Akhiri Studi Lapangan dengan Musikalisasi Puisi

Akhiri Studi Lapangan dengan Musikalisasi Puisi

nuruljadid.net – Kamis, (30/01/2020) Pondok Pesantren Nurul Jadid, paiton, probolinggo bertempat di Aula Mini UNUJA, menjadi saksi atas di gelarnya Lepas Kenang studi lapangan siswi MA Darussalam Sungai Mancur, Bungo, Jambi selama 3 bulan.

Acara itu, serentak dilaksanakan dengan sambutan – sambutan antara pihak PP. Nurul Jadid dan MA Darussalama, pemberian cindera mata pada kedua belah pihak dan diakhiri dengan penampilan musikalisasi oleh siswi MA Darussalam kepada PP. Nurul Jadid.

Bahrein, Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam sangat berterima kasih atas penerimaan studi siswinya di PP. Nurul Jadid terutama pada pengasuh, pengurus, dan seluruh jajaran pegawai yang ada di Nurul Jadid. “Mudah – mudahan apa yang didapatkan oleh anak – anak kami baik itu pengetahuan, pengalaman dan sebagainya. Menjadi bantal tatkala mereka tidur, dan menjadi tongkat bagi mereka tatkala berjalan serta menjadi lampu dikala malam hari ketika mengelilingi dunia,” ungkapnya saat sambutan.

Tampak para siswa MA Darussalam sedang khidmat mengikuti jalannya acara

Tampak para siswa MA Darussalam sedang khidmat mengikuti jalannya acara

“Mudah – mudahan yang sebentar tersebut satu genggam, menjadi gunung dan satu tetes mudah – mudahan menjadi lautan bagi mereka dan manfaat bagi mereka apalagi keluarga mereka, bagi orang sekitar mereka khususnya bagi agama kita yakni agama islam,” imbuhnya.

Ia berharap tahun yang akan datang bisa berkunjung studi lapangan kembali pada PP. Nurul Jadid dan akan menggabungkan Lembaga lain yang ada dibawah naungan PP. Darussalam. “Harapan kami mudah – mudahan dari keluarga besar Nurul Jadid masih menerima kami dan insyaallah kami akan menggabungkan tiga Lembaga yang ada dibawah naungan pp. modern Darussalam seperti Darussalam, Darulhikmah, dan Al-husnan,” harapnya.

Ditempat yang sama, Pengasuh PP. Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri Zaini turut menyampaikan sambutan. Dalam sambutannya beliau mengucapkan terima kasih karena PP. Nurul Jadid telah mendapat kehormatan untuk ditempati studi lapangan. “Jadi istilahnya, ini hanya tukar-menukar saja. Jadi kami disini mendapat hikmah juga mendapat faedah dari kedatangan adik – adik dari Jambi, mudah – mudahan apa yang adik – adik dapatkan dari sini merupakan sesuatu yang baik,” tutur beliau.

“Kami bangga, dengan kehadiran adik – adik sekalian ini mudah – mudahan silaturahim ini terus bisa bersambung tidak hanya putus sampai disini tapi katanya ada harapan akan ada lagi insya allah kami siap dengan tangan terbuka akan menerima,” pungkas beliau.

Penulis : Badrus

Editor : Ponirin

Regenerasi Organisasi, FKO Nurul Jadid menggelar Pemilu

nuruljadid.net – Panitia Komisi Pemilihan Umum (KPU) Forum Komunikasi OSIS (FKO) Nurul Jadid di bawah Bidang Kelembagaan dan Peserta Didik Biro Pendidikan menggelar pemilihan ketua FKO masa bakti 2020-2021 dengan mengadopsi sistem seperti pemilihan umum (Pemilu), Jum’at (24/1). Kegiatan yang digelar di aula SMK Nurul Jadid tujuannya, untuk memberikan pendidikan demokrasi dan pengetahuan sejak dini tentang tata cara pemilu bagi para siswa dan melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi itu sendiri.

Pemilu ini merupakan rangkaian kegiatan akhir organisasi untuk regenerasi kepengurusan yang sebelumnya digelar Sidang Paripurna untuk forum Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dan Tes Kelayakan (Fit and Proper Test) Bakal Calon Ketua FKO dari setiap lembaga pendidikan menengah atas yang juga dihadiri oleh perwakilan OSIS dan organisasi se Nurul Jadid.

Sebelum mencoblos, siswa perwakilan OSIS dari setiap lembaga mengikuti acara penyampaian visi-misi dan Debat Kandidat yang dipandu langsung oleh Panelis Bapak Mujiburrohman (Pembina) dan Fathul Irfan Arridho (Ketum Demisioner). Puluhan siswa nampak mengantre untuk melakukan pencoblosan di bilik Suara yang telah disediakan setelah memperoleh kertas suara dari kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS). Setelah mengisi absensi, para siswa mendapatkan kertas suara.

Setelah mencoblos, siswa melipat surat suara seperti semula. Selanjutnya, surat suara dimasukan ke kotak suara. Sebelum meninggalkan lokasi pemungutan suara, KPPS memberikan checklist di daftar hadir peserta agar tidak ada yang memilih lebih dari satu kali.

Panitia Pemilihan Ketua FKO saat menghitung suara

Panitia Pemilihan Ketua FKO saat menghitung suara

Ketua FKO Demisioner, Fathul Irfan Arridho, mengatakan pemilihan Ketua FKO layaknya Pemilu merupakan kegiatan rutin yang sudah digelar sejak awal berdirinya. Tujuannya memberikan pendidikan demokrasi dan mengenalkan siswa-siswi santri sejak dini tentang tahapan dalam Pemilu.

“Kegiatan pemilihan ketua FKO ini diawali penjaringan calon, seleksi, debat kandidat, pemaparan visi misi dan proses pemilihan”, kata Irfan.

Setelah itu, kata Irfan dilanjutkan dengan penghitungan suara oleh para petugas TPS disaksikan oleh saksi. Setelah surat suara dihitung, hasilnya dapat dilihat hari itu juga.

Sementara itu, Pembina FKO Nurul Jadid Mujiburrohman mengapresiasi pelaksanaan pemilihan ketua FKO Nurul Jadid. Melalui pemilihan ini maka perwakilan siswa akan terlibat dalam pesta demokrasi tingkat lintas sekolah/madrasah.

Mujib mengatakan kagum, ketika Ia mengetahui bahwa kegiatan ini dilaksanakan mendadak karena dikejar waktu namun bisa terlaksana dengan baik. Terlebih Mujib dibuat takjub ketika bertanya kepada para siswa, akan memilih yang satu sekolah atau beda sekolah? Kemudian mereka jawab yang terpenting visi misinya Pak. “Ini adalah refleksi demokrasi, mudah-mudahan adanya pemilihan seperti ini memberikan pemahaman kepada santri sejak dini”, pungkas Mujib.

Pelaksanaan Pemilu Putra pada pagi hari dengan perolehan suara Ahmad Zainul Khofi (SMK Nurul Jadid) 79% suara, M. Abdi Maulana Ilyas (SMA Nurul Jadid) 11% suara dan Muhammad Syafakhorrahman (MA Nurul Jadid) 10% suara, sehingga Ketua FKO terpilih berdasarkan vote adalah Ahmad Zainul Khofi dari SMK Nurul Jadid.

Sedang Pemilu putri dilaksanakan pada siang hari dengan perolehan suara, Nurul Fadilah (MAN 1 Probolinggo Putri) 33% suara, Citra Nova Ramadana (SMA Nurul Jadid) 36.5%, Jazilah Makkiyah (MAN 1 Probolinggo Putri) 30,5% dan Ketua FKO Terpilih diperoleh oleh Citra Nova Ramadana dari SMA Nurul Jadid dengan perolehan suara terbanyak 36,5%.

Penulis : Mujiburrohman Bakri

Asrama Unggulan SMANJ, Gelar Lapresio Champions 2020

nuruljadid.net – Asrama unggulan putra, SMA Nurul Jadid Paiton Probolinggo, adakan pembukaan Lapresio Champions 2020 Biggest Competition In Excelent Dormitory di halaman asrama unggulan, kamis malam, (23/01/2020). Event ini bakal terlaksana mulai dari 23/01/2020 – 10/02/2020.

Turut hadir dewan pengasuh PP. Nurul Jadid, KH. Makki Maimun Wafi, Kepala SMA Nurul Jadid, Didik Priyagung Wicaksono, Segenap Pengurus Asrama Unggulan, Wilayah Maulana Ishaq (P) dan seluruh siswa SMA Nurul Jadid.

Didik Priyagung Wicaksono dan KH. Makki Maimun Wafi saat Meresmikan Pembukaan Lomba

Didik Priyagung Wicaksono dan KH. Makki Maimun Wafi saat Meresmikan Pembukaan Lomba

Ketua panitia, Dika Ahmad Fahresi, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk menambah wawasan dan pengalaman santri dalam berkompetensi.

“Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menambah wawasan dan pengalaman bagi santri dalam berkompetensi,” ungkap Dika dalam sambutannya.

Jika santri mempunyai potensi, menurut Kepala SMA Nurul Jadid, Didik Priyagung Wicaksono, maka harus di gali, agar nampak kemampuan bakat dan minatnya.

“Kita mempunyai potensi, maka itu harus kita gali bakat dan minatnya,” tuturnya.

Dalam kompetisi itu ada 13 jenis cabang perlombaan, diantaranya : Hadrah Ala Santri, Tarik Tambang, MSQ, Cerdas Cermat, Stand Up Comedy, Dramatisasi Puisi, Speech, Debat Ilmiah, Ceramah Agama, News Reading, Praktek Ibadah, Nasyid, dan Qori’.

Penulis : Badrus

Editor : Febri Delfitri Fauzi

Asrama Nurus Shobah, Biasakan pola hidup mandiri

nuruljadid.net – Asrama yang lokasinya berada dibawah naungan Pondok Pesantren Nurul Jadid ini memang sesudah membiasakan pola hidup mandiri bagi santri yang tinggal didalamnya. Meskipun santri disini masih berusia kisaran 8-12 tahun mereka tetap bersemangat melaksanakan kegiatan santri pada umumnya, seperti pengajian Qur’an, kitab dan kegiatan pesantren lainnya.

Asrama ini membiasakan sholat berjama’ah lima waktu sebagai bentuk usaha untuk melatih dan membiasakan santri nya yang notabene masih anak kecil dengan sholat berjama’ah. Selepas sholat subuh berjama’ah para santri kemudian mengikuti pembinaan Al-Qur’an dan bagaimana mereka belajar untuk mengetahui cara baca dan melatih kefashihan membaca Al-Qur’an. Bersih-bersih juga menjadi kegiatan wajib harian, dimana semua santri membersihkan Asrama yang mereka tempati mulai dari kamar sampai halaman Asrama. Diasrama ini mereka memang diajari untuk mempersiapkan semua kebutuhan sendiri, termasuk ketika ingin berangkat ke sekolah. “Untuk kegiatan asrama setiap harinya selepas sholat subuh berjamaah, itu ada pembinaan Al-Quran sampai pagi, setelah itu bersih-bersih halaman atau kamar masing-masing, kemudian anak-anak diarahkan untuk persiapan sekolah di Madrasah Ibtida’iyah Nurul Mun’im”. Begitu ungkap mantan kepala wilayah Nurus Shobah, Ustadz Syukron.

Bermain adalah hal yang paling disukai anak-anak, utamanya pelajar SD/MI/Sederajat. Biasanya selepas penat di Sekolah, anak-anak akan menyibukkan diri dengan bermain. Namun berbeda dengan siswa Madrasah Ibtida’iyah Nurul Mun’im yang bermukim di Asrama Nurus Shoabah. Ya, mereka di sibuk kan dengan berbagai macam kegiatan yang ada di asrama.

“Mereka memiliki waktu istirahat selepas pulang sekolah, kemudian ba’da Sholat ashar berjama’ah mereka harus kembali ke Madrasah Ibtida’iyah Nurul Mun’im untuk mengikuti pembelajaran di Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) Nurul Mun’im. Setelah kembali ke asrama mereka kemudian diarahkan untuk bersiap-siap melaksanakan sholat maghrib berjama’ah. Ada juga pelaksanaan kegiatan belajar mandiri bersama, yang dilaksanakan setiap selesai sholat isya’ berjama’ah, kegatan ini bersifat rutin kecuali hari libur.” Terang ustadz Syukron.

Selain kegiatan rutin tersebut, asrama Nurus Shobah juga mengembangkan kajian kitab meski kitab yang dikaji hanya kitab bagi santri pemula. Kitab Akhlakul Lil Banin menjadi pilihan tepat yang dikaji di asrama ini. Kitab tersebut memang mengajarkan materi Akhlak dasar. “Owh, kajian kitab disini belum di ikutkan ke pusat, Asrama memang mengadakan kegiatan sendiri, soalnya materinya masih materi dasar. tidak mungkin lah santri sekelas anak MI ini ikut mengaji kitab kuning, ya hanya kitab-kitab dasar saja.” Paparnya.

Asrama ini juga mengenalkan berbagai tradisi pesantren seperti Yasinan, Tahlilan, Burdaan. dan pembacaan Maulid Diba’i. Kegiatan tersebut biasanya dilaksanakan per minggu di malam jum’at. “Setiap malem jum’at itu ada kegiatan pembacaan maulid diba’i selepas pembacaan yasin dan tahlil di Astah pendiri Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Zaini Mun’im. Ziarah Maqbaroh ini memang menjadi nilai plus yang diajarkan dan kebiasaan yang ditanamkan pada para santri disini” cerita Ustadz Syukron. “itu setiap malam selasa juga sehabis sholat maghrib ada kegiatan praktik ibadah” lanjutnya.

Pola hidup mandiri memang berhasil diterapkan di asrama ini, mulai dari kegiatan, kebersihan, mandi, makan, dan lain sebagainya. Selain dari faktor didikan sang ustadz, hal itu juga disebabkan keuletan dan kesiapan santri untuk membiasakan diri dengan se-gudang kegiatan dimasa-masa bermain mereka. Namun meski begitu mereka juga menyempatkan diri bermain dan mengisi kekosongan kegiatan dengan bercanda gurau.

Pewarta : Nur Azizah

Anniversary dan Talk Show Warnai Hari Jadi LIPS

nuruljadid.net – Language Intensive Programe of SMP Nurul Jadid (LIPS) adakan Anniversary ke-7 dan Talk Show dengan tema “Bahasa Asing Sebagai Ciri Khas Santri Milenial” di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid pada Jum’at (17/01/2020).

Acara tahunan yang dihadiri para alumni ini memiliki harapan besar seperti yang diungkapkan oleh Bapak M. Ridwan, Spd selaku Koordinator LIPS dalam sambutannya, “kami harap, ulang tahun yang ke-tujuh ini adalah moment yang disebut sebagai usia emas. Dimana, usia emas bisa dipergunakan sebaik-baiknya menuju masa depan yang lebih baik. Dan kami harap diusia emas ketujuh ini lebih bisa menguasai lingkungan maupun peradaban-peradaban yang semakin maju. Amin ya Robbal alamin,”.

Tak hanya itu, Kepala Sekolah juga menaruh harapan besar untuk kemajuan siswanya,“ke depannya semoga LIPS tidak hanya berbahasa arab dan inggris saja, melainkan juga bahasa mandarin. Dan saya sangat berharap bahwa bahasa asing itu tak hanya dimiliki anak-anak LIPS saja, melainkan dimana seluruh warga SMPNJ putra putri juga mahir berbahasa asing,” jelas Kepala Sekolah SMPNJ Bapak Drs. Rahardjo penuh harap.

Acara yang dimulai pada pukul 08.00 WIB ini cukup meriah. Selain itu, M. Arifurrahman-selaku penyaji pertama mampu menjadikan suasana pagi itu riuh suara tepuk tangan. Hal ini nampak ketika peserta yang notabennya siswa itu antusias menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh penyaji.

“Apa ciri khas LIPS? ”, serempak semua peserta menjawab “Language!” yang disusul dengan tepukan meriah. Jargon ini menjadi pemacu semangat peserta Talk Show yang berlangsung hingga sore itu. Dapat dilihat dari antusias para perserta dan alumni saat jargon tersebut berulang kali dilantangkan.

“LIPS itu Language Intensive Programe of SMP Nurul Jadid. Ciri khas kita itu bahasa, kalau language itu hilang dari kita, lalu apa yang menjadi ciri khas kita?,” terangnya.

Tak hanya itu, pesan yang disampaikannya pun (penyaji) mudah untuk difahami.

“Tanamkan mindset positif dalam pikiran kita. Dengan belajar dari hal-hal kecil di kehidupan kita,” imbuhnya dengan semangat.

Tak lupa dalam akhir sesi acara Anniversary ini ditutup dengan tradisi makan “Tabhek” bersama sebagai ciri khas santri dan juga foto bersama para siswa, alumni, serta para guru yang turut hadir.

Pewarta : Humairo

Alumni Program Unggulan IPA Beri Bimbingan Belajar pada Siswa Kelas Akhir

nuruljadid.net – Dalam rangka memberi arah jalan untuk pandangan siswa-siswi yang hendak melanjutkan ke perguruan tinggi, alumni siswa MA Nurul Jadid Program Unggulan IPA (UI) adakan kegiatan Pengabdian Alumni di Aula II PP. Nurul Jadid. Kegiatan ini berkelanjutan selama 7 hari mulai dari 10/01/2020 – 17/01/2020.

Menurut Fathor Rozy, panitia pelaksana, pengdabdian alumni tersebut bertujuan untuk menyambung tali silaturrahim antar angkatan yang telah lulus di tahun 2019 sebelumnya (red: angkatan 1 sampai 11).

“Disamping untuk memberi bimbingan dan pandangan kepada siswa/i aktif program UI, kegiatan pengabdian alumni ini juga dimaksudkan untuk menjalin silaturohim dengan alumni UI dari angkatan 1-11 (lulus angkatan 2019),” ungkap Fathor Rozy selaku panitia Pengabdian Alumni yang kini melanjutkan pendidikan di Universitas Nurul Jadid.

Beberapa rentetan acara telah tersusun, yakni para alumnus lulusan tahun sebelumnya agar memberikan manfaat kepada siswa-siswi aktif Program UI sebagai bekal menghadapi ujian Nasional dan tes seleksi masuk perguruan tinggi. Diantaranya adalah kegiatan bimbingan belajar yang dilaksanakan setiap malam selama masa pengabdian.

“Alhamdulillah, dengan adanya kegiatan pengabdian alumni ini banyak manfaat yang kita dapat. Dapat ilmu dan bisa kenal juga dengan kakak-kakak alumni. Jadi nantinya kita bisa menjalin banyak relasi saat kuliah di perguruan tinggi. Dan kita merasa sangat terbantu dengan adanya bimbingan belajar oleh kakak-kakak alumni,” ujar M. Ficky Haris Ardiyansyah siswa kelas akhir.

Semua agenda kegiatan terlaksana dengan lancar. Penutupan kegiatan Pengabdian Alumni Program UI usai pada Jum’at, (17/01/2020) pukul 10.45 WIB. Diisi dengan Rapat evaluasi menjadi akhir dari pertemuan alumni sebagai penutup kegiatan tersebut.

Penulis : Kholis

Editor : Febri Delfitri Fauzi

MORQU PP. Nurul Jadid, gelar Festival Lomba Diba’iyah

nuruljadid.net – Mu’allim dan Pengurus Musholla Raudlatul Qur’an (MORQU) adakan Festival Lomba Diba’iyah se-Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Kamis malam (16/01/2020).

“Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturrahim antar wilayah,” ungkap Ahmad Mu’tasim Billah.

Menurut Ketua Panitia, Ahmad Mu’tasim Billah, Festival ini perdana digelar. Tercatat ada 17 grup peserta dari berbagai masing-masing wilayah putera PP. Nurul Jadid. Kriteria penilaian dalam lomba ini, terdiri dari Vokal 45%, Adab 30%, dan Kreatifitas 25%.

Penampilan Festival Lomba Diba'iyah Se-PP. Nurul Jadid berserta dewan juri

Penampilan Festival Lomba Diba’iyah Se-PP. Nurul Jadid berserta dewan juri

Berdasarkan keputusan dewan juri, adapun pemenang lomba festival Diba’iyah, Juara 1 diraih oleh grup Ar-Royan (Wilayah Al-Amiri), juara 2 diraih oleh grup Muhibbun Nabi (Wilayah Zaid Bin Tsabit / K), juara 3 diraih oleh grup Ad-Du’ali (Wilayah Sunan Bonang / N), Harapan 1 diraih oleh grup Muhibbul Qur’an (PPIQ tahsin), Harapan 2 diraih oleh grup As-Sirojiyah (Wilayah Ar-Rumy), dan Harapan 3 diraih oleh grup As-Syifa (PPIQ tahfidz).

Ahmad Mu’tasim Billah berharap dengan adanya lomba tersebut, menjadi bekal santri saat terjun ke masyarakat.

“Harapan saya teman-teman peserta agar terbiasa membaca diba’iyah ketika pulang ke masyarakat,” harapnya.

Penulis : Badrus

Editor : Febri Delfitri Fauzi

KH. Najiburrahman Wahid: Tugas Santri Ada Dua, Memperdalam Ilmu Agama dan Memberi Peringatan

nuruljadid.net – “Konon ada kategori pengurus kader dan pengurus tetap. Pengurus tetap itu yang menetap disini (red : pp. nurul jadid) yang aslinya bukan dari sini kemudian menjadi muhajirin. Jadi nurul jadid ini dulu kan memang makam besar. Kiai Zaini saja pendatang kemudian di susul oleh pendatang yang lain bedanya mungkin hanya pendatang yang lama dan pendatang yang baru bahwa bedanya pendatang dengan pribumi. Terkait dengan pendatang tempat asal kita adalah akhirat di surga nenek moyang kita nabi adam dan kita akan kembali ke akhirat lagi kita hanya mampir sebentar,”.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Kepala Pesantren I, KH. Najiburrahaman Wahid saat mengisi tausiah dalam acara sosialisasi elektronifikasi perizinan santri Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo yang bertempat di Aula I PP. Nurul Jadid pada Senin Malam, (13/01/2020).

Kiai Najib, (sapaan akrab KH. Najiburrahman Wahid) menjelaskan tentang 2 tugas santri, yakni : memperdalam ilmu agama dan memberi peringatan jika ada santri setelah selesai pendidikan tapi tidak pulang dan diperdayakan ke pesantren. “Tugas santri itu ada dua macam memperdalam ilmu agama dan untuk memberi peringatan jika ada santri disini setelah tidak pulang itu termasuk muhajirin brati kaumnya pindah yang dari awalnya di luar sana maka tempatnya akan kesini. Oleh karena itu alangkah baiknya kita canangkan bahwa para ustadz yang ada disini diperdayakan,” dawuh beliau.

Berkaitan dengan elektronifikasi perizinan santri beliau menegaskan, agar pengurus & wali asuh lebih hati-hati dalam mengizinkan anak asuhnya, karena santri yang berada di nurul jadid ini adalah titipan pengasuh. “Jadi wali asuh ini harus ada karena sebenarnya santri yang berada di nurul jadid ini adalah anak titipan yang sejak awal itu santri menitipkan ke pengasuh jadi yang punya amanah itu pengasuh karena kenapa dalam pemberian tanda tangan terakhir itu harus pengasuh,” tutur beliau.

Putra ke empat KH. Abdul Wahid Zaini itu, berpesan agar selalu mengingatkan anak asuh nya untuk selalu memperhatikan pendidikan sebagaimana layaknya orang tua menyayangi anaknya. “Pengurus itu setidaknya sama sayangnya kepada santri seperti halnya orang tua menyayangi anaknya. Sebagaimana orang tua menyayangi anaknya orang tua kan ingin anaknya Pinter, bisa baca Al-Qur’an, & Akhlaqnya Baik,” imbuh beliau.

Kemudian tausiah terakhir, beliau berpesan agar tidak menjadikan pondok itu sebagai sambilan tapi misi mulia, dan merupakan tugas utama bukan sambilan. “Kita ini menampung putra-putri umat islam, yang di bertaruhkan itu adalah masa depan umat islam,” pungkas beliau.

Penulis : Badrus

Editor : Ponirin

KH. Fahmi AHZ (songkok putih) saat menyampaikan sambutan dalam acara Peringatan Satu Dekade Haul Gusdur

Pernah Sowan di Situbondo, Begini Sosok GusDur Menurut KH. Fahmi AHZ

nuruljadid.net – Acara Peringatan Satu Dekade Haul Gusdur yang digelar oleh Gusdurian Nurul Jadid turut dihadiri oleh KH. Fahmi Abdul Haq Zaini, Kepala Biro Pengembangan Pondok Pesantren Nurul Jadid. Jum’at (10/01/2020).

Dalam acara yang bertempat di Aula SMA Nurul Jadid itu, beliau menyampaikan bahwa pernah bertemu langsung dan sowan dengan Gusdur di kabupaten situbondo.

“Alhamdulillah, saya pernah diberi kesempatan dan ditakdirkan oleh Allah SWT untuk bisa secara langsung berjumpa secara fisik  dan sowan dengan beliau Gusdur,” ungkap beliau.

Beliau turut menjelaskan, walaupun hubungan pribadi beliau sangat terbatas dengan Gusdur, namun. Beliau menjelaskan. Secara emosional dan spriritual masih berada dalam kondisi yang sama.

“Dan perlu diketahui pula oleh teman – teman GusDurian Probolinggo ini. Pendiri PP. Nurul Jadid ini, kakek kami, KH. Zaini Mun’im itu dulu santrinya embahnya gusdur, jadi santrinya KH. Hasyim Asy’ari ” ungkap beliau.

Tampak Aula SMA Nurul Jadid sesak penuh oleh para santri dan anggota GusDurian Nurul Jadid

Tampak Aula SMA Nurul Jadid sesak penuh oleh para santri dan anggota GusDurian Nurul Jadid

“Memang kalau secara istilah kami, istilah pesantren. Jadi secara keilmuan kami semua yang ada disini (santri nurul jadid, red) meskipun secara langsung tidak di tebuireng tapi sanad keilmuan kami, pemahaman kami dan semua yang diajarkan disini insya allah juga masih tetap sama seperti yang ada di tebuireng sana, yang ada di keluarga besar KH. Abdurrahman wahid,” imbuh beliau.

Bahkan secara khusus, KH. Fahmi melanjutkan. KH. Zaini Mun’im sangat akrab dengan ayahanda gusdur, KH. Wahid Hasjim. Dan KH. Zaini juga salah seorang yang menjadi delegasi Indonesia Bersama KH. Wahid Hasjim keliling negara sampai eropa untuk memperkenalkan kemerdekaan Indonesia.

Selain itu, beliau turut menjelaskan substansi dari diadakannya haul gusdur, beliau menerangkan bahwa Gusdur sebagai seorang bapak bangsa yang selalu memperjuangkan nilai – nilai kemanusiaan yang universal, orang yang selalu membela kaum termarjinalkan, dan selalu membela para minoritas. Sudah sesuai dengan ajaran – ajaran dan syari’at oleh para guru – guru beliau dan para pendahulu.

“Nah, hari ini, kita semua tentu selain mengadakan acara-acara seremonial dan peringatan berkirim do’a pada beliau (gusdur, red). Tentu tugas kita yang paling penting adalah melestarikan nilai-nilai yang sudah beliau perjuangkan. Dan ini akan menjadi tugas berat bagi kita semua karena kita tau hari – hari terakhir ini bangsa kita gampang sekali termakan oleh berita-berita hoax,” tegas beliau.

“Dan pada hari ini juga, kita semua yang terkumpul dalam GusDurian jangan hanya bisa meramaikan seperti acara-acara seremonial dan peringatan-peringatan kewafatan beliau, tapi nilai-nilai perjuangan sudah beliau wariskan tentu harus menjadi perilaku, tentu harus menjadi semangat bagi kita dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dan itu juga sesuai dengan prinsip dasar pendiri pesantren ini yang terkumpul dalam panca kesadaran santri,” pungkas beliau.

Penulis : Ahmad

Editor : Ponirin

KH. Abdurrahman Wafi (tengah) saat menyampaikan sambutan dalam acara Peringatan Satu Dekade Haul Gusdur

KH. Abdurrahman Wafi: Berbicara Tentang GusDur tentu Berbicara Tentang Pesantren

nuruljadid.net – “Berbicara sosok gusdur adalah berbicara tentang ayahanda beliau Alm. KH. Wahid Hasjim. Berbicara sosok Gusdur tentu berbicara tentang kakek beliau alm. KH. Hasim Asy’ari. berbicara tentang santri KH. Hasyim dan guru kita Bersama Alm. KH. Zaini Mun’im. Berbicara tentang gusdur juga berbicara tentang alm. KH. Hasyim zaini. Berbicara tentang gusdur tentu berbicara tentang KH. Wahid Zaini, berbicara tentang gusdur tentu berbicara tentang pesantren, berbicara tentang gusdur tentu berbicara tentang santri. Karena tipologi dan identitas gusdur sama sekali tidak berbeda, tentang tipologi santri,”.

Hal itu disampaikan oleh KH. Abdurrahman Wafi, saat mengisi sambutan dalam acara Peringatan Satu Dekade Haul Gusdur yang digelar oleh Gusdurian Nurul Jadid. Jum’at (10/01/2020).

Gus. Abdur (sapaan akrab KH. Abdurrahman Wafi) menerangkan, banyak media memberitakan kalau gusdur tidak mempunyai dompet. “Saya ingat tahun 1984, indonesia mulai ribut munculnya sosok gusdur, bagi orang diluar pesantren. Sosok yang aneh orang kok bisa hidup tanpa uang, dipesantren itu biasa. Santri kalau tidak punya uang, nasi sama cabe itu enak makannya,” terang beliau yang turut menjabat sebagai Kepala Madrasah Ibtida’iyah Nurul Mun’im.

KH. Abdurrahman Wafi: Berbicara Tentang Gusdur tentu Berbicara Tentang Pesantren

KH. Abdurrahman Wafi: Berbicara Tentang Gusdur tentu Berbicara Tentang Pesantren

“Bahkan dalam sebuah cerita, Ketika gusdur menjabat sebagai ketua umum PBNU, pernah hadir di PP. lirboyo sebagai pembicara, yang ditunggu oleh panitia itu mobil sedan, kijang, Atau mobil yang bagus – bagus. Namun apa yang terjadi, Pada saat gusdur datang hadir ke PP. lirboyo dengan menaiki angkutan umum. Sosok yang sederhana sekali,” ungkap beliau.

Gus Abdur melanjutkan, Sama seperti kiai kita, KH. Abdul Wahid Zaini, Pengasuh ke 3 PP. Nurul Jadid. walaupun dikala menjadi pengasuh dan Ketua Tanfidziah PBNU. Ketika pergi ke Surabaya atau Jakarta, beliau sering menaiki bis umum ketika sampai diperempatan tanjung naik becak ke dhalem beliau.

 “Kalau orang mengenal gusdur, sebenarnya beliau tidak mau untuk diadakan haul, kalau bukan karena alasan kemanfaatan yang dapat beliau berikan dalam haul itu. Haul itu tidak membesarkan ataupun mengecilkan kemulian gusdur. Tapi khidmat yang kita dapatkan dalam haul gusdur adalah bukan bagaimana gusdur tapi bagaimana tentang kita menjaga warisan – warisan yang telah beliau berikan,” imbuh beliau.

Diakhir sambutan beliau menyampaikan 3 hal penting tentang gusdur, yakni Warisan Kemanusiaa, Warisan Pengetahuan, “Dan yang terakhir itu walaupun fisik beliau ketika senja kurang fit namun kecintaan beliau kepada olahraga tetap membara hal itu terbukti ketika dulu beliau sering menjadi analis sepak bola,” pungkas beliau.

Penulis : Ahmad

Editor : Ponirin

Tingkatkan Estetis Pendidikan melalui Selayang Pandang

Tingkatkan Estetis Pendidikan melalui Selayang Pandang

nuruljadid.net – Dalam rangka meningkatkan serta terus memperbaiki taraf estetis pendidikan santri Al-Mawaddah, pada Rabu Pada (08/01/2020) Program I’dadiyah Al-Mawaddah menggelar selayang pandang tentang program unggulan yang ada di Al-Mawaddah.

 “Acara tersebut bertujuan untuk memberikan acuan serta pengenalan program unggulan yang ada di wilayah Al-Mawaddah kepada santri i’dadiyah, karena 3 bulan lagi mereka harus memasuki  program unggulan yang ada saat kelak dinyatakan sudah lulus dari program i’dadiyah,” ungkap Ustadzah Lutfatul Imamah, Penanggung Jawab Koordinasi Program I’dadiyah.

Acara yang berlangsung sejak pukul 06.15 hingga 07.10 WIB itu berlangsung meriah. Disambut antusias serta sorak sorai tepuk tangan santri I’daiyah ini mewarnai jalannya acara. Hal itu menandakan bahwa kegiatan ini mampu mencuri perhatian santri I’dadiyah.

Tampak para santri Al Mawaddah Program I'dadiyah sedang menyimak jalannya acara Selayang Pandang

Tampak para santri Al Mawaddah Program I’dadiyah sedang menyimak jalannya acara Selayang Pandang

“Ini juga dapat membangkitkan semangat para santri I’dadiyah untuk menghadapi triwulan terakhirnya. Karena pada triwulan terakhir itu akan banyak ujian yang dilaksanakan untuk penentuan lulus atau tidaknya santri dari program I’dadiyah ini,” ujar Ustadzah Kholis, Koordinator Program I’dadiyah.

Di akhir sesi, para santri I’dadiyah diberi surat angket dan komitmen akan pilihan program yang akan dipilihnya. “Mungkin kami akan beri batas waktu hingga sore nanti tentang pengisian angket pilihan ini, agar mereka bisa memilih dengan sepenuh hati dan pilihan yang matang,” imbuh Koordinator I’dadiyah.

Penulis : Kholis

Editor : Ponirin

Pecut Minat Baca Santri dengan Perpustakaan

Pecut Minat Baca Santri dengan Perpustakaan

nuruljadid.net – Perpustakaan bukan merupakan hal yang baru dikalangan masyarakat, dimana-mana telah digelar perpustakaan, seperti di sekolah-sekolah, baik sekolah yang berada di perkotaan maupun sekolah yang berada di desa. Dan tak luput pula pondok pesantren termasuk di Pondok Pesantren Nurul Jadid ini khususnya Ma’had Aly Nurul Jadid.

Bermula dari rasa skeptisisme Kepala Perpustakaan Ma’had Aly Nurul Jadid, Ust. Fakhrur Rozi, S,Pd. Bahwa perpustakaan tidak hanya sebagai tumpukan kitab-kitab & buku-buku, tetapi secara prinsip, perpustakaan harus dapat dijadikan sebagai sumber informasi bagi setiap yang membutuhkannya. Dengan kata lain, tumpukan kitab-kitab yang dikelola dengan baik itu baru dikatakan sebagai perpustakaan, apabila dapat memberikan informasi bagi setiap yang memerlukannya.

“Jadi kami mengumpulkan para pengurus perpustakaan ma’had aly agar perpustakaan ini dibuka secara umum dalam artian siapa saja bisa mengunjungi perpustakaan baik bagi para santri di pondok pesantren nurul jadid ataupun masyarakat sekitar,” ungkapnya kepada nuruljadid.net. Selasa (07/01/2020).

Perpustakaan yang bertempat di sebelah mushollah Ma’had Aly Nurul Jadid tersebut disediakan bahan pustaka bukan hanya kitab-kitab saja tapi buku-buku lainnya yang berasaskan islami, dan untuk koleksi kitab lebih diperbanyak kitab tentang fiqh & ushul fiqh karena memang disesuaikan dengan jurusan ma’had aly nurul jadid yaitu fiqh wa ushuluhu.

 

Tampak para santri sedang membaca kitab di Perpustakaan Ma'had Aly

Tampak para santri sedang membaca kitab di Perpustakaan Ma’had Aly

“Dalam perpustakaan kami ini juga tersedia kitab – kitab karangan Mudir Ma’had Aly Nurul Jadid, yakni KH. Romzi Al Amiri Mannan,” imbuh santri yang berasal dari kabupaten Sampang, Madura itu.

Guna menigkatkan minat dan dorongan santri berkunjung ke Perpustakaan, kepengurusan perpustakaan ma’had aly juga akan memberikan hadiah kepada pengunjung teraktif.

Selain itu, kepengurusan perpustakaan juga membuat program Hari Membaca yang mana tiap – tiap santri ma’had aly diwajibkan untuk mengunjungi dan membaca buku atau kitab yang ada di perpustakaan. Seperti pada hari selasa teruntuk santri putra dan hari jum’at bagi santri putri.

“Pada Hari Membaca, setiap tingkatan kelas Ma’had Aly diwajibkan meresume suatu kitab atau buku minimal pertingkatan kelas ialah 3 orang dan untuk hasil resume terbaik akan diterbitkan di mading al-Amiri Pos dan akan mendapatkan hadiah,” pungkasnya.

Penulis : Ahmad

Editor : Ponirin

Biro Kepesantrenan Tingkatkan Pelayanan Laundry dan Mahrom melalui BIMTEK

Biro Kepesantrenan Tingkatkan Pelayanan Laundry dan Mahrom melalui BIMTEK

nuruljadid.net – Biro Kepesantrenan, Pondok Pesantren Nurul Jadid. Khususnya Bidang Kesejahteraan Santri mengadakan Bimbingan Teknik (BIMTEK) untuk Pelayanan Mahrom dan Laundry pada senin malam (06/01/2020).

Acara tersebut dihadiri oleh Sekrertaris Biro Kepesantrenan, Saili Aswi. Kepala Bidang Kesejahteraan Santri, Abdul Ghafur Haikal. Kepala Bidang Penataan Wilayah, Fathol Lathif, dan Pengurus – Pengurus Wilayah serta para Penatu yang bekerja sama dengan PP. Nurul Jadid.

Kegiatan ini, Menurut Abdul Ghafur Haikal, Kepala Bidang Kesejahteraan Santri, bertujuan untuk menertibkan alur laundry bagi para Dobi dan menjelaskan kepada mereka untuk menjaga kesucian pakaian laundry itu dengan baik.

Seraya dengan hal itu, ustadz Saili Aswi, Sekrertaris Biro Kepesantrenan PP. Nurul Jadid mengatakan dalam sambutan. Ia sangat senang sekali dan berterima kasih karena telah sudi meluangkan waktunya untuk bisa hadir ke acara.

Bapak Mustafa Syukur saat menjelaskan tentang kesucian pakaian laundry

“Atas nama biro kepesantrenan, kami mengucapkan terima kasih kepada bapak ibu sekalian yang telah sudi hadir di ruangan ini,” ucap ustadz saili aswi dalam acara yang bertempat di Aula PP. Nurul Jadid.

Selain itu, Ustadz saili (sapaan akrabnya Saili Aswi), berharap dengan kegiatan itu bisa membawa hikmah dan sesuatu yang bisa di ambil manfaat serta pengetahuan bagi semua orang terutama santri dan pengurus.

“Kami berharap dengan adanya bimtek ini, terutama di bidang laundry agar di niati bahwa kita me-laundry itu bukan semata-mata karena kerja tapi melainkan untuk membantu santri dan pesantren (niateh ka angguy abentoh santreh ben pesantren) kalaupun nanti ada materi itu semata-mata dari Allah SWT,” harapnya.

Penulis : Badrus

Editor : Ponirin

Membuka Tahun 2020, Laziskaf Azzainiyah Menyalurkan Donasi Wakaf

nuruljadid.net-Laziskaf Azzainiyah, lembaga amil zakat Pondok Pesantren Nurul Jadid, mengawali lembaran tahun 2020 dengan pelaksanaan program Wakaf berupa bantuan seperangkat alat mainan edukatif (APE) bagi TK Ceria Dusun Karanganom, Desa Karanganyar Paiton Probolinggo.

Serah-terima dilaksanakan di depan TK Ceria dari direktur Laziskaf Azzainiyah kepada Kepala TK Ceria, Ustadzah Wiwik (6/1/2020).

Kegiatan ini, menurut direktur Laziskaf, Gus Muhammad Al-Fayyadl, merupakan eksperimentasi Laziskaf dalam menyalurkan donasi wakaf. “Laziskaf ingin memberi kemanfaatan sebaik-baiknya dan sebesar-besarnya. Wakaf punya kelebihan dibanding donasi lainnya dalam hal kemanfaatannya yang terus-menerus, untuk kepentingan umum, dan bisa dikelola”, komentarnya.

Gus Fayyadl menceritakan bahwa TK Ceria layak menerima bantuan Wakaf ini karena kondisinya memang sangat butuh untuk didukung dan dibantu semua pihak. “Di sini, saya lihat anak-anak semangat, hanya mengeluh kekurangan fasilitas bermain. Semoga bantuan ini bermanfaat,” tambahnya.

Donasi wakaf berupa alat mainan edukatif ini insya Allah akan direalisasikan untuk TK Azzainiyah II yang juga sama-sama berada di dusun Karanganom.

“Dukungan donatur kami harapkan. Ke depan semoga tidak hanya alat mainan tapi juga kelengkapan sekolah, seperti perpustakaan, bisa kita dukung dan lengkapi,” pungkasnya.

 

Pewarta : Sekretariat Laziskaf

Kepala Biro Pendidikan, Apresiasi Kinerja Kepala SMA Lama

nuruljadid.net- Kepala Biro Pendidikan Pondok Pesanteen Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, KH. Moh. Mahfudz Faqih memberikan apresiasi kinerja mantan Kepala SMA Nurul Jadid Dr. KH. Hefny Rozak pada saat memberi sambutan diacara serah terima jabatan (sertijab) Kepala SMA lama kepada Kepala SMA baru, Senin, (06/01) di AULA SMA Nurul Jadid, Siang tadi pukul 13. 30 WIB.

Kiai Mahfudz menyampaikan, Kepala SMANJ telah berhasil menata keorganisasian yang sehat dengan membuat pola aturan organisasi atau rotasi setiap tahun. Dan memberikan nilai positif pada lembaga sehingga civitas SMANJ memiliki kesempatan yang sama serta menorehkan prestasi tingkat Nasional maupun Internasional.

Masih kata kiai mahfudz,  Untuk Kepala SMANJ yang baru selamat berjuang dilembaga SMANJ dan harapannya beliau bisa beradaptasi dan meningkatkan capaian-capaian yang sudah diraih sebelumnya, juga memberikan inovasi kedepannya.

Putra Kiai Faqih ini berpesan bahwa Prinsip-prinsip  dalam berorganisasi sama dengan sholat berjamaah, siapapun imamnya maka dia harus ikut dan jika tidak setuju dengan imam maka harus mufaroqoh dan pemimpin harus diikuti selama benar dan jika salah harus kita mengingatkan.

Masih pesan beliau, Kepala Sekolah itu adalah simbol dan perlakukan Kepala itu sesuai dgn posisinya sebagai Kepala dan  kepada para guru dan Karyawan mohon dukungan dan membangun Tim work yang solid didalam membangun sekolah agar berhasil dengan baik.

 

Pewarta : PM