Pos

Biktren Putri Gandeng LMNJ Cetak Pemimpin Berintegritas, Cerdas, Berkarakter dan Inspiratif

nuruljadid.net – Biro Kepesantren Pondok Pesantren Nurul Jadid Putri mengadakan Pelatihan upgrading kompetensi leadership pengurus mengusung tema “Membangun Jiwa Kepemimpinan yang Berintegritas, Cerdas, Berkarakter dan Inspiratif” selama dua hari sejak tanggal 18 sampai dengan 19 November 2021 di dua tempat Aula Mini Unuja dan Aula Mahrom Wilayah Al-Hasyimiyah (Daltim).

Pelatihan Leadership ini digelar atas kerjasama dengan Lembaga Motivasi Nurul Jadid (LMNJ) yang berperan sebagai tim mentor atau pemateri yang mengisi dan mendampingi peserta selama kegiatan berlangsung.

Menurut Wakabid. Tata Kelola Wilayah Ustazah Siti Maknunah, urusan pengurus wilayah itu mencakup banyak hal, bahkan contohnya sampai mengatur makan dan persoalan pribadi yang tengah dihadapi santri.

(Salah satu peserta melatih mental dan kepemimpinan di depan peserta pelatihan)

Dalam kesempatan itu, Wakil Kepala Biro Kepesantrenan Ny. Mamnuhaturrahmah menilai Pondok Pesantren Nurul Jadid telah menghadirkan program yang sangat dibutuhkan di tengah minimnya kader pengurus yang kompeten dan konsisten karena singkatnya masa mondok rata-rata santri.

“Semoga program-program seperti ini terus bisa berlanjut, sehingga para pengurus dapat menyiapkan diri dalam menghadapi berbagai tantangan di masa yang akan datang,” ungkap Ny. Mamnuhaturrahmah.

Salah satu bentuk aktualisasi dari penguatan kapasitas tersebut adalah kepemimpinan pengurus yang memiliki derivasi kepemimpinan individu, kepemimpinan domestik, dan kepemimpinan publik.

(Peserta pelatihan tengah melakukan diskusi kelompok terstruktur dipandu oleh Tim Lemabaga Motivasi Nurul Jadid)

Di tengah tantangan zaman saat ini, Pondok Pesantren Nurul Jadid harus bergerak cepat dan dinamis dalam menyikapi berbagai isu dan tantangan yang ada khususnya dalam pelayanan, pendampingan, pengayoman santri. Dengan penanaman nilai integritas, cerdas, berkarakter dan inspiratif di masing-masing jiwa pengurus harapannya dapat ditularkan dan membentuk kepribadian yang sama kepada santri asuhnya.

(Humas Infokom)

Mahasiswa Multitalenta Universitas Nurul Jadid Berhasil Raih 6 Juara Nasional Sekaligus

nuruljadid.net – Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Sosial dan Humaniora Univeristas Nurul Jadid (Unuja) Paiton Probolinggo, Zulfikar Prayogi, berhasil menyabet 6 prestasi sekaligus tingkat Nasional dari dua kategori lomba selama bulan Oktober lalu yaitu bahasa Inggris dan sastra puisi.

Zulfikar sukses meraih prestasi tingkat nasional ini usai menyisihkan ratusan peserta lainnya dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kerja keras dan riyadlah dia selama di pondok pesantren berbuah manis.

“Sejujurnya, setiap kali mengetahui diumumkan sebagai pemenang, saya selalu bersyukur sekali karena bisa mengharumkan nama almamater saya UNUJA dan pastinya Pondok Pesantren Nurul Jadid tercinta, ” ungkapnya Jum’at (19/11/2021).

Mahasiswa angkatan 2018 ini sebelumnya sudah seringkali meraih prestasi hingga tingkat internasional. Zulfikar yang hobi adventuring ini gemar menulis karya sastra yang mengantarkannya menjadi juara dalam berbagai event lomba kesastraan, khususnya cipta baca puisi. Tahun lalu, Zulfikar pernah dinobatkan sebagai Penulis Terbaik pada gelaran Cerpen Puisi LLK Purwokerto tingkat Nasional dan Top 10 Hongkong’s Poetry SMR Unity Literation Asia.

Dalam berbagai kompetisi yang Zulfikar ikuti, hampir semuanya membuahkan hasil. Mahasiswa yang passionate dengan Bahasa Inggris dan sastra ini tidak hanya mahir dalam bidang verbal language atau speaking saja namun juga writing dalam Bahasa Inggris.  Hal ini bisa dikuasai Zulfikar karena konsistensi dia dalam membaca dan menulis sehingga kemampuan literasi kebahasaannya terus berkembang.

“Saya merasa membaca dan menulis itu sangat penting untuk bisa berprestasi, karena dengan membaca akan memperkaya knowledge kita sehingga isi pidato yang kita sampaikan berbobot dan dengan menulis kita juga bisa mengutarakan gagasan dan mewariskannya dalam karya yang bisa bermanfaat untuk banyak orang yang membacanya,” tegas Zulfikar kepada nuruljadid.net

Proses pendidikan dan lingkungan belajar di Unuja dengan atmosfer yang kondusif membuat Zulfikar bisa fokus berkarya dan berprestasi. Unuja sebagai perguruan tinggi berbasis pondok pesantren, menurutnya saya suportif untuk bisa mengembangkan diri karena tidak banyak gangguan seperti hiburan dan gadget yang tidak jarang merusak fokus dan konsentrasi dalam belajar, ngaji dan beribadah, beda halnya kalau kuliah di luar pesantren. Alhasil, karya Zulfikar sudah berhasil diterbitkan dalam Buku Antologi, sekurangnya ada tujuh buku antologi yang merilis karya Zulfikar setiap kali dia memenangkan lomba menulis.

Dia menjelaskan saat ini selain belajar di kampus sebagaimana mahasiswa pada umumnya dia juga mengajar di Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) Nurul Jadid sebagai bentuk pegabdiannya kepada almamater yang membesarkannya dalam bidang kebahasaan selain UNUJA. Karena dengan mengajar, dia percaya, keilmuannya akan bertambah dan berkembang.

Di akhir wawancara, Zulfikar menyampaikan bahwa dia juga aktif di berbagai organisasi kampus untuk mengasah critical thinking, komunikasi dan interpersonal skill nya. Karena dalam perlombaan, soft skill tersebut mutlak dibutuhkan sehingga kita harus terjun ke berbagai organisasi dan kegiatan kampus yang positif sebagai ajang latihan agar tetap produktif dan bisa berkarya dengan berbagai bentuk pengabdian kepada pesantren sesuai dengan kompetensi dan kapasitas kita masing-masing.

 

(Humas Infokom)

Sabet Belasan Juara Tingkat Nasional, Inilah Daftar Prestasi Jagoan Bahasa Nurul Jadid

nuruljadid.net – Nama Pondok Pesantren Nurul Jadid lagi-lagi menggaung di kancah Nasional. Pasalnya, belasan peserta didik Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) Pondok Pesantren Nurul Jadid berhasil mengharumkan nama almamater di kancah nasional pada masa pandemi ini. Kesebelasan ini menyabet Sepuluh Juara sekaligus selama bulan Oktober kemarin.

Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) Nurul Jadid adalah salah satu Lembaga Pendidikan (badan otonom) pengembangan keterampilan Bahasa santri di Pondok Pesantren Nurul Jadid yang memiliki fokus selain mengaji ilmu agama, namun juga mengembangkan keterampilan berbahasa Asing, yakni Bahasa Inggris dan Bahasa Arab. Peserta didik LPBA Nurul Jadid sudah langganan menorehkan prestasi hampir di setiap bulan dari tingkat Kabupaten hingga Internasional.

Membuka bulan Oktober, Tim Debat Arab LPBA Nurul Jadid melangkahkan prestasinya lebih awal dengan menyabet Juara 1 Lomba Debat Bahasa Arab yang diselenggarakan oleh UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Tim debat tersebut beranggotakan M. Afifurrahman Al-Ghani, Afthon Ilman Huda, dan Salman Al-Farisi. Tak mau kalah saing, dua santri lainnya juga menyusul pada event lomba yang sama, keduanya adalah Ahsanul Hidayat sebagai Juara harapan 1 pada kategori lomba Taqdimul Syi’ir, dan Ilham Dwi Prastiko sebagai Juara 2 Pidato bahasa Arab.

Tidak berhenti disitu, kobaran semangat berprestasi Peserta Didik LPBA Nurul Jadid masih merongrong Nusantara. Ditandai dengan torehan tiga prestasi di bidang lomba Pidato yang diraih oleh Qurrotul Aini sebagai Juara 2 Lomba Pidato Bahasa Arab pada event lomba UNIDA Bogor, dan Akbar Aqil Azali yang berhasil menyabet dua kali juara nasional dalam sebulan yaitu Juara 2 Lomba Pidato Bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan UIN KH. Achmad Siddiq Jember.

Menutup Bulan Oktober, LPBA Nurul Jadid kembali meriahkan dengan tiga torehan prestasi diantaranya Rif’an Sauqi sebagai Juara 3 Lomba Pidato Bahasa Inggris, dilanjutkan oleh Ahmad Firdaus Perdana sebagai Juara 1 Lomba Cerita Bahasa Inggris dan Ilman Zidni Mubaroq Juara Favorit Lomba Cerita Bahasa Inggris pada event lomba yang diselenggarakan oleh  UIN KH. Achmad Siddiq Jember.

Sementara itu, salah satu Pendamping Lomba LPBA Nurul Jadid Zulfikar Prayogi, mengungkapkan bahwa prestasi ini adalah bentuk nyata proses Pendidikan kebahasaan yang diimplementasikan di LPBANJ masih relevan dengan zamannya. Hal ini juga sebagai bentuk apresiasi bagi peserta didik LPBA yang telah berjuang keras untuk menggapai mimpinya.

“Saya turut bersyukur dan merasa diberkati atas capaian yang telah kami peroleh dalam sebulan ini. Namun prestasi ini bukanlah sebagai ajang untuk merasa tinggi hati namun hanya sebagai bentuk apresiasi bagi peserta didik LPBA Nurul Jadid yang telah berjuang keras  untuk menggapai mimpinya” ungkap Zulfikar Prayogi.

Imbuhnya, pihak pengurus LPBA berharap capaian-capaian prestasi ini bisa memotivasi peserta didik LPBA yang lain untuk lebih giat lagi dalam belajar dan menata niat untuk meraih prestasi yang lebih baik ke depannya.

 

(Humas Infokom)

Prestisius! Siswa SMANJ Kembali Torehkan Prestasi Bahasa Mandarin dan Inggris

nuruljadid.net – Setelah Oktober lalu menyabet juara tiga lomba Story Telling Bahasa Mandarin Nasional, kini siswa SMA Nurul Jadid Paiton Probolinggo M. Haikal Afif kembali menorehkan prestasi di cabang lomba yang sama. Namun kali ini, ia berhasil naik satu tingkat juara dua Story Telling Bahasa Mandarin tingkat Nasional yang diadakan oleh BEMP Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Jakarta.

Tak tanggung-tanggung, level perlombaan yang diikuti langsung level nasional. Capain prestasi itu berhasil diperoleh dengan baik oleh Haikal. Sebuah kebanggaan tersendiri bagi pihak sekolah, dua perlombaan tingkat nasional, berhasil dibungkus rapi dalam jangka waktu dua bulan. Prestasi ini akan menjadi kado yang patut disyukuri menjelang akhir tahun oleh warga SMANJ.

Siswi SMANJ Dia Sasmita R. juga berhasil mengharumkan almamater sekolahnya dengan berhasil membawa titel juara 2 lomba English story telling tingkat provinsi Jawa Timur yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang dalam perhelatan Extraordinary English Festival mengalahkan ratusan competitor dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Hal ini menunjukkan bahwa semangat para siswa SMANJ sangat luar biasa. Pandemi bukan lagi menjadi halangan bagi mereka untuk terus berprestasi dan berkarya. Perjuangan yang dilakukan semata-mata untuk mengharumkan sekolah tercinta. Jerih payahnya selama ini terbayarkan dengan diraihnya dua juara dalam rentan waktu cukup berdekatan.

Prestasi yang diperoleh selama ini menunjukkan tercapainya visi SMA Nurul Jadid. Sebagaimana disampaikan oleh Waka. Humas Bapak Kadarusman yakni “Mencetak Generasi Bangsa Berakhlakul Karimah, Berprestasi, Berwawasan Lingkungan dan Berdaya Saing Global,” jelas waka. Humas SMANJ.

“Visi tersebut diharapkan menjadi motivasi tidak hanya bagi siswa namun juga bagi tenaga pengajarnya agar timbul sinergitas dalam mewujudkan apa yang telah dicita-citakan bersama,” imbuhnya di sela wawancara bersama nuruljadid.net

Pihak sekolah, SMA Nurul Jadid mengapresiasi betul atas capaian siswanya dengan meningkatkan layanan dalam pengembangan potensi dan bakat peserta didik. Tentunya pihak sekolah mengharapkan prestasi ini tidak berakhir sampai disini saja. Tapi bisa terus bertambah dan naik kelas kedepannya. Sehingga bisa menjadi stimulus bagi peserta didik yang lain untuk lebih giat lagi dalam belajar, dan mampu melahirkan sosok prestisius lainnya.

 

(Humas Infokom)

Tak Hanya Mahir Kitab Kuning, MTS NJ Buktikan 3 Prestasi Bahasa Internasional

nuruljadid.net – Kabar gembira kembali datang dari Madrasah Tsanawiyah Nurul Jadid (MTSNJ). Pasalnya, peserta didik mereka berhasil meraih tiga prestasi tingkat nasional di bidang Bahasa Internasional Inggris (08/08/2021) silam. Selain belajar kitab kuning sebagai warisan dan tradisi pesantren, MTSNJ tidak menutup peluang untuk peserta didiknya mengembangkan keterampilan lintas disiplin ilmu lainnya termasuk Bahasa Inggris.

Peserta Didik kelas IX Keagamaan Unggulan 3 Alya Adiba Zainuri berhasil meraih juara 1 lomba pidato Bahasa Inggris pada event Insan Cendikia Competition diselenggarakan oleh OSIS MAN Insan Cendikia Kota Palu Sulawesi, siswi di kelas yang sama Hilmia Balqis hanya mampu raih juara harapan 1 lomba bercerita Bahasa Inggris pada ajang MBI BIG Fair 2021 Amanatul Ummah Mojokerto. Untuk bidang olimpiade Bahasa Inggris kali ini siswa kelas IX Keagamaan Unggulan 1 Ibrahim Irfan Fathoni yang berhasil pada posisi juara 3.

Alya Adiba Zainuri menuturkan bahwa dirinya sangat bersyukur dan semakin percaya diri setelah tau berhasil juara 1 dalam lomba yang diikutinya “Alhamdulillah, saya tidak menyangka bisa menang sebagai juara 1, karena persaingannya sangat ketat. Dari sini saya semakin percaya diri kalau santri bisa bersaing,” tuturnya saat diwawancarai.

Ungkapan senada diucapkan oleh Ibrahim Irfan Fathoni, dari banyaknya peserta olimpiade Bahasa Inggris kemungkinan menang masih fifty-fifty. “Peserta yang daftar cukup banyak, saya awalnya minder khawatir kalah, namun Pembina saya terus menguatkan saya sehingga saya berusaha melakukan yang terbaik,” ujar Irfan ketika ditanyai oleh kru nuruljadid.net

Mengingat masih adanya lonjakan kasus Covid- 19, banyak Lembaga Pendidikan dan kursus menghelat perlombaan secara daring. Selain untuk mencegah penularan dan penyebaran virus, lomba daring ini dapat menekan biaya operasional lomba (cost efficiency). Kesempatan ini tidak dilewatkan oleh MTS NJ dalam menggembleng dan memotivasi peserta didiknya untuk berpartisipasi di berbagai jenis perlombaan.

Kerja keras dan pendampingan pembina serta guru tidak berakhir sia-sia. Torehan pretasi menjadi buah manis yang dapat dipetik. Hal ini mendapatkan apresiasi dari kepala madrasah ustaz Masduki Syahid. “Saya sangat bersyukur dan bangga kepada peserta didik yang mampu berprestasi di tengah pandemi ini, karena pembelajaran di madrasah sudah lama daring sampai akhirnya kembali luring beberapa bulan terkahir,” tutur kepala madrasah.

Pihak madrasah tidak henti memfasilitasi peserta didiknya dalam mengikuti berbagai ajang perlombaan dengan berbagai jenis kegiatan ekstrakurikuler khususnya bagi kelas unggulan yang wajib diasramakan dengan bahasa asing (Arab-Inggris). “Semoga kedepan para siswa MTS NJ akan terus menorehkan prestasi membanggakan,“ ujar salah satu guru dengan wajah gembira.

Menurut mereka dengan berpartisipasi dalam berbagai kompetisi baik lokal, nasional maupun internasional, mereka menjadi tertantang untuk belajar lebih baik dan lebih keras lagi.  Mereka juga belajar hal-hal baru baik yang bisa mereka contoh sehingga bisa terus mengembangkan potensinya di pesantren dan menjadi motivasi bagi santri lainnya.

 

(Humas Infokom)

Yayasan Miftahul Ulum Lumajang Silaturrahim ke Pondok Pesantren Nurul Jadid

nuruljadid.net – Sabtu, 13 November 2021, Pondok Pesantren Nurul Jadid menyambut kedatangan Yayasan Miftahul Ulum yang dipimpin oleh Ketua Yayasan H. Maksum Madyari bersama pengawas Yayasan dan jajarannya dalam rangka silaturrahim ma’had. Pertemuan dilaksanakan di Ruang Aula Mini Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo.

Dari Pondok Pesantren Nurul Jadid hadir Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil, Kabag. Perencanaan Keuangan Abd. Hamid, S.E., Kabag. Humpro. Umum dan Kerumahtanggaan Dr. Syamsuri Hasan, Kabag IT, Data dan Multimedia Alfian Wahidanto, Kabag. PEPHA Miftahul Huda, M. Pd dan perwakilan Satuan Kerja lainnya.

(Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil ketika mempresentasikan tentang Tata Kelola Organisasi Pesantren)

Kunjungan ini bertujuan selain silaturrahim juga untuk sharing ilmu dan pengalaman terkait pengelolaan sentralisasi pesantren khususnya manajemen Sumber Daya Manusia (SDM), Siklus Program Pesantren, Sistem Informasi Akademik, serta Sistem Keuangan. Dalam pertemuan tersebut, materi diskusi yang disampaikan oleh Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil berfokus pada keempat topik tersebut.

Setelah sambutan Ketua Yayasan Miftahul Ulum H. Maksum Madyari dilanjutkan pemutaran video profil pesantren Nurul Jadid dan pemaparan pengelolaan sentralisasi pesantren oleh Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil.  Peserta kunjungan lebih banyak melakukan diskusi interaktif dengan penanggung jawab masing-masing Satuan Kerja Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Sebagai pembuka, bapak H. Faizin Syamwil menyampaikan tentang Tata Kelola Organisasi Pesantren, Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM), dan Fasilitas penunjang lainnya. Sementara pada diskusi lanjutan, lebih banyak membahas tentang manajemen keuangan dan manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) serta pengembangan usaha dan data pesantren kepada pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid yang menjadi PIC.

Dilaksanakannya silaturrahim ini, Pondok Pesantren Nurul Jadid berharap dapat memberikan sepenggal pengalaman untuk membantu pengelolaan dan pengembangan Yayasan Miftahul Ulum melalui sharing ilmu dan pengalaman yang dimiliki masing-masing (exchange ideas) untuk menjadi Lembaga pesantren yang lebih baik dan modern dalam pengelolaan.

(Sesi Foto bersamar rombongan Yayasan Miftahul Ulum Lumajangan dengan tuan rumah)

Pasca dialog seputar pengelolaan pesantren dengan sistem sentralisasi, acara dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata dari Pondok Pesantren Nurul Jadid yang diserahkan oleh Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil kepada Ketua Yayasan Miftahul Ulum H. Maksum Madyari dan Kaleidoskop kepada pengawas Yayasan KH. Muhsin Baits.

Usai ramah tamah dan makan siang, rombongan Yayasan Miftahul Ulum menunaikan ibadah sholat dhuhur di Masjid Jami dan langsung menuju Maqbaroh atau Astah Muassis dan para Masyayikh di belakang Masjid didampingi oleh tim protokoler pesantren.

(Humas Infokom)

Mahad Aly Nurul Jadid Bekali Santri Kelas Akhir sebelum Pengabdian Praktik Kompetensi

nuruljadid.net – Mahad Aly Pondok Pesantren Nurul Jadid gelar pembekalan santri kelas akhir sekaligus pelepasan peserta Praktikum Kelas Mahasantri (PKM) pada sabtu (13/11/2021) pukul 08.15 WIB. Sebanyak 8 santri putra akan bertugas di enjemart dan 18 santri putri di bagian bekal santri.

Acara yang dilaksanakan di kantor Mahad Aly ini dihadiri oleh Bpk. Agus Fanani dan Bpk. Nahrowi selaku perwakilan dari Bidang Usaha Pondok Pesantren Nurul Jadid, sedangkan dari pihak Mahad Aly diwakili oleh Ust. Suliyanto selaku Naib Mudir Dua.

Dalam sambutannya, Ust. Suliyanto berpesan supaya para mahasantri menjaga tiga hal. Pertama, para mahasantri dapat menerapkan ilmu fikih muamalah yang telah diperoleh selama belajar di Mahad Aly ketika melaksanakan praktik kompetensi di Enjemart dan kantor Bekal Santri.

“kedua, saya harap untuk menjaga akhlak dan etika supaya tidak mencemari nama almamater. Ketiga, untuk menjaga peraturan yang ada di enjemart dan e-bekal santri,” ungkap Ust. Suli di hadapan para santri kelas akhir.

(Santri kelas akhir peserta Pengabdian PKM tengah mengikuti pembekalan di kantor Ma’had Aly Nurul Jadid)

Kegiatan pengabdian PKM ini berlangsung selama sebulan, dimulai sejak hari senin, 08 November 2021 dan berakhir hingga hari selasa, 07 Desember 2021. Menurut Ust. Abdussalam selaku ketua panitia acara mengungkapkan, tujuan acara PKM ini adalah supaya para santri kelas akhir ini dapat mempraktikkan ilmu muamalah mereka.

“Karena salah satu konsentrasi keilmuan di Mahad Aly adalah fikih muamalah, jadi acara pengabdian ini diharapkan agar para santri kelas akhir dapat mempraktikkan ilmu mereka di bidang usaha pesantren, tepatnya di enjemart dan bekal santri,” jelas Ust. Abdussalam saat diwawancarai.

Pukul 09.30 WIB acara usai, para santri kemudian diarahkan menuju lokasi pengabdian untuk menerima jadwal pembagian tugas sekaligus hari perdana menjalankan tugas praktik.

“Jadi sebentar lagi jam sepuluh langsung ke lokasi saja untuk menerima pembagian tugas sekaligus bertugas,” pungkas Bpk. Agus di akhir sesi pembekalan.

 

 

(Infokom Ma’had Aly Nurul Jadid)

BUMN Kembali Serbu Nurul Jadid dengan 5.000 Vaksin Dosis Kedua

nuruljadid.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid kembali diserbu oleh Kemeterian BUMN dengan 5.000 vaksin dosis kedua. Upaya percepatan vaksinasi oleh BUMN ini digelar di Lapangan Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo mulai tanggal 11 sampai dengan 15 November 2021.

Vaksinasi ini merupakan periode lanjutan dari vaksinasi tahap pertama yang telah dilakukan sebelumnya pada tanggal 14 sampai dengan 18 Agustus 2021, di tempat yang sama.

Pelaksanaan vaksinasi tahap kedua ini merupakan hasil kerjasama antara Pondok Pesantren Nurul Jadid dengan pihak Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Santri dan masyarakat umum yang berdomisili di sekitar pesantren turut kembali menjadi peserta vaksinasi kali ini.

Project Officer Vaksinasi BUMN dosis kedua Adam Aviano, menyampaikan bahwa vaksinasi bersama BUMN dosis kedua ini merupakan bentuk dukungan kepada pemerintah untuk mempercepat terdistribusinya vaksinasi kepada masyarakat hingga herd immunity segera tercapai.

Dalam hal ini, BUMN menargetkan sebanyak 5.000 vaksin tersebar dalam kurun waktu selama 5 hari terhitung sejak 11 sampai dengan 15 November 2021 dengan target harian sebanyak 1.000 dosis vaksin perharinya. Sementara itu, tipe vaksin yang digunakan masih sama dengan kegiatan vaksinasi BUMN periode pertama, yaitu menggunakan vaksin tipe Astrazaneca.

(Peserta Vaksin Dosis Kedua dari kalangan santri dan masyarakat nampak dengan tertib menunggu antrian untuk vaksinasi Astrazeneca dosis kedua)

Adam Aviano kembali menyampaikan, terkait kendalanya dalam pelaksanaan vaksinasi bersama BUMN dosis kedua.

“Kendala kami dalam mengadakan vaksinasi bersama BUMN dosis kedua ini salah satunya adalah kesulitan mengajak masyarakat sekitar untuk turut ikut vaksinasi dosis kedua ini. Namun berkat kerjasama dan bantuan dari Tim Khusus bapak Faisol Riza kami lebih mudah mengampanyekan dan mengajak masyarakat untuk ikut program vaksinasi ini,” jelas Adam Alviano.

Imbuhnya, mereka sangat bersyukur dan bahagia karena bisa menjadi bagian dari panitia vaksinasi bersama BUMN dosis kedua di Pondok Pesantren Nurul Jadid.

“Kami memiliki kesan yang sangat bahagia bertabur syukur, karena bisa masuk ke daerah pelosok untuk memberi manfaat, yaitu melalui digelarnya Vaksinasi Dosis kedua bersama BUMN di kawasan Pondok Pesantren Nurul Jadid ini. Meskipun ini cukup sulit, namun penuh kesan bahagia ketika melihat peserta vaksin senang dan antusias mengikuti vaksinasi ini,” ungkap Project officer Vaksinasi BUMN Dosis kedua.

Pantauan Tim Infokom di lokasi vaksinasi, ratusan santri dan masyarakat antusias untuk mengikuti program vaksinasi bersama BUMN periode kedua. Tidak sedikit dari mereka yang terlihat sedang mengabadikan momen bersejarah melalui bidikan kamera di photo booth yang sudah disediakan oleh Event Organizer BUMN dan membagikan kisahnya melalui sosial medianya masing-masing.

 

(Humas Infokom)

LBM Asah Kemampuan Problem Solving Hukum Islam Santri melalui Bahtsul Masail Sughro

nuruljadid.net – Kasi Lembaga Bahtsul Masail (LBM) puteri dibawah Wakabid Tarbiyah Watta’lim Biro Kepesantrenan Pondok Pesantren Nurul Jadid mengadakan Bahtsul Masail Sughro di Musholla Azzainiyah untuk mengasah kemampuan memecahkan persoalan (problem solving) dalam hukum Islam (12/11/2021).

Peserta Bahtsul Masail Sugro ini melibatkan kalangan santri putri takhassus kitab yang kesehariannya mendalami kitab-kitab klasik dan kitab kuning sebagai warisan pesantren yang masih eksis hingga saat ini.  Lembaga Takhassus kitab putri ini dilaksanakan berkala dan saat ini terbatas untuk wilayah putri Az-Zainiyah Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Kasi Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Ning Mabruroh Zain, LC putri KH. Zainul Mun’in Husni menyampaikan kepada nuruljadid.net tujuan dilaksanakannya kegiatan Bahtsul Masail Sugro ini

“Harapan kami dengan diadakannya kegiatan Bahtsul Masail Sugro ini dapat menjadi momentum bagi santri takhasus khususnya santri putri wilayah Az-Zainiyah belajar mengasah kemampuan menyelesaikan masalah hukum Islam dengan isu-isu kekinian di tengah masyarakat,” ungkap Ning Mabruroh Zain.

Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan dengan sistem shifting atau secara bergantian. Bahtsul Masail Sugro ini juga sebagai preparatory treatment atau pengayaan persiapan untuk santri putri dalam pengusaan hukum Islam untuk menjawab isu-isu kontemporer di masyarakat dewasa sebelum Bahtsul Masail Kubro yang secara reguler diadakan antar pesantren di Probolinggo seperti 3 tahun sebelum Pandemi lalu.

Selain itu, Kasi LBM putri dibawah Bidang Tarbiyah watta’lim Biro Kepesantren tidak jarang mendelegasikan peserta didik Lembaga takhassus kitab untuk mengikuti kegiatan Bahtsul Masail serupa di pondok pesantren sekitar kabupaten Probolinggo guna mengasah kemampuan santri takhassus dalam menyampaikan dalil-dalil sesuai kitab-kitab Turats rujukan ketika memecahkan masalah hukum Islam.

Pondok Pesantren Nurul Jadid sebagai Lembaga Pendidikan Islam sejak awal berdiri tetap istiqomah mempertahankan tradisi kajian kitab kuning dan kegiatan bahtsul masail dalam rangka melestarikan warisan sekaligus ruh pesantren secara turun-temurun meskipun modernisasi sistem dan pengelolaan pesantren dilakukan agar dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman saat ini. Hal ini dilakukan agar pesantren bisa tetap eksis dan berkiprah dalam mencetak generasi berjiwa santri di tengah masyarakat.

(Humas Infokom)

FKO Nurul Jadid Peringati Hari Pahlawan dengan Istighatsah, Pertunjukkan dan Review Film

nuruljadid.net – Forum Komunikasi OSIS (FKO) Nurul Jadid memperingati Hari Pahlawan Nasional dengan mengadakan kegiatan Istighatsah, pertujukkan dan review film “Pahlawanku, Inspirasiku” kemarin kamis siang (11/11/2021) bersama pengurus OSIS dan OSIM yang berada di dalam lingkungan pesantren di Aula Mini Universitas Nurul Jadid (Unuja) Paiton Probolinggo.

Kegiatan dalam rangka memperingati hari pahlawan nasional ini diikuti hampir 100 peserta yang merupakan perwakilan pengurus OSIS yang terdiri dari SMA Nurul Jadid, MA Nurul Jadid, SMK Nurul Jadid, MAN 1 Probolinggo, SMP Nurul Jadid, MTs Nurul Jadid dan MTs N 1 Probolinggo.

Peringatan Hari Pahlawan Nasional merupakan moment bersejarah bagi bangsa Indonesia khsusunya santri, karena 10 November 1945 juga merupakan puncak dari resolusi jihad yang dicanangkan oleh Hadratussyeikh KH. Hasyim Asy’ari tanggal 22 Oktober 2021. Santri Bersama rakyat Indonesia berjuang dan berkorban mempertaruhkan nyawa demi kemerdekaan bangsa Indonesia.

(Peserta kegiatan terlihat dengan berdiri menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dalam rangka Peringatan Hari Pahlawan Nasional)

Untuk mengenang dan bentuk penghargaan kepada para pahlawan FKO Nurul Jadid melaksanakan Istighasah untuk Bersama santri mendoakan para pahlawan yang telah gugur di medan pertempuran. Selain itu juga, FKO Nurul Jadid menampilkan pertunjukan yang mengilustrasikan ghirroh perjuangan pendahulu dalam menghadapi penjajah dengan harapan santri masa kini dapat menginternalisasikan jiwa nasionalisme dan patriotisme dalam mengisi kemerdekaan dengan belajar dan berdampak untuk kemaslahatan Bersama.

Rangkaian kegiatan yang ditutup dengan review film “Pahlawanku Inspirasiku”. Nonton Bareng (Nobar) ini bertujuan agar santri dapat mengambil nilai-nilai perjuangan dan pengorbanan para pahlawan yang telah gugur. Selepas nonton bareng, peserta diminta untuk mereview dan merefleksikan nilai-nilai yang terkandung dalam film tersebut serta bagaimana upaya menerapkannya di era modern sekarang khususnya bagi kalangan santri yang sedang berada di Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Wakil Kepala Bidang (Wakabid) Kelembagaan dan Peserta Didik dan Wakabid Kerukulum dan Penilaian Biro Pendidikan Nurul Jadid turut hadir mendampingi kegiatan yang dilaksanakan oleh FKO Nurul Jadid siang itu sepulang dari sekolah. Peserta mengikuti dengan khidmat dan sangat antusias karena kegiatan ini selain untuk menambah wawasan juga sebagai kegiatan refreshing santri dari rutinitas di pondok pesantren.

(Humas Infokom)

Diklat Kewaliasuhan: Seni Memahami Diri Sendiri Memaksimalkan Potensi Santri

nuruljadid.net – Pendidikan dan pelatihan (Diklat) kewaliasuhan yang diselenggarakan oleh Bidang Bimbingan Konseling dan Wali Asuh (BKWA) Biro Kepesantrenan Putri mengangkat tema “Seni Memahami Diri Sendiri” (11/11/2021) di Aula 1 Pondok Pesantren Nurul Jadid yang mengundang seluruh wali asuh putri baik di wilayah pusat maupun satelit. Kegiatan ini juga bertujuan tidak lain adalah untuk membekali wali asuh dengan keilmuan dan pengalaman belajar yang cukup untuk membimbing dan mendampingi santri dalam memaksimalkan potensi mereka.

Kegiatan diklat kewaliasuhan ini dipelopori oleh wakil kepala bidang BKWA Putri Ustazah Madinatul Munawwaroh dan di bawah komando Wakil Kepala Biro Kepesantrenan Ny. Mamnuhatur Rohmah. Kegiatan yang dilaksanakan dalam 2 sesi ini pagi dan sore diisi langsung oleh Ny. Raudlatul Aniqq Malthuf.

Dalam pendidikan dan pelatihan ini, peserta secara psikologis belajar untuk mengenal dan memahami diri sendiri yang merupakan titik awal untuk menuju kebahagiaan dan kedamaian hidup. Definisi kehidupan dan kebahagiaan setiap individu santri berbeda-beda, ada yang mengukur dari kesuksesan karir, harta duniawi, keluarga sempurna atau bahkan hanya menjadi orang yang berguna bagi sesama serta banyak lagi yang lainnya.

Bidang BKWA Biro Kepesantrenan memandang ini adalah ilmu dan pengalaman penting untuk dikuasai oleh wali asuh dalam memaksimalkan potensi santri (anak asuh) dan dirinya sendiri. Tanpa memahami diri sendiri dan mengetahui tujuan hidup, santri akan merasa resah, gelisah, dan seperti kehilangan arah tanpa tujuan yang jelas. Sehingga implikasi dari situasi ini santri kehilangan fokus dan tujuan hidup dalam menjalankan rutinitas harian mereka di pondok pesantren.

(Peserta Diklat sedang melakukan metode silent moment pada Diklat kewaliasuhan bersama Biro Kepesantrenan)

Narasumber sekaligus fasilitator Ny. Raudlatul Aniqq Malthuf menyampaikan bahwa tidak sulit untuk tahu siapa dan apa kemauan diri yang sebenarnya dengan cara melakukan refleksi dan meditasi. Di bawah kondisi pikiran yang tenang, manfaatkan untuk mencari tahu kepribadian masing-masing dan potensi tersembunyi yang kita miliki demi menjadi pribadi yang lebih baik. Dalam kegiatan ini peserta diajak untuk Muhasabah Diri dengan silent moment, merenungkan dan menyelam lebih dalam ke dalam diri masing-masing guna mengevaluasi diri sebagai landasan perbaikan diri.

Hal ini sebagaimana dikutip dari psychologytoday.com, terdapat 6 cara mengenali diri sendiri melalui VITALS: Value (nilai), Interest (minat), Temperament (emosi), Around the clock activities (jam biologis), Life mission and meaningful goals (misi), dan Strength (kekuatan).

Fakta di lapangan, tidak sedikit temuan santri mondok dikarenakan paksaan orang tua atau hanya sekedar ikut-ikutan sehingga penting bagi wali asuh membimbing santri dalam melakukan refleksi dan reorientasi tujuan mondok dan belajar di pondok pesantren, khususnya di Pondok Pesantren Nurul Jadid. Dengan internalisasi nilai-nilai trilogi dan panca kesadaran santri yang diintegrasikan dengan seni memahami diri sendiri akan dapat memaksimalkan potensi diri yang memiliki nilai dan makna mendalam dalam kehidupan mereka di pesantren dan kelak ketika telah kembali ke masyarakat.

 

(Humas Infokom)

Tingkatkan Layanan Santri, Biro Kepesantrenan Putri Laksanakan Diklat Kewaliasuhan

nuruljadid.net- Dalam rangka meningkatkan kompetensi kewaliasuhan pengurus putri, Biro Kepesantrenan Bidang Bimbingan Konseling dan Wali Asuh (BKWA) melaksanakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kewaliasuhan Wali Asuh Putri dengan tema “Seni Memahami Diri Sendiri”. Wali Asuh dibekali ilmu dan konsep mengenali diri yang tentunya sebagai dasar untuk dapat lebih mengenal dan mengelola santri yang beragam dengan berbagai pendekatan (multiple approaches). Diklat kewaliasuhan ini dilaksanakan hari kamis (11/11/2021) bertempat di Aula 1 Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo.

Kegiatan pendidikan dan pelatihan (Diklat) ini merupakan implementasi layanan dasar untuk membina wali asuh dengan bekal ilmu kepemimpinan dan multi disiplin keilmuan lainnya yang cukup. Sehingga bisa memimpin dan mengelola beragam kondisi santri dengan latar belakang yang berbeda dalam suatu kelompok dengan pelayanan sesuai standarisasi pesantren. Selain itu, kegiatan diklat ini merupakan salah satu bentuk optimalisasi pelayanan pesantren terhadap santri dan wali santri. Dengan diklat ini, para wali asuh dibekali ilmu kewaliasuhan yang secara tidak langsung mempersiapkan pengurus siap menjadi orang tua kelak ketika terjun ke masyarakat pasca pendidikan di pesantren.

(Ny. Roudlatul Aniiq memberikan arahan dalam kegiatan diklat kewaliasuhan)

Tepat pukul 08.00 acara diklat kewaliasuhan dimulai, yang dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Biro Kepesantrenan Ny. Mamnuhatur Rohmah bersama Wakil Kepala Bidang BKWA Ustazah Madinatul Munawwarah. Salah satu panitia Diklat kewaliasuhan berharap “Kami tidak ingin peserta hanya mengikuti pelatihan saja, bagaimana peserta bisa mengimplementasikan hasil dari pelatihan ini ketika terjun di lapangan nantinya, dan semoga ini menjadi ilmu yang barokah serta berguna di masyarakat,” pungkasnya.

Diklat ini diisi oleh Ny. Raudlatul Aniqq Malthuf sebagai narasumber dan trainer putri dari KH. Malthuf Siroj yang turut berkontribusi aktif memberikan arahan, bimbingan, masukan dan suntikan ilmu kepada peserta diklat yang hadir terkait bagaimana seni memahami diri sendiri sehingga dapat mengeksplorasi potensi serta pengenadalian diri dengan baik.

Kegiatan ini berjalan khidmat dan lancar yang diikuti oleh Wali Asuh dengan antusias dari berbagai wilayah diantaranya Al-Hasyimiyah, Zaid Bin Tsabit, Al-Mawaddah, An-Nafi’iyah, Fatimatuzzahra untuk sesi pagi dan Wilayah Az-Zainiyah, Nasyiatul Hamidiyah dan Al-Lathifiyah untuk sesi siang.

 

(Humas Infokom)

Kenang Perjuangan Pahlawan, Santri Nurul Jadid Tampilkan Teatrikal Kepahlawanan

nuruljadid.net – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional Republik Indonesia, santri Pondok Pesantren Nurul Jadid merayakannya dengan beragam kegiatan salah satunya penampilan teatrikal atau drama. Santri sekaligus peserta didik SMP Nurul Jadid mengenang jasa para pejuang kemerdekaan dengan menampilkan kreativitas teatrikal kepahlawanan pada Hari Pahlawan Rabu (10/11) pagi.

Selain mengenang jasa para pejuang kemerdekaan melalui tawassul dan lantunan doa bersama, santri putri Nurul Jadid ini, memeriahkannya dengan menampilkan kreativitas berupa drama yang berkisah tentang perjuangan pahlawan, termasuk kaum santri di kala itu sebagai puncak resolusi jihad 22 Oktober 1945, dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia di halaman SMP Nurul Jadid putri bersama guru-guru putri dan siswi lainnya.

Para siswi mulai memenuhi halaman SMP Nurul Jadid sejak pukul 08.00 WIB pasca pembacaan doa dan pembiasaan karakter baik. Dengan saksama mereka menikmati penampilan drama yang diperankan oleh perwakilan siswi berbakat SMP Nurul Jadid. Sorak dan apresiasi diberikan dan gemuruh tepuk tangan terdengar ramai ketika penampilan teatrikal dimulai menambah keseruan acara tersebut.

(siswi SMP Nurul Jadid menikmati penampilan  drama dalam memperingati hari pahlawan)

Dalam teatrikal tersebut, para pemeran berhasil menampilkan alur cerita yang sangat baik dan penuh dengan semangat patriotisme dalam bingkai nasionalisme. Penampilan yang mereka sajikan adalah sebuah ilustrasi tentang peristiwa penting yang melatarbelakangi, terjadinya pertempuran di Surabaya dalam melawan sekutu, di mana perang tersebut mencapai puncaknya pada tanggal 10 November 1945.

Penampilan tersebut sukses memikat perhatian para penonton hingga membuat semua yang hadir terkagum dan sangat menikmati penampilan serta alur cerita dalam penampilan drama tersebut hingga selesai.

(siswi SMP Nurul Jadid saat menampilkan teatrikal kepahlawanan tentang perjuangan para pahlawan terdahulu)

Pihak Sekolah sangat mendukung dan memfasilitasi para siswi untuk ambil bagian dalam peringatan hari pahlawan tahun ini. Sebab, sajian kreativitas bertema kepahlawanan ini, dirasa efektif untuk menggugah pemahaman sejarah, semangat nasionalisme dan mengasah bakat-bakat siswi di bidang non akademik.

Semangat perjuangan dari perintis kemerdekaan yang diilustrasikan dalam penampilan drama tersebut juga perlu diwariskan ke generasi muda dalam memperjuangkan Bangsa Indonesia. Terutama para santri yang sedang berjihad untuk mengaji dan membina akhlak di Pondok Pesantren. Karena musuh kita saat ini bukan lagi berperang melawan penjajah, namun melawan kemiskinan, melawan bencana, melawan kebodohan dan perjuangan untuk bisa bersaing dalam transformasi digital.

(Humas Infokom)

Dua Narasumber Benua Amerika dan Eropa Motivasi Santri Lanjut Studi Luar Negeri

nuruljadid.net – Dua narasumber yang pernah studi di universitas benua Amerika dan sedang studi di benua Eropa hadir untuk memotivasi santri Nurul Jadid mengejar mimpi studi ke luar negeri dan mendapatkan pendidikan berkualitas dunia. Bapak Dr. Achmad Habib, MA yang pernah menyelesaikan studi S2 di Michigan University, USA dan Dimas Rifqi Novica mahasiswa aktif S3 University of Lisbon Portugal secara khusus datang untuk memberikan motivasi kepada para Santri Nurul Jadid pada Selasa (09/11) pagi.

Kegiatan talkshow yang dimulai tepat pukul 09.10 WIB ini dimoderatori oleh Saudara Ahmad Zainul Khofi mahasiswa semester 1 Universitas Nurul Jadid (Unuja) yang merupakan pemenang Santri Berprestasi Nurul Jadid 2020 dan Terbaik 4 Duta Siswa Berprestasi Nasional pada tahun yang sama berhasil membawa forum hidup dan interaktif melalui kemampuan soft skill yang dimilikinya.

Selain itu, Bapak Dr. Achmad Habib juga merupakan seorang Dosen FISIP Universitas Muhammadiyah Malang dan menjabat sebagai Direktur American Corner. Sementara itu, Dimas Rifqi Novica yang pernah mengikuti Short Course di Universitas The Arts London ini juga merupakan seorang Dosen Desain Game dan Animasi Universitas Negeri Malang.

Kedatangan dua narasumber yang merupakan sosok ayah dan anak ini tak lain adalah untuk memberikan motivasi lanjut studi luar negeri pada Acara Talk Show di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid yang diikuti oleh ratusan santriwan dan santriwati. Peserta tersebut meliputi peserta didik tingkat SLTA Unggulan kelas akhir dan peserta didik LIPS putra. Undangan yang hadir Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil, Kabag. Humpro Dr. Syamsuri Hasan, kepala sekolah dan madrasah di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Jadid,  dan pembina organisasi peserta didik dari lembaga pendidikan tingkat SLTA dalam pesantren.

( Bapak Dr. Achmad Habib sedang memaparkan presentasinya)

Dalam sesi pematerian, Bapak Dr. Achmad Habib memulai terlebih dahulu untuk menyapa dan menyampaikan motivasinya melalui PowerPoint yang telah disiapkan kepada seluruh peserta yang hadir. “Selama saya berada di luar negeri, saya sedikit shocked, saya tidak menyangka seorang yang dilahirkan dari orang tua yang buta huruf dan menulis ini bisa sampai ke luar negeri, apalagi dengan teman-teman santri yang mungkin dilahirkan dengan kondisi yang lebih baik,” ungkap Pak Habib sebagai motivasi pembuka pada sesi presentasinya.

Lanjut Bapak Habib, beliau menyampaikan pengalamannya selama di luar negeri dan berbagai macam manfaat yang diperoleh saat studi di luar negeri. “Selain mendapatkan kualitas pendidikan yang baik, di luar negeri saya juga mendapatkan banyak sekali pengalaman yang belum pernah terbersit di pikiran saya sebelumnya, salah satunya saya mendapatkan istri ketika di luar negeri hingga melahirkan anak pertama juga di luar negeri, hal yang sangat tidak saya pikirkan sebelumnya.”

(Bapak Dr. Achmad Habib menceritakan pengalamannya di luar negeri)

Sementara itu, Dimas Rifqi Novica mendapatkan giliran kedua untuk menyampaikan motivasi dan pengalamannya selama di luar negeri tepatnya di Ibu Kota Inggris London dan saat ini di Portugal Benua Eropa. Dimas Rifqi Novica banyak menceritakan pengalaman pendidikannya di Portugal dan menjelaskan sedikit tentang ilmu desain yang pernah dia pelajari kepada hadirin.

“Hal yang membuat saya takjub di luar negeri salah satunya adalah para dosen yang mengajar dengan sangat perhatian dan menghargai proses belajar mahasiswa, dan juga betapa ramahnya kehidupan disana. Saya harap teman-teman juga bisa merasakan hal tersebut dengan melanjutkan studi di luar negeri, bahkan bisa melebihi dengan apa yang pernah saya raih,” motivasi Mas Dimas pada sesi pemateriannya.

Selanjutnya, Dimas Rifqi Novica menambahi penjelasannya tentang jalur beasiswa yang bisa diikuti oleh peserta Talk Show untuk mendaftar studi di luar negeri. “Jalur beasiswa yang bisa diikuti oleh teman-teman santri disini beberapa diantaranya seperti LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan), Eramus+, Chevening, Fulbright, AAS dan banyak jalur beasiswa lainnya, tinggal teman-teman pilih sendiri dan tata niat serta persiapan sebaik mungkin,” tambah Dimas Rifqi Novica.

Setelah sesi tanya jawab oleh peserta kepada narasumber, Acara Talk Show pun diakhiri dengan pemberian piagam penghargaan dari Kabag. Humpro Dr. Syamsuri Hasan. Setelah itu, Bapak Dr. Achmad Habib, MA dan Dimas Rifqi Novica melanjutkan sesi ramah tamah ditemani oleh para tamu undangan dan beberapa Pimpinan Pesantren. Lalu dilanjutkan dengan kegiatan visitasi ke SMK Nurul Jadid untuk sharing seputar disiplin ilmu desain grafis dan multimedia kepada peserta didik program keahlian Multimedia.

 

(Humas Infokom)

Penguatan Institusi, STAI Nurul Abror Al-Robbaniyin Menerima Keputusan Menteri Agama

nuruljadid.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid kini kembali kedatangan tamu dan menjadi tuan rumah dalam acara Penguatan Institusi dan penyerahan Keputusan Menteri Agama oleh Direktur Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Kementerian Agama (KEMENAG) kepada Yayasan Nurul Abror Al-Robbaniyin Banyuwangi pada Jum’at (05/11) malam. Acara yang bertempat di Aula mini Universitas Nurul Jadid (UNUJA) ini telah dipenuhi rombongan sejak pukul 19.15 WIB.

Acara penyerahan Keputusan Menteri Agama ini dihadiri oleh Direktur Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Prof. Dr. Suyitno, M.Ag; Analis Kebijakan Ahli Muda Dit. PTKI Sub Koordinator Bina PTKIS Dr. Ahmad Rofiq Zainur Rohmani, S.Th.I, M.Fil.I; Wakil Koordinator Kopertais IV Surabaya Dr. H. Muhammad Syaiful Bahar, M.Si; Wakil Rektor IV Unuja KH. Faiz AHZ; Kepala Biro Kepesantren Nurul Jadid KH. Fahmi AHZ; Ketua Yayasan Nurul Abror Al-Robbaniyin Kyai Abdul Majid; Ketua STAI Nurul Abror Al-Robbaniyin K. Indi Aunullah, S.S., S.Fil; Wakil Ketua I Biktren Yayasan Nurul Abror Al-Robbaniyin; Sekretaris Yayasan Nurul Abror Al-Robbaniyin, dan Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Abror Al-Robbaniyin.

Acara dimulai tepat pukul 19.30 WIB yang dibuka oleh Kyai Abdul Majid dengan pembacaan surah al-fatihah dengan harapan acara tersebut bisa berjalan dengan lancar dan bisa membawa kebaikan bagi perkembangan Yayasan Al-Robbaniyin Banyuwangi dibawah kepemimpinan KH. Fadlurrahman Zaini, kakak kandung dari Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton KH. Moh. Zuhri Zaini.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor IV KH. Faiz AHZ mewakili Rektor Universitas Nurul Jadid KH. Abdul Hamid Wahid menyambut dengan hangat tamu dari Kementerian Agama dan Yayasan Nurul Abror Al-Robbaniyin serta menyampaikan salam dari Rektor dan ucapan apresiasi kepada Yayasan Nurul Abror Al-Robbaniyin atas diraihnya Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia.

(Warek IV UNUJA menyampaikan sambutan pada tamu yang hadir)

K. Indi Aunullah, S.S., S.Fil. mewakili Ketua Yayasan Nurul Abror Al-Robbaniyin mengungkapkan rasa syukur atas tercapainya mimpi Yayasan Nurul Abror Al-Robbaniyin “Setelah lika-liku Alhamdulillah mimpi Yayasan Nurul Abror Al-Robbaniyin untuk membangun Perguruan Tinggi tercapai, kami mengucapkan terimakasih banyak kepada seluruh pihak yang telah proaktif membantu kami hingga sekarang. Semoga dengan hadirnya Yayasan ini bisa bermanfaat bagi sekitar, tak lupa kami tidak berhenti juga untuk meminta bantuan kepada saudara-saudara kami, terutama kepada Bapak Direktur kami mohon arahannya,” ungkap Ketua Yayasan Nurul Abror Al-Robbaniyin dalam sambutannya.

Sambutan hangat dan fasilitas yang disediakan oleh panitia tuan rumah mendapat apresiasi dari Direktur Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Prof. Dr. Suyitno, M.Ag di depan seluruh tamu yang hadir. “Saya sangat mengapresiasi dan kagum atas fasilitas serta pelayanan dari Pondok Pesantren Nurul Jadid, karena sangat jarang Pesantren memiliki fasilitas dan pelayanan yang seperti ini, saya harap ini bisa menginspirasi pesantren lainnya,” tutur Prof. Dr. Suyitno, M.Ag.

(Direktur Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Prof. Dr. Suyitno, M.Ag menyampaikan sambutan)

Direktur Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Prof. Dr. Suyitno, M.Ag juga memberikan arahan kepada Perguruan Tinggi Pesantren atas perkembangan, peluang, dan hal-hal yang perlu disiapkan untuk menghadapi persaingan Pendidikan saat ini. “Sekarang kita lari saja tidak cukup, karena percepatan Perguruan Tinggi di luaran itu sudah sangat cepat. Maka dari itu kami perlu melakukan strategi untuk mengejar ketertinggalan,” jelas Direktur PTKI.

Sebelum ramah tamah, acara tersebut diisi dengan penyerahan Keputusan Menteri Agama oleh Direktur Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Prof. Dr. Suyitno, M.Ag kepada Ketua Yayasan Nurul Abror Al-Robbaniyin Kyai Abdul Majid dilanjutkan ramah tamah dan tepat pukul 22.10 WIB tamu meninggalkan tempat Acara.

 

(Humas Infokom)