Siswa SMA Nurul Jadid Terima Penghargaan dari Gubernur Jatim pada Hari Santri Nasional

nuruljadid.net – Siswa SMA Nurul Jadid menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa usai memenangkan lomba inovasi bisnis santripreneur yang diselenggarakan oleh OPOP Jawa Timur, pada Sabtu (22/10) lalu bertepatan pada Hari Santri Nasional.

Penyerahan piagam penghargaan tersebut juga bersamaan dengan penyerahan piagam penghargaan kepada Kafilah Jawa Timur yang berhasil membawa pulang titel prestisius Juara Umum pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXIX Tahun 2022 di Kalimantan Selatan sejak tanggal 10 sampai dengan 19 Oktober 2022.

Final lomba inovasi bisnis santripreneur OPOP Jatim diselenggarakan Kamis (20/10) silam. Pada tahap tersebut para peserta diwajibkan untuk mempresentasikan proposal bisnisnya dihadapan dewan juri. Dilansir pada portal media NU Online Jatim M Ghofirin, Sekretaris OPOP Jatim mengatakan ada tiga poin penilaian yang ditekankan oleh para dewan juri. Tiga poin tersebut ialah pengorganisasian penyaji, komunikasi, dan penguasaan materi.

Nur Hasyim Saputra santri asal Sumberasih Kabupaten Probolinggo dan Muhammad Dzakki Ronnaan Pratama asal Kota Probolinggo keduanya adalah siswa kelas XII Unggulan MIPA 1 SMA Nurul Jadid. Nur Hasyim menuturkan bahwa pencapaian ini teramat luar biasa dan membanggakan. Mengingat, lomba ini diikuti oleh siswa/santri sederajat dari puluhan pesantren terbaik di Jawa Timur sehingga persaingannya terbilang ketat dan tidak mudah.

“Dengan latihan maupun persiapan yang menurut kami mungkin kurang maksimal karena baru balik dari liburan, mendapatkan juara 3 ini suatu kebanggaan yang luar biasa dan kami syukuri. Apalagi persaingannya sangat ketat sekali, meskipun lingkupnya se-Jawa Timur tidak sedikit pesantren favorit yang ikut berpartisipasi, tapi alhamdulillah bisa juara,” ujarnya.

Ustaz Eko Hari Satrio, S.Pd. pembina Program Unggulan menjelaskan bahwa pencapaian ini merupakan sebuah berkah dari kerja keras peserta didik unggulan yang harus mengikuti kegiatan yang cukup padat baik di sekolah maupun di asrama. Namun meskipun momentnya mepet dengan pasca liburan pesantren, mereka bisa diarahkan dan dipersiapkan dalam kurun waktu beberapa hari untuk menghadapi final.

“Alhamdulillah meskipun di tengah keterbatasan waktu untuk mendampingi anak-anak pada final santripreneur. Namun karena mereka selama liburan juga sudah mempersiapkan diri sehingga kami selaku pembina cukup terbantu dalam mengarahkan mereka meskipun ke depan kami akan terus optimalkan pendampingan anak-anak agar mendapatkan hasil lebih baik” ungkap ustaz Eko menutup wawancaranya.

 

 

(Humas Infokom)

Kiai Zuhri Zaini Sebut Peringatan Maulid Nabi Tahun ini Istimewa, Berikut Alasannya !

nuruljadid.net – Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri Zaini menyebutkan dalam sambutannya bahwa Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 H tahun ini istimewa. Kegiatan ini diselenggarakan di Halaman Pesantren yang diikuti oleh seluruh santri Nurul Jadid.

“Maulid sekarang istimewa. Jadi, selain memperingati kelahiran beliau, juga memperingai Hari Santri,” dawuh Kiai yang sangat sederhana dan bersahaja tersebut pada sabtu (22/10) malam.

Lanjut dalam sambutannya, kiai Zuhri menyampaikan harapannya terhadap pelaksanaan pengajian umum dalam rangka memperingati kelahiran Nabi akhir dan manusia paling mulia Muhammad Ibn Abdillah tersebut.

“Mudah-mudahan berkumpulnya kita di majelis yang mulia ini akan bersama dengan ridho serta maunah Allah SWT. Sehingga membawa kebaikan, keberkahan bagi kita, bagi pesantren, bahkan bagi masyarakat, ummat, bangsa dan negara,” tuturnya yang disambut dengan Amin oleh seluruh hadirin dan ribuan santri yang ikut pengajian tersebut.

“Dan mudah-mudahan dengan barokahnya Maulid pada malam hari ini, Iman takwa kita kepada Allah SWT akan semakin meningkat. Juga demikian Mahabbah kita kepada beliau yang kita peringati kelahirannya akan semakin menguat,” pengasuh menambahkan.

Sebab memang, sebagaimana yang disampaikan oleh pengasuh, acara seperti ini jangan hanya dijadikan kegiatan rutinitas yang berlalu begitu saja, tapi harus bermakna dan memberikan qudwah, uswah dan hikmah pada kita melalui sirah nabi Muhammad SAW. Kemudian Kiai Zuhri menjelaskan makna dari peringatan maulid ini kepada para santri.

“Peringatan Maulid ini adalah bentuk takdzim, bentuk syukur, serta ungkapan mahabbah kita, kepada beliau yang kita peringati Maulidnya, yaitu junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Sehingga itu menjadi modal bagi kita untuk mengikuti ajaran-ajarannya, mengikuti sunnah-sunnahnya, dan meniru akhlaknya. Dan harapan puncaknya adalah kita akan mendapat syafaatnya dan akan berkumpul kelak dengan beliau. Tentu kalau berlumpul dengan Nabi itu pasti di syurga. Sekalipun mungkin tempatnya tidak sama,” tutur putra kelima dari Kiai Zaini Mun’im dan Nyai Nafi’ah.

Untuk mengungkapkan mahabbah dan syukur kita atas kelahiran beliau, Lanjut kiai Zuhri tidak cukup hanya dengan mengadakan perayaan seperti ini, termasuk membaca sholawat (srakalan) itu penting, sebab itu syiar. Tetapi juga harus ditindaklanjuti dengan tindakan dan perbuatan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Jadi kalau hanya ucapan, harapan dan doa tanpa ada tindakan, tidak ada manfaatnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, beliau berpesan kepada santri dan alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid.

“Maka dari itu, kita sebagai santri, baik yang masih ada di pondok, maupun yang sudah terjun ke masyarakat ini agar belajar dan terus belajar, sekalipun tidak di tempat-tempat formal atau khusus,” pesan pengasuh menutut sesi sambutannya.

 

 

(Humas Infokom)

Malam Penganugerahan Sang Juara Festival Maulid dan Pekan Santri

nuruljadid.net – Malam penganugerahan para pemenang event Festival Maulid dan Pekan Santri Pondok Pesantren Nurul Jadid berlangsung meriah sebelum pengajian umum dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dimulai. Acara ini dihadiri oleh seluruh santri baik putera maupun putri, pada Sabtu (22/10) malam di Halaman Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Malam penganugerahan tersebut bertepatan dengan malam puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dihadiri langsung oleh Kepala Pesantren KH. Abdul Hamid Wahid, Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil, Lora Sholahuddin Wahid beserta tamu undangan turut menyaksikan penganugerahan para jawara tersebut.

Pasalnya, penganugerahan trophy pemenang Festival Maulid Nabi Muhammad SAW diberikan langsung oleh Kepala pesantren KH. Abdul Hamid Wahid disusul penyerahan hadiah pemenang lomba Pekan Santri yang diserahkan oleh Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil.

(Moment penganugerahan pemenang lomba Festival Maulid dan Pekan Santri Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo)

Festival Maulid dan Pekan Santri merupakan kegiatan tahunan Pondok Pesantren Nurul Jadid. Festival Maulid untuk menyambut peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW sebagai manusia paling agung di alam semesta. Pada kegiatan Festival Maulid tersebut terdapat beragam macam perlombaan, antara lain, Hadrah Ala Santri, Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ), Diba’iyah, Sirah Nabawiyah, Cipta Puisi, Esai, dan Kreasi solawat.

Adapun Lomba Cipta Puisi dan Esai dibuka untuk umum tingkat Jawa Timur yang pelaksanaannya dilakukan secara online mulai dari pendaftaran, pengumpulan karya sampai dengan pengumuman finalis serta pemenang.

Terlihat santri yang sangat antusias dalam mengikuti ajang perlombaan tersebut, selain untuk meningkatkan prestasi, mereka juga berlomba-lomba dalam kebaikan (Fastabiqul Khairot) dengan ikut serta dalam lomba guna memeriahkan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

“Alhamdulillah saya bisa mendapat teropi dalam perlombaan ini, bagi saya sangat bermakna karena turut memeriahkan maulid Nabi Muhammad SAW” ujar Hengki santri asal Bondowoso tersebut.

Tidak hanya itu, disusul dengan penganugerahan pemenang lomba Pekan Santri, yang mana kegiatan tersebut diadakan oleh Forum Komunikasi OSIS (FKO) Biro Pendidikan Nurul Jadid guna untuk memeriahkan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) yang tahun ini berbarengan dengan peringatan Maulid. Dalam kegiatan tersebut terdapat bermacam perlombaan yang digelar antara lain Standup Comedy, Dramatisasi Puisi, Nurul Jadid Award, Karya Sastra Santri Puisi, Lomba Karya Tulis ilmiah (LKTI), karya insan pers siswa, dan Pidato Bahasa Indonesia.

 

 

(Humas Infokom)

KH. Musleh Adnan Bagikan Tips Hidup Berkah dan Cara Santri Mendapat Barokah

nuruljadid.net – KH. Musleh Adnan, penceramah asal Kabupaten Pamekasan yang juga pengasuh Pondok Pesantren Nahdlatut Ta’limiyah membagikan tips hidup berkah. Menurut Kiai Musleh, ‘mun terro nyaman, jhek dik odik mannyaman makle nyaman’ artinya adalah kalau ingin hidup enak (lempeng), jangan hidup dengan penuh kenyamanan, agar hidupnya nanti bahagia.

Orang yang menjalani kehidupan itu ibarat seperti kaca mobil. Penjelasan ini disampaikan kiai Musleh saat menjadi muballigh pada acara Pengajian Umum dalam rangkat Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 H di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Sabtu (22/10) malam.

“Jadi seorang driver yang hebat itu tidak selalu menatap kaca spion, tapi selalu fokus menghadap ke depan, dan sesekali melirik kepada kaca spion. Wal Tandzur Nafsun Maa Qaddamat Lighad – lihatlah masa lalumu untuk menghadapi masa depanmu,” jelas beliau.

Pengurus Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Pamekasan itu juga mengajak santri untuk menjaga adab dan akhlaq kepada guru. Sebab, menurut Kiai Musleh sepintar apapun seseorang jika tidak mendapat barokah guru maka tidak akan bermanfaat ilmunya.

“Manfaatnya ilmu tergantung sejak kapan ridhonya guru, jika tidak mendapatkan ridho dari guru, maka tidak bisa ilmu itu bermanfaat,” tuturnya.

Memperkuat pendapatnya, kemudian Kiai Musleh mengutip dawuh Abuya Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliky, beliau mengatakan Tsabatul ilmi bil mudzakaroh, wabarokatuhu bil khidmah, wanaf’uhu bi ridho as-syaikh, artinya melekatnya ilmu dengan cara mengulang-ulang pelajaran yang telah didapat, barokahnya ada di khidmah, sedang kemanfaatannya berada di ridha seorang guru.

Menurut alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo itu ‘bhereng se jemolje kak dinto tidak didapat dengan gratis’ artinya barang yang mulia atau dalam hal ini didefinisikan sebagai ilmu itu tidak didapat dengan gratis namun dengan perjuangan dan pengorbanan. Jadi kalau santri ingin mendapatkan ilmu yang banyak, barokah dan bermanfaat maka jangan hidup dengan kenyamanan di pesantren, harus tirakat.

“Kesimpulannya, tholabul roha tarqul roha mun terro nyaman jhek dik odik man nyaman makle nyaman,” artinya adalah “kalau ingin hidup enak (lempeng), maka jangan hidup dengan penuh kenyamanan agar hidupnya bahagia,” tutup beliau dalam ceramahnya topik pertamanya sebelum masuk ke materi Maulid yang lebih spesifik.

 

 

(Humas Infokom)

KH. Musleh Adnan Jabarkan Kiat-Kiat Sukses di Masyarakat

nuruljadid.net – Pendiri sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Nahdlatul Ta’limiyah Pegantengan Pamekasan KH. Musleh Adnan menyampaikan kiat-kiat menjadi orang yang sukses dan dapat berbaur di tengah masyarakat yang beragam, saat menjadi muballigh pada acara Pengajian Umum dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 H di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Sabtu (22/10) malam.

Dai kondang asal pulau garam yang dikenal jenaka namun wibawa itu mengawali ceramahnya dengan menjelaskan bahwa hadirnya beliau di sini karena mendapat mandat atau tugas kehormatan dari Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Moh. Zuhri Zaini dan untuk menyampaikan kiat-kiat menjadi orang yang sukses dan bisa berbaur di Masyarakat atas permintaan pengasuh.

Abdhinah mulai gellek sempat berfikir apa yang akan saya sampaikan, ternyata beliau (Pengasuh Kiai Zuhri) apareng tugas ka abdhinah bagaimana kiat-kiat untuk menjadi orang yang bisa berbaur dalam masyarakat walaupun abdhinah kakdintoh alumni asli Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo,” ungkap Kiai Musleh.

(Dari tengah terlihat KH. Musleh Adnan (kiri) bersama Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Moh Zuhri Zaini (kanan))

Kiai yang pernah mondok selama 10 tahun di Nurul Jadid itu melanjutkan, bahwa hal pertama yang menjadikan kita santri Nurul Jadid sebagai pribadi yang bisa berbaur di tengah kehidupan bermasyarakat adalah doa dari guru, pengasuh dan majelis Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Abdhinah meyakini dan merasakan ternyata pengasuh dan majelis pengasuh tidak mempermasalahkan kesalahan-kesalahan kami ketika mondok di Pondok Pesantren Nurul Jadid, tetap didoakan. Padahal banyak kesalahan kami di pesantren,” dawuh beliau.

Kiai Musleh lantas mengutip sabda rasul: “Syafa’ati li ahlil kaba’iri min ummati” artinya “Syafa’atku untuk pelaku dosa besar dari umatku.” (HR. Abu Daud no. 4739, Tirmidzi no. 2435 dan Ahmad 3: 213. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

“Mungkin Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid mondhut eka’dintoh, sa jek raje’ennah kesalahan santri Pondok Pesantren Nurul Jadid tetap didoakan,” terangnya.

Poin kedua, beliau menjelaskan bahwa ngaji itu dasarnya di pesantren dan pengembangannya di masyarakat. Jadi setelah belajar di pesantren, maka jangan pernah berhenti belajar di masyarakat. Sebagai santri Nurul Jadid, di pesantren kita telah ditekankan untuk mengamalkan nilai al ihtimamu bil furudil ainiyah, tidak hanya itu, selain pengajian kitab kita juga belajar dan berlatih segala terapan yang ada di masyarakat.

“Standart se ekocak alem neng e pondhuk tak sami se ekocak alem neng masyarakat. Misalnya, kalau di pondok pesantren yang dibilang alim itu adalah orang yang sering ikut bahtsul masail, keng tape binabi depak ka masyarakat se alim ghenikah se bisa aladhinin kabhutonna masyarakat. Epakona tahlil, bisa tahlil ngereng, keng jek pah nyol manganyol,” imbuhnya.

(Potret susasana malam maulid di halaman Pondok Pesantren Nurul Jadid dipenuhi oleh ribuan santri dan masyarakat)

Poin ketiga, tidak adanya fanatisme kealumnian di Pondok Pesantren Nurul Jadid. Kyai Musleh menceritakan bahwa sudah sejak dulu pengasuh dan majelis pengasuh Nurul Jadid tidak menginginkan alumni yang telah terjun ke masyarakat harus beridentitas Santri Nurul Jadid.

“Karena kalau sudah pulang ke masyarakat, sudah milik masyarakat, bukan milik Nurul Jadid. Kakdintoh se bideh ning Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo, artinya kakdintoh egeresah ka abek bahwa abek kakdintoh mau bergaul sama siapa saja ngireng,” jelasnya.

Kemudian poin terakhir, adab murid kepada guru. Menguraikan penjelasan tersebut, Kyai Musleh menganalogikan seorang guru seperti talang air, dan murid adalah timba kosong.

Kakdintoh neng ilmu tariqoh bahwa guru itu seperti talang air, deddhi ojen kakdintoh minabi toron kakdintoh masok deri talang air, maka mored kakdintoh koduh narade deri talang air, benni pah langsung ngalak deri langngik, mun bedeh mured kakdintoh langsung ngalak deri langik reken nyareah elmu deri langngik pah nyambi tembeh, bile se possak a?” pungkasnya.

Dalam Ilmu Thoriqoh bahwa guru itu umpama talang air, jadi ketika hujan turun jatuh melalui talang air, maka murid harus menadahi air dari talang, bukan langsung menadah air dari langit. Jika ada murid yang langsung menadah air dari langit atau mencari ilmu langsung dari langit dengan membawa timba, maka akan memakan waktu yang lama untuk penuh. Sehingga dalam menuntut ilmu perlu guru agar jelas sanadnya dan tidak mudah belajar tanpa bimbingan guru karena dapat menyesatkan.

 

 

(Humas Infokom)

Nurul Jadid Peringati Maulid Nabi Hadirkan Alumninya KH. Musleh Adnan

nuruljadid.net – Panitia Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Pondok Pesantren Nurul Jadid hadirkan KH. Musleh Adnan yang merupakan alumni untuk menjadi “Muballigh” pada acara Pengajian Umum dalam rangka Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 H pada Sabtu (22/10/2022) malam.

Kiai Musleh merupakan alumni tulen Pondok Pesantren Nurul Jadid. Beliau menimba ilmu di Nurul Jadid semenjak tingkat SLTP, dan melanjutkan pendidikan ke tingkat SLTA hingga ke jenjang perguruan tinggi selama kurang lebih 10 tahun. Saat ini beliau sudah sukses berkiprah di tengah-tengah masyarakat melaui dakwahnya yang cukup populer dan banyak disenangi oleh semua kalangan. Seperti yang didawuhkan pengasuh Kiai Zuhri Zaini.

“Dan yang nanti akan memberikan tausyiah, ini juga santri yang sudah sukses. Jadi, sesudah belajar di pesantren, akhirnya berkhidmah melalui dakwah dan pendidikan di tengah-tengah masyarakat,” tutur sosok yang sederhana dan tawaduk tersebut. Kiai Zuhri memperkenalkan secara singkat figur seorang Kiai Musleh kepada para santri dalam sambutannya.

“Oleh karena itu, saya mohon nanti kepada Kiai Musleh Adnan, untuk berbagi kiat. Bagaimana beliau itu bisa sukses seperti ini. Dan nanti ini bisa menjadi teladan bagi kita untuk kita tiru, sekalipun mungkin bakat dan minat kita tidak sama dengan beliau. Tapi semangatnya dan cara-caranya mungkin dapat kita tiru,” pinta Pengasuh kepada Kiai Musleh Adnan.

Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil mengatakan bahwa mengundang Kiai Musleh ini merupakan permintaan pengasuh sejak lama namun padatnya jadwal kiai Musleh dan pesan pengasuh jangan sampai menggangu jadwal kiai Musleh, maka panitia pun mencoba menyesuaikan dengan jadwal ceramah Kiai Musleh.

“Harapannya kami mengundang kiai Musleh selain atas permintaan pengasuh juga agar dapat memberikan motivasi dan inspirasi yang kuat khususnya bagi santriwan dan santriwati yang masih aktif belajar di Nurul Jadid agar terus giat tholabul ilminya dan kepada alumni secara umum hendaknya terus berkhidmat kepada masyarakat sesuai bidangnya masing-masing” terang Faizin.

Selain itu, dari kiai Musleh, pesantren ingin memberian pelajaran kepada para santri, agar ketika sudah menjadi alumni nantinya tidak membeda-bedakan masyarakat satu dengan lain. Sebagaimana dawuh Almarhum KH. Abdul Haq Zaini ketika Istighosah tahun 2009 silam di Masjid Jami’ Nurul Jadid.

“Santri Nurul Jadid jangan mengkotak-kotakkan masyarakat. Bersatulah dengan santri dari pesantren lainnya,” dawuh KH. Abdul Haq Zaini.

 

 

(Humas Infokom)

Nurul Jadid Tuan Rumah Pelantikan DPC APDESI Kab. Probolinggo Bersama Mendes Gus Halim

nuruljadid.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid menjadi tuan rumah Pelantikan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Asosiasi Pemerintah Desa Indonesia (Apdesi) Kabupaten Probolinggo periode 2022-2027, yang dilaksanakan Sabtu (22/10) siang. Selain ratusan kades, pelantikan turut dihadiri Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) RI Dr. (HC) Drs. H. Abdul Halim Iskandar, M.Pd.

Pelantikan digelar di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton. Empat puluh pengurus DPC Apdesi kompak mengenakan seragam putih dengan lambang burung garuda. Semuanya mengikuti dengan khusyuk saat prosesi pelantikan berlangsung yang dipandu Ketua DPD Apdesi Jawa Timur Sunan Bukhari, SH., MM.

Saat diwawancarai, Ketua DPC Apdesi Kabupaten Probolinggo, Hasanuddin, S.H., S.HI., M.H. mengatakan, dengan dilantiknya pengurus baru, harapannya dapat memberikan semangat baru untuk terus membangun desa di Kabupaten Probolinggo.

“Pastinya sejalan untuk membangun desa yang ada di Kabupaten Probolinggo untuk lebih maju lagi. Pelantikan ini adalah langkah awal untuk dapat memberikan yang terbaik kepada masyarakat desa,” jelas Hasanuddin ketua terlantik.

(Menteri Desa PDTT RI Dr. (HC) Drs. H. Abdul Halim Iskandar, M.Pd saat memberikan sambutan)

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Desa PDTT RI Abdul Halim Iskandar, menaruh banyak harapan besar terhadap Apdesi Kabupaten Probolinggo. Guna terus memperjuangkan kesejahteraan masyarakat desa.

“Terus kerja dan perjuangkan aspirasi yang ada di masyarakat,” tuturnya.

Gus Halim berharap, dengan kepengurusan baru, Apdesi Kabupaten Probolinggo, dapat memberi kawalan maksimal bagi kepala kepala desa, pegiat desa, dan aparatur desa.

“Dengan adanya asosiasi ini, artinya kan berjamaah. Bekerja sama. Dengan begitu, pastinya permasalahan maupun kendala yang ada pasti akan lebih mudah ditangani dari pada kerja sendiri-sendiri. Kerja bersama, tentu akan lebih efektif dan efisien. Permasalahan akan sangat lebih mudah ditangani apabila kita bergotong royong, holopis kuntul baris,” imbuh pak Mendes.

 

 

(Humas Infokom)

Pengajian Umum Maulid Pada Hari Santri Nasional, Teladani Kiprah Nabi Memantik Semangat Santri

nuruljadid.net – Bertepatan dengan Hari Santri Nasional, Pondok Pesantren Nurul Jadid gelar Pengajian Umum dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 H bersama KH. Musleh Adnan salah satu alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid yang sukses di bidang dakwah, pada minggu (22/10) malam lalu untuk kembali meneladani akhlaq Nabi memantik semangat santri kembali mencintai manusia pilihan Nabi Akhiruzzaman.

Kegiatan pengajian umum ini berlangsung di Halaman Pondok Pesantren Nurul Jadid tepatnya di depan gedung Kantor Biro Kepesantrenan dihadiri langsung oleh KH. Moh. Zuhri Zaini selaku pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Abdul Hamid Wahid selaku Kepala Pesantren, Sekretaris Pesantren, H. Faizin Syamwil, Lora Shalahuddin Wahid beserta keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Jadid juga pengurus pesantren turut hadir memeriahkan acara tersebut.

(Para Masyayikh Pondok Pesantren Nurul Jadid beserta tamu undangan menghadiri acara pengajian umum Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 H)

Kelahiran Nabi Muhammad SAW adalah sebagai bukti bahwa manusia paling sempurna telah lahir membawa petunjuk, penerang bagi umat Islam diseluruh dunia. Oleh karenanya, panitia Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Podndok Pesantren Nurul Jadid mengajak seluruh santri untuk mengenang kembali serta mempelajari Sirah Nabi dan memuliakan kelahiran Nabi Agung Muhammad SAW.

Ketua Panitia, Muhammad Is’adur Rofiq menjelaskan bahwa kegiatan Pengajian Umum dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW ini adalah selain sebagai kegiatan rutin tahunan juga sebagai upaya kembali menauladani nilai luhur dari kehidupan Nabi Muhammad dan Kiprah Nabi sebagai penyemangat para santri untuk berjuang di jalan Allah.

“Tujuan kami adalah untuk kembali mengajak santri lebih mencintai dan mengenal baginda Nabi Muhammad SAW melalui kisah ketauladanan beliau sebagai penyemangat santri untuk berjuang di era modern saat ini yang memiliki tantangan berbeda namun tetap harus berpegang teguh pada pilar agama Islam,” tegas ketua panitia.

(Ribuan santri dan pegawai Nurul Jadid mengikuti Pengajian Umum Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 H di Halaman Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Sesuai dengan tema “Kiprah Nabi Daya Juang santri” tersebut bahwa santri diberikan pembekalan untuk mempelajari keteladanan nabi dalam memperjuangkan agama Islam dengan penuh kesabaran, serta akhlak mulia. Santri diwajibkan untuk mengutamakan akhlak terpuji dari pada ilmu pengetahuan, karena pada dasarnya Nabi Muhammad diutus untuk menyempurnakan akhlak umat. Disamping itu pula santri harus selalu memperhatikan kewajiban furudlul ‘ainiyah dengan selalu istiqomah dalam menjalankan perintah Allah dan Rasul-Nya.

Disamping bertepatan dengan Hari Santri Nasional (HSN) bahwa santri harus tetap terus meningkatkan kuriositasnya (rasa ingin tahu) terhadap ilmu pengetahuan. Sebab santri yang akan menjadi penerus risalah para ulama serta penentu masa depan bangsa.

(Ribuan santri dan pegawai Nurul Jadid mengikuti Pengajian Umum Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 H di Halaman Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Acara tersebut diikuti oleh ribuan santri putra-putri Pondok Pesantren Nurul Jadid dengan berpakaian khas santri sarung, baju putih, songkok khas Nurul Jadid bagi santri putra dan baju serta jilbab setelah putih untuk santri putri. Selain santri, kegiatan pengajian umum juga dihadiri oleh pegawai Nurul Jadid dan masyarakat serta alumni di sekitar pesantren.

Sebelum acara inti dimulai, kegiatan dimeriahkan oleh pembagian hadiah pada pemenang lomba Festival Maulid dan Pekan Santri dan dilanjutkan penampilan sholawat dari Firqoh Hadrah Az-Zainiyah Nurul Jadid (FIRHAZ).

 

 

(Humas Infokom)

Mendes PDTT RI Gus Halim Sebut Paskibra HSN Nurul Jadid Lebih Baik dari Polisi dan TNI

nuruljadid.net – Mendes PDTT RI H. Abdul Halim Iskandar yang kerap disapa dengan julukan Gus Halim menyebutkan bahwa Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) dalam Upacara Hari Santri Nasional di Pondok Pesantren Nurul Jadid memenuhi standar Nasional bahkan lebih baik dari Polisi dan TNI. Hal itu diungkapkan pada saat memberikan amanat Upacara HSN (22/10/2022) di Lapangan Raya Pondok Pesantren Nurul Jadid lalu.

“Mulai dari komandan upacara, pengibar bendera, pembaca pembukaan UUD 1945, pembacaan ikrar santri dan semuanya luar biasa. Standarnya, standar nasional semua,” papar Gus Halim dalam amanat Upacara HSN tahun 2022.

Meski demikian, panitia pelaksana kegiatan Pondok Pesantren Nurul Jadid tidak mau terlalu berbangga-bangga karena disadari masih banyak kekurangan dengan waktu persiapan yang sangat pendek dan sumber daya yang terbatas. Karena ini akan menjadi tanggung jawab yang lebih besar kedepannya disamping harus terus memperbaiki berbagai kekurangan dalam pelaksanaan Upacara Hari Santri Nasional tahun 2022 ini.

Kasubbag. Humas dan Infokom Mujiburrohman menegaskan bahwa persiapan Upacara Hari Santri Nasional ini sangat mepet karena dipotong liburan Maulid Pondok Pesantren Nurul Jadid.

“Jujur, persiapan pelaksanaan upacara Hari Santri Nasional tahun ini sangat pendek karena dipotong liburan Maulid pesantren, meskipun kepanitiaan dibentuk sebelum liburan, namuan murni persiapan mulai dari latihan Paskibra sampai petugas upacara dan konsep lapangan semuanya ditotal kurang dari satu minggu, tapi alhamdulillah upacara berjalan lancar meski banyak hal perlu dikoreksi dan diperbaiki” ungkap ustaz asal Nusa Tenggara Timur tersebut.

Selain itu, dalam amanatnya Gus Halim juga berpendapat bahwa menurutnya lebih sulit menjadi paskibraka dan komandan Upacara dalam Hari Santri Nasional dibanding yang dilakukan oleh polisi dan tentara.

“Menurut saya lebih sulit jadi pengibar bendera dan komandan di Hari Santri Nasional, dibanding yang dilakukan oleh pak polisi dan tentara. Kenapa lebih sulit? Kalau pak polisi dan tentara pakai sepatu, gampang. Ini pakai sanjal jepit dan sarung saja bisa disiplin seperti itu. Ini luar biasa,” ungkap Mendes PTTD RI tersebut.

Ungkapan tersebut langsung mendapatkan respon sorakan gembira disertai tepuk tangan gemuruh peserta upacara yang terdiri dari santriwan dan santriwati juga pegawai di bawah naungan yayasan Nurul Jadid.

“Itulah hebatnya santri kita semua. Alhamdulillah.” Gus Halim menegaskan dengan senyum lebar di hadapan kurang lebih 8000 peserta upacara.

 

 

(Humas Infokom)

Gus Halim: Santriwati Nurul Jadid Berpeluang Ambil Peran di Ibukota

nuruljadid.net – Gus Halim, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Republik Indonesia memberikan semangat sekaligus motivasi kepada para santriwan dan santriwati dalam Upacara peringatan Hari Santri Nasional tahun 2022 yang digelar di Lapangan Raya Pesantren Nurul Jadid Sabtu (22/10/2022) kemarin. Mendes juga kenalkan Dirjen yang ikut mendampingi di tengah amanatnya.

Kedatangan kali kedua Gus Halim ke Pondok Pesantren Nurul Jadid saat ini ditemani oleh staf khusus (Stafsus) Menteri Desa PDTT, Abdul Malik Haromain, Dirjen dan beberapa staff lainnya yang merupakan alumni Nurul Jadid.

Pada upacara tersebut, Gus Halim berperan menjadi Inspektur Upacara. Dalam amanatnya, Menteri Desa mengenalkan kepada Direktur Jenderal (Dirjen) Pengembangan Ekonomi dan Investasi Pembangun Desa, dari kalangan perempuan Ibu Harlina Sulistyorini.

Hal ini menjadi motivasi tersendiri bagi para santri, khususnya santriwati. Karena santriwati juga memiliki peluang yang sama untuk bisa berjuang membangun bangsa di kursi pemerintahan. Tentunya harus disertai dengan semangat belajar dan semangat juang yang tinggi sejak dini. Oleh karenanya, hal itu diperkuat oleh Gus Halim yang menuturkan agar santriwati agar tidak perlu khawatir.

“Jangan khawatir, santri-santri perempuan nanti juga akan ada yang jadi Dirjen (Direktur Jenderal,” jelas kakak dari Gus Muhaimin tersebut di hadapan 7000 lebih santri.

Selain sebagai Motivasi khusus bagi santriwati, Mendes juga menjelaskan alasannya mengajak Ibu Lina selaku Dirjen Kementrian Desa, yakni akan menghadiri acara Perjanjian Kerja Bersama dengan Universitas Nurul Jadid (UNUJA).

“Sengaja saya membawa Dirjen, karena setelah acara ini, nanti ada Perjanjian Kerja Bersama (PKB) antara Kementerian Desa dengan Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo,” tambahnya.

Usai pelaksanaan upacara HSN di Lapangan Raya Pondok Pesantren Nurul Jadid, rombongan Kemendes PDTT RI beserta Pengurus APDESI bergeser menuju lokasi acara selanjutnya di Aula I Pesantren.

 

 

(Humas Infokom)

Kemendes PDTT RI Lakukan Perjanjian Kerja Bersama dengan UNUJA

nuruljadid.net – Bertepatan dengan Peringatan Hari Santri Nasional, Universitas Nurul Jadid lakukan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal  dan Transmigrasi (PDTT) Republik Indonesia (RI). Sabtu, (22/10) lalu.

Usai mengikuti upacara Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal  dan Transmigrasi Republik Indonesia Dr. (HC) Drs. H. Abdul Halim Iskandar, M.Pd beserta rombongan dan Rektor Universitas Nurul Jadid KH. Abdul Hamid Wahid, M.Ag. bergeser tempat dari Lapangan Raya Pondok Pesantren Nurul Jadid menuju Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid guna untuk melanjutkan kegiatan kerjasama antara UNUJA dengan Kemendes PDTT RI.

Dalam kegiatan yang berlangsung di Aula satu Pondok Pesantren Nurul Jadid tersebut turut hadir Staf Khusus Kemendes PDTT H. Abdul Malik Haramain,, S.Sos, M.Si, Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Ir. Harlina Sulistyorini, M.Si.

(Mendes PDTT RI Dr. (HC) Drs. H. Abdul Halim Iskandar, M.Pd bersama Rektor UNUJA Dr. KH. Abd. Hamid Wahid, M.Ag saat penandatangan PKB)

Pada kesempatan tersebut, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal  dan Transmigrasi (PDTT) Republik Indonesia Dr. (HC) Drs. H. Abdul Halim Iskandar, M.Pd bersama Rektor Uiversitas Nurul Jadid menandatangani naskah Kesepahaman Bersama antara Kemendes PDTT dan UNUJA.

Dalam sambutannya, Menteri Desa PDTT menyampaikan bahwa kerja sama dengan pesantren dalam konteks pembangunan desa adalah keniscayaan mutlak.

“Bahwa pesantren mampu menangani menyelesaikan dan menindak lanjuti segala hal dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karenanya, kerja sama dengan pesantren dalam pembangunan desa ini adalah suatu keniscayaan, dan UNUJA sebagai perguruan tinggi yang ada di pesantren menjadi mitra yang tepat untuk kerja sama ini.” tegas Doktor peraih Honoris Causa UNY tersebut.

Saat ini, kata Gus Halim, kesadaran masyarakat untuk mengirimkan anak-anak mereka ke pesantren semakin meningkat. Tak hanya dari kalangan masyarakat menengah ke bawah, mayoritas pesantren kini juga diisi anak-anak dari kalangan menengah ke atas.

“Mulai dari anak yang nakal, yang setengah nakal, pintar, pintar banget itu ada di pesantren. Mulai dari yang kaya, orang elit, sampai sama sekali tidak punya biaya untuk sekolah, itu ada di Pesantren,” tuturnya.

Sebagai penyangga peradaban, ia mengatakan, pesantren telah banyak menuai bukti nyata sebagaimana yang diharapkan oleh para pendiri bangsa.

“Pesantren juga menangani dan menyelesaikan semua hal dalam tatanan kehidupan baik di dalam maupun di luar lingkungan pesantren. Termasuk persoalan bangsa dan negara,” tuturnya.

(Dirjen PEID Kemendes Ir. Harlina Sulistyorini usai menandatangani MoU dengan Warek IV UNUJA KH. Faiz, M.Phil.I disaksikan Mendes PDTT RI Dr. (HC) Drs. H. Abdul Halim Iskandar, M.Pd dan Rektor UNUJA Dr. KH. Abd. Hamid Wahid, M.Ag saat penandatangan PKB)

Usai penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) antara UNUJA dengan Kemendes PDTT dilanjutkan dengan penandatanganan MOU antara Direktorat Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi oleh Ir. Harlina Sulistyorini, M.Si Direktorat Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dengan Wakil Rektor IV Bidang Kemahasiswaan UNUJA KH. Faiz, M.Phil.I.

Dengan adanya perjanjian kerja bersama tersebut, Kemendes PDTT dan UNUJA akan bersinergi dalam melakukan pengembangan ekononomi dan investasi desa.

 

 

(Humas Infokom)

Lagi! Zulfikar Prayogi Juara 1 English Speech Tingkat Nasional, Taklukkan Kampus Ternama

nuruljadid.net – Zulfikar Prayogi yang sehari-harinya sebagai mahasiswa aktif Universitas Nurul Jadid dan pengurus LPBA berhasil kembali meraih untuk kesekian kalinya Juara 1 Lomba Speech tingkat Nasional pada ajang Efec Collaboration yang digelar oleh Universitas Trunojoyo Madura, mengalahkan kampus ternama di Indonesia, Sabtu (1/10/2022).

Ajang perlombaan tersebut sudah menjadi event di setiap tahunnya serta sebagai ajang silaturahim oleh UKM EFEC Universitas Trunojoyo, Madura. Pasalnya, hanya kategori speech saja yang di gelar pada ajang tersebut.

Dalam ajang lomba speech tersebut mengusung tema “Creativity and Innovation as The Contribution of Students to Recover the Nation after the Pandemic,” sebanyak 35 peserta yang mengikuti perlombaan tersebut dari berbagai kampus seluruh Indonesia. Hanya 10 peserta terbaik yang akan disortir untuk masuk 10 besar dengan tahapan selesksi yang sangat ketat. Pada tahap seleksi pertama Zulfikar Prayogi pria kelahiran asal Bondowoso tersebut masuk dalam tahap 10 besar yang dilaksanakan pada Selasa, 20/09/2022 lalu secara online via Zoom.

Sebelum melanjutkan ke tahap final pria Asal Bondowoso tersebut berlatih semaksimal mungkin supaya bisa menjadi yang terbaik. Lima hari setelah pengumuman 10 besar, tepat pada tanggal 25 September 2022 tahap final dilaksanakan secara daring. Seluruh peserta yang masuk dalam tahap final tersebut memikul doa dan harapan untuk bisa mengharumkan almamater tercinta dari masing – masing kampus. Tahap demi tahapan dilalui oleh Zulfikar dengan tampil percaya diri serta diselimuti oleh usaha dan doa supaya bisa menjadi yang terbaik.

Usaha tidak pernah mengkhianati hasil, tepat pada tanggal 1 Oktober nama Zulfikar Prayogi dinobatkan sebagai juara 1 dalam ajang perlombaan tersebut, dengan perolehan skor fantastis yang dibacakan oleh dewan juri pada forum pengumuman pemenang yang dilaksanakan secara daring via zoom, ini bukti kerja keras akan membuahkan hasil yang maksimal. Rasa senang dan haru menyelimuti kemenangan Zulfikar pada saat itu, ia berharap tidak sampai pada dirinya saja akan tetapi ada penerus dia pada esok harinya.

“Alhamdulillah berkat doa dari orang tua dan para masyayikh Nurul Jadid serta istiqomah berusaha, saya berhasil meraih juara 1, semoga ada yang meneruskan di kemudian hari,”ujar pria kelahiran Bondowoso tersebut. Adapun nama pemenang lomba ialah:

  1. Juara 1 Zulfikar Prayogi dari Universitas Nurul Jadid (UNUJA)
  2. Juara 2 Agadata dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA)
  3. Juara 3 Nahiyatul Husna dari Universitas Brawijaya (UB)

 

 

(Humas Infokom)

 

 

 

Mendes Gus Halim Ajak Santri Terus Belajar dan Berikhtiar Maksimal untuk Bangsa

nuruljadid.net – Gus Halim Menteri Desa PDTT RI mengajak para santri untuk terus meningkatkan kapasitas keilmuan agar mampu bersaing di berbagai bidang bak di pemerintahan maupun di tengah masyarakat. Gus Halim menyampaikan bahwa santri adalah generasi penerus ulama, sehingga kaum santri harus mampu mengisi ruang-ruang strategis dalam berbangsa dan bernegara.

“Saya mengajak kepada seluruh Santri untuk terus belajar, untuk terus berikhtiar maksimal. Prestasi kalian luar biasa, masa depan Indonesia tergantung pada santri-santri kita semua, termasuk para Santri Nurul Jadid,” tegas Menteri yang akrab disapa Gus Halim tersebut dalam sambutannya saat menjadi Inspektur Upacara peringatan ‘Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2022’ di Pondok Pesantren Nurul Jadid Probolinggo, Jawa Timur, pada Sabtu (22/10/2022).

Dalam amanat upacara, Gus Halim menerangkan, Pesantren adalah bagian penting dalam sejarah peradaban Indonesia. Pondok pesantren telah melahirkan banyak pejuang yang ikut memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan asing. Pesantren juga banyak melahirkan pejuang Nahdlatul Ulama yang berkualitas. Oleh karena itu, lanjut Gus Halim, kaum santri juga harus berhasil membersamai dan mendampingi masyarakat di setiap lini kehidupan.

“Hari ini alumni-alumni Nurul Jadid itu merambah di seluruh sel kehidupan di Indonesia ini. Itu artinya, alumni Nurul Jadid adalah para Alumni yang memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk hidup di mana pun dan menjadi pejuang Nahdlatul Ulama di manapun berada,” imbuh Mendes yang didapuk sebagai Komandan Santri tersebut.

Selama penyampaian amanat upacara, Gus Halim mendapatkan tepuk tangan dan sorak meriah dari para tamu undagan dan santri Nurul Jadid yang hadir di lapangan. Komitmen Gus Halim dalam memberdayakan potensi pesantren dan santri disinyalir menjadi pemicu riuh tepuk tangan bangga para santri dan peserta upacara.

 

 

(Humas Infokom)

 

Hidupkan Maulid, Gus Achmad Dhofir Zuhry Ajak Santri Perkuat Cinta Kepada Nabi

nuruljadid.net – Gus Dhofir Zuhry, sosok penulis hebat, pengasuh pesantren dan juga merupakan alumni Nurul Jadid ini berhasil diundang menjadi penyaji dalam acara Seminar Maulid bertemakan “Kiprah Nabi, Daya Juang Santri” yang diadakan oleh panitia Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) 1444 H Pondok Pesantren Nurul Jadid meskipun dalam keadaan kurang sehat. Namun ketadzimannya kepada almamater yang membesarkannya menjadi penguat untuk hadir memenuhi permohonan panitia.

Sebelum membahas lebih jauh, Gus Dhofir mengajak para santri untuk memahami arti dari kata “Muhammad” terlebih dahulu. Dimana secara bahasa, arti nama muhammad itu adalah terpuji. Kemudian Gus Dhofir menyebutkan bahwa untuk bisa dikatakan perilaku terpuji, atau bisa disebut Muhammad, itu memiliki syarat.

“Syarat perilaku bisa disebut terpuji itu ada tiga. Pertama, perbuatan itu harus baik dan benar. Baik menurut budaya, benar menurut hukum agama dan negara. Kedua, proporsional atau tau tempat dan waktu. Ketiga, tidak terpaksa,” papar Gus Dhofir.

“Kalau perbuatan dengan berbagai syarat itu dilakukan satu kali dua kali, bahasa arabnya “Mahmudun”. Kalau agak sering dilakukan, disebut “Ahmad”. Sedangkan kalau senantiasa selalu dilakukan, maka disebut “Muhammad”, “ tambahnya.

Semua syarat itu dijabarkan dengan gamblang disertai dengan contoh dalam kehidupan nyata agar lebih mudah dipahami oleh para santri dan tamu undangan yang hadir ketika itu.

Di tengah-tengah penyampaian materi, Gus Dhofir mangajak para santriwan dan dan santriwati untuk membaca burdah bersama-sama, agar peserta lebih khidmat dan dekat dengan baginda Nabi Muhammad SAW serta kembali fokus menerima penyampaian materi selanjutnya.

Selanjutnya beliau melanjutkan dengan kisah mulai dari sebelum lahirnya Nabi, dimana nabi dilahirkan, dan alasan kenapa Nabi dilahirkan di kota Mekkah, serta tidak lupa kisah perjuangan Nabi yang perlu diteladani dengan mengambil dari ayat-ayat Al-Qur’an.

Pasca penyampaian materi, seminar dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara peserta dengan penyaji. Dua pertanyaan dari santri putra dan satu pertanyaan dari santri putri.

Setelah hampir dua jam seminar dilaksanakan dengan dipandu moderator Dimas Eko Cahyono, acara pun diakhiri dengan pemberian cinderamata kepada penyaji sekaligus sesi foto bersama.

 

 

(Humas Infokom)

Panitia PHBI Sukses Hadirkan Gus Dhofir, Gelar Seminar “Kiprah Nabi Daya Juang Santri”

nuruljadid.net – Dalam rangka meriahkan bulan kelahiran baginda Nabi Muhammad SAW tahun 1444 H, Pondok Pesantren Nurul Jadid adakan Seminar Maulid bertajuk “Kiprah Nabi, Daya Juang Santri”. Menariknya, seminar itu menghadirkan Gus Achmad Dhofir Zuhry sebagai penyaji yang juga alumni Nurul Jadid tahun 2002 untuk mengupas tema.

Seminar ini dilaksanakan pada hari Selasa (18/10/2022) secara hybrid sistem, yakni kombinasi antara luring dan daring. Seminar luring dikhususkan untuk santri putra yang berada di Aula 1, sementara daring zoom meeting untuk peserta putri di Aula 2.

Turut hadir dalam acara, Kabag Humas Protokuler, Syamsuri Hasan, beserta para Kasubbag Humpro dan audien dari kalangan siswa SLTA dan mahasiswa.

Sebelum pematerian seminar dimulai, Syamsuri Hasan selaku Kabag Humas Protokuler menyambut hangat penyaji dan menyampaikan tujuan diadakannya seminar ini.

“Tahun ini, alhamdulillah kita bisa menghadirkan alumni kembali kesini, untuk memotivasi adik-adiknya. Maka anda sebagai calon alumni juga nanti, setidaknya harus punya tekad untuk duduk di depan menjadi narasumber di kemudian hari. Insyaallah bisa,” tuturnya.

“Disamping itu, karena ini dalam rangka Maulid Nabi, apa yang akan disampaikan oleh Gus Dhofir, tentu akan menjadi motivasi juga, agar kita lebih mencintai Rasulullah dibandingkan sebelum-sebelumnya,” Syamsuri Hasan menambahkan.

Selain itu, selaku pengurus pesantren Syamsuri menyampaikan harapan diadakannya seminar ini.

“Harapan kami selaku pengurus pesantren yang pertama yakni, santri dapat memetik motivasi yang baik dan bisa menghasilkan manfaat untuk ummat. Yang kedua, menghadirkan kecintaan yang lebih baik lagi kepada Rasulullah SAW. Yang terakhir, berlatih menjadi pendengar yang baik,” pintanya kepada para peserta.

Di akhir sambutannya, Kabag Humpro menyampaikan banyak terimakasih khususnya kepada penyaji yang telah menyempatkan diri untuk mengisi seminar ini.

“Kami ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Gus Dhofir Zuhry atas kehadirannya ke Pondok Pesantren kembali,” pungkasnya.

Setelah itu, acara seremonial ditutup dengan doa, dan dilanjutkan dengan pematerian seminar.

 

 

(Humas Infokom)