Pos

Kartu E-Bekal NJ Sebagai Akses Pelayanan Santri di Pondok Pesantren Nurul Jadid

Nuruljadid.net- Aplikasi Mobile untuk mempermudah wali santri Pondok Pesantren Nurul Jadid dalam melakukan pembayaran kos makan santri, pengiriman bekal dan belanja harian santri, sehingga santri langsung dapat melakukan transaksi secara non-tunai di area Pondok Pesantren Nurul Jadid dengan menggunakan kartu e-Bekal yang dapat dipantau langsung oleh wali santri.

Kartu e-Bekal santri juga dapat digunakan sebagai akses pelayanan santri seperti presensi kegiatan, perizinan, layanan kesehatan dan lainnya.

berikut Panduan Manual Book Top Up e-bekal santri : panduan-top-up

Video Panduan Top Up : https://youtu.be/3VwK7zTGsHs

berikut Panduan Manual Book Bekal Santri :  manual-book-bekal-santri-nj

Video Panduan Aplikasi Bekal Santri NJ : https://youtu.be/FNj3llzz6jI

Video Panduan Cari NIUP : https://youtu.be/04GUKx8t8p4

Cari NIUP : https://nuruljadid.net/cari-niup/

Kitab Ibadatul Islam Jilid I (Sholat)

Silahkan download  kitab Ibadatul Islam Jilid I (Sholat) diampu langsung oleh KH. Moh. Zuhri Zaini pengasuh untuk pengajian selanjutnya melalui link dibawah ini :

https://drive.google.com/file/d/1qcf3ibO6lejBe8JD3lmioCh5hnmCYln7/view?usp=sharing

 

LMNJ Laksanakan Grand Opening Smart Program

nuruljadid.net- Lembaga Motivasi Nurul Jadid (LMNJ) adakan kegiatan Grand Opening, Senin pagi (20/20) bertempat di Wilayah An-nafiiyah Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo.

Dalam sambutannya, Ketua Lembaga Motivasi Nurul Jadid Dr. KH. Hefny Rozaq mengatakan, kegiatan ini menindaklanjuti keinginan kepala pesantren dengan dibentuknya lembaga ini.

Kiai Hefny melanjutkan, smart program LMNJ untuk memberikan pelayanan konsultasi kepada santri dan masyarakat. Juga untuk memberikan motivasi kepada santri dan pengabdi agar termotivasi dan semangat dalam melaksanakan pengabdiannya. Dan memberikan motivasi agar santri dan di dalam melaksanakan perintah agama. Tidak kalah pentingnya lembaga motivasi sebagai fungsi dakwah pesantren terhadap masyarakat.

Hadir pada kegiatan ini Kepala Pesantren KH. Abdul Hamid Wahid, Ketua LMNJ KH. Hefny Rozaq, Divisi Literasi LMNJ Dr. Ahmad Sahidah, Divisi Motivasi Ustadz Kholil Hasyim, Direktur Klinik Az-zainiyah Nyai Hj Khodijatul Qodriyah, Kepala Keamanan Ustadz Adiyatno, Kasubbag Humas dan Infokam Ponirin Mika, Pengurus Lembaga Motivasi Universitas Nurul Jadid, Kepala-kepala Wilayah dibawah naungan pesantren Nurul Jadid.

Pewarta : PM

Wisuda Tamhidiyah – I’dadiyah Mahad Aly

nuruljadid.net- Sebanyak 64 santri Tamhidiyah – I’dadiyah Pondok Pesantren Nurul Jadid resmi di wisuda pada hari Kamis Malam (9/07) malam ini. Acara yang berlangsung satu malam ini, ditutup dengan pengukuhan wisudawan-wisudawati di AULA Madrasah Aliyah Nurul Jadid (MANJ).

Acara wisuda merupakan acara rutin yang dilaksanakan setiap tahun. Tahun ini, ma’had aly Nurul Jadid sukses melaksanakan acara ini ke enam kalinya. Menurut Abdus Salam selaku ketua panitia mengatakan, diselenggarakannya wisuda ini memberikan apresiasi kepada para wisudawan dan wisudawati karena telah semangat terus berjuang mempelajari kitab selama satu tahun untuk menguji kemampuan peserta wisuda di khalayak umum apakah layak diluluskan untuk naik ke marhalah berikutnya”. Ungkap ketua panitia.

walau kegiatan ini diadakan waktu pandemi, seluruh undangan tanpa terkecuali wajib menggunakan masker serta tetap memperlakukan protokol pencegah covid-19 sebab diadakannya kegiatan ini pula program wajib di kalender ma’had aly nurul jadid, dan ini bagi kami seakan sebuah tuntutan terhadap walisantri karena sangat bersemangatnya wali santri untuk melihat putra-putrinya di wisuda, ini bisa dilihat dari bersikukuhnya walisantri untuk menghadiri acara ini, bahkan ada yang tetap ngotot memaksa datang ke pondok, meski dengan berat hati kami melarang masuk ke acara karena masih dalam masa pandemi meski sebenarnya sekarang sudah masuk pada masa new normal tapi tetap kami berusaha mengikuti peraturan pemerintah dan pondok pesantren nurul jadid, imbuh ketua panitia.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, acara wisuda ke 6 ini berbeda dengan tahun sebelumnya, tidak adanya walisantri yang turut menyaksikan prosesi pengukuhan putra-putrinya, Setiap mahasantri akan ditanyakan satu persatu terkait materi dan hafalan pelajaran yang telah dipelajari selama satu tahun, hingga masing masing wisudawan mendapat bagian pertanyaan dari setiap penguji.

Setelah itu dilanjut prosesi wisudawan yang mana merupakan acara puncak yaitu pengukuhan dan penobatan wisudawan terbaik dari masing masing program. Tak lupa, di sesi ini pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid turut hadir.

Pengurus MTs Nurul Jadid Laksanakan Doa Bersama

nuruljadid.net – Syukur adalah bentuk rasa terimakasih kepada Allah SWT. Dan syukur itu wajib dipanjatkan baik dalam kondisi apapun. Karena dengan bersyukur Allah akan menambah nikmatNya. Begitulah suasana yang terjadi di Aula balai pertemuan (Mahrom) Wilayah Az Zainiyah, Ahad pagi (28/06).

Pasalnya, pengurus pesantren bagian Pekerjaan Umum (PU) beserta Kepala Mts Nurul Jadid melakukan doa bersama berkait rencana pembangunan Gedung Mts Nurul Jadid.

Gedung Mts Nurul Jadid yang akan dibangun sebanyak 3 lantai ini diharapkan mampu untuk memenuhi kebutuhan para siswa Mts Nurul Jadid.

Acara doa bersama tersebut dilaksanakan pada pukul 10.00 WIB. Tampak hadir KH. Makki Maimun Wafi, Ustad Saifur Rizal Sekretaris biro umum, Ustadz Surono sahri Kepala Bidang Pekerjaan Umum, UstadzFauzan al-faroby Kepala Bidang Tata Ruang dan Cipta Karya, Ustadz Masduki Syahid Kepala MTs Nurul Jadid, Ustadz Khoirus Sholeh Waka Sarpra MTs Nurul Jadid dan segenap pengurus pesantren lainnya.

Rangkaian acara kegiatan tasyakkuran ini adalah pembacaan surat yasin dan tahlil ditutup dengan do’a.

Pewarta : Nuris

Editor : Ponirin Mika

Gugas Covid-19 Adakan Rapat Persiapan Kedatangan Wali Asuh

nuruljadid.net- Dalam rangka menyambut kedatangan santri Pondok Pesantren Nurul Jadid, Gugus tugas covid-19 gelar rapat persiapan, Ahad pagi (21/06) di Aula Mini Universitas Nurul Jadid.

Rapat ini bermaksud sebagai upaya persiapan lebih maksimal dalam menyambut kedatangan pengurus yang berperan sebagai wali asuh dan santri sejak 26 Juni -17 Agustus 2020. Hali ini diungkapkan oleh Ketua Gugus Tugas Ustadz Kholid Fauzi.

“Iya (rapat) ini untuk mempersiapkan segala kebutuhan sarana prasarana kedatangan wali asuh dan santri yang akan datang kembali ke pesantren,” Kata Ustadz Kholid.

Senada dengan ketua gugus, Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil menyampaikan harapannya agar persiapan lebih ditingkatkan melihat evaluasi kedatangan pengurus tahap I.

“Kita berharap segala bagian untuk mempersiapkan sesuai dengan tugasnya masing-masing. Agar penanganan kedatangan santri sesuai dengan standar kesehatan covid-19,” Tegas Ustadz Faizin

Rapat persiapan kali ini dihadiri pengurus wilayah putra dan putri, kepanitian gugus tugas covid-19 Pondok Pesantren Nurul Jadid.

 

Pewarta : PM

KH. Zuhri Zaini; Bapak Habibie itu Pekerja Keras dalam Belajar dan Mengabdi

Sebuah ‘Pelajaran’ dari Nurul Jadid

nuruljadid.net- SUNGGUH, Kiyai Zuhri – pengasuh Pesantren Nurul Jadid ini tidak hanya sedang membaca kitab Adābu Sulūkil Murīd, kitab tentang akhlak yang disusun oleh Al-Habib Abdullah bin Alawy al-Haddad. Pun tidak cuma sekedar menjelaskan isinya secara panjang lebar, disertai dengan contoh-contoh kasus kekinian yang sangat menginspirasi.

Ya. Tidak hanya itu. Coba, perhatikanlah, bagaimana pemandangan dan suasana pengajian khatmil kutub —yaitu tradisi ngaji kitab sampai khatam menjelang dan selama bulan Ramadhan— yang disiarkan secara live streaming melalui facebook dan channel youtube itu. Ya Allah… Kiyai Zuhri mengenakan masker, dan di mejanya terlihat ada hand sanitizer.

Lihatlah, betapa beliau memberikan teladan yang amat menawan, bagaimana seharusnya kita berikhtiar dan meningkatkan kewaspadaan secara maksimal agar bisa terhindar dari risiko penularan virus yang sedang mewabah. Seolah hendak membantah orang yang mengatakan, “Aku hanya takut kepada Allah, tidak takut pada corona!.”

Lihatlah, betapa beliau memberikan contoh yang amat indah tentang disiplin dan kepatuhan dalam melaksanakan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah. Ngaji dengan memakai alat pelindung diri. Lalu disiarkan secara live streaming agar santri yang sudah ‘dirumahkan’ tetap bisa mengaji. Begitupun masyarakat umum, termasuk saya dan sahabat-sahabat saya —para alumni.

Subhanallah. Kyai Zuhri mendidik para santrinya dengan teladan dan contoh konkrit. Sungguh ini sebuah pelajaran dari Nurul Jadid yang nilainya tiada terperi. Inilah salah satu hikmah dari musibah corona yang wajib kita syukuri.

 

* Penulis H Amin Said Husni, Pemerhati sosial keagamaan yang tinggal di Bondowoso

*)Tulisan Opini ini diambil dari timesindonesia.co.id

*) Publisher : Ponirin Mika

Cerita Seorang Gugas Covid-19, Saat Liburan Pesantren Tidak Pulang Kampung

nuruljadid.net- Menjalani rutinitas sebagai tim Gugus Tugas Pondok Pesantren Nurul Jadid, Saudara Isa tidak memutuskan pulang kampung saat liburan panjang Pesantren.

Padatnya kerja tim gugas pesantren untuk mencegah menyebarnya covid-19 di Pesantren dan lingkungan sekitar Pesantren menjadi alasan saudara Isa menghabiskan waktu libur di pesantren sebagai media pengabdiannya sebelum berhenti mondok.

Saat nuruljadid.net mewawancarai saudara Isa di Kantor Gugas Covid-19 PPNJ, Selasa siang (16/06). Isa mengatakan, saya memutuskan untuk tidak pulang kampung dan mau bertahan disini (pesantren) ingin membantu Pesantren dalam menangani tidak tersebarnya covid-19.

Saya sudah menelpon mama dan ayah bahwa saya tidak pulang liburan panjang kali ini. Ada kesan yang paling menarik bisa saya ambil setelah saya masuk tim Gugas Pesantren yaitu; saya bisa dekat dengan keluarga besar Pesantren Nurul Jadid dan bisa menjadi pejuang kemanusiaan,” Kata Isa.

Siswa kelas akhir SMA Nurul Jadid ini melanjutkan, saya banyak diajari untuk menjadi seorang pengabdi tanpa batas oleh Direktur Klinik Az-zainiyah Nyai.Hj Khodijatul Qodriyah.

Beliau selalu memberikan arahan dan motivasi tinggi pada saya sehingga saya merasa nyaman menjadi bagian dari tim Gugas Pesantren.

Ada pengalaman yang sangat berharga saya dapatkan pada saat memberikan pelayanan bagi masyarakat sekitar Pesantren. Melihat pelayanan kami yang optimal terkait protokol kesehatan covid-19, masyarakat merasa bahagia dan gembira.

Sebagian masyarakat memberi kue ke kami,” Imbuh Isa dengan terkekeh

Sebelum saya keluar dari Pesantren ini, Saya akan memberikan yang terbaik untuk Pesantren. Karena bagi saya, kebahagiaan di Pesantren bisa saya rasakan apabila Pesantren memberi kesempatan mengabdi pada saya,” Lanjutnya.

Saat ditanya apa tidak merasa rugi tidak pulang kampung saat liburan panjang Pesantren. Isa menjawab dengan singkat, Ngapain rugi, justru saya disini saat liburan Pesantren mendapatkan pengalaman yang jauh lebih penting ketimbang menghabiskan waktu dirumah. Apalagi dirumah tidak bisa kemana-mana juga,” Tegasnya.

Saya bersyukur sekali diberi kesempatan menjadi bagian pejuang kemanusiaan. Meskipun menjadi relawan menghadapi mewabahnya pandemi covid-19, banyak orang yang takut. Tapi kami dari tim Gugas PPNJ telah dibekali do’a dan obat agar terhindar dari virus mematikan,” Ujar isa sambil tertawa.

Pemuda kalem ini mengakhiri pernyataannya dengan sebuah kalimat yang menarik. Mumpung kita ada di Pesantren berikan yang terbaik untuk Pesantren, disitulah barokah akan di dapat,” Katanya.

Selamat berjuang saudara Isa.

 

Pewarta : PM

Video Protokol Kesehatan Covid-19 Nurul Jadid, Hipnotis Para Pengunjung

nuruljadid.net- Pemutaran video protokol kesehatan covid-19 Pondok Pesantren Nurul Jadid dilakukan saat acara silaturrahmi Kapolres Probolinggo bersama rombongan ke Pesantren Nurul Jadid, Selasa pagi (10/06) di ruang Aula Mini Universitas Nurul Jadid.

Pemutaran video protokol kesehatan covid-19 menjadi salah satu rangkaian acara seremonial pada kunjungan tersebut.

Intel Polres Bapak Maryono memberikan apresiasi atas pembuatan video protokol kesehatan yang dibuat oleh Pesantren Nurul Jadid.

“Tidak ada kata yang pantas saya ucapkan selain kata ” Nurul Jadid luar biasa”. Nurul Jadid menjadi pesantren terdepan dan sangat bagus dalam membuat protokol kesehatan covid-19 dilengkapi dengan videonya,” Katanya.

Para peserta kunjungan yang ada diruangan serius menyaksikan pemutaran video tersebut. Sesekali anggukan kepala dilakukan oleh Kapolres Probolinggo Bapak AKBP Ferdy Irawan saat menonton pemutaran video protokol kesehatan.

Kami merasa senang dan bangga sekali melihat video itu. Dan rasanya Pesantren Nurul Jadid merupakan pesantren yang pertama membuat video protokol kesehatan covid-19,” Ujar salah satu peserta rombongan yang tidak mau disebutkan namanya.

Dengan adanya video ini, besar harapan kami agar semua warga pesantren bisa mengikuti protokol kesehatan covid-19 yang telah dibuat,” Kata Ketua Gugas Covid-19 Ustadz Abdul Kholid Fauzi.

Itu (video) merupakan salah satu cara dalam mensosialisasikan protokol kesehatan covid-19 yang diterapkan oleh pesantren Nurul Jadid. Dengan adanya video ini masyarakat bisa langsung menyaksikan bahwa Pesantren Nurul Jadid benar-benar telah mempersiapkan protokol kesehatan dalam menyambut kedatangan santri,” Tegas Ponirin Mika Kasubbag Humas Pesantren Nurul Jadid.

Saya bangga melihat pesantren Nurul Jadid yang sangat siap menyambut kedatangan santrinya dengan protokol yang begitu lengkap dan sistematis,” Tegas Anggota Polres yang enggan menyebutkan namanya.

Pewarta : PM

Kepala Kamtib; Bersama Kita Cegah Penyebaran Covid-19

nuruljadid.net- Penanganan dalam menanggulangi menyebarnya covid-19 perlu dilakukan oleh semua pihak. Pondok Pesantren tengah melakukan hal tersebut. Hal ini diungkapkan oleh Ustadz Adiyatno Kepala Keamanan Pesantren Nurul Jadid, Selasa pagi (16/06).

Adiyatno melanjutkan, Pesantren telah siap menghadapi situasi pandemi covid-19 saat ini, tentu dengan mempersiapkan semua protokol kesehatan covid-19 yang dianjurkan oleh pemerintah dan tim medis.

Disamping itu kerjasama dalam penjagaan pintu masuk pesantren sangat ketat diakukan. Dalam penjagaan kita melibatkan semua unsur terkait mulai dari pengurus keamanan, pengurus pesantren dan gugus tugas,” Imbuhnya.

Kami akan terus melakukan penjagaan di pintu masuk pesantren sampai kondisi benar benar stabil.

Alhamdulillah, Gugas PPNJ telah melakukan sosialisasi secara intens baik secara langsung maupun melalui banner yang dibuat. Itu semua sangat membantu dalam memberikan pemahaman berkait protokol kesehatan covid-19. Contohnya banner yang terpasang di portal pos I,” Kata Ustadz Dayat.

 

 

Pewarta : PM

Kapolres Probolinggo; Nurul Jadid Sebagai Role Model Pesantren

nuruljadid.net- Setelah kami memasuki area Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, kami melihat protokol kesehatan covid-19 telah diterapkan sesuai dengan ketentuan-ketentuan kesehatan covid-19 yang ada. Hal ini disampaikan oleh Kapolres Probolinggo Bapak AKBP Ferdy Irawan saat memberi sambutan pada acara silaturrahim Kapolres Probolinggo bersama rombongan di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Selasa pagi (16/06) bertempat di ruang Aula Mini Universitas Nurul Jadid (UNUJA)

Ferdy Irawan menambahkan, semangat kami hadir ke Pesantren Nurul Jadid sebagai tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang kita lakukan bersama seluruh pesantren se-Kabupaten Probolinggo.

Masih kata Ferdy, ditunjuknya Pesantren Nurul Jadid sebagai pesantren tangguh karena kami melihat Pesantren Nurul Jadid sangat siap menyambut kedatangan santri dengan protokol kesehatan covid-19.

Pesantren Nurul Jadid menjadi role model bagi pesantren- pesantren yang ada khususnya Pesantren di Kabupaten Probolinggo. Harapan kami protokol yang dibuat oleh pesantren benar-benar dilaksanakan sebaik-baiknya,” Imbuhnya.

Hadir pada acara silaturrahmi tersebut, Pengasuh PPNJ KH. Moh. Zuhri Zaini, Wakil Kepala Pesantren KH. Najiburrahman Wahid, Sekretaris Pesantren Ustadz H. Faizin Syamwil, Direktur Klinik Az-Zainiyah Nyai Hj. Khodijatul Qodriyah, Wakil Sekretaris Ning Muthmainnah Waqid, Ketua Gugus Tugas PPNJ Ustadz Abdul Kholid Fauzi, Kabag Humpro Ustadz Ernawiyadi, Kapolres Probolinggo AKBP Bapak Ferdy Irawan bersama rombongan, Kapolsek Paiton Bapak Nur Choiri Rozak, SH bersama rombongan.

 

Pewarta : PM

Terapkan Protokol Kesehatan di Kegiatan Perdana

nuruljadid.net- Kegiatan perdana tarbiyah watta’lim putri dilaksanakan mulai Ahad pagi (14/06) bertempat di Musalla Az-zainiyah Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Kabid Tarbiyah Watta’lim Putri Ning Mamnuhaturrahmah menuturkan, Kegiatan perdana ini dilaksanakan dengan mengikuti protokol kesehatan, seperti memakai masker dan jaga jarak (physical distancing).

Ning Mam (sapaan akrabnya) menambahkan, kegiatan tersebut dimulai sejak hari ahad pagi setelah santri yang berstatus pengurus itu melaksanakan senam pagi.

Menurutnya, materi yang diberikan pada kegiatan itu seputar penguatan tentang darah wanita yang dibina oleh Ny. Hj. Hanunah Nafi’iyah, M.Pd  bergantian dengan Dr. K. Imdad Robbani yang mengampu kitab Muntholaqot Fie Bina-i Dzawaati Al-Daaiyat karangan Habib Umar bin Hafidz pada pagi hari pukul 09 : 00 WIB sampai selesai.

Selanjutnya, Pengajian kitab Qudwatul Hasanah diampu oleh KH. Moh. Zuhri Zaini secara paralel dari Masjid Jami’ Nurul Jadid ke Musalla- musalla wilayah putri pada  pukul 15.30 WIB -16.30 WIB,” Ujarnya.

Disamping itu, Kegiatan olah batin yang diberi nama gerakan batin (Gerbat) sekaligus kegiatan sharing Pengurus pada pukul 20 : 00 WIB di wilayah atau asrama masing-masing pengurus,” Sambungnya.

 

Pewarta : PM

Pemprov Jatim Sumbang APD Ke Pesantren Nurul Jadid

nuruljadid.net- Untuk mendeteksi seluruh santri apakah mereka reaktif atau non reaktif covid-19, Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo melakukan rapid test. Rapid test ini dilaksanakan pada saat santri kembali ke Pesantren setelah mereka berlibur panjang. Kurang lebih 3 bulan liburan yang diberikan kepada santri, berbeda dengan liburan Pesantren tahun sebelumnya.

Ketua Gugas PPNJ Ustadz Abdul Kholid mengatakan, rapid test ini bagian dari salah satu langkah untuk mengskrining santri yang kembali ke Pesantren. Kali ini pengurus pesantren yang lebih di dahulukan kembali ke Pesantren dan di rapid test, setelah itu santri secara umum yang akan dilaksanakan secara bertahap mulai dari tanggal 10 Juli sampai 17 Agustus 2020.

Upaya maksimal dilakukan oleh Pengurus Pesantren Nurul Jadid berkait akan dikembalikannya santri dengan bentuk koordinasi bersama instansi terkait, seperti berkoordinasi dengan Pemda Kabupaten Probolinggo, Polres Probiolinggo, RMI, ISNU Jatim, Pengurus P4NJ, Para dokter.  Seluruh instansi menyambut baik usaha yang dilakukan oleh Pesantren Nurul Jadid.

Bahkan Gugas Kabupaten Probolinggo memberikan apresiasi terhadap protokol kesehatan yang dibuat oleh Pesantren Nurul Jadid.

“Protokol kesehatan covid-19 yang dibuat oleh Pesantren Nurul Jadid sangat bagus. Sudah memenuhi standar umum protokol kesehatan dan bahkan sangat rinci sekali. Pesantren yang lain bisa mencontoh protokol yang telah dibuat oleh Pesantren Nurul Jadid. Insya Allah akan dikirim ke beberapa Pesantren di Probolinggo, supaya dapat mencontohnya,” Tutur Bapak Fathorrazi, Bagian Sosialisasi dan Komunikasi Gugas Kabupaten Probolinggo.

Melihat keseriusan Pesantren Nurul Jadid dalam memberikan pelayanan maksimal pada santri yang akan kembali ke Pesantren agar terbebas dari covid-19, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan bantuan Alat Pelindung diri (APD), Kamis pagi (11/06) penyerahan dilakukan di ruang rapid test, yaitu Gedung Universitas Nurul Jadid (UNUJA).

dr. Durratun Nafisah Shofwan perwakilan Pemerintah Provensi menyampaikan, dengan sumbangan ini, berharap Pesantren Nurul Jadid terus maju menjadi Pesantren tangguh dan siap menghadapi new normal.

“Sumbangan Pemprov berupa baju hazmat 6 pcs, sepatu boot6 buah, kacamata goggle 6 pcs, face shield 7 pcs,” Ucap dr. Choky melalui pesan WA.

Terkait sumbangan Pemprov ini, Direktur Klinik Az-zainiyah sekaligus Penanggung Jawab Gugas Covid-19 Ny. HJ. Khodijatul Qodriyah menuturkan, sumbangan APD dari pemprov atau sumbangan-sumbangan lain dari berbagai pihak baik berupa tenaga / SDM, sarpras dan lain-lain, Tentu menjadi sumbangsih bagi pesantren agar semakin maksimal memberikan pelayanan ke santri/ pengurus yang kembali ke Pesantren. Semoga upaya-upaya sinergi ini semakin memperkokoh kita sebagai pesantren tangguh yang siap dengan situasi ” berdamai” mencegah dini dari tertularnya virus corona yang masih merebak.

 

Pewarta : PM

Ning Iah; Rapid Test Berjalan Lancar

nuruljadid.net- Pelaksanaan rapid test perdana di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo berjalan lancar. Dengan pelayanan kurang lebih 700 santri yang berstatus pengurus baik putra maupun putri yang dilaksanakan selama 2 hari. Ungkapan ini disampaikan oleh Direktur Klinik Az-Zainiyah sekaligus Penanggung Jawab Gugas Covid-19 PPNJ Nyai Hj. Khodijatul Qodriyah.

Istri Kiai Hamid, Kepala Pesantren Nurul Jadid ini menambahkan, semoga ikhtiar manusia ini bisa turut membantu dan memfilter para pengurus yang datang di gelombang I ini, sehingga pesantren bisa mengambil langkah berikut dengan melockdown mereka di dalam pesantren setelah mereka dipastikan non reaktif (NR). Mereka akan di karantina 14 hari dengan pantauan ketat khususnya berkait kesehatan mereka mulai pagi hari sampai sore hari oleh tim Gugas hingga pengembalian santri gelombang ke II datang.

Masih kata Ning Iah (sapaan familiar beliau), terima kasih kerjasama dan perhatian semua pihak, semoga Allah melindungi para keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Jadid, para pengabdi, pengurus, santri.

Ungkapan ning iah direspon dengan baik oleh seluruh tim yang ikut terlibat dalam proses rapid test. Mereka membalasnya dengan kalimat “amin”.

 

Pewarta : PM

Pengurus Putra Rela Antri Untuk Dapatkan Rapid Test

nuruljadid.net- Kami rela antri sejak dari pagi untuk melakukan rapid test. Sebab, rapid test ini sangat kami butuhkan pada situasi sekarang ini. Kalimat tersebut diungkapkan oleh Ustadz Qomaruddin, Pengurus Pesantren Putra yang berasal dari Gending, Probolinggo saat duduk di kursi antrian menunggu gilirannya untuk di rapid test.

Ustad Udin sapaan akrab Qomaruddin melanjutkan, Alhamdulillah di Pesantren Nurul Jadid rapid test ini digratiskan. Padahal diluar sana, untuk melakukan rapid test butuh biaya kisaran 350, 450 hingga 500 ribu rupiah. Kami sangat berterima kasih kepada Pesantren Nurul Jadid.

Ini merupakan hari ke II Pesantren melakukan rapid test bagi pengurus Pesantren. Hari pertama, rabu (10/06) pagi, untuk Pengurus putri dan saat ini untuk Pengurus putra. Untuk pengurus putra pagi ini, Kamis (11/06), insya Allah kurang lebih 200 pengurus yang akan menjalani rapid test” Tegas Ustadz Fathollatif Kabid Wilayah Biro Kepesantrenan PPNJ.

Masih kata Ustadz Fathol, Kami bersyukur Pengurus putra banyak yang kembali ke Pesantren pagi ini, sampai siang nanti pengurus putra akan terus berdatangan.

 

 

Pewarta : PM