Penobatan Pemenang, SMK Nurul Jadid Juara Umum Semarak Nurul Jadid Media

nuruljadid.net – Kasubbag Humas Infokom Pondok Pesantren Nurul Jadid, Mujiburrohman menobatkan para pemenang Semarak Kemerdekaan HUT RI ke-77 yang sempat tertunda sebulan setelah dilaksanakannya serangkaian lomba jurnalistik dan media. Pada acara penganugerahan tersebut SMK Nurul Jadid dinobatkan sebagai juara umum berdasarkan perolehan skor kemenangan terbanyak. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (28/09/2022) siang usai jam sekolah di Aula 1 Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Semarak Kemerdekaan yang diselenggarakan Nurul Jadid Media dibawah sub bagian Humas dan Infokom ini telah digelar bulan lalu dalam rangka memperingati HUT RI ke-77. Sayangnya, disebabkan beberapa hal teknis dan padatnya agenda pesantren, akhirnya penobatan bisa dilaksanakan bulan September sambil mencari momentum yang pas.

Tim Nurul Jadid Media memeriahkan Semarak Kemerdekaan dengan berbagai jenis perlombaan. Tujuannya semata untuk mewadahi kreativitas santri dalam bidang jurnalistik dan menumbuhkembangkan semangat kompetitif mereka dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas di kalangan santri. Lomba di bidang jurnalistik ini sangat jarang diadakan di pesantren, padahal peran media dan jurnalis di era digital saat ini sangat krusial sehingga santri perlu menguasainya agar dapat menjadi sarana dakwah dan ikut mewarnai dunia digital dengan konten positif.

Penobatan pemenang Semarak Kemerdekaan dibarengkan dengan Launching Madrasah Jurnalistik dan Ngaji Jurnalistik. Tepat setelah Launching Madrasah Jurnalistik oleh Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil, penobatan dilaksanakan. Staf Huminfo Ahmad Zainul Khofi bertugas membacakan daftar pemenang Semarak  Kemerdekaan yang meliputi Foto Jurnalistik, Desain Poster, Koran Santri, dan Film Pendek. Kegiatan berjalan sederhana namun meriah dan khidmat, raut wajah para pemenang nampak berbinar menerima trofi dan piagam penghargaan, pasalya momentum ini sudah lama dinantikan dan pencapaian mereka tentunya akan menjadi kado terindah untuk kedua orang tua dikala pulang libur Maulid Nabi yang tinggal beberapa hari lagi.

(Sekretaris Pesantren Bpk H. Faizin Syamwil Saat Menobatkan Juara Umum dan Juara Favorit)

Pada kesempatan yang sama Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil menobatkan Juara Umum dan Peserta Favorit. Dengan adanya penobatan pemenang Semarak Kemerdekaan ini, selain sebagai tanda berakhirnya rangkaian kegiatan juga sebagai motivasi bagi santri lain untuk lebih aktif pada giat tulis-menulis dan jurnalistik.

Adapun daftar pemenangnya Semarak Kemerdekaan sebagai berikut:

Lomba Foto Jurnalistik

  1. Juara 1 Ahmad Fahmy Kholidy (SMK Nurul Jadid)
  2. Juara 2 Zidan Haritsa Zhukruf (MA Nurul Jadid)
  3. Juara 3 Nauval Kavin Fernanda (SMK Nurul Jadid)

Lomba Desain Poster

  1. Juara 1 Ahmad Zidan Salim (SMK Nurul Jadid)
  2. Juara 2 Andika Rohmah (MA Nurul Jadid)
  3. Juara 3 Moh Wildan Cahyono (SMK Nurul Jadid)

Lomba Koran Santri

  1. Juara 1 LPS Kharisma (MA Nurul Jadid)
  2. Juara 2 LPS MASA (SMK Nurul Jadid)
  3. Juara 3 LPS MASA (SMK Nurul Jadid)

Lomba Film Pendek

  1. Juara 1 MASA Production
  2. Juara 2 Kharisma Picture

Juara Umum

  • SMK Nurul Jadid

Peserta Favorit

  • SMP Nurul Jadid

 

 

(Humas Infokom)

 

Launching Madrasah Jurnalistik, Sekjen: Ini Media Dakwah Pesantren melalui Tulisan!

nuruljadid.net – Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil secara resmi melaunching Madrasah Jurnalistik pada Rabu (28/09) siang. Gelaran yang dipusatkan di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid ini dihadiri oleh puluhan peserta yang merupakan delegasi dari setiap lembaga pers sekolah dan wilayah.

Dihadapan para pegiat jurnalistik yang memadati ruang Aula, Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil mengingatkan bahwa fungsional pesantren sebagai lembaga dakwah tidak hanya menyiarkan agama islam melalui ceramah, tetapi tulis menulis juga menjadi bagian dari media dakwah.

“Saya mengapresiasi apa yang dilakukan teman-teman humas dan sekolah yang ikut andil dalam mengembangkan media ini tentu sebagai wadah santri untuk tampil dalam dunia jurnalistik,” ungkap Ustaz Faizin.

(Potret Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil saat melaunching Madrasah Jurnalistik Nurul Jadid)

Madrasah Jurnalistik merupakan lembaga pengembangan keterampilan santri di bawah Sub Bagian Humas dan Infokom yang memiliki fokus dalam pendidikan dan pelatihan jurnalistik, program ini dipandegani oleh pegiat jurnalistik dari setiap lembaga maupun wilayah di Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Kepala Sub Bagian Humas dan Infokom Mujiburrohman berharap dengan dilaunchingnya Madrasah Jurnalistik juga bisa menjadi ruang bagi Insan Media Nurul Jadid untuk merangkul lembaga pers di setiap sekolah dan asrama.

“Kami berharap, Madrasah Jurnalistik ini bisa menjadi pendorong bagi lembaga-lembaga pers yang ada di tingkat sekolah maupun asrama untuk meningkatkan kreativitas mereka dan berkarya melalui tulisan. Karena akhir-akhir ini tak sedikit dari mereka mengalami penurunan dalam segi produktivitas,” jelas beliau saat diwawancarai oleh Tim Nurul Jadid Media.

(Potret suasana Launching Madrasah Jurnalistik diikuti oleh puluhan peserta delegasi pers lembaga dan wilayah)

Dipesankan Sekjen, hadirnya Madrasah Jurnalistik ini bukan hanya menjadi wadah santri untuk memberikan informasi kepada masyarakat internal pesantren saja, namun ini menjadi fasilitas mereka untuk menuangkan ilmu dan kreativitasnya dalam bentuk tulisan kepada masyarakat di luar pesantren.

“Launching Madrasah Jurnalistik ini dalam rangka bagaimana santri itu tampil dalam kegiatan jurnalistik bukan hanya dalam memberikan informasi kepada pesantren, tetapi bagaimana mereka juga tampil dalam masyarakat,” tutur beliau.

Untuk itu, Sekjen mengajak seluruh anggota Madrasah Jurnalitik agar mampu melawan arus digitalisasi dan dapat menyajikan informasi kepada santri melalui tulisan klasik berupa lembaran kertas, seperti cetakan koran dan majalah.

“Kalau hari ini kita melakukan upgrading dalam rangka meningkatkan dunia tulis menulis maka kita minta bagaimana produk dari Madrasah Jurnalistik ini bukan hanya hidup di dunia maya tapi juga di dunia nyata. Karena banyak pesantren yang melarang santrinya untuk mengoperasikan smartphone ataupun Laptop, dan ini menjadi tugas kalian bagaimana mereka tetap bisa mendapatkan informasi dan berita seperti yang lainnya.” tandasnya.

(Humas Infokom)

Semaan Qur’an, KH. Hefni Mahfudz Hadiri Acara Penutupan

nuruljadid.net –  Pemangku Wilayah Zaid bin Tsabit, KH. Hefni Mahfudz hadiri acara penutupan “Semaan Al-Qur’an Jum’at Pahing” yang digelar oleh Pusat Pendidikan Ilmu Al-Qur’an (PPIQ) pada Kamis (23/09/2022) malam. Penutupan tersebut bertempat di Musholla Riyadus Sholihin (Mutim) Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Semaan Al-Qur’an merupakan agenda rutinan yang dilakukan oleh Pusat Pendidikan Ilmu Al-Qur’an, khususnya program Tahfidzul Qur’an. Agenda ini dilaksanakan setiap satu bulan satu kali, tepatnya tiap jum’at pahing. Tujuannya agar semua anggota program Tahfidzul Qur’an dapat memperkuat hafalannya masing-masing, baik dari kalangan siswa maupun mahasiswa.

Sebelum penutupan digelar, Semaan Qur’an ini telah berlangsung sejak hari kamis (22/092022) malam ba’da Isya’ di Asrama PPIQ dan dibuka oleh Direktur PPIQ, H. Rusdi Aziz dengan pembacaan tawassul. Usai dibuka, semaan dilakukan dalam dua tempat yang berbeda. Pertama, bertempat di Asrama Tahfidzul Qur’an yang dikhususkan kepada para pengurus yang berasal dari kalangan mahasiswa. Sementara yang kedua, bertempat di Musholla Riyadlus Sholihin yang dikhususkan bagi kalangan siswa baik SLTP ataupun SLTA.

Peserta yang pernah melakukan majlis diwajibkan mengikuti pembacaan secara bergantian lewat microphone. Sementara itu, untuk yang belum, berperan menjadi pentasmi’. Pembacaan Al-qur’an sesi pertama dimulai setelah semaan dibuka sampai pukul 23.00 WIB. Sesi kedua dari ba’da Subuh hingga jam 10.00 WIB, dikarenakan persiapan sholat jum’at. Dan sesi ketiga, mulai ba’da sholat Jum’at sampai ba’da ashar. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan acara puncak yaitu penutupan Semaan Al-Qur’an bersama KH. Hefni Mahfudz.

Acara Penutupan Semaan ini dimulai dengan membaca surah Ad-Dhuha sampai surah An-Nas, ditambah dengan pembacaan beberapa ayat pilihan secara bersama-sama. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian tausiyah dari pemangku wilayah Zaid Bin Tsabit (K) KH. Hefni Mahfudz.

Dalam tausiahnya, KH. Hefni Mahfudz memotivasi dan mengingatkan para santri agar tetap semangat dalam menghafal Al-Qur’an. Para santri yang hadir menyimak dengan baik apa yang disampaikan oleh beliau. Penutupan Semaan Al-Qur’an Jum’at Pahing ini diakhiri dengan doa Khotmil Qur’an yang dipimpin langsung oleh KH. Hefni Mahfudz.

 

 

(Humas Infokom)

KH. Moh. Zuhri Zaini : Pengurus dan Wali Asuh Mendidik Santri Harus Sabar dan Telaten

nuruljadid.net – Biro Kepesantren Pondok Pesantren Nurul Jadid Bidang Bagian Konseling (BK) dan Wali Asuh (WA) mengadakan Ngaji Bareng pengasuh khusus pengurus dan wali asuh asrama pusat Selasa malam di Aula I KH. Zaini Mun’im (27/09/2022).

Ngaji bareng merupakan bentuk dari ngaji ruhul khidmah kepada pengasuh KH. Moh. Zuhri Zaini, sebagaimana disampaikan oleh Kabid. BK/WA dan Penataan Wilayah Ustaz Alief Hidayatullah bahwa kegiatan ini bertujuan dalam rangka me-refresh kembali semangat pengabdian dan meningkatkan layanan kepada santri di pesantren.

Acara yang dimulai sejak pukul 19.30 WIB ini diawali dengan pembacaan Maulid Simtudduror karena telah memasuki bulan Robiul Awal, sehingga ummat Islam disunnahkan perbanyak membaca sholawt dan pujian atas Nabi Muhammad SAW. Tepat pukul 20.15 WIB pembacaan simtudduror yang dipimpin oleh perwakilan wali asuh usai bersamaan dengan kedatangan pengasuh.

Moh. Zuhri Zaini dalam tausiyahnya berpesan kepada setiap pengurus yan hadir termasuk wali asuh untuk mengedepankan rasa kasih sayang dan sikap mengayomi melalui ketauladanan yang baik kepada santri agar dapat dicontoh dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, kiai Zuhri juga menjelaskan bahwa terdapat dua jenis emosi yang dimiliki oleh semua manusia normal yaitu pertama emosi yang berupa amarah dipicu oleh kebencian dan kedua emosi yang mengekspresikan perasaan senang berlebih. Beliau menyampaikan bahwa kita perlu menyeimbangkan keduanya agar diri kita dapat dikendalikan untuk tetap objektif dalam menilai sesuatu.

Beragam niat santri yang mondok di pesantren, ada tipe santri yang mondok sambil sekolah, ini baik karena tujuan utamanya adalah mondok untuk mengaji dan membina akhlaqul karimah. Sedangkan tipe santri yang lain yaitu niat sekolah sambil mondok dimana tujuan utamanya adalah sekolah formal, bukan mondoknya. Hal ini juga tidak sedikit datang dari fakor wali santri.

Dalam menyikapi hal tersebut kiai Zuhri berpesan agar pengurus harus perbanyak sabar dan telaten. Sabar dalam mendidik dan menganyomi serta telaten. Telaten artinya pengurus harus cermat, hati-hati, teliti, rajin, dan tekun untuk membimbing para santri tidak sembarangan karena mereka adalah amanah dari para orang tua juga masyarakat. Insyaallah jika hal ini dilakukan dengan penuh sabar dan ikhlas akan bernilai pahala dan kebarokahan yang luar biasa.

Beliau juga bercerita bahwa banyak orang yang menganggap peran pengasuh di pesantren sangat besar padahal itu tidak sepenuhnya benar. Beliau menganalogikan bahwa peran pengasuh itu ibarat pentolan tasbih yang besar dengan peran yang sangat kecil, sedangkan pengurus ibarat pentolah tasbih kecil berisi 99 biji yang perberan besar dalam berdzikir karena lebih banyak terhitung. Sedangkan pentolan tasbih besar hanya sesekali dilewati jika hendak mencapai hitungan seratus.

Di akhir tausiyah, Kiai Zuhri mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada seluruh pengurus dan wali asuh yang tetap berkhidmat kepada pesantren untuk mengemban amanah yang mulia ini. Beliau juga mendoakan semoga semuanya diberikan kesabaran dan kebarokahan dalam menjalankan tugas di pesantren. Acarapun diakhiri dengan doa dan penganugerahan pengurus berprestasi.

Turut hadir pada kegiatan Ngaji Bareng tersebut Kabid. Tarbiyah wa Ta’lim, ustaz Misbahul Munir; Kabid. BK WA dan Penataan Wilayah, ustaz Moh. Alief Hidayatullah; Kabid. Kesejahteraan Santri, ustaz Ghofur Haikal; Wakabid Kemanan dan Ketertiban, ustaz Afifi.

Kegiatan berjalan dengan khidmat, pengurus nampak sangat antusias dan khusyuk mendengarkan tausiyah pengasuh yang sesekali diselipi gurauan ringan khas beliau. Pengurus dan wali asuh merespon dengan senyum dan tertawa kecil tanpa menghilangkan kekhidmatan acara tersebut.

 

 

(Humas Infokom)

Antisipasi Cyber Attack, Nurul Jadid Helat Seminar Security Awareness bersama Ahli Keamanan Siber Internasional

nuruljadid.net – Dalam rangka meningkatkan kesadaran warga Pondok Pesantren Nurul Jadid terhadap keamanan data digital, satuan kerja bagian IT, Data, dan Multimedia Nurul Jadid menggelar seminar Security Awareness di Pesantren dengan tema “Membangun Kesadaran Keamanan Siber di Lingkungan Pesantren” pada Selasa (27/09) pagi.

Kepala Bagian IT, Data, dan Multimedia Alfian Wahidanto berharap kegiatan seminar Security Awareness di Pesantren ini mampu menjadi sarana pembelajaran, informasi dan komunikasi bagi warga Pondok Pesantren Nurul Jadid dalam upaya antisipatif sekaligus penanggulangan dari serangan siber (cyber attack) yang akhir-akhir ini tengah menjadi perbincangan hangat di Indonesia. Kegiatan seminar diadakan di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Seminar tersebut berisi pembahasan yang menarik, diantaranya tentang trend cyber security baik di Indonesia dan dunia internasional, isu bocornya data oleh hacker Bjorka, dan tips meningkatkan cyber security (keamanan siber) untuk mengantisipasi data pribadi kita.

Tak tanggung-tanggung, seminar tersebut mendatangkan narasumber yang ahli dan kompeten dalam bidang keamanan siber tidak hanya skala nasional tapi juga internasional. Mereka diantaranya seorang Analis Intelijen Anshor Cyber Jawa Timur, Zulham Akhmad Mubarak; Cyber Security Consultant of Horangi Singapura Aditra Andri Laksana; dan Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Yatimul Ainun.

(Analis Intelijen Anshor Cyber Jawa Timur Zulham Akhmad Mubarak nampak sedang memberikan penjelasan tentang Klarifikasi Pidana Siber di Indonesia kepada ratusan peserta yang hadir)

Di era kemajuan teknologi ini, internet tidak hanya memberikan dampak positif, namun juga memiliki banyak dampak negatif, salah satunya adalah cyber crime atau lebih sering kita dengar dengan kejahatan dunia maya. Kejahatan tersebut adalah salah satu hal yang perlu diwaspadai dan memerlukan perhatian oleh semua kalangan khususnya pemerintah.

Melihat fenomena semakin maraknya kejahatan dunia maya, seorang Analis Intelijen Anshor Cyber Jawa Timur, Zulham Akhmad Mubarak menghimbau kepada seluruh peserta untuk lebih pintar dan selektif memilah hal-hal apa yang perlu kita lakukan ataupun tidak dalam dunia maya (cyber world).

“Dewasa ini, banyak sekali terjadi kejahatan di dunia maya, maka dari itu kita harus mengantisipasinya dengan beberapa hal, diantaranya; install security plugin, gunakan https, rutin update software, buat password yang kuat, backup otomatis data kita, pakai two factors authentication, jangan beri OTP ke siapapun, jangan asal sevice HP/Laptop, ikut gerakan literasi digital, dan yang terakhir ini juga tidak kalah penting yaitu rajin ngaji dan sholat,” ungkap Zulham saat sesi pematerian di depan ratusan peserta.

(Potret Cyber Security Consultant of Horangi Singapura Aditra Andri Laksana sedang memaparkan materi dengan sangat antusias)

Aditra Andri Laksana menambahi bahwa peretasan (hacking) dengan model phishing atau upaya untuk mendapatkan informasi data seseorang dengan teknik pengelabuan seringkali terjadi melalui media pesan atau surat elektronik (email).

“Berdasarkan data per tahun 2022, bidang bisnis menjadi incaran favorit para peretas untuk melakukan phishing, yaitu sebesar 24% dari 10 bidang lainnya. Maka dari itu kita perlu sangat berhati-hati saat diminta untuk memasukkan data pribadi kita, terutama hal terkait dengan rekening dan keuangan,” jelas Adit.

Pematerian berlangsung sekitar 3 jam, dan dilanjukan dengan sesi tanya jawab. Pada sesi tersebut, tak sedikit peserta mengangkat tangan antusias untuk melontarkan pertanyaan. Namun tak sampai semua penanya mendapatkan kesempatan untuk bertanya, seminar harus selesai terlebih dahulu karena waktu yang sangat terbatas. Acarapun dilanjutkan dengan pemberian cinderamata dan sesi ramah tamah di Ruang Rapat Pesantren.

Turut hadir dalam kegiatan seminar itu Kabag. Humpro Dr. Syamsuri Hasan, M.HI., Kabag Pepha Miftahul Huda, M.Pd., Kabag Data dan IT Alfian Wahid, Kasubbag Umum Muslehuddin Jauhari, M.Pd., Kasubbag Perencanaan dan Evaluasi Haris Firdaus, S.Kom, Kaprodi Fakultas Teknik Unuja, Kepala Sekolah dan Madrasah di lingkungan Nurul Jadid, Mahasiswa dan Siswa jurusan TI juga ikut hadir memenuhi undangan pada hari itu.

 

 

(Humas Infokom)

UAK Furudul Ainiyah 3 Bulan, Santri Baru Wajib Praktik di Depan Penguji

nuruljadid.net – Madrasah Diniyah (Madin) Pondok Pesantren Nurul Jadid menyelenggarakan Ujian Akhir Kelulusan (UAK) Furudul Ainiyah (FA) setelah tiga bulan kelas intensif bagi santri baru. Kegiatan UAK dilaksanakan selama empat hari dimulai sejak kemarin 26 – 29 September 2022. Ujian FA ini tidak hanya teori, namun setiap santri wajib mempraktikkan ibadah wajib di depan penguji.

Sejak bulan Juli seluruh santri baru diharuskan mengikuti program kelas intensif Furudul Ainiyah yang terintegrasi antara satuan Pendidikan yakni sekolah dan madrasah dengan asrama I’dadiyah. Hal ini dilakukan agar santri baru dapat memenuhi standard minimal ilmu agama yang berhubungan dengan ibadah wajib.

(Suasan Ujian teori berbasis komputer atau Computer-Based Test (CBT) di laboratorium komputer satuan pendidikan Nurul Jadid)

Usai tiga bulan pembinaan FA santri baru di kelas-kelas intensif maka Ujian Akhir Kelulusan (UAK) dilaksnakan dalam rangka untuk mengetahui keberhasilan dan keterserapan materi FA yang telah diajarkan oleh para muallim di semua sekolah dan madrasah di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Ketua Madin Nurul Jadid Ustaz Ahmad Saili, M.Pd menyapaikan bahwa hasil ujian ini akan menjadi acuan selain sebagai prasyarat memilih jurursan juga sebagai tolak ukur keberhasilan pembinaan FA.

“Hasil dari ujian akhir ini akan menjadi dasar acuan ketuntasan penguasan FA dan prasyarat bagi siswa atau siswi baru untuk memilih program kelas unggulan di lembaganya,” terang ustaz Saili.

(Suasan Ujian teori berbasis komputer atau Computer-Based Test (CBT) di laboratorium komputer satuan pendidikan Nurul Jadid)

Ujian Akhir Kelulusan (UAK) FA tiga bulan ini diselenggarakan dalam dua bentuk yaitu Computer-Based Test (CBT) atau ujian teori berbasis komputer dan praktik langsung khusus untuk mata pelajaran (mapel) fikih.

“diharapkan denga adanya ujian kelulusan ini, penguasaan FA santri baru pada khususnya lebih bisa terjamin secara kualitas dan kuantitas karena dikawal secara bersama-sama” tutup ustaz Saili saat diwawancarai Nurul Jadid Media kemarin siang.

 

 

(Humas Infokom)

Terapkan Maqashid Syari’ah, UNUJA Respon Persoalan Hukum Modern

nuruljadid.net – Mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Jadid (Unuja) Paiton Probolinggo melakukan peningkatan pengetahuan (knowledge improvement) dengan mengadakan kuliah tamu semester ganjil tahun ajaran 2022–2023 pada hari minggu (25/09/2022) siang, bertempat di Aula 1 Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Pelaksanaan kegiatan ini merupakan upaya yang dilakukan Unuja dalam rangka meningkatkan pengetahuan mahasiswa Fakultas Agama Islam tentang Hukum Syariat pada era baru (modern). Kuliah tamu ini mengusung tema “Implementasi Maqashid Syariah dalam Merespon Permasalahan Hukum Modern” yang diikuti oleh mahasiswa Universitas Nurul Jadid baik secara online maupun offline.

Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Jadid Dr. H. Ahmad Fawaid, M.Th.I berkesempatan untuk menyampaikan sambutan (opening speech) pada pembukaan kuliah tamu tersebut. Dalam pidatonya beliau menyampaikan bahwa pertama kali FAI mengadakan kuliah tamu pada semester ganjil ini. Tema yang diangkat pada kuliah tamu kali ini pun memang sangat relevan dengan kebutuhan zaman serta untuk menambah wawasan mahasiswa khususnya prodi Hukum Keluarga, Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir serta juga Mahasantri Ma’had Aly Nurul Jadid. Bahwa Hukum Islam tidaklah stagnan namun terus bergerak mengikuti perkembangan zaman sesuai kebutuhan serta kondisi yang ada di tengah-tengah masyarakat

(Dekan FAkultas Agama Islam DR. H. Ahmad Fawaid, M.Th.I Saat Memberikan Cindera Mata Kepada Penyaji DR. Nasrulloh Afandi LC, M.A)

Sebanyak 100 mahasiswa prodi Hukum, Ilmu Al-qur’an dan Tafsir serta mahasantri Ma’had Aly Nurul Jadid, yang mengikuti acara secara tatap muka (offline) dan sebagian peserta lainnya mengikuti kuliah tamu tersebut secara daring via zoom.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Dr. Nasrulloh Afandi LC, M.A selaku Penyaji, dekan Fakultas Agama Islam Dr. H. Ahmad Fawaid, M.Th.I didampingi oleh seluruh Kaprodi serta dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Jadid.

(Peserta Putra – Putri Kuliah Tamu Prodi Hukum Keluarga, Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Serta Mahasantri Ma’had Aly Nurul Jadid )

Pematerian disampaikan oleh Dr. Nasrulloh Afandi LC, M.A, yang mana narasumber tersebut merupakan seorang pakar yang kompeten serta memiliki kapabilitas tinggi untuk membahas tema yang telah diusung. Sesi pematerian ini dimoderatori oleh Dr. Ainul Yaqin selaku dosen aktif Universitas Nurul Jadid dan Kasubbag Hukum dan Advokasi di bawah sekretariat Pondok Pesantren Nurul Jadid. Kegiatan berjalan dengan lancar dan khidmat, peserta pun mengikuti dengan antusias dan aktif bertanya, sehingga suasana sangat dinamis.

 

(Humas Infokom)

Regenerasi, PC IPNU Kraksaan Lantik 18 Pengurus Baru PK IPNU Nurul Jadid

nuruljadid.net – Pasca kegiatan Makesta (Masa Kesetiaan Anggota), Pengurus Komisariat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PK IPNU) Pondok Pesantren Nurul Jadid secara resmi melantik anggotanya dalam acara pelantikan yang bertajuk “Mengoptimalkan Peran IPNU di Pesantren”. Acara tersebut digelar pada Sabtu (24/09/2022) pagi dan bertempat di Aula 1 Pesantren.

Sebelum acara seremonial dimulai, peserta IPNU dan tamu undangan yang hadir membaca Rotibul Haddad bersama-sama. Hal ini menjadi rutinitas sebagai upaya melestarikan tradisi NU dan ciri khas IPNU dari organisasi-organisasi lainnya yang berada dibawah naungan Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Acara seremonial diawali dengan pembacaan Ummul Kitab, dilanjutkan dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Nurul Jadid, Subbanul Wathon, dan diakhiri Mars IPNU.

Pada pelantikan tersebut setiap pengurus yang akan dilantik maju satu per satu saat SK dibacakan. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan sakral. Pimpinan IPNU dan pesantren juga ikut memberikan sambutan-sambutan yang berisi tentang ucapan selamat dan motivasi untuk istiqomah mengabdi serta berjuang dengan baik menyesuaikan nilai-nilai tradisi yang ada di pesantren. Demi kebarokahan, acara seremonial pun diakhiri dengan pembacaan doa.

Suasana Prosesi Pelantikan Pengurus PK IPNU Nurul Jadid

Total anggota yang dilantik sebanyak delapan belas peserta. Mereka berasal dari pelajar tingkat SLTP dan SLTA yang berada di bawah naungan pesantren. Sebelum dilantik, peserta ditanyakan kesiapannya terlebih dahulu oleh Ketua IPNU cabang Kraksaaan. Kemudian dilanjutkan dengan prosesi pelantikan, yakni pembacaan sumpah oleh anggota baru.

Ketua IPNU Cabang Kraksaan memberikan ucapan selamat dan beberapa pesan terhadap anggota IPNU yang baru terlantik melalui sambutannya.

“Kepada rekan-rekan pengurus Pimpinan Komisariat IPNU Pondok Pesantren Nurul Jadid yang sudah terlantik, kami ucapkan selamat mengemban amanah, semoga sukses untuk satu periode kedepan,” ungkap Umar Faruq.

Ketua Cabang IPNU Kraksaan ketika memberikan sambutan kepada pengurus terlantik

Ia juga berpesan agar peserta tidak melalaikan kewajiban yang ada dipesantren.

“Jangan sampai, karena kita sibuk berorganisasi, hingga melalaikan kewajiban-kewajiban yang ada di pesantren. Itu pesan kami,” ungkapnya.

Turut hadir dalam acara, Gus Fayyadl, Ketua dan anggota IPNU Cabang Kraksaan, dan puluhan anggota aktif IPNU Nurul Jadid.

Acara seremonial ditutup dengan doa. Setelah acara ceremonial berakhir, para pengurus baru IPNU melaksanakan rapat kerja di tempat yang sama.

 

(Humas Infokom)

Lomba PHBI Maulid Nabi Menjadi Ajang Kreasi dan Karya Mahasiswi

nuruljadid.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid (PPNJ) gelar pembukaan Festival Lomba dengan tema “Kiprah Nabi, Daya Juang Santri” dalam rangka sambut Peringatan Hari Besar Islam  (PHBI) yang ke 1444 Hijriyah dengan meriah dan sukses  di Aula 1 PPNJ  pada Kamis (15/09).

Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, lomba kali ini direalisasikan sedikit berbeda. Peserta yang berpartisipasi bukan lagi dari antar lembaga sekolah, melainkan antar wilayah se-Pondok Pesantren Nurul Jadid Puteri yang berasal dari kalangan Mahasiswi.

Menurut ketua panitia, hal ini dimaksudkan agar mahasiswi memiliki lebih banyak ruang dalam berkarya. “Agar mahasiswi dapat ikut andil dan berpartisipasi aktif dalam memeriahkan acara PHBI ini” terang Qudsiatud Diana selaku ketua panitia PHBI.

(Potret Wakil Kepala Pesantren Ny Hj. Khodijatul Qodriyah Ap. S. Ag. MM. PUB, M.SI sedang menyampaikan sambutan dan resmi membuka acara)

Acara ini telah resmi di buka  oleh Ny. Hj. Khodijatul Qodriyah Ap. S. Ag. MM. PUB, M.SI  sebagai wakil kepala pesantren tepat pada pukul 20.00 WIB. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa tujuan diadakannya festival lomba ini yaitu untuk sarana melatih skill dan intelektual santri selain itu juga sebagai bentuk Mahabbah (kecintaan, red) kepada Nabi Muhammad SAW agar dapat meneladani akhlak nabi .

Beliau juga menjelaskan banyak hal kepada seluruh santri diantaranya pentingnya ilmu dan amal, kisah tentang kekasih Allah yang mencintai-Nya dengan tingkat makrifat yaitu Abu Yazid Al- Busthomi yang diberi gelar Sulthanul Arifin (rajanya makrifat) dan kisah dari beberapa nabi serta kisah cinta Zulaikha kepada Yusuf. “Ilmu itu sebelum perkataan dan amal, sebagaimana yang termaktub dalam Al-quran  bahwa Allah akan mengangkat derjatnya orang-orang yang berilmu,” pesan beliau.

(Setiap peserta terlihat sangat antusias berkompetisi dalam lomba Festival Maulid 1444 H)

Rangkaian kegiatan lomba yang diadakan terdiri atas 4 macam lomba, diantaranya lomba Musabaqoh Syarhil Quran (MSQ), Kreasi Sholawat, Sirah Nabawiyah dan Lomba Ancak Buah. Tidak hanya itu, pada PHBI tahun ini juga dibumbui dengan Event Seminar. Serangkaian kegitan lomba PHBI ini dimulai sejak tanggal 15 September – 16 Oktober mendatang.

 

(Humas Infokom)

Deadline Pendaftaran Festival Maulid Online Diperpanjang !!!

nuruljadid.net – Dalam rangka memeperingati Maulid Nabi Muhammad SAW Deadline pendaftaran Festival Maulid Online diperpanjang sampai dengan tanggal 10 Oktober 2022 setelah sebelumnya tertera pada pamflet yang tersebar di instagram Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Ajang perlombaan ini sebagai wadah kreativitas santri seluruh Indonesia. Pasalnya, selain untuk memeriahkan Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 H, kegiatan ini juga meyambung tali silaturahmi antar santri se- Indonesia. Ketua panitia ustadz Muhammad Is’adur Rofiq, mengungkapkan bahwa lomba menulis esai dan lomba puisi ini diperpanjang sampai dengan waktu yang telah ditentukan.

“untuk perlombaan menulis esai dengan puisi tersebut kami memperpanjang waktu pendaftarannya karena kouta masih belum mencapai target yang kami rencanakan serta memberi peluang untuk para kontestan lainnya yang belum mendaftar,” ungkap ketua panitia ustadz Muhammad Is’adur Rofiq tersebut.

(Poster terbaru Festival Maulid 1444 H Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Kegiatan lomba esai ini dan puisi ini dilaksanakan secara virtual dan bersifat individual. Para peserta merupakan santri di seluruh Indonesia. Tidak ada batasan jumlah peserta atau delegasi dari setiap pesantren (Ma’had) di Nusantara. Kriteria dalam pengumpulan karya tersebut bersifat original (asli) tidak boleh menggunakan karya yang telah disertakan dalam lomba apapun serta tidak pernah dipublikasi di media manapun.

Dalam pamflet tersebut terdapat aturan untuk penulisan esainya yakni 1000 sampai 2000 kata dengan menggunakan kertas A4, font yang digunakan Times New Roman dengan ukuran font 12pt. Pendaftaran sekaligus pengiriman karya sampai tanggal 10 Oktober 2022.

Penjurian lomba esai dan Puisi dimulai sejak tanggal 10 – 13 Oktober hingga 16 Oktober. Adapun kategori lomba Puisi penilaiannya berakhir sampai tanggal 13 Oktober saja. Pemenang lomba menulis esai dan Puisi ni akan diumumkan pada tanggal 18 Oktober 2022 melalui website dan akun Instagram  resmi Pondok Pesantren Nurul Jadid. Penghargaan pemenang lomba menulis esai tersebut berupa sertifikat, uang pembinaan, dan buku. Untuk 30 tulisan terbaik akan dibukukan dan para esaisakan mendapatkan buku kompilasi karya 30 esai tersebut.

Untuk narahubung bagi santri peserta yang memiliki pertanyaan seputar lomba, telah disediakan di pamflet nomor narabuhung panitia pelaksana. Adapun petunjuk teknis dan link pengiriman karya tulis bisa di akses tautan berkut.

——————————————–

 

(Humas Infokom)

Menyambut Anniversary ke-5, UNUJA Gelar Bootcamp Digital Marketing Bersama KPEU MUI Jatim

nuruljadid.net – Universitas Nurul Jadid (Unuja) Paiton Probolinggo melakukan peningkatan keterampilan (upgrading skill) pelaku usaha dan bisnis di pesantren dengan mengadakan Bootcamp Digital Marketing bekerja sama dengan Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat (KPEU) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur sejak tanggal 24 sampai 25 September 2022.

Pelaksanaan kegiatan ini merupakan upaya yang dilakukan Unuja dalam rangka penguatan sektor ekonomi di pesantren. Karena dengan semakin menguatnya ekonomi pesantren maka akan mampu menguatkan ekonomi masyarakat sekitar sesuai dengan salah satu tujuan dari Sustainable Development Goals (SDG’s) yaitu pekerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi (Decent Job and Economic Growth)

Dalam bootcamp selama dua hari ini, para peserta akan disuguhi berbagai materi yang berkaitan dengan digital marketing strategy, antara lain Mindset Digital Marketing, Market Research, Digital Marketing Plan, Pembuatan Konten Digital, Pembuatan Web Landing Page, Marketing Content dan Copywriting, hingga Optimasi Organik dan Berbayar.

Rektor UNUJA sekaligus Wakil Ketua KPEU MUI Jawa Timur, KH. Abd. Hamid Wahid, M.Ag., menyampaikan bahwa kegiatan Bootcamp Digital Marketing Pesantren ini merupakan langkah strategis untuk terus memberikan kontribusi kepada umat, serta menjadi wahana bagi para pelaku UMKM yang ada di pesantren agar dapat terus berkembang dan melahirkan produk-produk unggulan yang dapat bersaing (competitive products) di pasar nasional bahkan internasional.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Lembaga Pengembangan Profesionalitas dan Kewirausahaan (LPPK) UNUJA, Moh. Jasri, M.Kom., menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah salah satu wujud peran serta UNUJA dalam mengembangkan misi Tri Dharma Perguruan Tinggi, serta sebagai bentuk inovasi kampus untuk terus memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat.

Pada acara pembukaan kegiatan tersebut, hadir Rektor UNUJA sekaligus Wakil Ketua KPEU MUI Jawa Timur, KH. Abd. Hamid Wahid, M.Ag., Sekretaris KPEU MUI Jawa Timur, Dr. Fatin Fadhillah Hasib, S.E., M.Si., para pimpinan dan kepala lembaga UNUJA, para pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid, serta perwakilan dari 15 pesantren mitra yang juga merupakan peserta Bootcamp selama dua hari.

Kegiatan Bootcamp Digital Marketing Pesantren ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati hari jadi UNUJA ke-5 (1 Lustrum), yang akan diperingati pada tanggal 29 Oktober mendatang.

 

 

(Humas Infokom)

UNUJA Gandeng Kemenkumham Tingkatkan Hak Paten Melalui Sentra Kekayaan Intelektual

nuruljadid.net – Kanwil Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jawa Timur bersama Lembaga Pengembangan Profesionalitas dan Kewirausahaan (LPPK) Universitas Nurul Jadid (Unuja) melaksanakan pelatihan dan pendampingan seputar “Sentra Kekayaan Intelektual” bertempat di Aula Mini Wisma Dosen Unuja pada hari Senin lalu (19/09/22).

Kepala Bidang Pelayanan Hukum Mustiqo Vitra Ardiansyah mengatakan dalam sambutannya “Hak Kekayaan Intelektual (HKI) begitu penting dilaksanakan khususnya di Unuja. Karena di daerah sekitar sini memiliki potensi kekayaan alam yang memadai, sehingga perlu didukung dengan upaya yang optimal dalam memberikan perlindungan HKI,” ujarnya.

(Suasana Forum Pelatihan dan Pendampingan Layanan Sentra Kekayaan Intelektual Unuja bekerjasama dengan Kanwil Kemenkumham Jatim di Aula Wisma Dosen)

Selain itu, Pahlevi Witantra sebagai Kepala Subbidang Pelayanan Kekayaan Intelektual menjadi pamateri pertama dalam acara kerjasama ini, ia menjelaskan bahwa, “pendaftaran Kekayaan Intelektual (KI) menjadi persoalan tersendiri bagi para pencipta maupun inventor. Karena dianggap pendaftaran KI terlalu rumit untuk proses pendaftarannya maupun persyaratannya, dan ini merupakan tanggung jawab kami untuk memberikan pelayanan yang menurut orang lain rumit dalam prosesnya,” ucapnya.

Kepala LPPK Unuja Moh. Jasri Ahyak, M.Kom melalui sambutannya menyampaikan maksud dan tujuan kerjasama ini, “untuk meningkatkan mutu dari output penelitian, pengabdian, dan pembelajaran atau tri dharma perguruan tinggi. Tidak hanya itu, jurnal yang telah terpublikasi perlu ditingkatkan menjadi produk-produk yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat baik di dunia usaha maupun industri,” tegasnya

(Kepala LPPK Unuja bersama mahasiswa binaan mempromosikan salah satu produk hasil karya mahasiswa Unuja pada Pelatihan dan Pendampingan Layanan Sentra Kekayaan Intelektual)

“kemudian meningkatkan mutu kegiatan dan pendampingan proses kewirausahaan berupa produk merek dagang baik kewirausahaan yang telah dilakukan di dalam Unuja maupun layanan-layanan pendaftaran merek dagang dari bermacam lapisan produk yang dihasilkan masyarakat, pesantren mitra, dan UMKM yang menjadi binaan Unuja,” imbuhnya.

Harapannya tindak lanjut dari kegiatan ini Unuja terus konsisten dalam melakukan pendampingan-pendampingan dan layanan pendaftaran HKI. Selain itu, Unuja juga akan berupaya membuka berbagai macam sentra-sentra HKI di berbagai wilayah melalui kerja sama dengan alumni, masyarakat, dan pesantren mitra.

Dalam acara tersebut turut hadir Ketua LPPK Unuja Moh. Jasri Ahyak, M.Kom, Warek 1 Unuja Drs. H. Hambali, M.Pd, Kepala Bidang Pelayanan Hukum Mustiqo Vitra Ardiansyah, S.IP, M.Si, M.H, Kepala Subbidang Pelayanan Kekayaan Intelektual Pahlevi Witantra, S.H dan para dosen Unuja.

 

 

(Humas Infokom)

Ny. Hj. Khodijatul Qodriyah: Kesehatan di Pesantren Tidak Kalah Penting dari 4 Fungsi Utama Lainnya

nuruljadid.net – Direktur Klinik Az-Zainiyah Ny. Hj. Khodijatul Qodriyah saat menyambut kunjungan studi banding dari Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah Kota Pasuruan terkait Manajemen Pengelolaan Klinik Kesehatan Pesantren kemarin Jum’at (23/09/2022) siang menyampaikan empat fungsi pokok pesantren termasuk pentingnya kesehatan bagi santri dan masyarakat sekitar.

Dalam sambutannya, Nj. Hj. Khodijatul Qodriyah menjelaskan tentang empat fungsi pesantren di tengah maraknya isu kekerasan, kesehatan sampai pelecehan di lingkungan pesantren. Empat fungsi utama pesantren adalah peran Intelektual (Intellectual role), nilai moral (moral values), fungsi sosial (social function) dan fungsi spiritual (spiritual function).

Bidang kesehatan termasuk dalam peran intelektual pesantren dan tanggung jawab moral terhadap kesehatan warga pesantren termasuk keluarga kiai, santri dan pengurus tanpa terkecuali masyarakat sekitar. Karena kesehatan merupakan hal urgen dan krusial dalam mendukung setiap kegiatan pokok lainnya, tanpa kesehatan yang baik maka semua kegiatan tidak akan berjalan lancar.

Neng I’ah panggilan akrab Ny. Hj. Khodijatul Qodriyah juga menyampaikan bahwa studi banding ini pihak Nurul Jadid tidak hanya memberi melainkan saling belajar.

“forum studi banding ini harapannya kedua belah pihak bisa bekerjasama untuk saling bertukar informasi sesuai konteks masing-masing, karena masyarakat perkotaan berbeda dengan masyarakat pedesaan seperti di Desa Karanganyar,” dawuhnya.

(Direktur Klinik Az-Zainiyah Ny. Hj. Khodijatul Qodriah saat memberikan sambutan pada acara Studi Banding dari Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah Pasuruan)

Eksistensi peran aktif Klinik Az-Zainiyah Nurul Jadid adalah buah dari sebuah perjuangan panjang yang tumbuh menyesuaikan kebutuhan santri kala ini. Berawal dari Balai Pengobatan sampai akhirnya menjadi Klinik dan saat ini melayani kurang lebih 1.200 BPJS karyawan, guru dan dosen serta menerima BPJS masyarakat umum.

Pelayanan kesehatan di setiap wilayah pesantren, Klinik Az-Zainiyah membentuk Santri Husada (SH) dan Saka Bakti Husada (SBH) yang standby di Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) sebelum dirujuk ke Klinik. Sehingga penanganan kesehatan santri cukup terbantu oleh kader kesehatan santri.

Peran kesehatan di pesantren sering kali diabaikan atau tidak menjadi prioritas. Namun, faktanya bidang kesehatan memainkan peranan yang sangat penting melihat banyaknya isu kesehatan terutama sejak pandemi covid-19 menghantui dunia. Maka, Pondok Pesantren Nurul Jadid terus berupaya melakukan update dan upgrade kualitas layanan kesehatan untuk santri.

Neng I’ah juga menjelaskan tidak sedikit insiden kekerasan baik fisik maupun non-fisik di pesantren yang perlu penanganan cepat tanggap dan sigap dari tenaga kesehatan pesantren yang professional. Sehingga dapat menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selain tetap melakukan penguatan regulasi dan sistem pembinaan santri tanpa kekerasan atau ramah anak.

Peran aktif klinik Az-Zainiyah Nurul Jadid dalam menyikapi datangnya wabah covid-19 sejak awal sebelum pemerintah kabupaten dan provinsi mengambil sikap. Pondok Pesantren Nurul Jadid sudah mengambil sikap dan langkah melalui rapat bersama tim kesehatan dan para dokter. Awal covid-19 tiba di Indonesia, saat itu menjelang harlah, akhirnya harlah dilaksanakan secara tertutup dan santri dipulangkan serta berbagai macam protokol kesehatan diterapkan. Alhasil, kerja keras tersebut mendapatkan apresiasi dari PBNU sebagai Pesantren Penanganan COVID-19 Terbaik meskipun penghargaan tersebut tidak pernah menjadi tujuan.

Kunci keberhasilan dalam penanganan kesehatan adalah selain satu mindset tentang urgensitas kesehatan tentu tidak lepas dari aksi kolaboratif (collaborative action) juga partisipasi aktif untuk saling mengisi, menguatkan dan mendukung segala bentuk program pesantren dalam memberikan layanan terbaik kepada santri dan wali santri. Sebagaimana motto Klinik Az-Zainiyah “Mengabdi sepenuh hati, melayani dengan professional”.

 

 

(Humas Infokom)

Ponpes Bayt Al-Hikmah Pasuruan Studi Banding Manajemen Pengelolaan ke Klinik Az-Zainiyah

nuruljadid.net – Rombongan pengelola Pos Kesehatan Pondok Pesantren (Poskestren) Bayt Al-Hikmah Kota Pasuruan melaksanakan kunjungan silaturahim sekaligus studi banding ke Klinik Az-Zainiyah Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo Jawa Timur. Jum’at (09/12/2021) kemarin siang.

Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah berdiri sejak 12 tahun silam dengan jumlah santri sekitar 900 lebih telah menjadi salah satu pesantren percontohan di Pasuruan. Kedatangan rombongan yang berjumlah 6 orang pengurus putri tersebut disambut hangat oleh Direktur Klinik Az-Zainiyah Nurul Jadid Ny. Hj. Khodijatul Qodriyah bersama pimpinan serta dokter di ruang tamu pesantren.

Klinik Az-Zainiyah merupakan fasilitas layanan kesehatan milik pesantren yang menyelenggarakan pelayanan medis. Sebuah perjalanan yang cukup panjang dari awal berdiri sebagai Balai Pengobatan Az-Zainiyah (BPA) hingga akhirnya menjadi Klinik yang memberikan layanan kesehatan tidak hanya kepada santri dan pengurus namun juga masyarakat umum.

(Neng Aulia Muhririn, M.Si selaku ketua rombongan dari PP. Bayt Al-Hikmah Kota Pasuran saat memberikan sambutan pada acara seremonil Studi Banding Manajemen Pengelolaan Klinik Pesantren)

Tujuan melaksanakan Studi Banding ke Klinik Az-Zainiyah Nurul Jadid Paiton ini tidak lain adalah selain karena prestasinya sebagai Pesantren dengan Penanganan COVID-19 Terbaik Nasional juga untuk bahan perbandingan dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah Pasuruan.

Neng Aulia Muhririn, M.Si selaku ketua rombongan meyampaikan dalam sambutannya terkait tujuan melakukan studi banding dan memilih Nurul Jadid sebagai sasaran kunjungannya.

“melalui studi banding ini kami berharap bisa banyak menggali informasi terkait manajemen pengelolaan fasilitas layanan kesehatan kepada ribuan santri bahkan pengurus dan masyarakat,” tuturnya.

Direktur Klinik Ny. Hj. Khodijatul Qodriyah juga merespon dengan sangat welcome melalui sambutannya bahwa kita sama-sama bertukar informasi untuk saling belajar.

(Direktur Klinik Az-Zainiyah Ny. Hj. Khodijatul Qodriyah saat memberikan sambutan pada acara seremonil Studi Banding Manajemen Pengelolaan Klinik Pesantren)

“forum studi banding ini harapannya kedua belah pihak bisa bekerjasama untuk saling bertukar informasi sesuai konteks masing-masing, karena masyarakat perkotaan berbeda dengan masyarakat pedesaan seperti di Desa Karanganyar,” dawuh Ny. Hj. Khodijatul Qodriyah.

Acara dimulai tepat pukul 13.37 WIB yang dihadiri oleh struKtural Klinik Az-Zainiyah dengan format acara yang menarik. Selain seremonial juga terdapat round table discussion, kunjungan lapangan dan ditutup dengan penyampaian pesan kesan, pemberian cinderamata serta ramah tamah.

Sebagai penutup Neng Aulia menyampaikan terimakasih dan rasa syukurnya bisa studi banding ke Klinik Az-Zainiyah Pondok Pesantren Nurul Jadid karena keterbukaan dan keramah-tamahannya menciptakan suasan hangat dan akrab. Dari hasil studi banding ini motivasi untuk dikembangkan pada Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah dan semoga dapat menjadi percontohan untuk pesantren lainnya di Pasuruan.

 

 

(Humas Infokom)

Festival Maulid: Lomba Dibaiyah Santri, Memuji Keagungan Sang Nabi

nuruljadid.net – Panitia pelaksana festival maulid Pondok Pesantren Nurul Jadid menggelar lomba dibaiyah untuk santri dalam rangka menyambut bulan kelahiran nabi mulia Muhammad SAW Kamis malam (22/09/2022) bertempat di Aula KH. Zaini Mun’im.

Maulid Diba adalah bacaan maulid yang berisi syair-syair pujian serta sanjungan kepada Nabi Muhammad SAW. Secara historis, pengarangnya bernama Abdurrahman bin Ali bin Muhammad bin Umar ad-Diba’i asy-Syaibani atau yang akrab disapa Ibnu Diba.

(Kelompok santri saat melantunkan sholawat Maulid Diba’ pada lomba Dibaiyah Festival Maulid 2022)

Diba’an, atau biasa dikatakan Maulid Diba merupakan tradisi membaca atau melantunkan shalawat kepada Nabi Muhammad yang dilakukan oleh masyarakat yang kebanyakan warga NU dan dilestarikan hampir di seluruh pondok pesantren khususnya yang aliran alhussunnah wal jamaah.

Lomba dibaiyah ini diikuti oleh seluruh santri Pondok Pesantren Nurul Jadid perwakilan masing-masing daerahnya. Lomba yang diikuti secara berkelompok ini merupakan lomba tahunan yang diadakan untuk menyambut event besar pesantren seperti harlah dan maulid.

(Kelompok santri saat melantunkan sholawat Maulid Diba’ pada lomba Dibaiyah Festival Maulid 2022)

Acara berlangsung sangat meriah, para santri nampak sangat terhibur dengan penampilan para kelompok santri perwakilan daerah masing-masing. Suara pembaca maulid Diba yang merdu sangat memanjakan telinga santri yang mendengarkannya.

Berbagai melodi sholawat pujian dibawakan dengan khusyuk untuk baginda Nabi Muhammad SAW. Bumi Nurul Jadid malam itu, terasa menenangkan dengan lantunan Maulid Diba para santri. Harapannya dengan pelaksanaan lomba Dibaiyah ini, dapat memperkuat kecintaan para santri kepada sang Nabi dan kelak mendapatkan syafaatnya di hari akhir. Amin

 

 

(Humas Infokom)