Pos

Huminfo Nurul Jadid Gandeng Humas Pemkab Probolinggo Gelar Pelatihan Kehumasan

nuruljadid.net – Humas dan Infokom (Huminfo) Pondok Pesantren Nurul Jadid menggandeng bagian Humas Protokoler dan Komunikasi Pimpinan Pemkab Probolinggo menggelar Pelatihan Kehumasan bertajuk “Peran Humas dalam Re-Branding Lembaga di Era Digital” pada hari Senin (17/01/2022) pagi. Peserta pelatihan yang bertempat di Aula Mini Pondok Pesantren Nurul Jadid ini adalah perwakilan Tim Humas dari setiap Lembaga Pendidikan dan Satuan Kerja di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Pada pelatihan tersebut bertindak sebagai pemateri Pranata Humas Muda Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kab. Probolinggo Ibu Yulistina W. Selama kurang lebih dua jam, Ibu Yulistina menyampaikan materi dan berdiskusi seru dengan para peserta tentang tema yang diangkat. Peserta yang mengikuti kegiatan tersebut terlihat sangat antusias hingga akhir.

(Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil menyampaikan sambutan pada Pelatihan Kehumasan)

Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil melalui sambutannya memperkuat gagasan betapa pentingnya peran humas melalui pelatihan kehumasan ini untuk meningkatkan kompetensi perangkat Humas yang ada di Pondok Pesantren Nurul Jadid. Beliau juga menyampaikan paradigma dan mindset yang perlu diubah sebagai seorang humas.

“Kita harus merubah paradigma yang dulu seringkali kita anggap bahwa tugas Humas hanyalah sebagai pengantar surat, karena di balik itu semua Humas memiliki peranan penting dalam membangun citra positif untuk kemajuan sebuah lembaga, salah satunya ialah bagaimana humas mem-branding sebuah lembaga dan menyampaikan informasi dengan baik kepada public,” tutur bapak Faizin.

Kepala Sub Bagian Humas dan Infokom Pesantren Mujiburrohman menyampaikan bahwa pelatihan ini dirasa sangat perlu diadakan, karena melihat urgensi peran Humas yang merupakan ujung tombak atau sumber informasi sebuah lembaga dalam menyampaikan program dan kegiatan masing-masing lembaga.

“pentingnya pelatihan kehumasan ini, karena Humas harus mampu meningkatkan citra positif setiap lembaga di hadapan publik. Kegiatan pelatihan ini merupakan yang pertama kali nya diadakan oleh Humas dan Infokom dan akan kami terus adakan secara berkala,” ungkap bapak Mujiburrohman

(Peserta Pelatihan Kehumasan mengikuti dengan khidmat pematerian disampaikan oleh narasumber Ibu Yulistina W.)

Sementara itu, dalam sesi pematerian tersebut, Ibu Yulistina dengan semangat menyajikan beberapa teori dan teknis untuk me-rebranding sebuah lembaga dengan baik. Beliau juga menyampaikan peran dan fungsi strategis Humas yaitu dalam mensinergikan informasi publik, optimalisasi jaringan komunikasi dan informasi, serta membentuk opini publik melalui agenda setting lembaga.

Ibu Yulistina menambahkan pemaparan materi tentang metode membuat caption berita, mengelola komentar pada media sosial, membuat content objective, menganalisis media sosial, dan metode pembuatan program kehumasan yang merupakan komponen penting menambah engagement di media digital lembaga.

“Harapannya, melalui pelatihan ini Tim Humas yang berada di setiap lembaga pendidikan Nurul Jadid mampu mengembangkan kemampuannya baik pribadi maupun secara tim, sehingga saling bersinergi untuk menghadapi perkembangan teknologi dan informasi agar dapat memenuhi kebutuhan public akan informasi sesuai dengan prinsip-prinsip keterbukaan informasi publik,” tutup Mujiburrohman.

(Kasubbag. Humas dan Infokom Mujiburrohman menyerahkan piagam penghargaan kepada narasumber pada Pelatihan Kehumasan Ibu Yulistina W.)

Turut hadir mendampingi Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil, Kabag. Humpro Syamsuri Hasan, Kasubbag. Humas Infokom Mujiburrohman dan Bagian Protokoler Alfi Syukrin.

 

(Humas Infokom)

Irjen Kemenkumham Razilu Silaturrahmi ke Nurul Jadid

nuruljadid.net – Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Moh. Zuhri Zaini menerima kunjungan Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia Ir. Razilu, M.Si. Rabu (12/1/2022) sore, di Kediaman Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Kedatangan Irjen Razilu di kabupaten Probolinggo selain dalam rangka kunjungan kerja di Kanwil Kemenkumham Jawa Timur juga sekaligus bersilaturahmi dengan pengasuh beserta pimpinan Pondok Pesantren Nurul Jadid.

(Irjen Kemenkumham Ir. Razilu, M.Si. saat berbincang santai bersama pengasuh KH. Moh. Zuhri Zaini didampingi Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil di kediaman pengasuh)

Dalam acara silaturrahmi tersebut, Irjen Razilu memang memiliki kebiasaan melakukan kunjungan ke ulama yang berada di pesantren sekitar wilayah kunjungan kerjanya untuk mengetahui langsung suasana dan kondisi pondok pesantren.

Dari hasil kunjungan singkat ini, rombongan Inspektorat Kemenkumham nampak sangat berkesan bisa berkunjung dan menginjakkan kakinya di bumi Nurul Jadid. Rombongan disambut dengan barisan pohon rindang ketika memasuki area pesantren. Para tamu yang berjumlah kurang lebih 50 orang tersebut disambut dengan ramah oleh bagian protokoler pesantren.

Setelah bincang santai, pengasuh memberikan cinderamata kepada Irjen Razilu berupa Kaleidoskop Nurul Jadid yang berisi tentang sejarah dan profil singkat para almarhumin juga sejarah berdirinya Pondok Pesantren Nurul Jadid.

(Rombongan Inspektorat Jenderal Kemenkumham berdoa bersama dipimpin pengasuh KH. Moh. Zuhri Zaini di kediaman pengasuh sebelum meninggalkan bumi Nurul Jadid)

Acara silaturrahmi diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh pengasuh KH. Moh. Zuhri Zaini dan sesi foto bersama rombongan Itjen Kemenkumham di kediaman pengasuh.

Turut mendampingi pengasuh, hadir Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil, Kapela Biro Pengembangan KH. Faiz AHZ, Kepala Inkubasi Bisnis H. Thahiruddin dan Kabag. Humas Protokoler Syamsuri Hasan.

 

(Humas Infokom)

Gemar Berhitung, Dua Siswi MTs Nurul Jadid Raih Dua Juara Nasional Pada Event MATH.CO

nuruljadid.net – Nabila Lutfi Alfia dan Sitti Nasilatul Ma’rifah, Siswi MTs Nurul Jadid patut berbangga hati. Pasalnya, mereka berdua berkesempatan menjadi perwakilan MTs Nurul Jadid dalam Mathematic Competition (MATH.CO) 2021 tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Matematika Universitas Nurul Jadid (23/12/2021). Mereka berdua bahkan menyabet dua juara sekaligus, diantaranya Nabila Lutfi Alifia sebagai Juara 3 dan Sitti Nasilatul Ma’rifah sebagai Juara Harapan 1 dalam ajang tersebut.

Mathematic Competition (MATH.CO) tahun 2021 ini merupakan kali kedua Himpunan Mahasiswa Pendidikan Matematika (Himadika) Universitas Nurul Jadid menggelar Olimpiade Matematika. Sebelumnya, mereka juga pernah mengadakan Olimpiade Matematika pada tahun 2019. Namun berbeda dengan tahun sebelumnya yang hanya tingkat Jawa Timur, kali ini mereka mengadakan olimpiade matematika tersebut dalam skala yang lebih luas, yaitu tingkat Nasional.

Untuk mengikuti sebuah ajang berkaliber nasional seperti MATH.CO, tentu membutuhkan persiapan yang matang. Nabila mengungkapkan, mereka menerima pendampingan khusus oleh guru pendamping sebelum ajang berlangsung.

Dalam masa pembinaan, para delegasi menerima pelatihan pada jam ekstra sekolah, yaitu pukul 11 pagi hingga pukul 13.30 siang setiap harinya. Mereka juga dilatih menyelesaikan beragam soal matematika seputar materi khusus olimpiade yang telah diajarkan dan melakukan pembahasan dari soal-soal yang telah dikerjakan.

Persiapan mereka dalam mengikuti MATH.CO ini bahkan tidak terbilang mulus. Jadwal pembinaan dan latihan yang tidak jarang berbenturan dengan kegiatan pesantren membuat mereka kesulitan fokus pada kedua hal tersebut. Namun berkat dukungan yang luar biasa dari guru dan teman yang memotivasinya untuk terus berlatih dan tidak terbebani dengan hasil lomba, membuat mereka fokus untuk memberikan usaha terbaiknya.

“Meskipun kami juga disibukkan dengan kegiatan pesantren, dan padatnya kegiatan asrama, namun semangat kami tidak lengah untuk terus berlatih. Karena kami yakin berkat doa, dukungan, dan motivasi yang diberikan oleh guru dan teman-teman telah membuat kami untuk tetap fokus memberikan yang terbaik,” ungkap Nabila.

Persaingan tidak mudah karena peserta yang sangat kompetitif dari berbagai sekolah favorit di Indonesia, beberapa diantaranya yang masuk sebagai finalis MTSN Jakarta, MTSN 1 Kota Malang, SMPN Bekasi, SMPN 8 Tangerang, MTSN 1 Pati, SMPK Maria Fatima Jember, SMP Labschool Cibubur, SMP Bhakti Pertiwi dan SMPN 1 Belinyu.

Hasil yang mereka dapatkan tentu sudah luar biasa, karena dalam kompetisi tersebut mereka harus berhadapan dengan berbagai sekolah di lintas nasional. Selain mengharumkan Pondok Pesantren Nurul Jadid, mereka telah membawa kebanggaan bagi almamaternya, yaitu MTs Nurul Jadid.

Mereka berharap, semoga prestasinya bisa menjadi motivasi bagi siswa MTs Nurul Jadid lainnya, agar lebih bersemangat untuk belajar demi meraih prestasi dan mengharumkan nama almamater di ajang nasional dan internasional.

 

(Humas Infokom)

Tingkatkan Kompetensi Pengajar, MADIN Gelar Workshop Pendidikan

nuruljadid.net – Peningkatan kompetensi guru mutlak menjadi kebutuhan dalam dunia Pendidikan. Menjawab tantangan sekaligus kebutuhan tersebut Madrasah Diniyah (MADIN) Nurul Jadid gelar Workshop dengan Tema “Menjadi Guru Kreatif, Inovatif dan Inspiratif”. Kegiatan workshop Pendidikan ini dilaksanakan pagi ini tanggal 09 Januari 2022 bertempat di Aula II Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo.

Pada Workshop Pendidikan yang digelar oleh Madin Nurul Jadid dibawah kepemimpinan bapak Ahmad Saili, M.Pd tersebut diikuti oleh seluruh guru Madrasah Diniyah tentang kiat bagaimana menjadi guru yang kreatif, inovatif dan inspiratif serta metode penulisan kisi-kisi soal berbasis Asesmen Kompetensi Minimum yang lebih dikenal dengan AKM.

(Kepala Madin Nurul Jadid Bapak Ahmad Saili, M.Pd menyerahkan Piagam Penghargaan kepada Narasumber Workshop Bapak Husnan Abrari, M.Pd.)

Hadir sebagai penyaji pada workshop tersebut bapak Drs. H. A. Fathorrazi Qadir, M.Pd.I dan bapak Husnan Abrari, M.Pd. Dalam penyampaiannya, bapak Fathorrazi mengatakan bahwa menjadi guru itu harus kreatif dan inovatif dalam menyusun strategi pembelajaran karena dengan demikian pembelajaran di kelas menjadi hidup dan menyenangkan, sehingga materi tersampaikan dan diserap dengan baik oleh peserta didik.

Waka. Kurikulum Madin Nurul Jadid bapak Ahmad Hodri, M.Pd.I mengatakan kegiatan ini dimaksudkan untuk membekali guru MADIN. “kami melaksanakan kegiatan ini tujuannya untuk memberikan bekal ilmu pengetahuan kepada guru Madin terutama dalam metode pengajaran serta teknis pembuatan soal berbasis AKM,” tutur Hodri.

(Kepala Madin Nurul Jadid Bapak Ahmad Saili, M.Pd, Waka. Kurikulum Madin Bapak Ahmad Hodri, M.Pd.I berpose bersama Narasumber Workshop Bapak Husnan Abrari, M.Pd.)

“Melalui kegiatan workshop ini diharapkan guru-guru Madin memiliki skill atau keterampilan mengajar yang profesional sehingga visi-misi Madin Nurul Jadid dapat tercapai” imbuhnya.

Kegiatan workshop diikuti oleh sekitar 120 peserta guru Madin baik dari lembaga formal maupun guru murni Madin. Workshop dimulai sejak pukul 08.30 WIB yang diawali dengan rapat bersama dewan guru terkait evaluasi KBM Madin semester ganjil, kemudian dilanjukan pematerian workshop dan berakhir tepat pukul 14.00. WIB.

 

(Humas Infokom)

Panji Pelopor Laksanakan Seleksi Akbar Rekrut Penerus Estafet Pengabdian

nuruljadid.net – Menjelang akhir masa jabatan organisasi, Panji Pelopor Pondok Pesantren Nurul Jadid laksanakan seleksi akbar penerimaan anggota baru yang dilaksanakan sejak akhir bulan Desember lalu sampai Januari saat ini. Seleksi akbar rekrutmen Panji Pelopor bertujuan untuk meneruskan estafet pengabdian santri kepada Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolingggo.

Berkisar lebih dari 400 santri putra dan putri yang mengikuti seleksi ini, mulai dari pemberkasan, tes tulis, wawancara (deep interview) sampai karantina dan akan diambil sekitar 100 orang, sehingga seleksi ini sangat kompetitif. Para pendaftar terlihat sangat antusias dalam mengikuti setiap tahapan seleksi yang telah ditentukan oleh panitia dibawah bagian Humas dan Protokoler pesantren.

Terlihat suasana pelaksanaan tes seleksi sangat ramai, peserta antri dan bergantian saat tes wawancara (deep interview) setelah sebelumnya mengikut tes tulis serentak di Aula Mini Universitas Nurul Jadid terbagi menjadi 4 gelombang. Salah satu peserta atas nama Meuthiah Syarifa Auliyaillah menyampaikan kesannya saat mengikuti seleksi ini “Alhamdulillah acara seru dan asyik meskipun sedikit deg-degan. Tapi saya mengikuti semua tahapan dengan semangat,” ujar Auliya.

(Peserta sedang mengikuti tes wawancara (deep interview) seleksi rekrutmen Panji Pelopor Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo)

Tidak hanya itu seluruh panitia juga sangat ramah dan proaktif menjalankan tugasnya demi kelancaran seluruh proses seleksi perekrutan pengurus baru organisasi Panji Pelopor Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Seleksi dilaksanakan terpisah antara putra dan putri dan dalam waktu yang juga berbeda sehingga lebih selektif dalam menentukan pewaris amanah organisasi selanjutnya. Pewawancara dihandle langsung oleh bagian Protokoler Ady Azhari, Alfi Syukrin, bagian Humas Infokom Mujiburrohman, Ahmad Zainul Khofi, Muhammad Miftahul Ulum, dan Pembina Panji Pelopor Ikhwan Abdillah.

Materi seleksi meliputi kepribadian, kepesantrenan, kebangsaan, keorganisasian dan Furudul Ainiyah. Peserta secara bergantian masuk ke ruang interview dan menyampaikan jawaban mereka baik dalam bentuk tulisan ketika tes tulis maupun dalam bentuk verbal saat diwawancarai. Masing-masing diberi waktu sekitar 5 sampai 10 menit untuk menyakinkan pewawancara dengan jawaban terbaik masing-masing.

(Peserta sedang mengikuti tes wawancara (deep interview) seleksi rekrutmen Panji Pelopor Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo)

Secara umum pelaksanaan seleksi akbar berjalan dengan lancar dan sukses berkat kerjasama tim yang baik dan peserta yang disiplin mengikuti setiap prosesnya. Harapannya dengan seleksi ini dapat menghasilkan pengurus yang professional, memiliki wawasan luas, pengalaman yang baik dan berjiwa santri dalam melakukan pengabdian melalui panji pelopor.

 

(Humas Infokom)

Siswa Bahasa SMANJ Berhasil Bawa Pulang Puluhan Piala Nasional

nuruljadid.net – Siswa program bahasa SMA Nurul Jadid berhasil bawa pulang puluhan piala tingkat Nasional di akhir tahun 2021 lalu. Raihan prestasi ini merupakan bukti eksistensi dan potensi yang dimiliki oleh peserta didik SMA Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Mulai dari juara regional, nasional hingga internasional, tahun 2021 menjadi saksi perjuangan tak kenal lelah yang berbuah manis. Setidaknya, SMA Nurul Jadid telah mengumpulkan 20 piala dalam bidang kebahasaan, sebuah pencapaian yang membanggakan.

SMA Nurul Jadid salah satu lembaga pendidikan di bawah naungan pesantren yang memiliki keunggulan dalam pengembangan bahasa asing. Terdapat setidaknya 4 bahasa yaitu Bahasa Inggris, Arab, Mandarin dan Jepang. Bahasa merupakan salah satu elemen penting yang dikembangkan di SMA Nurul Jadid. Keempat bahasa tersebut berhasil dikuasai oleh peserta didik melalui sistem dan metode pembelajaran yang efektif sehingga prestasi demi prestasi berhasil dikoleksi dan memenuhi ruang galeri sekolah.

Dalam bidang Bahasa Inggris, terdapat 5 trofi baik dari tingkat regional hingga nasional yang berhasil diraih oleh peserta didik SMA Nurul Jadid. Diantaranya Juara 1 dan 2 di lomba pidato Bahasa Inggris tingkat nasional oleh Universitas Education and Training Centre (UETC) oleh Ghayatun Nabila dan Diya Sasmita R.; Diva Nia Hamzah berhasil sabet Juara 3 dan Zahfa Jelita Humairoh Harapan 2 lomba pidato bahasa Inggris tingkat nasional di Universitas Nurul Jadid; Juara 3 bercerita bahasa inggris tingkat nasional atas nama Febria Dwi Yanti oleh Universitas Islam Malang.

Untuk bahasa Mandarin, Juara 2 bercerita Mandarin oleh Universitas Negeri Jakarta; Juara 2 Pidato Bahasa Mandarin diraih oleh Mazkiyil Janan, Juara 3 Desain Poster Bahasa Mandarin atas nama Surya Bintang Manggala diselenggarakan oleh Universitas Padjajaran Sumedang Jawa Barat; Juara 3 Cipta Puisi Bahasa Mandarin tingkat Nasional atas nama Mazkiyil Janan dan Anynussyawiby, Harapan 1 Cipta Puisi Bahasa Mandarin tingkat Nasional atas nama M. Ahda Bardal B. dan Ilham Pratama, Harapan 1 Menterjemahkan Puisi Bahasa Mandarin atas nama Rosyidah Ulin Nuha, Siti Ulin Nuha, Nuzha Azimah Salwa P., Sri Dewi Noviantika A. P., Salsabilla Khairani R., Ghayatun Nabila diselenggarakan oleh Confucius Institute Univ. Negeri Malang.

Sedangkan bidang bahasa Jepang, Juara 1 Bercerita Bahasa Jepang tingkat Nasional atas nama Ahmad Dzulhaq Akbar diselenggarakan oleh Universitas Negeri Surabaya; Juara 1 Yukata Challenge diraih oleh Nuzha Azimah Salwa Putri dan Nanda Tsalitsa Syifa Indana diselenggarakan, Juara 2 Kaligrafi Bahasa Jepang atas nama Natasya Putri Salsabila oleh Universitas Brawijaya Malang; Juara 1 Lomba bercerita Bahasa Jepang di Universitas Negeri Jakarta dan Juara 1 Cerita Bergambar Bahasa Jepang di Universitas Negeri Surabaya di tahun yang sama.

Torehan prestasi tersebut merupakan bukti konkret bahwa SMA Nurul Jadid berkomitmen dalam mengembangkan potensi dan bakat yang dimiliki peserta didik. Proses yang dilewati saat mengikuti lomba tidak lepas dari kerja keras, bimbingan dan doa dari guru pembina dan masyayikh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Capaian prestasi ini diharapkan bisa menjadi pemacu semangat santri Nurul Jadid lainnya untuk juga berprestasi dan istiqomah berkreasi demi menjunjung tinggi nama baik almamater pondok pesantren tercinta.

 

(Humas Infokom)

 

Pagelaran Seni Budaya Santri pada Opening Ceremony Bulan Lomba Tahun 2022

nuruljadid.net – Kamis, 06 Januari 2022, Pondok Pesantren Nurul Jadid gelar Opening Ceremony bulan lomba dalam rangka memperingati Haul Masyaikh dan Harlah ke 73. Kegiatan ini terpisah antara putra dan putri meski diselenggarakan pada waktu yang bersamaan. Tahun ini acara pembukaan bulan lomba putri dimeriahkan dengan penampilan kreativitas seni budaya daerah oleh santri bertempat di Aula II Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Kegiatan opening ceremony ini dihadiri oleh seluruh santri putri Nurul Jadid. Pembukaan acara berlangsung dengan meriah karena terdapat empat MC dengan 4 bahasa berbeda yaitu bahasa Indonesia, Arab, Inggris, dan Mandarin. Sebelum acara dimulai, dimeriahkan dengan kreasi sholawat dari perwakilan wilayah Az-Zainiyah (Dalbar).

(Empat Master of Ceremony dengan empat bahasa yang berbeda sedang tampil membawakan acara di pentas Aula II Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Tujuan diadakannya acara ini ialah untuk menggali dan menemukan bakat, potensi dan kreativitas santri sehingga para santri dapat mengembangkan keterampilannya. “Kegiatan ini (bulan lomba) bagus dan sangat bermanfaat untuk menggali bakat dan potensi santri, tapi perlu diperhatikan, lomba-lomba yang diadakan tidak boleh mengganggu kegiatan santri di Pesantren” ungkap ustazah Sri Wahyuni selaku ketua panitia Haul Masyayikh dan Harlah ke-73 Pondok Pesantren Nurul Jadid putri.

(Penampilan Kreasi Sholawat Santri Putri wilayah Az-Zainiyah (Dalbar) pada acara opening ceremony Bulan Lomba memperingati Haul Masyayikh dan Harlah ke-73 Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Lomba-lomba yang diadakan diperuntukkan bagi seluruh lembaga yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Nurul Jadid mulai dari tingkat SLTP sampai tingkat SLTA. Hal baru dalam pagelaran bulan lomba tahun ini ialah menambahkan beberapa jenis lomba di tingkat wilayah putri.

Semua santri dituntut bekerja keras menampilkan yang terbaik dan memperjuangkan lembaga serta wilayah mereka masing-masing untuk mendapatkan piala bergilir yang memang sudah sejak dulu ada di tahun-tahun sebelumnya. Lembaga yang mendapatkan piala tersebut adalah lembaga yang mendapat gelar “Juara Umum dan Favorit”.

Acara pembukaan ini berjalan dengan lancar dan tanpa kendala apapun dan harapannya membangkitkan antusiasme para santri yang hadir dalam acara opening ceremony bulan lomba tersebut.

Acara ini di tutup dengan doa, yang kemudian dilanjutkan dengan penampilan Tarian Saman dari wilayah Mawaddah dan penampilan Teater Sanggar Alif dari Unggulan Bahasa SMA Nurul Jadid.

(Tater Sanggar Alif Program Bahasa Unggulan Bahasa SMA Nurul Jadid hadir menghibur santri dalam pembukaan Bulan Lomba putri)

Pagelaran kreasi sholawat, Tari Saman dan Teater berhasil memukau santri dan tamu undangan yang hadir. Karena ini merupakan sajian hiburan yang jarang diselenggarakan. Konsep yang diangkat adalah kolaborasi seni budaya yaitu kesislaman, kebudayaan dan kesenian.

 

(Humas Infokom)

KH. Hefny Rozaq Resmi Buka Bulan Lomba: Santri Harus Junjung Sportivitas dan Akhlaqul Karimah

nuruljadid.net – Kepala Lembaga Motivasi Nurul Jadid (LMNJ) KH. Hefny Rozaq membuka Bulan Lomba dalam rangka memeriahkan Haul Masyayih dan Harlah ke-73 Pondok Pesantren Nurul Jadid secara resmi pada hari Kamis (07/01) di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid. Bulan Lomba merupakan kegiatan rutinan yang digelar setahun sekali untuk memeriahkan Haul Masyayikh dan Harlah Pondok Pesantren Nurul Jadid serta sebagai ajang santri untuk unjuk diri di bidang keagamaan, keolahragaan, dan keilmuan.

KH. Hefny Rozaq mewakili pimpinan pesantren dalam sambutannya menuturkan bahwa bulan lomba merupakan event yang ditunggu-tunggu oleh santri. “Adanya event bulan ini sebagai wadah bagi santri untuk mengekspresikan bahwa masing-masing santri memiliki potensi untuk berprestasi. Tidak ada satupun santri yang tidak memiliki harapan untuk berprestasi, semua santri Nurul Jadid hebat-hebat karena dididik oleh guru yang hebat,” tutur beliau.

Beliau juga menambahi betapa pentingnya menjaga akhlaq dalam berlomba, sehingga beliau menghimbau kepada santri untuk tetap sportif dan menghadapi momentum bulan lomba dengan sikap bahwa lomba ini hanyalah kegiatan hiburan bagi santri.

“Dalam berlomba, anggaplah lomba ini sebagai hiburan. Jangan terlalu dibawa masuk ke hati. Karena hati kita seharusnya hanya berisi para guru, pengasuh, dan tentunya Allah SWT dan Rasulullah. Lomba ini adalah aktivitas rutinan yang harusnya kita anggap sebagai sesuatu menarik yang menghibur,” ungkap beliau saat sambutan.

(KH. Hefny Rozaq menyampaikan sambutan sekaligus membuka secara resmi Bulan Lomba memperingati Haul Masyayikh dan Harlah ke-73 Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Beberapa pesan penting yang disampaikan oleh KH. Hefny Rozaq sebagai motivasi bagi santri dalam menghadapi bulan lomba. “Pesan yang ingin saya sampaikan, kalah menang itu adalah sunnatullah. Tidak ada yang namanya lomba itu tidak ada kalah dan menang, karena pada akhirnya pasti akan ada yang kalah dan ada yang menang. Mari kita junjung tinggi sportivitas dan akhlaq kita, siapapun yang kalah dan menang adalah saudara kita, saudara se-Nurul Jadid, saudara sesama Islam dan sesame manusia. Siapapun yang menang nanti kita support, siapa tau bisa mengikuti perlombaan pada jenjang yang lebih besar lagi,” pesan beliau memotivasi ribuan santri yang hadir pada acara tersebut.

Beliau berharap, Bulan Lomba juga dapat memunculkan benih-benih santri berprestasi. Maka dari itu, beliau mengajak para santri untuk saling memberikan dukungan dan semangat, karena kehebatan seseorang dimulai dari semangat atau ghirrah, baik semangat pemain maupun para supporter-nya.

Tak lupa, KH. Hefny Rozaq juga mengingatkan para santri untuk menauladani akhlak para masyayikh dan pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid. “Tidak lupa saya ingatkan kembali kepada seluruh santri untuk menauladani akhlak yang dicontohkan para masyayikh khususnya pengasuh dan para asatiz-asatizah. Karena saya yakin tanpa barokah dari beliau-beliau kita tidak bisa meraih prestasi seperti sekarang ini. Saya ingin santri pulang tidak hanya membawa ilmu saja, tetapi juga akhlak seperti yang dicontohkan oleh Pengasuh kita,” tutup beliau dalam sambutannya.

 

(Humas Infokom)

Pembukaan Bulan Lomba Harlah ke-73 Berlangsung Epic dengan Digital Creativity Skill

nuruljadid.net – Bulan lomba dalam rangka memperingati Haul masyayikh dan Harlah ke-73 Pondok Pesantren Nurul Jadid, panitia awali kegiatan dengan menggelar opening ceremony yang epic dengan sajian audio-video disertai efek dan sentuhan kreativitas digital skill yang luar biasa berhasil memukau santri dan tamu undangan yang hadir kemarin malam kamis (06/01/22) di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid untuk putra dan Aula II untuk putri.

Serangkaian iringan sholawat dilantunkan oleh grup banjari Muhibbus Sholawat menggema seluruh ruangan sebagai pembuka sebelum acara ceremonial dimulai. Beberapa judul sholawat dilantunkan dan  dibawakan dengan indah dan syahdu oleh Muhibbus Sholawat atau yang biasa dikenal Firqah Hadrah Az-Zainiyah (Firhaz) sehingga santri dan tamu undangan yang hadir mendengarkan dengan khidmad.

Acara ini dihadiri oleh Kepala Lembaga Motivasi Nurul Jadid (LMNJ) Dr. KH. Hefniy Rozaq, Kepala Bidang Kesenian dan Olahraga (BKOS) KH. Maimun Wafi, kepala-kepala wilayah dan seluruh santri Nurul Jadid baik pusat maupun satelit. Hingga ruangan Aula begitu padat namun acara tetap dapat berjalan meriah.

Pembukaan bulan lomba tahun ini lebih meriah dari tahun sebelumnya. Karena ada inovasi baru dalam rangkaian acaranya seperti introducing video sebelum MC memasuki tempat acara, MC terdiri dari 3 orang dengan 3 bahasa yang berbeda (Indonesia, Inggris, dan Arab), dan penampilan audio-video special Ost. Bulan lomba karya santri nurul jadid yang berjudul “semangat harapan”. Dimana inovasi tersebut membuat para santri terpukau menatapnya.

(KH. Hefniy Razaq sedang memberikan sambutan di acara Pembukaan Bulan Lomba)

KH. Hefniy Razaq dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan bulan lomba merupakan hiburan dan momentum santri untuk mengekspresikan potensi dirinya.

“Bulan Lomba adalah bulan yang ditunggu-tunggu oleh para santri. Karena bulan lomba ini merupakan ekspresi para santri untuk menampakkan bahwa masing-masing santri punya potensi untuk berprestasi,” tuturnya.

Selain itu, beliau juga mengajak para santri agar tetap menjunjung akhlaqul karimah, “Pada saat berkompitisi di bulan lomba santri Nurul Jadid harus tetap menjaga akhlaqul karimah sehingga dalam perlombaan nanti, siapapun yang kalah dan menang kita tetap saudara, yakni saudara sesama santri, sesama Islam dan saudara sesama manusia. Karena perlombaan ini sebagai hiburan yang tentunya ada yang kalah dan ada yang menang,” imbuhnya.

Event bulan lomba merupakan hiburan maka perlu disikapi dengan baik, positif dan dijalankan dengan sportif. Karena kegiatan ini merupakan bagian dari langkah-langkah pesantren untuk melahirkan bakat dan potensi santri untuk dikembangkan lebih lanjut.

(KH. Hefniy Razaq (kiri) nampak sedang memukul gong berarti acara Bulan Lomba resmi di buka)

Bulan lomba dalam rangka memperingati Haul Masyayikh dan Harlah ke-73 Pondok Pesantren Nurul Jadid itu dibuka secara resmi oleh KH. Hefniy Razaq dengan pembacaan surat Al-Fatihah bersama dan dilanjutkan pemukulan gong sebagai bentuk simbolis bahwa Bulan Lomba sudah resmi dibuka dan dimulai.

Kategori lomba yang dihelat terbagi menjadi tiga, pertama keilmuan; kedua keagamaan dan ketiga keolahragaan.

Prosesi pembukaan berjalan dengan lancar, meriah dan khidmat. Setelah hampir dua jam kegiatan berakhir dan diakhiri dengan doa yang dimpin oleh KH. Makki Maimun Wafi.

 

(Humas Infokom)

Awali Tahun 2022, Nurul Jadid Perkuat Langkah dengan Evaluasi dan Koordinasi

nuruljadid.net – Bagian Perencanaan dan Evaluasi Sekretariat Pondok Pesantren Nurul Jadid mengadakan Rapat Evaluasi dan Koordinasi Pengurus pada Minggu (02/01/22) pagi di Aula Mini Universitas Nurul Jadid yang dipimpin oleh Wakil Kepala Pesantren KH. Najiburrahman Wahid. Rapat Koordinasi ini merupakan agenda rutin untuk mengoptimalkan kinerja pengurus pesantren.

Sebagaimana Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil menuturkan, “pelaksanaan rapat koordinasi merupakan salah satu upaya untuk mengevaluasi dan mengoptimalkan kinerja pengurus serta memperbaiki pola-pola kinerja yang sudah dilaksanakan sebelumnya seperti pelaksanaan strategi, evaluasi dan lain sebagainya. Upaya tersebut sangat membutuhkan pemikiran-pemikiran dari tiap satker sehingga apa yang sudah direncanakan bisa dijalankan sepenuhnya,” tuturnya.

Rapat tersebut dilaksanakan dengan system hybrid dimana sebagian pengurus yang berhalangan hadir secara langsung dapat mengikuti secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting dihadiri oleh seluruh satuan kerja putra dan putri Pondok Pesantren Nurul Jadid dan dipimpin oleh Wakil Kepala Pesantren KH. Najiburrahman Wahid dan Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil sebagai moderator rapat.

Terdapat dua pembahasan dalam rapat tersebut. Pertama, yakni terkait pola pembinaan asrama i’dadiyah yang merupakan asrama khusus bagi santri baru. Nantinya mereka akan diberikan pembinaan secara khusus selama kurun waktu tiga bulan. Pembinaan tersebut meliputi kompetensi dasar yang harus kuasai oleh santri, yakni materi tentang furudul ainiyah dan baca tulis Al-Qur’an.

Untuk menyambut program dimaksud, calon guru I’dadiyah akan diberikan pembinaan terlebih dahulu dan diseleksi oleh Biro Pendidikan yang bekerjasama dengan Biro Kepesantrenan. Tujuanya tak lain untuk maksimalisasi pembinaan santri baru dan mencetak output yang berkualitas sesuai standar yang telah ditentukan. Kedua, yakni terkait rencana sekaligus wacana perubahan pembinaan santri yang akan menyesuaikan berdasarkan jurusan dan kompetensi keahlian pada disiplin ilmu tertentu.

Faizin Syamwil juga dalam diskusi rapat menginstruksikan agar penataan mahrom disegerakan, “Penataan kembali mahrom dari perwilayah menjadi satu mahrom terpusat, harus segera dilaksanakan,” pintanya saat rapat.

Selain itu, “laporan yang sudah disampaikan bisa dijadikan informasi dalam perbaikan dan peningkatan kinerja pengurus pesantren,” imbuhnya.

Rapat yang berlangsung kurang lebih berkisar 4 jam tersebut berjalan dengan lancar dan khidmat serta diakhiri dengan pembacaan surah al-ashr.

 

(Humas Infokom)

Angkat Biografi KH. Hasan Abdul Wafi, Santri Nurul Jadid Raih ‘Esai Masyayikh Terbaik’ Festival Media Pondok Jatim

nuruljadid.net – Santri Nurul Jadid mengangkat biografi KH. Hasan Abdul Wafi pengawas Pondok Pesantren Nurul Jadid tahun 1984-2000 yang juga masyhur atas karya Sholawat Nahdliyah-nya ini berhasil menjadi Esai Masyayikh Terbaik pada Festival Media Pondok Jawa Timur bulan lalu tepatnya 26 Desember 2021.

Festival Media Pondok Jatim ini merupakan sebuah platform dakwah dan media silaturrahmi antar pesantren yang memberikan apresiasi kepada insan pesantren di bidang media kreatif dan edukatif. Tuan rumah Festival Media Pondok Jatim tahun 2021 ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Manbaul Hikam Putan Tanggulangin Sidoarjo.

Pagelaran malam penganugerahan Festival Media Pondok Jatim berlangsung meriah. Festival ini diikuti oleh perwakilan pesantren dan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur. Berbagai lomba dikompetisikan diantaranya Film Pendek, Arransemen Mars Media Pondok Jatim, Esai Biografi Masyayikh dan Fotografi.

Acara ini dihadiri Pengasuh Pondok Pesantren Manbaul Hikam Sidoarjo KH. Wahid Harun, Direktur TV9 Hakim Jaily, Sutradara film sarung Grantika Pujianto, termasuk sutradara nasional Gus Danial Rifki yang hadir melalui virtual zoom.

(Screenshot pengumuman nominasi lomba esai masyayikh pada Festival Media Pondok Jatim di Youtube Channel Pondok Jatim)

Pondok Pesantren Nurul Jadid tahun ini hanya mengikuti satu jenis lomba yaitu lomba esai masyayikh. Alhasil, karya saudara Reval Mhaulana Aminullah santri Nurul Jadid berhasil keluar sebagai Biografi Masyayikh Terbaik mengalahkan peserta dari pesantren-pesantren terbaik di Jawa Timur lainnya.

Nominasi lomba esai masyayikh pada Festival Media Pondok Jatim ini antara lain Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton dengan judul karya “Biografi KH. Hasan Abdul Wafi Sang Penyusun Sholawat Nahdliyah”; Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek Malang dengan karya “Kiai Murtadlo: Sosok Inspirator Bagi Lentera Kehidupan”; Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi-ien Ngunut judul karya “Wanita Istimewa di Balik Lentera Cahaya”; Ma’had Aly Salafiyah Syafi’iyah Situbondo dengan karya “KHR. As’ad Syamsul Arifin Sang Mediator Berdirinya Nahdlatul Ulama”.

(Trofi dan piagam penghargaan atas karya esai masyayikh terbaik pada Festival Media Pondok Jatim oleh santri Nurul Jadid)

Berikut adalah daftar Pondok Pesantren yang memperoleh penghargaan pada masing-masing kategori lomba, yaitu:

  1. Film Terbaik: PP. Sabilurrasyad Malang
  2. DOP Terbaik: PP. Temulus Ngawi
  3. Skenario Terbaik: PP. MIA Boyolangu, Tulungagung
  4. Film Tervaforit: PP. Hidayatul Mubtadien Ngunut, Tulungagung
  5. Arrasemen Mars MPJ: PP. Darusalam Trenggalek
  6. Biografi Masyayikh Terbaik: PP. Nurul Jadid Paiton
  7. Fotografi Terbaik subtema Khidmah: PP. Hasan Jufri Gresik
  8. Fotografi Terbaik subtema Masyayikh: PP. Annuqoyah Latee Sumenep
  9. Fotografi Terbaik Subtema Tarbiyah: PP. Al Falah Putri Jember.

 

(Humas Infokom)

Penghujung Tahun, 90% Lebih Santri Telah Divaksin, Tanda Akhir Vaksinasi di Nurul Jadid

nuruljadid.net – Jelang akhir 2021, wakil pelaksana harian klinik Az-Zainiyah Ahmad Kholid Fauzi mengatakan bahwa program vaksinasi di Pondok Pesantren Nurul Jadid telah berhasil mencapai persentase lebih dari 90% santri divaksin. Gencatan vaksinasi terakhir dilaksanakan pada Selasa kemarin (28/12) bertempat di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Kegiatan vaksinasi terakhir kemarin merupakan vaksinasi kesekian kalinya yang diadakan oleh Klinik Az-Zainiyah Nurul Jadid bekerjasama dengan beberapa pihak terkait. Awalnya, Klinik Az-Zainiyah menargetkan hanya 70% santri saja yang akan disuntik vaksin karena di awal terdapat resistensi yang cukup tinggi dari banyak pihak, namun alhamdulillah saat ini sudah mencapai lebih dari 90% atau lebih dari 9000 santri serta pengurus telah divaksin. Pihak Klinik mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama membantu dalam menyukseskan program ini.

“Per hari ini, Pondok Pesantren Nurul Jadid sudah mencapai lebih dari 90% santri yang telah disuntik vaksin. Semua ini bisa dicapai berkat upaya dan kerja sama dari semua pihak, terlebih kepada santri yang mau datang untuk vaksinasi,” tutur Kholid.

(Santri putra tengah menjalani prosedur kesehatan sebelum melakukan suntik vaksinasi oleh tenaga kesehatan Klinik Az-Zainiyah Nurul Jadid)

Meskipun demikian, mengingat ditemukannya 1 kasus transmisi lokal Omicron di Indonesia yang bisa menyebabkan angka kenaikan kasus cenderung lebih cepat, Klinik Az-Zainiyah Nurul Jadid menghimbau kepada seluruh santri untuk tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku sebagai bentuk ikhtiar menghadapi pandemi Covid-19 ini khususnya ketika keluar pesantren dan atau bertemu orang dari luar pesantren.

“Melihat perkembangan Virus Covid-19 yang saat ini sudah bertransmisi di Indonesia menciptakan virus varian baru, yaitu jenis Omicron, cenderung terjadi penyebaran lebih cepat dari varian delta meski tingkat keparahannya lebih ringan, maka santri dan seluruh masyarakat pesantren harus tetap menegakkan protokol kesehatan,” tegas Kholid.

(Santri putra terlihat sedang melakukan tahap rekam data diri oleh petugas administrasi program vaksinasi Klinik Az-Zainiyah Nurul Jadid)

Semua upaya tetap harus dilakukan oleh garda terdepan kesehatan Santri Nurul Jadid Klinik Az-Zainiyah untuk memastikan kesehatan warga Pondok Pesantren Nurul Jadid, meski situasi pandemi di Indonesia belum juga usai, khususnya di Pondok Pesantren Nurul Jadid, akan tetapi harus terus diwasapadai dan semoga tetap terkendali meskipun tingkat vaksinasi sudah cukup tinggi.

 

 

(Humas Infokom)

SMANJ Juara Umum Nasional Setelah Sapu Bersih Piala Kejuaraan Aritmetika

nuruljadid.net – Peserta Didik Sekolah Menengah Atas (SMA) Nurul Jadid berlaga di kompetisi tingkat nasional Pekan Soshum yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Sosial Humaniora (BEM FSOSHUM) Universitas Nurul Jadid Probolinggo. Pada perlombaan tersebut, SMA Nurul Jadid berhasil memborong 5 kejuaraan di dua kategori lomba berbeda dan mendominasi sebagai juara umum Pekan Soshum tahun 2021.

Kompetisi Pekan Soshum ini sudah menjadi kegiatan tahunan bagi Organisasi Mahasiswa BEM Fakultas Soshum sebagai mahasiswa pengukir peradaban di Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Tujuan diselenggarakan kegiatan lomba ini untuk mewadahi kreativitas dan mendukung bertumbuhkembangnya pelajar prestatif melalui kegiatan kreatif mahasiswa ini. BEM Fsoshum mengadakan 4 kategori perlombaan dan 2 kegiatan lainnya yaitu Debat Hukum, English Speech, Aritmetika dan Poster tingkat Nasional, sedang 2 kegiatan lainnya Seminar dan Bazar.

Menariknya, pada bidang lomba aritmetika, 3 peserta didik SMANJ berhasil menyapu bersih seluruh piala kejuaraan, masing-masing Najmi Umar Fauzi (XII IPA 1) sebagai Juara 1, Mohamad Fakhri Nailul Huda (XII IPA 1) sebagai Juara 2, dan Anizatul Fauziah (XI IPA 3) sebagai Juara 3.

Selama mengikuti perlombaan, beberapa peserta didik SMANJ menghadapi sedikit kendala saat persiapan. Dua juarawan kelas akhir ini mengaku cukup kesulitan untuk membagi waktu antara melakukan persiapan untuk lomba dan Ujian Proposal Tugas Akhir Penelitian kelas XII. “Selain mempersiapkan kematangan diri untuk mengikuti lomba, kami juga dibenturkan dengan persiapan Ujian Proposal Tugas Akhir Penelitian. Sehingga kami dipaksa lebih ekstra bisa membagi waktu saat itu,” ujar salah satu peserta Najmi Umar Fauzi.

Ditanya ihwal perlombaan, mereka mengaku bahwa perlombaan bidang aritmetika tingkat nasional ini memiliki persaingan yang cukup sulit, karena mereka harus menghadapi pesaing yang tidak mudah. Meski bergitu, mereka bersyukur karena perjuangannya selama ini mengikuti pendalaman di kelas intensif IPA dapat memberikan hasil yang maksimal.

“Alhamdulillah kami bertiga bersyukur bisa memenangkan lomba ini dengan sempurna, kerja keras kami berbuah manis. Meskipun kejuaraan ini bukan inti dari pembelajaran kami melainkan penguasaan ilmu untuk bekal hidup kami ke depan,” imbuh Mohamad Fakhri Huda dan diamini oleh kedua temannya yang lain ketika diwawancarai oleh tim infokom nuruljadid.net

Tidak hanya itu, pada event yang sama mereka juga berhasil mengharumkan almamater SMANJ pada kategori lomba Pidato Bahasa Inggris. Pada kategori lomba ini, mereka berhasil menyabet dua piala diantaranya, Diva Nia Hamzah (X BHS 2) sebagai Juara 3, dan Zahfa Jelita Humairoh (X BHS 2) sebagai Juara Harapan 2.

Berkat capaian prestasi tersebut, Kepala SMA Nurul Jadid Didik P. Wicaksono, S. Sos., M.Pd. sangat bersyukur dan memberikan apresiasi kepada seluruh siswa berprestasi, guru pembina, dan seluruh warga sekolah yang turut berpartisipasi dan mendukung atas keberhasilan ini. “Saya sangat bersyukur Alhamdulillah proses Pendidikan dan pembinaan peserta didik di SMANJ berhasil melahirkan para jawara di bidangnya masing-masing. Harapannya ini akan menjadi inspirasi bagi tidak hanya peserta didik namun juga guru sebagai pendidik dan pendamping mereka berkembang dan belajar selama di sekolah,” tutur Bapak Didik P. Wicaksono, S.Sos., M.Pd.

 

(Humas Infokom)

Muhibbus Sholawat Bawa Pulang Trophy Juara 1 Festival Al-Banjari se Jawa Timur

nuruljadid.net – Grup Shalawat Muhibbus Sholawat (MS) Pondok Pesantren Nurul Jadid mampu menyisihkan puluhan grup Al-Banjari dalam adu kemampuan pada Festival Al-Banjari Se-Jawa Timur yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IAI Ibrahimy Banyuwangi. Selama sehari penuh, kamis (23/12/2021) mereka beradu skill memainkan banjari dan melagukan shalawat dengan kemampuan terbaik mereka.

Para peserta berasal dari berbagai daerah baik kabupaten maupun kota se Jawa Timur. Mereka turut menyemarakkan Akhir Tahun dengan berbagai cabang perlombaan tingkat provinsi diantaranya Festival Al-Banjari, Ibrahimy e-Sport, dan Pekan Olimpiade Pelajar (POP) dengan 8 jenis perlombaan sebagaimana disampaikan oleh Presiden BEM IAI Ibrahimy Ainun Najib.

“Kita ada 3 pertunjukkan, yakni Malam Harmony, Pengajian Akbar, dan juga Webinar Nasional. 3 cabang perlombaan, yaitu Festival Al-Banjari, Ibrahimy E-Sport, dan Pekan Olimpiade Pelajar (POP) dengan 8 jenis perlombaan,” papar Ainun.

(Group Muhibbsu Sholawat saat tampil pada Festival Al-Banjari Ibrahimy se Jawa Timur di Banyuwangi)

Setelah persaingan yang ketat dan melelahkan akhirnya dewan juri tetap harus menentukan para pemenang pada Festival Al-Banjari se Jawa Timur tersebut. Dari informasi yang dihimpun oleh tim Infokom nuruljadid.net terdapat lima juara dari perlombaan fesban dimaksud.

Ketiga dari lima juara itu adalah Muhibbus Sholawat Paiton Probolinggo (Juara 1); Grup Alumni Mantan Mojokerto (Juara 2); dan Grup Syauqul Musthafa Jember (Juara 3); Rojju As Syafa’ah Dalwa (Best Hadrah) dan Alimun Syarif Lumajang (Best Vocal).

(Ach. Faqihatus Sholeh saat mewakili group Muhibbus Sholawat bersama pemenang lainnya untuk menerima trofi dan piagam penghargaan)

Para pemenang mendapatkan trofi, piagam penghargaam dan uang pembinaan. Penyerahan penghargaan pemenang dari group Muhibbus Sholawat diwakili oleh Kasubbag. Multimedia Pondok Pesantren Nurul Jadid Ach. Faqihatus Sholeh sekaligus berperan sebagai talent management.

Kesuksesan ini merupakan bentuk keistiqomahan tim Muhibbus Sholawat dalam melatih dan mengembangkan skill mereka di bidang banjari dan vocal dalam membawakan berbagai genre sholawat. Hal ini terbukti Muhibbus Sholawat bersama eNJe Picture Pondok Pesantren Nurul Jadid sangat produktif untuk membuat konten rekaman sholawat dalam memperingati hari besar Islam yang dapat diakses di YouTube Channel Pondok Pesantren Nurul Jadid dan untuk update informasi di akun Instagram @muhibbussholawat_ dan @enjepicture.

 

(Humas Infokom)

Spesial Akhir Tahun, LPBA Nurul Jadid Kembali Koleksi 14 Juara Nasional

nuruljadid.net – Dalam kurun waktu selama dua bulan terakhir sampai dengan akhir tahun 2021, Si Jagoan Bahasa Nurul Jadid Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) Nurul Jadid kembali mengukir prestasi dengan 14 raihan penghargaan pada kompetisi bahasa tingkat nasional. Kali ini, tidak hanya peserta didik LPBA saja yang berprestasi, tak mau kalah pengurus LPBA Nurul Jadid juga turut menyumbang piala pada deretan koleksi prestasi LPBA sebagai berkah di penghujung tahun 2021.

Setelah menggemparkan bumi Nurul Jadid dengan belasan capaian prestasinya di bulan Oktober. Seakan seperti api tak kunjung padam, LPBA Nurul Jadid kembali menutup bulan November dengan beberapa capaian prestasi, diantaranya Juara 3 Lomba Warta Berita Bahasa Inggris atas nama M. Irsyad Nur Azizi oleh UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Disusul oleh satu teman seperjuangan lainnya pada event yang sama yaitu Ilham Zidni Mubaroq sebagai Juara 2 Lomba Cerita Bahasa Inggris. Di bulan yang sama, Ahmad Firdaus Perdana meraih Juara 1 Lomba Cerita Bahasa Inggris tingkat pelajar dan Zulfikar Prayogi sebagai Juara 1 Lomba Pidato Bahasa Inggris tingkat Mahasiswa pada ajang lomba nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Singaperbangsa, Karawang. Menutup bulan November, Rif’an Sauqi menorehkan prestasi akhir di bulan November sebagai Juara 1 Lomba Pidato Bahasa Ingris oleh UIN KH. Achmad Shiddiq Jember.

Tak berhenti disitu, tercatat selama bulan Desember LPBA Nurul Jadid berhasil menorehkan 9 prestasi tingkat nasional. Para jawara tersebut juga sebagai pengurus asrama yakni Zulfikar Prayogi sebagai Juara 1 Lomba Poetry Writing oleh Universitas Negeri Yogyakarta, Tim Debat LPBA NJ Juara 3 Lomba Debat Bahasa Arab tingkat Umum oleh Universitas Muhammadiyah Surakarta, Tim Debat tersebut beranggotakan Afthon Ilman Huda, Salman Al-Farisi, dan M. Afifurrahman Al-Ghani yang juga sebagai peraih best speaker pada lomba debat tersebut.

Deretan prestasi LPBA terus berlanjut dengan raihan prestasi Ilham Dwi Prastiko sebagai Juara 1 Lomba Pidato Bahasa Arab, M. Irsyad Nur Azizi Juara 2 Lomba Pidato Bahasa Inggris, Rif’an Sauqi sebagai Juara 1 Pidato Bahasa Inggris, dan Zulfikar Prayogi sebagai Juara 1 Lomba Pidato Bahasa Inggris tingkat Mahasiswa pada ajang perlombaan Nasional yang sama diadakan oleh IAIN Bukit Tinggi Sumatra Barat, selanjutnya Akbar Akil Azali sebagai Juara 1 Lomba Pidato Bahasa Inggris yang dihelat oleh IAIN Tuban, dan ditutup oleh Lailatun Nafisah sebagai Juara 2 Lomba Pidato Bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh Universitas Nurul Jadid.

Wakil Direktur LPBA Nurul Jadid Abdul Wafi memberikan apresiasi kepada peserta didik beserta pengurus LPBA Nurul Jadid yang telah meraih prestasi dan ikut mengharumkan nama baik almamater Lembaga terutama Pondok Pesantren Nurul Jadid tercinta di ajang kompetisi nasional tersebut.

“Selamat dan Sukses untuk talenta-talenta bahasa kebanggaan Nurul Jadid. Saya ucapkan terima kasih atas prestasi yang telah diraih pada ajang kompetisi bahasa tingkat nasional ini. Tentu saja prestasi tersebut akan menjadi bekal pengalaman berharga bagi para jawara untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Wakil Direktur Abdul Wafi kepada nuruljadid.net.

Terakhir, ia berharap agar raihan prestasi tersebut dapat menjadi inspirasi, keteladanan, dan semangat bagi teman-teman santri lainnya. “semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi santri lainnya untuk juga dapat terus berprestasi dan berinovasi. Meskipun banyak ajang yang saat ini masih diadakan secara daring, tetapi hal tersebut bukanlah alasan untuk menghalangi semangat dan ketekunan teman-teman santri untuk terus belajar dan menorehkan prestasi,” tutup Abdul Wafi.

 

 

(Humas Infokom)