Pos

“One Month One Juz”, Meskipun Sibuk di Organisasi, Membuat Saya Hafal Alqur’an

nuruljadid.net – Alqur’an merupakan kitab suci umat Islam yang didalamnya berisi tentang petunjuk bagi kehidupan umat manusia. Barangsiapa yang mengamalkan isi alqur’an maka ia akan mendapatkan kebahagiaan hidup, ketenangan hidup, ketentraman hidup dan bahkan akan mendapat kemudahan didalam menjalani kehidupannya. Alqur’an pun sebagai obat bagi seluruh penyakit yang diderita oleh manusia. Baik penyakit dhahir lebih-lebih penyakit batin. Bahkan dengan menghafal alqur’an saja, akan diberi kegampangan didalam menyelesaikan masalah. Apalagi menghafalkan sekaligus mengamalkannya.

Berikut wawancara khusus nuruljadid.net dengan Dokter Hafidzah Alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo, dr. Hamidatul Musyarrafah tentang manfaat yang dirasakan menghafal alqur’an. 

 Seberapa lama anda menghafalkan alqu’an?

Saya menghafalkan Al Qur’an sejak tahun 2009  waktu itu kelas 3 SMP NJ akhir  dan alhamdulilah selesai waktu saya kelas 3 MANJ, 3 bulan sebelum  Ujian Nasional. Saya selesai menghafal alqur’an selama 3 Tahun 3 Bulan. Alhamdulillah.

 Bagaimana trik anda menghafalkan alqur’an, waktu berada di asrama PPIQ tahfidz waktu di Nurul Jadid?

Saya tidak punya trik khusus, tapi saya punya target ngafalin One Month One Juz. Dan saya sematkan dalam fikiran saya, sesibuk apapun kegiatan saya di MANJ dan di organisasi saya harus bersama alqur’an paling sedikit 3 Jam sehari. 

Sejak anda menjadi alumni (keluar dari pondok pesantren Nurul Jadid) bagaimana cara anda memelihara hafalan anda?

Semenjak saya keluar dari NJ dan saya kuliah di semarang saya tinggal di Pesantren Mahasiswa di kampus saya (Universitas Islam Sultan Agung Semarang) dan saya murojaah atau mentakrir hafalan saya ke pengasuh pesantren. Dan saya targetkan murojaah saya sehari setengah juz

Banyaknya tugas kuliah, apa hafalan qur’an anda tidak terganggu?

Memang agak terganggu, apalagi kuliah saya di fakultas kedokteran umum. Tapi karena saya tinggal di pesantren dan setelah setahun saya tingal di sana saya diangkat menjadi musyrifah (pengurus pesantren) jadi saya juga berkewajiban mengaji dan saya menjadi coordinator program tahfidz kemudian saya menerima setoran hafalan santri2 (disitu saya sambil  mengingat ngingat hafalan saya) . Jadi sesibuk apapun tugas kuliah saya, saya tidak bisa meninggalkan al qur’an saya. Saya membagi waktu juga untuk hafalan saya sendiri, misalkan sehabis tahajjud dan setelah isya sampek jam 9 (itu waktu saya sendiri untuk mentakrir (mengulang ) hafalan saya. Karena jam 9 ke atas waktu saya untuk belajar dan mengerjakan tugas kampus. Sedangkan kalo jam habis subuh dan ba’da maghrib saya menerima setoran adek2

Apa yang anda rasakan, setelah anda menjadi hafidzah?

Banyak sekali ni’mat yang saya rasakan setelah menghafal, seperti halnya kelancaran berfikir. Sebelum menghafal saya hanya santri yang biasa saja. Tapi setelah saya MANJ waktu itu saya menghafal dapat 6 juz saya banyak di amanahi organisasi (bahkan saat MANJ saya di amanahi 5 organisasi : Osis MANJ, ExCom, Itnasy PPIQ, pendiri Rumah Jamur program IPA MANJ, Ketua Panitia FKS Lumajang ) dan alhamdulilah saya bisa banyak belajar di berbagai organisasi tersebut sehingga saya mengevalusikan diri dan banyak berbenah. Tidak hanya itu bahkan saat saya mau masuk kuliah saya banyak di terima beasiswa salah satunya di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, tapi akhirnya saya memilih kuliah di Fakultas Kedokteran Umum Univ. Islam Sultan Agung Semarang Jawa Tengah (dan saya yakin saya keterima salah satu hal terbesarnya karena barokahnya al qur’an) . tidak hanya sampai di situ setelah setahun saya tinggal di pesantren mahasiswa, saya di angkat menjadi pengurus asrama satu2 nya yg masih semester 3 ( musyrifah lainnya sudah lulus sarjana) , di pesantren tersebut saya mendapat fasilitas yang luar biasa, mulai dari kamar yg luas ada kipas anginnya, tersedianya mesin cuci, makan gratis tanpa antri seperti santri, dan mendapat insentive sejuta per bulan. (ketika kita memuliakan al qur’an insyaallah al qur’an yang memuliakan kita). Sesibuk apapun kegiatan saya di pesantren tapi alhamdulilah saya bisa lulus sarjana kedokteran lebih cepat  selama 3,5 tahun  dan lulus profesi kedokteran (coass) selama 1 tahun 10 bulan ( lagi lagi karena barokahny al qur’an). Seperti yang saya sampaikan di seminar motivasi Program  IPA  MA Nurul Jadid Saya juga mengambil skripsi dengan judul “ Pengaruh Murottal Surah Yassin Terhadap Tekanan Darah Pada Pasien Stroke” dan hasilnya memang berpengaruh  terhadap tekanan darah pasien stroke sehinga tekanan darah bisa lebih turun. Sebab membaca atau mendengarkan surah surah Al Qur’an bisa mempengaruhi otak kita (Hipotalamus) sehingga otak kita menstimulasi hormone endorphin (hormone kebahagiaan) lalu mempengaruhi saraf parasimpatis kita menyebabkan denyut jantung kita lebih stabil dan tubuh kita terjadi relaksasi sehingga hati kita bisa menjadi lebih tenang. Sesuai dengan firman allah

وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلۡقُرۡءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٞ وَرَحۡمَةٞ لِّلۡمُؤۡمِنِينَ وَلَا يَزِيدُ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا خَسَارٗا

Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zhalim (Al-Qur’an itu) hanya akan menambah kerugian. (Q.S Al-Isra'[17]: 82).

 

 

Pewarta : PM

 

Mantapkan skill Wali Asuh dengan Sharing STIFIn

Mantapkan skill Wali Asuh dengan Sharing STIFIn

nuruljadid.net – Dalam rangka memantapkan skill Wali Asuh akan materi STIFIn Wilayah Al-Mawaddah, Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo. Mengadakan Pelatihan Kewaliasuhan yang bertempat di Dalem Pemangku Al-Mawaddah lantai 2. Kamis, (27/02/2020).

Acara tersebut dihadiri oleh seluruh wali asuh wilayah Al-Mawaddah. Ustadzah Millatul Wildan dan Ustadzah Rif’atul Afifah Salsabila sebagai Penyaji begitu antusias menyampaikan materi STIFIn yang disimak dengan khusyuk oleh seluruh wali asuh.

Wilayah Al-Mawaddah merupakan satu-satunya dari beberapa wilayah santri putri di PP. Nurul Jadid yang mewajibkan seluruh santrinya untuk mengetahui kepribadian diri dengan tes STIFIn. Maka tak ayal, di Al-Mawaddah seluruh santri diperlakukan sesuai kepribadiannya. Karena semua santri memiliki kekurangan, kelebihan, dan serta penanganan yang berbeda.

Ustadzah Millatul Wildan (paling kanan) saat menyampaikan materi didepan para wali asuh

Ustadzah Millatul Wildan (paling kanan) saat menyampaikan materi didepan para wali asuh

“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi wali asuh agar dapat membaca pola anak asuhnya masing – masing sehingga dapat menanganinya lebih maksimal,” ungkap Ustadzah Rifa kepada para Wali Asuh disela – sela pematerian berlangsung.

Lanjut beliau, santri yang berasal dari Kabupaten Jember itu berharap setelah mengikuti pelatihan tersebut segenap wali asuh bisa langsung mempraktekkan ilmunya dalam keseharian.

Dilain tempat, Ustadzah Ega Qotrina selaku koordinator Bimbingan Konseling dan Wali Asuh menyampaikan bahwa kegiatan tersebut akan menjadi kegiatan rutin oleh Divisi BK WA.

“STIFIn itu sudah sangat rinci dalam menjelaskan kepribadian seseorang. Jika kita ingin anak asuh kita lebih baik maka wali asuh harus bisa memahami karakter dan kepribadiannya. Tentu itu akan sesuai dan tidak ada ganjalan maupun gesekan hati dari para wali asuh dan anak asuh. Agar saling mengerti akan kepribadian masing-masing dan tidak keliru bertindak serta memberi pendampingan,” tutur Ustadzah Ega Qotrina.

Penulis : Dewi

Kalian Orang Hebat, Bisa Mengabdi di Pesantren

nuruljadid.net- Suasana cukup meriah, saat Pembina Panji Pelopor Ustadz Dimas Eko Cahyono membacakan Surat Keputusan (SK) Pesantren terkait pengangkatan pengurus Panji Pelopor 2020-2021 pada acara pelantikan Panji Pelopor jilid IV bertempat di Aula Pesantren I Pondok Pesantren Nurul Jadid, Selasa siang (26/02), pukul 12. 30 WIB.

Bahkan tepuk tangan pun, tak dapat dikendalikan oleh para pengurus Panji Pelopor demisioner, termasuk diantaranya mantan ketua Panji Pelopor periode 2019-2020. Dia berkata “ Ya, dari begitu bangganya, mereka bertepuk tangan cukup keras sekali. Lihat saja wajah mereka begitu berbunga-bunga,” Ucap Mannan.

Wajah ceria juga tampak terlihat dari Kasubbag Protokoler Ustadz Bashori Alwi. Beliau sesekali melempar senyum manisnya, saat terikan Panji Pelopor Hebat terungkap dari peserta yang hadir pada acara pelantikan kemarin.

“Tidak ada yang bisa saya katakana hari ini, selain kata bangga melihat antusiasme Panji Pelopor di ruangan ini,” Kata Ustadz Bashori Alwi.

Saat KH. Hefny Rozak memberikan pengarahan sekaligus motivasi, suasana sangat hening. Para Panji Pelopor mendengarkan dengan khusyu’ tausyiah beliau. Kiai murah senyum ini sesekali melempar senyumnya saat melihat Panji Pelopor. Mungkin saja, karena beliau sangat bangga melihat calon pemimpin masa depan tersebut.

Dalam pengarahannya, Ketua Lembaga Motivasi Nurul Jadid ini menyampaikan, kesempatan mengabdi di Pesantren hanya diberikan kepada orang-orang hebat. Pondok Pesantren Nurul Jadid mempunyai ribuan santri, tapi hanya 200 orang yang terpilih. Ini menandakan bahwa kalian adalah orang hebat.

“Kalian ini termasuk orang yang sangat luar biasa, orang hebat, karena terpilih menjadi pengabdi (Panji Pelopor) tanpa menggunakan uang sepersenpun. Mau menjadi kepala desa saja, ratusan ribu uang harus dikeluarkan, apalagi mau menjadi presiden. Sedangkan anda, menjadi Panji Pelopor atau engabdi di Pesantren tempat mencetak orang yang beriman dan berilmu, tidak bayar,” Sambung Kiai Hefny.

Lagi-lagi tepuk tangan Panji Pelopor menggaung di acara ini, saat mendengar pengarahan dari Kiai Hefny.

Tidak hanya Panji Pelopor yang ikut dengan seksama mendengarkan pengarahan tersebut, tapi WKM Humasy sekolah mengikuti acara hingga selesai.

“Alhamdulillah, saya bisa ikut menyaksikan pelantikan Panji Pelopor. Dan juga mendengarkan tausyiah sekaligus motivasi dari Kiai Hefny,” Ujar Ustadz Rosyidi Abdurrasyid WKM Humas MTs Nurul Jadid.

 

Pewarta : PM

Galeri Foto: Pelantikan Panji Pelopor dan Tausiyah Pengasuh

Panji Pelopor Sebagai Wahana Kaderisasi

nuruljadid.net- Selasa, 25 Pebruari 2020 Panji Pelopor Jilid IV akan dilantik oleh Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Jadid. Tempatnya di Aula Pesantren I pada pukul 13. 00 WIB.  Organisasi ini terbentuk di Pesantren empat tahun yang lalu atas inisiasi Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Abdul Hamid Wahid.

Dalam perjalanannya, Organisasi Panji Pelopor mengalami perkembangan dari tahun ke tahun. Menjadi organisasi kader di Pesantren, Panji Pelopor telah berkontribusi sangat baik terhadap Pesantren, terutama membantu untuk mensukseskan kegiatan-kegiatan di Pesantren,’Kata Ustadz Bashori Alwi Kasubbag Protokoler.

Organisasi Panji Pelopor merupakan gabungan siswa dari delegasi perlembaga yang ada d bawah naungan Nurul Jadid, “Sambungnya.

sementara, Pembina Panji Pelopor Ustadz Dimas Eko Cahyono mengatakan di pelantikan Panji Pelopor nanti akan diberikan tausyiah kepesantrenan semacam ruhul jihad agar mereka bekerja membantu pesantren bukan karena keterpaksaan tapi keterpanggilan hati karena ingin mengabdi.

Organisasi ini tidak hanya selesai dibentuk tapi harus ada pengawalan dan pembinaan secara berkesinambungan. Dengan itu, visi Kepala Pesantren berkait terbentuknya Panji Pelopor ini bisa terwujud,” Ungkap Ponirin Mika Kasubbag Humas dan mantan Pembina Panji Pelopor jilid II dan III.

Untuk Panji Pelopor periode 2020-2021 sebanyak 200 peserta terdiri dari putera 100 orang dan puteri 100 orang. Sejumlah ini bisa kita bagi dalam bertugas sesuai dengan kepentingan dan satuan tugas Panji Pelopor,” Tegas Ustadz Bashori Alwi.

Masih kata, Mahasiswa Program Doktoral di IAIN Semarang Jurusan Falak ini, Panji Pelopor harus menjadi organisasi penggerak ditingkat santri yang sebaya, agar mereka (santri) mempunyai semangat untuk menjadi abdi yang professional di Pesantren. Sebab, Pesantren Nurul Jadid juga mengajarkan bagaimana santrinya mempunyai kesadaran berorganisasi yang handal. Di Pesantren Nurul Jadid tidak hanya mengajarkan santrinya untuk mendalami ilmu agama semata, melainkan ada wadah menempa diri untuk menjadi seorang organisator yang cakap dan terampil,” Sambung Ponirin Mika

Pria berkaca mata ini melanjutkan pernyataannya, “Panji Pelopor merupakan wahana kaderisasi santri, organisasi tersebut mendapatkan pembekalan wawasan tentang kehumasan dan keprotokoler melalui pelatihan-pelatihan berbentuk in job training maupun of the job training. Kita telah bekerjasama dengan Humpro Pemda Kabupaten, Probolinggo dalam hal pengisi materi keprotokoleran. Dengan akan dilantiknya 200 Panji Pelopor saat ini, besar harapan kami, agar mereka melaksanakan tugasnya secara maksimal, panca pelatikan nanti.

Pewarta : PM

Galeri Foto: Lomba Diba’iyah pada HAUL dan HARLAH 71

Sambung Rasa di Pengajian Kitab Syu’abul Iman

nuruljadi.net-Sabtu, 15 Februari 2020, salah satu rumah di Cakung, Jakarta Timur, nampak ramai. Beberapa lelaki dan perempuan yang mengenakan busana muslim terlihat berdatangandan bersalaman. Di antara mereka ada yang membawa momongan, ada pula yang datang sendirian. Mereka saling bertegur sapa, tukar cerita,dan bercanda ria sambil menikmati secangkir kopi hitam dan aneka kudapan.Di antara mereka ada yang bertanya seputar aktivitas terkini, jumlah keturunan, saling mendoakan atas kebaikan, dan atau sekedar mengenang masa-masa belajar di Pondok Pesantren Nurul Jadid (Ponpes NJ), Paiton Probolinggo.

Pada Sabtu yang cerah itu, para alumni Ponpes NJ yang bermukin di sekitar Jabodetabek Banten sedang mengadakan pertemuan yang dibalut dengan Pengajian Syu’abul Iman, yaitu kegiatan mengaji kitab yang memuat bait-bait tentang cabang-cabang iman, buah karya Pendiri Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Zaini ‘Abdul Mun’im.

 Tepat pukul 11.30 WIB, salah satu alumni bernama Abdul Majid, memimpin tahlil yang dikhususkan untuk Pendiri dan Masyayikh Ponpes NJ. Para alumni lainnya khusyuk mengikuti irama tahlil yang cepat dan kompak.

 Usai pembacaan tahlil, sebagian alumni bersegera menunaikan ibadah sholat dan makan siang (Ishoma). Selanjutnya mereka segera berkumpul di dalam rumah, di mana pertemuan antaralumni bersama nara sumber Kitab Syu’abul Iman, yaitu KH Najiburrahman Wahid atau Kiai Najib, diselenggarakan.

 Dari dalam rumah itu, lamat-lamat terdengar Qosidah Tawasul Pendiri Ponpes NJ disenandungkan. Iramanya enak didengar, dan merasuk ke relung jiwa para alumni yang telah lama tak mendengarnya.

 “Pertemuan ini bagaikan oase bagi kita,” ujar Ahmad Im’an, tuan rumah yang didapuk untuk menyampaikan sambutan.“Karena itu, saya sangat bersyukur atas kehadiran teman-teman pada Pengajian Kitab Sy’abul Iman yang diampu oleh KH. Najiburrahman Wahid,” pungkasnya.

 Hal senada disampaikan Nasrul Umam Syafi’i, Ketua P4NJ Jabodetabek Banten. Menurut lelaki asal Tuban ini, kegiatan mengaji kitab sangat penting untuk menjaga silaturahim. Karena itu, ia bertekad akan menjadikan pengajian kitab ini sebagai kegiatan rutin 3 bulan sekali.

 Sementara Anas Nasihin, salah satu alumni yang kini bermukim di perbatasan antara Depok dan Tangerang Selatan, mengatakan bahwa Pengajian Kitab Syuabul Iman dapat diartikan sebagai tabarukan dan sambung rasa, baik antaralumni di sekitar Jabodetabek Banten, dan terutama dengan Pendiri dan Masyayikh Pondok Pesantren Nurul Jadid.

 Menanggapi hal tersebut, Kiai Najibyang didaulat sebagai nara sumber Pengajian Kitab Syu’abul Iman, menyatakan bahwa ada banyak nilai yang terkandung dalam pertemuan ini. Salah satunya adalah mendamaikan perselisihan antarsesama manusia.

 Terkait hal tersebut, Kiai Najib bercerita tentang sebuah kejadiandi mana dua orang yang saling bermusuhan dalam urusan politik, akhirnya islah setelah bertemu pada sebuah forum silturrahim keluarga. Mereka terkejut karena baru sadar bahwa sesungguhnya mereka masih bersaudara.

 “Akhirnya mereka ishlah. Inilah hikmah atau nilai positif darisilaturrahim ini, dan dapat pula bermakna mensinergikan potensi yang berbeda-beda,” pungkasnya.

Sementara itu, Saiful Anwar, salah satu alumni yang dulu pernah bersekolah di MAK Nurul Jadid angkatan III, mengatakan bahwa ia sangat bersyukur dapat menghadiri Pengajian Kitab Sy’abul Iman. Selain dapat mengingatkannya pada sosok guru yang yang amat ia kagumi, yaitu KH Abd. Wahid Zaini yang nota bene merupakan Ayahanda Kiai Najib, ia juga dapat bertemu dengan beberapa alumni lainnya yang selama ini susah dijumpai karena padatnya aktivitas di rimba raya Jakarta.

 “Bahkan dengan Im’an itu, baru kali ini saya bertemu selama berada di DKI Jakarta,” ujarnya.*

 

Pewarta : M. Adib Minanurokhim

Reorientasi Asrama I’dadiyah

nuruljadid.net- Asrama I’dadiyah merupakan tempat orentasi santri baru untuk mengenal lingkungan baru, kebiasaan-kebiasaan positif dan implentasi peraturan sehingga menjadi santri sesuai profile santri yang diharapkan Pondok Pesantren Nurul Jadid. Disini butuh doktrin dan internalisasi yang sistemik dan terstruktur,” Ungkap H. Faizin Syamwil Sekretaris Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo pada pertemuan Biro Kepesantrenan, Selasa (18/02) pukul 13. 00 WIB di Kantor Sekretariat.

Sebagai pengurus kita harus memberikan pelayanan maksimal untuk bisa mengantarkan kepada tujuan tersebut. Tentu, harus memberikan kegiatan-kegiatan yang mendukung terhadap visi dan misi tersebut, mulai dari kegiatan akademik dan pembiasaan-pembiasaan yang baik. Ini semua membutuhkan kerja ekstra dan kreatifitas dari pengurus terutama pengurus Biro Kepesantrenan khususnya pengurus I’dadiyah” Sambungnya.

Senada dengan H. Faizin Syamwil, Ustadz Ainul Yakin Mengatakan, “Tentu asrama I’dadiyah pintu awal internalisasi nilai-nilai kepesantrenan, pembudayaan dan penguasaan keagamaan. Karena, santri itu harus mampu mengetahui dasar-dasar agama, harus mampu hidup mandiri, hidup sederhana, bertanggung jawab dan membiasakan diri dalam melakukan perbuatan baik,” Ujar Mantan BK Biro Kepesantrenan masa khidmat 2007-2010.

 

Pewarta : PM

 

Galeri Foto: Lomba Paduan Suara pada HAUL dan HARLAH ke 71

Galeri Foto: Lepas Pisah dan Pergantian Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) Mahasiswa Universitas Ibrahimy Sukorejo

Galeri Foto: Silaturahmi Konjen China, Seminar Nasional, dan Bedah Buku ‘Ada Apa Dengan China’

Tampak Kelompok dari LPBA(3 orang duduk kanan) saat mengikuti lomba

LPBA, Terus Harumkan Pondok Pesantren Nurul Jadid Dikancah Nasional

nuruljadid.net- Lembaga Pengembangan Bahasa Asing atau yang masyhur disebut LPBA terus menuai prestasi tingkat Nasional.

Ditengah keterbatasan sarana prasarana, Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) tak menyurutkan semangatnya untuk terus mencetak kadernya agar mampu bersaing dalam event apapun, terutama terkait dengan kebahasaan (arab-inggris).

Lembaga ini hampir setiap tahun menjuarai lomba tingkat Nasional yang dilaksanakan oleh instansi formal maupun non formal. Hal itu bisa dilihat dari piala yang terpajang dikantor asrama LPBA.

Dan pada setiap pembacaan prestasi santri di acara Haul dan Harlah Pondok Pesantren Nurul Jadid, LPBA selalu disebut mendapatkan juara level Nasional.

Kali ini, pada lomba Debat Bahasa Arab se Nasional yang dilaksanakan kemarin di Institut KH. Abdul Chalim, Mojokerto, Sabtu (08/02) LPBA berhasil sabet juara II dengan jumlah poin 228 dari akumulasi nilai, penguasaan materi, Sikap, Kerja Tim dan ringkasan akhir (khulasoh).

Wakil Direktur LPBA, Ustadz Taufik Hidayat nampak kegembiraannya melihat prestasi yang diraih oleh peserta didiknya. Ia tidak henti-hentinya melemparkan senyum khasnya yang sangat indah dilihat.

“Kegembiraan kami sangat lebgkap. Sebab, kami telah melaksanakan Hari Ulang Tahun LPBA ke 31. Lantas, kali ini kami mendapat juara se Nasional”, Ungkap Topek, panggilan kesehariannya.

Masih menurut Ustadz Taufik, Dengan diraihnya juara ini, kami berharap keluarga besar LPBA bisa termotivasi dalam mengembangkan skill kebahasaan. Guna menjaga nama harum LPBA dikancah Nasional lebih-lebih Internasional”, Sambungnya.

Sementara peserta lomba M. Mutawakil menyampaikan keinginannya;

“Keinginan saya, Pondok Pesantren Nurul Jadid harum dan terus berkibar di pentas Nasional. Keinginan yang kuat inilah membuat kami semangat terus belajar dan belajar. Tentu, Proses tidak akan menghianati hasil, seperti kami raih hari ini”, Ucap Mutawakkil.

Pewarta : PM.

Galeri Foto: Clinic Award & Launching BAKSOS Harlah 71 serta Program Nurul Jadid Bebas DBD oleh Klinik Az-zainiyah

Pengurus IPPNU Nurul Jadid Baru, Siap Berjuang untuk NU

Pengurus IPPNU Nurul Jadid Baru, Siap Berjuang untuk NU

nuruljadid.net – Peremajaan dalam sebuah organiasasi merupakan sebuah hal yang harus dilakukan sebab dengan diadakannya peremajaan, maka bertambah dewasa dan bermunculan bibit-bibit kader dalam organisasi tersebut. Hal itulah yang dilakukan oleh Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Pondok Pesantren Nurul Jadid, Jum’at (07/02/2020).

IPPNU Nurul Jadid melantik pengurus masa khidmat 2020-2021, berbeda dari tahun sebelumnya kali ini hanya 50 pengurus IPPNU yang terlantik dengan tujuan agar lebih optimal dalam mengatur kinerja organisasi, dan Mufidah berhasil menjadi Ketua IPPNU dengan Ustd, Diana Putri sebagai pembina.

Tampak penyerahan jabatan antara Ketua IPPNU Baru (baju putih kanan) dengan Ketua IPPNU demisioner (baju batik hijau)

Tampak penyerahan jabatan antara Ketua IPPNU Baru (baju putih kanan) dengan Ketua IPPNU demisioner (baju batik hijau)

Bertempat di Aula I PP. Nurul Jadid, kegiatan tersebut dihadiri oleh Ustd. Rofiqotul Husna, perwakilan IPPNU Kraksaan bagian pesantren, serta seluruh anggota IPPNU se PP. Nurul Jadid.

Selaku Ketua IPPNU terpilih, Mufidah menerangkan dalam sambutan bahwa pengabdiannya anggota IPPNU  itu salah satunya ialah berjuang dalam organisasi bernama Nahdlatul Ulama (NU).

“Jadi dalam organisasi di IPPNU Nurul Jadid ini kita fokus mengembangkan ketaatan ahli sunah bersama para ulama,” ungkapnya dalam sambutan.

Penulis : Mirza

Editor :Ponirin

Rektor IAI Ibrahimy Apresiasi, P4NJ Banyuwangi

nuruljadid.net- Ngaji kitab syu,abul iman yang dilaksanakan di Aula Mini Universitas Nurul Jadid Paiton mendapat apresiasi dari rektor IAI Ibrahimy genteng Banyuwangi, Dr. KH. Holiluraman M.Pd.I atau yang akrab dipanggil Gus lilur dalam sambutan sebelum memulai pengajian yang di isi langsung oleh pengasuh Nurul Jadid KH. Moh. Zuhri Zaini .

“Kehadiran jumlah peserta ngaji ke Nurul Jadid dari Banyuwangi ini di luar ekspektasi sebab baru kali ini P4NJ Banyuwangi mengelar ngaji barang dengan KH Zuhri yg diadakan di PP Nurul Jadid. Menurut Gus lilur bisanya kita mengundang atau hadirkan kiai ke Banyuwangi dan baru kali ini kita ngaji dengan beberapa rombongan ke Nurul Jadid Alhamdulillah antusiasisme alumni cukup besar,” Ucap Gus Lilur

Senada dengan Gus lilur ketua P4NJ Banyuwangi Ustadz Rouf Tsani menyatakan kaget dengan jumlah alumni Banyuwangi yang bisa hadir di acara ngaji yang di gelar tgl 7 Pebruari 2020 awal nya etimasi saya peserta yang hadir tidak lebih dari 35 orang ternyata setelah acara di mulai peserta mulai berdatangan hingga Aula Mini penuh. saya bersyukur mudah- mudahan ini awal yang baik untuk kegiatan rutin kita dalam mengaji kitab yang dikarang oleh almarhum KH Zaini Mun,im, pendiri PP. Nurul Jadid.  Dalam acara ini Pengasuh Pesantren Nurul Jadid yang ke VI  Kiai Zuhri, menekankan pentingnya kita menjaga iman.

“Iman itu tidak hanya mempercayai Allah SWT tapi bagaimana kita juga bisa menjalankan perintahNya. Kalau sekedar percaya iblis pun percaya akan kebesaran Allah namun iblis tidak patuh kepada perintah Allah,” Dawuh beliau.

 

Pewarta : Rofiq Syamwil

Editor : Ponirin Mika