Alumni Nurul Jadid Asal Jember Jadi Budayawan Nasional

 nuruljadid.net- SUASANA sunyi dan sepi memasuki kawasan Kebun Sanggar Bermain (KSB) di Jalan Agus Salim 32 Mumbulsari. Tempat itu dikelilingi oleh pepohonan yang menghadirkan kesejukan. Ketika memasuki pintu gerbang, tampak beberapa pendapa yang sepertinya sangat indah untuk dijadikan tempat berekreasi.

Setelah Radar Jember Jawa Pos mengucapkan salam, istri dari pemilik KSB tersebut mempersilahkan masuk di ruang tamu yang berbentuk pendapa. Selang beberapa menit, lelaki berambut panjang dengan kumis dan jenggot memutih yang bernama Oonk Fathorrahman tersebut menyapa. Dia merupakan alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid.

KSB tersebut didirikan pada 1987 oleh pria yang biasa disapa Gus Oonk ini. Berangkat dari kekecewaan terhadap pendidikan yang hanya menekankan aspek pengetahuan tanpa membekali siswa dengan karakter dan mental kehidupan. “Jadi pada masa orde baru, siswa hanya dicekoki dengan pengetahuan saja tanpa ada pemberian pemahaman pada siswa tentang bagaimana menjalani kehidupan dengan benar,” jelas Oonk.

Selain itu, kegelisahan terhadap akhlak para pemuda yang semakin tidak terarah, mengantarkannya pada kemantapan untuk mendirikan sanggar tersebut. Karena pondasi utama yang harus dimiliki oleh manusia adalah mental dan karakter atau akhlak yang baik. “Saya merasakan sendiri waktu itu bagaimana pemuda itu membutuhkan ruang untuk bergerak mengekspresikan diri tapi terarah,” ungkapnya.

Hal yang lebih menginspirasi pendirian KSB tersebut yakni ketika membaca sejarah pemuda Ashabul Kahfi. Menurutnya, para pemuda tersebut lari dari seorang raja yang zalim yang selalu memberikan teror terhadap perkembangan kepribadian manusia. Sehingga mereka memasuki goa untuk menghilangkan segala hal yang meneror dirinya. “Goa itulah yang saya analogkan dengan KBS. Agar orang-orang yang masuk di dalamnya bisa menyelami arti sesungguhnya dari kehidupan. Sehingga ketika keluar mereka menjadi orang yang tangguh,” tambah Oonk.

Dari sanalah KSB mulai berdiri dan didatangi beberapa pemuda yang ingin mencari filosofi kehidupan. Namun, yang masuk ke sanggar tersebut adalah mereka yang memiliki kenakalan yang luar biasa, tapi tidak menemukan wadah. “Mereka pemuda yang orang tuanya sudah tidak sanggup mengasuh karena sangat nakal,” akunya.

Selain itu, yang ikut bergabung dengan sanggar tersebut adalah anak jalanan yang tidak menemukan kemerdekaan dalam dirinya. Bahkan mereka tinggal di sanggar tersebut hingga menikah dan membina rumah tangga di lingkungan sekitar. “Ada yang saya temui di jalanan, lalu saya ajak kesini,” imbuh ayah angkat penyanyi religi Opick ini.

KSB tersebut mendidik para pemuda untuk peka terhadap lingkungannya dengan menekankan pada kepedulian terhadap alam dan manusia serta kesadaran akan nilai-nilai kehidupan. Sehingga untuk mencapai tujuan tersebut, KSB memiliki beberapa kegiatan yang mendukung tercapainya keinginan itu.

Pendidikan kepada para pemuda tersebut difasilitasi oleh KSB sendiri, sesuai dengan potensi yang dimiliki. Seperti kesenian teater, melukis, berpuisi, mengukir, maupun bermain musik. “Jadi setiap minggu mereka menyetor satu puisi. Ada yang setoran lukisan,” tambah lelaki yang pernah menjadi anak asuh W.S. Rendra ini.

Bahkan, teater anak-anak di KSB pernah tampil di beberapa negara, seperti Jerman, Jepang, Filipina, dan Vietnam. Hal tersebut sebagai latihan bahwa mereka memiliki mental yang kuat meskipun tinggal di daerah terpencil.

Dalam mengajarkan kepekaan terhadap segala hal, di sanggar tersebut diajarkan olah badan, nyanyian jiwa, dan menari. “Misal gerakan-gerakan menari yang diikuti dengan zikir pada Allah SWT,” tandasnya.

Setiap Selasa malam dan Kamis malam, mereka rutin berkumpul untuk melakukan introspeksi. Anak-anak tersebut diberi kesempatan mengungkapkan segala kegelisahan yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, pembentukan karakter pada mereka yakni dengan sikap-sikap yang baik. Seperti kedisplinan. Bila ada anak yang mentalitasnya buruh, maka mereka diberi tugas untuk membuang sampah. Sebab disana mereka bisa belajar tentang kecerobohan manusia. “Sehingga dia tahu kecerobohan yang diperbuat manusia melalui sampah yang dibuangnya. Lalu ketika dia sukses di situ, dipindahkan menyapu halaman,” kata Oongk mencontohkan sikap kedisiplinan tersebut.

Di samping itu, KSB tersebut juga melatih para pemuda untuk bertahan hidup dengan segala keadaan. Mereka tidak hanya diajarkan tentang arti kehidupan, namun juga diberikan pemahaman tentang dunia kerja. “Jadi kami juga ajarkan mereka cara bertahan untuk hidup, seperti menjual bakso, membuka laundry, dan sebagainya. Kami dengan keras mengajarkan mereka untuk tidak meminta-minta dan bermalas-malasan,” tegasnya.

Di sanggar tersebut tidak ada struktur organisasi. Sebab, ikatan yang terjalin bersifat kekeluargaan. Sehingga panggilan kepada pendiri sanggar tersebut adalah ayah dan ibu. Sedangkan untuk beberapa yang bergiat di sanggar tersebut adalah saudara.

Seluruh kebutuhan hidup penghuni sanggar ditanggung ditanggung oleh Gus Oonk. “Bahkan dari makan sampai uang transport untuk kuliah, kami yang tanggung. Karena saya memposisikan diri sebagai ayah,” terangnya.

 

Sumber Berita : p4njjember.com

32 Dosen STAI Attaqwa Bondowoso, Ngaji Bareng Di Pondok Pesantren Nurul Jadid

nuruljadid.net- Sebanyak 32 Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Attaqwa Bondowoso, ngaji bareng KH. Moh. Zuhri Zaini di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Rabu (05/02) bertempat di Aula Mini Pesantren.

Wakil Rektor I STAI Attaqwa Dr. Rifa’i, S.Ag, M. Pd, dalam sambutannya menuturkan alasannya memilih Pondok Pesantren Nurul Jadid pada kegiatan ini.

“Kita tahu bahwa PP. Nurul Jadid memiliki visi keislaman, sebagai pengayom umat dan melahirkan banyak tokoh yang memiiliki karakter kepesantren dan nilai-nilai islam rahmatan lilalamin”, Ungkapnya.

Pria yang berprofesi sebagai dosen ini menyampaikan harapannya, “Kami mohon banyak ilmu dan tausyiah dari Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid agar kami civitas akademika yang memang dosen-dosen STAI banyak alumni Pesantren, tetapi kalau sudah lama bergaul dengan masyarakat perlu penyegaran kembali”, Sambungnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan Tausyiah Pengasuh PP. Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri Zaini, diakhiri dengan do’a, pemberian cindera mata dan foto bersama.

Pewarta : PM

Siswa SMANJ Sabet Juara I Lomba Dramatisasi Bahasa Mandarin Se-Jatim

nuruljadid.net- Kemarin tanggal 1 Pebruari 2020, Siswa Sekolah Menengah Tingkat Atas Nurul Jadid atau lebih dikenal dengan sebutan SMANJ meraih juara 1lomba  dramatisasi bahasa mandarin Se- Jawa Timur yang diselenggarakan Universitas Negeri Malang.

Lomba drama yang diberi tema “Mengenalkan Pesantren dan Islam melalui Visualisasi Drama Dengan Menggunakan Bahasa Mandarin” ini  diikuti oleh beberapa sekolah se Jawa Timur.

Ustadz Dzulqomar WKM Kesiswaan SMA Nurul Jadid Paiton, Probolinggo menuturkan harapannya agar prestasi yang diraih oleh siswanya, tidak membawa mereka cepat merasa puas.

“Prestasi ini sangat bagus, apalagi juara I lomba dramatisasi menggunakan bahasa mandarin. Namun harapan saya kepada anak didik saya yang telah meraih juara I tidak cepat puas, karena ini akan berakibat kepada tidak semangatnya untuk terus berusaha semakin baik. Masih ada lomba-lomba yang harus diikuti pada event yang lebih besar. Lomba tingkat nasional lebih-lebih tingkat internasional”.

Masih kata Ustadz Qomar, Juara lomba dramatisasi mandarin oleh siswa kami ini, keluarga besar SMANJ berharap Pondok Pesantren Nurul Jadid semakin berkibar dan semakin bias bersaing dengan dunia luar khususnya berkait bahasa dalam bidang bahasa mandarin.

“Dengan diraihnya juara I ini, Sekolah Menengah Atas Nurul Jadid atau SMANJ, berharap bisa bertambah jaya dan unggul bersaing dengan sekolah-sekolah favorit diluar sana”, tambahnya.

 

Pewarta ; PM

Persatuan Humas Nurul Jadid Adakan Bincang Santai Bulanan

nuruljadid.net- Persatuan Humas Se- Nurul Jadid melakukan upaya peningkatan kinerja humas dengan bentuk bincang santai melalui pertemuan bulanan. Kali ini, Senin (03/02) bincang santai (binsai) yang kedua bertempat di Ruang Rapat UNUJA, setelah pertemuan pertama yang dilaksanakan minggu lalu, tepat pada tanggal 10 Januari 2020 bertempat di kantor pesantren lanrai II.

Kabag Humpro Ustadz Ernawiyadi Munsy berharap adanya pertemuan rutin ini mampu meningkatkan kinerja humas sebagai etalase pesantren dan juga bisa membangun komunikasi secara intens antara humas yang ada dilingkungan Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Masih menurut Ustadz Erna, pertemuan humas se Nurul Jadid ini akan kami jadikan sebagai pertemuan yang berkulitas.

Ustadz Abdul Hadi Humas SMK Nurul Jadid merasa senang dengan pertemuan bulanan semacam ini. “Pertemuan humas se-Nurul Jadid tempatnya harus gantian di sekolah-sekolah yang ada. Agar kita semakin akrab dan bisa memberi masukan positif terhadap humas setiap lembaga.

Ponirin Mika Humas Pesantren mengapresiasi keinginan setiap humas. “Kami humas Pesantren, mengapresiasi semua keinginan baik humas sekolah. Sebab itu merupakan langkah bagus untuk mewujudkan humas yang diinginkan oleh Pesantren.

 

Pewarta : PM

Kebiasaan Sang Juara I MTQ Se Jatim, Nabil Fikri. Sebelum Mengikuti Lomba

Kebiasaan Sang Juara I MTQ Se Jatim, Nabilul Fikri, Sebelum Mengikuti Lomba

nuruljadid.net- Setelah membawa nama harum Pondok Pesantren Nurul Jadid dengan menjadi juara 1 lomba Tartil Tingkat Nasional di perlombaan Darul Fikri Islamic Festival yang berlangsung di Darul Fikri Islamic Boarding School Of Qur’an Memorization Sukodono,Sidoarjo pada 23 Desember 2019.

Kini, Nabilul Fikri kembali menyabet prestasi Juara 1 lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) se provinsi Jawa Timur tingkat tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) pada Majesa Oliempiade 2020 yang diselenggarakan oleh MA Negeri 1 Jember pada Sabtu (01/02/2020).

Diikuti sebanyak 66 peserta,  Nabil melantunkan Surah Al Hijr dari ayat 1 sampai  8, peserta DIDIK Pusat Pendidikan Ilmu Al-qur’an (PPIQ) itu menggunakan Irama Hijaz.

Tampak Nabilul Fikri saat memegang Trofi dan Sertifikat pemenang juara 1 Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ)

Tampak Nabilul Fikri saat memegang Trofi dan Sertifikat pemenang juara 1 Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ)

Menurut Muhammad Qaid, Kepala Tahsinul Qira’ah menerangkan, sudah menjadi kebiasaan Nabil sebelum mengikuti suatu ajang ia selalu memohon do’a kepada para ustadz PPIQ dan para masyayikh PP. Nurul Jadid.

“Sebelum pergi untuk mengikuti lomba, biasanya Nabil itu pergi sowan ke pengasuh, direktur, dan para ustadz- ustadz di PPIQ untuk meminta barokah, do’a, dukungan,” cerita Ust Qoid kepada nurul jadid.net.

Kemudian, Ust. Muhammad Qoid turut mengapresiasi atas prestasi yang diraih oleh Nabil. “Alhamdulillah, Sudah memberikan hasil yang terbaik kepada Lembaga PPIQ, lebih – lebih bisa mengharumkan nama pp. nurul jadid,” ungkapnya.

Penulis : Ahmad

Editor : Ponirin

Berkat Disiplin Belajar, Siswa SMPNJ Raih Juara

Berkat Disiplin Belajar, Siswa SMPNJ Raih Juara

nuruljadid.net – Selain Nabilul Fikri yang berhasil mengharumkan nama Pondok Pesantren Nurul Jadid di bumi Kabupaten Jember dengan menyambet Juara 1 Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ). Ainul Yaqin, siswa SMP Nurul Jadid turut berhasil menyabet juara Juara II dalam bidang Lomba Pidato Bahasa Arab.

Prestasi tersebut disabet pada lomba Majesa Olimpiade 2020 yang diselenggarakan oleh MA Negeri 1 Jember.

Mengalahkan 43 peserta yang tersebar diseluruh SMP atau MTs se-Jawa Timur, dengan menampilkan pidato yang berisi tentang Pemuda dalam Membangun Bangsa dan Cara Menjaga Pendidikan Akhlak. Ainul (sapaan akrab Ainul Yakin) berhasil membuat takjub para juri hingga membuat menjadi juara 2.

“Seperti kita ketahui, seorang pemuda harus bisa berjuang untuk bangsanya, karena nasib dari suatu bangsa itu tergantung dari para pemudanya,” tegasnya siswa SMPNJ Program Bahasa arab itu saat ditemui nuruljadid.net di Wilayah Sunan Drajat.

Ainul Yakin, saat memegang piala dan sertifikat pemenang

Ainul Yakin, saat memegang piala dan sertifikat pemenang

Saat ditanyakan, apakah gugup ketika tampil dipentas lomba. Santri yang berasal dari kabupaten Bondowoso itu menjawab tidak merasa gugup sama sekali.

“Karena berpidato didepan orang banyak itu sudah hal biasa menurut saya, disetiap harinya saya sering belajar praktek langsung berpidato Bahasa didepan teman – teman dan ustadz saya,” imbuhnya.

Prestasi tersebut membuat bangga para guru serta pembimbingnya di SMP Nurul Jadid, hal itu tercermin dari perasaan bangga sekaligus haru oleh guru Program Bahasa Arab SMPNJ sekaligus pendamping lomba, Ust. Subhan Maulana Malik.

“Alhamdulillah, dengan prestasi ini bisa membawa nama harum SMP Nurul Jadid khususnya kepada PP. Nurul Jadid,” ungkapnya.

Penulis : Ahmad

Editor : Ponirin

 

Siswa SMPNJ, Juara 2 Festival Al Banjari Di STIT Pasuruan

Siswa SMPNJ, Juara 2 Festival Al Banjari Di STIT Pasuruan

nuruljadid.net – Prestasi membanggakan dipersembahkan oleh siswa SMP Nurul Jadid kepada Pondok Pesantren Nurul Jadid, dalam lomba Festival Banjari yang diselenggarakan pada dies maulidiyah ke-15, STIT PGRI Pasuruan. Pada sabtu kemarin, (01/02/2020).

Dengan nama grup hadrah yang terdiri dari 10 siswa : Zulfi Zamiri, Riski, Farhan, Abqariyin, Ronal, Balya, Shodiqin, Fahril, Dani Purnama dan Imong. Telah berhasil meraih juara 2 se-jawa timur.

Sholawat Busro Lana dan Arofal itu telah berhasil mengharumkan nama baik Nurul Jadid di pasuruan.

Tampak Anggota Hadrah Abal Qhosim sedang foto bersama dengan para pembina

Tampak Anggota Hadrah Abal Qhosim sedang foto bersama dengan para pembina

Menurut Tito Roy Zakki. M, Pembina ekstra hadrah sekaligus pendamping dalam lomba itu menjelaskan, merupakan suatu kebanggaan yang sangat berharga baginya sebagai pembina karena telah meraih prestasi tersebut.

“Saya sangat berterima kasih sekali pada teman – teman peserta didik SMP Nurul Jadid karena dari seminggu sebelum acara itu mereka sudah melatih diri, untuk persiapan mengikuti lomba ke pasuruan dan saya turut bangga atas prestasi mereka,” tuturnya saat ditemui nuruljadid.net di Kantor SMPNJ.

“Untuk ditingkatkan kembali apa yang menjadi evaluasi dewan juri kemarin, dengan harapan semoga lebih baik kedepannya dan bisa mengikuti event selanjutnya,” imbuhnya.

Penulis : Badrus

Editor : Ponirin

120 Orang Santriwati PPTQ Oemah Al-Qur’an Abu Hanifah Malang Berkunjung ke PP. Nurul Jadid

120 Orang Santriwati PPTQ Oemah Al-Qur’an Abu Hanifah Malang Berkunjung ke PP. Nurul Jadid

nuruljadid.net- Sebanyak 120 santriwati  Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Oemah Al-Qur’an Abu Hanifah Malang datang berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Jadid pada Sabtu (01/02/2020). Kunjungan ini tiba sekitar pukul 13.00 WIB bertempat di Aula Universitas Nurul Jadid.

Berkunjung ke PP. Nurul Jadid dengan niat silaturrahim dan mengenal lebih lanjut tentang Program Tahfidz Ekselensia yang ada di Al-Mawaddah (salah satu wilayah bagian PP. Nurul Jadid). 7 tahun berdiri PPTQ Oemah Malang merupakan wadah bagi mahasiswi yang punya keinginan kuat untuk menghafal Qur’an ditengah kesibukan kuliah.

Ustadzah Hanifah, Pembina PPTQ Oemah Malang  dalam sambutannya menyampaikan bahwa kedatangannya ke PP. Nurul Jadid, untuk menimba ilmu dan sharing tentang bagaimana menghafal Al-Qur’an dan mengatasi rasa bosan yang biasa dirasakan oleh para penghafal Qur’an pada umumnya.

Sementara Pemangku Al-Mawaddah Ibunda Ny. Hj. Hamidah Wafie menyambut baik rombongan ini. “Kami berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan PPTQ Oemah Malang, menjadikan Tahfidz Ekselensia Al-Mawaddah sebagai tempat berkunjung untuk berbagi ilmu. Walupun kami sendiri masih berproses menuju lebih baik lagi,” ungkap Bunda Hami dalam sambutannya.

Tak hanya itu, Bunda Hami (sapaan akrab Ny. Hj. Hamidah Wafie) melanjutkan sambutan dengan pemaparan selayang pandang Program Tahfidz Ekselensia dan dialog interaktif tentang Program Tahfidz Ekselensia dan bagaimana mengahafal Al-Quran.

Sesi foto bersama para pengurus dan pemangku al-mawaddah dengan para santriwati PP. Tahfidzul Qur’an Oemah Al-Qur’an Abu Hanifah, Malang

Sesi foto bersama para pengurus dan pemangku al-mawaddah dengan para santriwati PP. Tahfidzul Qur’an Oemah Al-Qur’an Abu Hanifah, Malang

Pasca acara, segenap rombongan PPTQ Oemah Qur’an itu langsung meninjau ke Tahfidz Eksensia Al-Mawaddah. Dan ditutup dengan pemberian cinderamata sekaligus foto bersama kedua pihak.

Hadir menemani Pemangku Al-Mawaddah, Konsultan Tahfidz Ekselensia Gus Faiz Sa’di dan Ning Kholishotul Widad, Pembina Tahfidz Ekselensia Ustadzah Rodliyah Ulfa, Wakil Kepala Pesantren Ny. Hj. Hanunah Nafi’iyah dan Sekretaris Pesantren Putri Ny. Hj. Mutmainnah Waqit.

Penulis : Kholis

Editor : Ponirin

PPIQ Undang Imam Besar Batam dan Dosen dari Malaysia

PPIQ Undang Imam Besar Batam dan Dosen dari Malaysia

nuruljadid.net – Pusat Pendidikan Ilmu Al-qur’an (PPIQ), Pondok Pesantren Nurul Jadid mengadakan acara Seminar Qur’aniyah dan Pelatihan Tajwid Dalam Nada bersama Associate Researcher ITS Universitas Utara Malaysia, Ahmad Sahidah, Ph.D dan Imam Besar Masjid jabal Arafah, Nagoya, Batam, Drs.KH. Zainuddin Adnan yang bertempat di Aula II PP. Nurul Jadid, Jum’at (31/01/2020).

Menurut Qais, Ketua panitia Dies Maulidiyah, kegiatan itu dalam rangka menyambut dies maulidiyah PPIQ ke-26 dan kegiatan seminar ini merupakan kegiatan awal pra dies maulidiyah. Yang bertujuan untuk menumbuh kembangkan wawasan peserta didik baik peserta PPIQ ataupun perserta eksternal PPIQ  dalam menyiapkan diri untuk menghadapi era society 5.0. serta mengenal dan mempelajari ilmu Al-Qur’an.

Tampak Ahmad Sahidah, Ph.D saat menyampaikan materi dalam seminar

Tampak Ahmad Sahidah, Ph.D saat menyampaikan materi dalam seminar

“Acara pada hari ini adalah acara pra-dies maulidiyah dan acara seminar qur’aniyah ini baru kali pertama adakan dies maulidiyah PPIQ,” ucapnya dalam sambutan.

Senada dengan hal itu, H. Rusdi Aziz, Direktur PPIQ  juga menyampaikan bahwa, umur PPIQ itu sudah bisa diibaratkan manusia yang telah dewasa karena mencapai 26 tahun. Hanya saja kalau diukur dengan pengabdian 26 tersebut masih sedikit, karena ukuran pengabdian itu tidak mengenal waktu bahkan sampai mati.

“PPIQ yang ke 26 ini ibarat manusia yang sudah dewasa. Siap untuk melamar dan siap untuk di lamar bahkan sangat menunggu lamaran kalau umur 26 itu. Tetapi kalau ukuran pengabdian 26 ini sangat sedikit sekali, karena pengabdian itu tidak mengenal waktu bahkan sampai mati ataupun nyawa sampai melayang,” tuturnya.

Tampak para santri putri PPIQ sedang khidmat mengikuti seminar

Tampak para santri putri PPIQ sedang khidmat mengikuti seminar

Ia pula mengatakan bahwa sudah ada salah satu alumni yang jadi Rektor dan Kiai. “Salah satunya alumni ppiq itu angkatan pertama Pengasuh PP. Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo,” imbuhnya.

Hadir pula dalam acara ini segenap pengurus PPIQ, peserta delegasi dari lembaga sekolah se-kawedanan paiton sebanyak 450 peserta yang terdiri dari 225 putra da 225 putri.

Penulis : Badrus, Juna

Editor : Ponirin

Event Bulan Lomba, Momentum Santri Untuk Kesyahduan dan Ketegangan

Event Bulan Lomba, Momentum Santri Untuk Kesyahduan dan Ketegangan

nuruljadid.net – Suasana malam dengan langit hitam pekat tak sedikitpun menghalangi para santri Pondok Pesantren Nurul Jadid untuk mengikuti pelaksanaan pembukaan bulan lomba yang begitu meriah, di buka secara simbolis dengan pemukulan bambu dan kembang api. Kamis Malam, (30/01/2020)

Bertempat di depan Kantor PP. Nurul Jadid, Perhelatan tahunan pra haul & harlah ini serentak dilaksanakan di malam hari oleh panitia dengan dihadiri seluruh ribuan santri putra dan putri, Sekretaris PP. Nurul Jadid, H. Faizin Syamweil, Kepala Bidang Koordinasi Olahraga dan Seni Santri (BKOSS), KH. Makki Maimun Wafi, Segenap Pimpinan Lembaga Sekolah, Biro dan Pengurus Wilayah.

Menurut Ridwan Hamimi, Ketua Panitia Bulan Lomba menyampaikan tujuan dari lomba tersebut ialah untuk menyambug tali silaturrahim antar lembaga dan wilayah serta memotivasi santri dalam berkompetisi dan untuk proses seleksi pada ajang perlombaan yang selanjutnya. “Menumbuhkan bakat dan menggali potensi terpendam dari dalam diri para santri diberbagai bidang yang mana hal ini dimaksudkan untuk proses seleksi pada ajang atau event perlombaan ditingkat yang lebih tinggi,” katanya dalam sambutan.

Tampak Ust. Ridwan Hamimi saat menyampaikan sambutan

Tampak Ust. Ridwan Hamimi saat menyampaikan sambutan

Lebih lanjut, mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) itu menuturkan bahwa perlombaan tersebut ada 3 macam yang akan diperlombakan yakni : bidang keilmuan, kegamaan dan keolahragaan.

Ia berharap kepada para santri yang akan megikuti perlombaan agar bisa bersaing secara sehat dan juga tetap menjaga nilai sportifitas dalam setiap event. “Jangan sampai ada istilah kecurangan atapun keributan dalam event ini. Kita buktikan bahwa kita mampu menunjukkan hasil sesuai dengan kemampuan yang kita miliki,” harapnya.

Senada dengan hal itu ketua 1 Haul Pendiri & Harlah PP. Nurul Jadid ke-71, Ustadz Taufiq Hidayah, turut juga merangkan dalam sambutan. Menurutnya dalam event itu ada dua macam yakni ketegangan dan kesyahduan. Syahdu dikarenakan mengingat perjuangan beliau – beliau (para pendiri,red) yang sudah dahulu meghadap kepada sang pencipta, ketegangan karena ada kompetesi bulan lomba. “Oleh karena itu mari kita nikmati dua keadaan ini baik kesyahduan dan ketegangan. Syahdu karena kita mengenang jasa-jasa para masayikh melalui bulan lomba haul & harlah yang akan kita laksanakan pada malam hari ini dan di hari-hari berikutnya,” jelas saat sambutan.

Pasca seremonial, acara Pembukaan Bulan Lomba dilanjutkan dengan penampilan-penampilan diantaranya : Musabaqoh Tartil Qur’an (MTQ), Pidato Bahasa Inggris, dan Teater AMOEBA.

Penulis : Badrus

Editor : Ponirin

Sang Juara 1 Tartil Tingkat Nasional, Tampil Dipembukaan Bulan Lomba

Sang Juara 1 Tartil Tingkat Nasional, Tampil Dipembukaan Bulan Lomba

nuruljadid.net – Nabilul Fiqri, Santri Pusat Pendidikan Ilmu Al-qur’an (PPIQ) Pondok Pesantren Nurul Jadid yang berhasil menjadi juara 1 Tartil Tingkat Nasional pada tahun 2019 tampil dalam pembukaan Bulan Lomba Hari Lahir PP. Nurul Jadid yang ke 71. Kamis Malam (30/01/2020).

Seperti diberitakan nuruljadid.net pada 23 Desember 2019, Nabilul Fiqri berhasil menyabet juara 1 lomba tartil tingkat nasional pada Darul Fiqri Islamic Festival di Darul Fikri Islamic Boarding School of Qur’an Memorization, Sukodono, Sidoarjo.

Dalam tampilannya, santri yang berasal dari Probolinggo itu menampilkan pembacaan surat Al-a’la dengan menggunakan Irama Qurdi. Hal itu membuat ribuan santri yang memadati acara tersebut bertepuk tangan seraya menyunggingkan senyuman manis.

Tampak Nabilul Fiqri saat melantkan surat Al-a'la di atas pentas

Tampak Nabilul Fiqri saat melantkan surat Al-a’la di atas pentas

Dimas Eko Cahyono, Wakil Sekretaris PPIQ turut bangga dengan penampilan tersebut, menurutnya hal itu merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi pengurus PPIQ karena anak didiknya bisa tampil menggugah didepan para santri.

“Tentunya sangat bahagia, salah satu peserta didik kami yang sebelumnya telah berhasil menjadi juara 1 tartil tingkat nasional bisa membuat takjub para santri dengan suara emasnya,”tegasnya kepada nuruljadid.net saat ditemui pasca acara.

Penulis : Ahmad

Editor : Ponirin

Pembukaan Bulan Lomba, Duta Siswa Berprestasi Nasional Sampaikan Peran Pemuda dalam Indonesia Bonus Demografi

Pembukaan Bulan Lomba, Duta Siswa Berprestasi Nasional Sampaikan Peran Pemuda dalam Indonesia Bonus Demografi

nuruljadid.net- Tetap di momen Pembukaan Bulan Lomba Haul dan Harlah Pondok Pesantren Nurul Jadid ke 71, selain terdapat penampilan tartil dari santri PPIQ, dan penampilan teater AMOEBA. Wahyu Ilahi, Duta Siswa Berprestasi Nasional tahun 2019 turut tampil dalam acara yang bertempat didepan Kanto PP. Nurul Jadid. Kamis Malam (2020/01/30).

Dalam tampilannya di pentas, santri sekaligus siswa SMP Nurul Jadid itu berpidato dihadapan ribuan santri dengan berbahasa inggris akan penting cara pemuda untuk menghadapi Indonesia Bonus Demografi tahun 2045.

“Bagaimana cara pemuda terutama para santri ini bisa menghadapi Indonesia Bonus Demografi tahun 2045, salah satunya ialah dengan focus mengembangkan potensi masing – masing bukan hanya didalam akademi (hard skill) namun juga mengembangkan potensi mereka dalam soft skill,” tegasnya kepada nuruljadid.net ketika disua pasca acara.

Tampak Wahyu Ilahi saat berpidato di atas pentas

Tampak Wahyu Ilahi saat berpidato di atas pentas

Kemudian, santri yang masuk dalam top 10 Delegasi Pemuda Indonesia dan menjadi perwakilan Indonesia ke Singapura dari Pemuda Mendunia pada tanggal 11 – 14 Januari 2020 itu, menjelaskan pada tahun 2045 nanti Indonesia akan memasuki era emas jika pemuda saat ini produktif. “namun, pemuda saat ini tidak melakukan apa-apa maka hal itu akan menjadi bencana bagi bangsa,” tegasnya.

“Mungkin penampilan saya tadi bisa memotivasi untuk terus berkarya kepada bangsa,” tutur siswa Program Bahasa Inggris SMP Nurul Jadid itu.

Penulis : Ahmad

Editor : Ponirin

tampak penampilan AMOEBA di atas pentas

Tambah Riah dengan Teater AMOEBA

nuruljadid.net- Dalam ajang pembukaan bulan lomba Haul dan Harlah PP. Nurul Jadid yang ke 71, seni teater Anak Muda Bahasa (AMOEBA) turut ikut meriahkan pembukaan yang dilaksanakan di depan Kantor Pondok Pesantren Nurul Jadid. Kamis Malam (30/01/2020).

Amoeba yang berada dibawah naungan Program unggulan bahasa Sekolah Menengah Atas (SMA), tersebut menampilkan pertunjukan perkusi dan pamtomim. Tujuan tersebut iyalah untuk membuat suasana pembukaan lomba bulan harlah semakin meriah.

Di samping itu, untuk memberi hiburan kepada santriwan dan santriwati. Muhammad Zainul Arifin dari salah satu peserta Amoeba menuturkan, dalam penampilan tersebut, merasa senang. “Pengalaman untuk beraksi di depan para santri ini baru pertama kali, tentunya senang dan di samping itu juga untuk melatih mental saya,” ungkap pria kelahiran Jember itu.

Dalam kedua penampilan tersebut dapat merespon para santri yang menjadi jenuh menjadi terhibur. Tepuk tangan yang meriah dari para santri itu, nampaknya para santriwan dan santriwati tertarik dan senang atas penampilan Amoeba tersebut.

Termasuk Junaedi, santri yang berasal dari kabupaten bondowoso tersebut sangat merespon dan sangat terhibur dengan penampilan perkusi dan pamtomim itu. “Dengan adanya dua penampilan tersebut menjadi suasana pembukaan semakin seru, dan membuat tak jenuh,” tuturnya.

Dengan  dua penampilan tersebut, menjadi penampilan penutup sebagai acara pembukaan bulan lomba harlah ke 71.

Penulis : Ahmad

Editor: Ponirin

KH. Moh. Zuhri Zaini; Keragaman itu Bukan Masalah, Tapi adalah suatu Kekayaan

KH. Moh. Zuhri Zaini; Keragaman itu Bukan Masalah, Tapi adalah suatu Kekayaan

nuruljadid.net – “Jadi dengan merantau seperti ini kita bisa mengetahui keragaman. Dan keragaman itu bukan masalah, tapi justru adalah suatu kekayaan. Kalau kita menyikapinya sebagai suatu kekayaan, kaya akan budaya kita. Insya allah hal itu akan menjadi aset dan modal bagi kita. Sebab, maaf. Sekarang ini banyak orang yang alergi dengan perbedaan jadi dengan perbedaan – perbedaan ini dianggap penyakit”

Hal itu didawuhkan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri Zaini. Tatkala menghadiri acara Lepas Kenangan Studi Lapangan Siswi MA Darussalam Sungai Mancur, Bungo, Jambi. Kamis (30/01/2020).

Acara yang bertempat di Aula Mini Universitas Nurul Jadid itu. Beliau turut menerangkan, usia seperti para siswa dari MA Darussalam tersebut merupakan usia – usia emas. “Kalau dirawat dengan baik nantinya akan mahal dimasa depan, sebab saya yakin dari adik – adik ini akan lahir penerus estafet perjuangan para pendahulu yang sudah sepuh – sepuh ini. yang kemudian akan menjadi harapan umat dan harapan agama. Oleh karena itu, adik – adik ini selama 3 bulan ini hanya masih awal bukan pertengahan maupun akhir jadi diteruskan,” tutur beliau dengan ramah lembut.

Tampak Pengasuh (tengah dua dari kiri) saat foto bersama dengan para siswi MA serta pimpinan Darussalam

Tampak Pengasuh (tengah dua dari kiri) saat foto bersama dengan para siswi MA serta pimpinan Darussalam

Selain itu,  beliau turut menjelaskan dengan kehadiran para siswi MA Darussalam di PP. Nurul Jadid, hal itu pasti menambah pengalaman dan faedah bagi pengurus PP. Nurul Jadid.

“Kami bangga dengan kehadiran adik – adik sekalian ini, mudah – mudahan silaturahim ini terus bisa bersambung tidak hanya putus sampai disini tapi katanya ada harapan akan ada lagi(studi lapangan, red) insya allah kami siap dengan tangan terbuka akan menerima dan mudah – mudahan kami yang disini nanti bisa silaturahim juga. Insya allah,” pungkas beliau.

Penulis : Ahmad

Editor : Ponirin

Kesan Siswi PP. Darussalam Jambi Selama Tiga Bulan di PP. Nurul Jadid

Kesan Siswi PP. Darussalam Jambi Selama Tiga Bulan di PP. Nurul Jadid

nuruljadid.net – Acara lepas kenang studi lapangan siswi MA Darussalam, Sungai Mancur Bungo, Jambi telah selesai. Hal itu, menyisahkan pesan dan kesan bagi mereka untuk Pondok Pesantren Nurul Jadid, seperti yang disampaikan oleh Intan Gustiana, perwakilan dari siswi MA Darussalam. Kamis, (30/01/2020).

Salah – satuya ialah Ia berpesan pada PP. Nurul Jadid semoga bisa berkembang menjadi lebih maju. “Semoga kedepannya bisa menjadi lebih maju lagi, tambah sukses, tambah lebih baik lagi, dan banyak peminat yang meminati pp. nurul jadid,” jelasnya saat acara penampilan.

Segenap pengurus PP. Nurul Jadid pun tak luput pesan dari santri yang berasal dari kabupaten sianama itu, “Pesan untuk pengurus pp. nurul jadid, jangan pernah menyerah dan jangan pernah menghindar dari tanggung jawab menjadi pengurus,  jangan pernah lari dari prinsip kuatkan mental lahir dan batin. Agar bisa menghadapi semua rintangan yang dihadapi, jadilah panutan yang baik bagi santriwan dan santriwati intinya jangan mundur dari tanggung jawab. Semangat!,” tegasnya.

Para siswi MA Darussalam tampak Khusyuk berdoa pada penutupan acara lepas kenang

Para siswi MA Darussalam tampak Khusyuk berdoa pada penutupan acara lepas kenang

Lebih lanjut, Intan (sapaan akrab Intan Gustiana) memberikan pesan pula kepada segenap santri PP. Nurul Jadid untuk tetap semangat dalam belajar dan meraih cita-cita, menjadi anak yang membahagiakan orang tua, dan berguna bagi masyarakat.

Santri kelahiran 19 Agustus 2002 itu juga menyampaikan beberapa kesan yang telah ia dapatkan selama studi lapangan di PP. Nurul Jadid. “beberapa kesan yang saya dapati seperti mulai dari awalnya tidak berani untuk berbicara di depan umum dan alhamdulillah saya mulai percaya diri, pengalaman yang bisa kita ambil selama nyantri di pp. nurul jadid salah – satunya kami bisa belajar banyak dalam mengatur waktu dan menjalankan kewajiban kami sebagai seorang santri,” ucapnya dengan riang.

“Kesan kami juga selama di pp. nurul jadid sangat banyak, ada suka ada dukanya. Setapak kami meninggalkan tanah paiton nurul jadid yang menusuk keadaan berduka melangkahkan kami membawa kenangan yang terukir indah dengan persahabatan, menuju jati semoga membawa berkah dan bermanfaat, selamat tinggal paiton nurul jadid semoga kami bertemu kembali dilain waktu. Mohon maaf atas kesalahan dan kekhilafan kami, doa kami semoga tetap terjaga ukhuwah dan persahabatan,” pungkasnya.

Penulis : Badrus

Editor : Ponirin