Pos

Mendes PDTT RI Mengundang Rombongan Santri Nurul Jadid ke Kantornya di Jakarta

nuruljadid.net – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Republik Indonesia siap menyambut kunjungan rombongan santri putra dan putri Pondok Pesantren Nurul Jadid. Hal ini sebagaimana disampaikan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Gus Abdul Halim Iskandar dalam amanat Inspektur Upacara pada Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Lapangan Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo (22/10).

“Sebagai rasa hormat saya, dengan seizin para pengasuh dan sesuai dengan arahan para pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, saya mengundang perwakilan santri Nurul Jadid satu bis laki-laki dan satu bis perempuan untuk datang ke kantor Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi” ungkap Menteri yang akrab disapa Gus Halim tersebut di hadapan ribuan santri dan tamu undangan.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi kepada Pondok Pesantren Nurul Jadid yang memiliki kiprah penting dalam pembangunan bangsa khususnya di daerah melalui partisipasi para alumninya. Pak Menteri juga menyampaikan bahwa banyak alumni Nurul Jadid yang sukses dan eksis di Jakarta salah satunya Stafsus beliau.

“Nanti saya tunjukkan betapa eksisnya para alumni Nurul Jadid di Jakarta. Kalau perlu kami kumpulkan para alumni-alumni Nurul Jadid yang sukses-sukses banyak sekali di sana, termasuk salah satu staf khusus saya stafsus Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, namanya Akmari ternyata alumni Nurul Jadid juga” imbuh Gus Halim kepada seluruh santri Nurul Jadid yang tengah mengikuti upacara.

 

 

(Humas Infokom)

Halaqah PBNU Revitalisasi Tradisi Pemikiran Ilmiah Para Kiai NU

nuruljadid.net – Perhelatan halaqah fikih peradaban di Pondok Pesantren Nurul Jadid ini disebut oleh pengasuh kiai Zuhri dan Gus Ulil sebagai gagasan untuk menghidupkan kembali tradisi pemikiran para kiai Nahdlatul Ulama (NU).

Figur bersahaja dan tawadu’ kiai Zuhri menuturkan bahwa halaqah PBNU adalah upaya menghidupkan kembali sunnah-sunnah NU yang kian luntur beberapa tahun terakhir ini.

“Halaqoh yang digagas oleh PBNU ini untuk menghidupkan kembali sunnah-sunnah NU yang sudah kurang begitu diperhatikan,” ungkap kiai Zuhri dalam sambutannya.

Kaia Zuhri menambahkan “Saat ini, kepengurusan PBNU yang baru sudah mulai kembali menghidupkan sunnah-sunnah NU dalam mengasah pemikiran dan wawasan warga NU.”

Perwakilan PBNU pada acara halaqah fikih peradaban di Nurul Jadid Gus Ulil sekaligus ketua umum Lakpesdam PBNU menyampaikan bahwa halaqah ini akan diadalah selama 5 bulan penuh.

“halaqah itu akan diadakan oleh PBNU selama 5 bulan. Jadi hampir setiap bulan minimal ada tidak kurang dari 60 halaqah, setiap hari ada 2 halaqah yang diselenggarakan di berbagai tempat di seluruh Indonesia selama 5 bulan setiap hari” tegas Gus Ulil.

Untuk menyambut muktamar internasional fikih peradaban, PBNU mengadakan serangkaian halaqah-halaqah di berbagai tempat dengan melibatkan para kiai baik dari pusat kota sampai ke pelosok desa.

Gus Ulil menambahkan “Tujuan PBNU melibatkan para kiai agar memberikan masukan bagi muktamar nanti yang akan didadakan tahun depan. Jadi halaqah yang diadakan di Paiton ini adalah salah satu halaqah yang nanti memberikan kontribusi.”

Setiap halaqah yang dilaksanakan diharapkan melahirkan sebuah rumusan dan keputusan yang bisa diusulkan kepada PBNU untuk memperkaya diskusi di dalam muktamar internasional pada bulan Februari mendatang.

Tidak kalah penting, halaqah fikih peradaban ini juga bertujuan untuk merevitalisasi tradisi diskusi ilmiah di kalangan kiai sebagai pemikir dan intelektual muslim yang bertanggung jawab mendampingi masyarakat di tengah arus globalisasi dewasa ini.

“Insyallah, halaqah-halaqah ini akan menghidupkan kembali percakapan ilmiah di kalangan kiai-kiai,” ungkap lulusan Harvard tersebut.

Gus Yahya juga menekankan agar halaqah ini diadakan di pesantren dan pesertanya kiai. Ketua umum PBNU tidak mengijinkan pelaksanaan halaqah diadakan di perguruan tinggi walaupun PTNU. Karena tujuan dari Gus Yahya bahwa halaqah ini memang dikhususkan untuk para kiai. Oleh sebab itu, halaqah-halaqah ini memang seluruhnya diadakan di pesantren.

 

 

(Humas Infokom)

Gus Ulil Sebut Halaqah Nurul Jadid Unggulan Sebab Ikatan Historis dengan NU

nuruljadid.net – Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Ulil Abshar Abdalla dalam Halaqah Fikih Peradaban menyampaikan bahwa Halaqah di Nurul Jadid merupakan halaqah unggulan karena memiliki ikatan historis dengan NU.

“Ini salah satu halaqah fikih peradaban yang saya anggap unggulan, karena ini diadakan di pesantren yang mempunyai kaitan historis yang cukup penting sekali dengan NU” terangnya.

Gus Ulil sapaan akrab KH. Ulil Abshar Abdalla menceritakan kenangan beliau bersama sosok yang disegani di NU yaitu KH. Wahid Zaini.

“Di tempat ini, di pondok ini ada sosok yang sangat dihormati di NU, terutama di kalangan para aktivis muda NU pada tahun 80-an dan 90-an yaitu KH. Wahid Zaini,” kenang Gus Ulil.

Bersama KH. Wahid Zaini, Gus Ulil pernah menggagas Program Pengembangan Wawasan Keulamaan (PPWK) di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton. Sehingga pesantren Nurul Jadid ini memiliki ikatan historis yang penting di tubuh NU.

Halaqoh yang diselenggarakan di Pondok Nurul Jadid ini menurut pengakuan Gus Ulil merupakan salah satu halaqah penting selain halaqah-halaqah lain yang sudah diadakan di beberapa tempat karena ikatan historis sebagaimana diceritakan sebelumnya.

Halaqah fikih peradaban ini adalah program yang cukup ambisius. Terdapat 250 halaqah plus 50. Gus Ulil tidak menyebutkan total 300 halaqoh karena halaqah terbagi dalam dua kategori yakni utama dan turunannya.

“Kenapa saya sebut 250 plus 50 kenapa tidak 300? Karena memang 250 halaqah utama plus 50 halaqah ikutannya.”

Di akhir sambutannya Gus Ulil meminta doa para kiai dan bu nyai agar Halaqoh ini dapat berjalan dengan lancar bersamaan dengan ridho Allah SWT.

 

 

(Humas Infokom)

 

Hidupkan Literasi, Pomasi UNUJA Bedah Buku “Pilar Penyelamat Pembangunan” Karya 3 Tokoh Besar Nurul Jadid

nuruljadid.net – Pondok Mahasiswi (Pomasi) Universitas Nurul Jadid (UNUJA) gelar bedah buku “Pilar Penyelamat Pembangunan” karya tiga tokoh besar Pondok Pesantren Nurul Jadid untuk menghidupkan giat literasi serta memberikan asupan wawasan ilmu pengetahuan kepada santri mahasiswi. Acara digelar bersamaan dengan pelaksanaan Halaqah Fikih Peradaban pada minggu (02/10/2022) di Aula 2 Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Bedah buku disajikan oleh tiga narasumber perempuan luar biasa yakni Neng Ienas Tsuroiya (admin Ngaji Ihya Gus Ulil Abshar Abdalla), Dr. dr. Mirrah Samiyah, M.Kes (Women of The Year 2021 Probolinggo), beserta Ny. Hj. Khodijatul Qodriyah (Direktur Klinik Az-Zainiyah Nurul Jadid). Pada acara bedah buku yang dimoderatori oleh Dr. Hamidatul Musyarrofah seorang dokter di Klinik Az-Zainiyah membahas pilar penyelamat pembangunan yang menitikberatkan pada aspek pendidikan, perempuan dan pesantren.

Buku “Pilar Penyelamat Pembangunan” tersebut merupakan buku hasil kolaborasi tiga pemikiran tokoh pesantren Nurul Jadid yakni Alm. KH. A. Wahid Zaini (pengasuh ke-III PP. Nurul Jadid), KH. Abd. Hamid Wahid menjabat sebagai kepala pesanten sekaligus rektor Unuja serta istri beliau Ny. Hj. Khodijatul Qodriyah saat ini memimpin Klinik Az-Zainiyah Nurul Jadid.

Pasalnya, isi dari bedah buku tersebut membahas tentang besarnya arti dan pengaruh figur perempuan, institusi pendidikan dan pesantren yang memiliki peran krusial serta ikut andil dalam mengawal berdiri tegaknya sebuah negara dan bangsa.

Dalam sambutannya Ny. Hj. Khodijatul Qodriyah menyampaikan bahwasanya buku tersebut tidak hanya sekedar dicetak, akan tetapi untuk mengabadikan nilai-nilai dan pemikiran dari almarhum KH. Abdul Wahid Zaini yang sangat bermanfaat untuk kehidupan kita di masa mendatang.

“Buku ini dicetak dan alhamdulillah bisa disampaikan pada para santri dalam rangka mengabadikan dan menghidupkan beberapa buah pemikiran almarhum KH. Abdul Wahid Zaini yang selama tujuh tahun berinteraksi secara langsung dengan saya, semoga lewat buku ini menjadi amal sholeh yang membermanfaati bagi generasi pejuang pendidikan yang mencerahkan di masa kini maupun nanti,” terang Neng Iah.

Acara bedah buku ini dikemas dalam bentuk diskusi interaktif dan sharing gagasan dengan tujuan untuk memberikan peluang kepada peserta mahasiswi berdiskusi langsung dengan narasumber yang ahli di bidangnya masing-masing sehingga memberikan banyak perspektif untuk memperkaya khazanah keilmuan dan wawasan berpikir.

(Pemberian tanda mata kepada para tokor pemikir Buku Pilar Penyelamat Pembangunan dan narasumber Bedah Buku di Aula 2 Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Melalui bedah buku dan dialog interaktif ini juga dapat melatih Public Speaking serta mengasah mentalitas serta kepercayaan diri para peserta mahasiswa saat bertanya. Narasumber Ny. Ienas Tsuroiya membahas tentang peran perempuan dan pesantren. Tidak hanya itu, disusul oleh Dr. dr. Mirra Samiyah, M.Kes dengan topik bahasan perempuan dan kesehatan, yang terakhir Ny. Hj. Khodijatul Qodriyah selaku penulis buku lebih menyoroti tentang perempuan dan pendidikan.

Di akhir sesi pematerian disusul dengan pemberian penghargaan kepada tiga tokoh yang pemikirannya diabadikan dalam buku Pilar Penyelamat Pembangunan dan ketiga narasumber yang membedah buku tersebut. Almarhum KH. Abdul Wahid Zaini diwakili oleh istrinya Ny. Hj. Zubaidah Toha, sedangkan KH. Abdul Hamid Wahid dan Ny. Hj. Khodijatul Qodriyah hadir secara langsung menerima tanda mata dari pimpinan Universitas Nurul Jadid di forum bedah buku yang berlangsung kurang lebih 1,5 jam itu.

 

 

(Humas Infokom)

Terapkan Maqashid Syari’ah, UNUJA Respon Persoalan Hukum Modern

nuruljadid.net – Mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Jadid (Unuja) Paiton Probolinggo melakukan peningkatan pengetahuan (knowledge improvement) dengan mengadakan kuliah tamu semester ganjil tahun ajaran 2022–2023 pada hari minggu (25/09/2022) siang, bertempat di Aula 1 Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Pelaksanaan kegiatan ini merupakan upaya yang dilakukan Unuja dalam rangka meningkatkan pengetahuan mahasiswa Fakultas Agama Islam tentang Hukum Syariat pada era baru (modern). Kuliah tamu ini mengusung tema “Implementasi Maqashid Syariah dalam Merespon Permasalahan Hukum Modern” yang diikuti oleh mahasiswa Universitas Nurul Jadid baik secara online maupun offline.

Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Jadid Dr. H. Ahmad Fawaid, M.Th.I berkesempatan untuk menyampaikan sambutan (opening speech) pada pembukaan kuliah tamu tersebut. Dalam pidatonya beliau menyampaikan bahwa pertama kali FAI mengadakan kuliah tamu pada semester ganjil ini. Tema yang diangkat pada kuliah tamu kali ini pun memang sangat relevan dengan kebutuhan zaman serta untuk menambah wawasan mahasiswa khususnya prodi Hukum Keluarga, Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir serta juga Mahasantri Ma’had Aly Nurul Jadid. Bahwa Hukum Islam tidaklah stagnan namun terus bergerak mengikuti perkembangan zaman sesuai kebutuhan serta kondisi yang ada di tengah-tengah masyarakat

(Dekan FAkultas Agama Islam DR. H. Ahmad Fawaid, M.Th.I Saat Memberikan Cindera Mata Kepada Penyaji DR. Nasrulloh Afandi LC, M.A)

Sebanyak 100 mahasiswa prodi Hukum, Ilmu Al-qur’an dan Tafsir serta mahasantri Ma’had Aly Nurul Jadid, yang mengikuti acara secara tatap muka (offline) dan sebagian peserta lainnya mengikuti kuliah tamu tersebut secara daring via zoom.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Dr. Nasrulloh Afandi LC, M.A selaku Penyaji, dekan Fakultas Agama Islam Dr. H. Ahmad Fawaid, M.Th.I didampingi oleh seluruh Kaprodi serta dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Jadid.

(Peserta Putra – Putri Kuliah Tamu Prodi Hukum Keluarga, Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Serta Mahasantri Ma’had Aly Nurul Jadid )

Pematerian disampaikan oleh Dr. Nasrulloh Afandi LC, M.A, yang mana narasumber tersebut merupakan seorang pakar yang kompeten serta memiliki kapabilitas tinggi untuk membahas tema yang telah diusung. Sesi pematerian ini dimoderatori oleh Dr. Ainul Yaqin selaku dosen aktif Universitas Nurul Jadid dan Kasubbag Hukum dan Advokasi di bawah sekretariat Pondok Pesantren Nurul Jadid. Kegiatan berjalan dengan lancar dan khidmat, peserta pun mengikuti dengan antusias dan aktif bertanya, sehingga suasana sangat dinamis.

 

(Humas Infokom)

Ny. Hj. Khodijatul Qodriyah: Kesehatan di Pesantren Tidak Kalah Penting dari 4 Fungsi Utama Lainnya

nuruljadid.net – Direktur Klinik Az-Zainiyah Ny. Hj. Khodijatul Qodriyah saat menyambut kunjungan studi banding dari Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah Kota Pasuruan terkait Manajemen Pengelolaan Klinik Kesehatan Pesantren kemarin Jum’at (23/09/2022) siang menyampaikan empat fungsi pokok pesantren termasuk pentingnya kesehatan bagi santri dan masyarakat sekitar.

Dalam sambutannya, Nj. Hj. Khodijatul Qodriyah menjelaskan tentang empat fungsi pesantren di tengah maraknya isu kekerasan, kesehatan sampai pelecehan di lingkungan pesantren. Empat fungsi utama pesantren adalah peran Intelektual (Intellectual role), nilai moral (moral values), fungsi sosial (social function) dan fungsi spiritual (spiritual function).

Bidang kesehatan termasuk dalam peran intelektual pesantren dan tanggung jawab moral terhadap kesehatan warga pesantren termasuk keluarga kiai, santri dan pengurus tanpa terkecuali masyarakat sekitar. Karena kesehatan merupakan hal urgen dan krusial dalam mendukung setiap kegiatan pokok lainnya, tanpa kesehatan yang baik maka semua kegiatan tidak akan berjalan lancar.

Neng I’ah panggilan akrab Ny. Hj. Khodijatul Qodriyah juga menyampaikan bahwa studi banding ini pihak Nurul Jadid tidak hanya memberi melainkan saling belajar.

“forum studi banding ini harapannya kedua belah pihak bisa bekerjasama untuk saling bertukar informasi sesuai konteks masing-masing, karena masyarakat perkotaan berbeda dengan masyarakat pedesaan seperti di Desa Karanganyar,” dawuhnya.

(Direktur Klinik Az-Zainiyah Ny. Hj. Khodijatul Qodriah saat memberikan sambutan pada acara Studi Banding dari Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah Pasuruan)

Eksistensi peran aktif Klinik Az-Zainiyah Nurul Jadid adalah buah dari sebuah perjuangan panjang yang tumbuh menyesuaikan kebutuhan santri kala ini. Berawal dari Balai Pengobatan sampai akhirnya menjadi Klinik dan saat ini melayani kurang lebih 1.200 BPJS karyawan, guru dan dosen serta menerima BPJS masyarakat umum.

Pelayanan kesehatan di setiap wilayah pesantren, Klinik Az-Zainiyah membentuk Santri Husada (SH) dan Saka Bakti Husada (SBH) yang standby di Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) sebelum dirujuk ke Klinik. Sehingga penanganan kesehatan santri cukup terbantu oleh kader kesehatan santri.

Peran kesehatan di pesantren sering kali diabaikan atau tidak menjadi prioritas. Namun, faktanya bidang kesehatan memainkan peranan yang sangat penting melihat banyaknya isu kesehatan terutama sejak pandemi covid-19 menghantui dunia. Maka, Pondok Pesantren Nurul Jadid terus berupaya melakukan update dan upgrade kualitas layanan kesehatan untuk santri.

Neng I’ah juga menjelaskan tidak sedikit insiden kekerasan baik fisik maupun non-fisik di pesantren yang perlu penanganan cepat tanggap dan sigap dari tenaga kesehatan pesantren yang professional. Sehingga dapat menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selain tetap melakukan penguatan regulasi dan sistem pembinaan santri tanpa kekerasan atau ramah anak.

Peran aktif klinik Az-Zainiyah Nurul Jadid dalam menyikapi datangnya wabah covid-19 sejak awal sebelum pemerintah kabupaten dan provinsi mengambil sikap. Pondok Pesantren Nurul Jadid sudah mengambil sikap dan langkah melalui rapat bersama tim kesehatan dan para dokter. Awal covid-19 tiba di Indonesia, saat itu menjelang harlah, akhirnya harlah dilaksanakan secara tertutup dan santri dipulangkan serta berbagai macam protokol kesehatan diterapkan. Alhasil, kerja keras tersebut mendapatkan apresiasi dari PBNU sebagai Pesantren Penanganan COVID-19 Terbaik meskipun penghargaan tersebut tidak pernah menjadi tujuan.

Kunci keberhasilan dalam penanganan kesehatan adalah selain satu mindset tentang urgensitas kesehatan tentu tidak lepas dari aksi kolaboratif (collaborative action) juga partisipasi aktif untuk saling mengisi, menguatkan dan mendukung segala bentuk program pesantren dalam memberikan layanan terbaik kepada santri dan wali santri. Sebagaimana motto Klinik Az-Zainiyah “Mengabdi sepenuh hati, melayani dengan professional”.

 

 

(Humas Infokom)

Mahasiswa UNUJA Hasan Mutawakkil, Bawa Pulang Juara 1 Esai Bahasa Arab Tingkat Regional Asia

nuruljadid.net – Moch. Hasan Mutawakkil yang sehari-harinya sebagai mahasiswa aktif Universitas Nurul Jadid dan pengurus LPBA berhasil meraih juara 1 lomba esai Bahasa Arab tingkat Regional Asia pada ajang SUKARABIC FEST V yang diselenggarakan oleh UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada, Sabtu (17/09/2022) pagi.

Sunan Kalijaga Arabic Festival tersebut memiliki dua kategori, kategori mahasiswa dan umum. Untuk kategori mahasiswa meliputi debat Bahasa Arab, Qiroatus Syi’ir, Ghina ‘Aroby, Khitobah, Taqdimul Qishoh, dan esai Bahasa Arab. Sedangkan kategori umum lomba Kaligrafi dan Qiroatul Kutub.

Pada lomba esai, Moch. Hasan Mutawakkil berhasil masuk lima besar sebagai finalis yang wajib mempresentasikan hasil karyanya di hadapan dewan juri.

Ucapan selamat dari panitia penyelenggara lewat media WhatsApp kepada Hasan Mutawakkil karena namanya tercantum dalam daftar lima besar finalis yang wajib mempresentasikan karyanya.

“Selamat untuk nama-nama di atas berhak melanjutkan ke tahap final (presentasi).” ucap panitia via chat WA.

Pada babak final yang diselenggarakan tanggal 17 September 2022, Sabtu kemarin. Mutawakkil mempresentasikan karyanya dengan maksimal usai berlatih keras dengan berbekal doa serta harapan supaya bisa mendapatkan yang terbaik.

Alhasil, perjuangan Mutawakkil tidak sia-sia, dia berhasil keluar sebagai juara dan mengharumkan Almamater Nurul Jadid. Berkat karyanya yang luar biasa dan presentasi yang meyakinkan, Hasan Mutawakkil berhasil menyabet juara 1 menyisihkan peserta dari universitas dan perguruan tinggi lainnya.

Adapun daftar nama pemenang lomba esai sebagai berikut:

  • Juara 1 Moch. Hasan Mutawakkil (Nurul Jadid)
  • Juara 2 Muhammad Hanif Alfarisi (UMY)
  • Juara 3 Moh. Fadllurrahman (Instika Annuqayah)

 

 

(Humas Infokom)

LPBA Nurul Jadid Juara 2 National English Debate di UNAIR Surabaya, Kalahkan Sekolah Favorit

nuruljadid.net – Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) Nurul Jadid kembali harumkan almamater Pondok Pesantren Nurul Jadid. Pasalnya siswa LPBANJ berhasil meraih juara 2 English Debate tingkat nasional pada ajang English BlastBeyond The Limit” yang digelar oleh English Diploma Universitas Airlangga Surabaya pada sabtu (17/09/2022).

Dalam ajang lomba debat bahasa Inggris tersebut terdapat sebanyak 38 tim dari berbagai sekolah di Indonesia. Akan tetapi hanya empat terbaik yang berhak masuk ke babak final.

Pada babak penyisihan, lomba dilakukan secara online. Sedangkan update informasi seputar lomba dapat diakses melalui akun instagram resmi panitia IG English Blast yang wajib di-follow oleh seluruh peserta terdaftar.

Tepat pada hari Sabtu tanggal 17 September 2022 babak final dihelat secara tatap muka atau luring yang bertempat di Kampus B Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Pada final round (Babak Final) terdapat empat tim yang lolos dari sekolah berbeda dalam ajang lomba debat bahasa Inggris tersebut. Mereka adalah tim pertama dari SMA Negeri 6 Surabaya, tim kedua dari Xin Zhong High School Surabaya, sedangkan LPBA Nurul Jadid berada diposisi ketiga dan disusul tim dari MA Ammanatul Ummah Pacet, Mojokerto.

Dari babak final tersebut akan diambil dua tim terbaik sebagai juaranya. Alhasil, usai penjurian, tim LPBA Nurul Jadid dinobatkan sebagai juara kedua setelah tim Xin Zhong High School Surabaya.

Tim debat LPBA Nurul Jadid saat itu diwakili oleh saudara M. Irsyad Nurazizi sebagai pembicara pertama dan M. Fahmi Rezaldi sebagai pembicara kedua. Sistem yang digunakan adalag British Parlimentary System (BPS). Setiap tim terdiri dari dua orang dan setiap pertandingan (match) diikuti langsung empat tim, dua pro dan dua yang lain kontra.

Tidak hanya lomba debat bahasa Inggris saja, English Blast tersebut juga melombakan kategori Speech Contest. Sebagaimana lomba debat, lomba pidato bahasa Inggris ini juga dilaksanakan dengan dua sistem online dan offline.

Tahap pertama penyisihan dilakukan secara online. Lima terbaik akan diundang ke babak final dan bertanding kembali secara offline atau tatap muka dihadapan dewan juri.

Para finalis lomba English Speech berasal dari sekolah dan lembaga pendidikan yang beragam. Para finalis tersebut adalah Rif’an Syauqi (LPBA Nurul Jadid), Ni Made Neyra Sitaswari dan  Luh Putu Indra Masanthi dari SMAN 1 Semarapura, kemudian disusul Khansa Aulia salsabila dari SMA Islam dan Davney denofa dari SMA Ar-Rohmah Putra Malang.

Rif’an Syauqi delegasi LPBA Nurul Jadid harus berpuas diri hanya sampai pada babak Final. Rif’an sudah berusaha maksimal dengan mengupayakan segala kemampuan dan skill yang dimiliki, akan tetapi persaingan tidak mudah untuk ditaklukkan.

(Rif’an Syauqi Saat Berfoto Usai Mengikuti Perlombaan Di Kampus B Universitas Airlangga Surabaya)

“walaupun Syauqi  kalah bukan berarti gagal, kekalahan ialah kesuksesan yang tertunda tetap semangat” ucap Zulfikar pengurus LPBA sekaligus pendamping lomba ketika itu.

 

 

(Humas Infokom)

Menko Perekonomian Airlangga Silaturrahim ke Nurul Jadid, Apresiasi Pemberdayaan Ekonomi Pesantren

nuruljadid.net – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia Airlangga Hartarto berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Jadid Rabu siang ini (14/09/2022). Kedatangan Menko Airlangga disambut langsung oleh pengasuh KH. Moh. Zuhri Zaini didampingi Kepala Pesantren KH. Abd. Hamid Wahid di halaman kantor pusat.

Acara berlangsung tertutup di ruang tamu pesantren. Selain silaturrahmi, Menko Airlangga banyak bertanya seputar kondisi objektif pesantren Nurul Jadid, khususnya saat menghadapi pandemic COVID-19 dan pasca pandemi.

“Untuk Santri dan Santriwati, untuk terus semangat belajar dan mengikuti perkembangan keilmuan sekarang. Terutama untuk mahasiswa dan mahasiswi jurusan kesehatan, karena ini menjadi sektor yang penting sejak terjadinya pandemi Covid-19. Masyarakat menantikan karya dan pengabdian dari adik-adik semuanya,” ungkap Menko Airlangga.

Saat diskusi, banyak hal yang dibincangkan salah satunya menyinggung tentang Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren) sebagai motor untuk mendorong akselerasi penguatan ekonomi dari unit usaha yang ada di pondok pesantren.

(Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat tiba di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo)

Menko Airlangga mengapresiasi kiprah Pondok Pesantren Nurul Jadid dalam hal perannya mendidik santri generasi penerus bangsa untuk dapat juga berperan serta dalam perekonomian kedepannya.

Kiai Abdul Hamid Wahid Zaini selaku wakil ketua umum Hebitren pusat juga saat ini terus memperkuat giat usaha santri dan pesantren dalam rangka pemberdayaan perekonomian masyarakat.

Santri, mahasiswa, dan pemuda merupakan kelompok sasaran yang diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian di Indonesia melalui peran aktif di berbagai giat usaha dan ekonomi kreatif di setiap daerah.

(Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat berdiskusi bersama pimpinan Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo di ruang tamu)

Pondok Pesantren memiliki peran yang strategis dalam rangka mendukung ekonomi dan keuangan syariah karena saat ini berjumlah sekitar 36.080 pesantren dan memiliki lebih dari 4,2 juta santri.

Selain itu, sebanyak 12.469 pesantren atau 39,7% dari total pesantren, memiliki potensi secara ekonomi yang dapat menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan, ekonomi syariah, dan UMKM halal.

Selepas mengunjungi Pondok Pesantren Nurul Jadid, Menko Airlangga melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Pajarakan untuk bersilaturahmi bersama para ulama dan pengasuh pondok pesantren.

Turut hadir dalam acara tersebut antara lain Anggota DPR RI dan Pimpinan Parta Golkar dari beberapa daerah di Indonesia.

 

 

(Humas Infokom)

 

Biro Pendidikan Tanamkan Nilai Dasar Pesantren Kepada Santri Baru Melalui Sekolah 53

nuruljadid.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid sebagai lembaga pendidikan Islam terus berupaya untuk melakukan penguatan nilai dan aqidah alhussunnah wal jamaah kepada santri sebagai pedoman hidup. Biro Pendidikan melaksanakan Sekolah 53 untuk menanamkan nilai dasar kepesantrenan selama tiga bulan.

Nilai-nilai dasar 53 merupakan pilar penting bagi setiap santri sebagai standard nilai kepribadian dan misi yang perlu menjadi perhatian untuk diterapkan kelak di tengah masyarakat. Nilai dasar 53 tersebut adalah panca kesadaran santri dan trilogi santri.

Sekolah 53 memiliki peran krusial sebagai ruh warga pesantren Nurul Jadid, sehingga disusunlah kurikulum yang jelas, sistematis dan terukur. Hal ini diimplementasikan sebagai upaya penguatan pendidikan karakter santri sejak awal mengenal pesantren.

(Suasana pematerian Sekolah 53 oleh salah satu asatiz Pondok Pesantren Nurul Jadid di kelas putra)

Pendidikan karakter adalah pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti, pendidikan moral, pendidikan watak yang bertujuan mengembangkan kemampuan seluruh warga pesantren tidak hanya santri namun juga pengurus dan pendidik dalam memberikan keputusan bijak terkait baik-buruk, keteladanan, memelihara apa yang baik dan mewujudkan kebaikan tersebut dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati.

(Suasana pematerian Sekolah 53 oleh salah satu asatiz Pondok Pesantren Nurul Jadid di kelas putri)

Pentingnya pendidikan karakter melalui sekolah 53 bagi santri haruslah ditanamkan sejak dini. Pendidikan karakter yang baik akan menciptakan atmosfir pendidikan, pengasuhan dan pengembangan diri santri yang positif dan progresif.

Harapannya dengan penguatan karakter nilai dasar santri melalui sekolah 53 ini dapat menjadi fondasi yang kokoh untuk pembentukan kepribadian santri di tengah masyarakat yang beragam dan di era disruptif dewasa ini.

 

 

(Humas Infokom)

Pondok Pesantren Nurul Jadid Jalin MoU dengan PT PJB Paiton

nuruljadid.net – Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Abd. Hamid Wahid telah melakukan diskusi dan kajian intensif dengan beberapa pimpinan untuk pengembangan dan pemberdayaan pesantren. Hasil diskusi dan kajian tersebut terjalinnya kerjasama dengan PT PJB Paiton dengan penandatanganan MoU yang dilakukan di Aula Mini Pondok Pesanten Nurul Jadid Senin siang (08/08/2022).

General Manager PT PJB Paiton, Agus Prastyo Utomo, ST mewakili seluruh jajarannya mengucapkan terimakasih kepada Kepala Pesantren KH. Abd. Hamid Wahid atas kesempatan yang telah diberikan untuk memperkuat dan memperluas jalinan kerjasama yang selama ini telah terbangun.

Kepala pesantren yang hadir secara langsung dengan jajaran pengurus pesantren, pimpinan Universitas Nurul Jadid dan kepala satuan pendidikan di lingkungan pesantren juga menyampaikan hal senada dalam sambutannya. Bahwasannya PT PJB telah memberikan manfaat kepada pesantren khususnya dalam bidang Pendidikan di SMK Nurul Jadid.

(Kepala Pesantren KH. Abd. Hamid Wahid saat menyampaikan sambutan pada acara Penandatanganan MoU antara Pondok Pesantren Nurul Jadid dan PT. PJB Paiton)

Harapannya dengan penandatangan nota kesepahaman ini PT PJB bersama Pondok Pesantren Nurul Jadud dapat memperluas jalinan kerjasama dan ruang lingkupnya.

“Kami bersyukur atas jalinan kerjasama antara PT PJB Paiton dengan pesantren yang selama ini terjalin khususnya di bidang Pendidikan dan pembelajaran serta pengabdian masyarakat, semoga ke depan kita bisa memperluas jangkauan kerjasama ini,” tutur kepala pesantren dalam sambutannya.

(General Manager PT PJB Paiton Agus Prastyo Utomo dan Kepala Pesantren KH. Abd. Hamid Wahid saat Penandatanganan MoU antara Pondok Pesantren Nurul Jadid dan PT. PJB Paiton)

Kerjasama selama ini yang berjalan lebih dari tiga tahun masih fokus pada bidang pendidikan dan pembelajaran dengan mendirikan kelas pembangkit di SMK Nurul Jadid dan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk support pada kegiatan pesantren.

Diskusi hangat dan interaktif antara kepala pesantren dengan jajaran pimpinan PT PJB nampak terbangun dengan harmonis usai acara seremonial. Beberapa bidang yang akan dikerjasamakan meliputi Pendidikan, pengabdian masyarakat dan penelitian.

(General Manager PT PJB Paiton Agus Prastyo Utomo dan Kepala Pesantren KH. Abd. Hamid Wahid saat Penyerahan Cinderamata pada acara Penandatanganan MoU antara Pondok Pesantren Nurul Jadid dan PT. PJB Paiton)

Kepala pesantren juga mendorong kepada satuan kerja dan satuan pendidikan Pondok Pesantren Nurul Jadid untuk lebih agresif serta berpartisipasi aktif untuk menyambut peluang kerjasama demi kepentingan pesantren dan masyarakat sekitar. Kegiatan dilanjutkan dengan penandatangan MoU dan penyerahan cinderamata serta foto bersama.

Hal menarik dalam acara tersebut adalah seluruh rombongan PT. PJB Paiton mengikuti acara dengan mengenakan songkok khas Nurul Jadid yang difasilitasi oleh bidang usaha Enje Mart pesantren.

 

 

 

(Humas Infokom)

Motivasi Studi Luar Negeri, International Talk Hadirkan Native Speaker dari Amerika dan Alumni Sukses dari Tiga Benua

nuruljadid.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid selenggarakan International Talk bersama seorang Native Speaker dari Amerika dan tiga alumni Nurul Jadid yang telah melanjutkan studi bahkan berkarir di Luar Negeri. Kegiatan ini diselenggarakan secara luring di Aula I pesantren dan daring melalui kanal YouTube Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Rabu (27/07) sore, ratusan santri putra dan putri yang mampu berbahasa Inggris diundang terbatas untuk menghadiri acara tersebut. Terlihat para santri pukul 14.00 WIB sudah memenuhi Aula menunggu kedatangan narasumber spesial dari tiga benua tersebut.

Terdengar tepuk tangan dan sorak-sorai meriah ketika keempat narasumber memasuki tempat acara menuju tempat duduk di atas panggung.

Acara International Talk ini mengusung tema “Santri Goes International: The Prospect of English for Global Career”.

(Terlihat Mister Pierce Smith tengah berinteraksi dengan para peserta International Talk didampingi oleh narasumber lainnya)

Salah satu narasumber alumni Nurul Jadid adalah Mohammad Holil Smith. Dia berhasil menyelesaikan studi S1 dan S2 di negeri Paman Sam, bahkan saat ini beliau bekerja sebagai Senior Compliance Manager di Mercury System, Amerika.

Juga hadir sepasang suami istri yang keduanya merupakan alumni Nurul Jadid. Ahmad Afnan Anshori berhasil menyelesaikan S1-nya di UII Yogyakarta, S2-nya di UGM dan Curtin University Australia. Sedangkan istrinya Zaimatus Sa’diyah menyelesaikan S1-nya di Universitas Al-Azhar Kairo Mesir, S2-nya di UGM dan keduanya saat ini tengah menyelesaikan S3-nya di Redboud University Belanda yang semuanya full beasiswa. Mereka juga aktif di organisasi NU luar negeri.

Narasumber native speaker dari Amerika yaitu Pierce Smith yang merupakan Former President of Rotary Club of Sandpoint dan juga menjabat sebagai Youth Exchange Officer di Amerika. Mister Smith juga seorang pensiunan akuntan selama 33 tahun, hadir untuk memberikan motivasi kepada ratusan santri.

(Peserta International Talk masih terlihat sangat antusias dan memperhatikan dengan seksama pemaparan narasumber)

Sementara itu, Kasubbag. Humas dan Infokom Mujiburrohman sekaligus penanggung jawab menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan motivasi studi ke luar negeri dan menjelaskan pentingnya Bahasa Inggris bagi santri untuk berkarir di kancah internasional.

“Diselenggarakannya International Talk ini, kami berharap para santri terinspirasi dan termotivasi untuk belajar bahasa Internasional khususnya bahasa Inggris, lanjut studi luar negeri dan sukses dalam berkarir tanpa harus tercerabut dari akar kesantriannya,” ungkap Mujib.

Acara berlangsung menggunakan bahasa Inggris yang dipandu oleh Mujiburrohman sebagai moderator. Secara keseluruhan acara berjalan lancar dan khidmat.

Terlihat peserta sangat antusias mengikuti jalannya acara dari awal hingga akhir. Tidak sedikit dari mereka berebut untuk diberikan kesempatan bertanya kepada narasumber.

(Sesi foto bersama seluruh narasumber usai penyerahan piagam penghargaan dan cinderamata oleh Kasubbag Kepegawaian Dr. Bashori Alwi)

Setelah kurang lebih dua jam, acara berkahir sekitar pukul 16.30 yang sebelumnya diisi dengan penyerahan piagam penghargaan dan cinderamata kepada narasumber oleh Kasubbag Kepegawaian Dr. Bashori Alwi, dan dilanjutkan sesi foto bersama.

Sebelum meninggalkan Nurul Jadid, seluruh narasumber sowan ke Pengasuh dan keliling area pesantren didampingi oleh tim protokoler pesantren.

 

(Humas Infokom)

Lembaga Tamhidiyah Nurul Jadid Gelar Wisuda Akbar Perdana

nuruljadid.net – Lembaga Tamhidiyah Pondok Pesantren Nurul Jadid (PPNJ) putri sukses menggelar wisuda perdana pada Senin (25/07) di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid dengan tema “Bermula dari Trilogi, Membangun Jati Diri Menjadi Insan Pengabdi’.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, wisuda Lembaga Tamhidiyah tahun ini merupakan wisuda kolaborasi antara lembaga Tamhidiyah wilayah Az-Zainiyah dan wilayah Al-Hasyimiyah.

Lembaga Tamhidiyah Nurul Jadid putri untuk pertama kalinya berhasil mengukuhkan 120 wisudawati, masing-masing 80 wisudawati dari wilayah Azzainiyah dan 40 lainnya dari wilayah Al-Hasyimiyah.

Lembaga Tamhidiyah merupakan lembaga khusus bagi para mahasiswi baru yang fokus mempelajari ilmu Al-Qur’an, Furudul ‘Ainiyah, Akhlaq dan Tauhid guna mencetak calon Muallimat dan Wali Asuh yang berkompeten dengan jiwa pengabdian tinggi.

(Potret prosesi pengukuhan wisudawati lembaga Tamhidiyah Nurul Jadid oleh Direktur Ny. Muthmainnah Waqid di Aula 1 pesantren)

Direktur Lembaga Tamhidiyah Nurul Jadid putri Nyai Muthmainnah Waqid dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada para wisudawati yang telah tuntas mengikuti test komprehensif sebagai prasyarat mengikuti wisuda.

“Semoga adek-adek santri mahasiswi yang telah diwisuda bisa mengamalkan ilmunya dengan baik saat menjadi muallimat dan wali asuh.” terang beliau.

Acara wisuda perdana ini relatif berjalan dengan lancar, prosesi uji publik yang menengangkan pun  berhasil dilewati oleh perwakilan para wisudawati.

(Potret penobatan wisudawati berprestasi pada acara Wisuda Akbar lembaga Tamhidiyah Nurul Jadid di Aula 1 pesantren)

Mengutip mauidlah hasanah yang disampaikan oleh KH. Abdurrahman Wafi bahwasannya Lembaga Tamhidiyah harus mencetak mahasiswi-mahasiswi cerdas dan pandai berkomunikasi antar sesama. Beliau juga menyampaikan bahwasannya menjadi mahasiswi UNUJA harus memiliki rasa bangga bisa mengabdikan dirinya kepada pesantren.

Hal ini karena menjadi mahasiswi sekaligus merangkap menjadi wali asuh adalah sebuah amanah sekaligus anugerah yang tidak dirasakan oleh mahasiswi pada umumnya.

“Mahasiswi UNUJA harus cerdas, kalau nggak cerdas bukan mahasiswi UNUJA,” dawuh putra Alm. KH. Hasan Abdul Wafi tersebut.

(Potret prosesi pengukuhan para wisudawati pada acara Wisuda Akbar Lembaga Tamhidiyah Nurul Jadid di Aula 1 pesantren)

Tercatat sebanyak tujuh peserta yang diuji public, kemudian acara disusul dengan Penobatan wisudawati terbaik, teladan, sekaligus bintang kelas turut memeriahkan acara wisuda tersebut.

Ayu Silaban selaku peserta mengaku bahwa wisuda tamhidiyah kali ini sangat mengesankan. “Wisuda kali ini sangat berkesan, semoga ilmu yang kami dapatkan bisa bermanfaat dan kami amalkan dengan baik. Karena kami akan menjadi pengurus dan wali asuh, mohon doanya ya,” ucap santriwati yang berasal dari Medan Sumatera Utara tersebut kepada Nurul Jadid Media.

 

 

(Humas Infokom)

Tahun Baru Islam 1444 H Jatuh Pada Tanggal 30 Juli 2022, Berikut Doa Akhir dan Awal Tahun Juga Amalan Muharram

nuruljadid.net – Tidak terasa, hari ini kita telah tiba di penghujung tahun hijriyah 1443 yang ditutup dengan bulan Dzulhijjah. 1 Muharram 2022 merupakan tahun baru Islam 1444 Hijriyah. Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Dirjen Bimas Kemenag) Kamarrudin Amin, mengungkapkan tahun baru Islam atau 1 Muharram 1444 H jatuh pada Sabtu, 30 Juli 2022.

Momen tahun baru Islam 2022 atau 1 Muharram 1444 H ini merupakan hari libur nasional yang berlaku bagi seluruh masyarakat di Indonesia. Muharram menjadi bulan yang suci kedua setelah bulan Ramadhan. Tahun Baru Muharram biasanya dirayakan selama 10 hari di awal bulan Muharram. Ada yang menyebut bulan Muharram sebagai bulan perdamaian.

Perlu diketahui bahwa terdapat beberapa sejarah dalam Islam yang berkaitan dengan bulan Muharram. Bulan Muharram ini menjadi hari penting bagi Nabi Musa, yaitu hari bersejarah dimana Nabi Musa diselamatkan oleh Allah SWT dari Firaun.

Selain itu Muharram juga diperingati sebagai kematian cucu Nabi Muhammad, Hussein Ibn Ali yang dibunuh selama pertempuran Karbala pada hari Asyura tahun 690 M. Maka dari itu, seluruh umat muslim dapat merayakan 1 Muharram dengan menunjukkan rasa syukurnya kepada Allah SWT.

Umat muslim juga dianjurkan untuk memperbanyak beribadah dan selalu berdoa. Do’a akhir tahun dibaca pada tanggal akhir bulan dzulhijjah ba’da sholat ashar yaitu sore ini 29 Dzulhijjah 1443 H, sedangkan do’a awal tahun dibaca di hari yang sama ba’da sholat maghrib. Adapun do’a Akhir tahun dan awal tahun sebagai berikut:

Sedangkan pada tanggal 1 Muharram 1444 H, umat muslim dianjurkan membaca amalan dan doa sebagai berikut:

 

 

(Humas Infokom)

 

 

KH. Abd. Hamid Wahid Dianugerahi “Positive News Maker” Anugerah Times Indonesia 2021

nuruljadid.net – Kepala Pondok Pesantren sekaligus Rektor Universitas Nurul Jadid KH. Abd. Hamid Wahid raih Anugerah TIMES Indonesia (ATI) 2021 sebagai Positive News Maker Probolinggo. Tahun 2021 merupakan tahun ketiga digelar dengan tema Endurance di tengah puncak Pandemi Covid-19. Penganugerahan yang sempat tertunda tersebut digelar pada rabu (15/06/2022) pagi di Aula 1 Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Anugerah TIMES Indonesia ini tidak hanya dilaksanakan pada skala nasional saja, ATI 2021 juga memberikan penghargaan untuk tokoh-tokoh di daerah yang dianggap berperan besar dalam endurance to fight saat puncak pandemi Covid-19.

(Pemred Times Probolinggo M. Iqbal saat memberikan sambutan pada Penganugerahan Times Indonesia Award 2021 )

“Masa pandemi Covid-19 telah membuat masyarakat kita terpuruk. Tapi ada orang-orang yang selalu menginspirasi dan terus membangun masyarakat untuk bangkit dan menjadi lebih kuat. Untuk itulah TIMES Indonesia berinisiatif untuk memberikan penghargaan ini. Harapannya, ini dapat menginspirasi kita semua dan masyarakat pada umumnya untuk selalu kuat dan bersikap positif dalam segala sistuasi,” kata M. Iqbal selaku pemred Times Probolinggo saat memberikan sambutan.

(Kiai Hefniy Razaq mewakili pengasuh saat memberikan sambutan pada Penganugerahan Times Indonesia Award 2021 )

Kiai Hefniy Rozaq mewakili pengasuh, dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf serta berterima kasih kepada tim TIMES Indonesia yang telah memberikan kepercayaan kepada Nurul Jadid sebagai tuan rumah penganugerahan ATI 2021. Beliau juga mengucapkan selamat kepada para tokoh yang telah mendapatkan Anugerah TIMES Indonesia (ATI) 2021.

(Kepala Pesantren saat duduk bersama dengan pimpinan Times Indonesia dan tokoh yang akan dianugerahi pada acara Penganugerahan Times Indonesia Award 2021 )

Dalam moment ini, KH. Abdul Hamid Wahid dinyatakan layak dianugerahi penghargaan pada kategori Positive News Maker 2021 atas kontribusinya dalam menciptakan dan mendorong upaya ketahanan dan partisipasi masyarakat untuk bangkit dan mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah secara agresif di berbagai platform media khususnya di pondok pesantren dan masyarakat Kabupaten Probolinggo.

(Para tokoh yang diberikan penghargaan atas kerja-kerja baiknya pada Penganugerahan Times Indonesia Award 2021 )

Tidak hanya KH. Abdul Hamid Wahid saja yang medapatkan penghargaan ATI 2021, akan tetapi ada lima tokoh lainnya yang juga mendapatkan penghargaan dari Times Indonesia. Adapun nama-nama penerima ATI 2021 tersebut yakni

  1. Habib Ali Zainal Abidin (Man of The Year 2021)
  2. Mirrah Samiyah (Women of The Year 2021)
  3. Peni Priyono (Positive News Maker 2021)
  4. Gus Hafidzul Hakim Nur (Men of The Year 2021)
  5. Aminah Hadi Zainal Abidin (Women of The Year 2021)

(Suasana forum tamu undangan pada Penganugerahan Times Indonesia Award 2021 )

Turut hadir tamu undangan dalam kegiatan ini, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) Sekda. Kota Probolinngo, PLT Kab. Probolinggo, Ketua DPRD Kota Probolinngo, Ketua DPRD Kab. Probolinngo, Kajari Kab. Probolinggo, Kajari Kota Probolinngo, Kemenag Kab. Probolinggo, Dandim. Probolinggo, CEO TIMES Indonesia, Kapalas 2B Probolinngo, Karutan 2B Probolinngo dan pimpinan Pondok Pesantren Nurul Jadid.

 

 

(Humas Infokom)