Pos

Membuka Tahun 2020, Laziskaf Azzainiyah Menyalurkan Donasi Wakaf

nuruljadid.net-Laziskaf Azzainiyah, lembaga amil zakat Pondok Pesantren Nurul Jadid, mengawali lembaran tahun 2020 dengan pelaksanaan program Wakaf berupa bantuan seperangkat alat mainan edukatif (APE) bagi TK Ceria Dusun Karanganom, Desa Karanganyar Paiton Probolinggo.

Serah-terima dilaksanakan di depan TK Ceria dari direktur Laziskaf Azzainiyah kepada Kepala TK Ceria, Ustadzah Wiwik (6/1/2020).

Kegiatan ini, menurut direktur Laziskaf, Gus Muhammad Al-Fayyadl, merupakan eksperimentasi Laziskaf dalam menyalurkan donasi wakaf. “Laziskaf ingin memberi kemanfaatan sebaik-baiknya dan sebesar-besarnya. Wakaf punya kelebihan dibanding donasi lainnya dalam hal kemanfaatannya yang terus-menerus, untuk kepentingan umum, dan bisa dikelola”, komentarnya.

Gus Fayyadl menceritakan bahwa TK Ceria layak menerima bantuan Wakaf ini karena kondisinya memang sangat butuh untuk didukung dan dibantu semua pihak. “Di sini, saya lihat anak-anak semangat, hanya mengeluh kekurangan fasilitas bermain. Semoga bantuan ini bermanfaat,” tambahnya.

Donasi wakaf berupa alat mainan edukatif ini insya Allah akan direalisasikan untuk TK Azzainiyah II yang juga sama-sama berada di dusun Karanganom.

“Dukungan donatur kami harapkan. Ke depan semoga tidak hanya alat mainan tapi juga kelengkapan sekolah, seperti perpustakaan, bisa kita dukung dan lengkapi,” pungkasnya.

 

Pewarta : Sekretariat Laziskaf

Kunjungan PP. Bustanul Makmur di PP. Nurul Jadid

Nurul Jadid Pondok Yang Sangat Pesat Perkembangannya

nuruljadid.net- “Pondok Pesantren Nurul Jadid merupakan pondok yang sangat pesat perkembangannya, selalu ada inovasi dan perbaikan-perbaikan. Pondok kami Bustanul Makmur Genteng, Banyuwangi masih ada nasab keilmuan dengan pondok pesantren nurul jadid, karena pengasuh kami (Kiai Muwafiq Amir, red)  merupakan alumni Pondok disini,” hal ini diungkapkan oleh Ustadz Ahmad Dhoifi Pendamping kunjungan Rihlah Pondok Pesantren Bustanul Makmur ke PP. Nurul Jadid pukul 09. 00 WIB yang bertempat di Aula Mini Universitas Nurul Jadid. Ahad (05/01/2020).

Sebanyak 85 peserta kunjungan dari Pondok Bustanul Makmur itu ngaji pengelolahan dan manajemen untuk perkembangan di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, Jawa Timur. Namun sebelum acara seremonial dimulai, peserta kunjungan ngalap berkah lebih dulu di asta almarhumin PP. Nurul Jadid.

 

Sekretaris PP. Nurul Jadid, Bapak Faizin Syamweil (tengah) saat menyampaikan sambutan materi perihal pesantren nurul jadid

Sekretaris PP. Nurul Jadid, Bapak Faizin Syamweil (tengah) saat menyampaikan sambutan materi perihal pesantren nurul jadid

Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil menyampaikan berkait pendidikan dan pengajaran serta manajemen dan organisasi santri.

“Di Nurul Jadid pendidikan dan pengajaran serta manajemen dan organisasi menjadi perhatian serius” Ucap H. Faizin Syamwil.

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan keliling Pondok Pesantren dibagi perkelompok dengan didampingi pengurus senior putri dan Panji Pelopor Putri Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Pewarta : PM

Sekretaris Pesantren; Lailatus Sholawah Sebagai Panggung Kreatifitas Santri

nuruljadid.net- Malam ini merupakan malam lailatus sholawat dan panggung kreatifitas santri. Silahkan malam ini seluruh santri bisa menampilan kreatifitas dan keterampilannya bisa berbentuk puisi, syair dan lainnya. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo H. Faizin Syamwil.

Wakil Ketua MCNU Paiton ini mengapresiasi adanya kegiatan lailatus sholawah yang di inisiasi oleh teman-teman santri.

“Saya sangat mengapresiasi atas kegiatan ini, apalagi ini muncul dari santri. Walaupun acara ini persiapannya cukup mepet, namun cukup bagus desainnya. Saya berharap kegiatan seperti ini dilaksanakan setiap tahun,” Tegas H. Faizin Syamwil.

Ungkapan ini disampaikan pada saat pembukaan kegiatan lailatus sholawah, selasa malam (31/12) bertempat dihalaman Kantor Pesantren Nurul Jadid, pukul 21. 00 WIB.

 

Pewarta : PM

PP. Nurul Jadid, Sambut Tahun Baru Dengan Lailatus Sholawat

nuruljadid.net- Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, Jawa Timur, selasa malam (31/12) gelar lailatus sholawat (malam sholawat) bertempat di halaman Pondok, depan Kantor Pusat Pesantren.

Ahmad Faiz panitia kegiatan lailatus sholawah menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan syafaat Nabi Muhammad di pergantian tahun.

“Diluar sana (bukan pesantren) anak-anak muda menyambut tahun baru dengan perilaku yang menyimpang, misalnya dengan pesta miras, sabu dan lainnya. Kita di Pesantren menyambut pergantian tahun ini dengan memperbanyak baca sholawat, salah satunya melalui penampilan hadrah seperti ini,” Ujar Faiz.

Kita akan menampilkan 7 hadrah yang ada di Pondok Nurul Jadid yang terwadai dalam sebuah organisasi Aliansi Hadrah Nurul Jadid. Satu kelompok hadrah akan menampilkan 2 lagu batas waktu maksimal kami berikan 15 menit,” Sambungnya.

 

Pewarta : PM

Akhir Tahun 2019, Asrama Diniyah adakan Ayyamul Musabaqah

Akhir Tahun 2019, Asrama Diniyah adakan Ayyamul Musabaqah

nuruljadid.net – Asrama Diniyah, Wilayah Sunan Bonang (N), Pondok Pesantren Nurul Jadid mengadakan kegiatan Ayyamul Musabaqah yang bertempat di Aula Asrama Diniyah, pada Senin Malam. (30/12/2019).

Kegitan tersebut dihadiri oleh Kepala Madrasah Diniyah (MADIN), K. Miftahul Arifin, Ketua Lajnah Falakiyah, Ust. Musthafa Syukur, dan seluruh Asatid serta Pesera Didik Asrama Diniyah.

Nur Muhammad Ian Bima  selaku Ketua Panitia Pelaksana menyampaikan bahwa, tujuan dari diadakannnya Ayyamul Musabaqah ialah untuk mengasah bakat dan minat santri Asrama Diniyah.

“Sehingga nantinya, santri yang memiliki potensi dan bakat tertentu bisa mengikuti ajang yang lebih tinggi,” ungkap santri asal Banyuwangi itu dalam sambutan.

Ditempat yang sama, juga ada beberapa pesan dan harapan yang di sampaikan oleh Kepala Asrama Diniyah, Hamdan Mufidi. kepada santri asrama diniyah terkait ayyamul Musabaqah. “Yang mana ayyamul Musabaqah ini merupakan acara tahunan dan rutinan yang sering kami selenggarakan oleh asrama diniyah dalam rangka penutup di akhir tahun,” tuturnya.

Selain itu, Ia turut berharap agar kegiatan itu tidak hanya dijadikan ajang seremonial belaka, melainkan bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari tiap lomba yang diadakan pertahunnya.

“Harapan kami para teman – teman santri asrama diniyah bisa mengambil pelajaran dari setiap lomba yang diselenggarakan oleh Al muradi,” harapnya.

Kepala Asrama Diniyah, Hamdan Mufidi saat menyampaikan sambutan

Kepala Asrama Diniyah, Hamdan Mufidi saat menyampaikan sambutan

Menurut mufidi (sapaan akrabnya), kegiatan tersebut sangat penting sekali. Karena di Ayyamul Musabaqah merupakan ajang untuk menempa mental. “Ketika kita sudah berada di masyarakat itu bukan menguji lagi tapi terjun langsung dan itu tidak dinilai oleh juri tapi langsung dinilai oleh masyarakat,” pungkasnya.

Setelah sambutan, digelarlah tausiyah oleh Kepala MADIN, K. Mifathul Arifin seraya membuka perlombaan ayyamul musabaqah.

Pada tahun ini, Al muradi menggelar 12 lomba yang terdiri dari lomba Tartil Al-Qur’an, Qiroatul kutub, Hifdzul kutub, Praktek ibadah, Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ), Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Bilal, Pidato, Dramatisasi puisi, Cerdas-Cermat, Debat, Kaligrafi, Diba’iyyah, dan Ranking 1.

Penulis : Badrus

Editor : Ponirin

Yayasan Bantuan Sosial Nurul Jadid Beri 20 Santunan Anak Yatim

nuruljadi.net- Sebanyak 20 anak yatim diberi santunan oleh Yayasan Bantuan Sosial (YBS) Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, siang tadi pukul 10. 00 WIB bertempat di Kantor Yayasan Bantuan Sosial.

Program pemberian santunan ini sangat sering dilakukan mengingat kegiatan tersebut merupakan salah satu kegiatan prioritas Yayasan Bantuan Sosial, hal ini diungkapkan oleh Ustadz Fathollatif.

Untuk kali ini santunan anak yatim diberikan kepada anak yatim dusun Karanganyar dan dusun Karanganom, Mereka datang didampingi walinya saat menerima santunan.

Dalam sambutannya Bapak Sholihuddin mewakili kepala YBS menyampaikan motivasi kepada 20 anak yatim tersebut. Ada beberapa poin yang disampaikan kepada mereka :Pertama : Wali harus shabar menjaga anak yatim. Kedua : Rajin mengaji dan sekolah jangan sampai putus sekolah. Ketiga : Banyaklah berdo’a untuk menuju sukses. Keempat : Do’akan para almarhumin Nurul Jadid dan Do’akan juga semua keluarga Nurul Jadid agar selalu sehat. mudah2an selalu sehat tetap bisa membantu anak yatim.

“Dengan bantuan seperti ini, mereka anak yatim yang kami harapkan keceriaan,” Sambung ustadz fahol

Pewarta : PM

Santri Nurul Jadid, Melihat Gerhana Matahari Memakai Kaca Mata Gerhana

nuruljadid. net- Melihat gerhana matahari dengan kaca mata gerhana ini merupakan salah satu upaya santri Nurul Jadid melihat bentuk gerhana matahari dengan jelas. Alat ini kami persiapkan agar mampu memberikan pengetahuan baru, hal ini diungkapkan Ustadz Musthafa Syukur, Ketua LBM dan Falakiyah Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Berbarengan dengan kegiatan melihat gerhana matari tersebut, Pondok Pesantren Nurul Jadid melaksanakan shalat gerhana di masjid jami’ Nurul Jadid, pukul 12. 05 WIB. Kebetulan hari ini, Kamis (26/12) terjadi gerhana matahari.

Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo menjadikan moment ini sebagai pembelajaran dalam melaksanakan shalat gerhana matahari secara langsung bersamaan dengan kejadian gerhana matahari.

“Alahmdulillah, kami bisa melaksanakan shalat gerhana matahari bersama santri putra dan putri. Kegiatan ini sebagai pembelajaran yang sangat penting bagi santri,” Ucap Ustadz Fadholi, Pengurus Biro Kepesantrenan.

“Dengan alat kaca mata sederhana sebagian santri bisa melihat langsung bentuk gerhana matahari, “Tambahnya.

 

Pewarta : PM

Mengalahkan 1.200, PPIQ Berhasil Membawa Harum Nurul Jadid Tingkat Nasional

nuruljadid.net – Peserta didik PPIQ kembali membawa nama harum PP. Nurul jadid dalam perlombaan Darul Fikri Islamic Festival yang berlangsug di Darul Fikri Islamic boarding School Of Qur’an Memorization Sukodono, Kabupaten Sidoarjo pada tanggal 23 Desember 2019.

Kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin yang telah dilaksanakan sebanyak 3 kali di pesantren tersebut dalam rangka silaturahmi dan ajang pembuktian bakat peserta lomba DIFES( Darul Fikri Islamic Festival).

Nabilul fikri yang merupakan peserta didik program PPIQ Tahinul Qiro’ah berhasil menyabet juara 1 dalam cabang lomba Tartil. dalam perlombaan tesebut dia berhasil mengalahkan total jumlah peserta lomba yaitu sebanyak 1.200 anak yang tersebar di seluruh Indonesia
Lomba tingkat nasional tersebut terdiri dari 13 cabor lomba di dalamnya yang langsung dibuka secara simbolis oleh KH. Muhammad Siroj M.Pd (Pengasuh Darul Fikri ).

“Alhamdulillah berkat ikhtiyar dan doa para asatidz dan dewan pengasuh Nurul jadid , Nabil berhasil meraih juara 1, awalnya kami tidak menyangka akan sejauh ini hasilnya” tutur ayah nabil yang ikut mendampingi pada perlombaan tersebut.

Senada dengan hal tersebut Direktur PPIQ sangat mengapresiasi atas prestasi yang diraih oleh saudara nabil.
“Semoga menjadi contoh yang baik untuk peserta yang lain dalam meningkatkan ghiroh utamanya dalam mendalami dan mensyiarkan Al-Qur’an” tutur beliau.

Penulis : DMS

Editor : Ponirin

FKO Nurul Jadid Adakan Bedah Buku “Peradaban Sarung” dengan Penulisnya

FKO Nurul Jadid Adakan Bedah Buku “Peradaban Sarung” dengan Penulisnya

nuruljadid.net – Sebagai kegiatan penutup akhir tahun sebelum Sidang Pleno, Forum Komunikasi OSIS (FKO) Nurul Jadid Paiton Probolinggo gelar Kajian dan Bedah Buku “Peradaban Sarung” langsung bersama sang penulis Gus Achmad Dhofir Zuhry yang merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Luhur Baitul Hikmah sekaligus Rektor Sekolah Tinggi Ilmu Filsafat Al-Abrori Malang. Beliau juga merupakan alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid lulus SLTA tahun 2002. Jum’at, (14/12/2019).

Menurut Ketua Panitia, M. Thoiful Abrar, Kegiatan tersebut bertujuan untuk menginspirasi para santri tentang pentingnya Literasi dan keuntungan menulis. Diikuti oleh ratusan santri dari kalangan Siswa dan Mahasiswa. “Kami melaksanakan kegiatan Kajian Bedah Buku ini bertujuan untuk mengajak santri agar sadar pentingnya Literasi dan mau belajar menulis,” Ungkap Ketua Panitia.

Pengurus FKO Nurul Jadid memilih Buku Peradaban Sarung, dikarenakan penulis nya alumni PP. Nurul Jadid sehingga diskusi lebih mengena, dan isi Bukunya sangat relevan dengan Santri dan Nilai-nilai Kepesantrenan yang ada.

Gus Achmad Dhofir Zuhry saat menyampaikan materi

Gus Achmad Dhofir Zuhry saat menyampaikan materi

Dalam Buku ini dijelaskan tentang Pesantren yang merupakan cakrawala tak berujung yang takkan pernah habis untuk dikaji khususnya di Indonesia dengan warisan Kitab Klasik dan Kitab Kuning para ulama dari berbagai penjuru dunia.

Penguatan intelektual, Spiritual dan emosional menyatu dan saling melengkapi terutama dewasa ini ketika sebagian masyarakat kita terjebak pada gemerlap budaya asing dan berjamaah ingin meniru Arab, Eropa, dan Amerika, namun para santri lebih memilih menjadi Indonesia. Dari ini, Pesantren menjadi matahari dalam sistem tata surya kehidupan dan Keindonesiaan.

Selain itu, Pembina FKO Nurul Jadid, Mujiburrohman, mengakatakan bahwa Kiai dan para santri dalam mengawal NKRI menjadi hal penting untuk terus digalakkan karena Kemerdekaan Indonesia bukan untuk dinikmati namun untuk dipertahankan dan diperjuangkan.“Di tengah krisis identitas dan moral bangsa diskusi peradaban Sarung yang maksudnya adalah Kiprah Pesantren, Kiai dan para santri dalam mengawal NKRI menjadi hal penting untuk terus digalakkan karena Kemerdekaan Indonesia bukan untuk dinikmati namun untuk dipertahankan dan diperjuangkan,” Tutur Pembina FKO Nurul Jadid, Mujiburrohman.

Penulis : Mujiburrohman

Ponpes Nurul Jadid Mendapat Bantuan 500 Quran Dari Timur Tengah

nuruljadid.net- Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, Jawa Timur mendapatkan bantuan hibah alquran sebanyak 500 buah, selasa (10/12).

Sumbangan alquran ini berasal dari Negara Timur Tengah seperti Kairo, Lebanon, Kuwait, Turki melalui penyalur Jamiyah Tahfidz Quran Situbondo.

Ketua Yayasan Jamiyah Tahfidz Quran Situbondo, Ustadz Nurhidayat mengatakan : Bantuan wakaf kepesantren seperti ini, agar menunjang tahfidz quran yang ada di Pondok Pesantren termasuk di Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Penyaluran bantuan ini diberikan langsung ke santri yang berada di asrama. Ikut mendampingi perdistribusian bantuan hibah quran untuk santri Ustadz Saili Aswi Sekretaris Biro Kepesantrenan, Ustadz Bahrudin Kasubbag Rumga, Kasubbag Protokoler Ustadz Bashori Alwi dan beberapa staf sekretariat.

Ustadz Bashori Alwi mengucapkan terima kasih atas sumbangan yang diberikan oleh Negara Timur Tengah.

“Kami atas nama pengurus Pesantren Nurul Jadid mengucapkan banyak terima kasih kepada Negara Timur Tengah seperti Turki, Lebanon, Kuwait dan lainnya. Terutama kepada badan penyalur bantuan hibah quran Jamiyah Tahfidz Quran Situbondo. ini sangat bermanfaat untuk para santri terutama penghafal quran di Pondok kami.

Pewarta : PM

KKM Jepara Jateng Belajar Sehari di Nurul Jadid

nuruljadid.net- Sebanyak 42 orang yang tergabung dalam Kelompok Kerja Madrasah (KKM 02) Jepara, Jawa tengah berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo (05/12). Kunjungan ini tiba sekitar pukul 09. 00 WIB dan Pesantren menenpatkan kunjungan ini di Madrasah Aliyah Nurul Jadid karena senafas dengan materi kunjungan yang akan dipelajari.

Setiba dihalaman Madrasah Aliyah Nurul Jadid seluruh pengurus menyambut kedatangan kunjungan Kelompok Kerja Madrasah (KKM 02) dan menemani menuju AULA Pesantren tempat acara.

Bapak H. Sarwadi, M.Pd.I dalam sambutannya menyampaikan bahwa kedatangannya ke tempat ini, untuk menimba ilmu sebagai bahan pengembangan di sekolah masing-masing. Dan ingin mengaji kepada pendiri Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, meski hanya lewat batin.

Sementara Kepala Madrasah Aliyah Nurul Jadid H. Lukman Hakim menyambut baik rombongan ini dan merasa tersanjung.

“Kami merasa tersanjung dengan kepercayaan yang diberikan KKM 02 Jepara, Jawa Tengah, yang menjadikan Madrasah kami tempat berkunjung,” Ungkap H. Lukman Hakim.

Pada acara kunjungan yang dikemas dengan silaturrahmi ini diawali dengan acara seremonial dan dilanjutkan dengan dialog berkaitan dengan urusan kurikulum, kesiswaan dan sarana prasarana dan sempat menyinggung tentang posisi yayasan yang ada di Pondok Nurul Jadid.

Hadir menemani kepala Madrasah Aliyah Nurul Jadid, WKM Kurikulum Ustadz Moh. Naim, WKM Kesiswaan Ustadz H. Muchtarullah, WKM Humas Ustadz Mawardi, WKM Sarpra Ustadz M. Ridwan Firdaus, Pembina Osim Ustadz Eko Sunaryadi, Koord Eksta Ustadz Abdul Aziz, Koord IPA Unggulan Ustadz Khoisol, Koord BHS Ustadz Saddam Husein, Koord IPS Ustadz Muzakki, Koord IPA Reguler Ustadz Musthafa.

Pewarta : PM

Ratusan Peserta Muskerwil Haru Saat Rekaman Suara Kiai As’ad Diperdengarkan

nuruljadid.net- Suasana haru tak bisa dihindari oleh ratusan peserta Musyawarah Kerja Wilayah I Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jatim (Muskerwil I Jatim) saat pemutaran rekaman suara Kiai As’ad diperdengarkan saat acara penutupan muskerwil bertempat di AULA Pesantren Nurul Jadid pada pukul 15. 28 WIB.

Ustadz Dony panitia muskerwil mengungkapkan, ” Saya merinding mendengar suara kiai as’ad yang menceritakan tentang awal mula NU di dirikan”.

“Saya melihat banyak orang menangis mendengar suara kiai as’ad,” Sambungnya.

Kehinangan begitu kuat terasa saat suara kiai as’ad berkisah tentang tugas yang diberikan kiai kholil, meski menggunakan bahasa madura, namun bahasa indonesinya tertulis dilayar lebar.

“Saya sangat terharu dan merasa ada di depan kiai as’ad, seakan beliau masih hidup ditengah tengah kita,” Ungkap salah satu peserta Muskerwil.

Suara kiai as’ad sangat tegas dan lugas pada rekaman tersebut, sehingga mudah didengar dan dipahami, beliau bercerota tentang awal mulanya beliau diberi tugas oleh KH. Moh. Kholil Bangkalan untuk membawa tongkat dan tasbih untuk diberikan kepada KH. Hasyim Asy’ari dan beberapa ayat yang harus disampaikannya.

Pewarta : PM

Galeri Foto: Komisi Bahtsul Masail Muskerwil I PWNU Jatim di PP. Nurul Jadid

Galeri Foto: Pembukaan Muskerwil I PWNU Jatim di PP. Nurul Jadid

Semarak Bazar di Acara Muskerwil I PWNU Jatim

nuruljadid.net- Semarak Bazar Nusantara pada acara Musyawarah Kerja Wilayah  I  Pengurus Wilayah Nadhatul Ulama Jawa Timur (Muskerwil I PWNU Jatim) menjadi objek wisata santri Nuul Jadid dan masyarakat sekitar pondok. Panitia Pelaksana  mengadakan  stand Bazar Nusantara (Bazar Nu) bertempat di Lapangan Ayaman Pondok Pesantren Nuul Jadid Paiton, Probolinggo. Ikut serta mengadakan bazar ini merupakan perwakilan beberapa lembaga-lembaga yang ada di naungan Nurul Jadid dan juga lembaga diluar Nurul Jadid, diantaranya PP. Sidogiri, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), PP. Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Universitas Islam Malang (UNISMA).

 Tak hanya delegasi lembaga saja akan tetapi turut memeriahkan bazar tersebut alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid Probolinggo, diantaranya: Pengurus Pembantu Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid Lumajang (P4NJ Lumajang), Pengurus Pembantu Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid Jember  ( P4NJ JEMBER). Sebenarnya Bazar bukan kali pertama diadakan di Pondok Nurul Jadid, namun kali ini bazar cukup meriah. Bazar Nusantara menjual beberapa makanan, buku, baju NU, foto ulama NU, kopi dan beberapa produk lainnya serta mempromosikan hasil karya santri dan masyarakat NU dan pemberian susu gratis, pemeriksaan gratis oleh Klinik Az-zainiyah Pondok Pesantren Nurul Jadid.

“Senang banget bisa berpartisipasi di bazar ini karena selain kita bisa mencicipi beberapa makanan yang ada kita dapat menambah wawasan dari stand –stand yang menyediakan buku-buku bacaan dan beberapa ilmu pengetahuan baru seperti halnya stand dari BPA Nurul Jadid yang memberitahukan cara menjaga kesehatan dengan baik dan benar.”Ujar  wilda salah satu pengunjung bazar yang masih merupakan santri aktif MA Nurul Jadid

Bazar Nusantara telah ramai dikunjungi para pengunjung sejak dibuka pada hari kamis (28/11) kemarin, terhitung pada saat ini bazar nusantara telah memasuki hari kedua. Bazar Nusantara berlangsung selama 3 hari kedepan yang berakhir pada hari sabtu tanggal 30 November pada hari itu pula penghujung acara Muskerwil NU.

Pewarta; Al-mukhtar

Editor : Ponirin Mika