Biro Pendidikan Tanamkan Nilai Dasar Pesantren Kepada Santri Baru Melalui Sekolah 53

nuruljadid.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid sebagai lembaga pendidikan Islam terus berupaya untuk melakukan penguatan nilai dan aqidah alhussunnah wal jamaah kepada santri sebagai pedoman hidup. Biro Pendidikan melaksanakan Sekolah 53 untuk menanamkan nilai dasar kepesantrenan selama tiga bulan.

Nilai-nilai dasar 53 merupakan pilar penting bagi setiap santri sebagai standard nilai kepribadian dan misi yang perlu menjadi perhatian untuk diterapkan kelak di tengah masyarakat. Nilai dasar 53 tersebut adalah panca kesadaran santri dan trilogi santri.

Sekolah 53 memiliki peran krusial sebagai ruh warga pesantren Nurul Jadid, sehingga disusunlah kurikulum yang jelas, sistematis dan terukur. Hal ini diimplementasikan sebagai upaya penguatan pendidikan karakter santri sejak awal mengenal pesantren.

(Suasana pematerian Sekolah 53 oleh salah satu asatiz Pondok Pesantren Nurul Jadid di kelas putra)

Pendidikan karakter adalah pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti, pendidikan moral, pendidikan watak yang bertujuan mengembangkan kemampuan seluruh warga pesantren tidak hanya santri namun juga pengurus dan pendidik dalam memberikan keputusan bijak terkait baik-buruk, keteladanan, memelihara apa yang baik dan mewujudkan kebaikan tersebut dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati.

(Suasana pematerian Sekolah 53 oleh salah satu asatiz Pondok Pesantren Nurul Jadid di kelas putri)

Pentingnya pendidikan karakter melalui sekolah 53 bagi santri haruslah ditanamkan sejak dini. Pendidikan karakter yang baik akan menciptakan atmosfir pendidikan, pengasuhan dan pengembangan diri santri yang positif dan progresif.

Harapannya dengan penguatan karakter nilai dasar santri melalui sekolah 53 ini dapat menjadi fondasi yang kokoh untuk pembentukan kepribadian santri di tengah masyarakat yang beragam dan di era disruptif dewasa ini.

 

 

(Humas Infokom)

Bumikan Organisasi NU di Pesantren, IPNU Gelar Makesta

nuruljadid.net – Organisasi IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama) Pondok Pesantren Nurul Jadid melaksanakan kegiatan Makesta (Masa Kesetiaan Anggota) pada hari Kamis (08/09/2022) malam lalu. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula II Pesantren.

Acara diawali dengan menggemakan sholawat yang dipimpin oleh grup hadrah IPNU sembari menunggu kedatangan peserta yang lain. Tepat pukul 20.30 WIB acara dimulai dengan pembacaan Rotibul Haddad secara serentak oleh semua anggota IPNU. Kemudian dilanjutkan dengan acara ceremonial.

Kegiatan Makesta ini berlangsung selama 2 hari secara berturut-turut dengan mengangkat tema yang bertajuk “Mengoptimalkan Kembali Peran IPNU di Pesantren.” Dari tema tersebut diharapkan para anggota nantinya mampu membumikan kembali eksistensi serta peran IPNU di Pondok Pesantren Nurul Jadid. Pada Makesta kali ini, total peserta yang ikut ada sebanyak 50 peserta yang terdiri dari siswa SLTP dan SLTA.

Potret ketika peserta dan undangan tengah menyanyikan lagu Indonesia Raya

Makesta sendiri merupakan pelatihan jenjang awal dalam sistem kaderisasi formal IPNU sekaligus menjadi persyaratan untuk menjadi anggota Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) yang sah. Dalam pelatihan ini diorientasikan untuk melakukan ideologisasi pada anggota baru.

Adanya kegiatan ini diharapkan mampu mencetak kader yang mampu menjalankan tugas di tengah-tengah masyarakat dengan memegang ajaran Islam rahmatan lil alamin yang berhaluan ahlussunnah wal jammaah.

Pada malam pertama, usai acara ceremonial, acara dilanjutkan dengan pematerian yang diisi oleh dua Narasumber berkaitan dengan pengelanan awal IPNU kepada anggota barunya. Pematerian diisi langsung oleh anggota PC. IPNU Kraksaan yang memang berkompeten dalam bidangnya.

Tampak Narasumber dari anggota PC IPNU kota Kraksaan yang sedang memaparkan materi kepada peserta.

Setelah melewati rangkaian acara Makesta, para calon anggota baru IPNU ini nantinya akan dilantik secara resmi pada minggu yang akan datang. “Minggu depan akan ada pelantikan untuk anggota baru IPNU,” ungkap ketua IPNU Nurul Jadid Wahyu Ilahi pada Nurul Jadid Media.

 

 

(Humas Infokom)

Hadiri Grand Opening Ospektren, Rektor UNUJA Sampaikan 5 Peran Mahasiswa

nuruljadid.net – Rektor Universitas Nurul Jadid KH. Abdul Hamid Wahid, sambut Mahasiswa baru dengan hadiri acara Grand Opening Ospektren pada hari Sabtu (10/09/2022) pagi yang bertempat di Aula KH. Zaini Mun’im. Dalam acara tersebut beliau menyambut hangat seluruh mahasiswa baru melalui sambutan yang disampaikan.

“Pertama-tama ingin saya ucapkan selamat datang kepada para mahasiswa baru tahun akademik 2022/2023 yang telah mendaftar dan lolos seleksi di Universitas Nurul Jadid. Kami merasa bangga bahwa kalian semua telah bergabung bersama Universitas Nurul Jadid,” tutur KH. Abdul Hamid Wahid pada awal sambutannya.

Kemudian rektor melanjutkan sambutannya dengan mengatakan bahwa pindah dari alam siswa ke alam mahasiswa tentu adalah sebuah transisi yang tidak hanya sekedar sebuah transisi. Tetapi mempunyai nilai dan tanggung jawab. Kampus disebut sebagai tempat elit intelektual, karena di kampuslah ilmu bukan hanya sekedar dikaji, tetapi dikembangkan. Pengembangan ilmu itu dengan penelitian dan pengabdian masyarakat dimana diharapkan teori-teori yang diwariskan dari generasi ke generasi dapat diperkaya dan dapat disempurnakan.

Menurut KH Abdul Hamid Wahid, Peran Mahasiswa di dalam masyarakat setidak-tidaknya ada 5 peran.  “Yang pertama, Agent of Change (agen perubahan), yang kedua, Social Control (kontrol sosial), ketiga, Moral Force (kekuatan moral), keempat, Iron Stock (Kader pemimpin masa depan) dan kelima Guardian of value (penjaga nilai),” papar beliau kepada para peserta.

Rektor Universitas Nurul Jadid KH. Abdul Hamid Wahid ketika memberikan sambutan kepada Mahasiswa Baru UNUJA

Beliau juga menjelaskan kalau tantangan saat ini sangat berat. Karena masa depan dengan revolusi industri yang terjadi sekarang menjadi tidak bisa ditebak dan cenderung tidak menentu. Walaupun ini bukan menjadikan alasan kita untuk takut dan khawatir, melainkan justru sebagai manusia kita bisa mampu menciptakan inovasi-inovasi, bisa menciptakan lompatan-lompatan dengan kekuatan kemanusiaan kita untuk mampu mengalahkan mesin, dan kecerdasan buatan yang dianggap akan mengurangi dan mengikis peran-peran kemanusiaan yang dulu dilakukan oleh manusia.

Artificial Intelligence (kecerdasan buatan) pada mesin dan Internet of Things (jaringan perangkat elektronik) memang membuat kita terancam. Tapi mari kita jadikan ancaman itu sebagai peluang. Mari kita berinovasi. Oleh karena itu, di UNUJA bertekad untuk terus berinovasi dengan semboyan ‘Melompat dua langkah ke depan’,” tambah beliau.

Diakhir sambutannya beliau berharap mahasiswa mampu berproses dan bermanfaat di tengah masyarakat.

“Moga-moga kita siap berniat menjadi kader yang baik, berproses dan pada akhirnya mengambil peran dan manfaat di tengah-tengah masyarakat. Karena sebetulnya,  ujung dan inti dari ilmu itu bukan seberapa banyak kita menimba ilmu, tetapi seberapa besar kemanfaatan yang diberikan kepada lingkungan sekitarnya,”

 

(Humas Infokom)

Gelar Apel, Ospektren 2022 Latih Kedisiplinan dan Karakter Mahasiswa Baru

nuruljadid.net – Pagi yang cerah nan indah, tepat pukul 06.00 WIB, seluruh mahasiswa baru Universitas Nurul Jadid menggelar apel sebelum memasuki ruang acara Grand Opening Ospektren pada hari Sabtu (10/09/2022) pagi. Mereka menggelar apel tersebut di halaman Universitas Nurul Jadid guna melatih kedisiplinan dan penguatan karakter mahasiswa baru.

Mengawali rangkaian acara Ospektren ini, segala pernak-pernik dan persyaratan Mahasiswa Baru (Maba) menjadi concern kakak panitia. Peserta Ospektren nampak dicek satu persatu, mulai dari seragam putih hitam, kopyah hitam nasional nurul jadid, pita merah putih, pin garuda, foto peserta, ID card, sabuk hitam, kaos kaki, sepatu fantovel hitam, dan beberapa persyaratan lainnya.

Selain untuk mengecek kelengkapan atribut dan kedisiplinan, apel ini juga bertujuan untuk mengelompokkan masing-masing mahasiswa agar lebih rapi dan teratur. Mereka terbagi menjadi 20 kelompok. Nama dari masing-masing kelompok tersebut diambilkan dari nama Masyayikh Nurul Jadid dan beberapa tokoh ulama nusantara. Seperti kelompok KH. Zaini Mun’im, KH. Abdul Haq Zaini, Syaikhona Kholil, Syeikh Al Bantani dan lain sebagainya.

Para peserta tampak begitu bersemangat dan fakos dalam mengikuti apel tersebut. Untuk tahun ajaran kali ini, total jumlah mahasiswa baru Universitas Nurul Jadid lebih dari seribu termasuk mahasiswa khusus KIP yang akan menjalani orientasi khusus secara terpisah.

Setelah pengecekan atribut dan pengelompokan mahasiswa baru selesai, kakak panitia mengarahkan mereka untuk beralih ke Aula KH. Zaini Mun’im untuk mengikuti Grand Opening dan pematerian. Mahasiswa baru tampak begitu rapi saat berjalanan menuju Aula, karena kakak panitia telah menginstruksikan mereka untuk tetap menjaga kerapian barisan dan kekompakan kelompok, agar berangkat sesuai kelompok masing-masing secara bergantian.

 

 

(Humas Infokom)

Grand Opening Ospektren 2022 Unuja Berlangsung Meriah dan Khidmat, Seribu Lebih Maba Siap Ditempa

nuruljadid.net – Mahasiswa Baru (Maba) Universitas Nurul Jadid ikuti acara Grand Opening Ospektren 2022  yang bertempat di Aula KH. Zaini Mun’im. Grand Opening berlangsung dengan meriah dan khidmat yang dilaksanakan pada hari Sabtu (10/09/2022), pasca kegiatan apel pagi di halaman kampus usai.

Ospektren tahun ini mengangkat tema bertajuk “Integrasi Nilai kesadaran Mahasiswa Santri dalam Perguruan tinggi”. Turut hadir pada acara tersebut, Rektor Universitas Nurul Jadid KH. Abdul Hamid Wahid, Wakil Rektor, Dekan, Kaprodi, Dosen, Presiden Mahasiswa, Ketua DPM, Ketua HMJ dan beberapa organisasi mahasiswa lainnya.

Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dilanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an oleh perwakilan mahasiswa Unuja.

Dalam sambutannya, ketua panitia menjelaskan tentang tujuan dari ospektren itu sendiri dan mengenalkan UKM yang ada di kampus berkeadaban Unuja, Selain itu ketua panitia juga memberikan motivasi serta harapan agar seluruh Maba dapat mengikuti rangkaian kegiatan Ospektren dengan baik.

Potret Mahasiswa Baru saat menyanyikan lagu Indonesia Raya di Aula I Pesantren

“Pepatah mengatakan, ‘Syubbanul Yaum, Rijalul Ghad’ yang artinya pemuda saat ini, adalah pemimpin di masa depan. Oleh karena itu, banggalah kalian karena sudah menjadi kader-kader yang berada di bawah naungan kampus yang berbasis pesantren,” ungkap Syamsul selaku ketua panitia.

Sementara itu, ketua SC Ospektren, Dr. H. Achmad Fawaid, M.Th.I menyampaikan rangkaian kegiatan Ospektren tahun 2022 akan sedikit berbeda dengan kegiatan pada tahun sebelumnya.

“Bahwa, kegiatan Ospektren tahun ini dilakukan selama 1 tahun dan dibingkai dengan kegiatan MADERMA (Masa Pengkaderan Mahasiswa). Oleh karena itu, mahasiswa baru nanti akan diberikan kuisioner atau pilihan peminatan kegiatan yang akan diikuti selama menjadi mahasiswa aktif Unuja,” terang Dr. H. Achmad Fawaid.

Rektor Unuja, KH Abdul Hamid Wahid menyampaikan banyak hal, mulai dari ucapan selamat datang, pengenalan kampus, peran mahasiswa, motivasi dan harapan secara singkat.

“Semoga krasan dulu. Nikmati dinamika baru ini dengan baik, simpan dulu kenangan, simpan dulu masa lalu, simpan dulu semua masalah. Kita niat dan bertekad berproses di Universitas Nurul Jadid,” pesan sekaligus harapan Rektor Unuja kepada Mahasiswa baru.

Selepas sambutan, acara diteruskan dengan pembukaan Ospektren secara simbolis dengan menabuh Gong sebagai tanda akulturasi budaya dan penyematan Kalung identitas peserta secara simbolis kepada 3 peserta mahasiswa baru oleh Rektor KH. Abd. Hamid Wahid.

Detik-detik penabuhan Gong sebagai simbolis pembuka Ospektren Oleh Rektor UNUJA

“Kita buka bersama Ospektren ini dengan mengucap basmalah bersama. Bismillahirrohmanirrohim” kemudian disambung dengan pemukulan gong yang diikuti riuh tepuk tangan peserta.

Acara berjalan dengan lancar dan khidmad hingga penghujung acara yang ditutup dengan doa oleh bapak Chusnul Mualli.

 

 

(Humas Infokom)

UNUJA Duduki Peringkat 4 Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama Terbaik Se- Indonesia versi World University Ranking 2022

nuruljadid.net – AD Scientific Index World Universities Rangking 2022 menempatkan Universitas Nurul Jadid (UNUJA) Paiton Proolinggo pada peringkat empat dalam daftar 10 Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama’ (PTNU) Terbaik se- Indonesia Rabu (07/09/2022).

AD (Alper-Doger) Scientific Index mengeluarkan hasil pemeringkatan Universitas terbaik di dunia 2022 termasuk perguruan tinggi terbaik Indonesia. Tidak hanya itu AD Scientific Index juga mengeluarkan hasil pemeringakatan perguruan tinggi Nahdlatul Ulama’ yang berada di Indonesia.

Metode yang di gunakan AD Scientific Index untuk mengukur kualitas universitas dilihat dari banyaknya peneliti yang berjasa dan berkinerja baik di universitas tersebut. Unuja memasuki peringkat 137 kampus terbaik di Indonesia, akan tetapi masuk urutan 4 kategori 10 Terbaik perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama’ (PTNU) berdasarkan penilaian AD Scientific Index World Universities Rangking 2022.

(Daftar Nama 10 Terbaik Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama’ Versi AD Scientific Index world Universities Rangking 2022  )

Sebagaimana dilansir dari laman berita Kompas.com kinerja dan produktivitas dari peneliti menentukan peringkat universitas. Kinerja itu diketahui dari total skor h-index yang ada di Google Scholar. Jadi tidak mudah untuk mendapatkan Rangking tersebut. Julukan Kampus Berkeadaban ini yakni Lembaga Perguruan Tinggi dibawah naungan Pondok Pesantren Nurul Jadid yang dipimpin oleh KH. Abdul Hamid selaku kepala pesantren sekaligus Rektor Universitas Nurul Jadid (UNUJA).

Pemeringkatan ini dilakukan setiap tahun pada bulan September oleh AD Scientific Index, banyak ucapan baik kepada UNUJA karena telah meraih Rangking 10 Terbaik perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama’ se- Indonesia tersebut.

Rasa Syukur dan gembira yang dituangkan oleh Warek II KH. Najiburrahman Wahid, serta dukungan untuk menyebarluaskan kabar peringkat yang telah diraih oleh Unuja tersebut. “Semoga ke depan prestasi ini lebih meningkat lagi” pungkasnya dalam sebuah grup beasiswa Universitas Nurul Jadid.

Salah satu staf khusus warek 2 juga menyampaikan ucapan syukur dan apresiasi kepada Universitas Nurul Jadid atas capaiannya sebagai 10 PTNU terbaik Indonesia “Alhamdulillah UNUJA semakin maju semoga terus jaya dan berkah” lanjut bapak H. Nurul dalam forum grup tersebut.

Adapun daftar nama kampus kategori 10 terbaik perguruan tinggi nahdlatul ulama’ di Indonesia versi ad scientific index world universities rangking 2022 sebagai berikut:

  1. UNIVERSITAS ALMA ATA
  2. UNIVERSITAS ISLAM MALANG
  3. UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA
  4. UNIVERSITAS NURUL JADID
  5. UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG
  6. INSTITUT AGAMA ISLAN MA’ARIF NU LAMPUNG
  7. UNIVERSITAS SAIN AL-QUR’AN
  8. INSTITUT PERGURUAN TINGGI ILMU AL-QUR’AN JAKARTA
  9. UNIVERSITAS ISLAM AS-SYAFIIYAH
  10. UNIVERSITAS SUNAN GIRI

 

 

(Humas Infokom)

 

Agung Riyadi, Seorang Ners Lulusan Unuja Raih Juara 1 Perawat Teladan Tingkat Jatim

nuruljadid.net – Agung Riyadi, S.Kep dinobatkan sebagai Juara satu Perawat Teladan tingkat Jawa Timur yang pertama kalinya ia raih di Momentum tersebut pada, (29/08/2022)

Salah satu Tenaga Kesehatan di RS. Dr. Koesnandi ini merupakan alumni keperawatan Fakultas Kesehatan Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Pasalnya setelah lulus dia malanjutkan studinya dan mengambil jurusan profesi Ners yang merupakan salah satu Program Studi (Prodi) di Fakultas Kesehatan Universitas Nurul Jadid (Unuja) hingga sekarang.

Lulusan Fkes Unuja Agung Riyadi berhasil membuktikan segala usaha dalam karirnya sebagai perawat di salah satu Rumah Sakit terkemuka di Bondowoso yakni RS Dr. Koesnandi. Penghargaan tersebut patut diberikan kepada Agung atas dedikasinya yang tinggi, selama wabah pandemi hingga sekarang.

Agung yang merupakan alumni Universitas Nurul Jadid lulus pada tahun 2021 dan saat ini berdinas di Rumas Sakit dr. Koesnandi Bondowoso. Penilaian Perawat Teladan tingkat Jawa Timur tersebut sebagai bentuk apresiasi kepada yang bersangkutan atas kerja kerasnya.

Pengabdian Agung Riyadi dimulai sejak tahun 2021 hingga saat ini pasca menyelesaikan studinya di Unuja. Keinginannya bekerja di rumah sakit tercapai setelah dia mengikuti beberapa tahapan tes. Hingga kini Agung Riyadi bekerja di RSUD dr. Koesnandi Bondowoso sebagai Perawat.

“Kami sangat bangga kepada seluruh mahasiswa fakultas Kesehatan khususnya kepada alumni yang telah dinobatkan sebagai perawat terbaik satu tingkat jawa timur teruslah menggalin prestasimu dengan segala ilmu yang kau dapat” ungkap bapak Handono Dekan Fakultas Kesehatan Universitas Nurul Jadid (UNUJA).

Di lain sisi, Agung terharu dan bangga atas prestasi yang berhasil dia raih sebagai juara satu perawat terbaik tingkat Jawa Timur “Alhamdulillah atas segala usaha, Allah memberikan anugerah ini kepada saya. Penghargaan ini adalah sebuah amanah yang harus dijaga dan dijalankan dengan baik, saya tidak pernah menyangka dan berharap, saya hanya berusaha fokus memaksimalkan apa yang menjadi tanggung jawab saya dan mencintai profesi ini untuk melayani masyarakat.” imbuh Agung kepada Nurul Jadid Media.

 

(Humas Infokom)

Juara 3 Lomba Cipta Puisi Nasional, Agung Harumkan Almamater SMA NJ

nuruljadid.net – Agung Candra Baskara, siswa program Bahasa yang kerap disapa Agung kelas XI SMA Nurul Jadid berhasil mengharumkan almamater sekolahnya dengan menyabet Juara 3 lomba cipta puisi tingkat Nasional. Lomba tersebut diselenggarakan oleh PT Lentera Bestari dan diumumkan pada tanggal (31/08/2022) lalu.

Jenis perlombaan terbagi menjadi dua cabang lomba, yakni lomba cipta puisi dan menulis cerpen. Lomba ini digelar secara daring, peserta hanya perlu mengirimkan naskah puisinya kepada panitia sesuai deadline yang telah ditentukan.

Awalnya Agung ditawari untuk mengikuti lomba tersebut oleh guru pembimbing. Akhirnya pun, ia memutuskan untuk mengikuti perlombaan meski sudah dekat dengan deadline. Dengan kesungguhan, Agung selalu berlatih menulis naskah karyanya dengan waktu yang tersisa. Selama 5 hari, Agung digodok dan didampingi secara intens oleh Ust. Zayyil Abidin selaku pembimbingnya baik di sekolah maupun di asrama.

SMA Nurul Jadid mendelegasikan tiga peserta pada lomba cipta puisi tersebut. Namun, yang berhasil menarik hati juri dari karya peserta lainnya hingga membawa pulang juara hanya Agung seorang. Agung juga tidak menyangka dirinya akan mengharumkan nama almamater sekolahnya sekaligus nama Pesantren Nurul Jadid, sebab pada dasarnya ia hanya niat mencoba saja, dan mengikuti saran guru pembimbingnya.

“Saya tidak percaya kalau saya bisa memenangkan lomba. Karena awalnya saya hanya niat coba-coba saja,” jelas agung saat diwawancarai tim infokom.

Berkat prestasi perdana yang ditorehkan, Agung semakin termotivasi untuk terus berkarya dan membidik prestasi-prestasi lainnya. Semangat berkarya Agung juga berasal dari slogan sanggar yang diikutinya disekolah SMA Nurul Jadid. Yakni Sanggar Amoeba dengan slogan khasnya “Berkarya terlatih, bukan berkarya terlatih.”

Dengan prestasinya ini, guru-guru SMA Nurul Jadid berharap kepada siswa lainnya agar terpacu juga untuk mengharumkan nama baik sekolah dengan prestasi-prestasi lainnya.

 

 

(Humas infokom)

Raih Juara 2 Pidato Bahasa Arab Nasional, LPBA Harumkan Almamater Nurul Jadid

nuruljadid.net – Santri Nurul Jadid wilayah Syekh Ibrahim Asmoroqondi yang merupakan asrama bahasa (LPBA) berhasil harumkan nama pesantren dengan torehan prestasi sebagai juara dua lomba Pidato Bahasa Arab tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh UKM KI Studi Islam Berkala (SIB) Fakultas Hukum UNEJ pada, selasa (5/07/2022) lalu.

Nama ajang perlombaan tersebut semarak tahun hijriyah dalam rangka memperingati tahun baru Islam 1444 H yang diselenggarakan pada tanggal 05-30 Juli 2022 dengan beberapa tahapan yang sebagaimana ketentuan yang diberikan panitia.

Pasalnya kegiatan tersebut selain menjadi ajang silaturahim juga bertujuan untuk mengasah skill, pengetahuan dan untuk meningkatkan moderasi beragama di Indonesia maka dari itu UKM KI Studi Islam Berkala (SIB) Fakultas Hukum UNEJ berinisiatif adakan lomba tersebut.

Terdapat dua santri LPBA Nurul Jadid yang mengikuti lomba Pidato Bahasa Arab, akan tetapi hanya peserta atas nama Muhammad Zaky Zain Maulidil Mustofa yang berhasil memenangkan perlombaan tersebut sebagai juara dua. Muhammad Zaky Zain Maulidil Mustofa merupakan santri aktif Pondok Pesantren Nurul Jadid yang sehari-harinya belajar di LPBA Nurul Jadid untuk pendidikan non-formal dan Madrasah Aliyah Nurul Jadid program Bahasa Reguler.

Ajang perlombaan tersebut bersifat umum yang boleh diikuti oleh siapapun tanpa memandang latar belakang para peserta. Seluruh peserta bersiap dengan segala macam persiapan termasuk keterampilan bahasa, mental, dan konten pidatonya. Terlihat, sebelum memasuki ruangan seluruh peserta berdoa dan memanjatkan harapan supaya berhasil menjadi juara.

Segala usaha latihan dan persiapan yang dilakukan oleh delegasi LPBA ini alhasil berbuah manis, sehingga perjuangan mereka tidak sia-sia. Diketahui, mereka berlatih satu bulan sebelum ajang perlombaan dihelat dengan segala kemampuan yang telah didapat melalui proses pembinaan dan pembelajaran bahasa yang intensif di LPBA.

Tidak hanya itu, mereka juga mengasah mental dengan cara berlatih bersama senior yang mereka anggap berpengalaman dalam bidang tersebut. Hari demi hari mereka lewati dengan penuh semangat dalam berlatih, melewati fase malas, lelah, hingga tak ada lagi rasa grogi untuk membentuk mental juara, yang menurut mereka semuanya tak mudah untuk dilewati. Para senior mereka sangat suportif memberikan motivasi agar tetap bangkit dan semangat untuk terus berlatih dan berlatih.

Alhamdulillah sampai akhir perjuangan pada perlombaan tersebut, mereka mampu mewujudkan harapan dan doa kami dan menjadi juara dua, karena usaha tidak akan menghianati hasil. Kami harap kepada seluruh santri LPBA tetap semangat dalam belajar dan berlatih hingga memiliki mental juara” ucap ustaz Amin pendamping lomba ketika itu kepada Nurul Jadid Media.

 

 

(Humas Infokom)

Konsisten Juara, Mahasiswa PBA UNUJA Kembali Bawa Pulang Trofi Nasional

nuruljadid.net – Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Nurul Jadid (UNUJA) kembali mencetak prestasi yang membanggakan dengan meraih juara kedua lomba Taqdimul Qissoh Festival Bahasa Arab Nasional 2022 yang diselenggarakan oleh Ittihadu Ath-Tholabah Litarqiyyah Al-Lughoh Al-‘Arobiyyah (ITTAQO) IAIN Salatiga pada 5 September 2022. Bukti konsistensi PBA Unuja dalam meningkatkan keterampilan kebahasaan mahasiswanya adalah nyata dengan bawa pulang trofi tingkat Nasional.

Mahasiswa PBA yang berhasil menjadi juara kedua tersebut adalah Ahmad Fauzi Rahman, Mahasiswa Semester 7 Prodi PBA UNUJA dengan menampilkan karya nya berjudul “Siluman Serigala”, Rahman berhasil memberikan performa dan penampilan yang memukau sehingga para dewan juri pun menjadikan dia sebagai juara kedua dari beberapa kontestan lain.

Meskipun sudah meraih banyak prestasi di bidang Bahasa Arab, Rahman tetap rendah hati dan tidak merasa puas atas prestasi yang telah diperolehnya, melainkan dia semakin bersemangat untuk terus mengembangkan keterampilan kebahasaanya untuk menambah torehan prestasinya demi almamater tercinta Unuja dan pesantren Nurul Jadid.

“Bagi saya, bertambahnya capaian prestasi tidak membuat diri saya mudah berpuas diri, namun saya berusaha memacu diri untuk lebih semangat lagi untuk meraih prestasi yang lebih tinggi lagi,” ungkap Rahman saat diwawancarai oleh Tim Nurul Jadid Media, Selasa (6/8).

Rahman menambahkan, semakin sering mengikuti kompetisi, maka semakin sering dia mendapatkan pelajaran, mulai dari apa yang perlu dievaluasi sampai strategi untuk meraih juara.

“Saya yakin, berjuang sampai titik ini sangatlah tidak instan, saya kebetulan telah mempelajari Bahasa Arab dan skill di dalamnya selama tiga tahun lebih, dan saya percaya ini adalah buah hasil jerih payah itu,” jelas dia.

Dirinya mengaku, dalam berkompetisi tak jarang menghadapi kegagalan atau kalah, namun dia yakin dari kegagalan itulah bisa mendapatkan banyak pelajaran untuk memperbaiki performa dirinya sehingga bisa menyajikan yang terbaik.

“Bagi saya, pengalaman adalah guru terbaik, dan kegagalan merupakan awal dari kesuksesan,” pungkasnya.

 

 

(Humas Infokom)

SMKNJ Satu-satunya Perwakilan Nurul Jadid Berhasil Juara di Kejurprov Pencak Silat Jatim

nuruljadid.net – Prihandika Tri Bastian, siswa kelas XII Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Nurul Jadid Paiton, berhasil meraih juara 3 kelas C Remaja pada Kejuaraan Tingkat Provinsi (Kejurprov) Pencak Silat Jatim antar pelajar. Event Kejurprov pencak silat antar pelajar ini digelar di GOR PKPSO, Senin, 22 Agustus 2022 lalu.

Kendati Prihandika satu satunya perwakilan pelajar dari Pondok Pesantren Nurul Jadid yang sebelumnya berhasil sabet juara 1 pencak silat pada kejuaraan tingkat kabupaten, tidak mengurangi niat dan semangatnya untuk berjuang meraih prestasi demi membanggakan almamater tercinta SMK Nurul Jadid dan pesantren.

“Saya sudah berlatih satu bulan sebelum dilaksanakannya lomba ini, Alhamdulillah berkat latihan cukup intens di sela padatnya kegiatan pesantren itu saya berhasil mendapatkan juara III kelas C Remaja,” ujarnya kepada Tim Nurul Jadid Media saat ditemui di sekolahnya, Sabtu (3/9/2022).

Salah satu pelatih Persatuan Bela Diri Nurul Jadid (PBDNJ) Aulia Akbar Maulana mengaku bahwa Andhika sudah lama bergabung di perguruan tersebut. “Saya melihat Andhika memang memiliki passion di bidang bela diri, potensi itu terlihat saat dia menekuni bela diri di PBDNJ,” ungkap Ula.

Sementara itu, Kepala SMK Nurul Jadid Moh. Arief Hariyanto, M.Pd. menyampaikan, pihak sekolah selalu mendukung dan mensupport kegiatan pengembangan bakat dan potensi peserta didik agar berprestasi di berbagai bidang meskipun tidak linier dengan kompetensi kejuruan yang mereka pelajari di sekolah. Hal ini merupaka wujud konkrit bahwa SMK Nurul Jadid senantiasa konsisten dalam pengembangan diri peserta didik untuk menjadi versi terbaik diri mereka masing-masing.

“Bagi seluruh siswa yang sedang berproses ataupun sudah meraih passion dan prestasinya, kami pihak sekolah akan selalu mensupport. Kami juga mendukung penuh minat-bakat yang dimiliki siswa-siswi kami di SMK Nurul Jadid, semaksimal mungkin, mohon doanya” imbuh Arief.

Prihandika menambahkan, dia berharap capaian prestasi ini dapat memotivasi teman-teman sebayanya baik di sekolah maupun di asrama untuk berlomba-lomba mengharumkan almamater Nurul Jadid tercinta dengan raihan prestasi di berbagai bidang yang digeluti.

“Pesan saya kepada teman-teman yang masih sama-sama berproses, teruslah berusaha dan berjuang sampai tiba saatnya kita mengangkat trophy kejuaraan untuk almamater kebanggaan kita, Nurul Jadid!,” pungkas Prihandika.

Berdasarkan laporan panitia, Kejurprov Pencak Silat pelajar tahun 2022 diikuti 33 Kabupaten dan Kota seJawa Timur dengan jumlah peserta 469 pesilat yang akan bertanding berbagai cabang, beregu dan tunggal yang telah berlangsung seminggu sejak tanggal 21 sampai dengan 27 Agustus 2022 silam.

 

(Humas Infokom)

Kuliah Umum : Wakil Ketua MPR-RI H. Ahmad Muzani Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di UNUJA

nuruljadid.net – Universitas Nurul Jadid (UNUJA) kedatangan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI) H. Ahmad Muzani, S.Sos, M.Si. dalam rangka Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Aula KH. Zaini Mun’im Gedung Kantor Pusat Pondok Pesantren Nurul Jadid (03/09/2022).

Ratusan peserta hadir memenuhi aula pada acara tersebut dari unsur civitas akademika, pimpinan pesantren, mahasiswa Unuja dan tokoh masyarakat bahkan beberapa pimpinan daerah luar Probolinggo turut hadir memenuhi undangan.

Kedatangan Wakil Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani disambut hangat oleh Kepala Pesantren sekaligus Rektor Unuja KH. Abd. Hamid Wahid beserta jajaran rektorat dan senat Unuja.

(Rektor Unuja sekaligus Kepala Pesantren KH. Abd. Hamid Wahid saat tengah memberikan sambutan pada acara Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan bersama Wakil Ketua MPR RI di Aula KH. Zaini Mun’im Nurul Jadid)

Rektor Unuja KH. Abd. Hamid dalam sambutannya mengucapkan terimakasih yang mendalam kepada Wakil Ketua MPR-RI H. Ahmad Muzani yang berkenan hadir dan memberikan pengutan empat pilar kepada warga Unuja dan Pesantren Nurul Jadid.

Pada forum yang sama, Wakil Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani mengatakan bahwa Pondok Pesantren termasuk pesantren Nurul Jadid merupakan pihak yang tepat untuk menguatkan empat pilar kebangsaan dalam rangka perbaikan Indonesia.

“Empat pilar bangsa jika jatuh di tangan yang tepat maka akan mampu membawa Indonesia maju, sehingga sosialisasi 4 pilar kebangsaan di pesantren merupakan langkah tepat karena santri adalah orang yang berilmu dan berakhlaq sehingga orang yang tepat untuk membawa Indonesia lebih baik.” tutur Ahmad Muzani.

(Wakil Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani, S.Sos., M.Si saat menyampaikan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan kepada seluruh hadirin di Aula KH. Zaini Mun’im Nurul Jadid)

H. Ahmad Muzani juga menambahkan bahwa empat pilar kebangsaan harus diimplementasikan secara utuh. “Empat pilar kebangsaan jika berkurang satu maka bukan Indonesia apalagi berkurang dua,” imbuhnya.

Wakil Ketua MPR RI juga menyinggung tentang posisi dan peran Negara Indonesia dalam panggung dunia salah satunya, organisasi G20.

Group of Twenty (G20) merupakan sebuah forum penting kerja sama ekonomi internasional yang beranggotakan negara-negara dengan perekonomian besar di dunia, terdiri dari 19 negara dan satu lembaga Uni Eropa.

Indonesia dengan bargaining power-nya memiliki peran strategis dalam perkembangan ekonomi dunia sebagai negara dengan pasar perekonomian terbesar di Asia Tenggara sehingga perlu menyiapkan masyarakatnya dengan keterampilan dan keilmuan yang kompetitif.

Peran empat pilar kebangsaan dalam kewarganegaraan global (global citizenship) adalah untuk meneguhkan pribadi bangsa kita agar tidak tercerabut dari nilai dan prinsip dalam berbangsa dan bernegara di era globalisasi.

Wakil Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani juga menyampaikan pesan Presiden RI bapak Jokowi agar terus mendorong anak muda untuk kreatif terutama dalam teknologi digital dan memanfaatkannya untuk pertumbuhan ekonomi melalui digital marketing karena itu salah satu cara menyambut Indonesia emas menjadi Negara Maju 2045.

 

(Humas Infokom)

PBDNJ Juara Umum Kejuaraan Pencak Silat Kapolres Probolinggo Cup 2022, Gus Sholah Terima Trophy

nuruljadid.net – Gus Shalahuddin Wahid yang kerap disapa Gus Sholah selaku ketua sekaligus penasehat PBDNJ mendapatkan kehormatan untuk menerima secara simbolis Trophy Juara Umum Kejuaraan Pencak Silat Kapolres Probolinggo Cup 2022 yang diserahkan oleh Wakil Kepala Pesantren KH. Najiburrahman Wahid pada acara peringatan HUT RI ke-77, Rabu (17/08/2022) pagi.

Kejuaraan ini diselenggarakan oleh Kapolres Probolinggo yang dalam hal ini dipimpin oleh AKBP Teuku Arsya Kadafi. Ajang tersebut menjadi kegiatan rutin setiap tahun. Kejuaraan ini dimulai pada hari kamis,(4/08/2022) sampai Sabtu, (6/08/2022) yang berjalan selama tiga hari yang dilaksanakan di Gedung Olahraga Sasana Kridha Kraksaan Kabupaten Probolinggo.

Atlet PBDNJ yang terpilih tampil maksimal dan totalitas pada Kejuaraan tersebut. Kerja keras mereka berbuah manis, Tim PBDNJ berhasil borong trophy kejuaraan baik dari atlit putra yang mayoritas berstatus santri maupun putri yang merupakan anak didik di PBDNJ cabang luar pesantren. Torehan prestasi yang memukau tersebut menjadikan tim PBDNJ sebagai Juara Umum pada Kejuaraan Pencak Silat Kapolres Probolinggo Cup 2022 tersebut.

Kujuaraan ini merupakan salah satu sarana untuk mengasah kemampuan dan menjaring atlet-atlet berbakat dan potensial yang kedepannya bisa berlaga lagi di tingkatan yang lebih tinggi. Hal inilah yang diharapkan oleh Tim PBDNJ untuk bisa melangkah lebih jauh lagi.

Disamping itu pula tidak hanya menjadi ajang adu skill dan taktik akan tetapi juga menjadi ajang silaturahmi antar perguruan sampai dengan para atlet yang mengikuti kejuaran ini. Dengan harapan menambah pengalaman, kemampuan serta memperkuat persatuan dan kesatuan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) khusunya di kabupaten Probolinngo.

Kejuaraan Pencak Silat Kapolres Probolinggo Cup 2022 ini diikuti oleh 157 peserta yang terdiri dari 105 atlet putra dan 52 atlet putri berasal dari 24 kecamatan di kabupaten Probolinggo dengan tujuan untuk meningkatkan kerukunan antar pendekar dan perguruan pencak silat yang berada di kabupaten probolinngo.

Berikut daftar nama atlet pemenang delegasi PBDNJ:

Atlet Putra

  1. Juara 1 Kelas A Putra Aditya Rizky A.S
  2. Juara 1 Kelas C Putra Prihandika Tri Bastian
  3. Juara 1 Kelas D Putra Al Farizi
  4. Juara 1 Kelas E Putra Moh. Iqbal Maulana

Atlet Putri

  1. Juara 1 Kelas A Putri Lailatul Qomariah
  2. Juara 1 Kelas B Putri Nove Eli Zahro
  3. Juara 1 Kelas C Putri Sherly Adelia.

 

 

(Humas Infokom)

Sahkan PAK, Kepala Pesantren Berikan Pengarahan Kepada Setiap Satker

nuruljadid.net – Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Ab. hamid Wahid berikan arahan kepada masing-masing pimpinan satker (satuan kerja) pada hari Ahad (28/08/2022) pagi. Arahan Kepala Pesantren tersebut bertempat di Aula KH. Zaini Mun’im yang dikemas dengan acara bertajuk “Pengarahan Kepala Pesantren dan Penetapan Anggaran dan Keuangan (PAK) tahun Anggaran 2022.”

Penetapan Anggaran dan Keuangan (PAK) ini merupakan mekanisme rutin tahunan yang berfungsi melakukan penyesuaian dan adaptasi anggaran pesantren dengan kebutuhan prioritas melalui analisis baik dari pemasukan maupun dari pengeluaran. Kebijakan yang dibuat berangkat dari hasil evaluasi dan laporan ketercapaian program dari masing-masing satker, sehingga pada pertengahan tahun PAK dilakukan kembali merevisi atau menguatkan plotting anggaran yang telah dilakukan di awal tahun 2022.

Dalam acara PAK itu turut hadir Kepala Pondok Peantren Nurul Jadid beserta wakilnya, yakni KH. Abdul Hamid Wahid dan KH. Najiburrahman Wahid, Sekretaris Pesantren Bapak H. Faizin Syamwil, Bendahara Pesantren K. Ach, Zaky , kepala satuan pendidikan lembaga formal dan non-formal, banom, dan beberapa perwakilan dari masing-masing biro baik putra maupun putri.

(Kepala Pesantren bersama dengan kepala bagian tiap satker menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Nurul Jadid)

Acara tersebut dimulai dengan pembacaan ummul kitab serentak. Kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Nurul Jadid. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sambutan Sekretaris Pesantren, arahan Kepala Pesantren, tanda tangan SK Anggaran Pendapatan dan Belanja Perubahan, dan tanda tangan Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran (DPPA), foto bersama dan diakhiri dengan doa.

Dalam sambutannya, sekretaris pesantren menyampaikan “Penerimaan santri baru, baik penambahan ataupun pengurangan santri sangat berpengaruh terhadap perubahan anggaran. Oleh karenanya, kita tetapkan di siklus anggaran bahwa PAK merupakan suatu kewajiban bagi kita,” papar Bapak Faizin.

“Kita berharap setiap satker untuk melihat kembali AKUP yang telah disusun dan disepakati. Oleh karenanya, setidaknya sampai pada laporan akhir ini kita benar-benar mengejar ketuntasan AKUP itu, supaya laporan pada pengasuh benar-benar tuntas,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Pesantren mengingatkan kepada semua satker bahwa tahun ini merupakan akhir dari periode masa bhakti. Beliau juga meminta untuk setiap satker dan satdik agar segera menyusun laporan akhir periode jabatan.

(Kepala Pesantren KH. Abdul Hamid Wahid disaat menyampaikan arahan kepada para satker)

“Jadi di samping menyusun laporan akhir tahun nanti, kita juga diharapkan merekapitulasi presentase laporan keterlaksanan program dan ketidakterlaksanaan program pada masa bhakti 5 tahun ini,” tutur KH. Abdul Hamid Wahid.

 

 

(Humas Infokom)

 

 

Inspektur Upacara Berikan Penghargaan Kepada Pemenang Festival Kemerdekaan FKO Nurul Jadid

nuruljadid.net – Ny. Hj. Khodijatul Qodriyyah menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Repubik Indonesia ke 77 sebagai inspektur upacara putri sekaligus menyerahkan penghargaan kepada para pemenang Festival Kemerdekaan FKO Nurul Jadid, Rabu (17/08/2022) pagi bulan lalu.

Festival Kemerdekaan ini ialah ajang perlombaan bagi seluruh santri untuk mengasah bakat dan potensi serta mental agar terbentuk mental juara. Kegiatan ini diorganisir oleh Forum Komunikasi Osis (FKO) Pondok Pesantren Nurul Jadid yang mana kegiatan tersebut sudah menjadi agenda tahunan dalam rangka memeriahkan kemerdekaan Repubik Indonesia.

(Penganugerahan Lomba putri kepada para pemenang oleh Ny. Hj. Khadijatul Qadriyah)

Di tempat yang berbeda, lapangan upacara putra, Kepala Badan Pengawas (Banwas) Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Moh. Mahfudz Faqih mendapat kehormatan untuk memberikan penghargaan kepada pemenang Festival Kemerdekaan putra pada acara peringatan HUT RI Ke 77 tersebut, yang disusul dengan bapak Ponirin Mika selaku Kabid Kelembagaan dan Peserta Didik Biro Pendidikan untuk menyerahkan penghargaan kepada pemenang beberapa jenis lomba lainnya.

(Penganugerahan Lomba putra kepada para pemenang oleh KH. Mahfud Faqih)

Seluruh santri sangat antusias mengikuti setiap rangkaian Festival Kemerdekaan HUT RI ke-77. Para santri saling adu skill dan kebolehan mereka demi merebut gelar juara. Tidak hanya itu mereka berlatih dengan sungguh-sungguh dan penuh semangat agar dapat mempersembahkan yang terbaik.

“saya sudah mempersiapkan diri sejak satu minggu sebelum ajang perlombaan dimulai dan harapan saya bisa mendapat juara” tegas Taufiq salah satu peserta Festival Kemerdekaan.

“Diadakannya festival kemerdekaan ini untuk memberikan semangat kepada seluruh santri dan bisa menambah skiil yang dimikinya dengan harapan bisa memberikan kontribusi terbaik bagi pesantren,” ujar Ahmad Zaidan Salim Ketua FKO Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Di tengah pernyataannya, mas Zaidan juga menyampaikan harapannya kepada seluruh temen-temen santri bahwasannya jangan hanya semangat mengikuti lomba saja yang ditingkatkan, akan tetapi semangat dalam menuntut ilmu di pesantren harus lebih besar dan kuat agar mendapat ilmu yang manfaat. “Harapan saya seluruh santri tidak hanya semangat dalam mengikuti festival ini akan tetapi semangat juga dalam mencari ilmu di sekolah” imbuhnya.

Berbagai macam perlombaan yang digelar oleh FKO Nurul Jadid yakni Lomba Talent Show, Orasi Kemerdekaan, Futsal, Lari Kelereng, Balap Enggrang, dan Menggambar Poster, Adapun macam perlombaan putri yakni Fotografi, Short Movie, Miss Smart Independent, dan Parade Semaphore, adapaun daftar pemenang Festival Kemerdekaan sebagai berikut.

Pemenang Putri:

  1. Fotografi diraih oleh MTsN 1 Probolinngo
  2. Short movie diraih oleh MTsN 1 Probolinggo
  3. Miss smart independent diraih oleh SMA Nurul Jadid

Lomba Parade semaphore

  • Juara 1 diraih oleh MAN 1 Probolinngo
  • Juara 2 diraih oleh SMK Nurul Jadid
  • Juara 3 diraih oleh SMP Nurul Jadid

Pemenang Putra:

Lomba Orasi Kemerdekaan

  • Juara 1 Fadil Dwi Prasetyo (MA Nurul Jadid)
  • Juara 2 M. Adly Akhdan Al Mahi (MTs Nurul Jadid)
  • Juara 3 Khoirunnas Ibnu Malik (SMP Nurul Jadid)

Lomba Menggambar Poster

  • Juara 1 diraih oleh MA Nurul Jadid
  • Juara 2 diraih oleh SMK Nurul Jadid
  • Juara 3 diraih oleh SMK Nurul Jadid

Lomba Lari Kelereng

  • Juara 1 diraih oleh MA Nurul Jadid
  • Juara 2 diraih oleh MTs nurul Jadid
  • Juara 3 diraih oleh SMA Nurul Jadid

Lomba Balap Enggrang

  • Juara 1 diaraih oleh MA Nurul JAdid
  • Juara 2 diraih oleh SMA Nurul Jadid
  • Juara 3 diraih oleh MTs Nurul JAdid

Lomba Talent Show

  • Juara 1 diraih oleh SMK Nurul Jadid
  • Juara 2 diraih oleh SMK Nurul Jadid
  • Juara 3 diraih oleh MA Nurul Jadid

Lomba Futsal

  • Juara 1 diraih oleh MA Nurul Jadid
  • Juara 2 diraih oleh SMK Nurul Jadid
  • Juara 3 diraih oleh SMA Nurul Jadid

 

 

 

(Humas Infokom)