Lepas Pisah dan Pergantian Praktek Pengalaman Lapangan Mahasiswa Universitas Ibrahimy Sukorejo

Mahasiswa UNIB Sukorejo, Praktek Pengalaman Lapangan Di Nurul Jadid

nuruljadid.net- Kami bersyukur, Mahasiswa dari Prodi Bisnis Syariah Universitas Ibrahimy Sukorejo, Sitobondo, diberi kesempatan untuk melaksanakan Praktek Pengalaman Lapangan di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo.

Pernyataan diatas disampaikan Ustadz Misbahul Ali Pembina mahasiswa PPL pada acara seremonial serah terima sekaligus penarikan dan menyerahkan sebelas mahasiswa PPL gelombang I dan II di Kantor Sekretariat, Rabu siang, (12/02).

“Tentu, Nurul Jadid menjadi pilihan, karena Pondok ini sangat maju terutama dalam manajemen. Kami berharap kepada seluruh pengurus Pondok untuk membina mahasiswa kami, agar mendapatkan ilmu sesuai dengan yang diharapkan agar nantinya bisa dipraktikan.m”, Ungkap Ustadz Misbah.

Lepas Pisah dan Pergantian Praktek Pengalaman Lapangan Mahasiswa Universitas Ibrahimy Sukorejo

Lepas Pisah dan Pergantian Praktek Pengalaman Lapangan Mahasiswa Universitas Ibrahimy Sukorejo

Ustadz H. Faizin Syamwil, Sekretaris Pondok Pesantren Nurul Jadid menyambut baik penarikan dan penyerahan mahasiswa PPL Universitas Ibrahimy Sukorejo.

“Kami atas nama pengurus Pesantren Nurul Jadid sangat berterima kasih atas segala kepercayaan yang diberikan Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo, Sitobondo. Sebenarnya Pondok Pesantren Nurul Jadid dan Pondok Sukorejo merupakan saudara. Jadi kami berharap kegiatan ini tidak hanya kegiatan akademis, tapi lebih dari itu, bagaimana supaya bisa saling asah dan asuh agar saling melengkapi”, Kata Ustadz Faizin.

“Tentu yang positif dari Pondok Pesantren bias ditiru dan yang kurang baik bisa diberi masukan agar menjadi baik, agar tercipta keakraban yang sebenarnya sudah dibangun oleh para sesepuh Pondok kita, baik sesepuh Pondok Nurul Jadid maupun sesepuh Pondok Sukorejo, Situbondo,’ Lanjutnya.

“Kami berharap seluruh mahasiswa PPL dari Universitas Ibrahimy Sukorejo, mentaati aturan Pesantren, seperti ijin apabila mau keluar pesantren,”Tambah Ustadz Faizin.

Hadir pada acara serah terima mahasiswa PPL kali ini, Kasubbag Humas Ponirin Mika, Kasubbag Protokoler Ustadz Bashori Alwi, Staf Humpro Ustadz Dimas Eko Cahyono.

 

Pewarta : PM

Nurul Jadid Bedah Isu Islam Indonesia China Dihadiri Konjen China

Nurul Jadid Bedah Isu Islam Indonesia-China Dihadiri Konjen China

nuruljadid.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo menggelar Seminar Nasional “Diplomasi Budaya: Hubungan Islam Indonesia-China” dan Bedah Buku “Ada Apa Dengan China” di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid, Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (11/02/2020). Kegiatan dalam rangka mendiskusikan bagaimana konsep Islam di Tiongkok berkembang dan hubungannya dengan Islam di Nusantara. Terutama Islam yang dikembangkan oleh para kiai Nahdlatul Ulama (NU).

Kegiatan yang dihadiri oleh Konjen China, Gu Jingqi yang melakukan silaturahim sekaligus memberikan pengantar tentang pandangannya terhadap Islam dan Pesantren. Gu Jingqi sangat mengapresiasi upaya pesantren Nurul Jadid yang open minded dan dinamis dalam beradaptasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan salah satunya belajar bahasa Mandarin serta Budaya Tiongkok. Gu Jingqi yang masih terbata-bata dalam melafalkan Bahasa Indonesia ini memilih menyampaikan sambutannya dengan bahasa Melayu di depan hampir 700 peserta dari beragam kalangan baik Muslim maupun Non-Muslim.

Tamu Undangan yang ikut hadir dalam kegiatan ini Bapak Aping (LKPBT Jawa Timur), Bapak Anwar (Komunitas Tionghoa Surabaya),  Bapak Indrawan (Ketua Perkumpulan Alumni “Meng Hua” Banyuwangi), Ibu Linda Indrawati (Ketua Perkumpulan Tionghoa “Xi Hua” Situbondo), Bapak Leo Tanoyo (Ketua Yayasan Sekolah Tiga Bahasa Sinar Harapan Lumajang, Bapak Santoso Wijaya (Ketua Yayasan Sekolah Harapan Bangsa Pasuruan) dan Bapak Pai Chun (Pimpinan Global Books EWA Surabaya). Selain itu hadir perwakilan Organisasi NU, Pimpinan Pesantren, Dosen UNUJA, Organisasi Kepemudaan, Kepala Sekolah/Madrasah di wilayah Paiton dan perwakilan BEM serta OSIS/OSIM di lingkungan Nurul Jadid.

Kedatangan Konjen China tersebut disambut hangat oleh Pimpinan Nurul Jadid, KH. Najiburrahman Wahid yang didampingi Sekretaris Pesantren, Faizin Syamweil. Melalui sambutannya Gus Najib menyampaikan bahwa China dan Indonesia sudah sejak lama memiliki hubungan baik utamanya dalam syiar Islam terbukti dengan beberapa bangunan Masjid Cheng Ho di beberapa tempat di Indonesia. Gus Najib juga mengungkapkan tentu ada hal yang mempengaruhi mengapa hadis Nabi menyinggung China sebagai tempat untuk mencari ilmu. Mungkin ungkap beliau, karena saat itu China sudah mengalami perkembangan teknologi yang maju dibandingkan negara-negara lain, termasuk negara Arab. “Karena penemuan orang Tiongkok yang terkenal dan diketahui seperti mesin pembuatan kertas, ketika di Arab masih pelepah kurma” tutur Gus Najib. Oleh karenanya Pondok Pesantren Nurul Jadid telah mengembangkan Bahasa Mandarin sudah sejak tahun 2007 dan meluluskan santri yang studi melalui beasiswa ke China serta meraih prestasi di tingkat Provinsi, Nasional bahkan hingga Internasional.

Momen ketika Seminar Nasional dan Bedah Buku berlangsung. Novi Basuki, LL.M, (kiri), Ardhitya Eduard Yeremia, Ph.D, (tengah). dan Dimas Eko Cahyono sebagai Moderator (Kanan)

Momen ketika Seminar Nasional dan Bedah Buku berlangsung. Novi Basuki, LL.M, (kiri), Ardhitya Eduard Yeremia, Ph.D, (tengah). dan Dimas Eko Cahyono sebagai Moderator (Kanan)

Seminar Nasional dan Bedah Buku ini dinarasumberi oleh Ardhitya Eduard Yeremia, Ph.D (Dosen Hubungan Internasional, FISIP, Universitas Indonesia (UI) Jakarta) dan Novi Basuki, LL.M (Penulis Buku Ada Apa Dengan China dan Kandidat Doktor di Sun Yat-Sen University, China). Novi juga merupakan alumni SMA Nurul Jadid yang mengawali belajar bahasa Mandarin dari pesantren serta memiliki fondasi agama yang moderat dari Pesantren sehingga mengantarkan dia menjadi pribadi yang open minded dan toleran. Dalam forum tersebut Mas Yere panggilan akrab narasumber banyak belajar dan tercerahkan tentang pandangan dia atas Islam, Pesantren dan Kiai. Karena selama ini Mas Yere hanya kenal Pesantren dan Kiai melalui media massa dan media online, yang dia kenal konservatif dan fokus hanya pada agama. Pengalaman Mas Yere selama empat hari di Pesantren merubah cara pandang dia sebagai seorang akademisi, warga negara dan sebagai Individu yang beragama Katolik tentang Islam, Pesantren dan Kiai hasil dari pengalaman pribadinya langsung di Pesantren Nurul Jadid.

Pada seminar dan bedah buku yang dimoderatori oleh Dimas Eko Cahyono itu, dikupas secara gamblang dan substantif tentang isu-isu Politik, Budaya, Ekonomi, Diplomasi, Agama dan Fakta-fakta tentang China serta bagaimana Pesantren dan Santri sebagai kekuatan baru yang akan menjadi diplomat bangsa Indonesia untuk memperkenalkan Islam yang ramah, santun juga Rahmatan Lil ‘Alamin sehingga hubungan kedua belah negara bisa terjaga dengan baik. Banyak cerita dan pengalaman menarik dari kedua Narasumber tersebut yang merupakan alumni Perguruan Tinggi di China dengan latar belakang agama yang berbeda namun tetap satu semangat Nasionalisme dan Toleransi serta Persatuan dalam keberagaman.

Hal menarik yang dapat disaksikan ketika acara adalah penampilan Sholawat oleh Firqoh Hadrah Azzainiyah, Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an dengan Saritilawah Bilingual (Mandarin-Indonesia) dan Pembawa Acara Bilingual (Mandarin-Indonesia). Para tamu undangan sangat terkesan dengan kemampuan bahasa Mandarin Santri yang baik dalam pengucapannya. Rasa kagum ini dapat dilihat dari reaksi tamu undangan khususnya dari Komunitas Tiongkok ketika menyaksikan penampilan tersebut dan melalui pernyataan verbal kepada panitia. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Humas dan Protokoler bekerjasama dengan Pelaksana Teknis kegiatan Forum Komunikasi OSIS (FKO) Nurul Jadid dan Panji Pelopor.

Pewarta : Mujiburrahman Bakri

Bahasa Mandarin Di Nurul Jadid, TOP

Bahasa Mandarin Di Nurul Jadid, TOP

nuruljadid.net- Konsulat Jenderal China, Surabaya menyampaikan harapannya agar Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo semakin meningkat hubungan kerjasamanya dengan China melalui Konjen China Surabaya.

Kalimat ini disampaikan saat memberi sambutan di acara Seminar Nasional yang diadakan oleh Biro Pendidikan Pondok Pesantren Nurul Jadid. Selasa, (11/02).

Dengan menggunakan bahasa Indonesia yang kurang fasih, Gu Jinggi percaya diri menyapa para hadirin yang memadati ruangan Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo. “Apa kabar, begitu ucapnya. “Saya akan bercerita tentang china dan hubungan china dengan Indonesia”, Kata Gu Jinggi.

Senyuman khasnya tak henti-henti dilemparkan Gu Jinggi, pada peserta yang ikut pada acara Seminar Nasional sekaligus bedah buku Ada Apa Dengan China (AADC), begitupun peserta menyambutnya dengan tepuk tangan yang gemuruh.

“China tidak ada bedanya dengan Indosesia, terdiri dari berbagai macam suku, agama dan budaya. Masyarakat muslim di Tiongkok kurang lebih 20 Juta orang. Hubungan indonesia sudah memasuki masa-masa tersukses selama 70 tahun. Hal ini terbukti dengan adanya kerjasama yang semakin meningkat antara Indonesia dan China”, Tegas Gu Ji

Konsulat Jenderal China di Surabaya, Gu Jinggi. Saat menyampaikan sambutan

Konsulat Jenderal China di Surabaya, Gu Jinggi. Saat menyampaikan sambutan

Sesekali Gu Jinggi menggunakan bahasa tionghoa dan disambut dengan bahasa tionghoa juga oleh santri Pondok Pesantren Nurul Jadid. Karena sebagian besar dari peserta seminar adalah santri yang faham dengan bahasa tionghoa. Tepuk tangan dari para etnis tionghoa yang hadir cukup meria sekali, saat mendengar para santri berteriak kompak menggunakan bahasa tionghoa. Kebahagiaan etnis tiongho ini terpancar dari wajah mereka dan tepuk tangan yang dilakukan.

Diwaktu yang bersamaan Bapak Anwar Syausan, Pembina Sekolah Harapan Jember mengatakan bahwa Pondok Pesantren Nurul Jadid merupakan Pondok yang TOP. Karena dalam waktu yang sangat singkat mampu membina santrinya menguasai bahasa Mandarin. Terbukti lulusan Pondok ini sangat sukses dan bahkan bisa diperbantukan dibeberapa instansi. Pembinaan di Nurul Jadid terkait bahasa Mandari tidak bisa ditiru oleh siapapun’,Ungkapnya.

Mereka rombongan datang kesini (Nurul Jadid) mulai dari Konjen China dan para etnis tionghoa lainnya, karena mereka kagum terhadap Pondok Nurul Jadid.

 

Pewarta : PM

Konjen China Gu Jing Gi Hadiri Silaturrahim Konsulat Jenderal China Ponpes Nurul Jadid

Konjen China Gu Jing Gi Hadiri Silaturrahim Konsulat Jenderal China Ponpes Nurul Jadid

nuruljadid.net – Pondok Pesantren Nuruk Jadid adakan silaturrahim dengan Konsulat jenderal China selasa (22/02/20) di Aula PP.Nurul Jadid paiton Probolinggo.

Dengan Kegiatan ini diharapkan hubungan antara pp. Nurul jadid dan China semakin erat, seperti yang disampaikan wakil kepala pesantren KH. Najiburrahman bahwa PP. Nurul jadid sudah memiliki bahkan mulai belajar bahasa china sejak tahun 2005 silam.

Kegiatan ini dihadiri oleh Konsulat jenderal china (konjen) surabaya Gu Jing Gi beserta rombongannya dari konsulat china jawa timur.

Paparnya di tionghoa ada 55 suku yang berbeda-beda dan diantara 55 suku tersebut ada 10 suku yang menganut agama islam.

“Dari 55 suku yang ada ditionghoa ada 10 suku yang beragama islam” ujarnya.

Tampak para tamu dan hadirin sedang khidmat mengikuti jalan acara

Tampak para tamu dan hadirin sedang khidmat mengikuti jalan acara

Dengan itu dia menginginkan hubungan antara rakyat tionghoa dan indonesia tetap harmonis terutama dengan rakyat muslim indonesia. Karena menurutnya tionghoa banyak perperan penting terhadap perkembangan muslim di indonesia

“Laksamana Jing Hou telah mendaratkan ratusan armada untuk menyebarkan ajaran islam sejak kurang lebih 600 tahun lalu, artinya adalah bahwa laksamana jing hou telah banyak menyumbangkan perkembangan islam di indonesia” tambahnya.

Kegiatan silaturrahim ini juga di isi dengan Seminar Nasional  dengan Tema Diplomasi Budaya:Hubungan Indonesia -China Oleh  Dosen Hubungan Internasional Universitas Indonesia, Ardhitiya Eduart Yeremia dan diisi  dengan Bedah Buku Ada Apa Dengan Cina  oleh  Novi basuki alumni PP. Nurul jadid yang pertama kali melanjutkan studinya ke negeri panda.

Penulis : Mr. Han

Editor : Ponirin

Didepan Konjen Cina, Santri Nurul Jadid Lantunkan Al-Qur'an dengan Sari Tilawah Berbahasa Mandarin

Didepan Konjen China, Santri Nurul Jadid Lantunkan Al-Qur’an dengan Sari Tilawah Berbahasa Mandarin

nuruljadid.net – Pada permulaan acara Silaturahmi Konsulat Jenderal (KONJEN) China ke Pondok Pesantren Nurul Jadid diawali dengan lantunan pembacaan Al Quran Surat Ali Imron ayat 190 – 194 diserta dengan Sari Tilawah berbahasa Mandarin dan Bahasa Indonesia.

Lantunan tersebut dibacakan oleh 3 santri PP. Nurul Jadid, seperti Reza Fahlevi, santri Pusat Pendidikan Ilmu Al Qur’an (PPIQ) sebagai pelantun Al-Qur’an sedangkan penerjemah ke Bahasa Mandarin ialah Zaki Sholihin, siswa SMA Nurul Jadid Program Bahasa. dan Bilhaq Mbulan Ramadhan, siswa SMA Nurul Jadid Program Bahasa sebagai penerjemah ke Bahasa Indonesia.

Menggunakan lagu bayati, Reza (panggilan akrab Reza Fahlevi) cukup membuat ratusan santri putra dan putri hening menghayati penuh dengan ketakdziman. Ditambah dengan penyampaian terjemah dari surat yang dilantunkan membuat para tamu rombongan Konjen Cina mengangguk angguk tanda mengerti apa arti dari surat yang disampaikan di atas pentas.

Tampak para tamu dan hadirin sedang khidmat mengikuti jalan acara

Tampak para tamu dan hadirin sedang khidmat mengikuti jalan acara

Menurut Sekretaris PP. Nurul Jadid, Bapak Faizin Syamweil tujuan dari lantunan Al-Qur’an diawal acara disertai dengan terjemah Bahasa Indonesia dan Bahasa Mandarin agar para tamu yang notabene tidak bisa berbahasa Indonesia bisa mengerti apa isi dari surat yang disampaikan.

“ya, agar bisa dipahami oleh semua orang. Dan yang hadir itu juga orang etnis tionghoa, oleh karena itu. Kita terjemahkan ke Bahasa Mandarin juga. Kalau tidak diterjemahkan bisa jadi mereka (para tamu Konjen China ) tidak mengerti,” ungkapnya kepada nuruljadid.net disela-sela acara.

Penulis : Ahmad

Editor : Ponirin

Juara 1 & 2 Lomba Cerita Berbahasa Arab se-Nasional, Sukses Diraih Santri PP. Nurul Jadid

Juara 1 & 2 Lomba Cerita Berbahasa Arab se-Nasional, Sukses Diraih Santri PP. Nurul Jadid

nuruljadid.net – Tetap dimomen prestasi yang diraih oleh santri Pondok Pesantren Nurul Jadid pada ajang lomba Festival Nasional Madinah yang bertemakan “Menggugurkan Stigma yang Kompleks dalam Pengajaran & Pembelajaran Bahasa Arab di Indonesia” yang digeler oleh Institut KH.Abdul Chalim, Mojokerto. Sabtu (07/02/2020).

2 Siswa SMP Nurul Jadid berhasil meraih juara 1 dan 2 dalam bidang Lomba cerita Berbahasa Arab tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP). Siswa yang dimaksud ialah, Ahmad Baihaki kelas 12 SMP Nurul Jadid Program Bahasa Arab, pemenang juara I dan Muhammad Arifurrohaman Hasibuan, kelas 12 SMP Nurul Jadid Program Bahasa Arab pemenang Juara II.

Tatkala lomba berlangsung, Ahmad Baihaki menceritakan Si Pitung, seseorang yang berusaha untuk mensejahterakan masyarakat dengan mencuri harta rampasan Belanda, lain halnya dengan M. Arifurrohaman Hasibuan yang bercerita tentang perjuangan Bung Tomo melawan para penjajah.

Tampak Ahmad Baihaki saat memerankan si Pitung di atas pentas

Tampak Ahmad Baihaki saat memerankan si Pitung di atas pentas

Prestasi tersebut mendapat respon positif dari pihak pembimbing atau guru SMP Nurul Jadid program Bahasa arab salah – satunya ialah dari Ust. Subhan Maulana Malik. “Alhamdulillah, peserta anak didik smp nurul jadid program bahasa arab sudah membawa nama harum pesantren nurul jadid di ajang lomba bercerita tingkat nasional,” terangnya kepada nuruljadi.net.

“Dan berkat usaha dan kerja kerasnya mereka berdua bisa meraih juara 1 & 2 dalam lomba cerita bahasa arab nasional tingkat SLTP , dan saya berharap kapad peserta didik smp  nurul jaded untuk mempertahankan prestasinya dan lebih baik untuk kedepannya dan juga bisa membawa nama pondok pesantren nurul jadid lebih baik dimasa yang akan datang,” harapnya.

Penulis : Ahmad

Editor : Ponirin

Tampak Kelompok dari LPBA(3 orang duduk kanan) saat mengikuti lomba

LPBA, Terus Harumkan Pondok Pesantren Nurul Jadid Dikancah Nasional

nuruljadid.net- Lembaga Pengembangan Bahasa Asing atau yang masyhur disebut LPBA terus menuai prestasi tingkat Nasional.

Ditengah keterbatasan sarana prasarana, Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) tak menyurutkan semangatnya untuk terus mencetak kadernya agar mampu bersaing dalam event apapun, terutama terkait dengan kebahasaan (arab-inggris).

Lembaga ini hampir setiap tahun menjuarai lomba tingkat Nasional yang dilaksanakan oleh instansi formal maupun non formal. Hal itu bisa dilihat dari piala yang terpajang dikantor asrama LPBA.

Dan pada setiap pembacaan prestasi santri di acara Haul dan Harlah Pondok Pesantren Nurul Jadid, LPBA selalu disebut mendapatkan juara level Nasional.

Kali ini, pada lomba Debat Bahasa Arab se Nasional yang dilaksanakan kemarin di Institut KH. Abdul Chalim, Mojokerto, Sabtu (08/02) LPBA berhasil sabet juara II dengan jumlah poin 228 dari akumulasi nilai, penguasaan materi, Sikap, Kerja Tim dan ringkasan akhir (khulasoh).

Wakil Direktur LPBA, Ustadz Taufik Hidayat nampak kegembiraannya melihat prestasi yang diraih oleh peserta didiknya. Ia tidak henti-hentinya melemparkan senyum khasnya yang sangat indah dilihat.

“Kegembiraan kami sangat lebgkap. Sebab, kami telah melaksanakan Hari Ulang Tahun LPBA ke 31. Lantas, kali ini kami mendapat juara se Nasional”, Ungkap Topek, panggilan kesehariannya.

Masih menurut Ustadz Taufik, Dengan diraihnya juara ini, kami berharap keluarga besar LPBA bisa termotivasi dalam mengembangkan skill kebahasaan. Guna menjaga nama harum LPBA dikancah Nasional lebih-lebih Internasional”, Sambungnya.

Sementara peserta lomba M. Mutawakil menyampaikan keinginannya;

“Keinginan saya, Pondok Pesantren Nurul Jadid harum dan terus berkibar di pentas Nasional. Keinginan yang kuat inilah membuat kami semangat terus belajar dan belajar. Tentu, Proses tidak akan menghianati hasil, seperti kami raih hari ini”, Ucap Mutawakkil.

Pewarta : PM.

Kolaborasi antara Siswa dan Pengurus, LPBA Berhasil Bawa Pulang Juara 2 Nasional

Kolaborasi antara Siswa dan Pengurus, LPBA Berhasil Bawa Pulang Juara 2 Nasional

nuruljadid.net – Setelah merayakan Hari Ulang Tahun Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) ke 31 pada Jum’at (07/02/2020) kemarin, kolaborasi antara peserta didik bersama pengurus LPBA berhasil membawa pulang piala  juara II dalam Lomba Debat Bahasa Arab se Nasional di Institut KH. Abdul Chalim, Mojokerto. Sabtu (08/02/2020).

Mendapatkan 228 poin, yang terdiri dari penyampaian Materi, Bahasa, Sikap, Kerja Tim, dan Khulasoh. LPBA hanya tersisih 2 poin dari sang juara pertama, kelompok Hamala Indonesia dari Malang.

Menjelaskan tentang Hukum bagi Pengedar Narkoba ketika final debat, M. Hasan Mutawakkil salah satu anggota kelompok kontingen LPBA menjelaskan, dialektika yang disampaikan oleh kelompok LPBA begitu mesra dengan lawan debat, tanpa membawa unsur sara’, agama dan tetap menjada sportifitas dalam perlombaan.

“Alhamdulillah, sangat bersyukur sekali. Paling tidak kami bisa membawa nama baik Pesantren & lembaga ke kancah nasional. Ada pepatah mengatakan “Proses tidak akan pernah mengkhianati Hasil”, karena itu jika kita mempunyai keinginan kuat di dalam Hati, niscaya Alam semesta akan ikut bahu-membahu untuk mewujudkannya,” tegasnya kepada nuruljadid.net.

Tampak Kelompok dari LPBA(3 orang duduk kanan) saat mengikuti lomba

Tampak Kelompok dari LPBA(3 orang duduk kanan) saat mengikuti lomba

Seraya dengan hal itu, Wakil Direktur LPBA Putra, Ust. Taufik Hidayah turut gembira kepada peserta didik dan pengurus LPBA atas diraihnya prestasi tersebut.

“Sungguh sangat riang gembira, karena ini adalah hadiah terindah pasca hari ulang tahun LPBA yang ke-31, harapannya semoga bisa memotivasi kepada pengurus & peserta didik LPBA nurul jadid secara umum untuk mengembangkan skill kebahasaan yang dimiliki,” riangnya.

Penulis : Ahmad

Editor : Ponirin

Guru Pembelajar Nurul Jadid Berburu Ilmu

Guru Pembelajar Nurul Jadid Berburu Ilmu

nuruljadid.net – Sebanyak delapan Guru dan Tenaga Pendidik (GTK) Pondok Pesantren Nurul Jadid mengikuti “Workshop Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis IT” (08/02/2020) di Ruang Tengger, Kantor Bupati Probolinggo. Kegiatan One Day Workshop ini diselenggarakan atas kerjasama antara Universitas Islam Malang (UNISMA) dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Probolinggo yang sudah berlangsung selama 2 tahun.

Pada opening ceremony dihadiri oleh Wakil Bupati, Bapak Drs. H. A. Timbul Prihanjoko yang didampingi oleh Warek I Bagian Akademik dan Kerjasama UNISMA, Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D. dan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Dr. Hasan Busri, M.Pd. Bapak wabup memberikan sambutan sekaligus membuka acara workshop dengan resmi. Dalam sambutannya bapak wabup menyampaikan bahwa dengan penandatanganan MoU yang kali kedua ini diharapkan dapat mampu meningkatkan kompetensi guru dalam pembelajaran di kelas dengan media pembelajaran berbasis IT di era kemajuan Teknologi dewasa ini untuk mencerdaskan anak-anak bangsa.

“Misi kita bersama-sama mencerdaskan kehidupan bangsa dengan kemajuan Teknologi Informasi untuk anak didik kita”, tutur Timbul dalam sambutannya.

Selain itu, lembaga pendidikan diharapkan tidak hanya fokus pada peningkatan kuantitas lulusan namun lebih memprioritaskan kualitas lulusan anak didik kita dalam menghadapi tantangan di masa yang akan datang dengan pembinaan dan pendampingan yang baik.

Tampak Bapak Mujiburrohman (paling kiri), Pengurus Biro Pendidikan PP. Nurul Jadid saat foto bersama dengan panitia dan pemateri

Tampak Bapak Mujiburrohman (paling kiri), Pengurus Biro Pendidikan PP. Nurul Jadid saat foto bersama dengan panitia dan pemateri

Kegiatan workshop yang disajikan oleh tiga pemateri ahli di bidang pendidikan dan media pembelajaran dari Tim Pengajar Universitas Islam Malang (UNISMA) yaitu Dr. Ari Ambarwati, M.Pd., Eko Suhartoyo, M.Pd., dan Dr. Suryasari Faradiba, M.Pd. ini diikuti oleh kurang lebih 150 peserta terbatas berasal dari berbagai lembaga pendidikan SMA/MA/SMK Negeri dan Swasta se Kabupaten Probolinggo berlangsung selama 3 jam menintikberatkan bagaimana guru atau tenaga pendidik mampu memanfaatkan kemajuan Teknologi termasuk Media Sosial untuk mengembangkan media pembelajaran di kelas sehingga peserta didik lebih mudah menyerap materi yang disampaikan. Setiap guru diminta membawa Laptop untuk langsung praktik dan mengerjakan tugas dalam workshop ini. Harapannya hasil dari workshop ini dapat didesiminasi oleh masing-masing guru peserta kepada guru sejawat di lembaga pendidikannya masing-masing agara dapat meningkatkan pelayanan pendidikan saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di kelas.

Sebelum workshop berlangsung diawali dengan Penandatanganan Momerandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman antara Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNISMA dengan Pemerintah Daerah (PEMDA) kabupaten Probolinggo, PGRI Kabupaten Probolinggo diwakili bapak Purnomo, S.Pd., MM., LP. Maarif NU Kec. Kraksaan diwakili oleh Drs. H. Taufik, M.Pd.I dan 24 lembaga pendidikan MA/SMA/SMK se Kabupaten Probolinggo.

Pewarta : Mujiburrohman Bakri

Gugah Cinta Budaya Nusantara dengan Khitobah Kubro

Gugah Cinta Budaya Nusantara dengan Khitobah Kubro

nuruljadid.net- Wilayah Al-Mawaddah terus melakukan berbagai macam cara untuk meningkatkan kualitas soft skill serta hard skill santri – santrinya. Seperti kegiatan kali ini, wilayah Al-Mawaddah menggelar acara khitobah kubro. Kegiatan wajib dua bulan sekali di wilayah tersebut menjadi tanggung jawab pengurus devisi pendidikan dan pengkaderan. Kali ini, Tahfidz Ekselensia mendapat giliran unjuk tampil pada Kamis (06/02/2020).

Tema yang diangkat oleh Tahfidz Ekselensia  pada kali ini adalah “Kita Untuk Indonesia” berhasil meriuhkan Musholla Bumi Damai Al-Mawaddah. Ustadzah Rifqiya Afifatin, menerangkan dalam sambutannya, dengan diangkatnya tema ini adalah untuk mengingatkan kita kembali sebagai generasi millennial bahwa kita perlu mengingat betapa kaya keanekaragaman budaya Indonesia. “Karena diantara kita banyak yang sudah tidak lagi cinta budaya, dan justru menyukai K-Pop, musik rock, dan sebagainya,” ungkap Koordinator Tahfidz Ekselensia tersebut.

Di tempat yang sama, Ustadzah Nur Aisyah selaku Kepala Wilayah Al-Mawaddah mengimbuhkan, adanya kegiatan ini juga untuk mengasah skill para santri sesuai bidangnya, serta menguji keberanian mereka untuk tampil. “Jadi kita bisa lihat bersama, bahwa setiap anak mempunyai bakat yang berbeda meski menempuh pendidikan yang sama. Ada anak tahfidz bisa pencak silat, bisa tari-tarian, pidato dan bakat-bakat lainnya,” terangnya saat sambutan.

Tampak santri Al-mawaddah sedang menampilkan drama

Tampak santri Al-mawaddah sedang menampilkan drama

Acara yang berlangsung sejak pukul 21.00 WIB hingga 23.30 WIB dengan nuansa budaya Indonesia yang kental. Sorak sorai serta tepuk tangan riuh santri Wilayah Al-Mawaddah ini mewarnai jalannya acara.

Acara yang ditampilkan pun sangat beragam Sebelum acara dimulai, terdapat pertunjukan pencak silat dan tari saman. Dilanjutkan dengan rentetan acara yang sangat mengasah kemampuan santri, seperti pidato dengan 3 bahasa yakni arab, inggris dan bahasa Indonesia, juga apresiasi kata serta makna, sertaa ada pengambilan intisari pidato yang juga disajikan dalam 3 bahasa. Di penghujung acara masih ada beberapa penampilan yang tentu tak kalah mengundang riuhnya. Yakni berbagai tari-tarian  dan dramatisasi puisi.

Tentu banyak perjuangan yang dilakukan untuk suksesnya jalan acara ini. Matinya lampu sedari ba’da isya’ tak menyurutkan semangat mereka untuk tetap melaksanakan kegiatan ini. Kemudian diakhir ditutup dengan sesi foto bersama semua pengurus Tahfidz Ekselensia beserta santri-santrinya.

Pewarta: Kholis, Dewi

Ngaji Sejarah, Meriahkan HUT LPBA ke 31

Ngaji Sejarah, Meriahkan HUT LPBA ke 31

nuruljadid.net – Diusianya yang ke-31 tahun, Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo. Merayakannya dengan kegiatan Ngaji Sejarah bersama Ust. Abdul Jalal Al-Kiromi, M,Pd.I,  Alumni LPBA tahun 1994.

Kegiatan yang bertempat di Aula II PP. Nurul Jadid itu, dihadiri langsung oleh Direktur LPBA, K. Muhammad Al- Fayyadl, Gus. Shollahuddin Wahid, seluruh pengurus dan peserta didik LPBA dan turut hadir pula beberapa para alumni.

Mengenai diadakannya Ngaji Sejarah LPBA, Ust. Rizal Hidayat selaku Ketua Panitia acara tersebut menerangkan dalam sambutan, bahwa Ngaji Sejarah LPBA bertujuan untuk menggali lebih dalam lagi mengenai sejarah perkembangan LPBA sejak masa keperintisan hingga saat ini.

“Dari digelarnya acara ini semoga bisa menumbuhkan rasa cinta, rasa saying, dan rasa rindu kita pada LPBA karena selama satu tahun kita tidak bertemu,” ungkapnya seraya tersenyum. Jum’at (07/02/2020).

Ditempat yang sama, Direktur LPBA K. Muhammad Al-Fayyadl turut mewarnai kegiatan yang digelar pada pukul 09.00 WIB itu dengan sambutan, salah – satu hal yang beliau sampaikan ialah mengenai peran yang diamanahi oleh PP. Nurul Jadid kepada LPBA.

“Alhamdulillah, LPBA sekarang diamanahi oleh pondok untuk memperluas perannya agar tidak hanya dalam internal LPBA saja tapi juga wilayah-wilayah yang lain dan Alhamdulillah ini sudah berjalan selama satu tahun pembinaan bahasa asing di wilayah se-nurul jadid tinggal wilayah satelit yang belum tersentuh sama sekali,” ungkap beliau dengan tegas.

Ust. Abdul Jalal Al-Kiromi, M,Pd.I, Alumni LPBA tahun 1994 saat menerangkan sejarah berdirinya LPBA

Ust. Abdul Jalal Al-Kiromi, M,Pd.I, Alumni LPBA tahun 1994 saat menerangkan sejarah berdirinya LPBA

“Dan Alhamdulillah juga, secara komunitas sudah bisa dihitung oleh kepala pesantren bahwa sudah sekitar 7 bahasa asing yang telah dipelajari di PP. Nurul Jadid seperti bahasa inggris, arab, jepang, turki, jerman, mandarin, dan prancis,” imbuh beliau.

Pasca sambutan, digelarlah pemberian piagam penghargaan kepada tenaga pengajar terbaik kepada Bapak Muhammad Mu’in yang diberikan langsung oleh Gus Shollahuddin Wahid. Kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh direktur LPBA.

Kemudian acara tersebut dilanjutkan pada pukul 13.00 WIB, yang diisi dengan pemberian hadiah lomba tahunan LPBA yang telah digelar para 16 Januari 2020 serta terdapat penampilan – penampilan dari para peserta didik LPBA putra maupun putri.

Penulis : Badrus

Editor : Ponirin

Pengurus IPPNU Nurul Jadid Baru, Siap Berjuang untuk NU

Pengurus IPPNU Nurul Jadid Baru, Siap Berjuang untuk NU

nuruljadid.net – Peremajaan dalam sebuah organiasasi merupakan sebuah hal yang harus dilakukan sebab dengan diadakannya peremajaan, maka bertambah dewasa dan bermunculan bibit-bibit kader dalam organisasi tersebut. Hal itulah yang dilakukan oleh Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Pondok Pesantren Nurul Jadid, Jum’at (07/02/2020).

IPPNU Nurul Jadid melantik pengurus masa khidmat 2020-2021, berbeda dari tahun sebelumnya kali ini hanya 50 pengurus IPPNU yang terlantik dengan tujuan agar lebih optimal dalam mengatur kinerja organisasi, dan Mufidah berhasil menjadi Ketua IPPNU dengan Ustd, Diana Putri sebagai pembina.

Tampak penyerahan jabatan antara Ketua IPPNU Baru (baju putih kanan) dengan Ketua IPPNU demisioner (baju batik hijau)

Tampak penyerahan jabatan antara Ketua IPPNU Baru (baju putih kanan) dengan Ketua IPPNU demisioner (baju batik hijau)

Bertempat di Aula I PP. Nurul Jadid, kegiatan tersebut dihadiri oleh Ustd. Rofiqotul Husna, perwakilan IPPNU Kraksaan bagian pesantren, serta seluruh anggota IPPNU se PP. Nurul Jadid.

Selaku Ketua IPPNU terpilih, Mufidah menerangkan dalam sambutan bahwa pengabdiannya anggota IPPNU  itu salah satunya ialah berjuang dalam organisasi bernama Nahdlatul Ulama (NU).

“Jadi dalam organisasi di IPPNU Nurul Jadid ini kita fokus mengembangkan ketaatan ahli sunah bersama para ulama,” ungkapnya dalam sambutan.

Penulis : Mirza

Editor :Ponirin

Kreasi Memasak Ala Santri Nurul Jadid

Kreasi Memasak Ala Santri Nurul Jadid

nuruljadid.net – Dalam rangka meningkatkan kualitas kos makan santri (kosmari), Biro Kepesantrenan Pondok Pesantren Nurul jadid mengadakan acara Pelatihan Memasak Makanan Suci Dan Sehat pada Jum’at (07/02/2020).

Bertempat di Koperasi Barat Wilayah Az-zainiyah serta mengundang Ustadzah Nurul Hanafiyah bersama Nyai Hj. Muinnah sebagai Penyaji. Dan diikuti  oleh 40 peserta dari masing-masing koperasi putri yang ada dibawah naungan Pondok Pesantren Nurul Jadid.

“Tujuan diadakan pelatihan memasak ini adalah untuk menjalin silaturahmi antara sesama kosmari, menciptakan berbagai variatif menu serta menciptakan makanan dapur sehat,” ungkap Surtiana selaku penanggung jawab kosmari.
selaras dengan hal itu, Librianti selaku koordinator Kosmari Putri Wilayah Az-zainiyah menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan juga untuk menjawab kritikan negatif para wali santri terkait penyajian kosmari.

Tampak kesibukan di dapur tempat pelatihan memasak

Tampak kesibukan di dapur tempat pelatihan memasak

“Harapan ke depannya dari digelarnya kegiatan ini dapat meningkatkan berbagai variatif menu di kosmari dan dapat meningkatkan titik minat santri mengingat berbagai sanggahan dari para santri dari segi menu yang telah disediakan oleh para penanak kosmari,” Ungkap Librianti.

Selain itu. Nyai Hj. Muinnah yang turut membimbing para peserta pelatihan memasak menjelaskan bahwa sebagai pengelola kosmari untuk tidak fokus dalam mengambil laba namun fokus dalam menyajikan makanan yang sehat nan bergizi.

“Dalam melayani santri itu pasti banyak pahala jangan memikirkan laba yang akan didapat kuatkan tekad untuk mengabdi di pesantren karena kita sebagai pelayan bagi santri, Insya Allah barokah,” tutur beliau dengan ramah lembut.

Penulis : Hakimah

Editor : Ponirin

Rektor IAI Ibrahimy Apresiasi, P4NJ Banyuwangi

nuruljadid.net- Ngaji kitab syu,abul iman yang dilaksanakan di Aula Mini Universitas Nurul Jadid Paiton mendapat apresiasi dari rektor IAI Ibrahimy genteng Banyuwangi, Dr. KH. Holiluraman M.Pd.I atau yang akrab dipanggil Gus lilur dalam sambutan sebelum memulai pengajian yang di isi langsung oleh pengasuh Nurul Jadid KH. Moh. Zuhri Zaini .

“Kehadiran jumlah peserta ngaji ke Nurul Jadid dari Banyuwangi ini di luar ekspektasi sebab baru kali ini P4NJ Banyuwangi mengelar ngaji barang dengan KH Zuhri yg diadakan di PP Nurul Jadid. Menurut Gus lilur bisanya kita mengundang atau hadirkan kiai ke Banyuwangi dan baru kali ini kita ngaji dengan beberapa rombongan ke Nurul Jadid Alhamdulillah antusiasisme alumni cukup besar,” Ucap Gus Lilur

Senada dengan Gus lilur ketua P4NJ Banyuwangi Ustadz Rouf Tsani menyatakan kaget dengan jumlah alumni Banyuwangi yang bisa hadir di acara ngaji yang di gelar tgl 7 Pebruari 2020 awal nya etimasi saya peserta yang hadir tidak lebih dari 35 orang ternyata setelah acara di mulai peserta mulai berdatangan hingga Aula Mini penuh. saya bersyukur mudah- mudahan ini awal yang baik untuk kegiatan rutin kita dalam mengaji kitab yang dikarang oleh almarhum KH Zaini Mun,im, pendiri PP. Nurul Jadid.  Dalam acara ini Pengasuh Pesantren Nurul Jadid yang ke VI  Kiai Zuhri, menekankan pentingnya kita menjaga iman.

“Iman itu tidak hanya mempercayai Allah SWT tapi bagaimana kita juga bisa menjalankan perintahNya. Kalau sekedar percaya iblis pun percaya akan kebesaran Allah namun iblis tidak patuh kepada perintah Allah,” Dawuh beliau.

 

Pewarta : Rofiq Syamwil

Editor : Ponirin Mika

P4NJ Banyuwangi Ngaji Kitab Syu’abul Iman Di Pondok Pesantren Nurul Jadid

nuruljadid.net- Pembantu Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid (P4NJ) Banyuwangi ngaji kitab syu’abul iman bersama KH. Moh. Zuhri Zaini, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid. Ngaji bareng pengasuh ini diikuti oleh 50 orang, ditempatkan di AULA MINI Pondok, Jum’at sore (07/02) WIB.

Nampak hadir mengikuti kegiatan ngaji bareng itu, Ketua P4NJ Pusat KH. Junaidi Mu’thi, Sekretris P4NJ H. Syamsul Arifin, Kasubag Protokoler Nurul Jadid Ustadz Bashori Alwi

Ustadz Rofiq Syamwil saat dikonfirmasi mengatakan bahwa kegiatan ngaji kitab syu’abul iman oleh Pembantu Pengurus Pondok Pesantren (P4NJ) Banyuangi dilaksanakan setiap tiga bulan sekali. Kiai Zuhri sendiri yang mengisi kegiatan tersebut. Dan kegitan itu berlangsung kurang lebih 2 tahun bertempat di Banyuangi.

“Kami P4NJ Banyuangi ingin ngaji ke Pondok Nurul Jadid langsung. Biar tidak Kiai Zuhri terus yang rawuh ke Banyuangi. Kegiatan ini sudah lama dilaksanakan mas, dua tahun yang lalu,” Tutur Rofiq.

Insya Allah barokahnya lebih banyak saat kami ngaji langsung ke Pondok, sekalian kami jum’at malam langsung ikut Istighosah sabtu wage,” Sambungnya.

 

Pewarta : PM