Semarakkkan MUSKERWIL, MTs Nurul Jadid Buka Stan Bazar dengan Harga Bersahabat

Semarakkkan MUSKERWIL, MTs Nurul Jadid Buka Stan Bazar dengan Harga Bersahabat

nuruljadid.net – MUSKERWIL, Musyawarah Kerja Wilayah PWNU I Jawa Timur di Pondok Pesantren Nurul Jadid diramaikan dengan Bazar Nusantara yang memamerkan aneka produk mulai dari makanan, baju, souvenir dan lain sebagainya. MTs Nurul Jadid contohnya, stand di nomer 23 itu memamerkan aneka macam produk diantaranya; sarung, baju koko, souvenir, buku islami (novel, kitab aswaja dll), Kopyah Nasional NU dan Lukisan tokoh.

Husein Haqiqi, pengajar MTs Nurul Jadid menyampaikan, keikutsertaan MTs Nurul Jadid di bazar MUSKERWIL adalah untuk menyemarakkan serta memeriahkan acara tersebut. Selain itu juga media promosi almamater MTs Nurul Jadid kepada khalayak umum terutama para peserta MUSKERWIL yang berkunjung ke Bazar Nusantara.

Potret suasana stan MTs Nurul Jadid di Bazar Nusantara

Potret suasana stan MTs Nurul Jadid di Bazar Nusantara

Menyisir dari nominal, produk-produk tersebut dijual dengan harga yang terjangkau sesuai dengan jenis produknya masing-masing. Dimulai dari harga puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah.

“untuk harga lukisan, bermacam-macam harga sesuai dengan tingkat kesulitan dan besar lukisan yang dipesan. Minimal harga yang dipasang sebesar Rp. 50.000,- dan maksimal 75.000,-” ujar Husen Haqiqi sembari menyunggingkan senyumannya.

“untuk durasi pekerjaan juga menyesuaikan dengan tingkat kesulitannya, ada yang terselesaikan dalam tempo 2 jam hingga 8 jam” pungkas Husein Haqiqi kepada nuruljadid.net.

Penulis: Ahmad

Editor: Ponirin

40 Stan di Bazar Nusantara Siap Ramaikan MUSKERWIL I PWNU JATIM

40 Stan di Bazar Nusantara Siap Ramaikan MUSKERWIL I PWNU JATIM

nuruljadid.net – Dalam rangka menyambut Musyawarah Kerja Wilayah (MUSKERWIL) Jawa Timur di Pondok Pesantren Nurul Jadid yang akan dilaksanakan pada tanggal 29 – 30 November 2019, panitia lokal MUSKERWIL menggelar Bazar Nusantara yang bertempat di lapangan Ayaman PP. Nurul Jadid. Dan terhitung sebanyak 40 stan yang memeriahkan bazar tersebut; yang terdiri dari 2 komponen utama yaitu PP. Nurul Jadid dan stan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur.

Untuk peserta dari stan PP. Nurul Jadid sendiri, terdiri dari berbagai Lembaga seperti Ikatan Perempuan Yayasan Nurul Jadid (IPYNJ), Pengurus Pembantu PP. Nurul Jadid (P4NJ) Jember, Probolinggo dan Lumajang serta tiap – tiap lembaga Pendidikan yang ada dibawah naungan PP. Nurul Jadid.

Mengenai jam buka bazar, Ahmad Fuadi, Koordinator Bazar MUSKERWIL mengatakan jam buka bazar pada jam 07.00 – 17.00 WIB kemudian akan buka kembali pada pukul 19.00 – 23.00 WIB.

Santri putra memadati Bazar Nusantara

Santri putra memadati Bazar Nusantara MUSKERWIL I PWNU JATIM

Selain itu, pihak panitia lokal juga memberikan kesempatan bagi para santri untuk turut serta memeriahkan dan berkunjung dalam kegiatan bazar tersebut sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan yaitu pada hari kamis untuk santri putra dan hari Jumat untuk santri putri sedangkan hari sabtu untuk umum.

“Dan kami juga memeriahkan bazar kali ini dengan mengadakan lomba mewarnai tingkat TK/RA se kecamatan Paiton yang disetiap sekolah itu maksimal mengirimkan 5 peserta jadi kami hitung seluruhnya itu sekitar 300 peserta pada besok pagi jam 06.00 WIB dan juga nantinya kita akan mengadakan penampilan dari tahfidz cilik yang merupakan santri PP. Nurul Jadid,” ungkapnya kepada nuruljadid.net saat ditemui langsung di tempat stan bazar.

Penulis: Salim

Editor: Ponirin

BKLHNJ Kerahkan 355 Personel selama Muskerwil Berlangsung

BKLHNJ Kerahkan 355 Personel selama Muskerwil Berlangsung

nuruljadid.net – Bidang Konservasi Lingkungan Hidup (BKLH), Pondok Pesantren Nurul Jadid mengerahkan 355 personel yang terdiri dari 222 personel putra dan 133 personel putri untuk menjaga kebersihan lingkungan PP. Nurul Jadid selama acara MUSKERWIL berlangsung sejak tanggal 29 – 30 November 2019.

Dari banyaknya personel itu, BKLHNJ membaginya ke beberapa posko yang bernama POS KASIH (Pos Komando Kebersihan) yang akan didirikan disetiap tempat yang digunakan untuk acara – acara MUSKERWIL.

Selain itu, BKLHNJ turut mengadakan stiker Call Center dan Pengaduan Layanan Kebersihan yang akan ditempelkan disetiap posko dan tempat acara MUSKERWIL berlangsung.

“Jadi nantinya, dengan adanya stiker Call Center dan Pengaduan Layanan Kebersihan itu para tamu atau pengunjung yang mempunyai keluhan terhadap kebersihan di lingkungaan PP. Nurul Jadid untuk menghubungi nomor yang tersedia di stiker tersebut, ” ungkap MS. Rokhim,  Wakil Ketua BKLH saat ditemui nuruljadid.net. Rabu (27/11/2019).

Potret suasana bersih-bersih santri di Area Pondok Pesantren Nurul Jadid

Potret suasana bersih-bersih santri di Area Pondok Pesantren Nurul Jadid

“Pas ketika MUSKERWIL berlangsung, personel BKLHNJ yang telah dibagi disetiap posko itu harus menjaga kebersihan dan lingkungan contohnya ketika ada sampah yang berserakan langsung dibuang ditempatnya dan juga melarang para tamu atau pengunjung untuk tidak duduk ditaman,” tegasnya.

Selain itu, pada selasa malam kemarin. BKLHNJ turut membersihkan seluruh seluruh toilet dan tempat wudlu’ secara serentak bersama para santri yang wilayah atau asramanya mempunyai jadwal.

Pewarta: Ahmad

Editor: Ponirin

Sambut Muskerwil, Nurul Jadid Ramai Dipenuhi Bendera NU

Sambut Muskerwil, Nurul Jadid Ramai Dipenuhi Bendera NU

nuruljadid.net – Ratusan bendera Nahdlatul Ulama dan umbul – umbul selamat datang di Pondok Pesantren Nurul Jadid untuk menyambuat acara MUSKERWIL berjejer rapi dengan diawali Gapuran Bambu terlihat elegan dijalan simpang empat Tanjung Karanganyar.

Jika terus berjalan ke utara, mengitari jalan sang pendiri PP. Nurul Jadid, KH. Zaini Mun’im. Berjejer ratusan bendera hijau pekat dengan tulisan arab ditengahnya terbaca, Nahdlatul Ulama. Berkibar dipinggir kanan dan kiri jalan seolah – olah melambai kepada setiap pengendara yang melihatnya.

Pondok Pesantren Nurul Jadid diramaikan dengan rambu-rambu menyambut pelaksanaan MUSKERWIL

Pondok Pesantren Nurul Jadid diramaikan dengan rambu-rambu menyambut pelaksanaan MUSKERWIL

Jika telah tiba dipintu gerbang, semakin terasa pula bahwa PP. Nurul Jadid siap menggelar acara MUSKERWIL yang mengundang 700 Ulama dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama se Jawa timur dan lebih hebatnya lagi 2000 orang diperkiran akan hadir.

Hal itu jelas terpancar dengan berdirinya dengan gagah tenda – tenda acara. Belum lagi, Aula – aula, Musholla serta Masjid Jami’ Nurul Jadid siap untuk ditempati acara.

Pewarta: Ahmad

Editor: Ponirin

Himbauan untuk Wali Santri di Acara Muskerwil I PWNU Jawa Timur

Penting, Berikut Area Parkir Pada Saat Muskerwil Berlangsung

nuruljadid.net – Sebanyak 700 Ulama/ Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama se Jawa timur akan diundang dalam MUSKERWIL dan diperkirakan sekitar 2000 orang akan berkunjung dalam acara yang bertempat di Pondok Pesantren Nurul Jadid itu.

Melihat dari banyaknya orang yang akan datang, Pengurus PP. Nurul Jadid membagi perparkiran menjadi 5 lokasi.Yang pertama, parkiran di Halaman Musholla Riyadlussholihin yang para masyayikh yang akan dalam acara MUSKERWIL.

Yang kedua, parkiran halaman MA Nurul Jadid teruntuk Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Yang ketiga, parkitan halaman Gedung Rektorat Universitas Nurul Jadid yang diperuntukkan tamu – tamu VVIP seperti para Gubernur, Bupati ataupun wali kota.

Kemudian yang keempat, parkiran halaman MTs Nurul Jadid dan SMK Nurul Jadid teruntuk tamu VIP ataupun para pengurus PBNU yang tidak mendapati parkiran di halaman MA Nurul Jadid.

Yang terakhir, parkiran untuk umum yang roda 2 berada di jalur Gedung MA 1 Probolinggo putri, sedangkan untuk Roda 4 akan diparkir di Lapangan PP. Nurul Jadid dan parkir khusus Bis akan ditempatkan di halaman Masjid Baitis Salam, Tanjung kecuali peserta MUSKERWIL yang mengikuti rangkaian kegiatan di Pesantren Nurul Jadid.

Mengenai biaya, Ahmad Sulaiman Koordinator Parkir Panitia MUSKERWIL mengatakan, biaya parkir digratiskan baik parkir yang VIP ataupun yang umum.

“Kami himbau kepada seluruh tamu atau pengunjung MUSKERWIL bagi yang berkendara roda 2 ketika memarkirkan kendaraannya untuk  menyimpan helm dengan baik, dan barang – barang yang sekiranya penting seperti jaket, tas ataupun selainnya untuk segera dibawa. Karena kehilangan barang bukan tanggung jawab kami (panitia parkir MUSKERWIL, red),” tegasnya saat dihubungi nuruljadid.net.

Pewarta: Ahmad

Editor: Ponirin

Himbauan untuk Wali Santri di Acara Muskerwil I PWNU Jawa Timur

Himbauan untuk Wali Santri di Acara Muskerwil I PWNU Jawa Timur

nuruljadid.net – Pada tanggal 29 s/d 30 November 2019 mendatang, Pondok Pesantren Nurul Jadid ditunjuk oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur sebagai tuan rumah Musyawarah Kerja Wilayah (MUSKERWIL) PWNU Jawa timur.

Sesuai pantauan nuruljadid.net, MUSKERWIL kali ini akan dihadiri sedikitnya 700 Ulama/Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama se Jawa timur dan diperkirakan akan dihadiri pengunjung kurang lebih 2000 orang.

Melihat dari banyaknya tamu dan pengunjung yang akan bertandang, pengurus PP. Nurul Jadid menghimbau kepada seluruh wali santri untuk tidak mengunjungi putra – putrinya selama MUSKERWIL berlangsung yakni tanggal 28 – 30 November 2019.

Himbauan tersebut sesuai dengan surat pemberitahuan PP. Nurul Jadid kepada seluruh wali santri dengan nomor surat, NJ-B/0919/A.IX/11.2019 tertanggal 20 November 2019 dan dibubuhi dengan stempel PP. Nurul Jadid serta tanda tangan Kepala PP. Nurul Jadid, KH. Abdul Hamid Wahid

Pewarta: Ahmad

Editor: Ponirin

Surat edaran resmi dari Pondok Pesantren Nurul Jadid untuk Wali Santri

Surat edaran resmi dari Pondok Pesantren Nurul Jadid untuk Wali Santri

Pemasangan Bendera NU Oleh Ratusan Santri Nurul Jadid

nuruljadid.net- Menjelang muskerwil I PWNU Jatim panitia sibuk mempersiapkan kebutuhan tempat, logistik, pameran, bazar  umbul-umbul dan bendera NU sejak 2 minggu sebelum pelaksanaan muskerwil. Muskerwil I PWNU akan dilaksanakan pada tanggal 28-30 Nopember 2019 bertempat di Pondok Pesantren Nurul Jadid. Yang akan diikuti oleh ribuan peserta dari unsur masyayikh NU, asatidz NU dan pengurus NU lainnya.

Tidak hanya panitia yang sibuk bekerja namun ratusan santri Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo ikut terlibat, seperti gambar yang ada diatas.

Ahmad Rifai salah seorang santri berasal dari madura mengatakan “Saya ikut terlebibat memasang bendera NU ini demi NU, karena saya mengharap barokah kiai NU baik yang telah wafat dan masih hidup. Sebagai santri saya percaya adanya barokah itu, karena kepercayaan terhadap barokah diajarkan oleh Pesantren”.

Pemasangan bendera dilakukan malam hari mulai dari habis isya sampai selesai di sepanjang jalan menuju Pesantren Nurul Jadid.

Pewarta : PM

Gapura Bambu Meriahkan Muskerwil I PWNU Jatim

nuruljadid.net- Tidak seperti biasanya, pintu masuk Tanjung menuju Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, terlihat sangat indah dan unik. Maklum, gapura bambu terpajang dipintu masuk sebelah kanan dan kiri. Gapura ini untuk menyambut kegiatan muskerwil yang akan dilaksanakan pada tanggal 28-30 di Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Pemerintah Desa Karanganyar, Paiton, Probolinggo ikut andil dalam memeriahkan muskerwil I PWNU jatim 2019 kali ini. ini tidak lepas dari diselenggarakannya muskerwil di Pondok Pesantren Nurul Jadid,” Ucap Kabag Humpro Ustadz Ernawiyadi Munsy.

“Partisipasi desa memang kami harapkan untuk memeriahkan. Dan pembuatan gapura dari bambu yang unik itu, bagian dari bentuk dukungan desa terhadap muskerwil I PWNU Jatim,” Sambungnya.

Rozi pengemudi becak tanjung-pondok ikut senang melihat gapura yang sudah menghiasi pintu masuk jalan menuju pondok.

“Saya sebagai masyarakat tanjung ikut bangga dengan adanya muskerwil ini. Juga saya bersyukur desa saya bisa ikut andil memeriahkannya.

 

Pewarta : PM

Sukseskan Muskerwil Dengan Khotmil Qur’an

nuruljadid.net- Tradisi yang dilakukan oleh Pondok Pesantren untuk mengsukseskan kegiatan disamping mendesain konsep yang matang dan baik juga memohon kepada Allah dengan bentuk kegiatan khotmil qur’an dan istighasah, seperti yang saat ini dilaksanakan oleh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo. Ungkap Ustadz Saili Aswi Sekretaris Biro Kepesantren sekaligus panitia muskerwil.

Satu bulan pra acara muskerwil I PWNU Jatim, kita sudah meminta seluruh santri Nurul Jadid untuk mendoakan agar kegiatan muskerwil sukses, tentunya dengan kegiatan-kegiatan pernak pernik lainnya yang ikut berpatisipasi pada suksesnya muskerwil I PWNU Jatim ini, Kata Ustadz Didik P. Wicaksono, Bagian Humas di Kepanitiaan Muskerwil.

Kegiatan muskewil akan berlangsung dua hari sejak tanggal 28-30 bertempat di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo.

“Kita berharap dengan keterlibatan semua elemen dalam mensukseskan kegiatan ini, bisa mendapat barokah dari para sesepuh NU,” Sambung Ustadz Didik

 

Pewarta : PM

Apresiasi KPU Terhadap Santri Nurul Jadid Sebagai Pemilih Pemula Cerdas

nuruljadid.net- Komisioner Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Probolinggo, memberikan apresiasi kepada santri Pondok Pesantren Nurul Jadid karena mampu menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pemateri dari KPU. Pertanyaan tentang kepemiluan yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo (26/11) pukul 10. 00 WIB.

Saya cukup bangga melihat antusiasme santri Pondok Pesantren Nurul Jadid dalam mengikuti acara sosialisasi seperti ini, apalagi mereka mencatat beberapa hal penting yang disampaikan oleh pemateri dari KPU dan mapu menjawab 12 pertanyaan dengan tuntas, hal ini diungkapkan oleh Dr. Ali Wafa, M.Pd usai acara sosialisasi.

“Alhamdulillah, saya bisa ikut acara ini. ini sangat penting untuk saya ikuti. Sangat bermanfaat bagi saya dan saya lebih paham materi kepemiliuan,’ Ucap Icha santri kels XII Madrasah Aliyah Nurul Jadid.

“Santri Nurul Jadid cerdas-cerdas mereka langsung paham dan ngerti dengan cepat materi yang diasampaikan tadi,” Kata Ibu Ririn Puji Astutik Staf Humas KPU sekaligus sebagai pemateri pada kegiatan tersebut.

 

Pewarta : PM

Komisioner KPU : Jangan Memilih Karena Uang

nuruljadid.net- Pendidikan politik bagi pemilih pemula dan perempuan sebuah keniscayaan. Kegiatan ini dimaksudkan agar mereka melek politik. Politik yang terlahir dari sebuah kesadaran bukan karena uang, seperti yang diungkapkan oleh Komisioner KPU Divisi Parmas Dr. Ali Wafa, M.Pd sekaligus alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo pada acara Sosialisasi Pemilih Pemula dan Perempuan di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton (26/11) pukul 10. 00 WIB.

Kegiatan ini dihadiri oleh 120 siswa perwakilan dari sekolah tingkat SLTA dibawah naungan Yayasan Nurul Jadid.

“Pemilih pemula ini masih fress, belum terkontaminasi oleh politik kepentingan, disinilah tugas KPU untuk memberikan pendidikan politik yang benar. Mereka memilih bukan karena uang atau disebut dengan money politic,” Sambung Dr. Ali Wafa.

“Kegiatan ini baik untuk terus dilakukan secara berkesinambungan agar mereka pemilih pemula benar benar paham,” Ucap Ponirin Mika Kasubbag Humas dan Infokom PP. Nurul Jadid.

Pewarta : PM

Kabag Humpro: Sosialisasi Pemilih Pemula Oleh KPU Sangat Penting

nuruljadid.net- Sosialisasi kepada pemilih pemula dan perempuan dengan metode tatap muka merupakan kegiatan yang cukup penting, karena ini merupakan ilmu baru bagi para pemilih pemula agar tahu bagaimana menjadi pemilih pemula yang baik. Hal ini seperti di ungkapkan oleh Kabag Humpro Ustadz Ernawiyadi Munsyi pada acara sosialisasi kepada pemilih pemula dan perempuan bertempat di Aula Pesantren II (26/11) pukul 10.00 WIB.

Hadir pada acara sosialisasi pemilih pemula dan perempuan oleh KPU Kabag Humpro Ustadz Ernawiyadi, Kasubbag Huminfo Ponirin Mika, Kasubbag Protokoler Dr. Bashori Alwi, Komesioner KPU Probolinggo Dr. Ali Wafa, Staf Humas KPU Probolinggo Rini Puji Astuti dan beberapa staf KPU.

“Saya berharap kegiatan ini bisa menambah wawasan berpolitik yang baik, terutama kepada anak didik kami sebagai pemilih pemula,” Sambung Ustadz Ernawiyadi di ujung sambutannya.

Sebanyak 120 peserta yang hadir mengikuti kegiatan sosiaisasi oleh KPU mereka perwakilan dari masing-masing sekolah tingkat SLTA se-Nurul Jadid.

 

Pewarta : PM

 

PBDNJ Borong 18 Medali Nasional

PBDNJ Borong 18 Medali Nasional

nuruljadid.net – Perguruan Bela Diri Nurul Jadid sukses menyabet 18 medali yang terdiri dari 12 medali emas, 1 medali perak, dan 5 medali perunggu di Kejuruan Nasional (Kejurnas) Kota Pahlawan Championship 1 2019. Selasa (25/11/2019).

Berlangsung di GOR Pertama ITS Surabaya, lomba tersebut diadakan oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) bersama Pemerintah Kabupaten Surabaya dan dimulai sejak tangal 23 – 25 November 2019 yang diikuti oleh seluruh Perguruan pencak silat se- Indonesia.

Junaedi, Wakil ketua sekaligus pelatih PBDNJ yang turut serta mendampingi ke tempat lomba menyampaikan rasa bangganya atas apa yang telah diraih oleh anak didiknya.

“Bersyukur kepada allah SWT bisa di berikan juara, Pastinya senang dan bangga melihat para atlet PBDNJ juara karena prosesnya teman – teman PBDNJ ketika persiapan lomba sangat berat dan butuh proses yg matang, mungkin sudah hak mereka hingga di beri juara. Karena proses yg keras tidak akan menghianati hasil,” tegasnya saat dihubungi nuruljadid.net via telepon.

Peserta PBDNJ (Seragam hitam) saat mengikuti lomba

Peserta PBDNJ (Seragam hitam) saat mengikuti lomba

Selain itu, Aulia Akbar Maulana, Koordinator Prestasi dan Humas PBDNJ turut merasa bangga atas pencapaian PBDNJ ditingkat nasional.

“Perasaan saya sangat senang dan bangga atas prestasi mereka tapi kami sangat menyayangkan kurang maksimal karena masih banyak yang perlu kami perbaiki terkait kekompakan dan stamina para ank didik,” ungkapnya.

“Seluruh prestasi ini kami berikan pertama kepada orang tua Meraka masing masing dan Pesantren khususnya Biro Pengembangan Bidang PPM yang sudah selalu membantu dan mendukung kami,” imbuhnya.

Penulis : Ahmad

Editor : Ponirin

Rapat Koordinasi Persiapan Muskerwil I PWNU Jatim

nuruljadid.net- Dalam rangka persiapan kegiatan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) I PWNU Jawa Timur, yang ditempatkan di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo 29-30 Nopember 2019, Panitia Wilayah bersama Panitia Lokal mengadakan rapat koordinasi bertempat di ruang rapat Universitas Nurul Jadid, Ahad (24/11).

Hadir pada rapat koordinasi Ketua Panitia Muskerwil I PWNU Jatim Dr. H. Makruf, Sekretaris  H. Syamsudin, Bendahara  Dr. Edi bersama beberapa panitia PWNU dan  Panitia Lokal H. Faizin Syamwil, Sekretaris Ustadz Agus Fanani bersama koordinator bidang di kepanitiaan lokal.

Turut hadir pula Kepala Pesantren Nurul Jadid KH. Abdul Hamid, Wakil Kepala Pesantren KH. Najiburrahman Wahid, Direktur Klinik Az-Zainiyah Nyai HJ. Khodijatul Qodriyah, Wakil Sekretaris Pesantren Nyai Hj. Muthmainnah. Pertemuan tersebut sebagai cheking kepanitiaan tugas panitia wilayah dan panitia lokal.

Ustadz Agung P. Wicaksono bagian humas panitia lokal menyampaikan “Adanya rapat koordinasi tersebut untuk mensingkronkan, mensinergikan dan mengintegrasikan tugas pokok dari masing-masing kepanitian baik panitia PW maupun panitia lokal”.

“Hal ini dimaksudkan agar bisa meminimalisir tumpang tindih tugas apa yang menjadi kewenangan masing-masing kepanitiaan,” Sambung Ustadz Agung.

 

Pewarta : PM

Bisnis Kreatif Mahasiswa FAI di Hari Wisuda

nuruljadid.net- Momen wisuda tentu merupakan hari yang ditunggu oleh seluruh mahasiswa, termasuk juga oleh mahasiswa Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo (UNUJA). Hari ini (23/11) wisuda gelombang ke II dilaksanakan bertempat di AULA Universitas Nurul Jadid. Wisuda tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini ada tiga kali secara bertahap dilakukan dalam pelaksanaan wisuda.

Hal ini seperti diungkapkan oleh Dr. Bashori Alwi salah seorang Dosen Universitas Nurul Jadid. ” Tahun ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelunya, dari begitu banyaknya mahasiswa yang akan di wisuda, maka panitia melaksanakan wisuda dengan tiga gelombang yang bertahap, semua ini dimaksudkan agar lebih tertib dan memudahkan kinerja panitia,”.

Sementara disisi lain yang tak luput dari pengamatan Infokom Nurul Jadid, adanya bisnis kreatif oleh mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Jadid, mereka memaksimalkan moment wisuda kali ini dengan menjual hasil produk mereka.

Aisyatul Humairo salah satu mahasiswa UNUJA Prodi FAI mengatakan, ” Kami menjual produk-produk yang dibuat oleh kami dan kakak kelas kami, disamping sebagai promosi juga untuk mendatangkan uang yang nantinya akan diberikan kepada Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) agar bisa digunakan untuk kegiatan-kegiatan kemahasiswaan. Alhamdulillah, pengunjung banyak yang senang dan banyak pula yang membeli,”.

“Kami akan terus memasarkan produk mahasiswa UNUJA pada setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh Pesantren dan Universitas Nurul Jadid,’ Ucap Dewi Setia Mahasiswa FAI semester 3.

 

Pewarta : PM