Pos

Pelantikan ILO; Dengan Proses Organisasi Akan Melahirkan Hasil Yang Maksimal

Pelantikan ILO; Dengan Proses Organisasi Akan Melahirkan Hasil Yang Maksimal

nuruljadid.net – Ditempat yang sama, Pelantikan pengurus International Language Organization (ILO) periode tahun 2018-2019 tersebut turut hadir Kepala Sekolah SMP Nurul Jadid, Bapak Didik Priyagung Wicaksono yang mana beliau  menyampaikan sambutannya kepada para pengurus ILO yang baru dilantik dan kepada para siswa didik Language Intensif Program Of SMP Nurul Jadid (LIPS).

Pada mula sambutan, Bapak Didik (sampaan akrab Bapak Didik Priyagung Wicaksono) menuturkan yang paling penting dari suatu pendidikan ialah proses, dan seandainya suatu organisasi mengedepankan proses pasti akan membuahkan hasil yang maksimal.

“Saya yakin kalau anda semua berproses pasti akan melahirkan kesuksesan dan oleh karena itu aktivitas yang ada disini dijalani dengan penuh semangat dan itu nantinya akan kembali kepada ananda –ananda semua,” terangnya. Jum’at (04/5/2018).

kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut dihadiri oleh seluruh peserta didik Language Intensif Program (LIPS), beliau juga menjelaskan beberapa hal penting yang harus dirawat oleh para pengurus ILO, yakni; Menjaga kepentingan Sosial, Mengembangkan kearifan lokal dan Menjawab tantangan global.

Diakhir sambutan, beliau memaparkan arah haluan dan tujuan dari belajarnya bahasa terutama bahasa inggris dan bahasa arab.

“penting untuk menguasai bahasa – bahasa karena bahasa itu merupakan salah satu alat kemanapun anda melangkah bahasa diperlukan apapun yang ingin anda raih didunia ini kemampuan berbahasalah yang menjadi pintu masuk kunci keberhasilan kalian semua,” Imbuhnya. (red)

Editor : Muhammad Nuris

Hardiknas

Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan

Nuruljadid.net- Kepala Biro Pendidikan Pondok Pesantren Nurul Jadid, Dr. KH. Mohammad Mahfudz faqih, M. Si, MembacaNasional.kan Sambutan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dalam Rangka Memperingati Hari Pendidikan

Rabu, 2/5/2018, Kepala Biro Pendidikan Pondok Pesantren Nurul Jadid, Membacakan Sambutan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dalam Rangka Memperingati Hari Pendidikan Nasional.

Berkenaan dengan Hari Pendidikan Nasional 2018, Marilah kita bersyukur kepada Allah yang Maha Kuasa, sebagaimana kita telah ketahui tanggal 2 mei telah ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional, tanggal tersebut merupakan tangal kelahiran Raden Mas Suardi Surya Ningrat, Seorang Toko Pendidikan yang lebih dikenal dengan Kiai Hajar Dewan Tara, dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional 2018, kita mengambil Tema “Menguatkan Pendidikan Memajukan Kebudayaan”.ungkap Kepala Biro Pendidikan

Marilah kita jadikan momentum merenungkan hubungan erat antara Pendidikan dan Kebudayahan sebagaimana tercermin dalam ajaran dan prekter Pindidikan yang dilakukan oleh Ki Hajar Dewan Tara, Peringatan Hari Pendidikan Hari ini kita jadikan momentum untuk melakukan Muhasabah atau Refelksi tentang kebesaran-kebesaran yang telah kita luangkan dibidang Pendidikan dalam waktu yang bersamaan kita menerawan kedepan untuk membuat proyeksi tentang Pendidikan Nasional yang kita cita-citakan.

Kita Perlu Merenungkan Sejenak Untuk melihat kebelakang apa yang kita kerjakan dibidang Pendidikan sebagai tugas melangkah kedepan, guna mencapai cita-cita Pendidikan Nasional.

Harapan Kepala Biro Pendidikan Pondok Pesantren Nurul Jadid dalam kegiatan memperingati Hari Pendidikan Nasional sebagai penutup upacara bendera memperingati hari pendidikan nasional.

“Kebudayaan yang maju akan menumbuhkan Pendidkan yang kuat begitu juga Pendidikan subur dan rindang Akar Kebudayaan akan menghumjam kian Dalam di Tanah Tumpah darah Indonesia,pada hari pendidikan Nasional ini marilah kita satukan tekat Pendidikan dan Memajukan Kebudayaan dengan disertai dengan niat yang ikhlas serta usaha keras yang tidak kenal lelah mengabdi di dunia Pendidikan”. Tambah Kepala Biro Pendidikan. (N9/red)

Ma’ahad Aly Nurul Jadid Adakan Temu Alumni dan Musyawarah Wali Santri

NurulJadid.netKH. Romzi Al-Amiry Mannan, pemangku wilayah (J) Pondok Pesantren Nurul Jadid, Probolinggo berpesan, apabila rizkinya diluaskan dan umurnya dipanjangkan oleh Allah, maka sering-seringlah mengadakan silaturahim.

Pesan tersebut disampaikan beliau pada saat acara Temu Alumni dan Musyawarah Wali Santri (TAMARA) Ma’had Aly Nurul Jadid, Sabtu (14/04/2018), acara ini digelar menjelang Hari Lahir Nurul Jadid dan Haul Pendiri (HARLAH) Ke-69.

Acara yang diselenggarakan oleh pengurus wilayah Al-Amiry (J) dan Al-Lathifiyah (J).  dan dihadir oleh  KH. Najiburrahman Wahid, beserta segenap wali santri dan alumni santri wilayah (J).

Menurut Bapak Faruq alumni Al-Amiri memaparkan tentang tujuan diadakannya acara temu alumni dan musyawarah wali santri ini, yang pertama meningkatkan jalinan silaturahmi dengan pesantren, wali santri serta alumni wilayah. Kedua, silatul ma’lumat (tukar menukar informasi).

Ketiga silatul aro atau silatur afka (tukar menukar ide atau masukan) untuk lembaga Ma’had Aly. Dan yang ke empat silatul ‘amal, dimana kemudian pihak wali santri dan santri ada keterikatan dengan lembaga pendidikan.

Seusai sambutannya, acara dilanjutkan dengan pembacaan progress report (laporan perkembangan), tanya jawab dan mengulas materi kelembagaan Ma’had Aly Nurul Jadid, serta hal-hal yang terkait dengan wilayah (J). Acara berakhir pukul 12.15 WIB dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh pemangku wilayah Al amiri (J).

Penulis :Ulfa Nurul Jannah/Sj

Editor : Muhammad Nuris

Sambut Harlah, HUMPRO bekali Panji Pelopor tentang Keprotokoleran

Nuruljadid.net– Menyambut Haul dan Harlah Pondok Pesantren Nurul Jadid ke-69,  Bagian Humasy dan Protokoler Pesantren (HUMPRO) adakan pelatihan keprotokoleran kepada panji pelopor wilayah Az-zainiyah, di Aula mahrom Al-Hasyimiyah, Kamis (12/4/2018).

Dalam acara pelantikan di hadiri oleh Kepala Bagian Humasy dan Protokuler serta Sekertaris Pesantren juga seluruh peserta Panji pelopor  Putri.

Faizin Syamwiel sekretaris  pesantren menyampaikan bahwa acara ini adalah upaya pesantren untuk melakukan kaderisasi terhadap generasi baru dengan memperkuat skill dan keilmuan keprotokoleran, sehingga dapat menjalankan tugasnya dengan maksimal dibagian protokuler pesantren sebagai kode etika santri dalam hal pelayanan, seperti halnya menyambut tamu, resepsionis, bagian forn Offical sehingga dapat menjadi peranan yang sangat penting setiap kegiatan kesantrian maupun even-even besar pesatren.

“Adanya pelatihan ini, adalah estafet pengkaderan yang harus terus berjalan guna menambah pengalaman dan penularan ilmu keprotokoleran” ujar Faizin sambil membuka acara pelatihan.

Hal senada juga disampaikan Ponirin Mika “pelatihan ini untuk membekali panji pelopor terkait bagaimana berbicara, dan menyambut tamu dengan baik di hadapan orang” katanya.

Putro Yanto sebagai pemateri pelatihan. Meliputi, pelatihan master of ceremony (MC), Public Relation (kehumasan), dan Resepsionis

Kepala Bagian Humas, Rofik Yusuf mengaharap penuh terhadap adanya pelatiahan ini “setelah adanya pelatihan ini diharapkan panji pelopor bisa menjadi resepsionis serta MC yang baik dalam event-event pesantren.” (Alfan Rosyidi)

Begini Cara PP. Nurul Jadid Monitoring Kinerja Pengurus

Nurul Jadid.net – Ratusan santri putri wilayah Zaid bin Tsabit Pondok Pesantren Nurul Jadid, berkumpul di Musholla Al-Wafiyah, Jumat malam (7/4/2018).Mereka menggelar rapat monitoring dan evaluasi kinerja pengurus selama satu semester ini. Pesertanya 242 santri, 48 pengurus, dan 4 pengurus senior hadir pada acara tersebut. Selain monitoring, juga ada sosialisasi produk undang-undang kepesantrenan yang terbaru.

“Sosialisasi ini sebagai bentuk evaluasi kita semua, baik dari santri maupun dari pengurus”. Ujar Ustadzah Faridah, salah satu pengurus seniour wilayah Zaid bin Tsabit.

“Menciptakan hubungan yang lebih erat antara pengurus dan santri. Jugal untuk mempertegas kembali peraturan dan sangsi bagi yang melanggar. Dan yang terpenting memunculkan ghiroh (semangat, red) bagi kita semua”, imbuhnya.

Acara yang diadakan secara periodik ini tampak berbeda dari biasanya. Seperti halnya pengurus KPO (Kebersihan Perlengkapan Olahraga) dan Ubudiyah. Mereka menampilkan beberapa tayangan slide tentang foto yang diambil sewaktu santri menjalani kegiatan didua divisi tersebut.

Seperti menata shaf yang baik dan yang kurang tepat. Menaruh barang pada tempatnya. Dan mendatangi musholla berjama’ah tepat waktu.

Acara yang berlangsung dari pukul 20.00 WIB sampai pukul 23.00 WIB tersebut berakhir dengan pembacaan doa dan sesi foto bersama pengurus atas prestasi Juara Kebersihan Wilayah Haul dan Harlah ke 69 Nurul Jadid.

Penulis :Aisyatul Azizah,SJ

Editor : Muhammad Nuris

Perahu Dipoles agar Hari Nelayan Sukses

Nurul Jadid.net- Tepat hari Jum’at (06/04), rakyat Indonesia merayakan hari nelayan nasional. Indonesia merupakan negara kepulauan yang besar. Kondisi tersebut menjadikan wilayah Indonesia didominasi oleh wilayah maritim. Secara sosial ekonomi sebanyak ± 140 juta jiwa (60%) hidup di wilayah pesisir pantai dan sebagian besar bekerja sebagai nelayan. Indonesia bahkan termasuk dalam salah satu 5 besar negara penghasil ikan teratas di dunia.

Oleh karena itu, Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (PPM) bekerjasama dengan masyarakat dusun Karanganom menyelenggarakan hari nasional tersebut. tak heran, Jika kita pergi ke pantai Grinting sejak seminggu yang lalu, maka yang akan kita temukan sederet perahu yang dulunya tampak usang menjadi anggun dan indah.

Perubahan fisik tersebut merupakan salah satu bentuk syukur masyarakat untuk memperingati hari nelayan.  Menurut pengakuan Hafidz, ketua panitia, kegiatan ini mendapat respon baik dari masyarakat. Antusias dan partisipasi masyarakat pesisir Karanganom merayakan Hari Nelayan sangat khidmat dan bahagia.

Jauh sebelum itu, para nelayan dan istrinya berbagi tugas demi suksesnya kegiatan ini. Ada yang menata tempat, menyiapkan konsumsi, membersihkan tepi pantai, dan menata perahu dengan beraneka macam hiasan.

Para nelayan yang menghiasi perahu harus menghabiskan biaya sampai jutaan rupiah untuk menyewa hiasan kapal ke daerah lain. Seperti Pak Rahmah yang harus bolak balik Probolinggo-Banyuwangi untuk sewa peralatan perlengkapan hiasan perahu. Begitu juga Purno yang berhari-hari dipantai untuk medandani perahu miliknya dengan lukisan-lukisan. “Itu semua jerih parah nelayan untuk menyukseskan kegiatan ini,” pungkas Hafidz. (Heri Yadi/SJ)

Siap Berkontribusi Setelah Menjadi Wisudawan Terbaik

Siap Berkontribusi Setelah Menjadi Wisudawan Terbaik

nuruljadid.net- Dalam rangkaian acara Pelantikan dan wisuda muta’allim Musala Raudlatul Qur’an Jum’at (06/4/2018). Penobatan wisudawan terbaik menjadi satu rangkaian yang cukup membuat suasana mushala dipenuhi rasa penasaran dari para Muta’allim pada malam itu.

Rasa penasaran para Muta’allim tersebut menjadi pupus ketika satu nama Maulana Syariful Umri dilontarkan oleh pembaca Surat Keputusan (SK)  oleh pembawa acara kegiatan.

Dia Maulana Syariful Umri biasa di sapa Syarif dinobatkan sebagai Wisudawan terbaik dari 11 Peserta yang dikukuhkan sebagai wisudawan muta’allim Qur’an. Senyum manis penuh dengan bahagia atas kerja kerasnya dalam belajar akhirnya menuai hasil yang memuaskan dan Wajah Ceria terpancar jelas menggambarkan rasa bahagianya malam itu.

Rasa terima kasih dia ucapkan kepada seluruh pembina yang selama ini telah membimbingnya belajar Al-Qur’an di Musala Raudlatul Qur’an hingga seperti saat ini. Dari tidak tau menjadi tau.

“Kepada Semua Wisudawan jangan lupa untuk berkontribusi kembali kepada Pondok Pesantren agar dapat membatu para pengurus dalam membina para santri, dan dapat menerapkan ilmu yang telah kita dapatkan selama menjadi Muta’allim.” Ungkapnya pada wartawan nuruljadid.net.

Harapan saya semoga Musala Raudlatul Qur’an bisa terus istiqomah melahirkan santri-santri pecinta Al-Qur’an dan menjadi labih baik lagi kedepannya,” tambahnya wisudawan terbaik.

selesai sambutannya diakhir dengan sesi foto bersama dengan para pembina dan seluruh peserta wisudawan lainnya.(red)

Komunitas Vespa Literasi Warnai Hari Nelayan dengan Wahana Edukasi

NurulJadid.net- Komunitas vespa literasi yang digagas oleh mahasiswa Universitas Nurul Jadid (UNUJA) yang mana juga ikut andil memeriahkan acara memperingati hari nelayan dan sedekah laut yang selengarakan oleh Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (PPM) Nurul Jadid bekerja bersama dengan masyarakat Dusun Karanganom.

Para mahasiswa yang sadar akan pentingnya pendidikan dengan nilai literasi tersebut, menyediakan lapak baca buku gratis. Hal ini mereka lakukan  bertujuan untuk meningkatkan minat membaca dikalangan masyarakat dan pemuda, khususnya anak-anak  pengunjung acara hari nelayan.

Selain menyediakan lapak baca buku gratis, Komunitas vespa literasi juga membuka wahana edukasi menggambar bagi anak-anak usia dini.

Hafid, ketua panitia kegiatan acara hari nelayan dan sedekah laut berterima kasih kepada komunitas vespa yang sudah berpastisipasi  memeriahkan acara hari nelayan.

“Saya berterima kasih banyak kepada komunitas tersebut. Hal ini, memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk belajar dan menyadari bahwa membaca buku adalah hal yang sangat penting”. Ungkapnya saat ditemui oleh Wartawan SJ.

Disamping itu, pengunjung juga sangat antusias dengan adanya lapak baca buku gratis tersebut. Banyak masyarakat, pemuda dan anak anak membaca dan belajar menggambar di lapak komunitas vespa.

ZH. Rizqiyansyah, salah satu mahasiswa UNUJA yang aktif di komunitas vespa literasi menyatakan banyak orang tua yang membawa anaknya untuk belajar mengambar dan mewarnai. (Heri Yadi/SJ)

Sumbang Menyumbang untuk Rayakan Hari Nelayan

NurulJadid.net- Jum’at (06/04/2018), masyarakat  Dusun Karanganom berkerjasama dengan Badan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (BPPM) Nurul Jadid, merayakan hari nelayan dan sedekah laut. Acara  yang bertempat di Pantai Grinting, Karanganyar, Paiton, Probolinggo tersebut, berjalan meriah dan lancar.

Peringatan hari nelayan ini merupakan kegiatan rutinitas yang digelar setiap tahun, sebagai rasa syukur atas hasil laut yang melimpah. pada tahun ini, penyelenggaraannya berbeda dari tahun sebelum-sebelumnya. Mulai dari segi konsep hingga pendanaan semua tertata dengan sangat matang mulai dari segi pra kegiatan hingga puncak kegiatan .

Acara tersebut dikemas sesuai dengan ajaran agama islam. Seperti, khotmil qu’ran, istighosah bersama dan  melakukan sedekah laut yang sangat meriah dengan dihari oleh pengasuh PP. Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri Zaini beserta kepala desa grinting, karanganyar dan seluruh para nelayan dan masyarakat sekitar desa grinting.

Dalam Perayaannya menghabiskan dana kurang lebih Rp. 20.000.000, berbanding terbalik dengan tahun sebelumnya yang mencapai hingga Rp. 70.000.000. Hal ini dikarenakan adanya sumbangsih dari Pondok Pesantren Nurul Jadid, Kepala Desa dan juragan kapal.

“Sumber dana untuk menyukseskan acara ini dari PP Nurul Jadid, Kepala Desa dan juragan kapal. Kapal besar sebesar Rp. 100.000 dan perahu cilik menyumbang Rp. 50.000, Papar ketua panitia, Hafidz. (Heri Yadi/SJ)

Meriahnya Lomba di Peringatan Hari Nelayan

NurulJadid.net – Peringatan hari nelayan yang diadakan oleh Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (PPM) Pondok Pesantren Nurul Jadid, dilaksanakan di pantai Grinting, Dusun Karanganom, Paiton, Pobolinggo. Kamis (5/4/2018).

Berbagai macam perlombaan seperti lomba pukul air, lomba lari karung, diselenggarakan untuk memperingati hari nelayan tersebut. suasana perlombaan sangat meriah dengan beragam peserta mulai dari tingkat kanak-kanak sampai ditingkat ibu-ibu juga ikut memeriahkan kegiatan lomba Diantaranya, lomba lari karung yang diikuti oleh 27 peserta khususnya untuk golongan laki-laki. Sedangkan untuk ibu-ibu ada Lomba Pukul Air yang diikuti 20 peserta.

Sorak-sorak penonton menggema mengobar semangat para peserta lomba, mereka menyemangati para kontestan lomba, saat berlari dengan mata tertutup untuk memukul air yang digantung oleh panitia.

Pelaksanaan lomba tersebut yang dimulai sejak pukul  08.00 WIB dan berhenti sejenak istirahat setelah dzuhur. Setelah adzan ashar perlombaan dilanjutkan.

Menurut Hafidz, ketua panitia, perlombaan lari karung dan pukul air mendapat respon positif dari masyarakat Karanganom. “Penduduk Karanganom sangat antusias untuk memeriahkan kegiatan peringatan hari nelayan yang di adakan oleh PPM.” Ujarnya.

Lomba yang diselengarakan berjalan dengan lancar serta tidak adanya hambatan yang berarti. Walaupun diadakan di tengah terik matahari, tidak mematahkan semangat para peserta dalam mengikuti perlombaan dan tetap semangat serta antusias yang sangat tinggi untuk mengikuti perlombaan serta memeriahkan peringatan hari nelayan.

Penulis : Jamhori, SJ

Ediotor : Muhammad Nuris

KH. Najiburrahman Wahid; Muhasabah Diri, Bekal Masa Depan

KH. Najiburrahman Wahid; Muhasabah Diri, Bekal Masa Depan

nuruljadid.net – Upaya untuk menjadi santri yang berakhlakul karimah serta siap untuk menghadapi tantangan masa depan, Biro Pendidikan Pondok Pesantren Nurul Jadid menghelat Pembukaan Orientasi Siswa Kelas Akhir (OSKAR) yang bertempat di Aula MA Nurul Jadid, Kamis, (05/4/2018).

Kegiatan tersebut bertujuan sebagai bekal awal bagi peserta didik kelas akhir tingkat SLTA untuk menghadapi masa depan mereka masing-masing. Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Kepala Pesantren, KH. Najiburrrahman Wahid. M.Ag, Kepala Biro Pendidikan, KH. Mahfud Faqih beserta seluruh kepala sekolah dimasing-masing lembaga formal (SLTP dan SLTA) di PP. Nurul Jadid.

KH. Najiburrahman Wahid, dalam sambutannya menyampaikan, bermuhasabah diri untuk mencapai tujuan mondok yakni Niat Mengaji dan Membina Aklakul Karimah.

“Hendaknya santri sebelum lulus dari pesantren untuk selalu Bermuhasabah diri dengan mendekatkan diri kepada Allah dan sesama untuk mencapai tujuan pesantren, Niat mondok untuk mengaji dan Membina Akhlakuk Karimah,” dawuh beliau.

Beliau juga menyampaikan agar peserta didik kelas akhir mampu mempertimbangkan segala sesuatu yang akan dituju. Salah satunya adalah dengan mempertimbangkan aspek positif dan negatif jika melanjutkan studi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi didalam ataupun diluar pesantren.

Diakhir sambutan, beliau berharap agar semua peserta didik kelas akhir mampu menjaga nama baik pesantren, lebih-lebih mengharumkan namanya. Lanjut, Beliau membaca Basmalah sebagai bentuk simbolis dibukanya kegiatan ini.(red)

OSKAR 2018, Bekal Masa Depan Demi Pribadi yang Mapan

OSKAR 2018, Bekal Masa Depan Demi Pribadi yang Mapan

nuruljadid.net- Tetap ditempat yang sama, Kepala Biro Pendidikan, KH. Mahfudz Faqih turut memeriahkan kegiatan Pembukaan Orientasi Kelas Akhir (OSKAR) yang diikuti oleh peserta didik kelas akhir tingkat SLTA dari tiga sekolah yakni, SMK Nurul Jadid, SMA Nurul Jadid dan MA Nurul Jadid dengan sambutan.

Beliau mengawali sambutannya dengan mengucapkan selamat kepada para siswa – siswa SMK Nurul Jadid yang telah berhasil menuntuskan semua ujian dan mendoakan para siswa – siswi SMA Nurul Jadid dan MA Nurul Jadid yang nantinya akan menghadapi UNBK.

“Saya doakan semoga adik – adik siswa – siswi MA Nurul Jadid dan SMA Nurul Jadid yang insya allah hari senin akan melaksanakan ujian nasional yang merupakan perjuangan akhir mereka selama tiga tahun mudah – mudahan diberi kemudahan oleh Allah dan juga diberi kelancaran yang pada akhirnya diberi kelulusan,” harap beliau, Kamis, (05/4/2018) di Aula MA Nurul Jadid.

“diadakannya oskar ini diantaranya adalah meneguhkan kembali komitmen kita sebagai santri dimana selama kita mondok di Pondok Pesantren Nurul Jadid ini kita sudah diajarkan dan dibiasakan dengan perilaku – perilaku terpuji dengan kebiasan – kebiasaan yang baik selama 24 jam penuh di pondok ini. Hal-hal tersebut diharapkan bisa mendidik dan menjadikan kalian menjadi pribadi yang baik,” dawuh Kepala Biro Pendidikan

Selain itu, beliau juga menjelaskan tentang jati diri seorang santri, “identitas seorang santri itu bukan hanya dipesantren, tapi tetap melekat sampai akhir hayatpun tetap santri. Oleh karena itu nilai – nilai dasar yang ditanamkan oleh pesantren melalui trilogi santri dan panca kesadaran santri itu agar dipegang teguh karena itu karakter dasar seorang santri khususnya santri PP. Nurul Jadid,” imbuh beliau.

Akhir sambutan, Kepala Biro Pendidikan menyampaikan harapannya didepan 1.200 peserta OSKAR.

“harapan kita mudah – mudahan acara ini mendapat ridho Allah SWT, sehingga apa yang kita terima dari kegiatan ini nantinya akan menjadi tambahan ilmu yang barokah bagi kita,” terang beliau.(red)

OSKAR Meneguhkan Komitmen Santri

Nuruljadid.net – Sekitar 3200 Santri memenuhi aula Pondok Pesantren Nurul Jadid malam ini (5/4/2018). Mereka meneguhkan diri sebagai santri  Dimanapun dan kapan pun, jiwa santri harus melekat, pada kegiatan kali ini dihadiri langsung oleh kepala Biro Pendidikan KH. Mahfudz Faqih, beserta Wakil Kepala Pesantren KH. Najiburrahman.

“Santri itu tidak hanya di pesantren, akan tetapi harus dipegang teguh sampai kapanpun”, dawuh Kepala Biro Pendidikan PP. Nurul Jadid Paiton Probolinggo, Dr. KH. Mahfudz Faqih pada acara pembukaan Orientasi Santri Kelas Akhir (OSKAR) tahun 2018.

Semua santri kelas akhir seluruh lembaga pendidikan tingkat SLTP dan SLTA Nurul Jadid mengikuti kegiatan rutin setiap tahun tersebut. Hadir dalam acara itu sekretaris pesantren, seluruh Kepala Sekolah dan Madrasah serta para pengurus pesantren Nurul Jadid.

Tujuan OSKAR ialah untuk meneguhkan kembali komitmen sebagai santri. “Selama beberapa tahun ini kita dibiasakan berprilaku baik, diharapkan agar prilaku baik ini menjadikan kita sebagai manusia yang berkepribadian baik.” tutur Kyai Mahfudz.

Kyai Mahfudz juga memberikan ucapan selamat kepada seluruh peserta OSKAR dan berharap agar seluruh siswa kelas akhir diberi kelancaran dan kelulusan dalam Ujian Akhir.

Para santri berikrar kembali menirukan pembacaan ikrar Sekretaris Pesantren oleh Ustadz Faizin Syamweil. Hal itu sebagai bentuk komitmen menjaga nilai kesantrian saat sudah di luar nanti.

Penulis :Bachtiar Rizqy HM, SJ

Editor : Muhammad Nuris

Berkah di Balik Sedekah Laut

Nuruljadid.net – Siang tadi, Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (PPM) Pondok Pesantren Nurul Jadid bekerja sama dengan Pemerintah Desa Karanganyar mengadakan acara Hari Nelayan Nasional dan Sedekah Laut. Acara tersebut banyak membawa berkah, khususnya bagi warga Dusun Karangganom, Karangayar, Paiton, Probolinggo. Kamis (05/04/2018).

Acara berlangsung cukup meriah dengan berbagai perlombaan serta kegiatan bekerja sama dengan masyarakat Grinting. Selain warga desa setempat, banyak warga desa sekitar berdatangan menyaksikan acara tersebut, sehingga menjadi hiburan yang sangat menarik.

Acara sedekah laut inipun banyak membawa berkah bagi masyarakat, khususnya masyarakat Gerinting yang berprofesi sebagai pedagang.

Seperti yang dirasakan Ibu Sumi, pedagang kaki lima asal Dusun Karanganom yang kesehariannya bekerja sebagai pedangan. Biasanya beliau hanya mendapatkan keuntungan Rp 40.000 perhari, dengan adanya acara tersebut pendapatan beliau meningkat menjadi Rp 100.000 perhari.

Harapan warga acara ini bisa dilaksanakan rutin setiap tahun. “Acara sedekah laut ini diharapkan bisa di laksanakan secara rutin setiap tahun supaya lebih mempererat persaudaraan dan kerjasama antar masyarakat”. Tutur Buk Sumi sambil tersenyum bahagia. (Rofiq Jr_SJ)

Mahasiswa IQT Adakan Kegiatan Progres Berwajah Baru

Nurul Jadid.net- Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himmaprodi) Ilmu Qur’an Tafsir (IQT) Universitas Nurul Jadid menggelar kegiatan khotmil Qur’an, yang bertempat di mushalla Unuja. Kamis (05/04/2018).

Acara tersebut yang dihadiri oleh Ketua Program Studi (Kaprodi) Ahmad Fawaid serta seluruh mahasiswa-Mahasiswi IQT. Acara yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB hingga menjelang sholat dzuhur.

Hal tersebut sebenarnya untuk menyeimbangkan diskusi ilmiah mahasiwa dengan keagamaan di lingkungan kampus. Dalam sambutannya, Ahmad Fawaid menyatakan Mahasiswa sudah terbiasa dengan jagongan, diskusi dan penelitian ilmiah.  “Lah, dalam acara ini ada penyeimbangan, yakni diskusi ilmiah dan nilai-nilai rohani, inilah yang menarik dalam kegiatan ini”. Ungkapnya ketua studi.

Selain itu, tujuannya sebagai penutup kegiatan selama satu bulan yang hanya diisi dengan diskusi. “akal ditutup dengan hati. Karena kalau orang hanya baca filsafat saja tanpa diimbangi dengan  ilmu-ilmu yang mendinginkan hati maka tidak akan menemukan ketentraman” tambah Ach. Fawaid dalam sambutannya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ghufron, ketua Himmaprodi IQT bahwa kegiatan khotmil Qur`an yang di selenggarakan diruang publik ini, disamping untuk mengisi kegiatan rutin yang biasanya diisi oleh Habib Ali juga untuk bentuk syukur.

“Biasanya untuk hari ini kegiatannya diisi oleh Habib Ali, namun berhubung beliau ada kepentingan yang tidak bisa di wakili mahasiswa, maka kami menggantinya dengan kegiatan khotmil Qur`an.” Kata Ghufron saat ditemui Reporter SJ, usai kegiatan tersebut.

Untuk itu, Himmaprodi IQT diberi tugas oleh pihak kampus untuk mengadakan lomba tingkat fakultas, yakni lomba Al Qur`an semisal membaca, menafsirkan dengan bahasa madura, menghafal, dan MSQ.

“itu semua sebagai bahan untuk mengupgred kapasitas mahasiswa dalam bidang Al-Qur`an, pihak kampus memberikan mandat terhadap Himmaprodi IQT untuk mengadakan Lomba yang berkenaan dengan AL-Qur`an ” ujar Ach. Fawaid.

Penulis : Abdul Hanan/SJ

Editor : Muhammad Nuris