Pondok Pesantren Nurul Jadid Gelar Halaqoh Tashfiyah dan Dialog

Nuruljadid.net- Pondok Pesantren Nurul Jadid jadi tuan rumah dalam acara Halaqoh Tashfiyah & Dialog  bertemakan “ Memperkokoh Ukhuwah dengan Pendidikan Qolbu dalam Bingkai NKRI” Senin, 23/09/2019 di Aula PP. Nurul Jadid.

Dalam acara ini ada sekitar 600 undangan yang hadir dari kalangan Masyayikh, Habaib  dan Tokoh Se-Tapal Kuda, pengasuh pondok pesantren Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri Zaini merasa sangat terhormat Pondok Pesantren Nurul Jadid sebagai tuan rumah dalam kegiatan Tersebut dawuh Kiai Zuhri panggilan akrab beliau.

Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri Zaini merasa terhormat Pondok Pesantren Nurul Jadid menjadi tuan rumah dalam acara tersebut. “Terima Kasih kepada KH. Abdul Qoyyum Mansyur, Masyayikh dan Habaib beserta Idaros Syu’biyyah Jam’iyyah Ahlith-Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyah (JATMAN) Kraksaan yang terlah memilih PP. Nurul Jadid sebagai tempat halaqoh  dan mudah-mudah pesantren Nurul Jadid mendapat barokahnya,” dawuh beliau dalam sambutan.

” Halaqoh ini merupakan Halaqoh tasfiyah (penjernihan), kita harapkan setelah mengikuti halaqoh ini, kita menjadi bersih dan jernih utamanya hati  kita” dawuh beliau.

Musthafa Quthbi Badri Rois Jam’iyah Ahlittoriqoh Al Mu’tabaroh An Naddiyah (JATMAN) menyampaikan, Niat acara ini ingin mencontoh para beliau-beliau (para kiyai, Auliya auliya), ketika kita ingin mencontoh beliau yang pertama harus kita contoh sifat permanen beliau, sebagai mualim muaddzirunnash, baginda nabi Muhammad SAW menyampaikan “seorang mualim tidak bisa terlepas dari semangat tholibul‘ilim (ngaji).

Selepas sambutanya kiai musthafa di lanjutakan dengan sesi dialog yang di narasumberi oleh KH. Abdul Qoyyum Mansyur, Pengasuh PP. An-Nur Lasem Jawa Tengah

Penulis : Ns

Editor : PM

Halaqoh Tashfiyah dan Dialog "Memperkokoh Ukhuwah dengan Pendekatan Qolbu dalam Bingkai NKRI"

Gus Qayyum; Ketidak tahuan akan menyebabkan, Fanatisme Buta dan Kebencian yang Berlebihan

nuruljadid.net- Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo gelar Halaqoh Tashfiyah, senin siang (23/09/19) di AULA Pesantren Nurul Jadid. Yang menjadi pembicara pada acara halaqoh dan dialog ini KH. Abdul Qoyyum Manshur dari Lasem, Rembang, Jawa Tengah.

Sebanyak 600 lebih peserta halaqoh tersebut. Mereka datang dari beberapa kabupaten se Tapal Kuda yang terdiri dari Pengasuh Pondok Pesantren, JATMAN, MATAN dan beberapa undangan dari unsur dosen dan guru dilingkungan Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Halaqoh Tashfiyah dan Dialog "Memperkokoh Ukhuwah dengan Pendekatan Qolbu dalam Bingkai NKRI"

Halaqoh Tashfiyah dan Dialog “Memperkokoh Ukhuwah dengan Pendekatan Qolbu dalam Bingkai NKRI”

KH. Moh. Zuhri Zaini, sebagai shohibul bait dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada para habaib, masyaikh dan kepada undangan yang hadir.

Terutama ucapan terima kasih beliau disampaikan kepada KH. Abdul Qoyyum Manshur Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur Lasem, Rembang, Jawa Tengah, karena bersedia hadir untuk memberikan bekal berupa ilmu pada acara ini.

Pesan Kiai Zuhri, setelah kita mengikuti kegiatan halaqoh tashfiyah ini, semoga hati kita menjadi jernih dan bersih. Sebab dengan hati yang jernih dan bersih kita melihat sesuatu dengan jernih dan bersih.

Pada pukul 14. 00 WIB kegiatan halaqoh tashfiyah dan dialog dimulai dengan tema ” Memperkokoh Ukhuwah Dengan Pendekatan Qolbu Dalam Bingkai NKRI” dipandu oleh Gus Fayadl sebagai moderator.

Ditengah pemaparannya, Gus Qoyyum menyampaikan hal penting yaitu : Ketidak tahuan akan menyebabkan, Fanatisme buta dan Kebencian yang berlebihan, Rasa kemanusiaan seseorang tidak boleh melampaui wilayah Tauhid.

Beliau memberikan contoh, ada orang Kafir miskin membutuhkan makan untuk dirinya atau saudaranya maka berilah dia karena alasan kemanusiaan.

Jika ada orang kafir membutuhkan dana untuk membangun tempat ibadahnya, tidak usah di kasi, tetapi tetap hormati mereka dalam ibadah mereka.

Pewarta : PM

KH. Moh. Zuhri Zaini; Dengan Hati Yang Bersih, Kita Bisa Melihat Sesuatu Dengan Jernih

nuruljadid.net- Dalam sambutannya KH. Moh. Zuhri Zaini menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran KH. Abdul Qoyyum Mansyur di Pondok Pesantren Nurul Jadid untuk mengisi acara Halaqoh Tashfiyah. Ucapan terima kasih pula disampaikan kepada para habaib, masyayikh dan para segenap undangan yang hadir. hal ini disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo tersebut pada Kegiatan halaqoh tashfiyah, senin siang pukul 13. 30 WIB (23/09/19) yang bertema ” Memperkokoh Ukhuwah Dengan Pendekatan Qolbu dalam Bingkai NKRI” di AULA Pesantren Nurul Jadid.

Dawuh beliau, ditengah sambutannya, menyinggung soal tema kegiatan halaqoh, “Halaqoh ini adalah halaqoh tashfiyah (penjernihan), kita harapkan setelah mengikuti halaqoh ini, kita menjadi bersih dan jernih utamanya hati kita,”

“Sebab dengan hati yang bersih kita melihat sesuatu dengan jernih sehingga terang menderang, tidak ada sangka-menyangka tidak ada curiga. Dan kita bisa berfikir jernih juga dan bersikap jernih dan berbuat jernih. Sehingga dari kejernihan ini bisa memancarkan hubungan baik kepada semuanya. Baik kepada Allah SWT maupun kepada manusia bahkan kepada mahluk yang lain,” Lanjut beliau.

Diakhir sambutannya Kiai Zuhri (sapaan akrab beliau) mengatakan “Kami yakin sebagai shohibul bait, banyak hal yang kurang berkenan, inginnya lebih baik lagi dan sempurna, namun apa daya tangan tidak sampai. Dari itu kami mohon maaf yang sebesar-sebesarnya. Tapi dengan hati yang bersih maaf akan mudah diberikan,”.

 

Pewarta : PM

 

Awali Kuliah dengan Belajar Qiro'at As-Sab'ah

Awali Kuliah dengan Belajar Qiro’at As-Sab’ah

nuruljadid.net – Keaktifan kuliah Universitas Nurul Jadid (UNUJA) baru dimulai pada hari selasa kemarin. Namun, gairah keorganisasian Himpunan Mahasiswa Program Studi Al-qur’an dan Tafsir (HIMMAPRODI IQT) dalam mengadakan acara terasa sangat besar. Hal itu tergambar ketika HIMPUNAN PRODI IQT menggelar acara Seminar Qiroah As-Sabah dengan tema “Mengkaji Qiroat As-Sabah dalam Seni Baca Al-Qur’an” pada Kamis (19/09/2019).

Acara yang bertempat di Aula Pondok Pesantren Nurul Jadid tersebut mengundang Ust Fathurrozi Lc, M.Th.I sebagai penyaji dan Ahmad Nabil Falahuddin sebagai moderator. Serta mengundang santri delegasi lembaga tahfidz PP. Nurul Jadid sebanyak 350 peserta.

Peserta Mahasiswi UNUJA saat mengikuti kegiatan seminar

Peserta Mahasiswi UNUJA saat mengikuti kegiatan seminar

Mohammad Ilyas selaku Ketua Panitia menerangkan, tujuan acara tersebut untuk menyambut mahasiswa baru dan memberi pemahaman kepada mereka akan kontradiktifnya ilmu Qiroah.

“Harapan Kami, acara ini dapat menambah cakrawala wawasan mahasiswa tentang sejarah adanya 7 imam Qira’at yang berbeda-beda, yang mana lumrahnya kita hanya mendengar kabar bahwa ada yang namanya Qira’at Sab’ah dalam Al-Qurán akan tetapi kita tidak pernah menyelami dan mempelajari, kita hanya mengetahui bahwasanya Para ahli qiraat dari kalangan  berbeda-beda, ada yang memiliki satu, dua atau tiga versi bacaan, akan tetapi kita tidak mengetahui siapa saja Para Imam itu, dan  bagaimana Sejarahnya.” Jelasnya dalam sambutan.

Kemudian dilanjutkan dengan pematerian oleh Fathurrozi Lc, M.Th.I tentang Qiroah As-Sabah dan berakhir dengan sesi tanya jawab serta pemberian cendera mata kepada Ust. Fathurrozi Lc, M.Th.I oleh KAPRODI IQT, Bapak Ahmad Fawaid M.Th.I.

Penulis : Humairo/Dewi

Editor   : Ponirin

Kh. Moh. Zuhri zaini: Barokah itu Diukur Dari Kebermanfaatan

Peran Santri Dalam Meredam Intoleransi

nuruljadid.net-Toleransi ditinjau dari perspektif islam adalah tasammuh (menerima dan meghargai perbedaan), dalam artian tidak memusuhi dan mengingkari, namun bukan berarti kita juga mengikuti terhadapat perbedaan tersebut, melainkan kita hanya menghargai dan menghormati perbedaan tersebut. Karena, mengikuti dan menghargai itu berbeda makna.

Namun, seiring dengan berkembangnya zaman rasa toleransi sering kali terabaikan dalam kehidupan sehari-hari. Terutama, bagi kaum radikalis yang sering kali menjadi biang kerok dibalik merebaknya kasus-kasus intoleransi di nusantara ini.

Perlu diketahui, radikalisme itu bersumber dari karakter masing-masing orang, namun radikalisme tak pernah diajarkan didalam agama islam. Sebab, dari historisnya (sejarahnya) agama islam merupakan agama yang mengajarkan toleransi, sebagaimana yang telah dipercontohkan oleh nabi Muhammad SAW.

Selain itu, perlu digaris bawahi juga bahwa radikal bukan hanya berbentuk kekerasan, namun juga bisa berbentuk pemikiran seperti filsafat, akan tetapi filsafat bukanlah radikal yang bersifat keras melainkan hanya berupa bentuk pemikiran.

Orang yang bersikap radikal rata-rata tidak bisa diajak kompromi, namun tak semua orang yang radikal tak bisa dikompromi, sebagian dari mereka masih bisa diajak kompromi, yakni orang radikal dalam aspek alur pemikiran bukan dalam sikap dan tindakan.

Berfikir radikal itu tidak dilarang, asalkan tidak melakukan tindakan radikal, karena yang menjadi masalah utama ialah tindakan radikal, jadi radikal masih bisa dibenarkan ialah bila tidak berbentuk tindakan, namun hanya berupa pikiran. Sungguh pun demikian radikal dalam pemikiran bisa saja berubah menjadi radikal dalam bentuk sikap dan tindakan.

Memasuki tahun pemilu, orang orang yang memiliki sifat radikal mulai bermunculan dan melakukan tindakan intoleransi, mereka berdalih bahwa tindakan yang mereka lakukan benar berdasarkan agama maupun faktor lain. Namun, itu hanyalah sebuah alasan belaka sebagai pembenar atas tindakan radikal atau intoleransi yang telah mereka lakukan.

Sejatinya tabi’at politik cenderung kepada perbedaan, masing masing partai politik pastilah memiliki pendapat yang berbeda beda, jadi perpolitikan sangatlah penuh kontroversi. Dalam dunia islam, kita juga mengenal khilafiyah, sebab, perpecahan yang terjadi dalam agam islam itu juga disebabkan oleh politik.

Seyogyanya partai politik, haruslah menjadi wadah untuk menampung aspirasi masyarakat, tentunya partai politik harus bisa menjalankan amanah yang mereka emban dengan sebaik mungkin. Sebab, partai politik juga pilar demokrasi.

Berdasarkan realitanya, banyak politisi tak lagi menjadi uswah (contoh) yang baik bagi masyarakat, melainkan mereka mengadu domba masyarakat, untuk mencari keuntungan bagi diri dan kelompoknya.
Demi terwujudnya kedamaian di indonesia, seharusnya toleransi perlu ditingkatkan. pemerintah seharusnya bersikap adil, karena penguasa jugalah berpolitik. Penguasa juga harus memberikan contoh yang baik dan jangan malah berbuat tindakan intoleransi.

Karena, hal itu dapat berimbas terhadap merebaknya kasus intoleran yang dilawan dengan intoleran, sehingga tindakan tersebut bukan menjadi solusi, melainkan akan menyebabkan situasi intoleran yang ada di Indonesia akan jauh lebih membengkak.

Indonesia juga merupakan negara yang berdasarkan hukum, sehingga segala penyelesaian permasalahan antara individu atau kelompok haruslah melalui jalur hukum. Jadi, ketika kita ingin meminimalisir kasus intoleransi yang terjadi, maka kita harus meredamnya dengan jalur hukum bukan malah membalasnya dengan perbuatan intoleran juga (menghakimi sendiri).

Sebagai kaum sarungan (santri),kita juga harus ikut serta dalam meredam kekerasan para kaum radikalis.Tentunya, sebagai santri yang berpegang teguh pada ajaran nabi Muhammad SAW, kita harus dapat mewujudkan ajaran toleransi yang telah diajarkan oleh beliau. Bukan malah ikut-ikutan dalam aksi-aksi yang berbau radikalis.

Ekstrim dan radikal memang punya keserupaan, keduanya merupakan sifat yang memang telah ada dalam diri manusia. Sifat ekstrim dan radikal bahaya jika saja tidak berbentuk tindakan kekerasan dan tidak melibatkan orang lain sebagai korbannya. Jadi, tindakan ekstrim dan radikal sangatlah bahaya jika dilakukan dengan kekerasan, karena memang mereka meliki perawakan yang keras jika ditinjau dari luar.

Setiap orang yang berpendirian, pastinya, akan mengartikan toleransi sebagai suatau kewajiban dalam bermasayarakat, dan mereka juga akan memaknainya sebagai suatau sifat penghormatan dan menghargai terhadap perbedaan. Bukan malah menjadikan toleransi sebagai tuntutan mengikuti pendapat yang salah.

Kendati demikian pun juga diperuntukkan bagi santri untuk harus tetap berpegang teguh terhadap ajaran ahlus sunnah wal jamaah yang mengajarkan tentang tasammuh (toleransi), dan menjadi solusi dari intoleransi yang terjadi. Sebab, santrilah manifestasi murni ajaran kanjeng nabi.

 

Penulis : Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo

Sumber : Majalah Kharisma MANJ

TK Bina Anaprasa, Latih Murid Manasik Haji di Usia Dini

nuruljadid.net- TK Bina Anaprasa ingin mencetak generasi mempunyai keasadaran keagamaan yang kuat. Juga untuk melatih generasi mengerti manasik haji di usia dini. Pernyataan ini disampaikan oleh Ustadzah Fitriyah Kepala TK Bina Anaprasa saat dihubungi Huminfo Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Manasik haji ini diikuti oleh sejumlah 200 murid, padahal itu mestinya diikuti oleh 350 murid dari 4 TK sekitar,” Ujar Cek Gu, panggilan akrab Ustafzah Fit.

Program manasik haji ini merupakan program TK kami (TK Bina Anaprasa) namun TK yang lain disekitar kita bahkan se Kecamatan Paiton akan kita ajak bergabung untuk melaksanakan program ini,” Lanjutnya.

Kegiatan manasik haji dilaksanakan selasa pagi tadi (17/09/19) pukul 07 sampai 09 WIB bertempat di Halaman Universitas Nurul Jadid (UNUJA) Paiton, Probolinggo.

Pewarta : PM

Ruqyah Aswaja & Pelayanan Kesehatan Gratis Klinik Az-Zainiyah

MWCNU Paiton, Probolinggo; Pengobatan Gratis Klinik Az-Zainiyah Sangat Membanggakan

nuruljadid.net- Kami bangga bisa bekerja sama dengan Majelis Wakil Cabang Paiton, Probolinggo dalam memberikan pengabdian bagi masyarakat. ini sesuai dengan keinginan kami (klinik az-zainiyah) ingin membantu orang yang membutuhkan pertolongan tanpa pandang bulu. pernyataan ini disampaikan oleh Wakil Direktur Klinik Az-Zainiyah Bapak Kholid Fauzi.

Kata Bapak Kholid, Klinik mempunyai program untuk memberikan pengobatan, juga melakukan kegiatan preventif (pencegahan), promotif guna menjaga kebugaran tubuh agar tidak mudah sakit. Kegiatan preventif (pencegahan), promotif ini di Koordinir oleh kelompok pesona Club. kegiatan ini tidak hanya diberikan kepada santri akan tetapi kepada masyarakat luas.

Ruqyah Aswaja & Pelayanan Kesehatan Gratis Klinik Az-Zainiyah

Ruqyah Aswaja & Pelayanan Kesehatan Gratis Klinik Az-Zainiyah

Ustadz Moh. Jasri Akhyak selaku ketua panitia mengatakan, Kami mewakili panitia dan atas nama MWCNU Paiton berharap bekerjasama dengan klinik Az-Zainiyah berlanjut. Dan kami sangat berterima kasih, pelayanan dari klinik untuk pengobatan gratis ini cukup menggembirakan, karena tim dari klinik sangat respek dan memberikan pelayanan yang sangat luar biasa. Kami berharap kerjasama ini terus berlanjut dengan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Paiton, Probolinggo.

Pewarta : PM

Ruqyah Aswaja & Pelayanan Kesehatan Gratis Klinik Az-Zainiyah

Masyarakat Paiton Sambut Positif Pengobatan Gratis Klinik Az-Zainiyah

nuruljadid.net- Klinik Az-Zainiyah Pondok Pesantren Nurul Jadid gelar Pengobatan gratis terhadap masyarakat Paiton Probolinggo. Sebanyak 200 orang yang mendaftar untuk mendapatkan perawatan dengan derita penyakit yang berbeda-beda. Pada kegiatan ini, Klinik Az-Zainiyah bekerjasama dengan MWCNU Paiton, Probolinggo, pagi kemarin bertempat di Kantor MWCNU Paiton.

Ustadz Suherdiyansyah, M.Pd.I Panitia pelaksana kegiatan ini menyampaikan berkait respon masyarakat Paiton terhadap adanya kegiatan pengobatan massal secara gratis.

Ruqyah Aswaja & Pelayanan Kesehatan Gratis Klinik Az-Zainiyah

Ruqyah Aswaja & Pelayanan Kesehatan Gratis Klinik Az-Zainiyah

” Kami melihat masyarakat Paiton yang ikut kegiatan pengobatanmassal secara gratis ini, sangat bangga dan sangat senang. Mereka bersyukur dengan adanya kegiatan seperti ini. Klinik Azzainiyah mampu mencuri hati mereka dengan memberikan pelayanan prima dan profesional,’ Ungkap Ustadz Zuhe Panggilan akrabnya.

“Alhamdulillah, klinik Az-Zainiyah menyambut baik dengan model kegiatan ini. Semoga lain waktu, Klinik terus memberikan khidmatnya kepada masyarakat secara luas,’ Sambungnya.

 

Pewarta : PM

Tidak Ada Penulis Yang Hebat Yang Ada Penulis Yang Terlatih

nuruljadid.net – Dalam membentuk sebuah kinerja tim yang maksimal dan handal, Sekretariat bagian Humas dan Protokoler Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo mengadakan sekolah kewartawanan yang diikuti beberapa siswi dan mahasiswi. Terhitung sejak tanggal 14-15 september 2019.

Sekolah kewartanan tersebut bertempat di Aula SMP Nurul Jadid. Para peserta merupakan bagian dari tim wartawan dan infokom putri. Mereka sangat bersemangat dalam mengikuti kegiatan tersebut. Selain bisa menambah pengalaman, kegiatan tersebut juga bisa menambah wawasan para peserta dalam aspek kewartawanan.

“Tidak ada penulis yang hebat yang ada penulis yang terlatih.”Ujar Kak Rahmat Hidayat dalam sela-sela pemateriannya.

“Dalam penulisan berita yang paling dibutuhkan adalah keahlian, bukan hanya sekedar pengetahuan belaka. Disini para peserta, juga diminta untuk memperbanyak kosakata dan wawasan-wawasan melalui membaca buku,” Sambungnya.

”Karena dari sebuah bukulah wawasan kita hadir.”Ujar Kak Arwin

Meski telah berjalan selama dua hari, para peserta tetap bersemangat dan tetap khidmat dalam memperhatikan materi-materi yang disampaikan.Tak hanya itu para peserta pun sangat antusias pada sesi tanya jawab. Mereka saling melemparkan pertanyaan. Dan beberapa motivasi dari pemateri yang ada, mereka jadikan acuan untuk terus mengabdi.

Acara berjalan dengan lancar tanpa kendala apapun. Dalam kegiatan ini para peserta diminta untuk langsung mempraktekkan apa yang mereka dapat, namun belum sempat dilaksanakan para peserta kehabisan waktu. Mereka semua berharap untuk kedepannya sekolah kewartawanan ini bisa lebih diperbanyak waktunya terlebih-lebih dalam hal praktek.

”Anggaplah dalam hal ini adalah upaya kita dalam mengabdi bukan hanya menambah pengalaman, karena sejatinya tak ada pengabdian yang mendua.”Ujar icha salah satu peserta pada sesi akhir acara.

Pewarta; Al-Mukhtar

Editor : Ponirin Mika

Klinik Az-zainiyah Rawat 200 Masyarakat Desa Paiton secara Gratis

Klinik Az-zainiyah Bersama MWCNU Paiton, Rawat 200 Masyarakat Desa Paiton secara Gratis

nuruljadid.net – Klinik Az-zainiyah Pondok Pesantren Nurul Jadid bersama Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Paiton, Probolinggo (MWCNU) mengadakan acara Ruqyah ASWAJA dan Pelayanan Kesehatan Gratis bertempat di Kantor MWCNU Paiton. Ahad (15/09/2019).

Sebanyak 200 masyarakat umum desa Paiton mendapatkan perawatan gratis, Bapak Ahmad Kholil Fauzi Wakil Direktur Klinik Az-zainiyah mengatakan ada 2 jenis perawatan yang diberikan, melalui perawatan medis dan perawatan non medis atau Al-qur’an.

“Urusan kami hanya mengobati, masalah kesembuhan hanya karena Allah SWT, yang penting kita berusaha untuk berobat,” paparnya saat sambutan.

“Kami harap setelah acara ini berlangsung, masyarakat di desa paiton ini bisa beraktifitas kembali dengan bugar dan mengerti akan penting menjaga pola hidup,” harapnya.

Perawat Klinik Az-zainiyah Putri (Kerudung Merah) sedang memeriksa pasien.

Perawat Klinik Az-zainiyah Putri (seragam hijau) sedang memeriksa pasien.

Ditempat yang sama, Asrul Anam salah – satu perawat klinik az-zainiyah menjelaskan, dalam acara tersebut klinik az-zainiyah dibantu oleh beberapa santri Husada dan Saka Bakti Husada dalam melayani para pasien dalam mengecek indeks tinggi dan berat badan. Selain itu, para perawat membantu dalam mengecek tekanan darah, asam urat dan diabetes para pasien.

“Kemudian jika ada pasien yang  mempunyai penyakit diabetes contohnya, maka akan ditindak lanjuti oleh dokter. Dan nantinya akan dibeberkan bagaimana pencegahan sekaligus pengobatan penyakit tersebut serta cara mengatur pola hidup yang baik,” jelasnya saat terwawancarai nuruljadid.net.

“Kerjasama ini semoga berlanjut, hingga bisa memberikan pelayanan kesehatan gratis pada masyarakat. Terutama masyarakat Paiton dan sekitarnya,” Ungkap Ustadz Jasri Ketua Panitia dari MWCNU Paiton.

Penulis  : Ahmad

Editor    : Ponirin

Agar Pemburu Berita Semakin Handal, Huminfo Adakan Sekolah Kewartawanan

nuruljadid.net- Sekretariat bagian Subbagian Humas dan Infokom Pondok Pesantren Nurul Jadid gelar sekolah kewartawanan, sabtu 14-15 september 2019 bertempat di Aula SMP Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Murid sekolah kewartawanan ini mereka adalah Tim Wartawan Humpro yang dibentuk oleh sekretariat sejak 1 bulan yang lalu. Ada 18 anggota wartawan terdiri dari putra dan putri, mereka diambil dari setiap lembaga dan wilayah yang berbeda-beda, mereka diberi area yang berbeda-beda untuk memburu berita yang akan dirilis.

Kepala Subbagian Humas dan Infokom Ponirin Mika, M.Pd.I mengatakan; dibentuknya tim wartawan ini agar seluruh kegiatan yang dilaksanakan oleh satuan kerja, satuan pendidikan dan seluruh kegiatan yang digelar oleh Pondok Pesantren Nurul Jadid bisa di informasikan kepada publik. tidak kalah pentingnya dari itu, Pesantren sebagai lembaga pendidikan kader, maka menciptakan kader-kader wartawan yang handal juga sangat diharapkan.

“Kami sangat bangga adanya kegiatan sekolah kewartawanan ini. ini adalah kali pertama yang kami ikuti dan kami mendapatkan ilmu jurnalistik yang baik,” Ungkap Icha anggota wartawan  Nurul Jadid.

Pemateri sekolah kewartawanan Rahmad Hidayat (Kru Alfikr) Arwin (Kru Alfikr) Muhammad Sholeh (Kru Alfikr dan penulis) Putrohadi (Wartawan Alfikr online).

“Kami bersyukur mendapat ilmu dan bertambah wawasan saya, apalagi yang mengisi sekolah ini mereka yang punya pengalaman lebih dari kami,’ Lanjut Icha

Pewarta : Icha

Editor : PM

 

Pengurus Pusat Putri Nurul Jadid; Upgrading Wali Asuh Melalui Training Skills

nuruljadid.net- Untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia di Wilayah masing-masing putri, Pengurus pusat putri Pondok Pesantren Nurul Jadid bagian Wakil Kepala Bidang Pengelolaan dan Pengembangan SDM Biro Pendidikan Putri mengadakan kegiatan Training Of Trainer (TOT)  bagi pengurus senior. Pembukaan pelatihan dimulai hari sabtu, 14 September 2019 dan dilanjutkan dengan pematerian selama 3 hari. yang menjadi peserta pada TOT for leadership mereka adalah perwakilan senior pengurus perwilayah. Kegiatan TOT ini bertempat di Aula Mahrom Wilayah Al-Hasyimiyah mulai hari sabtu (14/09) hingga selesai.

Ibu Faiqotul Hikmah, M.Pd.I mengatakan, ‘ Tujuan TOT ini untuk menyiapkan mereka menjadi trainer leadership  yang handal dan mempunyai wawasan yang luas berkait yang dibutuhkan di wilayah. disamping itu untuk meningkatkan SDM di wilayahnya masing-masing.
Pelaksanaan pelatihan diwilayah masing-masing di monitor Birpend sebagai RTL kegiatan saat ini. yakni :2. Pelatihan kewaliasuhan tingkat/tahap II dan yang menjadi peserta adalah wali asuh senior atau yang lama mengabdi wilayah.

“Pelatihan ini bermaksud untuk meningkatkan SDM wali asuh lama untuk menjadi lebih baik dan menguasai standart skill yang lebih tinggi dari wali asuh yang baru dalam melaksanakan tugasnya,” Lanjut Ibu Faiq

Ada delapan narasumber yang dihadirkan pada acara ini. mereka adalah :

1. Siti Munawaroh, S.Psi, M.Pd( Guru BK MTsN 1 Probolinggo)
2. Syawaluddin, S.SosI, S.Pd, M.Pd (Dosen BK IAIN Bukittinggi)
3. Puji Gusri Handayani, S.Pd., M.Pd., Kons. (Dosen BK Univ Negeri Padang)
4. Hafiz Hidayat, S.Pd., M.Pd.
5. Randi Saputra, S.Pd., M.Pd., Kons.
6. Husni Abdillah, M.Pd., (UIN Sunan Ampel Surabaya)
7. Yogi Damai Syaputra, M.Pd (IAIN Batusangkar)
8. Ahmad Zamroni, SS, M.Pd, MA ( kepala MIN 2 Probolinggo).

 

Pewarta : PM

Pembekalan Wali Asuh Putri Melalui Training Skills

nuruljadid.net- Pondok Pesantren Nurul Jadid bagian Wakabid Puteri adakan Training Skills Wali Asuh yang baru dipilih. Kegiatan ini bertempat di Aula Mahram Wilayah Al-Hasyimiyah.

Nyai Muthmainnah atau di akrab dipanggil Ning Iin mengatakan adanya kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan skill kewaliasuhan di asramanya masing masing.

Kurang lebih 400 Wali Asuh dari semua wilayah mengikuti pelatihan ini. Untuk lebih memaksimalkan training tersebut dilaksanakan selama 3 hari sejak hari sabtu-senin tanggal 14-16 September 2019.

Yang menjadi Tim pelatih, mereka adalah Tim Konselor Program Doktoral dari Universitas Negeri Malang.

 

Pewarta : PM

KH. Najiburrahman; Perkembangan Teknologi itu Setidaknya Buat Kita Lebih Percaya kepada Akhirat

KH. Najiburrahman; Perkembangan Teknologi itu Setidaknya Membuat Kita Lebih Percaya kepada Akhirat

nuruljadid.net – “Hikmah dari perkembangan teknologi itu setidaknya membuat kita lebih percaya kepada adanya akhirat, lebih percaya kepada rukun iman, lebih percaya kepada turunnya wahyu dari langit. kalau kita saja bisa kirim SMS apalagi Allah Swt kepada nabinya, ya sangat mungkin !”.

hal itu disampaikan oleh Wakil Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Najiburrahman Wahid saat mengisi acara Tausiyah Pengasuh di Aula SMA Nurul Jadid.

Acara yang bertemakan “Pendidikan Pondok Pesantren dalam Menyiapkan Generasi 4.0” itu, beliau menjelaskan perkembangan teknologi dari revolusi industri 1.0 sampai 4.0 itu untuk kemudahan. Pada zaman sekarang semuanya dapat dilakukan menggunakan Handpone, contoh Nelpon, SMS, Merekam video, audio, membuka mushaf Al-qur’an maupun kitab.

“Pernah dulu ada seseorang berkata kepada kiai. Kiai, sampean kalau ke pengajian cukup bawa HP saja tidak usah bawa kitab, karena di HP sekarang ini sudah bisa diisi kitab jadi kiyai mudah tidak repot. kemudian si kiyai berkata,  kalau mudah sih iya, tapi apakah barokah? jadi kalau ngaji ya bawa kitab saja tidak usah pakai HP agar ada barokahnya.”imbuh beliau.

Peserta didik SMA Nurul Jadid Program Unggulan sedang menyimak Tausiyah Pengasuh

Peserta didik SMA Nurul Jadid Program Unggulan sedang menyimak Tausiyah Pengasuh

Lebih lanjut, beliau yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor II Universitas Nurul Jadid menyarankan agar peserta didik SMA Nurul Jadid itu untuk menguasai Ilmu – Ilmu pengetahuan dan teknologi agar menjadi ‘tangan yang diatas’ (orang yang dermawan, red).

Diakhir tausiyah, beliau memperingatkan untuk hati – hati dalam menggunakan teknologi, karena terkadang teknologi itu membawa budaya tertentu dan harus disaring dengan ilmu agama.

“Karena itu prinsip PP. Nurul Jadid, menjaga nilai agama yang baik dan mengadopsi nilai baru yang lebih baik. Contohnya menjaga nilai agama yang baik seperti mengaji kitab, apa itu mengaji kitab, mengaji kitab itu berarti belajar agama langsung ke sumbernya, ke pengarangnya dan langsung ke Rasulullah SAW, kalau nilai baru yang lebih baik contohnya belajar Bahasa mandarin untuk memperluas wawasan,” pungkas beliau.

Penulis : Ahmad

Editor    : Ponirin

Siapkan Siswa yang Siap Menyongsong Generasi 4.0, SMA NJ Gelar Tausiyah Pengasuh

Siapkan Siswa untuk Menyongsong Generasi 4.0, SMA NJ Gelar Tausiyah Pengasuh

nuruljadid.net – SMA Nurul Jadid mengadakan kegiatan Tausiyah Pengasuh yang diisi lansung oleh Wakil Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Najiburrahman Wahid. Pada Kamis Malam (12/09/2019).

Kegiatan yang bertempat di Aula SMA Nurul Jadid itu mengangkat tema “Pendidikan Pondok Pesantren dalam Menyiapkan Generasi 4.0” yang dihadiri oleh segenap peserta didik program unggulan Bahasa, program unggulan IPS, dan program unggulan IPA sebanyak 210 siswa.

Muhammad Yusuf, Ketua panitia menjelaskan kegiatan tersebut bermaksud untuk menyiapkan siswa – siswa SMA Nurul Jadid agar siap menjadi generasi yang siap menyongsong Revolusi Industri 4.0.

“Dengan digelarnya acara ini, teman – teman siswa SMA Nurul Jadid bisa mengetahui lebih dalam akan Revolusi Industri 1.0 sampai 4.0,” tegas siswa yang sekarang masih duduk dikelas 3 itu saat terwawancarai oleh nuruljadid.net.

KH, Najiburrahman Wahid, Wakil Kepala Pesantren Nurul Jadid saat mengisi acara

KH, Najiburrahman Wahid, Wakil Kepala Pesantren Nurul Jadid saat mengisi acara

Ditempat yang sama, Ridwan Hamimi, Kepala Wilayah Sunan Maulana Malik Ibrahim (M), Asrama unggulan SMA Nurul Jadid berharap, setelah terselenggaranya siswa SMA Nurul Jadid bisa lebih siap dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0.

“Semoga dengan adanya kegiatan ini, bisa mengintensifkan semangat mereka (siswa SMA Nurul Jadid, red) untuk belajar lebih tekun,” pungkas mahasiswa universitas nurul jadid itu.

Penulis : Ahmad

Editor    : Ponirin