Pos

KH. Moh. Zuhri Zaini; Semoga MUSKERWIL ini Bisa Memperkokoh Hubungan Silaturahim Kita

KH. Moh. Zuhri Zaini; Semoga MUSKERWIL ini Bisa Memperkokoh Hubungan Silaturahim Kita

nuruljadid.net – “Adalah suatu kehormatan karena pondok pesantren nurul jadid ditunjuk tempat MUSKERWIL, ini merupakan suatu kebanggaan dan besar barokahnya baik barokah yang tampak dan barokah yang tidak tampak dan semoga MUSKERWIL ini bisa memperkokoh hubungan silaturahim kita serta persatuan bangsa dan negara indonesia”.

Hal itu disampaikan oleh KH. Zuhri Zaini Pengasuh PP. Nurul Jadid saat mengisi sambutan diacara pembukaan MUSKERWIL Jawa Timur dihadapan 700 peserta MUSKERWIL.

Sebagai tuan rumah, beliau turut mengingatkan kepada para peserta MUSKERWIL bahwasanya banyak ajaran yang dimungkinkan akan mengancam persatuan dan keutuhan bangsa.

Kiai Zuhri pada saat sambutan di Pembukaan MUSKERWIL I PWNU JAWA TIMUR

Kiai Zuhri pada saat sambutan di Pembukaan MUSKERWIL I PWNU JAWA TIMUR

“Tentu tugas kita, para kaum Nahdliyin untuk membentengi diri dari paham dan ajaran tersebut. Karena pada dasarnya NU dan pesantren tidak bisa dipisahkan dengan keutuhan bangsa dan negara,” tutur beliau dengan lembut.

Pengasuh PP. Nurul Jadid ke 4 itu, bersyukur karena pada era pemerintahan Presiden Jokowi telah meresmikan Hari Santri Nasional pada tanggal 22 Oktober 2019.

“Namun kita tidak boleh terlalu berbangga, karena yang punya jasa adalah pendahulu kita. Semoga kita menjadi sebaik-baik manusia melalui jamiyah nu kita bisa meneruskan estafet kepemimpinan khususnya kepada para santri yang masih ada di pesantren ini,” pungkas beliau.

Penulis: Ridwan

Editor: Ponirin

Galeri Foto: Pengasuh Bersama Ketua PWNU Jawa Timur Berkunjung ke Bazar Nusantara

Galeri Foto: Bazar Nusantara Muskerwil I PWNU Jawa Timur

Pemasangan Bendera NU Oleh Ratusan Santri Nurul Jadid

nuruljadid.net- Menjelang muskerwil I PWNU Jatim panitia sibuk mempersiapkan kebutuhan tempat, logistik, pameran, bazar  umbul-umbul dan bendera NU sejak 2 minggu sebelum pelaksanaan muskerwil. Muskerwil I PWNU akan dilaksanakan pada tanggal 28-30 Nopember 2019 bertempat di Pondok Pesantren Nurul Jadid. Yang akan diikuti oleh ribuan peserta dari unsur masyayikh NU, asatidz NU dan pengurus NU lainnya.

Tidak hanya panitia yang sibuk bekerja namun ratusan santri Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo ikut terlibat, seperti gambar yang ada diatas.

Ahmad Rifai salah seorang santri berasal dari madura mengatakan “Saya ikut terlebibat memasang bendera NU ini demi NU, karena saya mengharap barokah kiai NU baik yang telah wafat dan masih hidup. Sebagai santri saya percaya adanya barokah itu, karena kepercayaan terhadap barokah diajarkan oleh Pesantren”.

Pemasangan bendera dilakukan malam hari mulai dari habis isya sampai selesai di sepanjang jalan menuju Pesantren Nurul Jadid.

Pewarta : PM

Gapura Bambu Meriahkan Muskerwil I PWNU Jatim

nuruljadid.net- Tidak seperti biasanya, pintu masuk Tanjung menuju Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, terlihat sangat indah dan unik. Maklum, gapura bambu terpajang dipintu masuk sebelah kanan dan kiri. Gapura ini untuk menyambut kegiatan muskerwil yang akan dilaksanakan pada tanggal 28-30 di Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Pemerintah Desa Karanganyar, Paiton, Probolinggo ikut andil dalam memeriahkan muskerwil I PWNU jatim 2019 kali ini. ini tidak lepas dari diselenggarakannya muskerwil di Pondok Pesantren Nurul Jadid,” Ucap Kabag Humpro Ustadz Ernawiyadi Munsy.

“Partisipasi desa memang kami harapkan untuk memeriahkan. Dan pembuatan gapura dari bambu yang unik itu, bagian dari bentuk dukungan desa terhadap muskerwil I PWNU Jatim,” Sambungnya.

Rozi pengemudi becak tanjung-pondok ikut senang melihat gapura yang sudah menghiasi pintu masuk jalan menuju pondok.

“Saya sebagai masyarakat tanjung ikut bangga dengan adanya muskerwil ini. Juga saya bersyukur desa saya bisa ikut andil memeriahkannya.

 

Pewarta : PM

Sukseskan Muskerwil Dengan Khotmil Qur’an

nuruljadid.net- Tradisi yang dilakukan oleh Pondok Pesantren untuk mengsukseskan kegiatan disamping mendesain konsep yang matang dan baik juga memohon kepada Allah dengan bentuk kegiatan khotmil qur’an dan istighasah, seperti yang saat ini dilaksanakan oleh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo. Ungkap Ustadz Saili Aswi Sekretaris Biro Kepesantren sekaligus panitia muskerwil.

Satu bulan pra acara muskerwil I PWNU Jatim, kita sudah meminta seluruh santri Nurul Jadid untuk mendoakan agar kegiatan muskerwil sukses, tentunya dengan kegiatan-kegiatan pernak pernik lainnya yang ikut berpatisipasi pada suksesnya muskerwil I PWNU Jatim ini, Kata Ustadz Didik P. Wicaksono, Bagian Humas di Kepanitiaan Muskerwil.

Kegiatan muskewil akan berlangsung dua hari sejak tanggal 28-30 bertempat di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo.

“Kita berharap dengan keterlibatan semua elemen dalam mensukseskan kegiatan ini, bisa mendapat barokah dari para sesepuh NU,” Sambung Ustadz Didik

 

Pewarta : PM

Apresiasi KPU Terhadap Santri Nurul Jadid Sebagai Pemilih Pemula Cerdas

nuruljadid.net- Komisioner Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Probolinggo, memberikan apresiasi kepada santri Pondok Pesantren Nurul Jadid karena mampu menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pemateri dari KPU. Pertanyaan tentang kepemiluan yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo (26/11) pukul 10. 00 WIB.

Saya cukup bangga melihat antusiasme santri Pondok Pesantren Nurul Jadid dalam mengikuti acara sosialisasi seperti ini, apalagi mereka mencatat beberapa hal penting yang disampaikan oleh pemateri dari KPU dan mapu menjawab 12 pertanyaan dengan tuntas, hal ini diungkapkan oleh Dr. Ali Wafa, M.Pd usai acara sosialisasi.

“Alhamdulillah, saya bisa ikut acara ini. ini sangat penting untuk saya ikuti. Sangat bermanfaat bagi saya dan saya lebih paham materi kepemiliuan,’ Ucap Icha santri kels XII Madrasah Aliyah Nurul Jadid.

“Santri Nurul Jadid cerdas-cerdas mereka langsung paham dan ngerti dengan cepat materi yang diasampaikan tadi,” Kata Ibu Ririn Puji Astutik Staf Humas KPU sekaligus sebagai pemateri pada kegiatan tersebut.

 

Pewarta : PM

Komisioner KPU : Jangan Memilih Karena Uang

nuruljadid.net- Pendidikan politik bagi pemilih pemula dan perempuan sebuah keniscayaan. Kegiatan ini dimaksudkan agar mereka melek politik. Politik yang terlahir dari sebuah kesadaran bukan karena uang, seperti yang diungkapkan oleh Komisioner KPU Divisi Parmas Dr. Ali Wafa, M.Pd sekaligus alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo pada acara Sosialisasi Pemilih Pemula dan Perempuan di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton (26/11) pukul 10. 00 WIB.

Kegiatan ini dihadiri oleh 120 siswa perwakilan dari sekolah tingkat SLTA dibawah naungan Yayasan Nurul Jadid.

“Pemilih pemula ini masih fress, belum terkontaminasi oleh politik kepentingan, disinilah tugas KPU untuk memberikan pendidikan politik yang benar. Mereka memilih bukan karena uang atau disebut dengan money politic,” Sambung Dr. Ali Wafa.

“Kegiatan ini baik untuk terus dilakukan secara berkesinambungan agar mereka pemilih pemula benar benar paham,” Ucap Ponirin Mika Kasubbag Humas dan Infokom PP. Nurul Jadid.

Pewarta : PM

Kabag Humpro: Sosialisasi Pemilih Pemula Oleh KPU Sangat Penting

nuruljadid.net- Sosialisasi kepada pemilih pemula dan perempuan dengan metode tatap muka merupakan kegiatan yang cukup penting, karena ini merupakan ilmu baru bagi para pemilih pemula agar tahu bagaimana menjadi pemilih pemula yang baik. Hal ini seperti di ungkapkan oleh Kabag Humpro Ustadz Ernawiyadi Munsyi pada acara sosialisasi kepada pemilih pemula dan perempuan bertempat di Aula Pesantren II (26/11) pukul 10.00 WIB.

Hadir pada acara sosialisasi pemilih pemula dan perempuan oleh KPU Kabag Humpro Ustadz Ernawiyadi, Kasubbag Huminfo Ponirin Mika, Kasubbag Protokoler Dr. Bashori Alwi, Komesioner KPU Probolinggo Dr. Ali Wafa, Staf Humas KPU Probolinggo Rini Puji Astuti dan beberapa staf KPU.

“Saya berharap kegiatan ini bisa menambah wawasan berpolitik yang baik, terutama kepada anak didik kami sebagai pemilih pemula,” Sambung Ustadz Ernawiyadi di ujung sambutannya.

Sebanyak 120 peserta yang hadir mengikuti kegiatan sosiaisasi oleh KPU mereka perwakilan dari masing-masing sekolah tingkat SLTA se-Nurul Jadid.

 

Pewarta : PM

 

Rapat Koordinasi Persiapan Muskerwil I PWNU Jatim

nuruljadid.net- Dalam rangka persiapan kegiatan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) I PWNU Jawa Timur, yang ditempatkan di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo 29-30 Nopember 2019, Panitia Wilayah bersama Panitia Lokal mengadakan rapat koordinasi bertempat di ruang rapat Universitas Nurul Jadid, Ahad (24/11).

Hadir pada rapat koordinasi Ketua Panitia Muskerwil I PWNU Jatim Dr. H. Makruf, Sekretaris  H. Syamsudin, Bendahara  Dr. Edi bersama beberapa panitia PWNU dan  Panitia Lokal H. Faizin Syamwil, Sekretaris Ustadz Agus Fanani bersama koordinator bidang di kepanitiaan lokal.

Turut hadir pula Kepala Pesantren Nurul Jadid KH. Abdul Hamid, Wakil Kepala Pesantren KH. Najiburrahman Wahid, Direktur Klinik Az-Zainiyah Nyai HJ. Khodijatul Qodriyah, Wakil Sekretaris Pesantren Nyai Hj. Muthmainnah. Pertemuan tersebut sebagai cheking kepanitiaan tugas panitia wilayah dan panitia lokal.

Ustadz Agung P. Wicaksono bagian humas panitia lokal menyampaikan “Adanya rapat koordinasi tersebut untuk mensingkronkan, mensinergikan dan mengintegrasikan tugas pokok dari masing-masing kepanitian baik panitia PW maupun panitia lokal”.

“Hal ini dimaksudkan agar bisa meminimalisir tumpang tindih tugas apa yang menjadi kewenangan masing-masing kepanitiaan,” Sambung Ustadz Agung.

 

Pewarta : PM

Bisnis Kreatif Mahasiswa FAI di Hari Wisuda

nuruljadid.net- Momen wisuda tentu merupakan hari yang ditunggu oleh seluruh mahasiswa, termasuk juga oleh mahasiswa Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo (UNUJA). Hari ini (23/11) wisuda gelombang ke II dilaksanakan bertempat di AULA Universitas Nurul Jadid. Wisuda tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini ada tiga kali secara bertahap dilakukan dalam pelaksanaan wisuda.

Hal ini seperti diungkapkan oleh Dr. Bashori Alwi salah seorang Dosen Universitas Nurul Jadid. ” Tahun ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelunya, dari begitu banyaknya mahasiswa yang akan di wisuda, maka panitia melaksanakan wisuda dengan tiga gelombang yang bertahap, semua ini dimaksudkan agar lebih tertib dan memudahkan kinerja panitia,”.

Sementara disisi lain yang tak luput dari pengamatan Infokom Nurul Jadid, adanya bisnis kreatif oleh mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Jadid, mereka memaksimalkan moment wisuda kali ini dengan menjual hasil produk mereka.

Aisyatul Humairo salah satu mahasiswa UNUJA Prodi FAI mengatakan, ” Kami menjual produk-produk yang dibuat oleh kami dan kakak kelas kami, disamping sebagai promosi juga untuk mendatangkan uang yang nantinya akan diberikan kepada Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) agar bisa digunakan untuk kegiatan-kegiatan kemahasiswaan. Alhamdulillah, pengunjung banyak yang senang dan banyak pula yang membeli,”.

“Kami akan terus memasarkan produk mahasiswa UNUJA pada setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh Pesantren dan Universitas Nurul Jadid,’ Ucap Dewi Setia Mahasiswa FAI semester 3.

 

Pewarta : PM

FKS Kangean Nurul Jadid, Ngaji Aswaja Era Revolusi Industri 4.0

nuruljadid.net- Forum Komunikasi Santri Kangean Nurul Jadid (FKSK-NJ), Senin (11/11) melaksanakan Ngaji Aswaja bertempat di AULA PCNU Kangean, pukul 10. 00-13. 00 WIB

Pada acara seremonial kegiatan ngaji aswaja ini dihadiri oleh ro’is syuriah PCNU Kangean KH. Nurul Huda Adhim, Ketua Tanfidziyah KH. Mujtaba Adhim, Ketua P4NJ Kangean Ustadz Abdul Halim dan tokoh masyarakat.

Peserta ngaji aswaja sebanyak 500 lebih terdiri dari perwakilan Anshor, IPNU, IPPNU, Mahasiswa, Osim, Osis dan seluruh alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Herman Sugianto, Ketua panitia pelaksana kegiatan ini mengatakan terkait ditetapkannya tema ngaji aswaja.

“Kader NU dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 harus cakap dan terampil, karena jika tidak mempersiapkan diri sejak sekarang, maka kader-kader NU akan tergilas. Namun disamping itu, internalisasi nilai-nilai aswaja penting untuk dilaksanakan. Karena NU itu tidak akan menutup diri pada perkembangan teknologi,” Ucap Herman Sugianto, Mahasiswa Fakultas Agama Islam Nurul Jadid ini.

Pembicara pada acara ngaji aswaja Ustadz Ponirin Mika, MPd.I Dosen Universitas Nurul Jadid sekaligus Ketua Lakspesdam MWCNU Paiton Probolinggo asal Desa Gelaman, Arjasa, Sumenep dan Ustadz Maulana Mahfudz, SH. MHI Dosen Institut Agama Islam Alhidayah Kangean, Wakil Rois Syuriah PCNU Kangean, Ketua Banser sekaligus Da’i Muda asal Desa Arjasa Laok, Kangean, Sumenep.

Dua pembicara menyampaikan materi yang berbeda, pembicara pertama lebih kepada NU menghadapi revolusi industri 4.0 dan pembicara kedua fokus kepada sejarah aswaja, macam-macam firqoh dan cara melawan aliran islam transnasional.

Kolaborasi dua pembicara ini mampu menghipnotis peserta yang hadir, ditandai dengan banyaknya peserta yang bertanya seputar materi yang disampaikan oleh dua pembicara tersebut.

Pewarta : PM

Ponpes Nurul Jadid Gelar Rapat Wali Santri

nuruljadid.net- Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo menggelar rapat wali santri (RWS), Sabtu (16/11) bertempat di Aula Pesantren I dan Aula Pesantren II pukul 09.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB.

Rapat ini dihadiri oleh para pengurus Pesantren mulai dari pengasuh, kepala pesantren serta seluruh pengurus pesantren lainnya dan kurang lebih 2000 wali santri.

Ustadz Surono Sahri Ketua Panitia RWS mengatakan tujuan diadakannya kegiatan ini sebagai berikut:

“Rapat wali santri ini bertujuan sebagai ajang silaturrahmi antara pengelola pesantren dan wali santri. Juga sebagai media informasi berkait kegiatan yang dilaksanakan pesantren dan juga informasi perkembangan Pondok Pesantren Nurul Jadid,” Ucap Ustadz Surono Sahri.

Rangkaian kegiatan rapat wali santri sebagai berikut pembukaan, pembacaan kalam ilahi, pembacaan tahlil, sambutan kepala pesantren, pengarahan pengasuh dan dilanjutkan dengan rapat.

Pewarta : PM

Ustadz Syamsuri, Konsep Kesadaran Berorganisasi Itu Luar Biasa

nuruljadid.net- Kesadaran berorganisasi itu salah satu isi panca kesadaran yang luar biasa, dicetuskan oleh kiai Zaini Mun’im,” Ucap Ustadz Syamsuri Pengurus Tanfidziyah MWCNU Gubeng, Surabaya.

Pernyataan ini sampaikan pada sesi dialog di acara silaturrahim pengurus MWCNU, PAC, Muslimat NU Gubeng Surabaya, bertempat di AULA SMPNJ.

“Salah satu yang buat kami sangat tertarik berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Jadid ini, karena konsep trilogi, panca kesadaran santri yang tertanam pada santri dan alumninya,” Sambung Ustadz Syamsuri.

“Memang proses kaderisasi baik berorganisasi di Pondok Nurul Jadid ditanamkan pada semua santrinya, baik kepada santri yang berstatus murid, siswa, mahasiswa dan khorijin. Di dalam kepanitiaan ada klasifikasi tingkatan pendidikan santri, contoh, murid dan biasanya dalam kepanitian 1 muharram, upacara, mahasiswa biasanya kepanitian maulid nabi, khorijin biasa kepanitiaan harlah. Alahamdulillah proses itu bisa diaplikasikan setelah jadi alumni. Alumni Nurul Jadid banyak mengisi pos penting baik di pemerintahan lebih-lebih organisasi agama (NU),” Kata KH. Hefny Rozak

Pewarta : PM

MWCNU Surabaya Berkunjung Ke Nurul Jadid

nuruljadid.net- Kami berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Jadid ingin ngalap berkah, karena pondok merupakan tempat kiai NU. Juga ingin mendekatkan pengurus NU kepada Pesantren, karena seluruh pengurus NU itu alumni Pesantren,” Kata Ustadz Sulaiman perwakilan rombongan MWCNU Surabaya.

“Semoga kunjungan (rihlah) ini bisa menambah ghiroh, semangat juang di NU,” Sambung Ustadz Sulaiman

Pernyataan ini disampaikan pada acara seremonial silaturrahim pengurus MWCNU, PAC, Muslimat NU, GP Anshor Surabaya bertempat di AULA SMP Nurul Jadid

Dalam waktu yang sama perwakilan keluarga besar PP. Nurul Jadid KH. Hefny Rozak, mengucapkan terima kasih kepada rombongan.

Kiai Hefny menyampaikan selayang pandang terkait dengan Pondok Pesantren Nurul Jadid dan profil pendiri Alm. KH. Zaini Mun’im.  Beliau Kiai Hefny menyampaikan sepak terjang kiai Zaini mulai dari melawan agresi belanda hingga mendirikan pesantren.

Hadir pada kegiatan silaturrahim ini, Kabag Humpro Ustadz Ernawiyadi, kasubbag Huminfo, Ponirin Mika, Kasubbag Protokoler Ustadz Bashori Alwi, Staf Protokoler Ustadz M. Syafii.

Kegiatan ini dimulai pukul 15. 00 dan diakhiri 16.30 WIB.

Pewarta : PM