Pos

Shalat Jum’at di Nurul Jadid Terapkan Phisycal Distancing

nuruljadid.net- Ditengah covid-19 ini,  Pondok Pesantren Nurul Jadid menerapkan phisycal distancing saat pelaksanaan shalat jum’at tadi (10/04). Pemberitahuan agar menjaga jarak 1 meter antar jama’ah disampaikan oleh Satgas Covid-19 setelah pembacaan khutbah kedua di Masjid Jami’ Nurul Jadid.

Ustadz Muslehuddin Jauhari Pengurus Pesantren Nurul Jadid mengatakan, Jamaah shalat jum’at diikuti oleh santri dan masyarakat. Jadi perlu adanya penerapan phisycal distancing.

“ Yang melaksanakan shalat jum’at itu bukan hanya santri melainkan juga masyarakat. Oleh karena itu, psycal distancing yang diterapkan oleh Satgas Covid-19 PPNJ sangat tepat dan itu sebuah keharusan,” Kata Ustadz Musleh.

Ustadz Musleh menambahkan, beberapa pelaksanaan shalat jum’at tidak melakukannya. Jadi sebagian masyarakat resah.

Psycal distancing merupakan salah satu cara untuk dilakukan karena dengan ini penyebaran virus corona atau dikenal dengan covid-19 bisa diantisipasi.

Ustadz Kholid Ketua Satgas Covid-19 menyampaikan, sebenarnya upaya-upaya pencegahan covid-19 banyak salah satunya physical distancing.

“Berkumpul dengan orang banyak perlu menerapkan kewaspadaan. Termasuk dalam pelaksanaan shalat jum’at. Kami menerapkannya sebagai langkah medis agar bisa mencegah menularnya virus yang dimaksud, dan sesuai pula dengan arahan pemerintah dan PBNU,” Ujar Ustadz Kholid.

disamping itu, kami melakukan cek suhu pada jama’ah shalat jum’at di pintu masuk Pos I,” Imbuhnya.

 

Pewarta : PM

Khotmil Kutub Ramadhan 1441 H

Silahkan download  kitab yang dibaca pada bulan ramadhan 1441 H oleh masyayikh di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, melalui link dibawah ini :

Kitab Adabu Suliki Al amurid : kitab-aadab-solok-almoreedKitan

Kitab Al qudwatul hasanah karangan Prof. Sayyid Alwi Al-Maliki : al-qudwa-tul-hasana-by-Prof. Sayyid Alwi Al-Maliki Al-Hasani

Kitab

قل-هذه-سبيلي

 

Waspada! Penipuan Mengatasnamakan Pesantren Nurul Jadid

nurulajadid.net- Beredarnya Akun dan Fanspage tentang permintaan bantuan dana yang mengatasnamakan Pondok Pesantren Nurul Jadid sangat meresahkan masyarakat terutama alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo.

Bermula dari banyaknya pertanyaan datang dari alumni Nurul Jadid berkait kevalidan informasi yang beredar, Sekretaris Pondok Pesantren Nurul Jadid Ustadz H. Faizin Syamwil mengambil langkah cepat untuk berkoordinasi dengan pihak terkait.

“Kita sudah berkoordinasi dengan aparat desa karanganyar, tenyata dia (penipu) membuat alamat dan rekayasa KTP palsu. Untuk itu Pondok Pesantren Nurul Jadid melakukan beberapa langkah-langkah, mulai dari mengklarifikasi melalui surat edaran resmi Pesantren dan juga akan melaporkan kepada pihak berwajib,” Kata H. Faizin

Dengan kejadian ini, seluruh Pembantu Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid (P4NJ) ikut andil melakukan klarifikasi atas akun dan fanspage yang tidak bertanggung jawab tersebut.

Kami berharap jika ada penipuan model seperti ini untuk diabaikan,” Ucap Ustadz Ernawiyadi Munsy Kabag Humpro Pondok Pesantren Nurul Jadid. 

Dengan adanya surat edaran resmi dari Pesantren Nurul Jadid, semoga masyarakat tidak resah lagi,” sambungnya.

 

 

Pewarta : PM

Camat Maron Ikut Menyambut Kedatangan Santri Nurul Jadid

nuruljadid.net- Setelah mendapat pengarahan berkait penanggulangan penyebaran corona virus (Covid-19) dari ketua tim Satgas Covid-19 Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, Selasa pagi (31/03) di Masjid Jami’, Santri Nurul Jadid yang berasal dari Gending, Probolinggo mendapatkan pengarahan juga dari Camat Maron tiba di daerah Gending, Rabu siang (01/04) di lapangan Maron.

Camat Maron Bapak Imam Syafi’i dalam pengarahannya mengajak kepada seluruh santri agar supaya mengikuti prosedur yang ditetapkan oleh dokter dan pemerintah dalam menanggulangi penyebaran virus corona.

“Kepada semua santri supaya mengikuti prosedur mencegahnya penyebaran covid-19 dengan mencuci tangan, social distancing, psycal distancing, diam dirumah, kalau sakit segera ke dokter, tetap tenang, usaha batiniyah dengan memperbanyak do’a dan dzikir kepada Allah, baca alqur’an selama diam dirumah dan tetap belajar dengan baik,” Ucap Bapak Imam Syafi’i.

Saat memberikan pengarahan, camat maron (bapak imam syafi’i) didampingi danramil dan polsek setempat. dan beliau semua ikut menyambut kedatangan santri dari Pesantren Nurul Jadid,” Kata Bapak Ali Wafa Pengurus P4NJ daerah Gending.

Selanjutnya, Ketua P4NJ Kabupaten Probolinggo, H. Sa’dun mengingatkan agar santri selalu taat terhadap apa yang disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Moh. Zuhri Zaini melalui tausyiah-tausyiahnya.

“Santri harus mengikuti tausyiah pengasuh dengan penuh ketaatan, patuh kepada orang tua dan harus menjaga kesehatan,” Tegas H. Sa’dun di dampingi pengurus P4NJ setempat.

 

Pewarta : PM

P4NJ Bali Bekerjasama Dengan Polsek Gilimanuk Menyambut Kepulangan Santri

nuruljadid.net- Pemulangan santri Pondok Pesantren Nurul Jadid berasal dari bali berjalan dengan baik, tadi tiba di pelabuhan Gilimanuk sekitar pukul 15. 30 WITA. Alhamdulillah santri yang baru di pulangkan dalam kondisi sehat tidak ada kendala dalam prosedur perjalanan menuju kerumah masing-masing dari beberapa kota dankabupaten di provensi bali. Hal ini diungkapkan oleh Ustadz Haris Ketua P4NJ Bali saat dihubungi melalui telepon selurelnya.

Ustadz Haris melanjutkan, kami Pembantu Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid (P4NJ) melakukan koordinasi dengan polsek gilimanukterkait pengamanan merebaknya corona virus covid-19 yang saat ini lagi viral. Kami bersyukur sekali karenadari pihak kepolisian (polsek) menerima dengan baik. Kami melakukan seperti ini sesuai dengan mekanisme dan prosedur  terkait himbauan gubenur bali tentang keharusan melibatkan instansi terkait.

Pondok Pesantren Nurul Jadid memberikan ijin pulang rombongan santri berasal dari bali, Ahad pagi (29/03). Sebelum berangkat ada penyemprotan disinfektan oleh satgas covid-19 PPNJ terutama bus yang ditumpanginya.

Ini dilakukan agar bisa aman dari penyebaran virus corona atau minimal menghambat penularan,” Ujar Ustadz Abdul Kholid Ketua Satgas Covid-19 Pondok Pesantren Nurul Jadid.

 

 

Pewarta : PM

Cegah Wabah Covid-19,  Satgas NJ Sosialisasikan Hingga Ke Pelosok Desa

nuruljadid.net- Setelah mengadakan sosialisasi pencegahan penyebaran wabah covid-19, di tiga Masjid Desa Karanganyar, Paiton Probolinggo. Personel satgas covid-19 Pondok Pesantren Nurul Jadid kembali mensosialisasikan himbauan, anjuran dan cara penanganan penyebaran corona virus tersebut kepada masyarakat di Masjid Randu Tatah, Jum’at siang (27/03).

Personel satgas covid-19 menyampaikan, agar masyarakat selalu menjaga kesehatan dan kebersihan, serta mewaspadahi kalau ada warga yang datang dari daerah lain.

Pentingnya sosialisasi seperti ini kepada masyarakat, supaya masyarakat memiliki pengetahuan terkait bagaimana caranya mencegah penyebaran corona virus atau dikenal dengan covid-19,” Ujar Ustadz Sulaiman Makki, Koordinator Pemuda Randu Tatah.

Kami sangat berterima kasih kepada Pondok Pesantren Nurul Jadid yang sangat peduli terhadap masyarakat randu tatah. Ini sangat berharga dan penting sekali,” Sambungnya.

 

 

Pewarta       : Ibnu Abdullah

Editor         : Ponirin Mika

Galeri Foto: Wisuda Mutaalim, Pelantikan, dan Lepas Pisah Pengurus Pembinaan Alqur’an Musholla Raudlatul Qur’an

Galeri Foto: Dialog Direktur bersama Peserta Didik dan Pengurus Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA)

Galeri Foto: Pembukaan Pekan Santri & Sosialisasi Pencegahan Penyebaran Covid-19

Pesan Santri Kepada Orang Tua di Tengah Wabah Virus Corona

nuruljadid.net- Wabah  virus corona (covid-19) yang menyebar di lebih dari 20 negara dunia termasuk Indonesia membuat pemerintah menerapkan beberapa kebijakan untuk pencegahan. Beberapa himbauan guna mencegah penyebaran Covid-19 di antaranya yakni work from home hingga social distancing.

work from home atau yang sering disebut dengan WFH adalah istilah yang belakangan jadi perbincangan karena disarankan pemerintah sebagai taktik untuk mencegah penyebaran virus corona semakin luas. Sementara itu, social distancing merupakan upaya menjaga jarak antara satu orang dengan orang lain dengan berdiam atau melakukan aktivitas di rumah.

Beberapa netizen pun membuat membuat pesan meme seiring dengan himbauan pemerintah agar masyarakatnya melakukan aktivitas di rumah dan menjaga jarak dengan orang lain demi mencegah penyebaran Covid-19.

Santri Pondok Pesantren pun membuat pesan meme kepada orang tuanya seperti gambar dibawah ini:

Pesan ini disampaikan oleh mereka, karena masih ada sebagian dari walisantri menghawatirkan dan gelisah keberadaan anaknya yang bermukim di Pesantren.

“Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo telah melakukan upaya pengawasan yang ketat dan pencegahan terhadap menularnya covid-19 dengan membentuk Satgas Covid-19 terdiri dari Dokter, Perawat klinik Az-zainiyah, Pengurus Pesantren dan Keamanan,” Ungkap Kabag Humpro Ustadz Ernawiyadi

Dengan menutup akses masuk pesantren pada tamu maupun wali santri yang hendak menemui putra-putrinya. Kecuali sebagian orang yang mendapat rekomendasi masuk dengan tetap mengikuti protap yang ditetapkan. Ini bagian dari salah satu cara agar tidak terjadi penularan covid-19,” Tegas Ponirin Mika Humas Pondok Pesantren Nurul Jadid.

 

 

Pewarta : Ibnu Abdullah

Editor     : Ponirin Mika

Galeri Foto: Pemasangan Granit Lantai di Teras Masjid Jami’ Nurul Jadid

Galeri Foto: Senam Pagi Bersama oleh Bidang Koordinasi Olahraga dan Seni Santri (BKOSS)

Satgas Covid 19, Terapkan Social Distancing di Acara Haul Masyayikh

nuruljadid.net- Social distancing merupakan sebuah cara yang direkomendasikan oleh ahli kesehatan masyarakat untuk memperlambat penyebaran penyakit yang ditularkan dari orang ke orang. Cara ini mengharuskan orang untuk menjaga jarak satu sama lain sehingga virus – atau patogen apapun – tidak dapat menyebar dari satu orang ke orang lain.

Pada haul masyayikh dan doa bersama yang dilakukan oleh Pondok Pesantren Nurul Jadid, Ahad pagi (22/03), Pengurus Pesantren bersama Tim satgas covid 19 menerapkan sosial distancing pada seluruh peserta haul masyayikh.

“Menjaga jarak antara sesama peserta haul masyayikh, salah satu upaya untuk mencegah menularnya covid 19. Kita mempraktikkan social distancing itu bagian dari ikhtiar,” Hal itu diungkapkan Ustadz Ernawiyadi, Selaku Ketua SC Haul Masyayikh selepas acara haul masyayikh kemarin.

Tidak hanya itu, tadi ada sosialisasi pencegahan covid 19 yang disampaikan oleh tim satgas bentukan Pesantren kepada seluruh peserta haul. Ini dimaksudkan biar semua peserta haul masyayikh memiliki pengetahuan terkait penanggulangan covid 19 yang marak saat ini,” Lanjutnya.

Pewarta : PM

Galeri Foto: Doa Bersama dan Tausiyah Pengasuh dalam rangka Haul Masyayikh ke 71

KH. Moh. Zuhri Zaini; Dalam Keprihatinan ini, kita perlu Memperkuat Sambungan kepada Allah SWT

nuruljadid.net – “Jadi kita sekarang ini memang sedang prihatin, maka dalam keprihatinan ini kita perlu memperkuat sambungan kita pada Allah Swt, keyakinan dan tawakkal kita pada Allah Swt, dengan tetap tidak mengurangi ikhtiar, dengan memperbanyak dzikir, perbanyak amal-amal ibadah, baik ibadah ritual seperti sholat baca qur’an dan lain sebagainya. Termasuk tetap belajar dan tetap ibadah-ibadah sosial barangkali tentu yang tidak mengandung resiko”.

Hal itu didawuhkan oleh Pengasuh PP. Nurul Jadid, KH. Moh Zuhri Zaini pada acara Do’a Bersama dan Tausiyah Pengasuh dalam rangka Haul Masyayikh PP. Nurul Jadid ke 71. Ahad Pagi (22/03/2020).

Selain itu, beliau turut merasa senang karena tetap bisa melaksanakan kegiatan tahunan PP. Nurul Jadid itu dengan sehat dan selamat.

“Haul masyayikh ini merupakan dalam rangka rasa syukur kita, selain syukur atas tetap eksisnya pesantren ini, syukur kepada jasa-jasa para muassis dan para masyayikh lebih-lebih kita masih diberi kesehatan dan keselamatan oleh Allah Swt sekalipun kita melaksanakan kegiatan ini dalam keadaan keprihatinan. Dalam keadaan seperti ini tentunya kita lebih memperkuat keyakinan dan keimanan kita pada Allah Swt. Apalagi pas ini momennya pelaksanaan peringatan ini tentunya do’a pada tanggal 20 rajab terjadinya isra’mi’raj yang merupakan saat itu, disebut tahun keprihatinan,” tutur beliau dengan ramah lembut.

Beliau menjelaskan, untuk tetap tenang didalam marak wabahnya virus corona, karena keyakinan bahwa semua yang berkuasa adalah Allah Swt. Dan dengan tenang dapat meningkatkan imunitas mental dan batin.

“Ketika Nabi Muhammad Saw mengalami keprihatinan dalam perjalanan dakwah beliau, dimana 2 penolong sekalipun penolongnya itu istri dan paman beliau, nabi begitu prihatin, begitu sedih sehingga beliau mencari bantuan ke dhaif dan ternyata disana orang mekkah mendahului nabi. Dan orang mekkah itu memprovokasi orang dhaif. Ketika nabi sampai di dhoif beliau bukan disambut dengan sambutan yang kehormatan tapi pemuda – pemuda dhoif melempari nabi dengan batu sehingga beliau berdarah – berdarah. Maka lalu Allah Swt memperlihatkan kekuasaannya dengan panggilan beliau untuk menghadap kepadanya melalui isra’ mi’raj. barang kali ini adalah keprihatinan kita dan ini juga merupakan bukti nyata kekuasan Allah Swt jadi kita dengan ikhtiar dengan kemampuan teknologi dan sebagainya jika Allah Swt menghendaki lain. Maka semuanya akan menjadi lumpuh,” tutur beliau.

“Tentu seperti yang disampaikan oleh kepala pesantren bahwa keyakinan kita kepada Allah Swt, ketawakkalan kita kepada Allah Swt bukan berarti menghilangkan ikhtiar, artinya tawakkal itu adalah kita mengandalkan Allah Swt tidak mengandalkan ikhtiar kita, tapi kita tetap ikhtiar. Satu ketika Khalifah Sayyidina Umar melihat orang pengangguran tidak bekerja, beliau menegur. “Kamu itu kaum apa?” Kemudian kaum itu menjawab, “kami ini kaum tawakkal”. Lalu Khalifah Sayyidina Umar berdawuh, “langit tidak akan menurunkan hujan emas”. Artinya kalau kamu ingin makan tidak cukup tawakkal – tawakkal saja,” ungkap beliau sembari tersenyum.

Kemudian beliau bercerita tentang sebuah pasukan yang dikirim Khalifah Sayyidina Umar ke Syam. Sampai ditengah perjalanan pasukan mendengar informasi bahwa daerah dituju terdapat sebuah wabah yang sangat mematikan. Lalu sahabat ada yang berpendapat “Kita teruskan saja, semua yang menentukan itu Allah Swt” sebagian yang lain berkata, “jangan, sebab kita inikan tidak boleh menjerumuskan diri kepada kebinasaan,” dan akhirnya lapor kepada Khalifah Sayyidina Umar. Dan Khalifah Sayyidina Umar menyuruh mereka untuk pulang. Kemudian Khalifah Sayyidina Umar berdawuh “kita ini lari dari takdir Allah Swt ke takdir yang lain,” cerita beliau.

“Jadi pulang itu merupakan takdir Allah Swt, sehingga selamat dari wabah kalau kita maksa kemudian kita sakit, itu juga takdir Allah Swt. Tapi takdir yang kurang enak,” jelas beliau.

Tampak para pengurus, karyawan, dan dosen memadati lantai 1 Masjid Jami' Nurul Jadid dalam acara Doa Bersama dan Tausiyah Pengasuh

Tampak para pengurus, karyawan, dan dosen memadati lantai 1 Masjid Jami’ Nurul Jadid dalam acara Doa Bersama dan Tausiyah Pengasuh

Lebih lanjut, beliau menyarankan kepada seluruh hadirin untuk mencari takdir yang lebih baik. Perkara terdapat takdir yang kurang baik untuk diambil hikmahnya, sebab semua ada hikmahnya termasuk sakit dan sabar.

“Oleh karena itu, saya berharap prosedur kesehatan yang sudah ditetapkan oleh otoritas tentang kesehatan itu saya harap kita lakukan semaksimal kita tapi jangan perlu panik dan setres. Jadi seperti tadi yang telah disampaikan oleh klinik jaga kebersihan dan peluang infeksi virus baik tertular maupun menularkan ini kita upayakan sebisa mungkin kecuali sangat darurat seperti hari ini,” harap beliau.

Selain itu, beliau turut berpesan kepada para santri untuk mengikuti instruksi dari para pengurus, menjaga daya tahan tubuh, dan olahraga ringan.

“Kemudian, tentu kewaspadaan itu tidak hanya menjaga stamina dan daya tahan tubuh tapi misalnya disekitar kita ada orang yang terindikasi penyakit, saya kira perlu segera dengan kesadaran sendiri untuk cek kesehatan. Tapi tidak mesti yang indikasi – indikasi itu mesti virus corona,” ungkap beliau.

“Sekedar ungkapan syukur saya atas nikmat ini. Pertama, tetap eksisnya pesantren ini dan kedua kita tetap diberi kesehatan dan ini perlu kita rawat dan perlu kita jaga dan mengikuti prosedur kesehatan yang telah diterapkan,” pungkas beliau.

Penulis : Ahmad

Editor : Ponirin