Pos

Siswa LPBA NJ Juara 2 Debat bahasa Arab UIN Malang.

Siswa LPBA NJ Juara 2 Debat bahasa Arab UIN Malang

nuruljadid.net Para siswa LPBA Memberi Kado Manis Kepada PP. Nurul Jadid lewat prestasi juara kedua debat Bahasa Arab tingkat Nasional yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab UIN Malang.

Kegiatan tersebut berlangsung selama empat hari 15-18 –  Oktober – 2018,  dalam Hal ini, seluruh peserta berasal dari wilayah Jawa timur, baik dari pesantren maupun non pesantren.

Satu dari tim yang didelegasikan berhasil menjadi juara pada lomba yang bertajuk Gebyar Aspirasi Khazanah Araby (GAZA) ke VI, sekaligus menyisihkan tiga puluh lembaga lainnya.

Pada babak penyisihan LPBA melawan PP. Al -Islami Nganjuk dan MA Darul hikmah, kemudian di semifinal melawan Al-Amin Madura Tim (B) bertema ‘’Musibah Lombok adalah Musibah Nasional’’. Ahmad Roihan  gilman, menyampaikan, jika pemerintah Kota Lombok, tidak bisa memperbaiki keadaan di Lombok sehingga, dijadikan musibah nasional agar bisa di percepat melakukan pengungsian dan merenovasi bangunan. Perdebatan semakin memanas, seluruh penonton berhurak-hurakan,  serta bertepuk tangan. Zuhri Mawardi dari kelompok kontra membantah tidak bisa, karena badan penanggulangan  bencana menetapkan, bahwasanya yang dapat di jadikan musibah  nasional harus meliputi beberapa kriteria. Salah satunya yakni jumlah korban harus melebihi 425 ribu, sedangkan korban di Lombok hanya mencapai sekitar 352 ribu orang. Dengan argumentasi tersebut, LPBA  mampu memenangi argumen dengan nilai 274.

Di final, tim LPBA bersua tim Al-Amin (A) dengan tema ‘’politik identitas merusak persatuan bangsa’’.  Menurut zuhri mawardi, siswa kelahiran bontang utara 17 tahun yang lalu, semua ini adalah usaha dari para mujadil, pembinaan semangat para alumni PP. Nurul Jadid, dan dorongan teman-teman. Selain itu siswa yang bercita-cita  kelak pulang Ke masyarakat ini ingin menyebarkan bahasa arab, dimana bahasa tersebut di sampaikan oleh nabi, dan para sahabatnya.

Agel fahmi Attaufiqi, Pembina lomba mengatakan bahwa dalam Perlombaan GAZA Ke VI itu para peserta LPBA mengikuti  banyak perlombaan baik bidang akademis maupun non akademis. Antara lain lomba cerita bahasa arab, mengarang dengan bahasa arab, pidato bahasa arab, dan debat bahasa arab. “Tim ini kami persiapkan tiga bulan menjelang perlombaan” tambahnya.

Menurut Ketua Panitia, M. Ghulam Ridho, kegiatan rutin tahunan ini diselenggarakan dalam rangka memeriahkan  HMJ yang sudah berulangtahun yang ke-VI. Selain itu, dia berharap Semoga acara GAZA tahun depan menjadi lebih meriah dari tahun sekarang.

“Saya tidak habis fikir dengan prestasi ini, tentunya sebab do’a dan usaha sekaligus saya ucapkan terimakasih kepada ustadz pendamping dan temen-temen yang terus mendorong saya,” ujar Ahmad Fauzi Rahman pasca lomba berakhir. Begitu pula dengan Ibnu Rijal Athi’ullah yang  mengakui tak mudah untuk lolos ke final, apalagi saat melawan Al-Amin Madura yang kami anggap sebagai tim unggulan.(*)

Juara 2 Lomba Taqdimul Qishoh Tingkat Nasional, LPBA harumkan Nurul Jadid

Juara 2 Lomba Taqdimul Qishoh Tingkat Nasional, LPBA harumkan Nurul Jadid

nuruljadid.net – LPBA kembali harumkan nama Pondok Pesantren dengan meraih juara 2 dan harapan 2 lomba taqdimul qishoh (lomba bercerita menggunakan bahasa arab) di Gebyar Apresiasi Khazanah Aroby (GAZA) ke IV,  Malang (18/10/2018).

Sang juara kali ini merupakan peserta didik asrama LPBA yang bernama Haeroni sebagai penyabet juara 2 taqdimul qishoh beserta Muhammad Al farizi juara harapan 2.

Lomba yang bertempat di Universitas Negeri Malang (UIN) tersebut diikuti oleh 43 peserta  yang semuanya berasal dari beberapa Pondok Pesantren, sekolah negeri maupun lembaga kebahasaan yang ada di jawa timur.

Agel Fahmi Attaufiqi, selaku Pembina dalam lomba tersebut mengatakan bahwa dalam perlombaan GAZA ke IV itu para peserta LPBA mengikuti banyak perlombaan baik bidang akademis maupun non akademis.

“Event kali ini akan menjadi bahan evaluasi bagi kami agar kedepannya kita bisa bersaing kembali dengan performa yang lebih baik lagi,”ungkapnya. Kamis(18/10/2018).

Perlombaan yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab UIN itu, Dibuka sejak hari  Minggu(14/10/2018) s/d Kamis(18/10/2018).

Pasca lomba berakhir, Haeroni yang merupakan remaja kelahiran bondowoso merasa sangat senang karena telah berhasil menjadi juara 2 dilomba tersebut. “saya sangat berterima kasih kepada para ustaz maupun teman – teman LPBA yang telah memberikan dukungan penuh kepada saya untuk bisa tampil dan berkompetisi di lomba kali ini”ungkapnya.

Penulis : Ahmad

Editor : Alfan Rosyidi

Gebyar GAZA VI di UIN Malang, Siswa LPBA Juara 2 Bahasa Arab

Gebyar GAZA VI di UIN Malang, Siswa LPBA Juara 2 Bahasa Arab

nuruljadid.net Para siswa Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) Memberi Kado Manis Kepada Pondok Pesantren Nurul Jadid melalui prestasi juara 2 Debat Bahasa Arab tingkat Nasional yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Bahasa Arab(PPA) Universitaas Islam Negeri (UIN) Maulana Maliki Malang.

Lomba tersebut berlangsung selama empat hari mulai tanggal 14 sampai 18 –  Oktober – 2018,  dalam Hal ini, seluruh peserta berasal dari wilayah Jawa timur, baik dari pesantren, Lembaga Kebahasaan dan Sekolah Negeri.

Ghulam Ridho Ketua panitia lomba GAZA VI mengatakan bahwa maksud dari diselenggarakannya lomba tersebut tidak lain ialah untuk memeriahkan ulang tahunnya HMJ yang yang ke-VI.. Selain itu, dia turut berharap Semoga acara GAZA tahun depan, 2019 akan lebih meriah dari pada tahun ini.

Adapun perwakilan LPBA untuk mengikuti lomba debat Bahasa arab tersebut ialah Ahmad Fauzi Rahman, Ibnu Rijal Athi’ullah, Dan Zuhri mawardi. Pasca lomba berakhir salah satu peserta dari LPBA, Ibnu Rijal Athi’ullah mengatakan bahwa mengikuti lomba tersebut tidak mudah terlebih ketika melawan Al-amin dari Madura.

Begitu pula dengan Ahmad Fauzi Rahman, yang merasa sangat beruntung karena telah menjadi juara 2 dalam lomba tersebut. “Saya tidak habis fikir dengan prestasi ini, tentunya sebab do’a dan usaha sekaligus saya ucapkan terimakasih kepada ustaz pendamping dan teman-teman yang terus mendorong saya,” ungkapnya.

Juara 3 Lomba Desain Poster Tingkat JATIM 2018

Nuruljadid.net – Rusydi Hafidz Alinata, Siswa SMK Nurul Jadid Paiton Probolinggo, meraih juara 3 kategori lomba desain poster di Universitas Negeri Malang, Senin (08/10/18).

Lomba tersebut diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Teknologi Pendidikan dengan berbagai kategori diantaranya, Lomba Film Pendek, Desain Poster, dan Fotografi tingkat SMA sederajat se Jawa Timur.

Pada ajang festival kreatif ini, remaja kelahiran Sumenep ini, membuktikan bakat desainnya di tingkat Jawa Timur. Hasil karya desain yang dibuat menuai banjir pujian dari berbagai kalangan.

Abdul Manaf, selaku kepala sekolah SMK sangat mengapresiasi prestasi yang diraih oleh Rusydi.

“Dia memang punya semangat untuk mengasah bakat desain sejak kelas 1, dan baru nampak ketika awal semster 2,” Kata Manaf kepada reporter nuruljadid.net, Sabtu (13/10/18).

Manaf juga menyampaikan. Bahwa, dari sekian karya yang dia buat, dia mendapat banyak pujian dari kalangan guru dan teman-temannya di lingkungan sekolah dengan kemampuan desainnya pun Rusydi sering mendapatkan tugas untuk mendesain banner, pamflet dan banyak lainnya.

Dengan begitu, dari pihak sekolah juga sangat berharap agar bakatnya dapat menjadi contoh yang positif kepada teman sekolahnya, lebih juga dapat mendorong dan dioptimalkan lagi bukan hanya pada event-event tingkat nasional sampai kancah internasial. South East Asia Command (SEAC) yang diadakan oleh South Asean Ministers of Education Organization (SEAMEO) menjadi target Rusydi berikutnya. (Jawahir/SJ).

Program Kemitra Masyarakatan | Aneka Olahan Tape Singkong di Desa Karanganyar Kec. Paiton

Nuruljadid.net- Sebuah bentuk kontribusi dosen terhadap masyarakat yaitu, melalui kegiatan Pengabdian Kemitraan Masyarakat. Kegiatan ini merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus dipenuhi oleh dosen, selain pengajaran dan penelitian. Seperti yang dilakukan oleh dosen Fakultas Teknik Universitas Nurul Jadid melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai Ristekdikti tahun anggaran 2018.

PKM ini mengambil tema tentang diversifikasi aneka olahan tape singkong di Desa Karanganyar Kecamatan Paiton. Tujuan dari pelaksanaan kegiatn ini adalah meningkatkan nilai ekonomis bahan baku tape singkong serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok ibu-ibu PKK di Desa Karanganyar. Pemilihan bahan baku tape singkong sebagai bahan baku untuk aneka olahan tape singkong, karena bahan baku ini melimpah dan harganya sangat murah, yaitu Rp. 10.000,-/kg.

Alasan tersebutlah yang membuat inspirasi bagi dosen Fakultas Teknik Universitas Nurul Jadid yang bernama Cahyuni Novia, SE. MP (ketua tim) dibantu oleh 2 (dua) anggota, M. Syafiih, S. Kom. M. Kom. dan Syaiful, S. Kom. M. Kom. untuk melakukan aplikasi teknologi sederhana yang dapat dimanfaatkan oleh kelompok ibu-ibu PKK di Desa Karanganyar melalui aneka olahan tape singkong berupa produk dodol, kripik dan cake.

                                                                 gambar : Produk yang dihasilkan PKK Karanganyar

Kegiatan program kemitraan masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan  sebagai sumber wirausaha untuk meningkatan pendapatan ibu-ibu PKK yang ada di Desa Karanganyar, serta tape singkong tidak hanya disajikan (penjualan) dalam bentuk segar akan tetapi ada variasi menjadi bahan olahan yang dapat meningkatkan nilai ekonomis dari tape singkong.

Masih menurut Cahyuni, kegiatan pelatihan terhadap ibu PPK di Desa Karanganyar berlangsung selama 3 (tiga) hari. (Ns)

 

300 Sekolah Ikuti Program Sekolah Pencetak Wirausaha, SMK NJ Salah Satunya

300 Sekolah Ikuti Program Sekolah Pencetak Wirausaha, SMK NJ Salah Satunya

nuruljadid.net- Setelah terpilih menjadi Sekolah Pencetak Wirausaha (SPW) dari 300 sekolah Se-Indonesia, SMK Nurul Jadid (SMK NJ) Paiton Probolinggo, mendapatkan kesempatan untuk melatih peserta didiknya menjadi seorang wirausahawan yang handal dan berdaya saing.

SMK NJ Menjadi satu-satunya sekolah kejuruan di Kabupaten Probolinggo yang terpilih untuk mengikuti program tersebut. Hal ini mengharuskan adanya Integrasi tiga mata pelajaran kejuruan, yaitu: Simulasi dan Komunikasi Digital (SIMDIG), Produk Kreatif dan Kewirausahawan, dan SMK Program.

Peningkatan kompetensi tenaga pendidik juga menjadi tantangan untuk dapat menghadapi transformasi pendidikan 4.0 untuk menjalin kerjasama dengan 12 kementerian di Indonesia.Bahkan melalui SPW ini, SMK NJ dapat bersanding dan mendapatkan pendampingan langsung dari seluruh P4TK dan Southeast Asia Ministers of Education Organization (SEAMEO) seluruh Indonesia.

Pengumuman itu disampaikan saat presentasi SPW oleh Tim Wirausaha yang dikoordinir oleh para guru Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKK) ke pihak Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan dan SEAMEO Pusat, di kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur, 6-8 September 2018.

Diikuti oleh kepala SMK Nurul Jadid, Abdul Manaf Firdaus. Dihadiri langsung oleh Direktur Ditpsmk, Bahrun, dan Dirjen Dasmen, Hamid Muhammad, M.Sv., Ph.D.
Berdasarkan ketentuan dalam acara tersebut, setiap sekolah akan difasilitasi Workshop Entrepreneurship, kemampuan dalam mengembangkan potensi ekonomi wilayah dan masyarakat lokal, mengembangkan potensi lokal berbasis pinjaman modal.
Selain itu terdapat juga Teaching Factory (TEFA), konsep atau model pembelajaran berbasis industri (produk dan jasa) melalui sinergi sekolah dan industri untuk menghasilkan lulusan yang berkompeten akan kebutuhan pasar.

Penulis : Ahmad

Editor : Zainul Hasan R

Pondok Pesantren Nurul Jadid kembali mewakili Indonesia dalam lomba Olimpiade bahasa Mandarin

Mewakili Indonesia dalam lomba Olimpiade bahasa Mandarin

nuruljadid.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid memiliki kesempatan untuk mewakili Indonesia dalam ajang Olimpiade Internasional Bahasa Mandarin.

Salman Alfarisi yang masih menyandang sebagai santri aktif dari Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo mewakili indonesia dalam ajang Oliempiade dan Charis Theodore dari SMA Xinzhong mewakili Indonesia dalam ajang Olimpiade Bahasa Mandarin di Tiongkok, yang berlangsung sejak tanggal 06-23 oktober.

Seperti yang dikatakan Muhammad Khodir, Guru Bahasa Mandarin SMA PP. Nurul Jadid bahwa Pondok Pesantren Nurul Jadid telah beberapa kali dalam mengikuti ajang olimpiade bahasa Mandarin di China yakni pada tahun 2008 dan 2016 silam, “ini bukan yang pertama kalinya santri Nurul Jadid mewakili Indonesia di Olimpiade Internasional bahasa mandarin” Tuturnya.

Santri Nurul Jadid sudah banyak dikenal dikancah Internasional dengan berbagai event lomba yang sudah diikuti dan benyak meraih prestasi, dengan  berbekat semangat dan rajin dalam belajar akhirnya bisa ikut serta lomba Olimpiade Internasional Bahasa Mandari dikancah Internasisonal mewakili Indoneisa.

Ajang internasional tersebut berlangsung di Ibu Kota Provinsi Yunnan dan diikuti dari berbagai Negara. “Hampir  semua peserta olimpiade itu dari kalangan Huaqiao (Keturunan Tionghoa) diseluruh dunia. Hanya dari Nurul Jadid yang bukan,” lanjut Khodir.

Olimpiade Internasional Bahasa  Mandarin ini digelar setiap tahun di berbagai wilayah yang berbeda di Tiongkok.

 

Penulis : Abd. Hannan/SJ

Editor  : Badrus Sholeh

Kepala SMK Nurul Jadid, Abdul Manaf dengan Wakerhumas, Agus Fanani saat menghadiri acara PJB Class di kantor dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur

Pilot Project Program PJB PLTU Class SMK Nurul Jadid

nuruljadid.net – SMK Nurul Jadid Paiton Probolinggo  terus melakukan upaya – upaya terobosan dalam meningkatkan pelayanan dan program pendidikannya. Salah satu upaya tersebut adalah dengan menjalin kerjasama dengan PJB PLTU Paiton untuk membuka PJB Class di SMK Nurul Jadid.

Dalam pertemuan antar SMK penerima program PJB Class se-Jawa Timur, yang diadakan di kantor Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur (8/10), SMK Nurul Jadid ditunjuk sebagai Pilot Project program PJB Class dari 15 SMK se-Jawa Timur.

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur, Dr. Saiful Rachman, MM., M.Pd, Manajer PJB Class, Hendra, Kepala Kampus Akademi PJB Paiton, bapak Sunarto beserta 10 Purna PJB yang menjadi pembimbing PJB Class dan 15 Kepala Sekolah SMK se-Jawa Timur.

Menurut Abdul Manaf, Kepala SMK Nurul Jadid, program PJB Class merupakan kerjasama yang telah terjalin sejak awal tahun ajaran 2018. Program ini sudah dijalankan pada tahun ajaran baru 2018-2019 ini. Konsentrasi pilihan dalam program keahlian Teknik Pembangkit Tenaga Listrik (TPTL).

“Adapun tujuan dari program kerjasama ini adalah untuk membekali peserta didik memiliki kompetensi yang dibutuhkan oleh Dunia Usaha dan industri (DUDI). khususnya dibidang pembangkit tenaga listrik”, Imbuh Manaf yang menghadiri langsung acara tersebut Bersama dengan Waka Humas SMK Nurul Jadid, Agus Fanani.

Program PJB Class yang telah berjalan ini, didampingi dan diarahkan langsung oleh para tutor dan praktisi spesialis bidang ketenaga kelistrikan dari Kampus Akademi PBJ Paiton. Para tutor ini tidak hanya mengajarkan teori – teori tentang kelistrikan saja, tetapi peserta didik langsung diarahkan kepada praktek lapangan.

“dengan kerja sama ini dan ditunjuknya SMK Nurul Jadid sebagai Pilot Project penyelenggaraan program PJB Class, diharapkan semoga ke depan SMK Nurul Jadid senantiasa mampu berbenah dan memberikan pelayanan prima untuk mempersiapkan generasi penerus bangsa dengan kompetensi global agar mampu bersaing”, Pungkas kepala SMKNJ, Abdul Manaf.

Penulis : Ahmad Sa.

Editor : Mahrus Sy.

Baksos BEM UNUJA Terhadap Anak Yatim dan Lansia Warga Karanganyar

Nuruljadid.net – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Nurul Jadid (UNUJA), adakan Kegiatan Santunan dan Bakti Sosial (BAKSOS)  di desa Karangayar, Paiton, Probolinggo, Kamis (20/09/2018). Kegiatan ini dalam rangka memperingati 10 Muharram 1440 H.

Acara ini berlangsung secara spontanitas dari pengurus BEM untuk memberi sembako kepada warga karanganyar yang kurang mampu, dengan cara mendatangi rumahnya langsung. Setidaknya ada 20 anak yatim dan 25 lansia yang masuk daftar dan menerima sembako.

Pathorrasit, selaku ketua BEM UNUJA menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan ini untuk meringankan kebutuhan masyarakat yang kurang mampu, “Dengan adanya baksos ini,  semoga bisa membantu mereka yang lagi membutuhkan,” ujarnya.

Rasit melanjutkan bahwa sembako yang dibagikan hasil swadaya mahasiswa baru UNUJA yang kemudian di kelola oleh BEM untuk di salurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. harapannya dengan diadakannya Santunan dan  Bakti Sosial terhadap masyarakat agar supaya keberadaan mahasiswa bisa dirasakan oleh masyarakat, khususnya masyarakat yang tinggal di sekitar perguruan tinggi.

“Sudah kewajiban kita bersama untuk saling membantu. Yang kuat membantu yang lemah. Yang berada membantu yang masih belum punya,” tambahnya.

Selain itu kagiatan Baksos ini merupakan sebagai ajang penanaman rasa peduli terhadap sesama supaya menjadi media belajar bagi mahasiswa. Sehingga ketika lulus dan kembali ke masyarakat, mahasiswa tidak hanya menjadi insan berilmu tapi mampu mengamalkan ilmunya sekaligus peka tehadap keadaan sosial.

“Meskipun tidak seratus persen, tapi setidaknya rasa peduli itu sudah tertanam sejak jadi mahasiswa,” jelasnya.

Penulis : Jawahir

Editor : Muhammad Nuris

Hari Asyura’, Satu Hari Seperti Satu tahun

Balik sebuah nama.

Bulan Muharram merupakan salah satu dari bulan yang dimuliakan (Al-syuharu al-hurum) oleh Allah SWT. Dengan kemuliaanya itu tentunya didalamnya terdapat banyak fadilah-fadilah dan keutamaan yang tidak ada di dalam bulan lainya. Selain doa awal dan akhir tahun, puasa, bersedekah dan sholat sunnah, di dalamnya ada keistimewaan yang lebih dari semua itu, yaitu adanya Yaumul asyura’ atau hari ke 10 di bulan Muharram.

Di dalam bulam Muharram sendiri ada istilah Yaumul asyri (hari sepuluh) da nada istilah yaumul ‘asyir (hari kesepuluh). Dua kalimat tersebut walaupun mirip dan terbentuk dari akar kata yang sama tetapi memiliki maksud dan pengertian yang berbeda. Yaumul asyri artinya hari kesepuluh atau hari saat itu tanggal 10 Muharram yang biasanya disebut hari Asyura’. Sedangkan asyura’ sendiri berasal dari kata asyrun yang artinya sepuluh. Ada pendapat lain mengapa dinamakan asyura’ karena pada hari itu Allah SWT telah memulyakan sepuluh nabinya dengan sepuluh keistimewaan.

  1. Allah telah menerimanya taubatnya Nabi Adam as.
  2. Allah telah mengangkat Nabi Idris as. ke tempat yang mulia.
  3. Allah telah menyelamat Nabi Nuh as. dan kaumnya dari banjir bandang.
  4. Allah telah menyelamatkan Nabi Ibrahim atas api yang membara dari pembakaran Raja Namrudz, kemudian diangkat menjadi Khalilullah (kekasih allah).
  5. Allah telah menerimanya taubatnya Nabi Dawud as.
  6. Allah telah menyelamatkan Nabi Musa as. dan umatnya dari kejaran Raja Fira’un. Pada hari itu juga Fir’aun ditelenggelamkan Allah ke dalam laut merah.
  7. Allah telah menyelmatkan Nabi Yunus as. dan mengeluarkanya dari perut ikan.
  8. Allah telah mengembalikan kerajaan Nabi Sulaiman as.
  9. Allah telah mengangkat Nabi Isa ke langit.
  10. Allah memberikan jaminan pengampunan pada Nabi Muhammad Saw baik yang sudah terjadi maupun yang belum terjadi.

Selain yang disebutkan diatas ada pendapat lain yang mengatakan bahwa nama asyura’ disematkan karena menjadi urutan ke-10 dari 10 keistimewaan yang diberikan oleh Allah kepada umat Nabi Muhammad Saw. Sepuluh keistimewaan itu antara lain:

  1. Bulan Rajab.
  2. Bulan Sya’ban.
  3. Bulan Ramadhan.
  4. Malam lailatul qodar.
  5. Hari Raya Idul Fitri.
  6. Ayyamul asyr atau hari sepuluh.
  7. Hari arofah.
  8. Hari Raya Idul Adha.
  9. Hari Jum’at .
  10. Yaumul asyura’.

Tradisi di Yaumul Asyura’ (Puasa Asyura’)

Dalam kitab irsyadul ibad syekh zainuddin al-Malibari menuliskan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh al-Syaikhan (Bukhari dan Muslim). Dari Ibnu Abbas ra berkata pada saat Rasulullah datang ke Madinah beliau menemui orang-orang Yahudi yang sedang berpuasa pada hari asyura’, Rasulullah berkata “hari apa ini ..?” Orang Yahudi menjawab ini hari yang baik, pada hari ini Allah menyelamatkan Nabi Musa dan kaumnya. Maka Nabi Musa berpuasa pada hari ini. Nabi Muhammad Saw bersabda:

“Kita lebih benar dan lebih utama dari Musa dari kalian. Maka Musa puasa pada hari itu, dan memerintahkan sahabat-sahabatnya untuk puasa.”

Dalam hadits lain berbunyi:

“Aisyah ra. berkata Dahulu Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wassalam memerintahkan untuk puasa di hari ‘Asyura. Dan ketika puasa Ramadhan diwajibkan, barangsiapa yang ingin (berpuasa di hari ‘Asyura) ia boleh berpuasa dan barangsiapa yang ingin (tidak berpuasa) ia boleh berbuka”. (HR. Al Bukhari No 1897)

Melihat beberapa keistimewaan dari puasa asyura’ di atas, sudah sepatutnya kita sebagai orang muslim yang beriman bisa melakukan apa yang sudah dianjurkan oleh Nabi Muhammad Saw , walapun secara hukum puasa tersebut termasuk kategori puasa sunnah. Bagaimana dengan puasa tasu’a? Tidak hanya puasa pada hari kesepuluh saja, alangkah baiknya jika diikuti dengan puasa pada hari sebelumya (tasu’a) hari kesembilan atau sesudahnya dihari kesebelas.

Ibnu abbas berkata “Berpuasalah pada hari asyura’ dan berbedalah dengan orang yahudi. Berpuasalah sehari sebelum asyura’ dan sehari sesudahnya.” (HR Ahmad).

Penulis : Muhammad Nuris.

Guru MI At Taqwa Mondok Kilat di Nurul Jadid

Nuruljadid.net – Rombongan guru Madrasah Ibtida’iyah At-Taqwa Bondowoso berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton Probolinggo Sabtu, (15/09/2018) dalam rangka nyantri selama sehari semalam.

Rombongan tiba di Aula Mini UNUJA sekitaran pukul 10.30 WIB yang didampingi langsung oleh Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamweil, Kepala Humas dan Protokuler Mahrus Syamweil serta Ponirin Mika selaku Kasubag Protokuler.

Dalam Kegiatan ini dihadiri oleh Sekertaris Pesantren Bapak H. Faizin Syamwil beserta KH. Mahfud Faqih , agenda nyantri kilat ini dilakukan untuk silaturrahmi dan sambung sanad kepada guru sekaligus mencari barokah dari muassis para pendiri Pondok Pesantren Nurul Jadid. Kedatangannya disambut oleh KH. Mahfud Faqih selaku Biro Pendidikan yang mewakili Kepala Pesantren.

Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa dari adanya kegiatan ini, ada kemungkinan feedback secara kelembagaan untuk saling tabarukan ke MI At-Taqwa yang kualitasnya sudah banyak dikenal.

“Kami juga ingin belajar kepada At – Taqwa. Terutama pada bidang kedisiplinan. Karena At – Taqwa terkenal dengan kedisiplinan yang tinggi,” dawuh beliau dalam sambutannya.

Di akhir acara, dengan penampilan selayang pandang PP. Nurul Jadid kepada segenap rombongan meninjau langsung ke Wilayah Al-Hasyimiah Acara ini ditutup dengan pembacaan doa yang dipandu oleh kepala Biro Pendidikan kiai Fagih dan dilanjutkan dengan  pemberian cenderamata sekaligus foto bersama kedua pihak.

Penulis : Lini

Editor : Ponirin Mika

Pilar Santri Nurul Jadid, Trilogi dan Panca Kesadaran Santri.

nuruljadid.net – Kepala Biro Pendidikan Kiai Mahfud menjelaskan sejarah singkat berdirinya Pondok Pesantren Nurul jadid, didampingi oleh Bapak Faizin Syamwwil Sekrertaris Kepala Pesantren juga ikut melengkapi beberapa hal yang dipaparkan oleh Kepala Biro Pendidikan, Sabtu (15/09/2018).

Pondok Pesantren Nurul jadid terdapat Trilogi dan Panca Kesadaran Santri mana sebagai Pilar dari Pesantren , yang sangat akrab dengan sebutan 35 yang artinya 3 (trilogy Santri) dan 5 (Panca Kesadaran santri). Yang mana setiap santri yang ada dipondok sudah harus tau apa itu yang dinamakan 35 sebagai dasar kemandirian setiap santri pondok pesantren nurul jadid.

Selama Santri berada di pondok, mereka diajarkan apa yang dinamakan Organisasi, sebagai contoh konkrit dalam 5 Panca Kesadaran Santri (Kesadaran Beragama, Kesadaran berilmu,Kesedaran Bersyarakat, Kesadaran berbangsa dan bernegara, Kesadaran Berorganisasi) dalam artian yang trakhir ia itu Kesadaran berorganisasi, yang sedang dulu sudahh ada seperti Organisasi FKS (Forum komunikasi Satri) yang mana dalam setiap kegiatan selalu melibatkan santri dan alumni yang ada dimasing-masing daerah dan kota, jadi sedikit banyak harapaan kepada rapa alumnus nurul jadid nantik ikut berkiprah di masyarakat.

Dalam mondok mungkin setiap santri  punya tujuan bukan hanya untuk belajar, melaikan melaikan juga ingin ilmu yang bermanfaat dan barokah.

Barokah yang kita dapatkan akan bertambah jika dimodali dengan niat yang baik.” Ungkap kiai mahfud.

Kita pondok pesatren nurul jadid dalam setahun ini masih melaukan pembenah-pembenahan secara mendasar, baik dari struktur Organisasi maupun pelayanan dan pendidikan pesantren  kepada seluruh santri. Selama 1 tahun trakhir sudah melakukan perubahan besar-besaran.

“Jadi mohon maaf bila mana bapak ibuk selama ada di sini (nurul jadid) belum terlayani secara Maksimal karena masih pembenaan secara mendasar semua lembaga yang berada dibawah nangungan yayasan Nurul Jadid.” Imbuh Kepala Biro Pendidikan.

Selepas sambutan di lanjutkan Tanya jawab seputar kegiatan yang di gelar oleh pesantren nurul jadid beserta jadwal harian kegiatan santri yang ada di wilayahnya, dalam hal ini sekrtaris pesantren menjawab semua pertanya para romobongan sebelum akhirnya semua rombongan beranjak ke asrama penginapan, untuk Ibuk-ibuk santri kilat bertempat di Asrama Putri Wilayah Al Hasyimiah sedang untuk putra bermalam di Asrama Madrasah Aliyah Perogram Keagamaan.

Penulis : Muhammad Nuris

Editor : Ponirin Mika.

RWS, Media Silaturahmi Antara Pengurus dan Wali Santri

Nuruljadid.net– Hangatnya sinar mentari pagi tidak menyusutkan semangat para Panitia dalam mempersiapkan acara Rapat Wali Santri. Selasa (11/09/2018), Acara rapat wali santri yang bertempat di depan kantor Pesantren Pusat. Agenda rapat kali ini merupakan menyampaikan perkembangan yang terjadi dalam kurun waktu beberapa waktu terakhir.

Acara ini dimulai dengan penampilan dari Firkoh Hadrah Az-Zainiyah (FIRHAZ) pada pukul 08.40 WIB. Dilanjutkan dengan pembacaan Al-Qur’an oleh Ustad Supriyadi. Terdapat agenda tambahan pada acara rapat kali ini yakni: pembacaan tahlil dan istighosah untuk menyambut tahun baru Islam “Kami berharap dengan pembacaan tahlil dan istighosah mendapat barokah tahun baru islam. Dan kami berharap dapat diberi kemudahan dan kelancaran untuk kemajuan Nurul Jadid” ungkap salah seorang panitia Rapat Wali Santri.

Tausiyah pengasuh menjadi acara selanjutnya. Penyampaian perkembangan Nurul Jadid dalam kurun beberapa waktu terakhir disampaikan oleh KH. Abdul Hamid Wahid. Acara inti pada Rapat Wali Santri kali ini adalah diskusi pada bersama wali santri, tentang semua kegiatan dalam setiap biro. Pada kesempatan kali ini rapat dipimpin oleh KH. Najiburrahman.

Diantara materi yang dibahas adalah indekos santri, Virtual Account, kesehatan, kebersihan, wali asuh, termasuk rencana penggunaan E-COMBO bagi santri Nurul Jadid. Dari semua topik yang dibahas, topik indekos dan Virtual Account salah satu topik yang menguras lebih banyak waktu dan pikiran. Karena program Virtual Account dan indekos, merupakan sesuatu yang baru, untuk itu perlu ada peningkatan dan perbaikan-perbaikan. “Kami akan membentuk sebuah tim untuk meningkatkan kualitas nasi di setiap wilayah” tutur KH. Najiburrahman selaku pimpinan rapat.

Acara ini ditutup dengan pemaparan tentang Lembaga Zakat Infaq Shodaqoh dan Wakaf (LAZISKAF) Azzainiyah. Lembaga ini akan menerima semua jenis zakat baik mal maupun zakat fitrah. Lembaga ini juga membantu para korban gempa Lombok. Setelah sedikit pemaparan tentang LAZISKAF Azzainiyah, dilanjutkan dengan pemberian E-COMBO secara simbolik kepada perwakilan setiap lembaga formal

Penulis : Lini

Editor : Ponirin Mika

Sampaikan Perubahan Pogram, Nurul Jadid Gelar RWS

nuruljadid.net– Rapat Wali Santri (RWS) 2018 kembali dilaksanakan yang bertempat di halaman Kantor Pusat yang dihadiri oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Moh. Zuhri Zaini, KH. Abd. Hamid Wahid, beserta seluruh Keluarga Pengasuh dan seluruh Pengurus, serta Wali Santri.

Acara Rapat wali santri dilaksanakan pada Selasa, (11/09/2018), Sebelum acara dimulai seluruh wali santri dan tamu di suguhi penampilan Hadrah Firhaz (Firqoh Hadrah Az Zainiyah), tepat jam 09.00 WIB acara Rapat Wali Santri dimulai, diawali dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh Ust Supriyadi, S.Pd.I, kemudian dilanjutkan dengan Istigosah yang dipimpin oleh KH. Moh. Hefni Mahfudz .

Dalam kesempatan ini Pengasuh ponpes Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri Zaini, menyampaikan banyak terima kasih kepada seluruh wali santri yang telah berpartisipasi dalam rapat wali santri 2018, yang mana kegiatan Rapat Wali Santri merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun dan khusus pada tahun sekarang dilaksanakan lebih awal,

“Mengingat ada perubahan pada beberapa program kegiatan pelayanan yang terkait dengan perkembangan pendidikan santri di Pondok Pesantren Nurul Jadid tahun ajaran 2018/2019 yang mana hal ini harus diketahui dan dipahami oleh seluruh wali santri.” Dawuh Pengasuh.

Sementara Kepala Pesantren KH. Abd. Hamid Wahid dalam sambutannya menyampaikan bahwa perubahan Program ini telah berjalan selama 1 Tahun dan kedepan Pesantren akan memberikan informasi kepada semua wali sanri tentang keberadaan Pesantren terkait fungsinya sebagai wadah pendidikan dan pengajaran serta pengabdian masyarakat maupun Fungsi lainnya.

“Untuk memcapai tujuan tersebut pondok Pesantren Nurul Jadid menanamkan keImanan dan ke-Taqwaan kepada Allah serta membina Akhlakul Karimmah, disamping pengembangan minat bakat, ketrampilan, kewirausahaan, kemandirian, serta penanaman upaya hidup sehat dan ramah lingkungan, Selain itu juga penanaman sikap tanggung jawab dalam bemasyarakatan dan berkebangsaan.” Demikian harapan  Kepala Pesantren.

Penulis: Muhammad Nuris

Editor: Arofik Yusuf

Rapat wali santri 2018

Nuruljadid.net- Dalam acara Rapat Wali Santri 2018 Selasa (11/09/2018), Pengasuh ponpes Nurul Jadid, KH. Moh.  Zuhri Zaini Menyampaikan Banyak terima kasih kepada seluruh wali santri sudah berpartisipasi hadir dalam rapat wali santri 2018, yang mana kegiatan Rapat Wali Santri merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap Tahun dan khusus pada Tahun sekarang rapat wali santri dilaksanakan lebih awal,

“Mengingat ada beberapa perubahan terkait beberapa program kegiatan pelayanan yang terhubung dengan perkembangan pendidikan santri serta pelayanan kepada wali santri di Pondok Pesantren Nurul Jadid tahun ajaran 2018/2019 yang harus kita ketahui dan pahami seluruh wali santri.” Dawuh Pengasuh.

Ada tiga poin penting tentang Tujuan dan Harapan dalam Rapat Wali Santri yang disampaikan oleh pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid.

  1. Sebagai Media Silaturahmi antara pengelolah pesantren dengan seluruh wali santri sehingga diharapkan pula dengan dilaksanakannya silaturahmi akan menjadikan Pondok pesantren Nurul jadid menjadi lebih baik.
  2. Sebagai Media Sosialisasi Informasi dan Perubahan pelayanan yang berhubungan dengan perkembangan Santri dan pelayanan kepada Wali santri di Pondok Pesantren Nurul Jadid, kepada seluruh wali santri diharapkan dengan sosialisasi tersebut wali santri dapat mengetahui perkembangan dan kebijakan program di Pondok Pesantren Nurul Jadid secara umum.
  3. Sebagai wahana dan dialog bersama antara pengelola Pesantren dan Wali Santri, sehingga melalui dialog tersebut diharapkan ada ide–ide baru yang mendukung terhadap visi dan misi pondok Pesantren Nurul Jadid secara umum.

lewat pertemuan ini kita memohon kepada allah SWT, Semoga Segala Upaya yang dilakukan Pondok Pesantren Nurul jadid, selalu bersamaaan Maunah,Ridho, diharapkan Pondok pesantren Nurul Jadid dari tahun ke tahun selalu memberikan pengabdiannya kepada umat didalam bangsa, lebih-lebih kepada Agama Amin ya robbalalamin, Mewakili Keluarga Pesantren Nurul jadid kurang lebihnya mohon maaf dan hanya kepada allah kami berpasrah atas segala urusannya. (NS/Red)