Pos

Bahtsul Masail Kubro se Jatim Bahas Isu Kontemporer Hingga Dini Hari

nuruljadid.net – Bahtsul Masail Kubro (BMK) sebagai kegiatan rutin ini dihelat kembali setelah dua tahun vakum disebabkan kondisi pandemi. BMK kali ini berlangsung cukup seru dan panas membahas hukum dan isu-isu kontemporer hingga dini hari (19/02/2022) di Masjid Jami’ Nurul Jadid.

BMK ini dibagi menjadi dua jalsah, jalsah pertama dimulai ba’da dhuhur hingga sore sebelum maghrib. Sedangkan jalsah kedua dimulai ba’da sholat isyak hingga dini hari sekitar 01.00 (20/02/2022).

Selama kegiatan berlangsung delegasi Pondok Pesantren Roudhotut Tholibin mengajukan masalah tentang trend sarung batik di kalangan santri dengan beragam motif.

(Keseruan Bahstul Masail Kubro se Jatim pada jalsah kedua malam hari di teras depan masjid jami’ Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Sarung tak hanya dikhususkan untuk laki-laki, tetapi juga bisa untuk perempuan. Kain sarung merupakan gaya tradisional dan warisan leluhur budaya Indonesia, yang kini banyak diadaptasi dengan beragam gaya yang lebih modern.

Brand sarung batik kini muncul ke pasar perbatikan Indonesia dengan semangat melawan pakem. Istilah yang selam ini berkaitan dengan standard motif batik yang terus diwariskan sepanjang generasi. Sarung batik merupakan salah satu bentuk olahan kain batik yang dibuat dengan teknik cap.

Selama ini motif pakem menjadikan kain atau sarung batik identik sebagai produk tradisi. Akan tetapi, agar lebih kekinian para seniman menawarkan berbagai motif unik untuk kaula muda dengan desain kontemporer ala kaum milenial.

(Keseruan Bahstul Masail Kubro se Jatim pada jalsah kedua malam hari di teras depan masjid jami’ Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Tidak sedikit dari kalangan santri dan warga pesantren yang mengenakannya, namun tak jarang motif yang laki-laki kenakan lebih cocok untuk kaum perempuan. Permasalahannya dalam  bahtsul masail kali ini adalah sebatas manakah seorang laki-laki dianggap menyerupai perempuan begitu pula sebaliknya.

Setelah melalui pembahasan hingga adu argumen yang cukup panjang dan melelahkan, akhirnya mushohih atau perumus mengesahkan bahwa batasannya adalah sebatas menyerupai dalam dua hal, yaitu tingkah (haiah) dan jenisnya sebagaimana dijelaskan dalam kitab Nuhyatul Muhtaj Syarhil Minhaj.

(Keseruan Bahstul Masail Kubro se Jatim pada jalsah kedua malam hari di teras depan masjid jami’ Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Pembahasan yang kedua yaitu jika memang apa yang mereka (baca laki-laki) kenakan tidak dianggap menyerupai perempuan, apakah boleh dikenakan di rumah dengan konsekuensi digunjing oleh masyarakat. Mushohih atau perumus mengesahkan bahwasannya yang demikian itu hukumnya boleh tapi makruh karena untuk meminimalisir terjadinya gunjingan masyarakat yang diterangkan dalam kitab Al-Fatawal Fiqhiyatul Kubra.

Meski Lelah, peserta BMK Nampak tetap semangat dan antusias mengikuti setiap proses dan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan. Banyak pengalaman dan pelajaran yang dipetik selama kegiatan BMK ini selain tentunya teman dan kenalan baru.

(Keseruan Bahstul Masail Kubro se Jatim pada jalsah kedua malam hari di teras depan masjid jami’ Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Rangkaian Bahtsul Masail Kubro se Jatim ini pun ditutup dengan penetapan hasil oleh para Mushohhih atau perumus yang bersalah dari golongan kiai yakni K. Ro’i Fadli, KH. Muhibbuddin Aman Ali dan KH. Amin Quthbi Munir. Usai bahtsul masail seluruh peserta dan panitia beserta muharrir dan mushahhih mengabadikan momentum tahunan tersebut di teras depan Masjid Jami’ Pondok Pesantren Nurul Jadid dimana BMK digelar.

 

(Humas Infokom)

Bahtsul Masail Kubro se Jatim Lestarikan Tradisi Kitab Salaf Hingga Bahas Skandal

nuruljadid.net – Biro Lajnah Ta’lif wan Nasyr (LTN) Nurul Jadid gelar Bahtsul Masail Kubro (BMK) se-Jawa Timur yang merupakan salah satu rangkaian kegiatan NGOPi Festive (19/02/2022) di masjid jami’ Nurul Jadid. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin tahunan dalam rangka memperingati haul masyayikh dan harlah Pondok Pesantren Nurul Jadid. Tujuannya selain untuk menjalin silaturrahmi antar pondok pesantren juga sebagai bentuk pelestarian tradisi kajian kitab salaf (turats).

Bahtsul Masail Kubro (BMK) se Jatim ini fokus membahas tentang berbagai macam persoalan dan problematika hukum kontemporer. Salah satunya masalah yang diajukan oleh perwakilan Ma’had Aly Nurul Jadid tentang hukum hubungan atau skandal mertua dan menantu pada jalsah tsaniyah.

(Suasana keseruan Bahtsul Masail Kubro se Jawa Timur yang diselenggarakan di teras depan Masjid Jami’ Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Persoalan ini diangkat ketika ada sebuah kasus dimana seorang ibu berstatus janda yang seringkali tidur bersama anak perempuannya yang telah menikah dalam satu kamar. Di kamar tersebut terdapat dua ranjang, kebetulan si ibu tidur di ranjang yang anak perempuannya sering gunakan bersama suami. Suatu ketika, suami si anak perempuan ini pulang dari kerja larut malam dalam keadaan sangat lelah namun nafsunya tengah bergairah. Kondisi listrik di rumah saat itu sedang padam. Akibatnya si anak menantu tanpa sengaja menyetubuhi ibu mertuanya hingga hamil dan melahirkan.

Terdapat dua rumusan masalah yang harus dijawab yaitu siapakah yang berhak menjadi wali nikah anak tersebut dan bagaimana status pernikahan si menantu dengan istrinya?

Mushohhih menuturkan, setelah melalui debat panjang ditemukan jawaban berdasarkan banyak sumber kitab fikih salaf. Pertama yang berhak menjadi wali dari anak hasil hubungan tersebut adalah si wathi’ atau orang menjimak (anak menantu laki-laki tadi).

(Suasana keseruan Bahtsul Masail Kubro se Jawa Timur yang diselenggarakan di teras depan Masjid Jami’ Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Sedangkan untuk pemecahan masalah yang kedua, setelah berdiskusi dan penyampaian pandangan dari masing-masing peserta Bahtsul Masail, akhirnya diputuskan bahwa status pernikahan anak perempuan ibu tersebut dengan anak menantu laki-lakinya rusak karena adanya wathi’ syubhat yang menyebabkan kemahroman kepada istrinya.

(Suasana keseruan Bahtsul Masail Kubro se Jawa Timur yang diselenggarakan di teras depan Masjid Jami’ Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Selain itu, mushohhih menekankan kepada seluruh peserta BMK Jatim untuk mampu lebih mengembangkan konsep pengambilan hukum sebagaimana yang dilakukan ulama’ madzhab yang empat.

“Sebagaimana para ulama madzhab, dalam memecahklan masalah harus memiliki metode qauli dan manhaji yaitu melalui ijtima bahtsul masail dengan dasar yang kuat. Agar hasilnya juga lebih akurat dan dapat dipertanggung jawabkan” imbuhnya diakhir wawancara bersama nuruljadid.net.

 

(Humas Infokom)

Az-Zainiyah Gelar Kajian Self-Improvement, Kupas Tuntas Esensi Makna Cantik

nuruljadid.net – Eksistensi wanita senantiasa menjadi hal yang menarik di hadapan publik. Wanita dan prioritasnya yang unik seringkali menjadi sasaran untuk menjadi topik yang tidak pernah habis diulik. Seperti pada Rabu (08/02), Pondok Pesantren Nurul Jadid Wilayah Az-Zainiyah menggelar Kajian self-improvement bertajuk “Cantik Luar-Dalam”.

Acara yang bertempat di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid tersebut menghadirkan Ny. Muthmainnah Waqid, S.Th.I. sebagai penyaji sekaligus menjabat wakil sekretaris pesantren yang diikuti oleh ratusan pengurus putri. Sebelum mengawali materinya, beliau mengaku sangat mengapresiasi acara yang digagas oleh bagian Bimbingan dan Konseling (BK) Biro Kepesantrenan wilayah Az-Zainiyah ini.

Menurut Nyai Iin panggilan akrab beliau, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi santri termasuk mahasiswi yang sedang menjadi pengurus. Mengingat kebanyakan mahasiswi merangkap sebagai pengurus dan wali asuh. “Semoga kegiatan yang sangat bermanfaat ini menjadi amal jariyah untuk pengabdian kita kepada pesantren,” tutur beliau.

(Ratusan peserta dari kalangan pengurus putri wilayah Az-Zainiyah dengan seksama mengikuti pematerian oleh Ny. Hj. Muthmainnah Waqid, S.Th.I)

Memasuki materi, sosok panutan yang juga alumnus Pondok Pesantren An-Nuqayyah Sumenep ini mengupas tuntas esensi cantik. Lebih jauh, beliau mendedahkan bahwa interpretasi makna cantik yang sebenarnya adalah pancaran dari aura wanita itu sendiri. “Karena sebuah kharisma atau aura wanita akan terpancar dari perilaku kita (wanita-red) itu sendiri,” jelas beliau.

Selain itu, beliau tak henti-hentinya menegaskan bahwa cantik itu tidak hanya dipahami secara jasmani saja, melainkan dari sisi rohani juga penting untuk diperhatikan. Karenanya, beliau mengajak seluruh hadirin dalam ruangan Aula terebut untuk memahami diri sendiri agar menemukan hal-hal yang menjadi bakat dan minat setiap individu. “Semua orang itu memiliki keunikan masing-masing, dan pasti memiliki kelebihan masing-masing,” tegasnya.

Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut berakhir pukul 13.00 WIB dengan penuh khidmat dan antusias dari seluruh peserta. Menurut Nur Hasanah, salah satu peserta kajian yang hadir mengaku mendapat ilmu baru dan merasa kegiatan tersebut sangat berpengaruh besar dalam mendefinisikan dirinya sebagai perempuan. “Kajian ini mengajari saya bahwa cantik tidak harus dengan modal mahal,” ujarnya. (sdq/w24)

 

 

(Humas Infokom)

Keseruan Peserta Fesban Nurul Jadid di Balik Layar dan Off-Stage

nuruljadid.net – Perhelatan Festival Banjari (Fesban) ke-5 tingkat Nasional yang diselenggarakan Bidang Koordinasi Olahraga dan Seni Santri (BKOSS) Nurul Jadid telah usai, namun euphoria Fesban masih menyisakan kenangan. Fesban selain ajang silaturrahmi antar komunitas pencinta sholawat juga menjadi sebuah momentum unjuk kebolehan bidang tarik suara. Banyak keseruan yang tercipta di balik layar dan off-stage.

Pentas yang cukup megah dan elegant mengusung konsep vintage-modern dengan kombinasi bentuk persegi multi-layer dan warna mewah menjadikan tampilan pentas Fesban tampak memukau dan memanjakan mata yang memandang.

(Keseruan tim peserta Fesban Nurul Jadid ke-5 se Nasional di Photo Both sebelah pentas utama)

Acara festival banjari yang dimulai ba’da dhuhur itu selesai sekitar pukul 01.00 WIB dini hari (18/02/2022). Terdapat sekurangnya 34 tim ratusan peserta yang bertanding langsung di pentas Fesban ke-5 Nasional dalam rangka memeriahkan Haul Masyayikh dan Harlah ke-73 Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Tidak sedikit peserta yang nampak tegang menunggu giliran naik ke pentas untuk tampil dan beberapa lainnya terlihat cukup santai sambil pemanasan latihan vokal off-stage.

(Keseruan tim peserta Fesban Nurul Jadid ke-5 se Nasional di Photo Both sebelah pentas utama)

Panitia Fesban juga menyediakan photo both di samping pentas untuk peserta dan penonton yang ingin mengabadikan momentum pelaksanakaan Fesban Nurul Jadid ke-5 se Nasional. Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh kelompok peserta Fesban. Banyak dari mereka mengabadikan kedatangan mereka di photo both dengan eskpresi tidak biasa bahkan terkesan konyol.

(Keseruan tim peserta Fesban Nurul Jadid ke-5 se Nasional di Photo Both sebelah pentas utama)

Keseruan dalam kebersamaan di ajang Festival Banjari ini menjadi kenangan tersendiri baik bagi peserta lebih-lebih panitia setelah tahun kemarin gagal menggelar Fesban secara offline karena masih tingginya kasus covid-19. Di photo both peserta mengabadikan momen tersebut dengan memegang papan dengan beragam tulisan yang unik sehingga mengundang senyum mereka yang membacanya.

(Keseruan tim peserta Fesban Nurul Jadid ke-5 se Nasional di Photo Both sebelah pentas utama)

Persiapan dalam waktu singkat dengan tekanan kerja yang tinggi karena padatnya kegiatan menyambut Haul Masyayikh dan Harlah ini, tidak menyurutkan semangat tim panitia termasuk tim IT dan Multimedia Nurul Jadid untuk menuntaskan apa yang telah dimulai demi memberikan layanan terbaik kepada seluruh peserta, meskipun disadari masih banyak kekurangan yang perlu terus dibenahi.

Usai perhelatan Fesban, seluruh panitia dan kru yang terlibat berpose dan mengabadikan momen tahunan tersebut di atas pentas. Meskipun raga Lelah, namun semangat pengabdian tidak pernah punah karena senantiasa mengharapkan barokah dari para masyayikh Nurul Jadid.

 

(Humas Infokom)

 

 

Gawang Tim Kesebelasan PPIQ Dibobol Unggulan 1 dengan Skor Fantastis 3-0

nuruljadid.net – Puncak pertandingan sepak bola bulan lomba dalam rangka haul dan harlah ke-73 Nurul Jadid antara PPIQ dan Unggulan 1 telah berlangsung di lapangan Raja Tega Jum’at (18/02/2022) sore kemarin. Gawang tim kesebelasan PPIQ berhasil dibobol oleh kesebelasan Unggulan 1 dengan skor fantastis 3-0. Sampai akhir pertandingan tim PPIQ tidak berhasil membobol gawang lawan.

Final match antara PPIQ dan Unggulan 1 ini ditonton hampir oleh semua santri putra Pondok Pesantren Nurul Jadid, karena memang olahraga sepak bola masih menjadi olahraga terfavorit santri sejak lama. Hal ini menunjukkan bahwa banyak peminat sepak bola di kalangan santri, sehingga pertandingan sepak bola bulan lomba selalu menjadi lomba paling bergengsi yang dinanti.

(tim kesebelasan PPIQ sesaat sebelum pertandingan Final melawan Unggulan 1 di lapangan Raja Tega)

Sebelum pertandingan dimulai, penonton sudah mulai memenuhi lapangan Raja Tega di bagian barat pesantren. Lapangan Raja Tega merupakan saksi bisu dan tempat sejarah baru di kamus olahraga santri Nurul Jadid dimana pertandingan sepak bola dengan skill terbaik santri dipertandingkan dan dihelat.

Penonton tampak sangat antusias menanti pertandingan final dimulai, terlebih supporter dari kedua belah tim kesebelasan. Mereka sorakkan lagu-lagu penyemangat untuk tim kebanggaan masing-masing yang akan bertanding disertai dengan atribut ala santri sekaligus dresscode yang disepakati.

Di menit awal babak pertama, pertandingan babak final panas antara PPIQ dan Unggulan 1 ini berlangsung sengit dengan skor 0-0. Pada babak ini terjadi persaingan adu taktik dan teknik dalam penguasaan bola. Sehingga pada pertandingan ini masing-masing tim kesebelasan bermain cantik dengan penjagaan gawang sama ketat.

Masih di babak pertama, tim Unggulan 1 mulai menunjukkan kekuatannya melawan tim PPIQ dengan beberapa kali tembakan ke arah gawang. Akhirnya, ada dua tembakan jitu yang berhasil membobol benteng pertahanan gawang PPIQ, dimana hal itu membuat si penjaga gawang kewalahan. Dua gol itu nampak menjadi beban pikiran untuk tim PPIQ . Sehingga, kondisi ini menjadi peluang emas bagi tim Unggulan 1 untuk memenangkan babak final ini.

(Kedua tim kesebelasan berfoto bersama pasca pertandingan usai didampingi kepala BKOSSNJ KH. Muhammad Makki Maimun Wafi)

Setelah paruh pertama berakhir dengan skor 2-0, pertandingan dilanjutkan pada babak kedua. Pasca kebobolan dua kali, tim PPIQ semakin memperketat penjagaan agar tidak terjadi kebobolan kembali. Di babak ini pertandingan sempat memanas disebabkan pelanggaran pemain, namun perseteruan tersebut berhasil diatasi dengan baik oleh sang wasit.

Tak terduga, ternyata tim Unggulan 1 masih mampu menambah skor pertandingan pada babak final dengan memberikan satu gol cantik ke gawang PPIQ di menit terakhir. Keadaan ini membuat supporter masing-masing tim dan penonton semakin panas dengan bersorak ramai  lewat lagu penyemangat. Hingga pertandingan berakhir ditandai bunyi peluit wasit. Alhasil tim Unggulan 1 tetap berhasil mengungguli tim PPIQ dengan skor akhir 3-0.

 

(Humas Infokom)

Festival Banjari Nurul Jadid ke-5 Resmi Dibuka oleh Kepala BKOSS Nurul Jadid

nuruljadid.net – Kepala Bidang Koordinasi Olahraga dan Seni Santri (BKOSS) Nurul Jadid KH. Muhammad Makki Maimun Wafi secara resmi membuka Festival Banjari ke-5 tingkat Nasional yang digelar di Halaman SMK Nurul Jadid Paiton Probolinggo pada Kamis (17/02) pagi, didampingi ketua panitia Haul Masyayikh dan Harlah Nurul Jadid ke-73 ustaz Khofifuddin, ketua panitia Festival Banjari, dan ketua panitia bulan lomba.

Festival Banjari yang diikuti sebanyak 34 kelompok banjari tersebut merupakan kegiatan rutin diadakan setiap tahun dalam rangka memeriahkan Haul Masyayikh dan Harlah Pondok Pesantren Nurul Jadid.  Tahun ini merupakan tahun kelima Festival Banjari digelar, pada tahun ini Festival Banjari diadakan dengan jangkauan yang lebih luas yaitu tingkat nasional.

(Ketua panitia festival banjari ke-5 Dwiky Jatmiko Aji saat memberikan sambutan pada acara pembukaan Fesban Nasional di halaman SMK Nurul Jadid)

Ketua Panitia Festival Banjari ke-5 Dwiky Jatmiko Aji melalui sambutannya menyambut hangat seluruh peserta yang turut berpartisipasi dan hadir pada acara Festival Banjari tersebut. Dwiky menambahi bahwa Festival Banjari merupakan salah satu side events peringatan Haul Masyayikh dan Harlah ke-73 Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Ia juga menjelaskan bahwa tujuan diadakannya Festival Banjari ini juga sebagai media silaturrahmi antar pesantren dan hadrah al-banjari. “Selain untuk memeriahkan peringatan Haul Masyayikh dan Harlah Pondok Pesantren Nurul Jadid, kegiatan festival ini secara umum merupakan bentuk silaturrahmi antar pesantren dan secara khusus adalah bentuk silaturrahmi antar kelompok hadrah al-banjari se Indonesia”, tambah Dwiky.

(Ketua panitia Haul Masyayikh dan Harlah ke-73 Pondok Pesantren Nurul Jadid Ustaz Khofifuddin tengah memberikan sambutan pada acara pembukaan Fesban Nasional ke-5 tahun 2022)

Selain itu, ketua panitia Haul Masyayikh dan Harlah ke-73 Pondok Pesantren Nurul Jadid ustaz Khofifuddin dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada panitia penyelenggara yang telah proaktif mensukseskan acara Festival Banjari ini.

Ustaz Khofi menambahkan, acara Festival Banjari merupakan kegiatan yang selalu eksis dalam menyambut perayaan Haul Masyayikh dan Harlah Pondok Pesantren Nurul Jadid setiap tahunnya.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan yang selalu eksis dan ditunggu-tunggu setiap tahunnya. Tahun kemarin, dikarenakan pandemi kita mengadakannya secara online, namun kita berhasil mendatangkan juri di tingkat provinsi Jawa Timur. Dan alhamdulillah pada tahun 2022 ini, kita bisa mengadakannya dalam cakupan yang lebih luas, yaitu lingkup nasional, saya sangat mengapresiasi seluruh panitia,” ungkap Khofifuddin.

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan pembukaan Fesban se Nasional secara simbolis oleh Kepala Bidang Koordinasi Olahraga dan Seni Santri (BKOSS) KH. Muhammad Makki Maimun Wafi didampingi ketua panitia Haul Masyayikh dan Harlah ke-73 Pondok Pesantren Nurul Jadid, ketua panitia Festival Banjari ke-5 Dwiky Jatmiko Aji, dan ketua panitia Bulan Lomba. Pembukaan secara simbolis ini ditandai dengan pemukulan gong secara bergantian.

(Prosesi pembacaan ikrar juri Festival Banjari (Fesban) oleh KH. Hefniy Razaq pada acara pembukaan Fesban ke-5 Nasional)

Sebelum berakhir, acara pembukaan tersebut juga diwarnai dengan pembacaan ikrar juri yang dipimpin langsung oleh KH. Hefniy Razaq. Untuk dewan juri pada Festival Banjari ke-5 ini diantaranya Juri Vokal 1 Ust. Mahrus Ali dari Gresik, Juri Vokal 2 Ust. Achmad Bahrin Nada dari Surabaya, Juri Musik 1 Ust. Dhoiful Maali dari Surabaya, Juri Musik 3 Ust. Ichmami Faqih dari Jombang, dan Juri Adab Gus Abdullah Hafidz Basyaiban dari Gresik.

 

 

(Humas Infokom)

Mengenal “Sabur”, Masakan Pertama Menyambut Haul dan Harlah

nuruljadid.net– Dalam rangka menyambut Haul Masyayikh dan Hari Lahir (Harlah) yang ke 73, dapur yang berdiri di halaman utama depan kantor wilayah Az-Zainiyah Pondok pesantren Nurul Jadid (PPNJ) selalu menjadi tumpuan logistik sepanjang rangkaian acara. Kali ini, dapur harlah mempersiapkan menu masakan utama yang selalu menjadi ciri khas di setiap acara harlah digelar, yaitu sabur.

Sabur adalah masakan yang seakan menjadi menu wajib yang selalu dibuat lebih awal. Salah satu santri aktif di wilayah Az-Zainiyah menjelaskan proses pembuatan sabur setelah saat diwawancara tim infokom Nurul Jadid pada Rabu (16/2) siang. Dalam pembuatannya, pertama-tama kulit kelapa dikupas hingga bersih. Kemudian daging kelapa yang sudah tua diparut menggunakan mesin maupun secara manual dengan alat parotan.

Proses selanjutnya adalah melalui penjemuran dan penggorengan. “Setelah itu kelapa dijemur beberapa menit kemudian digoreng sampai warnanya kecokelatan,” ujar santri dengan nama lengkap Diana Putri.

Tidak hanya dari kalangan santri saja, namun ibu-ibu hingga lansia (lanjut usia) pun juga tak kalah antusias untuk ikut serta menyelesaikan proses pembuatan sabur ini dengan suka-rela. Lebih dari itu, sabur selalu dibuat dalam skala besar. Sebab, sabur yang menjadi pelengkap lauk-pauk ini harus dibuat untuk mencukupi sekitar 7000 bungkus nasi. Sedangkan Proses pembuatannya kurang lebih berkisar 30 menit untuk waktu penggorengannya saja.

Perlu diketahui, bahwa kelapa yang tampak menggunung di sisi selatan dapur sebagai bahan dasar utama sabur berasal dari sumbangan. Ini tak lepas dari peran alumni, wali santri dan simpatisan yang berhasil memasok kelapa dari berbagai daerah di Jawa Timur. (nh1/w24)

 

 

(Humas Infokom)

Sambut Haul Masyayikh dan Harlah ke-73, Klinik Az zainiyah Adakan Jalan Sehat Santri

nuruljadid.net – Klinik Az-Zainiyah menggelar serangkaian kegiatan Az-Zainiyah Health dalam menyambut Haul Masyayikh dan Harlah ke 73 Pondok Pesantren Nurul Jadid, salah satunya ialah jalan sehat santri yang diikuti seluruh santri putra pada jum’at (11/02/2022) pagi di area sekitar Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Titik kumpul peserta di halaman klinik Az-Zainiyah, rute dimulai dari titik kumpul melewati Pos II lanjut menuju jalan aspal desa Karanganyar dan kembali ke titik awal. Setelah jalan sehat, acara dilanjutkan dengan pengambilan kupon door prize.

(Kepala BKOSS Nurul Jadid KH. Muhammad Maimun Wafi sedang melepas balon sebagai simbolis pembukaan acara Jalan Sehat)

Kegiatan jalan sehat ini diawali dengan pelepasan balon oleh Kepala Bidang Koordinasi Olahraga dan Seni Santri (BKOSS) KH. Muhammad Maimun Wafi yang diikuti oleh seluruh peserta. Jalan sehat diiringi mobil ambulance Klinik Az-Zainiyah sebagai tindakan preventif jika sewaktu-waktu terdapat insiden di tengah jalan. Seluruh santri sangat antusias dan gembira dalam mengikuti kegiatan jalan sehat ini.

Jalan sehat yang merupakan kegiatan tahunan Klinik Az-Zainiyah dalam rangka menyambut Haul dan Harlah berjalan lancar walaupun dikemas dengan konsep yang sederhana namun tidak satupun santri yang melewatkan moment ini, karena selain menyehatkan, santri juga berkesempatan mendapatkan hadiah door prize jika beruntung.

(Kepala BKOSS Nurul Jadid KH. Muhammad Maimun Wafi sedang mengkoordinir pembagian door-prize untuk santri)

Tujuan dilaksanakannya serangkaian kegiatan Az-Zainiyah Health 2022 ini selain sebagai kontribusi Klinik kepada pesantren dan masyarakat juga sebagai partisipasi aktif Klinik Az-Zainiyah sebagai bagian dari pesantren untuk melakukan layanan kepada seluruh santri.

Sedangkan Jalan Sehat sendiri adalah untuk mengajak santri gerak sehat di pagi hari, dengan tetap mematuhi protokol kesehtan. Hal itu sejalan dengan tema besar memperingati Haul dan Harlah ke 73 Pondok Pesantren Nurul Jadid, yakni Sehat, Mandiri, dan Berprestasi.

Rafi’ salah satu santri, merasa senang dengan mengikuti jalan sehat ini, baginya walaupun acaranya sederhana cukup membuatnya bahagia bisa berkumpul dengan teman-temannya, jalan sambal berjemur dan bercanda tawa berjalan bareng menyusuri area persawahan.

“Terima kasih Panitia Az-Zainiyah Health, telah memfasilitasi acara jalan sehat ini untuk kami,” ucap Febi.

(Kepala BKOSS Nurul Jadid KH. Muhammad Maimun Wafi sedang mengkoordinir pengambilan kupon door-prize untuk santri yang beruntung)

Kegiatan ini diakhiri dengan pembagian door prize bagi yang nomornya kuponnya terpilih di halaman depan Klinik Az-Zainiyah Pondok Pesantren Nurul Jadid didampingi langsung olej Kepala Bidang Koordinasi Olahraga dan Seni Santri (BKOSS) KH. Muhammad Maimun Wafi.

 

(Humas Infokom)

 

Klinik Az-Zainiyah Turba Lakukan Penyuluhan Kesehatan Gigi Anak

nuruljadid.net – Klinik Az-Zainiyah turut berpartisipasi aktif memeriahkan peringatan Haul Masyayikh dan Harlah ke-73 Pondok Pesantren Nurul Jadid dengan melaksanakan penyuluhan kesehatan gigi anak di TK. Bina Anaprasa sabtu lalu (5/2/2022).

Di Indonesia, berdasarkan riset Machfoedz and Zein tahun 2005 melaporkan bahwa penyakit gigi dan mulut merupakan salah satu masalah kesehatan yang perlu ditangani secara intensif, mengingat tingginya prevalensi penyakit ini. Penyakit gigi, walaupun tidak menyebabkan kematian, dapat menurunkan produktivitas kerja. Penyakit gigi yang banyak diderita masyarakat adalah karies/gigi berlubang dan penyakit periodontal.

(Siswa-siswi TK. Bina Anaprasa sedang mempraktikkan cara menyikat gigi yang baik sesuai arahan dokter Klinik Az-Zainiyah)

Kegiatan penyuluhan kesehatan gigi anak ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan bakti sosial Klinik Az-Zainiyah Nurul Jadid yang dipimpin oleh Ny. Hj. Khodijatul Qordriyah dari program “Az-Zainiyah Health” dalam rangka memeriahkan peringatan Haul Masyayikh dan Harlah ke-73 Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Penyuluhan kesehatan yang dilaksanakan di TK Bina Anaprasa ini menyasar siswa-siswi di lembaga pra-sekolah tersebut. Kegiatan penyuluhan kesehatan gigi diisi oleh para dokter yang bertugas di Klinik Az-Zainiyah drg. Hesty dan drg. Dwi Wahyudi.

Drg. Dwi Wahyudi menyampaikan petingnya merawat kesehatan gigi sejak dini untuk kesehatan dan produktivitas kerja. “Ini menjadi penting bagi kita untuk merawat kesehatan gigi sejak dini kepada anak-anak kita agar kesehatannya tetap terjaga dan untuk produktivitas kerja di masa yang akan datang,” tutur Dwi.

(Para siswi dengan antusias mempraktikkan cara menyikat gigi yang baik dan benar di wastafel sekolah)

Pada kesempatan yang sama drg. Hesty juga menjelaskan bagaimana gangguan kesehatan gigi dapat terjadi. “Gangguan gigi juga dapat terjadi pada anak-anak. Pertumbuhan gigi pada anak-anak dimulai sejak umur 6 bulan. Gigi yang tumbuh pada masa anak di bawah 3 tahun (batita) disebut gigi susu. Gigi susu akan tumbuh secara lengkap pada usia 2 tahun. Sejak masa itulah gangguan kesehatan gigi dapat terjadi.” Papar Hesty kepada tim nuruljadid.net

Kegiatan penyuluhan kesehatan gigi ini sebagaimana disampaikan oleh Humas Klinik Az-Zainiyah Sri Astutik berupa penyampaian makanan sehat untuk kesehatan gigi dan mulut serta kebiasaan buruk yang dapat mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut anak-anak.

(Dokter dengan konstum unik mengajak para siswa-siswi TK. Bina Anaprasa untuk mempraktikkan cara menyikat gigi yang baik dan benar)

Perilaku sehat seperti merawat gigi dengan baik dan benar perlu dibiasakan sejak dini agar penyakit gigi dapat dicegah sedini mungkin. Oleh karenanya, peran orang tua khususnya ibu dalam mengasuh anak perlu dioptimalkan dengan didorong melalui kegiatan posyandu atau langsung datang ke klinik kesehatan setempat, sehingga anak mencapai tumbuh kembang yang optimal.

 

(Humas Infokom)

Meriahkan Haul Masyayikh dan Harlah ke-73, Nurul Jadid Gelar eNJe Festival 2022

nuruljadid.net – Dalam rangka memeriahkan haul masyayikh dan hari lahir (harlah) ke-73, Pondok Pesantren Nurul Jadid gelar eNJe Festival. eNJe Festival 2022 merupakan event perdana skala nasional yang terdiri tiga kategori festival. Festival tersebut adalah festival qur’ani, festival turats dan festival bahasa. Event kali ini mengangkat tema: “Sehat, Mandiri, Prestasi”.

Festival turats itu meliputi Musabaqh Qiro’atul Kutub (MQK) atau lomba baca kitab kuning Fathul Mu’in, Fathul Qorib dan Olimpiade Nahwu Shorof (ONS). Sedangkan festival bahasa melombakan pidato bahasa arab dan pidato bahasa inggris. Untuk festival qur’ani meliputi Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ) dan Musabaqah Tartil Qur’an (MTQ).

“Event eNJe festival ini diadakan untuk menyemarakkan peringatan haul masyayikh dan hari lahir Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo ke-73. Harapannya, acara besar tahunan seperti ini tidak hanya dirasakan oleh santri Nurul Jadid saja, tapi juga kalangan luar,” ungkap Ust. Ainul Yaqin selaku ketua panitia, Sabtu (15/01/2022).

Ainul Yaqin menjelaskan bahwa lomba ini dibuka sejak selasa, 18 Januari 2022 dan juara akan diumumkan pada selasa, 22 Februari 2022. Semua lomba dilaksanakan secara online atau dalam jaringan (daring).

“Untuk info lebih lengkapnya cek terus akun instagram Pondok Pesantren Nurul Jadid @pesantrennuruljadid atau bisa hubungi narahubung panitia di masing-masing festival,” lanjutnya.

Dari segi peserta, peraturan yang boleh mengikuti lomba disesuikan dengan aturan festival yang ada. Untuk festival bahasa dan qur’ani dikhususkan bagi peserta didik Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA).

Festival turats dibatasi dengan usia. Untuk lomba baca kitab Fathul Mu’in dan ONS maksimal usia 22 tahun. Lomba baca kitab Fathul Qorib maksimal usia peserta 20 tahun.

Timeline eNJe Festival tahun 2022:

(1) Festival Turats :

  • Pendaftaran                         : 18 Januari s.d 07 Februari 2022
  • Pengumpulan Video          : 09 s.d 10 Februari 2022
  • Penjurian Karya                 : 16 Februari 2022
  • Pengumuman Pemenang : 18 Februari 2022

(2) Festival Bahasa :

  • Pendaftaran                          : 13 Januari s.d 13 Februari 2022
  • Pengumpulan Video           : 14 Januari s.d 14 Februari 2022
  • Penjurian Karya                  : 20 Februari 2022
  • Pengumuman Pemenang  : 22 Februari 2022

(3) Festival Qur’ani :

  • Pendaftaran                          : 18 Januari s.d 14 Februari 2022
  • Pengumpulan Video           : 25 Januari s.d 15 Februari 2022
  • Penjurian Karya                  : 20 Februari 2022
  • Pengumuman Pemenang  : 22 Februari 2022

Ketentuan lomba dan juknis dapat diakses pada link berikut:

  1. Festival Turats   : https://linktr.ee/Festival_Turats_3
  2. Festival Bahasa  : https://linktr.ee/FestivalBahasa2022
  3. Festival Qur’ani : https://linktr.ee/ppiq

Informasi lebih lanjut hubungi narahubung (PIC) berikut:

(1) Festival Turats :

  • MQK Fathul Muin                              : Ust. Sairafi (081779939677)
  • MQK Fathul Qorib                             : Ust. Lutfillah (082234655465)
  • Olimpiade Nahwu Shorof (ONS)    : Haidar Ali (085297066511)

(2) Festival Bahasa :

  • Khitobah Arobi     : Agus Maksum (081333974866)
  • English Speech     : Zulfikar Prayogi (08223020513)

(3) Festival Qur’ani :

  • MSQ dan MTQ : Ust. Rizal (082143909449)

 

 

(Humas Infokom)

FKONJ Putri: Santriwati Aktivis Pengabdi Resmi Dilantik

nuruljadid.net – Pelantikan pengurus Forum Komunikasi OSIS (FKO) Biro Pendidikan Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo, digelar di Aula II pesantren, selasa (25/01/2022). Acara tersebut dihadiri Wakil Bidang Kelembagaan dan Peserta Didik Ustazah Rifqotul Husna, Pembina FKONJ Putri, pembina OSIS/OSIM dan perwakilan dari setiap lembaga Pendidikan formal di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Wakil Kepala Bidang Kelembagaan dan Peserta Didik Ustazah Rifqotul Husna secara resmi melantik dan mengikrar seluruh pengurus Forum Komunikasi OSIS (FKO) Nurul Jadid Putri periode 2022-2023 yang diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Kepala Biro Pendidikan K. Muhammad Imdad Robbani.

FKO Nurul Jadid merupakan sebuah organisasi dalam bentuk forum pengurus OSIS dan OSIM di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Jadid. Setidaknya terdapat tujuh lembaga Pendidikan yang tergabung dalam organisasi ini yaitu, SMANJ, MANJ, SMKNJ, MAN 1 Probolinggo, SMPNJ, MTSNJ, MTSN 1 Probolinggo.

(Prosesi Pengambilan Sumpah Jabatan Pengurus FKO Nurul Jadid Putri periode 2022-2023 saat acara Pelantikan berlangsung)

Ustazah Rifqotul Husna selaku Wakil Kepala Bidang Kelembagaan dan Peserta Didik Biro Pendidikan yang membawahi FKONJ ini menyampaikan arahannya bahwa organisasi santri aktivis pengabdi ini sebagai wadah untuk melatih leadership atau jiwa kepemimpinan.

“Harapannya supaya FKONJ ini dapat menjadi wadah pengembangan diri para aktivis di organisasi intra lembaga masing-masing dengan menggembleng kreativitas dan inovasi mereka khususnya dalam pengelolaan organsiasi,” kata ustazah Rifqo.

Setidaknya ada empat kompetensi yang harus dimiliki santri yaitu kreativitas, berpikir kritis, kolaborasi dan komunikasi. Menurut Wakabid. Kelembagaan dan Peserta Didik kompetensi kolaborasi dan komunikasi sangat penting bagi organisasi manapun khususnya santri, karena kita di masyarakat kelak dituntut saling bekerjasama dan bertukar informasi untuk mencapai tujuan bersama.

FKO Nurul Jadid bukan hanya sekedar ekstra kurikuler pesantren dan elemen pelengkap namun sebuah komponen penting yang dibutuhkan untuk membekali santri dengan kemampuan lebih sehingga lebih siap Ketika terjun ke masyarakat atau mengabdi di Pondok Pesantren pasca pendidikan.

(Terlihat ketua, sekretaris dan bendahara terlantik melakukan sesi foto bersama pengurus demisioner didampingi pembina dan wakabid. kelembagaan dan peserta didik Biro Pendidikan Nurul Jadid)

Ketua FKONJ Putri terpilih, Nofalia Ramadhani dari SMANJ dengan perolehan suara terbanyak disusul Nurriyah Muzayyanah asal lembaga SMKNJ dan Kuni Badriyatul Aulia dari lembaga MANJ. Pemilihan ketua FKONJ ini dipilih oleh peserta delegasi dari setiap lembaga Pendidikan formal di lingkungan pesantren, masing-masing mendelegasikan 20 orang. Sistem pencoblosan menggunakan e-voting atau pemilu online sehingga lebih efisien dan akurat.

Nofalia Ramadhani mengatakan akan mengemban amanah ini dengan baik dan kedepannya akan mengedepankan persatuan dan kekompakan dalam organisasi. Kegiatan diakhiri dengan jabat tangan dan ramah tamah dari pengurus demisioner kepada pengurus terlantik.

 

(Humas Infokom)

Enam Mahasiswa Santri Nurul Jadid Galakkan Inovasi Teknologi, Raih Prestasi Nasional

nuruljadid.net – Di era Revolusi Industri 4.0, Teknologi Digital merupakan pendukung utama dari perkembangan teknologi dewasa ini, tidak terkecuali untuk kalangan santri di pesantren. Enam mahasiswa santri Fakultas Teknik Universitas Nurul Jadid berhasil menggalakkan giat inovasi di bidang teknologi digital. Pasalnya mereka mengikuti kompetisi CODIG 4.0 yang diselenggarakan oleh Universitas Mercu Buana Jakarta Barat untuk mahasiswa PTN/PTS se tanah air (15/01/2022). Mereka berhasil membawa pulang juara 1 Game Development, Juara 1 Business Development dan Juara 3 Data Mining.

Agung Maulana dan Muhammad Kifliyanto semester 5 program studi (prodi) Sistem Informasi (SI) Fakultas Teknik Universitas Nurul Jadid berhasil menyabet juara 1 Business Development Application. Selanjutnya Miftahul Huda dan Muhammad Fadil Hasan mahasiswa program studi Informatika semester 3, dan duet mahasiswa program studi Informatika Abd. Rahman Efendy dan Mahasiswi Program Studi Sistem Informasi Faridatul Warda yang keduanya sedang duduk di semester 5 Fakultas Teknik berhasil bawa pulang Juara 3 kategori lomba Data Mining.

Muhammad Fadil Hasan salah satu pemenang juara 1 lomba Game Development alumni SMK Nurul Jadid menuturkan rasa syukur dan bangganya bisa berhasil keluar sebagai juara.

“Saya sangat bersyukur bisa berpartisipasi dalam perlombaan ini dan berhasil menjadi juara. Saya percaya bekal yang kuat dan kerja keras tidak akan mengkhianati hasil,” tutur Fadil saat ditemui oleh tim infokom nuruljadid.net

Kompetisi ini diberi nama CODIG singkatan dari Code Up Your Digital Technology diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mercu Buana Jakarta Barat. Sebagaimana disampaikan oleh salah seorang panitia bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi ajang kreasi dan inovasi mahasiswa dalam mengembangkan gagasan, pengetahuan dan kemampuannya pada bidang teknologi digital.

Codig memiliki lima kategori lomba dalam kompetisi teknologi digital ini. Jenis lomba yang dikompetisikan yaitu Aplikasi Bisnis (Business Development), Penambangan Data (Data Mining), Desain Pengalaman Pengguna (UI/UX Design), Software Development, Pengembangan Aplikasi Permainan (Game Development), Karya Tulis Ilmiah TIK (ICT Scientific Paper).

Dekan Fakultas Teknik Kamil Malik, M.Kom menyampaikan apresiasinya atas raihan prestasi mahasiswa Teknik yang berhasil mengharumkan almamater UNUJA. “Saya bangga sekaligus bersyukur atas capaian prestasi yang berhasil ditorehkan oleh mahasiswa fakuktas Teknik di tingkat nasional. Ini adalah bukti bahwa mahasiswa di pedesaan yang berbasis pesantren juga bisa bersaing selagi mau berikhtiar dan riyadlah maksimal,” tegas Kamil Malik.

Rangkaian acara Codig 4.0 ini terdiri dari beberapa agenda kegiatan, diantaranya technical meeting pada 4 Januari 2022, Press Conference sehari setelahnya, Coaching Clinic pada Sabtu, 8 Januari 2022, Penjurian Final Selasa, 11 Januari 2022 dan Acara Puncak dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 15 Januari 2022.

 

(Humas Infokom)

 

Puncak Acara Reformasi, Panji Pelopor Putri Adakan Seminar Motivasi

nuruljadid.net – Pelantikan Panji Pelopor Nurul Jadid merupakan kegiatan puncak dari rangkaian kegiatan reformasi jabatan setelah melalui beberapa tahapan, yaitu seleksi berkas, tes tulis, wawancara, hingga masa keakraban. Sebagai puncaknya, diadakan Pelantikan Pengurus Baru Panji Pelopor Nurul Jadid periode 2022-2023 dan dimeriahkan dengan Seminar Motivasi Character Building Senin (24/01) siang di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid.

“Diadakannya seminar motivasi pasca pelantikan ini dikarenakan kita ingin menanamkan niat di dalam diri pengurus panji pelopor dengan niat yang kuat dan tangguh benar-benar untuk mengabdi kepada pesantren. Selain itu, ini juga merupakan pelajaran bagi mereka dari evaluasi kinerja yang telah dilakukan, oleh karenanya kegiatan seminar ini mengangkat tema Organisator Lalai, Realisasi Organisasi Terbengkalai,” jelas Afifah ketua panji pelopor periode 2021-2022 saat diwawancarai oleh nuruljadid.net.

(Narasumber tengah menyampaikan pematerian tentang karakter orang sukses dalam seminar motivasi)

Acara seminar motivasi ini merupakan serangkaian kegiatan dari Pelantikan Pengurus Panji Pelopor baru. Seminar motivasi dilaksanakan pada siang hari setelah ishoma. Seminar tersebut diisi oleh seorang praktisi Hypnoteraphy dan Psikologi Ny. Siti Munawaroh, S.Psi, M.Pd dan diikuti ratusan peserta santri putri.

Pada sesi seminar tersebut, narasumber menyampaikan bagaimana cara membentuk karakter orang suskses. Narasumber juga mengajak seluruh peserta untuk belajar, berubah, dan tumbuh agar tidak menjadi manusia rata-rata seperti orang pada umumnya.

Salah satu peserta seminar yang juga merupakan pengurus Panji Pelopor baru Eny Faizah Mumtazah mengungkapkan bahwa materi yang disampaikan oleh narasumber sangat menginspirasi, dan mudah dipahami. “Saya pribadi sebagai pengurus Panji Pelopor yang baru saja terlantik merasa terbimbing untuk benar-benar tata niat sebelum kita terjun lebih dalam ke dunia organisasi,” ungkap Eny.

Mendekati akhir acara, dilakukan sesi tanya jawab. Pada sesi tersebut, seluruh peserta sangat antusias berebutan kesempatan untuk menanyakan tentang seputar materi yang telah disampaikan oleh Ny. Siti Munawaroh.

(Saat penyerahan piagam penghargaan dari wakil sekretaris pesantren Ny. Hj. Muthmainnah Waqid kepada narasumber Ny. Siti Munawaroh, S.Psi., M.Pd)

Acara dilanjutkan dengan pemberian Piagam Penghargaan yang diberikan oleh wakil sekretaris putri Ny. Hj. Muthmainnah Waqid kepada narasumber seminar Ny. Siti Munawaroh, S.Psi, M.Pd. kemudian sesi foto bersama.

Sebagai indikator keberhasilan acara, panitia menargetkan peserta yang hadir pada acara pelantikan juga kembali hadir selepas ishoma untuk acara seminar tersebut.

“Alhamdulillah sampai acara berakhir peserta masih antusias untuk hadir dan jumlahnya masih banyak seperti acara pelantikan pagi harinya, untuk jumlah penanya sendiri sudah sangat maksimal bahkan ada beberapa peserta yang belum mendapatkan kesempatan menanyakan dikarenakan waktu yang terbatas,” terang Luluk selaku ketua panitia.

Luluk menambahkan bahwa dia berharap dengan adanya kegiatan seminar ini, pengurus panji pelopor yang baru terlantik dapat termotivasi agar lebih semangat lagi dalam mengabdi.

“Sesuai dengan tujuan diadakannya seminar ini, harapan saya semoga teman-teman pengurus baru dapat ilmu yang bisa memotivasi mereka untuk lebih semangat mengabdi dan menata niat, juga semoga mereka bisa menerapkan ilmu yang telah didapatkan dari seminar ini dalam dinamika berorganisasi,” tutup Luluk.

 

(Humas Infokom)

Kepala Kemenag dan Dispendik Probolinggo Titip Pesan untuk Guru

nuruljadid.net – Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo Dr. Akhmad Sruji Bahtiar, M.Pd.I dan Kepala Dinas Pendidikan Kab. Probolinggo Dr. Fathurrozi M. Fil. ikut menghadiri undangan dan berpesan melalui sambutan mereka pada Seminar Nasional dengan tema “Optimalisasi Peran Guru PAUD Masa Kini” yang diselenggarakan TPA Ar-Rahmah Nurul Jadid bersama Ditjen PAI TK PAUD Kemenag RI Senin (17/01/2022) lalu di Aula 1 Pondok Pesantren Nurul Jadid. Kedua figur inspiratif di Kabupaten Probolinggo tersebut merupakan alumni dan dosen di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo.

Tujuan seminar nasional ini selain untuk optimalisasi semangat guru PAUD selaku tenaga pendidik agar kembali bangkit juga untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam pembelajaran di kelas terhadap peserta didik.

Peserta seminar nasional berkisar 200 orang terdiri dari guru, pengelola pendidikan, praktisi dan pemerhati pendidikan yang diikuti secara luring dan daring via Zoom Meeting Apps. Peserta yang ikut berasal dari berbagai daerah di Indonesia yang didominiasi oleh provinsi Jawa Timur.

Kepala Kemenag Kabupaten Probolinggo Dr. Akhmad Sruji Bahtiar, M.Pd.I titip pesan kepada seluruh guru dan peserta yang hadir baik secara langsung ataupun virtual bahwa guru itu harus memiliki tiga nilai.

“Guru itu harus memiliki tiga nilai, pertama guru harus disiplin, guru harus bisa menghargai sesama dan yang tidak kalah penting adalah guru harus bisa memberikan teladan yang baik kepada muridnya,” tutur bapak Bahtiar pada sambutannya.

Tiga nilai yang disampaikan oleh bapak Bahtiar merupakan nilai dasar yang wajib dimiliki oleh setiap pendidik atau guru yakni disiplin, menghargai dan uswatun hasanah atau keteladanan yang baik. Karena jika guru tidak memberikan contoh kedisiplinan yang baik akan melahirkan peserta didik yang teledor, sikap menghargai juga merupakan nilai penting supaya bisa bertahan hidup berdampingan di tengah keberagaman, dan terlepas dari itu semua yang paling penting adalah keteladanan yang langsung dicontohkan oleh guru sehingga ditiru para murid di sekolah.

Di kesempatan yang sama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo Dr. Fathurrozi, M.Fil. juga menyampaikan dua hal penting pada sambutannya yaitu proses dan pengembangan.

“Yang terpenting untuk guru PAUD yakni ada dua hal, pertama proses dan kedua adalah pengembangan lembaga. Proses itu bagaimana performa guru di kelas membuat anak nyaman di sekolah, bukan tergantung dengan API yang lengkap, laporan yang bagus, gedung yang megah melainkan bagaimana guru dapat menciptakan situasi yang nyaman dan aman untuk perkembangan peserta didik dan yang kedua bagaimana pengembangan dalam pengelolaan lembaga pendidikan agar dapat dijadikan percontohan atau referensi lembaga lain agar terinspirasi menjadi lebih baik,” imbuh kepala Dinas Pendidikan Probolinggo bapak Fathurrozi.

Peserta merasa sangat bersyukur bisa mengikuti kegiatan seminar pengembangan kompetensi guru PAUD guna meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam proses pembelajaran di kelas, karena seminar atau pelatihan khusus untuk guru PAUD itu masih cukup jarang, sehingga dengan diselenggarakannya kegiatan ini menjadi oase untuk para guru PAUD yang tengah berjuang mendidik generasi penerus bangsa di masa yang akan datang.

 

(Humas Infokom)

Optimalkan Kompetensi Guru, TPA Ar-Rahmah Adakan Seminar Nasional Bersama Ditjen Kemenag RI

nuruljadid.net – Tempat Pengasuhan Anak (TPA) Ar-Rahmah Pondok Pesantren Nurul Jadid melakukan upaya optimalisasi kompetensi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dengan mengadakan Seminar Nasional yang mengusung tema “Optimalisasi Peran Guru PAUD Masa Kini” bersama Direktorat Jenderal Pendidikan Agama Islam (PAI) TK PAUD Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) Senin (17/01/2022) pagi lalu di Aula 1 Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Seminar Nasional ini membahas kaleidoskop performa pendidikan khususnya untuk usia dini selama hampir dua tahun pandemi covid-19 melanda sejak 2020. Tujuannya untuk optimalisasi semangat guru PAUD selaku tenaga pendidik agar kembali bangkit dari hibernasi yang cukup panjang melakukan pembelajaran daring yang dirasa kurang efektif agar kembali mengoptimalkan performa pendidikan dan pengajaran di lembaga masing-masing.

(nampak peserta offline dan online dari guru KB, TPA, PAUD, TPQ dan TK/RA di seluruh Indonesia sangat antusisas mengikuti acara)

Sasaran peserta seminar nasional ini adalah guru KB, TPA, PAUD, TPQ dan TK/RA di seluruh Indonesia yang mengikuti secara daring sejumlah 50 peserta. Sedangkan peserta yang hadir secara langsung sekitar 70 orang berasal dari Probolinggo, Situbondo, Bondowoso, Jember, Lamongan dan Banyuwangi.

Materi dibagi dalam dua sesi, pertama tentang bagaimana menjadi guru PAUD yang SEKSI oleh Dosen PAUD Universitas Nurul Jadid Ibu Mistria Harmonis, M.Pd. sedangkan sesi kedua materi yang disampaikan seputar Pengembangan Pembelajaran PAUD melalui Gerak dan Lagu oleh Pengembang Teknologi Pembelajaran PAI TK PAUD Ditjen Kemenag RI Ibu Dr. Masitah, S.Ag., M.Pd.

Pada sesi pertama, peserta dibekali tentang konsep dan kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru PAUD yaitu SEKSI singkatan dari Santun, Empati, Kreatif, Smart dan Inovatif.

“SEKSI itu sebenarnya gimmick saja, ‘S’ yang pertama santun agar guru dapat menjadi teladan yang santun, ‘E’ Empati bagaimana guru memiliki empati kepada murid dan lingkungan sekitar, kemudian yang ketiga ‘K’ Kreatif bahwa guru PAUD harus kreatif dengan fasilitas seadanya dan harus memiliki kreativitas yang tinggi, kemudian huruf yang keempat ‘S’ Smart, guru bisa mengembangkan metode pembelajaran dan materi yang disiapkan tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik, huruf terkahir ‘I’ yaitu Inovatif, bagaimana guru PAUD bisa inovatif melihat peluang baru di era digital saat ini,” jelas Ibu Rara panggilan akrab Mistria Harmonis.

(peserta terlihat seru mengikuti role play pada sesi pematerian)

Narasumber kedua ahli Pengembang Teknologi Pembelajaran PAI TK PAUD Ditjen Kemenag RI Ibu Dr. Masitah, S.Ag., M.Pd mengungkapkan harapannya, “saya berharap dengan pengembangan pembelajaran melalui gerak dan lagu ini dapat menstimulasi anak dengan cepat terhadap 5 aspek perkembangan, yang pertama, agama dan moral; kedua, sosial dan emosional; ketiga, kognitif, keempat, bahasa dan terkahir fisik motorik,” ungkap Ibu Masitah.

Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Abd. Hamid Wahid dalam sambutan menyampaikan apresiasinya kepada TPA Ar-Rahmah Nurul Jadid.

“Saya sangat bersyukur dan mengapresiasi atas terselenggarakannya Seminar Nasional ini dalam rangka optimalisasi guru PAUD masa kini yang banyak manfaatnya kepada lembaga pra sekolah di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Jadid dan lembaga di luar pesantren dengan swadana, baik melalui proposal maupun pengajuan kepada donator dan kontribusi peserta,” tutur KH. Abd. Hamid Wahid.

 

(Humas Infokom)