HUT RI ke-77, Penampilan “Singo Ulung” Bondowoso SMK Nurul Jadid Sedot Perhatian Santri dan Masyarakat

nuruljadid.net – Rabu (17/08) pagi sekitar pukul 09.30 WIB, pasca rangkaian acara inti Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan ke-77 Republik Indonesia, perhatian santri yang hadir di Lapangan KH. Zaini Mun’im Nurul Jadid dan masyarakat yang menyaksikan dari tepi lapangan tersedot oleh penampilan seni tari “Singo Ulung” khas Bondowoso yang dikonsep apik dengan penampilan puisi dan seni tarung pencak silat.

Sanggar Seni siswa Akses SMK Nurul Jadid Paiton ini sukses menyita perhatian peserta dengan memadukan beberapa tarian dan budaya daerah Indonesia. Lokasi jalur Paskibra yang dijadikan sebagai lokasi tampil kian meriah saat kedua pesilat masuk menampilkan seni tarung, penonton saling bertepuk tangan dan menyorak meriah penampilan tersebut. Terlihat peserta didik MINM yang tengah istirahat usai penampilan sontak langsung berlari ke lapangan ketika penampilan Singo Ulung dimulai dengan iringan musik tradisional khas Bondowoso.

(Sangat seru kedua personil menampilkan seni silat dan diiringi dengan Singo Ulung)

Ketua Sanggar Akses Ahmad Zaidan Salim mengungkapkan bahwa apresiasi baik dan positif yang diberikan oleh Santri terhadap penampilan tim Akses SMK Nurul Jadid merupakan sebuah kebanggaan bagi mereka. Penampilan apik tersebut tak lain adalah buah dari sinergitas dan semangat tim saat melakukan latihan dan berbagai persiapan sebelum tampil di hari H.

Alhamdulillah berkat totalitas teman-teman tim dalam mempersiapkan penampilan Singo Ulung, banyak santri memberikan apresiasi yang luar biasa. Ini adalah event perdana kami untuk tampil di salah satu acara besar pesantren dan dengan ribuan santri sebagai peserta,” ungkap siswa kelas 12 SMK Nurul Jadid itu kepada Tim Nurul Jadid Media.

Meskipun panas matahari mulai menyengat, namun perhatian peserta terhipnotis oleh mahakarya siswa SMK Nurul Jadid ini. Mereka memadukan beberapa seni tarian dan pencaksilat serta budaya nenek moyang, diantaranya; Pencak Silat, Dramatisasi Puisi, Singo Ulung, dan tradisi mistis. Sorot mata tertuju pada penampilan yang disajikan secara spektakuler, terik matahari tidak menyurutkan antusiasme santri dan masyarakat yang hadir di Lapangan.

Pasalnya, Sanggar siswa Akses SMK Nurul Jadid baru saja direvitalisasi pada tahun 2022. Kreativitas dan kesenian santri ini mengangkat warisan seni budaya masyarakat Bondowoso yaitu Singo Ulung sebagai seni signature atau identitas dari sanggar Akses SMKNJ. Pihaknya mengaku bahwa kreasi ini muncul dari salah satu anggota sanggar akses yang juga merupakan pemain Singo Ulung dari daerah asalnya Bondowoso.

(Salah satu personil dramatisasi puisi kibarkan bendera merah putih menutup penampilan Singo Barong)

“Ini merupakan peluang dan kesempatan kami memperkenalkan salah satu kesenian budaya khas Indonesia yang berasal dari Kabupaten Bondowoso kepada para santri melalui event pesantren, karena sebelumnya kami belum pernah menyaksikan penampilan kesenian semacam ini di Pondok Pesantren Nurul Jadid. Dan juga kebetulan teman satu tim kami merupakan pemain Singo Ulung di Bondowoso, jadi kami memaksimalkan potensi tersebut dan mengajarkannya kepada adik kelas.” pungkas Zidan.

 

 

(Humas Infokom)

Layak Diapresiasi, Paskibra Santri Nurul Jadid Sukses Kibarkan Merah Putih pada Upacara HUT RI Ke-77

nuruljadid.net – Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) santri Pondok Pesantren Nurul Jadid berhasil mengibarkan merah putih pada Upacara memperingati HUT RI Ke 77 tahun ini di lapangan KH. Zaini Mun’im. Mereka sukses melaksanakan tugasnya dengan tampilan baik dan maksimal pada Rabu (17/08/2022) pagi lalu.

(Potret semangat Tim Paskibraka Nurul Jadid Putra dengan kompak melaksanakan PBB untuk mengibarkan bendera Merah Putih)

Pasukan pengibar bendera (Paskibra) ini berjumlah 140 anggota, 70 santri putra dan 70 santri putri. Pelaksanaan upacara dibagi menjadi dua tempat, putri bertempat di Lapangan Ayaman sedangkan putra bertempat di Lapangan KH. Zaini Mun’im.

Masing-masing pleton sangat bersemangat dalam melaksanakan tugasnya untuk mensukseskan acara HUT RI Ke 77 ini. Satuan paskibra dipimpin oleh masing-masing danton ditunjuk oleh pelatih dari Koramil Paiton. Selain pengibaran, anggota paskibra juga tampil memukau pada saat penurunan bendera merah putih. Hal ini menjadi kabar baik bagi seluruh anggota paskibra. Keberhasilan mengibarkan merah putih merupakan upah sepadan dari kerja keras mereka latihan selama hampir satu bulan.

Tim paskibra yang telah dilatih akan dinobatkan sebagai anggota paskibra pesantren yang ter-SK melalui koordinasi Biro Pendidikan bersama pimpina Nurul Jadid lainnya.

Usai terselenggaranya kegiatan Upacara, Letnan Kolonel (Letkol) H. Ibnu Adam selaku pelatih anggota Paskibra Putra dan Sersan Kepala (Serka) Babun Sugianto selaku pelatih anggota Paskibra Putri mengucapkan terima kasih kepada tim paskibraka yang telah menjalankan tugas tanpa ada kesalahan dan berjalan dengan sangat baik.

(Tim Paskibraka Nurul Jadid Putri sedang melakukan pengibaran bendera merah putih. Di barisan lain, terlihat peserta sedang melakukan gerakan hormat)

 

“Terima kasih kepada semua rekan-rekan anggota paskib yang telah maksimal dalam melaksanakan tugas, ini sebuah awal bagi kalian untuk menuju masa depan masing-masing. Maka dari itu tetap semangat belajar dan berlatih” ucap Letnan Kolonel (Letkol) H. Ibnu Adam usai upacara.

Selama latihan mereka tidak hanya dibekali materi Peraturan Baris-Berbaris (PBB) dalam ruang dan lapangan, akan tetapi mereka juga diajarkan materi Peraturan Penghormatan Militer (PPM) serta diselingi dengan game supaya tidak jenuh dan tetap semangat dalam berlatih.

 

(Humas Infokom)

Tampil Memukau, PBDNJ Berhasil Sita Perhatian Peserta Upacara Peringatan HUT RI Ke-77

nuruljadid.net – Acungan dua jempol untuk anggota Persatuan Bela Diri Nurul Jadid (PBDNJ) yang tampil memukau di Lapangan KH. Zaini Mun’im Pondok Pesantren Nurul Jadid usai upacara seremonial peringatan HUT RI Ke 77 yang diselenggarakan pada, Rabu (17/08/2022).

Panggung terbuka berupa halaman tanah yang lapang membuat seluruh anggota PBDNJ yang beranggotakan 20 peserta bergerak leluasa dalam menampilkan seni gerak beserta seni tarungnya. Mereka tampil dengan beragam formasi dan seni jurus sehingga mampu menyuguhkan pertunjukan yang atraktif.

Gerakan demi gerakan menjadikan atraksi yang unik dan berhasil memukau peserta pasca acara seremonial upacara pengibaran bendera HUT RI ke-77. Tim PBDNJ mempersebahkan yang terbaik di depan seluruh peserta dan tamu undangan. PBDNJ berhasil membuktikan bahwa olah raga silat juga perlu ditanamkan selain untuk melestarikan warisan budaya juga melatih jiwa dan raga yang baik dengan tetap mengedepankan akhlaq terpuji.

(Potret para pendekar silat PBDNJ sedang melakukan pembukaan silat pada rangkaian pasca upacara peringatan HUT Kemerdekaan ke-77 RI Pondok Pesantren Nurul Jadid)

“Kita sengaja tampil habis-habisan karena sudah 2 tahun tidak tampil di acara seperti ini dikarenakan covid-19. Maka dari itu saya sebagai pelatih sangat bangga dan puas hasil dari penampilan temen-temen PBDNJ, dari sinilah insyaallah akan menambah anggota baru nantinya” ucap Pak Jun selaku pelatih sekaligus pembina PBDNJ.

Tidak hanya itu, PBDNJ juga menampilkan seni tarung dengan menggunakan senjata tajam yang merupakan salah satu keterampilan yang diajarkan untuk jaga diri ketika di luar pesantren. Penampilan tersebut menyita perhatian penonton, tidak sedikit penonton berteriak histeris menyaksikan atraksi ekstrim dari tim PBDNJ. 20 anggota yang tampil, mereka adalah pesilat pilihan dari berbagai perguruan di bawah naungan PBDNJ. Di balik suksesnya penampilan tersebut, mereka telah melewati berbagai latihan agar bisa tampil dengan maksimal.

(Sangat spektakuler antusias pendekar PBDNJ menyajikan penampilannya di depan ribuan peserta upacara)

Meski cukup singkat penampilan seni silat bela diri dari tim PBDNJ, namun berhasil memukau sekaligus menghibur seluruh peserta dan undangan upacara yang hadir di bawah matahari yang cukup terik pagi itu. Terlihat cukup banyak masyarakat dan anak-anak sekitar pesantren menonton atraksi pencak silat dari tepi lapangan upacara.

 

 

(Humas Infokom)

Motivasi Mahasiswa UNUJA melalui Kuliah Kebudayaan, Ini Pesan Sabrang ‘Noe’ Letto

nuruljadid.net – Universitas Nurul Jadid (UNUJA) Paiton Probolinggo terus berkomitmen mencetak mahasiswa yang unggul dan mampu bersaing di era disrupsi teknologi. Oleh sebab itu, UNUJA terus gencarkan makna Merdeka Belajar kepada para mahasiswa. Salah satunya dengan menggelar Kuliah Kebudayaan bertajuk “Merdeka Belajar, Belajar Merdeka”, dilaksanakan pada hari Selasa (23/08) di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Mengisi acara untuk mahasiswa UNUJA, Sabrang Mowo Damar Panuluh yang kerap kita kenal ‘Noe’ Letto hadir sebagai narasumber menyampaikan, program Mendikbudristek Merdeka Belajar adalah sebuah inisiatif yang bagus, program itu menciptakan hubungan antara cara komunikasi dengan penggunaan teknologi terbaru.

(Terlihat kedua narasumber Gus Fayyadl (kiri), Noe (tengah), dan moderator Sahidah (kanan) membawa jalannya acara dengan diskusi seru)

“Sosial media atau internet adalah tempat komunikasi, komunikasi adalah superpower dari anda belajar di sekolah ini. Niklas Luhmann berkata bahwa society hanya terjadi karena proses dari komunikasi. Artinya, dengan adanya hubungan-hubungan tersebut akan ada perubahan besar dari tata society di masa depan dan anda titik tengah perubahan itu,” jelas Putra Pertama Emha Ainun Nadjib itu.

Noe berpesan, mahasiswa sebagai generasi pionir dari budaya teknologi baru harus bisa mengatur dan menangkap informasi yang benar, karena menurutnya permasalahan sekarang sudah berubah, dulu adalah era kelangkaan informasi, sedangkan sekarang adalah era banjir informasi.

“Dulu kita permasalahannya bagaimana mencari sumber informasi, sekarang permasalahannya kita kebanyakan informasi, jadi gimana caranya menata dengan baik. Bayangannya seperti ini, kalau tanah kurang air berarti kekeringan, banyak air berarti banjir, jadi yang benar adalah menata air. Anda juga adalah pionir dari budaya teknologi baru. Kalau anda ngawur di sosmed, tidak hanya anda yang nerima, tapi juga generasi selanjutnya,” imbuh Noe.

(Sesi penyerahan bingkisan oleh Warek IV Gus Faiz (kiri) kepada Noe (kanan))

Sosial media atau Internet adalah tempat yang luar biasa untuk belajar jika kita memanfaatkannya dengan baik. Menurut Noe ada beberapa tahap yang harus dipahami dan menjadi landasan agar kita bisa bijak mengoperasikan internet. Pertama ada data, yaitu sesuatu yang bisa kita tangkap, kuantifikasi, dan tulis. Kemudian kita olah jadikan informasi, yaitu data yang memiliki makna bagi kita. Kemudian diatasnya informasi adalah pengetahuan, yaitu informasi yang bisa kita manfaatkan untuk dapat memecahkan masalah, diatas pengetahuan ada insight yang merupakan intisari, galih atau hakikat dari pengetahuan itu, kemudian jika sudah tersistem dengan baik maka tercapailah wisdom.

“Kenapa saya mengatakan ini? karena saya ingin mengingatkan, bahwa ada sumber daya dalam diri anda yang terbatas yaitu adalah waktu, semua waktu modalnya sama. Saya mengusulkan pergunakanlah waktu untuk dua hal, pertama investasi untuk dirimu sendiri, kemudian investasilah kepada sekitar. Anda sekarang sudah hujan deras informasi, gunakan waktu dan attensi anda untuk menginvest pada dirimu sungguh sungguh dan menginvest pada sekitarmu, karena semua investasi akan menghasilkan sesuatu yang positif dibelakang,” tandas Noe.

 

 

(Humas Infokom)

Penyegaran Layanan, Pesantren Nurul Jadid Lantik 12 Pegawai Baru

nuruljadid.net – Pesantren Nurul Jadid lantik pegawai baru pada Kamis (18/08/22) siang yang bertempat di Aula Mini dengan tajuk “Pelantikan dan Sumpah Pegawai”. Pegawai tersebut melengkapi kekurangan tenaga pengajar yang ada di beberapa lembaga baik SLTP ataupun SLTA.

Acara pelantikan itu diadiri oleh Sekretaris Pesantren, H. Faizin Syamwil, Kepala Biro Pendidikan K. Imdad Rabbani, sekretaris Biro pendidikan, kabid dan wakabid Staff biro pendidikan, dan Kepala sekolah dari masing-masing lembaga.

Dari sekian banyak pendaftar, total pegawai yang berhasil lolos melewati serangkaian tes ada sebanyak 12 peserta yang terdiri dari 6 pegawai putra dan 6 pegawai putri. Sebelumnya mereka harus mengikuti beberapa tahapan terlebih dahulu, mulai dari kelengkapan berkas, tes tulis, hingga tes wawancara.

12 pegawai itu diresmikan dengan pembacaan SK dan melakukan sumpah jabatan yang dipandu oleh Kepala Biro Pendidikan K. Moh. Imdad Rabbani.

(Prosesi ikrar pelantikan pegawai baru)

Setelah proses pelantikan selesai, acara dilanjutkan dengan pengarahan singkat dari K. Moh. Imdad Rabbani selaku Kepala Biro Pendidikan dan dilanjutkan Sekretaris Pesantren yakni Bapak H. Faizin Syamwil.

(Kepala Biro Pendidikan K. Imdad Rabbani ketika menyampaikan arahan terhadap pegawai baru dalam acara Pelantikan Pegawai)

Dalam arahannya, K. Moh. Imdad Rabbani menyampaikan beberapa hal. Pertama, beliau menyamaikan terimakasih kepada pegawai yang telah mau bergabung menjadi bagian dari Nurul Jadid. Setelah itu beliau menyampaikan harapan-harapannya. Terkait totalitas para pegawai baru dalam mengabdi di pesantren. Mengajak para pegawai agar tidak hanya sekedar mengajar.

“Niatnya tidak hanya sekedar mengajar, tetapi juga mendidik,” terang  beliau.

Selain itu, Kiai Imdad juga mengajak para pegawai untuk selalu memperbaharui niat .

“Selalu memperbaharui niat, bahwa kita di pondok ini untuk berkhidmat melalui pendidikan”

“Lakona lakonih, kennengannah kennengih” tambah beliau di akhir pengarahan.

Sedangkan dalam pengarahan Bapak H. Faizin Syamwil, beliau lebih banyak menjabarkan lebih luas maksud dan tujuan yang telah disampaikan oleh K. Moh. Imdad Rabbani agar semakin mudah dimengerti. Selain itu, Bapak Faizin juga memberikan motivasi kepada pegawai baru dengan menyampaikan kisah-kisah berharga yang pernah dialami pegawai sebelumnya.

Acara diakhiri dengan sesi foto bersama dan pemberian seragam pegawai.

 

(Humas Infokom)

Amanat Upacara, Ny. Hj. Khadijatul Qadriyah: “Santri Harus Melakukan Yang Terbaik!”

nuruljadid.net – Pada penyampaian amanat upacara, inspektur Ny. Hj. Khadijatul Qadriyah menyampaikan kepada seluruh santri yang hadir pada upacara detik-detik Proklamasi Kemerderkaan RI itu agar senantiasa belajar yang giat dan berupaya mempersembahkan yang terbaik untuk nusa, bangsa dan agama.

Dalam amanatnya, sosok pemimpin perempuan yang juga menjabat sebagai direktur klinik az-Zainiyah tersebut menyampaikan pesan kepada seluruh santri untuk mengisi kemerdekaan dengan melakukan yang terbaik. Hal tersebut bisa diinterpretasikan dengan cara memaksimalkan potensi dan skill yang ada pada diri santri. Sehingga santri dapat melakukan amal saleh.

“Jadi, santri yang diberi amanah menjadi kepala wilayah, ketua OSIS, sekretaris OSIS, dan lain sebagainya, lakukan hari ini yang terbaik, besok belum tentu kita mendapatkannya. Karena ada 4 hal yang tidak akan bisa kembali lagi, yakni time, word, trust, dan opportunity (waktu, perkataan yang diucapkan, kepercayaan, dan kesempatan-red),” dawuh beliau.

(Amanat Inspektur Upacara Ny. Hj. Khadijatul Qadriyah Pada Pertengahan Upacara)

Selain itu, beliau mengajak para santri untuk merefleksi kembali arti kemerdekaan dengan menceritakan kiprah sebagian ulama sekaligus pejuang yang berkorban demi kemerdekaan agar sejarah tersebut tidak pernah dilupakan. Dengan begitu, akan timbul rasa terimakasih kepada pendahulu.

“rasa terimakasih kita kepada pendahulu ya dengan bersyukur bahwa kita dikirim untuk bisa mondok di sini oleh orang tua kita. Sehingga, kita bisa membalasnya dengan memanfaatkan kesempatan ini untuk memanfaatkan ilmu dan menimba ilmu. Sebab mencari ilmu adalah mencari isi agar diri kita lebih berkualitas,” tutur beliau.

Upacara Pengibaran Bendera Merah-Putih kali ini berlangsung normal kembali setelah dua tahun sebelumnya digelar secara terbatas akibat pandemi. Namun, dengan berbagai keterbatasan menjadikan pengurus putri lebih mandiri dan berdikari dalam menggelar event-event besar pesantren dengan semangat perjuangan mempersembahkan yang terbaik untuk kemaslahatan orang banyak.

 

 

(Humas Infokom)

Masuk Fase Endemi, Upacara Peringatan HUT RI ke-77 Meriah Kembali

nuruljadid.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid (PPNJ) Putri kembali menggelar kegiatan tahunan, yakni peringatan HUT RI ke-77 di Lapangan Raya Pesantren tepatnya di Zona 3 pada Rabu (17/08).  Setelah dua tahun menggelar upacara skala terbatas akibat pandemi covid-19, kini kembali meriah yang diikuti seluruh santri putri pusat dengan khidmat.

Ny. Hj. Khodijatul Qodriyah selaku inspektur upacara mengaku sangat bersyukur, mengingat peralihan fase pandemi menuju endemi memungkinkan untuk menggelar upacara dengan normal dalam keadaan fisik dan jasmani yang sehat.

“Hal ini patut disyukuri, karena al-‘aqlu as-salim fi al-jism as-salim (akal yang sehat terletak pada keadaan jasmani yang sehat-red) karena ketika fisik sehat akan menjadi kerangka dalam melakukan amal saleh,” dawuh beliau saat diwawancarai redaksi.

(Amanat Inspektur Upacara Ny. Hj. Khadijatul Qadriyah)

Di sisi lain, menurut Ustazah Hikmatuddiniah, keadaan ini juga berpengaruh terhadap paskibraka yang juga kembali mengadopsi konsep tiga tahun lalu, tepatnya sebelum pandemi. “tim paskibraka dibagi menjadi tiga kelompok yakni, kelompok pertama berjumlah 17 orang, kelompok kedua berjumlah 8 orang, dan kelompok yang ketiga berjumlah 45 orang. Karena tahun ini kita sudah ada di fase endemi,” ujar koordinator paskibraka kelahiran Bangka tersebut.

(Paskibra Melakukan Pengibaran Bendera Merah Putih)

Seperti pada umumnya, upacara kali ini juga dibagi menjadi dua sesi, yakni pengibaran dan penurunan bendera Merah-Putih. Upacara pengibaran bendera dimulai pukul 08.30 WIB yang diikuti oleh seluruh santri, asatidzah, dan pegawai PPNJ Putri.

Tak hanya itu, setelah upacara pengibaran bendera tampak lebih meriah dengan pengumuman pemenang lomba gebyar HUT RI ke-77 oleh FKO (Forum Komunikasi OSIS) Biro Pendidikan Pondok Pesantren Nurul Jadid dan penampilan parade smaphore oleh tim MAN 01 Probolinggo dan teater oleh Sanggar Alif SMA Nurul Jadid.

(Foto Bersama Dalam Pemberian Penghargaan Oleh Inspektur Upacara Ny. Hj. Khadijatul Qadriyah)

“Meski panas, saya sangat senang karena bisa upacara serentak lagi, dan penampilannya tadi keren banget,” ujar Noviana, salah satu santri yang mengikuti rangkaian upacara dengan antusiasme tinggi.

Sementara upacara penurunan bendera berlangsung pada pukul 15.00 WIB. Kali ini, giliran Ny. Muthmainnah Waqid selaku wakil Sekretaris bertidak sebagai inspektur upacara. Sedikit berbeda, upacara penurunan hanya diikuti oleh perwakilan antar lembaga. Sekalipun dengan waktu dan peserta yang lebih sedikit, upacara penurunan bendera pun tak kalah khidmat, bahkan lebih teratur dan tertib.

 

(Humas Infokom)

Wujudkan Layanan Prima, Panji Pelopor Nurul Jadid Adakan Kunjungan Studi Keprotokolan

nuruljadid.net — Bagian Protokoler Ponpes. Nurul Jadid melakukan kunjungan studi dalam bidang keprotokolan ke Grand Whiz Hotel Bromo, Sukapura, Probolingo, Jum’at (12/08/2022). Kunjungan Studi diharap memberi modal penting bagi peningkatan kualitas layanan Keprotokolan di Pesantren Nurul Jadid.

Kunjungan Studi dipimpin langsung Para Kasubbag. Protokoler Ady Ashari dan Alfi Syukrin didampingi oleh Pembina atau staff Humas dan Protokoler. Ikut sebagai peserta kegiatan kunjungn studi para Tim Protokoler Pesantren, yakni dari pengurus Panji Pelopor dan Tim Protokoler KIP.

(Potret antusias peserta studi banding mengikuti sesi pematerian di meeting room Grand Whiz Hotel Bromo)

Kasubbag. Protokoler menuturkan, kegiatan kunjungan studi sengaja dilakukan dengan mengikutsertakan seluruh Tim Protokoler dari Panji Pelopor dn KIP. Hal ini dinilai penting agar seluruh Tim memiliki wawasan tentang praktek terbaik layanan berkualitas. Terlebih mereka menjadi pihak terdepan dalam aktifitas pelayanan di pesantren.

“Dan kunjungan studi ke Grand Whiz Hotel, memungkinkan para Tim kita belajar bagaimana memberikanan layanan berkualitas kepada para tamu,” katanya.

Dalam kegiatan kunjungan studi sendiri difokuskan pada bidang, layanan front office atau receptionist, Room Services, dan Food and Beverage Service.

(General Manager Grand Whiz Hotel Bromo Bapak Aditya Nugroho sedang memaparkan materi tentang komponen-komponen penting untuk mengoptimalkan kualiatas hospitally industry)

Ketua Panji Pelopor Naufal Abhirama mengaku mendapat banyak wawasan layanan keprotokolan dari kunjungan studi yang diikutinya. Salah satunya, layanan F & B Cervise yang dilakukan secara bagus. “Selain tertata baik, cara pelayanannya sangat ramah,” terangnya.

Bapak Aditya Nugroho General Manager Grand Whiz Hotel Bromo sangat mengapresiasi positif kegiatan Kunjungan studi. Menurutnya, layanan yang baik sangat diperlukan oleh Tim protokoler untuk membawa nama baik sebuah instansi terutama di pesantren. “Nama baik instansi anda ditentukan oleh seberapa baik kualitas pelayanan anda,” katanya.

 

Humas dan Infokom

Pondok Pesantren Nurul Jadid Jalin MoU dengan PT PJB Paiton

nuruljadid.net – Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Abd. Hamid Wahid telah melakukan diskusi dan kajian intensif dengan beberapa pimpinan untuk pengembangan dan pemberdayaan pesantren. Hasil diskusi dan kajian tersebut terjalinnya kerjasama dengan PT PJB Paiton dengan penandatanganan MoU yang dilakukan di Aula Mini Pondok Pesanten Nurul Jadid Senin siang (08/08/2022).

General Manager PT PJB Paiton, Agus Prastyo Utomo, ST mewakili seluruh jajarannya mengucapkan terimakasih kepada Kepala Pesantren KH. Abd. Hamid Wahid atas kesempatan yang telah diberikan untuk memperkuat dan memperluas jalinan kerjasama yang selama ini telah terbangun.

Kepala pesantren yang hadir secara langsung dengan jajaran pengurus pesantren, pimpinan Universitas Nurul Jadid dan kepala satuan pendidikan di lingkungan pesantren juga menyampaikan hal senada dalam sambutannya. Bahwasannya PT PJB telah memberikan manfaat kepada pesantren khususnya dalam bidang Pendidikan di SMK Nurul Jadid.

(Kepala Pesantren KH. Abd. Hamid Wahid saat menyampaikan sambutan pada acara Penandatanganan MoU antara Pondok Pesantren Nurul Jadid dan PT. PJB Paiton)

Harapannya dengan penandatangan nota kesepahaman ini PT PJB bersama Pondok Pesantren Nurul Jadud dapat memperluas jalinan kerjasama dan ruang lingkupnya.

“Kami bersyukur atas jalinan kerjasama antara PT PJB Paiton dengan pesantren yang selama ini terjalin khususnya di bidang Pendidikan dan pembelajaran serta pengabdian masyarakat, semoga ke depan kita bisa memperluas jangkauan kerjasama ini,” tutur kepala pesantren dalam sambutannya.

(General Manager PT PJB Paiton Agus Prastyo Utomo dan Kepala Pesantren KH. Abd. Hamid Wahid saat Penandatanganan MoU antara Pondok Pesantren Nurul Jadid dan PT. PJB Paiton)

Kerjasama selama ini yang berjalan lebih dari tiga tahun masih fokus pada bidang pendidikan dan pembelajaran dengan mendirikan kelas pembangkit di SMK Nurul Jadid dan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk support pada kegiatan pesantren.

Diskusi hangat dan interaktif antara kepala pesantren dengan jajaran pimpinan PT PJB nampak terbangun dengan harmonis usai acara seremonial. Beberapa bidang yang akan dikerjasamakan meliputi Pendidikan, pengabdian masyarakat dan penelitian.

(General Manager PT PJB Paiton Agus Prastyo Utomo dan Kepala Pesantren KH. Abd. Hamid Wahid saat Penyerahan Cinderamata pada acara Penandatanganan MoU antara Pondok Pesantren Nurul Jadid dan PT. PJB Paiton)

Kepala pesantren juga mendorong kepada satuan kerja dan satuan pendidikan Pondok Pesantren Nurul Jadid untuk lebih agresif serta berpartisipasi aktif untuk menyambut peluang kerjasama demi kepentingan pesantren dan masyarakat sekitar. Kegiatan dilanjutkan dengan penandatangan MoU dan penyerahan cinderamata serta foto bersama.

Hal menarik dalam acara tersebut adalah seluruh rombongan PT. PJB Paiton mengikuti acara dengan mengenakan songkok khas Nurul Jadid yang difasilitasi oleh bidang usaha Enje Mart pesantren.

 

 

 

(Humas Infokom)

LPBA Nurul Jadid Kembali Borong 3 Juara Keterampilan Bahasa Inggris Tingkat Nasional

nuruljadid.net – Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) Pondok Pesantren Nurul Jadid khususnya Lembaga Bahasa Inggris (LBI) kembali meraih juara tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Tadris Bahasa Inggris Kampus IAI AL- Qolam pada Senin (01/08/2022) siang di Malang.

Ajang perlombaan tersebut dilaksanakan dalam memperingati ulang tahun ke 7 English Student Association (ESA) Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Tadris Bahasa Inggris IAIN AL- Qolam Malang sekaligus sebagai rentetan acara dalam memeriahkan Hari Ulang Tahunnya.

Sebanyak 106 peserta secara keseluruhan yang terbagi dalam beberapa kategori lomba diantaranya Olympiad, Storytelling, dan Speech.

(Penganugerahan trofi untuj juara English Speech Competition oleh ESA Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Tadris Bahasa Inggris IAIN Al-Qolam Malang)

Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini sebagai ajang silaturrahim melalui perlombaan serta mengukur keterampilan berbahasa Inggris yang telah dipelajari dan juga sebagai ajang promosi program Tadris Bahasa Inggris Kampus IAIN AL- QOLAM Malang.

Mengawali awal bulan Muharram sekaligus bulan kemerdekaan, LPBA Nurul Jadid berhasil mengukir cerita yang patut dibanggakan. Pasalnya, mereka sangat antusias untuk mengikuti berbagai ajang perlombaan untuk mengharumkan nama almamater Lembaga dan pesantren tercinta.

Awal persiapan untuk menuju perlombaan mereka tidak hanya sendiri dalam berlatih akan tetapi didampingi oleh ustadz yang memilki kompetensi kebahasaan baik. Proses latihan itu, mereka tidak hanya dapat meningkatkan skill kebahasaan melainkan juga motivasi sehingga terbentuklah mental juara.

(Penganugerahan trofi untuj juara English Speech Competition oleh ESA Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Tadris Bahasa Inggris IAIN Al-Qolam Malang)

LPBA Nurul Jadid mendelegasikan sebanyak lima peserta pada beberapa kategori, alhamdulillah 3 perserta berhasil meraih juara.

Untuk kategori Speech atas nama Rif’an Syauqi sebagai Juara 1 dan Akbar Aqil Azali sebagai Juara 2. Sedangkan untuk kategori Olympiad diraih oleh M. Irsyad Nur Azizi sebagai juara 1.

“Kami bangga dengan apa yang telah diraih oleh peserta didik LPBA, perjuangan mereka tidak sia-sia. Yang belum berhasil menjadi juarapun mereka belajar untuk mengasah diri lebih baik lagi. Alhamdulillah, sampai detik ini LPBA Nurul Jadid masih diberikan kemampuan untuk menorehkan prestasi, semoga selalu jaya serta sukses dalam event-event lainnya” ungkap ustadz Zulfikar Prayogi pada saat mendampingi peserta lomba.

 

 

(Humas Infokom)

 

Raih Juara 1, Tim Bahasa Arab Unuja Berhasil Pertahankan Tradisi Berprestasi Nasional

nuruljadid.net – Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Nurul Jadid untuk kesekian kalinya berhasil pertahankan tradisi prestasinya dengan menjuarai ajang Debat Bahasa Arab tingkat Nasional pada event Gelanggang Kreasi Dunia Arab Berprestasi (GRADASI) 2022 yang digelar oleh PBA UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung Jawa Barat pada tanggal 15 – 16 Juli 2022.

Tidak hanya debat bahasa Arab, tim bahasa arab Unuja juga berhasil bawa pulang trofi juara 1 cabang lomba Qira’atus Syi’ir. GRADASI 2022 PBA UIN SGD Bandung Jabar ini diikuti oleh berbagai tim utusan Perguruan Tinggi & Pesantren se-Indonesia diantaranya; Al Kindy, Al Jidal UIN Malang Jatim, Al Manabir Universitas Negeri Malang, PP Annuqoyah Lubangsa Putri Sumenep Madura, Abqori UIN Jakarta, dan Al Himmah PBA UIN SGD Bandung.

(Mukhowwifullah Qudsi Amin perwakilan PBA Unuja berhasil juara 1 pada cabang lomba Qiroatus Syi’ir GRADASI 2022 di Universitas Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung Jawa Barat)

Tim debat utusan PBA UNUJA yang diwakili oleh Moh Fauzi Rahman, Rifqi Aziz Febrianto, dan Ahmad Jailani dan Mukhowwifullah Qudsi Amin maju sebagai perwakilan lomba Qiraatus Syi’ir. Alhamdulillah, keduanya berhasil keluar sebagai juara satu setelah mengalahkan beberapa pesaingnya dari berbagai perguruan tinggi dan pesantren di Indonesia.

(Tim Debat Bahasa Arab perwakilan PBA Unuja berhasil juara 1 pada event GRADASI 2022 di Universitas Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung Jawa Barat)

Sengit, sejak perebutan babak 8 besar cabang lomba debat berhasil menarik perhatian. Seluruh peserta dan penonton menyoroti keseruan setiap tim terbaik yang berkompetisi memperebutkan juara pertama. Iklim perlombaan semakin panas dan serius. Tak mau kalah, Tim Debat PBA UNUJA juga terlihat sibuk mempersiapkan diri untuk bertanding di babak selanjutnya, berbagai catatan referensi dan strategi telah dipersiapkan.

“Meskipun kami sudah persiapan jauh-jauh hari sebelumnya, kami tetap wajib mematangkan strategi dan persiapan, karena kami yakin bahwa penampilan terbaik dihasilkan dari persiapan yang matang, dan tim-tim hebat lainnya sudah pasti melakukan hal serupa, jadi kami tak mau lekas puas” ungkap Fauzi Rahman.

Semangat juang tersebut berhasil membawa Tim Debat PBA UNUJA melaju ke babak final setelah unggul dalam perolehan poin menghadapi Tim Debat Abqory PBA UIN Jakarta di babak semifinal.

(Tim Debat Bahasa Arab perwakilan PBA Unuja tengah bersaing sengit pada event GRADASI 2022 di Universitas Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung Jawa Barat)

Kian memanas, pada babak final, Tim Debat PBA UNUJA harus menghadapi tuan rumah. Tak henti selama pertandingan berlangsung mereka terus berpikir kritis memberikan opini dan argumentasi terbaik demi membawa pulang trofi juara satu. Alhamdulillah, dari hasil penilaian dewan juri, Tim Debat PBA UNUJA berhasil keluar sebagai jawara.

Alhamdulillah setelah melewati perjalanan yang panjang dan penuh lika liku kami berhasil mempertahankan tradisi juara satu dalam lomba debat bahasa Arab ini. Semoga prestasi ini bisa memberikan semangat bagi Mahasiswa lainnya untuk terus berupaya menjadi pribadi yang unggul, berprestasi, dan berdaya saing.” tutup Fauzi Rahman saat diwawancarai oleh Tim Nurul Jadid Media.

Diketahui tim bahasa Arab Unuja tersebut merupakan alumni Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) Nurul Jadid, yang saat ini aktif sebagai pendidik di lembaga yang telah membesarkan mereka dalam bidang bahasa Arab.

 

 

(Humas Infokom)

Persiapan HUT ke-77 Kemerdekaan RI, Menwa UNUJA Mulai Latih Paskibra

nuruljadid.net – Setiap selasa sore, puluhan siswa mulai meramaikan halaman MA Nurul Jadid untuk melaksanakan latihan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-77 Republik Indonesia di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo.

Total ada 80 peserta Paskibra yang ikut dalam pelaksanaan latihan. Mereka dipilih dari siswa kelas sepuluh sampai dengan kelas sebelas dari seluruh lembaga tingkat SLTA yang berada dibawah naungan Pondok Pesantren Nurul Jadid. Mereka dilatih sejak 19 Juli lalu dan akan terus berlangsung hingga hari-H.

Latihan perdana ini dipimpin beberapa pelatih dari Resimen Mahasiswa Universitas Nurul Jadid, mereka diantaranya Muhammad Miftahul Ulum dan Alfian Sukri. Latihan diisi dengan materi baris-berbaris dan motivasi.  (Menwa Unuja tengah melatih anggota Paskibra Pondok Pesantren Nurul Jadid di lapangan MANJ)

“Pelatihan pertama ini memang sengaja diisi dengan materi baris-berbaris dasar, karena kami ingin menyamakan persepsi mereka terkait PBB yang kami pakai. Selain itu, kami juga tak lupa untuk memotivasi mereka karena mereka merupakan santri terpilih untuk mengibarkan Bendera Merah Putih pada Upacara Perayaan HUT ke-77 Republik Indonesia nanti,” jelas Alfian.

Selain itu, melalui pelatihan ini mereka juga diberikan pengetahuan tentang konsep atau alur Paskibra saat upacara nanti yang rencananya akan diadakan di Lapangan Raya HSN atau Tempat Parkir Umum Nurul Jadid selatan kampus UNUJA.

(Anggota Paskibra Pondok Pesantren Nurul Jadid tengah mengikuti kegiatan latihan pengibaran bendera di lapangan MANJ)

“Pada latihan perdana ini kami adakan di halaman MA Nurul Jadid, karena mereka hanya akan disampaikan materi serta praktik gerak jalan dasar dan melatih kekompakan di awal latihan,” ungkap Panitia Penanggung Jawab Paskibra Muhammad Miftahul Ulum kepada Tim Nurul Jadid Media.

Sementara itu, beberapa panitia inti melakukan observasi langsung ke beberapa lokasi yang dijadikan opsi sebagai tempat pelaksanaan Upacara HUT ke-77 Republik Indonesia di Pondok Pesantren Nurul Jadid. Beberapa opsi itu diantaranya; Lapangan Ayaman, Lapangan Raya HSN atau Tempat Parkir Umum, dan Halaman Universitas Nurul Jadid.

(Panitia HUT ke-77 Kemerdekaan RI sesaat sedang survey lokasi tempat pelaksanaan Upacara dalam rangka pengibaran bendera di beberapa tempat)

“Survey lokasi ini dilakukan untuk melihat kondisi lapangan, serta sebagai prototipe konsep dan denah pelaksanaan Upacara nantinya,” pungkas ketua pelaksana Ahmad Zainul Khofi.

 

 

(Humas Infokom)

Warnai Malam Tahun Baru Islam, Santri Nurul Jadid Bermunajat dan Hidupkan dengan Beragam Kegiatan Kreatif

nuruljadid.net – Jumat (29/07) bertepatan dengan jatuhnya malam 1 Muharram 1444 H, Pondok Pesantren Nurul Jadid mengadakan pembacaan doa akhir dan awal tahun Hijriyah bersama. Kegiatan itu berlangsung di Masjid Jami’ Nurul Jadid saat menjelang dan sesudah adzan maghrib berkumandang.

Tepat pada pukul 17.30 WIB petugas Ubudiyah memulai pembacaan do’a akhir tahun dan seluruh santri dengan kompak mengikuti prosesi pembacaan do’a. Lalu setelah adzan maghrib berkumandang, dianjutkan dengan pembacaan do’a awal tahun. Kedua do’a itu sama-sama dibacakan sebanyak tiga kali secara berulang.

Sementara itu, Kepala Bidang BK WA dan Penataan Wilayah Ustaz Alief Hidayatullah menyampaikan bahwa malam Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 H merupakan kesempatan bagi seluruh santri untuk memeriahkannya dengan kegiatan-kegiatan positif.

(Kegiatan Penampilan santri di masing-masing daerah dalam rangka menghidupkan malam Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 H)

“Selain dengan bermunajat, membaca do’a akhir dan awal tahun Hijriyah bersama. Kami juga memberikan wadah kepada seluruh santri untuk menjadikan malam ini sebagai ajang beradu kreativitas; salah satunya seperti lomba menghias dan memeriahkan kegiatan wilayah,” ungkap Ustaz Alief kepada Tim Nurul Jadid Media.

Usai kegiatan hadiran isya’, keramaian lantunan shalawat mulai terdengar melalui pengeras suara dari segala penjuru wilayah, warna-warni lampu mulai berterangan menerangi malam Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 H.

(Kegiatan Penampilan santri di masing-masing daerah dalam rangka menghidupkan malam Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 H)

Masing-masing asrama menyuguhkan ciri khas nya tersendiri dalam menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 H. Contohnya di Asrama Unggulan SMA Nurul Jadid memeriahkan malam itu dengan pertunjukan obor, Asrama LPBA menampilkan keahlian berbahasanya, dan Asrama PPIQ menghias asrama dengan penuh pernak-pernik lampu.

Semua santri bekerjasama saling beradu kreatifitas untuk meramaikan kegiatan wilayah. Tak jarang dari mereka menampilkan Shalawatan bersama, Khitobah, Qisshotul Anbiya’, dan Membaca Puisi.

(Kegiatan Penampilan santri di masing-masing daerah dalam rangka menghidupkan malam Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 H)

“Alhamdulillah antusiasme santri dan pengurus sangat luar biasa untuk menyambut malam Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 H ini,” pungkas Ustaz Alief

 

(Humas Infokom)

Mohon Doa! PSSNJ Kembali Berjuang di Liga Santri Jatim, Usai Jadi Jawara Pobolinggo Raya

nuruljadid.net – Setelah berhasil memenangkan Piala Kasad Liga Santri PSSI tahun 2022 tingkat Probolinggo beberapa waktu lalu. Tim Persatuan Sepak Bola Santri Nurul Jadid (PSSNJ) usai gencarkan latihan secara rutin di lapangan Tanjung Raya, saat ini kembali berjuang di tingkat provinsi Jawa Timur.

Perjalanan cukup panjang yang telah dilalui oleh tim sepak bola Nurul Jadid PSSNJ tidaklah mudah. Sebelum keluar sebagai juara group, PSSNJ berhasil menaklukkan tim lawan dengan perolehan skor yang fantastis melawan PP. Bani Rancang 15-0, PP. Assulton 13-0, PP. Nurul Qadim 15-0 dan PP. Riyadus Sholihin 3-0. Dengan kemenangan telak tanpa kebobolan sekali pun akhirnya mengantarkan PSSNJ ke laga final.

PSSNJ memaksimalkan waktu sekitar satu bulan latihan untuk mempersiapkan diri menghadapi liga santri tingkat Jatim.  Mereka berlatih cukup intensif dengan melakukan empat kali latihan tiap minggunya. Pada latihan tersebut, tim lebih banyak difokuskan untuk melatih kebugaran fisik pemainnya, agar daya tahan pemain lebih kuat saat pertandingan nanti.

“Turnamen ini digelar untuk mencari bibit atlet dari kalangan pesantren,” ungkap Dandim 0820 Probolinggo, Letkol Arh Arip Budi Cahyono.

Selain untuk mencari bibit atlet, turnamen ini digelar sebagai ajang mengakomodir bakat para santri, terutama di bidang olahraga sepak bola harapannya bisa ke tingkat Nasional.

(Potret Kemenangan PSSNJ usai menaklukkan tim Sepak Bola Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong di Laga Final Liga Santri PSSI tingkat Probolinggo Raya)

Pada tingkat provinsi ini, Probolinggo mendelegasikan dua tim, mereka adalah peraih juara satu dan runner-up, yakni dari tim sepak bola dari Pondok Pesantren Nurul Jadid dan Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong yang sebelumnya final diwarnai adu penalti dramatis dengan skor 4-3.

“Probolinggo akan mengirimkan dua tim ke pertandingan liga santri tingkat Jatim untuk mewakili Probolinggo. Yakni, tim sepak bola Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton dan Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong,” ujarnya.

PSSNJ saat ini tengah berjuang di tingkat Jawa Timur tepatnya di Lapangan Rampal Malang sejak tanggal 27 Juli. Tantangan yang tidak mudah bagi tim PSSNJ, karena tim lawan merupakan tim terbaik dari setipa kabupaten dan kota yang berada di Provinsi Jawa Timur.

“Harapan kedepannya, pemain bisa lebih kompak lagi, sehingga bias tampil maksimal dan pulang mendapat juara lagi dan bisa mengharumkan nama baik Pesantren Nurul Jadid, Mohon doanya dari semua pihak khususnya warga pesantren Nurul Jadid” ungkap Fikri selaku official tim PSSNJ kepada kru Infokom saat diwawancarai.

 

 

(Humas Infokom)

Motivasi Studi Luar Negeri, International Talk Hadirkan Native Speaker dari Amerika dan Alumni Sukses dari Tiga Benua

nuruljadid.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid selenggarakan International Talk bersama seorang Native Speaker dari Amerika dan tiga alumni Nurul Jadid yang telah melanjutkan studi bahkan berkarir di Luar Negeri. Kegiatan ini diselenggarakan secara luring di Aula I pesantren dan daring melalui kanal YouTube Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Rabu (27/07) sore, ratusan santri putra dan putri yang mampu berbahasa Inggris diundang terbatas untuk menghadiri acara tersebut. Terlihat para santri pukul 14.00 WIB sudah memenuhi Aula menunggu kedatangan narasumber spesial dari tiga benua tersebut.

Terdengar tepuk tangan dan sorak-sorai meriah ketika keempat narasumber memasuki tempat acara menuju tempat duduk di atas panggung.

Acara International Talk ini mengusung tema “Santri Goes International: The Prospect of English for Global Career”.

(Terlihat Mister Pierce Smith tengah berinteraksi dengan para peserta International Talk didampingi oleh narasumber lainnya)

Salah satu narasumber alumni Nurul Jadid adalah Mohammad Holil Smith. Dia berhasil menyelesaikan studi S1 dan S2 di negeri Paman Sam, bahkan saat ini beliau bekerja sebagai Senior Compliance Manager di Mercury System, Amerika.

Juga hadir sepasang suami istri yang keduanya merupakan alumni Nurul Jadid. Ahmad Afnan Anshori berhasil menyelesaikan S1-nya di UII Yogyakarta, S2-nya di UGM dan Curtin University Australia. Sedangkan istrinya Zaimatus Sa’diyah menyelesaikan S1-nya di Universitas Al-Azhar Kairo Mesir, S2-nya di UGM dan keduanya saat ini tengah menyelesaikan S3-nya di Redboud University Belanda yang semuanya full beasiswa. Mereka juga aktif di organisasi NU luar negeri.

Narasumber native speaker dari Amerika yaitu Pierce Smith yang merupakan Former President of Rotary Club of Sandpoint dan juga menjabat sebagai Youth Exchange Officer di Amerika. Mister Smith juga seorang pensiunan akuntan selama 33 tahun, hadir untuk memberikan motivasi kepada ratusan santri.

(Peserta International Talk masih terlihat sangat antusias dan memperhatikan dengan seksama pemaparan narasumber)

Sementara itu, Kasubbag. Humas dan Infokom Mujiburrohman sekaligus penanggung jawab menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan motivasi studi ke luar negeri dan menjelaskan pentingnya Bahasa Inggris bagi santri untuk berkarir di kancah internasional.

“Diselenggarakannya International Talk ini, kami berharap para santri terinspirasi dan termotivasi untuk belajar bahasa Internasional khususnya bahasa Inggris, lanjut studi luar negeri dan sukses dalam berkarir tanpa harus tercerabut dari akar kesantriannya,” ungkap Mujib.

Acara berlangsung menggunakan bahasa Inggris yang dipandu oleh Mujiburrohman sebagai moderator. Secara keseluruhan acara berjalan lancar dan khidmat.

Terlihat peserta sangat antusias mengikuti jalannya acara dari awal hingga akhir. Tidak sedikit dari mereka berebut untuk diberikan kesempatan bertanya kepada narasumber.

(Sesi foto bersama seluruh narasumber usai penyerahan piagam penghargaan dan cinderamata oleh Kasubbag Kepegawaian Dr. Bashori Alwi)

Setelah kurang lebih dua jam, acara berkahir sekitar pukul 16.30 yang sebelumnya diisi dengan penyerahan piagam penghargaan dan cinderamata kepada narasumber oleh Kasubbag Kepegawaian Dr. Bashori Alwi, dan dilanjutkan sesi foto bersama.

Sebelum meninggalkan Nurul Jadid, seluruh narasumber sowan ke Pengasuh dan keliling area pesantren didampingi oleh tim protokoler pesantren.

 

(Humas Infokom)