FKS Kangean Nurul Jadid, Ngaji Aswaja Era Revolusi Industri 4.0

nuruljadid.net- Forum Komunikasi Santri Kangean Nurul Jadid (FKSK-NJ), Senin (11/11) melaksanakan Ngaji Aswaja bertempat di AULA PCNU Kangean, pukul 10. 00-13. 00 WIB

Pada acara seremonial kegiatan ngaji aswaja ini dihadiri oleh ro’is syuriah PCNU Kangean KH. Nurul Huda Adhim, Ketua Tanfidziyah KH. Mujtaba Adhim, Ketua P4NJ Kangean Ustadz Abdul Halim dan tokoh masyarakat.

Peserta ngaji aswaja sebanyak 500 lebih terdiri dari perwakilan Anshor, IPNU, IPPNU, Mahasiswa, Osim, Osis dan seluruh alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Herman Sugianto, Ketua panitia pelaksana kegiatan ini mengatakan terkait ditetapkannya tema ngaji aswaja.

“Kader NU dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 harus cakap dan terampil, karena jika tidak mempersiapkan diri sejak sekarang, maka kader-kader NU akan tergilas. Namun disamping itu, internalisasi nilai-nilai aswaja penting untuk dilaksanakan. Karena NU itu tidak akan menutup diri pada perkembangan teknologi,” Ucap Herman Sugianto, Mahasiswa Fakultas Agama Islam Nurul Jadid ini.

Pembicara pada acara ngaji aswaja Ustadz Ponirin Mika, MPd.I Dosen Universitas Nurul Jadid sekaligus Ketua Lakspesdam MWCNU Paiton Probolinggo asal Desa Gelaman, Arjasa, Sumenep dan Ustadz Maulana Mahfudz, SH. MHI Dosen Institut Agama Islam Alhidayah Kangean, Wakil Rois Syuriah PCNU Kangean, Ketua Banser sekaligus Da’i Muda asal Desa Arjasa Laok, Kangean, Sumenep.

Dua pembicara menyampaikan materi yang berbeda, pembicara pertama lebih kepada NU menghadapi revolusi industri 4.0 dan pembicara kedua fokus kepada sejarah aswaja, macam-macam firqoh dan cara melawan aliran islam transnasional.

Kolaborasi dua pembicara ini mampu menghipnotis peserta yang hadir, ditandai dengan banyaknya peserta yang bertanya seputar materi yang disampaikan oleh dua pembicara tersebut.

Pewarta : PM

Di RWS Al Mawaddah, Wali Santri Belajar Menjadi Sahabat bagi Anak melalui Parenting Class

Di RWS Al Mawaddah, Wali Santri Belajar Menjadi Sahabat bagi Anak melalui Parenting Class

nuruljadid.net – Dalam rangka media informasi perkembangan kegiatan wilayah dan ajang silaturahim kepada wali santri, Wilayah Al Mawaddah, Pondok Pesantren Nurul Jadid mengadakan Rapat Wali Santri (RWS) dan Parenting Class yang dilaksanakan pada hari Jum’at (15/11/2019) di Musholla Al-Mawaddah.
Berlangsung pukul 13.00 WIB, acara itu dihadiri oleh Hj, Hamidah Wafi, pemangku wilayah Al-Mawaddah, seluruh wali santri dan asatidzah wilayah Al Mawaddah.
Dengan digabungkannya acara RWS dengan Parenting Class bertujuan bagaimana memberikan pemahaman kepada wali santri supaya tidak sekedar menjadi orang tua bagi anak yang notabenenya menjadi penuh dengan rasa sungkan, takut, dll. Namun bagaimana orang tua juga mampu menjadi sahabat bagi anak tanpa mengilangkan rasa hormat anak kepada orang tua. Sehingga dengan begitu anak dapat dibantu menemukan solusi atas setiap masalahnya dan orang tua menjadi tempat berpulang bagi anak.
Ning Raudlatul Aniq, Pemateri Parenting Class memaparkan. Dari dari sekian banyak problematika anak menjadi “unik” adalah karena kurangnya perhatian dari lingkungan sekitar terutama keluarga dan orang tuanya sendiri. Banyak dari mereka yang malah lebih nyaman kepada teman atau orang lain, tak lain disebabkan karena rasa takutnya kepada orang tua yang tidak menumbuhkan rasa nyaman seperti halnya sahabat bagi mereka.

Pemateri Parenting Class, Ning Raudlatul Aniq saat menyampaikan materi

Pemateri Parenting Class, Ning Raudlatul Aniq saat menyampaikan materi

Dengan begitu ada beberapa cara yang dapat diterapkan oleh para orang tua guna menghadapi seorang anak menurut MK (mesin kecerdasan) nya masing-masing. “Orang zaman dahulu mendidik anak dengan otoriter itu efektif sedangkan saat ini anak sudah melek teknologi sejak kecil bahkan sejak dalam kandungan menjadikan mental mereka menjadi rapuh dengan keadaan dunia luar yang cukup keras. Disinilah peran orang tua yaitu menguatkan mereka dari segi mental dengan dukungan dan motivasinya.” imbuh Ning Raudlatul Aniq.
Acara ini mendapat respon positif dari wali santri. “Semakin kita tau bahwa mendidik anak itu juga perlu cara yang tepat. Kelas parenting ini adalah perbaikan bagi saya sebagai orang tua. Selama ini saya mendidik anak hanya menggunakan perspektif saya sendiri. Dan Alhamdulillah setelah mengikuti kelas parenting ini saya menemukan sudut pandang lain untuk memperbaiki ini semua.” Komentar Ibu Rofi’a, salah satu wali santri Al – Mawaddah.

Penulis : Kholis

Editor : Ponirin

Berlakukan Blanko Kegiatan di Hari Libur Santri, inilah Tujuan Sebenarnya

Berlakukan Blanko Kegiatan di Hari Libur Santri, inilah Tujuan Sebenarnya

nuruljadid.net – Momen liburan merupakan momen yang ditunggu-tunggu oleh para santri. Karena pada saat itulah, segala kerinduan bisa tersampaikan. Namun tak jarang pula, momentum tersebut sedikit menggoda para santri untuk “berleha-leha” ketika di rumah.

Untuk mengantisipasi salah satu dampak miring euforia liburan tersebut, pengurus wilayah Al-Mawaddah memiliki inisiatif untuk memberlakukan blanko kegiatan santri selama liburan. Adapun kegiatan – kegiatan yang dicatumkan dalam blanko tersebut seperti sholat berjama’ah, membantu orang tua, muroja’ah materi pelajaran program unggulan, serta berbagai kegiatan lain yang tentunya tidak mengganggu momen liburan santri, justru sangat membantu santri untuk memanfaatkan liburan dengan diisi kegiatan yang bermanfaat.

“sebenarnya tujuan adanya blanko kegiatan liburan santri hanyalah untuk menjaga keistiqomahan mereka (santri, red) selama berlibur agar kebiasaan-kebiasaan di pesantren mampu dipertahankan lebih-lebih ditingkatkan lagi” jelas Nur Aisyah, Kepala Wilayah Al Mawaddah.

“tak hanya untuk menjaga keistiqomahan saja, berlakunya blanko ini juga bertujuan untuk melatih kejujuran mereka.” Tambah Iis (sapaan akrab Kepala Wilayah Al Mawaddah)

Blanko yang dibagikan saat santri hendak pulang ini harus dikumpulkan saat santri kembali ke pondok dengan telah diberi bubuhan paraf dari wali santri, sebagai bukti bahwa mereka (santri, red) telah melaksanakan kegiatan tersebut saat dirumah. Blanko liburan ini bukanlah pertama kalinya di Mawaddah, melainkan sudah menjadi tradisi wajib dalam liburan dibeberapa tahun terakhir.

Diberlakukannya blanko tersebut mendapatkan respon positif dari walisantri, hal itu dibuktikan dengan terkontrolnya aktifitas yang dilakukan oleh putri mereka masing-masing.

“merasa terbantu dengan adanya blanko ini, soalnya ketika liburan tiba, terkadang anak kami tidak terkontrol aktifitasnya, kadang terfokuskan kepada HandPhone saja. Namun dengan Adanya blanko ini saya bisa mengkontrol aktifitas anak kami untuk tetap istiqomah menjalankan kebiasan-kebiasaan yang selama ini dilakukan di pesantren walaupun di hari libur santri” ungkap wali santri yang dikutip dari group sosial media.

Tak hanya santri, wali santri pun juga diberikan blanko informasi dan penilaian wali santri terhadap perkembangan putrinya selama libur pesantren. Blanko tersebut dibagikan pada saat pelaksanaan Rapat Wali Santri (RWS) di Wilayah Al Mawaddah, Jum’at (15/11/2019).

Kepala Wilayah Al Mawaddah juga mengutarakan kepada wartawan nuruljadid.net bahwa blanko/form khusus wali santri ini sengaja dibagikan kepada wali santri pada saat RWS karena ingin mengetahui informasi perkembangan putrinya terlebih penilaian akhlak santri selama libur pesantren dengan menjawab beberapa pertanyaan yang telah tertera.

Penulis: Dewi

Editor: Ponirin

Pantau Perkembangan Santri; Pengurus Ajak Wali Santri Bersinergi Melalui Raport Santri

Pantau Perkembangan Santri; Pengurus Ajak Wali Santri Bersinergi Melalui Raport Santri

nuruljadid.net – Masih dalam nuansa Rapat Wali Santri (RWS) Wilayah Al Mawaddah, Jum’at (15/11/2019). Momentum rapat tersebut tidak disia-siakan oleh pengurus untuk memberikan informasi perkembangan santri mengenyam Pendidikan selama 1 semester di Wilayah Al Mawaddah Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Pasalnya, pada pelaksanaan RWS tahun ini pengurus wilayah membagikan laporan hasil belajar santri atau yang lebih akrab dikenal dengan istilah raport. Adapun poin-poin yang tertera dalam raport seperti; capaian materi umum, capaian materi unggulan/khusus, perkembangan kepribadian santri, absensi kegiatan wilayah, absensi kegiatan program unggulan/khusus, ekstrakulikuler, keaktifan organisasi, prestasi umum santri dan catatan wali asuh yang bersumber dari Buku Muhasabah Santri Wilayah Al Mawaddah.

Nur Aisyah, Kepala Wilayah Al Mawaddah menyampaikan bahwa teralisasinya raport santri ini merupakan aplikasi dari keinginan Pemangku Wilayah, Ny. Hj. Hamidah Wafie yang berkeinginan agar wali santri turut andil memantau serta mengetahui perkembangan santri selama di Pesantren sehingga wali santri dan pengurus wilayah saling bersinergi untuk perkembangan santri.

“jadi, wali santri tidak hanya mengetahui perkembangan hasil belajar putrinya dari Lembaga formal saja, namun mereka (wali santri, red) juga mengetahui perkembangan putrinya selama mengenyam pendidikan dan pembinaan di pesantren terlebih di Wilayah Al Mawaddah” jelas Kepala Wilayah Al Mawaddah kepada nuruljadid.net.

“informasi perkembangan dan hasil belajar santri (raport) yang telah kami berikan merupakan realisasi dari keinginan Pemangku Wilayah sehingga diharapkan kedepannya wali santri dan pengurus wilayah saling bersinergi untuk memantau, mengawal dan mengontrol perkembangan putrinya sehingga apa yang diharapkan wali santri bisa tercapai” tambahnya.

Berbeda dengan raport tahun sebelumnya, tahun ini raport santri Wilayah Al Mawaddah merupakan penyempurnaan dari raport pada tahun sebelumnya.

“raport ditahun ini lebih lengkap dibandingkan dengan tahun sebelumnya pasalnya, ada beberapa tambahan poin penyempurna didalamnya. Pada raport tahun ini raport sudah memberikan penilaian Kognitif, Afektif, prestasi santri dan lainnya” ungkap Iis (sapaan akrab Kepala Wilayah Al Mawaddah).

Dilanjutkannya, penilaian Kognitif meliputi materi umum (Fiqih, Tauhid, Ta’lim Al Qur’an dan lain sebagainya) yang harus dicapai oleh santri dengan standart yang telah ditetapkan bersama. Sedangkan penilaian Afektif meliputi; perkembangan kepribadian santri, prestasi, keaktifan organisasi dan semangat belajar santri.

Penulis: Kiky

Editor: Ponirin

Berakhlak baik, 7 santri ini dinobatkan dihadapan walisantri

Berakhlak baik, 7 santri ini dinobatkan dihadapan walisantri

nuruljadid.net – Ada hal yang menarik pada saat pelaksanaan Rapat Wali Santri (RWS) PP. Nurul Jadid Wilayah Al Mawaddah, Jum’at, (15/11/2019) di Halaman Wilayah Al Mawaddah. Pasalnya disela-sela pelaksanaan kegiatan tersebut terdapat sesi unik yang dilakukan yakni penobatan The Best Santri Program.

The Best Santri Program adalah mereka yang berhasil mencapai target program masing-masing dan keaktifan dalam mengikuti kegiatan.

Berdasarkan pengakuan dari Kepala Wilayah Al Mawaddah, Nur Aisyah mengatakan bahwa tercantumnya The Best Santri Program di rangkaian acara Rapat Wali Santri adalah sebagai bentuk apresiasi bagi santri yang berjuang selama ini untuk memenuhi target yang telah ditentukan, sehingga santri Wilayah Al-Mawaddah bisa termotivasi dan menambah semangat belajar mereka di semester yang akan datang. Oleh karena itulah penobatan The Best Santri Program dilakukan di RWS lebih – lebih disaksikan oleh walisantri.

Iis (sapaan akrab Kepala Wilayah Al Mawaddah) juga mengatakan “sebelum penobatan dilakukan, segenap santri di masing-masing program mengikuti ujian akbar terbuka dengan materi yang telah digagas oleh pengurus masing-masing program. Tak hanya itu, mereka juga mendapati beberapa pertanyaan dari dewan asatidzah juga santri lainnya”.

Ibunda Ny. Hj. Hamidah Wafie, Pemangku Wilayah Al Mawaddah (empat dari kiri) bersama 7 santri yang dinobatkan sebagai The Best Santri Program

Ibunda Ny. Hj. Hamidah Wafie, Pemangku Wilayah Al Mawaddah (empat dari kiri) bersama 7 santri yang dinobatkan sebagai The Best Santri Program

Adapun kriteria utama yang dinobatkan sebagai The Best Santri Program ialah akhlak, baik akhlak kepada guru, orang tua maupun teman. Tak hanya akhlak, kriteria lainnya adalah mereka yang telah berhasil mencapai target dimasing-masing program serta aktif dalam mengikuti kegiatan; kegiatan wilayah dan program masing-masing.

“Selain dinilai dari akhlaknya, dari kemampuan, keaktifan mengikuti kegiatan wilayah dan program, me-manage waktu dengan baik juga termasuk dari kriteria penilaian” jelas Syarhan Jamilah, salah satu pengrus seraya tersenyum.

Berikut adalah daftar nama-nama santri yang dinobatkan:

The Best Santri Program Pelatihan Terjemah Al-Qur’an (PPTQ): Aida Nuriyah

The Best Santri Program I’dadiyah: Shintia Jami’al Q. R. L. A

The Best Santri Program Tahfidz Ekselensia: Izzah Diana

The Best Santri Program Pusat Pendidikan Ilmu Al-Qur’an (PPIQ): Faizatul Ummah

The Best Santri Program Intensif Kajian Kitab (PIKK): Siti Maryam

The Best Santri Program Pengembangan Bahasa Asing (PPBA) Inggris: Robiatul Adawiyah

The Best Santri Program Pengembangan Bahasa Asing (PPBA) Arab: Nur Hayati

Penulis: Humairo

Editor: Ponirin

Ponpes Nurul Jadid Gelar Rapat Wali Santri

nuruljadid.net- Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo menggelar rapat wali santri (RWS), Sabtu (16/11) bertempat di Aula Pesantren I dan Aula Pesantren II pukul 09.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB.

Rapat ini dihadiri oleh para pengurus Pesantren mulai dari pengasuh, kepala pesantren serta seluruh pengurus pesantren lainnya dan kurang lebih 2000 wali santri.

Ustadz Surono Sahri Ketua Panitia RWS mengatakan tujuan diadakannya kegiatan ini sebagai berikut:

“Rapat wali santri ini bertujuan sebagai ajang silaturrahmi antara pengelola pesantren dan wali santri. Juga sebagai media informasi berkait kegiatan yang dilaksanakan pesantren dan juga informasi perkembangan Pondok Pesantren Nurul Jadid,” Ucap Ustadz Surono Sahri.

Rangkaian kegiatan rapat wali santri sebagai berikut pembukaan, pembacaan kalam ilahi, pembacaan tahlil, sambutan kepala pesantren, pengarahan pengasuh dan dilanjutkan dengan rapat.

Pewarta : PM

Kontingen Nurul Jadid Sumbangkan 4 Medali di Ajang Pospeda Jawa Timur

Kontingen Nurul Jadid Sumbangkan 4 Medali di Ajang Pospeda Jawa Timur

nuruljadid.net – Kontingen Pondok Pesantren Nurul Jadid mendelegasikan 30 santriwan dan santriwatinya dalam ajang Pospeda tingkat Provinsi Jawa Timur dari total 83 peserta perwakilan Kabupaten Probolinggo yang berasal dari Pondok Pesantren se Kabupaten Probolinggo. Setidaknya 6 cabang lomba yang diikuti oleh kontingen Nurul Jadid terdiri dari atletik, pidato, seni kriya, senam santri, pencak silat dan seni hadrah.

Perhelatan Pekan Olahraga dan Seni antar Pondok Pesantren Daerah (POSPEDA) ini merupakan ajang bergengsi yang diselenggarakan dua tahun sekali untuk santri dalam mengaktualisasikan potensi dan bakatnya di bidang olahraga, seni dan budaya sebagai wahana untuk menunjukkan jati diri pesantren di tengah masyarakat.

Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur sebagai leading sector penyelenggaraan POSPEDA ini bersama Dinas Pemuda dan Olahraga menghimbau kepada seluruh Kantor Kementerian Agama (KEMENAG) kota dan kabupaten di Jawa Timur melalui Kasi. PD. Pontren untuk menjaring kader terbaik di masing-masing daerah agar turut ambil bagian dalam perhelatan kompetisi bergengsi ini.

Kejuaraan yang berhasil diraih oleh kontingen Nurul Jadid antara lain adalah 3 medali emas dari lomba Seni Kriya Putra, Lompat Jauh Putra dan Lompat Jauh Putri yang akan melaju ke POSPENAS tanggal 19-21 November 2019 di Bandung Jawa Barat dan 1 medali perak untuk kategori lomba pidato Bahasa Inggris Putri.

Hasil Klasemen Pospeda Jawa Timur

Hasil Klasemen Pospeda Jawa Timur

Bapak Mujiburrohman selaku ketua Kontingen Nurul Jadid menyampaikan rasa bangga kepada pemenang POSPEDA yang berhasil mengharumkan nama baik Pondok Pesantren Nurul Jadid dan Kabupaten Probolinggo.

“Saya sangat bersyukur dan bangga kepada Kontingen Nurul Jadid yang berhasil menjadi Juara dan mewakili Jawa Timur ke POSPENAS di Bandung, walaupun tidak sedikit yang gugur. Oleh karenanya kami akan terus evaluasi dan berbenah untuk mempersiapkan para santri lebih baik lagi di event-event lomba mendatang”, terang Mujib.

Menurut Mujib, raihan prestasi ini bukan kerja individu melainkan kerja kolektif semua pihak yang ikut mendukung dan mempersiapkan para santri agar siap berkompetisi dan mempersembahkan yang terbaik bagi Pesantren, Kabupaten Probolinggo dan Jawa Timur.

Penulis: Mujiburrohman

Editor: Ponirin

Lawan Tim dari Sulawesi, PSSNJ Cetak 6 Gol

Lawan Tim dari Sulawesi, PSSNJ Cetak 6 Gol

nuruljadid.net – Kesebelasan Persatuan Sepak Bola Santri Nurul Jadid (PSSNJ) berhasil mengalahkan Tim Sulawesi II dengan mencetak gol 6 – 1 pada Babak Penyisihan, Liga Santri Nusantara 2019 (LSN). Laga tersebut berlangsung di lapangan Mini Sukaraja, Bogor. Rabu pagi (06/11/2019).

Pada babak pertama, bola digulingkan oleh kesebelasan PSSNJ dan perebutan antara tim untuk mencetak gol cukup seru hingga pemain PSSNJ, Jefri Kurniawan berhasil melesutkan tendangan yang membuahkan gol dan diakhir babak pertama, kesebelasan Sulawesi mampu menyamakan gol melalui sundulan. dengan itu, papan skor menunjukkan 1 – 1.

Jefri Kurniawan (Penyerang PSSNJ) berhasil menyarangkan si kulit bundar ke gawang musuh

Jefri Kurniawan (Penyerang PSSNJ) berhasil menyarangkan si kulit bundar ke gawang musuh

Nampak pada babak kedua, Kesebelasan menunjukkan taringnya dan memborbardir lawan hingga tercipta 5 gol, diantaranya oleh Muhammad Isa Al Furqoni, 2 gol. Edi Wahyudi, Bustomi Arifin dan Jefri Kurniawan masing masing 1 gol. Hingga wasit meniup peluit tanda pertandingan berakhir. PSSNJ Berhasil menang dengan skor 6 – 1.

Muhammad Isa Al Furqoni, kapten tim PSSNJ mengatakan. kemenangan tersebut merupakan juga hasil dari latihan dengan pelatih dan para official.

Selebrasi pemain PSSNJ saat berhasil membobol gawang lawan

Selebrasi pemain PSSNJ saat berhasil membobol gawang lawan

“Pada pertandingan kali ini, kami diberi kemenangan oleh Sang Kuasa. dan saya ucapkan terima kasih kepada pelatih dan official atas bimbingannya karena perjalanan kami di LSN 2019 Ini masih panjang, kami mohon doanya,” ucapnya kepada nuruljadid.net pasca pertandingan.

Penulis: Ahmad

Editor: Ponirin

Ustadz Syamsuri, Konsep Kesadaran Berorganisasi Itu Luar Biasa

nuruljadid.net- Kesadaran berorganisasi itu salah satu isi panca kesadaran yang luar biasa, dicetuskan oleh kiai Zaini Mun’im,” Ucap Ustadz Syamsuri Pengurus Tanfidziyah MWCNU Gubeng, Surabaya.

Pernyataan ini sampaikan pada sesi dialog di acara silaturrahim pengurus MWCNU, PAC, Muslimat NU Gubeng Surabaya, bertempat di AULA SMPNJ.

“Salah satu yang buat kami sangat tertarik berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Jadid ini, karena konsep trilogi, panca kesadaran santri yang tertanam pada santri dan alumninya,” Sambung Ustadz Syamsuri.

“Memang proses kaderisasi baik berorganisasi di Pondok Nurul Jadid ditanamkan pada semua santrinya, baik kepada santri yang berstatus murid, siswa, mahasiswa dan khorijin. Di dalam kepanitiaan ada klasifikasi tingkatan pendidikan santri, contoh, murid dan biasanya dalam kepanitian 1 muharram, upacara, mahasiswa biasanya kepanitian maulid nabi, khorijin biasa kepanitiaan harlah. Alahamdulillah proses itu bisa diaplikasikan setelah jadi alumni. Alumni Nurul Jadid banyak mengisi pos penting baik di pemerintahan lebih-lebih organisasi agama (NU),” Kata KH. Hefny Rozak

Pewarta : PM

MWCNU Surabaya Berkunjung Ke Nurul Jadid

nuruljadid.net- Kami berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Jadid ingin ngalap berkah, karena pondok merupakan tempat kiai NU. Juga ingin mendekatkan pengurus NU kepada Pesantren, karena seluruh pengurus NU itu alumni Pesantren,” Kata Ustadz Sulaiman perwakilan rombongan MWCNU Surabaya.

“Semoga kunjungan (rihlah) ini bisa menambah ghiroh, semangat juang di NU,” Sambung Ustadz Sulaiman

Pernyataan ini disampaikan pada acara seremonial silaturrahim pengurus MWCNU, PAC, Muslimat NU, GP Anshor Surabaya bertempat di AULA SMP Nurul Jadid

Dalam waktu yang sama perwakilan keluarga besar PP. Nurul Jadid KH. Hefny Rozak, mengucapkan terima kasih kepada rombongan.

Kiai Hefny menyampaikan selayang pandang terkait dengan Pondok Pesantren Nurul Jadid dan profil pendiri Alm. KH. Zaini Mun’im.  Beliau Kiai Hefny menyampaikan sepak terjang kiai Zaini mulai dari melawan agresi belanda hingga mendirikan pesantren.

Hadir pada kegiatan silaturrahim ini, Kabag Humpro Ustadz Ernawiyadi, kasubbag Huminfo, Ponirin Mika, Kasubbag Protokoler Ustadz Bashori Alwi, Staf Protokoler Ustadz M. Syafii.

Kegiatan ini dimulai pukul 15. 00 dan diakhiri 16.30 WIB.

Pewarta : PM

Bahtsul Masail Ramaikan Pra Peringatan Maulid

nuruljadid.net- Malam jum’at (01/11) Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo mengadakan kegiatan bahtsul masail wustha bertempat di Masjid Jami’ Nurul Jadid. Kegiatan ini dilakukan menjelang peringatan maulid Nabi yang akan dilaksanakan di Pondok pada tanggal 28 Nopember 2019 mendatang.

Ketua LBM Ustadz Mustafa Syukur menyampaikan berkait manfaat kegiatan bahtsu, ” Kegiatan bahtsu wustha dilaksanakan dua kali pertahuan. Menjelang peringatan maulid dan harlah. Kegiatan bahtsu ini bertujuan sebagai upaya untuk menjaga turath  Pondok Pesantren yang memang terkenal dengan kitab kuningnya.

“Alhamdulillah, saya cukup senang melihat antusiasme peserta bahtsu. Peserta bahtsu wustha adalah perwakilan wilayah asrama santri,’ Tegas Ustadz Mustafa.

 

Pewarta : PM

Hari Perdana Santri Jambi Menerima Materi Matsama

nuruljadid.net- Terdapat 10 orang siswi Pondok Pesantren Darussalam mengikuti kegiatan pengenalan Madrasah yang diadakan oleh Osim dan Kharisma Madrasah Aliyah Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, Sabtu (02/11) pukul 09.00 WIB bertempat diruang rapat Madarasah Aliyah Nurul Jadid.

Bariroh salah satu pendamping dari siswa MANJ mengatakan, adanya kegiatan orientasi ini untuk menciptakan keakraban dan juga agar siswi dari Ponpes Darussalam Jambi mengetahui secara detail tentang lembaga.

“Jika sudah tahu bahwa di MANJ ada beberapa peminatan, kegiatan ekstra dan juga kegiatan kegiatan lainnya, maka dia semakin senang dan semangat untuk mengikutinya,” Sambung Bariroh

Selanjutnya akan dibawa keliling Madrasah agar lebih tahu terhadap lingkungan Madrasah Aliyah Nurul Jadid.

“Semoga saudari-saudari kita dari jambi ini kerasan dan bisa mendapatkan ilmu yang barokah sehingga bisa bermanfaat untuk Pondok Darussalam Jambi dan orang Jambi pada umumnya,” Tegas Bariroh

Pewarta : PM

Peminatan Bahasa MANJ, adakan Diskusi Berbasa Asing Saban Minggu

nuruljadid.net- Siswa peminatan Bahasa Madrasah Aliyah Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, setiap minggu mengadakan pengembangan bahasa dengan melaksanakan kegiatan pidato, debat, quis dan diskusi memakai bahasa arab dan inggris. Seperti terlihat pada gambar diatas. Kegiatan pengembangan kebahasaan ini dilaksanakan setiap minggu bertempat di Madrasah Aliyah Nurul Jadid saban hari selasa, pukul 11.00 WIB.

Ustadz Saddam Husein selaku ketua peminatan bahasa MANJ mengatakan, adanya kegiatan ini sebagai upaya untuk memperkaya kosa kata arab dan inggris sehingga mereka mahir berbahasa asing baik reading, speaking, writing dan listeninnya.

“Dengan kegiatan semacam ini, mereka diharapkan mampu mempeerluas wawasan kebahasaannya dan juga satu sama lain saling berbagi,”Sambungnya.

Kegiatan rutin ini, akan dilaksanakan terus menerus dengan tetap melakukan evaluasi pada kegiatan tersebuat, ahar kegiatannya semakin baik dan meningkat,” Tutur Ustadz Saddam

Pewarta : PM

Kiai Safri, Kami Memilih Ponpes Nurul Jadid, Karena Pondok yang Sangat Maju dan Berkembang

nuruljadid.net- Pondok Pesantren Nurul Jadid merupakan pondok yang sangat maju dan berkembang. Diantara beberapa pondok yang telah kami pelajari ternyata Ponpesa Nurul Jadid yang sangat tepat menjadi pilihan kami, ” Ungkap Kiai Safri, Kepala MA Ponpes Darussalam Jambi.

“Kami tau Pondok Nurul Jadid Paiton ini dari website, dan disitu sangat bagus kegiatan-kegiatannya. Dari itu, kami sangat tertarik untuk bisa menimba ilmu di Pondok ini,” Sambung Kiai Safri.

Disamping itu, kami melihat banyak santri Nurul Jadid juara 1 yang ikut lomba di  tingkat Nasional,” Sambungnya.Kiai Safri berharap seluruh santrinya yang di mondokkan selama 3 bulan ini bisa menimba ilmu di Pondok Nurul Jadid, karena nantinya mereka akan dijadikan sebagai pengurus di Pondok kami.  Kata kiai Safri di ujung pembicaraanya.

 

Pewarta : PM

Santri Pesantren Darussalam Jambi, Ingin Belajar di Ponpes Nurul Jadid Selama 3 Bulan

nuruljadid.net- Kami membawa 21 siswa MA Pondok Pesantren Darussalam agar belajar di Pondok Pesantren Nurul Jadid. Semua santri yang berstatus siswa Aliyah agar di perlakukan sama sebagai santri Nurul Jadid, belajarnya dan kegiatan-kegiatan lainnya, ” Ungkap Kiai Safri, M. Pd Pendamping santriwati Darussalam, Jambi.

“Apapun program yang diberikan oleh Pesantren Nurul Jadid kami yakin itu yang terbaik dan semoga nanti bisa dipraktikkan di Ponpes Darussalam Jambi,” Sambungnya.

Ungkapan ini disampaikan pada acara seremonial yang bertempat di Aula MINI Pesantren, Jumat (01/11) pukul 13.00 WIB

Dalam kesempatan yang sama Ustadz H. Faizin Syamwil dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan Pesantren Darussalam Jambi karena telah memilih Ponpes Nurul Jadid menjadi pilihan santrinya agar bisa belajar di Pondok ini.

H. Faizin Syamwil memberikan penjelasan selayang padang berkait sejarah berdirinya Pesantren Nurul Jadid. Namun tidak terlalu detail, hanya profil singkat terkait Pesantren Nurul Jadid.

“Kami tidak akan menjelaskan panjang lebar terkait Pesantren Nurul Jadid, karena kami telah membagikan booklet dan di dalam booklet itu telah terpaparkan sekilas tentang Nurul Jadid Paiton, Probolinggo,” Ucap Sekretaris Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, H. Faizin Syamwil

Hadir pada acara seremonial Waka Pesantren II Ny. Hj. Hanunah Nafi’iyah, Sekretaris Pesantren Ustadz H. Faizin Syanwil, Kasuubag Protokoler Ustadz Bashori Alwi, Kasubbag Humas dan Infokom Ponirin Mika, WK Humas MANJ Ustadz Mawardi.

Pewarta : PM