Pos

Cegah Covid 19, Tim Satgas Disinfeksi Tempat Haul Masayikh

nuruljadid.net-Sedianya tepat pada hari ini, 22 Maret 2020 PP. Nurul Jadid melaksanakan peringatan Haul Masayikh dan Harlah ke-71. Namun karena merebaknya wabah covid 19, pengasuh dan jajaran pengurus Pesantren Nurul Jadid memutuskan untuk menunda acara dimaksud melalui surat edaran resmi NJ-B/0208/A.III/03.2020 tentang Pencegahan Penyebaran Covid 19.

Penundaan ini bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran virus dengan mengurangi aktifitas di tengah keramaian. Kerena covid 19 dibanding dengan virus lain, penulurannya bisa dikatakan sangat cepat.

Sekalipun diharuskan untuk memperingati Haul Masayikh dengan merubah konsep dan khusus bagi internal saja, penanggulangan covid 19 tetaplah diutamakan. Maka dari itu Satgas covid 19 PP. Nurul Jadid mengupayakan pencegahan dengan melakukan disinfektan tempat haul diselenggarakan, Masjid Jami’ Nurul Jadid, tepat sebelum acara dimulai.

“Disinfeksi untuk membunuh bakteri dan virus seketika. Semua Fasilitas umum pesantren didisinfeksi agar tidak menjadi media penularan. Mari dukung program ini dengan cuci tangan pakai sabun untuk disinfeksi tubuh kita agar tidak tertular dan menularkan,” ungkap Nyai Khodijatul Qodriyah, sebagai Direktur Klinik Azzainyah.

 

 

Pewarta : Rahmad Hidayat

Bahtsul Masail Kubro Se-Jawa Madura

Hukum Ternak Online (Angon)

Deskripsi Maslah :

Di era serba praktis ini segala sesuatu serba aplikasi online, hingga akhirakhir ini kita dikejutkan dengan adanya aplikasi angon, Angon Indonesia merupakan aplikasi berternak online yang memudahkan masyarakat dalam beternak online. Angon memberikan kemudahan dalam betenak secara online sehingga beternak tidak lagi harus memiliki tanah, kandang, dan pengalaman karena semua bisa dipantau melalui aplikasi smartphone, Agif Arianto menjelaskan Angon muncul dari rasa kegelisahannya terhadap kondisi peternakan Indonesia. Dalam aplikasi ini memfasilitasi dua pihak, pihak member (pengguna aplikasi) yang mana dia tidak memiliki lahan, tidak punya keterampilan beternak, namun punya keinginan untuk beternak dan mitra (peternak), yang memiliki ternak dan berkeinginan ternaknya dijual melalui online, yang mana dengan adanya aplikasi ini pihak member dapat beternak online, dan pihak mitra mendapatkan uang dari sewa lahan, sewa kandang, biaya perawatan ternak dan biaya asuransi, adanya biaya asuransi ini pihak member tidak perlu khawatir akan ternaknya sakit ataupun mati karena sudah ada jaminan akan diganti ternak tersebut. Contoh sistem angon: bapak ali download aplikasi angon, kemudian memilih ternak baik kambing atau sapi yang sudah disediakan di aplikasi angon, kemudian bayar harga ternak, biaya sewa lahan, sewa kandang, biaya perawatan ternak serta biaya asuransi setelah itu pak ali menunggu informasi lanjutan terkait perkembangan ternaknya. Namun terdapat kejanggalan dalam transaksi bisnis online ini, keuntungan hanya diperoleh sepihak, karena pihak member mendapatkan semua keuntungan dari hasil ternak dan pihak mitra tidak mendapatkan sama sekali dari keuntungan hasil ternak. Sa’il: I’dadiyah Ma’had Aly Nurul Jadid

Pertanyaan: a. Bagaimana status legalitas akad sebagaimana dalam deskripsi di atas menurut kaca mata fiqh? Jawaaban: a. Dalam deskripsi tersebut terdapat beberapa macam kemungkinan model akad

• Pertama, jika gambar yang di posting dalam aplikasi itu memang barang yang di perjual belikan, maka tergolong bai’ Ain Al-ghoib (transaksi jual beli barang yang tidak terlihat langsung). Menurut pendapat Al-Adzhar tidak sah. Menurut pendapat Muqobil al-Adzhar hukumnya sah

Referensi:

) 357 /2مغني المحتاج إلى معرفة معاني ألفاظ المنهاج ( (والأظهر أنه لا يصح بيع الغائب) وهو ما لم يره المتعاقدان أو أحدهما، وإن كان حاضرا للنهي عن بيع الغرر (والثاني يصح) إذا وصف بذكر جنسه ونوعه اعتمادا على الوصف، فيقول بعتك عبدي التركي أو فرسي العربي أو نحو ذلك وهذا لا بد منه على هذا، وقيل: لا حاجة إلى ذلك وهو ما يوهمه إطلاق المصنف حتى لو قال: بعتك ما في كفي أو ميراثي من أبي صح ) 378 /6حاشية البجيرمي على المنهج ( قوله ( ولا بيع غائب ) أي غائب عن رؤية العاقدين أو أحدهما وإن كان بالمجلس أخذا من قوله بأن لم يره الخ ح ف ولا مخالفة بين هذا وبين قولهم لو قال اشتريت منك ثوبا بصفته كذا بهذه الدراهم فقال بعتك انعقد بيعا لأنه بيع موصوف في الذمة وهذا بيع عين متميزة موصوف ة وهذا واضح ويشتبه على الضعفة كذا بخط م ر شوبري وعبارة الأصل مع شرح م ر والأظهر أنه لا يصح بيع الغائب والثاني وبه قال الأئمة الثلاث يصح البيع إن ذكر جنسه أي أو نوعه وإن لم يرياه ويثبت الخيار للمشتري عند الرؤية وينفذ قبل الرؤية الفسخ دون الإجازة ويمتد الخيار امتداد مجلس الرؤية فقوله وإن وصف للرد على القديم وعلى الأئمة الثلاثة ) 243 /10حاشية الجمل ( ( قوله ولا بيع غائب ) أي على الأظهر ومقابله يصح .وعبارة أصله مع شرح م ر والأظهر أنه لا يصح بيع الغائب والثاني وبه قال الأئمة الثلاثة يصح البيع إن ذكر جنسه أي أو نوعه وإن لم يرياه ويثبت الخيار للمشتري عند الرؤية لحديث فيه ضعيف بل قال الدارقطني باطل وينفذ قبل الرؤية الفسخ دون الإجارة ويمتد الخيار امتداد مجلس الرؤية وكالبيع الصلح والرهن والهبة والإجارة ونحوها بخلاف نحو الوقف انتهت وقولي لحديث فيه ضعيف لفظه كما في المحلي { من اشترى ما لم يره فهو بالخيار إذا رآه } وقوله بخلاف نحو الوقف أي فإنه يصح ولعل من نحو الوقف العتق ثم رأيت سم على حج جزم بالتمثيل به هذا وفي كلام عميرة التسوية بين الوقف وغيره في عدم الصحة ا هـ .ع ش عليه ( قوله بأن لم يره العاقدان ) أي ثمنا أو مثمنا وقوله وإن وصف بصفات السلم أي ولو كان أيضا حاضرا في مجلس البيع وبالغ في وصفه أو سمعه بطريق التواتر كما يأتي أو رآه ليلا ولو في ضوء إن ستر الضوء لونه كورق أبيض فيما يظهر ولا ينافي ذلك ما صرح به ابن الصلاح من أنه يكتفى بالرؤية العرفية مع أن هذا منها لأنه ليس العرف المطرد ذلك على أن كلامه مقيد بما إذا لم يكن العيب ظاهرا بحيث يراه كل من نظر إلى المبيع وحينئذ فالمراد بالرؤية العرفية هي ما يظهر للناظر من غير مزيد تأمل وروية نحو الورق ليلا في ضوء يستر معرفة بياضه ليست كذلك أو من وراء نحو زجاج وكذا ماء صاف إلا الأرض والسمك ) 48 /4النجم الوهاج في شرح المنهاج ( قال: (والأظهر: أنه لا يصح بيع الغائب)؛ لأنه غرر، وقد نهى النبي صلى الله عليه وسلم عنه.قال الماوردي: ونص عليه الشافعي رضي الله عنه في ستة كتب، وسواء كان ذلك في الثمن أو المثمن، لكن يجوز للعبد أن يشتري نفسه وللحر أن يؤجر نفسه؛ لأن أح ًدا لا يجهل نفسه.قال: (والثاني: يصح، ويثبت الخيار)؛ لحديث: (من اشترى م ا لم يره .. فهو بالخيار إذا ا.ولا ً ونص عليه في ستة كتب أيض ، وإلى هذا القول ذهب جمهور الأصحاب ، وقال الدارقطني: باطل ، رآه) لكنه ضعيف يثبت الخيار بزيادة ولا بما لا يكترث به من النقص.وإذا صححنا بيع الغائب .. فلا بد من ذكر جنس المبيع على الصحيح بأن يقول: بعتك عبدي أو داري أو فرسي، ولا يجوز أن يقول: بعتك ما في كمي أو داري أو ما ورثته عن أبي إذا لم يعرفه
، ا: أنه لا بد من ذكره بأن يقول: عبدي التركي أو الحبشي وفرسي العربي أو الرومي ً المشتري.وأما النوع .. فالأصح أيض فإن كان أكثر من واحد من ذلك النوع .. فيذكر ما يحصل به تمييز المبيع من غيره من ذكر اسمه أو نسبة أو غيرهما، وهل يفتقر معهما إلى الصفات؟ الأصح المنصوص: لا.

LPBA Nurul Jadid Uji Kemampuan Bahasa Inggris Siswa SMP Ibnu Khaldun Besuki

LPBA Nurul Jadid Uji Kemampuan Bahasa Inggris Siswa SMP Ibnu Khaldun Al-Hasyimi Besuki

nuruljadid.net – lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) mendapat undangan untuk menguji kemampuan bahasa inggris siswa – siswi kelas IX SMP Plus Ibnu Kholdun Al-Hasyimi, Besuki, Situbondo. Sabtu (21/03/2020).

Undangan tersebut merupakan hasil Memorandum of Understanding (MoU) antara pihak LPBA yang diwakili oleh Wakil Direktur LPBA, Ust. Taufik Hidayah bersama Kepala Sekolah SMP Plus Ibnu Kholdun Al-Hasyimi, Bapak Ghufron Fauzi pada tanggal 13 Maret 2020.

dalam pengujian itu, LPBA mengutus 1 pengurus sekaligus tenaga pengajarnya. Adapun soal – soalnya meliputi Speaking, Grammar, Listening, dan Reading.

Ust. Arfan Hidayatullah, Tenaga Pengajar LPBA saat menguji siswa dan siswi SMP Plus Ibnu Kholdun Al-Hasyimi, Besuki

Ust. Arfan Hidayatullah, Tenaga Pengajar LPBA saat menguji siswa dan siswi SMP Plus Ibnu Kholdun Al-Hasyimi, Besuki

“Setelah selesai pengujian, LPBA menerbitkan sertifikat kebahasaan lengkap dengan tanda tangan direktur untuk diberikan kepada setiap siswa – siswi sesuai dengan hasil ujian sebagai bekal untuk masuk ke SMA atau SMK favorit,” ungkap Ust. Taufik kepada nuruljadid.net.

Perlu diketahui pula, LPBA juga mendapat kesepakatan bersama MTsN 1 Probolinggo untuk menjadi tim instruktur bilingual arab dan inggris siswa – siswinya. Serta LPBA juga mendapat permohonan dari PP. Al Badriyah, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mengirim tutor bahasa inggris dan arab.

Penulis : Ahmad

Editor : Ponirn

PANDANGAN ISLAM TERHADAP KESETARAAN GENDER

Gender adalah keadaan dimana laki-laki dan perempuan berada dalam kondisi dan status yang sama untuk merealisasikan hak asasinya dan sama-sama berpotensi menyumbang kemajuan pembangunan. Kesetaraan gender muncul dikarenakan ketidakpuasaan perlakuan terhadap perempuan. Hal ini bukan tanpa alasan, perempuan yang merupakan sumber daya yang jumlahnya cukup besar bahkan melebihi jumlah laki-laki berada sangat jauh dari laki-laki dalam hal partisipasinya di sektor public.

Jauh sebelum islam datang pandangan terhadap perempuan sangatlah negative bahkan mereka dianggap hina pada waktu itu. Sebagaimana yang terjadi pada zaman Yunani Kuno, ketika hidup filosof-filosof kenamaan semacam Plato (427-347 SM), Aristoteles (384-322 SM), dan Demosthenes (384-322 SM), martabat perempuan dalam pandangan mereka sungguh rendah. Perempuan hanya di pandang sebagai alat penerus generasi dan semacam pembantu rumah tangga serta pelepas nafsu seksual lelaki sehingga perzinaan sangat merajalela. socrates ( 470-399 SM) berpendapat bahwa dua sahabat setia harus mampu meminjamkan istrinya kepada sahabatnya, sedangkan Demosthenes (384-322 SM) berpendapat bahwa istri hanya berfungsi melahirkan anak, filosof Aristoteles menganggap perempuan sederajat dengan hamba sahaya, sedangkan Plato menilai kehormatan lelaki pada kemampuannya memerintah dan “kehormatan” perempuan menurutnya adalah pada kemampuannya melakukan pekerjaan-pekerjaan sederhana/ hina sambil terdiam tanpa bicara.

Sejarah telah mencatat betapa perempuan ditempatkan sebagai manusia kelas dua. Dalam masyarakat Yunani perempuan diposisikan sebagai makhluk yang rendah, yakni sebagi budak dan pemuas nafsu syahwat semata. Sehingga tidak heran pada zaman tersebut banyak perempuan yang menjadi pelacur. Bahkan perempuan pezina (pelacur) justru di anggap memiliki kedudukan yang tinggi, dan para pemimpin Yunani pada waktu itu berlomba-lomba untuk mendapatkan dan mendekati mereka. Tak jauh berbeda dengan pandangan masyarakat Yunani terhadap perempuan, masyarakat Romawi pun juga menempatkan posisi perempuan sangat rendah dan hina. Kaumlelaki pada  masa itu memiliki hak mutlak terhadap keluarganya, ia bebas melakukan apa saja terhadap istrinya, bahkan boleh membunuh istri mereka dalam keadaan tertentu. Masyarakat Romawi memiliki tradisi yang justru tidak menempatkan posisi perempuan pada posisi yang terhormat yani; pementasan teater dengan menampilkan perempuan telanjang sebagai obyek cerita dan tradisi mandi bersama antara laki-laki dan perempuan di muka umum. Bahkan dalam tradisi masyarakat India seorang istri harus di bakar hidup-hidup dengan mayat suaminya.

Namun saat islam datang, derajat dan martabat perempuan ditempatkan pada posisi yang terhormat oleh Rosulullah SAW. Perempuan harus dihormati dan dicintai. Nabi Muhammad SAW sendiri menyatakan bahwa diciptakan untuk beliau apa yang terhidang di dunia ini, perempuan dan wewangian dan shalat menjadi buah mata kesukaannya (HR an-Nasa’i melalui Anas Ibnu Malik). Yang perlu digaris bawahi adalah antar laki-laki dan perempuan keduanya adalah manusia yang sama karena keduanya bersumber dari ayah dan ibu yang sama (Adam & Hawa). Keduanya berhak memperoleh penghormatan yang sama sebagai manusia. Akan tetapi akibat adanya perbedaan, persamaan dalam bidang tertentu tidak menjadikan keduanya sepenuhnya sama. Namun, ketidaksamaan ini tidak mengurangi kedudukan satu pihak dan melebihkan yang lain. persamaan itu harus di artikan kesetaran, dan bila kesetaraan dalam hal tersebut telah terpenuhi keadilan pun telah tegak, karena keadilan tidak tidak selalu berarti persamaan. Contoh anda telah berlaku adil terhadap dua anak yang berbeda umur­-misalnya-jika anda memberikan baju yang sama dalam hal kualitasnya, walaupun ukurannya berbeda akibat perbedaan badan mereka. Di sisi lain, tidak adil bila anda menugaskan anak yang masih kecil untuk menyelesaikan pekerjaan orang dewasa. Tidak adil juga bila anda menuntut seorang dokter untuk membangun jembatan, dan seorang petani menangani pasien. Yang adil adalah menugaskan masing-masing sesuai kemampuannya.

Dalam beberapa ayat al-Qur’an, masalah kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan ini mendapat penegasan. Secara umum, ini dinyatakan oleh Allah dalam surat al-Hujurât ayat 13 bahwa semua manusia, tanpa membedakan jenis kelamin, warna kulit dan perbedaan-perbedaan yang bersifat given lainnya, mempunyai status sama di mata Allah. Mulia dan tidak mulia mereka di mata Allah ditentukan oleh ketaqwaan, yaitu prestasi yang dapat diusahakan. Begitu pula  pahala yang mereka raih dari usaha mereka tidaklah dibeda-bedakan, bahkan kesetaraan tersebut ditegaskan secara khusus sebagaimana yang tersurat dalam surat al-Ahzâb ayat 35:

إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِينَ وَالْقَانِتَاتِ وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِرَاتِ وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ

وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

Begitu pula dalam surat al-Nisâ’ ayat pertama Allah menyatakan bahwa perempuan adalah salah satu unsur di antara dua unsur yang mengembangbiakkan manusia.Ayat ini juga menunjukkan adanya persamaan antara perempuan dan laki-laki dalam hal-hal yang termasuk kekhususan umat manusia.

Namun demikian, dalam beberapa ayatnya, muncul problem kesetaraan, terutama dalam penafsiran terhadap teks-teks tertentu. Dalam surat ini ada beberapa tema yang sering diperdebatkan oleh banyak kalangan, termasuk kalangan feminis. Salah satu tema tersebut adalah tentang penciptaan perempuan dalam al-Nisâ ayat 1, sebagai berikut:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

Sebagian besar ulama menafsirkan kata nafs wâhidah dengan Adam, sedangkan kata zawj diartikan dengan Hawa, yakni isteri Adam yang diciptakan dari tulang rusuknya.[1][3]

Sedangkan Muhammad ‘Abduh dan Rasyîd Ridhâ, dalam Tafsîr al-Manâr, menolak penafsiran tersebut di atas. Karena menurut mereka, surat al-Nisâ ayat 1 secara lahir tidak menyatakan bahwa kata nafs wâhidah adalah Adam, dan juga tidak ada dalam al-Qur’an nash yang mendukung pemaknaan tersebut. Untuk itu, mereka cenderung memaknai kata nafs wâhidah sebagai materi yang dengannya diciptakan Adam dan isterinya (Hawa).Tampaknya ‘Abduh dan Ridhâ ingin memperjuangkan hak-hak perempuan.

Namun berbeda dengan Quraish Shihab, di dalam bukunya Tafsir Al-Mishbah, terkesan tidak ingin ikut campur dalam perdebatan antara kedua belah pihak di atas. Di dalam tafsirnya, Shihab memaparkan penafsiran kedua belah pihak tentang frase min nafs wâhidah wa khalaqa minhâ, serta menunjukkan inti dari polemik tersebut. Kemudian ia berusaha mendialogkan pendapat kedua belah pihak dengan titik tekan pada keserasian al-Qur’an (munâsabah). Shihab menulis:

Perlu dicatat sekali lagi bahwa pasangan Adam itu diciptakan dari tulang rusuk Adam, maka itu bukan berarti bahwa kedudukan wanita-wanita selain Hawa demikian juga, atau lebih rendah dibanding dengan lelaki. Ini karena semua pria dan wanita anak cucu Adam lahir dari gabungan antara pria dan wanita, sebagaimana bunyi surah al-Hujurât di atas, dan sebagaimana penegasan-Nya, “Sebahagian kamu dari sebahagian yang lain”(Q.S. Ali ‘Imrân [3]:195). Lelaki lahir dari pasangan pria dan wanita, begitu juga wanita.Karena itu, tidak ada perbedaan dari segi kemanusiaan antara keduanya.Kekuatan lelaki dibutuhkan oleh wanita dan kelemah lembutan wanita didambakan oleh pria.

Melihat tulisannya, dapat dipahami bahwa Shihab tidak mengakui adanya perbedaan dari segi kemanusiaan, namun perbedaan antara laki-laki dan perempuan tersebut bersifat given.Dari perbedaan inilah timbul komunikasi positif (hubungan saling menyempurnakan) antara keduanya dalam bingkai kemitraan. Bisa jadi, asumsi peneliti, kesetaraan yang ia  maksud adalah kemitraan.

Islam sangat mendukung adanya kesetaraan gender, namun hanya dalam beberapa aspek contohnya saja kewajiban perempuan untuk menuntut ilmu. Hal ini berdasarkan apresiasi al-qur’an terhadap ilmu pengetahuan.hal ini dimulai dari betapa seringnya al-qurn menyebut kata ‘ilm ( yang berarti pengetahuan) dengan segala derivasinya yang mencapai lebih dari 800-an kali. Hal ini pun berdasarkan firman Allah dalam al-Quran surah al-‘alaq ayat 1-5 dan beberapa kontek ayat lainnya dalam al-Qur’an. Begitu pula dengan aktivitas lainnya, semisal olahraga, tentunya harus tetap mempeerhatikan norma-norma agama; khususnya dari segi pakaian dan penampilannya, juga jenis olahraga yang diminatinya. Kemudian perempuan dengan kesenian, memang terdapat khilafiyah mengenai aktivitas perempuan dalam bidang kesenian khususnya seni suara, hanya saja dalam konteks ini dapat kita nyatakan bahwa pada dasarnya islam tidak melarang seseorang-termasuk perempuan-untuk mengekspresikan talenta seninya seperti menyanyi, sepanjang dengan tujuan dan cara yang tidak melanggar syariat. Misalnya tujuannya adalah untuk menunjukkan rasa cinta kepada Rosulullah, yang mendorong orang semakin seakin semangat beramal shaleh dan sebagainya.

Begitu pula dalam hal kepemimpinan, seorang perempuan (istri) adalah pemimpin di rumah suaminya dan terhadap anak-anaknya. Bukannya Islam membatasi terhadap kepemimpinan seorang perempuan hanya pad lingkup keluarganya saja akan tetapi Islam sebagai agama kasih sayang menginginkan kemaslahatan bagi para pemeluknya dengan menjadikan seorang laki-laki sebagai pemimpin tertinggi seperti halnya presiden. Karena akan lebih maslahat bagi suatu bangsa/ Negara apabila kepala Negara/ kepala daerahnya adalah seorang laki-laki yang memiliki kesehatan jasmani yang prima, dan didukung dengan kejujuran, keadilan, berpihak kepada kepentingan masyarakat, visioner, dan memiliki keluasan ilmu pengetahuan. Bukannya seorang perempuan yang kekuatan jasmaninya lemah. Oleh karea itu kepemimpinan perempuan hanya sebatas pada harta dan anak-anak suaminya saja. Sebagaimana hadis Nabi SAW:

Ingatlah, bahwa setiap diri kalian adalah pemimpin dan kalian akan dimintai pertanggung jawaban atas kepemimpinan kalian. Seorang Amir (kepala Negara) adalah pemimpin, dan dia akan dimintai petanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang suami adalah pemimpin bagi keluarganya, ia akan dimintaipertanggung jawaban atas kepemimpinannya. Seorang istri adalah pemimpin bagi rumah tangga dan anak-anak, dan ia kan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang budak (hamba sahaya) adalah pemimpin bagi harta tuannya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Maka ingatlah, bahwa setiap diri kalian adalah pemimpin, dan kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang kalian pimpin.” (HR. Muslim dari Ibnu ‘Umar).

Kesimpulan :

Kesetaraan gender adalah dimana laki-laki dan perempuan berada dalam kondisi dan status yang sama untuk memperjuangkan hak asasinya dan juga sama- sama  berpotensi menyumbangkan kemajuan pembangunan.

Pandangan islam terhadap kesetaraan gender adalah menempatkan posisi dan kedudukan seorang perempuan pada derajat yang mulia,tidak seperti yang terjadi pada masa kejayaan para filosof-filosof dan pandangan masyarakat non islam seperti Yunani, Romawi, India dan lainnya, yang justru menempatkan posisi perempuan hanya sebagai the second creation dan the second sex saja, bahkan mereka tak segan-segan membunuh perempuan pada waktu tertentu sebagaimana yang terjadi pada tradisi masyarakat Rusia tempo dulu sebelum datangnya islam.

Dengan adanya islam, maka apa yang selama ini permpuan inginkan akan terpenuhi, namun tetap harus sesuai dengan syariat islam, semisal dalam hal pekerjaan. Perempuan di perkenankan bekerja di luar rumah dengan catatan telah mendapat izin suami untuk membantunya dalam mencari nafkah keluarga, menutup aurat dan lain sebagainya. Namun namun peran perempuan dalam ranah public sangatlah terbatas karena demi kemaslahatan perempuan itu sendiri. Oleh karena itu islam tidak menganjurkan suatu Negara/ bangsa dipimpin oleh seorang perempuan.

Penulis : Sulusiyah (Pengurus Asrama Program Keagamaan MAN 1 Probolinggo, Wilayah Az Zainiyah

Lomba Cerdas Cermat Kesehatan oleh Klinik Az-zainiyah

Tanamkan Wawasan Kesehatan Melalui Cerdas Cermat

nuruljadid.net- Klinik Az-Zainiyah Pondok Pesantren Nurul Jadid ikut serta meramaikan acara pra haul dan harlah. Pelaksanaan Haul dan Harlah tersebut akan berlangsung pada hari sabtu malam (22/03) mendatang.  Beberapa kegiatan diselenggarakan oleh klinik ini, mulai dari jalan-jalan sehat bersama santri, lomba cerdas cermat, pengobatan missal gratis dan lainnya.

Pada hari jum’at (13/02) Klinik Az-Zainiyah bersama santri mengajak setiap orang agar memperhatikan kesehatan melalui jalan-jalan sehat (JJS), keberangkatannya dimulai dari depan klinik melewati jalan umum diluar pondok hingga kembali lagi ketempat semula (klinik).

Setelah itu dilanjutkan dengan lomba cerdas cermat yang berisi materi tentang wawasan kesehatan dasar dan P3K.

Lomba Cerdas Cermat Kesehatan oleh Klinik Az-zainiyah

Lomba Cerdas Cermat Kesehatan oleh Klinik Az-zainiyah

Ustadz Khoirul Anam Faridz salah satu pegawai klinik az-zainiyah menyampaikan terkait tujuan diadakannya lomba tersebut.

“Salah satu langkah yang kami lakukan untuk menanamkan wawasan kesehatan dasar dan P3K kepada seluruh santri Pondok Pesantren Nurul Jadid melalui lomba cerdas-cermat. Kami harapkan agar mereka (santri) memahami kesehatan dasar dan juga P3K,” Ucap Ulung (sapaan akrabnya)

Lomba Cerdas Cermat Kesehatan oleh Klinik Az-zainiyah

Lomba Cerdas Cermat Kesehatan oleh Klinik Az-zainiyah

Lomba cerdas-cermat tersebut diikuti oleh delegasi masing-masing wilayah dan sekolah berjumlah 2 orang dengan totoal keseluruhan 24 peserta,” lanjutnya.

Masih kata Ustadz Ulung, Klinik bertanggung jawab memberikan penyadaran tentang kesehatan, dan ini dilakukan terus-menerus, baik melalui informasi lewat meme maupun sosialisasi langsung kepada santri dengan mengunjungi asrama mereka masing-masing.

 

Pewarta : PM

Galeri Foto: Lomba Cerdas Cermat Kesehatan oleh Klinik Az-zainiyah

SMP Bina Budi Mulia Malang Studi Banding Bahasa Mandarin di Nurul Jadid

nuruljadid.net- Suasana hangat terjadi diruangan Aula SMA Nurul Jadid, saat rombongan SMP Budi Mulia Malang tiba. mereka berjumlah 43 peserta terdiri dari pendamping dan siswa SMP Bina Budi Mulia Malang, saling menyapa  dengan penuh semangat dan keluargaan pada para penyambut yang telah menunggu kedatangannya.  

Kepala SMP Bina Budi Mulia Malang, Bapak Edi Sugiarto menyampaikan tujuan melaksanakan studi bunding ke Pondok Pesantren Nurul Jadid, tepatnya di SMA Nurul Jadid.

“Terima kasih, Pesantren Nurul Jadid menerima kunjungan kami dengan baik, kami kesini ingin belajar dan ingin sharing pengetahuan berkaitan dengan bahasa mandarin,” Ucap Pak Edi.

Selanjutnya Ustadz Didik P. Wicaksono selaku Kepala SMANJ dalam sambutannya mengatakan bahwa kedatangan SMP Bina Budi Mulia bersilaturrahmi kesini (Pesantren) sebuah kehormatan. Alhamdulillah, bahasa mandarin di Pesantren ini mengalami kemajuan dan perkembangan.

Masih kata mantan kepala SMP Nurul Jadid ini, dengan tahap demi tahap SMA Nurul Jadid bisa bersaing terutama berkaitan dengan bahasa mandarin.

Kegitan studi bunding ini dilanjutkan dengan dialog antara peserta studi bunding SMP Bina Budi Mulia Malang dan pengelola Bahasa Mandarin di SMA Nurul Jadid.

 

Pewarta : PM

Membuka Cakrawala Berfikir Melalui Studium General

nuruljadid.net – Pagi itu tampak terlihat cerah, sekitar 70 kursi berderetan tertata rapi di Aula II PP. Nurul Jadid. Hal ini tidak lain dalam rangka menggelar kegiatan Studium Generale, Forum Komunikasi Osim (FKO), Biro Pendidikan Nurul Jadid dengan mengangkat tema “Optimalisasi Leaderpreneurship Santri Berprestasi dengan kearifan lokal yang berwawasan global untuk pembangunan berkelanjutan”.

Kegiatan itu mengundang pemateri sekretaris PP. Nurul Jadid, H. Faizin Syamweil, M.Pd dan dihadiri oleh pembina FKO, Hidayaturrahman, Kepala Bidang (kabid) Pengembangan dan Peserta Didik, dan segenap Organisasi Intra Madrasah (OSIM) dari berbagai lembaga di naungan PP. Nurul Jadid, Jum’at (6/3) .

Menurut Ketua Panitia pelaksana, Alif Maulana kegiatan itu bertujuan untuk melatih pengurus baru FKO, mengasah kemampuan dan kepemimpinan dalam berorganisasi, serta untuk menambah ilmu kepemimpinannya dalam berorganisasi.

Selain itu, Pembina FKO, Hidayaturrahman, turut pula mengatakan bahwa kegiatan itu memang sudah dilaksanakan setiap tahun sebagai salah satu bentuk pelatihan kepemimpinan dalam berorganisasi bagi setiap anggota. “FKO ini sudah dilaksanakan setiap tahun yang mana bentuk melatih jiwa kepemimpinan kita dalam berorganisasi. Sebelum saya menjadi pembina di FKO,  saya sudah pernah pengalaman menjadi anggota sejak 2018 saat saya masuk FKO, awal mula di menjadi anggota, saya bukan karena di pilih langsung atau di tes untuk masuk ke FKO, tapi karena saya diajak,” ungkapnya dalam sambutan.

Lanjut rahman, (red : sapaan akrab pembina FKO) berharap agar aktif dalam menjalankan tugasnya dan bisa menjadi FKO yang terbaik tahun ini. “Jadi semua temen – temen yang sudah dilantik jadi pengurus fko saya harap untuk keaktifannya dan juga bisa menjalankan tugas dengan baik. Karena gini ada pepatah mengatakan tidak perlu hebat untuk memulai tapi mulailah untuk menjadi hebat. Dan saya harap fko tahun ini bisa menjadi fko yang terbaik lah seperti itu,” harap pembina fko.

Hal senada, juga tersampaikan oleh kabid pengembangan dan peserta didik, Mujiburrohman, ia menuturkan dengan adanya kegiatan itu melalui studium general, membuka cakrawala berfikir organisator pelajar dan santri untuk berkhidmat pada pesantren dan mengabdi pada pesantren.

 

Pewarta : Badrus

Editor : PM

Mengikat Pikiran, Sikap dan Amal Melalui Bahtsul Masail

nuruljadid.net- Ditengah-tengah peserta bahtsul masail. Kiai Miftahul Arifin menyampaikan ucapan terima kasih atas partisipasi seluruh elemen yang mensukseskan kegiatan bahtsul masail yang diselenggarakan Rabu malam (04/02) di Aula II Pesantren.

Wakil Kepala Biro Kepesantrenan ini dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan bahtsul masail rentetan dari kegiatan menjelang pelaksanaan haul dan harlah Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo.

“Kegiatan bahtsul masail ini merupakan salah satu rangkaian dari beberapa kegiatan untuk menyambut haul dan harlah Pondok Pesantren Nurul Jadid. Meski dalam dua tahun terakhir ini bahtsul masail sempat vakum, Alhamdulillah tahun ini bisa kita laksanakan kembali. Tentu kegiatan bahstul masail harian, mingguan dan bulanan juga berjalan meski tidak seramai ini,” Ucap Kiai Miftah.

“Tidak banyak yang akan kami sampaikan selain terima kasih dan permohonan maaf. Tentu ada hal yang kurang maksimal dari pelaksanaan ini,” Sambungnya.

Sementara Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Moh. Zuhri Zaini dalam sambutannya menegaskan bahwa bahtsul masail ini merupakan cirri khas dari Pesantren.

“Pesantren tidak lepas dari kajian kitab, terutama kitab kuning. Kalau Pesantren tidak melesatarikan kajian kitab kuning, maka ini tidak sesuai dengan Pesantren yang didirikan oleh para pendahulu-pendahulu kita,” Tegas Kiai Zuhri.

Pengasuh Pondok Nurul Jadid yang ke IV ini menambahkan, tentu bukan hanya pelesatarian hanya sekedar mengenang, namun ada beberapa hikmah yang akan didapatkan, diantaranya: melalui bahtsul masail ini suatu upaya untuk kita selalu mengikat berfikir, bersikap serta beramal dan beraktifitas dengan refrensi syariat. Sebab akhir-akhir ini mulai longgar berpegang kepada syariat. Syariat tidak lagi menjadi acuan dalam berfikir, bersikap dan beramal. Sering menggunakan akal sebegai refrensi yang kita kenal trend liberalisme.

“Bahtsul masail bisa kita laksanakan dengan baik. Seseuai dengan konsep kita. Alhamdulillah, semoga berjalan lancar sampai acara selesai,” Kata Ustadz Misbahul Munir Kabid Tarbiyah Wat ta’lim Biro Kepesantrenan.

 

Pewarta : PM

Tangisan Hiasi Lepas Kenang SMK Full Day Bulugading Jember

nuruljadid.net- Suara hesteris terdengar diruangan Aula SMA Nurul Jadid Paiton, Probolinggo. Saat saudari Assalamah perwakilan dari SMK Full Day Bulugading, Jember memberikan kesan dan pesan pada acara lepas kenang, Rabu sore (04/02).

Bersama instumen musik yang mengiringi, dengan terbata-bata Assalamah menyampaikan kesan dan pesannya dihadapan undangan yang hadir. Dia (Assalamah) mengucapkan terima kasih kepada Pondok Pesantren Nurul Jadid yang telah memberikan banyak ilmu, banyak pengalaman. Awalnya kami tidak banyak mengetahui sesuatu, tapi setelah kami berada disini (Nurul Jadid) kami kaya dengan ilmu dan pengalaman.

Wanita berkaca mata ini menyampaikan kesukaanya berada disini, karena dipertemukan dengan orang-orang yang sangat baik dan selalu mendampingi serta memberikan jalan keluar pada setiap persoalan yang kami hadapi.

“Kami bersyukur sekali dipertemukan dengan teman-teman yang sangat baik. Teman yang selalu hadir setiap dibutuhkan dan memberikan banyak solusi terkait masalah yang kami hadapi,” Sambungnya.

Tangis berganti tawa dan wajah gembira terpancar dari wajah mereka, saat pemutaran film dokumetasi kegiatan mereka selama tinggal di Pondok Pesantren Nurul Jadid. Bahkan para hadirin yang hadir ikut tertawa bahagia pada saat melihat adegan-adegan lucu dari film tersebut.

Lepas kenang diakhiri dengan tukar menukar cindera mata antara Pondok Pesantren Nurul Jadid dan SMK Full Day Bulugading, Jember dilanjutkan dengan foto bersama.

 

 

Pewarta : PM

Ijazah Kitab Kuning, Memelihara Tradisi Pesantren

nuruljadid.net- Salah satu cara menjaga tradisi sanad keilmuan seseorang harus melalui ijazah. Dan ijazah sanad keilmuan merupakan sesuatu yang sangat penting,’Ungkap Usatadz Misbahul Munir.

Pernyataan tersebut diungkapkan setelah selesai mengikuti Dirosah Ilmiah dan Ijazah Kubro Kitab Unwan Taufiq Fi adabit Thoriq oleh Syekh Awad Karim Al-Aqly. Selasa siang (03/02) di Masjid Jami’ Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo.

Kabid Tarbiyah Watta’lim Biro Kepesantrenan ini mengungkapkan kegembiraannya saat Syekh Awad bisa melanjutkan tausyiahnya. dan juga melihat semangat pengurus dan santri dalam mengikuti kegiatan tersebut.

“Kami sempat kaget saat Syekh Awad tidak bisa melanjutkan tausyiahnya, Senin malam (02/03) karena beliau secara tiba-tiba mengeluh sakit. Melalui mutarjimnya beliau meminta maaf dan akan dilanjutkan pada esok harinya (selasa siang). Bahkan pada selasa pagi, kami mendapatkan informasi bahwa beliau tidak bisa melanjutkan. Sebab, kesehatan beliau belum stabil. Rasa syukur saya tidak terhingga saat beliau berkenan untuk memberikan tausyiah lanjutan pada selasa siang pukul 14.00 WIB. Kebanggan saya bertambah pada saat melihat pengurus Pesantren yang semangat sekali mengikuti ijazah kitab unwan taufiq fi adabit thoriq di Masjid Jami’ Pondok kemarin.  Mereka semua menyadari bahwa sanad keilmuan seseorang itu harus jelas sehingga bisa mengantarkan kepada keberkahan sebuah ilmu,” Tegasnya.

Masih menurut mantan kepala madin 2015 ini, santripun juga demikian, mereka sangat antusias dalam mengikuti kegiatan semacam ini. terbukti seribu kitab laris terjual. Saya tidak menyangka akan sebanyak ini. Apalagi penyampaian Syekh Awad sangat memukau, memotivasi dan bahkan membangkitkan semangat para penuntut ilmu agar tidak berhenti belajar. Salah satu ungkapan beliau (Syekh Awad) kita diharapkan mampu meniru dan meneladani ulama-ulama nusantara yang terkenal di seluruh dunia. Mereka dengan kealimannya mampu membuat orang-orang di dunia ini sangat mengaguminya. Diantara ulama Nusantara yang beliau sebutkan adalah: KH. Nawawie Al-bantani, KH. Mahfudz Termas, KH. Yasin Al-Fadani, KH. Hasyim Asy’ari. Ulama ini disebutkan oleh beliau sebagai ulama yang banyak karya-karyanya.

Bahkan tidak cuma itu yang disampaikan oleh Syekh Awad, beliau mengharuskan santri Pondok Pesantren Nurul Jadid menguasai ilmu bahasa arab. Karena dengan seperti itu, maka akan lebih mengetahui secara detail tentang ajaran Islam.

Masih kata Dosen Universitas Nurul Jadid, Alhamdulillah Syekh Awad Karim Al-Aqly tidak hanya mengijazahi kitab unwan taufiq fi adabit thoriq. Namun beliau mengijazahkan seluruh kitab yang ditulis oleh Ibnu Athoillah As-sakandari, penulis kitab hikam. Dan bahkan, beliau melalui ijazahnya memberikan seluruh ilmu yang didapatkan dari guru-gurunya beliau.

Kegiatan ijazah sanad maupun ijazah kitab kuning seperti ini, sangat perlu untuk tetap dilestarikan. Sebagai upaya untuk menjaga tradisi Pesantren,” Kata Ustadz Misbahul Munir diakhir pembicaraannya.

 

 

Pewarta : PM

Meskipun Kesehatan Kurang Fit, Syekh Awad Sempatkan Ijazah Kitab Unwan Taufiq

nuruljadid.net- Terdengar bacaan burdah sangat menggema dari ribuan santri di dalam masjid Pondok Pesantren Nurul Jadid. Bacaan burdah ini dilakukan untuk menyambut kehadiran Syekh Awad Karil Al-Aqly ulama sufi dan musnid berasal dari sudan. Senin malam (02/03).

Nadham yang berisi tentang pujian-pujian kepada baginda Rasulullah SAW merupakan salah satu bacaan yang dibaca acara Pesantren yang ditempatkan di Masjid Jami’ Pondok oleh santri Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Bacaan burdah berhenti, saat Syekh Awad Karim Al-Aqly bersama rombongan memasuki masjid dan menempati tempat yang telah tersedia di dalam masjid.

Pada acara tadi malam, tidak hanya santri aktif yang menjadi peserta daurah ilmiah dan ijazah kubro. Tampak hadir sebagian alumni dan simpatisan, mereka tidak mau ketinggalan untuk mendapatkan ijazah langsung dari beliau.

“Saya ingin mendapatkan barokah juga, meski saya bukan lagi sebagai santri aktif. Kegiatan ijazah seperti ini merupakan salah satu tradisi pesantren yang harus dilestarikan dengan baik,” Kata dia (alumni yang tidak mau disebutkan namanya).

Gus Fayyadl memberikan hantaran sebelum Syekh Awad memberikan tausyiahnya. Direktur Lembaga Pengembangan Bahasa Asing ini, menyampaikan profil singkat Syekh Awad Al-Aqly.

“Beliau (Syekh Awad) adalah keturunanan ahlul bait dari pamanda nabi yang bernama sahabat ‘Aqil bin Abi Tholib bin Abdul Mutholllib,” Ujar Gus Fayyadl

“Kita berharap semoga majelis ini bersamaan dengan ridla Allah. Serta kita bisa menimba ilmu yang barokah dari kehadiaran beliau. Mari kita belajar menyimak terhadap apa yang akan disampaikan oleh beliau,”Sambungnya.

Dengan bahasa arab yang fasih, Syekh Awad memulai tausyiahnya. Pertama: memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT dan sholawat kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW. Pesan pertama yang beliau sampaikan kepada kita yaitu berkaitan dengan sanad. Sanad itu bagian penting dalam agama. Beliau berkenan mengijazahkan setiap ilmu yang beliau dapatkan dari guru-gurunya baik berupa diroyah dan riwayah,” Kata Mutarjim

Beliau melalui penterjemahnya memberikan ijazah bacaan “Allahumma a’inni ala dzikrika wasyukrika wa husni ibadatika” kemudian santri mengucapkan kalimat qobilna. Juga, beliau memberikan ijazah terhadap kitab unwan taufiq fi adabit thoriq. Santripun mengucapkan qobilna (kami menerima).

Acara tidak bisa dilanjutkan sampai selesai, karena Syekh Awad Karim Al-Aqly secara tiba-tiba menyampaikan bahwa kesehatannya sedang terganggu. Dan beliau melalui penterjemahnya memohon maaf dan mengakhiri tausyiahnya dan insya Allah akan dilanjutkan besok hari.

 

 

Pewarta : PM

BKOSS Siap Menggelar FESBAN

BKOSS Siap Menggelar FESBAN

nuruljadid.net – Ahad (01/03/2020) Panitia Festival Sholawat Al-Banjari (FESBAN) se-Jawa Timur yang berada di bawah naungan Badan Koordinasi Olahraga dan Seni Santri (BKOSS) Pondok Pesantren Nurul Jadid Menggelar acara Technical meeting bersama para perwakilan setiap tim dari peserta Al-Banjari.

Didalam acara tersebut membahas tentang tata terbit lomba, hal – hal tentang lagu wajib, mengundi nomor tampil, dan lain sebagainya.

Zainullah Aswi Ketua Harlah dan Haul PP. Nurul Jadid menyampaikan dalam sambutan, dengan dihelatnya FESBAN dapat menyambung uswah Ma’hadiyah antara PP. Nurul Jadid dengan Pondok Pesantren se-Jawa Timur.

“Festival Sholawat Hadrah Al-Banjari ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun. Karena kegitan ini merupakan salah – satu kegiatan yang bertujuan untuk menyemarakkan Haul dan Harlah, serta kami berharap momentum ini juga bukan hanya dapat dirasakan oleh internal PP. Nurul Jadid sendiri, akan tetapi eksternal pesantren lain juga dapat merasakan benar – benar merasakan momentum Haul dan Harlah ke 71 ini,” ungkapnya dalam sambutan.

Ust. Ridwan Adi Wijaya saat menjelaskan tata tertib FESBAN

Ust. Ridwan Adi Wijaya saat menjelaskan tata tertib FESBAN

Ditempat yang sama, Ketua Panitia Festival Sholawat Al-Banjari Ridwan Adi Wiyaja turut menyampaikan sambutan, dalam sambutannya. Ia menjelaskan beberapa hal tentang festival yang akan dilaksanakan di Aula Pesantren II itu.

“Lomba FESBAN kali ini cukup berbeda dengan lomba FESBAN tahun sebelumnya. Pertama, kita mengadakan lomba festival selama 2 kali pada tanggal 11 dan 12 Maret 2020. Kedua, pada lagu wajib kita memberikan 2 lagu wajib yang harus dipelajari oleh peserta yang akan diacak nantinya pada hari pelaksanaan sebelum penampilan oleh vocal inti,” terangnya.

“Yang perlu kami sampaikan juga, pada teks lagu wajib yang sebentar lagi akan dibahas. Merupakan referensi yang diberikan secara langsung oleh para dewan juri. Kemudian kami mengevaluasi acara FESBAN dari tahun sebelumnya, pada tanggal pelaksanaan nanti lomba hanya akan dilaksanakan pada malam hari,” pungkasnya.

Pasca sambutan terdapat penjelasan penjelasan tentang tata tertib, dan pengundian nomor tampil oleh panitia FESBAN. Dan sampai berita ini ditulis, pendaftar Festival Sholawat Al-Banjari telah berjumlah 58 tim.

Turut hadir dalam acara tersebut, Kepala BKOSS, KH. Makki Maimun Wafi, dan Wakil Harlah 1, Taufik Hidayah.

Penulis : Ahmad

Editor : Ponirin

KH. Moh. Zuhri Zaini, Hadiri Undangan Isro’ Mikroj P4NJ Kalimantan Barat

nuruljadid.net- Rombongan Pembantu Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid (P4NJ) Kalimantan Barat bersama simpatisan pukul 10. 00 WIB sudah berada di Bandara Supadio Pontianak, Kalimantan Barat. Mereka menunggu kedatangan Almukarrom KH. Moh. Zuhri Zaini Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo. Keberangkatan beliau dari Bandara Surabayapukul 10. 00 WIB dan tiba di Bandara Supadio Pontianak, Kalimantan Barat pukul 11. 00 WIB, Sabtu pagi (29/02).

“Kedatangan beliau sangat kami tunggu. Kami kangen sekali pada beliau. Bahkan semua alumni disini (Kalimantan Barat) sangat gembira saat beliau (Kiai Zuhri) berkenan menghadiri undangan P4NJ Kalimantan Barat. Maklum, dari sebagian mereka lama sekali tidak bertemu kiai,” Kata Ustadz Arba’in An-Nawawy.

Mantan Kepala Wilayah sunan Kalijogo (D) ini, memberikan informasi kegiatan Kiai Zuhri selama berada di Kalimantan Barat. Saat ini beliau masih berada di rumah tuan rumah yaitu Ustadz Haibari, ba’dah asharbeliau (Kiai Zuhri) berangkat ke lokasi acara untuk mengisi pengajian Isro’ Mikroj pukul 20. 00 WIB di Sungai Malaya Kubur Raya Kalimantan Barat. Sedangkan pada hari ahad tanggal 02 Maret beliau mengisi ceramah agama di Masjid Desa Madu Sari. Dan pada tanggal 02 hari senin beliau mengisi ceramah agama di kediaman Ustadz Alfun Tawandi dilanjutkan ziaroh ke makam Sultan Syarif Abdurrahman Batu Layang pada hari senin tanggal 03 Maret 2020. Setelah itu selesai semua beliau akan kembali ke Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo.

Kedatangan beliau ke Kalimantan Barat, semoga masyarakat disini tercerahkan dan mampu meneladani akhlak beliau,” Sambungnya.

 

 

 

Pewarta : PM

YBS Az-Zainiyah Nurul Jadid, Berbagi Bahagia Bersama Anak Yatim

nuruljadid.net- Wajah gembira nampak jelas terlihat diraut wajah anak yatim. Saat pengurus Yayasan Bantuan Sosial (YBS) Az-Zainiyah tiba dikampung mereka. Kamis (27/02). Mereka telah menunggu beberapa menit kedatangan pengurus YBS Az-Zainiyah untuk memberikan bantuan berupa sembako kepada mereka. Rombongan tersebut terdiri dari Pimpinan YBS Kiai Ahmad Zaky, Ustadz Fathollatif, Ustadz Sholihuddin, Ustadz Fathorrahman dan Ustadz Mas’ud.

Kegiatan sumbangan dor to dor dengan model mendatangi rumah anak yatim secara langsung, ini telah dilaksanakan hampir setahun berjalan.  Sebelum memberikan bantuan dengan mendatangi rumah anak yatim. Kami, Pengurus YBS Az-Zainiyah mendata terlebih dahulu nama-nama anak yatim berikut desa dan dusunnya,’ Kata Ustadz Fathollatif Koordinator Distribusi Bantuan YBS Az-Zainiyah.

Masih kata Kabid Wilayah Biro Kepesantrenan ini, tujuan memberikan bantuan semacam ini, agar ada kepedulian Pesantren terhadap anak yatim dan juga terhadap masyarakat sekitar yang membutuhkan. Banyak sekali anak yatim yang butuh perhatian khusus dari Pesantren. Dan kami hadir dengan niatan agar bisa mengurangi sebagian beban mereka.

Kami memberikan bantuan setiap akhir bulan ke beberapa tempat. Bulan ini, kita memberikan sumbangan anak yatim ke 3 tempat, desa terdekat Pesantren yaitu: Karanganyar dan Sidodadi. Untuk desa karanganyar di bagi 2 tempat, Dusun Tanjung dan Dusun Grinting. Untuk desa Sidodadi satu tempat saja,”Tutur Ustadz Fathollatif.

Pria yang berasal dari Pulau Raas berharap agar adanya bantuan yang diberikan oleh Pesantren melalui Yayasan Bantuan Sosial (YBS) Az-Zainiyah bisa menggugah masyarakat disekitarnya. Bentuk kepedulian itu, harus muncul dari orang yang mempunyai kelebihan materi (harta) supaya bisa bersama-sama meringankan beban mereka.

“Kegiatan dor to dor semacam ini, dilaksanakan setiap akhir bulan. Kita minta do’anya semoga YBS Az-Zainiyah bisa selalu hadir ditengah-tengah anak yatim untuk memberikan bantuan. Kita ingin berbagi bahagia bersama anak yatim,” Sambungnya.

“Terima kasih pak, Semoga Allah membalas kebaikan Pondok Pesantren Nurul Jadid. Dan, mudah-mudahan Pesantren Nurul Jadid selalu diberi kemajuan dan keberkahan,” Ujar Ibu yang tidak mau disebut namanya.

 

 

Pewarta : PM