KH. Marzuki Mustamar; Membela Agama Wajib, Membela Negara Itu Juga Wajib

KH. Marzuki Mustamar; Membela Agama Wajib, Membela Negara Itu Juga Wajib

nuruljadid.netDalam acara Pembukaan Musyawarah Kerja Wilayah NU Jawa Timur ke-1 Jum’at (29/11/2019) di Halaman Kantor Pusat PP. Nurul Jadid, KH. Marzuki Mustamar, Ketua PWNU Jawa Timur memberikan sambutan yang isinya adalah anjuran kepada masyarakat Indonesia, khususnya kaum Nahdliyyin untuk menjaga persatuan dan kesatuan Negara Republik Indonesia (NKRI).

Dalam sambutannya tersebut, beliau menyampaikan terdapat dua hal yang perlu ditekankan pada kaum nahdliyyin yaitu islamiah dan wathoniah.

“kita ingin bareng-bareng bekerjasama, kompak dan solid dalam menjaga kesatuan keduanya, kalau hanya islamiah tanpa wathoniah itu radikal” jelas beliau.

Selanjutnya, beliau memberikan sedikit pemaparan mengenai komitmen ber-NKRI, yakni hubbul wathon minal iman. Dengan itu beliau menginginkan kita masyarakat nahdliyyin, melakukan pengembangan dari sisi-ekonomi, pendidikan, dan sosial. Bahwa tiga hal tersebut juga termasuk dalam hubbul wathon minal iman serta kelestarian agama.

KH. Marzuki Mustamar, Ketua PWNU Jawa Timur pada saat sambutan di Pembukaan MUSKERWIL

KH. Marzuki Mustamar, Ketua PWNU Jawa Timur pada saat sambutan di Pembukaan MUSKERWIL I

“menjaga agama itu wajib, membela negara itu wajib”, begitu dawuh beliau yang ditujukan untuk memberikan pemahaman bahwa menjaga keutuhan negara itu penting, sebab negara merupakan tempat dimana kita melaksanakan semua aktivitas ibadah.

Ketua PWNU Jawa Timur tersebut juga tidak menginginkan adanya perpecahan dalam tubuh ummat islam khususnya warga Nahdlatul Ulama

“dalam ber-nasionalisme, kita sama-sama melaksanakan Hubbul wathon minal iman maka tidaklah direstui adanya perpecahan” jelas KH. Marzuki (sapaan akrab Ketua PWNU Jawa Timur).

“Tidak ada alasan untuk memecah belah, tetap sami-sami NU, tetap sami-sami PWNU” Sambung beliau dalam sambutannya.

Terakhir, Kiai Marzuki mengungkapkan beberapa perkembangan yang ingin dicapai oleh PWNU Jawa Timur. Yakni; Pertama, mengenai perkembangan Lembaga pendidikan NU, agar nantinya Lembaga NU mampu menjadi Lembaga-lembaga Unggulan. Kedua, berkaitan dengan Proyek sertifikasi tanah waqof, yang diusahkan untuk menjaga tanah-tanah yang sudah diwaqofkan bagi keperluan ummat nahdliyyin. Terakhir, meningkatkan sumber daya manusia khususnya masyarakat pinggiran yang ekonomi dan pendidikannya rendah, yang umumnya memiliki kultural NU.

KH. Moh. Zuhri Zaini; Semoga MUSKERWIL ini Bisa Memperkokoh Hubungan Silaturahim Kita

KH. Moh. Zuhri Zaini; NU, Pesantren dan Bangsa Tidak Dapat Dipisahkan

nuruljadid.net – “NU, Pesantren, dan Bangsa Negara itu tidak dapat dipisahkan, karena yang mendirikan NU adalah orang pesantren. Serta peran pendahulu dalam mendirikan NKRI” begitulah Dawuh KH. Moh. Zuhri Zaini, Pengasuh PP. Nurul Jadid dalam sambutannya pada Acara Pembukaan Muskerwil PWNU I Jawa Timur (29/11/2019) di Halaman Kantor Pusat PP. Nurul Jadid.

Lanjut, Kiai Zuhri (sapaan akrab Pengasuh PP. Nurul Jadid) juga memberikan respon terhadap adanya pelaksanaan Hari Santri Nasional (HSN) agar kita tidak terlalu dengannya (HSN, red) karena tetap yang mempunyai peran dan jasa adalah para pendahulu. Sehingga , untuk semua penurus dapat meniru para pendahulu. Sehingga melalui Jamiyah Nahdlatul Ulama dapat melalukan estafet perjuangan para pendahulu, khususnya bagi para santri agar tetap istiqomah.

Kiai Zuhri pada saat sambutan di Pembukaan MUSKERWIL I PWNU JAWA TIMUR

Kiai Zuhri pada saat sambutan di Pembukaan MUSKERWIL I PWNU JAWA TIMUR

“orang yang mempunyai kemuliaan yang masa lalu, dan bisa membuat kemulyaan baru untuk dirinya sendiri” tambah beliau.

Selain itu, dalam sambutannya Kiai Zuhri menyampaikan bahwa, merupakan suatu kehormatan, kebahagiaan, dan kebangaan Pondok Pesantren Nurul Jadid ditunjuk Sebagai tuan rumah Muskerwil I PWNU Jawa Timur.

“ini merupakan suatu kebanggan dan sekaligus besar barokanya, baik barokah yang nampak maupun yang tidak nampak” Dawuh beliau.

Selain itu, harapan beliau untuk semua penerus NU dapat lebih bersemangat serta dapat memperkokoh ukhuwah Islamiyah.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ibu Khofifah Indar Parawansah (Gubernur Jawa Timur), KH. Miftahul Akhyar, KH. Said Aqil Sirodj, Menteri Desa Pengembangan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia (Bapak Halim Iskandar), Ibu H. Ida Firdausiyah (Menteri Ketenagakerjaan), KH. Anwar Iskandar, KH. Marzuki Mustamar, Perwakilan Menteri Perdagangan, Gubernur BI, Forkopimda Jatim, dan Bupati Probolinggo.

 

Penulis: JMN

Editor: Ponirin

KH. Moh. Zuhri Zaini; Semoga MUSKERWIL ini Bisa Memperkokoh Hubungan Silaturahim Kita

KH. Moh. Zuhri Zaini; Semoga MUSKERWIL ini Bisa Memperkokoh Hubungan Silaturahim Kita

nuruljadid.net – “Adalah suatu kehormatan karena pondok pesantren nurul jadid ditunjuk tempat MUSKERWIL, ini merupakan suatu kebanggaan dan besar barokahnya baik barokah yang tampak dan barokah yang tidak tampak dan semoga MUSKERWIL ini bisa memperkokoh hubungan silaturahim kita serta persatuan bangsa dan negara indonesia”.

Hal itu disampaikan oleh KH. Zuhri Zaini Pengasuh PP. Nurul Jadid saat mengisi sambutan diacara pembukaan MUSKERWIL Jawa Timur dihadapan 700 peserta MUSKERWIL.

Sebagai tuan rumah, beliau turut mengingatkan kepada para peserta MUSKERWIL bahwasanya banyak ajaran yang dimungkinkan akan mengancam persatuan dan keutuhan bangsa.

Kiai Zuhri pada saat sambutan di Pembukaan MUSKERWIL I PWNU JAWA TIMUR

Kiai Zuhri pada saat sambutan di Pembukaan MUSKERWIL I PWNU JAWA TIMUR

“Tentu tugas kita, para kaum Nahdliyin untuk membentengi diri dari paham dan ajaran tersebut. Karena pada dasarnya NU dan pesantren tidak bisa dipisahkan dengan keutuhan bangsa dan negara,” tutur beliau dengan lembut.

Pengasuh PP. Nurul Jadid ke 4 itu, bersyukur karena pada era pemerintahan Presiden Jokowi telah meresmikan Hari Santri Nasional pada tanggal 22 Oktober 2019.

“Namun kita tidak boleh terlalu berbangga, karena yang punya jasa adalah pendahulu kita. Semoga kita menjadi sebaik-baik manusia melalui jamiyah nu kita bisa meneruskan estafet kepemimpinan khususnya kepada para santri yang masih ada di pesantren ini,” pungkas beliau.

Penulis: Ridwan

Editor: Ponirin

Kunjungi Bazar Nusantara, Beginilah Respon Ketua PWNU Jawa Timur

Kunjungi Bazar Nusantara, Beginilah Respon Ketua PWNU Jawa Timur

nuruljadid.net – KH. Marzuki Mustamar, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur mengunjungi stan Bazar Nusantara di Lapangan Ayaman PP. Nurul Jadid, Jum’at (29/11/2019) Sore hari. Beliau menilai Bazar Nusantara yang diselegararkan oleh panitia sangat luar biasa. KH. Marzuki Mustamar tidak hanya sendirian beliau di dampingi oleh istri tercinta (Hj. Saidah), Pengasuh PP. Nurul Jadid (KH. Moh. Zuhri Zaini) serta juga didampingi oleh panitia Muskerwil.

Selain itu, beliau juga mengapresiasi kegiatan bazar ini. Beliau menyampaikan bahwa NU dan pesantren memiliki potensi ekonomi yang luar biasa.

“Luar biasa, jadi ini menunjukan potensi ekonomi yang dimiliki NU dan pesantren-pesantren. Ternyata Pesantren Paiton, Pesantren Genggong, pesantren mana-mana termasuk Asembagus luar biasa produksinya dan ini yang kita harapkan” dawuh beliau dengan tegas kepada nuruljadid.net di lokasi bazar.

KH. Marzuki Mustamar, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (kiri) bersama KH. Moh. Zuhri Zaini pada saat mengunjungi Bazar Nusantara Muskerwil

KH. Marzuki Mustamar, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (kiri) bersama KH. Moh. Zuhri Zaini pada saat mengunjungi Bazar Nusantara Muskerwil

Kiai Marzuki (sapaan akrab ketua PWNU Jawa Timur) menegaskan bahwa dengan adanya bazar ini menunjukan bahwa NU dan Pesantren bisa membangun dan mengelola ekonomi yang lebih baik kedepannya. Karena NU dan pesantren tidak hanya memikirkan dunia saja akan tetapi akhirat juga.

“Jadi kalau dulu mungkin orang ngaji tok di pondok itu, Fil akhirati hasanah fiddunya kadang agak sengsara. Kalau dikuliah-kuliah umum kadang mereka top ke sisi dunia, tapi diakhiratnya mboh. Kayak begini-begini kita tahu betul bahwa di NU, di Pesantren insya Allah fiddunya hasanah fil akhirah hasanah. Fiddunya hasanah, nyatanya mereka bisa meproduksi, bisa mengelola ekonomi, dan seterusnya. Fil akhirah hasanah karena mereka dipesantren insya Allah mereka tetap Ahlussunah Wal Jamaah” tegas Ketua PWNU Jatim.

Penulis: Baihaki

Editor: Ponirin

Kenalkan Islam Dengan Bedah Buku Ijtihad Islam Nusantara

Kenalkan Islam Dengan Bedah Buku Ijtihad Islam Nusantara

nuruljadid.net – Dalam rangka mengenalkan Islam Nusantara kepada khalayak, khususnya kepada para penganut paham ASWAJA, PWNU Jawa Timur dalam acara Muskerwil ke-1 mengadakan acara bedah buku berjudul “Ijtihad Islam Nusantara” di Aula PP. Nurul Jadid tepat pada pukul 16.00 WIB dengan khidmat dan dihadiri sebanyak 150 orang.

Dengan pemaparan yang ringkas dan tepat oleh pengarang buku Ijtihad Islam Nusantara, Prof. Dr. Abd. A’la, M.Ag mampu membuka pikiran para peserta bedah buku mengenai eksistensi islam sebenarnya dalam krangka kenusantaraan.

Bapak Ahmad Syahidah, P. HD salah satu dosen Universitas Nurul Jadid yang merupakan pembanding pertama mengenai buku karangan Prof. Dr. Abd. A’la, M.Ag mengupas tuntas apa yang dimaksud dengan islam nusantara dan bagaimana bentuk perkembangannya dewasa ini di Indonesia melalui tulisannya yang berjudul “Mengulik Ijtihad Islam Nusantara: Sebuah Pendekatan Respons Pembaca terhadap Gagasan Agama Pribumi”.

Suasana acara bedah buku berjudul “Ijtihad Islam Nusantara”

Suasana acara bedah buku berjudul “Ijtihad Islam Nusantara”

Beliau menuturkan bahwasanya “islam sejak awal kelahirannya berada dalam satu dunia yang sudah memiliki budaya”. Hal ini dapat dilihat dari perwujudan islam yang ada di Indonesia, salah satu contoh adalah upacara sekaten, salah salah satu upacara kebudayaan islam jawa di dua keraton Mataram yang kerap dilaksanakan setiap bulan Rabiul Awal atau bertepatan dengan bulan Maulid Nabi. Hal tersebut merupakan akulturasi antara ajaran islam dengan budaya nusantara yang tetap lestari hingga saat ini.

Selanjutnya, Beliau juga menegaskan bahwasanya kaum millenial saat ini perlu memahami betul makna dan eksistensi islam nusantara supaya tidak salah penafsiran. Maka sebab itu, beliau Melalui status-status di laman facebook beliau ingin memberikan pemahaman mengenai islam yang bekrembang di Nusantara.

Dalam tulisannya bapak Ahmad Syahidah menegaskan bahwa pesan utama yang ingin disampaikan adalah ajaran islam dengan ekspresi keagamaan yang ramah dengan kebudayaan dan kebiasaan setempat dimana ajaran Muhammad diprektekkan oleh penganutnya.

Penulis: Sulus

Editor: Ponirin

Kenalkan Islam Dengan Bedah Buku Ijtihad Islam Nusantara

Bedah Buku Ada Bid’ah di Masjid awali Agenda Muskerwil 2019

nuruljadid.net – Jum’at (29/11/2019) lalu, bedah buku “ada bid’ah di masjid” menjadi awal dari kegiatan musyawarah kerja wilayah (MUSKERWIL ) 1 pengurus wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Acara yang diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur itu memiliki beberapa kegiatan yang terjadwal selama 2 hari pelaksanaanya, yakni mulai dari tanggal 29-30 November 2019.

Kegiatan bedah buku tersebut di ikuti oleh santri asrama Diniyah, Ma’had Aly, dan MAK yang notabane memiliki dasar dalam pemahaman kitab kuning. Kegiatan tersebut diisi oleh K.H. Faris Khoirul Anam Lc. yang merupakan pengarang dari buku yang akan dikaji itu.

Bedah buku tersebut menambah wawasan santri akan bid’ah hasanah yang ada di Masjid. Beliau menjelaskan bahwa bid’ah-bid’ah yang ada di Masjid ialah bid’ah hasanah atau bid’ah yang baik, seperti mihrab masjid dll.

Suasana acara bedah buku berjudul “Ijtihad Islam Nusantara”

Suasana acara bedah buku berjudul “Ijtihad Islam Nusantara”

“Ada banyak macam-macam bid’ah di Masjid, namun bid’ah itu bukan yang buruk, melainkan bid’ah hasanah atau yang baik bagi umat muslim itu sendiri, contohnya ialah mihrab dalam Masjid,” ungkap beliau.

Selain itu, beliau juga mengungkapkan bahwa saat ini warga Nahdlatul Ulama sangat genting dengan serangan dari oknum luar, terutama di media sosial. Bahkan serangan-serangan itu bukan hanya menyerang amaliah NU saja, namun juga aqidah dan tasawwuf.

“Saat ini kita sebagai warga NU sedang mengalami berbagai serangan, terutama di media sosial, serangan inilah yang mampu menggoyang NU, karena bukan hanya menyerang amaliah, melainkan juga aqidah dan tasawwuf yang ada di NU,” ungkap beliau kala mensajikan materi.

Beliau berharap bahwa warga NU bisa mengembalikan kepercayaan dirinya untuk menghadapi segala bentuk serangan yang ada, karena NU adalah representasi mayoritas ulama. “Kita sebagai warga NU harus bisa mengembalikan kepercayaan diri kita untuk menhadapai serangan yan tiba, karena kita adalah representasi mayoritas ulama,” harap beliau.

Penulis: Satria

Editor: Ponirin

Jum’at (29/11/2019) lalu, bedah buku “ada bid’ah di masjid” menjadi awal dari kegiatan musyawarah kerja wilayah (MUSKERWIL ) 1 pengurus wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Membahas Persoalan Fikih Masjid Berdasarkan Pemahaman Ahlussunnah Wal-Jaama’ah

nuruljadid.net – Merupakan hal yang perlu diketahui oleh warga nahdliyyin, untuk itu dalam rentetan acara Muskerwil I PWNU Jawa Timur di Pondok Pesantren Nurul Jadid  kali ini, di adakan kegiatan bedah buku yang bertajuk   “Ada Bid’ah di masjid?” yang mendatangkan Narasumber KH. Faris Khoirul Anam, Lc., MHI, Wakil Aswaja NU Center Jatim sekaligus penulis Buku, beliau juga terkenal  sebagai salah satu kyai kondang yang juga menjadi tenaga pengajar di Universitas Islam Malang (UNISMA).

Kegiatan yang berlangsung, Jum’at (29/11/2019) tepat pada pukul 13.00 WIB di Aula SMK Nurul Jadid tersebut dihadiri oleh siswa/i perwakilan Lembaga Otonom dibawah naungan Pondok Pesantren Nurul Jadid dan membahas banyak hal mengenai bid’ah-bid’ah yang dianggap ada di masjid pada era sekarang.

KH. Faris Khoirul Anam, Lc., MHI, pada saat menyampaikan materi

KH. Faris Khoirul Anam, Lc., MHI, pada saat menyampaikan materi

“Ditegaskan beberapa rujukan bahwa, Aqallul Ibadati Fil Masjidi Wudhu’, minimal ibadah. Yang harus dikerjakan di masjid adalah ibadah Wudhu’. Kalua seandainya ingin membuag air kecil/besar di masjid setelah istinja, kemudian dilanjut wudhu’, jang    an samakan masjid dengan tempat temat duniawi seperti MCK” papar KH. Faris, jebolan Al-Ahqaf University-Yaman lulus pada tahun 2014.

“Menggunakan masjid sebagai tempat charger hp termasuk menggunakan masjid sebagi tempat melaksanakan urusan dunia dimasjid, dan itu tidak boleh” sambung beliau.

Penulis: Nur Azizah dan Nada Fitriah

Editor: Ponirin

Ratusan Anak – Anak TK/RA Ramaikan Lomba Mewarnai MUSKERWIL

Ratusan Anak – Anak TK/RA Ramaikan Lomba Mewarnai MUSKERWIL

nuruljadid.net – Lapangan parkir sepeda di Pondok pesantren Nurul Jadid berubah menjadi suasana yang ceria dan indah dihiasi pelbagai hiasan menarik. Lokasi tersebut dijadikan tempat lomba mewarnai tingkat Provinsi Jawa Timur.

Lomba Mewarnai tersebut diselenggarakan oleh Panitia lokal Muskerwil PWNU Jawa Timur, Jum’at (29/11/2019) dan diikuti sebanyak 40 TK dan 29 RA se-Kab Probolinggo dengan jumlah peserta sekitar 300 anak.

Kegiatan yang merupakan rangkaian acara Muskerwil 1 PWNU Jawa timur di PP. Nurul Jadid tersebut dibuka langsung oleh Gus Taufiq Muqti, Perwakilan PWNU Jawa Timur.

Sementara itu, Ibu Ernawati Sholiha (koordinator lomba) menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memeriahkan acara Muskerwil PWNU dengan logo Nahdlatul Ulama sebagai ikonnya yang nantinya para peserta mampu bisa menumbuhkan cinta dan menyukai terhadap Nahdlatul Ulama sejak usia dini.

Potret hasil mewarnai siswa/i RA Masyithoh Sidodadi Paiton

Potret hasil mewarnai siswa/i RA Masyithoh Sidodadi Paiton

‘’Diharapkan nantinya anak dan orangtua yang hadir nantinya mampu menumbuhkan minat untuk mencintai Nahdlatul Ulama atau yang lebih familiar kita sebut NU,’’ ungkapnya di sela – sela acara kepada nuruljadid.net.

“Adapun kriteria penilaian meliputi; komposisi warna, kecermatan/Ketelitian serta kerapian dan kebersihan” tambah koordinator lomba.

Panitia pun memberikan hadiah kepada para pemenang lomba dalam bentuk piala, piagam dan uang pembinaan.

Selain itu, lomba yang dilaksanakan sejak pukul 08. 00 WIB itu, mendapat tanggapan yang baik dari dewan guru; salah satunya Ibu Rutaiyah, salah satu Guru RA Masyithoh Sidodadi.

“Kami sangat senang dengan diadakannya lomba ini, dan anak – anak tampak riang mengikuti lomba ini karena mereka selain belajar menggambar di sekolah mereka bisa mengaplikasikannya disini,” tuturnya seraya tersenyum.

Penulis: Ridwan

Editor: Ponirin

Ingin Bermalam di PP. Nurul Jadid? Berikut Daftar Penginapannya

Ingin Bermalam di PP. Nurul Jadid? Berikut Daftar Penginapannya

nuruljadid.net – Mulai Hari ini, Jum’at (29/11/2019). Rentetan acara MUSKERWIL di Pondok Pesantren Nurul Jadid mulai digelar, terhitung sebanyak 700 Ulama/PCNU diundang dan diperkiran 2000 orang akan memadati bumi Nurul Jadid.

Melihat dari banyak tamu yang diundang dan banyak kegiatan yang digelar, Pengurus lokal MUSKERWIL menyediakan tempat penginapan bagi para tamu serta para pengurus PWNU agar bisa beristirahat dengan tenang.

Yang pertama, khusus tamu VVIP dipersilahkan untuk istirahat di Gedung Wisma tamu, Kantor Yayasan, dan Dhalem Ibunda Nyai Hj. Masruroh Hasyim.

Kemudian, teruntuk pengurus PWNU yang ingin bermalam di PP. Nurul Jadid dipersilahkan untuk beristirahat di Gedung Mahrom Dalem Timur.

“Jadi, kami harap para tamu ini bisa beristirahat dengan nyaman. Walaupun fasilitas yang kami hadirkan tidak terlalu bagus. Tapi kami dari panitia lokal bagian penginapan MUSKERWIL siap melayani dengan maksimal,” ungkap Lukman Al Hakim Koordinator Penginapan saat ditemui nuruljadid.net di penginapan.

Penulis: Ahmad

Editor: Ponirin

Adakan Lomba PHBI Maulid 1441 H, Berikut Daftar Pemenangnya

Adakan Lomba PHBI Maulid 1441 H, Berikut Daftar Pemenangnya

nuruljadid.net – Ada momentum menarik pada saat pelaksanaan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H, Kamis (28/11/2019) di Lapangan Universitas Nurul Jadid (UNUJA). Pasalnya, dalam rangkaian acara tersirat pemberian hadiah bagi pemenang lomba PHBI Maulid 1441 H.

Dalam perlombaan yang dilaksanakan beberapa waktu lalu, terdapat 8 jenis perlombaan yang dilaksanakan untuk santri putra dan putri. Adapun jenis perlombaan seperti; Musabaqoh Qiraatul Qutub, Hadrah Tradisional Ala Santri, Musabaqoh Syahril Quran, Praktik Ibadah, Shalawat Tanpa Musik, Kreasi Sholawat, Nasyid dan Dramatisasi Puisi.

“Harapan kami rangkaian lomba ini bisa menumbuhkan jiwa Kopetisi di dalam jiwa para santri, akan tetapi dikarenakan waktu yang kurang kondusif, kami terpaksa tidak bisa untuk membagikan secara langsung throphy dan juga sertifikat kepada para pemenang. ” Ujar Romli, koordinator Lomba.

Berikut daftar pemenang lomba:

KATEGORI LOMBA PUTRA:

  • Musabaqoh Qiraatul Qutub
  1. Agil Sabata (MAK)
  2. Naufal Kurtubi(Ar-Rumi)
  3. Idhofi (MAK)
  • Hadrah Tradisional Ala Santri
  1. PPIQ
  2. Sunan Drajat C
  3. Ar-Rumi
  • Musabaqoh Syahril Quran
  1. PPIQ
  2. Ar-Rumi
  3. Diniyah
  • Praktik Ibadah
  1. Diniyah
  2. PPIQ
  3. MAK
  • Shalawat Tanpa Musik
  1. PPIQ
  2. Diniyah
  3. I’dadiyah

 

KATEGORI LOMBA PUTRI:

  • Kreasi Sholawat
  1. MA Nurul Jadid
  2. MAN 1 Probolinggo
  3. Mts Nurul Jadid
  • Nasyid
  1. SMA Nurul Jadid
  2. MAN 1 Probolinggo
  3. MA Nurul Jadid
  • Lomba Musabaqoh Syahril Quran
  1. MAN 1 Probolinggo
  2. MA Nurul Jadid
  3. SMA Nurul Jadid
  • Dramatisasi Puisi
  1. MA Nurul Jadid
  2. SMA Nurul Jadid
  3. MAN 1 Probolinggo
  • Sholawat Tanpa Musik
  1. Elisa Amanda(MAN 1 Probolinggo)
  2. Siti Aisyah(MA Nurul Jadid)
  3. Nabila(MA Nurul Jadid

Penulis: Ridwan

Editor: Ponirin

Ada Poster di Kamar Mandi, Begini Kata Klinik Az Zainiyah

Ada Poster di Kamar Mandi, Begini Kata Klinik Az Zainiyah

nuruljadid.net – Saka Bhakti Husada dan Santri Husada Klinik Az-zainiyah memasang poster kriteria kesehatan melalui jenis warna kencing yang dipasang diseluruh kamar mandi yang ada di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Kamis (28/11/2019).

Kholid Fauzi, Wakil Direktur Klinik Az-Zainiyah mengatakan, tujuan dari pemasangan poster tersebut agar setiap orang bisa mengetahui keadaan tubuh mereka setiap harinya melalui data yang tertera di poster tersebut.

“Jadi mereka bisa dari dini, secara dini bisa mendeteksi salah satu gangguan di saluran perkemihannya. Dengan melihat melalui gambar dan data yang di buat oleh teman-teman Santri Husada dan Saka Bakthi Husada itu,” ungkap kholil saat ditemui nuruljadid.net di Ibnu Sina, Aula Klinik Az-zainiyah.

Selain itu, Kholid (sapaan akrab Wakil Direktur Klinik Az-Zainiyah) menambahkan, Poster tersebut juga sebagai media promosi kesehatan klinik Az-zainiyah kepada santri, pengurus, dosen serta para karyawan yang ada di PP. Nurul Jadid.

Poster Kesehatan oleh Klinik Az Zainiyah Nurul Jadid

Poster Kesehatan oleh Klinik Az Zainiyah Nurul Jadid

“Ini baru langkah awal Santri Husada dan Saka Bhakti Husada untuk melakukan promosi kesehatan, insyaallah akan ada banyak sekali macam-macam promosi selain dari pemasangan poster tadi ini,” tambahnya.

Tak berhenti disitu, kedepannya Saka Bhakti Husada dan Santri Husada akan memasang poster tersebut di fasilitas umum di PP. Nurul Jadid dan wilayah sekitarnya seperti; Masjid, Musholla dan Swalayan di Desa Karanganyar Paiton.

Penulis: Bedrus

Editor: Ponirin

Tempuh 8 jam Perjalanan, PC NU Kota Madiun Ikut Semarakkan MUSKERWIL

Tempuh 8 jam Perjalanan, PC NU Kota Madiun Ikut Semarakkan MUSKERWIL

nuruljadid.net – 8 jam perjalanan yang ditempuh oleh 3 orang PC NU Kota Madiun tidak menyurutkan semangatnya untuk menyemarakkan Bazar Nusantara yang diadakan Pondok Pesantren Nurul Jadid dalam acara MUSKERWIL PWNU JATIM.

Setelah sampai di bumi Nurul Jadid, mereka merasa sangat puas terhadap pelayanan yang dipersembahkan oleh panitia bazar.

“Jadi alhamdulillah, setelah kami datang itu semua perlengkapan bazar seperti Banner, meja sudah disediakan oleh panitia setempat, dan juga kami kami tidak perlu sibuk dalam mencari tempat stan karena juga telah disediakan oleh panitia dan tempatnya juga sangat strategis,” ungkap Rahmad Hadiyanto, salah satu penjaga stan PC NU Madiun saat ditemui nuruljadid.net di bazar.

Mengenai produk apa saja yang ditampilkan, Rahmad menerangkan bahwa PC NU menyediakan Mug sablon yang hanya membutuhkan 15 menit dalam mencetak gambarnya.

Selain itu, terdapat pula kaligrafi yang berbahan titanium dan bahan rahasia lainnya, kemudian Baju Taqwa, Peci, Kaos, dan aksesoris ke-NU-an.

Penulis: Ahmad

Editor: Ponirin

Membanggakan, Konveksi Karya Santri Nurul Jadid di Bazar Nusantara MUSKERWIL

Membanggakan, Konveksi Karya Santri Nurul Jadid di Bazar Nusantara MUSKERWIL

nuruljadid.net – Unit Usaha Garment, salah satu unit keterampilan di Pondok Pesantren Nurul Jadid dibawah naungan Biro Pengembangan juga turut menyemarakkan pelaksanaan MUSKERWIL I PWCNU, pasalnya dalam keikutsertaan mereka di Bazar Nusantara mereka memamerkan hasil produk konveksi murni karya santriwati PP. Nurul Jadid.

Usaha konveksi yang efektif sejak bulan Februari 2017 ini lambat laun mengalami peningkatan yang signifikan. Hal itu dibuktikan dengan keberhasilan mereka melayani seragam santri baru dengan jumlah yang tidak sedikit yakni 27.500 potong.

Berdasarkan pengakuan dari, Kepala Unit Keterampilan PP. Nurul Jadid mengatakan bahwa jumlah 27.500 potong seragam santri baru bukanlah pekerjaan yang mudah, dengan hanya 19 penjahit dan 6 karyawan Unit Usaha Garment berhasil mencapai targetnya selama kurang lebih 6 bulan lamanya terhitung sejak bulan Februari hingga November 2019.

Moh. Hasan Basuri, Kepala Unit Keterampilan saat menjelaskan produk karya santri

Moh. Hasan Basuri, Kepala Unit Keterampilan saat menjelaskan produk karya santri

“Alhamdulillah diawali dengan pelatihan yang diadakan BPPM beberapa waktu lalu, Unit Usaha Garment saat ini telah berkembang sehingga mampu melayani kebutuhan konveksi yang diharapkan oleh pesantren. Semua itu adalah murni karya santri PP. Nurul Jadid yang dididik mulai dari 0” tutur Kepala Unit Keterampilan tersebut kepada nuruljadid.net

“Tak hanya 27.500 potong seragam santri saja, kemarin kita juga menyelesaikan seragam KKN dan toga wisuda Universitas Nurul Jadid dengan jumlah yang cukup banyak, bahkan kita juga menerima pemesanan konveksi dari Lombok NTB dan alhamdulillah mereka puas dengan pelayanan dan hasil karya kita” tambahnya seraya tersenyum.

Berkaitan dengan Bazar Nusantara MUSKERWIL I PWNU JAWA TIMUR di PP. Nurul Jadid, Unit Konveksi Garment bermaksud selain menyemarakkan juga memberitahukan kepada khalayak umum bahwa PP. Nurul Jadid telah memiliki unit usaha konveksi murni karya santri yang sudah layak.

“ini adalah bentuk usaha kami untuk mengembangkan konveksi PP. Nurul Jadid ke ranah yang lebih luas lagi” pungkasnya.

Penulis: Ahmad

Editor: Ponirin

Himbauan untuk Wali Santri di Acara Muskerwil I PWNU Jawa Timur

Jelang MUSKERWIL, Klinik Az Zainiyah Tingkatkan Layanan Kesehatan

nuruljadid.net – Klinik Az Zainiyah Nurul Jadid turut memberikan pelayanan yang ekstra dalam menyongsong kesuksesan acara Musyawarah Kerja Wilayah (MUSKERWIL) Perdana PWNU Jawa Timur di Pondok Pesantren Nurul Jadid dengan menggerakkan petugas kesehatan di berbagai pos-pos pelayanan kesehatan yang telah direncanakan.

Berdasarkan informasi yang didapatkan nuruljadid.net, sebanyak 298 personil yang terbagi dengan 164 Santri Husada dan 134 Saka Bhakti Husada juga ikut berpartisipasi dalam pelayanan kesehatan sejak hari ini Kamis, (28/11/2019) hingga Sabtu, (30/11/2019) besok.

“Ya semoga saja tidak ada masalah kesehatan untuk para peserta ini tapi kami tetap antisipasi, khawatir terjadi hal-hal pelayanan gawat darurat langsung kami tangani” tegas Bapak Kholid Fauzi, Wakil Direktur Klinik Az Zainiyah.

Selain memberikan pelayanan kesehatan, Klinik Az Zainiyah juga membuka stan di Bazar Nusantara dengan memberikan pelayanan kesehatan gratis khusus untuk peserta, panitia muskerwil dan santri. Adapun pelayanan yang diberikan ialah pelayanan cek tekanan darah tinggi, berat badan, kolestrol, kadar kotoran darah, kadar gula, asam urat dan bekam.

Tak hanya itu saja, di hari terakhir pelaksanaan MUSKERWIL, Sabtu (30/11/2019) sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai, Klinik Az Zainiyah bersama Lembaga Kesehatan lainnya mengadakan skrining pra operasi katarak.

“dalam hal ini (skrining pra operasi katarak, red) kita bekerja sama dan disupport secara penuh oleh Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama Jawa Timur (LKNU),  Asosiasi Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (ARSINU) dan Persatuan Dokter Se-Indonesia (PERDAMI) dengan melakukan pelayanan Skrining pra Oprasi Katarak secara Gratis bagi masyarakat yang mengalami kendala kesehatan mata terutama katarak” pungkas Bapak Kholid, sapaan akrab Wakil Direktur Klinik Az Zainiyah.

Penulis: Nuris

Editor: Ponirin

Himbauan untuk Wali Santri di Acara Muskerwil I PWNU Jawa Timur

Jamin Keamanan Acara, KAMTIB Nurul Jadid Gandeng Aparatur Negara

nuruljadid.net – Bagian Keamanan dan Ketertiban (KAMTIB) Pondok Pesantren Nurul Jadid menggandeng 5 Aparatur Negara untuk menjaga kemanan dan ketertiban selama acara MUSKERWIL I PWNU JATIM (29-30/11/2019) di Pesantren Nurul Jadid, diantaranya; Kepolisian Resort (POLRES) Kabupaten Probolinggo, Kepolisian Sektor (POLSEK) Paiton, Komandan Distrik Militer (DANDIM) Probolinggo, Komando Distrik Militer (KODIM) Probolinggo serta Intelijen.

“Kami (Bagian Keamanan, red) menggandeng ke 5 aparatur negara tersebut untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama acara MUSKERWIL berlangsung, selain itu juga untuk mengantisipasi gangguan keamanan yang terjadi” ujar Hafifi Zain, Wakil Kepala Bidang Keamanan dan Ketertiban (KAMTIB) Nurul Jadid.

Jelang acara MUSKERWIL, Hafifi (sapaan akrab WaKaBid KAMTIB NJ) mengatakan bahwa 95% Bagian KAMTIB NJ sudah siap hanya tinggal menunggu pelaksanaan tiba. Saat ini pun (Kamis, 28/11/2019), siang hari beberapa personil KAMTIB-NJ telah bertugas sesuai dengan tugasnya masing-masing.

KAMTIB-NJ sendiri mengerahkan sebanyak 329 yang terbagi; 189 personil Keamanan Putra dan 140 personil Keamanan putri untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama acara berlangsung.

“sebanyak 329 personil sudah siap digerahkan tentunya dengan pembagian jadwal penjagaan. Dan intinya kami (KAMTIB-NJ, red) siap 24 jam menjaga keamanan dan ketertiban acara MUSKERWIL ini” tegas WaKaBid Keamanan dan Ketertiban kepada nuruljadid.net.

Selain itu, pihak pimpinan KAMTIB-NJ selalu memantau kinerja personil yang tersebar diberbagai pos dengan membiasakan breafing sebelum pergantian shift dilaksanakan. Hal itu dilakukan untuk menguatkan serta mengingatkan kembali tugas-tugas yang akan dilakukan selama bertugas.

“Setiap pergantin shift penjagaan selalu dilakukan brifing agar mereka paham dengan tugasnya dan kami (KAMTIB-NJ) telah membuat Standart Operasional Prosedur (SOP) untuk mereka (personil, red)” ungkap Hafifi kepada nuruljadidi.net.

“Acara ini berbeda dengan acara biasanya, pasalnya akan banyak hadir para ulama dan masyayikh oleh karenanya di dalam SOP tersebut kami telah mengatur tentang etika dalam bertugas lebih-lebih dalam urusan menjaga akhlak” tambahnya.

Hafifi juga berharap dengan segala persiapan yang telah dilakukan, acara MUSKERWIL berjalan dengan lancar dan tanpa adanya hambatan serta gangguan keamanan yang terjadi.

Penulis: Ahmad

Editor: Ponirin