Pos

Tingkatkan Kinerja Wali Asuh, Biro Pendidikan PP Nurul Jadid Adakan Pelatihan Wali Asuh

Nuruljadid.net – Demi meningkatkan karakter dan kinerja wali asuh. Setiap tahun Biro Pendidikan melalui Devisi Bimbingan Konseling Pengurus Pusat Putri Pondok Pesantren Nurul Jadid (PPNJ) mengadakan pelatihan Wali Asuh.

Kemarin (04/04/2018), pelatihan Wali Asuh diadakan di wilayah Az-zainiyah, bertempat di Aula MTs Nurul Jadid putera. Kegiatan pelatihan wali asuh berlangsung selama tiga hari sejak tanggal 04 sampai 06 April 2018 mendatang, mulai pukul 09.00 wib – 16.00 wib.

Peserta pelatihan Wali Asuh berasal dari setiap daerah yang terdiri dari kepala daerah, Bimbingan Konseling daerah, dan seluruh Wali Asuh daerah. Peserta yang mengikuti pelatihan Wali Asuh berjumlah 150 orang. Tujuan dilaksanakan kegiatan ini untuk membentuk karakter dan kinerja yang baik dari wali asuh.

Pelatihan tersebut, memiliki susunan acara yang padat dan runtut. Peserta pelatihan wali asuh wajib mengikuti semua runtututan acara sejak awal hingga akhir. Sebelumnya, dalam pelatihan ini telah disepakati adanya aturan dalam pelatihan wali asuh untuk mendisiplinkan acara tersebut.

Aturan yang digunakan jika para peserta ramai, penyaji akan mengangkat tangan dan tersenyum, peserta juga mengikutinya dan tersenyum. Ketika ada salah satu peserta masih ada yang tidak mengangkat tangannya, maka penyaji akan tetap mengangkat tangannya sampai semuanya diam. (Milatun Fadliyani_SJ)

Syi’arkan Agama Lewat Jalinan Silaturrahim Bahtsul Masail Wustho Se-Probolinggo

LBM Syi’arkan Agama Lewat Jalinan Silaturrahim Bahtsul Masail Wustho Se-Probolinggo

nuruljadid.net – dalam rangka memeriahkan dan menyambut Peringatan Haul dan Harlah Pondok Pesantren Nurul Jadid. Lajnah Bahtsul Masail (LBM) bersama Ma’had Aly Nurul Jadid mengadakan kegiatan Bahtsul Masail Wustho se-Probolinggo, Selasa (3/4/18) di serambi Masjid Jami’.

Pengasuh Pondok KH. Muhammad Zuhri Zaini, Kepala Biro Kepesantrenan Gus Imdad Rabbani, Kepala BKOS KH. Makki Maimun Wafi, Gus Miftah,  jajaran Pengurus pesantren dan wilayah, serta Pentashih dan Perumus Turut menghadiri kegiatan pagi ini.

Selain diikuti oleh segenap santri dari perwakilan wilayah di Nurul Jadid,  Kegiatan Bahtsul Masail Wustho ini juga diramaikan oleh kalangan santri dari beberapa Pondok Pesantren yang ada di kabupaten Probolinggo.

Kegiatan Bahtsul Masail pagi ini dibuka dengan serangkaian susunan acara yang dipandu oleh pembawa acara. Acara pertama diawali dengan pembacaan Alfatihah oleh Pengasuh Pondok Pesantren yang sekaligus membuka acara Bahtsul Masail Wustho pagi ini. Disusul dengan pembacaan ayat suci Al-qur’an oleh Ahmad Hirzan Anwari. Acara ketiga yakni sambutan-sambutan. Dan acara terakhir ditutup dengan pembacaan doa oleh Kyai Makki Maimun Wafi.

Ketua Panitia, Fiki Firmansyah mengatakan bahwa tujuan dari diadakannya kegiatan Bahtsul Masail ini tidak lain adalah sebagai wadah silaturrahim antar santri pondok pesantren yang ada di kabupaten Probolinggo.

Tujuan tersebut kembali di sampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren KH. Muhammad Zuhri Zaini dalam sambutannya. Dimana beliau menuturkan bahwa selain sebagai wadah silaturrahim, kegiatan Bahtsul Masail ini juga merupakan ajang untuk mensyiarkan agama Islam kepada umat pada umumnya, dan santri secara khusus.

“diadakan Bahtsul Masail agar santri biasa berfikir  tentang syari’at secara utuh dan matang. Karena melihat akhir-akhir ini sudah banyak bermunculan pemikiran-pemikiran bebas dan semaunya tentang agama. Sehingga tidak sedikit dari mereka yang mengotak atik dalil qur’an dan hadis berdasarkan kemauan mereka.” Tutur beliau.

Selain itu beliau juga berharap dengan adanya kegiatan seperti ini, apalagi ditempat terbuka yang bisa disaksikan para santri lain sehingga menjadi totontonan yang baik bagi mereka, ialah dapat memotivasi mereka agar lebih semangat dan giat lagi dalam mengkaji ilmu-ilmu agama.

“saya berharap mudah-mudahan kegiatan ini berjalan dengan lancar sampai selesai dengan menghasilkan sesuatu yang bisa diamalkan.” Harap beliau. (NakBali)

Wisuda Tahfidz STIFin PERDANA di Wilayah Mawwadah

NurulJadid.net- Rabu (29/03) Wilayah Mawaddah menyelenggarakan Tasyakkuran dan Wisuda Tahfidz STIFin perdana. Saat itu, orang tua para wisudawati hadir dan mengikuti acara dengan sangat khidmat.

Acara yang dihadiri oleh pendiri rumah Tahfdiz STIFin pusat Jakarta itu diadakan untuk para santri putri yang sudah menghafal 30 Juz al-Qur’an. Mereka yang menjadi wisudawati hanya fokus menghafal al-qur’an selama delapan bulan dan tidak terikat oleh kegiatan formal seperti sekolah dan diniyah.

Hal tersebut dilakukan untuk mempermudah agar santri STIFin lebih cepat mencapai target dalam menghafal. Setelah lulus dari STIFin keputusan dipasrahkan kepada santri masing-masing. “Mau melanjutkan pendidikan formal atau melanjutkan dilembaga al-Qur’an lainnya ya boleh saja”. Jelas Asiyatul Humairo salah satu wisudawati.

Mudir al-ma’had Mawaddah, KH. Maltuf Siraj berpesan kepada wisudawati “ Mengulang hafalan penting, dari semua jenis MK apa saja yang paling terpenting adalah mengulang hafalan.”(Ulfa Nurul Jannah/Sj)

sambutan K. Muhammad Imdad Robbani

Dengan 2 Modal Utama, Kuasai Banyak Bahasa

nuruljadid.net – Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, K. Muhammad Imdad Robbani turut hadir dalam kegiatan seminar yang diadakan oleh Lembaga Pendidikan Bahasa Asing di Aula MA Nurul Jadid.

Seminar yang bertemakan (“Ta’aruf Budaya & Bahasa Turki”) tersebut, beliau menyampaikan apresiasi kepada LPBA dan juga mendorong argumen Direktur LPBA, K. Muhammad Alfayyad untuk menjadikan Bahasa Inggris dan Arab menjadi bahasa yang wajib dikuasai oleh peserta didik.

“Kita berharap kedepannya LPBA ini semakin bertambah baik,  bertambah barokah dan juga kedepannya semoga Bahasa Arab dan Inggris ini menjadi materi wajib untuk siswa didik LPBA,”ungkap Beliau yang juga menjabat sebagai Kepala Biro Kepesantren PP. Nurul Jadid.

Dalam sambutannya, beliau juga mengungkapkan bahwa Bahasa Inggris dan Arab merupakan hal yang wajib diketahui terlebih dahulu sebelum menelaah bahasa asing lainnya contohnya seperti Bahasa Turki.

“paling tidak dalam jangka waktu ini kita bersikap serius dalam menggarap bahasa arab dan inggris. karena Bahasa Inggris dan Arab itu merupakan bahasa dasar untuk mengembangkan bahasa – bahasa selanjutnya,” tutur beliau, Jumat(30/03/2018).

Mengenai  Negara turki beliau menjelaskan bahwa masih ada tali persaudaraan antara Negara Turki dengan negara indonesia.

“Jadi, sebenarnya dalam seminar kali ini, kita mengenal budaya dan bahasa saudara kita sendiri yang tinggal di perbatasan benua eropa dan asia,” imbuh beliau dengan penuh gembira.

Selain itu, beliau merekomendasikan kepada LPBA untuk mengadakan seminar – seminar bahasa negara asing lainnya terutama kepada negara – negara islam.

“kedepannya kalau boleh usul bukan hanya bahasa turki mungkin contohnya seperti budaya dan bahasa persia  yang intinya itu mengenai budaya – budaya islam, baru setelah itu bisa dilanjutkan dengan bahasa – bahasa barat seperti bahasa yunani, jerman atau bahasa yang menjadi dasar dari budaya modern yang sedang kita alami ini,”harap beliau.

Diakhir sambutan, beliau memberikan sedikit motivasi kepada siswa LPBA dan peserta seminar

Apa yang kita lakukan ini barulah langkah awal dimana kita jika mau berjalan sebanyak seribu langkah maka kita harus melalui langkah awal terlebih dahulu. jadi tetap semangat dalam berproses serta tekun mengikuti  seminar – seminar seperti ini.(AHMAD)

Tasyakuran dan Wisuda 30 Juz RQ STIFIn Al Mawaddah

Rumah Qur’an STIFIn Al Mawaddah, Lahirkan Wisudawati Penghafal Qur’an

nuruljadid.net – Dalam rangka menumbuhkan semangat kuat untuk menghafal al-Qur’an serta menambah kuantitas penghafalnya, Wilayah Al-mawaddah Pondok Pesantren Nurul Jadid merintis Program Rumah Qur’an STIFIn 30 juz. Dan hari ini Kamis (29/3/2018) sebagai bentuk capaian dari programnya, Al Mawaddah menggelar wisuda pertama tahfidz Qur’an 30 juz di halaman wilayah Almawaddah.

Wisuda kali ini merupakan capaian awal dari hasil pembinaan yang dilakukan wilayah Al Mawaddah di program Rumah Qur’an STIFIn. Terdapat 28 wisudawati pertama. Mereka semua merupakan santriwati yang berasal dari berbagai daerah, bahkan lintas pulau.

Acara berlangsung tertib dengan dihadiri para dewan pengasuh, Wakil Kepala Pesantren Ibunda Ny. Hj. Hanunah Nafi’iyah, segenap wali santri tahfidzul qur’an, dan segenap tamu undangan.

Adapun acara wisuda siang ini terbungkus rapi dalam rangkaian acara ceremonial dengan  pembukaan yang dipandu oleh pembawa acara. Disusul Muthola’ah (mengulang hafalan) oleh semua peserta wisudawati pembacaan do’a khotmil Qur’an dibacakan langsung oleh Pemangku Wilayah Al Mawaddah, Ibunda Ny. Hj. Hamidah Wafie, membuat segenap undangan dan seluruh wisudawati meneteskan air mata.

Dilanjutkan dengan lantunan ayat suci al-Qur’an dengan tartil, sambutan-sambutan, prosesi wisudawati serta pengikraran, penobatan wisudawati terbaik, penampilan puisi dari salah satu peserta wisuda, kemudian diakhiri sambutan sekaligus tausyiah Pemangku wilayah Jalaluddin Ar-Rumi Dr. KH. Malthuf Siraj, M. Ag.

Ucapan trimakasih pertama kali disampaikan Ibunda Ny. Hj. Hamidah Wafie kepada Direktur Rumah Qur’an STIFIn Jakarta Ustad Abdul Rouf al-Hafidz dan juga Ustad Galuh selaku pembina Rumah Qur’an STIFIn cabang Almawaddah yang telah berkenan hadir menyaksikan prosesi wisuda.

Perlu dimaklumi bagi wali santri yang hadir pada kesempatan kali ini, “bahwa Al Mawaddah kini memiliki yayasan sosial yang bekerjasama dengan para ibu-ibu muslimat NU. Dari yayasan ini kita menampung dan menerima beberapa anak sebagai santri dengan kriteria tertentu. Dan Alhamdulillah hari ini ada salah satu dari mereka akan diwisuda sebagai penghafal al-Qur’an.” tutur beliau.

“menghafal Al-Qur’an sebenarnya bukan karena faktor keinginan diri atau kecerdasan. Melainkan karena hidayah dan petunjuk Allah-lah yang kemudian menggerakkan hati seseorang menjadi kuat untuk bertekad menghafal Al-Qur’an. sehingga ini patut kita syukuri bersama,” tambah beliau.

Harapan kami semoga anak-anak yang diwisuda hari ini tidak hanya sebatas hafal, tetapi juga bisa mengamalkan pesan-pesan al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari sehingga nantinya bisa bermanfaat bagi masyarakat. (NakBali)

Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat, Klinik Az Zainiyah Gandeng Fatayat NU Kraksaan

Wujudkan GERMAS dengan Pola Hidup Sehat

nuruljadid.net – Sehat itu bukan hanya sehat jasmani dan rohani, namun sehat itu sebenarnya adalah suatu kesatuan antara sehat jasmani, rohani, sosial dan spiritual. Jika hanya sehat jasmani saja tetapi stres itu tidak bisa dibilang sehat. Apabila semuanya sudah terpenuhi, maka itu adalah sehat yang sempurna. Begitulah kata dr. Nina Kartika mengawali pembicaraannya sebelum berkata lebih jauh tentang GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat), Minggu, (25/03/2018) di Aula Mahrom Al Hasyimiyah.

“sehat itu keadaan yang sempurna baik fisik, mental maupun sosial, tidak hanya terbebas dari penyakit atau kelemahan/cacat,” cakap dr. Nina menjelasakan definisi sehat menurut WHO.

dr. Nina juga menyampaikan, gerakan sehat jasmani bisa dimulai dari masing-masing individu, kemudian keluarganya. Apabila masing-masing individu dan keluarga sudah bisa menjaga kesehatan jasmani, maka akan membentuk masyarakat yang sehat, masyarakat yang sehat akan membentuk negara yang sehat.

Terdapat 2 jenis penyakit yang harus diwaspadai bersama yaitu; Penyakit Menular dan Penyakit Tidak Menular. Tercatat sejak abad ke 21 terjadi pola perubahan penyakit terkait dengan perilaku manusia.

“sejak 30 tahun terakhir, terjadi pergeseran penyakit. Di tahun 1990-an yang paling banyak adalah penyakit menular. Sedangkan sejak tahun 2010, penyebab terbesar kesakitan dan kematian itu sudah mulai bergeser yang disebabkan oleh Penyakit Tidak Menular” jelas dr. Nina.

Dalam peyampaiannya, dr. Nina Kartika juga memaparkan tentang persentase jenis penyakit yang dialami oleh masyarakat Indonesia pada abad ke 2001. Tercatat, terdapat 57% jenis penyakit tidak menular, 30% penyakit menular dan sisanya dialami akibat cidera.

Hal tersebut terjadi karena pertumbuhan ekonomi yang meningkat sehingga penyakit infeksi mulai menurun. Faktor risiko perilaku penyebab terjadinya PTM (Penyakit Tidak Menular) yang harus diperbaiki menurut sumber Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) tahun 2017 & 2013 adalah:

  1. Penduduk kurang aktifitas fisik.
  2. Penduduk >10th kurang buah dan sayur.
  3. Penduduk usia >15th (laki-laki) dan >10th (perempuan) merokok.
  4. Penduduk usia >10th minuman beralkohol.

Untuk menanggulangi dan mengurangi angka PTM, dr. Nina berbagi 7 bentuk kegiatan GERMAS, diantaranya:

  1. Melakukan aktifitas fisik.
  2. Mengkonsumsi sayur dan buah.
  3. Tidak merokok.
  4. Tidak mengkonsumsi alkohol.
  5. Memeriksa kesehatan secara rutin.
  6. Membersihkan lingkungan.
  7. Menggunakan jamban.

Untuk mewujudkan keluarga yang sehat, maka diperlukan batin yang sehat tentunya dengan membiasakan diri dengan pola hidup sehat. (Qz)

KH. Abdul Hamid Wahid

KH. Abdul Hamid Wahid; Hanya dengan Berkhidmah Kita bisa Membuat Hidup Kita Lega

nuruljadid.net – Penandatangan Nota Kesepahaman atau yang lebih dikenal dengan Memorendum of Understanding (MoU) antara Klinik Az Zaniyah dan Fatayat NU Kraksaan, Minggu, (25/03/2018) di Aula Mahrom Al Hasyimiyah tentang Peningkatan Kesehatan Masyarakat dan Kesehatan Spiritual Kerohanian dihadiri dan disaksikan oleh Kepala Pesantren Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo, KH. Abdul Hamid Wahid.

Selain itu, Kegiatan tersebut juga dikemas dengan acara Dialog Interaktif dengan tema “Merenda Cinta Kasih Membangun Rumah Tangga Bahagia, Sehat Lahir Batin”. Selain hadir sebagai saksi, Kiyai Hamid (sapaan akrab Kepala Pesantren) juga turut memberikan sambutan serta menyambut dengan positif atas terlaksanakannya kegiatan dimaksud.

“Kami sebagai pengurus pesantren menyambut dengan baik kegiatan ini dan kita berharap dapat berlanjut dalam kesempatan – kesempatan yang lain,” cakap Kiyai Hamid.

Diawal sambutan, beliau menyampaikan, memiliki kekuatan dalam membina generasi – generasi kita merupakan sebuah potensi. Apabila kita berjalan bagaimana memahami keluarga, maka energinya tidak hanya menyebar bagi dirinya saja tapi nantinya akan terpancar, meluas dan menular karena kebahagiaan, kesedihan, optimisme, pemahaman dan keilmuan itu menular.

“Kalau pengurus fatayat aktif dan konsen mengurusi masyarakat dengan semangat yang masih energik maka kita akan menyebarkan itu kepada masyarakat kita. Itu yang saya harap dari pertemuan kali ini. Kita menggagas pemahaman tentang apa arti rumah tangga bahagia sehat lahir dan batin dan apa lagi nanti bisa disebarkan dan menular dalam arti energi positif,” tambah beliau.

Sebelum beliau mengakhiri sambutan, Kyai Hamid menyampaikan, hanya dengan pengabdian (berhikmah) kepada masyarakat, bangsa, negara, agama dan kemanusiaan kita bisa membuat hidup kita lega. Walaupun kita hilang secara fisik tetapi jasa, nama dan aroma dari kita masih bisa dikenang dan pahalanya terus bisa mengalir sebagaimana yang disampaikan salah satu dari tiga yang bisa mengkekalkan hidup, mati tapi tetap menyambung amal jariyah. Jadi, aspek pemanfaatan dari ini sebagai tindak lanjut dari pemahaman kita sebagai pengurus dan kader tentu menjadi penting untuk membawa semangat dan energi ini kepada pengabdian kita didalam kehidupan kita sehari – hari.

Diakhir, dengan mengucapkan basmalah, beliau membuka kegiatan Dialog Interaktif yang dilaksankan oleh Klinik Az Zainiyah Bersama Fatayat NU Kraksaan dan berharap kegiatan ini bersamaan dengan Rahmat Allah SWT. (Qz)

Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat, Klinik Az Zainiyah Gandeng Fatayat NU Kraksaan

Tingkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan, Klinik Az Zaniyah Menambah Pelayanan Preventif

nuruljadid.net – Direktur Klinik Az Zainiyah Nurul Jadid, Ny. Hj. Khodijatul Qdoriyah turut memberikan sambutan dalam kegiatan Dialog Interaktif, Minggu, (25/03/2018) di Aula Mahrom Al Hasyimiyah. Neng I’ah (sapaan akrab Direktur Klinik Az Zaniyah Nurul Jadid) mengawali sambutannya dengan menyampaikan beberapa bentuk pelayanan dan program yang telah dilakukan oleh Klinik Az Zaniyah selama 3 bulan dimasa kepemimpinannya.

Diantara program yang telah dilakukan adalah melayani BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan bagi guru, dosen dan karyawan di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Jadid yang jumlahnya mencapai 906 orang. Selain itu, Klinik juga melayani BPJS Kesehatan bagi 11.000 siswa/i dan mahasiswa/i di PP. Nurul Jadid.

“adanya Klinik Az Zainiyah yang kurang lebih selama 2 bulan kemarin sudah memiliki kamar rawat inap khusus putera dan puteri yang diresmikan langsung oleh Pengasuh PP. Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri Zaini,” ujar Neng I’ah

“kemudian kita juga telah membuka Poligi Gigi (jam pelayanan 09.00 WIB hingga maghrib), Poli Umum (24 Jam) dan Apotik (24 Jam),” tambah beliau.

Terus meningkatkan pelayanan terhadap kesehatan masyarakat, Senin, (01/04/2018) Klinik Az Zainiyah akan membuka pelayanan Poli Spesialis Obgyn (kandungan), Poli Spesialis Anak, Konsultasi Psikolog Putera dan Puteri, Medis Komplementer yang terdiri dari: Bekam, Akupuntur, Akupresure, dan Herbal.

Adanya penambahan pelayanan tersebut didasari oleh mindset yang telah tertera dalam hadist nabi tentang mempersiapkan 5 hal sebelum 5 hal yaitu:

  1. Sehatmu sebelum sakitmu
  2. Masa mudamu sebelum tuamu
  3. Kayamu sebelum miskinmu
  4. Masa senggangmu sebelum sibukmu
  5. Hidupmu sebelum matimu

Dalam mewujudkan pelayanan dan peduli akan kesehatan masyarakat terutama masyarakat PP. Nurul Jadid yang berasaskan mindset tersebut, Klinik Az Zaniyah terus melakukan pencegahan dan menigkatkan kepeduliannya dengan mengadakan kegiatan penyuluhan kesehatan tentang penyakit tertinggi santri berikut dengan definisi sekaligus cara pencegahannya kepada Poskestren (Pos Kesehatan Pesantren) dan UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) bekerjasama dengan Lembaga – lemabaga dibawah naungan Yayasan PP. Nurul Jadid.

Selain itu, dalam merealisasikan mindset promotif dan preventif, Klinik Az Zainiyah telah mencanangkan beberapa program kesehatan tentang mindset pola hidup sehat menjelang peringatan Hari Lahir (HARLAH) PP. Nurul Jadid yang ke 69.

mindset yang kita bangun adalah promotif dan preventif bukan hanya kuratif atau rehabilitasi. Kita lebih mengedepankan pola hidup sehat. Insya Allah menjelang Harlah, kita juga akan mengadakan penyuluhan kepada walisiswa TPQ, MI dan TK tentang penyuluhan pola hidup sehat dan bersih bagi anak-anak baik makanan dan seterusnya,” ujar Direktur Klinik Az Zaniyah.

Tak hanya itu, beberapa program lainnya adalah khitan masal, baksos, pemeriksaan gratis gigi, pembagian sembako untuk kaum dhuafa. (Qz)

Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat, Klinik Az Zainiyah Gandeng Fatayat NU Kraksaan

Klinik Az Zainiyah Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat

nuruljadid.net – Klinik Az Zainiyah, Lembaga kesehatan pesantren mendapatkan amanah dari pesantren untuk memperhatikan kesehatan santri, guru dan karyawan. Dalam menjalankan tugasnya, Klinik Az Zainiyah terus melakukan perubahan dan perkembangan agar mampu menjadi sebuah layanan kesehatan yang lebih peduli terhadap lingkungan, masyarakat, pasien dan client. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya kerjasama antara Klinik Az Zainiyah dengan Fatayat NU Kraksaan.

“Latar belakang kita menggandeng Fatayat NU Kraksaan adalah untuk menggalang kemitraan dalam hal potensi kemasyarakatan,” ujar Ny. Hj. Khodijatul Qodriyah, Direktur Klinik Az Zainiyah dalam sambutannya, Minggu (25/03/2018).

Menuju ke sasaran tersebut, Direktur Klinik Az ZAiniyah menjelaskan bahwa yang akan dilakukan Klinik Az Zainiyah bersama Fatayat NU Kraksaan adalah melakukan penyuluhan kesehatan, motivasi kerohanian dan hal ke-kifayah-an.

“Kita gandeng Fatayat NU Kraksaan dalam hal program penyuluhan kesehatan. Karena setiap satu hingga dua bulan sekali Klinik Az Zainiyah rutin melakukan penyuluhan kesehatan ke Poskestren dan UKS tentang penyakit tertinggi yang dialami oleh santri. Dalam penyuluhan itu, kita biasanya menjelaskan tentang penyakit dan cara mencegahnya,” cakap Neng I’ah (sapaan akrab Direktur Klinik Az Zainiyah).

“sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan yang peduli terhadap lingkungan dan secara sosial, Klinik Az Zainiyah menggandeng Fatayat NU Kraksaan dalam hal motivasi kerohanian. Bagaimana para pasien dapat diberikan suntikan motivasi untuk semangat sembuh. Tak hanya itu, kita juga menggandeng dalam hal kifyah,” tambah Neng I’ah.

Diharapkan, lanjut Neng I’ah, kita bisa menjadi pengganti orang tua mereka di rumah dengan memberikan pelayanan yang terbaik demi kebaikan mereka.

Pimpinan Fatayat NU Kraksaan, Ny. Hj. Lathifah Wafie juga turut merespon positif atas kerjasama ini.

“Semoga dengan kegiatan ini Fatayat NU Kraksaan tetap bisa berkiprah dan bisa menjadi Khoirunnas Anfa’uhum Linnas,” ujar Pimpinan Fatayat NU Kraksaan dalam sambutannya.

Penanda tanganan nota kesepahaman atau Memorendum of Understanding (MoU) dilakukan oleh pimpinan dari kedua belah pihak dengan disaksikan oleh Kepala Pesantren Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Abdul Hamid Wahid, dr. Nina Kartika (Klinik Az Zainiyah), S. Aisyah (Fatayat NU Kraksaan) dan Luluk Mudzakiroh (Fatayat NU Kraksaan).

Selain itu, acara ini juga dikemas dengan kegiatan Dialog Interaktif yang bertemakan “Merenda Cinta Kasih Membangun Rumah Tangga Bahagia, Sehat Lahir Batin”. (Qz)

Lomba Praktek Ibadah Warnai Harlah PP Nurul Jadid

Nurul Jadid.net- Dalam menyambut Haul dan Harlah ke 69, Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, panitia mengadakan pelbagai macam perlombaan. Satu diantaranya adalah lomba praktek ibadah yang dilaksanakan di Mushalla Riyadus Shalihin, Kamis malam (22/03/2018).

Adapun praktek ibadah yang di lombakan meliputi shalat khauf, shalat istisqo, shalat Jumat, sholat tasbih, sholat ied dan sholat gerhana. Semua peserta khidmat mengikuti lomba itu. Hadir sebagai Juri Ustad Syaiful Bahri ( Wilayah J) dan Ustad Qusyairi (Wilayah J).

Lomba yang merupakan bagian dari devisi keagamaan tersebut, memiliki beberapa kriteria penilaian. Kriteria itu antara lain, praktek 50 %, materi 30% dan kesopanan 20%. Pesertanya umum dan maksimal berjumlah 8 orang.

Keluar sebagai juara I adalah Wilayah Al-Amiri (J). Zaid bin Tsabit (K) meraih juara II dan Wilayah MAK sebagai juara III. (Hasyim As’ari, SJ)

Lomba Mars dan Nasyid Acapela Meriahkan Harlah PP Nurul Jadid

Nuruljadid.net- Lomba Mars dan Nasyid Acapela meriahkan Hari lahir (Harlah) ke 69 Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Minggu (15/04/2018). Lomba itu berlangsung Kamis (22/03/2018), sekira pukul 19.30 WIB di Pendopo Raya Wilayah Az-Zainiyah.

Santri putri yang menyaksikan aksi para peserta lomba, kompak ikut bersorak. Ini tidak terlepas dari peran beberapa lembaga yang wajib mengirimkan delegasi dua kelompok. Setiap kolompok terdiri dari tujuh orang.

Sementara itu, ketentuan penilaian lomba terdri dari mars 30%, keselarasan lagu 25%, kreativitas 25% dan kekompakan 20%. Atas penilaian juri, Ustadzah Firoh dan Ustadzah Ro’fah, juara I dengan poin 197 dimenangkan oleh Filda, delegasi MANJ.

Sementara juara II dengan poin 194 diraih oleh Firda, delegasi SMANJ. Juara ke III dengan poin 192 diraih oleh Silva, delegasi MANJ. Sebelumnya telah diselenggarakan beberapa lomba seperti yel-yel, tartil, debat dan masih banyak lagi lomba lainnya yang rutin dilaksanakan setiap tahun. (Sofa, SJ)

Nuansa Berbeda di Pembukaan Bulan Lomba Haul dan Harlah ke 69

Nuansa Berbeda di Pembukaan Bulan Lomba Haul dan Harlah ke 69

nuruljadid.net – Sebagai rangkaian acara untuk memeriahkan Hari Lahir (HARLAH) Pondok Pesantren Nurul Jadid yang ke 69, Panitia Harlah PP. Nurul Jadid ke 69 mengadakan pembukaan Bulan Lomba pada hari Kamis, (22/02/2018) Di Depan Kantor Pusat Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Dengan nuansa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pembukaan bulan lomba kali ini diadakan secara serentak dengan dihadiri segenap santri putra dan putri.

Dihadiri pula oleh sekretaris pesantren bapak Faizin Syamwiel, M.Pd., ketua Badan Koordinasi Olahraga Santri (BKOS) KH. Maimun Wafi, serta segenap panitia dan pengurus wilayah.

Ketua Panitia Bulan Lomba Zainullah Aswi menyampaikan bahwa bulan lomba ini merupakan wadah penyalur bakat santri baik dalam bidang keagamaan, keilmuan dan keolahragaan.

“semoga seluruh santri dapat mengikuti perlombaan ini dengan menjunjung tinggi nilai-nilai sportifitas serta persiapan yang matang. Karna kunci terpenting adalah bukan terletak pada kemauan untuk menang. Melainkan kehendak untuk mempersiapkan kemenangan,” harapnya.

Sekretaris pesantren bapak Faizin Syamwiel, M.Pd. juga menyampaikan bahwa kegiatan bulan lomba ini merupakan suatu ajang untuk menunjang prestasi para santri baik dibidang akademik maupun non akademik. “bahkan kegiatan bulan lomba ini bisa dikatakan sebagai puncak seleksi prestasi santri. Sehingga diharapkan bisa terus meningkat pada tingkat yang lebih tinggi baik regional bahkan nasional.”

Ada tiga bidang yang dilombakan pada bulan lomba ini. Yakni bidang keilmuan, keagamaan, dan keolahragaan.

“lebih-lebih prestasi yang harus kita tingkatkan adalah prestasi dibidang keagamaan. Dapat menampakkan diri kembali ke permukaan untuk tampil dan unggul dalam prestasi keagamaan,” tambah beliau.

Haul dan harlah ke-69 ini merupakan umur yang cukup dewasa bagi pesantren. Dengan kedewasaan ini, diharapkan dapat menambah kedewasaan para pengurus, para pembina dan lebih-lebih para santri. “kedewasaan yang dibuktikan dengan kepatuhan dan ketaatan dalam mengikuti semua aturan pondok pesantren.” Tutur beliau.

Penulis : ahmad & NakBali

Editor : Muhammad Nuris

Penutupan Tashhih II PPIQ

Bersama PPIQ, Bermetode Lawas Lahirkan Santri Cerdas

nuruljadid.net – Masih dalam nuansa Penutupan Tashhih Season II PPIQ Pondok Pesantren Nurul Jadid. Tak melewatkan moment, beberapa harapan diungkapkan Ustadz Syaiful Rizal direktur pelaksana disela sambutannya.

Direktur Pelaksana PPIQ mengatakan bahwa dijaman sekarang sudah banyak metode yang dapat memudahkan para santri bahkan khalayak umum untuk menghafal Al – Qur’an. Namun, selama ini di PPIQ masih mempertahankan metode lawas. Metode inilah yang harus dipertahankan dan dikembangkan.

“meskipun metode tahfidz yang ada di PPIQ itu sederhana dan sudah lawas, tetap harus dilestarikan dan dikembangkan. Sehingga dari metode sederhana ini, akan melahirkan kembali generasi-generasi cerdas yang hafal dan faham Al-Qur’an,” Cakap Direktur Pelaksana PPIQ.

“Dari metode yang sudah ada, Kita pun harus tetap dan terus berbenah. Mengembangkan diri sehingga nantinya dapat turut serta bersaing di kancah era globalisasi yang semakin memanas. Metode yang kita milikipun nantinya dapat digunakan oleh lembaga-lemabaga lain yang ada di dalam maupun di luar pesantren,” tambah beliau.

Sambutan beliau tutup dengan satu harapan besar bahwa, “saya mencanangkan kembali adanya kegiatan wisuda sebagai ajang revitalisasi (penghidupan kembali) bagi PPIQ sendiri yang sudah lama vakum.”

Rangkaian kegiatan dimana para peserta didik diuji dihadapan ribuan santri lainnya dengan beberapa pertanyaan yang diajukan oleh penguji. Dari kegiatan ini kemudian kualitas peserta didik PPIQ akan lebih meningkat lagi.

Karena itu sudah saatnya PPIQ bangun dari tidur lelapnya. Berbenah, bangkit, dan mengembangkan diri,” Ucap beliau diakhir sambutan.

Penulis : QZ & NakBali

Editor : Muhammad Nuris

Penutupan Tashhih II PPIQ

PPIQ Adakan Penutupan Tashhih Season II

nuruljadid.net- Demi meningkatkan kualitas dan prestasi santri setelah menjalani proses pembelajaran di Pondok Pesantren, dipandang perlu mengadakan sebuah evaluasi dalam bentuk pelaksanaan ujian atau semacamnya. Baik secara tertulis maupun lisan. Hal ini semata-mata untuk mengetahui tolak ukur kemampuan santri dari ilmu yang telah dipelajari.

Proses itulah yang telah dilakukan oleh Lembaga Pusat Pendidikan Ilmu Al-Qur’an (PPIQ) Pondok Pesantren Nurul Jadid kepada segenap santri didiknya. Setelah proses ujian usai, Lembaga PPIQ mengadakan penutupan yang dikemas dalam acara ceremonial dengan menghadirkan direktur utama Bapak H. Rusdi Aziz, S.Ag, sebagai penceramah di AULA UNUJA Senin, (19/02/2018).

Acara penutupan berjalan lancar dan seksama dengan diikuti direktur pelaksana PPIQ ustadz Syaiful Rizal, dewan pengurus, dan segenap santri putra peserta didik PPIQ.

“tashhih ini selain sebagai ajang evaluasi bagi peserta didik, juga bagi pengurus dalam mengevaluasi perkembangan dan capaian proses pembelajaran yang telah dilakukan,” ujar direktur pelaksana PPIQ Bapak Syaiful Rizal dalam sambutannya.

Dorongan motivasipun tak terlewatkan dihaturkan dewan pengurus berupa apresiasi penghargaan berbentuk piagam dan piala yang diberikan kepada peserta didik berprestasi maupun teladan.

“Sehingga diharapkan dengan adanya apresiasi penghargaan ini, peserta didik termotivasi untuk terus bersaing menjadi lebih baik dari yang terbaik,” tambah beliau.

Oleh karena itu, “saya berharap kepada para peserta yang telah dinobatkan sebagai juara dan teladan pada malam hari ini, tidak cepat merasa puas dan bangga diri. Melainkan harus tetap dipertahankan atau bahkan ditingkatkan. Hingga pada akhirnya tidak hanya dapat bersaing dengan santri berprestasi yang ada di dalam, melainkan juga santri berprestasi di luar.” Semangat beliau di tengah acara.

Penulis : NakBali

Editor : Muhammad Nuris

Launching 5 Program

Al-Mawaddah Launching 5 Program Unggulan

nuruljadid.net- Pengembangan demi pengembangan terus dilakukan oleh berbagai lembaga informal yang ada di Pondok Pesantren Nurul Jadid. Sebagai lembaga pendidikan yang berperan penting dalam peningkatan kualitas putra-putri bangsa dalam menyongsong masa depan yang berilmu dan berakhlaqul karimah.

Jum’at, (16/02/2018) wilayah Putri Almawaddah Pondok Pesantren Nurul Jadid melakukan terobosan terbaru melalui 5 program unggulan yang diresmikan langsung oleh Kepala Pesantren KH. Abdul Hamid Wahid, M.Ag. di Musholla Almawaddah.

Adapun 5 program tersebut adalah :

  1. Program Tahfidz Stifin
  2. Program Tahfidz Ekselensia
  3. Program Pelatihan Terjemah Qur’an(PPTQ)
  4. Program Intensif Kajian Kitab (PIKK)
  5. Program Pengembangan Bahasa Asing (PPBA)

Selain program unggulan diatas, wilayah Al Mawaddah juga memiliki program Umum yg harus dicapai oleh masing-masing program diantaranya :

  1. Character Building
  2. Leadership dan Management
  3. Pembiasaan bahasa asing (Arab-Inggris)
  4. Spiritual Class
  5. Relationship & Public Speaking
  6. Emotional Bounding
  7. Life Skill
  8. Outbound
  9. MEA (Mawaddah’s Education Award)

Tidak berhenti disitu saja, wilayah Al Mawaddah juga memberikan standart kompetensi umum kepada setiap program untuk dicapai oleh masing-masing santri.

  1. Santri mampu mengaplikasikan TRILOGI SANTRI (Melaksanakan Kewajiban Fardhu A’in, Mawas Diri dan Meninggalkan Perbuatan Dosa Besar Serta taat Kepada Allah dan berbuat baik pada sesama)
  2. Santri memiliki kesadaran Beragama, Berilmu, Berorganisasi, Berbangsa dan Bernegara serta kesadaran Bermasyarakat (PANCA KESADARAN SANTRI).
  3. Santri mampu berkomunikasi menggunakan bahasa Arab dan Inggris dalam kehidupan sehari-hari
  4. Santri memiliki mental yang kuat dan menjadi pemimpin yang berkarakter, Visioner, berwawasan luas dan siap menjadi Khodim Al Ummah
  5. Santri memiliki rasa percaya diri dan skill yang cukup dalam berkomunikasi di depan forum dan di tengah-tengah masyarakat.

Editor : Muhammad Nuris