Akhiri Agenda Tahunan dengan Kegiatan In House Training

Akhiri Agenda Tahunan dengan Kegiatan In House Training

nuruljadid.net – Sebagai agenda tahunan setelah terbentuknya pengurus baru Ittihadun Nasyi’in (ITNASY) Periode 2019-2020, Pusat Pendidikan Ilmu Al-Qur’an (PPIQ) Nurul Jadid, adakan kegiatan In House Training dengan tema “Mencetak Generasi Pemimpin Berjiwa Qur’ani” di Aula SMA Nurul Jadid, Senin (16/12/2019).

Kegiatan tersebut mengundang Pemateri dosen luar biasa dari Universitas Islam Negeri Surabaya, Anwari Nuril Huda, S.Sos, MA. Dalam pemateriannya, ia menyampaikan dengan sangat baik serta memberikan kesan mendalam, motivasi, dan inspirasi bagi peserta yang hadir pada kegiatan tersebut. Acara itu diadakan berlangsung selama tiga malam berturut-turut terhitung sejak tanggal 14 – 16 Desember 2019.

Penyaji (berdiri) saat menyampaikan materi di depan para peserta didik PPIQ

Penyaji (berdiri) saat menyampaikan materi di depan para peserta didik PPIQ

Menurut Pembina ITNASY, Idris Ahmadi, kegiatan ini diadakan dalam rangka untuk memberikan motivasi serta untuk meningkatankan ruhul jihad pengabdian bagi pengurus baru ITNASY, terutama untuk menciptakan kepribadian diri dalam kehidupan sehari-hari. “Kami mengadakan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wadah bagi teman-teman ITNASY dalam bidang keorganisasian agar mereka faham bagaimana menjadi organisator dan pemimpin yang berpedoman pada nilai-nilai Al-Qur’an”, Ungkapnya.

Ia berharap, pengurus ITNASY agar bisa membentengi jiwa-jiwa muda santri agar tidak terjerumus pada panggung politik yang akan membahayakan keutuhan bangsa dan negara. “Penanaman nilai kepemimpinan dan keorganisasian yang sesuai dengan nilai-nilai al-Qur’an haruslah dimulai sejak dini. Agar nantinya seorang santri bisa menjadi penggerak dibarisan terdepan dalam mengawal kepemimpinan negeri”, Harap pembina ITNASY.

Penulis : Badrus

Editor : Ponirin

FKO Nurul Jadid Adakan Bedah Buku “Peradaban Sarung” dengan Penulisnya

FKO Nurul Jadid Adakan Bedah Buku “Peradaban Sarung” dengan Penulisnya

nuruljadid.net – Sebagai kegiatan penutup akhir tahun sebelum Sidang Pleno, Forum Komunikasi OSIS (FKO) Nurul Jadid Paiton Probolinggo gelar Kajian dan Bedah Buku “Peradaban Sarung” langsung bersama sang penulis Gus Achmad Dhofir Zuhry yang merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Luhur Baitul Hikmah sekaligus Rektor Sekolah Tinggi Ilmu Filsafat Al-Abrori Malang. Beliau juga merupakan alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid lulus SLTA tahun 2002. Jum’at, (14/12/2019).

Menurut Ketua Panitia, M. Thoiful Abrar, Kegiatan tersebut bertujuan untuk menginspirasi para santri tentang pentingnya Literasi dan keuntungan menulis. Diikuti oleh ratusan santri dari kalangan Siswa dan Mahasiswa. “Kami melaksanakan kegiatan Kajian Bedah Buku ini bertujuan untuk mengajak santri agar sadar pentingnya Literasi dan mau belajar menulis,” Ungkap Ketua Panitia.

Pengurus FKO Nurul Jadid memilih Buku Peradaban Sarung, dikarenakan penulis nya alumni PP. Nurul Jadid sehingga diskusi lebih mengena, dan isi Bukunya sangat relevan dengan Santri dan Nilai-nilai Kepesantrenan yang ada.

Gus Achmad Dhofir Zuhry saat menyampaikan materi

Gus Achmad Dhofir Zuhry saat menyampaikan materi

Dalam Buku ini dijelaskan tentang Pesantren yang merupakan cakrawala tak berujung yang takkan pernah habis untuk dikaji khususnya di Indonesia dengan warisan Kitab Klasik dan Kitab Kuning para ulama dari berbagai penjuru dunia.

Penguatan intelektual, Spiritual dan emosional menyatu dan saling melengkapi terutama dewasa ini ketika sebagian masyarakat kita terjebak pada gemerlap budaya asing dan berjamaah ingin meniru Arab, Eropa, dan Amerika, namun para santri lebih memilih menjadi Indonesia. Dari ini, Pesantren menjadi matahari dalam sistem tata surya kehidupan dan Keindonesiaan.

Selain itu, Pembina FKO Nurul Jadid, Mujiburrohman, mengakatakan bahwa Kiai dan para santri dalam mengawal NKRI menjadi hal penting untuk terus digalakkan karena Kemerdekaan Indonesia bukan untuk dinikmati namun untuk dipertahankan dan diperjuangkan.“Di tengah krisis identitas dan moral bangsa diskusi peradaban Sarung yang maksudnya adalah Kiprah Pesantren, Kiai dan para santri dalam mengawal NKRI menjadi hal penting untuk terus digalakkan karena Kemerdekaan Indonesia bukan untuk dinikmati namun untuk dipertahankan dan diperjuangkan,” Tutur Pembina FKO Nurul Jadid, Mujiburrohman.

Penulis : Mujiburrohman

Hujan Tak Kunjung Datang, Nurul Jadid Gelar Shalat Istisqa

Hujan Tak Kunjung Datang, Nurul Jadid Gelar Shalat Istisqa

nuruljadid.net – Kemarau Panjang dengan udara panas masih dirasakan di daerah Paiton, Probolinggo dan disekitarnya. ikhtiar dengan menggelar shalat Istisqo’ pun dilakukan.

Hal itulah yang dapat disaksikan di Pondok Pesantren Nurul Jadid, ribuan santri putra beserta masyarakat sekitar melaksanakan Shalat Istisqa’ pada Jum’at (13/12/2019).

Kegiatan yang dilaksanakan pada pukul 06.30 WIB itu dilakukan di Halaman Kantor PP. Nurul Jadid yang dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Pesantren Nurul Jadid, KH. Najiburahman Wahid.

KH. Najiburrohman Wahid menjadi imam pada shalat istisqo'

KH. Najiburrohman Wahid menjadi imam pada shalat istisqo’

Dalam khotbahnya, Kiai Najib (sapaan akrab Wakil Kepala Pesantren) menganjurkan kepada seluruh santri untuk bertaubat kepada Allah SWT, meninggalkan segala jenis maksiat yang terkait dengan hak Allah SWT, dan bertaubat dengan segala jenis maksiat yang terkait dengan hak sesama.

“Kita ini berkumpul disini untuk memohon hujan dari Allah swt, hujan yang menjadi rahmat Allah SWT, dan salah – satu adzab Allah adalah ditahannya hujan, semoga kita tidak termasuk orang yang mendapat adzab dari Allah swt. Mari kita perbanyak istighfar memperbanyak mohon ampun segala dosa,” turut beliau dihadapan para jamaah.

Lebih lanjut, beliau menyarankan kepada seluruh jamaah bagi yang pernah tidak sholat untuk segera diganti, bagi yang pernah tidak puasa untuk segera mengganti puasanya, dan barang siapa yang pernah tidak melakukan kewajiban – kewajiban untuk segera menggantinya.

KH. Najiburrohman Wahid menjadi khotibpada shalat istisqo'

KH. Najiburrohman Wahid menjadi khotib pada shalat istisqo’

“Dalam rangka memohon rahmat Allah SWT, memohon hujan. Marilah kita memperbaiki hubungan dengan sesama jangan ada permusuhan diantara kita para santri dengan teman sekamarnya jangan bermusuhan berdamailah karena jika kita rukun itu termasuk sebab dari turunnya hujan dan hal itu itu adalah salah satu sebab dari turunnya rahmat Allah Swt,” imbuh beliau.

“Semoga kita termasuk orang – orang yang suka minta ampun, orang – orang yang suka bertaubat kepada Allah SWT dan termasuk orang – orang yang shaleh yang mendapat rahmat dan ampunan dari Allah SWT, pungkas beliau seraya menutup khutbah dengan do’a.

Penulis: Ahmad
Editor: Ponirin

Peserta Didik MINM Turut Berpartisipasi di Sholat Istisqa

Peserta Didik MINM Turut Berpartisipasi di Sholat Istisqa

nuruljadid.net – Kemarau Panjang,  Hujan tak kunjung datang serta panasnya terik matahari membuat Pondok Pesantren Nurul Jadid mengadakan kegiatan sholat Istisqo’ berjamaah di Halaman Kantor PP. Nurul Jadid. Jum’at (13/12/2019).

Dalam kegiatan yang diikuti oleh ribuan santri putra itu, terdapat hal cukup mengesankan. Pasalnya santri sekaligus seluruh peserta didik Madrasah Ibtidaiyah Nurul Mun’im (MINM) mengikuti kegiatan tersebut.

Dengan khusyuknya, para santri itu mengikuti rentetan kegiatan sholat istisqa dengan khidmat seperti kegiatan sholat berjamaah biasa yang mereka lakukan setiap harinya.

Faikoh Sholiha, Waka HUMAS MINM mengatakan partisipasinya peserta didik MINM dalam shalat yang dimulai pada pukul 06.30 WIB itu dalam rangka mengajak para santri yang notabene masih anak – anak untuk sholat istisqo’.

“Jadi sebetulnya pada hari jum’at ini, peserta didik MINM ada kegiatan pelatihan Drumband kemudian karena pada hari ini juga di pesantren ada kegiatan sholat istisqa’ dan juga mendapat arahan dari Kepala MINM, KH. Abdurrahman Wafi untuk mengikuti kegiatan terlebih dahulu,” tutur beliau kepada nuruljadid.net saat ditemui pasca sholat istisqa’.

Lebih lanjut, Faikoh Sholiha mengatakan bahwa sebelum – sebelumnya para peserta didik MINM telah diberitahu akan tatacara sholat istisqa’ dengan baik dan benar.

“Memang sebelumnya kami menerangkan kepada peserta didik kami (MINM, red) bagaimana cara sholat istisqa’ ketika di kegiatan ekstra keagamaan, selain itu. Di MINM ekstra keagamaannya itu juga ada kegiatan ekstra Qiroah, terus kegiatan Sholat Dhuha setiap harinya sebelum KBM dimulai, dan kegiatan Majelis Sholawat,” pungkasnya.

Penulis : Ahmad

Editor : Ponirin

Ponpes Nurul Jadid Mendapat Bantuan 500 Quran Dari Timur Tengah

nuruljadid.net- Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, Jawa Timur mendapatkan bantuan hibah alquran sebanyak 500 buah, selasa (10/12).

Sumbangan alquran ini berasal dari Negara Timur Tengah seperti Kairo, Lebanon, Kuwait, Turki melalui penyalur Jamiyah Tahfidz Quran Situbondo.

Ketua Yayasan Jamiyah Tahfidz Quran Situbondo, Ustadz Nurhidayat mengatakan : Bantuan wakaf kepesantren seperti ini, agar menunjang tahfidz quran yang ada di Pondok Pesantren termasuk di Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Penyaluran bantuan ini diberikan langsung ke santri yang berada di asrama. Ikut mendampingi perdistribusian bantuan hibah quran untuk santri Ustadz Saili Aswi Sekretaris Biro Kepesantrenan, Ustadz Bahrudin Kasubbag Rumga, Kasubbag Protokoler Ustadz Bashori Alwi dan beberapa staf sekretariat.

Ustadz Bashori Alwi mengucapkan terima kasih atas sumbangan yang diberikan oleh Negara Timur Tengah.

“Kami atas nama pengurus Pesantren Nurul Jadid mengucapkan banyak terima kasih kepada Negara Timur Tengah seperti Turki, Lebanon, Kuwait dan lainnya. Terutama kepada badan penyalur bantuan hibah quran Jamiyah Tahfidz Quran Situbondo. ini sangat bermanfaat untuk para santri terutama penghafal quran di Pondok kami.

Pewarta : PM

Muhammad Fadil Hasan saat memegang trofi dan sertifikat didepan podium

Siswa SMKNJ Raih Juara 1 Web Design

nuruljadid.net – Setelah mengharumkan nama besar Pondok Pesantren Nurul Jadid di kancah nasional melalui Lomba Web Design tingkat Nasional dan berhasil menjadi juara 2, kali ini siswa SMKNJ kembali menghaturkan prestasi membanggakannya dengan menyabet Juara 1 Web Design se-Jawa Timur. Kamis (05/12/2019).

Adapun siswa yang berhasil menyabet prestasi membanggakan itu adalah Muhammad Fadil Hasan, siswa SMKNJ  jurusan Rekayasa Perangkat Lunak kelas XII sekaligus santri PP. Nurul Jadid wilayah PPIQ Tahfidz.

Dalam lomba yang bertempat di SMKN 1 jember itu Fadil berhasil mengalahkan 25 siswa smk se – jawa timur dengan perolehan nilai 94,25.

Lebih lanjut, Prestasi itu diraih pada Lomba Kompetensi Siswa SMK Tingkat Provinsi Jawa Timur 2019 yang mengusung tema “Generasi Millenial Yang Berkompeten Dan Berkarakter” dan diikuti oleh seluruh SMK Negeri dan Swasta yang meliputi 7 kabupaten seperti : Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Jember, Bondowoso, Situbondo dan Banyuwangi.

Muhammad Fadil Hasan (baju biru) saat memegang trofi dan sertifikat didepan podium

Muhammad Fadil Hasan (baju biru) saat memegang trofi dan sertifikat didepan podium

Abdul Hadi, Kepala Jurusan RPL yang turut mendampingi kelapangan sangat bangga terhapat perolehan prestasi tersebut.

“Alhmadulillah, dalam lomba Kompetensi Siswa pada tahun ini. Siswa kami SMKNJ berhasil mendapat juara 1,” tuturnya saat dihubungi via telepon.

Seraya dengan hal itu, Abdul Manaf Kepala SMKNJ sangat senang sekaligus bangga dengan prestasi yang diraih oleh siswa yang berasal dari Bondowoso itu.

“Tentunya senang dan bangga, kami yakin pertarungan ini tidak sampai disini dan nanda Fadil pasti akan naik diajang LKS bergengsi ini ke level Nasional bahkan Internasional,” harapnya.

Penulis : Ahmad

Editor : Ponirin

KKM Jepara Jateng Belajar Sehari di Nurul Jadid

nuruljadid.net- Sebanyak 42 orang yang tergabung dalam Kelompok Kerja Madrasah (KKM 02) Jepara, Jawa tengah berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo (05/12). Kunjungan ini tiba sekitar pukul 09. 00 WIB dan Pesantren menenpatkan kunjungan ini di Madrasah Aliyah Nurul Jadid karena senafas dengan materi kunjungan yang akan dipelajari.

Setiba dihalaman Madrasah Aliyah Nurul Jadid seluruh pengurus menyambut kedatangan kunjungan Kelompok Kerja Madrasah (KKM 02) dan menemani menuju AULA Pesantren tempat acara.

Bapak H. Sarwadi, M.Pd.I dalam sambutannya menyampaikan bahwa kedatangannya ke tempat ini, untuk menimba ilmu sebagai bahan pengembangan di sekolah masing-masing. Dan ingin mengaji kepada pendiri Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, meski hanya lewat batin.

Sementara Kepala Madrasah Aliyah Nurul Jadid H. Lukman Hakim menyambut baik rombongan ini dan merasa tersanjung.

“Kami merasa tersanjung dengan kepercayaan yang diberikan KKM 02 Jepara, Jawa Tengah, yang menjadikan Madrasah kami tempat berkunjung,” Ungkap H. Lukman Hakim.

Pada acara kunjungan yang dikemas dengan silaturrahmi ini diawali dengan acara seremonial dan dilanjutkan dengan dialog berkaitan dengan urusan kurikulum, kesiswaan dan sarana prasarana dan sempat menyinggung tentang posisi yayasan yang ada di Pondok Nurul Jadid.

Hadir menemani kepala Madrasah Aliyah Nurul Jadid, WKM Kurikulum Ustadz Moh. Naim, WKM Kesiswaan Ustadz H. Muchtarullah, WKM Humas Ustadz Mawardi, WKM Sarpra Ustadz M. Ridwan Firdaus, Pembina Osim Ustadz Eko Sunaryadi, Koord Eksta Ustadz Abdul Aziz, Koord IPA Unggulan Ustadz Khoisol, Koord BHS Ustadz Saddam Husein, Koord IPS Ustadz Muzakki, Koord IPA Reguler Ustadz Musthafa.

Pewarta : PM

Ratusan Peserta Muskerwil Haru Saat Rekaman Suara Kiai As’ad Diperdengarkan

nuruljadid.net- Suasana haru tak bisa dihindari oleh ratusan peserta Musyawarah Kerja Wilayah I Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jatim (Muskerwil I Jatim) saat pemutaran rekaman suara Kiai As’ad diperdengarkan saat acara penutupan muskerwil bertempat di AULA Pesantren Nurul Jadid pada pukul 15. 28 WIB.

Ustadz Dony panitia muskerwil mengungkapkan, ” Saya merinding mendengar suara kiai as’ad yang menceritakan tentang awal mula NU di dirikan”.

“Saya melihat banyak orang menangis mendengar suara kiai as’ad,” Sambungnya.

Kehinangan begitu kuat terasa saat suara kiai as’ad berkisah tentang tugas yang diberikan kiai kholil, meski menggunakan bahasa madura, namun bahasa indonesinya tertulis dilayar lebar.

“Saya sangat terharu dan merasa ada di depan kiai as’ad, seakan beliau masih hidup ditengah tengah kita,” Ungkap salah satu peserta Muskerwil.

Suara kiai as’ad sangat tegas dan lugas pada rekaman tersebut, sehingga mudah didengar dan dipahami, beliau bercerota tentang awal mulanya beliau diberi tugas oleh KH. Moh. Kholil Bangkalan untuk membawa tongkat dan tasbih untuk diberikan kepada KH. Hasyim Asy’ari dan beberapa ayat yang harus disampaikannya.

Pewarta : PM

Jaga Tradisi Pesantren, Pembukaan MUSKERWIL ditandai Bedug

Jaga Tradisi Pesantren, Pembukaan MUSKERWIL ditandai Bedug

nuruljadid.net – Sambutan demi sambutan pada acara pembukaan Musyawarah Kerja Wilayah (MUSYKERWIL) PWNU Jawa Timur pada Jum’at, 29 November 2019 turut mewarnai berjalannya acara. KH. Zuhri Zaini selaku tuan rumah menuturkan, dengan diadakannya MUSYKERWIL di pesantren Nurul Jadid merupakan kebanggaan dan besar barokahnya baik barokah yang tampak dan barokah yang tidak tampak.

 “Semoga MUSKERWIL ini bisa memperkokoh hubungan silaturahim kita serta persatuan bangsa dan negara indonesia,” ungkap beliau.

Sebagai tuan rumah, beliau turut mengingatkan kepada para peserta MUSKERWIL bahwasanya banyak ajaran yang dimungkinkan akan mengancam persatuan dan keutuhan bangsa.

“Tentu, tugas kita para kaum Nahdliyin untuk membentengi diri dari paham dan ajaran tersebut, Karena pada dasarnya NU dan pesantren tidak bisa dipisahkan dengan keutuhan bangsa dan negara,” tutur beliau dengan lembut.

Acara yang di hadiri oleh 700 peserta tersebut, sambutan dari K.H. Marzuki Musytamar turut andil dalam apa yang disampaikan oleh tuan rumah. Beliau menekankan terkait anjuran kepada masyarakat Indonesia dan khususnya kaum Nahdliyin untuk menjaga persatuan dan kesatuan Negara Republik Indonesia (NKRI).

Beliau menyampaikan dua hal yang perlu ditekankan oleh kaum Nahdliyin yaitu islamiyah dan watoniyah. “Kita ingin bareng-bareng bekerja sama, kompak dan solid dalam menjaga keduanya, kalau islamiyah tanpa watoniyah itu radikal, ” jelas beliau.

KH. Moh. Zuhri Zaini, Pengasuh PP. Nurul Jadid pada saat membuka secara simbolis acara MUSKERWIL I PWNU Jatim di PP. Nurul Jadid

KH. Moh. Zuhri Zaini, Pengasuh PP. Nurul Jadid pada saat membuka secara simbolis acara MUSKERWIL I PWNU Jatim di PP. Nurul Jadid

Terakhir, kyai Marzuki mengungkapkan beberapa perkembangan yang ingin di capai PWNU Jawa Timur. Yakni; Pertama, mengenai perkembangan Lembaga pendidikan NU, agar nantinya Lembaga NU mampu menjadi Lembaga-lembaga Unggulan. Kedua, berkaitan dengan Proyek sertifikasi tanah waqof, yang diusahkan untuk menjaga tanah-tanah yang sudah diwaqofkan bagi keperluan ummat nahdliyyin. Terakhir, meningkatkan sumber daya manusia khususnya masyarakat pinggiran yang ekonomi dan pendidikannya rendah, yang umumnya memiliki kultural NU.

Tak hanya itu, Dalam sambutan Gurbernur Jawa Timur, ibu Khofifah menanggapi dari masukan dalam sambutan dari kiai Marzuki terkait sertifikasi waqaf.

“Mengenai penyampaian dari kiai Marzuki terkait dengan sertifikasi waqaf di jawa timur, kami telah membincangkan hal itu kepada presiden dan beliau menyanggupinya,” tambahnya.

Sebelum berakhirnya acara pembukaan MUSYKERWIL, acara tersebut resmi dibuka dengan pemukulan bedug. Diantaranya; kiai Zuhri, kiai Marzuki, ketua umum MUSYKERWIL dan Gurbernur Jawa Timur, Ibu Khofifah, dan penutupan acara tersebut kiai agus ali mansyur untuk membacakan doa.

“Bedug ini merupakan tradisi lokal dari pembawa islam ke tanah jawa yang menjadikan bedug sebagai sarana dakwah islam, maka tanda dari itu dimulainya MUSKERWIL ini kami tandai pemukulan bedug yang merupakan tradisi khas pesantren,” tutur Prof. Akh. Muzakki selaku seketaris PWNU Jawa Timur.

Khofifah Singgung Isu Stunting di Pembukaan Musykerwil 1 PWNU Jatim

Khofifah Singgung Isu Stunting di Pembukaan Musykerwil 1 PWNU Jatim

nuruljadid.net – Sebagai salah satu program prioritas nasional pemerintahan era Jokowi-Ma’ruf, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut menyinggung isu stunting dalam sambutannya pada pembukaan Musykerwil 1 PWNU Jatim di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo (29/11/2019) Malam hari.

Gubernur Jatim ini mengutarakan bahwa  dalam 5 program prioritas pemerintah terdapat satu poin yang sangat berkaitan dengan NU yakni pembangunan sumber daya manusia seperti stunting, nikah dini, kemiskinan dll.

“Saya pernah melakukan diskusi terbatas dengan seluruh pimpinan strategis Jawa Pos grup bahwa ternyata jika ada 10 daerah di Jawa Timur, skala 1-9 daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Jawa Timur yakni kulturnya NU” ujar Gubernur Jawa Timur tersebut.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat membuka secara simbolis acara Muskerwil I PWNU Jatim di PP. Nurul Jadid

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat membuka secara simbolis acara Muskerwil I PWNU Jatim di PP. Nurul Jadid

Pendampingan secara spesifik akan dilakukan pada daerah-daerah yang dianggap memiliki tingkat kemiskinan akut. Stunting dengan skala tertinggi berada di Sampang dengan porsentase 47%, lalu di bawah Sampang yakni Pamekasan. Sedang untuk Probolinggo sendiri termasuk 5 besar dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Jatim.

“Kira-kira 4 tahun yang lalu, Direktur Unicef datang ke Indonesia menyampaikan data stunting di Indonesia. Seluruh daerah berwarna merah kecuali DKI Jakarta, Yogyakarta dan Manado. Ternyata stunting tidak hanya kerdil badannya, tapi juga kerdil otaknya” pungkasnya.

Karena itu, untuk bisa menyiapkan SDM berkualitas FasKes KH. Marzuki Mustamar akan menyiapkan fasilitas berupa klinik pratama atau akan ditingkatkan menjadi rumah sakit tipe D.

Harapannya, dengan adanya fasilitas ini stunting yang menjadi masalah paling urgen di Indonesia akan segera terminimalisir khususnya di Jawa Timur.

 

Pewarta: Nada Fitria

Editor: Ponirin

 

 

Ribuan Santri dan Tamu Hadiri Maulid Nabi PP. Nurul Jadid

Ribuan Santri dan Tamu Hadiri Maulid Nabi PP. Nurul Jadid

nuruljadid.net – Lapangan Pondok Pesantren Nurul Jadid penuh sesak dengan tamu, pengunjung dan santri yang menghadiri acara Maulid Nabi dan Isthigosah Akbar PP. Nurul Jadid dan PWNU serta bersama Hadrah Al Wali. Kamis (29/11/2019).

Kegiatan yang turut dihadiri oleh ribuan santri putra dan putri itu mengundang Habib Sholeh  Al Jufry dari Solo, Jawa Tengah.

Kemudian penampilan Majelis Sholawat Al Waliy menjadi moment yang paling dinantikan oleh para jamaah. Lagu Sluku-Sluku Batok penjadi pembuka dan otomatis membuat suasana semakin bergemuruh. Ribuan jamaah secara kompak mengikuti lantunan sholawat yang dibawakan oleh Majelis Al Waliy. Setelah beberapa sholawat dilantunkan acara langsung dilanjutkan dengan pembacaan sholawat qiyam sebagai penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.

Potret suasana ramai dan meriahnya acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H

Potret suasana ramai dan meriahnya acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H

Pasca pembukaan sholawat, KH. Zuhri Zaini menyampaikan sekapur sirih bahwa kegiatan maulid nabi ini merupakan agenda rutin PP. Nurul Jadid dan pada tahun ini juga menjadi pra acara MUSKERWIL.

“Dengan adanya acara ini semoga menjadi pererat tali silaturahmi bagi kita dalam rangka  memperingati manusia agung, manusia berjasa bagi kita dan alam semesta dan mudah- mudahan selalu di sertai ridho dan maunah Allah SWT. Sehingga dapat membawa berkah bagi kita, bagi bangsa, bagi umat, bagi pondok pesantren dan santri khususnya bagi Jam’iyah Nahdlatul Ulama,” ungkap beliau.

Lebih lanjut, terdapat sambutan dari KH. Syafrudin Syarif sebagai perwakilan Panitia Muskerwil dan Pengurus PWNU Jawa Timur dan dilanjutkan dengan ceramah agama dan doa sebagai penutup oleh Habib Sholeh Al Jufriy.

 

Penulis: Ridwan

Editor: Ponirin

Kepala Sekolah Paud Anak Shalih dinobatkan sebagai Kepala Sekolah Berprestasi se-Probolinggo

Kepala Sekolah Paud Anak Shalih dinobatkan sebagai Kepala Sekolah Berprestasi se-Probolinggo

nuruljadid.net – Kepala Sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Anak Shalih Pondok Pesantren Nurul Jadid, Mistria Harmonis ditetapkan sebagai Kepala Sekolah Berprestasi se-Probolinggo. Jum’at (29/11/2019).

Capaian tersebut langsung di berikan oleh Wakil Bupati Kabupaten Probolinggo, Drs. H. A. Timbul Prihanjoko di Halaman Kantor Bupati Tentunya capaian itu tidak ia raih dengan mudah, banyak sekali dokumen – dokumen yang harus ia persiapkan dan tes yang perlu ia jalani.

“Jadi sebelumnya, kami itu harus banyak mengumpulkan beberapa dokumen penting seperti Portofolio, Kompetensi Guru, Profil Video, 3 hal harus dimiliki oleh Kepala Sekolah yakni, Kemampuan Manajerial, Kemampuan Wirausaha, dan Kemampuan Supervisi,” ungkap alumni IAI Nurul Jadid itu kepada nuruljadid.net.

Pengalamannya selama menjadi seorang guru selama 12 tahun, tentunya ia telah mengetahui manis pahitnya menjadi seorang guru lebih – lebih bagaimana mendidik seorang murid PAUD yang baik.

Istiya Harmonis (dua dari kanan) saat menerima tropi Kepa Sekolah Terbaik di Probolinggo

Istiya Harmonis (dua dari kanan) saat menerima tropi Kepala Sekolah Terbaik di Probolinggo

“Jadi pertama, seorang guru itu harus bisa menjadi tauladan bagi seorang muridnya, kemudian harus bisa menanamkan akhlak dan perilaku yang baik dan juga seorang guru harus bisa belajar ikhlas dan sabar ketika mengajar,” tegasnya.

Kemudian istri dari Yuliadi itu menambahkan, capaian tersebut tidak akan bisa raih tanpa ada dukungan dari para staf guru di PAUD Anak Shalih, Biro Pendidikan, dan Multimedia PP. Nurul Jadid yang telah membantunya membuat video Profil PAUD.

“Menurut saya prestasi ini bukan hanya berupa piala maupun sertifikat tapi prestasi juga menjadi cambukan bagi saya sendiri untuk bisa lebih semangat lagi dalam mengabdi,” pungkasnya.

Penulis: Ahmad

Editor: Ponirin

KH. Syafruddin Syarif; Semua Pengurus PBNU Setuju MUSKERWIL dilaksanakan di PP. Nurul Jadid

KH. Syafruddin Syarif; Semua Pengurus PBNU Setuju MUSKERWIL dilaksanakan di PP. Nurul Jadid

nuruljadid.net – “Aneh bin ajaib kepemimpinan PBNU Khidmah 2018-2023 ketika membicarakan acara MUSKERWIL ternyata semua setuju ditempatkan di Pondok Pesantren Nurul Jadid dan tidak ada satupun yang menolak kenapa karna ternyata Nurul Jadid mulai dari muassis ma’had ini al mukarrom beliau KH. Zaini Mun’im diteruskan hingga dilanjutkan dengan putra – putra beliau dan seluruh keluarga besar Nurul Jadid adalah semuanya pendiri dan penggerak Nahdlatul Ulama”

Hal itu disampaikan oleh KH. Syafruddin Syarif, Perwakilan Panitia Pusat PWNU saat mengisi sambutan di Maulid Nabi PP. Nurul Jadid bersama PWNU Jawa Timur.

Kemudian beliau juga menerangkan bagaimana sepak terjang dari KH. Zaini Mun’im di dalam Nahdlatul Ulama (NU) dan juga ketika dilanjutkan oleh putra beliau, KH. Abdul Wahid Zaini.

KH. Syafruddin Syarif, Perwakilan Panitia Pusat PWNU saat mengisi sambutan di Maulid Nabi PP. Nurul Jadid bersama PWNU Jawa Timur

KH. Syafruddin Syarif, Perwakilan Panitia Pusat PWNU saat mengisi sambutan di Maulid Nabi PP. Nurul Jadid bersama PWNU Jawa Timur

“Saya sendiri tahu bagaimana perjuangan KH. Abdul Wahid Zaini sampai mendirikan berbagai lembaga-lembaga, oleh karena itu tidak heran jika Nurul Jadid dijadikan satu pilihan untuk mengadakan MUSKERWIL, karena saya yakin santri – santri Nurul Jadid baik yang alumni maupun yang ada di Pondok Pesantren ingin menjayakan Nahdlatul Ulama semuanya ingin berjuang melalui Nahdlatul Ulama dan insyaallah dengan Nahdlatul Ulama kita bersama-sama menjaga Nusantara menjaga Indonesia,” tegas beliau.

Dihadapan ribuan jamaah Maulid Nabi, beliau turut menjelaskan NU akan mengadakan MUKTAMAR ke 34 di Sumatera pada tahun 2020, dan menjelaskan beberapa rentetan acara yang akan dilaksanakan selama MUSKERWIL berlangsung.

Penulis: Ahmad

Editor: Ponirin

Semarak Bazar di Acara Muskerwil I PWNU Jatim

nuruljadid.net- Semarak Bazar Nusantara pada acara Musyawarah Kerja Wilayah  I  Pengurus Wilayah Nadhatul Ulama Jawa Timur (Muskerwil I PWNU Jatim) menjadi objek wisata santri Nuul Jadid dan masyarakat sekitar pondok. Panitia Pelaksana  mengadakan  stand Bazar Nusantara (Bazar Nu) bertempat di Lapangan Ayaman Pondok Pesantren Nuul Jadid Paiton, Probolinggo. Ikut serta mengadakan bazar ini merupakan perwakilan beberapa lembaga-lembaga yang ada di naungan Nurul Jadid dan juga lembaga diluar Nurul Jadid, diantaranya PP. Sidogiri, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), PP. Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Universitas Islam Malang (UNISMA).

 Tak hanya delegasi lembaga saja akan tetapi turut memeriahkan bazar tersebut alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid Probolinggo, diantaranya: Pengurus Pembantu Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid Lumajang (P4NJ Lumajang), Pengurus Pembantu Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid Jember  ( P4NJ JEMBER). Sebenarnya Bazar bukan kali pertama diadakan di Pondok Nurul Jadid, namun kali ini bazar cukup meriah. Bazar Nusantara menjual beberapa makanan, buku, baju NU, foto ulama NU, kopi dan beberapa produk lainnya serta mempromosikan hasil karya santri dan masyarakat NU dan pemberian susu gratis, pemeriksaan gratis oleh Klinik Az-zainiyah Pondok Pesantren Nurul Jadid.

“Senang banget bisa berpartisipasi di bazar ini karena selain kita bisa mencicipi beberapa makanan yang ada kita dapat menambah wawasan dari stand –stand yang menyediakan buku-buku bacaan dan beberapa ilmu pengetahuan baru seperti halnya stand dari BPA Nurul Jadid yang memberitahukan cara menjaga kesehatan dengan baik dan benar.”Ujar  wilda salah satu pengunjung bazar yang masih merupakan santri aktif MA Nurul Jadid

Bazar Nusantara telah ramai dikunjungi para pengunjung sejak dibuka pada hari kamis (28/11) kemarin, terhitung pada saat ini bazar nusantara telah memasuki hari kedua. Bazar Nusantara berlangsung selama 3 hari kedepan yang berakhir pada hari sabtu tanggal 30 November pada hari itu pula penghujung acara Muskerwil NU.

Pewarta; Al-mukhtar

Editor : Ponirin Mika

Berkunjung ke Bazar Nusantara, Beginilah Respon Kiai Zuhri terhadap Produk Alumni

Berkunjung ke Bazar Nusantara, Beginilah Respon Kiai Zuhri terhadap Produk Alumni

nuruljadid.net – Pengasuh PP. Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri Zaini dersama KH. Marzuki Mustamar, Ketua PWNU Jawa Timur mengunjungi Bazar Nusantara, Jum’at (29/11/2019) di Lapangan Ayaman PP. Nurul Jadid. Selain itu, beliau juga didampingi oleh Pengurus PWNU Jawa Timur dan Personel Keamanan dan Ketertiban (KAMTIB) PP. Nurul Jadid.

Kiai Zuhri, sapaan akrab Pengasuh PP. Nurul Jadid berdawuh bahwa jalan-jalan ke Bazar Nusantara adalah keinginan dari Ketua PWNU Jawa Timur, juga Bazar Nusantara merupakan rangkaian acara pada pelaksanaan Muskerwil di PP. Nurul Jadid.

Kiai Marzuki Mustamar bersama Istri saat mengunjungi stan P4NJ Lumajang di BAzar Nusantara Muskerwil

Kiai Marzuki Mustamar bersama Istri saat mengunjungi stan P4NJ Lumajang di Bazar Nusantara Muskerwil

Membutuhkan 1 jam lebih untuk mengelilingi serta mengetahui produk-produk yang dipamerkan di Bazar Nusantara, Kiai Zuhri memberikan respon tentang produk yang dihasilkan oleh Alumni PP. Nurul Jadid yang terorganisir oleh Pengurus Pembantu Pondok Pesantren Nurul Jadid (P4NJ) diantaranya; P4NJ Probolinggo, Jember dan Lumajang.

“Membanggakan, namun dari pesantren sendiri perlu ada wadah untuk menghubungkan (jaringan)” dawuh Pengasuh PP. Nurul Jadid.

“Bidang Usaha harus mengkoordinir produk-produk alumni dan perlu mencari manager yang mampu menekuninya (produk alumni, red)” pungkas Kiai Zuhri.

Penulis: Ahmad

Editor: Ponirin