Pos

Badan Pengawas Nurul Jadid Gelar Pelatihan Pengelolaan Auditing Pesantren

nuruljadid.net – Kepala Badan Pengawas (Banwas) Pondok Pesantren Nurul Jadid Dr. KH. Moh. Mahfudz Faqih, M.Si. gelar Pelatihan Pengelolaan dan Auditing (Program, SDM, Keuangan, dan Aset) selama dua hari sejak tanggal 14 sampai dengan 15 Agustus 2021 pekan lalu di Aula Mini Wisma Dosen Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo.

Pelatihan Auditing diikuti oleh 28 peserta terdiri dari pimpinan satuan kerja, badan otonom dan lembaga pendidikan formal Pondok Pesantren Nurul Jadid. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 sampai dengan 15.00 WIB itu berlajan lancar dan khidmat sebagai bekal upgrading kompetensi pegawai Nurul Jadid tentang kemampuan dalam pengelolalan lembaga secara holistik.

(Foto penyampaian sambutan Kepala Banwas Nurul Jadid Dr. KH. Moh. Mahfudz Faqih, M.Si. pada pelatihan Auditing)

Hadir empat narasumber dalam pelatihan tersebut dari kalangan praktisi dan ahli, bapak Onny Hindrianto, S.Kom., MM. (Inspektorat Kabupaten Probolinggo), Rachmat Udiyanto, S.H., M.M., Abdul Qodir, S.H., dan R. Ardhimas Indra Wijaya, S.T. dari sektor ahli auditing. Pelatihan ini juga dalam rangka penguatan lembaga pesantren yakni Badan Pengawas itu sendiri dalam menjalankan tugas dan programnya ke depan.

Peran dan fungsi Banwas merupakan elemen integral yang tidak terpisahkan dalam manajemen organisasi dan kelembagaan seperti pesantren, karena badan pengawas berfungsi untuk melakukan kontrol dan evaluasi efektifitas serta efisiensi SDM, program, keuangan dan aset dari setiap satuan kerja yang berada di Pondok Pesantren Nurul Jadid sehingga dapat meminimaisir bahkan terhindar dari malpraktik atau malfungsi di tubuh lembaga itu sendiri.

Kebijakan Pengelolaan Keuangan Yayasan itu meliputi perencanaan, penganggaran, pelaksanaan kegiatan, penatausahaan, pelaporan dan pertanggung-jawaban. Enam komponen kebijakan pengelolaan keuangan dimaksud menjadi pilar utama dalam pengembangan sebuah organisasi atau lembaga sehingga perlu diimplementasikan dengan penuh tanggung jawab dan integritas tinggi.

Pelatihan Auditing ini merupakan satu bentuk konkrit dari banyak program Pondok Pesantren Nurul Jadid dalam rangka meningkatkan performa kerja dan pelayanan kepada santri serta warga pesantren.

(HUMAS NJ)

Sosialisasi SOP Pendampingan Pembelajaran Daring dan Sharing Wali Asuh

nuruljadid.net – Pengurus Pusat Putri Pondok Pesantren Nurul Jadid dalam menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-76 menggelar acara Sosialisasi Prosedur Operasional Standar (POS) Pendampingan Pembelajaran Daring (online learning) dan Sharing Session Wali Asuh (17/08/2021).

Kegiatan yang dilaksanakan pada malam hari di Aula 1 PPNJ itu sebagaimana disampaikan oleh Wakil Sekretaris Putri Ny. Hj. Muthmainnah Waqid bertujuan guna menambah ghirroh dan motivasi wali asuh dalam mendampingi santri khususnya di wilayah putri berkenaan dengan pembelajaran daring di sekolah atau madrasah masing-masing.

Kolaborasi dan sinergitas kerja ini dilaksanakan atas keterlibatan lintas satuan kerja Wakabiktren, Wakabid BKWA dan Wakabid Kurikulum dan Penilaian sebagai leading sector penyampai amanah berdasarkan arahan dari kepala Biro Pendidikan K. Imdad Rabbani

Peserta kegiatan sosialisasi dan sharing ini melibatkan semua penanggung jawab (penjab) masing-masing satuan pendidikan formal di dalam pesantren, BK wilayah, kepala wilayah dan wali asuh. Sinergitas kerja antar wilayah, pesantren dan sekolah akan memperkuat pendampingan pengembangan diri santri secara optimal di masa pandemi dewasa ini.

Selain sosialisasi POS pembelajaran daring, kegitan ini menjadi sebuah momentum yang sangat baik juga sebagai wahana sharing kendala-kendala teknis dan non-teknis di lapangan demi mendukung optimalisasi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) daring selama pandemi sehingga santri tetap mendapatkan hak belajar ilmu umum di sekolah dan agama di pesantren karena di tengah peningkatan kasus COVID-19 dengan varian barunya, Pondok Pesantren Nurul Jadid menerapkan pembatasan para guru untuk masuk ke area pesantren dan menerapkan protokol kesehatan ketat bagi kategori tertentu yang memiliki tugas urgen di pesantren demi menjaga santri dari penyebaran penularan COVID-19.

(HUMAS NJ)

Nurul Jadid Lakukan Pembenahan Tata Kelola Organisasi Santri untuk Standarisasi Perkaderan

nuruljadid.net – Sekretariat Pondok Pesantren Nurul Jadid melalui Sub Bagian Hukum dan Advokasi melakukan finalisasi aturan Tata Kelola Organisasi Santri Senin, 16 Agustus 2021 lalu di Ruang Rapat Wisma Dosen Universitas Nurul Jadid (UNUJA) Paiton Probolinggo. Acara berlangsung mulai pukul 12.30 sampai dengan 15.00 WIB.

Draft aturan yang semula disusun dan dikaji hampir satu bulan oleh tim khusus ini melibatkan bagian Organisasi Santri dan Organisasi Daerah (ORSAT-ORDA) Biro Pengembangan, Bidang Kelembagaan dan Peserta Didik Biro Pendidikan dan Bidang Pengembangan Minat dan Bakat Santri Biro Kepesantrenan.

Finalisasi peraturan tata kelola organisasi santri ini dipimpin oleh Kasubag. Hukum dan Advokasi Dr. Ainul Yakin, M.H dan dihadiri oleh Sekretaris Pesantren, Kabag. PEHPA dan Kepegawaian, Kasubag. Perencanaan, Sekretaris dan Kabid. Kelembagaan dan Peserta Didik Biro Pendidikan.

Dalam sambutannya, Sekretaris Pesantren Bapak H. Faizin Syamweil menyampaikan signifikansi perumusan dan ruang lingkung organisasi di pesantren untuk menghindari overlapping satuan tugas masing-masing. “Perlunya merumuskan jenis dan ruang lingkup organisasi santri yang meliputi organisasi intra dan ekstra pesantren dan satuan pendidikan, dalam klausul peraturan yang ada,”  pungkasnya

Pembenahan peraturan tata kelola organisasi santri ini bertujuan untuk memetakan ruang lingkup, bidang dan standarisasi perkaderan di setiap organisasi termasuk klausul rangkap jabatan. Sebagaimana salah satu pilar santri dalam Panca Kesadaran yaitu Kesadaran Berorganisasi agar setiap individu santri memiliki kesempatan berproses dan bertumbuh menggali softskill mereka di organisasi sehingga tata kelola organisasi santri perlu di-upgrade dan di-update guna mencapai tujuan dimaksud.

Rapat yang berjalan selama 2,5 jam itu sangat dinamis, Kabag. PEPHA dan Kepegawaian Miftahul Huda, S.HI., M.Pd juga terlibat aktif dan menanggapi dinamika forum. “Peraturan ini perlu dibuat secara matang  dan berkarakter berdasarkan nilai-nilai yang ada di Nurul Jadid, sekaligus punya acuan dalam sistematika penyusunannya” ungkap Miftah di sela-sela rapat.

Peraturan tata kelola organisasi ini sangat penting untuk memayungi organisasi santri di lingkungan pesantren, sekaligus sebagai payung hukum untuk menata menajemen organisasi guna melahirkan kader yang organisatoris dan militan dalam mengamalkan ilmunya di tengah-tengah masyarakat nanti.

Pembahasan peraturan tata kelola oraganisasi santri belum final, Kasubag. Hukum dan Advokasi, akan membahas kembali bersama tim sesuai dengan catatan rapat.

(HUMAS NJ)

Nurul Jadid Gelar Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-76 Terbatas di Tengah Pandemi COVID-19

nuruljadid.net – Peringatan Upacara HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-76 tahun 2021 kali ini tetap dilaksanakan meski di tengah pandemi COVID-19 (17/8/2021). Keadaan yang serba terbatas ini tidak menyurutkan semangat Pondok Pesantren Nurul Jadid untuk istiqomah memperingati hari yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia. Pelaksanaan kegiatan ini merupakan wujud implementasi dari salah satu nilai Panca Kesadaran Santri yaitu Kesadaran Berbangsa dan Bernegara. Konsep tersebut merupakan nilai paripurna yang diharapkan bisa menjadi nilai luhur dalam menguatkan kecintaan santri terhadap Negara, Bangsa dan Agama.

Pelaksanaan upacara pada tahun ini bertempat di Halaman Madrasah Aliyah Nurul Jadid dengan peserta terbatas dan penerapan protokol kesehatan ketat, memakai masker, menggunakan hand sanitizer dan menjaga jarak.

Tepat pukul 08.00 WIB upacara dimulai dengan khidmat diikuti oleh 10 siswa perwakilan delegasi dari beberapa lembaga pendidikan di Nurul Jadid. Turut hadir juga beberapa perwakilan satuan kerja dari unsur pimpinan, Kepala Biro, Kepala Sekolah/Madrasah dan Kepala Banom. Sedangkan dari unsur petugas upacara, panitia memilih beberapa santri aktif yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Bali, Kalimantan, Aceh, Bandung, Surabaya, Banten dan sebagainya. Hal tersebut menjadi bukti bahwa pesantren merupakan tempat yang tepat untuk memupuk rasa cinta tanah air dan memperkuat kesatuan dan persatuan bangsa di tengah keberagaman yang majemuk.

Pada tahun ini, panitia menghadirkan KH. Najiburrahman, M. Ag selaku Wakil Kepala Pondok Pesantren sebagai Inspektur Upacara. Dalam penyampaian amanahnya, beliau mengawali dengan menceritakan perjuangan para ulama dalam melawan penjajah, serta peran para santri yang telah tercatat dalam sejarah bahwa mereka juga memberikan sumbangsih semangat juang dan kegigihan dalam merebut kemerdekaan dari penjajah dan menciptakan kedaulatan NKRI.

“Negara ini milik kita semua, yang telah diwariskan oleh para pendahulu kita dengan perjuangan bersimbah darah untuk meraih kemerdekaan dan menciptakan kedaulatan. Mari kita kokohkan kemerdekaan ini dengan mewujudkan Negara yang Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur”, ungkap cucu pendiri Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Dalam momentum kemerdekaan kali ini, mari kita jadikan sebagai pemicu untuk terus meningkatkan kecintaan kita terhadap NKRI, berada di garda terdepan dalam mengawal perdamaian, dan berada pada posisi paling awal sebagai relawan kemanusiaan. Santri adalah masa depan cerah ibu pertiwi, santri memiliki peluang yang sama dengan pemuda bangsa Indonesia lainnya untuk bersama mewujudkan kemerdekaan yang sesungguhnya, merdeka dalam kehidupan sosial, merdeka dalam kebangkitan ekonomi Nasional serta merdeka dalam kesehatan jasmani dan rohani ditengan pandemi. (NJ-AA)

“INDONESIA TANGGUH, INDONESIA TUMBUH.”

Dok. HUMAS NJ

Lomba Miss Smart FKO: Ajang Unjuk Intelektualitas dan Kecakapan Santri

nuruljadid.net-Telah menjadi kegiatan rutin bagi Forum Komunikasi OSIS (FKO) Pondok Pesantren Nurul Jadid menggelar lomba dalam rangka memeriahkan hari kemerdekaan. Spesial untuk perayaan kemerdekaan Indonesia ke-76 kali ini, FKO mengadakan lomba Miss Smart dengan tema “Kebudayaan” yang dilaksanakan pada Jumat (13/08).

Lomba yang berlangsung di depan asrama I’dadiyah wilayah Al-Hasyimiyah tersebut dipilih guna meningkatkan intelektualitas dan kecakapan santri. Sehingga, dari aspek penilaian pun tentu tak hanya bertumpu pada segi kecantikan. Hal tersebut sesuai dengan apa yang disampaikan oleh saudari Razika Rizqillah selaku panitia perlombaan.

Ia memaparkan bahwa pada lomba tersebut peserta juga dituntut untuk kreatif dalam merancang busana, kemampuan public speaking hingga ketangkasan dalam menjawab pertanyaan meliputi wawasan kebangsaan dan keagamaan.

“Ini (lomba-red) untuk melatih intelektual dan kecapakan public speaking  siswi agar berpikir kritis dan cepat tangkas dalam menghadapi problematika perkembangan zaman,” ungkapnya.

Lomba tersebut diikuti oleh perwakilan lembaga se-Nurul Jadid yang meliputi Madrasah Aliyah Nurul Jadid(MANJ) , SMA Nurul Jadid, MAN 1 Probolinggo, SMK Nurul Jadid, SMP Nurul Jadid, MTs Nurul Jadid dan MTsN 1 Prbolinggo. Tiap lembaga wajib mendelegasikan 3 peserta dengan masing-masing perperan sebagai model dan dua diantaranya perias dan desain busana.

Dimulai pukul 14.00 WIB, lomba berlangsung dengan dua sesi. Sesi pertama adalah periasan wajah (make up) yang bertempat di aula mahrom wilayah Al-Hasyimiyah dengan estimasi waktu selama 1 jam. Lengkap dengan pemakaian segala bentuk atribut yang telah disiapkan sebelumnya dengan tema yang telah ditentukan.

Peserta yang telah dirias dibawa menuju halaman asrama I’dadiyah wilayah Al-Hasyimiyah untuk melaksanakan sesi selanjutnya, yakni catwalk. Pada sesi kali ini peserta menampilkan busananya kepada penonton dan dewan juri melewati karpet merah yang telah disiapkan panitia. Pada sesi inilah teriakan dukungan dan riuh tepuk tangan penonton menambah meriahnya suasana.

Tak hanya itu, pada sesi kedua ini peserta juga melakukan one minute speech dengan tema Indonesia. Disusul dengan presentasi busana beserta filosofi yang dimuat selama 4 menit dan sesi pertanyaan. Pada sesi pertanyaan pun peserta diuji dengan pertanyaan seputar kewarganegaraan yang telah disiapkan panitia dan satu pertanyaan dewan juri yang menuntut keterampilan berbahasa segaligus kecerdasan dan ketepatan dalam menjawab. Lomba berakhir pada pukul 17.30 WIB dan pemenang akan diumumkan pada upacara kemerdekaan tanggal 17 Agustus 2021.

(HUMAS NJ)

Menteri BUMN Kunjungi Pesantren Resmikan Gedung Klinik, Menyerahkan CSR dan Meninjau Sentra Vaksinasi

nuruljadid.net – (14/8/2021) Menteri BUMN Erick Thohir bersama Faisol Riza Ketua Komisi VI DPR RI mengunjungi Pondok Pesantren Nurul Jadid untuk meninjau sentra vaksinasi pertama di pondok pesantren. Dalam kunjungan tersebut, kedatangan Menteri BUMN disambut oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, Kiai Moh. Zuhri Zaini dan Kepala Pesantren, Kiai Abd. Hamid Wahid.

Kunjungan Menteri sekaligus dalam rangka penyerahan bantuan CSR dan Peresmian Gedung Rawat Inap Klinik-Azzainiyah Pondok Pesantren Nurul Jadid. Dalam penyerahan bantuan CSR, Pondok Pesantren Nurul Jadid menerima Sarana Prasarana Laboratorium Modern dari Dirut Utama BRI, Bapak Sunarso. Bantuan CSR Sarana Prasarana Laboratorium Modern diterima langsung oleh Direktur Klinik Az-Zainniyah, Ny. Hj. Khodijatul Qodriyah dan juga disaksikan langsung oleh Menteri BUMN, Erick Thohir. Dirut BRI saat menyerahkan CSR, menyampaikan bahwa dengan adanya bantuan Sarana Prasarana Laboratorium Modern utuk Klinik Pesantren, harapannya supaya kualitas kesehatan dan proses rawat santri bisa dilakukan secara mandiri dan lebih akurat lagi.

“Bantuan ini, semoga bisa menjadi penunjang Klinik Pesantren dalam melakukan rawat santri secara mandiri sehingga kualitas kesehatan santri juga bisa lebih terjamin lagi”, ujarnya.

Usai melakukan prosesi serah terima CSR dari Dirut BRI, Menteri BUMN juga meresmikan Gedung Rawat Inap Klinik Az-Zainniyah dengan menandatangani prasasti peresmian. Saat melakukan penandatangan tersebut, Erick Thohir sangat mengapresiasi dengan adanya fasilitas rawat inap yang dimiliki oleh pesantren.

“Ini fasilitas yang dimiliki pesantren, semoga bisa menjadi penunjang dalam memberikan pelayanan kepada santri yang menuntut ilmu di pesantren ini”, ucap Menteri BUMN tersebut.

Selanjutnya, usai prosesi seremonial penyambutan Menteri dan penyerahan CSR serta penandatanganan Peresmian Gedung Rawat Inap, Erick Thohir beserta rombongan dan didampingi oleh Kepala Pesantren serta Direktur Klinik Az-Zainniyah meninjau langsung Gedung Rawat Inap Klinik yang baru saja diresmikan dan dilanjutkan dengan kunjungan ke tempat sentra vaksinasi yang bertempat di halaman Kampus Universitas Nurul Jadid. Dalam kunjungan ke tempat sentra vaksinasi, Menteri BUMN tersebut menyapa ratusan santri dan masyarakat umum yang sedang menunggu untuk mendapatkan vaksin dari Nakes. Sentra vaksinasi ini akan berlangsung selama lima hari, yakni dari tanggal 14 sampai 18 Agustus 2021 terbuka untuk masyarakat umum. (NJ-AS)

Ketua Komisi VI DPR RI Galakkan Vaksinasi bersama Santri Nurul Jadid dan Masyarakat

nuruljadid.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid dengan ribuan santri senantiasa berupaya untuk terus mendukung program pemerintah di tengah pandemi COVID-19, salah satunya dengan menggalakkan program vaksinasi untuk santri dan masyarakat sekitar pesantren (18/4/2021). Kali ini bersama Ketua Komisi VI DPR RI, Faisol Riza, menggelar gerai vaksinasi bagi santri dan masyarakat yang bertempat di halaman Universitas Nurul Jadid (Unuja) Paiton, Kabupaten Probolinggo. Program ini merupakan bentuk konkrit Pondok Pesantren Nurul Jadid dalam meningkatkan layanan kesehatan kepada santri dan masyarakat sebagaimana Panca Kesadaran Santri ketiga yaitu Kesadaran Bermasyarakat.

Dalam sambutannya Faisol Riza menyampaikan ungkapan terimakasihnya kepada Pengasuh dan Kepala Pesantren yang telah berkenan memfasilitasi penyelenggaraan program vaksinisasi ini. “Terima kasih kepada KH. Moh. Zuhri Zaini dan KH. Abd. Hamid Wahid yang sudah membantu menyediakan tempat untuk vaksinasi ini dan tak lupa pula Direktur Utama Bank BRI, Bapak Sunarso yang juga turut memfasilitasi,” ujar Faisol dalam sambutannya.

Selaku Ketua Komisi VI DPR RI, Faisol Riza, turut serta membantu target-target yang dibebankan kepada pihak kepolisian di tengah pandemi COVID-19. Salah satunya adalah upaya menggalakkan vaksinasi bagi masyarakat. Giat vaksinasi ini dibuka untuk umum yang dihelat mulai 14-18 Agustus 2021.

Syarat yang perlu dibawa bagi masyarakat yang ingin divaksin adalah dengan membawa fotocopy KTP dan nomor HP. Menariknya dalam program vaksinasi gratis ini adalah setiap masyarakat yang telah divaksin di gerai tersebut mendapatkan uang transport dari Faisol Riza sebesar Rp. 100.000,- (Seratus ribu rupiah).

Pada hari pertama pos vaksinasi itu dibuka, mayoritas peserta yang datang adalah kalangan santri Pondok Pesantren Nurul Jadid. Mereka nampak antusias mengikuti vaksinasi tersebut. Pelaksanaan kegiatan vaksinasi ini menerapkan protokol kesehatan ketat dan tempat yang disediakan sangat luas sehingga dapat menghindari kerumunan yang rentan melanggar aturan physical distancing.

Kegiatan vaksinasi tersebut ditinjau langsung oleh Menteri BUMN (Badan Usaha Milik Negara), Erick Thohir. Erick menyebut kegiatan ini sangat memberikan dampak positif bagi masyarakat khususnya para santri Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Menurut Erick, dalam kurun waktu lima hari ke depan kemungkinan target vaksinasi mencapai 5.000 peserta karena rata-rata peserta yang divaksin per harinya adalah 1000 orang. Dengan demikian, giat ini bisa membantu percepatan vaksinasi di daerah.

Pada kesempatan lain Erick Tohir juga menyampaikan bahwa santri merupakan golongan yang sangat rentan dan perlu diperhatikan karena mereka merupakan penerus masa depan bangsa. “Mereka (santri) termasuk golongan yang sangat terdampak Covid-19. Giat vaksinasi ini sangat bermanfaat bagi mereka, terlebih lagi para santri, yang merupakan generasi penerus bangsa,” ucapnya.

Setelah kurang lebih satu setengah jam acara kunjungan digelar, rombongan Ketua Komisi VI DPR RI dan Menteri BUMN meninggalkan bumi Pondok Pesantren Nurul Jadid untuk melanjutkan ke lokasi yang lain.

 

(HUMAS NJ)

SK Hasil Placement Test 2021

nuruljadid.ne – menindak lanjuti  Placement Test tahun 2021 pada tanggal 7 – 8 Juli 2021, memutuskan SK Hasil Placement Test sebagaimana link berikut :

 

sk-hasil-placement-test

Lampiran Sk Hasil Placement Test.pdf

Dok. PP. Nurul Jadid

Sekitar 1500 Santri Padati Kajian Bedah Kitab A’malul Yaum

nuruljadid.net- Telah menjadi acara rutin setiap tahun bagi PK IPNU (Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama’) dan PK IPPNU (Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama’) mengadakan kajian bedah kitab A’malul Yaum.  Pada tahun ini , acara tersebut terlaksana pada Jum’at, (16/07/2021) di Aula II Pondok Pesantren Nurul Jadid. Penyaji kajian ini merupakan Wakil Kepala Pesantren Nurul Jadid, yaitu KH. Najiburrahman Wahid M.Ag.

Dimulai sejak pukul 08.00 WIB, kajian Bedah Kitab A’malul Yaum ini melingkupi 2 sesi. Sesi pertama berupa pematerian yang berakhir hingga pukul 11.00 WIB. Dilanjutkan sesi kedua yakni ba’da dhuhur berupa kegiatan audiovisual film yang diambil dari channel NU sendiri.

Tujuan pelaksanaan acara ini tidak lain adalah agar santri baru bisa paham apa isi dari kitab wirid tersebut, bukan hanya sekedar membaca tanpa paham maksud dari niat-niat dzikir tersebut. Sehubungan dengan hal tersebut, maka sasaran utama dari acara ini adalah santri baru 2021, yang baru saja bermukim  beberapa pekan lalu di Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Tak hanya santri baru, acara ini pun sangat mendapat apresiasi dari santri di Pondok Pesantren Nurul Jadid. Hal tersebut cukup terbukti dari membludaknya peserta yang hadir. “Peserta acara kali ini sangat di luar dugaan, awalnya kami hanya menampung kurang lebih 1.000 peserta untuk putri dan 400 peserta untuk putra, tetapi yang datang ternyata sekitar 1500 peserta”, tutur salah satu Panitia.

“Santri harusnya mempunyai pegangan yang diamalkan sehari-hari, untuk menjadi tameng bagi diri sendiri. Disamping itu, melengkapinya dengan perbanyak baca istighfar dan sholawat”, jelas KH. Najiburrahman diakhir acara.

Pewarta: Maria, Zahwa

Dokumentasi Humas Pesantren

Tingkatkan Pelayanan Selama PSB, FKS Turut Ambil Bagian

nuruljadid.net – (01/07/2021) Dalam menyambut Penerimaan Santri Baru (PSB) Pondok Pesantren Nurul Jadid (PPNJ) kian matang. Pasalnya, melalui Biro Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (PPM) menurunkan seluruh perwakilan anggota  Forum Komunikasi Santri (FKS) untuk andil selama PSB, yang berlangsung sejak tanggal 30 Juni hingga 06 Juli mendatang.

Partisipasi FKS yang merupakan organisasi kedaerahan bukan tanpa alasan. Sebab, mereka yang ditempatkan di lokasi sambang putera (Batra) tersebut merupakan salah satu wujud peningkatan pelayanan. Hal ini diungkapkan oleh salah satu anggota FKS Kabupaten Jember, Saudari Zahrotul Fikri Annabila.

Ia juga menjelaskan bahwa tugas mereka (anggota FKS) adalah mencatat nomor Hp dan mengantarkan wali santri sesuai daerahnya masing-masing. Ini dilakukan setelah santri baru  merampungkan rangkaian tes kesehatan sebelumnya, untuk kemudian melakukan verifikasi data yang bertempat di aula II PPNJ.

“Kita bertugas membantu dan mendampingi wali santri agar lebih kondusif dan terkontrol,” ucapnya kepada redaksi.

Dokumentasi Humas Pesantren

Dengan adanya pelayanan ini, diharapkan komunikasi antar santri lebih terjalin. Hal tersebut juga diungkapkan oleh Kepala Biro PPM, Bapak Rojabi Azharghony. Menurut beliau, adanya pelayanan dari FKS ini diharapkan mampu menjalin keakraban antar santri sesuai asal Kota masing-masing. Dan diharapkan pula para santri baru bisa berpartisipasi dalam kegiatan FKS.

“Hal tersebut untuk mengakrabkan dengan santri baru terkait program kedaerahan,” tutur beliau saat dihubungi melalui telegram.

FKS merupakan organisasi di bawah naungan biro PPM Pondok Pesantren Nurul Jadid dan dibentuk berdasarkan latar belakang kedaerahan. Biasanya, FKS melakukan serangkaian kegiatan di dalam pesantren maupun di daerahnya masing-masing sebagai wujud silaturahmi dan dakwah pesantren, santri dan masyarakat sekitar. (w24/Aozo)

BIAYA DAFTAR ULANG PP. NURUL JADID 2021

untuk Biaya Daftar Ulang santri baru  tahun ajaran 2021/2022, silahkan bisa di dowload pada link di bawah

BIAYA DAFTAR ULANG PP. NURUL JADID 2021

Lomba Dramatisasi Puisi Warnai Peringatan Hari Pahlawan di Nurul Jadid

nuruljadid.net- Momen Hari Pahlawan kali ini, Forum Komunikasi Osis (FKO) Pondok Pesantren Nurul Jadid turut membagi serangkaian kegiatan untuk santri Nurul Jadid. Hal ini  dilakukan melalui serangkaian kegiatan yang tentu menyenangkan seperti lomba dramatisasi, istighosah, dan seminar kebangsaan.

Pada kali ini, Senin (10/11/2020) Lomba Dramatisasi Puisi berlangsung. Sebanyak 7 lembaga sekolah turut menampilkan penampilkan terbaik dari mereka pada lomba yang bertempat di depan Musholla dalem timur (daltim) ini. Lomba ini dimulai pada pukul 21.00 WIB dan berakhir pada pukul 23.30 WIB.

Delegasi SMK Nurul Jadid saat tampil dalam lomba Dramatisasi Puisi

Untuk pengumuman lomba, akan dibacakan saat acara Seminar Kebangsaan yang akan dilaksanakan pada Jum’at (13/11/2020).

“Acara ini diselenggarakan, tak lain tujuannya adalah untuk mengingatkan para santri bahwa dibalik merdekanya Bangsa Indonesia saat ini, terdapat perjuangan yang luar biasa dari para pahlawan yang rela mati-matian membela negeri. Insyaallah besok (11/10/2020) akan disusul kegiatan pembacaan istighosah bersama untuk para pahlawan di astah Pondok Pesantren Nurul Jadid,” jelas Nurul Fadilah, peserta FKO dari MAN 1 Probolinggo.

Pewarta: Humairo, Dewi

Wali Santri Ungkap Program e-Bekal Santri Nurul Jadid Sangat Bagus

nuruljadid.net- Program e-Bekal sangat bagus untuk membantu wali santri. Baik berkait untuk mengontrol belanja pengeluaran putera-puterinya dan juga sebagai tempat menabung wali santri untuk uang kosmara dan uang belanja santri keseharian,” Hal ini disampaikan Ustadz Saad Samlan, Wali santri dari Sabili Fajri Naufal asal bondowoso.

Ia menambahkan, memang program ini agak menyulitkan bagi wali santri yang gagap teknologi karena program ini berbasis system. Namun hal itu sangat mudah diatasi dengan cara meminta bantuan pada petugas operator atau yang lainnya. Saya juga pernah membantu wali santri yang meminta bantuan tentang hal ini.

Ustadz Samlan melanjutkan, dengan adanya program e-Bekal santri ini belanja yang dikeluarkan oleh santri mudah terkontrol. Hanya saya berharap petugas yang menjadi operator system ini agar lebih maksimal memberikan pelayanan dan bantuan terutama bagi wali santri yang buta teknologi.

Mayoritas wali santri menyambut baik program e-Bekal ini,” Imbuhnya.

Pewarta   : Ibnu Abdillah

Ediror       : Ponirin Mika

Kepala Bidang Usaha; Program e-Bekal Santri Upaya Memberikan Pelayanan Prima Bagi Wali Santri

nuruljadid.net- Kepala Bidang Usaha Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo Ustadz Agus Fanani, M.Pd menyampaikan, program e-bekal santri upaya memberikan pelayanan prima bagi wali santri dan santri.

“ E-bekal yang diluncurkan oleh Pondok Pesantren Nurul Jadid sebagai langkah maju pesantren untuk memberikan pelayanan bagi wali santri dan santri,” Ungkap Ustadz Agus Fanani melalui telepon selulernya.

Ustadz Agus menambahkan, pada program e-bekal ini wali santri bisa mengontrol pengeluaran uang yang dibelanjakan oleh putera-puterinya setiap hari di Pesantren. Terkadang belanja yang dilakukan santri tidak terkontrol dan banyak wali santri yang mengeluh berkait hal itu.

Disamping itu wali santri bisa menyimpan uang untuk kebutuhan santri selanjutnya. Lebih dari itu wali santri bisa melakukan pembayaran melalui bank apapun tidak hanya satu bank,” Imbuhnya.

Masih kata Ustadz Agus, tentu karena ini program baru diluncurkan pasti ada kendala tehnis yang dialami terutama oleh operator system. Oleh karenanya, kami berharap support dari semua kalangan agar program ini berjalan maksimal.

Pewarta : Ibnu Abdillah
Editor : Ponirin Mika