau.

Sehingga, fungsi dari pengurus pesantren selain sebagai tim dakwah, juga sebagai pengabdi yang siap mengabdikan dirinya sepenuh hati dan tanggung jawab untuk pesantren. Bisa dikatakan pengabdian kepada Tuhan, karena berdakwah menyebarkan syari’at-Nya.

“dan Saya yakin, kalau kita mengabdi kepada Tuhan, maka pasti akan ditolong dan mendapat berkah-Nya”, ucap Beliau penuh yakin.

Satu kunci sukses menutup tausyiah beliau dengan seruan, laksanakanlah tugas dengan penuh semangat dan tanggung jawab yang dibuktikan dalam bentuk kerja keras dan bekerja secara profesional. Tapi jangan lupa bahwa semangat dan motivasi itu saja tidak cukup, tanpa diimbangi dengan cara-cara yang baik didalam pelaksanaannya. Dengan kesimpulan bahwa, maksud baik tanpa disertai cara dan sistem yang baik maka tidak akan menghasilkan hasil yang baik pula.

Penulis : NakBali

Editor : Co

KH. Moh. Zuhri Zaini Pengasuh ke IV PP. Nurul Jadid Paiton Proboinggo

Pelantikan Pengurus Pesantren Masa Bakti 2018 – 2022

nuruljadid.net – Masih dalam nuansa pelantikan di Masjid Jami’ Nurul Jadid. KH. Moh. Zuhri Zaini, Pengasuh PP. Nurul Jadid selain menyampaikan tausyiah kepada pengurus, tak kalah penting juga beberapa harapan dan motivasi beliau tujukan kepada segenap santri dari adanya Pelantikan Pengurus Pesantren Masa Bakti 2018 – 2022.

“Setelah adanya pelantikan ini, santri diharapkan lebih semangat lagi dalam belajar di Pondok Pesantren, baik semangat mendalami ilmu, juga semangat amaliyah (pengamalan) terhadap ilmu yang telah dipelajari” dawuh beliau.

Beliau mengutip dawuh dari Syaikh Junaid yang tersirat dalam kitab Minhaj al ‘Abidin, “Carilah ilmu! Tapi jangan sampai menggangu dan melalaikan ibadah. Karena mencari ilmu itu tujuannya adalah untuk bisa ibadah dengan baik”

“Sebagai seorang santri, selain mengembangkan keilmuan, jauh lebih penting dari itu adalah mengembangkan diri dalam perbaikan moral dan akhlak. Karena ukuran sukses tidaknya kita dalam mencari ilmu adalah akhlakul karimah yang terpancar dari diri kita” tambah beliau.

Dari adanya pelantikan kepengurusan baru ini, Pengasuh berharap agar seluruh santri PP. Nurul Jadid dapat melaksanakan program-program yang dibuat dan direncanakan oleh Pengurus dengan baik. Dalam menjalankan program tersebut, seorang santri harus selalu berdoa, bersandar dan berserah diri kepada Allah semata. Karena tanpa pertolongan dan hidayah-Nya, semuanya akan terasa mustahil.

“Sukses dalam hidup ini ditentukan oleh karakter kita. Semakin baik karakter kita Insya Allah akan semakin sukses hidup kita didunia maupun akhirat. Apapun yang dilakukan dengan sebaik baiknya, tanpa berdoa pada Allah maka tidak akan berhasil” dawuh beliau.

“Kesuksesan hidup bukan hal yang gratis, harus dibayar dengan perjuangan dan kerja keras yang memang tidak disenangi oleh nafsu. Contohnya adalah tirakat. Tirakat bukan hanya puasa, tetapi melawan keinginan nafsu adalah bentuk puasa santri. Salah satu contohnya adalah menahan diri untuk tidak melanggar aturan Pesantren” tambah beliau.

Penulis : nakbali

Edirot : Co

Pelantikan Pengurus Pesantren Masa Khidmat 2017 - 2022

Pondok Pesantren Nurul Jadid, Pengasuh Melantik Pengurus Pesantren Periode 2018 – 2022

nuruljadid.net – Berakhirnya sebuah jabatan bukan berarti berakhir pula beberapa harapan di masa depan, melainkan itu merupakan sebuah ajang untuk perbaikan demi terealisasinya sebuah tujuan dalam kepengurusan. Hal itu yang dilakukan oleh kepengurusan Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo di Masjid Jami’ Nurul Jadid.

Pondok Pesantren Nurul Jadid mengadakan pelantikan pengurus pesantren masa khidmat 2018 – 2022, Senin, (08/01/2018) bertujuan sebagai kaderisasi dalam kepengurusan dan peremajaan ulang setelah masa kepengurusan berjalan satu periode. Yang dihadiri oleh Dewan Pengasuh, Para Pengurus Pesantren, Kepala – kepala lembaga dan madrasah, Kepala – kepala wilayah dan daerah putri serta seluruh santri putra Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan yang dimulai pada pukul 20.00 WIB berlangsung dengan khidmat. Hal itu dibuktikan dengan pembacaan nama – nama pengurus pesantren yang akan menjabat selama 5 tahun lamanya oleh Sekretaris Pesantren, H. Faizin Syamwil.

KH. Moh. Zuhri Zaini, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid mengikrar seluruh pengurus pesantren baru sekaligus menyematkan pin sebagai simbolis berlogo Nurul Jadid kepada Kepala Pesantren Nurul Jadid, KH. Abd. Hamid Wahid.

Selain itu, beliau juga memberikan tausiyah kepada seluruh pengurus terlantik dengan berharap agar pengurus dapat mengemban amanah dengan baik.

“Dalam menjalankan tugas, berpedoman pada tujuan, visi  dan misi Pesantren” dawuh beliau.

“Menjalankan amanah Pesantren merupakan melanjutkan dakwah para ulama. Pengurus pesantren adalah Tim Dakwah yang mengajak santri dan masyarakat ke jalan Allah. Sehingga kita dapat mewarisi apa yang diwariskan Rosul berupa Ilmu, Amal dan Perjuangan” tambah beliau dalam tausiyahnya.

Penulis : Salim

Editor : Co

KH. Moh. Zuhri Zaini

Cucu Syekh Abdul Qodir Jaelani Beri Ijazah Sholawat Pada Santri Nurul Jadid

Nuruljadid.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo kedatangan tamu spesial pada Selasa (02/01/2018). Beliau adalah salah satu Dzurriyah Rosulullah,  al alim al allamah Prof.  Dr.  Syaikh Muhammad Fadhil bin Muhammad Faiq Al Jailani. Beliau memberi ijazah sholawat kepada semua santri Nurul Jadid.

Keturunan ke 25 sultanul auliya ini tiba di Nurul Jadid sekitar jam 11.25 Wib.  Ulama asal Turki bersama rombongannya langsung menuju masjid. Disambut sholawat badar oleh Group Hadrah Firhaz. Sebelumnya, semua santri khidmat membaca Burdah.

Selesai baca serakalan simtuth dhurar, shalat berjamaah dhuhur. Syaikh Fadhil memimpin sebagai imam sholat. Usai sholat,  beliau membaca wirid sama seperti bacaan amalan warga NU. Usai wirid, beliau bercerita pengalaman saat mengumpulkan manuskrip karangan buyutnya,  syaikh Abdul Qadir Al Jailani. (Sholeh)

Sambut Semester Genap dengan Hypno Teaching

Nuruljadid.netDemi meningkatkan kualitas dan kapasitas pengabdian untuk menjadi seorang pendidik terbaik, pengurus putri wilayah Al-hasyimiyah bekerja sama dengan pengurus wilayah Al-mawaddah mengadakan pelatihan yang bertajuk Hypno Teaching pada Selasa (19/12/2017).

Kegiatan yang dimulai pada pukul 09.00 tersebut mengundang Ustadz Edy Susanto, SQ, S.Pd.I, MPS, MCIHt, CIHC, CNLP  seorang Trainer nasional dari Jakarta untuk menjadi Trainer dalam pelatihan yang berlangsung selama satu hari.

Pelatihan Hypno Teaching ini sengaja dilaksanakan sebelum pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar semester genap di lembaga-lembaga yang berada di wilayah Al-hasyimiyah dan Al-Mawaddah. Hal ini dimaksudkan agar para guru bisa langsung mempraktekkan materi pelatihan.

“Tujuan adanya pelatihan ini adalah agar kita bisa berproses dan memantaskan diri untuk menjadi Khairah Ummah.  Oleh karena itu, saya berharap untuk semua yang telah hadir dalam acara ini benar-benar bisa mengoptimalkan amanah-amanah yang telah diemban bersama” tutur Ibunda Nyai Hj. Hamidah Wafi selaku pemangku wilayah Al-Hasyimiyah dalam sambutannya.

Lebih lanjut Ibunda Nyai Hj. Hamidah Wafie mengungkapkan bahwa tujuan diadakannya pelatihan ini tidak lain adalah untuk meningkatkan kapasitas para guru sehingga kelak dihadapan Allah ketika dimintai pertanggung jawaban tentang anak didik yang tidak sesuai dengan harapan, ikhtiar yang dilakukan para guru sudah maksimal.

Hypno Teaching yang dimotori oleh Kabid IV wilayah Al-Hasyimiyah ini mengundang seluruh guru yang mengajar di wilayah, lembaga, asrama khusus maupun tutor yang melibatkan santri wilayah Al-Hasyimiyah keseluruhan.

Kegiatan yang berlangsung di Aula SMP Nurul Jadid tersebut berlangsung dengan antusiasme para guru yang tinggi. Hal ini terlihat dari aura wajah para peserta pelatihan yang bersemangat mengikuti pelatihan meski yang hadir lebih banyak guru perempuan dibanding guru laki-laki.

“Kita tidak bisa memberi lebih jika kita tidak punya lebih, kita tidak bisa memberikan yang terbaik jika kita tidak punya yang terbaik” ungkap Ibunda. (KA)

习经院是我家

我出生于它门口

身上是空白的

走进当初无法想象的新世界

看到当初没有看到过的东西

感受到当初没有感受到过的事情

老师是我老爸妈

朋友也是家人

学校和宿舍是好玩儿的花园

我家呀,我家!我的习经院!

在这里我生活

在习经院我学习

在它怀抱里我生长

 

Terjemahan Bahasa Indonesia :

Pesantrenku adalah rumahku

Aku lahir dari gerbangnya

Lahir dengan Badan kosong

Ku masuki dunia baru yang tak pernah terbayangkan sebelumnya

Melihat yang tak pernah kulihat sebelumnya

Merasa yang tak pernah kurasa sebelumnya

Guru adalah orangtua ku

Temanku adalah keluargaku

Sekolah dan asrama adalah taman bunga yang asyik

Oh rumahku! Pesantrenku!

Disini aku hidup

Di pesantrenku aku belajar

Di dalam pelukan hangatnya aku tumbuh

 

Oleh : Belgis Anzelita Mazidah (Alumni PP. Nurul Jadid Asrama Unggulan Bahasa)

seminar prawisuda

Seminar Deklarasi Anti Radikalisme Terorisme dibacakan di Aula IAI Nurul Jadid

nuruljadid.net- Seminar dengan tema Peluang dan Tantangan Lulusan Perguruan Tinggi Pesantren di Era Masyarakat Ekonomi Asia (MEA), Sabtu (28/10/2017) di Aula Institut Agama Islam Nurul Jadid (IAINJ) berlangsung khidmat. Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Pesantren Nurul Jadid, KH Abdul Hamid Wahid, jajaran rektorat Kampus Terpadu Nurul Jadid dan ratusan peserta Wisudawan.

dalam seminar juga dihadiri  Staf Khusus Prof Dr KH Abdul Hamid Maktub dan Dr. H.M Afif Hasbullah SH M. Hum sebagai pembicara. Dalam acara seminar tersebut diisi dengan pembacaan Sumpah Pemuda.

Selain itu, sebagai bentuk kepedulian perguruan tinggi se Indonesia terhadap maraknya pergerakan radikalisme dan anti pancasila maka dibacakan Deklarasi Anti radikalisme terorisme dari pimpinan perguruan tinggi se Indonesia yang diikuti oleh seluruh peserta seminar dan mahasiswa-mahasiswi.

Hal ini karena perguruan tinggi merupakan pusat pengembangan ilmu pengetahuan bertujuan menemukan dan menegakkan kebenaran serta memberikan manfaat kepada manusia, bangsa dan negara. Bahwa muncul perkembangan ajaran radikal di Indonesia yang mengajarkan kekerasan dalam mencapai tujuan dengan mengatasnamakan suku, agama, ras dan golongan atau yang bertentangan dengan pancasila, UUD tahun 1945 maka pergutuan tinggi se-Indonesia harus mengambil sikap tegas dan melawan gerakan tersebut.

Atas dasar itu, kami pimpinan Pimpinan Perguruan Tinggi menyatakan
Satu ideologi pancasila
Satu konstitusi UUD tahun 1945
Satu semboyan Bhineka Tunggal Ika
Satu tekat melawan radikalisme dan intoleransi.

STT Nurul Jadid Adakan Kuliah Umum Perdana Untuk Semester Awal

nuruljadid.net – Dalam rangka meningkatkan pengetahuan agama, Sekolah Tinggi Teknologi Nurul Jadid (STTNJ) mengadakan kuliah umum yang diselenggarakan secara rutin tiap satu bulan sekali untuk mahasiswa semester awal. Hari ini, (27/10/2017) tepat pukul 08.00 WIB, kuliah umum awal dilaksanakan di Aula STT Nurul Jadid dan dihadiri oleh seluruh Mahasiswa dan mahasiswi semester awal.

Sebelum kegiatan ini dimulai Bapak Achmad Khairi selaku pengurus BAK menyampaikan bahwa kuliah umum yang pertama ini, wajib diikuti mahasiswa dan mahasiswi semester awal STT Nurul Jadid.

“Kuliah umum ini wajib bagi mahasiswa semester satu” tegasnya.

Tak hanya itu, Bapak Achmad Khairi juga berharap kepada mahasiswa untuk mengikuti dengan serius apa yang disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid. Dia juga berharap agar ilmu yang didapatkan untuk diamalkan serta dimanfaatkan .

“Saya mohon kepada kalian nantinya ilmu yang didapat untuk dimanfaatkan” tambah pengurus BAK tersebut.

Kuliah umum ini dilaksanakan selama 90 menit yang dibimbing langsung oleh KH. Moh. Zuhri Zaini, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid. Sebelum beliau jauh menjelaskan tentang apa itu agama, beliau menyarankan kepada para mahasiswa/i untuk memperbaiki niat, yang bertujuan agar ilmu yang didapat dapat bermanfaat dan barokah .

“Sebelum kita memulai pembelajaran kita ini, mari lebih dulu kita memperbaiki niat kita. Menata hati untuk mencari Hidayah Allah” Ungkap beliau.

Selain itu, Beliau juga menyarankan kepada mahasiswa/i untuk tidak belajar agama kepada sembarang orang ataupun pun ke internet. Agar ilmu yang didapatkan tidak menyesatkan dan memiliki sanat yang jelas. Dan juga beliau selalu mengingatkan kepada mahasiswa/i untuk mengamalkan ilmunya karena orang yang berilmu namun ilmunya tidak manfaat layaknya seperti pohon yang tidak berbuah.

“Orang belajar agama itu tidak boleh kepada orang yang sembarangan, cari guru yang sanat keilmuanya itu nyambung kepada nabi kita Nabi Muhammad SAW, karena agama itu adalah bimbingan Allah SWT” Imbuh Beliau.

Tak hanya tentang ilmu yang bermanfaat dan barokah, beliau juga menyampaikan beberapa hal seputar agama dan unsur – unsur pokoknya.

Diakhir perkuliahannya, beliau menyampaikan bahwa pertemuan awal pada kuliah umum ini merupakan sebuah pemanasan bagi mahasiswa/i untuk lebih bersemangat dalam menimba ilmu.

“ya, sudah cukup itu saja ini kan baru pertemuan awal kita pemanasan dulu”, Canda beliau mengakhiri perkuliahan kali ini.

Perkuliahan perdana ini mendapatkan respon yang positif oleh mahasiswa/i STT Nurul Jadid. Salah satu contohnya adalah Saudari Nisawatul Khoiriyah, mahasiswi semester satu STT Nurul Jadid yang merasakan kenikmatan secara langsung dalam mempelajari dan mendalami ilmu agama.

“Saya merasa sangat bangga sekali telah mengikuti kuliah umum karena saya bisa langsung mendapat ilmu dari pengasuh pondok pesantren nurul jadid sendiri itu kh. Moh. Zuhri zaini yang saya hormati. Saya juga bisa mendapatkan ilmu yang lebih dalam tentang agama islam apalagi saya sendiri itu mahsiswi dari luar pesantren” ungkapnya.

“Dan harapan saya semoga saja ilmu yang saya terima bisa bermanfaat dan barokah, dan semoga saja untuk sekolah tinggi teknologi nurul jadid ini bisa lebih maju ke depannya dan selalu sukses” tambahnya. (Qz/Salim)

Berkunjung ke PP. Nurul Jadid, YP Al Maarif Singosari Malang Pelajari Manajemen Pesantren

nuruljadid.net – Dalam rangka meningkatkan pengembangan pendidikan dan sarana prasarana, Pengurus Yayasan Pendidikan Al-Maarif Singosari Malang berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Hari ini (25/10/2017) tepat pada pukul 10.30 WIB, para rombongan  Pengurus Yayasan Al Ma’arif yang disambut hangat oleh Kepala Pesantren Nurul Jadid, KH. Abdul Hamid Wahid dan Bapak Faizin Syamweil selaku Sekretaris Pesantren beserta pengurus pesantren lainnya.

Acara silaturrahim ini bukan kali pertama yang mereka adakan, kegiatan ini merupakan kunjungan kali kedua yang diadakan oleh Yayasan Al Maarif Singosari Malang di PP. Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Silaturrahim yang Pertama dilaksanakan pada tahun 1973.

“Terus terang saja kami pada tahun 1973 itu pernah kesini tapi mengatas namakan Nahdlatul Ulama. Tidak seperti ini, Perkembangan yang dilakukan Pondok Pesantren Nurul Jadid sangatlah pesat sampai semegah ini”. Ungkap Bapak KH M. Asj’ari Sarbani, Ketua Yayasan Pendidikan Al Maarif Singosari Malang.

“kami bersama-sama dengan teman-teman ini ingin menggali kesuksesan PP. Nurul Jadid disegala bidang” imbuh Ketua Yayasan Pendidikan Al Maarif Singosari Malang.

Kepala Pesantren Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Abdul Hamid Wahid turut memberikan penjelasan beberapa perkembangan yang telah dan akan dilakukan oleh Pondok Pesantren Nurul Jadid. Bebrapa program pesantren yang disosialisasikan oleh KH. Hamid (Sapaan akrab KH. Abdul Hamid Wahid) adalah struktur pengurus pesantren, badan otonom, kerjasama dengan pihak ketiga untuk peningkatan sarana pendidikan, sistem pola keuangan, manajemen berbasis IT, jadwal keseharian santri hingga perkembangan fisik pesantren dan lembaga. Dan beberapa program yang akan dilakukan oleh pesantren adalah monitoring data pesantren dengan menggunakan aplikasi berbasis android, jaringan intanet dan internet yang mencakup seluruh unit di pesantren termasuk lembaga formal.

Diakhir sambutan, beliau menjelaskan tentang pengembangan Pesantren  yang berdasarkan pada Tri Logi Santri dan Panca Kesadaran Santri, adapun yang dimaksud dengan Trilogi Santri ialah Memperhatikan Kewajiban-Kewajiban Fardlu’ain, Mawas Diri Dengan Meninggalkan Dosa-Dosa Besar dan Berakhlak Baik Kepada Allah dan Makhluk. Adapun Panca Kesadaran Santri ialah Kesadaran Beragama, Kesadaran Berilmu, Kesadaran Bermasyarakat, Kesadaran Berbangsa dan Bernegara, dan yang terakhir Kesadaran Berorganisasi.

Setelah KH. Hamid menyampaikan beberapa hal terkatit dengan Pondok Pesantren Nurul Jadid, acara dilanjutkan dengan dialog bersama dan diakhiri dengan penulisan kesan dan pesan serta pemberian cindera mata oleh kedua belah pihak. (Qz/Salim)

 

Cuplikan Foto Kegiatan Klik disini

 

Akhiri Kunjungan dengan Penuh Kenangan

nuruljadid.net – Seminggu sudah MA Nahdlatul Ulama’ berkunjung sekaligus mengikuti beberapa kegiatan yang ada di Pondok Pesantren Nurul Jadid maupun di Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA). Hari ini (23/10/17) mereka mengakhirinya dengan kegiatan ceremonial.

“hari ini kita akan berpisah, jadikan hal yang baik sebgai panutan untuk dicontoh dan jadikan hal yang buruk sebagai angin yang berlalu. Semoga adik – adik sekalian dapat mengimplementasikan apa – apa yang telah diberikan oleh Nurul Jadid terutama oleh pihak LPBA sebagai bahan untuk memotivasi diri agar kedepannya lebih baik daripada sebelumnya. Dan jangan menjadikan hal buruk sebagai pengalaman pahit dalam perjalanan menimba ilmu, jadikanlah itu sebuah angin yang berlalu agar kalian tidak selalu terbayang olehnya” ujar Bapak Saili Aswi, wakil sekretaris pesantren.

Perubahan selama mengikuti kegiatan “nyantri”  di Pondok Pesantren Nurul Jadid dirasakan oleh Pimpinan MA NU Lekok Pasuruan, Bapak Hasan Basri. Beliau mengatakan bahwa selama ini saya merasakan perkembangan yang baik dari anak – anak. Dimulai dengan terbiasanya mereka untuk selalu berbicara dengan bahasa asing kepada temannya.

“Saya harap apa – apa yang telah didapatkan di Pondok Pesantren Nurul Jadid terutama dalam hal kebahasaan yang telah dibimbing dan dibina oleh pengurus LPBA dapat diimplementasikan di MA NU Lekok Pasuruan. Sehingga hal tersebut dapat dijadikan sebuah kebiasaan yang baik untuk mendalami sebuah bahasa” ujar Bapak Hasan Basri

“dari segi mental, mereka juga mengalami perubahan. Mereka terlihat lebih Percaya Diri daripada sebelummnya. Itu adalah hal yang bagus dan juga perlu ditingkatkan kedepannya” tambahnya.

Dipenghujung acara, kedua belah pihak saling memberikan cinderamata sebagai kenang – kenangan sekaligus membubuhkan pesan dan kesan. (Qz)

KH. Moh. Zuhri Zaini Juga Ikut Menikmati Makan Tabheg Bersama 12 Ribu Santri,

nuruljadid.net- Semula direncanakan makan tabheg bersama akan dihadiri 10 ribu santri, pada pelaksanaanya ternyata dihadiri 12.297 santri. Demikian data yang didapat dari ketua panitia Hari Santri Nasional 2017, Ustadz Ainul Yaqin dalam kegiatan makan tapegh dihadiri oleh semua santri pondok pesantren nurul jadid (PPNJ) juga para Tamu Undangan serta KH. Moh. Zuhri Zaini Pengasuh dan Kepala Pesantren  KH. Abd. Hamid Wahid Kepala PonPes Nurul Jadid.

Seusai doa dibacakan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Mohammad Zuhri Zaini, makan tapegh sebanyak 1.025 gulung nasi Tabheg mulai digelar, ribuan santri pun mulai memadati Lapangan Kampus terpadu IAI Nurul Jadid.

Para tamu undangan juga mulai mengambil posisi untuk menyantap gulungan Tabheg lengkap dengan lauk pauknya. Bukan hanya para santri dan tamu undangan, Kiai Moh. Zuhri Zaini pun ikut menikmati hidangan Tabheg bersama Ketua DPRD Jatim dan Kepala Pesantren KH. Abdul Hamid Wahid untuk memecahkan Rekor MURI Makan Nasi Tabheg terbanyak.

Sambil lalu penyerahan Piagam Rekor MURI, dengan pembacaan basmalah para santri dan tamu udangan mulai menyantap Tabheg. Suara kegembiraan santri menggema diiringi teriakan minta air karena kehausan.

Dari santri muda sampai santri sepuh ikut serta dalam barisan para pecinta Tabheg tanpa ada pemisah diantara mereka, para santri sineor diajak kembali bernostalgia mengingat masa muda mereka waktu di pondok.

Setelah makan tabheg selesai acara dilanjutkan dengan pemberian hadiah kepada pemenang lomba semarak Hari Santri Nasional 2017.(Yazid)

Ini Do’a Kiyai Zuhri Pada Puncak Peringatan HSN 2017

nuruljadid.net – Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo, KH. Moh. Zuhri Zaini memimpin do’a pada acara puncak Peringatan Hari Santri Nasional di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Berikut do’a yang beliau panjatkan

Ya Allah, Ya Tuhan kami, pagi ini kami para santri berserta komponen bangsa yang lain serta bapak – bapak dari Kepolisian maupun di TNI dan para pemimpin kami berkumpul di tempat ini dalam acara peringatan Hari Santri Nasional. Kami mohon Ya Allah, mudah-mudahan perkumpulan ini menjadi perkumpulan yang Kau ridhoi dan Kau lindungi

Ya Allah, semoga apa yang kami lakukan akan menjadi bagian dari rencana besar Tuhan, sehingga keberadaan santri tidak saja menyejukkan ummat dan bangsa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tapi para santri akan menjadi jangkar penyelamat bangsa secara mandiri dalam sebuah kedaulatan NKRI seperti yang Engkau kehendaki.

Ya Allah, sungguh hanya kepadaMu kami memohon, Ya Allah Ya Robbi, semua orang paham bahwa hakikat santri adalah wajah islam nusantara yaitu islam yang rahmatan lil alamin, untuk itu dalam peringatan Hari Santri Nasional ini semoga Kau jadikan keislaman kami para santri menjadi kiblat, menjadi keislaman yang damai, yang ramah, yang menyebarkan kesejukan dan menjadi kiblat dari semua pengamalan ajaran islam dan bahkan dunia secara keseluruhan. Dan semoga paham ahlussunnah wal jamaah yaitu keselamatan para santri akan bisa meniadakan terjadinya konfik – konflik permusuhan antar ummat maupun diantara dengan pihak – pihak yang lain. Dan mudah – mudahanan keberadaan santri akan menjadi pemersatu dan perekat dalam kehidupan berbangsa, bernegara bahkan diantara sesama manusia. (Qz)

paskibra hari santri nasional

Hanya Paskibra Peringatan Hari Santri Nasional 2017 Yang Menggunakan Sandal Jepit

nuruljadid.net- Hari Santri Nasional (HSN) 2017, Minggu (22/10/2017) peringatan hari santri nasional yang diselegarakan oleh Pondok Pesantren Nurul Jadid (PPNJ) bertempat di Lapangan Raya Pondok Pesantren Nurul Jadid padat dengan manusia. Tidak hanya santri, masyarakat yang terdiri bapak-bapak dan ibu-ibu rumah tangga pun juga sangat antusias. Mereka rela dempet-dempatan di pinggir lapangan ingin menyaksikan proses upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2017.

Yang menarik bukan hanya itu saja. Justru kita akan menemukan pandangan yang tak lazim seperti pengibaran di upacara memperingati hari kemerdekaan yang dilaksanakan setiap 17 Agustus. Bagaimana tidak, kita kenal biasanya pasukan pengibar bendera (PASKIBRAKA) merah putih memakai seragam lengkap dengan atribut resmi seperti sepatu dan lainnya.

Tidak seperti paskibraka  pada umunya, pasukan yang berjumlah sekitar 70 orang itu malah menampilkan nuansa yang kental ala santri. Dengan kopyah nasional, berbaju koko putih, dan sarung khas PP. Nurul Jadid mereka dengan apik memasuki lapangan upacara.

paskibra bersandal hari santri nasional

Yang menjadi sorotan masyarakat bukan baju atasannya, tapi pasukan pengibar bendera santri itu justru memakai sandal jepit merk swallow. Sandal yang dikenal dengan sandal mandi itu malah masuk juga di upacara perayaan HSN. Hal itu tidak lain dan tidak bukan hanyalah untuk mengungkapkan santri adalah sosok sederhana yang jiwa nasionalismenya tak bisa ditawar lagi.

Penulis : Sholehuddin

Editor : Co

 

istighosah malam hari santri nasional kh hamid wahid

Pesan KH. Abdul Hamid Wahid dalam Sambutan Istighosah Akbar Malam Hari Santri Nasional

nuruljadid.net- Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH Abdul Hamid Wahid menyampaikan kepada seluruh peserta istighosah akbar, Sabtu (21/10/2017) di lapangan raya Pondok Pesantren Nurul Jadid agar mensyukuri Peringatan Hari Santri Nasional, Minggu (22/10/2017). Sebab peran santri dan pesantren secara de fakto telah diakui oleh negara.

Untuk itu Hari Santri Nasional diperingati dengan pelbagai rangkaian kegiatan seperti seminar pendidikan, seminar remaja, seminar anti narkoba dan radikalisme dan lain-lainnya. Ini merupakan bagian dari tafaqquh fiddin. Tatapi yang lebih penting dari semua itu adalah bagaimana ilmu yang dipelajari saat mondok dapat disampaikan dengan baik ditengah-tengah kehidupan masyarakat.

“Ini proses kita bertafaqquh fiddin dan memahami agama sebagai laku kehidupan. Tugas santri untuk bertafaqquh fiddin sebenarnya hanyalah hantaran saja, tetapi yang terpenting adalah melakukan dakwah secara nyata di masyarakat,” jelas Kiai Hamid. Adapun istighosah akbar malam ini adalah upaya mempertegas hubungan vertikal antara manusia dengan Allah SWT.

“Bahwa yang memberikan hasil dari usaha kita adalah Allah melalui perantara Rasulullah,” tambah beliau. Oleh karenanya santri yang berani hidup dari keterbatasan bukan alasan untuk mengeluh dan merasa rendah diri. Karena ada banyak orang yang mempunyai keterbatasan fisik seperti Rafli Firdaus, pemenang lomba tartil mampu meraih prestasi tanpa merasa rendah diri.

disamping itu, Makan Tabhek 10.000 santri akan menghiasi acara puncak besok, untuk itu Kiai Hamid teringat terhadap pesan Kiai Zuhri Zaini terkait lunturnya makan Tabhek. Untuk itu perlu kiranya mempertahankan makan khas pesantren tersebut

“Pengasuh berpesan bahwa Tabhek sebagian dari kita mulai hilang, untuk itu kita harus kembali pada tradisi yang baik yang harus dipertahankan sebelum mengambil hal-hal lain dari luar” terang Rektor IAINJ ini. (Rizky)