Lembaga Tamhidiyah Nurul Jadid Gelar Wisuda Akbar Perdana

nuruljadid.net – Lembaga Tamhidiyah Pondok Pesantren Nurul Jadid (PPNJ) putri sukses menggelar wisuda perdana pada Senin (25/07) di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid dengan tema “Bermula dari Trilogi, Membangun Jati Diri Menjadi Insan Pengabdi’.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, wisuda Lembaga Tamhidiyah tahun ini merupakan wisuda kolaborasi antara lembaga Tamhidiyah wilayah Az-Zainiyah dan wilayah Al-Hasyimiyah.

Lembaga Tamhidiyah Nurul Jadid putri untuk pertama kalinya berhasil mengukuhkan 120 wisudawati, masing-masing 80 wisudawati dari wilayah Azzainiyah dan 40 lainnya dari wilayah Al-Hasyimiyah.

Lembaga Tamhidiyah merupakan lembaga khusus bagi para mahasiswi baru yang fokus mempelajari ilmu Al-Qur’an, Furudul ‘Ainiyah, Akhlaq dan Tauhid guna mencetak calon Muallimat dan Wali Asuh yang berkompeten dengan jiwa pengabdian tinggi.

(Potret prosesi pengukuhan wisudawati lembaga Tamhidiyah Nurul Jadid oleh Direktur Ny. Muthmainnah Waqid di Aula 1 pesantren)

Direktur Lembaga Tamhidiyah Nurul Jadid putri Nyai Muthmainnah Waqid dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada para wisudawati yang telah tuntas mengikuti test komprehensif sebagai prasyarat mengikuti wisuda.

“Semoga adek-adek santri mahasiswi yang telah diwisuda bisa mengamalkan ilmunya dengan baik saat menjadi muallimat dan wali asuh.” terang beliau.

Acara wisuda perdana ini relatif berjalan dengan lancar, prosesi uji publik yang menengangkan pun  berhasil dilewati oleh perwakilan para wisudawati.

(Potret penobatan wisudawati berprestasi pada acara Wisuda Akbar lembaga Tamhidiyah Nurul Jadid di Aula 1 pesantren)

Mengutip mauidlah hasanah yang disampaikan oleh KH. Abdurrahman Wafi bahwasannya Lembaga Tamhidiyah harus mencetak mahasiswi-mahasiswi cerdas dan pandai berkomunikasi antar sesama. Beliau juga menyampaikan bahwasannya menjadi mahasiswi UNUJA harus memiliki rasa bangga bisa mengabdikan dirinya kepada pesantren.

Hal ini karena menjadi mahasiswi sekaligus merangkap menjadi wali asuh adalah sebuah amanah sekaligus anugerah yang tidak dirasakan oleh mahasiswi pada umumnya.

“Mahasiswi UNUJA harus cerdas, kalau nggak cerdas bukan mahasiswi UNUJA,” dawuh putra Alm. KH. Hasan Abdul Wafi tersebut.

(Potret prosesi pengukuhan para wisudawati pada acara Wisuda Akbar Lembaga Tamhidiyah Nurul Jadid di Aula 1 pesantren)

Tercatat sebanyak tujuh peserta yang diuji public, kemudian acara disusul dengan Penobatan wisudawati terbaik, teladan, sekaligus bintang kelas turut memeriahkan acara wisuda tersebut.

Ayu Silaban selaku peserta mengaku bahwa wisuda tamhidiyah kali ini sangat mengesankan. “Wisuda kali ini sangat berkesan, semoga ilmu yang kami dapatkan bisa bermanfaat dan kami amalkan dengan baik. Karena kami akan menjadi pengurus dan wali asuh, mohon doanya ya,” ucap santriwati yang berasal dari Medan Sumatera Utara tersebut kepada Nurul Jadid Media.

 

 

(Humas Infokom)

Fotografer Pemula SMK Nurul Jadid Raih Juara 3 Lomba Fotografi Nasional

nuruljadid.net – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Nurul Jadid. Kali ini, prestasi tersebut diraih oleh Naufal Kafin Fernanda Siswa kelas XI jurusan Multimedia. Naufal berhasil mendapat Juara 3 Photography Contest AFTHERONT: Art For The Environment’.

Kompetisi ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Desain Komunikasi Visual Universitas Dinamika  (HIMA DKV UNDIKA) Surabaya. Dalam kompetisi ini, Kafin mengirimkan foto berjudul Pemuda Penerang Bangsa”. Lokasi pengambilan foto ini terletak di halaman SMK Nurul Jadid saat siswa melakukan kegiatan bersih-bersih lingkungan sekolah.

Saat diwawancarai oleh Kru Nurul Jadid Media, Kafin menceritakan bahwa fotonya berisi pesan bahwa pemuda adalah penyelamat masa depan bangsa, kegiatan bersih-bersih sekolah merupakan salah satu langkah kecil pemuda juga santri dalam berkontribusi menyelamatkan lingkungan untuk masa depan para pewaris bumi.

“Kami di pesantren belajar bahwa kebersihan merupakan sebagian dari iman, dan kami sebagai santri memiliki peranan besar untuk menyelamatkan lingkungan. Dalam foto ini, saya termotivasi bagaimana santri, siswa sekaligus sebagai pemuda Indonsia dapat mengaplikasikan hadits tersebut dalam kehidupan sehari-hari, contohnya dengan melakukan kegiatan bersih-bersih halaman sekolah,” jelasnya, Senin (11/07).

Ia mengaku dirinya sangat bersyukur ketika fotonya ditetapkan menjadi pemenang dalam kompetisi yang diselenggarakan oleh HIMA DKV UNDIKA tersebut. Terlebih, banyak foto dari peserta lain yang tak kalah bagus.

“Saya bersyukur bisa memenangkan lomba ini. Sungguh tidak menyangka, karena awalnya hanya iseng-iseng nyari lomba fotografi, dan kebetulan saat itu di sekolah ada kegiatan bersih-bersih halaman, jadi saya jepret lalu dipoles dengan editing sederhana dan saya kumpulkan ke panitia. Alhamdulillah bisa dapat juara,” ungkapnya.

Melalui capaian ini, Kafin berharap dapat terus mencari dan memanfaatkan peluang-peluang dari kompetisi yang ada, dan Ia juga berharap capaian prestasinya ini bisa memotivasi siswa lainnya untuk turut berjuang menorehkan prestasi.

“Intinya, apapun lomba dan peluang yang ada kita coba dulu, masalah hasil belakangan,” tutupnya.

 

 

(Humas Infokom)

MI Nurul Mun’im Kuatkan Karakter Kedisiplinan Murid, Salah Satunya Melalui Pengamanan Lalu Lintas

nuruljadid.net – Dalam rangka melatih kedisiplinan peserta didik, MI Nurul Mun’im memberikan tanggung jawab kepada pengurus Organisasi Murid Intra Madrasah (OMIM) untuk mengatur lalu lintas jalan depan madrasah dengan pengawasan guru tentunya.

Selain melatih kedisiplinan dan tanggung jawab murid, kegiatan ini juga untuk mengatur lalu lalang kendaraan yang juga menyebabkan pejalan kaki khususnya murid MINM sendiri untuk menyeberang.

Kegiatan tersebut diikuti 18 murid, 9 laki-laki dan 9 perempuan. Para murid turun jalan mengatur lalu lintas usai diberi arahan dan instruksi oleh guru pembina. Nampak para murid yang tergabung dalam OMIM menjalankan amanah tersebut dengan penuh semangat.

Aktifitas ini merupakan program OMIM sebelum masuk kelas dan sebelum kegiatan pagi dimulai. Pengamanan lalu lintas ini juga bertujuan untuk menyambut murid yang datang ke madrasah.

(Situasi murid OMIM sedang bertugas melakukan pengamanan lalu lintas di jalan depan gerbang Madrasah)

Tidak hanya pengamanan, mereka juga mengatur parkir siswa, mengontrol kebersihan kelas dan menyiapkan tempat sebelum kegiatan pagi dimulai.

Kepala Madrasah Kiai Miftahul Arifin sangat mengapresiasi program OMIM ini karena sangat positif dan membantu kinerja guru untuk melakukan penertiban murid di lingkungan madrasah.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan mengapresiasi program OMIM ini, utamanya pengaturan lalu lintas, penertiban parkir siswa, mengontrol kebersihan kelas dan membantu menyeberangkan teman- temannya agar dapat menyebrang dengan selamat, ini perlu untuk di-istiqomahkan,” tutur Kiai Miftah.

Wakamad. Kesiswaan Umar Falas juga menyampaikan kegiatan tersebut bertujuan membantu pihak madrasah dalam menegakkan tata tertib dan menjaga keamanan dan ketertiban serta kebersihan di lingkungan madrasah.

Hal ini disambut baik oleh semua pihak, karena dengan adanya program ini, MINM bisa berkontribusi kepada masyarakat pengguna jalan khususnya masyarakat sekolah selain itu juga sebagai pembentukan karakter anak supaya menjadi insan yang disiplin.

 

 

(Humas Infokom)

Wakasis MINM Lakukan Penguatan Tatib Madrasah Kepada Murid Kelas Bawah

nuruljadid.net – Madrasah Ibtidaiyah Nurul Mun’im (MINM) dalam rangka penguatan tata tertib madrasah, melalui program kesiswaan melakukan sosialisasi kepada murid kelas bawah 1, 2 dan 3 di halaman madrasah (15/07) lalu.

Selain itu, dalam rangka mencegah terjadinya pelanggaran yang dilakukan oleh murid ketika beraktivitas di lingkungan madrasah, MI Nurul Mun’im mensosialisasikan tata tertib madrasah ini sebelum masuk kelas pada awal tahun ajaran baru.

Wakamad Kesiswaan MINM, Umar Falas menjelaskan kepada para murid kelas bawah bahwa setiap pelanggaran terhadap tata tertib madrasah akan mendapatkan poin atau sanksi sesuai dengan peraturan yang ada.

“Bapak harap dengan adanya sosialisasi ini para murid dapat memahami dan mentaati tata tertib yang ada di MI Nurul Mun’im. Maka ayo bersama patuhi tidak hanya oleh murid namun juga oleh segenap pihak yang terkait di dalamnya.” Ucap Umar Falas.

Lebih lanjut, Umar Falas juga berharap agar hal ini didukung oleh para orang tua murid dalam memberikan perhatian lebih kepada anak-anaknya agar senantiasa patuh dan disiplin dalam menjalankan aturan yang ada di MI Nurul Mun’im.

Dalam kegiatan ini turut terlibat para wali kelas yang kemudian diperkenalkan kepada para murid. Hal ini dimaksudkan dengan harapan agar komunikasi antara wali kelas dan murid senantiasa terjalin intens dan harmonis.

 

 

(Humas Infokom)

Sanggar Seni SMA Nurul Jadid Raih Juara Adu Peran Peringkat 1 dan 2 Nasional

nuruljadid.net – Lagi, SMA Nurul Jadid berhasil menorehkan prestasi yang membanggakan, kali ini di bidang kesenian. Pasalnya sanggar seni SMA Nurul Jadid menyabet juara 1 dan 2 tingkat nasional yang diselenggarakan Pusat Bahasa Mandarin Universitas Negeri Malang lalu (26/06).

Benar, kerja keras tidak akan mengkhianati hasil, kalimat yang tepat bagi SMA Nurul Jadid yang tidak pernah berhenti menggembleng peserta didiknya untuk selalu berprestasi, khususnya dalam bidang kebahasaan Mandarin.

SMA Nurul Jadid memang selalu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada peserta didik untuk mengikuti lomba baik akademik maupun non-akademik yang diselenggarakan oleh berbagai perguruan tinggi atau lembaga pendidikan. Dengan harapan peserta didik mampu mengembangkan skill atau keterampilan (psikomotorik) di bidang tertentu.

Setelah mendelegasikan peserta didiknya dalam ajang lomba pidato Bahasa Mandarin (Yanjiang Bisai) tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang bertajuk “Zhongwen Bisai 2022” pada tanggal 23 Juni 2022. SMANJ juga mendelegasikan peserta didiknya di bidang seni.

Sebanyak 2 tim dari sanggar seni SMANJ yang didaftarkan untuk mengikuti lomba drama bahasa Mandarin (Xiju Bisai) tingkat nasional oleh Confucius Institute atau Pusat Bahasa Mandarin Universitas Negeri Malang.

Mereka adalah tim AMOEBA putra dan tim SANGGAR ALIF putri. Sungguh merupakan rahmat yang luar bisa dari Allah SWT bagi SMA Nurul Jadid sehingga dalam ajang inipun SMANJ berhasil meraih prestasi sebagai juara 1 untuk tim Sanggar Alif dan juara 2 untuk tim Amoeba putra.

Torehan prestasi ini diraih dengan tidak mudah, butuh proses, kesabaran dan kerja keras baik dari pihak peserta didik maupun pembimbing serta dukungan seluruh warga sekolah. SMA Nurul Jadid senantiasa istiqomah untuk bergerak melakukan pembenahan dan pembinaan keterampilan, minat juga bakat peserta didik agar berprestasi mengharumkan pesantren dan bangsa Indonesia.

 

 

(Humas Infokom)

Tahun Baru Islam 1444 H Jatuh Pada Tanggal 30 Juli 2022, Berikut Doa Akhir dan Awal Tahun Juga Amalan Muharram

nuruljadid.net – Tidak terasa, hari ini kita telah tiba di penghujung tahun hijriyah 1443 yang ditutup dengan bulan Dzulhijjah. 1 Muharram 2022 merupakan tahun baru Islam 1444 Hijriyah. Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Dirjen Bimas Kemenag) Kamarrudin Amin, mengungkapkan tahun baru Islam atau 1 Muharram 1444 H jatuh pada Sabtu, 30 Juli 2022.

Momen tahun baru Islam 2022 atau 1 Muharram 1444 H ini merupakan hari libur nasional yang berlaku bagi seluruh masyarakat di Indonesia. Muharram menjadi bulan yang suci kedua setelah bulan Ramadhan. Tahun Baru Muharram biasanya dirayakan selama 10 hari di awal bulan Muharram. Ada yang menyebut bulan Muharram sebagai bulan perdamaian.

Perlu diketahui bahwa terdapat beberapa sejarah dalam Islam yang berkaitan dengan bulan Muharram. Bulan Muharram ini menjadi hari penting bagi Nabi Musa, yaitu hari bersejarah dimana Nabi Musa diselamatkan oleh Allah SWT dari Firaun.

Selain itu Muharram juga diperingati sebagai kematian cucu Nabi Muhammad, Hussein Ibn Ali yang dibunuh selama pertempuran Karbala pada hari Asyura tahun 690 M. Maka dari itu, seluruh umat muslim dapat merayakan 1 Muharram dengan menunjukkan rasa syukurnya kepada Allah SWT.

Umat muslim juga dianjurkan untuk memperbanyak beribadah dan selalu berdoa. Do’a akhir tahun dibaca pada tanggal akhir bulan dzulhijjah ba’da sholat ashar yaitu sore ini 29 Dzulhijjah 1443 H, sedangkan do’a awal tahun dibaca di hari yang sama ba’da sholat maghrib. Adapun do’a Akhir tahun dan awal tahun sebagai berikut:

Sedangkan pada tanggal 1 Muharram 1444 H, umat muslim dianjurkan membaca amalan dan doa sebagai berikut:

 

 

(Humas Infokom)

 

 

Dalam Sebulan, Siswa SMA Nurul Jadid Sabet 3 Juara Nasional Bahasa Jepang dan Mandarin

nuruljadid.net – Tiga orang Siswa SMA Nurul Jadid berhasil tampil memukau dalam ajang perlombaan Bahasa Jepang dan Mandarin tingkat Nasional. Berkat konsistensi dan usaha keras yang telah dikobarkan. Mereka berhasil mengharumkan almamater Pondok Pesantren Nurul Jadid khususnya SMA Nurul Jadid sendiri setelah berhasil menyabet tiga piala kejuaraan tingkat nasional dalam kurun waktu satu bulan tepatnya bulan Juni lalu.

Dua siswa yang duduk di bangku kelas X jurusan Ilmu Bahasa dan Budaya (IBB) SMA Nurul Jadid ini berhasil masing-masing menjadi juara pertama dan kedua pada lomba Bercerita Bahasa Jepang ‘JAPANZUKI SHOW’ yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Bahawa Jepang (Himabaja) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung pada Sabtu (11/06). Para juarawan itu diantaranya Ahmad Dzulhaq Akbar sebagai peraih Juara pertama dan Khoirul Anam Maulidi sebagai Juara Kedua.

Tak berhenti disitu, pada Kamis (23/06) portal media SMA Nurul Jadid kembali diramaikan dengan torehan prestasi Bahasa Mandarin yang diraih oleh Agung Candra Baskara. Siswa yang juga duduk dikelas X IBB SMA Nurul Jadid itu berhasil membawa piala kejuaraan sebagai terbaik kedua lomba pidato Bahasa Mandarin tingkat nasional pada kegiatan Zhong Wen Bi Sai yang diadakan oleh Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (UNM).

Ketiganya mengaku bahwa kecakapan mereka dalam menguasai Bahasa Mandarin dan Jepang dibentuk melalui kegiatan pengembangan diri dan pembiasaan berbahasa di Asrama Ungguan Bahasa SMA Nurul Jadid karena mereka mendapatkan pendampingan dan pembiasaan bahasa asing secara intensif dan integratif.

“Selain diajarkan di sekolah, kami juga menerima pendidikan secara intensif di asrama tentang dua bahasa itu, kami juga dipaksa untuk menggunakan bahasa tersebut sebagai alat komunikasi setiap harinya dengan teman se-asrama,” jelas Dzulhaq saat diwawancarai oleh Kru Nurul Jadid Media.

Dia melanjutkan, rupanya tidak sekedar menghafal kosakata, di asrama mereka juga dilatih untuk mengembangkan soft skills melalui Kegiatan Belajar Mandiri (KBM) di setiap malamnya. Dirinya mengaku sangat bersyukur jerih payahnya belajar bahasa telah membuahkan hasil yang manis.

“Alhamdulillah perolehan prestasi ini merupakan hasil dari jerih payah kami saat belajar bahasa baik di sekolah maupun di asrama. Semoga prestasi ini bisa memicu semangat teman-teman santri lainnya untuk juga berprestasi.” tutup Dzulhaq.

 

 

(Humas Infokom)

BMT NU Jatim Sowan ke Nurul Jadid, Ini Pesan Dirut dan Kiai Najiburrahman Wahid Zaini

nuruljadid.net – Pengurus Baitul Maal wat Tamwil Nahdatul Ulama (BMT NU) Jatim menggelar Rihlah Sanad Perjuangan Pengelola dalam rangka hari jadi ke 18 Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT NU Jawa Timur ke Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Kegiatan tersebut dipusatkan di Auditorium I Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, pada hari Selasa (21/06).

Acara tersebut dihadiri oleh Direktur Utama BMT NU Jawa Timur H. Masyudi Kanzillah, Sekretaris BMT NU Jatim Sudahri Arifandi, dan Direktur Keuangan Hendri Hendarto. Sementara itu, turut hadir dari pihak Pondok Pesantren Nurul Jadid Wakil Kepala Pesantren KH. Najiburrahman Wahid, Kepala Staff Pimpinan Ahmad Sahidah, dan Kabag. Humpro Dr. Syamsuri Hasan, dan Sekretaris Biro Pendidikan Muhammad Nurthoriq.

(Terlihat dari kanan; Kepala Staff Pimpinan Ahmad Sahidah, Kabag. Humpro Dr. Syamsuri Hasan, Sekretaris Biro Pendidikan Muhammad Nurthoriq, dan Pihak BMT NU sangat antusias mengikuti acara)

Diketahui ada 71 alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid yang menjadi pengelola BMT NU hadir dan mengikuti acara dengan khidmat.

Pada kesempatan itu, Direktur Utama BMT NU Jawa Timur H. Masyudi Kanzillah mendorong seluruh elemen NU untuk terus berupaya terkait dengan pendirian Kantor Cabang (KC) Baitul Mal wat Tamwil Nahdlatul Ulama (BMTNU) di daerah-daerah.

“BMT NU lahir di Gapura. Kini lembaga keuangan ini memiliki 94 Kantor Cabang. Pada 100 tahun NU, 100 Kantor Cabang akan diwujudkan,” ujarnya.

Beliau melanjutkan, “Aset kita hampir mencapai Rp 1 triliun. Jawa Timur harus menjadi contoh bagi kaum tradisionalis untuk mandiri secara ekonomi. Tanpa ini, politik kita akan diatur oleh oligarki,” imbuhnya.

(Pengurus KSPPS BMT NU Jatim sangat khidmat saat sowan ke Pengasuh PP. Nurul Jadid KH. Moh. Zuhri Zaini)

Sementara itu, Wakil Kepala Pesantren KH. Najiburrahman Wahid menegaskan bahwa aktif di BMT NU sama dengan perjuangan untuk mengentaskan kemiskinan dan menegakkan ekonomi syariah. Beliau juga menambahkan bahwa menegakkan dan memperjuangkan ekonomi Syariah adalah jihad. Oleh karena itu, beliau menghimbau niatkan setiap langkah pengelola lillahi ta’ala dan jihad dalam bidang ekonomi.

“Tasbih pengelola BMT NU adalah Tupoksinya. Oleh sebab itu, amanahlah, rajin dan maksimalkan tugas yang ada,” himbau Kiai Najiburrahman Wahid.

Secara ekonomi, lanjut beliau, umat muslim masih kalah dengan non muslim. “Hadirnya BMT NU ini sebagai salah satu langkah awal untuk membangkitkan ekonomi warga muslim yang ada di Jawa Timur,” tutup Kiai Najib.

(Potret suasana kebersamaan dan keseruaan saat pengurus KSPPS BMT NU Jatim melaksanakan makan bersama (tabheg))

Acara tersebut diakhiri dengan makan bersama ala santri yang lumrah dikenal dengan istilah tabheg. Pasalnya, selain untuk mencairkan susana pasca acara, tradisi tabheg itu dilakukan untuk meningkatkan kekompakan dan mengingat momen-momen keseruan saat nyantri dulu di Pondok Pesantren Nurul Jadid.

 

 

(Humas Infokom)

MI Nurul Mun’im Warnai Malam Takbir dengan Pawai Lampion

nuruljadid.net – Ratusan peserta didik Madrasah Ibtidaiyah Nurul Mun’im (MINM) didampingi orang tua dan keluarganya serentak mengikuti kegiatan takbir keliling sekaligus pawai lampion dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriyah pada Sabtu (09/07) malam.  Ratusan lampion dan obor menambah semaraknya malam tersebut.

Perayaan takbir keliling tersebut menjadi ajang tahunan MI Nurul Mun’im yang dilaksanakan untuk memeriahkan malam Hari Raya Idul Adha. Namun, dua tahun terkahir kegiatan tersebut sempat ditiadakan terkendala kondisi Pandemi Covid-19. Kegiatan ini dihandle langsung oleh Waka. Kesiswaan MI Nurul Mun’im Ustaz Umar Falas.

(Suasana semarak pawai lampiron dan carnaval MI Nurul Mun’im dalam rangka menyambut Idul Adha 1443 H)

Selain itu, berbagai macam pertunjukan juga ditampilkan menjadi semacam parade Karnaval. Terdapat ratusan lampion bervariasi memutari area sekitar Pondok Pesantren dan dusun Tanjung Lor desa Karanganyar diiringi dengan suara drum band dan takbir. Titik start pawai dimulai dari MI Nurul Mun’im, kemudian berjalan melintasi jalan raya Paiton menuju gang Nagka dan kembali ke titik awal.

“Pada perayaan takbir keliling malam itu, panitia memang sengaja menyiapkan berbagai macam pertunjukan seru untuk menambah kemeriahan acara. Di antaranya, karnaval lampion, drum band, gema takbir, dan obor,” ungkap Ustaz Umar Falas kepada tim Nurul Jadid Media.

(Suasana semarak pawai lampiron dan carnaval MI Nurul Mun’im dalam rangka menyambut Idul Adha 1443 H)

Ratusan siswa sangat bersuka cita mengikuti kegiatan takbir keliling tersebut, terlihat dari raut wajah mereka yang penuh canda dan tawa sambil membawa lampion.

“Kami senang bisa merayakan malam takbiran dengan ikut berjalan dan memegang lampion ini, meskipun sedikit capek,” kata Hadziq siswa MINM dengan nada tertawa kepada Tim Nurul Jadid Media.

Kegiatan ini juga mendapatkan respon baik dari masyarakat sekitar. Berkat kemeriahan suara gema takbir dengan iringan nada drum band tak sedikit masyarakat keluar rumah untuk menyaksikan kegiatan takbir keliling itu.

(Suasana semarak pawai lampiron dan carnaval MI Nurul Mun’im dalam rangka menyambut Idul Adha 1443 H)

“Kegiatan ini positif, apalagi yang ikut adalah siswa tingkat SD atau MI sederajat, ini merupakan pembiasaan yang baik bagi mereka untuk memeriahkan perayaan hari-hari besar Islam,” pungkas Bapak Eko, salah satu warga Desa Karanganyar.

 

 

(Humas Infokom)

17 Peserta KKN Nusantara UNUJA Lakukan Pengabdian di Wakatobi. Rektor Siap Berikan Beasiswa

nuruljadid.net – Universitas Nurul Jadid (Unuja) dalam rangka menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi salah satunya adalah dengan mengirimkan 17 mahasiswa KKN Nusantara ke Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra). Rombongan KKN Nusantara Unuja tiba di Pulau Tomia, Wakatobi, Senin (11/07) siang hari dan disambut hangat oleh Camat Tomia Timur Bapak Kamaruddin mewakili Bupati Wakatobi Bapak Haliana di Kantor Kecamatan setempat.

Unuja mengusung tema KKN Nusantara “Optimalisasi peran santri membangun desa berdikari”. Hal ini bertujuan selain mengimplementasikan amanah Tri Dharma juga Panca Kesadaran Santri yaitu pengabdian kepada masyarakat dengan mengamalkan ilmu serta keterampilan yang dimiliki kepada masyarakat lokal.

(Peserta KKN Nusantara Universitas Nurul Jadid saat berfoto bersama di pelabuhan sebelum berangkat ke Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara)

Rombongan KKN Nusantara didampingi langsung oleh Kepala Bagian Pengabdian Kepada Masyarakat LP3M UNUJA, Ahmad Zubaidi. Peserta KKN Nusantara Universitas Nurul Jadid terdiri dari 10 mahasiswa dan 7 mahasiswi dari lintas program studi (prodi), karena harapannya dapat saling mewarnai dan melengkapi serta menyesuaikan kebutuhan di lokasi KKN.

Acara dilanjutkan ramah-tamah di kantor Kecamatan Tomia. Usai ramah-tamah, rombongan dibawa menuju Pondok Pesantren Nurul Furqon untuk istirahat, sebelum kemudian peserta KKN Unuja melakukan program pengabdiannya di tempat masing-masing yang tersebar di sejumlah desa dan kelurahan di Kecamatan Tomia Timur.

(Peserta KKN Nusantara Universitas Nurul Jadid melakukan ramah tamah bersama Camat Tomia di Kantor Kecamatan Tomia, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara)

KKN Nusantara ini merupakan tindak lanjut MoU antara Rektor UNUJA, KH. Abd. Hamid Wahid M.Ag, dengan Bupati Wakatobi, Bapak Haliana. MoU antara kedua pihak berlangsung di rumah jabatan Bupati Wakatobi pada Minggu (3/7/2022) lalu saat kunjungan rektor bersama beberapa pimpinan pesantren serta rektorat Universitas Nurul Jadid.

Rektor Unuja, KH. Abd. Hamid Wahid, M.Ag menuturkan bahwa kerja sama melaui MoU tersebut merupakan ikhtiar Unuja, agar bisa melebur bersama masyarakat, belajar kepada masyarakat, hingga pada saatnya nanti bisa memberikan kontribusi dan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Hal ini sebagaimana nilai-nilai yang terkandung dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Panca Kesadaran Santri.

Tidak hanya pengabdian melalui KKN Nusantara, KH. Abd. Hamid Wahid juga menawarkan kerja sama berupa pemberian beasiswa kepada pelajar Wakatobi untuk melanjutkan studi di Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo.

 

 

(Humas Infokom)

Santri Nurul Jadid Borong 15 Medali Kejuaraan Pencak Silat Bali International Championship 2

nuruljadid.net – Santri Pondok Pesantren Nurul Jadid kembali berhasil memborong piala kejuaraan pencak silat di ajang Bali International Championship 2. Pasalnya, lima belas pesilat dari Perguruan Bela Diri Nurul Jadid (PBDNJ) membawa pulang piala ke pondok tercinta. Kejuaraan tersebut digelar di GOR Praja Raksaka Kodam IX/Udayana, Kepaon, Denpasar Selatan selama tiga hari mulai hari Selasa sampai Kamis (5-7/7/2022).

Pada kejuaraan Pencak Silat Bali International Championship pertama, kontingen Nurul Jadid berhasil membawa pulang lima juara pada tahun 2019 lalu. Sedangkan tahun ini, berhasil meningkat tiga kali lipat menjadi lima belas kemenangan.

(Peraih Medali delegasi Universitas Nurul Jadid pada Kejuaraan Pencak Silat Bali International Championship II)

Para juara pencak silat Bali International Championship 2 tahun ini tidak hanya berasal dari kalangan mahasiswa saja, tetapi juga berasal dari pelajar tingkat SLTA, baik dari SMA NJ, SMK NJ, dan MA NJ. Perwakilan dari setiap lembaga pendidikan tersebut berhasil mengharumkan nama pesantren dan lembaga masing-masing.

(Peraih Medali delegasi Sekolah Menengah Kejuruan Nurul Jadid pada Kejuaraan Pencak Silat Bali International Championship II)

Perolehan medali kemenangan ini tidak lain adalah berkat kerja keras yang mereka lakukan dengan persiapan sejak jauh-jauh hari sebelum perlombaan dihelat. Meskipun terdapat segelintir peserta PBDNJ yang masih belum beruntung meraih kemenangan. Akan tetapi, hal itu tidak membuat semangatnya turun karena mereka juga sudah berjuang mempersembahkan yang terbaik.

Kekalahan bagi sebagian peserta kontingen Nurul Jadid menjadikannya sebagai sebuah pelajaran agar lebih bersemangat dan fokus mengingkatkan kemampuan dalam pencak silat sehingga bisa tampil lebih baik pada perlombaan mendatang.

(Peraih Medali delegasi SMA Nurul Jadid pada Kejuaraan Pencak Silat Bali International Championship II)

Berikut adalah daftar nama pemenang Kejuaraan Pencak Silat Bali Internasional Championship 2 tahun 2022:

Universitas Nurul Jadid:

  1. Juara I Kelas A Dewasa Pa : Ahmad Wahyu Noer Khotim (Pesilat Terbaik)
  2. Juara I Kelas B Dewasa Pa : Moh. Nurrizal Sulton
  3. Juara I Kelas A Dewasa Pa : Sulton
  4. Juara II Kelas D Dewasa Pa : Abdullah
  5. Juara II Kelas A Dewasa Pa : Achmad Nasruddin Sholeh
  6. Juara II Kelas D Dewasa Pa : Mohammad Firdaus
  7. Juara III Kelas B Dewasa Pa : Ahmad Ibnu Akil

SMK Nurul Jadid:

  1. Juara I Kelas C Remaja Pa : Prihandika Tri Bastian
  2. Juara II Kelas B Remaja Pa : Kemal Abdillah
  3. Harapan I Kelas D Remaja Pa : Rizki Kurnia
  4. Harapan I Kelas D Remaja Pa : M. Wildan

SMA Nurul Jadid:

  1. Juara III Kelas E Remaja Pa : M. Iqbal Maulana
  2. Juara III Kelas D Remaja Pa : Hari Kurniawan
  3. Juara III Kelas C Remaja Pa : M. Firman Baridj N.R

MA Nurul Jadid:

  1. Juara III Kelas C Remaja : Prayogi Firmansyah
  2. Harapan I Kelas E Remaja : Muhammad Lukman
  3. Harapan I kelas D Remaja : Nyoman Hidayat Arrumi

 

 

 

(Humas Infokom)

Membludak, Wali Santri Padati Lingkungan Pesantren Pada Hari Raya Idul Adha

nuruljadid.net – Tidak seperti biasanya, suasana sambang santri di Pondok Pesantren Nurul Jadid pada hari minggu (10/07/2022) kemarin sangat ramai. Pasalnya pada saat itu bertepatan dengan momen hari raya Idul Adha 1443 H. Sehingga wali santri pun berbondong-bondong dari berbagai daerah datang ke pesantren.

Peningkatan kuantitas kunjungan untuk sambaing santri, selain karena momen hari raya, juga karena kerinduan wali santri untuk bertemu putra-putrinya khususnya mereka yang anaknya masih baru mondok. Pengurus pesantren juga sempat kewalahan terutama tim Kamtib dalam menertibkan lalu lintas kendaraan dan arus kedatangan yang sampai memenuhi jalan desa.

Di hari biasa, sambang santri dibuka berdasarkan jadwal harian antara putra dan putri yang berbeda. Sedangkan kemarin, sambang santri dibuka untuk santri putra dan putri secara bersamaan di lokasi yang berbeda. Lokasi sambang santri putra berada di Batra (balai pertemuan putra) sedangkan untuk sambang santri putri dibagi ke beberapa tempat seperti MTs NJ, SMK NJ, dan tempat parkiran sepeda.

(Kondisi sambang santri saat Hari Raya Idul Adha 1443 H hingga ke halaman garasi mobil dan sepeda motor pesantren)

Meskipun di lokasi yang berbeda, namun halaman pesantren tetap ramai dipadati wali santri. Bahkan membludaknya wali santri, parkiran yang tersedia dan jalanan di sekitar Nurul Jadid mengalami kemacetan lalu lintas.  Bagian keamanan pesantren akhirnya dibantu oleh polisi dan masyarakat sekitar untuk mengatur dan menertibkan lalu lintas di sekitar pesantren.

Untuk mengurai dan menghindari penumpukan wali santri, pesantren sudah membagi menjadi dua shift kunjungan. Pagi dimulai pukul 09.00 WIB sampai dengan 12.00 WIB. Sedangkan shift siang dimulai pukul 13.00 WIB sampai dengan 16.00 WIB berdasarkan surat edaran Biro Kepesantrenan.

Kendati demikian, jumlah wali santri melebihi daya tampung balai pertemuan. Secara prosedur wali santri perlu mendaftarkan diri terlebih dahulu. Namun tidak banyak wali santri baru memahami prosedur tersebut, sehingga pengurus pesantren dilema antara meminta pulang atau tetap melayani, akhirnya demi menghargai kedatangan wali santri yang dari jauh datang ke pesantren, mereka pun terpaksa diterima.

(Kondisi sambang santri saat Hari Raya Idul Adha 1443 H memadati tempat parkiran sepeda motor pengurus pesantren)

Pengurus sambang santri terlihat sangat kewalahan menghadapi banyaknya wali santri yang datang ke pesantren. Belum lagi, menghadapi wali santri yang tidak mendaftarkan diri untuk melakukan sambang kepada pengurus, namun memaksa untuk bertemu dengan putra-putrinya.

Proses pendaftaran sambang santri menggunakan via telepon kepada nomer pengurus wilayah yang tertera di surat edaran. Setelah terkonfirmasi oleh pihak pengurus, maka wali santri tinggal menyesuaikan dengan jadwal yang telah ditentukan. Baik sesi satu (pagi) ataupun sesi dua (siang).

Kondisi sambaing santri yang over capacity ini akhirnya menimbulkan kemacetan di jalan Raya Paiton dan banyak keluhan yang ditujukan kepada pihak pengurus pesantren. Sehingga dengan adanya insiden ini, harapannya ke depan wali santri dapat mengikuti prosedur dan ketentuan yang sudah dibuat oleh pesantren demi menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama.

 

 

(Humas Infokom)

Tingkatkan Imunitas Santri, Klinik Az-Zainiyah Distribusikan 18.000 HiC1000 Gratis Usai Shalat Eid

nuruljadid.net – Meskipun Pandemi COVID-19 sudah mereda, Klinik Az-Zainiyah Nurul Jadid tetap siap, siaga dan tanggap dalam menjaga dan memberikan pelayanan terbaik untuk kesehatan Santri. Salah satunya mendistribusikan 18.000 HiC1000 demi meningkatkan imunitas atau kekebalan tubuh santri (10/07) pada hari raya Idul Adha 1443 H.

18.000 botol HiC1000 diberikan secara cuma-cuma kepada seluruh santri dan pengabdi bersamaan dengan nasi bungkusan lauk Ayam. Suplemen kesehatan tersebut merupakan sumbangan dari PT. Kalbe Farma Tbk yang diberikan pada Jumat (08/07) pagi kepada Klinik Az-Zainiyah.

(Direktur Klinik Az-Zainiyah saat membangikan HiC1000 usai Shalat Eid kepada pengurus wilayah putri)

Pasalnya, dalam proses distribusi 18.000 botol HiC1000, Klinik Az-Zainiyah bekerja sama dengan pihak Kos Makan Santri (Kosmara) untuk mempermudah dan memaksimalkan proses distribusi suplemen kesehatan kepada seluruh santri. Proses distribusi itu dilaksanakan bersamaan dengan pembagian nasi kos makan santri usai shalat Eid di Masjid. Menunya spesial pagi ayam dan malam daging sebagai tasyakuran santri dalam rangka memeriahkan hari raya Idul Adha 1443 H.

(Santriwati nampak bahagia usai menerima nasi komari spesial disertai HiC1000 usai turun dari Masjid Shalat Idul Adha)

“Pemberian HiC1000 ini merupakan ikhtiar kami dalam menjaga imunitas santri, semoga ini bisa memberikan dampak yang baik kepada kesehatan santri,” terang Wakil Kepala Pelaksana Harian Klinik Az-Zainiyah Ahmad Kholid Fauzi.

Santri saat mendapatkan nasi dengan menu spesial terlihat sangat bahagia, wajah sumringah mereka tak dapat disembunyikan apalagi mereka mendapatkan HiC1000 secara gratis. Upaya ini juga bertujuan untuk menjaga stamina tubuh dan menetralisir asupan daging yang dikonsumsi oleh santri di hari Idul Adha tersebut.

Secara berkelompok santri makan di teras asramanya dengan senyum dan canda tawa bahagia. Pasalnya tidak semua santri khususnya mereka yang dari luar pulau jawa dijenguk oleh sanak keluarganya. Sehingga kosmara dengan menu spesial ditambah HiC1000 dapat menjadi sedikit pelipur lara dan kesedihan santri khususnya santri baru.

Dengan sistem zonasi dimana wali santri yang sambaing dilarang masuk ke area asrama santri juga menjadi keunggulan dimana tidak mengganggu mental dan psikis santri lainnya yang tidak disambang oleh keluarganya. Sehingga santri yang lain tetap bisa menjalani aktifitas sebagaimana biasanya dan kerasan di pondok.

 

 

(Humas Infokom)

Kembali Terbuka, Nurul Jadid Laksanakan Shalat Idul Adha Bersama Santri dan Masyarakat

nuruljadid.net – Sejak menjelang petang tepatnya ba’da maghrib, gema takbir mulai nyaring dikumandangkan di langit Nurul Jadid. Pertanda esok hari raya Idul Adha segera tiba, Minggu (10/07/2022) lalu. Pelaksanaan shalat Idul Adha kali ini sebagaimana biasanya terpusat di Masjid Jami’ Nurul Jadid, tidak seperti dua tahun sebelumnya yang harus dibatasi, tahun ini semua kembali normal. Ribuan santri bersama masyarakat melaksanakan sholat Idul Adha bersama.

Pelaksanaan shalat Idul Adha 1443 H tahun ini seakan kembali normal meskipun tidak dipublikasikan secara terbuka bahwa masyarakat umum boleh bergabung. Pihak pesantren mengizinkan untuk masyarakat sekitar ikut sholat eid berjamaah seperti sediakala sebelum pandemi COVID-19.

Lantunan takbir, tahmid dan tahlil mengudara di langit para pencari ilmu, santri sejak ba’da subuh tanggal 10 Juli 2022 mulai memadati lantai Masjid Jami’. Masyarat, pengurus dan pengabdi mulai berdatangan dengan pakaian terbaik untuk menghadap Allah SWT di hari bahagia tersebut.

(Pengasuh Kiai Moh. Zuhri Zaini saat menyampaikan sambutan mewakili jajaran keluarga pengasuh di hadapan seluruh jama’ah Shalat Idul Adha Masjid Jami’)

Tepat pukul 06.30 WIB, Shalat Eid dimulai yang dipimpin langsung oleh pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Moh. Zuhri Zaini sebagai Imam. Sedangkan Kepala Pesantren, KH. Abdul Hamid Wahid bertindak sebagai Khotib usai shalat eid berjamaah. Shalat Idul Adha berjalan dengan khidmat, para Jamaah mendengarkan khotib dengan khusyu’. Putri melaksanakan shalat secara terpisah di wilayah masing-masing.

Masyarakat umum diarahkan untuk menempati lantai satu sisi utara Masjid, sedangkan pengurus di lantai satu bagian dalam dan teras masjid, sedangkan santri diarahkan untuk menempati lantai dua masjid jami’.

Usai shalat Eid berjamaah, dilanjutkan khotib menyampaikan ceramah hikmah Idul Adha. Setelah kurang dari setengah jam khutbah Eid rampung kemudian acara dilanjutkan dengan pembacaan Tahlil dipimpin oleh pengasuh KH. Moh. Zuhri Zaini.

Saat shalat eid dan serangakaian acara tuntas, para santri dan jamaah bubar meninggalkan Masjid sambil bersalam-salaman saling meminta maaf. Sedangkan pengasuh menghimbau untuk bersalaman dengan bathin dan saling memaafkan sehingga santri tidak diperkenankan salaman dengan jajaran pengasuh saat itu untuk menghindari desak-desakan antar jamaah agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

 

 

(Humas Infokom)

Klinik Az-Zainiyah Serah Terima Vitamin HiC1000 Simbolis Kepada Masyarakat dan Pengurus

nuruljadid.net – Klinik Az-Zainiyah kembali menerima sumbangan vitamic HiC1000 dari PT. Kalbe Farma Tbk sebanyak 18.000 botol yang akan didistribusikan kepada masyarakat sekitar, santri juga pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid. Hal ini sebagai ikhtiar memperkuat imunitas masyarakat dan santri khususnya menjelang perayaan Idul Adha 1443 H.

HiC1000 adalah minuman suplemen Kesehatan Vitamin C 1000 mg sekali minum (one shot) tanpa soda dan tanpa pengawet, dengan kandungan buffered Vitamin C atau sodium askorbat yang lebih tidak asam sehingga membuat lambung lebih nyaman. HiC1000 ini sangat berguna dalam menjaga sistem kekebalan tubuh tetap optimal.

(Penyerahan HiC1000 secara simbolis dari Klinik Az-Zainiyah oleh Wakil Pelaksana Harian Ahmad Kholid Fauzi kepada perwakilan Takmir Masjid Baitis Salam Paiton Bapak Juprianto)

Menyoal acara, serah terima sumbangan suplemen kesehatan HiC1000 itu berlangsung di Aula Mini Pondok Pesantren Nurul Jadid setalah pihak Kalbe menyerahkan sebelumnya kepada pihak Klinik. Direktur Klinik Az-Zainiyah Nurul Jadid Ny. Hj. Khodijatul Qodriyah menyerahkan HiC1000 ini secara simbolis kepada setiap perwakilan masyarakat dan pengurus setiap wilayah.

(Sesi foto bersama pasca Penyerahan HiC1000 secara simbolis kepada perwakilan Takmir Masjid Baitis Salam dan Pengurus Pesantren Nurul Jadid Paiton)

Turut hadir dalam acara serah terima tersebut Wakil Pelaksanan Harian Ahmad Kholid Fauzi, Kabid Penataan Wilayah Biro Kepesantrenan Alief Hidayatullah, Takmir Masjid Baitis Salam Tanjung Paiton Juprianto, Kasubbag Humas Infokom Mujiburrohman, perwakilan wilayah putri dan personil Klinik Az-Zainiyah.

(Sesi foto bersama pasca Penyerahan HiC1000 secara simbolis kepada perwakilan setiap wilayah pusat dan satelit putri Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton)

Direktur Klinik Az-Zainiyah Nurul Jadid Ny. Hj. Khodijatul Qodriyah mengungkapkan rasa syukurnya karena banyak orang baik yang ikut berjuang demi kesehatan masyarakat khususnya santri di tengah ancaman virus dengan beragam variannya yang belum kunjung usai. Beliau juga menyampaikan banyak terima kasih kepada PT. Kalbe Farma Tbk yang telah membantu dalam menjaga imunitas santri dengan sumbangan 18.000 botol HiC1000.

“18.000 botol itu tidak sedikit, kami sangat berterima kasih kepada PT. Kalbe Farma Tbk atas sumbangannya, insyaallah suplemen Kesehatan tersebut akan kami bagi ratakan kepada seluruh santri dan pengabdi juga masyarakat sekitar,” tutur Ny. Hj. I’ah saat diwawancarai kru Nurul Jadid Media.

 

 

(Humas Infokom)