Pos

Sambung Silaturrahim, MA As-Salafiyah Sumber Duko Pamekasan Timba Ilmu ke Nurul Jadid

nuruljadid.net – Madrasah Aliyah As-Salafiyah Sumber Duko yang dipimpin oleh KH. A. Fauzi Damanhuri ini bersilaturrahmi ke Pondok Pesantren Nurul Jadid untuk studi banding menimba ilmu tentang pengelolaan madrasah khususnya Madrasah Aliyah Nurul Jadid pada sabtu pagi lalu (25/12). MA As-Salafiyah Sumber Duko ini sudah berusia lebih dari satu setengah dasawarsa. Usia yang cukup ideal bagi Madrasah Aliyah yang sudah berdiri sejak tahun 2004 ini untuk menunjukkan kematangannya sebagai sebuah lembaga pendidikan islam yang berlokasi di Desa Sumber Duko, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan, Madura.

Dalam perjalanannya, sebagai lembaga dakwah melalui jalur pendidikan di tengah-tengah masyarakat Madura dengan norma dan budayanya yang kental tentunya tidak mudah perjalanan dan tantangan yang dihadapi MA As-Salafiyah Sumber Duko. MA As-Salafiyah Sumber Duko merupakan lembaga pendidikan menengah terakreditasi A di bawah naungan Pondok Pesantren As-Salafiyah Sumber Duko Pamekasan. Pada sabtu pagi (25/12) bersilaturrahmi ke Pondok Pesantren Nurul Jadid untuk studi banding terkait peningkatkan kuantitas dan kualitas Pendidikan serta administrasi ke Madrasah Aliyah Nurul Jadid.

(Waka. Kurikulum MA As-Salafiyah Sumber Suko Bapak Zainudin, M.Pd tengah menyampaikan sambutan mewakili pimpinannya yang berhalangan hadir)

Waka. Kurikulum MA As-Salafiyah Sumber Duko Zainudin, M.Pd dengan rombongan pengurus Madrasah tiba di Pondok Pesantren Nurul Jadid dan disambut hangat oleh tim protokoler pesantren dan pimpinan MA Nurul Jadid. Acara seremonial berlangsung di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid yang dihadiri sekitar 40 peserta, masing-masing dari Pengurus MA As-Salafiyah, Pengurus Pesantren, dan Pimpinan MA Nurul Jadid.

Dalam sambutannya, Waka. Kurikulum MA As-Salafiyah Sumber Duko Zainudin, M.Pd mewakili Kepala MA As-Salafiyah Sumber Duko KH. A. Fauzi Damanhuri yang berhalangan hadir menyampaikan salam dari Kepala Madrasah dan ucapan terimakasih kepada Pondok Pesantren Nurul Jadid beserta MA Nurul Jadid atas sambutan hangat dan dipersilahkannya mereka untuk berkunjung. Selain itu, Zainudin, M.Pd juga menyampaikan tentang permasalahan yang sedang dihadapi oleh MA As-Salafiyah hingga mengadakan studi banding ke MA Nurul Jadid.

“Kami datang jauh dari pelosok Madura, tepatnya di desa Sumber Duko, Pamekasan ke Pondok Pesantren Nurul Jadid, ingin menimba ilmu ke MA Nurul Jadid. Tujuan kami menimba ilmu kesini ialah untuk mengenal dan mengetahui segala administrasi, proses pembelajaran, dan sarana prasarana yang tersedia di MA Nurul Jadid dengan harapan, kami bisa meningkatkan kualitas beserta kuantitas pendidikan di MA As-Salafiyah Sumber Duko,” jelas Waka. Kurikulum MA As-Salafiyah Sumber Duko dalam sambutannya.

(Kepala Staf Pimpinan Pesantren Bapak Ahmad Sahidah, Ph.D dalam memberikan ucapan selamat datang mewakili pimpinan pesantren Nurul Jadid)

Kepala Staff Pimpinan Pesantren Ahmad Sahidah, Ph.D mewakili pimpinan Pondok Pesantren Nurul Jadid menyambut dengan hangat tamu rombongan dari MA As-Salafiyah Sumber Duko serta meyampaikan harapan pesantren terkait keberlanjutan sambungan silaturrahmi kepada seluruh tamu rombongan.

“Saya mewakili Pimpinan Pesantren, mengucapkan selamat datang kepada Madrasah Aliyah As-Salafiyah Sumber Duko Pamekasan Madura di Pondok Pesantren Nurul Jadid. Harapan dari kami, dengan adanya sambung silaturahmi ini tidak hanya selesai lepas acara pembukaan atau visitasi ke MA Nurul Jadid saja, namun hubungan silaturahmi ini bisa berkelanjutan hingga seterusnya,” ungkap Ahmad Sahidah.

(Sesi foto bersama antara MA As-Salafiyah dan MA Nurul Jadid beserta Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid yang hadir)

Lepas acara seremonial di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid, tamu rombongan dari MA As-Salafiyah Sumber Duko melakukan sesi foto bersama yang dilanjutkan visitasi lapangan untuk mendapatkan pemaparan teknis pengelolaan madrasah di MA Nurul Jadid. Dalam sesi ini, Kepala MA Nurul Jadid Drs. H. Lukman Al-Hakim, M.Pd.I beserta wakil-wakil kepala mendampingi dan memandu secara langsung jalannya kegiatan.

Pada sesi visitasi, pimpinan MA Nurul Jadid menjelaskan tentang profil MA Nurul Jadid, Administrasi, serta setiap program unggulan yang tersedia di MA Nurul Jadid kepada tamu rombongan dari MA As-Salafiyah Sumber Duko. Tampak tamu rombongan sangat antusias memperhatikan dan mengajukan pertanyaan pada sesi tersebut.

Setelah sesi visitasi dan sharing berkahir, tamu rombongan ditemani pihak tuan rumah makan siang sekaligus ramah tamah di ruang rapat MA Nurul Jadid. Setelah itu, tamu rombongan meninggalkan Pondok Pesantren Nurul Jadid tepat pukul 12.30 WIB.

 

(Humas Infokom)

Siswa MANJ Raih Prestasi Lomba English Speech dan Poster tingkat Nasional

nuruljadid.net – Seperti tidak kenal Lelah, meski di tengah persiapan menjelang Penilaian Akhir Semester (PAS), dua peserta didik MA Nurul Jadid (MANJ) mampu membuktikan eksistensinya dengan prestasi yang membanggakan. Keduanya berhasil menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional pada pekan lomba yang digelar secara daring oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Sosial dan Humaniora Universitas Nurul Jadid (BEM Fsoshum Unuja) pada 18 Desember lalu. Dua peserta didik tersebut meraih juara 1 pada lomba pidato bahasa Inggris dan Poster.

Sejatinya ada empat peserta didik MANJ yang berprerstasi, mereka adalah Andiana Praptika kelas XII IPA Unggulan 2 Juara 1 English Speech, M. Ilham Romadhoni Kelas XII IPS 1 Juara 1 Poster. Sedangkan Lailatun Nafisa Kelas XII Bahasa 2 Juara 2 English Speech (delegasi asrama LPBA) dan Harapan 1 English Speech diraih Irfa Shofiatul Widad kelas XII IPA unggulan 2.

Hal yang paling berkesan dan menantang dalam pekan lomba tersebut berdasarkan penuturan Andiana Praptika adalah lomba English Speech. Karena setiap peserta yang berhasil lolos ke final harus menyiapkan tiga pidato yang berbeda. Pertama tahap penyisihan, kemudian top 8 lanjut ke babak semifinal dan hanya Top 5 yang bisa tampil kembali pada babak final.

Tiga peserta didik MANJ berhasil lolos ke babak final dan harus menampilkan pidato yang berbeda sesuai tema yang telah ditentukan sehari sebelum hari final. Pada babak final setipa peserta mendapatkan pertanyaan dari masing-masing juri dan harus dijawab dengan bahasa inggris tidak lebih dari 1 menit. Namun berkat bekal dan keterampilan bahasa inggris yang baik Andiana Praptika berhasil membawa pulang juara 1 dan kedua temannya yang lain Lailatun Nafisa Juara 2 sedangkan Irfa Shofiatul Widad harus puas dengan Harapan 1.

Sementara itu, M. Ilham Romadhoni Kelas XII IPS 1 yang berhasil raih Juara 1 lomba desain poster mengaku, dirinya tak mengaku kesulitan mendesain poster bertema memperingati hari pahlawan. “Berkat skill layout yang saya tekuni di Lembaga Pers Siswa Kharisma MANJ ini,  saya kirim karya saya dan alhamdulillah  berhasil meraih juara 1,” akunya pada kru infokom nuruljadid.net.

 

(Humas Infokom)

Biro Pendidikan Uji Kompetensi Furudhul Ainiyah Pegawai Nurul Jadid

nuruljadid.net – Dalam rangka mengoptimalkan program penguatan Furudul Ainiyah (FA) di kalangan pegawai Pondok Pesantren Nurul Jadid, Biro Pendidikan menyelenggarakan uji kompetensi bagi guru dan karyawan. Kegiatan ini merupakan salah satu poin Arah Kebijakan Umum Pesantren (AKUP). Melalui Madrasah Diniyah (MADIN), Biro Pendidikan lakukan tes pemetaan (Placement Test) Kompetensi Furudhul Ainiyah (FA) yang dilaksanakan pada semua satuan pendidikan di lingkungan pesantren selama 5 hari sejak 25 sampai dengan 29 Desember 2021.

Sebagaimana Arah Kebijakan Umum Pesantren (AKUP), program penguatan FA ini tidak hanya mengacu kepada santri aktif akan tetapi juga berlaku kepada Pegawai Nurul Jadid (PNJ) yang meliputi guru, dosen, dan karyawan. Dalam pelaksanaannya, mekanisme dan prosedur ujian di masing-masing satuan pendidikan sama kecuali tanggal pelaksanaannya. Setiap pegawai akan ditanyai materi Aqidah, Fiqih dan Baca Tulis Al-qur’an.

(Salah satu guru putri terlihat sedang khusyuk mengikuti Ujian Baca Tulis Al-Qur’an dan Furudul Ai’niyah oleh penguji dari Madrasah Diniyah Putri Pusat)

Tes pemetaan kompetensi furudhul ainiyah dikawal dan diawasi langsung oleh pejabat Biro Pendidikan, sedangkan untuk pelaksana teknis lapangan dan penguji diambilkan dari asatiz dan asatizah senior Madrasah Diniyah.

Tujuan dari pelaksanaan ini adalah untuk mengidentifikasi kemampuan furudul ainiyah pegawai sehingga pesantren dapat segera mengambil kebijakan berdasarkan kebutuhan dan kondisi objektif di lapangan. Guru dan karyawan merupakan sektor krusial yang juga ikut bertanggung jawab dalam mengawal program FA santri di lembaga pendidikan masing-masing di luar asrama. Sehingga integrasi dan kolaborasi kerja antara Biro Kepesantrenan dan Biro Pendidikan ini dapat mempercepat dan mengoptimalkan pencapaian FA untuk santri.

Bagi peserta ujian yang dinyatakan tidak lulus atau mendapatkan skor dibawah standar minimal, maka yang bersangkutan harus mengikuti pembinaan FA lanjutan selama 3 bulan. Hal ini dilakukan untuk menguatkan kompetensi dasar FA seluruh pegawai Nurul Jadid. Pada tahun 2022, program penguatan FA akan menjadi gerakan bersama selama 3 bulan pertama santri baru masuk ke pesantren, sehingga konsekuensinya adalah setiap guru dan karyawan di setiap lembaga pendidikan perlu menguasai materi dasar aqidah dan furudul ainiyah sesuai standar pesantren.

(Tim penguji dan pengurus Madrasah Diniyah berserta pimpinan lembaga pendidikan melakukan koordinasi dan briefing sesaat sebelum ujian dimulai)

Guru dan Tenaga Kependidikan di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Jadid mengikuti kegiatan tes pemetaan ini dengan baik dan khidmat. Terlihat banyak guru yang berlajar bersama bahkan melakukan pembinaan secara khusus untuk mempersiapkan pengetahuan dan kompetensi mereka tentang FA dalam menghadapi ujian yang diselenggarakan oleh Biro Pendidikan ini. Tidak sedikit pengakuan dari para guru bahwa mereka perlu refresh dan review kembali materi dasar yang dulu mereka kuasai ketika menjadi santri aktif. Dengan diadakannya ujian ini akan menjadi reminder bagi semua pihak tentang pentingnya penguasaan materi FA dasar selain praktik yang biasa dilakukan setiap hari karena pengetahuan dasar ini menjadi kewajiban bersama untuk diajarkan kepada santri di masing-masing lembaga.

 

 

(Humas Infokom)

Lagi! LIP SMP Nurul Jadid Borong Juara Lomba Cerita Bahasa Arab Nasional

nuruljadid.net – Asrama unggulan Language Intensive Program of SMP (LIPS) Nurul Jadid kembali mengharumkan nama pesantren dengan menjuarai perlombaan dalam bidang Bahasa Arab tingkat nasional, setelah sebelumnya meraih beberapa torehan prestasi pada bidang Bahasa Inggris. Alhasil, delegasi LIPS Nurul Jadid memborong 3 Juara sekaligus pada lomba Sardul Qissoh tingkat Nasional di event GAZA V yang diselenggarakan oleh PBA Universitas Islam Negeri Sumatera.

Selepas kegiatan pesantren Jumat (24/12) malam, asrama LIPS Nurul Jadid kembali ramai usai mendengar informasi torehan prestasi peserta didiknya. Koordinator Lomba LIPS Nurul Jadid M. Ridwan Adi Wijaya kembali menginformasikan capaian prestasi peserta didik pada ajang Lomba Sardul Qissoh Bahasa Arab tingkat Nasional. Prestasi yang berhasil diraih diantaranya Juara 1 Sardul Qissoh diraih oleh Cheril Aurelia Aghata, M. Aufa Himami Juara 2 Sardul Qissoh, dan Juara 3 diraih oleh Robiatul Adawiyyah. Mereka bertiga saling beradu pada ajang perlombaan yang sama dan ketiganya berhasil borong semua piala.

Terdengar sederet ucapan selamat dan ungkapan syukur saling bersahutan dari pengurus dan peserta didik asrama LIPS. Begitulah salah satu potret euforia dan rasa syukur yang diekspresikan oleh pengurus dan peserta didik atas capaian prestasi tingkat nasional.

“Perasaan saya sangat bahagia dan bersyukur setelah mendengar nama saya dipanggil pada pengumuman juara lomba Sardul Qissoh itu, awalnya saya sekedar iseng ingin mencoba ikutan daftar setelah melihat latihan yang lain. Tapi Alhamdulillah berkat usaha dan sambungan doa dari orang tua, guru berserta teman-teman, saya berhasil meraihnya!,” ungkap salah satu jawara M. Aufa Himami.

Koordinator Lomba LIPS Nurul Jadid M. Ridwan Adi Wijaya juga mengatakan bahwa capaian prestasi yang telah diraih oleh peserta didik LIPS Nurul Jadid pada lomba Sardul Qissoh ini merupakan hasil dari jerih payah dan usaha mereka dalam belajar serta berlatih untuk mempersiapkan kematangan mengikuti lomba.

Hal lainnya yang menarik disini, semenjak peraturan pembatasan komunikasi antara putra dan putri berlaku, kreativitas dan semangat kemandirian putri mulai nampak. Meskipun pengurus putra tidak terlalu terlibat dalam proses kegiatan belajar mengajar dan pendampingan keterampilan Bahasa, namun mereka tetap bisa mandiri dan konsisten berprestasi, ini merupakan progress yang baik.

Sementara itu, pengurus Asrama LIPS Nurul Jadid juga berharap, semoga torehan prestasi ini bisa menjadi semangat motivasi bagi teman-teman peserta didik hingga pengurus yang lainnya untuk berlomba dalam kebaikan dengan memaksimalkan usaha mereka untuk belajar dan berdoa agar bisa saling memberikan kontribusi yang baik untuk Pondok Pesantren Nurul Jadid.

 

(Humas Infokom)

Biro Kepesantrenan Putri Apresiasi Pengurus, Wali Asuh dan Muallimat Terbaik

nuruljadid.net – Biro Kepesantrenan Putri gelar acara penobatan pengurus, wali asuh, dan mu’allimat terbaik sebagai bentuk apresiasi terhadap pengabdian mereka. Acara tersebut dilaksanakan tepat pukul 20.30 WIB secara meriah di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo Lantai 3 Gedung Perkantoran (23/12).

Kegiatan ini merupakan program hasil kolaborasi antara wakabid tata kelola wilayah dan wakabid BK/WA. Acara tersebut terkonsep dengan sangat rapi dan menarik. Pada pembukaan, ditampilkan konten video ungkapan hati seorang anak kepada ibunya, dan juga video suara hati wali Asuh.

“Acara ini sudah dikonsep sejak beberapa bulan yang lalu dan dipersiapkan rentetan serta tahapannya sejak bulan November kemarin. Jadi memang benar-benar dipersiapkan dengan matang agar tidak dadakan,” ujar ustazah Madinah selaku pengurus BK/WA putri pusat.

(Ketua Panitia Ustazah Zahro Firdausiyah menyampaikan laporan ketua panitia tentang pelaksanaan kegiatan penobatan pengurus terbaik putri)

Rangkaian acara penobatan ini melalui 3 tahapan yaitu pemungutan suara (voting) tahap 1 dan 2, checking buku q-time dan diakhiri tahap wawancara (interview). Dalam penobatan ini akan dipilih pengurus terbaik dalam beberapa kategori 1) Pengurus Teladan; 2) Pengurus Terajin; 3) Pengurus Kharismatik; dan 4) Wali Asuh Terbaik.

Ketua panitia ustazah Zahro Firdausiyah mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan ghirroh pengabdian dan menjadi panutan bagi kader-kader pengurus wilayah puteri selanjutnya, juga untuk memberikan apresiasi serta reward kepada pengurus wilayah yang telah bersungguh-sungguh dan bertanggungjawab dalam melaksanakan amanah pesantren.

Wakil Kepala Biro Kepesantrenan putri Ny. Mamnuhatur Rohmah dalam sambutannya menyampaikan bahwa janganlah berkecil hati bagi yang belum terpilih, dan juga jangan berbangga diri bagi yang sudah terpilih karena terkadang yang biasa-biasa saja itu yang istimewa di hadapan Allah SWT.

Mastur fil ardhi, masyhur fi as-sama’. Terkadang orang yang biasa-biasa saja di dunia, ia adalah orang yang terkenal di akhirat. Jadi, jangan berkecil hati bagi yang belum terpilih dan jangan berbangga diri bagi yang sudah terpilih,” dawuh Ny. Mamnuhatur Rohmah kepada nuruljadid.net

Salah satu pengurus kharismatik terpilih mengungkapkan rasa syukur dan bahagianya.“Saya bahagia dan bersyukur sekali, karena ini merupakan pertama kalinya. Namun saya juga merasa takut karena apa yang saya dapatkan ini adalah penilaian manusia semata namun prestasi sesungguhnya adalah ketika bisa menjalankan amanah dengan baik dan bertanggung jawab,” ujar ustazah Farhah.

(Pengurus, wali asuh dan mu’allimat terbaik melakukan sesi foto bersama pasca dinobatkan oleh pengurus kepesantren pusat putri)

Banyak kisah inspiratif dibalik perjuangan mereka untuk bertahan di kepengurusan, baik dari sisi keluarga juga motivasi untuk terus berkhidmat mengalahkan ego dan keinginan pribadi. Penobatan ini merupakan apresiasi sederhana sebagai bentuk dukungan moril dari pengurus pusat atas segala pengabdian mereka di pondok pesantren tercinta ini.

Acara penobatan ini dihadiri oleh ustazah-ustazah senior dari kalangan alumni yang juga berperan sebagai pembina daerah dan ikut membantu kontroling kinerja pengurus daerah di wilayah-wilayah puteri bersama pengurus pusat putri. Ucapan selamat pun bertaburan untuk pengurus yang telah dinobatkan. Namun ghirroh perjuangan dan pengabdian harus tetap digaungkan oleh setiap pengurus untuk terus berkhidmat kepada pesantren.

Sebelum acara ditutup dengan doa, kegiatan dimeriahkan dengan pembagian doorprize yang telah disiapkan oleh panitia. Tepat pukul 22.30 WIB, acara penobatan pengurus, wali asuh dan mua’allimat terbaik berakhir. Secara keseluruhan, acara berjalan dan sukses berkat kerjasama tim yang solid dan persiapan yang matang.

 

(Humas Infokom)

Pengasuh: “Tafaqquh Fiddin”, Pesantren Harus Bekali Santri Tidak Hanya Agama, Tapi Juga Karakter dan Etika

nuruljadid.net – (18/12) Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Moh. Zuhri Zaini dalam sambutannya, memberikan apresiasi dan mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada pengurus pesantren yang telah menjalankan amanah program tahun 2021.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kinerja pengurus selama ini. Dan saya mohon maaf karena tidak bisa ikut mendampingi terhadap kinerja pengurus terutama di akhir tahun untuk menyusun laporan dan program,” tutur KH. Moh. Zuhri Zaini.

Pada sambutan yang juga sekaligus tausyiah tersebut, Kiai Zuhri menyampaikan tujuan pesantren bahwa pesantren memiliki banyak fungsi.

“Pesantren mempunyai beberapa fungsi sebagai Lembaga Dakwah, Pendidikan, Pengkaderan dan Pemberdayaan. Tentu pesantren harus terus melakukan upaya perbaikan-perbaikan demi mewujudkan visi dan misi yang diemban pesantren,” imbuhnya.

(Pengasuh KH. Moh. Zuhri Zaini tengah menyampaikan tausyiah pada kegiatan Penetapan Program/Anggaran Tahun 2022 di Aula 1 PPNJ)

Pesantren sebagai lembaga pendidikan harus terus berinovasi dalam mendesain pendidikan yang dapat membekali santri dengan ilmu agama tanpa menafikan pentingnya ilmu umum serta penguasaan teknologi di era disruptif dewasa ini.

Pesantren sebagai lembaga dakwah yaitu agen perubahan. Dakwah dalam arti mengubah dari hal yang tidak baik menjadi hal yang baik dan meningkatkan yang sudah baik dalam segala aspek kehidupan. Hal ini berkesinambungan dengan misi pendahulu kita (misi risalah Rasul) yang diteruskan oleh para ulama.

Kaderisasi santri merupakan salah satu fungsi pesantren, bagaimana pesantren mampu mengkader santri dengan kompetensi dan keterampilan yang dibutuhkan pesantren dan masyarakat kelak. Hal ini diimplementasikan dengan penjaringan santri yang memiliki potensi dengan berbagai program penguatan keahlian.

Pesantren juga berfungsi sebagai pemberdayaan melalui pelayanan kepada masyarakat atau ummat, baik kepada santri maupun masyarakat secara umum. Karena keberadaaan pesantren sejak awal merupakan bagian struktur sosial masyarakat yang tak terpisahkan.

Sebuah keniscayaan bahwa kerja besar itu butuh manajemen organisasi yang baik mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pendampingan dan pengawasan hingga evaluasi.

“Evaluasi dan perbaikan harus terus dilakukan. Lebih-lebih dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin berkembang,” ungkapnya.

Kiai Zuhri menyampaikan perlu adanya penguatan di setiap lini. Sesudah berhasil membuat perencanaan program setahun kedepan mengacu pada hasil evaluasi akhir tahun. Oleh karenanya, pengelolaan kelembagaan dan organisasi yang profesional mutlak menjadi sebuah kebutuhan bersama.

(Pengasuh KH. Moh. Zuhri Zaini tengah menyampaikan tausyiah pada kegiatan Penetapan Program/Anggaran Tahun 2022 di Aula 1 PPNJ)

Tidak kalah penting, Kiai Zuhri menguatkan pesan dalam tausyiahnya bahwa misi pesantren sebagai tafaqquh fiddin harus membekali santri tidak hanya agama, tapi juga karakter dan etika karena dewasa ini bangsa dan dunia tengah menghadapi krisis ketauladanan dan moral.

Poin selanjutnya yang Kiai Zuhri sampaikan adalah penguatan ekonomi mandiri Pesantren. Pesantren jangan sampai hanya bergantung pada dana yang dipungut dari santri dan Wali Santri. Sehingga pesantren perlu untuk terus berupaya melakukan pembangunan dan penguatan ekonomi. Belajar dari orang kita (NU) sendiri yang sudah berhasil, karena kerja bisnis tidak perlu terlalu teoritis, terpenting mau bekerja keras dan tekun.

Di Pondok Pesantren Nurul Jadid program penugasan tenaga pendidik belum menjadi tradisi. Kedepan perlu ditekankan dalam menggembleng santri yang disiapkan menjadi pendidik. Penguatan tidak sekedar akademik atau keilmuannya saja, namun juga kepribadian, tradisi pesantren dan nilai-nilai pesantren yang harus dikenalkan kepada masyarakat melalui penjalinan kerjasama dengan pihak luar.

 

(Humas Infokom)

Nurul Jadid Resmi Tetapkan Program dan Anggaran Tahun 2022

nuruljadid.net – Di penghujung tahun 2021, Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo selenggarakan kegiatan penetapan program/anggaran tahun 2022 dan pengarahan pengasuh yang sebelumnya juga terdapat penyampaian laporan kinerja selama setahun di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid pada sabtu (18/12) malam diikuti oleh semua pengurus satuan kerja, satuan pendidikan dan lembaga khusus pesantren.

Tepat pukul 20.15 WIB acara dimulai dan dibuka dengan pembacaan ummul qur’an, di waktu yang bersamaan, tim protokoler menyambut kedatangan pengasuh pada acara tersebut. Peserta terlihat sudah memenuhi ruangan serta mengikuti acara dengan khidmat dan fokus.

Penetapan program dan anggaran tahun 2022 serta pengarahan pengasuh merupakan kegiatan rutin tahunan dengan berbagai rangkaian kegiatan bertajuk Rapat Evaluasi Akhir Tahun. Tahun ini, Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil menyederhanakan rangkaian acara tersebut namun tetap berorientasi pada substansi tujuan kegiatan.

Alhasil, rangkaian kegiatan penetapan program dan anggaran tahun 2022 berjalan lebih efektif dan efisien tahun ini. Masing-masing satker melakukan rapat komisi bersama satker terkait sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh bagian perencanaan untuk integrasi program dan anggaran sehingga hasil lebih optimal.

(Sekretaris pesantren H. Faizin Syamwil menyampaikan Laporan Akhir Tahun 2021 di hadapan seluruh peserta)

Sementara itu, Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil mewakili Kepala Pesantren KH. Abdul Hamid Wahid menyambut dengan hangat seluruh hadirin serta menyampaikan salam dan permohonan maaf dari Kepala Pesantren karena belum bisa hadir pada acara tersebut sebab udzur masalah kesehatan.

Dalam sambutannya ustaz Faizin menyampaikan laporan kegiatan selama setahun yang telah dilaksanakan dalam bentuk overview. Untuk perancangan program dan anggaran pesantren tahun 2022 sebenarnya sudah dimulai sejak bulan oktober lalu. Tak lupa, ustaz Faizin juga mengungkapkan harapannya terhadap program pesantren tahun mendatang.

“Kita perlu memperbaiki hal-hal yang belum kita lakukan dengan maksimal. Dan harapannya kita bisa melaksanakan program kegiatan tahun 2022 yang telah disusun 100%,” tegasnya.

Selanjutnya, pengasuh KH. Moh. Zuhri Zaini memberikan tausiyah kepada seluruh hadirin sekaligus arahan terhadap program pesantren tahun anggaran 2022. Dalam tausiyahnya, beliau menjelaskan kembali tujuan dari poin-poin Arah Kebijakan Umum Pesantren (AKUP).

“Jangan sampai ada satuan kerja yang membuat program tanpa melibatkan satu sama lain, karena program kerja kita ini adalah program kerja organisasi bukan perorangan. Oleh karena itu, tentu dalam pembuatan program harus saling memeriksa satu sama lain, jangan sampai ada program yang tumpang tindih, dan berpihak terhadap sesuatu di luar AKUP” tutur pengasuh di hadapan seluruh peserta.

(Pengasuh Nurul Jadid KH. Moh. Zuhri Zaini ketika memberikan tausyiah dan arahan pada kegiatan penetapan program dan anggaran tahun 2022)

Pengasuh menambahkan, selain pembahasan tentang program kerja, beliau juga berharap akan ada tenaga pendidik dari Pondok Pesantren Nurul Jadid yang bisa bertugas di luar pesantren sebagaimana permintaan dari masyarakat.

“Banyak permintaan dari masyarakat untuk mengirimkan tenaga pendidik dari Pondok Pesantren Nurul Jadid, maka dari itu, saya berharap nantinya akan ada tenaga terutama tenaga pendidik yang bisa bertugas di masyarakat yang membutuhkan di luar pesantren” imbuh KH. Moh. Zuhri Zaini.

Peserta yang hadir pada kegiatan ini pengasuh, pimpinan pondok pesantren, sekretaris yayasan, kepala dan wakil kepala biro, pimpinan universitas, ketua P4NJ pusat, bendahara, kabag. dan kasubbag., kepala staf pimpinan pesantren, wakil dan sekretaris biro, kepala dan wakabid, pemangku wilayah, dan kepala-kepala wilayah putra-putri.

Akhirnya, acara ditutup dengan pembacaan doa dipimpin oleh Ketua Pembantu Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid (P4NJ) Pusat KH. Junaidi Mu’thi. Tepat pukul 22.20 WIB peserta meninggalkan Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo.

 

(Humas Infokom)

Direktur PD Pontren Kemenag RI Mengisi Webinar di Nurul Jadid

nuruljadid.net – Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghofur, M.Ag hadir secara langsung ke Pondok Pesantren Nurul Jadid untuk mengisi Webinar dengan tema “Peran Multidimensi Pondok Pesantren” di Aula 1 Lt. 3 Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo (14/12).

Waryono mengapresiasi adanya Webinar tentang Peran Multidimensi Pondok Pesantren ini, selain sharing juga bentuk kesyukuran bisa bersilaturrahmi ke Pondok Pesantren Nurul Jadid. Waryono menyatakan optimis bahwa ke depan pesantren akan lebih maju dan berkembang dalam mengisi multi sektor di tengah masyarakat.

Menurutnya pondok pesantren sudah memiliki banyak keunggulan untuk meningkatkan keilmuan para santri dan keterampilan di lintas disiplin ilmu. Salah satunya, ciri khas Pondok Pesantren Nurul Jadid adalah penguasaan bahasa asing, Arab, Inggris dan Mandarin. Sebagaimana pepatah bahasa Arab “Man Arofa Lughota Qoumin Salima Min Makrihim” artinya barang siapa yang menguasai bahasa suatu kaum, maka akan selamat dari tipu daya kaum tersebut.

Warnoyo berharap dengan mengikuti acara ini para santri dan pengelola pesantren mampu menerapkan fungsi pesantren sebagaimana amanah UU No. 18 Tahun 2019 yaitu sebagai lembaga pendidikan, dakwah dan pemberdayaan. Santri pasca Pendidikan di pesantren juga aktif berperan di tengah masyarakat multidimensional, tidak hanya di bidang Pendidikan, namun juga ekonomi, pemerintahan dan berbagai sektor lainnya.

Dalam acara Webinar ini pun Waryono juga memberikan penguatan moderasi beragama menciptakan Islam yang ramah dan mengajak kepada perdamaian dengan ciri khasnya masing-masing tanpa intervensi pihak lain. Sehingga nilai-nilai tradisional tetap terjaga namun tetap terbuka terhadap modernitas zaman.

Kedepan pak Waryono melalui PD Pontren ingin menggagas pesantren ramah anak yang mengedepankan Education for All atau pendidikan untuk semua dan menjadi tempat yang baik untuk tumbuh kembangnya para santri dengan baik dari anak-anak hingga dewasa tanpa melihat strata sosialnya.

(Wakil Kepala Pondok Pesantren KH. Najiburrahman Wahid saat memberikan sambutan pada acara Webinar Peran Multidimensi Pondok Pesantren)

Wakil Kepala Pondok Pesantren KH. Najiburrahman Wahid dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pondok Pesantren Nurul Jadid istiqomah melakukan pengembangan pesantren dengan prinsip “al-muhafadhotu ‘ala qodimis sholih wal akhdzu bil jadidil ashlah,” yakni Memelihara yang lama yang baik dan mengambil yang baru yang lebih baik’.

“bahwa kitab kuning sejak dulu sampai sekarang tetap dipertahankan sebagai metode pembelajaran warisan para ulama klasik, warisan walisongo. Tapi disamping itu, hal-hal dari modernitas baik yang berbau teknologi maupun bahasa asing mandarin jepang dan sebagainya kita adopsi, kita datangkan termasuk terbaru adalah PDF (Pendidikan Diniyah Formal),” dawuhnya.

“PDF ini lama tapi baru, baru tapi lama, mau dibilang barang baru ini sudah ada di pesantren sejak dulu kitab kuning itu, mau dibilang barang lama, ini merupakan jalur baru Pendidikan, jadi kami mohon support dari Pak Waryono selaku Direktur PD Pontren Kemenag RI.” Imbuh KH. Najiburrohman Wahid

Wakil Kepala Pesantren juga berharap semoga Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Nurul Jadid ini dapat berkembang dan menyusul pesatnya perkembangan Lembaga Pendidikan yang sudah mendahului. Karena apapun misi pesantren yang tidak boleh dilupakan adalah “Tafakkuh Fiddin” atau memperkuat Agama. Semoga webinar ini dapat membawa berkah bagi semua dan bisa menimba ilmu dan pengalaman dari narasumber.

(Peserta webinar luring mengikuti acara dengan tertib dan khidmat serta antusias di Aula 1 Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Webinar berjalan dengan lancar dan peserta yang hadir mengikuti dengan antusias baik secara luring maupun daring. Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan pesantren, kepala-kepala biro, kepala-kepala Lembaga Pendidikan, kepala bagian dan pimpinan Universitas Nurul Jadid.

 

(Humas Infokom)

Kado Akhir Tahun: Nurul Jadid Juara Eco Pesantren 2021 Tingkat Provinsi

nuruljadid.net – Pasca Verifikasi dan Validasi Lapangan oleh tim juri dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur tentang pemenuhan standar pesantren berwawasan lingkungan, akhirnya Pondok Pesantren Nurul Jadid berhasil menjuarai Lomba Eco Pesantren tahun 2021 tingkat provinsi Jawa Timur tersebut.

Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur nomor 188/813/KPTS/013/2021 tentang Penghargaan Eco Pesantren Provinsi Jawa Timur Tahun 2021. Sebagai tindak lanjut dari Berita Acara Hasil Penilaian Eco Pesantren Provinsi Jawa Timur Tahun 2021 tanggal 18 November 2021 surat nomor 660/16695/111.5/2021 yang ditentukan oleh Tim Juri. Maka, Pondok Pesantren Nurul Jadid dinyatakan layak menyandang titel Eco Pesantren tahun 2021 bersama 9 pesantren lainnya.

(SK. Gubernur Jawa Timur tentang Penghargaan Eco Pesantren Provinsi Jawa Timur Tahun 2021)

Gus Muhammad Fakhri Pembina Bidang Konservasi Lingkungan Hidup (BKLH) Nurul Jadid mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian prestasi ini di group telegram tim Eco Pesantren Nurul Jadid seusai dibagikannya informasi kemenangan ini. “Sebelumnya terimakasih atas kerjasamanya dan kerja kerasnya dari semua teman-teman yang ada selama penyiapan dan persiapannya Eco Pesantren. Congrats to us! Najaahan bina! Selamat buat kita semuanya,” ungkap beliau.

Salah satu anggota tim teknis lapangan BKLHNJ yang akrab disapa Cak Faruq juga mengungkapkan kebahagiaan dan harapan atas pencapaian penghargaan Eco Pesantren tingkat Jawa Timur tahun 2021 ini. “Semoga hal ini menjadi motivasi sekaligus bisa membangkitkan kesadaran kita (santri) untuk lebih peduli dan lebih giat lagi dalam mengupayakan, dan menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan pondok pesantren tercinta Pondok Pesantren Nurul Jadid,” imbuhnya kepada nuruljadid.net. hal ini pun diamini oleh anggota group yang lain.

Harapannya dengan diadakannya program Eco Pesantren ini, Pondok Pesantren Nurul Jadid akan lebih termotivasi dan bertanggung jawab dalam meningkatkan kebersihan, pendidikan dan konservasi lingkungan yang berkelanjutan (environmental sustainability). Cita-cita ini tidak akan terwujud apabila setiap individu pesantren pimpinan, pengurus, guru, dosen, karyawan dan santri secara kolektif kolegial tidak ikut menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di pesantren.

Untuk 9 pesantren lainnya yang mendapatkan penghargaan Eco Pesantren adalah PP. Raudlatul Malikiyyah Ketapang Kota Probolinggo, PPTQ. Al Munawwaroh Bungah Kab. Gresik,  PP. Al- Baitul Hikmah Tempurejo Kab. Jember, PP. As-Syalafi Al-Fitrah Kota Surabaya, PP. Miftahul Mubtadiin Ar-Ridlo Kab. Nganjuk, PP. Mambaul Hikam Kab. Jombang, PP. Al-Kautsar Kabupaten Banyuwangi, PP. At-Tanwir Kabupaten Bojonegoro, PP. Al-Hijrah Kab. Ngawi.

 

(Humas Infokom)

Lagi dan lagi! LPBA Harumkan Nurul Jadid di Kancah Nasional

nuruljadid.net – seakan tidak pernah absen prestasi, Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) kembali harumkan Pondok Pesantren Nurul Jadid di kancah Nasional. Sejak bulan Oktober kemarin, LPBA Nurul Jadid memborong beragam prestasi, yang berlanjut hingga awal bulan Desember 2021 ini. LPBA berhasil mengoleksi 3 kemenangan pada 2 cabang perlombaan diselenggarakan oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Syeikh Ali Rahmatullah (SATU) Tulung Agung provinsi Jawa Timur.

Pada cabang lomba pertama, yaitu Lomba Debat, ketiga peserta didik LPBA yang bernama M. Afifurrohman, Ilman Huda, dan Salmanul Faris menunjukkan kelihaiannya dalam debat berbahasa Arab. Sehingga mereka dengan rasa syukur berhasil meraih juara 2. Selain itu, pada cabang lomba yang sama, satu tim lagi yang beranggotakan Ahmad Jaelani, Ilham Prastiko, dan Robi Abdul Haq berhasil raih posisi harapan 1.

Di jenis lomba Khitobah, delegasi LPBA atas nama Ilham Prastiko Sultani sukses menjadi yang terbaik Juara 1 di level nasional. Semua perlombaan diikuti dengan baik oleh peserta didik LPBA. Sehingga menjadi kebanggaan tersendiri karena telah berkontribusi dalam mengharumkan nama LPBA khususnya, dan Pondok Pesantren Nurul Jadid pada umumnya.

Lomba tersebut terbagi menjadi dua babak, babak penyisihan dan final. Untuk babak penyisihan dilakukan secara daring. Sedangkan untuk babak final dilakukan secara luring sehingga peserta lomba berkesempatan untuk mengunjungi kampus UINSATU Tulung Agung sekaligus mengikuti penutupan acara.

“Mengutip dari perkataan Tan Malaka, yakni terbentur, terbentur, dan terbentuk. Ini yang selalu kami tanamkan kepada peserta didik untuk mereka jadikan motivasi,” ujar Fauzi Rahman selaku pendamping lomba

Semangat LPBA Nurul Jadid tak pernah berhenti untuk terus berkobar mengharumkan nama Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo di berbagai perlombaan dan kesempatan dengan segudang prestasinya dari tingkat provinsi, nasional hinggal regional. Sehingga, mereka saat ini dapat merasakan buah manis dari suatu perjuangan.

Harapan kedepannya prestasi yang telah diperoleh mampu memotivasi dan menginspirasi peserta didik lainnya agar turut berpartisipasi dan berprestasi bersama untuk mengharumkan nama megah Nurul Jadid sebagaimana termaktub dalam lirik syair Hymne Pondok Pesantren Nurul Jadid.

 

 

(Humas Infokom)

Peringati Hari HIV/AIDS se-Dunia dan Menanam Pohon Nasional, Poskestren Nurul Jadid Gelar Serangkaian Acara

nuruljadid.net – Memperingati hari HIV/AIDS se-Dunia dari Menanam Pohon Nasional, Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) Nurul Jadid yang merupakan gabungan Santri Husada dan Satuan Karya Bakti Husada Nurul Jadid melaksanakan beberapa rangkaian kegiatan. Diantaranya Lomba Desain Poster Santri, Seminar Kesehatan dan penyerahan pohon secara simbolis di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid, Jumat (03/12).

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Direktur Klinik Az-Zainiyah Nurul Jadid Ny. Hj. Khodijatul Qodriyah, Kepala Dinas Kesehatan Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono, dan tamu undangan lainnya di hadapan ratusan peserta santri puteri yang terdiri dari Santri Husada dan Saka Bakti Husada Putri Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Dalam sambutannya, Direktur Klinik Az-Zainiyah Ny. Hj. Khodijatul Qodriyah menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan sinergi bersama antara Klinik Az-Zainiyah Nurul Jadid, BKLH Nurul Jadid dan Dinas Kesehatan Probolinggo untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman santri tentang HIV/AIDS dan pentingnya menjaga lingkungan.

“Kegiatan ini kami laksanakan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Problinggo dan BKLH Nurul Jadid, karena untuk menyelesaikan permasalahan lingkungan dan kesehatan di Pondok Pesantren Nurul Jadid  kita tidak bisa dengan mudah melakukannya sendiri, melainkan harus saling bergandengan tangan dan saling memberikan informasi. Kegiatan ini dilatarbelakangi dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman santri tentang HIV/AIDS, dan ajakan bagi mereka untuk hidup sehat, terutama dengan menjaga lingkungan sekitar,” tutur Ny. Hj. Qodriyatul Khodijah

(Penyampaian materi tentang upaya pencegahan dari infeksi HIV/AIDS oleh dr. Hamidatul Musyarrofah)

Selanjutnya, peserta seminar diminta untuk saling berkomitmen menjauhi penyalahgunaan konsumsi narkoba, dengan kompak mereka mengatakan “Santri Nurul Jadid: Say No To Drugs, Say No To Zina.” Tindakan ini dilakukan sebagai sikap untuk mengingatkan santri bahwa mengkonsumsi narkoba dan tindakan zina adalah dua dosa besar dan sangat berbahaya bagi kesehatan hingga wajib dijauhi.

(Penyerahan pohon secara simbolis dari pembina Santri Husada dan Saka Bakti Husada kepada perwakilan BKLH Nurul Jadid)

Sementara itu, dalam peringatan hari Menanam Pohon se-Dunia, Saka Bakti Husada dan Santri Husada Klinik Az-Zainiyah Nurul Jadid melaksanakan penyerahan pohon secara simbolis kepada Bidang Konservasi Lingkungan Hidup (BKLH) Nurul Jadid pada serangkaian acara seminar kesehatan tersebut.

(Penyerahan trofi dan piagam penghargaan kepada pemenanga lomba desain poster dalam rangka memperingati Hari HIV/AIDS se-Dunia)

Sebelum seminar berlangsung, panitia mengumumkan para pemenang lomba poster dan menyerahkan hadiah berupa trofi dan piagam penghargaan serta bingkisan merchandise Klinik Az-Zainiyah kepada para pemenang di atas pentas.

Pematerian seminar kesehatan berlangsung sekitar 1,5 jam dengan Narasumber dr. Hamidatul Musyarrofah menjelaskan tema “Akhiri Ketidaksetaraan Akhiri AIDS.” Pemateri dengan asyik menjelaskan tentang pengertian HIV/AIDS, bahaya penyakit AIDS, hingga cara pencegahan penyakit tersebut di depan ratusan peserta santri puteri. Tampak jelas raut wajah antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan ini hingga selesai dengan bekal pengetahuan yang sangat berarti untuk diterapkan.

 

(Humas Infokom)

Jatim Kasus HIV/AIDS Tertinggi, Klinik Az-Zainiyah Nurul Jadid Gelar Seminar Kesehatan

nuruljadid.net – Klinik Az-Zainiyah Nurul Jadid adakan Seminar Kesehatan dalam rangka pencegahan terhadap maraknya penyakit HIV/AIDS di Indonesia khususnya di Provinsi Jawa Timur dengan kasus tertinggi pada Jum’at pagi (03/12) lalu. Seminar itu bertempat di Aula 1 Pesantren Nurul Jadid diikuti 126 Santri Husada dan 87 Saka Bakti Husada Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Untuk saat ini, Jatim berada pada posisi tertinggi se-Indonesia untuk kasus HIV/AIDS. Tahun 2021 ini, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur mendata sebanyak 2.526 orang terinfeksi virus HIV/AIDS. Oleh karenanya, pemerintah sedang berupaya memperluas cakupan pelayanan kesehatan yang bermutu sebagai tindakan preventif.

(Pemateri dr. Hamidatul Musyarrofah menampilkan data kasus HIV/AIDS di Indonesia dan Jatim berada pada posisi paling atas)

Dilatarbelakangi oleh Kasus HIV/AIDS di Jawa timur yang cukup tinggi, Klinik Az-Zainiyah Pondok Pesantren Nurul Jadid tergerak dalam berupaya secepat mungkin melakukan tindakan edukatif dan preventif khususnya di kalangan santri. Klinik Az-Zainiyah menggelar Seminar Kesehatan untuk sosialisasi pentingnya merangkul penderita namun waspada dengan bahayanya HIV/AIDS yang bertajuk “Akhiri Ketidaksetaraan, Akhiri AIDS.”

Seminar tersebut menghadirkan dr. Hamidatul Musyarrofah sebagai pemateri. Selain itu, acara dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo dr, Shodiq Tjahjono, Direktur Klinik Az-Zainiyah Nurul Jadid Ny. Hj. Khodijatul Qodriyah, tamu undangan, Santri Husada dan Saka Bakti Husada Pondok Pesantren Nurul Jadid.

(dr. Hamidatul Musyarrofah menyampaikan kiat pencegahan agar terhindar dari infkesi HIV/AIDS pada Seminar Kesehatan)

Untuk melakukan pencegahan sedini mungkin pesantren tidak bisa bergerak sendiri, tentunya perlu bekerjasama dengan dinas kesehatan untuk saling mmberi informasi. “Kita tidak bisa dengan mudah melakukannya sendiri, melainkan harus bergandengan tangan dan saling memberikan informasi,” papar Ny. Hj Qadriyatul khodijah di depan para tamu undangan dan santriwati peserta seminar.

Ratusan santriwati yang mengikuti seminar tampak begitu antusias. Mereka fokus dalam menerima ilmu baru yang disampaikan oleh penyaji. Tidak hanya pemaparan materi satu arah, para santriwati diberikan kesempatan untuk bertanya kepada penyaji terkait tema yang tengah dibahas.

Di akhir seminar, peserta dengan serentak menyorakkan tagline “Santri Nurul Jadid Say No to Drugs Say No to Zina.”. kegiatan seminar kesehatan ditutup dengan doa dan pemberian piagam penghargaan kepada penyaji dr. Hamidatul Musyarrofah dri Direktur Klinik Az-Zainiyah Ny. Hj. Khodijatul Qodriyah.

(Humas Infokom)

Tiga Pendidik Nurul Jadid Raih Penghargaan Gubernur Jawa Timur pada GCC 2021

nuruljadid.net – Setelah banyak torehan prestasi yang disumbangkan santri, kini giliran tiga pendidik Pondok Pesantren Nurul Jadid yang memenangkan lomba pada acara Penganugerahan Pemenang GTK Creative Camp (GCC) Batch-2 tahun 2021 diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Dua pendidik meraih Apresiasi 10 Besar Penulis Buku dan satu yang lain Juara 3 Bahasa Inggris. Para pemenang mendapatkan piagam penghargaan dari Gubernur Jatim Ibu Khofifah Indar Parawansa di Isyana Ballroom, Bumi Surabaya City Resort minggu lalu (28/11).

6.331 Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) di Jawa Timur berpartisipasi pada 10 kategori kompetisi inovasi pendidikan digagas Dinas Pendidikan Jatim melalui bidang Pembinaan GTK. Alhasil, dari 13 total pemenang perwakilan Cabdin wilayah Probolinggo, Nurul Jadid menyumbangkan 3 trophy dan mengantarkan Cabdin wilayah Probolinggo keluar sebagai Juara Umum kedua setelah Cabdin Bojonegoro disusul Cabdin Jember.

(Dr. KH. Moh. Mahfudz Faqih, M.Si. menerima pengharagaan dari Kepala Dinas Pendidika Jawa Timur Dr. Ir. Wahid Wahyudi, MT.)

Dr. KH. Moh. Mahfudz Faqih, M.Si selaku Dosen Unuja dan Kepala Banwas Nurul Jadid peraih apresiasi 10 besar penulis buku non-fiksi berjudul “Mengembangkan Regulasi Diri Siswa” mengungkapkan rasa syukurnya setelah penganugerahan. “Untuk kesekian kalinya, saya panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas terpilihnya buku ini sebagai 10 besar buku terbaik menyisihkan 700-an lebih naskah buku yang diikutkan pada ajang GCC 2021 oleh Dindik Jatim,” ungkap beliau.

(Guru SMK Nurul Jadid Nurul Laili Syofaria, S.Kom menerima penghargaan dari Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Dr. Ir. Wahid Wahyudi, MT.)

Penulis Novel “Cinderella Pesantren” Nurul Laili Syofaria guru SMK Nurul Jadid mengampu mata pelajaran produktif Multimedia. Hobinya menulis fiksi telah berhasil mengantarkan Ibu Laili meraih Apresiasi 10 besar penulis buku fiksi dalam event GCC Batch-2 2021. Novel Cinpes ini adalah karya sequel perdananya rilis tahun 2019 dan sampai tahun ini telah terbit 3 buku, novel sequel “Maaf” dan “Rahasia”. Semua kisah yang diangkat adalah seputar kehidupan santri dan keluarga pesantren. Sehingga novel ini bentuk dakwah melalui tulisan kepada masyarakat umum.

(Guru SMK Nurul Jadid Mujiburrohman, S.Kom menerima penghargaan dari Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Dr. Ir. Wahid Wahyudi, MT.)

Prestasi lainnya dalam bidang Bahasa Inggris tingkat SMK diraih oleh Mujiburrohman guru SMK Nurul Jadid. Lomba yang mengusung tema local culture (kebudayaan lokal) ini menjadi tantangan tersendiri bagi Bapak Mujib untuk mengeksplorasi budaya Probolinggo. Alhasil, mengangkat kisah dan nilai sejarah di balik Candi Jabung dan Tari Kiprah Glipang berhasil menjadikannya Juara ketiga menyisihkan 600-an lebih karya video local culture GTK Jatim lainnya.

Kepala Dindik Jatim, Wahid Wahyudi menuturkan GTK Creative Camp merupakan wadah bagi guru dan tendik yang meliputi kepala sekolah, pengawas, petugas lab, petugas perpustakaan dan administrasi dalam menghasilkan terobosan inovasi teknologi dalam pembelajaran terlebih dengan kondisi pandemi.

“Pada era pandemi ini, Guru dan Tenaga Kependidikan harus kreatif dan inovatif dalam memberikan layanan Pendidikan kepada peserta didik dengan memanfaatkan teknologi digital, sehingga GCC ini merupakan wadah untuk tujuan tersebut,” terang Wahid.

Pada sambutannya Gubernur Jawa Timur Ibu Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi kegiatan GCC yang diselenggarakan oleh Dindik Jatim. “Saya sangat mengapresiasi kegiatan GCC ini sebagai ikhtiar peningkatan mutu Pendidikan di Jawa Timur khususnya pada masa pandemi covid-19 saat ini,” tutur Ibu Khofifah di depan seluruh pemenang GCC Batch-2 2021.

Cabang Dinas Pendidikan wilayah Probolinggo berhasil meraih Juara Umum 2 dengan 13 kemenangan setelah terpaut 1 poin kemenangan dengan Bojonegoro yaitu 14 kemenangan dari 10 kategori lomba tingkat SMA, SMK dan PKLK.

Kiswanto Kepala Cabdin Kota/Kab. Probolinggo bersyukur atas capaian prestasi yang diperoleh dan mengapresiasi prestasi rekan GTK yang berhasil mengharumkan nama Probolinggo. “Saya bersyukur, mengapresiasi dan berterimakasih kepada seluruh GTK pemenang dari Probolinggo yang berhasil juara, kita jangan mudah berpuas diri, karena perlu mempersiapkan lebih baik dan matang untuk GCC tahun depan terutama di dua kategori yang belum berhasil kita menangkan yaitu Seni Budaya dan CAD,” pungkas Kiswanto.

 

(Humas Infokom)

Tidak Hanya Mandarin, Siswa SMANJ Juara Bahasa Jepang se-Indonesia

nuruljadid.net – Sekolah Menengah Atas (SMA) Nurul Jadid seakan tidak pernah berhenti mengukir prestasi. Setelah peserta didiknya menjuarai perlombaan Bahasa Mandarin Nasional, ternyata peserta didik SMANJ tidak hanya menguasai bahasa Mandarin, kali ini peserta didiknya berhasil buktikan kualitas bahasa Jepang dengan menyabet Juara 1 Story Telling, Juara 2 Shodou (Kaligrafi) dan juara 1 Yukata Challenge Bahasa Jepang tingkat Nasional yang diumumkan sabtu lalu (20/11/2021).

Pada event “Jiyuu Matsuri” dan “Isshonitanoshi”, SMA Nurul Jadid kembali tampil dengan wajah baru. Kegiatan yang diselenggarakan masing-masing oleh Universitas Negeri Jakarta dan Universitas Brawijaya, Malang berhasil ditaklukkan oleh peserta didik yang juga berstatus santri tersebut. Raihan prestasi ini tidak lepas dari pendampingan seorang sensei yang juga pernah meraih penghargaan siswa berprestasi Bahasa Jepang 2017. Sehingga semangat dan keterampilan bahasa Jepang untuk terus ditularkan yang berbuah prestasi gemilang.

Salsyabilla Khairani Rachman juara 1 story telling bahasa Jepang dan Natasya Putri Salsabila juara 2 Shodou atau kaligrafi Jepang serta Nuzha Azimah dan Nanda Tsalitsa juara 1 Yukata Challenge sangat bahagia bisa mengukir prestasi untuk almamater tercintanya SMANJ. “Masyaallah, alahmdulillah sekali kami bisa menjuarai perlombaan ini dan mengharumkan nama sekolah juga pesantren, karena sebelumnya kita sempat gagal,” ujar Salsyabilla dan Natasya saat diinterview.

Sempat gagal pada Festival Jepang Unsoed (FJU), anak-anak kelas Bahasa Jepang SMANJ tidak putus asa, mereka kian giat berlatih dan bekerja keras tanpa mengenal lelah, meski harus menghabiskan waktu mereka dan rela membuang kertas yang tidak sedikit untuk latihan kaligrafi. Akhirnya mereka memutuskan untuk kembali berpartisipasi pada event bahasa Jepang yaitu “Jiyuu Matsuri” dan “Isshonitanoshi”. Seminggu di tengah penantian, setelah pengumpulan video karya, pengumaman pun dilakukan via zoom meeting. Tepat pada pukul 12.00, melalui zoom pemenang lomba Jiyyu Matsuri UNJ dan Ishhonitanoshi Universitas Brawijaya dibacakan oleh panitia.

Lelah semoga jadi Lillah. Berkat dukungan penuh dari pihak sekolah dan bimbingan guru, prestasi tingkat nasional bahasa jepang pun terwujud. Kepala SMA Nurul Jadid Bapak Didik P. Wicaksono, S,Sos,I., M.Pd. mengapresiasi perjuangan anak didik mereka yang luar biasa. “Hebat, saya bangga dengan mereka yang menjadikan kekalahan sebagai suatu motivasi untuk berkembang dan mengasah lebih keras lagi potensi serta bakat yang dimilikinya.” Ungkap Bapak Didik selaku Kepala SMA Nurul Jadid.

 

(Humas Infokom)

Urgen Literasi, Humas Infokom Nurul Jadid Gelar Pelatihan Jurnalistik Santri

nuruljadid.net – Hubungan Masyarakat dan Informasi Komunikasi (Humas Infokom) Pondok Pesantren Nurul Jadid menggelar pelatihan jurnalistik dalam menjawab urgensitas literasi di kalangan santri. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan selama dua hari mulai selasa, 22 November 2021 sampai dengan 23 November 2021 di Aula 1 Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Dr. Syamsuri Hasan Kepala Bagian Humas dan Protokoler Nurul Jadid dalam sambutannya menyatakan tujuan kegiatan ini untuk membekali santri agar mampu berkompetensi dalam bidang menulis atau memproduksi karya jurnalistik baik untuk media cetak, online atau media sosial.

“pelatihan ini dapat menjadi bekal para peserta untuk menggali bakat menulis mereka sehingga mampu menginformasikan sebuah karya atau berita dalam suatu media, baik cetak, online, atau medsos,” ungkap Kabag Humpro Dr. Syamsuri Hasan. “Kita juga perlu berkaca kepada para pendahulu kita seperti Imam Syafii, Al-Ghozali, Hasyim Asy’ari yang berhasil menciptakan karya kitab sampai saat ini kita gunakan, sehingga masing-masing peserta perlu menumbuhkan rasa butuh dari diri sendiri sehingga kami sebagai pengurus hanya bisa mewadahi selebihnya yang mengisi adalah kalian semua,” imbuhnya.

(Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil memberikan sambutan sekaligus membuka acara secara resmi)

Kegiatan pelatihan jurnalistik santri ini secara resmi dibuka oleh Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil, M.Pd dengan pembacaan ummul kitab dengan harapan acara dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada seluruh peserta dan juga panitia.

Pada sambutannya Sekretaris Pesantren menegaskan bahwa santri yang menjadi peserta perlu bersyukur karena diberikan kesempatan untuk belajar jurnalistik dan dipilih dari ribuan santri yang ada, sehingga kesempatan ini perlu dimaksimalkan.

“Banyak orang terkenal karena kata-katanya seperti Ir. Soekarno yang mampu menggerakkan orang dengan pidatonya, ada juga yang dikenal karena tulisannya. Karena, saat ini menulis menjadi sebuah kebutuhan untuk dapat mengedukasi publik bahkan Jurnalistik dapat dijadikan modal sumber pencaharian,” terang Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil.

(Narasumber Kode Etik dan Bahasa Indoesia Jurnalistik Taufiqur Rohim tengah menyampaikan pematerian)

Selain itu, Kasubbag Humas dan Infokom Mujiburrohman juga menegaskan dalam kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan reporter dan jurnalis yang mendukung tugas kehumasan di Pesantren. Tentunya dengan mengikuti pelatihan jurnalistik ini mereka dapat mengeksplorasi sebuah informasi lebih dalam.

Narasumber yang dihadirkan juga tidak tanggung-tanggung, mereka adalah jurnalis dari berbagai portal media online seperti beritajatim, timesindonesia, datasiana dan beberapa media nasional seperti kompas, i-news dan juga tvone.

(Peserta pelatihan jurnalistik nampak sangat antusias dan khusyuk mengikuti pematerian oleh narasumber)

Tampak jelas raut wajah antusiasme 71 peserta perwakilan Lembaga Pers dan santri masing-masing wilayah dalam mengikuti kegiatan ini. Pasalnya materi yang diberikan pun beragam diantaranya kode etik dan bahasa jurnalistik, teori penulisan berita, menulis in depth news dan feature, foto jurnalistik, edukasi memviralkan sebuah informasi, serta reportase wawancara. Tidak hanya itu para peserta juga akan diajak langsung mempraktikkan apa yang telah mereka dapat setelah diberikan materi.

 

(Humas Infokom)