Lagi, Tim Debat Bahasa Arab Mahasiswa UNUJA Raih Juara 2 Tingkat Nasional

nuruljadid.net – Setelah kemarin mendapatkan juara 1 tingkat regional Asia, kini tiga mahasiswa aktif UNUJA berhasil menambah prestasi gemilang dengan memperoleh juara 2 lomba debat bahasa Arab mahasiswa tingkat nasional pada Senin (12/09/2022) kemarin.

Lomba tersebut diselenggarakan oleh IAIN Kudus dalam ajang “Festival Bahasa” dengan 2 cabang lomba, dan sepuluh kategori perlombaan. Cabang lomba pertama yakni lomba Bahasa Arab dengan kategori lomba MQK, khitobah, taqdimul qishoh, ghina’ dan munadharah (Debat). Sedangkan cabang lomba kedua yakni lomba bahasa Inggris dengan kategori lomba essay, speech, story telling, sing a song, dan podcast.

Dalam kategori lomba munadharah, total ada 25 tim yang bersaing untuk merebutkan posisi juara perlombaan. Mereka berasal dari berbagai Universitas dan perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Lomba ini dilaksanakan secara daring via aplikasi Zoom.

Tim debat dari Unuja diwakili oleh saudara Ahmad Jaylani, Rifqi Aziz Febriyanto dan Fauzi Rahman. Selain berprofesi sebagai mahasiswa aktif Unuja, mereka juga merupakan pengurus aktif dari Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) Nurul Jadid, lebih tepatnya di pengembangan bahasa Arab.

“Alhamdulillah kami bersyukur bisa membawa nama besar Nurul Jadid ke tingkat Nasional,” ucapnya kepada tim Infokom.

Perjuangan panjang mereka tidak sia-sia, karena telah terbayarkan dengan memperoleh posisi juara 2 serta mengharumkan nama Pondok Pesantren Nurul Jadid. Banyak hal yang mereka persiapkan sebelum perlombaan dimulai, tertutama mental dan berbagai macam referensi mosi debat yang diberikan.

“Perjuangan kita banyak mempersiapkan argumen dan mental untuk menghadapi lomba tersebut,” papar mereka.

Atas kemenangannya, tim debat Unuja mendapatkan penghargaan berupa trophy, piagam penghargaan dan uang pembinaan dari panitia penyelenggara Festival Bahasa IAIN Kudus.

Dibalik kemenangan mereka, selain ada usaha yang besar, juga terdapat dukungan dari teman-teman dan keluarga serta yang pasti barokah doa masyayikh Nurul Jadid. Sehingga mereka diberikan kemudahan, lebih semangat dan termotivasi selama menjalani perlombaan.

 

 

(Humas Infokom)

Surat Edaran : Libur Maulid1444 H Tahun 2022 Segara Tiba, Baca Detailnya!

nuruljadid.net – Berdasarkan surat edaran kepala pesantren nomor: NJ-B/0467/A.III/09.2022 tentang libur maulid tahun 1444 H atau 2022 M bahwa liburan dalam rangka menyambut peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW akan segara tiba.

Momen liburan merupakan waktu yang sangat ditunggu-tunggu oleh tidak hanya santri namun juga wali santri. Pasalnya, sekian lama berpisah dari keluarga demi tujuan yang mulia yaitu Tholabul ‘Ilmi di pesantren. Maka, momen liburan adalah sebuah kesempatan untuk berkumpul bersama keluarga dan mengamalkan ilmu yang diperoleh selama di pesantren.

Pengamalan ilmu dan amalan di pesantren seyogyanya tetap dijalankan selama berada di rumah. Hal ini dapat terwujud apabila semua pihak ikut mengawal dan melanjutkan amalan baik santri selama di pesantren terutama orang tua atau wali santri. Karena liburan tidak berarti full istirahat dari semua kegiatan dan ibadah yang rutin dilaksanakan di pesantren, malah sebaliknya, liburan seharusnya menjadi kesempatan mengamalkan ibadah yaumiyah di tengah masyarakat.

Terkait dengan liburan maulid, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh santri dan wali santri. Adapun informasi tersebut sebagai berikut:

  • Waktu Pemulangan Santri

1.Libur Maulid 1444 H sesuai dengan ketetapan kalender pesantren yaitu:

    • Santri puteri sejak tanggal 9 Robi’ul Awal 1444 H / 5 Oktober 2022 M s.d 18 Rabi’ul Awal 1444 H / 14 Oktober 2022 M.
    • Santri putera sejak tanggal 10 Robi’ul Awal 1444 H / 6 Oktober 2022 M s.d 19 Rabi’ul Awal 1444 H / 15 Oktober 2022 M.

2. Pemulangan santri diatur dan dikoordinir oleh pesantren bekerjasama dengan P4NJ daerah

3. Dalam pemulangan, wali santri wajib menjemput di pemberhentian kendaraan yang telah ditetapkan (drop spot) dengan membawa foto copy kartu keluarga (KK).

 

  • Pengembalian Santri

1.Santri kembali ke Pondok (sudah berada di Pondok) pada:

    • Santri puteri pada tanggal 19 Rabi’ul Awal 1444 H / 15 Oktober 2022 M.
    • Santri putera pada tanggal 20 Rabi’ul Awal 1444 H / 16 Oktober 2022 M.

2. Pengmbalian santri diatur dan dikoordinir oleh P4NJ daerah.

3. Bagi daerah yang tidak ada Pengurus P4NJ, dapat diantar sendiri oleh wali santri.

4. Saat santri kembali, wajib membawa surat keterangan sehat dari pihak berwenang atau melakukan cek kesehatan di Klinik Az-Zainiyah dengan biaya mandiri.

 

  • Lain-lain
    1. Karena bulan Oktober sudah masuk pembayaran triwulan 4 (Oktober, November dan Desember), maka wali santri diharap melunasi Biaya Pendidikan Santri (BPS) triwulan 4.
    2. Acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw. 1444 H, di Pesantren Nurul Jadid akan dibersamakan dengan Puncak Hari Santri 2022 pada tanggal 26 Rabi’ul Awal 1444 H / 22 Oktober 2022 M.
    3. Bagi santri yang menyatakan tidak pulang dalam libur maulid dan tetap berada di Pesantren, maka wali santri wajib memberitahukan secara tertulis dan disampaikan langsung kepada Pengurus Pesantren.
    4. Selama santri berada di rumah (libur), wali santri dimohon tetap menjaga aktivitas ibadah dan pergaulan putera puterinya.

Untuk mengunduh soft file surat edaran resmi dapat diakses ke link berikut : https://lynk.id/pulangbersama2022

 

 

(Humas Infokom)

 

Bikin Bangga, Santri Nurul Jadid Borong Juara di Ajang Kompetisi Bahasa Arab Nasional

nuruljadid.net – Santri Pondok Pesantren Nurul Jadid yang juga peserta didik Language Intensive Programs of SMP Nurul Jadid (LIPS) dan santri mahasiswa Prodi Bahasa Arab (PBA) Universitas Nurul Jadid (UNUJA) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kompetisi Bahasa Arab bertaraf Nasional yang digelar oleh Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus, Jawa Tengah.

Kali ini Nurul Jadid meraih tiga juara sekaligus dalam kategori lomba Taqdimul Qissoh. Juara Pertama diraih oleh Mahasiswa PBA UNUJA Ahmad Ubaidillah, juara kedua diraih oleh peserta didik LIPS Raiza Rahmania dan disusul koleganya Maulida Riskiyah Nurkhalila sebagai juara ketiga.

Festival Bahasa 2022 ini diikuti oleh peserta tingkat umum tanpa melihat tingkat pendidikan. Sebanyak puluhan peserta kategori lomba Taqdimul Qissoh dari seantero daerah di Indonesia saling berkompetisi memperebutkan tiga tropi kejuaraan.

Kompetisi terbagi menjadi beberapa tahapan. Pertama, peserta diwajibkan membuat video dan dikumpulkan pada tanggal 7-8 September 2022 silam. Kemudian, dilanjutkan proses penilaian sejak tanggal 9-12 September 2022 untuk mensortir peserta menjadi tiga besar. Ketiga peserta itu diadu kembali untuk memperebutkan juara 1, 2, dan 3 di Babak Final yang dilaksanakan secara tatap muka pada tanggal 19 September 2022 kemarin di IAIN Kudus.

Badrus Zaman, salah satu Pembina LIPS mengatakan, perjuangan mengikuti lomba tingkat umum ini lebih sulit daripada ajang kompetisi tingkat sederajat, karena peserta didiknya harus berhadapan dengan beberapa lawan dari tingkat pendidikan yang lebih tinggi dan tentunya memiliki pengalaman dan pelafalan yang lebih baik.

“Meskipun kapasitas pengurus LIPS pendamping yang minim dan harus menghadapi lawan-lawan dari beberapa tingkat lebih tinggi. Namun kami tidak menyerah, karena tingkat pendidikan bukanlah halangan untuk melangkah, ini adalah pengalaman yang sangat berharga. Siswa SMP melawan Siswa SMA, bahkan Mahasiswa bukanlah masalah, semua bisa diraih asal mau berusaha,” ungkap ustaz Zam kepada tim Nurul Jadid Media, Selasa (20/09) pagi.

Pihaknya menambahkan, mereka sangat bangga atas usaha dan kerja keras peserta didiknya selama berlatih, serta semangatnya yang tak runtuh saat berhadapan dengan lawan yang levelnya lebih tinggi.

“Kami yakin ini juga berkat barokah dan doa para masyayikh yang selalu menyertai kami selama berjuang mengharumkan almamater. Semoga raihan prestasi ini terus berlanjut, lebih luas, dan lebih besar,” pungkasnya.

 

(Humas Infokom)

Sambut Milad Ke 22, Ma’had Aly Nurul Jadid Gelar Lomba Esai Se-Indonesia

nuruljadid.net – Dalam rangka memperingati Milad ke-22, Ma’had Aly Nurul Jadid Paiton Probolinggo mengadakan lomba menulis esai se-Indonesia. Tema yang diangkat pada event kali ini adalah “Cerita Mahasantri”.

Ajang perlombaan tersebut sebagai wadah kreativitas mahasantri aktif se-Indonesia. Pasalnya, selain untuk memeriahkan milad yang ke 22, kegiatan ini juga untuk menyambung tali silaturrahim antar mahasantri se-Indonesia. Ketua panitia Zillul ‘Ain, mengungkapkan bahwa lomba menulis esai ini diadakan untuk menyemarakkan peringatan hari lahir Ma’had Aly Nurul Jadid yang sudah mencapai usia ke dua puluh dua tahun.

“Meski usianya mencapai dua puluh dua tahun, baru kali ini kami mengadakan lomba menulis esai yang diadakan oleh Media Center Ma’had Aly Nurul Jadid,” ungkap mahasantri asal pulau Lombok, NTB tersebut.

Kegiatan lomba esai ini dilaksanakan secara virtual dan individual. Para peserta merupakan mahasantri di seluruh Indonesia. Tidak ada batasan jumlah peserta atau delegasi dari setiap Ma’had Aly di Nusantara. Kriteria dalam pengumpulan karya tersebut bersifat original (asli) tidak boleh menggunakan karya yang telah disertakan dalam lomba apapun serta tidak pernah dipublikasi di media manapun.

(Pamflet Lomba tulis Esai Dalam Rangka Memeriahkan Milad Ma’had Aly Nurul Jadid Ke- 22)

Dalam pamflet tersebut terdapat aturan untuk penulisan esainya yakni 1000 sampai 2000 kata dengan menggunakan kertas A4, font yang digunakan Times New Roman dengan ukuran font 12pt. Pendaftaran sekaligus pengiriman karya dimulai sejak tanggal 25 Agustus 2022 hingga 20 Oktober 2022.

Penjurian lomba esai dimulai sejak tanggal 21 Oktober hingga 25 Oktober. Pemenang lomba menulis esai ini akan diumumkan pada tanggal 30 Oktober 2022 melalui website dan akun Instagram  resmi Ma’had Aly Nurul Jadid. Penghargaan pemenang lomba menulis esai tersebut berupa sertifikat, uang pembinaan, dan buku. Untuk 30 tulisan terbaik akan dibukukan dan para esaisakan mendapatkan buku kompilasi karya 30 esai tersebut.

Untuk narahubung bagi mahasantri peserta yang memiliki pertanyaan seputar lomba, telah disediakan di pamflet nomor narabuhung panitia pelaksana. Adapun petunjuk teknis dan link pengiriman karya tulis bisa di akses tautan berkut.

Link : https://drive.google.com/file/d/1p0vTpPX6TkxE1cGuVYDAmP0yYTTW5l7Y/view

 

(Humas Infokom)

Mahasiswa UNUJA Hasan Mutawakkil, Bawa Pulang Juara 1 Esai Bahasa Arab Tingkat Regional Asia

nuruljadid.net – Moch. Hasan Mutawakkil yang sehari-harinya sebagai mahasiswa aktif Universitas Nurul Jadid dan pengurus LPBA berhasil meraih juara 1 lomba esai Bahasa Arab tingkat Regional Asia pada ajang SUKARABIC FEST V yang diselenggarakan oleh UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada, Sabtu (17/09/2022) pagi.

Sunan Kalijaga Arabic Festival tersebut memiliki dua kategori, kategori mahasiswa dan umum. Untuk kategori mahasiswa meliputi debat Bahasa Arab, Qiroatus Syi’ir, Ghina ‘Aroby, Khitobah, Taqdimul Qishoh, dan esai Bahasa Arab. Sedangkan kategori umum lomba Kaligrafi dan Qiroatul Kutub.

Pada lomba esai, Moch. Hasan Mutawakkil berhasil masuk lima besar sebagai finalis yang wajib mempresentasikan hasil karyanya di hadapan dewan juri.

Ucapan selamat dari panitia penyelenggara lewat media WhatsApp kepada Hasan Mutawakkil karena namanya tercantum dalam daftar lima besar finalis yang wajib mempresentasikan karyanya.

“Selamat untuk nama-nama di atas berhak melanjutkan ke tahap final (presentasi).” ucap panitia via chat WA.

Pada babak final yang diselenggarakan tanggal 17 September 2022, Sabtu kemarin. Mutawakkil mempresentasikan karyanya dengan maksimal usai berlatih keras dengan berbekal doa serta harapan supaya bisa mendapatkan yang terbaik.

Alhasil, perjuangan Mutawakkil tidak sia-sia, dia berhasil keluar sebagai juara dan mengharumkan Almamater Nurul Jadid. Berkat karyanya yang luar biasa dan presentasi yang meyakinkan, Hasan Mutawakkil berhasil menyabet juara 1 menyisihkan peserta dari universitas dan perguruan tinggi lainnya.

Adapun daftar nama pemenang lomba esai sebagai berikut:

  • Juara 1 Moch. Hasan Mutawakkil (Nurul Jadid)
  • Juara 2 Muhammad Hanif Alfarisi (UMY)
  • Juara 3 Moh. Fadllurrahman (Instika Annuqayah)

 

 

(Humas Infokom)

LPBA Nurul Jadid Juara 2 National English Debate di UNAIR Surabaya, Kalahkan Sekolah Favorit

nuruljadid.net – Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) Nurul Jadid kembali harumkan almamater Pondok Pesantren Nurul Jadid. Pasalnya siswa LPBANJ berhasil meraih juara 2 English Debate tingkat nasional pada ajang English BlastBeyond The Limit” yang digelar oleh English Diploma Universitas Airlangga Surabaya pada sabtu (17/09/2022).

Dalam ajang lomba debat bahasa Inggris tersebut terdapat sebanyak 38 tim dari berbagai sekolah di Indonesia. Akan tetapi hanya empat terbaik yang berhak masuk ke babak final.

Pada babak penyisihan, lomba dilakukan secara online. Sedangkan update informasi seputar lomba dapat diakses melalui akun instagram resmi panitia IG English Blast yang wajib di-follow oleh seluruh peserta terdaftar.

Tepat pada hari Sabtu tanggal 17 September 2022 babak final dihelat secara tatap muka atau luring yang bertempat di Kampus B Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Pada final round (Babak Final) terdapat empat tim yang lolos dari sekolah berbeda dalam ajang lomba debat bahasa Inggris tersebut. Mereka adalah tim pertama dari SMA Negeri 6 Surabaya, tim kedua dari Xin Zhong High School Surabaya, sedangkan LPBA Nurul Jadid berada diposisi ketiga dan disusul tim dari MA Ammanatul Ummah Pacet, Mojokerto.

Dari babak final tersebut akan diambil dua tim terbaik sebagai juaranya. Alhasil, usai penjurian, tim LPBA Nurul Jadid dinobatkan sebagai juara kedua setelah tim Xin Zhong High School Surabaya.

Tim debat LPBA Nurul Jadid saat itu diwakili oleh saudara M. Irsyad Nurazizi sebagai pembicara pertama dan M. Fahmi Rezaldi sebagai pembicara kedua. Sistem yang digunakan adalag British Parlimentary System (BPS). Setiap tim terdiri dari dua orang dan setiap pertandingan (match) diikuti langsung empat tim, dua pro dan dua yang lain kontra.

Tidak hanya lomba debat bahasa Inggris saja, English Blast tersebut juga melombakan kategori Speech Contest. Sebagaimana lomba debat, lomba pidato bahasa Inggris ini juga dilaksanakan dengan dua sistem online dan offline.

Tahap pertama penyisihan dilakukan secara online. Lima terbaik akan diundang ke babak final dan bertanding kembali secara offline atau tatap muka dihadapan dewan juri.

Para finalis lomba English Speech berasal dari sekolah dan lembaga pendidikan yang beragam. Para finalis tersebut adalah Rif’an Syauqi (LPBA Nurul Jadid), Ni Made Neyra Sitaswari dan  Luh Putu Indra Masanthi dari SMAN 1 Semarapura, kemudian disusul Khansa Aulia salsabila dari SMA Islam dan Davney denofa dari SMA Ar-Rohmah Putra Malang.

Rif’an Syauqi delegasi LPBA Nurul Jadid harus berpuas diri hanya sampai pada babak Final. Rif’an sudah berusaha maksimal dengan mengupayakan segala kemampuan dan skill yang dimiliki, akan tetapi persaingan tidak mudah untuk ditaklukkan.

(Rif’an Syauqi Saat Berfoto Usai Mengikuti Perlombaan Di Kampus B Universitas Airlangga Surabaya)

“walaupun Syauqi  kalah bukan berarti gagal, kekalahan ialah kesuksesan yang tertunda tetap semangat” ucap Zulfikar pengurus LPBA sekaligus pendamping lomba ketika itu.

 

 

(Humas Infokom)

Placement Test : Nurul Jadid Lakukan Pemetaan Santri Baru Berdasarkan Potensi dan Kompetensi

nuruljadid.net – Rangkaian agenda Penerimaan Santri Baru (PSB) Pondok Pesantren Nurul Jadid belum usai, pasalnya salah satu agenda pentingnya Placement Test (Ujian Penempatan) telah tuntas dilaksanakan pada Selasa, (06/09/2022) lalu di masing-masing satuan Pendidikan.

Placement Test (ujian penempatan) adalah tes yang dirancang untuk mengevaluasi pengetahuan santri sebagai tindak lanjut dari tes Furudul Ainiyah (FA) saat santri baru awal masuk ke pesantren. Materi yang diujikan terkait Tes Potensi Akademik (TPA) untuk mengukur kemampuan akademik terutama di bidang mapel umum santri baru.

Koordinator Placement Test Syamsul Arifin, M.Pd menyampaikan bahwa tujuan ujian penempatan ini untuk mengklasifikasi santri berdsarkan kemampuannya.

“Tujuan kami panitia PSB melakukan ujian penempatan adalah untuk pengklasifikasian santri baru berdasarkan minat, bakat dan kompetensi akademik mereka, sehingga hasilnya digunakan untuk penjurusan siswa,” terang Syamsul.

Hasil ujian penempatan menjadi salah satu data premier Biro Pendidikan dan Satuan Pendidikan untuk mengkalasifikasikan kelas santri baru pasca program Furudul Ainiyah intensif tiga bulan.

Santri baru Pondok Pesantren Nurul Jadid selama tiga bulan pertama belajar intensif tentang materi dasar keagamaan yaitu Furudul Ainiyah. Guna untuk memperkuat kompetensi pokok santri dalam pemahaman dan penguatan ilmu agama.

Pelaksanaan Placement Test (ujian penempatan) berlangsung sejak pagi pukul 08.00 WIB sampai pukul kurang lebih 13.00 WIB dengan beberapa shift menyesuaikan jumlah unit Personal Computer (PC) yang tersedia di setiap laboratorium komputer satuan pendidikan.

 

 

(Humas Infokom)

Buktikan Kemampuan Bahasa Jepang, SMANJ Kembali Ukir Prestasi Nasional

nuruljadid.net – Prestasi gemilang kembali diraih oleh siswi SMA Nurul Jadid  yang berhasil  memenangkan juara  2 Lomba Shodou (Kaligrafi Jepang) tingkat Nasional pada event Jepang Orenji yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Kebudayaan Jepang Universitas Diponegoro Semarang.

Secara resmi, penobatan para juara Lomba Shodou diumumkan oleh panitia penyelenggara pada tanggal (11/09/2022) melalui akun resmi Instagram “orenji.undip”. Juara pertama diraih oleh  Achdi Haidar S, siswa SMAN 7 Bandung, sedangkan juara kedua diraih oleh  Siti Ulin Nuha, siswi SMA Nurul Jadid Paiton Probolinggo dan juara tiga direbut oleh Rafif Zhafir I, siswa SMAN 7 Bandung. Dalam pelaksanaannya ada berbagai macam kategori lomba bahasa Jepang seperti kaligrafi, pidato, desain karakter, dan lainnya.

Lomba ini dilakukan secara daring melalui dua babak. Pertama babak penyisihan, dalam babak ini seluruh peserta diminta menuliskan kanji (Aksara Jepang) dan mengirimkan foto karya Shodounya kepada panitia. Ada puluhan peserta yang mengikuti lomba ini yang kemudian diambil sepuluh besar untuk diseleksi kembali. Selanjutnya pada babak kedua, 10 peserta terpilih diminta  menulis kanji kembali namun direkam dalam bentuk video. setelah proses panjang, pada akhirnya Nuha (sapaan akrab) kelas XII BHS 2 ini mampu bertahan dan mengalahkan peserta lainnya serta bisa mengharumkan almamater SMA Nurul Jadid dengan menjadi juara 2 pada lomba tersebut.

SMA Nurul Jadid baru kali pertama mengirimkan delegasi lomba Shodou di Universitas Diponegoro, karena lomba tersebut merupakan agenda tahunan. Pada lomba tahun 2016 dan 2021 kemarin, SMA Nurul Jadid juga memenangkan Lomba Shodou tingkat Nasional, namun di universitas yang berbeda. Tentunya hal itu membuat para peminat ekstra Bahasa Jepang semakin eksis dan percaya diri serta semakin termotivasi untuk mengikuti lomba-lomba Bahasa jepang lainnya di luar pesantren.

Dibalik kesuksesan Nuha, terdapat usaha yang begitu keras untuk berlatih. Ia berlatih sejak duduk di bangku kelas XI bersama teman sekelasnya. dalam latihannya, Nuha menghabiskan puluhan lembar kertas dan belasan botol tinta kaligrafi.

Dibalik keberhasilan tersebut tentu tak lepas dari jerih payah latihan dan bimbingan dari sosok “Sensei” atau guru yang dengan sabar dan telaten mendampingi para murid. Selain itu, pihak sekolah berharap semoga dengan prestasi yang mulai bermunculan ini mampu membangkitkan semangat belajar para siswa lainnya untuk juga berprestasi.

(Humas Infokom)

Duta Wisata Gembleng Panji Pelopor dengan Exclusive Training

nuruljadid.net – Guna meningkatkan kemampuan berbicara anggota di depan umum (public speaking), Panji Pelopor Nurul Jadid gandeng Duta Wisata Bondowoso Fita Okta Viana menggelar kegiatan Public Speaking Exclusive Training di Aula II Pondok Pesantren Nurul Jadid, Jum’at (16/09) sore.

Panji Pelopor sendiri sangat berperan penting dalam tugas keprotokolan di Ponpes. Nurul Jadid, tak jarang mereka berperan sebagai Guide, MC, dan Host di berbagai event besar dan penyambutan tamu pesantren.

Agar anggota Panji Pelopor memiliki kapasitas yang baik dalam menjalankan tugasnya, Kasubbag. Protokoler Nurul Jadid Ady Azhari memberikan pelatihan bertajuk “Kembangkan Potensi, Tingkatkan Percaya Diri” dengan beberapa materi yang terkait dengan guiding, host, Master of Ceremony (MC), dan aspek-aspek mengatasi rasa tidak percaya diri untuk berbicara di depan umum.

(Potret Kasubbag. Protokoler sedang memberikan sambutan dan pesan pembuka pada kegiatan Public Speaking Exclusive Training)

Ady Azhari menyampaikan bahwa Public Speaking Exclusive Training merupakan langkah dari pesantren untuk dapat mengembangkan potensi tim protokoler Panji Pelopor dalam memberikan pelayanan terbaik kepada tamu dan event-event pesantren.

“Keputusan saya memilih tema public speaking pada pelatihan kali ini merupakan hasil evaluasi dari penugasan anggota Panji Pelopor di beberapa event sebelumnya, teman-teman masih kurang maksimal dalam memberikan guiding dan pembawaan MC,” ungkap Ady.

(Kabid. BK-WA dan Penataan Wilayah Moh. Alief Hidayatullah memimpin doa sekaligus menutup acara seremonial Public Speaking Exclusive Training)

Dari jumlah peserta yang hadir, Ady berharap pelatihan ini dapat diserap dengan maksimal dan diimplementasikan dengan baik dalam penugasan mereka di event pesantren kedepannya.

“Dulu di era saya, untuk mendapatkan seminar atau pelatihan semacam ini sangatlah sulit sekali, butuh usaha dan biaya cukup mahal bagi saya sebagai santri waktu itu. Di sekitar sini sangat jarang, jadi saya perlu melakukan perjalanan dulu ke jember dan masih membayar biaya registrasi di sana. Ini kesempatan emas bagi kalian, saya harap jangan disia-siakan,” pungkas beliau.

 

(Humas Infokom)

Nurul Jadid Gelar Pembukaan Event Pra Maulid Nabi Muhammad S.A.W 1444 H

nuruljadid.net – Panitia PHBI Pondok Pesantren Nurul Jadid gelar pembukaan event pra Maulid Nabi Muhammad S.A.W 1444 H Kamis malam (15/09/2022) di halaman Kantor Biro Kepesantrenan Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Pada kegiatan tersebut, KH. Makki Maimun Wafi selaku Kepala Badan Koordinasi Olahraga dan Seni Santri (BKOSS) turut hadir memeriahkan acara rutin tahunan pesantren itu.

Pasalnya, event tersebut digelar untuk memberikan wadah bagi seluruh santri mengekspresikan diri sembari sebagai jalan “fastabiqul khairat” berlomba-lomba dalam kebaikan tanpa menepis lawan mainnya.

(KH. Maki Maimun Wafi Sedang Menemani Juri Lomba Hadrah Ala Santri Pada Pembukaan Event Maulid)

Acara dimulai dengan pembacaan Ummul Qur’an yang dipandu oleh pembawa acara. Ketua panitia ustaz Muhammad Is’adur Rofiq memberikan sambutan sekaligus membuka side event pra-Maulid tersebut secara simbolis dengan mengucapkan basmalah, momentum itu disambut tepuk tangan seluruh santri dengan gembira dan suka cita

(Ustadz Muhammad is’adur Rofiq Ketika Sambutan Sekaligus Membuka Acara Event Maulid Nabi Muhammad 1444 H)

Dalam sambutannya, ketua panitia memberikan ucapan banyak terima kasih atas kehadiran seluruh santri terkhusus kepada KH. Maki Maimun Wafi selaku Kepala Badan Koordinasi Olahraga dan Seni Santri (BKOSS) yang berkenan memenuhi undangan pada pembukaan tersebut.

Tidak hanya itu, di tengah sambutannya ustaz Is’adur Rofiq juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan dan keterbatasan yang ada kepasa seluruh santri khususnya tamu undangan yang hadir.

(Suasana Santri Memenuhi Tempat Acara Pembukaan Event Maulid Nabi Muhammad S.A.W 1444 H)

Pihaknya juga membeberkan rangkaian acara Side Event dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad S.A.W 1444 H mulai dari beberapa jenis lomba sampai pada acara puncak. Adapun rangkaian acara side event pra Maulid sebagai berikut:

  • Festival Lomba Maulid
  1. Hadrah Ala Santri
  2. Musabaqoh Syarhil Qur’an (MSQ)
  3. Dibaiyah
  4. Sirah Nabawiyah
  • Dialog Interaktif
  1. Seminar dengan tema “Kiprah Nabi Daya Juang Santri”
  • Pengajian Umum
  1. Pengajian Maulid Nabi Muhammad S.A.W

Usai sambutan, acara ditutup dengan doa dan surat al-Fatihah secara bersama-sama. Acara pun dilanjutkan dengan lomba perdana yakni Hadrah Ala Santri dengan berbagai macam kreasi dari setiap grup peserta perwakilan masing-masing wilayah.

 

 

(Humas Infokom)

Menko Perekonomian Airlangga Silaturrahim ke Nurul Jadid, Apresiasi Pemberdayaan Ekonomi Pesantren

nuruljadid.net – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia Airlangga Hartarto berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Jadid Rabu siang ini (14/09/2022). Kedatangan Menko Airlangga disambut langsung oleh pengasuh KH. Moh. Zuhri Zaini didampingi Kepala Pesantren KH. Abd. Hamid Wahid di halaman kantor pusat.

Acara berlangsung tertutup di ruang tamu pesantren. Selain silaturrahmi, Menko Airlangga banyak bertanya seputar kondisi objektif pesantren Nurul Jadid, khususnya saat menghadapi pandemic COVID-19 dan pasca pandemi.

“Untuk Santri dan Santriwati, untuk terus semangat belajar dan mengikuti perkembangan keilmuan sekarang. Terutama untuk mahasiswa dan mahasiswi jurusan kesehatan, karena ini menjadi sektor yang penting sejak terjadinya pandemi Covid-19. Masyarakat menantikan karya dan pengabdian dari adik-adik semuanya,” ungkap Menko Airlangga.

Saat diskusi, banyak hal yang dibincangkan salah satunya menyinggung tentang Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren) sebagai motor untuk mendorong akselerasi penguatan ekonomi dari unit usaha yang ada di pondok pesantren.

(Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat tiba di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo)

Menko Airlangga mengapresiasi kiprah Pondok Pesantren Nurul Jadid dalam hal perannya mendidik santri generasi penerus bangsa untuk dapat juga berperan serta dalam perekonomian kedepannya.

Kiai Abdul Hamid Wahid Zaini selaku wakil ketua umum Hebitren pusat juga saat ini terus memperkuat giat usaha santri dan pesantren dalam rangka pemberdayaan perekonomian masyarakat.

Santri, mahasiswa, dan pemuda merupakan kelompok sasaran yang diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian di Indonesia melalui peran aktif di berbagai giat usaha dan ekonomi kreatif di setiap daerah.

(Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat berdiskusi bersama pimpinan Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo di ruang tamu)

Pondok Pesantren memiliki peran yang strategis dalam rangka mendukung ekonomi dan keuangan syariah karena saat ini berjumlah sekitar 36.080 pesantren dan memiliki lebih dari 4,2 juta santri.

Selain itu, sebanyak 12.469 pesantren atau 39,7% dari total pesantren, memiliki potensi secara ekonomi yang dapat menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan, ekonomi syariah, dan UMKM halal.

Selepas mengunjungi Pondok Pesantren Nurul Jadid, Menko Airlangga melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Pajarakan untuk bersilaturahmi bersama para ulama dan pengasuh pondok pesantren.

Turut hadir dalam acara tersebut antara lain Anggota DPR RI dan Pimpinan Parta Golkar dari beberapa daerah di Indonesia.

 

 

(Humas Infokom)

 

Majelis Masyayikh : Nurul Jadid Pelopori Rencana Induk Pesantren se-Indonesia

nuruljadid.net – Majelis Masyayikh mengundang Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Moh. Zuhri Zaini dan banyak pengasuh pondok pesantren se-Indonesia dalam Halaqah dan Silaturahmi “Majelis Masyayikh Mendengar Pengasuh Pesantren” pada Selasa pagi (13/09/2022) secara daring.

Pengasuh Kiai Zuhri didampingi pengurus pesantren mengikuti kegiatan tersebut dari Aula Mini Pesantren. Pada halaqoh tersebut KH. Abdul Ghaffar Rozin memaparkan tentang kedudukan dewan masyayikh dalam Undang-Undang Pesantren nomor 18 tahun 2019.

Menurut pengasuh Pondok Pesantren Maslakul Huda Pati KH. Abdul Ghaffar Rozin tersebut, majelis masyayikh bertugas untuk merumuskan dan menetapkan sistem penjaminan mutu pesantren.

Perumusan sistem penjaminan mutu pesantren yang digagas ini bertujuan untuk melakukan standarisasi dan peningkatan kualitas sumber daya, pengelolaan dan penguatan sarana prasana dengan tetap memperhatikan kekhasan pesantren terkait.

Selain itu, sistem penjamin mutu pesantren juga diproyeksikan dapat mewujudkan pendidikan yang bermutu melalui penyelenggaran pendidikan pondok yang adaptif dengan kebutuhan zaman tanpa tercerabut dari prinsip dan nilai luhur pesantren itu sendiri.

(Potret peserta majelis fokus mengikuti kegiatan Halaqah dan Silaturahmi “Majelis Masyayikh Mendengar Pengasuh Pesantren”)

Dalam kesempatan ini, Kiai Zuhri mengusulkan untuk pengembangan kelembangan, pondok pesantren harus menimbang aspek nilai keagamaan, kemandirian, keterbukaan dan kesediaan penerapan manajemen modern dan profesional.

Sebagai wujud dari poin yang terakhir, Kiai Zuhri, pengasuh pondok pesantren yang terletak di desa Karanganyar itu telah menetapkan PIP (Perencanaan Induk Pesantren) untuk rentang waktu 40 tahun.

Dalam forum daring tersebut, Bu Nyai Hj. Badriyah Fayumi, salah satu anggota majelis masyayikh,  menyambut baik atas usulan Nurul Jadid dalam menetapkan PIP. Tak hanya itu, Nyai Badriyah juga mengusulkan pada Majelis Masyasyikh agar menjadikan PIP ini sebagai praktik baik (best practice) untuk seluruh pondok pesantren di Indonesia.

Sementara, Haji Thohiruddin, kepala Inkubasi Bisnis Nurul Jadid, yang juga turut hadir dalam acara tersebut menyatakan siap untuk memfasilitasi seluruh dokumen terkait PIP apabila nanti Nurul Jadid dipercaya untuk menjadi rujukan dalam pembuatan naskah Rencana Induk Pesantren.

Turut hadir secara luring dari Pondok Pesantren Nurul Jadid Sekretris Pesantren H. Faizin Syamwil, Kepala Staf Pimpinan Ahmad Sahidah, Ph.D, Kepala Biro Pendidikan Kiai Moh. Imdad Rabbani, Kepala Banwas KH. Moh. Mahfudz Faqih, Kepala Inbis H. Thohiruddin, dan beberapa pengurus pesantren.

Kegiatan halaqoh dan silaturmi Majelis Masyayikh ini ditutup dengan pembacaaan doa yang dipimpin oleh Kiai Zuhri.

(Humas Infokom)

PPIQ Helat Dauroh Qur’ani: Cicit Syekh Abdul Qadir Al-Jailani Berbagi Tips dan Keutamaan Menghafal Al-Qur’an  

nuruljadid.net – Pusat Pendidikan Ilmu Qur’an (PPIQ) Nurul Jadid menggelar Dauroh Qur’ani di Aula KH. Zaini Mun’im Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, pada Senin (12/09) malam. Di momen itu, santri mendapat kejutan sekaligus kehormatan dengan hadirnya Cicit Syekh Abdur Qodir Al-Jailani dari Palestina yang dikenal luas masyarakat muslim di Jawa Tengah dan Nusantara, beliau adalah Syekh Dr. Sayyid Ammar Azmi Ar-Rafati Al Jailani.

Pada kesempatan tersebut, terdapat tiga bab yang dijelaskan oleh Syekh Sayyid Ammar. Pertama, tentang pentingnya Al-Qur’an. Kedua, generasi moderat yang harus dijadikan pedoman hidup seorang muslim, Ketiga, tips menghafal Al-Qur’an. Beliau ditemani oleh seorang translator untuk mempermudah santri menangkap dan memahami materi yang disampaikan.

(Terlihat peserta dengan fokus dan khusuk memperhatikan penjelasan oleh Syekh Sayyid Ammar)

“Karena kita semua mengetahui bahwa Al-Quran adalah sebaik-baiknya kalam, maka Al-Quran adalah sumber pertama dan sumber utama dari syariat Islam, bahkan sumber-sumber yang lain juga itu semua didapat dari Al-Quran,” tutur Imam Besar Masjid Al-Aqso Syiria itu.

Syekh menganjurkan santri untuk menghafal Al-Quran, karena menurutnya ada beberapa tangga yang harus dilewati oleh para pencari ilmu, dan tangga pertama adalah menghafal Al-Qur’an. Al-Qur’an merupakan sumber seluruh ilmu, oleh karena itu beliau menganjurkan kita harus memperhatikan pokok daripada ilmu.

“Tanpa menghafal Al Quran, maka otak ini tidak akan terbuka, dan tidak akan encer. Barang siapa yang menghafal Al-Quran maka mudah baginya untuk menghafalakan apapun, karena di dalam Al-Quran ada apapun,” imbuh beliau.

(Potret Syekh Sayyid Ammar (tengah) sedang memberikan ijazah Kitab At-Tibyan kepada seluruh peserta yang hadir)

Beliau juga memberikan metode mudah menghafalkan Al Qur’an, metode ini berhasil diimplementasikan di beberapa pesantren nusantara, banyak santri yang hafal Al-Qur’an dalam waktu singkat selama 3 bulan, bahkan salah satu santri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Situbondo yang berasal dari Jawa Tengah ini berhasil hafal Al-Quran selama 40 hari.

“Dalam menghafal juga terdapat rukun-rukun dan media. Pertama adalah kita harus pintar dalam memilih waktu untuk menghafal. Kedua adalah adanya guru yang mengaqjar dan selalu siap men-tasmi’ kita. Ketiga, adalah memilih tempat yang baik. Sedangkan media yang dibutuhkan, pertama adalah mushaf khusus. Kedua, pensil. Ketiga, adanya partner atau teman, dan keempat adalah buku catatan,” jelas beliau.

Lalu beliau memaparkan sekilas metode mudah menghafalkan Al-Qruan yang beliau buat. Pertama, ambilah mushaf khusus dan letakkan jari pada setiap huruf atau kata yang akan dihafal dengan tartil, perlahan, dan fokus. Selanjutnya ketika hendak menghafal, bacalah ulang selama 4 kali dengan cepat, tujuannya untuk merangsang otak agar lebih cepat merekam ayat hafalan. Kemudian, tutup Al Quran atau mata dan baca kembali.

(Secara bergantian Syekh Sayyid Ammar memberikan kitab karangannya dan menerima cinderamata yang diberikan oleh Gus Ahmad Madarik)

Dilanjutkan dengan praktek metode hafalan tersebut kepada satu perwakilan santriwan dan santriwati, Lalu setelah itu,  Syekh Sayyid Ammar memberikan ijazah Kitab At-Tibyan dan Kitab Kaifa Tahfidzul Qur’an karangan beliau kepada seluruh peserta yang hadir.

“Kami ingin metode menghafal Al Quran ini juga ada di Nurul Jadid,” tutup beliau.

 

 

(Humas Infokom)

Enam Nasehat Syekh Ammar Cicit ke-23 Syekh Abdul Qodir Al-Jailani dalam “Tholabul ’Ilmi”

nuruljadid.net – Dalam Safari Dakwahnya Syekh Ammar Azmi Ar-Rafati Al-Jailani memberikan enam nasehat dalam mencari ilmu kepada ribuan santri Pondok Pesantren Nurul Jadid yang berlangsung di Masjid Jami’ Nurul Jadid pada Senin (12/09/2022) malam.

Adapun isi dari enam nasehat tersebut ialah sebagai berikut: Pertama, beliau menyampaikan tentang “Niat” dimana niat adalah suatu hal yang sepele akan tetapi sangat besar pengaruhnya terhadap orang yang mencari ilmu (tholabul ilmi). Pada hal inilah beliau menekankan agar santri untuk senantiasa memperbaharui niat Tholabul ‘ilmi.

Kedua, beliau menyampaikan dalam tausiyahnya bahwa jangan menyia-nyiakan waktu ketika sedang mencari ilmu karena waktu itu lebih berharga dari pada emas. Perkara inilah yang harus dijaga oleh santri, jika lalai dalam menggunakan waktu maka hilanglah nilai berharga pada diri kita sendiri.

“Sesungguhnya waktu kalian itu lebih mulia dari pada emas karena apabila waktu kalian hilang, maka hilanglah sebagian dari diri kalian” tegasnya.

(Syeikh Ammar Azmi Ar-Rafati Al-Jailani Ketika Penyampaian Tausiyahnya Di Hadapan Ribuan Santri)

Ketiga, beliau menyampaikan bahwa tidak boleh malas dan bosan dalam mencari ilmu, beliau memberikan contoh dari kisah sahabat Zait bin Tsabit yang senantiasa semangat dalam mencari ilmu serta mengabdi kepada pesantren. Tidak hanya dalam mencari ilmu, mengabdi juga termasuk tholabul’ ilmi, baik mengabdi kepada ilmu, guru dan pesantren dengan akhlaq yang baik. Dengan demikian kita akan mendapatkan cahaya dari pada ilmu tersebut.

Keempat, Syekh Ammar memaparkan agar para pencari ilmu untuk tidak melupakan ilmu yang telah dipelajari atau didapat dengan cara mengulang-ulang (Muraja’ah) pelajaran yang telah disampaikan oleh guru atau asatiz kepada kita.

Kelima, Syekh Ammar mewanti-wanti kepada seluruh santri bahwasanya tidak boleh belajar dalam keadaan Lelah dan kondisi yang tidak baik. “Karenanya kita harus selalu mengatur waktu kita kapan kita harus belajar, kapan kita harus beristirahat, kapan waktu makan dan lain sebagainya” pungkasnya dalam lanjutan tausiyahnya setelah jeda sejenak adzan isyak dikumandangkan.

(Syeikh Ammar Azmi Ar-Rafati Al-Jailani Melanjutkan Tusiyahnya Pasca Adzan Isyak)

Keenam, atau yang terakhir adalah kita tidak boleh membuang waktu atau menyia-nyiakan waktu untuk perkara yang tidak penting dalam keseharian kita seperti pekerjaan yang mubah contoh makan, tidur dan bermain. Intinya beliau menegaskan jangan sampai mengorbankan hal yang wajib demi suatu yang mubah.

Diakhir tausiyahnya, beliau kembali mengingatkan sekaligus meminta kepada seluruh santri untuk selalu mengamalkan ibadah serta dzikir yang telah dibiasakan di pesantren ini, karenanya bisa memudahkan para santri untuk mendapatkan ilmu yang baik dan barokah.

 

 

(Humas Infokom)

Nurul Jadid Kedatangan Syekh Ammar Azmi Ar-Rafati Al-Jailani dari Palestina

nuruljadid.net – Pondok Peesantren Nurul Jadid kedatangan cicit ke-23 Syekh Abdul Qodir Al-Jailani seorang hafidz sejak usia sebelas tahun sekaligus imam besar masjid Al-Aqsa dari Palestina yakni Syekh Ammar Azmi Ar-Rafati pada Senin (12/09/2022) kemarin malam di Masjid Jami’ Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo.

Syekh Ammar Azmi Ar-Rafati diketahui tengah melakukan Safari Dakwah di beberapa pesantren salah satunya Pondok Pesantren Nurul Jadid. Syekh Ammar tiba di Nurul Jadid pukul 13.00 siang ba’da dzuhur beserta rombongan yang ikut mendampingi beliau. Setibanya di Nurul Jadid, Syekh Ammar disambut hangat oleh H. Rusydi Aziz selaku direktur Pusat Pendidikan Ilmu Al-Qur’an (PPIQ) dan langsung dipersilahkan untuk rehat di Wisam Kesepuhan Ny. Hj. Masruroh.

Saat adzan maghrib berkumandang Syekh Ammar didampingi penerjemahnya menuju masjid Jami’ Nurul Jadid. Syekh Ammar ketika itu menjadi imam sholat maghrib di hadapan ribuan santri. Suaranya yang merdu memecah keheningan senja di Bumi Nurul Jadid. Tidak sedikit pengurus dan para asatiz yang juga ikut berjamaah. Usai sholat maghrib berjamaah, dilanjutkan tausiyah oleh Syekh Ammar yang didampingi penerjemah.

Kepala Biro Pendidikan K. Moh. Imdad Rabbani dan Gus Salahuddin Wahid ikut mendampingi tausyiah Syekh Ammar di Masjid Jami bersama pengurus pesantren lainnya.

Dalam tausiyahnya Syekh Ammar menyampaikan beberapa tips mencari ilmu yang harus diperhatikan oleh seluruh santri dan para pencari ilmu agar mendapatkan ilmu yang barokah.

(Syekh Ammar Azmi Ar-Rafati Al-Jailani pada saat menyampaikan Tausiyahnya Kepada Santri)

Tidak hanya santri pusat saja yang hadir mengikuti tausiyah Syekh Ammar Azmi Ar-Rafati Al-Jailani, santri wilayah satelit juga tidak mau ketinggalan momentum berharga tersebut. Ribuan santri nampak memenuhi masjid jami’ Pondok Pesantren Nurul Jadid sampai membludak ke wilayah asrama santri. Sebagian besar dari mereka membawa alat tulis untuk mencatat poin penting dari tausiyah yang disampaikan.

Usai tausiyah, cicit ke-23 Syekh Abdul Qodir Al-Jailani sekaligus imam besar Masjid Al-Aqsa tersebut mengimami sholat Isyak berjamaah bersama ribuan santri dengan irama yang sangat merdu dan syahdu menambah kekhusu’an dalam beribadah. Santri terlihat sangat antusias dan berjubel untuk bisa bersalaman mencium tangan Syekh Ammar sebagai upaya tabarrukan (mencari barokah) dari orang alim.

 

 

(Humas Infokom)