Pos

Kalahkan DWK Kraksaan 4-0, PSSNJ Melaju ke Perempat Final LSN 2018 Region Jatim III

Nuruljadid.net – Persatuan Sepak Bola Santri Nurul Jadid (PSSNJ) memastikan diri lolos ke perempat final LSN Region Jatim III. Kepastian ini didapat usai PSSNJ menaklukkan lawannya yakni Darul Lughah Wal Karomah Kraksaan (DWK) dengan skor telak 4-0 di Lapangan Leces, Kabupaten Probolinggo, Selasa, (04/09/2018). Masing-masing gol dicetak oleh M. Abdul Holis, Zen Purwanto, Sony Adi Putra dan M. Fikri Haikalussowen.

Di babak pertama, PSSNJ mendominasi jalannya pertandingan. Penguasaan bola dan permainan bola pendek antar pemaian mereka lakukan dengan sempurna. Hal itu membuat pertahanan dari DWK (tim sepak bola PP. Darul Lughah Wal Karomah Kraksaan) sempat kocar kacir.

Hal itu dibuktikan dengan beberapa peluang yang mereka (PSSNJ, Red) dapatkan. Pertandingan baru berjalan 5 menit, M. Abdul Holis (10) mencoba bermaksud melesatkan si kulit bundar masih melambung tinggi diatas mistar gawang lawan. Holis (sapaan akrab M. Abdul Holis) terus menggempur pertahanan lawan, percobaan kedua dia lakukan pada menit ke-8, namun na’as, bola yang ia lesatkan masih dapat ditangkap dengan sempurna oleh penjaga gawang DWK.

Tak hanya holis, beberapa pemain PSSNJ lainnya pun mencoba menggempur gawang DWK, namun tendangan yang dilakukan masih melenceng dari sasaran. Al hasil, pada menit ke-28, permaianan satu dua yang dilakukan oleh Holis dan Zen Purwanto membuahkan hasil. Holis berhasil melesatkan di kulit bundar ke sisi kanan gawang DWK.

30 menit pertandingan di babak pertama hingga pluit Panjang dibunyikan, skor bertahan 1-0 untuk kemenangan PSSNJ

Di babak kedua, kondisi tak banyak berubah. PSSNJ masih mendominasi jalannya pertandingan. Dengan memanfaatkan kondisi tersebut, semangat pemain PSSNJ semakin meningkat. Seakan-akan tak puas dengan hanya satu gol, mereka terus menggempur pertahanan DWK dari sisi kiri dan kanan lapangan. Baru menit pertama di babak kedua berjalan, Holis, penyerang PSSNJ kembali melesatkan tendangan ke sisi kanan gawang, namun, tendangannya masih melenceng dari sasaran.

Pada menit ke-36 kerjasama antara Holis (10) dan Zen Purwanto (19) membuahkan hasil. Kali ini giliran Zen (sapaan akrab Zen Purwanto) yang menjaringkan si kulit bundar ke gawang DWK. Tak puas dengan hanya 2 gol, sang kapten PSSNJ, Mahfudz Hidayat (7) selalu memberikan instruksi dan suntikan semangat kepada rekan setimnya untuk menambah gol. Skor sementara 2-0 untuk kemenangan PSSNJ.

Kobaran semangat dari Sang Kapten menjelma dan merasuk kedalam pemain lainnya, hal itu dibuktikan dengan serangan yang dirancang semakin ganas bagaikan “Singa yang Kelaparan”. 4 menit berselang dari gol kedua, gol ketiga pun tercipta. Kali ini berasal dari kaki sang penjaga gawang PSSNJ, Sony Adi Putra. Tendangan pinaltinya berhasil melesat mulus mengecoh penjaga gawang dari DWK. Hukuman pinalti tersebut berawal dari di tackle-nya Zen (19) di kotak pinalti. Skor pun berubah menjadi 3-0.

Masih belum puas dengan hanya tiga gol, pelatih PSSNJ, Prasetyo menarik keluar Alief Furqon Angga Baskara (16) digantikan dengan M. Nopiansyah (23) untuk menggempur pertahanan lawan dari sisi kanan.  Keputusan pelatih memberikan perubahan jalannya pertandingan, gempuran pemain PSSNJ lebih dominan dilakukan oleh Nopi dari sisi kanan lapangan. Beberapa peluangpun tercipta.

Jelang berkahirnya babak kedua tepatnya pada menit ke-59, M, FIkri Haikallussowen (8) berhasil mencetak gol ke empat untuk PSSNJ dengan bemain satu dua Bersama A. Faqih Zainuri (4). Skor 4-0 bertahan hingga babak kedua berakhir. Kemenangan tersebut memastikan PSSNJ lolos ke babak perempat final.

Setelah pertandingan usai, Pelatih PSSNJ kembali memberikan arahan-arahan dan evaluasi dari pertandingan. Pras (sapaan akrab pelatih PSSNJ) menyampaikan bahwa permainan sepak bola adalah permainan tim, bukan permainan individu.

“bermain itu jangan egois, kalian harus melihat pergerakan teman kalian dikanan dan kiri kalian ketika membawa bola” cakapnya.

Pelatih PSSNJ juga berharap dipertandingan berikutnya diharapkan agar lebih baik lagi, sehingga tidak hanya memenangkan pertandingan tetapi juga menampilkan permainan yg ciamik. (Qz)

Madin An-Nafi’iyah Gelar Muhadarah Ammah

Nuruljadid.net – Madrasah Diniyah (Madin) An-Nafi’iyah wilayah Az-Zainiyyah Dalem Barat (Dalbar) gelar Muhadarah Ammah dengan tema “Keaswajaan, Kesantrian, dan Keindonesian” yang bertempat di Auditorium Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, Senin (27/08/18).

Kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan kepada siswi Madrasah Diniyah An-Nafi’iyah tentang keaswajaan, kesantrian, dan keindonesiaan. “Wawasan kita harus luas sebagai orang Indonesia, Islam, dan khususnya sebagai santri demi menyongsong masa depan,” kata Siti Ruqoyyah selaku ketua panitia dalam sambutannya.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan motivasi siswi untuk meningkatkan semangat dalam belajar mengikuti proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) serta kegiatan di pesantren wilayah Az Zainiyah.

Ny. Hj. Hanunah Nafi’ah, selaku Wakil Pesantren 2 mengapresiasi kegiatan dimaksud. “Saya mengapresiasi atas berlangsungnya kegiatan ini. Karena, dengan mendatangkan orang-orang hebat adalah salah satu bentuk motivasi, kepada adik-adik Madin. Bahkan setelah selesai proses belajarnya tetap semangat mencari ilmu, mengembangkan wawasan dan pengalamannya dalam kehidupan masa datang,” Dawuh beliau.

Dengan begitu, beliau juga berharap kepada siswi Madin agar menyimak materi dengan seksama ketika narasumber menyampaikan. “Rugi kalau kita tidak bisa menyimaknya. Jadi, ketika pulang dari ruangan ini kita mendapat ilmu yang bermanfaat,” tambahnya.

Hadir dalam acara tersebut, Dr. Hj. Umi Chaidaroh, SH, M.Hi sebagai narasumber serta seluruh Ustadzah dan siswi Madrasah Diniyah An-Nafi’iyah wilayah Az-Zainiyyah Dalbar.

Penulis :  Jawahir

Editor : Muhammad Nuris

20180827_artikel-islam-nusantara

Islam Nusantara Sebagai Payung Bangsa

Agama Islam hadir ditengah-tengah masyarakat sebagai agama untuk memberi kedamaian, kesejahteraan dan perlindungan hidup bagi seluruh manusia. Sebagian besar ajaran-ajarannya membahas tentang aspek-aspek yang berkaitan dengan persoalan-persoalan kehidupan baik berkait kehidupan di dunia dan juga kehiduapan akhirat. Dibawa tangan Rasululllah Islam datang untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat, bahwa segala tindak tanduk yang merugikan terhadap diri sendiri dan orang lain merupakan prilaku yang tidak terpuji. Dan islam dengan tegas tidak membenarkannya. Terlebih tindakan-tindakan yang menyimpang dari ajaran prnsip-prinsip agama dan keberagamaan. Diakui atau tidak, setelah wafatnya Rasulullah ajaran islam mulai banyak ditumpangi oleh kepentingan-kepentingan politik, sehingga disana sini ada perpecahan. Politik akan lebih mementingkan aku bukan kita dan mementingkan kami bukan kita, sedangkan ajaran islam lebih banyak berbicara tentang kita dari pada semua itu. Pembahasan ajaran islam tentang kita biasanya menyangkut persoalan-persoalan sosial kemasyarakatan tidak berbicara tentang persoalan-persoalan hubungan individu dengan Tuhannya, karena persoalan individu dengan Tuhannya merupakan kewajiban personal. Mengapa islam lebih banyak menyinggung persoalan kita, karena islam bukan agama individualistik yang terpaku pada pembahasan holistik. Islam adalah agama sosial, ajaran-ajarannya adalah refresentasi dari gejala-gejala sosial.

Rasulullah sangat memahami akan hal ini, sehingga dalam perjalanan kehidupan rasul selalu mededikasikan dirinya sebagai pelayan ummat dan bangsa untuk kemaslahatan ammah dan menghindarkan diri dalam mengambil kesempatan untuk kemaslahatan diri, keluarga dan bahkan kelompoknya. Tauladan yang dilakukan Rasulullah seyogyanya menjadi cermin bagi masyarakat, terutama masyarakat muslim dalam berfikir dan beramal. Dalam pribadi Rasulullah berisi ajaran islam kaffah dan terwujud secara komprehensif. Maka dengan memahami ajaran islam secarah utuh yang dipraktikkan oleh rasulullah ini, akan membawa kepada islam yang mernafas nilai-nilai universal bukan partikular atau sektoral.

Mengapa Harus Islam Nusantara

Islam Nusantara seringkali dipahami sebagai islam yang keluar dari ajaran islam yang dibawa oleh Rasulullah. Pandangan seperti ini mengira bahwa Islam Nusantara, ajaran baru yang dibuat oleh ulama nusantara, dan dipandang telah menciderai ajaran-ajaran isalam sebagai  wahyu Tuhan. Dan bahkan ada yang mengklaim bahwa yang membuat istilah Islam Nusantara adalah orang yang akan mengkaburkan antara ajaran yang dibawa olen Nabi Muhammad dengan ajaran yang dibawa oleh ulama nusantara. Padahal Islam Nusantara itu ya Islam NU, Islam Ahlusunnah wal Jmaahan-Nahdhiyah. Isinya lama dalam botol baru. Tidak ada yang berubah basis teologinya asy’ari dan almaturidi, basis fiqhnya syafi’i, maliki, hanafi dan hambali dan basis tasawufnya junaid albagdhadi dan imam al-ghazali. Sederhananya adalah islam Nusantara adalah ajaran islam yang dibawa oleh Rasulullah yang di amalkan dalam wadah Nusantara, sebagimana sudah dijalankan oleh NU selama ini. Islam itu agama, yang memiliki nilai-nilai universal tidak terikat ruang dan waktu. Sementara manusia bersifat temporal-partikular, terikat dengan situasi dan kondisi. Dan manusia merupakan mahluk yang berbudaya. Setelah agama yang ajarannya bersifat universal masuk kedalam diri manusia maka ekspresinya beragam sesuai dengan budaya setempat. Islam yang diamalkan oleh bangsa-bangsa lain, baik bangsa yang ada di Timur Tengah dan di Barat, tentu mempunyai karakterstik yang berbeda. Perbedannya ditingkat cabang (furu’) bukan pokok (ushul). Yang pokok bersifat universal dan tidak akan berubah selama-lamanya.

Islam Nusantara bukanlah hal baru (bid’ah) Islam Nusantara adalah pandangan politik yang ber-sintesis Islam dan Kebangsaan. NKRI harga final tidak ada khilafah sebagai sistem politik kebangsaan. NKRI cerminan dari keutuhan ajaran islam yang sebenarnya dan itu harus di jaga oleh anak bangsa yang peduli terhadap keislaman dan kebangsaan. Tidak ada lagi upaya membentuk Negara Islam, walaupun itu bersifat opurtunis. Gerakan Islam Nusantara itu bukan hanya dalam pandangan agama, tetapi juga dalam persoalan sosial-ekonomi (asiyasah wal iqtishadiyah) sehingga fikroh siyasah NU dalam menjaga keutuhan NKRI dari segala ancaman-ancaman ajaran transnasinal adalah Islam Nusantara. Kita tidak menyalahkan islam arab itu keliru, itu benar karena budayanya akan tetapi menjadi kurang tepat apabila meng-arabi-sasi Islam Indonesia. Sebab, kultur Indonesia dan Arab sangat berbeda dan Islam menghargai budaya yang berbeda dimanapun.

Islam Nusantara : Milik Kita bukan Kami

Islam Nusantara adalah nama baru bukan soal isi baru, isinya sudah berpuluh-puluh tahun dipakai sejak puluhan tahun. Bahwa, kontroversi Islam Nusantara terletak pada muatan isi, berarti Islam Nusantara dipakai oleh sebagian orang yang mempunyai kepentingan pragmatis. Islam Nusantara cara menyelamatkan bangsa dari segala sektor, baik berkait sektor agama, politik, sosial dan budaya. Islam Nusantara milik kita bukan kami, kita yang dimaksud adalah masyarakat nusantara tanpa melihat ras, suku dan agama. Karena mision dari Islam Nusantara adalah meneguhkan Islam Nusantara sebagai payung bangsa. Wallahu’alam

 

Oleh : Ponirin Mika, Pengurus Sekretariat PP. Nurul Jadid dan Anggota Community Of Critical Social Research (Commics) Paiton Probolinggo

Pembekalan Calon Lulusan Bersama Menteri Ketenagakerjaan

Nuruljadid.net- Dalam rangka membekali calon lulusan menjadi manusia yang mandiri dan berdaya saing, Universitas Nurul Jadid (UNUJA) melaksanakan kuliah tamu dengan tema “Peran Perguruan Tinggi dalam Menciptakan Masyarakat Berkeadaban yang Mandiri, Kreatif dan Berdaya Saing Global”, Ahad (26/08/2018).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI Kabinet Kerja, Muhammad Hanif Dhakiri, sebagai narasumber. Hanif menyampaikan bahwa manusia yang berdaya saing bukanlah yang paling kuat atau pintar, melainkan menurutnya manusia yang paling responsif terhadap perubahan.

“Maka tantangan mahasiswa dewasa ini adalah menghadapi segala perubahan-perubahan yang sangat pesat baik dalam bidang teknologi, industri maupun politik,” jelasnya pada seluruh peserta yang hadir di Auditorium UNUJA.

Hambali menyebut acara ini merupakan pembekalan khusus pada mahasiswa serta mahasiswi yang akan segera paripurna dari bangku kuliah sesuai dengan jenjang pendidikan yang ditempuh. “Civitas akademika UNUJA sangat mendorong agar calon lulusan benar-benar siap mengahadapi tantangan global,” terangnya ketika sambutan selaku Wakil Rektor I bagian Akademik UNUJA.

Ia menambahkan bahwa kuliah tamu ini merupakan salah satu upaya kampus UNUJA dalam membangun kualitas dan kemajuan perguruan tinggi dan lulusannya. “Mari kita bekerja sama dan berjuang membangun UNUJA menjadi icon kebanggaan kita bersama. Harapannya UNUJA bisa menjadi rujukan kampus internasional,” pungakasnya menyudahi sambutan dan penyampaian Visi dan Misi UNUJA.

Penulis : Del Fitri Fauzi/sj

Editor : Muhammad Nuris

Kuliah Umum Bersama Menaker Hanif Dhakiri

Nuruljadid.net – Memasuki revolusi industri keempat (4.0), fungsi teknologi tak lagi bisa dibendung. Dunia berubah begitu cepat disebabkan oleh teknologi informasi yang berkembang secara masif. Hal demikian berdampak pada berbagai sektor.Termasuk aras sosial, politik dan ekonomi.

Hal ini dipaparkan oleh Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker) Muhammad Hanif Dhakiri saat memberikan orasi ilmiah kuliah umum dengan tema “Peran Perguruan Tinggi Dalam Menciptakan Masyarakat Berkeadaban yang Mandiri, Kreatif, dan Berdaya Saing Global” di Auditorium Universitas Nurul Jadid Paiton, Probolinggo Minggu (26/08/2018).

Hanif melanjutkan, di era Internet Of Thing (IoT), Artificial Intelegence menjadi bukti nyata bahwa peran manusia mulai tergantikan oleh teknologi.

“baru kemarin kita mengenal internet, dan sosial media. Sekarang sudah berkembang yang namanya Artificial Intelegence, ada sms pemberitahuan seperti pulsa anda sudah masuk, ini bukan orang yang melakukan akan tetapi mesin yang sudah memiliki mekanisme dan struktur tersendiri,” paparnya.

Maka dari itu, dia berpesan kepada para calon wisudawan untuk selalu responsif terhadap perubahan, “Anda menjadi orang pintar dan hebat sekarang jangan pernah berbangga diri dan sombong dengan kelebihan kemampuan yang kita miliki, karena kepintaran dan kehebatan anda bisa segera tidak relevan,“ ungkapnya.

Acara ini juga dihadiri oleh dewan Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Kh. Moh. Zuhri Zaini, jajaran Rektorat, Dekanat dan seluruh civitas akademika beserta para calon wisudawan UNUJA.

Penulis : Abd. Rofiq/sj

Editor : Muhammad Nuris

menaker

Menaker Hanif Dhakiri Resmikan Unit Produksi di SMK Nurul Jadid

NurulJadid.net – Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker) Muhammad Hanif Dhakiri, berkunjung dan sekaligus Peresmikan unit produksi di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Nurul Jadid Paiton, Probolinggo Minggu (26/08/2018).

Dalam kunjungannya ke SMK Nurul Jadid, seluruh siswa-siswi yang berbaris untuk menyambut kedatangannya Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker) sambil memegang bendera merah putih dan mengucapkan selamat datang kepada Hanif Dhakiri beserta rombongannya.

selain berkunjung Menaker RI juga menengok hasil karya industri para siswa-siswi SMK Nurul Jadid, dengan pujian dari hasil karyanya.

Abdul Manaf Firdaus selaku Kepala sekolah SMK Nurul Jadid memaparkan Unit Produksi yang diresmikan di jurusan Multimedia (MM), Rekayasa Perangkat lunak (RPL), Tata Busana, Perikanan, dan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ).

“Unit produk di Jurusan MM ada Sablon kaos dan Digital Printing. RPL seperti Robotika dan Software Programer. Tata Busana (Desainer Busana Syar’i dan Batik). Serta TKJ yang lebih ke menjual jasa seperti servis printer dan pemasangan line,” paparnya ke reporter Nurul Jadid.net

Dengan adanya kunjungan tersebut, Abdul Manaf berharap agar para siswanya memiliki kesadaran dan termotivasi akan pentingnya unit produksi di SMK Nurul Jadid, “karena produk-produknya di exhibisi atau dikunjungi langsung oleh bapak Menteri, harapannya kepada seluruh siswa-siswi SMK Nurul Jadid semoga kedepannya nanti bisa bersaing ditingkat lokal maupun nasional bahkan sampai ke kancah Internasional,” harapnya.

Penulis : Rofiq/sj

Editor : Muhammad Nuris

Mahasiswa UNUJA Ajak Masyarakat Wangkal Manfaatkan Kain Perca

Mahasiswa UNUJA Ajak Masyarakat Wangkal Manfaatkan Kain Perca

nuruljadid.net – Mahasiswa Universitas Nurul Jadid (UNUJA) Paiton, Probolinggo adakan pelatihan ekonomi kreatif dalam bentuk pemanfaatan kain perca. Hasilnya berupa bros, keset, dan hias parsel yang bernilai jual.

Kegiatan ini, bekerjasama dengan ibu-ibu dari Program Keluarga Harapan (PKH). Selain itu, siswi Madrasah Aliyah Miftahul Jannah dan Miftahul Hasan turut dilibatkan. Pelaksaan kegiatan dilakukan dari tanggal 15-17 Agustus 2018. Dengan Pelatihan ekonomi kreatif tersebut, diharapkan mampu menumbuhkan skill dan menambah perekonomian masyarakat.

Bermula saat peserta KKN UNUJA melakukan observasi ke rumah bapak Arnawi, Kepala Dusun Krajan Desa Wangkal, Probolinggo. Beliau menjelaskan, mayoritas aktifitas masyarakat Dusun Wangkal yang mayoritas ialah berdagang, menjahit dan bertani.

Kemudian peserta KKN UNUJA mulai mengunjungi salah satu rumah penduduk yakni bapak Mail. “ saya menjahit sudah dari tahun 1983 sampai sekarang”, ujar beliau pada peserta KKN UNUJA. Dari pengalaman yang cukup mumpuni, akhirnya muncul inisiatif untuk bekerjasama dalam kegiatan pelatihan menjahit serta bagi hasil dalam rencana program kerja.

Setelah bincang-bincang bersama, banyak kesulitan dalam pelaksaan berupa modal dan peralatan yang tidak tersedia. Karna hal tersebut, peserta KKN UNUJA mulai memikirkan jalan lain. “ibu, sisa potongan kain ini dikemanakan bu?”. Tanya salah satu peserta dengan menunjuk sisa potongan kain yang tidak terpakai. “ya dibuang duk, dibakar.”

Dari sinilah, peserta KKN UNUJA menemukan inisiatif baru yakni mengolah sisa kain tersebut menjadi barang bernilai jual. Akhirnya dengan dukungan masyarakat, kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik.

Penulis : Ulfa Nurul Jannah

Editor : Muhammad Nuris

K. Muhammad Alfayyadl pada saat memberi sambutan dalam acara Studium General LPBA (24/8/2018)

Muhammad Alfayyadl: Kedepan, Bahasa Asing di Pesantren Harus Menjadi Sarana Penggabdian Masyarakat dan Aktualisasi Diri

nuruljadid.net – Kegiatan studium general  Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) Pondok Pesantren Nurul Jadid, dengan tema “Bahasa dan Semangat Kepesantrenan” dan bertempat di Aula Universitas Nurul Jadid pada Jum’at (24/8),  disambut dengan girang oleh direktur LPBA, K. Muhammad Alfayyad.

Dalam acara tersebut, beliau memberikan kata sambutan, diantaranya tentang program – program LPBA  yang telah dilaksanakan dari masa awal jabatan tahun 2018.

Alhamdulillah, sejak kami (gus Fayyad sapaan akrab K. Muhammad Alfayyadl) diberi amanah untuk mengelola LPBA dari awal tahun 2018 dan efektif sejak bulan maret 2018, LPBA telah menyelenggarakan suatu pertemuan konferensi Bahasa asing yang merupakan majelis pengambilan keputusan tertinggi LPBA,”tutur beliau dengan ramah.

Dalam kesempatan itu, beliau juga menjelaskan hasil rapat konferensi LPBA yang nantinya akan direalisasikan di Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Insyaallah, dalam jangka waktu menengah dan Panjang LPBA ini tidak hanya akan mengurus kegiatan Bahasa asing asrama (LPBA) saja tapi juga mengurus seluruh kegiatan kebahasaan asing di Pondok Pesantren Nurul Jadid,”jelas beliau.

Selain itu, beliau juga menerangkan beberapa perubahan manajemen yang telah dilakukan; “yang pertama ialah diangkatnya 2 wakil direktur, yaitu wakil direktur LPBA putera dan wakil direktur LPBA puteri. Adapun yang kedua ialah membentuk tim Koordinator Program Inter-wilayah (KPI) yang bertugas mendampingi kegiatan kebahasaan asing di setiap wilayah di Pondok Pesantren Nurul Jadid,” tutur beliau.

Gus Fayyad juga mengimbuhkan bahwa target yang diharap kedepannya bagi siswa didik LPBA yaitu, yang pertama, pengembangan pada tingkat dasar, yang hal ini siswa didik harus menguasai grammer dan kaidah kebahasaan dengan baik; yang kedua, pengembangan tingkat lanjut, siswa didik mampu menjadikan bahasa asing sebagai sarana pengabdian pada masyarakat serta aktualisasi diri; yang ketiga, pembenahan kelembagaan.

Diakhir sambutannya, beliau menjelaskan perlunya menekankan perbedaan antara belajar bahasa asing di pondok pesantren khususnya Pondok Pesantren Nurul Jadid dengan belajar bahasa asing di luar pesantren.

“kalau di pesantren, bahasa Arab itu bukan hanya sekedar buat pamer, tapi digunakan untuk tafaqquh fi al-din (mendalami ilmu agama dan ilmu pengetahuan), begitu juga dengan bahasa Inggris, betapa sedikit orang yang memahami ajaran agama Islam dengan bahasa Inggris bahkan mendakwahkan agama Islam,”pungkas beliau.

Penulis : ahmad

Editor : Muhammad Nuris

Kuatkan jiwa kebahasaan dan kepesantrenan dengan studium general

Stadium General Kuatkan Jiwa Kebahasaan dan Kepesantrenan

nuruljadid.net – Lembaga Pendidikan Bahasa Asing (LPBA) mengadakan acara Stadium General dengan tema “Bahasa dan Semangat Kepesantrenan” yang dihadiri langsung oleh Direktur LPBA, K. Muhammad Alfayyad.

Acara tersebut, bertempat di Aula Universitas Nurul Jadid, turut  hadir Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Abdul Hamid Wahid, segenap pengurus, alumni dan Peserta didik LPBA putera maupun puteri.

dengan diadakannya acara Stadium General ini, seluruh santri dapat berkretivitas dan lebih-lebih dalam pengembangan dalam berbahasa asing.

KH. Abdul Hamid Wahid, mewarnai kegiatan tersebut dengan sambutan, beliau menyampaikan bahwa Pondok Pesantren Nurul Jadid mempunyai suatu kekhasan tersendiri, selain berlandaskan Panca Kesadaran Santri dan Trilogi Santri, sebagai acuan santri di Pondok Pesantren Nurul Jadid.

“Kekhasan lain yang kita harap kepada LPBA ialah kemampuan  dasar berbahasa asing, baik Bahasa inggris maupun arab,”ungkap beliau. Jum’at (24/8/2018).

Selain itu, beliau juga menyampaikan,  kedepannya PP. Nurul Jadid, tidak hanya sekedar Tarbiyah Watta’lim tapi ada  fungsi lainnya, seperti pengembangan bahasa dalam menumbuh kembangkan santri dalam kreativitas.

“Seperti ke Masyarakatan, Pengkaderan dan Dakwah,” imbuh beliau.

Ditempat yang sama, Direktur Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA), K. Muhammad Alfayyad, turut menyampaikan sambutan, menurut beliau sejak diangkat menjadi direktur LPBA pada tahun 2018 ada beberapa perubahan manajemen.

“yang pertama ialah diangkatnya 2 wakil direktur   LPBA  Putera dan Puteri sedangkan berikutnya   ialah membentuk tim bernama KPI (Koordinator Program Inter-wilayah) yang bertugas mendampingi kegiatan kebahasaan asing disetiap wilayah di PP .Nurul Jadid,”

Diakhir acara dilanjutkan dengan penobatan bintang kelas dan bintang pelajar yang kemudian ditutup dengan do’a oleh Ustadz Zainul Hasan.(ahmad)

20180823_kunjungan-kapolres-probolinggo

Kunjungan Kapolres Probolinggo Siap Bekerjasama untuk Masyarakat

nuruljadid.net – Kapolres Probolinggo berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Jadid, Kamis (23/08/2018). Kunjungan itu dilakukan dalam rangka meningkatkan kerjasama dengan pesantren. Kerjasama itu bukan kali pertama dilakukan oleh Kapolres.

Dalam kunjungannya, KH. Abd Hamid Wahid selaku Kepala Pesantren sekaligus rektor UNUJA, menyambut baik upaya yang dilakukan oleh Kapolres beserta rombongannya, “Kami merasa terhormat mendapat kunjungan dari Kapolres dan jajarannya. Semoga, ini menjadi hubungan yang terus baik,” dawuhnya saat memberikan sambutan menerima kunjungan di ruang pertemuan pesantren.

Bahwa adanya kerjasama itu untuk menciptakan ketertiban di masyarakat. Sehingga lingkungan menjadi damai dan tentram. Apa lagi, tidak akan lama lagi di Indonesia akan ada hajatan pesta demokrasi yaitu Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) pada tahun 2019.

Kiai Hamid berharap mulai saat ini Kapolres dan Pesantren bisa saling bahu membahu di dalam memberikan informasi dan pembinaan kepada masyarakat sampai mereka sadar terhadap pentingnya menjaga ketertiban pada saat menyongsong pesta demokrasi nanti.

Pembinaan itu bisa dimulai dengan cara melakukan penguatan kedisiplinan dan penanaman kesadaran kebangsaan kepada kader-kader bangsa. Seperti yang diterapkan oleh pesantren Nurul Jadid kepada santri melalui gerakan pramuka.

“Mereka digembleng dan dilatih disiplin. Jika sudah pada waktunya selanjutnya mereka akan di distribusikan kepada masyarakat,” kata Kiai Hamid menegaskan.

Sementara itu, Wakapolres, Kompol Ali Rahmat saat menyampaikan sambutan mewakili Kapolres Probolinggo mengatakan jajarannya akan terus komunikasi dengan pihak pesantren.

Pria kelahiran Blitar ini mengaku banyak hal yang harus dikomunikasikan dengan pihak pesantren untuk membentengi anak-anak muda dari serangan narkoba dan sejenisnya. Sebab barang haram ini sudah bergentayangan di mana-mana. Untuk itu keberadaannya harus diperangi sebelum merusak generasi bangsa.

“Kita saat ini bukan perang dengan penjajah tapi kita berperang dengan mental masyarakat,” pungkas Rahmat.

Kunjungan Kapolres Probolinggo di Nurul Jadid Probolinggo di akhiri dengan foto bareng dan serah terima cinderamata dari pihak pesantren dan Kapolres.

Penulis : Ahmad

Editor : Muhammad Nuris

Detik-detik peringatan HUT RI ke 73 di PP. Nurul Jadid

Detik-Detik Peringatan HUT RI ke 73 di PP. Nurul Jadid

Nuruljadid.net- Pondok Pesantren Nurul Jadid menggelar upacara peringatan detik-detik proklamasi dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-73 di halaman kampus Universitas Nurul Jadid (UNUJA) Paiton Probolinggo, Jum’at (17/8/2018).

Peserta upacara di ikuti oleh seluruh lembaga yang berada di bawah naungan Yayasan Nurul Jadid, Dalam upacara tersebut, turut hadir pula para undangan, tenaga pengajar ataupun karyawan hingga jajaran Kepala Sekolah, Dekanat, dan Rektorat UNUJA.

Pelaksanaan upacara ini di pimpin langsung oleh Suyudiyanto selaku Bati Komsos, dari anggota Koramil Paiton yang bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup).

Irup Suyudiyanto menjelaskan bahwa upacara bendera pada 17 agustus merupakan bentuk kecintaan terhadap tanah air. “Sebagai penerus bangsa, kita harus mengingat perjuangan para pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan,” katanya, saat diwawancarai oleh wartawan Sekolah Jurnalistik setelah upacara selesai.

Acara yang digawangi oleh Forum Komunikasi OSIS (FKO) di bawah pembinaan Biro Pendidikan Pondok Pesantren Nurul Jadid dan Panji Pelopor (Santri yang dipilih dan dilatih untuk menangani kegiatan-kegiatan keacaraan dan keprotokolan Pesantren) dibawah pembinaan Bagian Humas dan Protokoler Pondok Pesantren Nurul Jadid ini memuat tema “Kerja Kita Prestasi Bangsa, Karya Santri Prestasi Negeri”.

Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) yang terdiri dari 72 siswa tingkat SLTA di Nurul Jadid yang diseleksi dan dilatih oleh Anggota TNI dari Komando Rayon Militer (Koramil) Kecamatan Paiton Babun Sugianto Sersan Kepala (Serka) Bintara Pembina Desa (Babinsa) TNI AD.

Formasi Paskibra terdiri 17 Pengawal 8 Pasukan inti pembawa Bendera Merah putih di iringi 45 pasukan pengiring. Agung Gayu Mudianto siswa SMK Nurul Jadid bertindak sebagai pembaca proklamasi di iringi pelepasan kembang api secara serentak dari berbagai sudut di tempat acara.

Di lanjutkan dengan pengibaran bendera merah putih oleh Tim Paskibra perwakilan dari tiga sekolah, diantaranya Muhammad hanif Arya Jaya siswa MA Nurul Jadid ,serta didampingi  oleh muhammad ubaidillah siswa SMK Nurul Jadid serta Wildan firmansyah siswa MA Nurul Jadid.

Penutupan upacara pengibaran bendera di tutup dengan pembacaan doa oleh Mohammad Fadilul Hasan dari SMK Nurul Jadid. (Mohammad Sukron_SJ)

Sambut Hari Kemerdekaan, PP. Nurul Jadid gelar Penayangan Film Perjuangan

Nuruljadid.net- Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia yang ke-73, Pondok Pesantren (PP) Nurul Jadid  mengadakan penayangan film perjuangan berjudul SUKARNO, Rabu (16/08/2018) yang bertempat dilapangan Ayaman.   

Kepala bidang Humas dan Protokoler, PP. Nurul Jadid, Mahrus Syamwil menyampaikan, penayangan film SUKARNO tersebut, sebagai refleksi bagi para santri untuk mengingat jasa-jasa pejuang dalam merebut kemerdekaan.

“Tujuannya, agar santri mengenal dan memiliki semangat berjuang dan jiwa kepahlawanan sebagaimana semangat perjuangan yg sudah ditunjukkan oleh para pahlawan, ulama dan pejuang kemerdekaan,” tutur Kepala Bagian Humas dan Protokoler (HUMPRO) tersebut.

Tidak hanya itu, Mahrus Syamwil menambahkan, kegiatan itu dimaksudkan sebagai sarana Internalisasi salah satu poin kesadaran dalam Trilogi santri,

“Sebagai sarana internalisasi nilai-nilai kesadaran berbangsa dan bernegara (Al wa’yu al-Sya’bi wa al Hukumi) bagi santri,” Tambahnya.

Kegiatan Nobar yang dimulai dari pukul 08:00 WIB tersebut, diawali dengan menyanyikan lagu indonesia raya serentak oleh para santri dan berakhir pada pukul 10:45 WIB.

Salah satu panitia kegiatan penayangan film perjuangan, Hayim mengatakan, Kegiatan penayangan film perjuangan ini sudah menjadi tradisi di PP Nurul Jadid.

“hal ini sudah menjadi tradisi pondok pesantren Nurul jadid setiap menjelang Hari ulang tahun indonesia” ungakapnya saat ditemui SJ usai Nobar.

Dalam pelakasanaannya, Seluruh santri terlihat antusias dan merasa kagum dengan film tersebut. Ditandai dengan sorak-sorak dan juga tepuk tangan yang gemuruh diakhir cerita film tersebut.

(Mr. Han_Sj)

Penutupan OPBAR Pusat Pendidikan Ilmu Al-Qur’an 2018

Nurujadid.net- Pusat Pendidikan Ilmu Al-Qur’an (PPIQ) mengadakan acara penutupan Orientasi Peserta Baru (OPBAR) yang bertempat di Aula SMP Nurul Jadid Selasa (14/08/18).

Penutupan OPBAR tersebut di hadiri oleh seluruh peserta baru PPIQ, Asatidz dan Anggota Ittihadunnasyiin (Itnasy).

“Pertama kami ucapkan , mewakili seluruh pengurus Ahlan Wa Sahlan Bihudlurikum selamat datang di Pusat Pendidikan Ilmu Al-Qur’an. Semoga peserta yang baru bergabung adalah benar-benar orang pilihan yang memang memiliki cita-cita luhur,” Tutur Ustad Dimas Eko Cahyono, Pengurus Pusat pendidikan Ilmu Al-Qur’an.

“Tujuan diadakannya acara ini adalah tak lain supaya semua (peserta baru) yang hadir pada saat ini bisa mengenal lebih dekat dengan lembaga Pusat Pendidikan Ilmu Al-Qur’an.” Imbuh Santri Asal Bondowoso Tersebut.

Acara tersebut menghadirkan Ustadz Muhammad kholil sebagai pembicara.

“(Asrama) unggulan di PP Nurul Jadid yang saya ketahui ada 3, PPIQ, MAK dan LPBA. Ini adalah Icon-nya Nurul Jadid, Karena ketiga lembaga itulah yang selalu mengharumkan nama baik Pondok Pesantren Nurul Jadid.” Tutur Alumni PPIQ tersebut diiringi tepuk tangan hadirin.

Beliau mengingatkan bahwa tujuan mondok dari rumah adalah untuk mencari ilmu. Tak jarang pembahasan beliau menyinggung tentang kedua orang tua. Hal ini membuat sebagian peserta yang hadir pada malam itu terisak-isak meneteskan air mata.

Dalam acara tersebut juga diumumkan beberapa nama yang dinobatkan sebagai peserta terbaik OPBAR PPIQ 2018. Mereka adalah Muhammad Buqron Andre S sebagai Peserta Terbaik Putra, Aisyatul Munawwaroh sebagai Peserta Terbaik Putri dan Gunawan sebagai Peserta Teraktif.

Rayakan HUT RI Ke-73, PP Nurul Jadid Gelar Lomba Baca Puisi

Nuruljadid.net- Dengan niatan menyemarakkan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke 73 Pondok Pesantren Nurul Jadid (PPNJ) yang dibantu oleh Peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nurul Jadid (UNUJA) 2018 dengan mengadakan beberapa macam perlombaan seperti baca Puisi dan Orasi kemerdekaan pada, Senin malam (13/08/18) .

Dalam memperingati HUT RI ke 73 tahun Peserta kkn mengadakan Lomba yang diikuti oleh seluruh santri putra dari masing-masing wilayah di PPNJ. Setiap wilayah wajib dengan mendelegasikan maksimal dua santri dari setiap katagori lomba.

Kegiatan yang bertempat di halaman SMP Nurul  Jadid ini telah dihadiri oleh 28 peserta dan juga pendukung dari berbagai asrama.

“Lomba ini lebih damai daripada sebelum-sebelumnya, tak ada cacian yang menurunkan semangat peserta lain, mereka lebih fokus memberi semangat jagoannya sendiri,” ucap Hanafi selaku Koordinator lomba tersebut.

Tidak hanya itu, Pria kelahiran Kota Tape Bondowoso ini menilai semangat santri menyambut HUT RI ke-73 sangat menggelora. Hal itu terbuktikan dari gairah mereka saat sedang mengikuti lomba.

“Bahkan ada yang sampai memakai pakaian ala tentara, sakera sebagai pendekar dan bahkan sampai ada adegan mengibarkan bendera di atas panggung,” tambahnya kepada NurulJadid.net.

Hanafi juga berharap agar santri bisa berada di garda terdepan dalam membela NKRI ini. Mengingat pejuang kemerdekaan Indonesia juga melibatkan Kiai, Santri dan Pesantren. (Umarul Faruq)

Menjelang HUT RI ke 73, Paskibraka NJ dilatih Mental dan Fisik

Nuruljadid.net – Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 73 Republik Indonesia, Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, terus melakukan latihan rutin pagi dan sore di halaman kampus Universitas Nurul Jadid (UNUJA), Senin (13/08/18).

Paskibraka merupakan wujud bela negara, sehingga dapat menumbuh kembangkan semangat dan jiwa Nasionalisme santri.

Anggota Paskibraka adalah siswa siswi tingkat SLTA yang memiliki bakat dan kemauan serta lolos seleksi sebagai tim pengebar bendera.

Proses seleksi dan Latihan Paskibra dilakukan dan dibina langsung oleh Babun Sugianto Sersan Kepala (Serka) Bintara Pembina Desa (Babinsa) TNI AD yang berada di bawah naungan Komando Rayon Militer (Koramil), bagian dari Komando Distrik Militer (Kodim) dan Komando Resort Militer (Korem), yang menginduk pada Komando Daerah Militer (Kodam).

Serka Babun mengatakan, latihan ini sudah berlangsung empat hari, tapi masih banyak kekurangan khususnya yang di putra.

“Putra agak berkurang dibanding dengan yang putri. Karena sering gonta ganti orangnya. Sudah dilatih, ganti lagi orangnya. Beda dengan yang putri, latihan dua hari sudah lumayan,” kata Babun, saat ditemui di lapangan.

Selain mengajari baris berbaris, beliau juga mempersiapkan mental dan fisik mereka agar siap secara totalitas nantinya.

“Pelatihan yang mereka jalani setiap hari, sudah terlihat banyak perubahan setelah mengikuti pelatihan ini. Para Paskibra terlihat lebih disiplin lagi, ” tambah Babun.

Selain itu, Babun juga berharap dalam kegiatan peringatan kemerdekaan bukan hanya dari tingkat SLTA. Tapi dari kalangan mahasiswa (Pramuka) juga ikut mendampingi mereka latihan.

“Mereka butuh pendampingan dari seniornya maupun Pembina Pramuka NJ. Tapi begitu ada paskibraka, ada peringatan yang kita rayakan mereka tidak ada. Jadi saya berharap mereka ikut andil, duduk bersama sekaligus mendampingi adik-adiknya latihan,” harapnya.