Gus Halim: Alumni Nurul Jadid Memiliki Kapasitas dan Kapabilitas Hidup di Manapun dan Menjadi Penjuang NU

nuruljadid.net – Menteri Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Hari Santri Nasional di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, Jawa Timur (22/10) dimana beliau hadir sebagai inspektur upacara.

“Petugas pengibar upacara hari santri nasional di Pesantren Nurul Jadid ini standar nasional, ” katanya pada peringatan Hari Santri Nasional di Ponpes Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Sabtu (22/10/2022).

Mendes Gus Halim ungkapkan rasa syukurnya karena bisa mengikuti pengibaran bendera kembali di Ponpes Nurul Jadid.

Tahun 2018 Gus Halim juga pernah diundang menjadi inspektur upacara Hari Santri Nasional di Nurul Jadid. Pada saat itu, Gus Halim yang belum menjadi Menteri sempat makan nasi “tabhek” bersama dengan para santri. Nasi “tabhek” adalah nasi bekal untuk perjalanan dan biasa dinikmati oleh santri yang mendapat kiriman makanan dari orang tuanya.

“Pada tahun 2019 saya dilantik menjadi Menteri PDTT. Ternyata Pesantren Nurul Jadid memberi berkah kepada saya, ” Gus Halim menuturkan saat amanat inspektur upacara.

Tak hanya itu, di hadapan ribuan santri, Gus Halim memuji alumni Pesantren Nurul Jadid yang sukses dan berkiprah di Indonesia.

“Santri alumni Pesantren Nurul Jadid merambah di muka bumi, khususnya di Indonesia. Di kementerian desa 60 persen. Dengan itu, alumni Pesantren Nurul Jadid memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk hidup di manapun dan menjadi pejuang Nahdlatul Ulama di manapun berada.”

“Selamat untuk santri-santri Nurul Jadid, ” tegasnya.

Pengakuan ini merupakan sebuah prestasi sekaligus apresiasi kepada Pondok Pesantren Nurul Jadid yang telah sukses mencetak alumninya menjadi manusia yang bermanfaat di tengah masyarakat dengan kapasitas dan kapabilitas untuk berkiprah di berbagai lini kehidupan khususnya untuk Nahdlatul Ulama (NU).

Namun, pujian dan sanjungan tersebut tidak lantas menjadikan pesantren dan pengurus berbangga berlebih karena hal itu juga sekaligus menjadi beban untuk menjaga kualitas bahkan meningkatkan layanan di berbagai sektor pesantren.

Satu hal yang pasti bahwa Pondok Pesantren Nurul Jadid akan terus berbenah dan meningkatkan layanan pendidikan dan pengasuhan kepada seluruh santri serta menjalin komunikasi baik kepada para alumninya dan terbuka terhadap masukan untuk perbaikan di masa yang akan datang.

 

 

(Humas Infokom)

 

 

 

 

 

 

 

Nurul Jadid Sematkan Gelar Sang Komandan Santri Kepada Gus Halim

nuruljadid.net – Pada momen upacara Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tersebut, Gus Halim selaku Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Trasmigrasi Republik Indonesia selain hadir sebagai inspektur upacara juga didapuk sebagai Komandan Santri oleh Pondok Pesantren Nurul Jadid

Atribut Komandan Santri satu tingkat di bawah Panglima Santri Gus Muhaimin yang merupakan adik kandung dari Gus Halim.

“Hari ini saya mendapat atribut sebagai komandan Santri dari Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Jadi satu level di bawahnya Panglima Santri,” pungkasnya.

Dalam sambutannya Gus Halim juga menyampaikan wacananya untuk membentuk komandan santri di setiap wilayah di seluruh Indonesia untuk pemberdayaan alumni pesantren di tengah masyarakat.

“Nanti akan ada komandan-komandan santri wilayah, saya akan bikin komandan santri wilayah Jawa Timur, akan saya bikin komandan santri wilayah Jawa Tengah. Pokoknya santri harus berdaya” tegas keponakan Gus Dur tersebut.

Berdasarkan data Kominfo, jumlah santri di Indonesia sekitar 40 juta orang yang 25 juta orang diantaranya sudah lulus, sedangkan sisanya masih menempuh pendidikan di pondok pesantren.

Santri dengan jumlah yang cukup besar di Nusantara ini memiliki peran penting dan strategis dalam mengawal pembangunan dan mengisi kemerdekaan dengan karya dan peran aktif di berbagai lini kehidupan.

Pelaksanaan Upacara Bendera Hari Santri Nasional Tahun 2022 ini, digelar di lapangan utama Pondok Pesantren Nurul Jadid Probolinggo diikuti oleh sekitar 7 ribu lebih santri Putra dan Putri, dan seluruh anggota APDESI (Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia) se-Kabupaten Probolinggo.

 

 

 

(Humas Infokom)

Mendes PDTT RI Mengundang Rombongan Santri Nurul Jadid ke Kantornya di Jakarta

nuruljadid.net – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Republik Indonesia siap menyambut kunjungan rombongan santri putra dan putri Pondok Pesantren Nurul Jadid. Hal ini sebagaimana disampaikan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Gus Abdul Halim Iskandar dalam amanat Inspektur Upacara pada Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Lapangan Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo (22/10).

“Sebagai rasa hormat saya, dengan seizin para pengasuh dan sesuai dengan arahan para pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, saya mengundang perwakilan santri Nurul Jadid satu bis laki-laki dan satu bis perempuan untuk datang ke kantor Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi” ungkap Menteri yang akrab disapa Gus Halim tersebut di hadapan ribuan santri dan tamu undangan.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi kepada Pondok Pesantren Nurul Jadid yang memiliki kiprah penting dalam pembangunan bangsa khususnya di daerah melalui partisipasi para alumninya. Pak Menteri juga menyampaikan bahwa banyak alumni Nurul Jadid yang sukses dan eksis di Jakarta salah satunya Stafsus beliau.

“Nanti saya tunjukkan betapa eksisnya para alumni Nurul Jadid di Jakarta. Kalau perlu kami kumpulkan para alumni-alumni Nurul Jadid yang sukses-sukses banyak sekali di sana, termasuk salah satu staf khusus saya stafsus Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, namanya Akmari ternyata alumni Nurul Jadid juga” imbuh Gus Halim kepada seluruh santri Nurul Jadid yang tengah mengikuti upacara.

 

 

(Humas Infokom)

Gus Halim: 60% Staf Kemendes PDTT RI Alumni Nurul Jadid

nuruljadid.net – Seusai menyebutkan bahwa Alumni Santri Nurul Jadid telah merambah di seluruh sel kehidupan di dunia, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Republik Indonesia (RI) H. Abdul Halim Iskandar juga memberikan testimoni eksistensi Alumni Santri Nurul Jadid yang aktif di dunia pemerintahan.

“Di kementerian desa. Staff saya yang dari santri 60% itu Alumni Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Termasuk salah satu Staf Khusus (Stafsus) saya Staf Khusus Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, namanya Admari,” ungkap nya dengan bangga saat menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2022 di Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Hal tersebut disambut sorak meriah oleh 7.000 lebih santri aktif yang hadir sebagai peserta dalam Upacara Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2022 yang dilaksanakan di Lapangan Raya Pondok Pesantren Nurul Jadid, Sabtu (22/10) pagi.

Apresiasi berupa testimoni yang diberikan oleh Mendes PDTT tersebut berhasil membakar semangat resolusi jihad santri Nurul Jadid untuk kembali berjuang menghadapi tantangan kekinian.

“Setelah mendengar bahwa telah banyak kakak-kakak alumni yang berhasil menjadi staf bapak Menteri Desa, saya jadi lebih bersemangat lagi untuk belajar, dan mengaji setelah homesick pasca libur maulid kemarin. Saya juga ingin berkontribusi untuk mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan negara dari berbagai ancaman invasi ideologi dan tantangan perpecahan yang saat ini sedang marak menjadi permasalahan di jagad Indonesia,” ungkap Fadil santri asal kota Jember itu.

Hal tersebut juga mendapat respon baik dari Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Abdul Hamid Wahid, beliau menyampaikan bahwa menjadi santri bukannya suatu yang memalukan. Justru sebaliknya, santri ini merupakan gelar yang perlu dibanggakan dan dipertahankan. Keilmuan seorang santri bisa mengungguli dari para orang-orang yang bukan santri.

“Momen ini suatu ajang bagi santri untuk menunjukkan keahliannya. Bahwa santri memiliki segudang ilmu pengetahuan yang tidak kalah dengan non-santri,” dawuh Kiai Hamid

 

 

(Humas Infokom)

Mendes PDTT RI Gus Halim Sebut Alumni Santri Nurul Jadid Merambah di Seluruh Sel Kehidupan di Dunia

nuruljadid.net – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Republik Indonesia H. Abdul Halim Iskandar atau yang kerap disapa Gus Halim ini memberikan apresiasi kepada Alumni Santri Nurul Jadid yang telah berkiprah di tengah-tengah masyarakat.

Mendes PDTT sebut Alumni Nurul Jadid telah mengambil peran yang besar dalam kehidupan bermasyarakat di seluruh muka bumi ini, khususnya di Indonesia. Karena faktanya banyak alumni Nurul Jadid yang beasiswa ke Luar Negeri bahkan berkarir serta berdakwah di Luar Negeri.

“Ini luar biasa, saya sampaikan kepada Gus Hamid, Alumni Nurul Jadid memang luar biasa, merambah di seluruh kehidupan muka bumi ini terkhususnya di Indonesia,” tegas Menteri yang akrab disapa Gus Halim dalam sambutannya saat menjadi Inspektur Upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2022 di Pondok Pesantren Nurul Jadid Probolinggo, Jawa Timur, (22/10) pagi.

Berdasarkan catatan perjalanan Alumni Santri Nurul Jadid, memang sudah terbukti banyak di antara mereka yang telah melanjutkan studi bahkan mengamalkan ilmunya tidak hanya di Indonesia, namun juga di luar negeri. Seperti di Negeri Paman Sam Amerika, Tiongkok, Australia, Belanda, Tuki, dan beberapa belahan bumi lain.

Pasalnya, dalam mengoptimalkan peran santri dan alumninya, terutama dalam kehidupan bermasyarakat, Pondok Pesantren Nurul Jadid memiliki Trilogi dan Panca Kesadaran Santri yang harus menjadi pegangan hidup santri beserta alumninya. Salah satu poinnya berbunyi Al-Wa’yu Al-Ijtima’I atau Kesadaran Bermasyarakat. Itulah yang menjadi pegangan teguh dalam kehidupan santri yang telah dibiasakan sejak mondok sampai dibawa terjun ke masyarakat.

Tidak hanya itu santri Nurul Jadid yang telah terjun ke masyarakat senantiasa berupaya untuk mengamalkan ilmu dan nilai yang telah diajarkan khususnya dalam prinsip Khoirunnas ‘Anfanguhum Linnas paling baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat. Sehingga dengan nilai itu alumni Nurul Jadid mengambil berbagai peran di masyarakat tanpa dikotomi dan diskriminasi level dan golongan karena sejatinya setelah keluar dari pesantren dan kembali ke masyarakat maka santri Nurul Jadid menjadi miliki masyarakat tanpa mengkotak-kotakkan.

 

 

(Humas Infokom)

Gus Halim: Masa Depan Bangsa Bergantung Pada Para Santri

nuruljadid.net – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Republik Indonesia (RI) H. Abdul Halim Iskandar menghadiri Upacara Peringatan Hari Santri Nasional tahun 2022 di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Sabtu (22/10) pagi. Dalam kunjungannya, beliau menjadi Inspektur Upacara.

Menteri Desa PDTT Republik Indonesia yang kerap dipanggil Gus Halim itu mengajak seluruh santri dalam rangka menyongsong masa depan yang lebih baik agar terus belajar dan meningkatkan kuriositas atau keingintahuannya terhadap ilmu pengetahuan.

“Saya mengajak kepada seluruh Santri untuk terus belajar, untuk terus berikhtiar maksimal. Prestasi kalian luar biasa, masa depan Indonesia tergantung pada santri-santri kita semua, termasuk para Santri Nurul Jadid,” tegas sang Komandan Santri itu.

(Potret suasana lapangan upacara saat Gus Halim menyampaikan sambutan di depan ribuan santri Nurul Jadid)

Pesan yang disampaikan oleh Gus Halim dalam Peringatan Hari Santri Nasional ini menjadi momen berharga tatkala beliau merekognisi dan mengafirmasi pentingnya peran santri sebagai pelengkap pasangan antara nasionalis-religius atau religius nasionalis yang menjadi penentu masa depan Indonesia.

Sebagai generasi penerus ulama, kata Gus Halim, kaum santri harus mampu mengisi ruang-ruang strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, para santri sudah harus mulai mewarnai berbagai sudut kehidupan mulai demokrasi, pendidikan, hingga hal-hal esensial dalam pemerintahan dengan membawa nilai-nilai akhlakul karimah yang sudah wajib melekat erat pada pribadi santri.

Terlebih, Indonesia akan memasuki tahun politik, dimana semua pihak perlu bersiap akan potensi munculnya politik identitas pemecah belah keanekaragaman dan kebhinekaan yang ada di negara ini.

 

 

(Humas Infokom)

Pondok Pesantren Nurul Jadid Gelar Upacara HSN Bersama Menteri Desa PDTT RI

nuruljadid.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo Jawa Timur gelar Upacara Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) bersama Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Republik Indonesia (RI) Dr. (HC) Drs. H. Abdul Halim Iskandar, M.Pd kemarin pada Sabtu (22/10) di Lapangan Raya Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Rombongan Menteri Desa PDTT tiba di Lapangan raya Pesantren Nurul Jadid, sekitar pukul 07.30 WIB. Kedatangan Menteri beserta rombongan dikirab dengan Drumband dan disambut langsung oleh Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Abdul Hamid Wahid. Menyusuri karpet merah bapak Menteri Abdul Halim Iskandar menyapa ribuan santri dengan melambaikan tangan disertai senyuman dan disambut dengan sorakan meriah ribuan Santri Nurul Jadid .

Upacara peringatan Hari Santri Nasional tersebut dilaksanakan secara terbuka di lapangan yang selama tiga tahun terkahir dilaksanakan sangat terbatas perkara pandemi Covid-19. Giat upacara ini diikuti oleh seluruh santri putra dan putri yang bermukim sejumlah 7000 lebih dan 1000 tamu undangan dari unsur guru, dosen, karyawan dan kepala desa serta APDESI se Kabupaten Probolinggo,

Pada upacara Hari Santri Nasional selalu memiliki karakter unik tersendiri pasalnya seluruh peserta upacara mengenakan sarung, baju, dan kopyah khas Pesantren Nurul Jadid bagi santri putra. Sedangkan santri putri diwajibkan mengenakan setelan baju putih dan beberapa mengenakan jilbab hijau botol.

Pada kesempatan tersebut Menteri Desa PDTT Dr. (HC) Drs. H. Abdul Halim Iskandar, M.Pd mendapat kehormatan untuk menjadi Inspektur Upacara pada peringatan HSN tahun 2022. Pihaknya mengatakan pernah menghadiri upacara di Pondok Pesantren Nurul Jadid dalam kegiatan yang sama pada tahun 2018 lalu, sebelum wabah pandemi Covid-19 dan dilanjutkan dengan makan bersama (tabhek).

Hadir mendampingi Gus Halim, Staff Khusus (Stafsus) Menteri Desa PDTT, Abdul Malik Haromain, dan Direktur Jenderal (Dirjen) PEID Harlina Sulistyorini. Sedangkan dari unsur pimpinan pesantren Sekjen Nurul Jadid H. Faizin Syamwil, Wasekjen Ny. Muthmainnah Waqid, Wakil Kepala Pesantren Putri Ny. Hj. Khodijatul Qodriyah.

 

 

(Humas Infokom)

Pasca Libur Maulid, Santri Nurul Jadid Mengikuti Penilaian Tengah Semester Ganjil

nuruljadid.net – Usai libur Maulid Nabi Muhammad 1444 H yang dilaksanakan selama 10 hari sampai tanggal 16 Oktober 2022, Biro Pendidikan Pondok Pesantren Nurul Jadid tegaskan Pelajaran Tatap Muka (PTM) kembali aktif dan berjalan normal pasca hari kembalinya santri putera, Senin (17/10).

Sekretaris Biro Pendidikan Ustaz Muhammad Nur Thoriq menegaskan bahwa pada hari pertama santri masuk sekolah pasca libur maulid, seluruh peserta didik wajib mengikuti Penilaian Tengah Semester (PTS) ganjil yang dilaksanakan serentak di seluruh sekolah atau madrasah di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Jadid.

“Mulai hari ini, setiap sekolah atau madrasah di Pondok Pesantren Nurul Jadid telah kembali aktif melaksanakan kegiatan belajar mengajar dan tepat pada hari ini kami juga menyelenggarakan Penilaian Tengah Semester (PTS) Ganjil serentak,” ungkapnya kepada Tim Nurul Jadid Media pada Senin (17/10).

(Potret suasana siswi SMK Nunul Jadid sedang mengikuti Penilaian Tengah Semester (PTS) Ganjil)

Mengenai hal tersebut, diharapkan kepada seluruh pihak baik tenaga pendidik dan peserta didik khususnya yang berstatus santri yang masih ada di rumah masing-masing agar segera kembali ke pesantren dan mengikuti kegiatan seperti biasanya.

“Kami sudah mensosialisasikan terkait pelaksanaan PTS ini kepada setiap pimpinan sekolah atau madrasah sebelum libur maulid kemarin, jadi bagi santri yang tidak masuk atau izin bisa segera kembali ke pesantren dan mengikuti PTS,” imbuhnya.

Pasalnya, sesuai jadwal pendidikan pesantren, Penilaian Tengah Semester (PTS) Ganjil dilaksanakan pada tanggal 22 – 26 Oktober 2022. Namun, untuk mengurangi resiko keterlambatan santri kembali ke pesantren, maka tanggal pelaksanaan PTS di majukan ke pasca hari kembalinya santri Putera yaitu tanggal 17 Oktober 2022.

Ustaz Thoriq menambahkan, berdasarkan hasil survei lapangan terkait pengkondisian santri untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah atau madrasah selama pasca dua liburan terakhir ini mengalami peningkatan.

“Hari Senin kami telah melakukan survei ke salah satu sekolah, yaitu MTs Nurul Jadid. Secara keseluruhan presentase kehadiran siswa yang mengikuti PTS tidak sampai 80%, kami harap kedepannya pengkondisian siswa ini lebih meningkat lagi,” pungkas Ustaz Thoriq.

 

(Humas Infokom)

Kalahkan UGM, Mahasiswa UNUJA Juara 2 Cipta Puisi Bahasa Inggris Tingkat Nasional

nuruljadid.net – Zulfikar Prayogi, Mahasiswa Universitas Nurul Jadid (UNUJA) Prodi PBI Fakultas Humaniora berhasil mengharumkan Almamater Kampusnya dengan menyabet Juara 2 Cipta Puisi Bahasa Inggris Tingkat Nasional. Lomba tersebut diselenggarakan oleh HMPS Sastra Inggris Uin Suka Yogyakarta, pada kamis (15/9) lalu.

Jenis perlombaan terbagi menjadi dua cabang, yakni Lomba Speech dan Lomba Poetry Writing. Lomba tersebut digelar secara daring, peserta hanya perlu mengirimkan naskah puisinya kepada panitia sesuai deadline yang telah ditentukan.

Perlombaan tersebut mengusung tema “Diversity and Youth Action” yakni keragaman dan aksi pemuda. Sesuai dengan tema yang di-publish, banyak mengundang kontestan tertarik untuk mengikuti lomba tersebut, dengan berbagai perspektif dari peserta yang mendaftar untuk bisa menampilkan yang terbaik hasil dari karyanya.

Sebanyak 46 kontestan yang mengikuti event tersebut, yang mana hadir dari berbagai macam kampus di seluruh Indonesia, baik ter Akreditasi A dan B, Swasta maupun Negeri. Dari puluhan peserta yang mendaftar akan diambil 10 peserta terbaik yang akan masuk pada 10 besar dengan memalui seleksi yang begitu ketat. Zulfikar Prayogi Pria asal Bondowoso tersebut sangat antusias dan semangat dalam mengikuti tahap demi tahapan. Pada seleksi penilaian pertama, karya puisi Zulfikar Prayogi masuk dalam 10 besar setelah pengumumannya dalam via Online.

Setelah pengumuman tersebut, Pria yang kerap di sapah Zulfikar ini bersyukur atas pencapaian karyanya telah masuk dalam 10 besar. Pihaknya berharap bisa masuk final serta meraih juara pada event tersebut. Tahap final dan pengumuman pemenang dilaksanakan pada kamis, 15 September lalu dengan via Zoom, para finalis diminta untuk menampilkan hasil karya puisinya di hadapan para dewan juri.

(Karya Puisi Yang Di Ciptakan Oleh Zulfikar Prayogi)

Walupun dilaksankan secara daring, Zulfikar Prayogi merasakan suasana yang begitu menegangkan. Pihaknya mengatakan peserta finalis sebagian dari kampus ternama di Indonesia seperti Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Gajah Mada (UGM), namun tidak mengurangi rasa semangat dan percaya diri, alhasil dia meraih Juara 2 setelah peserta dari Univesitas Brawijaya yang dinobatkan sebagai juara 1 dan mengalahkan peserta dari Universitas Gajah Mada yang dinobatkan sebagai juara 3. Adapun nama – nama pemenang ialah:

  1. Juara 1 Zahratunnisa Inati Universitas Brawijaya (UB)
  2. Juara 2 Zulfikar Prayogi Universitas Nurul Jadid (UNUJA)
  3. Juara 3 Natasya Putri Meylidya Universitas Gajah Mada (UGM)

 

(Humas Infokom)

Dua Siswa SMA NJ Raih Juara 3 Kompetisi Bisnis Santripreneur Tingkat Jatim

nuruljadid.net – SMA Nurul Jadid Kembali menorehkan prestasi di bidang koperasi milenial tingkat Jawa Timur (Jatim) sebagai juara 3 Bisnis Santripreneur yang digelar oleh Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Jum’at (30/9/2022) di Hotel Montana Dua Kota Malang.

Lomba tersebut dilaksanakan selama dua hari tanggal 27-28 September 2022. Terdapat 10 Pemenang Lomba Koperasi Milenial dan Santripreneur yang berhasil meraih Juara pada event tersebut.

Pasalnya, sebelum memasuki ruangan seluruh peserta diajak berkunjung ke Kopontren Sidogiri Pasuruan guna mendapatkan motivasi wirausaha dan wirakoperasi. Lomba Koperasi Milenial dan Santripreneur dilaksanakan dalam rangka memeperingati hari jadi Pemerintah Provinsi Jawa Timur Ke-77 dan Hari Santri Nasional Tahun 2022 yang bertujuan menumbuhkan jiwa berwirausaha dan minat berkoperasi pada generasi milenial.

(Potret suasana pemberian trophy dan piagam penghargaan kepada para pemenang)

Lomba Koperasi Milenial diikuti oleh siswa tingkat SMA/SMK/MA sederajat yang ada di Jawa Timur. Sedangkan Santripreneur diikuti para santri di Jawa Timur. Mereka mempresentasikan bisnisnya di hadapan dewan juri dan disusul dengan sesi tanya jawab.

Pihaknya, menuturkan bahwa pencapaian ini teramat luar biasa dan membanggakan. Mengingat, lomba ini diikuti oleh siswa sederajat dari puluhan sekolah di Jawa Timur sehingga persaingannya terbilang ketat dan tidak mudah.

“Dengan latihan maupun persiapan yang menurut kami mungkin kurang maksimal, mendapatkan juara 3 ini suatu kebanggaan yang luar biasa. Apalagi persaingannya sangat ketat sekali, lingkupnya se- Jawa Timur tidak sedikit sekolah favorit yang ikut berpartisipasi, tapi alhamdulillah bisa lolos,”ujarnya.

Pada waktu yang sama guru pendamping pada saat penobatan tersebut mengatakan rasa syukur bisa meraih juara 3 kategori Santripreneur serta menjadikan sebagai evaluasi untuk lebih giat dalam mempelajari ilmu bisnis sehingga bisa meraih juara 1 untuk event-event ke depannya.

“Alhamdulillah kita meraih juara 3 pada kategori Santripreneur tingkat Jatim oleh karnanya kami akan terus berbenah untuk giat belajar supaya bisa juara 1 pada event berikutnya,”pungkasnya.

Adapun daftar pemenang dari dua kategori tersebut ialah:

  • Kategori Koperasi Milenial
  1. Juara 1 SMKN 1 Turen Kab. Malang
  2. Juara 2 SMAN Gondangwetan Kab. Pasuruan
  3. Juara 3 SMKN 1 Bojonegoro
  • Kategori Santripreneur
  1. Juara 1 Pesantren Al – Amin Kab. Mojokerto
  2. Juara 2 Pesantren Putri Al-Ittihad Kab. Malang
  3. Juara 3 Pesantren Nurul Jadid Kab. Probolinggo

 

 

(Humas Infokom)

Gus Fayyadl Usul Darud Difan sebagai Konstribusi Menyusun Konsep Negara Suaka

nuruljadid.net – Mudir Ma’had Aly Nurul Jadid K. Muhammad Al-Fayyadl mengusulkan Darud Difan sebagai kontribusi untuk menyusun konsep negara suaka, hal tersebut menjadi perbincangan dalam acara Halaqoh Fikih Peradaban di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid pada Ahad (2/10) siang.

“Mungkin apa bisa darud difan ini dijadikan kontribusi untuk menyusun konsep negara suaka?”, tanya Gus Fayyadl.

Usulan ini berangkat dari fakta geopolitik yang desawa kini sangat rentan pada terjadinya pengusiran umat manusia. Beliau memberikan contoh beberapa tahun lalu saat tragedi rohingya, umat muslim yang ada di daerah bangladesh, india, dan pakistan terusir dari negaranya.

“Hal ini sampai sekarang belum bisa diatasi oleh konsep negara bangsa yang ada, kenapa? Karena negara bangsa yang ada saat ini sangatlah ekslusif, bisa dibilang untuk masuk ke sebuah teritory harus butuh pasport dan visa. Bagaimana dengan warga negara yang tidak punya pasport dan visa, apakah dihukumi sebagai bughat,” dawuh beliau.

(Potret suasana Halaqoh Fikih Peradaban di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Dalam konteks tersebut, Kyai Muhammad Al-Fayyadl mengusulkan agar kita bisa memahami tatanan dunia hari ini sebagai darud da’wah. Lalu beliau menjelaskan bahwa darud da’wah dibagi menjadi dua, yaitu darud to’at dan darul ma’ashih wal fusuk wal dzulmi. Jadi yang ada sekarang bukanlah kekafiran ansih, tetapi sebenarnya ekspresi paling luar dari kekafiran itu adalah al ma’asi, wal fusuk, wal dzulmi, al jaur atau kesewenang-wenangan.

“Sehingga dari konsepsi seperti ini sebenarnya yang ada mungkin sekarang itu semua negara hari ini adalah darud dakwah bagi umat islam,” imbuhnya.

Memperkuat dasar pemikirannya, beliau juga mengangkat cerita sahabat rasul yang menjadi salah satu al-‘asyaratu al-mubasysyaruna bil jannati atau sepuluh sahabat nabi yang dijamin masuk surga, beliau adalah Abdurrahman bin Auf. Dalam sejarah diceritakan, beliau adalah orang pertama yang rumahnya menjadi tempat kedatangan utusan-utusan nabi bahkan tamu-tamu nabi yang berasal dari luar negeri, sehingga rumah beliau disebut sebagai darud difan.

“Bahkan rumah dari Abdurrahman bin Auf ini juga disebut addarul kubro. Karena saking luasnya, karena beliau kaya raya, rumahnya yang besar itu banyak menerima tamu delegasi dari negara-negara lain yang itu insyaallah rata-rata non-muslim atau musyrik. Jadi kami tertarik, mungkin apa bisa darud difan ini dijadikan kontribusi untuk menyusun konsep negara suaka?,” jelas Gus Fayyadl.

Selain itu, beliau juga mengusulkan bahwa tujuan negara sebenarnya yang telah dimukakan oleh KH. Afifudin Muhajir bisa ditingkatkan pada tataran global, artinya bagaimana Fikih Maqosid yang telah menjadi acuan kita di dalam bermuamalah hari ini bisa ditingkatkan ke dalam tataran global.

“Sebagai contoh, kami mengusulkan adanya istilah hifdzul bi’ah atau menjaga lingkungan yang dimaknai disini hifdzul balad atau hifdzul wathon sebagai salah satu maqosid syariah di dalam konteks tatanan dunia baru, kenapa? Karena semua an nafs, ad din, al mal, an nasl itu tidak akan berguna ketika sebuah negara diinvasi dan dikoloni, maka hifdzul balad, meski itu balad yang mayoritasnya ada kafir, karena dia potensi menjadi darud dakwah maka sangat mungkin untuk dimasukkan kedalam kriteria maqosdu syariah yang baru,” pungkas beliau.

 

 

(Humas Infokom)

Usai Raih Penghargaan Pada Hari TBC Se Dunia, Klinik Az-Zainiyah Dikunjungi Pejabat Dinkes Provinsi Jatim

nuruljadid.net – Pada peringatan Hari Tuberkulosis (TBC) se Dunia bulan Maret lalu, Klinik Az-Zainiyah mendapatkan apresiasi penghargaan berkat partisipasinya dengan melakukan skiring TB pada 5000 peserta. Usai torehan prestasi tersebut, Klinik Az-Zainiyah dikunjungi oleh beberapa pejabat Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur (7/10/2022).

Kunjungan rombongan pejabat Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur ini disambut hangat oleh Kabag. Umum Klinik Az-Zainiyah Ns. Ahmad Kholid Fauzi, M.Kep didampingi dr. Ni’matul Husnah selaku Kabid. Pelayanan Medis Klinik Az-Zainiyah dan Ns. Indah Fawaziah sebagai Kabid. Keperawatan Klinik Az-Zainiyah.

Hadir pada kunjungan tersebut Wasor Koordinator Dinkes Provinsi Jatim Drs. Christian Yochanan, Apt, TO PPM Provinsi Jatim Aldila Mazaya Ghaisani, S.KM., Wasor TB Dinkes Kab. Probolinggo Sulistiani Trisnoharini, S. Kep., Ns dan Pokja TB PKM Paiton Ns. Shobi.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan bahwa penyakit tuberkulosis (TBC) di Indonesia menempati peringkat ketiga setelah India dan Cina dengan jumlah kasus 824 ribu dan kematian 93 ribu per tahun atau setara dengan 11 kematian per jam.

(Rombongan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur saat melakukan foto bersama usai kunjungan ke Klinik Az-Zainiyah Nurul Jadid)

Hal ini menjadi perhatian serius pihak kesehatan pesantren Nurul Jadid juga pemerintah setempat. Pada kunjungan tersebut Wasor Koordinator Dinas Kesehatan Propinsi Jatim berpesan agar pihak Klinik Az-Zainiyah terus berupaya untuk menangani kasus TBC di pesantren dan lingkungan sekitar sampai dengan tuntas.

“Kita ingin Klinik Az-Zainiyah menjadi kepanjangan tangan Pemerintah dalam memutus rantai penyebaran TBC dan memberikan pelayanan terbaik kepada pasien yang terduga TBC sampai tuntas” ungkap Christian saat kunjungan.

Pada kunjungan tersbut terdapat beberapa fokus yang menjadi isu bersama diantaranya penanganan dan pelayanan penyakit TBC hingga tuntas; optimalisasi skirining, penegakan diagnose dan pengobatan TBC yang dilakukan oleh Klinik Az-Zainiyah; Kerjasama pemeriksaan diagnostic bersama Puskesmas Paiton dan Rumah Sakit sekitar yang melayani TBC dan pelayanan pengobatan TBC Gratis kepada pasien sampai sembuh.

 

 

(Humas Infokom)

Kiai Zuhri Zaini Hadiri Pengukuhan Guru Besar UIN KHAS Jember, Salah Satunya Alumni Nurul Jadid

nuruljadid.net – Pengasuh Podok Pesantren Nurul Jadid KH. Moh. Zuhri Zaini menghadiri undangan Pengukuhan 2 Guru Besar UIN KHAS Jember pada Jum’at, 7 Oktober 2022 di GKT UIN KHAS Jember beberapa hari lalu.

Dua guru besar itu adalah Prof. Dr. M. Khusna Amal, M.Si yang dikukuhkan menjadi guru besar sosiologi agama dan Prof. Dr. M. Dahlan, M.Ag yang dikukuhkan menjadi guru besar ushul fiqh. Sedangkan Prof. Dahlan merupakan alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Prof. Dr. M. Khusna Amal, M.Si merupakan Dekan Fakultas Ushuluddin dan Prof. Dr. M. Dahlan, M.Ag. merupakan Direktur Pascasarjana UIN Khas Jember.

(Kiai Zuhri saat memimpin doa pada pengukuhan Guru Besar UIN KHAS Jember)

Keduanya diberikan kesempatan untuk menyampaikan orasi ilmiah sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing. Khusna Amal bicara soal mengembalikan wajah Islam moderat di ruang digital dengan tema “From Conservative To Moderate Firm, Kontribusi Humor Dalam Mengembalikan Wajah Sumringah Islam Di Ruang Digital”

Sedangkan Dahlan bicara soal ushul fiqih kebangsaan dengan judul “Wacana Usul Kebangsaan, Membaca Paradigma Objektifikasi Maqashid Syariah Pemerintahan Joko Widodo”.

Rektor UIN KHAS Jember, Prof Dr. H. Babun Suharto SE, MM berharap pengukuhan kedua guru besar itu dapat memotivasi dosen lainnya untuk memperoleh gelar yang sama.

(Prof. Dr. M. Dahlan, M.Ag saat melakukan foto bersama keluarga dan pimpinan pesantren Nurul Jadid usai acara seremonial)

Acara seremonial dihadiri oleh Anggota Senat, Keluarga, Kolega serta Dosen dan Karyawan UIN KHAS Jember, juga ikut hadir pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Kiai Zuhri, Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil, Kepala Staf Pimpinan Ahmad Sahidah, Ph.D dan Kabag. Humpro Dr. Syamsuri Hasan, M.HI.

Dengan dikukuhkanya 2 guru besar, tercatat jumlah guru besar di UIN KHAS Jember bertambah menjadi 12 orang dan hal ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi seluruh civitas akademika.

Di akhir acara pengukuhan, Kiai Zuhri diminta untuk memimpin doa demi kebarokahan acara dan prestasi yang dicapai oleh UIN KHAS Jember yang baru saja bertransformasi dari IAIN Jember.

 

 

(Humas Infokom)

Maknai liburan, Kiai Zuhri Sebut Santri Adalah Duta Pesantren di Tengah Masyarakat

nuruljadid.net – Dalam tausyiahnya untuk seluruh santri sebelum libur maulid, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri Zaini menyampaikan arti penting dari liburan maulid yang dilaksanakan di Masjid Jami’ Nurul Jadid untuk putra, dan melalui audio speaker di wilayah masing-masing untuk putri.

Dalam tausiah yang digelar pada Senin (3/10/2022) malam itu, kiai Zuhri menyampaikan beberapa hal penting. Mulai dari memaknai hari libur santri, pesan kepada santri ketika dirumah, harapan kepada orang tua, dan aturan pesantren yang harus diikuti.

”Libur itu istilahnya break sebentar, selama sepuluh hari untuk menghilangkan kejenuhan dari rutinitas kita di pondok. Sebab kalau jenuh kita akan kehilangan semangat dan motivasi. Tapi harapan kita dengan adanya libur ini, kita akan segar kembali. Sehingga ketika balik ke pondok akan lebih semangat lagi,” dawuh Pengasuh.

KH. Zuhri dalam tausiahnya menyebut santri sebagai duta pesantren di masyarakat.

“Para santri ini adalah Duta-duta dari pondok ini. Yang artinya, adalah perwakilan yang mencerminkan pondok, bagaimana bisa menjaga nilai kesantriannya, mulai dari ibadah, hingga akhlaknya,” tuturnya.

 

Suasana ketika Tausiah Pengasuh di dalam Masjid Jami’ Nurul Jadid

Oleh karena itu, beliau berpesan agar santri bisa mengisi liburan dengan hal yang bermanfaat. Mulai dari pekerjaan rumah, hingga aktif dalam kegiatan kemasyarakatan.

“Isilah libur ini selain dengan ibadah yang wajib, juga dengan kegiatan yang bermanfaat. Paling tidak ikut membantu pekerjaan dirumah. Menyapu umpamanya,”

Di sisi lain, beliau juga berharap kepada wali santri agar turut mengawasi putra-putrinya ketika pulang di rumah.

“kepada keluarga khususnya orang tua, saya berharap, agar lebih menyempatkan diri untuk ikut mengawasi putra putri kita,” pinta pengasuh.

Berulang kali Pengasuh menyampaikan dalam tausiahnya agar santri harus memiliki akhlak yang baik.

“Jadi sekali lagi, jagalah akhlak dengan berperilaku yang baik dan hindari perilaku yang buruk,” beliau menegaskan.

Di akhir tausiahnya, beliau berharap agar aturan-aturan pesantren harus tetap dilaksanakan dan diikuti dengan baik, termasuk ketentuan kapan santri harus pulang dan kembali.

Setelah tausiah usai, dilanjutkan dengan sesi penyampaian ketentuan Puber (Pulangan Bersama) yang disampaikan oleh bapak Rahmat.

 

 

(Humas Infokom)

Libur Tiba! Ribuan Santri Nurul Jadid Pulang Bersama ke Berbagai Daerah di Seluruh Indonesia

nuruljadid.net – Memasuki bulan Rabiul Awal dan menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 H, ribuan santri Pondok Pesantren Nurul Jadid melaksanakan pulang bersama ke berbagai daerah di seluruh Indonesia. Tercatat sebanyak kurang lebih 74 Armada Bus dan mini bus diberangkatkan dari bumi Nurul Jadid ke seluruh penjuru Indonesia sejak Selasa (4/10) sampai dengan Kamis (6/10) pagi.

Dalam hal ini, Pondok Pesantren Nurul Jadid kembali menggunakan program Pulang Bersama demi menjaga keamanan dan ketertiban santri. Pelepasan rombongan Pulang Bersama Libur Maulid 1444 H dipusatkan di Lapangan Utama KH. Zaini Mun’im. Pasalnya, tahun ini merupakan kali pertama Libur Maulid kembali diadakan setelah 2 tahun vakum karena pandemi COVID 19.

(Potret bus sedang berbaris dan seluruh santri sedang mencari bus tujuan daerahnya masing-masing)

Ketua Panitia Pulang Bersama Syaiful Anam mengemukakan bahwa konsep Pulang Bersama Libur Maulid 1444 H ini tidak jauh berbeda seperti tahun sebelumnya. Untuk mempermudah penyambutan santri di setiap titik turun (drop spot) pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan Pembantu Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid (P4NJ) daerah di seluruh Indonesia melalui Zoom Meeting dan koordinasi via WhatsApp.

“Yang membedakan Pulang Bersama Libur Maulid 1444 H dengan pulang bersama tahun-tahun sebelumnya mungkin terletak pada pusat kumpul dan pelepasan rombongan santri. Tahun ini kami memanfaatkan lapangan raya KH. Zaini Mun’im dan rombongan diberangkatkan per-sesi,” ungkap Syaiful Anam saat diwawancarai oleh Tim Nurul Jadid Media.

(Terlihat SABHARA Kec. Paiton bersama KAMTIB Nurul Jadid membantu menertibkan Pulang Bersama Libur Maulid 1444 H)

Ia juga menambahkan, santri yang berstatus siswa maupun mahasiswa tidak diperbolehkan pulang naik angkutan umum, melainkan harus mengikuti rombongan pulang bersama. Setiap rombongan santri didampingi oleh pengurus pesantren hingga sampai ke lokasi tujuannya masing-masing.

“Setiap bus kami sediakan pengurus pesantren sebagai pendamping rombongan sampai ke drop spot masing-masing daerah, terkecuali beberapa daerah yang diharuskan menggunakan moda transportasi udara (pesawat) atau kapal laut, santri bersangkutan diantar ke bandara atau pelabuhan sesuai dengan tempat pemesanan tiket. Pulang Bersama Libur Maulid tahun ini diadakan selama 3 hari, yaitu dari tanggal 4 – 6 Oktober 2022,” pungkasnya.

Berdasarkan data yang kami terima terdapat kurang lebih 8.000 santri putra-putri yang mengikuti program pulang bersama. Pemulangan antara santri putra dan putri dilakukan secara terpisah kecuali mereka yang memiliki mahrom maka ikut rombangan pulang bersama putri dengan syarat mahromnya masih dibawah umur. Hal ini disampaikan oleh Ketua Panitia untuk mejaga hubungan putra dan putri serta mempermudah pengkondisian di lapangan.

 

(Humas Infokom)