PBDNJ Sabet 25 Medali di Bupati Cup 2019

PBDNJ Sabet 25 Medali di Bupati Cup 2019

nuruljadid.net – Perguruan Bela Diri Pondok Pesantren Nurul Jadid (PBDNJ) menjadi Juara Umum dalam lomba Kejuaraan Pencak Silat Bupati Cup 2019 yang diadakan oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Probolinggo. Sabtu (12/10/2019).

Lomba tersebut digelar di GOR Sasana Krida, diikuti oleh 22 perguruan tinggi yang terdaftar di IPSI Probolinggo.

Dari lomba tersebut, PBDNJ berhasil menyabet 12 Medali Emas, 7 Medali Perak dan 6 Medali Perunggu

Ketua PBDNJ, G. Shollahuddin Wahid(baju putih) saat memegang Trofi Juara Umum

Ketua PBDNJ, G. Shollahuddin Wahid(baju putih) saat memegang Trofi Juara Umum

Mahmud Khusairi, Pengurus (PBDNJ) bagian Prestasi merasa senang dengan apa yang telah diraih oleh anggota PBDNJ. “Alhamdulillah, saya sangat berterima kasih, dan saya sangat bangga terhadap anak didik kami baik yang di pesantren (santri, red) maupun yang cabang dibawah naungan PBDNJ tanpa latihan keras dan hubungan para kepengurusan PBDNJ maupun kepengurusan pesantren kami bukan apa – apa,” senangnya saat dihubungi nuruljadid.net via telepon.

“Harapan saya dan semua kepengurusan PBDNJ kepada teman – teman yang telah mendapatkan prestasi itu, bisa mempertahankan dan bisa dikembangkan lagi kedepannya dan yang belum mendapatkan juara saya harap latihannya lebih keras lagi, lebih semangat lagi biar mengharumkan nama besar PBDNJ dan PP. nurul jadid kedepannya,” pungkasnya

Ditempat yang sama, Bayu Kurniawan anggota PBDNJ yang mendapat medali emas tingkak remaja merasa sangat riang dan merasa bangga bisa bergabung dengan PBDNJ “Saya sangat bersyukur dengan apa yang telah saya raih ini, kalau bukan latihan yang konsisten dan bimbingan dari pada guru sekalian mungkin saya tidak bisa seperti ini,” paparnya saat dihubungi via telepon

Penulis : Ahmad

Editor : Ponirin

KH. Moh. Zuhri Zaini; Belajar Mengaji Kitab itu Bukan Ilmunya yang Penting tapi Barokahnya

KH. Moh. Zuhri Zaini; Belajar Mengaji Kitab itu Bukan Ilmunya yang Penting tapi Barokahnya

nuruljadid.net – Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. MOH. Zuhri Zaini menghadiri dan membuka kegiatan Kajian Kitab Matan Taqrib yang diselenggarakan oleh Forum Kajian Pondok Pesantren se-Probolinggo (FKPP) dan Launching Kajian Fathul Qorib PP. Nurul Jadid. Senin (07/10/2019).

Diawal sambutan, beliau mengucapkan rasa terima kasih kepada pengurus FKPP karena telah menyelenggarakan kegiatan tersebut di PP. Nurul Jadid.

“Saya sangat bersyukur sekali dengan adanya kegiatan ini mudah – mudahan hal ini bisa lebih menyemangati kita untuk belajar agama atau tafaqquh fiddin. Sebab, kajian – kajian yang berkaitan agama itu kurang menarik karena hasilnya tidak akan dirasakan sekarang atau mungkin tidak bisa dirasakan. sebetulnya agama ini dibutuhkan bukan hanya untuk akhirat nanti, bukan hanya untuk masuk surga. Tapi di dunia juga dibutuhkan tapi kebanyakan orang tidak merasakan akan hal itu. kalaupun yakin akan akhirat itupun katanya masih nanti, bukan sekarang. Apalagi masih banyak juga yang masih ragu. naudzubillah min dzalik,” tutur beliau di Masjid Jami’ PP. Nurul Jadid.

KH. Moh. Zuhri Zaini; saat menyampaikan sambutan

KH. Moh. Zuhri Zaini; saat menyampaikan sambutan

Lanjut beliau, untuk memperkuat semangat tafaqquh fiddin maka kajian – kajian seperti kegiatan ini harus tetap dilestarikan walaupun terdapat metode – metode pembelajaran baru. “Dan yang kita harapkan dari forum ini bukan dari menguasai ilmunya tapi barokahnya, karena dalam belajar mengaji kitab itu bukan hanya belajar menguasai ilmu tapi barokahnya yang terpenting,” jelas beliau.

“Dan juga dalam forum ini sebetulnya bukan bathsul masailnya yang penting, tapi silaturahimnya diantara kita sesama santri,”imbuh Kiai Zuhri (Sapaan akrab pengasuh ke IV PP. Nurul Jadid).

Kemudian beliau berharap agar kegiatan ini bisa terus berlanjut dan berkesinambungan. “Oleh karena itu, saya sangat bersyukur sekali dan berterima kasih bahwa pondok ini mendapat kehormatan untuk menjadi tempat kajian ini dan saya berharap kajian ini bisa memotivasi pada para santri yang ada disini (santri PP. Nurul Jadid, red) untuk lebih semangat lagi dalam belajar agama lebih – lebih bisa mempelajari kitab – kitab yang diwariskan oleh para pendahulu kita,” pungkas beliau.

Penulis : Agos

Editor : Ponirin

Pasca Kajian Kitab Matan, Begini Kesan Para Peserta kepada PP. Nurul Jadid

Pasca Kajian Kitab Matan, Begini Kesan Para Peserta kepada PP. Nurul Jadid

nuruljadid.net – Kegiatan Kajian Kitab Matan Taqrib yang diselenggarakan oleh Forum Kajian Pondok Pesantren se-Probolinggo dan Launching Kajian Fathul Qorib PP. Nurul Jadid menyisakan kesan yang mendalam bagi segenap peserta. Seperti yang disampaikan oleh Syaifuddin, perwakilan dari PP. Baitis Sholihin, Genggong.

Ia menuturkan, kegiatan kajian kali ini begitu berbeda dengan kegiatan kajian yang sebelum – sebelumnya. “ketika tiba disini (PP. Nurul Jadid, red) kami merasa kagum melihat pesantren terbesar di kawasan probolinggo ini karena saya baru pertama kali kesini, kemudian ketika ketempat acara kami disambut dengan baik dan fasilitas yang ada ketika acara cukup memuaskan dan mungkin yang paling terkesan ketika selesai kajian pas waktu ramah tamah,” jelasnya kepada nuruljadid.net.

para peserta Kajian Kitab Matan saat mengikuti kegiatan FKPP di Masjid Jami' Nurul Jadid

para peserta Kajian Kitab Matan saat mengikuti kegiatan FKPP di Masjid Jami’ Nurul Jadid

Lainnya halnya dengan Himmatur Rizal, perwakilan dari PP. Ar-Rofi’iyah merasa takjub dengan PP. Nurul Jadid karena selain dengan lengkapnya Lembaga  – Lembaga formal yang berdiri di bawah naungan PP. Nurul Jadid. “namun tradisi – tradisi salafiyah seperti mengaji kitab kuning masih cukup kental,” terangnya.

“Semoga pondok pesantren nurul jadid ini terus berjaya meningkatkan kualitasnya dalam mengkaji kitab kuning dan tetap kontisten,”imbuhnya saat ditemui pasca acara.

Setala dengan hal itu, Nur Ahmad Rofiqi, perwakilan dari PP. Riyadus sholihin turut takjub dengan PP. Nurul Jadid. “Mungkin PP. Nurul Jadid ini bisa menjadi gambaran bagi pondok kami,” tuturnya.

Penulis : Agos

Editor : Ponirin

Kajian Kitab Matan Taqrib, Ramaikan Malam Libur Santri

Kajian Kitab Matan Taqrib, Ramaikan Malam Libur Santri

nuruljadid.net – Forum Kajian Pondok Pesantren se-Probolinggo  (FKPP) mengadakan Kajian Kitab Matan Taqrib di Pondok Pesantren Nurul Jadid yang hal ini bersamaan dengan Launching Kajian Fathul Qorib PP. Nurul Jadid. Senin malam (07/10/2019).

Kegiatan tersebut diikuti oleh 64 Pondok Pesantren se-Probolinggo dan segenap santri putra perwakilan setiap wilayah dibawah naungan PP. Nurul Jadid.

Menurut Ketua FKPP, Ust. Muhammad Ainul Yaqin, merasa sangat bahagia bisa menyelenggarakan Kajian Kitab Matan Taqrib di PP. Nurul Jadid. “Karena yang saya dengar dulu itu, Pengasuh PP. Nurul Jadid lah yang selalu memberikan nasehat dan mendukung FKPP,” ungkapnya dalam sambutan.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga untuk menjalin silaturahim kepada pesantren – pesantren se-Probolinggo. “Serta untuk melatih para santri pesantren se-Probolinggo agar bisa cakap dalam berbahtsul masail,” imbuhnya dalam di Masjid Jami’ PP. Nurul Jadid.

Ust. Saili Aswi, Perwakilan Biro Kepesantrenan PP. Nurul Jadid saat menyampaikan sambutan

Ust. Saili Aswi, Perwakilan Biro Kepesantrenan PP. Nurul Jadid saat menyampaikan sambutan

Ditempat yang sama, Ust. Saili Aswi,Perwakilan Biro Kepesantrenan PP. Nurul Jadid, mengucapkan terima kasih kepada FKPP serta para peserta Kajian Kitab Matan Taqrib yang turut hadir dalam acara tersebut. “Atas nama pengurus PP. Nurul Jadid, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya terutama kepada pengurus FKPP ni. Karena kami ditunjuk dan dipercaya dalam kesempatan di malam ini untuk menjadi tuan rumah dan mudah-mudahan kami dapat melaksanakan apa yang menjadi keinginan FKPP, segala hal kami usahakan dan kami lakukan dalam rangka mensukseskan acara ini mudah-mudahan selalu bersama Allah subhanahu wa ta’ala,” harapnya.

Seraya dengan hal itu. KH. Moh. Zuhri Zaini, Pengasuh PP.Nurul Jadid turut bersyukur dan berterima kasih karena telah menyelenggarakan Kajian Kitab Matan Taqrib di PP. Nurul Jadid.

“Saya berharap kajian ini bisa memotivasi pada para santri untuk lebih semangat lagi dalam belajar agama lebih – lebih bisa mempelajari kitab – kitab yang diwariskan oleh para pendahulu kita,” ungkap beliau seraya membuka Kajian Kitab Matan Taqrib dan meresmikan Forum Kajian Fathul Qorib PP. Nurul Jadid.

Penulis : Agos

Editor : Ponirin

SMA Nurul Jadid Lantik Anggota 6 Organisasi Wilayah Unggulan Putra

SMA Nurul Jadid Lantik Anggota 6 Organisasi Wilayah Unggulan Putra

nuruljadid.net – SMA Nurul Jadid Paiton Probolinggo menggelar acara Pelantikan Raya Pengurus dan Pembina seluruh organisasi yang di bawah naungan Program unggulan SMA Nurul Jadid Periode 2019-2020 yang terdiri dari Presidium, ASIO, AFLA, MPS, COA dan BLS. Selasa (07/10/2019).
Acara tersebut dihadiri langsung oleh dewan pengasuh PP. Nurul Jadid, KH. Makki Maimun Wafi. Muhammad Qodir, Koordinator Unggulan Putra SMA Nurul Jadid. Segenap Pengurus Asrama Unggulan, Wilayah Maulana Ishaq (P) dan seluruh siswa unggulan SMA Nurul Jadid.

Muhammad Qodir, Koordinator Putra Unggulan SMA Nurul Jadid menyampaikan sambutan

Muhammad Qodir, Koordinator Unggulan Putra SMA Nurul Jadid saat menyampaikan sambutan

Muhammad Qodir, Koordinator Unggulan Putra SMA Nurul Jadid menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pengurus wilayah unggulan karena telah berhasil mensukseskan acara tersebut. “Saya sampaikan terimaksih kepada pembina di asrama Ungggulan sudah berusaha semaksimal mungkin dalam mensukseskan acara ini.” Ungkapnya dalam sambutan di Aula PP. Nurul Jadid.
“Harapan kami untuk kedepannya kepada seluruh organisasi yang berada di bawah naungan program unggulan SMA Nurul Jadid untuk melanjutkan Program yang belum terealisasi pada tahun dengan baik,” imbuh Guru SMA Nurul Jadid itu.
Kali ini, SMA Nurul Jadid melantik 49 anggota pengurus Presidium, 32 anggota Pengurus ASIO, 14 anggota pengurus AFLA, 4 anggota pengurus BLS (Badan Legistatif Siswa), 13 anggota pengurus COA dan 9 anggota MPS (Majelis Permusyawaratan Siswa).

Penulis : Jazul
Editor : Ponirin

Santri I’dadiyah Putra, Praktik Thaharah di Pantai Gerinting

nuruljadid.net : Santri I’dadiyah putra Pondok Pesantren Nurul Jadid, jum’at pagi (04/10) mengadakan kegiatan praktik thaharah di Pantai Gerinting. Kegiatan tersebut dimulai pada pukul 08.00 WIB hingga 10.00 WIB. Bapak Fathollatif selaku Kepala Bidang Wilayah menuturkan adanya kegiatan praktik thaharah ini.

“ Kegiatan praktik ini sebagai tindak lanjut dari materi yang disampaikan di asrama. Praktik langsung itu merupakan sesuatu yang sangat penting untuk diberikan kepada mereka (santri I’dadiyah). Karena banyak dari mereka paham materi tetapi praktik banyak yang keliru. Dan materi praktik itu setiap bulan dilaksanakan dengan tempat yang berbeda,” Ungkap Ustadz Fathollatif

Sebanyak 165 santri I’dadiyah yang mengikuti kegitan praktik thaharah ini. Ini dilaksanakan upaya untuk memberikan pembekalan dan pemahaman yang benar terhadap cara berthaharah. Dan kali ini praktik wudhu yang benar. Dan untuk mengawal AKu Pesantren,’ Sambungnya.

Pewarta : PM

IKSAKAP Siap Menggelar Seminar Nasional

Santri Nurul Jadid bersama IKSAKAP Siap Gelar Seminar Nasional

nuruljadid.net – Jum’at (4/10/2019) Ikatan Santri se-Kawedanan Paiton (IKSAKAP) Menggelar acara Sharing Santai untuk mematangkan acara Seminar Nasional Keaswajaan pada jam 13.00 yang akan dihadiri oleh Pengasuh PP. Nurul Jadid, KH. MOH. Zuhri Zaini. Kepala Pesantren, KH. Abdul Hamid Wahid dan Ketua PWNU Jawa timur, KH. Marzuki Mustamar.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh anggota, Pembina – pembina dan Alumni anggota IKSAKAP.

Pembina IKSAKAP, Ust. Mufid bersama Guntur Mahesa, Mantan Ketua IKSAKAP 2008 - 2009 saat pembukaan acara secara simbolis

Pembina IKSAKAP, Ust. Mufid bersama Guntur Mahesa, Mantan Ketua IKSAKAP 2008 – 2009 saat pembukaan acara secara simbolis

Menurut Ketua IKSAKAP, Maulana Munir acara Sharing Santai itu sebagai persiapan akhir anggota IKSAKAP untuk mempersiapkan acara Seminar Nasional.
“Dengan digelarnya acara sharing ini. Semoga bisa memperkompak teman – teman IKSAKAP dalam mensukseskan acara yang nanti siang (Acara Seminar Nasional, red),”  harapnya di acara yang bertempat di Aula PP. Nurul Jadid.

Lebih lanjut, Ust. Muhammad Qoid Mantan Ketua IKSAKAP periode 2017 – 2018 berharap, teman teman anggota IKSAKAP bisa terus optimis dalam mengawal acara Seminar Nasional.

“Hal ini juga sebagai ajang untuk evaluasi, Temu Wicara dengan para pembina dan alumni sehingga meningkatkan jiwa keorganisasian teman teman IKSAKAP,” Pungkas Mahasiswa Universitas Nurul Jadid itu.

Penulis : Ahmad

Editor : Ponirin

Dialog Millenial Menghadapi 2045

Dialog Millenial Menghadapi 2045

nuruljadid.net – Forum Komunikasi Osis (FKO) Biro Pendidikan, Pondok Pesantren Nurul Jadid mengadakan kegiatan Dialog Millenial dengan mengangkat tema “Millenial Menghadapi Indonesia Emas 2045 untuk Pembangunan Berkelanjutan” di Aula MA Nurul Jadid pada Selasa (01/09/2019).

Kegiatan yang diikuti sedikitnya 900 santri putra dan putri PP. Nurul Jadid itu mengundang 3 narasumber seperti Wahyu Ilahi, Siswa SMP Nurul Jadid yang menjadi Duta Siswa Berprestasi Nasional 2019 dan Delegasi Indonesia untuk International Kid & Teen Festival. Kemudian, Shania Indira P, Finalis Parlemen Remaja DPR RI 2019 dan Duta Generasi Hijau Provinsi Jawa Timur 2019 dan Ahmad Fauzan, Duta Siswa Berprestasi Nasional 2019 dan Delegasi Indonesia untuk ASEAN Youth Forum.

Wahyu Ilahi (Baju Batik) saat menyampaikan materi dalam acara Dialog Millenial

Wahyu Ilahi (Baju Batik) saat menyampaikan materi dalam acara Dialog Millenial

Dalam Sambutan, Fathul Farhan Ketua FKO mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk membekali para santri PP. Nurul Jadid akan konsep dan praktik menghadapi Indonesia emas pada tahun 2045 menuju pembangunan berkelanjutan.

Ditempat yang sama, Mujiburrohman Bakri Pembina FKO mengungkapkan maksud diadakannya kegiatan tersebut untuk menumbuhkan jiwa santri sosial, inovatif, kreatif, produktif serta sadar akan pentingnya pendidikan menghadapi Indonesia emas 2045.

“Hal ini juga untuk mengapresiasi bakat dan minat santri dibidang sosial dan Pendidikan,” ungkapnya saat ditemui nuruljadid.net.

Penulis : Ahmad

Editor : Ponirin

20190928_kh.-zuhri-zaini;-menjadi-tamu-allah-swt-merupakan-suatu-karomah

KH. Zuhri Zaini; Menjadi Tamu Allah SWT merupakan Suatu Karomah

nuruljadid.net – “Ketika telah sampai ke Makkah, kita manfaatkan waktu yang ada ditempat yang barokah itu untuk fokus beribadah kepada Allah SWT”.

Hal ini disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri Zaini saat mengisi tausiyah Bimbingan Umroh dan Manasik yang diselenggarakan oleh PP. Nurul Jadid Bersama Giant Tours dan Travel pada hari Sabtu (28/09/2019).
Kiai. Zuhri (sapaan akrab KH. Moh. Zuhri Zaini) menerangkan, ketika melaksanakan ibadah umroh untuk menjaga adab. “Termasuk adab beribadah itu adalah bertawakkal, artinya berpasrah diri kepada Allah SWT. Ketika di tanah suci dimohon untuk menjaga tatakrama, menjaga akhlak kita masing – masing, jangan berteriak dan ketika mendekati batu hajar aswad untuk pelan – pelan, kalaupun tidak bisa ya kita lihat dari jauh saja, jangan memaksakan. Tapi kalau bisa (mendekati batu hajar aswad, red) iya silahkan,” ungkap beliau dengan lemah lembut.

KH. Moh. Zuhri Zaini saat sambutan dalam acara Pelatihan Umroh dan Manasik

KH. Moh. Zuhri Zaini saat sambutan dalam acara Pelatihan Umroh dan Manasik

Kemudian beliau berpesan kepada para calon jamaah umroh yang akan berangkat pada tanggal 24 Oktober 2019 selama 13 hari itu untuk mengutamakan keikhlasan, karena lbadah umroh tidak menghabiskan biaya sedikit. Dan ibadah yang paling menonjol karomahnya itu adalah ibadah umroh dan haji.
“Untuk menjadi calon tamu Allah SWT itu merupakan suatu karomah jadi selama perjalanan hingga melaksanakan ibadah umroh semoga kita dibimbing oleh Allah SWT,” terang beliau.
Lebih lanjut, beliau turut memberi nasehat agar para calon jamaah tersebut untuk tidak berlebih – lebihan dalam berbelanja selama di tanah suci. “kalau ingin membeli barang yang kira – kira tidak ada di tanah air ataupun yang ingin di buat kenang – kenangan iya tidak apa – apa asalkan tidak melanggar peraturan, namun kalau seperti kurma di surabaya kan banyak yang jual,” imbuh beliau.
“Tujuan dari kita ber umroh ini untuk mendapat rahmat dari Allah SWT, jadi upayakan waktu – waktu kita di tanah suci diisi dengan beribadah, dan amal ibadah itu tidak hanya berupa ritual seperti dzikir tapi juga ada ritual kemanusiaan contohnya saling tolong – menolong,” pungkas beliau.

Penulis : Ahmad

Editor : Ponirin

Santri Husada Bimbing Santri Berpola Hidup Sehat

Santri Husada Bimbing Santri Berpola Hidup Sehat

nuruljadid.net- Klinik Az-zainiyah Pondok Pesantren Nurul Jadid mengadakan Pemeriksaan dan Promosi Kesehatan santri, Pengurus, Guru, Dosen, Karyawan, dan Keluarga Pengasuh PP. Nurul Jadid. Sejak tanggal 01 September – 22 Oktober 2019.

Pada kali ini, Ahad Malam (28/09/2019). Kegiatan Pemeriksaan santri tersebut bertempat di wilayah Nurus Shobah (H). Muhammad Isa Al Furqony Ketua Pos Kesehatan Santri (POSKESTREN) menuturkan kegiatan tersebut diselenggarakan juga untuk memeriahkan Hari Santri Nasional 2019.

Santri Husada saat menjelaskan pola hidup sehat kepada santri Wilayah Nurus Shobah

Santri Husada saat menjelaskan pola hidup sehat kepada santri Wilayah Nurus Shobah

“Kegiatan Pemeriksaan dan Promosi Kesehatan ini dilaksanakan untuk mengajarkan kepada para santri sekalian tentang apa itu pola hidup sehat dan cara berpola hidup sehat,” ungkapnya dalam sambutan

Searah dengan hal itu, Ust. Muhammad Fikri Haikal Kepala Wilayah Nurus Shobah (H) berharap pasca diselenggarakannya kegiatan tersebut santri PP. Nurul Jadid khususnya santri wilayah Nurus Shobah bisa mengimplementasikan hal – hal yang telah didapat di kegiatan tersebut.

“Kami berharap kegiatan ini bisa menumbuhkan rasa hidup sehat, bersih dan mandiri para santri sehingga santri tidak mudah sakit,” Ujar Mahasiswa Universitas Nurul Jadid itu.

Adapun materi yang disampaikan dalam kegiatan yang dimulai pada pukul 20:00 WIB tersebut ialah tentang pola hidup sehat serta cara membasuh tangan dan menyikat gigi yang baik yang dipandu langsung oleh Santri Husada.

Penulis : Jazuli

Editor : Ponirin

PP. Nurul Jadid Adakan Pelatihan Umroh dan Manasik

PP. Nurul Jadid Adakan Bimbingan Umroh dan Manasik

nuruljadid.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid bersama Giant Travel mengadakan Bimbingan Umrah dan Manasik yang bertempat di Mushalla Riyadusshlihin dan dipimpin langsung oleh Pengasuh PP. Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri Zaini. Sabtu (28/09/2019).

Dalam sambutan, KH. Zuhri Zaini menerangkan kegiatan pelatihan tersebut bertujuan agar calon jamaah umroh yang akan berangkat pada tanggal 24 Oktober 2019 selama 13 hari itu bisa melaksanakan ibadah umroh dengan khidmat.

KH. Moh. Zuhri Zaini saat sambutan dalam acara Pelatihan Umroh dan Manasik

KH. Moh. Zuhri Zaini saat sambutan dalam acara Pelatihan Umroh dan Manasik

Ditempat yang sama, KH. Ahmad Qusayri salah satu peserta yang turut menyampaikan sambutan. Mengajak kepada peserta umroh yang lain untuk fokus beribadah selama berada ditanah suci. “dan semoga kita diberi kesehatan oleh Allah SWT dari berangkat umroh sampai selesai,”harapnya.

Selain Pelatihan Umrah dan manasik, terdapat pengecekan kesehatan peserta sekaligus penyuntikan Vaksin Meningitis.

Peserta umroh PP. Nurul Jadid ini berselang selama 13 hari terhitung sejak tanggal 24 Oktober 2019 dan diikuti oleh 51 orang yang tersebar di wilayah Jawa Timur dan Bali.

Penulis : Jazuli

Editor : Ponirin

Cerita Santri di Haul KH. Nur Chotim Zaini

Cerita Santri di Haul KH. Nur Chotim Zaini

nuruljadid.net – Hari kewafatan sosok dewan Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid sekaligus Ketua Yayasan Nurul Jadid, KH. Nur Chotim Zaini di tahun 2019 ini diwarnai dengan khataman al-qur’an dan pembacaan tahlilan oleh santri putra Pusat Pendidikan Ilmu Al-qur’an (PPIQ) PP. Nurul Jadid.

Kegiatan tersebut ditempatkan di Musholla kediaman KH. Nur Chotim Zaini pada Kamis ba’da Maghrib (26/09/2019) yang dipimpin langsung oleh Pengasuh PP. Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri Zaini.

KH. Zuhri Zaini, saat menghadiri acara HAUL almarhum KH. Nur Chotim Zaini

KH. Zuhri Zaini, saat menghadiri acara HAUL almarhum KH. Nur Chotim Zaini

Mengenai kiprah beliau (Alm. KH. Nur Chotim Zaini, red) selama masih berkhidmat di PP. Nurul Jadid, Adiyatno Hidayat salah satu santri senior PP. Nurul Jadid mengungkapkan, pesan yang paling ia ingat adalah ketika ia diajar beliau saat masih menimba ilmu di MA Nurul Jadid.

“Saya diajari, dibimbing serta dididik melalui keteladanan beliau. Beliau merupakan sosok yang sangat disiplin utamanya dalam hal kedisiplinan waktu. Beliau tidak pernah terlambat dalam masuk kelas. Beliau juga berdawuh agar selalu mutholaah dan menjadi seorang yang rajin serta disiplin” ungkap Bapak Dayat (sapaan akrab santri senior tersebut).

Dalam segi Pendidikan, KH. Chotim (sapaan akrab Alm. KH. Nur Chotim Zaini) mengajar dengan menggunakan metodenya sendiri yakni dengan menyuruh setiap murid secara acak untuk membaca, menterjemahkan serta menjelaskan kitab.

“Pola Pendidikan yang beliau terapkan, metode mengajar beliau dikelas itu pola metode yang sangat mandiri sekali karena disetiap beliau ngajar itu selalu menyuruh kami murid – murid beliau secara spontan tidak terjadwal satu – persatu diminta beliau untuk membaca kitab dan prosesnya disetiap membaca kemudian menterjemahkan dan kemudian memberikan penjelasan” ungkap Bapak Dayat.

“Yang paling unik adalah beliau tidak pernah menunjuk siapa yang akan membaca kitab pada pertemuan berikutnya. Artinya, apa yang bisa kami teladani dari beliau bahwa setiap murid itu harus memiliki persiapan yang matang sehingga pada pembelajaran selanjutnya setiap murid sudah memiliki persiapan yang matang karena beliau menyuruhnya secara acak. Itulah memori yang sangat luar biasa dibenak kami sebagai murid beliau” tambah Bapak Dayat yang saat ini menjabat sebagai Kepala Keamanan dan Ketertiban (KAMTIB) PP. Nurul Jadid.

Ketika Bapak Dayat menjadi pengurus PP. Nurul Jadid, beliau KH. Chotim selalu menasehati para pengurus untuk senantia mampu mengatur waktu dengan baik dan bekerja keras.

“Satu hal yang paling saya ingat dari beliau itu, kalau ada intruksi jangan sekali – kali berkata tidak mampu namun beliau selalu menyarankan untuk kerjakan terlebih dahulu kemudian kesulitan yang dihadapi itu dicarikan solusi bersama. Ini adalah pendidikan yang luar biasa dari beliau kepada kami selaku pengurus PP. Nurul Jadid, ” imbuhnya dengan seraya berkaca – kaca.

Berkenaan dengan pergaulan KH. Chotim kepada masyarakat, MS Rokim salah seorang santri yang memiliki kenangan bersama KH. Chotim mengatakan bahwa beliau pernah berpesan kepadanya. “kalau ingin bermasyarakat jangan terburu untuk menjadi pemimpin. Namun, amati terlebih dahulu dan cermati seperti apa karakter masyarakat itu sendiri kurang lebih selama 2 tahun, setelah itu boleh untuk mencalonkan diri menjadi pemimpin di masyarakat tersebut,” jelasnya MS Rokim kepada nuruljadid.net.

Penulis : Ahmad

Editor : Ponirin

Menambah Kecintaan Pada Al-Qur’an Melalui Khotmil Al-Qur’an bil Ghoib

nuruljadid.net – Wilayah Al-Mawaddah, Pondok Pesantren Nurul Jadid menjadi tuan rumah dalam acara Khotmil Al-Quran bil Ghoib. Kegiatan rutinitas setiap bulannya pada hari kamis wage ini dihadiri oleh 5 peserta delegasi dari lembaga tahfidz di Pondok Putri PP. Nurul Jadid.

Kegiatan yang bertempat di Musholla Wilayah Al-mawaddah ini dimulai sejak pukul 06.30 WIB dengan pembacaan surat Al-fatihah sampai beberapa ayat surat Al-baqarah yang dipimpin oleh Ustadzah Rodliyah Ulfa tanpa memandang mushaf (Bil Ghoib) kemudian dilanjutkan oleh peserta delegasi sebanyak 5 jus dari tiap – tiap wilayah dan peserta yang lain mendengar dengan khidmat seraya mendikte peserta yang mengaji. Adapun wilayah – wilayah putri yang hadir pada acara tersebut ialah wilayah Daltim, Dalbar, Gank K dan Al-mawaddah.

suasana pembacaan do'a Khotmil Alur'an di Musholla Al-Mawaddah

suasana pembacaan do’a Khotmil Alur’an di Musholla Al-Mawaddah

Selain untuk menambah kecintaan santri pada Al-Qur’an khususnya Para Hafidzoh, tujuan diadakannya kegiatan ini ialah untuk manguji kualitas hafalan santri putri yang berada di lembaga  Tahfidz PP. Nurul Jadid.

“Dengan diadakannya kegiatan ini, kita bisa menguji sejauh mana kualitas hafalan kita. Serta sembari berdakwah pada sesama agar terus menambah kecintaan pada Al-quran,” ungkap Ruqayyah Miskiyah, salah satu peserta dari kegiatan tersebut. Kamis (26/09/2019)

Kegiatan ini berakhir pada pukul 20.00 WIB serta ditutup dengan pembacaan doa oleh Ustadzah Lilis dan santri yang hadir dalam kegiatan tersebut seraya mengamini.

Penulis: Dewi & Humairo

Editor: Ponirin

Biro Kepesantrenan Laksanakan Ujian Kaderisasi Wali Asuh

nuruljadid.net- Demi meningkatkan mutu calon pengurus wilayah baru, Biro Kepesantrenan Kabid (kepala bidang) Penataan Wilayah menggelar tes kaderisasi Wali asuh tahun 2020 di bawah kepemimpinan Ustad Fathol Latif, Kabid penataan Wilayah bersama Ustad Sulton selaku wakil Kabid Penataan Wilayah. Kegiatan ini bertempat di masjid Jami’ Nurul Jadid. Selasa Malam (24/09/2019).

Sebanyak 70 Calon wali asuh dan pengurus baru di uji dengan beberapa tahapan dan pengujian dalam pemahaman materi Furudhul Ainiyah (FA) yang mencakup 5 materi (Al Qur’an, Fiqih, Tauhid, Akhlak dan kepesantrenan).

Ust Fathol Latif menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu langkah awal dari pengkaderan calon pengurus dan wali asuh tahun 2020, dengan melalui tes materi-materi Furudhul Ainiyah (FA) yang langsung diuji oleh 7 pengurus senior, seusai kegiatan tes kompetensi nantinya akan di laksanakan follow up (kegiatan lanjut) Pengkaderan sebelum dilantik menjadi wali asuh dan Pengurus di 13 Wilayah Pusat Pesantren,” Tegas beliau.

“Tujuan diadakannya ke tes kompetensi ini untuk lebih memantapkan pemahaman kepada 70 calon pengurus dan wali asuh di tahun 2020,” Imbuh ustad fathol panggilan akrab beliau.

Menjadi wali asuh atau pengurus di wilayah maupun di pesantren merupakan pengabdian yang sangat mulia di kalangan para santri, tentunya sebagai wali asuh harus memiliki pemahaman yang lebih dari para santri yang lain.

Penulis : Ns
Editor   : Ponirin Mika

Siswa MANJ, Tampilkan Puisi Musikalilsasi di Acara Talk Show

nuruljadid.net – MA Nurul Jadid Pondok Pesantren Nurul Jadid menggelar acara Talkshow dengan mengangkat tema “Cerdas Linguistik,damai tanpa konflik” di Aula MA Nurul Jadid, Selasa (24/09/2019).

Risky Ali, Ketua panitia menerangkan dalam sambutan, dengan diadakannya talkshow sosio-linguistik ini bisa memperkaya wawasan akan bahasa siswa MA Nurul Jadid khususnya. “Karena semakin banyak bahasa yang kita kuasai maka semakin luas pula rasa sosial kita dan juga bahasa menjadi jembatan untuk bisa berekonsiliasi,” ungkap siswa kelas 12 MA Nurul Jadid itu.

Ditempat yang sama, Dr. lukman Hakim selaku kepala sekolah madrasah Aliyah Nurul Jadid, mengimbuhkan dalam belajar tidak harus didalam akan tetapi belajar juga bisa di luar kelas. “Contohnya pada kegiatan kali ini, kita belajar tentang sosio-linguistik di aula kita ini,” terangnya dalam sambutan.

Sebelum Talkshow dimulai, terdapat pertunjukan puisi musikalisasi oleh siswa MA Nurul Jadid. Pada Talk show kali ini, MA Nurul Jadid mengundang dua narasumber yang merupakan alumni PP.Nurul Jadid sendiri, mereka adalah Muzayyin, S.Th.I.,M.Hum, Direktur BRIAN (British And American English Course) Yogyakarta, Dan Raudlatul Aniq, S.Psi., CH., CHT, Trainer dan Terapis HypnoTherapy

Penulis : Agus

Editor : PM