Pos

Mendekatkan Hati Menauladani Nabi Melalui Pengajian Maulid

nuruljadid.net – Persiapan pengajian umum kamis malam jum’at dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sempat terkendala hujan sore harinya (04/11/2021). Meskipun demikian, hal tersebut tidak menyurutkan semangat panitia menyelesaikan tugas dengan baik. Pengajian umum ini berjalan dengan semarak di malam dan tempat yang mulia bertepatan malam 29 Robiul Awwal 1443 H. Kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Jami ini telah dipenuhi oleh ribuan santri putra hingga lantai 2 dan perwakilan putri dari setiap wilayah.

Pengajian Umum itu dihadiri oleh Habib Abdurrahman Bin Alwi Ba’ali dari Probolinggo sebagai penceramah. Kehadiran beliau selain menyambung silaturahmi juga tabarrukan seorang santri kepada murobbinya karena beliau merupakan alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid ketika masih dipimpin Almaghfurlah KH. Hasyim Zaini.

Pra-acara diisi lantunan gema sholawat yang dibawakan oleh Firhaz Nurul Jadid dengan merdu dan khusyuk menghipnotis para santri yang awalnya riuh menjadi tenang dan khidmat.

Pembawa Acara Ibnu Abbas memulai acara tepat pukul 20.15 WIB dengan ummul kitab, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh saudara M. Khoiron Husain. Selanjutnya, acara disambung dengan pembacaan Sholawat Nabi yang dipimpin Firhaz Nurul Jadid. Pembacaan sholawat nabi ini berjalan dengan khidmat. Semua hadirin mengikuti sholawat dengan khusyuk dan penuh penghayatan.

Sementara itu, Ketua Panitia Thoifur Rasyid dalam sambutannya menyampaikan tujuan diselenggarakannya Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H ini tak lain adalah untuk mengenang perjuangan Nabi Muhammad pada masanya.

“Tujuan digelarnya peringatan ini adalah tidak hanya untuk peringatan saja, namun sebenarnya juga untuk mengenang perjuangan Nabi Muhammad SAW bahwasanya telah mengenalkan akhlaqul karimah yang baik namun sering kita lupakan,” tegas Thoifur Rasyid.

(Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Moh. Zuhri Zaini ketika memberikan sambutan)

Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Moh. Zuhri Zaini dalam sambutannya menyampaikan tentang perjuangan rasul yang tidak mudah untuk meraih kesuksesan dalam menyiarkan Agama Islam. Beliau juga menyampaikan kisah perjuangan Pendiri Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Zaini Mun’im sebelum mendirikan Pondok Pesantren ini. Harapannya, santri beserta tamu undangan bisa termotivasi untuk lebih semangat mengaji dan membina akhlak.

Tidak lupa, KH. Moh. Zuhri Zaini juga mengajak para tamu undangan, santri dan seluruh jamaah online untuk bertawassul atas berita duka wafatnya putra kedua KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy Almarhum Lora Muhammad Dhofir Ibrahimy dan doa atas kecelakaan rombongan yang menjemput. KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy sebenarnya juga dijadwalkan untuk mengisi pengajian ini namun disebabkan musibah tersebut beliau tidak dapat hadir ke Nurul Jadid.

KH. Moh. Zuhri Zaini juga menjelaskan harapan beliau. “Mudah-mudahan barokahnya peringatan maulid sekalipun tahun ini cukup sederhana dan kurang meriah karena memang hanya melibatkan internal pesantren. Tapi mudah-mudahan, kita tidak kehilangan makna dan hikmah dari peringatan ini.” Tutur beliau.

“Sebenarnya dalam memperingati maulid itu tidak hanya dalam bentuk seperti ini, semisal pengajian. Namun juga bisa dalam bentuk-bentuk yang lain, seperti yang pernah Rasul lakukan, yakni syukuran maulidnya dengan berpuasa,” dawuh pengasuh saat sambutan.

(Habib Abdurrahman Bin Alwi Ba’ali memberikan ceramah pada pengajian umum maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H)

Habib Abdurrahman Bin Alwi Ba’ali mengawali ceramahnya dengan bersholawat kepada Nabi diiringi Firhaz Nurul Jadid dan diikuti oleh seluruh jamaah. Dalam ceramahnya Habib Abdurrahman mengungkapkan rasa haru dan syukur karena telah diberi kesempatan menjadi penceramah pada acara pengajian umum tersebut.

“Sebuah kehormatan bagi saya untuk berpidato di acara ini, saya sedikit bingung mau berpidato tentang apa, karena ilmu saya juga dari sini,” ungkap Habib Abdurrahman Bin Alwi Ba’ali

Habib Abdurrahman Bin Alwi Ba’ali berhasil menghidupkan suasana dan membuat audien yang awalnya mengantuk karena malam cukup larut tertawa dengan kisah-kisah yang disampaikan. Akan tetapi, hal tersebut lantas tidak menghilangkan makna dan nilai yang dapat ditauladani dari figur Rosulullah.

“Adanya maulid ini supaya kita dekat dengan nabi muhammad, mengenal sifat Nabi dan sebagai obat hati bagi kita,” papar Habib Abdurrahman.

Terakhir, acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Dewan Pengasuh KH. Fadlurrahman Zaini. Setelah acara berakhir tepat pukul 23.00 WIB tamu undangan beserta para jamaah meninggalkan Masjid Jami’ Nurul Jadid.

 

 

(Humas Infokom)

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Tabarrukan dan Ngaji ke Nurul Jadid

nuruljadid.net – Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta bersilaturrahim ke Pondok Pesantren Nurul Jadid dalam rangka tabarrukan dan ngaji tentang pengelolaan Ma’had di Universitas atau Pondok Mahasiswa (04/11/2021) siang menjelang sore ini. Kegiatan dikemas studi banding dalam rangka Visit Stakeholder UIN Sunan Kalijaga untuk pengelolaan Ma’had.

Sementara itu, rombongan sebanyak 21 orang yang diketuai oleh Kepala Biro Administrasi Umum dan Kemahasiswaan (BAUK) UIN Sunan Kalijaga Bapak Dr. H. Abd. Syakur, S.Ag., M.Si. ini tiba sekitar pukul 12.45 WIB menggunakan mini bus. Rombongan disambut oleh pimpinan pesantren dan langsung dipersilahkan makan siang (lunch) sekaligus ramah tamah di ruang prasmanan pesantren.

Tepat pukul 14.00 WIB acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pemutaran profil pesantren Nurul Jadid di Aula 1 Pondok Pesantren Nurul Jadid. Tim Humas dan Protokoler pesantren mendesain konsep acara dengan meja round table, sehingga menciptakan suasana elegan dan akrab. Peserta terlihat mengikuti acara dengan khidmat dan fokus.

Dalam sambutan mewakili pimpinan UIN Sunan Kalijaga, Kepala Biro AUK Dr. H. Abdul Syakur, S.Ag, M.Si. menyampaikan bahwa tujuan mereka datang adalah untuk menjalin silaturrahmi dan tabarukkan kepada para masyayikh Pondok Pesantren Nurul Jadid

“Kedatangan kami selain studi banding pengelolaan pondok mahasiswa juga untuk tabarrukan dan Ngaji ke Pondok Pesantren Nurul Jadid,” jelas Dr. H. Abdul Syakur.

(Kepala Biro Administrasi Umum dan Kemahasiswaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Dr. H. Abdul Syakur, S.Ag., M.Si ketika memberikan sambutan)

Beliau menambahkan bahwa Pondok Pesantren Nurul Jadid juga sudah menjadi pesantren primadona di bagian timur Jawa Timur. Karena banyak masyarakat yang ingin memondokkan putra-putrinya ke Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Abdul Hamid Wahid dalam sambutannya dengan hangat menyambut rombongan UIN Sunan Kalijaga. Selain menjelaskan tentang pengelolaan pesantren dan nilai pokok Trilogi dan Panca Kesadaran Santri, beliau juga menyampaikan agar kedua belah pihak saling mengisi, karena Pondok Pesantren Nurul Jadid juga butuh masukan dan kritik konstruktif untuk pembenahan ke depannya.

“Kami berharap kita sama-sama bisa saling memberi dan menerima karena Pondok Pesantren Nurul Jadid juga butuh masukan dan kritik konstruktif. UIN Sunan Kalijaga juga berikhtiar mengembangkan pondok pesantren mahasiswa, saya yakin itu adalah niat yang mulia untuk menjaga kearifan pendidikan klasik pesantren,” dawuh KH. Abdul Hamid Wahid.

(Kepala Biro AUK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Dr. H. Abdul Syakur, S.Ag., M.Si menerima cinderamata dari Kepala Pesantren Nurul Jadid KH. Abd. Hamid Wahid)

Usai sambutan-sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata dari kedua belah pihak yang diawali penyerahan vandel dari Kepala Pesantren KH. Abdul Hamid Wahid kepada Kepala Biro AUK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Dr. H. Abdul Syakur, S.Ag., M.Si. dan sebaliknya, kemudian pimpinan masing-masing kedua belah pihak diminta mendampingi yang sekaligus sesi foto bersama.

Saat sesi tanya-jawab, Kepala Biro Kepesantrenan Nurul Jadid KH. Fahmi AHZ menjelaskan bagaimana peran pesantren dalam pengelolaan pondok mahasiswa mulai dari tes klasifikasi, penjurusan sampai dengan kegiatan penguatan furudul ‘ainiyah, pengembangan keilmuan dan keterampilan mahasiswa berdasarkan minat dan bakat. Penjelasan lebih lanjut tentang pengelolaan Ma’had khusus mahasiswa dijelaskan oleh pembina Pondok Mahasiswa Universitas Nurul Jadid Bapak Alief Hidayatullah, ME.

Mudir Ma’had Aly Nurul Jadid K. Muhammad Al-Fayyadl memberikan penjelasan tambahan untuk kegiatan dan program serta target pencapaian kurikulum di asrama mahasantri yang ditempuh kurang lebih 5 tahun ditambah setahun program pengabdian wajib kepada pesantren dan masyarakat sekitar.

Pimpinan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang hadir Kepala Biro AUK Dr. H. Abdul Syakur, S.Ag., M.Si; Kepala Biro AAKK Dr. H. Mamat Rahmatullah, MM; Wadek III Fakultas Abad dan Ilmu Budaya Dr. Sujadi, MA; Wadek III Fak. Dakwah dan Komunikasi Dr. Pajar Hatma Indra Jaya, S.Sos., M.Si.; Wadek III Fak. Syari’ah dan Hukum Dr. Sri Wahyuni, S.Ag., M.Ag., M.Hum; Wadek III Fak. Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Dr. Imam Machali, S.Pd.I., M.Pd.; Wadek III Fak. Ushuluddin dan Pemikiran Islam Dr. H. ShofiyullahM z, S.Ag., M.Ag; Wadek III Fak. Sains dan Teknologi Dr. Fathorrahman, S.Ag., M.Si.; Wadek III Fak. Ilmu Sosial dan Humaniora Dr. Badrun, M.Si.; Wadek III Fak. Ekonomi dan Bisnis Islam Dr. Ahmad Salehuddin, S.Th.I., MA.

Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Jadid yang hadir menyambut rombongan, Kepala Pondok Pesantren KH. Abdul Hamid Wahid; Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil; Kepala Biro Kepesantrenan KH. Fahmi AHZ; Kepala Biro Pendidikan K. Mohammad Imdad Robbani; Mudir Ma’had Aly K. Muhammad AL-Fayyadl; Kepala Staf Pimpinan Pesantren Bapak Ahmad Sahidah, Ph.D; Wakil Kepala Pesantren Putri Ny. Hj. Muthmainnah Waqid; Wakil Kepala Biro Umum Ny. Hj. Wiwin Warliah dan kepala-kepala bagian sekretariat Pondok Pesantren Nurul Jadid.

(Rombongan Putri UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Dr. H. Abdul Syakur, S.Ag., M.Si  bersama pimpinan Putri Nurul Jadid melakukan sesi foto bersama)

Tim Protokoler Pesantren mendampingi rombongan melakukan kunjungan ke Asrama Ma’had Aly Nurul Jadid sekaligus ramah tamah dengan pemangku wilayah tersebut. Usai kunjungan dan ramah tamah, tepat pukul 18.00 WIB peserta rombongan meninggalkan bumi Nurul Jadid setelah foto bersama di depan kantor Ma’had Aly Nurul Jadid.

 

(Humas Infokom)

Nurul Jadid Terus Galakkan Vaksinasi untuk Santri

nuruljadid.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid mengadakan vaksinasi dosis satu dan dua sebagai upaya menggalakkan program 100% santri tervaksin. Adapun jenis vaksin yang diberikan adalah Pfizer dan Sinovac oleh Puskesmas Paiton bekerja sama dengan Klinik Az-Zainiyah Nurul Jadid yang ditujukan kepada santri yang belum melakukan vaksinasi sama sekali dan santri yang tuntas melakukan vaksinasi dosis satu. Vaksinasi ini dilaksanakan untuk kesekian kalinya di Pondok Pesantren Nurul Jadid pada Selasa kemarin (02/11/2021).

Vaksinasi ini menargetkan sekitar seribu santri putra dan putri. Pelaksanaan vaksinasi ini tetap mematuhi protokol Kesehatan. Dalam kegiatan ini santri begitu antusias untuk mengikuti vaksinasi terutama mereka yang belum pernah mendapatkan vaksinasi sama sekali, para santri pun terlihat senang karena bisa mendapatkan vaksin secara gratis.

Puskesmas Paiton menyediakan dua tipe vaksin yakni dosis satu untuk jenis vaksin Pfizer dan dosis dua untuk jenis vaksin Sinovac. Dari kedua vaksin tersebut terdapat pengkategorian usia sesuai petunjuk dari tenaga kesehatan yang bertugas. Vaksin tipe Pfizer diperuntukkan untuk umum mulai dari tingkat SLTP hingga lansia, sedangkan untuk vaksin tipe Sinovac mulai usia 11 tahun hingga 19 tahun. Kegiatan vaksinasi ini dilaksanakan secara berkala sesuai jadwal vaksinasi selanjutnya dan tipe vaksin yang diberikan.

Setelah vaksinasi, santri mendapatkan makanan ringan dan Nurja Water kemasan gelas serta vitamin yang harus diminum sesuai petunjuk tenaga Kesehatan (nakes) yang bertugas di bagian farmasi.

Acara vaksinasi santri ini berjalan mulai pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 15.00 WIB. Sekitar 6 jam target vaksinasi untuk seribu santri terselesaikan. Giat ini merupakan ikhtiar pesantren untuk mendukung program pemerintah dalam percepatan membangun herd immunity. Alhamdulillah, sampai saat ini santri yang telah mengikuti vaksin dalam kondisi sehat tanpa ada gejala yang berarti.

(Humas Infokom)

eNJe Picture Pinang Muhibbus Sholawat Meriahkan Live Special Maulid

nuruljadid.net – Tim eNJe Picture Multimedia Nurul Jadid menggandeng Muhibbus Sholawat untuk memeriahkan Live Special dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid pada Senin malam (02/11/2021).

Kolaborasi keduanya merupakan salah satu bentuk kreativitas santri untuk menggemakan sholawat nabi kepada masyarakat luas secra virtual melalui siaran langsung YouTube Channel Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Kegiatan ini bukan kali pertama eNJe Picture pernah lakukan, setelah dua live special sukses dieksekusi yaitu Live Special Ramadhan dan Muharrom, Live special kali ini adalah kali ketiga. Sangat terlihat progress yang semakin baik ditunjukkan oleh tim kreatif eNJe Picture Multimedia Nurul Jadid dari segi format dan konsep acara.

Penampilan memukau dari Muhibbus Sholawat (MS) pada Live Special Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H ini meliputi penampilan cover album terbaru dari Tim Hadrah Nurul Jadid ini, antara lain Abati, Ansamul Fajri, Huwal Hubbu Ya Allah, Alumni, Fi Kulli Yaum, Ilahunarrohman, Ummahat Al-Mu’minin, dan Shollallahu ‘Ala Muhammad. Tidak hanya itu, kolaborasi tersebut juga menggandeng Santri Pondok Pesantren Nurul Jadid untuk penampilan puisi Sirah Nabawiyah.

Sementara itu, Ketua Tim eNJe Picture Multimedia Nurul Jadid yang juga merangkap sebagai talent management Achmad Faqihatus Sholeh mengungkapkan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup banyak.

“Untuk menyajikan penampilan yang menarik tentu membutuhkan ide kreatif, waktu dan tenaga yang cukup banyak. Kami menghabiskan waktu sekitar lebih dari satu bulan untuk mempersiapkan penampilan-penampilan pada acara Live Streaming tersebut demi menyajikan yang terbaik, seperti script kegiatan, aransemen music, lagu penggiring dan juga manajemen talent yang akan tampil dan banyak persiapan lainnya.” tutur Faqih pada tim nuruljadid.net.

Selain itu, mereka juga melakukan persiapan untuk lokasi syuting Live Streaming Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H di I Aula Pondok Pesantren Nurul Jadid. Persiapan yang dilakukan sehari sebelum acara itu meliputi observasi lapangan, persiapan sudut rekam kamera, persiapan audio sound hingga gladi resik.

(Terlihat Kasubbag Multimedia Achmad Faqihatus Sholeh sedang melakukan briefing bersama tim)

Faqih melanjutkan, kesuksesan acara tersebut berkat kerjasama tim yang solid dari keduanya, selain itu personel multimedia lulusan Universitas Brawijaya Malang dan mahasiswa ISI Yogyakarta yang notabene juga alumni Nurul Jadid ikut terlibat membantu dalam mensukseskan kegiatan live special Maulid ini. Ini merupakan gambaran kolaborasi dan loyalitas yang perlu diapresiasi, karena tanpa adanya kolaborasi yang solid dan komunikasi yang baik maka acara ini tidak akan berjalan lancar.

“Saya sangat bersyukur karena telah belajar banyak hal dari kegiatan ini. Terutama betapa pentingnya kekompakan dalam suatu tim yang sangat membantu kesuksesan suatu acara, seperti Live Special Maulid Nabi Muhammad 1443 H ini” ucap salah satu anggota Muhibbus Sholawat.

Kegiatan Live Special Maulid ini tidak hanya bernilai dakwah namun lebih dari itu yaitu mempromosikan produk lokal santri dalam rangka mendukung program OPOP (One Pesantren One Product). Bidang Usaha melalui eNJe Mart ikut mendukung dengan produk NURJA Water sebagai sponsor dan promosi produk lainnya yang dimiliki oleh pesantren seperti songkok, kaos, aksesoris dan produk layanan digital.

Tim eNJe Picture Multimedia Nurul Jadid senantiasa berupaya mengoptimalkan media sosial pesantren sebagai platform dakwah Islam dan Pesantren untuk menyampaikan pesan damai dan positif kepada masyarakat luas.

 

(Humas Infokom)

eNJe Picture Sukses Gelar Live Special Maulid Spektakuler Virtual

nuruljadid.net – Dalam rangka memeriahkan bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo menggelar beragam kegiatan untuk santri di dalam pesantren dan alumni serta masyarakat umum di luar pesantren. Setelah sukses gelar Festival Maulid dan Malam Maulid Agung, kini giliran eNJe Picture Multimedia Nurul Jadid gelar Live Special Maulid Nabi Muhammad SAW secara virtual di kanal YouTube Pondok Pesantren Nurul Jadid yang berjalan sukses dan spektakuler (01/11/2021).

Live Special Maulid Nabi ini dilaksanakan secara langsung dari Aula 1 Pondok Pesantren Nurul Jadid. Dalam acara ini eNJe Picture menghadirkan special performance dari Group Sholawat Santri Nurul Jadid Muhibbus Sholawat (MS). Beberapa lagu new cover album ditampilkan dan diperdengarkan pada acara live special maulid ini. Selain penampilan sholawat, tim MSQ putri juga ikut mengisi acara dan ditutup dengan penampilan baca puisi tentang Sirah Nabawiah oleh Sanggar Sastra Titik Koma.

Muhibbus Sholawat membuka acara live special maulid dengan lagu Nasamatuhawak dan Salam Alayka yang dipopulerkan oleh Melvan Kurtishi. Tidak hanya itu, Muhibbus Sholawat juga menampilkan lagu new cover album mereka yang akan segera dirilis bulan ini. Lagu yang dibawakan dengan apik adalah Allimni, La Ilaha Illa Allah, Huwal Hubbu Ya Allah, Fi Kulli Yaum, Ummahat Al Mu’minin, Abati ‘Allimni, Ansamul Fajri, dan Shollallahu ‘Ala Muhammad sebagai lagu penutup. Muhibbus Sholawat ini merupakan wadah kreativitas santri di bidang tarik suara khususnya sholawat yang beranggotakan Muhammad Nuris, Muhammad Dirga Pratama, Dimas Al Jawad sebagai vocal utama, Dwiky, Ridwan dan Faruq melengkapi tim MS sebagai backing vocal.

(Tim Syahril Qur’an Putri Pondok Pesantren Nurul Jadid saat tampil pada acara live special Maulid Nabi)

Penampilan Syahril Qur’an yang dibawakan santriwati Nurul Jadid menghipnotis penonton. Substansi isi yang dibawakan tentang kepemimpinan Rosulullah membawa Kembali pada pelajaran Tarikh atau sejarah Islam, khususnya tentang kehidupan kepemimpinan nabi. Syahril qur’an yang berdurasi kurang lebih 15 menit itu memiliki makna dan nilai kepemimpinan yang dapat ditauladani oleh pemuda dan pemimpin saat ini agar dapat menjadi pemimpin yang baik dan amanah berdasarkan nilai-nilai keislaman.

Sebelum penutup, Live Special Maulid menampilkan puisi Sirah Nabawi yang dibawakan oleh Irfan dan Firman dari Sanggar Titik Koma. Penghayatan dan kedalaman puisi yang dibacakan menggelorakan jiwa yang mendengarkan, mengenang Kembali perjuangan dan ketauladanan Nabi Muhammad SAW di masa lalu. Iringan music yang syahdu dan sendu oleh Dimas Al Jawad menambah kekhidmatan pembacaan puisi pada acara Live Special Maulid.

Konsep modern dengan tetap menjaga nilai religiusitas ini merupakan inisiasi dari tim kreatif eNJe Picture Multimedia Nurul Jadid dinahkodai oleh Kasubbag Multimedia Achmad Faqihatus Sholeh. Hal ini diharapkan dapat menginspirasi santri masa kini untuk tetap dekat dan terus bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

“Kami berharap dapat membumikan sholawat dengan sajian yang fresh dan kekinian sehingga kalangan remaja dan generasi Z ke atas dapat lebih cinta kepada sholawat, semoga kita semua mendapatkan syafaat Nabi. Amin,” ungkap Faqih diakhir wawancara.

Sholawat yang dibawakan dengan aransemen musik yang modern, fresh dan classy ini dipersiapkan dalam kurun waktu sebulan. Karya luar biasa ini adalah bukti bahwa kaum santri juga dapat berkreasi dalam menghidupkan dakwah Islam di tengah lajunya arus perkembangan zaman terutama mengembalikan sense of affection pentingnya bersholawat kepada Nabi agar kelak mendapatkan syafaat beliau di hari akhir.

 

(Humas Infokom)

Mendes PDTT RI Silaturrahim ke Pondok Pesantren Nurul Jadid

nuruljadid.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid kedatangan Menteri Desa, Pengembangan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Republik Indonesia (RI) Abdul Halim Iskandar (29/10/2021). Usai melakukan kunjungan ke berbagai pondok pesantren di Jawa Timur, Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar beserta Ibu Menteri silaturrahim ke Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo Jawa Timur ditemui langsung oleh pengasuh KH. Moh. Zuhri Zaini, Sekretaris Yayasan KH. Hefniy Razaq dan Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil di ruang tamu Unuja.

Dalam kunjungannya, Menteri Desa Abdul Halim Iskandar beserta Ibu Menteri bermaksud untuk menjalin silaturahim dan ramah tamah dengan pengasuh serta jajaran petinggi Pondok Pesantren Nurul Jadid, karena beliau bangga menjadi santri nusantara dan beliau juga merupakan alumni pondok pesantren.

Setelah ramah-tamah Mendes Abdul Halim Iskandar diminta untuk take video menyampaikan ucapan selamat kepada para calon wisudawan Unuja 2021 mendatang.

“Saya ucapkan selamat kepada seluruh wisudawan Universitas Nurul Jadid tahun 2021. Semoga menjadi lulusan yang berguna bagi agama, nusa dan bangsa. Jadilah estafet pembangunan negeri ini. Sekali lagi, selamat,” tutur Mendes Abdul Halim Iskandar.

Pasca shooting video yang dipandu oleh tim protokoler dan Multimedia pesantren, Menteri Desa Abdul Halim Iskandar bersama Ibu Menteri melakukan sesi foto bersama dengan pengasuh dan sekertaris yayasan di depan gedung aula 1 Pondok Pesantren Nurul Jadid.

(Sesi foto bersama Mendes Abdul Halim Iskandar bersama Ibu Menteri dan Pengasuh)

Pengasuh beserta jajaran pimpinan pesantren dan satuan kerja yang terlibat dalam kunjungan Menteri Desa ini, merasa bangga dan antusias menyambut kedatangan Menteri Desa Abdul Halim Iskandar sebagai bentuk penghormatan kepada tamu.

Persiapan yang sangat singkat ini dimulai dari perencanaan juknis standard hingga eksekusi di lapangan dilakukan dengan kerja bersama. Sebagaimana Kabag. Humpro Dr. Syamsuri Hasan menyampaikan “Kami sangat bangga atas kunjungan Menteri Desa ini dan kami berusaha semaksimal mungkin dalam penyambutannya karena memuliakan tamu itu memiliki nilai besar yang harus kita penuhi,” ujarnya.

Usai penyambutan Menteri Desa ini, Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil menyampaikan apresiasinya kepada panitia yang bertugas karena telah sukses melakukan penyambutan dengan standard protokoler pesantren meski persiapannya mendadak.

“Selamat acaranya sukses tetap solid dalam hal pendampingan kegiatan apapun terutama menyambut tamu pesantren karena itu merupakan penghormatan dan refleksi etika kita sebagai santri,” imbuhnya.

Meskipun acara ini molor hampir 3 jam dari informasi jadwal kedatangan awal, panitia tetap standby dan sabar menunggu dengan tetap menjalin komunikasi serta koordinasi kepada pihak rombongan yang dikomandoi oleh Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil.

 

(Humas Infokom)

Penutupan Festival Maulid Nabi “Lomba Ilmiah Bernilai Jannah”

nuruljadid.net – (28/10/2021) Acara Penutupan Festival Maulid (Fesma) dimulai dengan pembacaan sholawat yang dibawakan oleh tim hadrah pondok mahasiswa (POMAS) dilanjutkan dengan pembukaan yang dipimpin oleh Pembawa Acara. Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan sebagai Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) bertemakan “Lomba Ilmiah Bernilai Jannah”. Fesma menghadirkan lomba-lomba yang cukup menguji kreativitas dan diharapkan acara ini dapat menjadi acuan untuk acara-acara mendatang.

Pada penutupan ini, dikemas pemberian sertifikat beserta trofi kepada para pemenang lomba secara simbolik. Adapun lomba-lomba yang di laksanakan yaitu Pidato, Dramalisasi Puisi,  Sholawat Tradisional, dan Karya Tulis Ilmiah.

Penutupan Festival Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H dihadiri langsung oleh wakil kepala pesantren KH. Najiburrahman Wahid yang sekaligus memberikan sambutan kepada seluruh panitia, para santri dan pemenang lomba.

“Ucapan terima kasih kepada seluruh panitia karena telah  mengerahkan seluruh tenaga dan fikirannya sehingga bisa membawa sukses acara Festival Maulid ini. Ini merupakan riyadhoh kesadaran berorganisasi sebagai bagian dari panca kesadaran santri sehingga bisa mengimplementasikannya di masyarakat kelak,” dawuh wakil kepala pesantren KH. Najiburrohman Wahid.

Kegiatan ini berlangsung selama satu bulan penuh dan pada malam penutupan merupakan  puncak acara sekaligus penobatan para pemenang lomba yang berjalan dengan lancar dan khidmat.

(Humas Infokom)

Habib Ali Al-Kaf Hadiri Perayaan Tasyakuran Wisuda PPIQ Nurul Jadid

nuruljadid.net – Habib Ali Al-Kaf dan KH. Fahmi AHZ hadiri acara “Tasyakuran Wisuda Tahsinul Qiroah angkatan 2021 dan Pengukuhan Majlis Tahfidzul Qur’an” Pusat Pendidikan Ilmu Al-Qur’an (PPIQ) Pondok Pesantren Nurul Jadid Sabtu (23/10/2021) malam. Acara tersebut bertempat di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo.

Acara dimulai dengan pengukuhan Majlis Tahfidzul Qur’an. Jumlah peserta pengukuhan Majlis ada sebanyak 45 Orang. Pengukuhan majlis ini terbagi menjadi 4 kategori. Pertama, Majlis juz 1-5 terdapat 37 orang; kedua, Majlis juz 1-10 sebanyak 6 orang; ketiga, Majlis juz 1-15 sebanyak 1 orang; keempat, juz 26-30 sebanyak 1 orang. Syarat mengikuti Pengukuhan, peserta harus menyelesaikan majlisan terlebih dahulu. Disesuaikan dengan jumlah juz yang dihafal. Setelah pengukuhan, juga dilaksanakan penobatan peserta Majlis Terbaik. Hal itu ditujukan supaya memotivasi peserta lainnya agar lebih bersemangat dalam menghafal Al-Qur’an.

Sedangkan jumlah peserta wisuda Tahsinul Qiroah pada tahun ini sebanyak 35 orang. Untuk bisa mengikuti wisuda Tahsinul Qiroah, peserta harus lulus dari semua kelompok atau tingkatan yang ada di program Tahsinul Qiroah Pusat Pendidikan Ilmu Al-Qur’an (PPIQ). Kelompok itu dikategorikan menjadi 4 bagian. Mulai dari kelompok yang paling bawah yakni kelompok Mubtadi’ (D), setelah lulus kemudian melanjutkan ke kelompok Mutawwasith (C), dilanjut dengan klompok Maqbul (B), dan terakhir ada kelompok Takmil (A).

(Para peserta wisuda Pusat Pengembangan Ilmu Al-Qur’an sedang melakukan demonstrasi bacaan Al-Qur’an depan juri dan audiens)

Prosesi Wisuda Tahsinul Qiro’ah, terbagi menjadi 4 bagian. Pertama, Pembacaan Qiroatus Sab’ah pada surah Al-Fatihah. Kedua, Demonstrasi Uji Materi Tajwid, Hafalan, dan Variasi Lagu Al-Qur’an. Ketiga, Pengukuhan peserta wisuda yang dikukuhkan dengan pengalungan oleh Wakil Pembina PPIQ KH. Fahmi AHZ dan pemberian tabung wisuda oleh Direktur PPIQ H. Rusdi Aziz. Kemudian dilanjutkan dengan bai’at peserta wisuda yang dipimpin langsung oleh KH. Fahmi AHZ. Prosesi wisuda diakhiri dengan foto bersama Wakil Pembina PPIQ dan Direktur PPIQ.

Setelah itu, dilanjutkan dengan penyampaian Mau’idotul hasanah oleh Habib Ali Al-Kaf. Beliau banyak memberikan motivasi kepada audiens dengan sangat menarik. Beliau banyak menyertakan cerita-cerita penuh makna. Sesekali beliau isi dengan candaan yang membuat audiens tertawa bahagia mendengarnya. Dalam ceramahnya, beliau juga menjelaskan bahwa kehalalan makanan juga akan berpengaruh terhadap keberkahan hidup, “Selain mencerdaskan, makanan yang halal itu akan mendatangkan rezeki yang lebih baik.” Imbuhnya.

Habib Ali Al-Kaf juga mengajak audiens agar tidak meninggalkan baca alqur’an. Karena orang yang membaca Al-Qur’an akan mendapat banyak pahala dan keberkahan. Setiap huruf 1 pahala kebaikan dan dilipatgandakan menjadi 10 kebaikan. Sebagaimana yang disebut dalam sebuah hadist. Jadi, jika membaca 1 huruf, maka kita diberi 10 pahala kebaikan. “Orang yang menggeluti Al-Qur’an akan membanggakan orang tua di dunia dan akhirat.” tambah beliau.

Kasus unik santri ketika di pondok, khususnya ketika sudah tidak punya uang. “biasanya kalau santri sudah tidak punya uang dan kirimannya telat, santri sesering mungkin membaca surah Al-Waqiah,” jelas Habib Ali Al-Kaff. Pada penghujung acara, Wisuda ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh Habib Ali Al-Kaf.

(Humas Infokom)

Malam Maulid Agung, Menyambut Kelahiran Nabi Menentramkan Hati

nuruljadid.net – Serangkaian seremonial Malam Maulid Agung dilangsungkan di Masjid Jami’ Pondok Pesantren Nurul Jadid pada tanggal 11 malam 12 Rabiul Awwal senin (18/10/2021). Gema sholawat menentramkan hati menghiasi malam santri dalam rangka memperingati malam kelahiran insan paling mulia di mukabumi, yakni Nabi Muhammad SAW.

Acara ini dihadiri langsung oleh Pengasuh Pondok Nurul Jadid KH. Moh. Zuhri Zaini, Kepala Biro Kepesantrenan KH. Fahmi AHZ, Kepala Biro Pendidikan K. Moh. Imdad Rabbani Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil, jajaran pengasuh, dan struktural satuan kerja nurul jadid.

Diawali dengan pembacaan sholawat pengantar oleh Firqah Hadrah Az-Zainiyah (Firhaz) Nurul Jadid sembari menunggu kedatangan para santri dan kyai. Kegiatan ini diikuti oleh santriwan dan santriwati dengan tabir pembatas serta pemisah antara laki-laki dan perempun. Acara berjalan dengan lancar dan khidmat.

(Santri putera sedang mengikuti acara Malam Maulid Agung di masjid Jami’ Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Setelah pembawa acara, membuka acara dengan Al-Fatihah dilanjutkan dengan Tausiyah Pengasuh KH. Moh. Zuhri Zaini. Pada awal sambutannya beliau menyampaikan agar santri menjawab sholawat Nabi ketika mendengarkan, “Paling kikirnya orang kikir ialah orang yang tidak mau bersholawat ketika disebut nama Nabi Muhammad SAW,” dawuh KH. Moh. Zuhri Zaini.  “Tapi tidak perlu teriak-teriak, karena Allah Maha mendengar,” imbuh beliau.

Pengasuh KH. Moh. Zuhri Zaini menceritakan berbagai kisah tentang Nabi Muhammad yang harus kita teladani terutama dari akhlaq beliau yang luar biasa. Misalnya dari kesabaran Nabi ketika Nabi didzolimi, saat hendak sholat dilempari kotoran unta, tetapi beliau mampu untuk tetap sabar dan memaafkan walau telah didzolimi, bahkan beliau sampai menjenguk orang yang telah mendzoliminya tersebut disaat ia sedang sakit. Dan masih banyak cerita lainnya.  “Saya yakin, kalau kita niru beliau, kita pasti akan menjadi orang baik,” dawuh pengasuh.

Seusai tausyiah pengasuh, semua santri bersama mulai membacakan Sholawat Simtudduror yang dipimpin oleh Kepala Biro Kepesantrenan KH. Fahmi AHZ. Pembacaan sholawat berlangsung dengan begitu khidmat. Karena saking khidmadnya, sebagian santri sampai meneteskan air mata kerinduan akan Nabi Muhammad SAW dan kekaguman akan akhlaq beliau yang luar biasa.

Selain pembacaan simtudduror, kegiatan Malam Maulid Agung juga diisi dengan pembacaan puisi Sirah Nabawwiyah oleh Ketua Sanggar Titik Koma Ustaz Firman Hamda. Pada penghujung acara, acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh K. Moh. Imdad Rabbani.

(Humas Infokom)

Gelar Seminar Santri, Libatkan Aktivis Mahasantri Nurul Jadid Lintas Organisasi

nuruljadid.net – Masih dalam momentum bulan Resolusi Jihad atau yang lumrah dikenal dengan Hari Santri Nasional (HSN). Panitia HSN menggelar Seminar Santri yang melibatkan para pimpinan Organisasi Mahasiswa Nurul Jadid. Tema yang diusung adalah “Populisme Santri, Sinergitas Meneguhkan NKRI”

Santri memiliki potensi yang besar dan ikut bertanggung jawab dalam memajukan masa depan bangsa. Untuk itu, mereka harus dibekali tidak hanya sebatas teori, akan tetapi juga harus dengan aksi. Dimulai dari hal-hal kecil seperti halnya aktif berorganisasi sebagaimana amanah Panca Kesadaran Santri.

Pada jumat (15/10/2021) panitia HSN mengadakan kegiatan seminar ini sebagai bentuk penambah wawasan teori baru bagi para santri. Seminar tersebut diselenggarakan di Aula 2 Pondok Pesantren Nurul Jadid. Adanya seminar ini dibuka untuk umum, baik dari kalangan SLTP, SLTA, hingga Mahasiswa.

(Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil bersama narasumber seminar sedang menyanyikan Syubbanul Wathon)

Para pembicara yang diundang merupakan aktivis mahasiswa lintas organisasi di Universitas Nurul Jadid. Hadir Presiden BEM Unuja, Ketua PK. PT. IPNU Unuja, Ketua Komisariat PMII Unuja, dan Ketua Komisariat HMI Unuja. Mereka duduk bersama diatas panggung membicarakan tema dengan sudut pandang mereka masing-masing. Perpaduan sudut pandang yang berbeda membuat diskusi lebih kaya pengetahuan dan asik, sehingga pembahasan terkesan lebih berwarna.

Seminar ini dibuka oleh Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil. Dalam sambutannya beliau mengapresiasi inisiasi yang jarang terjadi yaitu mengundang aktivitis pemimpin dengan latar belakang organsasi yang berbeda dalam satu panggung membahas isu kebangsaan dan kesantrian.

Peserta seminar yang terdaftar ratusan dari beragam tingkat Pendidikan. Mereka terlihat cukup antusias mengikuti seminar meskipun sembat molor 30 menit dikarenakan menunggu tamu undangan hadir.

(Ratusan peserta seminar HSN terlihat antusias dalam mengikuti kegiatan)

Harapannya, dengan adanya kegiatan ini para santri Nurul Jadid dapat membakar semangat perjuangannya dalam berproses di organisasi dan melanjutkan estafet kepemimpinan di setiap organisasi yang ada di pesantren, lebih-lebih dapat mengembangkannya lebih baik dan profesional.

(Humas Infokom)

Kompetisi Sengit Antar Santri Terbaik Nurul Jadid Rebut Titel “Santri Berprestasi”

nuruljadid.net – Pemilihan Santri Berprestasi Nurul Jadid (Pilsapres) dalam ajang Nurul Jadid Berprestasi tahun 2021 ini berlangsung dengan sangat ketat. Masing-masing santri terbaik perwakilan Lembaga Pendidikan bersaing keras untuk melewati setiap tahapan untuk menjadi Santri Berprestasi Nurul Jadid 2021.

Nurul Jadid Berprestasi ini salah satu rangkaian kegiatan menyambut bulan HSN yang diselenggarakan oleh FKO Nurul Jadid. Lomba dengan berbagai macam tahapan ini menjadi tantangan tersendiri bagi santri. Adapun tahapan pilsapres meliputi seleksi berkas dan portofolio, karya tulis ilmiah, motivation letter, esai, tes tulis dan tes interview.

Usai melewati semua tahapan seleksi akan ditentukan 3 besar dari masing-masing kategori SLTP dan SLTA untuk masuk ke Grand Final di Aula 2 Pondok Pesantren Nurul Jadid. Dewan juri Grand Final Pilsapres adalah K. Moh. Imdad Robbani selaku kepala Biro Pendidikan Nurul Jadid dan Ustaz Mujiburrohman sebagai Kasubbag. Humas dan Infokom. Saat grand final, para finalis terlihat gugup dan tegang karena mereka akan diuji dan ditanyai oleh Kiai langsung yang belum pernah terjadi sebelumnya.

(Dewan Juri Grand Final Pemilihan Santri Berprestasi Nurul Jadid sedang mempelajari karya tulis finalis)

Pasca proses panjang dan penilaian yang ketat serta kompleks, maka keluarlah hasil yang ditunggu-tunggu. Untuk kategori SLTP Pemilihan Santri Berprestasi dimenangkan oleh Fadil Dwi Prasetyo delegasi SMP Nurul Jadid. Sedangkan untuk kategori SLTA dimenangkan oleh M. Hengki Fernando dari MA Nurul Jadid.

Di akhir acara, Kiai Moh. Imdad Robbani diminta panitia untuk memberikan sambutan dan nasehat terkait kegiatan yang dilaksanakan. Beliau dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tehadap kegiatan yang baik ini, karena para finalis memiliki kemampuan self-confidence dan public speaking yang sangat baik sehingga harapannya dapat memotivasi santri yang lain untuk juga berprestasi. Kiai Imdad juga menyampaikan bahwa santri perlu meningkatkan kemampuan literasinya dan penguasaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai kaedah PUEBI, karena itu merupakan identitas bangsa Indonesia yang perlu santri lestarikan.

 

(Humas Infokom)

Santri Nurul Jadid Uji Pengetahuan Lewat Lomba Cerdas Cermat

nurujadid.net – Untuk mengasah pengetahuan santri, panitia Gebyar HSN menggelar Lomba Cerdas Cermat. Masing-masing sekolah dan madrasah mendelegaskan masing-masing dua tim. Kegiatan ini berlangsung di Aula II Pondok Pesantren Nurul Jadid (14/10/2021).

Lomba Cerdas Cermat ini diikuti oleh 10 tim yang terdiri dari 3 orang merupakan delegasi dari SMANJ, SMKNJ, MANJ, SMPNJ dan MTSNJ. Sedangkan untuk muatan materi yang dilombakan meliputi pengetahuan seputar Keislaman, Kepesantrenan, ke-ASWAJA-an, dan Keindonesiaan.

Setelah persaingan sengit dengan melalui tiga babak akhirnya MA Nurul Jadid keluar sebagai juara pertama, disusul oleh juara kedua delegasi SMP Nurul Jadid sedangkan juara ketiga diraih oleh delegasi dari SMA Nurul Jadid.

Lomba Cerdas Cermat ini termasuk dari rangkaian acara Gebyar HSN 2021 sepanjang bulan oktober untuk memeriahkan hari kelahiran Resolusi Jihad. Lomba ini terbagi menjadi 3 babak, tanya-jawab, lemparan dan rebutan. Masing-masing perwakilan peserta delegasi sebelum lomba dimulai mengambil amplop soal yang telah dipersiapkan oleh dewan juri dan wajib menjawab semua pertanyaan yang diajukan dalam waktu singkat sekitar 30 detik.

(Peserta perwakilan masing-masing lembaga sedang mengambil Amplop soal di meja dewan juri dan panitia)

Pada babak pertama, yaitu tanya-jawab. Pada babak ini masing-masing juru biacara tim harus menjawab 5 pertanyaan dari amplop soal yang telah diambil sebelumnya. Jika jawaban benar maka akan mendapat skor 100. Jika salah ataupun tidak menjawab, maka akan mendapatkan skor 0. Babak kedua, tim yang tidak dapat menjawab pertanyaan yang dibacakan juri, maka akan dilempar kepada tim yang lain.

Babak Ketiga adalah babak rebutan, pada babak ini masing-masing tim tidak hanya diadu dalam wawasan, melainkan juga ketangkasan. Karena pada babak ini memakai system adu cepat dan ketangkasan serta ketepatan dalam menjawab pertanyaan. Uniknya dalam lomba cerdas cermat kali ini masing-masing tim disediakan gayung mandi sebagai ganti bel yang dibunyikan sebelum menjawab. Tim lebih cepat membunyikan gayung, maka tim tersebut berhak menjawab pertanyaan yang dibacakan. Pada babak ini jika jawab benar maka memperoleh skor 100, namun jika salah maka skor dikurangi 100.

(Dewan juri lomba cerdas cermat sedang membacakan soal kepada peserta)

Final lomba cerdas cermat berlangsung seru dan lancar karena pendukung dari masing-masing delegasi sekolah/madrasah bersorak memberikan dukungan kepada tim perwakilan sekolah/madrasah mereka. Juri pada lomba ini dari unsur tim staf Humas dan Protokoler Nurul Jadid yang telah lebih awal mempersiapkan soal untuk dilombakan. Sedangkan, panitia pelaksana lomba berasal dari unsur Panji Pelopor Nurul Jadid.

(Humas Infokom)

Lomba Karya Sastra Santri Ajang Adu Kemampuan Diri

nuruljadid.net – Lomba Karya Sastra Santri (LKSS) merupakan ajangan bagi santri dalam menunjukkan kemampuan diri di bidang cipta baca puisi dan penulisan cerpen. Kegiatan ini diselenggarakan masih dalam momentum bulan Hari Santri Nasional (HSN).

Babak penyisihan kedua jenis lomba dilaksanakan di tempat yang sama, Meeting Room SMP Nurul Jadid. Untuk kategori lomba cerpen, total peserta sebanyak 8 orang. Mereka diberikan waktu selama 2 jam untuk mengarang cerpen on the spot. Setelah selesai, karya peserta dikumpulkam kepada panitia untuk dilakukan tahap penjurian oleh redaksi Al-Fikr Universitas Nurul Jadid (Unuja).

Hasil penjurian menetapkan juara 1 diraih oleh Muhammad Hidayatullah (SMA Nurul Jadid), juara 2 atas nama Zadam Maulana Ibrahim (SMA Nurul Jadid) dan juara 3 diraih oleh Ahmad Salman Hamidi delegasi MA Nurul Jadid.

(Peserta Lomba Cipta Puisi dan Cerpen sedang khusyuk menuliskan karya terbaik mereka di ruang rapat SMP Nurul Jadid)

Beda halnya dengan kategori lomba cipta baca puisi. Pada lomba ini terdiri dari dua tahap. Pertama, pembuatan puisi di tempat yang diikuti oleh peserta sebanyak 15 orang. Tahap kedua, pembacaan karya puisi yang telah dibuat untuk Top 5 nilai karya tertinggi. Sehingga terdapat dua penilaian yang akan diakumulasi menjadi nilai akhir. Peserta dengan nilai tertinggi akan dinobatkan sebagai juaranya.

Untuk kategori lomba cipta baca pusi dimenangkan oleh Moh. Hengky Fernando sebagai Juara 1, Juara 2 diraih oleh saudara Nasrullah Zain dan Juara 3 atas nama Muh. Haikal Nur Hijazi yang ketiganya adalah peserta didik MA Nurul Jadid.

Seluruh rangkaian acara lomba berjalan lancar. Pelaksanaan lomba ini diselenggarakan oleh FKO Nurul Jadid sebagai organisasi siswa perwakilan OSIS dan OSIM di bawah naungan Biro Pendidikan Pondok Pesantren Nurul Jadid.

(Humas Infokom)

Ra Moh. Imdad Robbani: Internalisasi Nilai-nilai Warisan Menjadi Santri Seutuhnya

nuruljadid.net – Lora Moh. Imdad Robbani sebagai inspektur upacara Hari Santri Nasional (HSN) ke-6 tahun 2021 di Pondok Pesantren Nurul Jadid (22/10/2021) menyampaikan poin penting tentang menjadi santri seutuhnya dengan internalisasi nilai-nilai yang diwariskan oleh kiai dan santri pejuang kemerdekaan terdahulu.

Mengawali amanat upacara beliau mengungkapkan rasa syukur karena dapat mengikuti upacara memperingati resolusi jihad kaum sarungan di masa lalu yang diprakarsai oleh Hadratussyekh KH. Hasyim Asy’ari yang kemudian berlanjut sampai pada puncaknya yaitu peristiwa 10 November ditandai sebagai hari Pahlawan.

Dari kisah ini sebenarnya menceritakan suatu hal pada kita bahwa untuk menjadi pahlawan kita harus terlebih dahulu menjadi santri dan belajar, untuk menjadi orang yang bersedia berkorban untuk orang lain, kita harus terlebih dahulu belajar mencari ilmu.

Ra Amak (panggilan akrab Lora Moh. Imdad Robbani) juga menambahkan bahwa pahlawan itu adalah orang yang tidak memikirkan dirinya sendiri sebagaimana kita semua telah diingatkan oleh pendiri KH. Zaini Mun’im, bahwa “saya tidak ridho kalau ada santri saya yang hanya memikirkan urusan dirinya sendiri, tidak ridho kalau tidak berjuang di tengah-tengah masyarakat” dan itu adalah definisi pahlawan.

Santri Nurul Jadid harus bersedia belajar ketika sedang di pondok, belajar untuk mengalahkan kepentingan pribadinya untuk kepentingan yang lebih besar. Karena tanpa usaha untuk mengalahkan hawa nafsu, maka tidak akan pernah ada kemerdekaan negara kita ini dan tidak akan pernah terlahir pahlawan. Tidak ada ceritanya pahlawan yang memikirkan diri sendiri, sampai bersedia berkorban harta bahkan nyawa untuk kemerdekaan.

Menjadi pahlawan bukan berarti harus menonjolkan diri bahkan kita sudah diingatkan oleh Pengasuh Kedua KH. Hasyim Zaini “Jadilah orang berguna tapi jangan menonjolkan diri.” Itu salah satu ciri penting Santri Pondok Pesantren Nurul Jadid yaitu tidak ada keinginan untuk menonjolkan diri, walaupun ketika oleh Allah SWT ditakdirkan untuk menjadi orang yang menonjol namun bukan atas dasar keinginan pribadi. Tidak menonjolkan diri bukan berarti tidak melakukan yang terbaik, namun lebih kepada makna tetap tawadu’ atau rendah hati serta tidak memaksakan diri untuk selalu tampil dan terlihat orang ketika melakukan kebaikan.

Dalam amanatnya, Ra Amak juga dawuh dalam memperingati hari santri ini atau resolusi jihad yang dicanangkan oleh Hadratussyekh KH. Hasyim Asy’ari perlu kita konversi. Resolusi jihad pada masa Fathul Qashar adalah kewajiban fardhu ain untuk berjuang datang ke Surabaya berperang mempertaruhkan nyawa demi membela negeri ini. Saat ini, jihad kita adalah jihad belajar dalam pengertian seluas-luasnya.

Mengikuti upacara bendera merupakan bentuk jihad sederhana yang dapat kita lakukan saat ini selain juga sebuah proses pendidikan dan pembelajaran. Karena dalam upacara ini kita melakukan hal-hal, yang dalam kondisi normal, tidak kita sukai. Kita harus bersabar berjemur dan berpanas-panasan sampai upacara selesai. Dari sini, kita belajar menghilangkan ego yang merupakan bagian dari riyadhoh untuk tidak mengeluh, sebagaimana riyadhoh adalah ciri khas santri.

Merayakan hari santri, bukan hanya sebagai hari yang gebyar dan hura-hura, tapi lebih untuk menginternalisasi nilai-nilai yang diwariskan oleh para guru-guru dan para santri zaman dahulu, sehingga kita bisa menjadi santri seutuhnya, santri yang di dalamnya sudah terinternalisasi Trilogi dan Panca Kesadaran Santri.

Di akhir amanat beliau, Ra Amak mengingatkan jangan sampai kita hanya merayakan hari santri tapi kemudian tidak perhatian pada Furudhul Ainiyah, Tarqil Al-Kabair dan Husnul Adab ma’a Allah wa ma’a Al Khalqi. Beliau juga mengajak kita semua menjadikan momentum tahunan ini untuk  meningkatkan ghirrah kesantrian kita yaitu dengan mempraktikkan nilai yang terkandung dalam Trilogi dan Panca Kesadaran Santri.

(Humas Infokom)

Menag Sehari Afi Ahmad Ridho Disambut Meriah dan Mendapatkan Beasiswa Pendidikan Nurul Jadid

nuruljadid.net – Afi Ahmad Ridho santri Pondok Pesantren Nurul Jadid yang memenangkan sayembara Santri Sehari Jadi Menteri Agama Republik Indonesia kembali ke Pesantren setelah purna tugas sebagai Menteri Agama sehari (24/10/2021). Afi Ahmad Ridho pun diberikan beasiswa bebas Biaya Pendidikan Santri (BPS) selama 2 Triwulan atau sampai ia menuntaskan studinya di Madrasah Aliyah Nurul Jadid.

Ridho bersama guru pendamping dijemput di Bandara Internasional Juanda Sidoarjo oleh tim Humas dan Protokoler pesantren bersama keluarganya yaitu Ayah, Ibu dan dua adiknya. Sebelumnya, tim Humpro pesantren menjemput keluarga Ridho ke Klakah Lumajang dan langsung menuju Bandara untuk menyambut kedatangan Ridho dari Jakarta.

Afi Ahmad Ridho beserta keluarga setibanya di Pondok Pesantren Nurul Jadid disambut sangat meriah, bahkan Ridho sekeluarga sempat sowan ke Pengasuh setelah menjalani skrining Tes GeNose C19 dengan hasil negative dan mengikuti protokol Kesehatan standard 5 M yaitu Mencuci tangan, Memakai masker, Menjaga jarak, Membatasi mobilitas dan Menghindari kerumunan.

(Afi Ahmad Ridho berfoto bersama keluarga dan pimpinan lembaga pendidikan Nurul Jadid)

Saat penyambutan di Aula I, seluruh kepala sekolah dan madrasah serta perwakilan peserta didik hadir menyambut kedatangannya. Acara dikemas dalam bentuk seremonial dan penganugerahan yang dihadiri oleh sekretaris yayasan Dr. KH. Hefniy Razaq, M.Pd. mewakili pimpinan pesantren lainnya.

Pasca menjadi menteri sehari, Ridho mendapat tawaran berbagai beasiswa, seperti beasiswa pendidikan di Universitas Nurul Jadid (UNUJA), Universitas Indonesia (UI) dan Kemenag.

Sekretaris Yayasan Dr. KH. Hefniy Razaq, M.Pd. memberikan kebebasan Ridho untuk menyikapi peluang beasiswa tersebut. “Termasuk yang dari UI, karena prinsipnya santri bisa berkhidmat dimana saja,” dawuh Sekretaris Yayasan.

Perayaan ini, menurut Kabag. Humas dan Protokoler Pondok Pesantren Nurul Jadid, Dr. Syamsuri Hasan, merupakan rasa syukur sekaligus stimulus dan motivasi bagi santri-santri lainnya untuk terus berjuang meraih prestasi selama mondok dan belajar di pesantren.

“Ini harusnya bisa membuat santri-santri lainnya terus bersemangat dalam belajar untuk terus meraih prestasi setinggi-tingginya,”ujarnya.

(Afi Ahmad Ridho menyampaikan sambutannya tentang motivasi di hadapan santri perwakilan lembaga pada acara penganugerahan santri berprestasi)

Dalam sambutannya, Ridho memotivasi santri yang hadir untuk bisa menemukan potensi diri dan passion masing-masing. Sehingga mereka bisa mengasah dan terus mengembangkan sesuai dengan minat dan bakatnya karena di Pondok Pesantren Nurul Jadid itu banyak peluang dan potensi yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan diri, tinggal bagaimana santri dapat memaksimalkan dan mengoptimalkan dengan sebaik-baiknya dan bijaksana.

 

(Humas Infokom)