Pos

Ngaji Sosmed

Pondok Pesantren Nurul Jadid Pelopori Media Centre Pesantren

nuruljadid.net – Ahad, (18/02/2018), Ratusan santri dari berbagai kalangan menggelar acara “Ngaji Medsos”, dengan tema “Santri Milenial, Cerdas Bermedia Sosial” , bertempat di Aula Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo.

Pesertanya adalah santri mahasiswa perwakilan sejumlah pesantren yang tergabung dalam Halaqoh BEM Pesantren Se Indonesia.

Narasumbernya antara lain Usmayadi, Ketua LTN PBNU Jakarta. Mohamad Sururi, redaktur TV9 Surabaya. Muhamad Yasir Arafat, CEO Ala Santri. Dan Mahfudz Sunarjie, jurnalis NET TV.

Gelaran acara untuk menangkal hoax ini dipandu moderator Jurnalis Kompastv, Arief Hidayat.

“Kegiatan ini bisa memberikan wawasan baru bagi mahasiswa dalam dunia medsos. Agar bisa berjejaring positif dan menjadi buzzer dalam penyebaran konten positif”, kata Nur Fadli Hidayat, wakil rektor III dalam sambutannya mewakili Rektor Universitas Nurul Jadid, KH. Abdul Hamid Wahid.

Fenomena banyaknya berita hoax gampang dan cepat beredar. Belum sempat melakukan klarifikasi satu isu, timbul isu lain. Inilah yang jadi alasan acara ini digelar.

Melihat kebutuhan tersebut, Nurul Jadid akan mengawali sistem media centre yang akan menjadi corong bagi pesantren. “Ini bisa menjadi pilot project atau percontohan bagi seluruh pesantren di Indonesia”, imbuh Fadli.

Dalam presentasinya, Usmayadi, Ketua LTN PBNU, menjelaskan perlunya pesantren membuat media centre. Strukturnya terdiri dari diagram cyber. Ada Steering Commitee, ada unit advokasi, dan unit pengkaderannya. “Dalam unit pengkaderan ini diperlukan training atau pelatihan khusus untuk membentuk unit rekrutasi peserta baru”, katanya.

“Ini perlu penguatan kontens, penguatan literasi dan penguatan pengetahuan. Sebagai penguatan media counter, agar bisa menyeimbangi berbagai isu yang sedang viral,” tambahnya.

Adapun kunci aktivitasnya antara lain pusat informasi. Pusat kontrol. Dan unit rekrutasi atau pengkaderan.

Lalu bagaimana mengelola isu? Ini harus ada penguatan tim. Tim yang handal akan mudah mengelola isu dan menyiapkan isu tandingan.

Bagaimana mengkanter berita hoax yang tengah viral. Harus ada upaya klarifikasi. Secara judul, berita hoax biasanya bombastis. Isinya hasutan. Foto editan. Sehingga perlu cross check dengan berita lainnya.

“Tool dakwah terkini adalah Medsos (Fb, Twt, IG, red). Maka perlu penguasaan frame media. Sebab kondisi saat ini telah masuk era perang semesta. Semua orang diajak untuk terlibat media sosial. Mengkonsumsi informasi media. Disinilah perlunya upaya klarifikasi terhadap informasi yang beredar itu,” pungkas Cak Usma, sapaan akrab Usmayadi.

(Mahrus)

LBM Putri dan Mahad Aly Nurul Jadid Warnai Forum Bahtsul Masail di PP Zainul Hasanain

Nuruljadid.net- Lajnah Bahtsul Masail Putri dan Mahad Aly Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton Probolinggo mendapat undangan bahtsul masail, Sabtu (17/02/2018) di Pondok Pesantren Zainul Hasanain, Pajarakan. Bahtsul Masail yang diadakan tiap tahun sekali itu, dihadiri oleh pondok pesantren se-Tapal Kuda.

Pondok Pesantren Nurul Jadid sendiri mendelegasikan 6 orang santri putri, 3 orang dari LBM Putri dan 3 orang lagi dari Mahad Aly. Dimulai pukul 09.00-04.00 Wib, seluruh peserta bahtsul masail antusias mengkaji persoalan yang di sodorkan panitia.

Namun, saking perdebatan di dalam forum cukup alot, ada persoalan di bahtsul masail itu dinyatakan mauquf (ditangguhkan). Seperti soal penggunaan Perusaan Daerah Air Minum (PDAM) yang tidak terurus sehingga beberapa orang membeli pompa sendiri dan menggunakan air dari PDAM.

Mahad Aly merupakan lembaga Formal yang ada dibawah yaysan pondok pesantren nurul jadid, Delegasi dari Pondok Pesantren Nurul Jadid turut mewarnai forum bahtsul masail itu dengan memberikan pendapat, masukan dan juga solusi. Meski demikian, diluar forum, peserta delegasi dari berbagai pesantren se-Tapal Kuda cukup akrab satu sama lain. Saling berbagi ilmu, bertukar cerita dan aktifitas lainnya menjadi media para santri itu untuk mempererat hubungan silaturahim.

Diakhir diskusi forum bahtsul masail, salah satu delegasi dari Pondok Pesantren Nurul Jadid didapuk untuk memberikan pesan dan kesan saat mengikuti acara tersebut.

Editor : Muhammad Nuris

Penjemputan Siswi Prakerin SMK Full Day Bustanul Ulum Bulugading Jember

Saatnya kembali Penjemputan Peserta Prakerin SMK Full Day Bustanul Ulum Jember

nuruljadid.net – Prakerin merupakan kegiatan yang menuntut siswa agar belajar disiplin tentunya dituntut agar dapat bekerja dengan menerapkan segala pengetahuan yang diberikan di sekolah dan pada hari ini (16/02/2018) SMK Full Day Bustanul Ulum mengakhiri kegiatan prakerinnya di Pondok Pesantren Nurul Jadid yang telah dilakukan selama 2 bulan sejak (15/12/2017).

Aula SMP Nurul Jadid menjadi tempat dari penutupan prakerin yang dipermak dalam ceremonial tersebut, Kepala Sekolah SMK Full Day Bustanul Ulum, Bapak Nurul Hidayat, mewarnai kegiatan tersebut  dengan sambutan. Dalam sambutannya ia menyampaikan rasa mujurnya atas diterimanya peserta prakerin yang berjumlah 38 siswi selama 2 bulan di PP. Nurul Jadid.

“kami berterima kasih kepada Pondok Pesantren Nurul Jadid dan juga kepada civitas akademiknya yang telah menerima siswi didik kami (peserta prakerin) dan kami mohon maaf mungkin para siswi kami melakukan kesan laku yang kurang baik,” tuturnya. Jum’at (16/02/2017) siang.

Selain itu, beliau juga mengasakan agar ilmu – ilmu yang telah tertangkap oleh para siswi SMK Full Day Bustanul Ulum selama prakerin dapat berfaedah.

Bapak Arofik Yusuf, selaku perwakilan dari HUMAS (Hubungan Masyarakat) PP. Nurul Jadid menyampaikan kepada para peserta prakerin untuk tidak lain mengambil ilmu yang elok – elok dan mengembangkannya pula.

“selama kalian ada disini selama 2 bulan misalnya ada baiknya itu tolong di lanjutkan dan itu semata – mata hanya dari allah swt,  sebaliknya ada kekurangan tolong tidak usah diambil, misalnya ada sesuatu yang menarik terus kemudian tidak pantas dimunculkan simpan di hati masing – masing selama di Pesantren Nurul Jadid tidak usah disebarkan dan jika misalnya ada baiknya silakan disebarkan kepada yang lain,”tutur ia dalam sambu

Diakhir sambutannya, Bapak Rofik (sapaan akrab Bapak Arofik Yusuf) beliau mengantarkan harapan dan menghaturkan rekomendasi kepada peserta prakerin untuk selalu giat mencari ilmu sampai tingkat yang lebih tinggi.

“Mudah – mudahan ananda – ananda semua (peserta prakerin) semoga menjadi orang yang berguna atas ilmu yang diperoleh dan yang saya minta tidak hanya berhenti sampai di SMK tapi teruskan hingga s1 sehingga kualitas dan  keberadaan kita dimasyarakat insya allah akan berada di derajat yang tinggi. (Nak Bali/Ahmad)

Penjemputan Siswi Prakerin SMK Full Day Bustanul Ulum Bulugading Jember

Peserta Prakerin Akhiri Masa di PP. Nurul Jadid, Berikut Harapan Pengurus Pesantren

nuruljadid.net – Beberapa harapan disampaikan oleh perwakilan dari pengurus pesantren Pondok Pesantren Nurul Jadid yang disampaikan oleh Bapak Arofik Yusuf, Kepala Sub Bagian Humas (Hubungan Masyarakat) dalam sambutannya pada acara penjemputan peserta prakerin SMK Bustanul Ulum Jember, Jum’at, (16/02/2018) di SMP Nurul Jadid.

Terimakasih beliau sampaikan diawal sambutan atas kepercayaan yang diberikan oleh SMK Bustanul Ulum kepada Pondok Pesantren Nurul Jadid untuk menerima peserta prakerin yang ketiga kalinya.

Permohonan maaf tidak lupa pula beliau sampaikan atas beberapa kekurangan yang disengaja maupun tidak kepada segenap dewan pengajar dan siswi SMK Bustanul Ulum.

“Kalau ada kelebihan yang didapatkan di pondok kami ini, ya monggo diambil dan diamalkan. Tapi kalau ada kekurangan, cukuplah kalian simpan,” ujar beliau.

“karena teori dan yang ada di lapangan itu berbeda, sehingga pastinya banyak hal-hal baru yang ditemukan. Baik ilmu pengetahuan secara teoritis ataupun ilmu sosial lainnya. Sehingga semua itu dapat dikembangkan kembali dalam kehidupan sehari-hari,” ucap beliau.

“Kami juga berharap, temuan yang didapatkan selama melaksanakan Prakerin di PP. Nurul Jadid, disimpan dan selalu diamalkan sehingga tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri, juga bermanfaat bagi orang lain,” tambah beliau.

Diakhir sambutannya, beliau berharap agar seluruh peserta Prakerin yang akan meninggalkan PP. Nurul Jadid untuk terus mencari ilmu ke jenjang yang lebih tinggi agar menjadi orang yang sukses.

“Semoga anak-anak semua, kelak menjadi anak-anak yang sukses! Jangan putus dan berhenti hari ini, karena perjuangan kalian masih Panjang. Harus terus belajar hingga ke perguruan tinggi,” ucap beliau dengan mimik wajah penuh harap. (NakBali/Qz)

Penjemputan Siswi Prakerin SMK Full Day Bustanul Ulum Bulugading Jember

Perpisahan Yang Tak Diinginkan

nuruljadid.net – Dimana ada pertemuan, pasti ada perpisahan. Kalimat inilah yang tepat diungkapkan pada acara Penjemputan Peserta Prakerin SMK Full Day Bustanul Ulum Jember di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Jum’at (16/02/2018). Beberapa ucapan terimakasih disampaikan oleh Kepala Sekolah SMK Bustanul Ulum, Bapak Nurul Hidayat diawal sambutannya.

“Ada beberapa hal berbeda yang kami rasakan pada prakerin kali ini. Pertama, dari jumlah rombongan yang ikut datang menjemput berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Ini dikarenakan karena ada beberapa dewan guru yang putera-puterinya sedang menimba ilmu di Pondok Pesantren ini. Jadi sekalian menjemput peserta prakerin, juga menjenguk putera-puterinya,” tutur beliau.

Kedua, dari kesan yang disampaikan oleh segenap 38 prakerin di beberapa Lembaga Pondok Pesantren Nurul Jadid selama 2 bulan. Dimana kebanyakan dari mereka yang seharusnya senang karena prakerin selesai, tapi kali ini tidak. Mereka bahkan meminta tambahan waktu untuk tinggal lebih lama lagi di pondok pesantren ini,” tambah beliau dengan ekspresi bahagia.

Sambutan beliau tutup dengan ucapan banyak terimakasih kepada segenap keluarga dan pengurus Pondok Pesantren atas kesediaan telah menerima anak didiknya untuk menimba dan mengembangkan ilmu di pondok ini.

Harapan kami, “semoga anak didik yang hari ini selesai melaksanakan prakerin, bisa meneruskan pendidikannya ke jenjang perkuliyahan dengan menjadi santri plus mahasiswi di Pondok Pesantren Nurul Jadid,” ungkap beliau. (Nak Bali/Qz)

Hari Pers Nasional: Jurnalis Nurul Jadid Bentuk APNJ

Nurul Jadid.net-Memperingati Hari Pers Nasional, Jumat (9/02/2018), media PP Nurul Jadid, baik tingkat Sekolah Lanjut Menengah Pertama (SLTP), Sekolah Lanjut Menengah Akhir (SLTA), wilayah-wilayah yang ada di PP Nurul Jadid dan Lembaga Pers Mahasiswa UNUJA membentuk Aliansi Pers Nurul Jadid (APNJ).

Dimotori oleh LPM ALFIKR, 26 media PP Nurul Jadid yang hadir, mengadakan istighosah bersama di mushalla UNUJA sekaligus menyatakan akan berkomitmen membangun media yang menyebarkan informasi berimbang dan mengandung dakwah kebangsaan.

Setelah selesai istighosah, anggota APNJ melakukan tanda tangan sebagai bentuk komitmen menolak isu SARA dan hoax. Seusai itu semua anggota APNJ membaca pernyataan yakni  menjaga marwah jurnalistik, menolak berita-berita bohong dan isu SARA serta menebarkan dakwah kebangsaan melalui tulisan.

Pada peringatan Hari Pers Nasional HPN itu, Wakil Rektor III UNUJA, Fadli Hidayat turut hadir memberikan sekilas penjelasan pentingnya peran media ditengah banjir informasi dimedia sosial.

Usai membaca surat pernyataan, APNJ melakukan shering bersama terkait kendala-kendala yang dhadapi. Dalam shering itu, anggota APNJ berharap agar pondok pesantren Nurul Jadid memberikan dukungan berupa kartu identitas resmi APNJ yang diakui secara resmi. Ini untuk memudahkan kinerja jurnalis santri.

“Selama ini, kalau ada tugas menyelesaikan tulisan dan meliput di lingkungan pesantren, kami selalu kesulitan akses,” kata Hasan, redaksi koran Salsabila MAK. (Badrus)

Perayaan HUT LPBA ke 29

Perayaan HUT LPBA ke 29, Berikut Harapan Mereka

nuruljadid.net – Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) kamis, (01/01/2018) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 29 di Aula SMA Nurul Jadid. Dalam usia yang sudah tak mudah lagi nuruljadid.net menghimpun beberapa harapan dari kalangan – kalangan pecinta LPBA baik dari pengurus aktif hingga kepada alumninya. Berikut harapan dari mereka :

Haris Zainurrifan (Pembantu Direktur LPBA)

“Harapan saya, semoga LPBA kedepannya tambah sukses dan bahasanya tambah luas di lingkungan Nurul Jadid”.

Barirotul Ummah (Ibu Asuh Arab Al – Bayan)

“Semoga LPBA semakin jaya, eksis dan semakin baik lagi kedepannya”

Widiana Sari (Ibu Asuh Inggris Al – Bayan)

“Semoga LPBA menjadi Lembaga Bahasa dari beberapa Bahasa asing yang sesuai dengan visinya yaitu “being of polyglot”. Dan semoga LPBA semakin jaya dan berkarya kedepannya”.

Lukluil Maknunah (Ibu Asuh Arab Al – Hasyimiyah)

“Semoga LPBA kedepannya lebih baik, semakin maju dan berkembang”.

Khotijah (Ibu Asuh Inggris Al – Hasyimiyah)

“Semoga LPBA ini tidak hanya berbahasa, tetapi juga berbahasa dalam da’i – da’i diseluruh dunia dan tetap mengacu kepada syariat islam, syar’i, menginspirasi dan tetap berprestasi”.

Afifah Nur Hanifah (Alumni LPBA tahun 2017)

“Semoga LPBA selalu Berjaya dan selalu lancer”.

Ahmad Sofyan Nadhori (Alumni LPBA tahun 2013)

“Lembaga ini semakin meningkat, maju dan memiliki generasi muda yang berbakat.”

Munawwar Rojabi (Alumni LPBA tahun 2015)

“Semoga LPBA bisa mencetak kader – kader yang lebih bermanfat bagi bangsa dan negara. Dan semoga LPBA semakin maju”.

Direktur LPBA, K. Muhammad Al – Fayyadl juga turut menyampaikan beberapa harapannya yang dikemas dalam sambutan beliau pada acara ceremonial perayaan HUT LPBA ke 29 pada kamis (01/02/2018).

“Happy Anniversary for FLDI untuk semua orang yang berkhidmat yang selama ini telah mengajar semoga ilmu yang diajarkan membawa keberuntungan dan keberkahan bagi anda semua”, cakap Direktur LPBA.

Diusia yang menjelang umur ke 30th, Gus Fayyad (sapaan akrab Direktur LPBA) menyampaikan beberapa hal yang akan dikembangkan dan dilaksanakan oleh LPBA dalam periode ini.

“pada intinya, Nurul Jadid kedepan akan menjadi pesantren dengan nuansa Bahasa – Bahasa asing. Anda (peserta didik LPBA) akan menjadi duta Bahasa, siap-siap dikirim ke luar asrama. Kita akan melakukan dakwah bahasa” tambah Direktur LPBA,” tambah Direktur LPBA. (Qz)

Wilda Ismi Azizah (Sang TA Terbaik)

Wilda Ismi Azizah, Berawal dari Tak Suka, Akhirnya Jadi Cinta

nuruljadid.net – Jangan main – main dengan pandangan pertama, karena dengan pandangan itulah kemudian kita bisa menjadi cinta, begitulah kata – kata yang sering didengar dari kaum muda dan biasanya disebut dengan “cinta pandangan pertama”. Hal itu juga dirasakan oleh Wilda Ismi Azizah.

Sekalipun cinta dalam pandangan pertama, namun objek yang dicintainya berbeda. Azizah, panggilan akrab Wilda Ismi Azizah juga merasakan jatuh cinta pada pandangan pertama, namun bukan kepada sosok pria, melainkan kepada Bahasa.

“Saya sebenarnya tidak suka dengan Bahasa inggris, namun ketika mendengar banyak orang berbahasa Inggris, pada saat itulah saya tertarik untuk mempelajarinya” cakap Azizah.

Azizah, dinobatkan dengan terhormat untuk menyandang gelar sebagai Tugas Akhir (TA) terbaik tahun 2017 pada Peringatan Hari Ulang Tahun Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (HUT LPBA) ke 29, Kamis (01/02/2018) di Aula SMA Nurul Jadid.

Selain itu, dia juga menyampaikan tips singkat agar bisa menguasai Bahasa inggris dengan mudah. Dia mengatakan agar dalam belajar Bahasa inggris, hal pertama yang harus dilakukan adalah mencintainya terlebih dahulu.

“Awal mula saya belajar Bahasa Inggris, saya mulai mencitai Bahasa inggris terlebih dahulu tapi jangan lupa bahasa indonesianya” ujar gadis pengandang gelar The Best TA.

Tak menyangka akan mendapatkan gelar TA terbaik, Azizah mengucapkan rasa syukur dan terimakasihnya kepada pembimbingnya yang sudah setia menemaninya dalam merampungkan tugas akhirnya. Dan gelar tersebut Azizah persembahkan untuk kedua orang tuanya.

“Pertama, prestasi TA Terbaik ini saya persembahkan kepada kedua orang tua saya. Kedua, saya persembahkan untuk pembina saya karena beliau telah memberikan support ke saya dan beliau juga rela memberikan waktu luangnya kepada saya sepulang les jam 10 malam hanya untuk memberikan kritikan kepada TA saya dan yang terakhir pasti kepada teman – teman saya” cakap gadis yang berasal dari Jember tersebut kepada wartawan nuruljadid.net.

Gadis kelahiran Jember, 02 Desember 2000 tersebut juga menyampaikan harapannya kepada LPBA di HUT ke 29.

“Harapan kepada LPBA pastinya sukses selalu dan jangan lupa untuk menciptakan seseorang yang lebih berkarakter dan sebagai pemimpin dunia pastinya” harap Azizah, gadis yang juga memiliki skill di beberapa Bahasa Asing lainnya. (Qz)

Biodata WIlda Ismi Azizah (The Best Tugas Akhir)

Biodata WIlda Ismi Azizah (The Best Tugas Akhir)

Nurul Jannah berbagi tips dan trik belajar bahasa inggris dengan mudah

3 Trik Mudah Belajar Bahasa Inggris Ala Nurul Jannah

nuruljadid.net – Menyandang predikat sebagai Bintang Pelajar Bahasa Inggris di Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) tahun 2017, Nurul Jannah berbagi cerita tentang cara belajar dan menguasai bahasa inggris. Ia mengatakan bahwa sebenarnya bahasa itu adalah dunia kita. Dia mengatakan bahwa langkah mudah dalam belajar Bahasa terutama Bahasa inggris adalah dengan mengetahui dasar – dasarnya terlebih dahulu kemudian istiqomah dan yang terakhir adalah berdo’a kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Sebenarnya bahasa itu adalah dunia kita. Jadi kita hanya perlu memnguasai dasar-dasarnya. Seperti vocab dasar grammar dasar begitu juga dengan writing dasar. Untuk mengembangkan itu, kita hanya perlu melakukan peningkatan kebahasaan kita dengan cara belajar setiap harinya tanpa batas. Yang kedua adalah istiqomah. Setelah itu yang perlu kita lakukan berdo’a kepada Yang Maha Kuasa. Mengapa demikian? ketika kita telah berusaha untuk belajar dan sudah istiqomah, tetapi kita masih perlu untuk berdo’a agar ilmu kita bisa berguna,” cakap gadis kelahiran Probolinggo, 05 Oktober 2001 tersebut kepada wartawan nuruljadid.net.

Gadis yang berdomisili di kamar Pensylvaniadaerah Laila United tersebut mempersembahkan gelar yang didapatkan kepada orang tuanya yang selama ini telah men-support dirinya selama belajar Bahasa asing hingga saat ini.

“saya persembahkan gelar ini kepada kedua orang tua saya yang telah men-support saya dari belakang sehingga saya mampu belajar dengan istiqomah dan mampu mencapai prestasi ini. Yang kedua kepada teman saya yang bisa men-support saya untuk bersaing memperebutkan bintang pelajar ini,” cakapnya.

Diakhir, gadis asal Kotaanyar Probolinggo ini juga turut menyampaikan harapannya kepada LPBA yang telah berumur 29 tahun.

“Saya berharap agar LPBA bisa menjadi Lembaga yang lebih berkembang lagi bukan hanya 2 bahasa saja, melainkan penuh dengan warna warni Bahasa yang dapat mencerahkan Nurul Jadid ini,” harapnya, Jum’at (02/02/2018). (Qz)

Biodata Nurul Jannah (Bintang Pelajar Bahasa Inggris)

Biodata Nurul Jannah (Bintang Pelajar Bahasa Inggris)

Ahmad Firman Satrio saat menjadi penyaji di HUT LPBA ke 29

29th FLDI Anniversary, “On Being Polyglot”

nuruljadid.net – Masih digemerlap bahasa, Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo Jum’at (02/02/2018) kembali memperingati hari jadinya yang ke 29 th di Aula SMA Nurul Jadid. Penuh semangat dan motivasi berbeda dengan balutan talk show bertema “on being polyglot” (cara mudah mempelajari banyak bahasa) yang dihadiri oleh beberapa penyaji spektakuler.

Beberapa tips dan motivasi menarik mengawali talk show pagi ini dari bapak Ahmad Firman. Beliau menyampaikan bahwa “Setiap bahasa itu unik, sehingga sesulit apapun bahasa yang kita pelajari tapi kalau kita menanamkan fikiran bahwa bahasa itu mudah maka akan mudah. Alias cintai dulu bahasa itu! Kalau sudah cinta, akan senang mempelajarinya”.

“Sebenarnya tips mempelajari banyak bahasa itu mudah dan mungkin teman-teman sudah tau. salah satunya adalah pertama, ligkungan (baik keluarga maupun masyarakat sekitar).  Kedua, Perbanyak membaca, apa saja bentuknya! Baik buku, koran, majalah dan lainnya. Ketiga, Fokus dan step by step/ perlahan-lahan tapi pasti,” semangat beliau.

“tapi yang perlu diingat adalah ketika lingkungan kita tidak mendukung untuk belajar dan mengembangkan bahasa, jangan lalu putus asa. Melainkan kita bisa membangun lingkungan bahasa itu dari diri kita sendiri dengan konsisten dalam bahasa yang kita tekuni melalui beberapa cara seperti memperbanyak menghafal kosa kata, membaca dan menulis,” tambah beliau.

Ahmad Firman Satrio pada saat menerima piagam penghargaan dari Direktur LPBA

Ahmad Firman Satrio pada saat menerima piagam penghargaan dari Direktur LPBA

Dengan modal tips yang saya miliki, ada beberapa manfaat yang saya rasakan dan dapatkan dari memahami banyak bahasa. “Selain dari sebatas menambah banyak teman, manfaat besarnya kita akan mudah mengambil hati mereka sehingga semakin akrab, dipercaya, dan peluang kerjapun semakin besar,” tutur beliau.

Dalam penyajiannya, beliau juga memaparkan bagaimana cara mudah untuk mempelajari Bahasa asing lebih dari 2 bahasa dengan tetap tidak melupakan Bahasa asing yang sebelumnya dipelajari.

“dalam mempelajari banyak Bahasa bahkan bisa menguasai Bahasa Asing lebih dari 2 bahasa tentunya diawal yang harus kita terapkan adalah cinta, cinta akan Bahasa yang kita pejalari. Karena berawal dari cinta kita akan mudah mendapatinya. Selain itu, pastikan terlebih dahulu Bahasa asing yang sebelumnya dipelajari sudah mencapai level Intermediate yang mana pada level itu kalian rasa sudah pantas untuk ditinggalkan belajar Bahasa asing lainnya” ujar penyaji.

Dalam pelaksanaan kegitan itu, Nampak sekali antusias para peserta didik untuk mengetahui lebih dari satu Bahasa. (NakBali/Qz)

K. Muhammad Al - Fayydl, Direktur LPBA pada saat sambutan

K. Muhammad Al-Fayyadl; Bahasa – Bahasamu adalah Kompas Dunia

nuruljadid.net – Setiap orang pasti mempunyai hari yang spesial baginya, hari yang melemparnya jauh ingatan kebelakang, saat ia dilahirkan ke dunia ini, ketika hari itu datang, setiap orang pun kembali mengangkat tangan – tangan jemarinya, untuk menghitung kembali tahun – tahun yang telah ia lewati di muka bumi ini, ya biasanya hari itu disebut dengan hari ulang tahun.

Dan kali ini, pengurus Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) mengadakan acara Hari Ulang tahun LPBA yang ke 29, yang dihadiri oleh Direktur LPBA K. Muhammad Al- Fayyadl, dalam kegiatan tersebut beliau mewarnainya dengan sambutan, dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa prospek kedepannya bagi LPBA itu bisa men-sharing ilmu bahasanya ke seluruh wilayah – wilayah yang ada di PP. Nurul Jadid.

“Yang pertama, kita akan melirik potensi – potensi yang ada di PP. Nurul Jadid tidak hanya pada bahasa Arab atau Inggris. Diawal kepemimpinan ini LPBA mendapat amanah untuk juga bisa mengkoordinir membantu bahasa – bahasa asing yang ada di daerah atau wilayah lain,” terang beliau, Kamis (02/02/2018).

“pada intinya, Nurul Jadid kedepan akan menjadi pesantren dengan nuansa Bahasa – Bahasa asing. Anda (peserta didik LPBA) akan menjadi duta Bahasa, siap-siap dikirim ke luar asrama. Kita akan melakukan dakwah bahasa” tambah Direktur LPBA.

Aktivitas yang dimulai pukul 20.15 WIB tersebut, beliau juga menyampaikan penambahan armada bahasa asing lagi untuk kemajuan LPBA kedepannya terutama Bahasa yang sudah mulai pamor di kancah internasional.

“Ada hal – hal yang perlu kita miliki yakni Bahasa – Bahasa yang sudah mulai pamor di dunia internasional. Saya menyebutkan satu contoh yang sekarang mulai berkembang khususnya di SMA Nurul Jadid yaitu Bahasa Mandarin. Insya Allah LPBA akan mengajarkan Bahasa Mandarin” cakap Direktur LPBA dengan penuh harap.

Dalam sambutannya pula, beliau memaparkan progress LPBA dalam periode ini. Beliau menyampaikan LPBA akan berkenalan dengan salah satu Bahasa – Bahasa yang mulai dipakai di negara berkependudukan islam.

“Sekarang, negara negara islam semakin mulai muncul ke permukaan di dunia ini. Dan sekarang ketika kita menjadi ukhuwah Islamiyah dengan mereka yang ada diluar negeri, mau tidak mau kita harus tau dengan Bahasa mereka. Dalam periode ini dalam 3 – 4 tahun kedepan, Insya Allah kita akan mulai berkenalan dengan salah satu Bahasa yang mulai dipakai dinegara berpenduduk islam yaitu Bahasa Turki. Insya Allah kita akan mencoba menjajaki salah satu Bahasa – Bahasa yang dipakai di negara berpenduduk islam,” cakap Beliau dengan senyuman.

K. Muhammad Al - Fayydl, Direktur LPBA pada saat sambutan

K. Muhammad Al – Fayydl, Direktur LPBA pada saat sambutan

Direktur LPBA juga menyampaikan sekilas tentang kegiatan yang akan dilakukan oleh LPBA di ulang tahun yang ke 30 dan itu merupakan tugas bagi seluruh pengurus LPBA. Beliau berkata dalam menyemarakkan ulang tahun LPBA yang ke 30, Pekan Bahasa tidak hanya berlaku bagi peserta didik LPBA namun juga berlaku untuk seluruh santri Nurul Jadid.

“Insya Allah di ulang tahun yang ke 30 kita akan membuat agenda yang lebih besar lagi. Insya Allah kita akan bikin pekan Bahasa bukan hanya untuk peserta didik LPBA namun untuk santri se Nurul Jadid. Anda sebagai duta Bahasa harus bisa menunjukkan bahwa belajar Bahasa asing tidak hanya bermanfaat bagi masa depan saja namun juga membawa manfaat bagi keagamaan. Insya Allah generasi kedepan akan menjadi generasi yang polyglot,” pungkas Direktur LPBA yang disambut dengan applause gemuruh oleh seluruh masyarakat LPBA.

Sebagai Direktur LPBA, beliau juga ingin memperkenalkan dan melestarikan bahasa – bahasa nusantara, seperti bahasa sunda, melayu, jawa, Madura, sulawesi dll. Beliau menginginkan agar dalam mempelajari Bahasa asing, Bahasa ibu tetap dilestarikan dan digunakan. Salah satu contoh yang beliau paparkan adalah melakukan orasi dengan berbahasa asing yang disertakan Bahasa nusantara sebagai subtitle. Tak hanya itu, sebagai penutup sambutan sebagai Direktur LPBA, beliau menyebut motto baru LPBA yang akan mulai dikenakan.

“dalam motto baru yang akan mulai kita kenakan adalah “Bahasa – bahasamu adalah kompas dunia”” pungkas beliau dengan penuh semangat.

Diakhir sambutannya beliau berkata Happy Anniversary for FLDI untuk semua orang yang berkhidmat yang selama ini telah mengajar semoga ilmu yang diajarkan membawa keberuntungan dan keberkahan bagi anda semua.

“Dari kampung, dari sebuah desa yang bernama Karanganyar, dari sebuah Kecamatan yang bernama Paiton dan dari sebuah Pondok Pesantren yang ada dipinggir laut yang bernama Pondok Pesantren Nurul Jadid. Biarpun ada di kampung tapi insya Allah dengan jembatan Bahasa, anda akan melanglang dunia,” ujar beliau sekaligus memotivasi seluruh masyarakat LPBA. (Qz/Salim)

KH. Moh. Zuhri Zaini

P4NJ | KH. Moh. Zuhri Zaini; Berjamaah Merupakan Perintah Agama

Nuruljadid.net – Untuk menggapai cita-cita besar kita tidak mungkin bisa sendiri-sendiri atau kelompok-kelompok oleh karena itu kita harus bersama-sama (berjamaah), itulah pesan yang disampaikan Pengasuh ketika Pelantikan Pembantu Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid (P4NJ) Kecamatan Se-kabupaten Situbondo di Masjid Jami’ Nurul Jadid. Minggu (28/01/2018)

Pengasuh menyampaikan satu ayat Alquran Wa’tashimu Bi Hablillahi Jamian, “Berpegang-teguhlah kamu pada tali Allah, dan jangan bercerai-berai”? (Ali Imran 3:103) perintah tersebut untuk berpegang teguh pada agama Allah, tapi dilakukan secara bersama-sama.

“Sebab tidak mungkin kita sendiri-sendiri, untuk sholat saja kalau kita sendirian itu kurang sempurna, begitu juga didalam keluarga kalau sendirian ya tidak bisa, pasti ada suami dan istri, jadi semua ini serba berjamaah,” Dawuh Pengasuh dihadapan ratusan pengurus P4NJ yang akan dilantik ini

Pangasuh mengharapkan bahwa P4NJ bukan hanya merupakan Organisasi Alumni, tapi siapapun bisa ikut didalamnya dan sesuai dengan namanya Pembantu Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid

“Siapapun orangnya dengan senang hati yang ingin membantu pesantren baik alumni maupun simpatisan ya monggo dipersilahkan” harapnya kepada masyarakat umum

Menurut beliau tentu kita ingin bermanfaat pada diri kita, keluarga, masyarakat, bahkan kepada bangsa dan Negara, sesuai dengan panca kesadaran santri anatara lain kedaran bermasyarakat, berbangsa dan bernegara “Untuk itu kita tidak mungkin untuk sendiri-sendiri” tegas KH. Zuhri pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid

Penulis : Yani

Editor : Muhammad Nuris

Pelantikan Pengurus P4nj Situbondo

Secercah Impian Pasca Pelantikan

nuruljadid.net – Alumni juga memiliki peran penting dalam mengembangkan kiprah Pondok Pesantren dalam menjalankan visi dan misinya. Contohnya adalah pengembangan potensi – potensi dalam aspek perkembangan ekomoni pesantren. Hal itu disampaikan oleh Ketua P4NJ Pusat, KH. Junaidi Mu’thi dalam acara Pelantikan Pengurus P4NJ Kecamatan se Kabupaten Situbondo, Ahad (28/01/2018) di Masjid Jami’ Nurul Jadid Lantai II.

“Kalau PP. Sidogiri punya Basmalah, kita akan punya Hamdalah” ujar Ketua P4NJ dengan penuh senyuman.

Sekalipun terucap degan nada santai, hal itu merupakan salah satu program yang akan dijalankan oleh kepengurusan P4NJ Pusat kedepan. Program tersebut mendapatkan respon yan positif dari Pengasuh dan Kepala Pesantren PP. Nurul Jadid. Selain memprogramkan pembangunan koperasi Hamdalah, program pengembangan ekomoni juga telah dilakukan oleh P4NJ Situbondo dengan dibuktikan adanya devisi Lembaga Amil Zakat, Infaq, Shadaqoh dan Wakaf (LAZISKAF) dalam sturktur pengurus.

“Di Situbondo sudah dibentuk badan LAZISKAF seperti halnya di Pondok Pesantren Nurul Jadid ini artinya paling tidak menggambarkan bahwa kita sudah siap untuk  meghimpun kekuaatan ummat dalam hal pendanaan wajib atau sunnah apakah zakat, infaq atau lainnya. Dan tentu ketika itu sudah terkumpul tentu kita telah memiliki perhatian dan kepedulian terhadap saudara saudara kita yang Mustadh’afin,” Ujar KH. Abdul Hamid Wahid selaku Kepala Pesantren PP. Nurul Jadid.

“mungkin suatu saat saudara saudara kita dari Situbondo sudah akan berfikir mengirim tenaga-tenaga atau kader-kadernya yang terbaik tapi tidak mampu ke Nurul Jadid dan itu didanai dan dibantu oleh hasil penghimpunan dana,” tambah KH. Hamid, sapaan akrab Kepala Pesantren.

“Kita harapkan pengalaman kelebihan-kelebihan di masing masing daerah saling sumbang dan tentu misalnya secara ekonomi ini berarti jaringan pasar dan jaringan ekonomi yang bisa saling melengkapi,” lanjut KH. Hamid menyampaikan harapannya.

KH. Junaidi Mu’thi pun ikut menyampaikan harapan pasca pelantikan pengurus P4NJ Kecamatan se Kabupaten Situbondo pada saat terwawancara oleh wartawan nuruljadid.net.

“Dengan adanya kegiatan ini saya harapkan dapat mempompa P4NJ di kota-kota yang lain untuk lebih semangat dalam membantu pesantren” ujar beliau. (Qz)

Pelantikan Pengurus P4nj Situbondo

Pesantren Nurul Jadid Canangkan Pertemuan Alumni se Nasional

nuruljadid.net – Selain memiliki fungsi tarbiyah watta’lim, Pesantren juga memiliki 3 fungsi lainnya, yaitu pelayanan, pengkaderan dan dakwah begitulah dawuh dari KH. Abdul Hamid Wahid, Kepala Pesantren Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo dalam acara pelantikan pengurus P4NJ Kecamatan se Kabupaten Situbondo, Ahad (28/01/2018) di Masjid Jami’ Nurul Jadid lantai II.

PP. Nurul Jadid yang pada saat ini berumur 68 tahun telah menghasilkan beberapa alumni yang tersebar di pelosok–pelosok Nusantara. Dengan banyakya alumni yang sudah tersebar, maka Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid berinisiatif untuk mengadakan pertemuan alumni PP. Nurul Jadid se Nasional.

Munculnya inisiatif tentang pertemuan alumni PP. Nurul Jadid se-Nasional disebabkan banyakya alumni Nurul Jadid yang memiliki semangat dan antusias untuk berkembang lebih baik lagi. Hal itu disampaikan oleh KH. Abdul Hamid Wahid ketika pelaksanaan pelantikan pengurus P4NJ Kecamatan se-Kabupaten Situbondo.

“Saya salah satunya pernah ke Bali dan Kalimantan, para alumni sangat antusias terutama dalam mengapresiasi kepada perkembangan alumni terutama didaerah Situbondo dan Bondowoso. Mereka ingin bagaimana berkembang leih baik. Kami menampung masukan-masukan dari para alumni dan salah satu masukan yang berkembang dari beberapa kunjungan adalah harpan bahwa adanya pertemuan P4NJ dan alumni tingkat Nasional,” ujar Kepala Pesantren.

Hal tersebut telah dikonsultasikan kepada Pengasuh PP. Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri Zaini dan rencananya akan dilaksanakan dalam jangka waktu satu atau bulan kedepan dengan beberapa pesiapan yang matang terutama kesiapan P4NJ Pusat selaku pelaksana kegiatan.

Hal itu senada dengan apa yang disampaikan oleh Ketua Pengurus Pembantu Pondok Pesantren Nurul Jadid (P4NJ) Pusat, KH. Junaidi Mu’thi ketika ketika bertemu dengan wartawan nuruljadid.net. Beliau menyampaikan bahwa P4NJ Pusat akan memprogram dan melaksanakan kegiatan tersebut.

“Kegiatan pertemuan alumni se-Nasional tersebut merupakan kegiatan pesantren dan ditampung serta akan dilaksanakan secepatnya oleh P4NJ Pusat. Tak hanya itu, bisa saja kegiatan pertemuan terebut bertajuk reuni akbar alumni Nurul Jadid se Nasional,” ujar KH. Junaidi Mu’thi dengan wajah penuh gembira.

Selain itu, kegiatan pertemuan tersebut juga merupakan salah satu bentuk kontribusi yang baik dari seluruh alumni Nurul Jadid se-Nasional tak hanya untuk Pesantren namun juga untuk perkembangan masyarakat, bangsa dan Negara.

“Lalu kemudian kita berikan forum ini, bagaimana P4NJ dan alumni memanfaatkan dengan baik pengembangan atau kebersamaan termasuk sub-sub berjejaring antara alumni se Indonesia. Bisa jadi didalamnya berbicara tetang aspek-aspek pendidikan, ekonomi, sosial dll. Intinya, saya kira keberadaan jejearing ini insya Allah jika kita dorong bersama akan bermakna positif dan memberikan kontribusi yang baik bagi perkembangan masyarakat, bangsa dan negara,” ujar KH. Hamid. (Qz)

KH. Abdul Hamid Wahid

Sambutan Kepala Pesantren dalam Acara Pelantikan Pengurus P4NJ Kecamatan se Kab. Situbondo

nuruljadid.net – Pelantikan Pengurus P4NJ (Pembantu Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid) dihadiri oleh KH. Abdul Hamid Wahid, Kepala Pesantren PP. Nurul Jadid, Ahad (28/01/2018) di Masjid Jami’ Nurul Jadid lantai II. Diawal sambutannya, KH. Hamid, sapaan akrab Kepala Pesantren menyampaikan bahwa walaupun acara ini hanya acara seremonial dan simbolis tetapi, kegiatan ini merupakan ungkapan niat dan tekad untuk bergerak maju kedepan.

“kegiatan ini merupakan ungkapan niat dan tekad untuk bergerak maju kedepan bagaimana kita bisa melaksanakan program-program kita dengan baik. Seperti yang disampaikan oleh Ketua P4NJ Pusat, KH. Junaidi Mu’thi nampaknya fokus dalam program ekonomi, ini menjadi salah satu perhatian,” dawuh KH. Hamid.

Didalam sambutannya pula, beliau mengucapkan selamat atas terlantiknya pengurus P4NJ kecamatan se Kab. Situbondo. Beliau juga berharap dengan kegiatan ini pengurus P4NJ bisa meneguhkan perjuangan bukan hanya untuk pesantren.

“Harapan kami semoga pelantikan ini merupakan momentum bagi kita untuk meneguhkan hidmat kita kepada perjuangan bukan hanya kepada pesantren tetapi juga meneguhkan perjuangan kita kepada masyarakat, berbangsa dan bernegara” ujar Kepala Pesantren.

Selain itu, KH. Hamid juga menyampaikan beberapa perkembangan yang terjadi di Pondok Pesantren Nurul Jadid terutama dalam mengikhtiarkan bagaimana fungsi pesantren bisa berjalan dengan baik. Ada 3 fungsi lain yang dilakukan oleh pesantren selain dari fungsi tarbiyah watta’lim. Adapun fungsi tersebut yaitu fungsi pelayanan, pengkaderan dan dakwah.

“Selama ini pesantren yang tokoh dan fokus utamanya adalah pengasuh mungkin fungsi ini telah dilaksanakan secara individu oleh beliau. Ketika kita berbicara tentang pesantren, ketika kita bicara tentang alumi yang kapasitas, kuantitas dan jumlahnya semakin hari semakin berkembang, maka tentu pelayanan ini perlu ditata secara kelembagaan. Oleh karena itu, barangkali munculnya p4nj adalah dalam kerangka itu, bagaimana dalam melaksanakan khidmah dan fungsi – fungsi pesantren, termasuk didalamnya p4nj bagaimana juga ikut memikirkan pesantren tapi tentu juga berfungsi dalam kerja yang lain dapat terlaksana dan dilaksanakan degan kolektif,” dawuh KH. Hamid.

“bagaimana santri PP. Nurul Jadid walaupun tidak menjadi kiai atau ulama tetapi, dapat membawa jiwa kesantrian ketika berperan dalam profesi ataupun bidang masing – masing,” lanjut KH. Hamid.

“Tentu dalam berjuang kita tidak bisa sendirian apalagi dijaman sekarang, dalam berjuang, menata langkah yang sistematis dan baik apalagi dalam panca kesadaran santri yang ditanamkan oleh pendiri dan pengasuh yang salah satunya adalah kesadaran berorganisasi. Bagaimana kita bisa menata cita-cita kita dengan baik dan menatanya dengan sisematis, terstruktur dan dengan langkah – langkah yang baik,” tambah beliau.

Kepala Pesantren juga menyampaikan bahwa ikatan alumni sebaiknya tidak harus mendorong dan mengembangkan sisi ekslusifitas tetapi semakin meningkatkan khidmatnya dalam bermasyarakat. Alumni ketika di masyarakat adalah lebur dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam masyarakat.

Tak hanya itu, beliau semenjak menjabat sebagai kepala pesantren telah berkunjung kebeberapa daerah yang notabene-nya adalah alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid. Dalam kunjungannya beliau melihat antusias dan apresiasi yang tinggi dari alumni untuk berkembang lebih baik lagi.

“Saya salah satunya pernah ke Bali dan Kalimantan, para alumni sangat antusias terutama dalam mengapresiasi kepada perkembangan alumni terutama didaerah Situbondo dan Bondowoso. Mereka ingin bagaimana berkembang leih baik. Kami menampung masukan-masukan dari para alumni dan salah satu masukan yang berkembang dari beberapa kunjungan adalah harpan bahwa adanya pertemuan P4NJ dan alumni tingkat nasioal,” ujar KH. Hamid

Masukan tersebut direspon positif oleh Kepala Pesantren dan telah dikonsultasikan kepada KH. Moh. Zuhri Zaini, Pengasuh PP. Nurul Jadid dan rencananya akan dilaksanakan dalam jangka waktu satu atau dua bulan kedepan.

“Lalu kemudian kita berikan forum ini, bagaimana P4NJ dan alumni memanfaatkan dengan baik pengembangan atau kebersamaan termasuk sub-sub berjejaring antara alumni se Indonesia. Bisa jadi didalamnya berbicara tetang aspek-aspek pendidikan, ekonomi, sosial dll,” ujar KH. Hamid.

”Intinya, saya kira keberadaan jejearing ini insya Allah jika kita dorong bersama akan bermakna positif dan memberikan kontribusi yang baik bagi perkembangan masyarakat, bangsa dan negara,” tambah KH. Hamid. (Qz)