Nurul Jadid Sambut Hangat Kunjungan SMP Bustanul Makmur Banyuwangi

nuruljadid.net – Tiga armada bis, rombongan pelajar dari SMP Pondok Pesantren Bustanul Makmur Genteng, Banyuwangi melaksanakan kunjungan ke Pondok Pesantren Nurul Jadid Probolinggo dalam rangka silaturrahim. Rombongan itu tiba di bumi Nurul Jadid pada hari Kamis sore (17/11/2022).

Kedatangan itu disambut baik oleh pimpinan Pondok Pesantren Nurul Jadid di Aula 1. Rombongan terdiri dari pelajar putra dan putri yang didampingi langsung oleh Kepala SMP Bustanul Makmur dan beberapa guru lainnya.

(Peserta kunjungan dari SMP Bustanul Makmur Genteng Banyuwangi tengah mengikuti acara seremonial penyambutan di Aula 1 Pesantren)

Dalam kunjungan tersebut, rombongan pelajar SMP Bustanul Makmur dikenalkan secara singkat tentang Pondok Pesantren Nurul Jadid dengan menayangkan mulai dari profil pesantren, lembaga, hingga organisasi yang ada di dalamya. Selain itu, mereka juga diberikan kesempatan untuk bertanya langsung seputar informasi tentang Nurul Jadid yang belum diketahui.

Maksud kedatangan pihak SMP Bustanul Makmur ke Nurul Jadid yakni selain untuk mempererat tali silaturrahim, juga untuk menambah wawasan seputar pesantren peserta didiknya dengan mengenal lebih dalam apa yang ada di Pondok Pesantren Nurul Jadid termasuk gambaran output alumninya. Sehingga mampu memotivasi dan menjadi inspirasi bagi siswa-siswi SMP Bustanul Makmur.

(Kepala SMP Bustanul Makmur Genteng Banyuwangi tengah menyampaikan sambutan pada acara seremonial kunjungan di Aula 1 Pesantren)

“Diharapkan ke depan anak-anak ini bisa terinspirasi sehingga bisa bergabung menjadi santri di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo,” tutur Imamuddin, M.Pd.I, Kepala SMP Bustanul Makmur.

Kunjungan tersebut merupakan program khusus yang diberikan kepada pelajar kelas akhir dengan nama “Program Bimbingan Karir” yang bertujuan agar peserta didiknya mampu menjadi pribadi yang sukses di masa depan, salah satu caranya dengan memfasilitasi bagaimana memilih lembaga pendidikan lanjutan yang tepat dengan observasi langsung ke lapangan.

“Semoga hadir kita kali ini, menjadi motivasi bagi kami, anak-anak kami dalam rangka bimbingan karir melihat secara langsung sekolah-sekolah yang akan dituju, termasuk pondok pesantren yang akan baik untuk studi lanjut insyaallah,” imbuhnya.

SMP Bustanul Makmur ini tidak hanya bertamu ke Pondok Pesantren Nurul Jadid saja, melainkan juga ke lembaga lain di berbagai kota/kabupaten seperti Jember, Mojokerto, dan Malang.

Turut hadir dalam kunjungan ini Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil, kepala-kepala satuan pendidikan, perwakilan Biro Kepesantrenan, Biro Pendidikan, dan tim protokol serta Humas Infokom pesantren.

 

 

(Humas Infokom)

Wisuda UNUJA, Rektor Sampaikan Bentuk Komitmen Bakti UNUJA bagi Peradaban Bangsa

nuruljadid.net – Rekor Universitas Nurul Jadid KH. Abdul Hamid Wahid, M. Ag. jabarkan lima bidang tata kelola UNUJA sebagai bentuk komitmen bakti UNUJA bagi peradaban bangsa. Di samping itu, beliau juga beri apresiasi dan selamat kepada para wisudawan melalui sambutan rektor dalam Rapat Terbuka Senat Universitas Nurul Jadid Wisuda Diploma, Sarjana, dan Magister, Sabtu (29/10) pagi.

Wisuda, Rektor menjelaskan, adalah pengakuan akademik terhadap kompetensi yang telah ditempa selama ini. Dengan wisuda ini, para wisudawan telah melalui suatu tahapan penting dari proses akademik yang panjang dan melelahkan.

“Wisuda tahun akademik 2021-2022 ini diikuti oleh 1.115 wisudawan wisudawati dari jenjang magister, sarjana, dan diploma,” jelas Kyai Hamid.

(Potret KH. Abdul Hamid selaku Rektor Universitas Nurul Jadid saat menyampaikan sambutan dalam acara Wisuda)

Wisuda tahun ini sekaligus merupakan puncak milad satu lustrum UNUJA yang mengusung tema “Bakti UNUJA untuk Peradaban Bangsa”.

“Semangat untuk berbakti dan mengabdi inilah yang mendasari dilaksanakannya berbagai kegiatan pra acara wisuda yang telah diikuti bersama sepanjang bulan Oktober ini, yang juga bertepatan dengan momentum penuh berkah lainnya. Yakni peringatan Maulid nabi Muhammad SAW dan Hari Santri Nasional,” tutur KH. Abdul Hamid Wahid.

Di waktu yang sama, Rektor juga menjabarkan komitmen bakti UNUJA bagi peradaban bangsa, perwujudan tersebut diantaranya; komitmen UNUJA untuk membentuk generasi yang unggul, siap menghadapi tantangan dengan tetap melestarikan keluhuran tradisi, berbekal keimanan dan ketakwaan kuat kepada Allah SWT.

“Untuk mewujudkan komitmen itu, dijewantahkan dalam proses tata kelola UNUJA dalam lima bidang. Pertama, Bidang Pendidikan. Kedua, Bidang Penelitian.  Ketiga, Pengabdian Kepada Masyarakat, Keempat, Bidang Tata Kelola. Kelima, Kerja Sama,” imbuh Rektor.

Tak lupa, di akhir sambutannya, Rektor memberikan ucapan selamat dan doa kepada para wisudawan.

“Selamat dan sukses selalu bagi para wisudawan dan wisudawati Universitas Nurul Jadid. Semoga ilmu yang telah diperoleh selama di UNUJA mendapat keberkahan dan kebermanfaatan sebanyak-banyaknya bagi diri, keluarga, dan masyarakat luas,” tutup Kyai Hamid.

 

(Humas Infokom)

Undang Wali Santri, Wisuda PPIQ Nurul Jadid Tahun 2022 Lebih Berkesan

nuruljadid.net – Pusat Pendidikan Ilmu Al-Qur’an (PPIQ) Nurul Jadid gelar Wisuda Tahsinul Qiro’ah dan Pengukuhan Majelisan Tahfidzul Qur’an Tahun 2022 pada Sabtu (12/11/2022) malam lalu yang bertempat di Aula 1 Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo dengan mendatangkan wali santri yang diwisuda.

Berbeda dengan tahun sebelumnya yang masih berada dalam masa pandemi, pada wisuda kali ini telah berhasil mendatangkan wali santri wisudawan secara offline ke tempat acara. Dimana hal itu merupakan impian dari panitia sejak tahun lalu yang terpaksa dibatalkan disebabkan faktor masih pandemi dengan protokol kesehatan ketat. Sehingga wisuda tahun ini terasa lebih spesial dan berkesan khususnya bagi para wisudawan. Sementara itu, wali santri yang lain yang tidak bisa hadir langsung dapat menonton secara live streaming di kanal youtube pesantren.

Wisuda kali ini diikuti oleh 53 peserta PPIQ yang terdiri dari 28 peserta Tahsninul Qiro’ah dan 25 Peserta Majelisan Tahfidzul Qur’an. Tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk mengikuti wisuda, karena harus melewati proses yang cukup panjang dan usaha sungguh-sungguh untuk bisa lulus tes  dan mengikuti program wisuda serta pengukuhan majlisan tersebut.

(Potret Peserta Wisuda Tahsinul Qiro’ah PPIQ  Nurul Jadid Tahun 2022)

Menurut ustaz Andre, koordinator acara ini menuturkan, tujuan wisuda ini yang pertama, ialah sebagai bentuk rasa syukur di tingkat internal kepengurusan dan peserta didik lebih-lebih kepada wali santri atas tuntasnya target dalam menempuh pendidikan baik di program Tahsinul Qiro’ah maupun di program Tahfidzul Qur’an yang ada di PPIQ. Kedua, sebagai syiar dan modal bagi peserta didik untuk mengamalkan ilmu yang didapatkan.

Turut hadir dalam acara tersebut, Direktur H. Rusdi Aziz, Wakil Direktur Gus Ahmad Madarik, para alumni ustaz Supriyadi, ustaz Dimas Eko Cahyono, ustaz Sa’ari, wali santri dari wisudawan Tahsinul Qiro’ah, dan semua santri PPIQ Nurul Jadid Putra.

Gus Ahmad Madarik, Wakil Direktur PPIQ, dalam pidato sambutan menyampaikan pesan kepada para peserta agar tidak mudah berbangga diri.

“Jangan cepat bangga dengan apa yang sudah sampean peroleh selama ini,” dawuh Gus Madarik kepada wisudawan dan audien yang hadir.

Di akhir sambutannya, Gus Madarik mendoakan semua orang yang hadir pada acara tersebut agar kelak mendapatkan barokah Al-Qur’an.

“Semoga yang hadir pada malam hari ini mendapatkan barokahnya Al-Qur’an, digolongkan menjadi ahli Qur’an, dan besok bisa bertemu pada hari kiamat menjadi ahli Qur’an yang bisa memberikan syafaat kepada keluarganya,” pungkas Gus Madarik. Do’a ini pun diamini secara serentak oleh seluruh hadirin yang mengikuti acara wisuda secara offline di Aula 1 Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo.

 

 

(Humas Infokom)

Kafilah PPIQ Nurul Jadid Borong Juara pada MTQ Tingkat Kabupaten

nuruljadid.net – Kafilah Pusat Pendidikan Ilmu Al-Qur’an (PPIQ) Nurul Jadid borong 6 kejuaraan lomba sekaligus pada ajang perlombaan MTQ XXX Kab. Probolinggo Sabtu (29/10/2022) bulan lalu. Lomba tersebut diikuti oleh delegasi dari tiap kecamatan dan Pondok Pesantren yang ada di Kabupaten Probolinggo.

Terdapat 6 cabang lomba pada event tersebut, yakni lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ), Musabaqah Fahmil Qur’an (MFQ), Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ), Musabaqah Qiroatul Kutub (MQK), dan Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ).

Perlombaan itu bertempat di Kantor Bupati Probolinggo, tepatnya di depan Alun-alun Kraksaan yang dimulai dari pagi hari, dan diakhiri dengan acara puncak pengumuman pemenang lomba pada malam harinya.

Malam Penganugerahan Piala Lomba kepada kafilah Pondol Pesantren Nurul Jadid

“Alhamdulillah, ini merupakan hal yang tak terduga, kafilah Nurul Jadid berhasil memborong juara dalam ajang perlombaan ini dengan membawa sembilan trofi, walaupun hanya selisih beberapa poin saja untuk membawa pulang trofi juara umum.” terang ustaz Misbah, pembina lomba kepada tim Nurul Jadid Media.

“Kami ucapkan selamat dan terimakasih kepada para pemenang, dan jangan menyerah dengan tetap bersemangat bagi yang belum juara,” tambahnya.

Adapun daftar nama pemenang lomba sebagai berikut.

  1. Juara 1 MFQ Putra (Moch Wildan Cahyono, Adib Abdillah, Andi Khoirul Haskil)
  2. Juara 1 MHQ 10 Juz Putra (Muhammad Husain)
  3. Juara 2 MFQ Putra (Alfi Yusrin,Ahmad Nadhir Zubandi, Moch Sofyan Arief Irsyad)
  4. Juara 1 MSQ Putri (Diva Zaviroh, Nabila Fitrotun Nufus, Fais Nur Azizah)
  5. Juara 3 MSQ Putri (Faqi’ah Musirroh, Intan Fasya Hila Wardana, Siti Hawa Nurfadila)
  6. Juara 2 KTIQ Putri (Seroja Ainun Nadifa)
  7. Juara 2 MFQ Putri (Faizah, Syauqi Nadya Bella, Nayla amalia al Haq)
  8. Juara 3 MHQ 10 Juz Putri (Atuf Nabila Naila Khoir)
  9. Juara 3 MHQ 20 Juz Putri (Putri Inayah)

Para pemengang lomba ini nantinya akan dikirimkan ke tingkat provinsi untuk berjuang kembali mewakili kabupaten Probolinggo di tingkat provinsi Jawa Timur.

 

 

(Humas Infokom)

Wisudawan Terbaik UNUJA Zulfikar Prayogi, Persembahkan 6 Juara Nasional Dalam Sebulan

nuruljadit.net – Wisudawan Terbaik Non-Akademik Universitas Nurul Jadid (Unuja) Prodi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Sosial dan Humaniora, Zulfikar Prayogi, berhasil menyabet enam prestasi selama bulan Oktober lalu tingkat Nasional untuk kembali dipersembahkan kepada almamater kampus berkeadaban Unuja. Prestasi yang diraih dari dua kategori yaitu bidang bahasa Inggris dan sastra.

Zulfikar sukses meraih prestasi tingkat nasional ini usai menyisihkan ratusan peserta lainnya dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kerja keras dan riyadlah dia selama di pondok pesantren berbuah manis dan berhasil menginspirasi anak asuhnya yang lain.

“Sejujurnya, setiap kali mengetahui diumumkan sebagai pemenang, saya selalu bersyukur sekali karena bisa mengharumkan nama almamater saya UNUJA dan pastinya Pondok Pesantren Nurul Jadid tercinta yang membesarkan dan mendewasakan saya hingga seperti sekarang. Hal ini terwujud juga selain kerja keras juga karena barokah dan doa dari keluarga Masyayikh Nurul Jadid untuk seluruh santrinya, ” ungkapnya Senin (1/11/2022) silam.

Mahasiswa angkatan 2018 ini sebelumnya sudah seringkali meraih prestasi hingga tingkat internasional. Zulfikar yang hobi adventuring ini gemar menulis karya sastra yang berhasil mengantarkannya menjadi juara dalam berbagai event lomba kesastraan, khususnya cipta baca puisi.

Dalam berbagai kompetisi yang Zulfikar ikuti, hampir semuanya membuahkan hasil. Mahasiswa yang passionate dengan Bahasa Inggris dan sastra ini tidak hanya mahir dalam bidang verbal language atau speaking saja namun juga writing skill dalam Bahasa Inggris.  Hal ini bisa dikuasai Zulfikar karena konsistensi dia dalam berlatih berbocara, membaca dan menulis baik literatur bahasa Indonesia lebih-lebih bahasa Inggris sehingga kemampuan literasi kebahasaannya terus berkembang.

“Saya merasa membaca dan menulis itu sangat penting untuk bisa berprestasi, karena dengan membaca akan memperkaya knowledge kita sehingga isi pidato yang kita sampaikan berbobot dan dengan menulis kita juga bisa mengutarakan gagasan dan mewariskannya dalam karya yang bisa bermanfaat untuk banyak orang yang membacanya,” tegas Zulfikar kepada nuruljadid.net

Tidak hanya itu, Wisudawan Terbaik asal Tamanan Bondowoso tersebut berhasil meraih predikat pengurus berprestasi tahun ajaran 2021-2022 LPBA Nurul Jadid yang dinobatkan pada saat kegiatan Yudisium LPBA Jum’at (28/10/2022). Usai dinobatkan sebagai pengurus berprestasi, tepat pada Sabtu (29/10/2022) dia dinobatkan sebagai wisudawan terbaik non-akademik pada acara Wisuda ke-V Universitas Nurul Jadid tahun 2022.

 

 

(Humas Infokom)

Siswa MA Nurul Jadid Torehkan Prestasi Membanggakan Bidang Kitab Kuning

nuruljadid.net – Meski tengah menikmati libur pesantren beberapa pekan lalu, Santri Nurul Jadid berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih juara dua ajang perlombaan Musabaqoh Qiraatil Kutub (MQK) Nasional tingkat SLTA yang digelar oleh Universitas Negeri Maulana Malik Ibrahim, Malang (14-15/10).

Santri bernama Wildan Zulfikar tersebut berasal dari Daerah KH. Zaini Mun’im (MAK) yang juga siswa aktif kelas unggulan XII 1 Keagamaan Madrasah Aliah Nurul Jadid (MANJ). Prestasi yang diraih pada Gebyar Apresiasi Khazanah Araby (Gaza) X 2022 tersebut, yakni membaca kitab kuning tanpa harokat (gundul) dengan jenis kita Fathul Qorib (Takrib) yang mana peserta harus mengikuti aturan yang telah di cantumkan pada ajang perlombaan tersebut.

Wildan Zulfikar kelahiran Surabaya, 29 April 2005 itu belajar dengan sungguh–sungguh untuk mendapakat hasil yang memuaskan. Pasalnya, peserta harus membaca dengan lancar, fasih dan tepat serta menyertakan makna dari bab yang telah dibacanya dan tetap mengikuti pedoman ilmu alat (nahwu dan sorrof). Usai membacakan serta memberikan makna dengan bab Muamalat (hukum sosial) dan Munakahat (hukum perkawinan). Jajaran dewan juri bergilir memberikan pertanyaan kepadanya dengan pertanyaan yang berbeda dan harus dijawab secara tepat dan akurat.

Santri yang akrab dipanggil Wildan tersebut mampu menjawab pertanyaan berbeda yang diberikan oleh dewan juri dengan jawaban yang benar dan tepat. Sehingga dewan juri terpikat akan penguasaan keilmuan yang Wildan miliki berdasarkan penampilan dia saat menerangkan Bab yang telah dipilih secara acak melalui undian sebelumnya.

Perlombaan yang digelar selama dua hari tersebut menyisakan kenangan dan kesan yang indah baginya. Pasalnya, Wildan Zulfikar dinobatkan sebagai juara dua Lomba Musabaqoh Qiraatil Kutub (MQK) Nasional tingkat SLTA mewakili Pondok Pesantren Nurul Jadid dan khususnya MA Nurul Jadid.

Penanggung jawab lomba MA Nurul Jadid menerangkan bahwa masa libur pesantren yang bertepatan dengan penyelenggaraan event Gaza tersebut sangat membantu Wildan dalam mempersiapkan diri menghadapi perlombaan karena bisa lebih fokus dan tenang dibandingkan di pesantren yang padat akan banyak kegiatan.

“Selama liburan itu, siswa yang ikut Gaza bisa lebih fokus pada jenis lomba yang diikuti, karena tidak disibukkan oleh kegiatan pesantren dan madrasah,” sebagaimana dilansir pada website resmi MA Nurul Jadid.

 

 

(Humas Infokom)

Membanggakan! PPIQ Nurul Jadid Juara Kompetisi MFQ Tingkat Nasional

nuruljadid.net – Tim Musabaqah Fahmil Qur’an (MFQ) Asrama Pusat Pendidikan Ilmu Al-Qur’an (PPIQ) Nurul Jadid mengukir prestasi gemilang. Tak tanggung-tanggung mereka sukses meraih juara ketiga pada Kompetisi Musabaqah Fahmil Qur’an (MFQ) tingkat nasional yang digelar oleh UKM Seni Religi Universitas Brawijaya Malang.

Pasalnya, lomba MFQ yang diikuti oleh seluruh SLTA se-antero daerah Indonesia ini merupakan rangkaian dari Gebyar Brawijaya Qur’ani Nasional (GBQN) tahun 2022 yang berlangsung sejak tanggal 29 September hingga 2 Oktober.

Dalam perlombaan tersebut, PPIQ mengutus satu tim MFQ yang beranggotakan Tifani Fianeta Nabila Agiska, Rofiqotul Hasanah, dan Rofiqotul Mardhiyah. Ketiganya merupakan siswi aktif kelas XII Unggulan IPA Tahfiz Madrasah Aliyah Nurul Jadid.

Seyogyanya bukanlah perkara mudah menjadi sang juara dalam sebuah kompetisi nasional. Dibutuhkan perjuangan ekstra, diikuti proses latihan secara berkelanjutan, dan bimbingan ahlinya.

Selain itu ada juga faktor mental dan rasa percaya diri dalam menghadapi berbagai ujian, cobaan, dan tantangan. Tak kalah penting lagi, dukungan dari pihak keluarga, kerabat, serta orang-orang terdekat. Baik secara mental, materi, maupun non materi. Hingga akhirnya segala apa yang dihadapi dapat dilewati dengan baik.

Demikian halnya dengan para juarawan dari Tim MFQ PPIQ Nurul Jadid, sukses yang berhasil ditorehnya pun diawali dengan perjalanan panjang yang diikuti perjuangan keras. Pada babak penyisihan terdapat 27 regu peserta di seluruh Indonesia, tim PPIQ tampil pada urutan kesembilan, dan Alhamudlillah lolos tiga besar yang dilombakan kembali pada tahap semifinal. Usai mendapatkan pengumuman baik, mereka masuk pada tahap final. Ketiga tim kembali beradu keterampilan memperebutkan juara satu, dua, dan tiga. Pada akhirnya, Alhamdulillah Tim MFQ dari PPIQ Nurul Jadid dinobatkan sebagai juara 3.

Saat diwawancarai Nurul Jadid Media Senin (30/10), Pendamping lomba Ustaz Abdillah sempat berbagi sekelumit cerita unik. Dalam ajang MFQ ini, menurut Ustaz Abdillah Tim MFQ PPIQ Nurul Jadid merupakan satu-satunya peserta putri yang berhasil lolos sampai final dan meraih juara.

“Ada yang unik, satu-satunya peserta putri yang lolos sampai final adalah delegasi dari PPIQ Nurul Jadid, karena peserta yang lain adalah putra semua,” tutur beliau.

(Humas Infokom)

Gus Rozin Ketua Majelis Masyayikh : Lulusan Pesantren Akan Dapat Hak Sipil dan Diakui Negara

nuruljadid.net – Sejak diberlakukannya Undang-undang Nomor 18 tahun 2019 tentang pesantren dan majelis masyayikh membawa angin segar bagi santri. Sehingga dibentuklah Majelis Masyayikh sebagai amanat Undang-undangan tersebut pada 30 Desember 2021.

Telah menjadi rahasia umum bahwa sebelumnya lulusan pondok pesantren tidak mendapat pengakuan dan dianggap bermasalah, namun dengan undang-undang ini lulusan pesantren akan mendapatkan hak-hak sipilnya.

Gus Rozin panggilan akrab KH. Abdul Ghofarrozin, M.Ed. menyampaikan dalam sambutannya bahwa “Tujuan MM juga memberikan rekognisi atas lulusan-lulusan yang dikeluarkan oleh pesantren, lulusan-lulusan yang dihasilkan pesantren agar lulusan tersebut bisa diakui oleh semua lembaga pendidikan, diakui oleh lembaga-lembaga negara dan diakui oleh semua elemen bangsa ini.” Terang beliau.

Tidak sampai disitu saja, Gus Rozin juga menyampaikan dengan adanya UU Pesantren ini akan memberikan hak sipil kepada santri lulusan pesantren dengan tetap melalui lembaga penjamin mutu yaitu dewan masyayikh dan Majelis Masyayikh.

“Sehingga lulusan pesantren dapat diterima oleh semua pihak, tidak seperti beberapa tahun yang lalu  ketika lulusan pesantren masih membutuhkan proses khusus ketika dia ingin kuliah di tempat lain atau ingin bekerja atau berkhidmat di tempat yang lain” imbuhnya

Tugas lain dari Majelis Masyayikh salah satunya adalah merumuskan kompetensi dan profesionalitas pendidik dan tenaga kependidikan, melakukan penilaian dan evaluasi serta pemenuhan mutu dan memeriksa keabsahan setiap syahadah atau ijazah santri yang dikeluarkan pesantren.

Sehingga kehadiran Majelis Masyayikh ini selain merupakan mandate dari Undang-Undang Pesantren juga sebagai lembaga pengawas dan penjamin mutu terhadap proses dan pengembangan pesantren di seluruh Indonesia.

 

 

(Humas Infokom)

 

Nurul Jadid Tuan Rumah Majelis Masyayikh, Sosialisasi UU No. 18 Tahun 2019 Tentang Pesantren

nuruljadid.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid mendapat kehormatan menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan Majelis Masyayikh (MM) terkait Sosialiasi Undang-Undang (UU) No. 18 Tahun 2019 tentang Pesantren dan Peran Majelis Masyayikh hari ini Selasa (15/11) di Aula 1 pesantren.

Majelis Masyayikh merupakan lembaga mandiri dan independen sebagai perwakilan Dewan Masyayikh dalam merumuskan dan menetapkan sistem penjaminan mutu Pendidikan Pesantren. Layanan MM diantaranya Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Ula, Wustha dan Ulya, Pendidikan Muadalah Ula, Wustha dan Ulya, Ma’had Aly dan Pengkajian Kitab Kuning.

Ketua MM KH. Abdul Ghoffar Rozin, M. Ed tidak dapat hadir secara langsung, namun melalui video rekaman sambutan menyampaikan amanat Undang-Undang Pesantren nomor 18 tahun 2019 tentang Pesantren dan peran penting Majelis Masyayikh khususnya peran dua lembaga tersebut.

“dua lembaga ini adalah lembaga penjamin mutu. Dewan Masyayikh berada di Pesantren, sedangkan Majelis Masyayikh berada di pusat. Tugas-tugasnya antara lain adalah memberikan fasilitasi, memberikan dorongan terhadap pesantren untuk dapat mengelola kurikulumnya secara mandiri dan dengan sebaik-baiknya.” Tutur Gus Rozin sapaan akrab KH. Abdul Ghoffar Rozin.

Terkait fungsi kebanyakan pesantren, selama ini hanya berfokus pada Tarbiyah wa ta’lim atau Pendidikan dan pembelajaran saja, bahwa sebenarnya ada fungsi dakwah dan pemberdayaan masyarakat. Sehinggan UU Pesantren ini menjadi paying hukum agar pesantren tumbuh dan bisa berkembang lebih baik.

Harapannya UU Pesantren ini tidak menjadikan kendor dalam tafaqquh fiddin dan menyerupai lembaga Pendidikan formal non pesantren.

Majelis Masyayikh dalam kurun waktu 5 tahun ke depan akan melakukan penguatan dasar berupa penguatan kesekretariatan, rencana induk dan profiling santri. Tahun kedua merancang standar minimal berupa kurikulum, mutu lulusan dan lembaga serta pendidik. Pada 2024 implementasi dari 2 tahun berjalan. Sedangkan pada 2025 menjadi bagian dari sistim Pendidikan nasional, branding dan bahkan memproduksi kitab kuning sebagao modul ajar resmi santri.

Pada sosialisasi kali ini hadir selaku narasumber Dr. KH. Muhyiddin Khotib, Prof. Dr. KH. Abdul A’la, M.Ag, dan Dr. KH. Moh. Mahfudz Faqih, M.Si. ikut menyambut pengasuh KH. Moh. Zuhri Zaini dan jajaran pimpinan pesantren serta 100 peserta dari kalangan kiai dan pengasuh pondok pesantren di daerah Tapal Kuda sekitarnya.

 

 

(Humas Infokom)

Kembali Tatap Muka, UNUJA Luluskan 1.115 Wisudawan

nuruljadid.net – Universitas Nurul Jadid (UNUJA) kembali melaksanakan wisuda Diploma-Sarjana-Magister secara tatap muka untuk pertama kalinya sejak pandemi Covid-19 pada hari Sabtu (29/10) kemarin. Bertema ‘Bakti UNUJA untuk Peradaban Bangsa,’ pelaksanaan wisuda ini sekaligus menjadi puncak peringatan milad ke-5 atau 1 Lustrum UNUJA.

Perhelatan ini dilaksanakan serentak di multilokasi kampus UNUJA, Wisudawan bertempat di Aula I, dan Wisudawati di Aula II. Wisudawan Wisudawati juga di dampingi para orang tua maupun pendamping yang menyaksikan melalui videotron di Lapangan Ayaman.

(Terlihat Rektor Universias Nurul Jadid KH. Abdul Hamid Wahid. M.Ag. (kanan) dan Dekan Fakultas Agama Islam Dr. H. Ahmad Fawaid, M.Th.I (kiri) tengah melakukan prosesi wisuda)

Pada wisuda kali ini, terdapat sebanyak 1.115 Wisudawan Wisudawati jenjang Diploma, Sarjana, dan Magister dari 5 fakultas berbeda. Masing-masing 88 Wisudawan Wisudawati dari program Pascasarjana, 465 orang lulusan Fakultas Agama Islam, 313 orang lulusan Fakultas Teknik, 100 orang lulusan Fakultas Kesehatan, dan 149 orang lulusan Fakultas Sosial Humaniora.

Rektor UNUJA KH. Abdul Hamid Wahid, M.Ag. mewakili seluruh Civitas Akademika Universitas Nurul Jadid dalam pidato sambutan menyampaikan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati tahun akademik 2021/2022.

Dalam pidato Rektor UNUJA, disampaikan wisuda merupakan pengakuan akademik terhadap kompetensi yang telah diterima selama ini. “Dengan wisuda ini, para wisudawan dan wisudawati telah melalui suatu tahapan penting dari perjalanan kehidupan akademik,” ujar Rektor.

(Rektor UNUJA KH. Abdul Hamid Wahid, M.Ag. sedang memberikan sambutan kepada seluruh Wisudawan Wisudawati)

Dalam upacara prosesi wisuda, juga dinobatkan Wisudawan Wisudawati terbaik Akademik, Non-Akademik, dan Pengurus Pesantren Terbaik. Wisudawan peraih IPK Terbaik diantaranya, Helmiyatus Sa’adah (Pascasarjana), Santi Laili Safitri (Fakultas Agama Islam), Husnul Hotimah (Fakultas Teknik), Sofiatul Widad (Fakultas Kesehatan), dan Saiful Islam (Fakultas Sosial Humaniora).

Sementara itu, Wisudawan terbaik Non-Akademik diantaranya, Badrus Zaman (Fakultas Agama Islam), Ahmad Wahyu Nor Khotim (Fakultas Teknik), Fauzan Abdullatif (Fakultas Kesehatan), Zulfikar Prayogi (Fakultas Sosial Humaniora), dan Wisudawan Pengurus Pesantren Terbaik adalah Ilham Akbar Safaruddin (Fakultas Agama Islam) dan Sulusiyah (Fakultas Agama Islam).

Wisuda ini menjadi momentum berharga dan kebanggaan, tidak hanya bagi para wisudawan, melainkan juga bagi para orang tua atau wali mahasiswa. Kelak, upacara wisuda yang kembali digelar secara luring dengan hadirnya orang tua/wali/pendamping akan menjadi catatan sejarah tersendiri bagi generasi di masa mendatang.

“Kami berharap semoga lulusan Universitas Nurul Jadid yang diwisuda saat ini mampu membaktikan diri dan bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara,” ungkap Rektor.

 

(Humas Infokom)

Optimalkan Pelayanan kepada Santri, Pesantren Resmikan Gedung Asrama dan Kamar Mandi Baru

nuruljadid.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid terus berupaya untuk memberikan pelayanan sebaik mungkin bagi para santrinya. Salah satu aksinya, pertengahan bulan Oktober kemarin pesantren telah meresmikan asrama dan kamar mandi umum baru bagi santri putra, tepat pada hari Selasa (18/10/2022) siang.

Acara peresmian tersebut dihadiri oleh Sekretaris Pesantren Faizin Syamwil, Kepala Biro Pendidikan K. Imdad Rabbani, Sekretaris Biro Kepesantrenan, Kabid. Tarbiyah Wa Ta’lim, Sekretaris Biro Umum, dan beberapa perwakilan pengurus pesantren lainnya. Peresmian ini juga melibatkan beberapa perwakilan dari mahasiswa KIP, karena nantinya akan menjadi asrama bagi anggota KIP baru.

Dalam sambutan yang diberikan oleh Sekretaris Pesantren, Bapak Faizin Syamwil menyampaikan terkait tujuan dari dibangunnya asrama baru ini, yakni sebagai optimalisasi sarana yang dibutuhkan untuk menampung mahasiswa KIP.

“Untuk memberdayakan mahasiswa KIP sebagai kader penerus pengurus pesantren yang berkompeten,” ujarnya.

Sementara itu, pembangunan kamar mandi baru ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan dan fasilitas yang lebih baik kepada para santri, dan dengan harapan santri mampu menggunakan dan menjaga fasilitas ini sebaik mungkin.

Suasana peresmian Asrama dan kamar mandi baru yang dihadiri leh pengurus pesantren dan perwakilan Mahasiswa KIP

Gedung ini diresmikan dengan pemotongan tumpeng secara simbolis oleh pengurus pesantren yang hadir. dimana gedung tersebut terdiri dari dua lantai. Lantai pertama bagian depan merupakan kantor asrama. Sedangkan bagian belakang menjadi kamar mandi umum yang baru bagi para santri. Lantai dua merupakan asrama santri yang terdiri dari 10 kamar. Kedepannya, asrama tersebut akan dihuni oleh Mahasiswa KIP (Komunitas Insan Pengabdi).

 

(Humas Infokom)

SMP Nurul Jadid Raih Dua Medali Perunggu di Olimpiade Matematika Nasional

nuruljadid.net – Jelang akhir bulan Oktober, kabar membanggakan datang dari prestasi Santri Nurul Jadid di kancah kompetisi nasional. Sabda dan Reyhan, siswa kelas VIII SMP Nurul Jadid meraih dua medali perunggu di Olimpiade Matematika Nasional pada Ahad (23/10).

Olimpiade Matematika yang digelar oleh Quantum Education Competition ini merupakan Kompetisi Pelajar Online (KPO) yang terbuka dan bisa diikuti oleh seluruh siswa SMP sederajat di seluruh wilayah Indonesia.

Capaian ini menjadikan mereka, salah satu perwakilan Santri Nurul Jadid yang dapat membuktikan bahwa seorang Santri juga mampu bersaing dalam perlombaan akademik di tingkat nasional.

“Tentunya berkompetisi dengan siswa-siswi terbaik dari seluruh penjuru daerah di Indonesia menjadi suatu tantangan terbesar bagi kita berdua,” ungkap Reyhan melalui pesan singkat kepada Tim Nurul Jadid Media.

“Tapi dengan itu, kami terpicu dan tertantang untuk terus memberikan yang terbaik, terus berlatih, dan lebih teliti lagi dalam menyelesaikan soal-soal olimpiade tersebut,” tambah Sabda.

Kepala SMP Nurul Jadid Bapak Drs. Rahardjo merasa bangga dan bersyukur atas capaian prestasi peserta didik nya, beliau menyampaikan bahwa prestasi gemilang yang membanggakan ini karena adanya kolaborasi yang baik antara pihak sekolah, guru, pesantren, dan siswa yang memiliki antusias luar biasa terhadap perkembangan prestasi.

“Semoga prestasi yang diraih oleh siswa kita sebagai motivasi bagi kita semua untuk lebih bergiat lagi dan memperlihatkan eksistensi SMP Nurul Jadid di masyarakat. Perjuangan kita bukan hanya sampai di sini, tetapi ini adalah menjadi langkah awal untuk mengembangkan potensi yang dimiliki,” Ujar Bapak Rahardjo.

 

(Humas Infokom)

Usai Liburan, Siswa SMP Nurul Jadid Kembali Gondol Juara 1 Arabic Speech Competition Tingkat Nasional

nuruljadid.net – Santri Pondok Pesantren Nurul Jadid yang juga peserta didik Language Intensive Programs of SMP Nurul Jadid (LIPS) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kompetisi pidato Bahasa Arab bertaraf Nasional usai liburan pesantren dalam rangkan menyambut Maulid Nabi Muahmmad SAW 1444 H yang digelar oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Bukittinggi, Sumatra Barat.

Ajang perlombaan tersebut bernama KIR FESTIVAL 2022, event yang pertama kali diadakan oleh UKM KIR pada tahun 2021 dan kembali digelar tahun 2022 ini. Pada event tahun ini, penyelenggara menggabungkan seluruh perlombaan yang sebelumnya dilaksanakan terpisah muali dari kategori SLTA Sederajat, Perguruan Tinggi sampai dengan Umum.

Terdapat enam cabang perlombaan pada KIR Fest 2022 tersebut, diantaranya Karya Tulis Ilmiah, Visualisasi Puisi, Podcast, English Speech, Arabic Speech, dan Presenter Berita. Pendaftaran dibuka sejak 22 Agustus 2022 sampai dengan 17 September 2022 dilanjutkan dengan pengumpulan karya dari masing-masing peserta cabang lomba. Usai pengumpulan karya secara Online kemudian dilanjutkan dengan penjurian.

Tepat pada Senin, 25 September 2022 bulan lalu pengumuman pemenang KIR Fest 2022 diselenggarakan secara daring. Saat pembacaan daftar pemenang cabang lomba Arabic Speech peserta perwakilan SMP Nurul Jadid mengaku sangat gelisah sambil berharap dan tidak henti memanjatkan doa. Alhasil Misbahul Munir perwakilan SMP Nurul Jadid dinobatkan sebagai Juara 1 Lomba Pdaito Bahasa Arab pada ajang KIR Fest 2022 tersebut.

Badrus Zaman, pembina LIPS mengatakan, perjuangan mengikuti lomba tingkat umum ini lebih sulit daripada ajang kompetisi tingkat SLTP sederajat, karena peserta didiknya harus berhadapan dengan beberapa lawan dari tingkat pendidikan yang lebih tinggi dan tentunya memiliki pengalaman dan pelafalan yang lebih baik.

“Meskipun anak didik kami masih duduk di tingkat SLTP dan harus menghadapi lawan dari tingkat yang lebih tinggi, kami tidak gentar. Karena kami percaya tingkat pendidikan bukanlah halangan untuk melangkah, ini adalah pengalaman yang sangat berharga. Siswa SMP melawan Siswa SMA, bahkan Mahasiswa, Alhasil semua bisa kami lewati dengan kerja keras dan doa asal mau berusaha dan memulai,” ungkap ustaz Zam kepada tim Nurul Jadid Media, Selasa (27/09) pagi.

 

 

(Humas Infokom)

Siswa SMA Nurul Jadid Terima Penghargaan dari Gubernur Jatim pada Hari Santri Nasional

nuruljadid.net – Siswa SMA Nurul Jadid menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa usai memenangkan lomba inovasi bisnis santripreneur yang diselenggarakan oleh OPOP Jawa Timur, pada Sabtu (22/10) lalu bertepatan pada Hari Santri Nasional.

Penyerahan piagam penghargaan tersebut juga bersamaan dengan penyerahan piagam penghargaan kepada Kafilah Jawa Timur yang berhasil membawa pulang titel prestisius Juara Umum pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXIX Tahun 2022 di Kalimantan Selatan sejak tanggal 10 sampai dengan 19 Oktober 2022.

Final lomba inovasi bisnis santripreneur OPOP Jatim diselenggarakan Kamis (20/10) silam. Pada tahap tersebut para peserta diwajibkan untuk mempresentasikan proposal bisnisnya dihadapan dewan juri. Dilansir pada portal media NU Online Jatim M Ghofirin, Sekretaris OPOP Jatim mengatakan ada tiga poin penilaian yang ditekankan oleh para dewan juri. Tiga poin tersebut ialah pengorganisasian penyaji, komunikasi, dan penguasaan materi.

Nur Hasyim Saputra santri asal Sumberasih Kabupaten Probolinggo dan Muhammad Dzakki Ronnaan Pratama asal Kota Probolinggo keduanya adalah siswa kelas XII Unggulan MIPA 1 SMA Nurul Jadid. Nur Hasyim menuturkan bahwa pencapaian ini teramat luar biasa dan membanggakan. Mengingat, lomba ini diikuti oleh siswa/santri sederajat dari puluhan pesantren terbaik di Jawa Timur sehingga persaingannya terbilang ketat dan tidak mudah.

“Dengan latihan maupun persiapan yang menurut kami mungkin kurang maksimal karena baru balik dari liburan, mendapatkan juara 3 ini suatu kebanggaan yang luar biasa dan kami syukuri. Apalagi persaingannya sangat ketat sekali, meskipun lingkupnya se-Jawa Timur tidak sedikit pesantren favorit yang ikut berpartisipasi, tapi alhamdulillah bisa juara,” ujarnya.

Ustaz Eko Hari Satrio, S.Pd. pembina Program Unggulan menjelaskan bahwa pencapaian ini merupakan sebuah berkah dari kerja keras peserta didik unggulan yang harus mengikuti kegiatan yang cukup padat baik di sekolah maupun di asrama. Namun meskipun momentnya mepet dengan pasca liburan pesantren, mereka bisa diarahkan dan dipersiapkan dalam kurun waktu beberapa hari untuk menghadapi final.

“Alhamdulillah meskipun di tengah keterbatasan waktu untuk mendampingi anak-anak pada final santripreneur. Namun karena mereka selama liburan juga sudah mempersiapkan diri sehingga kami selaku pembina cukup terbantu dalam mengarahkan mereka meskipun ke depan kami akan terus optimalkan pendampingan anak-anak agar mendapatkan hasil lebih baik” ungkap ustaz Eko menutup wawancaranya.

 

 

(Humas Infokom)

Kiai Zuhri Zaini Sebut Peringatan Maulid Nabi Tahun ini Istimewa, Berikut Alasannya !

nuruljadid.net – Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri Zaini menyebutkan dalam sambutannya bahwa Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 H tahun ini istimewa. Kegiatan ini diselenggarakan di Halaman Pesantren yang diikuti oleh seluruh santri Nurul Jadid.

“Maulid sekarang istimewa. Jadi, selain memperingati kelahiran beliau, juga memperingai Hari Santri,” dawuh Kiai yang sangat sederhana dan bersahaja tersebut pada sabtu (22/10) malam.

Lanjut dalam sambutannya, kiai Zuhri menyampaikan harapannya terhadap pelaksanaan pengajian umum dalam rangka memperingati kelahiran Nabi akhir dan manusia paling mulia Muhammad Ibn Abdillah tersebut.

“Mudah-mudahan berkumpulnya kita di majelis yang mulia ini akan bersama dengan ridho serta maunah Allah SWT. Sehingga membawa kebaikan, keberkahan bagi kita, bagi pesantren, bahkan bagi masyarakat, ummat, bangsa dan negara,” tuturnya yang disambut dengan Amin oleh seluruh hadirin dan ribuan santri yang ikut pengajian tersebut.

“Dan mudah-mudahan dengan barokahnya Maulid pada malam hari ini, Iman takwa kita kepada Allah SWT akan semakin meningkat. Juga demikian Mahabbah kita kepada beliau yang kita peringati kelahirannya akan semakin menguat,” pengasuh menambahkan.

Sebab memang, sebagaimana yang disampaikan oleh pengasuh, acara seperti ini jangan hanya dijadikan kegiatan rutinitas yang berlalu begitu saja, tapi harus bermakna dan memberikan qudwah, uswah dan hikmah pada kita melalui sirah nabi Muhammad SAW. Kemudian Kiai Zuhri menjelaskan makna dari peringatan maulid ini kepada para santri.

“Peringatan Maulid ini adalah bentuk takdzim, bentuk syukur, serta ungkapan mahabbah kita, kepada beliau yang kita peringati Maulidnya, yaitu junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Sehingga itu menjadi modal bagi kita untuk mengikuti ajaran-ajarannya, mengikuti sunnah-sunnahnya, dan meniru akhlaknya. Dan harapan puncaknya adalah kita akan mendapat syafaatnya dan akan berkumpul kelak dengan beliau. Tentu kalau berlumpul dengan Nabi itu pasti di syurga. Sekalipun mungkin tempatnya tidak sama,” tutur putra kelima dari Kiai Zaini Mun’im dan Nyai Nafi’ah.

Untuk mengungkapkan mahabbah dan syukur kita atas kelahiran beliau, Lanjut kiai Zuhri tidak cukup hanya dengan mengadakan perayaan seperti ini, termasuk membaca sholawat (srakalan) itu penting, sebab itu syiar. Tetapi juga harus ditindaklanjuti dengan tindakan dan perbuatan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Jadi kalau hanya ucapan, harapan dan doa tanpa ada tindakan, tidak ada manfaatnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, beliau berpesan kepada santri dan alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid.

“Maka dari itu, kita sebagai santri, baik yang masih ada di pondok, maupun yang sudah terjun ke masyarakat ini agar belajar dan terus belajar, sekalipun tidak di tempat-tempat formal atau khusus,” pesan pengasuh menutut sesi sambutannya.

 

 

(Humas Infokom)