Pos

eNJe Mart 2 Membuka Layanan Bayar Pajak untuk Santri dan Masyarakat

nuruljadid.net – Mulai saat ini eNJe Mart 2 yang terletak di utara Pos Utama Pesantren telah membuka layanan Bayar Pajak untuk santri, pengurus, dan masyarakat umum. Beberapa contoh diantaranya Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Listrik, BPJS dan lain-lain.

Kepala Inkubasi Bisnis (INBIS) Pondok Pesantren Nurul Jadid Bapak H. Thahiruddin, M.Pd menjelaskan bahwa dalam rangka peningkatan layanan pesantren, eNJe Mart membuka layanan Samsat sebagai salah satu produk dari One Pesantren One Product (OPOP).

“untuk meningkatkan layanan pesantren kepada masyarakat, kini eNJe Mart membuka layanan pembayaran pajak yang merupakan produk dari Samsat OPOP Jawa Timur,” ungkapnya saat diwawancarai nuruljadid.net

Dengan hadirnya Samsat di lingkungan Pesantren ini, maka membuktikan bahwa produk pesantren bisa berupa jasa yang akan mempermudah akses para pengurus pesantren dan masyarakat sekitar untuk membayar pajak. Sebelumnya, jika membayar pajak harus keluar jauh, maka dengan hadirnya Samsat OPOP cukup dilakukan di pesantren dan lebih dekat. Dengan ini, pesantren senantiasa dapat berkhidmat memberikan manfaat lebih luas dan beragam.

“Alhamdulillah, hal-hal ini didukung oleh Samsat OPOP, saya rasa makin hari kita akan meluaskan layanan-layanan ini, karena Samsat sudah menggunakan sistem digitalisasi sebagaimana tujuan pengembangan pesantren ke depan yaitu digital services di semua sektor,” sambung Bapak Thahir.

Bapak Thahiruddin menandaskan, kalau dulu bayar pajak kendaraan harus keluar pondok maka sekarang di pondok sudah ada layanan Samsatnya yang bisa dimanfaatkan masyarakat, jamaah pesantren, dan lainnya.

 

(Humas Infokom)

Gebyar HSN 2021: Nurul Jadid Bertabur Bintang

nuruljadid.net – Dalam rangka memeriahkan datangnya Hari Santri Nasional, panitia menggelar Gebyar HSN. Pada event ini berbagai jenis perlombaan dilaksanakan untuk mewadahi kreativitas santri dan menumbuhkan jiwa kompetitif serta semangat sportivitas di kalangan santri, mulai dari perlombaan bernuasa keagamaan, ilmiah sampai dengan sastra.

Kemarin (22/10) salah satu rangkaian Upacara Hari Santri Nasional ke-6 tahun 2021 di Pesantren Nurul Jadid adalah pengumuman pemenang Pemilihan Santri Berprestasi (Pilsapres) dan Pemenang Gebyar HSN. Hal tersebut menambahkan kemeriahan acara dengan sorak dan tepuk tangan meriah peserta upacara ketika satu per satu nama pemenang dipanggil ke podium.

Setelah komandan upacara meninggalkan tempat upacara, Surat Keputusan Pemenang pun dibacakan oleh sekretaris panitia Ikhwan Abdillah. Berdasarkan Surat Keputusan Panitia nomor : NJ-E/Pan.HSN/054/A.IX/10.2021 ditetapkan para pemenang lomba dari total 6 jenis cabang lomba yakni Pemilihan Santri Berprestasi, Menulis Cerpen, Cipta Baca Puisi, Karya Insan Pers Siswa, Cerdas Cermat, dan Menulis Esai Sirah Nabawiyah.

(Sesi foto bersama Dr. KH. Hefny Rozak pasca penyerahan hadiah kepada para pemenang Gebyar HSN 2021)

Adapun daftar pemenang Gebyar Hari Santri Nasional (HSN) ke-6 tahun 2021 sebagai berikut:

  • Pemilihan Santri Berprestasi (Pilsapres)

          Tingkat SLTA:

    • Terbaik I : Moh. Hengky Fernando (MA Nurul Jadid)
    • Terbaik II : Zadam Maulana Ibrahim (SMA Nurul Jadid)
    • Terbaik III : Ahmad Fatih Fridani Rizky (SMA Nurul Jadid)

         Tingkat SLTP:

    • Terbaik I : Fadhil Dwi Prasetyo (SMP Nurul Jadid)
    • Terbaik II : M. Tengku Muzakki (MTs Nurul Jadid)
    • Terbaik III : Ibrahim Irfan Fathoni (MTs Nurul Jadid)
  • Lomba Menulis Cerpen
    • Juara 1 : Muhammad Hidayatullah (SMA Nurul Jadid)
    • Juara 2 : Zadam Maulana Ibrahim (SMA Nurul Jadid)
    • Juara 3 : Ahmad Salman Hamidi (MA Nurul Jadid)
  • Lomba Cipta Baca Puisi
    • Juara 1 : Moh. Hengky Fernando (MA Nurul Jadid)
    • Juara 2 : Nasrullah Zain (MA Nurul Jadid)
    • Juara 3 : Muh. Haikal Nur Hijazi (MA Nurul Jadid)
  • Lomba Menulis Esai Sirah Nabawiyah
    • Juara 1 : Andri Prayitno (SMK Nurul Jadid)
    • Juara 2 : Muhammad Akbar Fathurrohman (SMP Nurul Jadid)
    • Juara 3 : Abdullah Afif RM (MA Nurul Jadid).
  • Lomba Cerdas Cermat
    • Juara 1 : Tim MA Nurul Jadid
    • Juara 2 : Tim SMP Nurul Jadid
    • Juara 3 : Tim SMA Nurul Jadid
  • Lomba Karya Insan Pers Siswa
    • Majalah MISI SMA Nurul Jadid sebagai Majalah Sekolah Terbaik

Penyerahan Trophy dan Piagam Penghargaan diberikan oleh Kepala Biro Pendidikan K. Moh. Imdad Robbani untuk pemenang Pilsapres, KH. Hefny Rozak untuk pemenang Lomba Cerdas Cermat, Karya Insan Pers Siswa dan Esai Sirah Nabawiyah dan KH. Makki Maimun Wafi untuk Lomba Cerpen dan Puisi. Pasca penobatan diakhiri dengan sesi foto bersama.

(Penyerahan Piagam Penghargaan Satker Terbaik versi Banwas Nurul Jadid kepada perwakilan Bendahara Pesantren Abdul Hamid, SE. oleh Kabag. Humpro Dr. Syamsuri Hasan)

Sedangkan untuk kategori terakhir adalah Penganugerahan Satuan Kerja (Satker) Terbaik berdasarkan hasil penilaian Audit Internal oleh Badan Pengawas Nurul Jadid yang diketuai oleh Dr. KH. Moh. Mahfudz Faqih, M.Si. Satuan Kerja Terbaik versi Banwas Nurul Jadid adalah Bendahara Pesantren. Penyerahan Piagam Penghargaan diwakili oleh Kabag. Humpro Dr. H. Syamsuri Hasan dan diterima oleh perwakilan Bendahara Pesantren Bapak Abdul Hamid, SE.

(Humas Infokom)

Aktivis Nurul Jadid Ambil Peran pada Upacara HSN 2021

nuruljadid.net – Upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun ini memiliki konsep yang berbeda yaitu memberikan amanah kepada santri aktivis Nurul Jadid berstatus pelajar sebagai petugas upacara. Hampir semua petugas upacara adalah aktivis di berbagai organisasi di Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Bagian Humas dan Protokoler (Humpro) Pesantren sebagai Steering Committee (SC) menerangkan maksud dan tujuannya tidak lain adalah untuk melatih mental dan rasa tanggung jawab kepada tugas yang diberikan. Selain itu, menjadi petugas upacara merupakan refleksi salah satu nilai dalam Panca Kesadaran Santri yaitu Kesadaran Berbangsa dan Bernegara. Dengan menjadi petugas upacara dan mengikuti rangkaian acara sejak awal hingga akhir adalah bentuk kecil pengabdian, kecintaan dan penghargaan kepada pejuang pendahulu kita sehingga harapannya jiwa nasionalisme itu terbentuk dan menguat dalam diri mereka.

(Ketua Organisasi Siswa sedang bertugas sebagai Petugas Upacara HSN ke-6 tahun 2021)

Dalam upacara HSN ini, total petugas yang diturunkan berjumlah 67 orang dengan pembagian tugas sebagai berikut:

  • 1 Komandan Upacara atas nama Surya Bintang Manggala (Ketua FKO Nurul Jadid) dari SMANJ;
  • 1 Perwira Upacara atas nama Hilman Azizi (Ketua Panji Pelopor) dari SMANJ;
  • 1 Pembaca Do’a atas nama M. Najih Habibi (OSIS SMKNJ);
  • 1 Pembaca Ikrar Santri atas nama Ahmad Zaidan Salim (Ketua OSIS SMKNJ);
  • 1 Pembaca UUD 1945 atas nama Idhlal Himiyar Humaidi (Ketua OSIS SMANJ);
  • 1 Pembaca Trilogi dan Panca Kesadaran Santri atas nama Ahmad Irwan Ardiansyah (Ketua OSIM MANJ);
  • 1 Pembawa Teks Pancasila atas nama Muhammad Dzakwan Al-Fawwaz (Pengurus FKONJ) dari SMPNJ;
  • 1 MC Inti atas nama Mohammad Hengky Fernando (Pengurus OSIM MANJ);
  • 1 MC Pra-Acara atas nama Afif Javin Basori dari SMANJ;
  • 1 Danton Paskibraka 22 atas nama Muhammad Faizal Pratama (Pengurus PK. IPNU Nurul Jadid) dari MANJ;
  • 1 Penggerek Bendera atas nama Muhammad Shalehuddin (Saka Bakti Husada) dari MANJ;
  • 1 Pembawa Bendera atas nama Muhammad Rofy Saefullah (Santri Husada) dari SMANJ;
  • 1 Pembentang Bendera atas nama Mohammad Satriyo (Santri Husada) dari MANJ;
  • 18 lainnya sebagai anggota Paskibraka atas nama Ahmad Rizky Ananda (SMKNJ; Akhmad Ilma Rofiuddin (MANJ); Ariel Bagas Ardiansyah (SMKNJ); Dafi Nurhawanda Indaris Putra (SMANJ); Moch. Haikal Nur Hijazi (SMANJ); Muhammad Andikkril Fanju (MANJ); Muhammad Aril Kurniawan (SMKNJ); Muhammad Halfirzzhatullah (SMKNJ); Muhammad Kahfi Al-Farisi (MANJ); Muhammad Lukman (MANJ); Muhammad Rafi’ Hidayatullah (SMKNJ); Muhammad Teguh Firmansyah (SMANJ); Nashihul Amin (MANJ); Nuzulul Rifki Maheza (SMANJ); Tegar Pandu Saputra (SMANJ); Untung Wahyudi (SMKNJ); Wildan Syahbana (SMANJ); Zainul Hasan (SMKNJ).

(Paduan Suara Excellent Marching Club (EMC) SMA Nurul Jadid tengah menyanyikan lagu Indonesia Raya mengiringi pengibaran bendera Merah Putih)

  • 1 Dirigen Paduan Suara atas nama Muhammad Angga Wijaya beserta 30 anggota Excellent Marching Club (EMC) dari SMANJ;
  • Sedangkan untuk Danton barisan terdiri dari 5 orang antara lain Zainul Qirom (SMKNJ) sebagai Danton paling kanan, Raden Nuryandi sebagai Danton 2 dari SMKNJ; Danton 3 atas nama Moh. Nuval dari SMKNJ; Danton 4 atas nama Moch. Rafly Ramadhani dari MANJ; dan Laksana Wijaya dari MANJ bertindak sebagai Danton 5.

 

(Humas Infokom)

Tim Paskibraka 22 Nurul Jadid Tampil Memukau pada Upacara HSN 2021

nuruljadid.net – Usaha memang tidak akan mengkhianati hasil. Begitulah kata yang pantas untuk  menggambarkan jerih payah Tim Paskibraka 22 Pondok Pesantren Nurul Jadid yang berhasil memukau peserta upacara pada gelaran Upacara Hari Santri Nasional  (HSN) ke-6 tahun 2021 (22/10) di Bumi Nurul Jadid.

Pasalnya, setelah menjalani proses latihan yang cukup singkat dan melelahkan, akhirnya Tim Paskibraka 22 Nurul Jadid dapat tampil maksimal dan memukau pada saat pelaksanaan Upacara HSN ke-6 tahun 2021 di Halaman Madrasah Aliyah Nurul Jadid.

Tim Paskibraka ini disebut pasukan 22, dikarenakan jumlah pasukan pengibar bendera merah putih ini terdiri dari 22 orang. Angka 22 dipilih untuk merepresentasikan tanggal peresmian Hari Santri Nasional yakni 22 Oktober 2015 oleh Presiden Jokowi dalam Kepres No. 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri. Pada tanggal tersebut juga bertepatan dengan tanggal Resolusi Jihad pertama kali diproklamirkan pada tahun 1945 silam.

Tim paskibraka dilatih intensif oleh Tim pelatih dari unsur Resimen Mahasiswa (Menwa) Universitas Nurul Jadid. Mereka digembleng selama 13 hari sebelum hari puncak upacaranya. Tak kenal lelah dan terik matahari serta angin malam, mereka tetap bersemangat menunjukkan komitmen mereka dalam mengemban amanah sebagai bentuk pengabdian kepada pondok pesantren juga kepada bangsa dan negara secara umumnya.

(Tim Paskibraka 22 Nurul Jadid sedang melaksanakan tugas mengibarkan sang Merah Putih pada Upacara HSN 2021 di Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Sempat terjadi beberapa kali pergantian anggota paskibraka hingga acara H-2 dikarenakan sakit akibat kelelahan. Akhirnya tim pelatih memutuskan dan menganjurkan mereka untuk full istirahat di asrama dan periksa ke Klinik Azzainiyah milik pesantren agar tidak mengorbankan kondisi kesehatan yang lebih serius dan aktivitas mereka di pesantren. Alhasil, tidak ada masalah serius terkait kondisi kesehatan para anggota Paskibraka. Mereka juga difasilitasi vitamin C dan jamu malam sebelum tampil hari-H untuk meningkatkan stamina serta imunitas tubuh agar dapat tampil optimal.

Komandan Pleton Pasukan Saudara Muhammad Faizal Pratama sujud syukur pasca sukses memimpin pasukan mengibarkan sang merah putih. Fizal tak dapat mengungkapkan rasa syukurnya dengan kata-kata hanya mata berkaca-kaca yang terlihat ketika tim nuruljadid.net menghampiri Faizal yang tengah membersihkan dahinya yang kotor akibat debu setelah sujud syukur.

Tangis haru beberapa anggota Paskibraka tak terbendung, wajah merah dengan mata berkaca-kaca menjadi pemandangan nyata sesaat setelah mereka tuntas menyelesaikan tanggung jawab mengibarkan sang merah putih pada hari bersejarah kaum sarungan. Ucapan selamat dan apresiasi pun disampaikan oleh salah satu tim pelatih Menwa Unuja Saudara Miftahul Ulum yang sedari awal mendampingi mereka hingga puncak acara.

Gemuruh tepuk tangan dari seluruh peserta terdengar jelas sebagai apresiasi untuk tim Paskibraka 22 Nurul Jadid pasca sukses mengibarkan Sang Merah Putih pada pelaksanaan Upacara Hari Santri Nasional ke-6 tahun 2021.

 

(Humas Infokom)

Nurul Jadid Peringati Resolusi Jihad dengan Upacara Terbatas

nuruljadid.net – Hari Santri Nasional yang diselenggarakan setiap tahun sejak diresmikan oleh Presiden Joko Widodo tahun 2015 menjadi hari penting bagi santri di seluruh Indonesia. Hari Santri adalah momentum Resolusi Jihad para kiai dan santri terdahulu dalam mengawal kemerdekaan Bangsa Indonesia yang puncaknya pada tanggal 10 November 1945.

Di hari santri nasional tahun ini, Pondok Pesantren Nurul Jadid tetap mengadakan upacara terbatas yang melibatkan pimpinan dan pengurus pesantren, pihak Universitas Nurul Jadid, kepala-kepala biro, kepala-kepala bagian dan sub bagian, kepala-kepala bidang dan kepala badan serta lembaga di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Upacara dimulai tepat pukul 07.30 WIB sesuai jadwal yang telah ditentukan setelah sebelumnya dilakukan gladi bersih untuk memastikan segala sesuatunya siap untuk siaran langsung. Pelaksanaan upacara bertempat di halaman MA Nurul Jadid yang diikuti oleh santri perwakilan asrama putra pusat yang mayoritas dari program Idadiyah dan Awwaliyah.

(Paskibraka 22 sesaat setelah melakukan pengibaran bendera pada acara Hari Santri Nasional ke-6 tahun 2021)

Pengibaran bendera merah putih berjalan dengan spektakuler dan khidmat yang dibawakan oleh Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) 22. Jumlah 22 merupakan interpretasi tanggal lahirnya resolusi jihad. Paskibraka 22 adalah santri pilihan Pondok Pesantren Nurul Jadid yang digembleng intensif oleh Resimen Mahasiswa (Menwa) Universitas Nurul Jadid.

Tim paduan suara Excellent Mars Club (EMC) SMA Nurul Jadid ambil peran menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya untuk mengiringi pengibaran bendera dengan sangat baik. Tidak hanya itu, tim padus ini juga menyanyikan lagu mars Nurul Jadid, Syubbanul Wathon dan lagu Hari Santri Nasional.

Prosesi upacara berjalan dengan lancar dan khidmat. Kepala Biro Pendidikan Dr. K. Moh. Imdad Rabbani, M.Th.I bertindak selaku Inspektur Upacara dalam amanat upacara mengajak kita semua dalam memperingati resolusi jihad untuk tetap mengobarkan semangat juang.

“marilah dalam memperingati Hari Santri ini, resolusi jihad yang dicanangkan oleh hadratussyeikh KH. Hasyim Asy’ari, hari ini kita konversi. Kalau dulu resolusi jihad adalah kewajiban fardu ‘ain dimana santri datang ke Surabaya ikut berperang mempertaruhkan nyawa membela negeri ini. Saat ini, jihad kita adalah jihad belajar dalam pengertian seluas-luasnya,” dawuh K. Moh. Imdad Robbani

Kiai Imdad menambahkan, mengikuti upacara bendera HSN ini merupakan proses pendidikan dan proses belajar, karena setiap peserta yang hadir harus bersabar berdiri menunggu upacara selesai. Dalam bersabar kita harus bisa menghilangkan ego untuk tidak mengeluh, yang semuanya itu adalah termasuk riyadhoh.

Pada penghujung upacara, panitia mengumumkan pemenang Santri Berprestasi Nurul Jadid dan pemenang Gebyar Hari Santri Nasional. Penobatan para pemenang disaksikan oleh seluruh santri peserta upacara dengan harapan dapat memotivasi semangat berprestasi dan berkarya santri di berbagai disiplin ilmu selama mondok di Pondok Pesantren Nurul Jadid.

 

(Humas Infokom)

Kesibukan Santri Nurul Jadid Sehari Jadi Menteri Agama RI di Jakarta

nuruljadid.net – Kamis (21/10) santri Nurul Jadid Afi Ahmad Ridho resmi disambut oleh Menteri Agama Republik Indonesia K.H Yaqut Cholil Qoumas di Ruang Kerja Menteri Agama Lantai 2, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) RI Jalan Lapangan Banteng Barat 3-4 Jakarta Pusat. Ridho tidak sendiri namun didampingi Ghufron Ihsan (santri Almuhajirin III, Puwakarta) dan Nur Winda (santri DDI Salman Allakuang Sidrap).

Sebelum berangkat Ridho sowan ke kiai untuk meminta restu dan nasehat sebelum berangkat ke Jakarta didampingi oleh guru MA Nurul Jadid Ustaz Ahmad Khoisol, SP. Ridho juga tidak pernah berekspektasi akan menjuarai sayembara tersebut. “Enggak nyangka saya bisa lolos menjadi pemenang,” kata Ridho kepada nuruljadid.net.

Ridho yang merupakan jebolan Santri Berprestasi Nurul Jadid tahun 2020 ini mengaku tidak merasa grogi bahwa akan menjabat menjadi Menteri Agama RI meskipun hanya sehari. Hal ini berkat pengalaman organisasi yang ia tekuni yaitu sebagai presiden Intelligent Student Organization (ISO), Ketua Majelis Perwakilan Kelas (MPK) di madrasah, dan terdaftar sebagai pengurus komisariat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) di Pondok Pesantren Nurul Jadid. Setumpuk pengalaman organisasi ini merupakan manifestasi nilai dari salah satu poin Panca Kesadaran Santri yaitu Kesadaran Berorganisasi.

(Afi Ahmad Ridlo ketika bersilaturrahmi dengan Menag Gus Yaqut di Ruang Kerja Menteri Agama)

Kesibukan Ridho Sehari Menjadi Menteri Agama dimulai tepat pukul 08.00 WIB diawali bersilaturahmi dengan Direktur Jenderal Pendidikan Islam dan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren hingga pukul 08.45 WIB. Pada pukul 09.00 WIB, Ridho bersilaturahmi langsung dengan Menteri Agama Gus Yaqut dilanjutkan dengan prosesi santri sehari menjadi menteri.

Mengangkat peluang dan potensi pemberdayaan alumni pesantren untuk lebih produktif menjadikannya keluar sebagai pemenang ini saat bertemu Menag Yaqut, juga menyampaikan aspirasi guru madrasah di daerahnya agar Kemenag lebih memperhatikan nasib pahlawan Pendidikan tersebut.

(Afi Ahmad Ridlo ketika menemui kunjungan Rektor IAIN Pontianak Dr. Syarif)

Tak sampai di situ, Ridho juga ditugaskan untuk memimpin Rapim bersama seluruh Dirjen, Tenaga ahli, dan Staf Khusus Menteri Agama. Pukul 13.00 WIB, Ridho mengikuti forum penyampaian visi “Pesantren Masa Depan” dan dialog dengan pejabat Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren. Bahkan Ridho Ketika itu sempat menerima kunjungan Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak Dr. Syarif.

Setelah mengunjungi Katedral sebagai bagian dari rangkaian acara sore ini. Rencananya kegiatan hari ini akan ditutup dengan makan malam bersama Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren serta para kasubdit di hotel tempat Ridho menginap.

Besok Ridho akan mengikuti Upacara Peringatan Hari Santri Nasional bersama Menag Gus Yaqut di halaman Kantor Kementerian Agama dan acara puncak Santriversary pada malam harinya di Aula HM. Rasjidi.

 

(Humas Infokom)

KH. Fahmi AHZ Gembleng Spiritual Santri Lewat Safari Sholawat 40 Malam

nuruljadid.net – Awal memasuki bulan Robiul Awwal 1443 H bertepatan tanggal 08 Oktober 2021, Biro Kepesantrenan Pondok Pesantren Nurul Jadid yang dipimpin oleh KH. Fahmi AHZ mengadakan Safari Sholawat selama 40 malam dengan pembacaan Simtuddurror di setiap wilayah asrama santri putra pusat secara bergilir.

Kepala Biro Kepesantrenan KH. Fahmi AHZ menyampaikan safari sholawat ini adalah sebuah bentuk Riyadah Maulid selama 40 malam dengan harapan terbentuknya karakter luhur santri Nurul Jadid.

“Kami mengadakan Safari Maulid sebagai bentuk riyadah santri dan pengurus di bulan Maulid agar ada perbaikan karakter, hati dan jiwa dari masing-masing pribadi santri. Ini juga merupakan kegiatan pembinaan karakter baik untuk santri di bulan yang mulia ini,” dawuh KH. Fahmi AHZ.

(Kepala Biro Kepesantrenan KH. Fahmi AHZ bersama Kepala Biro Pendidikan K. Moh. Imdad Robbani didampingi ustadz Misbahul Munir Ratib dan Ustadz Musthofa saat pembacaan simtudduror)

Safari sholawat dilakukan setiap malam ba’da isyak oleh seluruh pengurus pesantren dan santri di asrama wilayah yang sebelumnya telah terjadwal. Nampak juga Kepala Biro Pendidikan K. Moh. Imdad Robbani ikut membersamai kegiatan safari sholawat di beberapa asrama wilayah. Sholawat Nabi yang dibawakan adalah Sholawat Simtudduror karangan Habib Ali Bin Muhammad Alhabsyi. Kegiatan ini bisa diikuti oleh seluruh pengurus pesantren dan wali asuh yang tidak udzur.

Santri dan pengurus menyambut kegiatan Safari Sholawat ini dengan antusias sebagaimana disampaikan oleh Ustaz Misbahul Munir Ratib. “Alhamdulillah kegiatan ini sangat positif dan direspon baik oleh santri serta pengurus asrama sehingga dapat berjalan dengan lancar dalam rangka menghidupkan bulan kelahiran manusia mulia Nabi Muhammad SAW.” ungkap ustaz Misbah.

Selain itu, banyak hikmah dan keutamaan dengan datangnya bulan robiul awal atau maulid ini yaitu disunnahkan perbanyak membaca sholawat, banyak berkah karena banyak majelis digelar untuk memperingati hari kelahiran Nabi, meningkatkan kecintaan kita kepada Rosulullah, mendapatkan rahmad dari Allah SWT, dan perbanyak amal kebaikan kepada sesama makhluq baik hewan, tumbuhan, lebih-lebih kepada manusia. Semoga kita semua tergolong ummat yang mendapatkan syafaat Nabi Muhammad SAW sampai hari kiamat beserta ridho Allah SWT.

(Humas Infokom)

Gagal Libur, Nurul Jadid Gelar Gebyar Hari Santri Nasional

nuruljadid.net – Pasca surat edaran peniadaan liburan Maulid, Panitia Hari Santri Nasional ke-6 tahun 2021 Pondok Pesantren Nurul Jadid menggelar Gebyar Hari Santri Nasional dengan berbagai macam rangkaian kegiatan edutainment mulai dari perlombaan akademik, keagaman, sastra sampai dengan lomba kreativitas literasi santri.

Gebyar HSN 2021 ini merupakan kegiatan gabungan antara Panji Pelopor dan Forum Komunikasi OSIS (FKO) Nurul Jadid di bawah koordinasi Bagian Humas dan Protokoler (Humpro) Pondok Pesantren Nurul Jadid. Kegiatan yang digelar selama hampir sebulan ini dimulai sejak tanggal 07 s.d 26 Oktober 2021 nanti.

Adapun rangkaian kegiatan Gebyar HSN ini meliputi Pemilihan Santri Berprestasi, Lomba Karya Sastra Santri, Lomba Karya Insan Pers Siswa, Lomba Cerdas-Cermat, Seminar HSN, Malam Maulid Agung, Upacara HSN dan Penobatan Pemenang, Live Special Maulid dan diakhiri dengan Nonton Bareng Film Santri.

Ketua Panitia Ahmad Zainul Khofi menyamaikan tujuan pelaksanaan Gebyar HSN ini untuk memeriahkan dan menyambut peringatan Resolusi Jihad atau Hari Santri Nasional sekaligus Bulan Kelahiran Nabi.

“Tujuan kami menggelar Gebyar HSN ini selain untuk memeriahkan peringatan HSN juga menghidupkan bulan kelahiran Nabi serta memberikan hiburan kepada santri Nurul Jadid dengan perlombaan mengasah bakat dan kompetensi mereka agar lupa dengan kecewa karena gagal libur Maulid,” ungkap Khofi kepada nuruljadid.net

Peringatan Hari Santri Nasional merupakan kegiatan rutin tahunan pesantren untuk mengenang perjuangan dan pengorbanan para syuhadak yang mengorbankan harta benda dan bahkan nyawanya demi kemerdekaan Bangsa Indonesia.

Harapannya Santri Pondok Pesantren Nurul Jadid dapat merefleksikan nilai dan semangat juang kiai dan santri terdahulu yang loyal dan berintegritas untuk Agama, Nusa dan Bangsanya. Karena seyogyanya santri adalah bagian dari elemen bangsa yang juga bertanggung jawab mengisi kemerdekaan dengan karya dan kontribusi nyata demi kemaslahatan bersama.

 

(Humas Infokom)

Santri Nurul Jadid ke Jakarta Menjadi Menteri Agama RI Sehari

nuruljadid.net – Santri Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo kembali menorehkan prestasi yang membanggakan. Dia adalah Afi Ahmad Ridho, santri Lumajang ini ditetapkan sebagai pemenang pada Sayembara Santri Sehari Menjadi Menteri yang diselenggarakan Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia (RI).

Ridho, siswa Madrasah Aliyah Nurul Jadid program Unggulan IPA ini terpilih setelah melalui tahapan seleksi, penjurian, dan wawancara yang ketat oleh dewan juri di Jakarta pada Ahad (17/10/2021). Ia menyisihkan 140 peserta lainnya yang ikut sayembara dalam rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri Nasional 2021 tersebut.

Selain sebagai aktivis pelajar, Ridho juga pernah menyabet beberapa kejuaraan dalam Bahasa Inggris dan menyabet Terbaik 2 Nurul Jadid Student Top Leader tahun 2020. Ridho nantinya akan ke Jakarta bersama pemenang lainnya, Ghufron Ihsan (santri Pesantren Al-Muhajirin III Puwakarta) dan Nur Winda (santri DDI Salman Allakuang Sidrap Sulawesi Selatan) untuk pelaksanaan kegiatan Santri Sehari Menjadi Menteri pada Kamis 21 Oktober mendatang.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, tujuan kegiatan sayembara Santri Sehari Menjadi Menteri agar para santri di seluruh Indonesia mendapatkan kesempatan dan pengalaman yang sama sebagai calon pemimpin di masa mendatang.

“Sejarah telah membuktikan peran dan kontribusi para santri, baik sejak sebelum kemerdekaan, perjuangan meraih kemerdekaan hingga sekarang. Bahkan, para pemimpin bangsa juga berasal dari kalangan santri,” tutur Menag di Jakarta, Ahad (17/10).

Sementara itu, Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Muhammad Ali Ramdhani mengapresiasi para santri yang telah berani mendaftar sebagai peserta sayembara tersebut. Ia menilai, jumlah peserta sebanyak itu merupakan salah satu bukti bahwa kalangan santri memang selalu siap untuk menjadi pemimpin di negeri ini.

“Rencananya, Afi beserta para pendampingnya akan diundang ke Jakarta dan mengikuti prosesi sebagai Santri Sehari Menjadi Menteri pada 21 Oktober mendatang dengan berbagai rangkaian aktivitas yang telah disusun panitia Peringatan Hari Santri 2021,” tegas Ramdhani.

Sampai hari ini (19/10), Ridho sedang sibuk mempersiapkan keberangkatannya ke Jakarta didampingi guru pendampinya Ustaz Ahmad Khoisol, SP. selaku penanggung jawab program unggulan MA Nurul Jadid. Keberangkatan dijadwalkan besok (20/10) ke Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia untuk menjalani rangkaian kegiatan Sehari Menjadi Menteri.

Ridho sebenarnya tidak berekspektasi memenangkan Sayembara ini, ia hanya berusaha melakukan yang terbaik untuk Pondok Pesantren tecintanya.

“Saya jujur dari awal tidak berekspektasi untuk memenangkan sayembara ini, namun saya percaya diri dengan gagasan yang saya ajukan yaitu tentang pemberdayaan alumni pesantren” ujar Ridho Ketika diwawancarai nuruljadid.net.

Adapun para pemenang sayembara Santri Siaga Jiwa Raga lainnya akan diumumkan dalam Santriversary malam puncak peringatan Hari Santri 2021 pada Jumat, 22 Oktober 2021, di Auditorium HM Rasjidi, Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Santriversary juga akan ditayangkan secara live streaming melalui kanal media sosial Kementerian Agama.

(Humas Infokom)

Santri Nurul Jadid Sabet Juara 1 Lomba Esai Nasional

nuruljadid.net – Santriwati Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo, Wildana Rahma Azzuhri, asal Kabupaten Lumajang telah berhasil menjuarai lomba Esai Nasional di urutan pertama. Kegiatan lomba ini diadakan oleh Program Studi (Prodi) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Jogjakarta dalam rangka Pekan Raya IAT tahun 2021.

Pekan Raya Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) ini dibuka sejak 7 September 2021 mengangkat 3 sub tema, literasi digital, pendidikan digital, dan religi digital. Hal ini sebagai ikhtiar mendorong para santri untuk merespon tantangan di era digital. Tepat hari Kamis, (14/10) hasil perlombaan diumumkan melalui zoom meeting setelah melalui proses penjurian sejak 8 Oktober 2021 yang ketat.

Wildana menceritakan, dirinya tidak menyangka karya tulisnya bisa dinobatkan sebagai terbaik pertama. Sebab, pesertanya dibuka untuk mahasiswa dari seluruh perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia.

“Awalnya saya mau ikut kalau ada ide dan ada uang untuk lomba. Tahu-tahu saya sudah didaftarkan sama teman-teman. Ya sudah, saya kirimkan data diri dan tulisan saya ke panitia,” ungkap santriwati yang juga penghafal Al-Qur’an ini.

Santriwati yang juga mahasiswi semester 5 Universitas Nurul Jadid (Unuja) ini bercerita, isi tulisannya sebenarnya sederhana. Yaitu mengenai dakwah digital di era modern ini. Keresahannya saat melihat banyaknya konten di media sosial yang banyak diisi ustaz-ustaz instan menjadi inspirasinya untuk menulis hal itu.

“Ini sebenarnya hasil diskusi sama Abi saya, keresahan yang saya dan Abi rasakan sama yaitu dakwah digital orang-orang NU masih kalah dengan konten-konten dakwahnya orang-orang radikal, wahabi dan semacamnya. Jadi tema outline itu yang saya angkat,” ungkap putri Kiai Syafi’uddin Azzuhri, Katib Syuriah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang ini.

Saat diwawancarai, Wildana yang merupakan peserta didik Pusat Pendidikan Ilmu Al-Qur’an (PPIQ) Nurul Jadid ini juga menyampaikan bahwa di era modern ini santri harus sadar dan mengembangkan dirinya dalam dakwah digital bukan hanya sebagai konsumen namun content creator. Agar konten-konten dakwah tidak hanya didominasi ustaz-ustaz yang muatan dakwahnya tidak jarang berbenturan dengam model Islam di Indonesia.

“Pesantren di Indonesia, terutama santri-santrinya harus lebih aktif mengelola akun medsosnya untuk menebar nilai-nilai Islam Aswaja, lebih-lebih nilai kesantriannya dengan cara yang lebih kreatif,” imbuhnya.

Ia berharap, lewat tulisannya tersebut santri Indonesia yang sebenarnya memiliki kompetensi mumpuni di bidang keagamaan bisa lebih kreatif dan percaya diri (self-confident) berdakwah melalui medsos. Sehingga pesan Islam Rahmatan Lil’alamin bisa terus ditanamkan pada masyarakat Indonesia untuk menebar damai dan kasih sayang sesame ummat manusia.

“Semoga santri dan pesantren bisa menggunakan medsos sebagai wahana dakwah yang kreatif, dekat dengan kaum muda dengan berpegang teguh pada asas-asas kerahmatan Islam,” pungkasnya.

Semoga dengan prestasi yang berhasil ditorehkan oleh Wildana dapat menjadi inspirasi bagi santri Nurul Jadid lainnya untuk mengembangkan keterampilan mereka di bidang literasi atau tulis-menulis dan proaktif dengan membuat konten dakwah Islam yang ramah dan damai.

(Humas Infokom)

Paskibraka Nurul Jadid Latihan Perdana Menyambut Hari Santri Nasional 2021

nuruljadid.net – Persiapan menjelang Upacara Hari Santri Nasional 22 Oktober 2021 di Pondok Pesantren Nurul Jadid sudah mulai dilakukan sejak hari Kamis (7/10/21) kemarin. Upacara akan dilaksanakan secara terbatas dengan protokol kesehatan ketat lantaran belum tuntasnya Pandemi Covid-19. Peserta upacara hanya akan dihadiri oleh perwakilan siswa delegasi masing-masing lembaga pendidikan yang berada di dalam pesantren dan undangan dibatasi pimpian pesantren, pimpinan satuan kerja dan pimpinan satuan pendidikan.

Meski diselenggarakan secara terbatas, persiapan Upacara HSN tetap dipersiapkan secara maksimal dan matang demi suksesnya pelaksanaan hari puncak Upacara HSN tanggal 22 Oktober 2021 nanti. Kali ini, Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (PASKIBRAKA) dipersiapkan dengan formasi yang diisi 22 personel. “Hal itu dimaksudkan untuk menyesuaikan dengan tanggal diresmikannya Hari Santri Nasional yakni tanggal 22 Oktober,” ungkap Mujiburrohman ketika diwawancarai tim Infokom.

Upacara HSN mendatang akan dilaksanakan di halaman Madrasah Aliyah (MA) Nurul Jadid. Tim paskibraka diarahkan untuk menggelar latihan perdana hingga digelarnya Upacara di halaman MA Nurul Jadid untuk membiasakan mereka beradaptasi dengan lokasi upacara. Resimen Mahasiswa (MENWA) Universitas Nurul Jadid ikut berperan aktif sebagai pelatih Paskibraka Nurul Jadid yang diketuai oleh Ubaidillah selaku Komandan Satuan Menwa Unuja.

(Peserta Paskibraka Nurul Jadid melakukan latihan bersama Menwa Unuja)

Persiapan acara HSN dikoordinir oleh bagian Humpro, Tim Panji Pelopor dan FKO Nurul Jadid. Mereka berkolaborasi dan saling bahu-membahu demi mensukseskan Upacara Hari Santri Nasional 2021 mendatang.  Waktu latihan sangat terbatas yang semula sekitar 2 minggu sebelum hari-H namun hanya tersisa 7 hari efektif dikarenakan terpotong pelaksanaan Penilaian Tengah Semester (PTS) di seluruh satuan pendidikan dasar dan menengah sejak tanggal 16 sampai dengan 21 Oktober. Keputusan berat ini memang menjadi bagian resiko yang harus diambil karena pesantren tidak ingin menggangu fokus belajar mereka yang merupakan hak setiap santri. Dansat Menwa Unuja Ubaidillah berharap tim Paskibraka dapat memaksimalkan waku yang ada. Agar bisa memberikan performance yang baik ketika upacara nanti. “Saya harap, kalian bisa lebih disiplin dan fokus dalam memaksimalkan waktu yang ada agar lebih siap dan dapat memberikan performance terbaik di acara HSN nanti” imbuh Ubaidillah sebelum memulai latihan.

Kepala Sub Bagian Humas dan Infokom Mujiburrohman juga menitipkan tugas dan amanah ini kepada setiap individu tim paskiraba yang terlibat agar tetap semangat dan disiplin sampai hari-H demi suksesnya prosesi pengibaran bendera merah putih sebagai momentum sakral dari setiap upacara. “Kalian adalah santri pilihan yang diberi amanah mengemban tugas mengibarkan bendera Merah Putih sebagai sebuah penghormatan dan bentuk pengabdian kalian kepada pesantren, bangsa dan Negara.” ujarnya di akhir kegiatan latihan.

(Humas Infokom)

Pengurus Putri Laksanakan Pelantikan Bersama Pasca Paripurna

nuruljadid.net – Pelatikan bersama pengurus putri Pondok Pesantren Nurul Jadid pertama kali digelar meliputi 4 wilayah Azzainiyah, Al Hasyimiyah, An-Nafi’iyah dan Nasyiatul Hamidiyah masa khidmat 2021-2023 hari jum’at (01/10/2021) di Aula 1 Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo.

Kegiatan pelantikan bersama ini merupakan implementasi kecil dari kebijakan sentralisasi dan efisiensi anggaran, karena sebelumnya masing-masing wilayah mengadakan pelantikan secara terpisah. Selain untuk efektifitas dan efisiensi kegiatan, pelantikan bersama ini merupakan salah satu bentuk sederhana untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi pengurus Putri antar wilayah.

Tepat pukul 18.30 WIB acara pelantikan dimulai, dibawah komando Biro Kepesantren Putri Bidang Tata Kelola Wilayah. Ustazah Siti Maknunah selaku Wakabid. Tata Kelola Wilayah dan PIC kegiatan pelantikan ini menyampaikan rasa syukur atas sukses terselenggarakannya kegiatan ini. “Alhamdulillah saya sangat bersyukur bisa menyelenggarakan Pelantikan Bersama ini dengan bantuan dan kekompakan tim panitia di balik layar, karena tanpa dukungan semua pihak terutama ahlul bait, kegiatan ini tidak akan berjalan sesuai harapan bersama,” pungkasnya.

(Waka. Biktren putri Ny. Mamnuhaturrahmah memberikan sambutan pada pelantikan bersama pengurus wilayah putri)

Pelantikan Bersama ini tidak lepas dari arahan pimpinan Biro Kepesantrenan putri dalam hal ini Waka. Biktren Ny. Mamnuhaturrahmah yang turut berpartisipasi aktif memberikan masukan dan mengkoordinir tim demi suksesnya pelaksanaan kegiatan pelantikan yang melibatkan 4 wilayah putri dari total 8 wilayah, 4 wilayah lainnya adalah wilayah satelit (non-pusat).

Rangkaian kegiatan ini merupakan kegiatan paripurna dari seluruh proses agenda reformasi di wilayah putri. Sebelumnya telah dilaksanakan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) oleh pengurus demisioner, dilanjutkan pemilihan tertutup , kampanye, pemilu raya, penghitungan suara, penyusunan struktur kepengurusan dan diparipurnai dengan kegiatan pelantikan bersama ini

Kegiatan ini berjalan dengan khidmat dan lancar yang dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus pusat putri dan pembina daerah dari masing masing wilayah.

(Humas Infokom)

Student Talk : FKO Usung Peran Politik Pelajar di Indonesia

nuruljadid.net — FKO (Forum Komunikasi OSIS) Nurul Jadid yang berada dibawah Biro Pendidikan kembali menunjukkan eksistensinya dengan melangsungkan kegiatan “Student Talk Exhibition”. Sebuah terobosan baru untuk mengembangkan potensi para siswa dalam peningkatan wawasan, pengetahuan dan public speaking. Kegiatan itu berlangsung pada hari Selasa (28/09/21) bertempat di Aula 2 Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Student Talk Exhibition adalah suatu forum diskusi dan sharing antar pelajar Pondok Pesantren Nurul Jadid tentang isu kekinian baik lokal, nasional, regional bahkan internasional yang bertujuan untuk melatih critical thinking, critical analysis, dan literasi santri pelajar.

Dari siswa, oleh siswa, dan untuk siswa adalah kata yang tepat untuk menggambarkan kegiatan tersebut. Karena Kegiatan itu hampir seluruhnya dikoordinir oleh siswa yang tergabung dalam Forum Komunikasi OSIS atau lumrah disebut FKO. Student Talk Exhibition juga memiliki keunikan tersendiri. Keunikan dari kegiatan ini terletak pada penyaji acaranya. Jika pada umumnya penyaji acara berasal dari kalangan professional, praktisi atau akademisi, namun tidak pada acara ini. Pada kegiatan ini penyaji diambil dari kalangan pelajar delegasi setiap Lembaga Pendidikan yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Nurul Jadid.

(Peserta antusias mengikuti kegiatan Student Talk Exhibition oleh FKO Nurul Jadid Paiton)

Pada forum ini, masing-masing lembaga wajib mendelegasikan 1 siswa aktif sebagai penyaji. Penyaji pertama dari SMA Nurul Jadid Muhammad Mico Hermansyah, kedua dari SMK Nurul Jadid Muhammad Zaidan Salim, selanjutnya Hengki Fernando MA Nurul Jadid, M. Tengku Muzaki MTs Nurul Jadid, dan penyaji terakhir M. Fadhil utusan SMP Nurul Jadid. Forum Student Talk ini dimoderatori oleh Muhammad Zaki Maulana, dengan keynote speaker Mushafi Miftah M.H.I dari Universitas Nurul Jadid.

Student Talk Exhibition ini merupakan acara kali kedua yang digelar pada tingkat siswa, yang sebelumnya diadakan secara Hybrid dengan mengundang pembicara pelajar dari Los Angeles (LA), California, Amerika Serikat. Tidak hanya berhenti sampai disini saja, seperti yang disampaikan oleh Kabid. Kelembagaan dan Peserta Didik Biro Pendidikan Nurul Jadid bapak Ponirin Mika, “Kegiatan ini akan menjadi kegiatan yang berkelanjutan, tetapi dengan tema yang berbeda.” jelasnya disaat memberikan sambutan.

Sebelum beralih ke acara inti “Student Talk Exhibition,” bapak Mushafi Miftah memberikan sedikit pengantar kepada para Audien selaku Keynote Speaker. “Ini merupakan kegiatan yang luar biasa, karena setingkat siswa sudah mampu mengadakan kegiatan semacam ini. Karena biasanya kegiatan seperti ini dilakukan oleh mahasiswa.” ungkapnya.

Acara yang diikuti oleh siswa tingkat SLTP dan SLTA ini mengusung tema “Peran Pemuda dalam Politik di Indonesia.” Selanjutnya kegiatan inti dimulai dari pemaparan general lecture oleh Keynote Speaker dan dilanjutkan dengan penyaji dari perwakilan pelajar masing-masing sekolah/madrasah. Terlihat kegiatan semakin hidup ketika sesi tanya-jawab dan diakhiri dengan kesimpulan kemudian do’a.

(Humas Infokom)

Tingkatkan Efektifitas Kinerja, Banwas Nurul Jadid Lakukan Audit Internal

nuruljadid.net – Badan Pengawas (Banwas) Pondok Pesantren Nurul Jadid melakukan audit internal pada satuan kerja yang meliputi lembaga pendidikan dan satuan kerja pesantren. Pelaksanaan audit internal perdana pasca bimtek itu dilakukan dalam dua hari pada tanggal 18 dan 21 September 2021 oleh pengurus internal Banwas Nurul Jadid yang dipimpin oleh KH. Dr. Moh. Mahfudz Faqih, M.Si. Beberapa lembaga pendidikan dan satker yang telah diaudit diantaranya SMP Nurul Jadid, SMK Nurul Jadid, MI Nurul Mun’im dan Mahkamah Pesantren.

Audit internal ini bertujuan untuk membantu meningkatkan manajemen masing-masing satuan kerja lebih efektif. Pada prosesnya, audit internal melaksanakan analisis dan memberikan saran serta penilaian demi mendukung pencapaian tujuan bersama (common goals). Tujuan yang perlu dicapai harus berdasarkan Rencana Strategis (Renstra), Arah Kebijakan Umum Pengasuh (AKUP) dan Program Induk Pesantren (PIP). Sehingga dengan adanya evaluasi dan audit internal ini satiap satker dapat menuju ke arah yang telah ditentukan bersama-sama.

(Anggota Tim Banwas Nurul Jadid sedang melakukan audit di kantor Mahkamah Nurul Jadid)

Berdasarkan Peraturan Kepala (PerKep) Pondok Pesantren Nurul Jadid Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kepengawasan bahwa tujuan pengawasan secara spesifik adalah untuk mengurangi dan menanggulangi masalah yang berhubungan dengan penyalahgunaan wewenang dan segala bentuk penyelewengan demi memastikan ketercapaian pelaksanaan program pesantren.

Hasil dari audit internal ini laporan proses dan hasil program pesantren secara menyeluruh dari lintas satker sebagai rekomendasi untuk menyusun program pesantren periode berikutnya. Harapannya dengan pelaksanaan audit internal dapat sejalan dengan peningkatan kualitas program dan layanan pesantren kepada seluruh warga pesantren khususnya santri dan masyarakat.

Sasaran pengawasan adalah satuan kerja dan atau Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) di lingkungan pesantren. Sedangkan ruang lingkup pengawasan diantaranya Pengawasan Keuangan, Pengawasan Program, Pengawasan Aset dan Pengawasan Pengelolaan SDM.

(Anggota tim Banwas Nurul Jadid sedang melakukan audit kepada kepala TU SMK Nurul Jadid)

Tiga tahapan yang dilakukan oleh Badan Pengawas Nurul Jadid meliputi 3 P yaitu Persiapan, Pelaksanaan dan Pelaporan. Pada tahap persiapan dilakukan koordinasi rencana audit, telaah informasi dan penyusunan KKP; Ketika pelaksanaan pengawas melakukan entry briefing, audit dan exit briefing; untuk tahap akhir dilakukan pelaporan secara tertulis dan diserahkan langsung kepada kepala pesantren.

Untuk audit internal ini masih akan berlangsung 5 hari lagi ke satuan kerja lainnya dengan pembentukan Tim Ad Hoc yang ditunjuk oleh pimpinan Badan Pengawas untuk efisiensi kerja di lapangan. Sehingga dapat segera dilaporkan ditindaklanjuti untuk persiapan evaluasi akhir tahun dalam merencanakan AKUP untuk tahun taqwim yang akan datang.

(Humas Infokom)

Mahasiswa Santri Nurul Jadid Jawara Bahasa Arab se-Regional Asia

nuruljadid.net – Santri Pondok Pesantren Nurul Jadid Rifqi Aziz Febriyanto, Muhammad Hasan Mutawakkil dan Ahmad Fauzi Rahman wakil Indonesia berhasil menyabet Juara 1 Lomba Debat Gebyar Bahasa Arab (GBA) 2021 tingkat Regional Asia yang diadakan oleh HMJ PBA IAIN Syekh Nurjati Cirebon (23/09) setelah melalui persaingan dan proses penjurian ketat.

Para jawara tersebut merupakan mahasiswa aktif Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) di Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo yang berdomisili di Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) Nurul Jadid. Persaingan dalam Lomba Debat Bahasa Arab ini cukup ketat, yang diikuti oleh 14 Tim Debat dari Perguruan Tinggi di Indonesia dan 2 Tim Debat dari Universitas Islam Antarabangsa Malaysia (UIAM).

Lomba yang berlangsung selama dua hari ini menggunakan metode scoring system, dengan mengurutkan dari nilai tertinggi berdasarkan penguasaan materi, kebahasaan dan cara penyampaian argumentasi dengan baikSementara itu, pada tahap penyisihan tim debat Nurul Jadid unggul menghadapi tim debat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan lolos ke Babak Quarter Final (Delapan Besar) menempati urutan kedelapan.

Setelah akumulasi nilai, perolehan poin tim debat yang lolos delapan besar UIAM B Malaysia menempati posisi pertama dengan 862 poin, disusul UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 861,5 poin, FDI UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 858,5 poin, UIAM A Malaysia 855,5 poin, ALC Universitas Al-Azhar Indonesia 854,5 poin, PBA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 854, 5 poin, Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien (IDIA) Prenduan, Sumenep Madura 852,5 poin, dan Perwakilan Nurul Jadid berada diposisi kedelapan dengan perolehan poin 852,5.

Pada babak delapan besar, Tim Nurul Jadid unggul menghadapi Tim IDIA Perenduan dengan perolehan poin 860,5 di posisi keempat setelah UIAM B Malaysia (871,5 poin), UIAM A Malaysia (866 poin), dan FDI UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (863 poin).

 (Sesi foto bersama finalis sesaat setelah babak final Lomba Debat Bahasa Arab berlangsung)

Pertandingan berlanjut ke babak Semi Final, menghadapi Tim UIAM A Malaysia dengan mosi “Majelis ini meyakini perlu penggunaan bahasa daerah di sekolah internasional”. Tim Nurul Jadid yang beranggotakan Rifqi Aziz Febriyanto sebagai pembicara pertama, Muhammad Hasan Mutawakkil pembicara kedua, dan Ahmad Fauzi Rahman pembicara ketiga berhasil menaklukkan tim dari negeri jiran dan lolos melaju ke babak final.

Pada babak final Tim Nurul Jadid menghadapi UIAM B Malaysia dengan mosi debat “Majelis ini percaya bahwa skripsi bukan standar utama kelulusan mahasiswa”. Masing-masing hanya diberi waktu 30 menit untuk case building. Akhirnya setelah perdebatan sengit berlangsung, tim Nurul Jadid berhasil menaklukkan tim UIAM B Malaysia dan keluar sebagai Jawara Lomba Debat Bahasa Arab se regional Asia dengan selisih 4 poin, 871,5 untuk Tim Nurul Jadid dan 867,5 untuk tim UIAM B Malaysia.

“Kami merasa bersyukur dan sangat senang sekali bisa meraih juara ini. Walaupun di awal, motivasi kami bukan untuk menang namun berusaha memotivasi anak asuh kami agar tetap semangat untuk berprestasi demi Pesantren Nurul Jadid, Unuja dan tentunya LPBA tercinta,” ungkap Aziz, pembicara pertama Tim Debat Nurul Jadid.

(Jawara Debat Bahasa Arab se Regional Asia Muhammad Mutawakkil Alallah, Rifqi Aziz Febriyanto dan Ahmad Fauzi Rahman)

Tidak hanya tim debat, dalam ajang ini dua trofi diraih sekaligus untuk kategori lomba Taqdimul Qissoh tingkat Nasional dengan penyelenggara yang sama atas nama Ahmad Fauzi Rahman sebagai Juara 1 dan Badruz Zaman sebagai Juara 2.

“Alhamdulillah, pada awalanya saya tidak mengira bisa juara pada lomba taqdimul qissoh Gebyar Bahasa Arab 2021 ini, karena saya pikir karya video yang saya kumpulkan masih belum sempurna. Namun saya yakin semua ini tidak lepas dari barokah para kyai, guru, dan teman-teman sehingga kami berhasil menjadi juara,” ungkap Badruz Zaman.

Harapannya ke depan akan lebih banyak lagi santri Pondok Pesantren Nurul Jadid yang memiliki semangat serta motivasi kuat dalam menorehkan prestasi demi mengharumkan almamater pesantren Nurul Jadid tercinta di luar.

(Humas Infokom)