Pos

KH. Junaidi Mu'thi

Ketua P4NJ Pusat Mengakui Kekompakan P4NJ Situbondo

nuruljadid.net – Masjid Jami’ Lantai II menjadi tempat bersejarah bagi Pengurus Pembantu Pondok Pesantren Nurul Jadid (P4NJ) Kecamatan se Kabupaten Situbondo. Pasalnya sebanyak 350 anggota P4NJ Situbondo berkumpul di Masjid Jami’ guna mengikuti proses pelantikan Kepengurusan P4NJ Kecamatan se Kabupaten Situbondo periode 2018 – 2022. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Ketua P4NJ Pusat yakni KH. Junaidi Mu’thi.

Beliau, KH. Junaidi Mu’thi mewarnai kegiatan pelantikan tersebut dengan sambutan. Dalam sambutannya, beliau merasa tergugah dengan bersatu padunya kepengurusan P4NJ dari 17 Kecamatan di Kabupaten Situbondo yang hadir dalam kegiatan ini.

“Kami melihat dari teman – teman yang hadir pada saat ini, insya Allah luar biasa, belum pernah dari kemarin kami melihat P4NJ dilantik sebanyak ini. Insya Allah kegiatan ini merupakan kegiatan Perdana dan ini merupakan suatu percontohan bagi P4NJ lainnya kedepan,” tutur beliau dengan penuh rasa terkesan, Sabtu (28/01/2022) Pagi.

Lantaran melihat jumlah yang lumayan besar dari kepengurusan P4NJ Situbondo, beliau memiliki gagasan untuk membangun koperasi berbasis pesantren.

“kita bertemu siang hari ini, dengan jumlah yang lumayan besar adalah suatu potensi kita kalau Sidogiri punya Basmillah, insya Allah kita akan punya Hamdalah. Mudah – mudahan dengan niat yang suci ditempat yang suci di Masjid Jami’ Nurul Jadid ini, insya Allah apa yang menjadi harapan kita mudah mudahan dikabulkan oleh Allah SWT,” cakap beliau dengan penuh suka.

Selain dari itu, beliau juga menegaskan kepada para pengurus P4NJ Situbondo yang terlantik untuk turut aktif pula dalam Istighosah yang lazim setiap bulannya diadakan oleh PP. Nurul Jadid. Dan beliau menyampaikan kepada para pengurus P4NJ Situbondo mungkin ada alumni yang tidak terlantik untuk membolehkan mencampur tangan dalam hal mengurus pesantren.

“Yang terakhir, mungkin saja saat ini ada teman – teman kami yang tidak terdaftar kepengurusan yang tadi dibacakan barang kali tidak ada salahnya untuk aktif membantu kepada teman  – teman,” ujar Ketua P4NJ. (Qz/Ahmad)

KH. Moh. Zuhri Zaini

KH. Moh. Zuhri Zaini Melantik 350 Anggota P4NJ Situbondo dari 17 Kecamatan

nuruljadid.net – Pelantikan identik dengan peresmian seseorang ketika ditetapkan dalam suatu jabatan untuk memberitahu kepada khalayak banyak bahwasanya orang tersebut telah diangkat dalam suatu jabatan. Hari ini, Ahad (28/01/2018) Pengurus Pembantu Pondok Pesantren Nurul Jadid (P4NJ) Kecamatan se Kabupaten Situbondo mengadakan pelantikan kepengurusannya di Masjid Jami’ Nurul Jadid lantai II dengan masa periode 5 tahun, terhitung sejak tahun 2018 hinggga 2022.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dihadiri langsung oleh Pengasuh (KH. Moh. Zuhri Zaini), Kepala Pesantren (KH. Abdul Hamid Wahid), Ketua P4NJ Pusat (KH. Junaidi Mu’thi), Sekretaris P4NJ Pusat (H. Syamsul Ma’arif), Ketua P4NJ Situbondo (H. Nasir) dan beberapa dewan Pengasuh. Kepengurusan P4NJ Kecamatan se Kabupaten Situbondo tersebut terdiri dari 17 Kecamatan dengan jumlah peserta yang hadir sebanyak 350 orang.

KH. Junaidi Mu’thi selaku Ketua P4NJ Pusat melayangkan sambutan dalam acara tersebut. Dalam sambutannya beliau sangat tergugah akan kehadiran para pengurus P4NJ situbondo yang berjumlah 350 orang dan beliau juga berharap dengan banyaknya pengurus P4NJ kedepannya bisa berfikir tentang aspek ekonomi yang berguna untuk khalayak umum khususnya bagi pesantren dan alumninya.

“dengan kita bertemu pada saat ini dengan jumlah yang sekian besar ini suatu potensi kita dengan teman – teman yang banyak ini potensi kita kalau Sidogiri mempunyai Basmalah insya Allah kita akan punya Hamdalah,” tutur beliau dengan penuh senyuman.

Tak hanya itu, Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid berpesan agar seluruh kepengurusan untuk saling bekerja sama dalam menjalankan tugasnya agar tujuan yang inginkan dicapai lebih produktif.

“intinya saya rasa dengan adanya jejaring ini insya Allah jika kita dorong bersama – sama akan bermakna positif dan memberikan kontribusi yang baik bagi Masyarakat, Bangsa dan Negara,” tutur beliau.

Sementara itu, KH. Zuhri Zaini selaku Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid juga searah dengan apa yang disampaikan oleh Kepala Pesantren.

“Bapak ibu sekalian, tugas kita ini bagaimana kita menjadi perekat dan pemersatu. Itu tidaklah mudah oleh karena itu sekalipun berbeda-beda tapi kita tetap terbuka untuk yang lain dan tentunya untuk hal – hal yang baik,” dawuh beliau.

Pasca pelantikan, P4NJ Situbondo Bersama P4NJ dari 17 Kecamatan langsung menggelar rapat tentang penggalangan dana untuk Pembangunan Masjid Jami’ Nurul Jadid yang saat ini masih dalam tahap pembangunan. (Qz/Ahmad)

Seminar BRD oleh OSIM MANJ

Bapak Ponirin Mika; Humas Merupakan Struktur yang Urgen dalam Organisasi

nuruljadid.net – Dalam rangka meningkatkan wawasan mengenai peran HUMAS (Hubungan Masyarakat) didalam sebuah organisasi, Organisasi Sekolah Intra Madrasah (OSIM) Putri Madrasah Aliyah Nurul Jadid mengadakan pelatihan kehumasan yang dibina langsung oleh Bapak Ponirin Mika.

Aktivitas yang bertempat di Ruang Rapat MA Nurul Jadid tersebut diikuti sebanyak 27 siswi yang merupakan kepengurusan OSIM Putri. Dalam penyajiannya, hal pertama yang disampaikan Bapak Ponirin ialah tentang pengertian dari Humas.

“Humas itu merupakan suatu perwakilan dari suatu organisasi dan dia harus paham betul terhadap kegiatan organisasi dan tujuan dari suatu organisasi,” tutur Bapak Ponirin, penyaji sekaligus Pembina OSIM MA Nurul Jadid, Jum’at (26/01/2018) Siang.

Selain itu, ia juga menguraikan secara terang akan tugas – tugas humas dan karakteristik sendiri dari anggota humas sebagai pembangun citra sebuah organisasi.

“pencitraan yang dimaksud itu, bagaimana seorang humas bisa mengetahui keunggulan dari suatu organisasi yang dimiliknya agar bisa menyampaikan kepada orang lain. Dan orang lain itu bisa mengerti apa keunggulan dari organisasi tersebut,” tegasnya dalam kegiatan yang berjalan selama 90 menit tersebut.

Tak hanya pengertian dan fungsi dari humas, ia juga menjelaskan tentang tujuan humas didalam organisasi.

“tujuan humas itu, bagaimana masyarakat publik itu bisa tertarik kepada organisasinya,” imbuh penyaji yang juga merupakan Pembina dari Panji Pelopor Nurul Jadid.

Dipenghujung pelatihan, ia menasehatkan kepada ketua OSIM MANJ putri untuk tidak memilih sembarang orang dalam menjadi anggota humas karena humas merupakan struktur yang urgen dalam organisasi. (Qz/Salim)

Burdah rutin oleh santri nurul jadid

Shalawat Burdah Bergema di PP. Nurul Jadid

nuruljadid.net – Pembacaan Shalawat Burdah merupakan suatu kegiatan rutin yang dilakukan oleh santri Pondok Pesantren Nurul Jadid,  kegiatan yang dipimpin oleh ubudiyah Masjid Jami’ Nurul Jadid tersebut dilaksanakan setiap hari jum’at.

Burdah merupakan kegiatan rutinan santri diseluruh wilayah yang ada di Pondok Pesantren Nurul Jadid, burdah adalah kegiatan sholawat dengan mengelilingi batas-batas pondok pesantren dengan membaca sholawat. dengan setiap sampai disudut-sudut pagar pesantren selalu di adzani dan di iqomah oleh ubudiyah yang memimpin sholawat, untuk start awal ubudiyah terlebih dahulu membaca khuson kepada pendiri serta kepada para almurhumin pondok pesantren nurul jadid, seusai memutari pesantren sesampainya di tempat semula di tutup dengan pembacaan doa, dengan harapan pondok  pesantren Nurul Jadid senantiasa dalam lindungan sang maha kuasa.

Kegiatan tersebut dimulai setelah jamaah subuh turun dari masjid dan digilir setiap wilayah yang ada di PP. Nurul Jadid sesuai dengan jadwal telah ditetapkan oleh pengurus ubudiyah.

“Kegiatan ini dijadwal setiap jum’atnya dan sekarang gilirannya wilayah B (Wilayah I’dadiyah),” tutur salah satu Pengurus Ubudiyah, Rahmat Maskura. Jum’at (26/01/2018).

Pembacaan Shalawat Burdah yang dikarang oleh Syaikh Imam Ahmad Al Bushiry ini dimulai dari depan Wisma Tamu (PP. Nurul Jadid) lantas mengitari wilayah PP. Nurul Jadid sampai kembali lagi ke tempat dimulainya pembacaan Shalawat Burdah ini.

“pembacaan shalawat burdah ini bertujuan untuk membentengi PP. Nurul Jadid dari kekuatan – kekuatan spiritual,” imbuhnya.

Penulis : Qz/Salim

Editor : Muhammad Nuris

Atika Jatimi, Peraih IPK Tertinggi Lulusan NERS UNUJA

Atika Jatimi, Peraih IPK Tertinggi Lulusan NERS UNUJA

nuruljadid.net – menjadi lulusan dengan menyandang IPK tinggi merupakan harapan dan tujuan dari para mahasiswa dan mahasiswi Universitas Nurul Jadid (UNUJA) Paiton Probolinggo. Minggu, (21/01/2018) menjadi tinta emas dalam buku sejarah seorang gadis asal pulau garam. Pasalnya, dia meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), 3,82.

Gadis tersebut bernama Atika Jatimi. Dia merupakan lulusan Sekolah Tinggi Kesehatan Nurul Jadid tahun 2016 yang telah menjalankan tugas profesi NERS selama setahun lamanya. Dibalik kesuksesan yang telah diraih, gadis asal pulau madura tersebut mengatakan bahwa apa yang telah diraihnya selama ini tidak akan tercapai apabila tidak mendapat dukungan dari orang – orang terdekatya, terutama orang tua yang telah melahirkan serta membesarkannya dengan penuh kucuran keringat.

“Yang pasti saya merasa bersyukur bahagia juga karena apa yang saya cita – sita kan bisa tercapai hari ini. Ucapan terima kasih yang pertama saya sampaikan kepada orang tua karena satu tahun selama saya melakukan profesi NERS, saya banyak melakukan kesalahan tapi juga mendapat dukungan dari mereka karena ketika orang lain tidak tahu apa yang saya rasakan, orang tua saya yang paling tahu tentang kondisi saya. Selain orang tua saya juga ucapkan terima kasih juga kepada guru – guru pembimbing yang berada di Fakultas Kesehatan khususnya di Prodi NERS Universitas Nurul Jadid” cakapnya ketika terwawancara oleh wartawan nuruljadid.net.

“Sebenarnya dalam tahap profesi kita itu dihadapkan pada banyak sekali permasalahan dan kita menghadapi banyak orang yang otomatis memiliki latar belakang yang berbeda ,” imbuh gadis kelahiran tahun 1995 tersebut.

Dia juga berbagi tips dan trik dalam menempuh profesi NERS. Dia berkata “Agar kita berhasil dalam menempuh profesi ners yaitu sabar, ikhlas, dan jangan suka mendengarkan perkataan orang lain yang jelek”.

Tak hanya itu, sebagai lulusan NERS Fakultas Kesehatan UNUJA, dia juga mebeberkan harapannya kepada kampus tercintanya.

“Untuk prodi, kedepannya semoga bisa mencetak mahasiswa dan mahasiswi yang baik dan berkompeten dalam bidang Keperawatan,” harapnya.

“Untuk UNUJA, saya harap kedepannya beberapa tahun yang akan datang kita bisa memajukan Pondok Pesantren Nurul Jadid yang pertama dan yang kedua kita bisa bermanfaat bagi lingkungan disini yang ketiga kita mencetak mahasiswa – mahasiswi yang terbaik dan bisa bermanfaat di masyarakat,” imbuhnya. (Qz)

Warek I UNUJA; Bersama-sama! Kita Tingkatkan Kualitas UNUJA

Pendidikan Bersama-sama! Kita Tingkatkan Kualitas UNUJA

nuruljadid.net – Masih di moment yang sama pada acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Program Studi Pendidikan Profesi Ners Fakultas Kesehatan Universitas Nurul Jadid (UNUJA), Minggu (21/01/2018) di Aula MANJ. Beberapa butir harapan dan pesan penting disampaikan oleh Wakil Rektor I, Bapak H. Hambali, M.Pd yang ditujukan kepada para wisudawan prodi keperawatan disela sambutannya.

“kita sebagai lembaga pendidikan yang ada di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Jadid memiliki tugas untuk mempersiapkan peserta didik yang berkualitas sehingga siap nantinya mengembangkan, meningkatkan dan mengabdikan ilmunya di tengah-tengah masyarakat,” terangnya.

Pendidikan adalah keilmuan yang sangat urjen Karena pada dasarnya perawat identik dengan pendidikan yang selain mempunyai tugas untuk memberikan perawatan, juga sebagai penyalur wawasan keilmuan yang dimiliki kepada orang lain terutama dalam hal kesehatan. Sehingga tak heran jika banyak tantangan yang akan ditemukan setelah turun ke masyarakat. Baik tantangan dalam keluarga maupun di lingkungan masyarakat sekitar.

“Salah satunya adalah banyak masyarakat yang kurang peduli terhadap pentingnya kesehatan. Tidak hanya itu, kebanyakan masyarakat juga sering kali salah dalam penggunaan dosis obat yang dikonsumsi sehari-hari. Sehingga bukan malah mengobati tapi menyakiti,” imbuh beliau.

Dari realita itulah beliau berharap kepada para wisudawan prodi keperawatan yang telah disumpah agar senantiasa mengamalkan dan memanfaatkan ilmunya dengan sebaik mungkin agar benar-benar memberikan manfaat kepada diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.

“kalian ibarat mutiara yang sudah jadi, tinggal bagaimana kalian tampakkan, amalkan serta memperkenalkan kepada masyarakat sekitar akan berharganya mutiara tersebut,” tegas beliau dengan yakin.

Sambutan beliau tutup dengan satu cita-cita besar bahwa target kita adalah di tahun 2022 pada beberapa prodi yang ada di Universitas Nurul Jadid bisa menjadi akreditasi B minimalnya atau maksimal A, bahkan unggul insyaAllah.

“Oleh karena itu, kita membuka peluang seluas-luasnya kepada para wisudawan yang ingin mengabdikan dirinya di Universitas Nurul Jadid sebagai bentuk dukungan untuk meningkatkan terus kualitas dari kampus kita tercinta ini,” harap beliau.

Penulis : NakBali

Editor : Co

30 Mahasiswa Lulusan NERS UNUJA Dilantik dan Bersumpah di Aula MA Nurul Jadid

30 Mahasiswa Lulusan NERS UNUJA Dilantik dan Bersumpah di Aula MA Nurul Jadid

nuruljadid.net – Mahasiswa Universitas Nurul Jadid (UNUJA) menyatakan sumpah jabatan selaku lulusan NERS di Aula Madrasah Aliyah Nurul Jadid, Minggu (21/01/2018) siang.

Kegiatan yang dihadiri oleh Ahmad Yusuf (Ketua DPW PPNI Provinsi Jawa Timur), Bapak H. Hambali (Wakil Rektor I), Bapak Handono Fathur Rahman (Dekan Fakultas Kesehatan), Bapak Zainul Munir (Kepala Program Studi Keperawatan) dan seluruh dosen pembimbing di Fakultas Kesehatan UNUJA serta diikuti oleh 30 mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Kesehatan UNUJA yang telah lulus pada tahun 2016 beserta walinya.

Penobatan wisudawan wisudawati sebagai peraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi dibacakan oleh Kepala Prodi Keperawatan yang tertera dalam Surat Keputusan. Peraih IPK peringkat pertama Atika Jatimi dengan IPK 3.82, peringkat kedua Faizatul Istiqomah dengan IPK 3.81 dan peringkat ketiga Nuri Firdausiyah IPK 3.80.

Setelah diumumkan peraih IPK tertinggi, Bapak Handono Fathur Rahman memimpin sumpah jabatan kepada 30 wisudawan wisudawati. Usai pengambilan sumpah, Ketua Prodi Perawatan  mengasakan kepada wisudawan yang  telah menerima sumpah untuk terus belajar hingga ke tingkat yang lebih tinggi.

“Teruslah belajar hingga mencapai tingkat yang tinggi karena proses pendidikan itu selain membutuhkan waktu yang lama juga pasti mengalami naik turun dengan banyaknya ujian dan tantangan yang ada didalamnya,” tegas beliau.

Selain itu, Wakil Rektor I UNUJA juga memberikan sambutan tentang harapan UNUJA kepada mahasiswa mahasiswi.

“Target kita pada tahun 2022 adalah beberapa prodi yang ada di Universitas Nurul Jadid dapat meraih akreditasi minimal B dan maksimal A lebih – lebih bisa unggul,” ungkapnya.

“kalau mahasiswa mampu memberikan manfaat kepada orang lain, maka dengan sendirinya mahasiswa akan mendapatkan manfaat dari apa yang telah dilakukannya,” tambah Bapak H. Hambali.

Ketua DPW PPNI Provinsi Jawa Timur Ahmad Yusuf menyampaikan harapannya kepada lulusan NERS UNUJA agar ilmu yang telah didapatkan agar mampu memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Jika kita ingin berkarir jangan nunggu diangkat orang lain, tapi gunakan potensi yang kita miliki untuk mengembangkan keilmuan yang kita miliki. Dengan cara membuka diri untuk membantu tetangga terdekat dulu. Sehingga tanpa kita sadari kita telah memberikan edukasi dan mengamalkan ilmu yang kita miliki kepada masyarakat,” tegasnya. (Qz/Ahmad)

expo kampus man 1 probolinggo

Mahasiswa UNUJA Turut Aktif di Expo Kampus se-Jatim & Bali

Nuruljadid.net- Mahasiswa Universitas Nurul Jadid (UNUJA) berperan aktif ikut serta dalam kegiatan Expo Kampus se-Jawa Timur-Bali yang berlokasi di lingkungan sekolah SMA Yayasan Tunas Luhur (YTL) dan MAN 1 Paiton Probolinggo pada Sabtu (20/01/2018) dimulai pukul 09.00 wib.

Panitia Pelaksana dalam pembukaan kegiataan Expo Kampus menyatakan kegiatan ini diikuti sedikitnya 23 Kampus tersebar di Jawa Timur-Bali. Kegiatan expo kampus yang dimaksudkan selain sebagai wahana silaturrahmi antar perguruan tinggi juga ditujukan untuk memperkenalkan kualitas dan kuantitas masing-masing perguruan tinggi (PT) yang hadir.

Semangat 15 mahasiswa delegasi UNUJA di lokasi sangat tampak dari Tanya jawab dengan peserta expo kampus yang menanyakan seputar kampus UNUJA . Menurut paparan Ika (Mahasiswa Fakultas Teknik UNUJA) siswa-siswi banyak bertanya tentang berbagai jurusan yang ada. ‘saya dan temen-temen juga ikut antusias menjawab pertanyaan-pertanyaan dari siswa-siswi yang singgah ke stand kami’, terang mahasiswi semester 5 ini .

Disela-sela kesibukan, unsur jajaran pimpinan UNUJA menyempatkan hadir di lokasi kegiatan ekspo jatim tersebut, sehingga semakin menambah semangat mahasiwa UNUJA di stand lokasi kegiatan. ‘Kami merasa bangga pada kegiatan yang dilakukan mahasiswa-mahasiswi UNUJA dalam kegiatan ini, sekaligus ini merupakan contoh bagi mahasiswa yang lain, bahwa kita juga siap berkompetisi dengan perguruan-perguruan tinggi yang sudah ada”, ujar Warek III, M. Noer Fadli Hidayat, M.Kom, beserta rombongan dan tim pengawas UNUJA di lokasi kegiatan. Dalam kesempatan tersebut warek III juga menyatakan bahwa kampus UNUJA pimpinan KH. Abdul Hamid Wahid, MA.g., akan terus mengupayakan pelayanan dan kualitas terbaik bagi para mahasiswa dan juga calon mahasiswa baru.

Penulis : Humpro Unuja

Editor : Co

Seminar Kesehatan Klinik Az Zainiyah

Wujudkan Generasi Hebat Dengan Reproduksi Sehat

nuruljadid.net- Sehat! satu semboyan yang selalu menjadi harapan semua makhluk hidup di dunia. Baik sehat jasmani maupun rohani. Tak hanya sebatas harapan, segala bentuk usahapun dilakukan untuk meraih kehidupan yang  sehat walau harus mengeluarkan biaya yang cukup besar. Banyak hal yang bisa dilakukan dan diterapkan untuk menjalani hidup dengan sahat, dari mulai gaya hidup, lingkungan, sampai pada konsumsi makanan yang kita makan sehari-hari.

Dari begitu pentingnya arti kesehatan, sebagai bentuk usaha pengembangan kesehatan yang ada di Pondok Pesantren Nurul Jadid Sabtu (20/01/2018) Klinik Az-Zainiyah Pondok Pesantren Nurul Jadid yang dipimpin oleh Ny. Hj. Khodijatul Qodriyah mengadakan sebuah seminar di Aula UNUJA dengan tema “Kesehatan Reproduksi Remaja”. Adapun narasumber yang menjadi penyaji seminar kali ini adalah dr. Dini Sri Damayanti , M.Kes, Ketua Prodi Kedokteran UNISMA.

Selain sebagai bentuk pengembangan kesehatan, “kegiatan seminar pagi ini diharapkan bisa memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang pentingnya arti kesahatan terutama dalam hal kesehatan reproduksi remaja,” harap dr. Nina Kartika, M.Kes, penanggung jawab medis Klinik Az-Zainiyah.

Tak kalah penting juga, satu harapan umum disampaikan oleh Wakil Kepala Pesantren II yaitu Ny. Hj. Hanunah Nafi’iyah mewakili Direktur Klinik Az Zainiyah. Beliau menyampaikan bahwa seminar kesehatan ini selain sebagai bekal pengetahuan, juga merupakan salah satu bentuk usaha untuk menyiapkan generasi-generasi unggul sebagai sosok calon ibu yang nantinya akan melahirkan pula generasi-generasi hebat.

Kegiatan seminar kesehatan pagi ini, selain dihadiri oleh dokter dan segenap karyawan Klinik Az-Zainiyah, turut berpartisiasi dan meramaikan juga para mahasiswi Fakultas Kesehatan Universitas Nurul Jadid (UNUJA) beserta segenap para santriwati dari berbagai wilayah yang ada di ligkungan Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Acara demi acara dalam seminar kali ini berjalan dengan apik dan tertib tanpa kegaduhan sedikitpun. Berjalan sesuai harapan hingga penghujung acara dengan ditutup untaian doa dari Wakil Kepala Pesantren II Pondok Pesantren Nurul Jadid. (qz/NakBali)

K. Mifathul Arifin di Pelantikan Pengurus Almuradi Periode 2018-2019

Tanggapan K. Mifathul Arifin di Pelantikan Pengurus Almuradi Periode 2018-2019

nuruljadid.net – Auditorium Asrama Diniyah Pondok Pesantren Nurul Jadid menjadi saksi dari pelantikan pengurus baru Almuradi periode 2018 – 2019, Kamis (18/01/2018) kegiatan yang dihadiri oleh K. Moh. Imdad Rabbani selaku Kepala Biro Kepesantrenan, K. Miftahul Arifin selaku Wakil Kepala Biro Kepesantrenan, seluruh asatids dan santri asrama diniyah.

Berdasarkan dengan hasil dari pemilihan calon ketua dan wakil ketua Almuradi seminggu sebelum pelaksanaan pelantikan, jum’at (12/01/2018) Muhammad Alkaf Paputungan dan Ainul Yakin beserta anggotanya dilantik secara terhormat oleh Ust. Misbahul Fathoni.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan dari Ketua Devisioner Almuradi, Muhammad Arik dalam sambutannya dia berharap kepada pengurus Almuradi yang terpilih untuk mengemban amanah dengan baik sehingga asrama diniyah lebih muluk dari asrama lain yang ada di Pondok Pesantren Nurul Jadid.

“Kami berharap kepada ketua almuradi yang terpilih untuk lebih memajukan lagi asrama diniyah sehingga (asrama diniyah, red) bisa bersaing dengan asrama lainnnya yang ada di pondok Pesantren nurul Jadid,” terang siswa SMA Nurul Jadid tersebut.

Pelaksanaan kegiatan dimulai pukul 20.30 WIB mendapatkan respon yang positif dari Wakil Kepala Biro Kepesantrenan. Beliau mengulas sekilas terbentuknya Asrama Diniyah menjadi wilayah Badan Otonom (Banom) dalam sambutannya.

“kita telah ngobrol kepada Kepala Pesantren untuk menjadikan asrama diniyah ini menjadi wilayah Banom, sehingga asrama diniyah ini mempunyai keunggulan dalam suatu bidang,” ungkap beliau.

Selain itu, dalam sambutannya beliau juga memotivasi santri didik asrama diniyah untuk lebih tangkas lagi dalam belajar.

“mari kita bersama – sama berniat untuk berubah dari yang buruk ke yang baik dan lebih meningkatkan lagi semangat belajar kita,” tutur beliau. (Qz/Ahmad)

Pembukaan Pekan Bahasa LPBA Putra dan Pelantikan OSIL

Pekan Bahasa LPBA 2018; Tunjukkan Prestasi dengan Berkreasi dan Inovasi

nuruljadid.net – Bergerak dalam bidang pengembangan Bahasa Asing (Arab – Inggris) Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) merupakan badan otonom yang berada dibawah naungan Pondok Pesantren Nurul Jadid selalu berusaha meningkatkan kualitas dan kuantitasnya. Salah satu cara yang mereka lakukan adalah dengan menggelar Pekan Lomba.

Kegiatan Pekan Lomba merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan menjelang HUT (Hari Ulang Tahun) LPBA. Kegiatan tersebut bertujuan untuk melatih mental dan kemampuan kebahasaan peserta didik LPBA. Selain itu, kegiatan tersebut juga merupakan ajang bergengsi tahunan antar kamar. Pasalnya, nama baik dimasing – masing kamar akan ditentukan setelah Pekan Bahasa digelar.

Pekan Lomba digelar sejak tanggal 13 – 26 Januari 2018 yang bertempat di depan asrama LPBA untuk putra, sedangkan putri bertempat di halaman Gedung SMP Nurul Jadid. Peserta lomba diikuti oleh Elementary dan Intermediate (Peserta Didik Bahasa Inggris) sedangkan Ula dan Wustho untuk Peserta Didik Bahasa Arab.

Abdul Aziz, Pembantu Direktur LPBA mengatakan kegiatan perlombaan ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi para peserta didik LPBA. Dengan demikian peserta didik LPBA lebih mampu meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar mereka.

“kegiatan ini adalah kegiatan rutinitas kita yang diselenggarakan satu tahun satu kali dan wajib dilaksanakan,” tegasnya.

Selain itu, KH. Makki Maimun Wafi, salah satu Dewan Pengasuh PP. Nurul Jadid menyampaikan pesan yang disampaikan oleh Direktur LPBA, K. Muhammad Fayyadl yang dikirim melalui media sosial.

“Dalam pembukaan lomba ini, kami (K. Muhammad Fayyad) berharap bisa berjalan lancar dan mendatangkan manfaat kepada adik – adik (peserta didik LPBA)sekalian maupun kepada pesantren dan semoga kegiatan berjalan dengan sukses dan lancar,” dawuh beliau.

Selain melaksanakan pembukaan Pekan Bahasa, kegiatan ini juga dikemas dengan pelantikan Pengurus Organisasi LPBA (Federasi Bahsa Internasional (FBI) dan Badan Penerbitan Majalah Asing (BPMA)). Adanya organisasi tersebut merupakan pembantu pengurus LPBA dalam menjalankan tugasnya. Seperti mengawal kegiatan harian santri dan pelaksanaan kegiatan esktrakulikuler yang sudah direncanakan. (qz/ahmad)

Pesta Demokrasi dan Pelantikan Pengurus BPK MTs Nurul Jadid

Pelantikan Presiden dan wakil Presiden BPK; Jadilah Pemimpin Tanpa Menghilangkan Huruf “-n” nya

nuruljadid.net – Acara pelantikan ketua dan wakil ketua Badan Pembinaan Khusus (BPK) Periode 2018 – 2019 pada kamis (11/01/2018) di Wilayah sunan Kalijaga (A) dihadiri oleh seluruh pengurus wilayah dan asrama, peserta didik dan beberapa alumni BPK.

Setelah melalui proses pemilihan Presiden dan wakil presiden BPK sehari sebelum pelaksanaan Pelantikan, Rabu (10/01/2018), mereka dilantik secara simbolis dan disaksikan oleh Direktur BPK, Rifki Baharuddin. Terdapat dua Presiden dan Wakil Presiden BPK yang terlantik, mereka berasal dari Presiden dan Wakil Presiden BPK Arab dan Inggris. Presiden dan Wakil Presiden BPK Arab ialah Muhammad Jakfar Holikur Ridho dan Muhammad Aluf Zainuddin, sedangkan Presiden dan Wakil Presiden BPK Inggris yang terpilih yakni Faiziz Sururi dan Afi Ahmad Ridho.

Presiden terpilih BPK Inggris memberikan sambutannya setelah prosesi pelantikan dilaksanakan. Dia menyampaikan bahwa jadilah pemimpin bukan pemimpi.

“kita adalah pemimpin. Jadi jangan sekali – kali menghilangkan huruf “-n” di akhir kata pemimpin, karena dia akan menjadi Pemimpi. Oleh karena itu, jadilah seorang pemimpin bukan pemimpi,” cakap Faiziz Sururi.

Sambutan dari direktur BPK juga disajikan dalam acara ini. Ust. Rifki Baharuddin menyampaikan beberapa hal terkait dengan acara pelantikan ini. Beberapa diantaranya adalah diharapkan kepada Presiden dan Wakil Presiden yang terpilih agar dapat mengembankan amanah dengan baik dalam menjalankan tugasnya serta tidak mengecewakan para pengurus  lebih – lebih Pesantren. Dia juga menasehati agar mereka selalu bersabar dalam menjalankan amanah yang diberikan terutama dalam hal mengurus santri seperti membina dan mengontrol para santri untuk lebih aktif dalam mengikuti kegiatan asrama maupun pesantren.

Saya berharap kedepannya BPK itu lebih baik dan lebih maju dari sebelumnya sehingga nama baik Pondok Pesantren  Nurul Jadid semakin harum tanpa adanya cela,” tutur beliau.

Tak hanya itu, sambutan dari pihak Madrasah Tsanawiyah Nurul Jadid (MTs NJ) yang diwakili oleh Bapak Khoirus Sholeh. Dalam sambutannya, dia menyampaikan sedikit tentang asal – usul berdirinya BPK di Pondok Pesantren Nurul Jadid.

“BPK itu dibentuk dimasa kepemimpinan Bpk. Mahmudi, yang bertujuan untuk menampung siswa MTs Nurul Jadid yang mempunyai minat dalam belajar kitab. Lambat laun BPK berkembang menjadi kelas unggulan sehingga siswa BPK itu dibekali bahasa asing (Bahasa Inggris dan Arab) sesuai dengan harapan dari Pengasuh PP. Nurul Jadid,” tegasnya.

Dalam kesempatannya, Bapak Sholeh (Sapaan akrab  Bapak Khoirus Sholeh) juga menyampaikan kepada para pengurus untuk mendampingi para peserta didik BPK dengan sebaik mungkin dan maksimal.

“kepada teman – teman pengurus, tolong jangan bekerja sendiri, kita harus bekerja bersama – sama agar tujuan kita bisa tercapai. Harapan saya kepada pengurus untuk melaksanakan tugas dengan ikhlas dan sungguh – sungguh,” tuturnya.

“Jangan menjadi seperti gerobak, yang tak akan berjalan ketika tiada yang mendorong. Dalam artian, menjalankan sebuah organisasi kita tidak harus menunggu perintah dari siapa pun. Kita harus menjalankannya dengan kesadaran akan amanah dan tanggung jawab masing-masing, dengan begitu maka, organisasi kita akan berjalan dengan baik” tambah Bapak Sholeh mengutip dawuh dari K. Imdad Robbani, Kepala Biro Kepesantrenan PP. Nurul Jadid. (qz/ahmad).

Pemilu Presiden BPK

Sunan Gunung Jati | Rakyat BPK Memilih Presiden Baru

nuruljadid.net – Mendidik serta melatih rasa tanggung jawab para peserta didik Badan Pembinaan Khusus (BPK), Rabu (10/01/2018) BPK mengadakan kaderisasi dan peremajaan yang dikemas dengan pemilihan Presiden BPK periode 2018-2019 di Halaman Asrama Sunan Gunung Jati (A).

Kegiatan tersebut dimulai pukul 20.00 WIB. Pemilihan Presiden BPK terbagi menjadi dua yakni pemilihan Presiden BPK Inggris dan Arab. Adapun pasangan calon (paslon) dari masing-masing lembaga bahasa. Adapun paslon Presiden BPK Arab ialah paslon 1 (Farhan Mahfud Ramadani dan Musfikur Royhan) serta paslon 2 (Muhammad Jakfar Holikur Ridho dan Muhammad Aluf Zainuddin). Sedangkan paslon presiden BPK Inggris ialah paslon 1 (Akbar Fikri Putra dan Syarif Hidayatullah) serta paslon 2 (Faiziz Sururi dan Afi Ahmad Ridho).

Dalam pelaksanaannya, pemilihan Presiden BPK Arab dan Inggris dipilih oleh seluruh peserta didik BPK sesuai dengan bahasanya. Pemilihan Presiden BPK Arab dipilih sebanyak 56 peserta didik BPK Arab sedangkan Presiden BPK Inggris dipilih sebanyak 39 peserta didik BPK Inggris.

Alhasil, semua paslon 2 berhasil menjadi Presiden BPK dimasing masing bahasa. Muhammad Jakfar Holikur Ridho dan Muhammad Aluf Zainuddin sebagai Presiden dan Wakil Presiden BPK Arab sedangkan Presiden dan Wakil Presiden BPK Inggris terpilih adalah Faiziz Sururi dengan Afi Ahmad Ridho.

Setelah pencoblosan selesai, harapan demi harapan muncul dari banyak pihak salah satunya ialah Direktur BPK, Ust. Ahmad Rifqi Baharuddin. Dia berharap seluruh Presiden dan Wakil Presiden BPK terpilih dapat mengharumkan nama baik BPK lebih – lebih nama baik Pondok Pesantren Nurul Jadid.

“semoga presiden BPK terpilih mampu membuat perubahan BPK yang lebih baik BPK sehingga lebih-lebih dapat mengangkat nama Pondok Pesantren Nurul Jadid” ujarnya saat terwawancara oleh wartawan nuruljadid.net.

Tak hanya itu, harapan juga disampaikan oleh Sutan Batara, siswa aktif BPK. Dia berharap agar presiden BPK terpilih mampu meningkatkan prestasi BPK melebihi dari Presiden BPK devisioner. (qz/Ahmad)

KH. Abdul Hamid Wahid

Direktur Klinik Az-zainiyah, Ini Pesan Kepala Pesantren

Nuruljadid.net – KH. Abd Hamid Wahid selaku Kepala Pesantren Pondok Pesantren Nurul Jadid juga ikut menghadiri acara Pisah Sambut Direktur yang dilaksanakan oleh Klinik Az-zainiyah. Selasa, (09/01/2018), KH. Hamid (sapaan akrab Kepala Pesantren) juga ikut memberikan sambutan di kegiatan ini. Diawal sambutannya, beliau mengucapkan selamat kepada Direktur Divisioner yang telah melewati masa kepemimpinan dengan baik.

“Dan juga selamat kepada Direktur yang baru mulai sekarang mengemban amanah baru di bidang kesehatan,” tutur beliau.

Dikegiatan ini, beliau juga berharap kepada Klinik Az-zainiyah agar melayani kesehatan para santri dengan  sebaik mungkin.

“paling tidak Klinik Az-zainiyah melayani santri dalam hal kesehatan tapi tentu dengan fungsi lainnya seperti dakwah, pelayanan masyarakat dan pengkaderan di pesantren.  Di periode ini, kami mendapat amanah dari pesantren untuk dapat mengoptimalkan fungsi pelayanan” tegas beliau.

Klinik Az-zainiyah ini merupakan bagian yang tidak berpisah dari proses pelayanan. Beliau berharap agar Klinik Az-zainiyah memiliki seorang Psikolog, agar santri yang bermasalah dalam hal psikologis dapat ditangai oleh sesorang yang ahli dan profesional.

Selain itu, beliau juga berharap agar Klinik Az Zainiyah dapat terus berkembang dengan maksimal terutama dalam hal pelayanan kepada santri maupun walisantri bahkan kepada masyarakat umum.

“Barang kali kedepan kita bisa rencanakan fasilitas – fasilitas penunjang yang harus dilengkapi dan pada periode ini kita bisa mulai memperbaiki kinerja dan perencanaan tahunan” imbuh beliau.

Penulis : Ahmad

Editor : Co

KH. Hefniy Razaq

Direktur Klinik Az Zainiyah Devisioner Menyampaikan Program yang Terealisasi

nuruljadid.net – Kegiatan Pisah Sambut Direktur diadakan oleh Klinik Azzainiyah pada Selasa (09/01/2018) di Lantai III Klinik Az Zainiyah. Kegiatan tersebut hadiri oleh Kepala Pesantren, KH. Abdul Hamid Wahid, Direktur Devisioner Klinik Az-zainiyah, KH. Hefniy Razaq, Direktur Baru Klinik Az-zainiyah, Ny. Hj. Khodijatul Qodriyah, para dokter dan seluruh karyawan Klinik Az-zainiyah.

Dalam kegiatan ini, Direktur Devisioner Klinik Az-zainiyah KH. Hefniy Razaq memberikan sambutan dan menjelaskan sedikit akan hal – hal yang telah dicapai beliau di Klinik Az-zainiyah selama 2,5 tahun seperti dibukanya Klinik Az-zainiyah selama 24 Jam, merubah pembayaran biaya kesehatan santri dari Rp 5.000 – ke Rp 20.000, renovasi gedung Klinik, membangun gedung rawat inap, pembelian kendaraan antar jemput pasien, dsb.

“perubahan yang pertama kali saya lakukan adalah jam pelayanan Klinik Az-zainiyah yang semula tutup pada pukul 23.00 WIB sekarang sudah buka 24 Jam dan tentunya dengan menambah beberapa dokter serta karyawan di malam hari” tutur beliau.

Selain itu, beliau juga membuka pelayanan BPJS, tersedianya nomor khusus untuk Klinik Az-zainiyah dan membuat tim investigasi untuk mengontrol kondisi keseharian Klinik.

“kami mendapatkan anjuran dari Kepala Pesantren untuk membuat nomer khusus Klinik agar bisa menjawab dan melayani segala pertanyaan tentang kesehatan dari masyarakat terutama walisantri” tegas beliau.

“kami juga mendapatkan support yang positif dari kepala pesantren untuk terus meningkatkan pelayanan kepada pasien. Alhamdulillah kami sudah memiliki kendaraan antar jemput santri” tambah beliau.

Kesempatan ini, juga beliau sempatkan untuk berharap kepada Direktur baru Klinik Az-zainiyah untuk benar – benar memanfaatkan fasilitas dengan sebaik mungkin dan terus meningkatkan pelayanan sesuai dengan standard mutu dan operasional.

Penulis : ahmad

Editor : Co