Pos

Sekretaris Pesantren Meminta Pimpinan Satker Nurul Jadid Untuk Kawal Program dan Kinerja Bawahannya

nuruljadid.net – Pasca rapat komisi dan sinkronisasi program dengan satker masing-masing, alhasil pimpinan Pondok Pesantren Nurul Jadid selenggarakan kegiatan “Penetapan Program dan Anggaran Tahun 2023” pada Sabtu (28/01/2023) menjelang sore di Aula I Pesantren. Kegiatan ini diikuti oleh semua pengurus inti setiap satuan kerja (satker) kuasa pengguna anggaran (KPA), satuan pendidikan dan lembaga khusus pesantren baik putra maupun putri. Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang dilakukan pesantren.

Acara dibuka dengan membaca ummul qur’an. Selanjutnya menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Nurul Jadid yang dilanjutkan dengan prakata dari Sekretaris Pesantren, ustaz H. Tahiruddin, MM.Pd. Dalam kesempatan tersebut, ustaz Tohir sapaan akrabnya berharap agar program yang telah disusun bisa terlaksana sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

“Kami sangat mengharapkan untuk tahun 2023 ini, nantinya apa yang telah disusun oleh tiap satker benar-benar sesuai dengan jadwal yang telah dibuat,” harap Sekretaris Pesantren.

(Suasana acara penetapan program dan anggaran satuan kerja Pondok Pesantren Nurul Jadid di Aula 1 pesantren)

Berdasarkan hasil evaluasi, Sekretaris Pesantren juga meminta kepada tiap satker dalam pembuatan laporan dari program kegiatan yang telah dilaksanakan agar lebih baik lagi kedepannya dan disiplin penyetoran sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

Selain itu, ustaz Tohir juga meminta seluruh pimpinan satker untuk selalu mengawal keterlaksanaan program serta mengevaluasi kinerja bawahannya sebagai bahan pertimbangan bagian kepegawaian pesantren.

“Kami berharap kepada kepala-kepala satker  untuk selalu melakukan penilaian kerja terhadap bawahannya. Sehingga nantinya, kami di pesantren memiliki acuan dari penilaian-penilaian tersebut,” papar beliau.

Diakhir prakatanya, sekretaris pesantren akan melakukan sosialisai juknis pelaporan program di bulan mendatang yakni Februari.

“Kami akan melakukan sosialisasi juknis pelaporan program ataupun anggaran, sehingga semua satker bisa lebih memahami SOP dan mekanisme yang berlaku,” terangnya

Tentunya, hal itu dilakukan untuk mengoptimalkan hasil evaluasi kerja dari masing-masing satker pada pelaksanaan program tahun kemarin. Sehingga kinerja satker bisa lebih baik dan disiplin kedepannya.

Usai prakata sekretaris pesantren, dilanjutkan sambutan Kepala Pesantren KH. Abdul Hamid Wahid sekaligus Prosesi Penandatanganan Penetapan Program dan Anggaran tahun 2023 Pondok Pesantren Nurul Jadid.

 

(Humas Infokom)

UIN Khas Jember Studi Kolaboratif ke Pondok Pesantren Nurul Jadid

nuruljadid.net – Universitas Islam Negeri KH. Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember di awal tahun 2023 ini melakukan studi perkuliahan kolaboratif di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Pasalnya, peserta studi kolaboratif ini merupakan mahasiswa doktoral, salah satunya adalah KH. Najiburrahman Wahid, wakil kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid (07/01/23).

Studi Kolaboratif ini merupakan aplikasi dari silaturrahim antara UIN Khas dan Pondok Pesantren Nurul Jadid dalam bidang pendidikan dan pengajaran yang mendukung penguatan kompetensi akademis mahasiswa khususnya program doktoral.

Pembelajaran kolaboratif ini merupakan sebuah proses di mana mahasiswa pada berbagai tingkat kemampuan (kompetensi dan kinerja) bekerja sama dalam kelompok kecil menuju tujuan bersama di bidang konsentrasi keilmuan yang spesifik.

Selain itu, kegiatan studi kolaboratif ini bertujuan untuk saling berbagi informasi dalam meningkatkan pemahaman tentang etnosains dan menciptakan inovasi pembelajaran dalam Pendidikan yang dibutuhkan masyarakat berbasis etnosains.

Kegiatan ini di mengangkat kajian khusus seputar “Pengembangan Wawasan Manajemen Pendidikan Islam” dan berhasil sehari sejak pagi hingga sore hari di Aula Mini Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Kurang lebih diikuti oleh sekitar sepuluh mahasiswa doktoral UIN Khas Jember dalam studi kolaboratif tersebut.

Banyak pengalaman dan tambahan ilmu pengetahuan yang diberikan oleh pemateri dan melalui diskusi dan tanya jawab setelah pemaparan materi menghasilkan rencana selanjutnya  untuk memperkuat kajian dan penelitian dalam pengembangan manajemen Pendidikan Islam di Indonesia.

 

 

 

(Humas Infokom)

Ra Imdad : Tahun Baru Yang Terpenting Bukan Pada Perayaannya, Tetapi Pada Pemaknaannya

nuruljadid.net – Kepala Biro Pendidian Nurul Jadid, Kiai Mohammad Imdad Robbani yang akrab disapa Ra Imdad diundang untuk menjadi pembicara pada acara Refleski Akhir Tahun 2022 dengan tema yang bertajuk “Moralitas Santri dalam Perspektif Panca Kesadaran Santri”. Acara tersebut digelar tepat pada hari Sabtu (31/12/2022) malam tahun baru 2023 oleh Pomas (Pondok Mahasiswa) Unuja.

Dalam acara tersebut, Ra Imdad mengupas tema dengan baik walaupun beliau baru mengetahui tema yang akan dibahas pada saat tiba di lokasi acara. Beliau memulai materinya dari pemaknaan akhir tahun. Dimana menurut beliau, pergantian tahun itu sama dengan pergantian bulan, pergantian hari, pergantian jam, dan pergantian menit. Artinya momentum pergantian tahun dari bulan Desember ke Januari secara historis, bagi kita itu tidak bermakna apapun. Namun yang penting bagi kita adalah bagaimana kita memaknainya.

“Kalau berbicara pemaknaan, berarti yang penting itu bukan hanya tahun, tapi pergantian bulan, minggu, hari, menit, detik setiap saat itu penting. Jadi pergantian tahun masehi ini yang penting bukan terletak pada perayaannya, tapi pemaknaannya,” terang beliau.

Kemudian Ra Imdad menerangkan makna refleksi itu dengan “merenung sejenak”. Dalam artian kita bisa memikirkan apa saja yang telah kita lakukan selama satu tahun, dua atau beberapa tahun sebelumnya. Tetapi tidak hanya sekedar memikirkannya saja, namun juga harus mengevaluasi apa yang telah terjadi dengan berbenah diri, memanfaatkan waktu hidup kita dengan hal yang bermanfaat.

“Jadi kalau kita di waktu-waktu yang telah berlalu terbiasa menggunakan akal kita untuk hal-hal yang tidak berguna, itu hentikan,” ungkap Ra Imdad.

 (Sesi Pematerian tema acara Refleksi Akhir Tahun oleh Gus Imdad selaku pemateri bersama dengan Ustadz Alif Hidayaullah sebagai moderator)

Lebih dalam lagi, Ra Imdad melanjutkan pembahasan tema dengan menjelaskan makna tingkatan panca kesadaran santri.

Agama itu dasarnya adalah kepatuhan kepada Allah SWT dan kepada Rasullullah SAW., sedangkan semua ilmu bagi seorang muslim itu orientasinya selalu bersifat ketuhanan. Oleh karena itu. Panca Kesadaran Santri ini bersifat hirarkis, bertingkat. Mulai dari kesadaran beragama dulu, berilmu, berbangsa dan bernegara, bermasyarakat dan terakhir kesadaran berorganisasi. Itulah mengapa sebabnya kesadaran beragama dalam Panca Kesadaran Santri diletakkan di posisi pertama.

Kesadaran beragama, Ra Imdad melanjutkan, adalah kesadaran universal yang menjiwai, mengorientasikan dan mengarahkan yang ada dibawahnya. Jadi agama itu paket lengkap. Semua yang ada pada diri kita sebagai manusia, itu ada petunjuk penggunaannya dalam agama.

Hal itulah yang membuat Pondok Pesantren Nurul Jadid ini mewajibkan santrinya agar lulus Furudul Ainiyah (FA) baik di tingkat lembaga rendah, hingga perguruan tinggi sekalipun. Sebab FA itu adalah modal dasar yang harapannya nanti kita jangan sampai merasa selesai dengan apa yang telah kita ketahui. Jadi kita perlu secara sadar dan kontinyu berpikir bagaimana kita bisa terus meng-upgrade level pemahaman, penghayatan, dan pengamalan FA ke tahap selanjutnya.

Seusai sesi pematerian, moderator mengawal sesi tanya jawab dengan audiens, peserta mengikuti dan beberapa aktif bertanya seputar tema yang diusung malam itu. Setelah kurang lebih 2 jam, acara dikahiri dengan sesi foto bersama Ra Imdad.

 

 

(Humas Infokom)

Perkuat Kompetensi FA, Lomba Praktik Ibadah Digelar, Berikut 3 Asrama Juaranya

nuruljadid.net – Dari sekian banyak cabang perlombaan yang diadakan panitia Bulan Lomba Haul dan Harlah ke-74 Pondok Pesantren Nurul Jadid, praktek ibadah merupakan salah satu lomba yang tak kalah menarik di kalangan santri selain untuk memperkuat pemahaman kompetensi Furudul Ainiyah (FA) juga untuk mengukur tingkat kemampuan santri antar asrama di masing-masing wilayah. Lomba ini dilaksanakan pada Kamis (29/12/2022) malam lalu.

Ada sedikit perbedaan dalam pelaksanaan lomba praktek ibadah tahun ini. Jika pada tahun-tahun sebelumnya, lomba praktek ibadah ini dilaksanakan di serambi masjid jami’. Namun pada lomba kali ini bertempat di Musala Roudlotul Qur’an (Musel).

Dari 17 peserta, perwakilan asrama yang hadir mengikuti perlombaan hanya berjumlah 12 delegasi karena sisanya tidak datang dan secara otomastis tereliminasi dengan sendirinya. Lomba ini merupakan lomba kelompok dengan batasan maksimal delapan orang dari tiap delegasi asrama. Beberapa hari sebelum dimulai perwakilan dari tiap daerah menghadiri technical meeting terkait tatib lomba dan undian materi yang akan dilombakan.

Materi yang akan diperlombakan ada sebanyak 7 opsi yang meliputi sholat gerhana, Jenazah, Jum’at, Ied, Istisqo’, Hajat dan sholat tasbih. Setelah mendapatakn materi dari undian, para delegasi memiliki waktu beberapa hari untuk mempersiapkan lomba itu.

salah satu delegasi Daerah yang mengikuti lomba praktek ibadah dengan materi sholat jum’at 

Dalam pelaksanaanya, alokasi waktu penampilan dari lomba ini berdurasi maksimal 10 menit. Kemudian penilaian nya diambil dari tiga hal yakni nilai praktek 45%, nilai materi 35% dan nilai kesopanan 20 %. Namun apabila terdapat nilai total yang sama, maka pemenang lomba ditentukan berdasarkan nilai praktek yang lebih tinggi.

Peserta tampak begitu semangat dalam mengikuti perlombaan karena mereka juga ingin mengharumkan nama asrama masing-masing dengan lewat lomba-lomba yang ada. Bahkan tak jarang membawa supporter untuk memberikan semangat dan motivasi tambahan kepada peserta lomba.

Setelah 12 peserta usai menampilkan, panitia mengumumkan pemenangnya. Juara 1 diraih oleh asrama PPIQ dengan skor nilai 98. Juara 2 didapatkan oleh asrama MAK dengan nilai 97. Dan Juara 3 asrama Unggulan dengan nilai total 96.

 

 

(Humas infokom)

Usai Ngaji Syu’abul Iman, Ra Imdad Tinjau Lokasi Pembangunan Kantor P4NJ Situbondo

nuruljadid.net – Acara rutin bulanan Ngaji Kitab Syu’abul Iman yang diselenggarakan oleh Pembantu Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid (P4NJ) Kabupaten Situbondo kali ini dihadiri oleh K. Muhammad Imdad Robbani, Kepala Biro Pendidikan Nurul Jadid  di Desa Alasmalang Kec. Panarukan pada Jum’at (29/12/22) sore kemarin.

Usai pengajian kitab cabang-cabang Iman karangan KH. Zaini Mun’im tersebut, Ra Imdad dipersilahkan untuk ramah-tamah oleh pengurus P4NJ Kabupaten Situbondo.

Selang beberapa saat setelah ramah tamah, Ra Imdad bersama sekretaris P4NJ Pusat H. Syamsul Ma’arif didampingi pengurus P4NJ Situbondo meninjau lokasi pembangunan kantor P4NJ Situbondo sekitar 300-meter yang tidak jauh dari lokasi pengajian.

Dalam kunjungannya, Ra Imdad memberikan apresiasi dan kesan positif atas inisiatif pembangunan kantor yang dilakukan oleh P4NJ Situbondo secara swadaya.

(Sekretaris P4NJ Situbondo, H. Muchlisin, S.Ag. terlihat tengah menjelaskan rancangan desain bangunan gedung kantor P4NJ Situbondo kepada Kiai Imdad dan Sekretaris P4NJ Pusat H. Syamsul Ma’arif)

Menyoal pembiayaan pembangunan Gedung kantor P4NJ Situbondo, Ra Imdad sempat menanyakan kepada pengurus yang mendampingi saat kunjungan tersebut.

“Alhamdulillah, Seluruh pembiayaan pembangunan kantor P4NJ ini murni dari sumbangan alumni dan simpatisan Nurul Jadid,” ungkap Sekretaris P4NJ Situbondo, H. Muchlisin, S.Ag.

Kunjungan sore itu yang ditemani awan mendung, terlihat Ra Imdad mengamati Gedung kantor yang tengah proses pembangunan tersebut. Terdengar sesekali beliau menanyakan terkait rancangan pembangunan kepada pengurus P4NJ Situbondo.

“Semoga kantor P4NJ ini nantinya bisa menjadi wadah penghubung antara alumni Nurul Jadid dengan masyarakat Situbondo maupun kepada sesama alumninya,” ucap H. Syamsul kepada seluruh pengurus P4NJ Situbondo di sela-sela kunjungan.

(Pembancaan doa sebelum Kiai Mohammad Imdad Robbani meninggalkan lokasi dengan kelancaran dan kebermanfaat kantor P4NJ Situbondo ke depan)

Sebelum meninggalkan lokasi kantor, Ra Imdad terlebih dahulu diminta untuk turut memimpin doa oleh ketua P4NJ Situbondo, H. Nasirrudin Dhofir. Dengan harapan semoga kantor P4NJ Situbondo bisa terselesaikan dengan cepat dan bermanfaat untuk masyarakat luas.

(Humas Infokom)

P4NJ Situbondo Ngaji Syu’abul Iman bersama Ra Imdad, Manusia Harus Ikhlas Taat Kepada Allah

nuruljadid.net – Pembantu Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid (P4NJ) Kabupaten Situbondo menggelar ngaji kitab Syu’abul Iman karangan KH. Zaini Mun’im pendiri dan pengasuh pertama Nurul Jadid. Kiai Mohammad Imdad Robbani, Kepala Biro Pendidikan Nurul Jadid juga putra pengasuh KH. Moh. Zuhri Zaini, menghadiri pengajian tersebut di desa Alasmalang Kec. Panarukan pada Jum’at (29/12/22) sore kemarin.

Ngaji Kitab Syu’abul Iman merupakan agenda rutin bulanan P4NJ Kabupaten Situbondo untuk menjalin silaturrahmi dengan ahlul bait atau keluarga besar masyayikh Nurul Jadid dan memperkuat ruhul jihad pengurus serta alumni dalam berkhidmat di tengah masyarakat.

Kiai Mohammad Imdad Robbani yang akrab disapa Ra Imdad tersebut membacakan cabang-cabang Iman ke 10 hingga ke 13 dalam kitab yang disusun dalam bentuk nadhom tersebut.

Beliau menjelaskan cabang Iman ke 10 yaitu mengagungkan simbol-simbol agama Allah (Sya’air al-dini al- ilah), antara lain dengan senang dan bersemangat atas segala urusan-urusan agama.  selain itu, menghiasi mushaf dan masjid dengan perhiasan (atau desain) yang indah adalah termasuk bagian dari mengagungkan syiar agama Allah.

Cabang Iman yang ke 11 yaitu ikhlas dalam taat kepada Allah. Ikhlas itu akan menjauhkan diri kita dari riya’, syirik, dan kemunafikan. Dengan perkuat rasa ikhlas, yang menjadi perhatian kita hanyalah pandangan Allah semata, bukan pandangan makhluk. Kita meyakini bahwa Allah maha mengetahui terhadap segala amal kita, yang kita cari hanyalah keridhoan Allah SWT tanpa mau tertipu oleh pujian makhluk, bahkan kita selalu merasa khawatir atas kemurkaan Allah.

(Pengurus P4NJ Situbondo dan ratusan alumni Nurul Jadid mengikuti pengajian kitab Syu’abul Iman bersama Ra Imdad)

Pengajian rutin yang dihadiri oleh sekitar 200 alumni Nurul Jadid se-Kabupaten Situbondo ini juga dihadiri oleh ketua Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS) Cabang Situbondo, KH. Agus Salim dan Sekretaris P4NJ Pusat, H. Syamsul Ma’arif, serta didampingi ketua P4NJ Kabupaten Situbondo, H. Nashiruddin Dhofir dan Ketua Bidang Keagamaan, Habib Hasan Luthfi Al Jufri serta jajaran pengurus lainnya.

Pengajian berlangsung khidmat dan akrab, meski langit sedang diselimuti mendung. Kegiatan ini diakhiri sekitar pukul 15.30 WIB dengan doa dan acara ramah tamah.

 

 

(Humas Infokom)

Konjen Tiongkok Hibahkan 40 Kuota Beasiswa Guna Tingkatkan Kualitas Bahasa Mandarin di Nurul Jadid Paiton

nuruljadid.net – Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) menghibahkan 4 unit komputer dan 40 kuota beasiswa Pendidikan untuk santri Pondok Pesantren Nurul Jadid guna meningkatkan mutu Pendidikan dan pengembangan bahasa Mandarin di lingkungan pesantren.

Pertemuan ini dilaksanakan pada Selasa, 27 Desember 2022, bertempat di ruang tamu kantor Konjen Tiongkok di Surabaya yang berlangsung dalam suasana yang akrab dengan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid 19.

Konjen RRT Mr. Xu Yong mengundang pimpinan Pondok Pesantren Nurul Jadid bertujuan selain mempererat silaturrahmi juga untuk memperkenalkan diri sebagai pejabat baru menggantikan Mr. Gu Jingqi sekaligus meningkatkan kerja sama yang sudah sejak lama terjalin. Terutama dalam pengembangan pendidikan Bahasa Mandarin di Pondok Pesantren Nurul Jadid (PPNJ).

(Suasana silaturrahmi pimpinan Pondok Pesantren Nurul Jadid bersama Konjen Republik Rakyat Tiongkok di Surabaya)

Sejak tahun 2004, Pondok Pesantren Nurul Jadid melalui SMA Nurul Jadid mulai menyelenggarakan pendidikan Bahasa Mandarin. Pertama kali pada tahun 2010 santri atau siswa Nurul Jadid mendapat beasiswa kuliah di Tiongkok yang sampai saat ini rutin setiap tahunnya mengirimkan alumninya kuliah di Tiongkok.

Pengembangan bahasa Mandarin di Nurul Jadid yang cukup pesat, tidak lepas dari kontribusi Konjen RRT di Surabaya dan berbagai komunitas Tiongkok yang selalu memberikan dorongan untuk terus ditingkatkan, kepala pesantren KH. Abd. Hamid Wahid juga menyampaikan rasa terima kasih.

 

 

(Humas Infokom)

 

Beri Sambutan pada Pembukaan Bulan Lomba, Ketua Harlah Ajak Santri Terus Belajar Dengan Niat Yang Tulus

nuruljadid.net – Perhelatan Bulan lomba sudah dimulai, pertanda Haul Masyayikh dan Harlah ke-74 semakin dekat. Pada hari Kamis (22/12/2022) malam, ketua panitia Haul dan Harlah Pondok Pesantren Nurul Jadid yang ke 74 meresmikan pembukaan kegiatan Bulan Lomba secara simbolis dengan pemotongan pita yang bertempat di Aula I pesantren.

Sebelum sambutan ketua panitia harlah, sambutan diisi oleh Ketua Bulan Lomba, Ustadz Lutfi. Dalam sambutannya ia menyampaikan bahwa malam itu merupakan malam bahagia untuk seluruh santri.

“Malam ini merupakan malam berbahagia bagi para santri. Sebab panitia akan membuka kegiatan bulan lomba ini dan memeriahkan dengan berbagai macam perlombaan. Mulai dari bidang lomba keagamaan, keilmuan dan keolahragaan,” paparnya.

Ketua bulan lomba tersebut juga menjelaskan perihal diadakannya kegiatan pembukaan tersebut.

“Adanya pembukaan bulan lomba ini dalam rangka memperingati haul dan harlah PP Nurul Jadid yang ke 74 tahun dengan mengusung tema “Menjaga tradisi, membangun generasi,” ustadz Lutfi menambahkan.

Sementara itu, Ketua panitia Haul Masyayikh dan Harlah ke-74 ustaz Muh. Yahya menyebut bahwa kegiatan ini merupakan momen yang ditunggu-tunggu para santri.

“ini merupakan momentum yang ditunggu-tunggu oleh para santri Nurul Jadid di dalam mengembangkan bakat dan minatnya untuk terus diasah. Karena ibarat pisau kalau hanya didiamkan  tanpa diasah, bisa jadi pisau itu akan berkarat. Oleh karena itu dengan adanya bulan lomba ini maka diharapkan seluruh santri untuk bisa ikut berpartisiasi dalam memeriahkan dan memperingati Harlah Pesantren Nurul Jadid yang ke 74 ini,” jelasnya.

  

Penyampaian sambutan  pembukaan bulan lomba oleh Ustad Yahya selaku Ketua Harlah

Setelah menjelaskan pembagian bidang lomba, ustadz Yahya mempersilahkan para santri untuk memilihnya sesuai bakat dan minat masing-masing.

“Oleh karenanya silahkan para santri memilih sesuai bakat dan minatnya. Barangkali kelak dengan ketekunan kalian belajar mengasah, kelak akan menjadi generasi terdepan dari bangsa ini,” Imbuh pria berbaju batik tersebut.

Ustaz Yahya juga mengutip dawuh KH. Hefni Mahfud pemangku wilayah Zaid Bin Tsabit (K) bahwa “Santri itu harus di depan apalagi urusan masalah agama”. Kemudian ia mengajak sekaligus memberikan motivasi kepada santri.

“Maka santri harus mengikuti keseluruhan lomba dengan semangat dan belajar terus dengan niat yang tulus,” pungkasnya.

 

 

(Humas Infokom)

Semarak Salam Santri bersama JTV dan Indomie Berlangsung Meriah di Bumi Nurul Jadid

nuruljadid.net – Mentari pagi warnai hari libur santri bersama JTV dan Indomie dalam rangkaian acara “Salam Santri”. Kegiatan tersebut berlangsung meriah di bumi Nurul Jadid pada hari Jum’at (16/12/2022) pagi. Pasalnya berbagai jenis kegiatan yang dilakukan mulai dari bersih-bersih massal, senam pagi sampai dengan makan bersama dan lomba berbagai kreativitas santri.

Acara Salam Santri ini merupakan program gabungan yang diselenggarakan oleh PT Indofood Sukses Makmur Tbk bersama JTV di Pondok Pesantren Nurul Jadid dengan tajuk “Salam Santri”. Tujuannya selain menjalin silaturrahmi, juga untuk berbagi kebahagiaan bersama para santri dengan serangkaian acara yang telah disusun sekaligus mengenalkan produk varian baru dari Indomie.

Dalam acara ini, pihak Indomie dan JTV mengajak para santri untuk memeriahkan hari liburnya dengan berbagai acara yang cukup meriah, hingga para santri sangat terhibur dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatannya dengan senang hati. Kegiatan dimulai sejak pagi pukul 05.30 yaitu bersih-bersih massal lingkungan pesantren, kemudian para santri berkumpul di lokasi acara untuk mengikuti segmen Dawuhe Pak Yai yaitu tausiah dari keluarga Pondok Pesantren Nurul Jadid diwakili Kiai Muhammad Al-Fayyadl, usai tausiah dilanjutkan penyerahan CSR Indomie dan Piagam Penghargaan.

(Peserta Kelompok Lomba jingle menunjukkan kebolehannya di atas pentas Salam Santri bersama Indomie dan JTV)

Tak sampai di situ, kegiatan semakin meriah dengan kegiatan senam santri diikuti terbatas oleh 3.500 santri. Setelah cukup berkeringat sebab senam, ribuan santri mengikuti giat semangat sarapan bersama Indomie varian terbaru yaitu Kebab Rendang yang sudah mulai dimasak 3 jam sebelumnya. Hiburan Islami dari penampilan Muhibbus Sholawat pun semakin menambah kemeriahan kegiatan Salam Santri pagi itu, ditambah keseruan berbagai lomba berhadiah dan doorprize.

Pagelaran acara dipisah antara santri putra dan santri putri. Santri putra bertempat di lapangan Ayaman, sementara santri putri terpusat di halaman depan gedung putih wilayah Al-Hasyimiah (Daltim). Santri merasa sangat terhibur dengan doorprize dan beragam penampilan lomba, mulai dari lomba masak kreasi Indomie, karya kreasi kemasan Indomie, jingle sampai tebak aroma Indomie.

 (Kiai Muhammad Al-Fayyadl tengah memberikan tausiyah kepada ribuan santri yang hadir mengikuti program Salam Santri)

Saat tausiyah, Kiai Muhammad Al-Fayyadl yang akrab disapa Gus Fayyadl mengingatkan seluruh santri untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan diri dalam menghadapi zaman khususnya bijak dalam menggunakan media sosial dan hubungan antara putra dan putri. Gus Fayyadl menekankan agar santri tidak terbuai dengan godaan media sosial hingga lupa diri, tertipu dengan tampilan di media sosial termasuk hoax bahkan mengikuti trend yang tidak sama sekali mencerminkan jati diri seorang santri

Di tengah matahari yang mulai terik, para santri tetap antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Salam Santri tersebut. Sorak meriah dari para santri mulai nyaring terdengar saat kelompok andalannya unjuk kebolehan dalam lomba Jingle Indomie. Tidak sekedar hiburan yang menjadi fokus kegiatan ini, ribuan santri juga melakukan pembacaan sholawat tawassul kepada pendiri KH. Zaini Mun’im sebagai bentuk syukur dan terimakasih kepada jasa-jasa muassis dan almarhumin.

Acara berjalan dengan lancar, berlangsung meriah yang insyaallah penuh berkah. Pengundian hadiah doorprize sekitar pukul 10.00 ditemani mendung yang menurunkan rintik hujan tak menyurutkan niat santri untuk mengikuti sampai selesai. Bermacam-macam hadiah dan doorprize yang diberikan kepada santri mulai dari uang tunai ratusan ribu hingg paket Indomie, Al-Qur’an, handuk, selimut, jam, setrika, sarung dan berbagai hadiah menarik lainnya.

 

 

(Humas Infokom)

SMP Nurul Jadid Menjelang Akhir Tahun Borong 12 Piala Juara Bahasa Arab dan Inggris Hingga Nasional

 nuruljadid.net  Akhir tahun kembali bertabur bintang, pasalnya peserta didik SMP Nurul Jadid berhasil memborong piala kejuaran bahasa asing pada ajang perlombaan baik di tingkat provinsi maupun nasional. Tercatat para jawara tersebut merupakan peserta didik yang saat ini masih duduk di bangku kelas delapan dan sembilan.

Para jawara yang berhasil mengharumkan almamater SMP Nurul Jadid tersebut merupakan peserta didik kelas khusus program pengembangan bahasa asing SMP Nurul Jadid, yakni Language Intensive Programs of SMP Nurul Jadid yang lebih dikenal dengan sebutan LIPS.

Ustaz Agung Izzul Haq selaku pembina sekaligus sekretaris program LIPS menuturkan “LIPS bukanlah satu-satunya faktor utama SMP Nurul Jadid berhasil memborong piala kejuaraan. Hal ini tidak lain berkat usaha setiap peserta didik yang tak kenal lelah dalam melatih kemampuannya dan tentunya tak lupa juga faktor paling penting adalah do’a keluarga, mu’allim serta keluarga kyai selama ini.”

Tidak hanya kemenangan yang menjadi tujuan utama peserta didik SMP Nurul Jadid, namun lebih kepada pengalaman berharga dan keluarga baru yang mereka cari. Keberhasilan membanggakan ini tentunya mengharunkan nama baik lembaga mereka namun yang menjadi tidak kalah pentingnya adalah saling memberikan dukungan satu sama lain.

Sebagaimana ustaz Agung percaya bahwa dengan saling memberikan dukungan, serta komunikasi yang baik dan berkelanjutan dalam mendidik peserta didik, maka sekolah akan terus mampu menghasilkan siswa-siswi yang kompeten di berbagai bidang di sekolah. Hal ini juga berkaitan dengan sistem pengembangan karakter serta akademik peserta didik, khususnya peserta didik yang mengikuti program khusus.

Mengenai capaian prestasi cemerlang menuju akhir tahun ini, Waka. Humas SMP Nurul Jadid Muhammad Jufri, M.Pd mengatakan bahwa sekolah akan terus berinovasi dalam sistem pendidikan dan pembelajaran untuk peserta didik, sehingga sekolah mampu terus menghasilkan peserta didik berkualitas dan bermental juara.

Waka. Kurikulum Surinta Harko, M, S.Pd mengafirmasi keunggulan program LIPS sebagai salah satu icon unik SMP Nurul Jadid yang perlu dipertahankan dan dikembangkan.

“LIPS perlu dipertahankan bahkan dikembangkan. Sehingga, kita baik pengurus sekolah maupun asrama haruslah saling bersatu padu untuk membina peserta didik agar kerasan dan terus berprestasi sampai mereka telah benar-benar dinyatakan lulus dari SMP Nurul Jadid” pungkasnya mengakhiri wawancara bersama Nurul Jadid Media.

 

Tingkat Jawa Timur:

  • Juara 2 Pidato Bahasa Inggris | Aldisyah Chaidar Rahman (Kelas IX A) | SMATFEST Surabaya
  • Juara 2 Pidato Bahasa Arab | Juliana Putri Anabella (VIII G) | SMATFEST Surabaya
  • Juara 3 Pidato Bahasa Arab | Anglaila Elisa Putri (VIII G) | SMATFEST Surabaya
  • Juara 3 Bercerita Bahasa Inggris | Zahra Eka Widya Hartadi (IX F) | EFEST IAIN Madura
  • Harapan 1 Bercerita Bahasa Inggris | Fatih Ibnuz Zaman (IX A) | EFEST IAIN Madura
  • Juara 2 Pidato Bahasa Inggris | Nazwa Zahiro Amalia (VIII F) EFEST IAIN Madura
  • Harapan 2 Pidato Bahasa Inggris | Aldisyah Chaidar Rahman (IX A) | EFEST IAIN Madura

 

Tingkat Nasional:

  • Juara 1 Bercerita Bahasa Arab | Indra Hariyanto (IX A) | UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Juara 3 Bercerita Bahasa Arab | Maulida Riskiyah Nur Kholilah (IX G) | UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Juara 1 Bercerita Bahasa Inggris | Aura Chunta Putri Tabita (IX F) | PP. Baitul Qur’an Al Jahra Magetan
  • Juara 2 Bercerita Bahasa Inggris | Reno Ramadhan (IX A) | | PP. Baitul Qur’an Al Jahra Magetan
  • Juara 3 Bercerita Bahasa Inggris | Nayla Anindya Hilmi | | PP. Baitul Qur’an Al Jahra Magetan

 

 

(Humas Infokom)

 

Tuan Rumah Praktik Kerja Industri, Nurul Jadid Sambut Hangat SMK Bustanul Ulum Bulugading Jember

nuruljadid.net – SMK Bustanul Ulum Bulugading Jember serahkan siswinya ke Pondok Pesantren Nurul Jadid untuk melaksanakan Praktik Kerja Industri (Prakerin). Penyerahan dilakukan secara langsung oleh Kepala SMK Bustanul Ulum bersama beberapa jajaran dewan guru dan wali peserta didik kemarin Sabtu (3/12/2022) siang di Aula Mini Pondok Pesantren Nurul Jadid. Rombongan disambut hangat oleh Kepala Bagian Humas dan Protokoler Dr. Syamsuri Hasan, M.HI. dan Kepala Bidang Kurikulum Biro Pendidikan H. Foni Yusanda, SP.

Kali ini, terdapat sebanyak 29 siswi yang akan melakukan Praktik Kerja Industri (Prakerin) selama 3 bulan ke depan. Mereka akan bermukim dan menjadi bagian dari santri Pondok Pesantren Nurul Jadid yang akan ditempatkan di berbagai satuan kerja sebagaimana telah ditentukan oleh bagian humas dan protokoler pesantren.

Momen Audien ketika menyimak sambutan perwakilan Nurul Jadid oleh  H Foni Yusanda dari Biro Pendidikan

Kepala Sub Bagian Protokoler Adi Azhari, M.Pd menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan kali pertama karena tahun-tahun sebelumnya pihak SMK Bustanul Ulum Bulugading Jember pernah menempatkan siswinya untuk melakukan Prakerin di Pondok Pesantren Nurul Jadid, sehingga kehadiran mereka disambut hangat dan akrab layaknya teman lama kembali bersua.

Menurut Nurul Hidayat, Kepala SMK Bustanul Ulum dalam sambutannya menyampaikan bahwa, prakerin ini merupakan kali kedua bagi SMK Bustanul Ulum memilih Pondok Pesantren Nurul Jadid untuk menjadi tempat menimba ilmu serta pengalaman bagi siswinya setelah dua tahun terkahir terhalang pandemi.

“kami sangat berterimakasih kepada Pondok Pesantren Nurul Jadid yang sudah berkenan menerima kami kembali, setelah dua tahun kami tidak melakukan Prakerin,” tuturnya.


Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Jadid bersama Kepala dan jajaran dewan guru SMK Bustanul Ulum Bulugading Jember

Sementara itu, dalam sambutan dari pihak pesantren diwakili oleh H. Foni Yusanda, SP. Kepala Bidang Kurikulum Biro Pendidikan menyampaikan beberapa manfaat dari kegiatan prakerin kepada para siswi dan wali murid.

“Manfaat yang dapat diambil dari kegiatan ini, yang pertama, mengimplementasikan kompetensi keilmuan yang sudah diperoleh siswi selama ada di lembaga asalnya. Kedua, peserta prakerin bisa mendapatkan pengalaman baik yang ada maupun yang tidak ada kaitannya dengan kompetensinya, berarti mendapatkan pengalaman yang lebih luas atau meningkatkan kompetensi siswa. Ketiga, bagaimana membangun etos kerja yang baik. Keempat, membangun komunikasi dan jaringan,” terang Foni.

Acara penyerahan diakhiri dengan ramah tamah dan pengasramaan peserta prakerin yang telah disiapkan oleh Pondok Pesantren Nurul Jadid.

 

(Humas Infokom)

Biro Kepesantrenan Putri Nobatkan Pengabdi Terbaik Tahun 2022 Sebagai Apresiasi dan Inspirasi

nuruljadid.net – Ikhtiar peningkatan layanan santri dan pemberian apresiasi bagi pengurus pengabdi menjadi program tahuan Biro Kepesantrenan (Biktren) Pondok Pesantren Nurul Jadid. Kali ini penobatan pengurus diselenggarakan Biktren putri yang merupakan kerja kolaborasi lintas bagian yaitu penataan wilayah, BK/WA dan PGFA Biro Kepesantrenan putri (28/11/2022).

Penobatan pengurus, wali asuh dan muallimat terbaik yang dimulai sejak pukul 19.30 hingga 22.30 WIB ini merupakan bentuk kecil yang pesantren dapat lakukan untuk mengapresiasi kerja pengabdian para pengurus, wali asuh dan muallimat selama di pondok pesantren.

Wakabid BK/WA dan Penataan Wilayah Biro Kepesantrenan ustazah Siti Maknunah, M.Pd. menyampaikan bahwa para pengurus tersebut memiliki peran penting dalam membangun karakter santri selama mondok di pesantren.

“Penobatan ini tujuannya sebagai bentuk apresiasi kepada pengabdian para pengurus khususnya putri karena merekalah yang mengawal dan mengasuh keseharian santri dalam membentuk karakter dan kepribadian yang baik selama mereka mondok di pesantre” terang ustazah Maknunah.

Hadir pada kegiatan tersebut kurang lebih 800 pengurus dari seluruh wali asuh baik pusat maupun satelit dan perwakilan siswi dari masing-masing daerah di seluruh wilayah putri Pondok Pesantren Nurul Jadid.

(Penobatan pengurus harian, wali asuh dan maullimat terbaik Biro Kepesantrenan Putri Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Selain untuk memberikan apresiasi kepada pengurus teladan yang telah bertugas dengan baik, kegiatan penobatan ini juga sebagai upaya untuk menumbuhkan ghirroh atau semangat bagi pengurus yang lain agar lebih bersemangat dan berkhidmat dalam pengabdian kepada pesantren.

“Kami juga sebagai pengurus pesantren putri bermaksud dengan mengadakan penobatan ini selain untuk mengapresiasi juga untuk membangkitkan ghirroh pengabdian pengurus dan wali asuh serta muallimat yang lain dalam berkhidmat kepada pesantren” imbuh ustazah Maknunah kepada Nurul Jadid Media.

Penobatan ini dibagi menjadi tiga kategori, yang pertama pengurus terbaik, kedua wali asuh terbaik dan ketiga muallimat terbaik dengan beberapa kategori yang telah ditetapkan sebelumnya oleh Biro Kepesantrenan putri.

Setidaknya ada tiga tahapan, pertama penyebaran form pencalonan ke setiap daerah di masing-masing wilayah. Setelah pengumpulan form pencalonan akan ditentukan delapan pengurus dengan suara terbanyak dari masing-masing daerah akan dipilih kembali oleh seluruh santri di setiap wilayah untuk menentukan siapa peroleh vote terbanyak.

(Penobatan pengurus harian, wali asuh dan maullimat terbaik Biro Kepesantrenan Putri Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Sebanyak sepuluh wali asuh terbaik dan juga pengurus akan melewati sesi interview atau wawancara yang ditanyai langsung oleh Wakil Sekretaris Pesantren Ny. Muthmainnah Waqid, S.Th.I dan Wakil Biro Kepesantrenan Ny. Mamnu Hatur Rohmah.

Untuk penobatan Muallimat proses seleksi lebih sederhana dilakukan berdasarkan pengajuan dari setiap daerah dengan beberapa kriteria seperti kedisiplinan, kompetensi dan kepribadian.

Beberapa kategori bagi pengurus harian meliputi pengurus, wali asuh dan muallimat terbaik. Sedangkan, kategori pengurus meliputi pengurus teladan, pengurus karismatik, pengurus kreatif, dan pengurus terajin.

Teknis pelaksanaan kegiatan ini juga bekerjasama dengan bagian IT dan Multimedia putri untuk mendokumendasikan seluruh rangkaian acara mulai dari proses pemilihan, interview hingga penobatan.

Suasana penobatan berlangsung sangat khidmat hingga tidak sedikit audiens yang menangis terharu dikarenakan sepanjang prosesi penobatan diiringi dengan puisi yang menyentuh hati dibawakan dengan syahdu dan alunan backsound yang menyayat jiwa.

 

 

(Humas Infokom)

 

Mendes PDTT RI Gus Halim Sebut Paskibra HSN Nurul Jadid Lebih Baik dari Polisi dan TNI

nuruljadid.net – Mendes PDTT RI H. Abdul Halim Iskandar yang kerap disapa dengan julukan Gus Halim menyebutkan bahwa Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) dalam Upacara Hari Santri Nasional di Pondok Pesantren Nurul Jadid memenuhi standar Nasional bahkan lebih baik dari Polisi dan TNI. Hal itu diungkapkan pada saat memberikan amanat Upacara HSN (22/10/2022) di Lapangan Raya Pondok Pesantren Nurul Jadid lalu.

“Mulai dari komandan upacara, pengibar bendera, pembaca pembukaan UUD 1945, pembacaan ikrar santri dan semuanya luar biasa. Standarnya, standar nasional semua,” papar Gus Halim dalam amanat Upacara HSN tahun 2022.

Meski demikian, panitia pelaksana kegiatan Pondok Pesantren Nurul Jadid tidak mau terlalu berbangga-bangga karena disadari masih banyak kekurangan dengan waktu persiapan yang sangat pendek dan sumber daya yang terbatas. Karena ini akan menjadi tanggung jawab yang lebih besar kedepannya disamping harus terus memperbaiki berbagai kekurangan dalam pelaksanaan Upacara Hari Santri Nasional tahun 2022 ini.

Kasubbag. Humas dan Infokom Mujiburrohman menegaskan bahwa persiapan Upacara Hari Santri Nasional ini sangat mepet karena dipotong liburan Maulid Pondok Pesantren Nurul Jadid.

“Jujur, persiapan pelaksanaan upacara Hari Santri Nasional tahun ini sangat pendek karena dipotong liburan Maulid pesantren, meskipun kepanitiaan dibentuk sebelum liburan, namuan murni persiapan mulai dari latihan Paskibra sampai petugas upacara dan konsep lapangan semuanya ditotal kurang dari satu minggu, tapi alhamdulillah upacara berjalan lancar meski banyak hal perlu dikoreksi dan diperbaiki” ungkap ustaz asal Nusa Tenggara Timur tersebut.

Selain itu, dalam amanatnya Gus Halim juga berpendapat bahwa menurutnya lebih sulit menjadi paskibraka dan komandan Upacara dalam Hari Santri Nasional dibanding yang dilakukan oleh polisi dan tentara.

“Menurut saya lebih sulit jadi pengibar bendera dan komandan di Hari Santri Nasional, dibanding yang dilakukan oleh pak polisi dan tentara. Kenapa lebih sulit? Kalau pak polisi dan tentara pakai sepatu, gampang. Ini pakai sanjal jepit dan sarung saja bisa disiplin seperti itu. Ini luar biasa,” ungkap Mendes PTTD RI tersebut.

Ungkapan tersebut langsung mendapatkan respon sorakan gembira disertai tepuk tangan gemuruh peserta upacara yang terdiri dari santriwan dan santriwati juga pegawai di bawah naungan yayasan Nurul Jadid.

“Itulah hebatnya santri kita semua. Alhamdulillah.” Gus Halim menegaskan dengan senyum lebar di hadapan kurang lebih 8000 peserta upacara.

 

 

(Humas Infokom)

Mendes Gus Halim Ajak Santri Terus Belajar dan Berikhtiar Maksimal untuk Bangsa

nuruljadid.net – Gus Halim Menteri Desa PDTT RI mengajak para santri untuk terus meningkatkan kapasitas keilmuan agar mampu bersaing di berbagai bidang bak di pemerintahan maupun di tengah masyarakat. Gus Halim menyampaikan bahwa santri adalah generasi penerus ulama, sehingga kaum santri harus mampu mengisi ruang-ruang strategis dalam berbangsa dan bernegara.

“Saya mengajak kepada seluruh Santri untuk terus belajar, untuk terus berikhtiar maksimal. Prestasi kalian luar biasa, masa depan Indonesia tergantung pada santri-santri kita semua, termasuk para Santri Nurul Jadid,” tegas Menteri yang akrab disapa Gus Halim tersebut dalam sambutannya saat menjadi Inspektur Upacara peringatan ‘Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2022’ di Pondok Pesantren Nurul Jadid Probolinggo, Jawa Timur, pada Sabtu (22/10/2022).

Dalam amanat upacara, Gus Halim menerangkan, Pesantren adalah bagian penting dalam sejarah peradaban Indonesia. Pondok pesantren telah melahirkan banyak pejuang yang ikut memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan asing. Pesantren juga banyak melahirkan pejuang Nahdlatul Ulama yang berkualitas. Oleh karena itu, lanjut Gus Halim, kaum santri juga harus berhasil membersamai dan mendampingi masyarakat di setiap lini kehidupan.

“Hari ini alumni-alumni Nurul Jadid itu merambah di seluruh sel kehidupan di Indonesia ini. Itu artinya, alumni Nurul Jadid adalah para Alumni yang memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk hidup di mana pun dan menjadi pejuang Nahdlatul Ulama di manapun berada,” imbuh Mendes yang didapuk sebagai Komandan Santri tersebut.

Selama penyampaian amanat upacara, Gus Halim mendapatkan tepuk tangan dan sorak meriah dari para tamu undagan dan santri Nurul Jadid yang hadir di lapangan. Komitmen Gus Halim dalam memberdayakan potensi pesantren dan santri disinyalir menjadi pemicu riuh tepuk tangan bangga para santri dan peserta upacara.

 

 

(Humas Infokom)

 

Gus Halim: Alumni Nurul Jadid Memiliki Kapasitas dan Kapabilitas Hidup di Manapun dan Menjadi Penjuang NU

nuruljadid.net – Menteri Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Hari Santri Nasional di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, Jawa Timur (22/10) dimana beliau hadir sebagai inspektur upacara.

“Petugas pengibar upacara hari santri nasional di Pesantren Nurul Jadid ini standar nasional, ” katanya pada peringatan Hari Santri Nasional di Ponpes Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Sabtu (22/10/2022).

Mendes Gus Halim ungkapkan rasa syukurnya karena bisa mengikuti pengibaran bendera kembali di Ponpes Nurul Jadid.

Tahun 2018 Gus Halim juga pernah diundang menjadi inspektur upacara Hari Santri Nasional di Nurul Jadid. Pada saat itu, Gus Halim yang belum menjadi Menteri sempat makan nasi “tabhek” bersama dengan para santri. Nasi “tabhek” adalah nasi bekal untuk perjalanan dan biasa dinikmati oleh santri yang mendapat kiriman makanan dari orang tuanya.

“Pada tahun 2019 saya dilantik menjadi Menteri PDTT. Ternyata Pesantren Nurul Jadid memberi berkah kepada saya, ” Gus Halim menuturkan saat amanat inspektur upacara.

Tak hanya itu, di hadapan ribuan santri, Gus Halim memuji alumni Pesantren Nurul Jadid yang sukses dan berkiprah di Indonesia.

“Santri alumni Pesantren Nurul Jadid merambah di muka bumi, khususnya di Indonesia. Di kementerian desa 60 persen. Dengan itu, alumni Pesantren Nurul Jadid memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk hidup di manapun dan menjadi pejuang Nahdlatul Ulama di manapun berada.”

“Selamat untuk santri-santri Nurul Jadid, ” tegasnya.

Pengakuan ini merupakan sebuah prestasi sekaligus apresiasi kepada Pondok Pesantren Nurul Jadid yang telah sukses mencetak alumninya menjadi manusia yang bermanfaat di tengah masyarakat dengan kapasitas dan kapabilitas untuk berkiprah di berbagai lini kehidupan khususnya untuk Nahdlatul Ulama (NU).

Namun, pujian dan sanjungan tersebut tidak lantas menjadikan pesantren dan pengurus berbangga berlebih karena hal itu juga sekaligus menjadi beban untuk menjaga kualitas bahkan meningkatkan layanan di berbagai sektor pesantren.

Satu hal yang pasti bahwa Pondok Pesantren Nurul Jadid akan terus berbenah dan meningkatkan layanan pendidikan dan pengasuhan kepada seluruh santri serta menjalin komunikasi baik kepada para alumninya dan terbuka terhadap masukan untuk perbaikan di masa yang akan datang.

 

 

(Humas Infokom)