OSABAR Hari Kedua Santri Baru Belajar Mengenali Jati Diri Santri Nurul Jadid

nuruljadid.net – (02/07) Hari kedua Orientasi Santri Baru (OSABAR), santri baru diberikan pematerian tentang Jati Diri seorang santri khususnya Santri Pondok Pesantren Nurul Jadid. Pematerian putra diisi langsung oleh putra pengasuh Kiai Zuhri yang juga menjabat sebagai kepala Biro Pendidikan K. Moh. Imdad Robbani di Aula II Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Mengenal jati diri seorang santri merupakan materi yang krusial tentang bagaimana santri memposisikan dan membawa dirinya selama di pesantren dan ketika di tengah masyarakat. Karena menjadi santri merupakan sebuah pilihan dengan konsekuensi dan nilai yang melekat dalam diri santri itu sendiri.

(Kepala Biro Pendidikan Kiai Moh. Imdad Robbani saat memaparkan pematerian tentang Jati Diri Santri Nurul Jadid di Aula II Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Dalam pematerian jati diri seorang santri, Kiai Imdad memaparkan nilai-nilai yang terkandung dalam core values atau nilai inti Pondok Pesantren Nurul Jadid yaitu Trilogi dan Panca Kesadaran Santri. Kumpulan nilai yang merupakan warisan juga peninggalan pendiri kiai Zaini kepada santri-santrinya.

Trilogi dan panca kesadaran santri mengandung nilai substantif sebagai gambaran profil diri seorang santri Pondok Pesantren Nurul Jadid, sehingga santri Nurul Jadid harapannya tidak sekedar menghafal namun lebih dari itu memahami makna yang terkandung serta mengamalkannya.

Pada sesi ini, peserta lebih banyak diajak berdiskusi dan berdialog oleh Kiai Imdad agar suasana lebih hidup. Terlihat ada seorang peserta yang membernikan diri maju ke atas pentas dan bertanya langsung kepada narasumber.

Kegiatan pematerian semacam ini, selain membekali peserta dengan ilmu dan informasi juga melatih keberanian mereka untuk berpartisipasi aktif dengan bertanya dan berdiskusi dalam sebuah forum dengan mengikuti aturan yang ada. Sehingga berpikir kritis dan keterampilan berkomunikasi santri baru akan pelan-pelan terasah dan berkembang.

 

 

(Humas Infokom)

 

OSABAR Hari Pertama, Kenalkan Santri Baru Ma’had, Mu’assis dan Pengasuh Nurul Jadid

nuruljadid.net – Hari pertama usai pembukaan (01/07), Orientasi Santri Baru (OSABAR) memperkenalkan kepada santri baru tentang Ma’had, Mu’assis dan Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid. Pematerian ini diisi oleh pengurus atau asatiz dan asatizah senior bahkan sebagian dari mereka adalah dzurriyah langsung.

Pematerian tentang Ma’had, Mu’assis dan Pengasuh ini sengaja diletakkan pada hari pertama dikarenakan merupakan hal yang sangat mendasar wajib diketahui oleh seluruh santri dan pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Dalam pematerian ini santri baru dikenalkan tentang sejarah berdirinya Pondok Pesantren Nurul Jadid dan pendirinya tidak lain adalah KH. Zaini Mun’im serta periodisasi pengasuh setelah Kiai Zaini hingga saat ini. Kegiatan ini berlangsung sejak pukul 07.30 sampai dengan 10.30 WIB.

(suasana kelompok santri baru tingkat SLTP sedang mengikuti kegiatan di luar ruangan bersama kakak asuh dan kakak panitia OSABAR di lapangan SMK Nurul Jadid)

Peserta dibagi menjadi dua sesi, santri baru tingkat SLTA dan tingkat SLTP. Keterbatasan ruangan dan banyaknya santri menjadi alasan logis pemetaan dua sesi ini, karena jika dipaksanakan maka pematerian tidak akan berjalan kondusif disebabkan tempat yang sesak dan peserta yang terlalu banyak (over capacity).

Pembagian sesi ini memiliki kegiatan berbeda yaitu pematerian di dalam aula (indoor activity) sedangkan kegiatan non-pematerian diisi dengan role-play dan ice breaking di halaman SMK Nurul Jadid (outdoor activity). Kegiatan pematerian ditangani oleh devisi pematerian OSABAR sedangkan outdoor activity dipimpin oleh devisi acara.

(Potret santri baru didampingi kakak asuh sedang berbaris Apel sesaat sebelum mengikuti kegiatan pematerian OSABAR)

Hari pertama, acara berjalan lancar, peserta OSABAR terlihat mengikuti kegiatan dengan sangat antusias dan tidak sedikit dari mereka yang sudah terlihat akrab dengan peserta lainnya dari daerah yang berbeda. Karena tujuan OSABAR ini selain untuk membekali santri baru dengan informasi penting seputar pesantren juga sebagai ajang mengakrabkan satu dengan yang lain.

 

 

(Humas Infokom)

Pembawa Acara 5 Bahasa Menggema pada Grand Opening OSABAR 2022 Nurul Jadid

nuruljadid.net – Pembukaan Orientasi Santri Baru (OSABAR) tahun 2022 Pondok Pesantren Nurul Jadid kali ini dipandu oleh Master of Ceremony (MC) atau pembawa acara dengan lima bahasa berhasil menggema dan memukau peserta dan hadirin pada grand opening OSABAR tahun ini yang berlangsung di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Pembawa acara tersebut semuanya adalah santri aktif Pondok Pesantren Nurul Jadid yang berdomisili di asrama bahasa dan asrama unggulan bahasa. Bahasa yang digunakan selain bahasa Indonesia adalah Bahasa Arab, Inggris, Mandarin dan Jepang.

Diketahui mereka adalah Muhammad Irsyad Nur Azizi membawakan acara dalam Bahasa Inggris dan Muhammad Hikam berbahasa Arab merupakan peserta didik Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA), Ahmad Zaki Amali pembawa acara bahasa Mandarin, Danendra Amirudin berbahasa Indonesia dan Ahmad Dzulhaq Akbar berbahasa Jepang merupakan peserta didik Asrama Unggulan Bahasa SMA Nurul Jadid.

Pembawa acara hanya berlatih dalam sehari setelah debriefing oleh bagian Acara Miftahurrahman, selebihnya mereka berlatih secara mandiri namun dapat tampil memukau. Hal ini disebabkan karena pembiasaan dan pembelajaran bahasa asing yang intensif di asrama masing-masing membuat mereka fasih dan mahir dengan bahasa asing yang mereka geluti.

Pengembangan bahasa asing di Pondok Pesantren Nurul Jadid merupakan salah satu program favorit yang digemari oleh para santri, kualitas kebahasaan santri bahasa juga cukup mumpuni dibuktikan dengan banyak prestasi yang ditorehkan oleh para santri dalam bidang bahasa asing baik skala provinsi hingga nasional.

 

 

(Humas Infokom)

Grand Opening OSABAR 2022 Pondok Pesantren Nurul Jadid Tampil Memukau

nuruljadid.net – Kemeriahan dan kemilau lighting mewarnai pembukaan Orientasi Santri Baru (OSABAR) tahun 2022 Pondok Pesantren Nurul Jadid yang resmi dibuka pada kamis (30/06/2022) malam minggu lalu, acara ini diikuti oleh seluruh santri baru baik putra maupun putri.

Acara pembukaan terpusat di Aula 1 lokasi putra dan parallel atau terhubung ke Aula 2 lokasi putri. Kegiatan ini juga ditayangkan secara live streaming di YouTube Channel Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Wakil Kepala Pesantren KH. Najiburrahman Wahid hadir mewakili pengasuh yang sedang berhalangan didampingi Sekretaris Pesantren bapak H. Faizin Syamwil, Wakil Sekretaris Ny. Hj. Mutmainnah Waqid, Direktur Klinik Az-zainiyah Ny. Hj. Khodijatul Qodriyah dan pengurus pesantren serta tamu undangan yang turut memeriahkan acara grand opening tersebut.

(Suasana Grand Opening OSABAR tahun 2022 Pondok Pesantren Nurul Jadid di Aula 1 Pesantren)

Kegiatan Orientasi Santri Baru (OSABAR) ini sudah menjadi agenda di setiap tahunnya sebagai momentum pengenalan pesantren dan bagaimana santri baru beradaptasi di lingkungan pesantren. Agenda OSABAR ditempuh selama tiga hari dengan materi pengenalan lingkungan pesantren, mu’asis, pengasuh, tata tertib pesantren, jati diri santri nurul jadid dan nurul jadid berprestasi.

OSABAR bertujuan agar santri baru mengenal dan memahami karakter, nilai, budaya, serta kegiatan yang ada di Pondok Pesantren Nurul Jadid. OSABAR kali ini mengambil tema “Santri Hebat, Berakhlaq, Bermartabat” dengan harapan santri bisa menjadi versi terbaik diri masing-masing dengan tetap menjunjung tinggi akhlaq dan martabat.

(Ketua Panitia Alfi Syukrin, S.Pd saat menyampaikan laporan pada Grand Opening OSABAR tahun 2022 Pondok Pesantren Nurul Jadid di Aula 1 Pesantren)

“Selamat datang di Pondok Pesantren Nurul Jadid, ini adalah pintu awal setelah PSB tentunya temen-temen akan dihadapkan dengan kegiatan yang sangat luar biasa bagi santri baru karena tidak umum diketahui di luar sebelum masuk pesantren,” pungkas Alfi Syukrin, S.Pd selaku ketua panitia yang dilanjutkan ucapan terima kasih kepada seluruh panitia OSABAR, pembina serta Steering Committee (SC) yang ikut menyukseskan acara tersebut.

(Wakil Kepala Pesantren KH. Najiburrahman Wahid saat memberikan tausiyah pada Grand Opening OSABAR tahun 2022 Pondok Pesantren Nurul Jadid di Aula 1 Pesantren)

Wakil Kepala Pesantren KH. Najiburrahman Wahid menyampaikan dalam sambutannya secara langsung “Semoga rangkaian OSABAR ini berjalan dengan lancar sesuai harapan, dan adik-adik sekalian senantiasa dikaruniai sehat wal afiat selama acara dan kerasan mondok di Nurul Jadid,” dawuhnya.

Sekitar 1.267 santri baru berstatus siswa non-alumni dengan rincian 541 putra 726 putri mengikuti OSABAR tahun ini. Bukan angka yang sedikit bagi pengurus untuk memberikan pelayan terbaik agar santri baru kerasan dan semangat belajar di pesantren.

Grand Opening OSABAR tampil epic memukau hadirin dengan karya video yang spektakuler. Cuplikan video berisi ucapan perwakilan wali santri dan ucapan selamat dari para alumni yang menempuh pendidikan di luar negeri. Meskipun tidak bisa hadir secara langsung, Kepala Pesantren KH. Abd. Hamid Wahid memberikan ucapan selamat datang dalam bentuk video tapping.

(Suasana penyematan santri baru secara simbolis oleh Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil pada Grand Opening OSABAR tahun 2022 Pondok Pesantren Nurul Jadid di Aula 1 Pesantren)

Selain itu, penyematan kepada santri baru secara simbolis dilakukan oleh Sekretaris Pesantren bapak H. Faizin Syamwil untuk santri putra sedangkan putri oleh Direktur Klinik Az-zainiyah Ny. Hj. Khodijatul Qodriyah didampingi Ny. Hj. Mutmainnah Waqid. Usai penyematan, acara grand opening OSABAR ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Kabag. Humpro bapak Dr. Syamsuri Hasan, M.HI.

 

(Humas Infokom)

Sosialisasi Program Furudul Ainiyah di SMA Nurul Jadid

nuruljadid.net – Program capaian kompetensi Furudhul Ainiyah (FA) pada siswa (santri) di semua lembaga di Pondok Pesantren Nurul Jadid (PPNJ) berlangsung mulai tanggal 5 Juli sd 30 September 2022 atau selama tiga bulan.

Pada Rabu, 5 Juli 2022, hari pertama sosialisasi di SMA Nurul Jadid (SMANJ) kepada santri putra berlangsung di Mushola Thariq bin Ziyad, jam 08.30 sd 09.30. Dihadiri Kepala SMANJ, Didik P Wicaksono, Waka Kurikulum Didik Rahwiniyanto dan Waka Kesiswaan Musthofa. Sedangkan di santri putri berlangsung di Aula SMANJ jam 09.30 sd 10.30 yang dihadiri Kepala Sekolah, Waka Kurikulum, Waka Kesiswaan, Waka Humas Kadarusman dan Pembina Osis putri Intan Ceria Mulyaningsih.

Pada saat bersamaan para Ustadz dan Ustadzah pengajar FA SMANJ mendapat penjelasan teknis dan pembekalan di Aula I Pondok Pesantren Biro Pendidikan. Materi FA yang akan diajarkan meliputi FA lanjutan bagi alumni berasal dari lembaga di PPNJ (diantaranya MTsN, MTsNJ dan SMPNJ) berbasis kitab. Sedangkan materi FA awal bagi non alumni berupa materi dasar Aqidah, Fiqih, Akhlak dan Baca Tulis Al-Quran (BTQ).

Teknis pelaksanaan FA di SMANJ disampaikan waka Kurikulum dan Waka Kesiswaan secara bergantian. Mulai dari Sosialisasi Jadwal, kegiatan Pembiasaan Karakter Baik (PKB) dan mata pelajaran meliputi Fiqih, Aqidah, Akhlak dan BTQ.

Sedangkan Didik P Wicaksono, Kepala Sekolah memberikan motivasi untuk melaksanakan FA dengan gembira dan senang hati.

“Distingsi keunggulan profil lulusan SMANJ, dibandingkan dengan lembaga SMA luaran, diantaranya kompetensi dalam bidang keagamaan. Bidang keagamaan yang dimaksud adalah Al-Furudhul Ainiyah, yaitu kewajiban minimal yang harus dimiliki atau dikuasai oleh setiap Muslim. Ini sejalan dengan harapan orang tua atau wali santri memondokkan ke pesantren agar putra-putrinya mendapat bekal ilmu keagamaan, amaliah dan akhlak yang baik”

SMANJ berada dalam naungan Yayasan Nurul Jadid, maka pencapaian FA harus didukung oleh semua pihak. “Ananda semua harus mengikuti selama tiga bulan dengan gembira dan senang hati. Capaian kompetensi FA dituntaskan lebih awal sebelum mengejar kompetensi lainnya. Jangan khawatir, setelah FA semua dewan Guru SMANJ siap mengawal capaian kompetensi dalam bidang natural science, social science dan bahasa”.

“FA yang dibelajarkan di SMANJ pada dasarnya berupa materi tentang ilmu agama, amaliah dan akhlak yang harus dimiliki oleh setiap muslim. FA secara umum dibangun dari Rukun Iman, Rukun Islam dan Ihsan. Rukun Iman berupa materi Akidah. Rukun Islam materi fiqih (syariah), dan ihsan materi Akhlakul Karimah. Serta BTQ.”

Kesemuanya itu sesuai pula dengan Trilogi dan Panca Kesadaran Santri. Trilogi santri meliputi, memperhatikan kewajiban-kewajiban fardhu ‘ain, mawas diri dengan meninggalkan dosa-dosa besar dan berbudi luhur kepada Allah dan makhluk. Sedangkan Panca Kesadaran Santri terdiri dari kesadaran beragama, kesadaran berilmu, kesadaran bermasyarakat, kesadaran berbangsa dan bernegara serta kesadaran berorganisasi.

 

(Humas Infokom)

 

Berbondong-bondong, 2 Ribu Lebih Santri Baru Mondok ke Bumi Nurul Jadid

nuruljadid.net – Sejak Penerimaan Santri Baru (PSB) satu atap dibuka, santri barupun berbondong-bondong tiba di bumi Nurul Jadid. Tercatat lebih dari 2.000 santri baru yang telah melakukan daftar ulang dan terverifikasi ke aplikasi Pangkalan Data Pesantren (Pedatren).

Pusat layanan PSB terpadu tahun ini seperti tahun sebelumnya terpusat di Aula II Pondok Pesantren Nurul Jadid. Jadwal Penerimaan Santri Baru (PSB) Terpadu berlangsung selama tujuh hari sebagaimana jadwal yang sudah tertulis di brosur dan tersebar di media sosial pesantren.

Santri baru tampak begitu semangat, walau terik matahari begitu menyengat. Pasalnya cuaca di sekitar pesantren memang cukup panas saat menjelang siang hari. Semangat untuk mondok itu terlihat sejak hari pertama pendaftaran dibuka.

(Suasana Pelayanan Penerimaan Santri Baru (PSB) Satu Atap tahun 2022 Pondok Pesanten Nurul Jadid di Aula II Pesantren)

Suasana Pondok Pesantren Nurul Jadid mulai ramai sejak hari pertama dibukanya daftar ulang santri dan puncaknya di hari Rabu menembus angka hampir 500 pendaftar.

Lapangan parkir pesantren nampak penuh dipadati oleh mobil dan kendaraan wali santri yang mengantarkan putra-putrinya untuk mondok. Mereka datang dari berbagai daerah di pulau Jawa dan tidak sedikit dari luar pulau Jawa seperti Bali, Sulawesi, Kalimantan, Kepulauan Riau, Nusa Tenggara dan Sumatera.

Kedatangan santri baru sangat bervariasi. Ada yang datang sejak malam hari sehingga menginap di sekitar pesantren, pagi , siang dan sore hari. Hal itu disinyalir menyesuaikan dengan ketersediaan waktu masing-masing wali santri, terutama yang dari jauh. Sementara itu, jam layanan pendaftaran dibuka mulai pukul 08.00 pagi hingga pukul 16.00 WIB.

(Kondisi Lapangan Parkiran Umum Pesantren yang nampak dipadati oleh kendaraan roda empat wali santri)

Di lain sisi, walaupun pesantren sudah mulai terbuka pasca pandemic covid-19, namun tetap berlaku pembatasan bagi wali santri yang akan mengantarkan putra-putrinya. Karena pihak pesantren hanya memperbolehkan dua orang wali saja yang masuk ke dalam pesantren untuk menemani proses herregistrasi putra-putrinya.

Di balik terik matahari, ada sendu dan haru nampak terpancar dari raut wajah wali santri dan santri baru yang menghiasi suasana saat santri harus berpamitan dengan orang tuanya dan keluarga yang turut mengantarnya. Perpisahan sementara untuk tujua mulia tersebut banyak mengundang air mata yang insyaallah berisikan doa dan harapan terbaik untuk putra dan putri agar mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan barokah.

 

 

(Humas Infokom)

Sigap, Panji Pelopor dan Tim Rumga Memberikan Layanan Prima Pada Wali santri

nuruljadid.net – Untuk memberikan layanan prima (excellent service) selama Penerimaan Santri Baru (PSB) satu atap tahun 2022, Pondok Pesantren Nurul Jadid berupaya semaksimal mungkin memberikan pelayanan yang terbaik bagi santri dan wali santri. Salah satunya dengan melibatkan berbagai elemen seperti Panji Pelopor dan Tim Kerumahtanggaan (Rumga) yang juga berkolaborasi dalam memberikan pelayanan terhadap wali santri.

Sebagaimana biasanya, setiap pelaksanaan PSB, Pondok Pesantren Nurul Jadid selalu menurunkan Tim Panji Pelopor yang sudah dilatih dan dibina untuk menjalankan tugas dalam mengawal setiap kegiatan pesantren salah satunya adalah Penerimaan Santri Baru.

Panji Pelopor adalah organisasi santri yang berada dibawah komando Humas dan Protokoler (Humpro) Pondok Pesantren Nurul Jadid yang beranggotakan santri pelajar SLTA dan Mahasiswa. Mereka dikader untuk menjadi santri pengabdi pesantren yang dibekali dengan ilmu-ilmu khusus sebagai bekal dalam menjalankan tugasnya, terutama sebagai tim Protokuler dalam menyambut dan melayani tamu-tamu pesantren.

(Panji Pelopor saat melakukan Apel Pagi sebelum bertugas melakukan pelayanan kepada Wali Santri dan Santri Baru)

Di lapangan, panji pelopor ditugasi untuk mengawal dan mengarahkan wali santri dan tamu yang datang saat itu agar terarah dengan baik dan tertib. Tidak sedikit dari mereka yang mengantarkan wali santri yang membutuhkan asistensi menuju lokasi pendaftaran ulang satu atap di Aula II Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Tidak sendiri, Panji Pelopor juga berkolaborasi dengan tim kerumahtanggaan (Rumga) untuk melakukan pelayanan khusus di pos drop dan pengiriman barang santri baru ke asrama. Pos penitipan barang bawaan santri baru ini merupakan pos pertama setelah parkir yang didatangi oleh wali santri dan santri baru sehingga membutuhkan kerja ekstra untuk layanan terbaik.

 

 

(Humas Infokom)

Mabes Kamtib Nurul Jadid Gandeng Menwa UNUJA, SP3 dan KIP Sukseskan PSB 2022

nuruljadid.net – Pengawalan keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan Penerimaan Santri Baru (PSB) sepekan lalu dibawah komando Keamanan dan Ketertiban (Kamtib) pesantren yang menggandeng Resimen Mahasiswa (Menwa) Universitas Nurul Jadid, Santri Patriot Panji Pelopor (SP3), dan Komunitas Insan Pengabdi (KIP) selama masa PSB (21-27/06/2022) bahkan sampai saat ini pasca satu atap.

Sebelum bertugas, Kamtib, Menwa, SP3 dan KIP melaksanakan apel pagi di lapangan parkir. Hal itu dilakukan untuk memberikan pengarahan dan motivasi kepada seluruh panitia yang bertugas agar tetap semangat menjalankan amanah yang diberikan. Apel pagi ketika itu dipimpin oleh Kepala Kamtib ustaz Adiyatno Hidayat. Usai apel dan pengarahan masing-masing personil menjalankan tugas di pos yang telah ditentukan.

Di lapangan, mereka dibagi untuk menjaga beberapa titik. SP3 bertugas untuk menjaga dan mengarahkan wali santri yang akan sowan ke dhalem Pengasuh, Menwa bertugas mengatur lalu lintas dan KIP bertugas mengawal pengasramaan serta mengarahkan wali santri untuk mengembalikan CoCard. Sementara itu, Kamtib bertugas menertibkan lapangan parkir, mejaga pos pintu utama, dan beberapa pos di zona pesantren.

Gus Sholah yang merupakan dewan pembina Kamtib juga ikut serta terjun ke lapangan untuk membantu ketertiban dan keamanan selama PSB satu atap. Keikutsertaan beliau menambah kedisiplinan dan semangat tersendiri bagi tim Kamtib dalam menjalankan tugas.

Terik matahari tak lagi menjadi halangan bagi mereka untuk menjalankan amanah yang telah diberikan. Perubahan warna kulit sudah tak lagi menjadi masalah, mereka hanya berharap agar pengabdiannya membawa berkah.

 

 

(Humas Infokom)

Santri I’dadiyah Bersama Asatidz Rilis Film Pendek “Sebuah Perjalanan”

nuruljadid.net – Tidak hanya penampilan keilmuan saja, santri I’dadiyah bersama asatidz juga merilis sebuah karya film pendek “Sebuah Perjalanan” (06/06). Film pendek tersebut menceritakan tentang perjalanan santri I’dadiyah menapaki setiap proses digembleng oleh para asatidz di Asrama I’dadiyah untuk penguatan Al-Qur’an dan Furudul Ainiyah.

Penayangan film pendek “Sebuah Perjalanan” itu disaksikan oleh seluruh peserta wisudawan dan tamu undangan termasuk Kepala Biro Kepesantrenan KH. Fahmi AHZ dan Kepala Biro Pendidikan K. Muhammad Imdad Rabbani.

Tepat usai penampilan sholawat oleh tim paduan suara asrama Idadiyah, operator memutar film pendek yang diperankan oleh lima orang santri sebagai pemeran utama. Film pendek “sebuah perjalanan” memberikan makna yang luar bisa, karena menceritakan keseharian dan perjuangan para santri dalam menuntut ilmu dan mengejar cita-cita mereka di pesantren.

Nilai yang terkandung juga menceritakan betapa pentingnya akhlaqul karimah. Sebuah adegan dalam film tersebut menceritakan akhlaq seorang santri kepada temannya saat di pesantren bahwa kita tidak boleh mencaci-maki serta tidak boleh mengambil yang bukan hak kita.

Suasana pemutaran film pendek ini disambut antusias dan riang gembira oleh para penonton yang notabene adalah santri Idadiyah, pasalnya banyak santri Idadiyah yang terlibat dalam film pendek tersebut. Diketahui film ini disutradarai oleh ustaz M. Zaki Maulana salah satu jajaran asatidz di asrama I’dadiyah.

 

 

(Humas Infokom)

Tampil Memukau, Santri I’dadiyah Demonstrasi 2 Nadzom, Tartil Al-Qur’an  dan Sholawat

nuruljadid.net – Perwakilan wisudawan Asrama Idadiyah tampil memukau saat demonstrasi dua Nadzom yaitu Aqidatul Awam dan Hidayatus Shibyan serta Tartil A-Qur’an pada acara Wisuda Perdana Idadiyah Putra Pondok Pesantren Nurul Jadid senin malam (06/06) di Aula 1 pesantren dengan mengenakan seragam khas Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Setelah tiga triwulan atau kurang lebih sembilan bulan dilakukan penggemblengan Al-Qur’an dan Furudul Ainiyah (FA) di asrama I’dadiyah, akhirnya santri Idadiyah diwisuda oleh Kepala Biro Kepesantrenan KH. Fahmi AHZ.

Para wisudawan I’dadiyah yang tampil demonstrasi hafalan Nadzom dan Tartil Al-qur’an adalah santri yang ditunjuk dan dipilih oleh ustaz. Sebelum tampil mereka harus melewati beberapa kali latihan dan murajaah agar bisa tampil maksimal dan lancar. Alhasil, penampilan mereka berhasil memukau audiens yang hadir, bahkan mereka bisa menjawab semua pertanyaan yang diajukan oleh asatiz dan penonton.

Selain itu juga ada penampilan tartilul qur’an yang tidak kalah saing dengan penampilan demonstrasi Nadzom. Suaranya yang merdu dengan bacaan yang berpedoman dengan ilmu tajwid menambah kekhusyukan para pendengar yang menyimak dan menyasikan dari tempat penonton.

Satu lagi penampilan yang disajikan pada acara wisuda ini yaitu, paduan suara. Tim paduan suara mempersembahkan lagu yang sudah viral pada familiar di kalangan santri, yaitu  “Man ana Laulakum”.  Meski lirik lagu yang sangat sederhana, namun ternyata memiliki terjemah dan arti yang sangat menyejukkan hati. Dimana lagu tersebut penuh dengan arti dan makna tentang adab seorang santri terhadap gurunya.

Demosntrasi dan penampilan ini selain sebagai evaluasi juga ditujukan untuk melatih mental santri berani tampil di depan umum. Karena di pesantren tidak sekedar diajarkan ilmu agama dan umum melainkan juga keterampilan lainnya salah satunya adalah soft skill kepercayaan diri.

 

 

(Humas Infokom)

MA Insan Cendikia Serpong Tabarrukan dan Ngaji ke Pondok Pesantren Nurul Jadid

nuruljadid.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid menerima kunjungan studi tiru dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Tangerang bertempat di Ruang Rapat Pesantren bulan lalu, pada Selasa (6/6) sore.

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Tangerang merupakan salah satu prototipe madrasah unggulan berbasis asrama di Indonesia. Dalam skala nasional, MAN IC Tangerang menempati urutan ke-1 dari top 1.000 SMA terbaik tahun 2021 berdasarkan nilai UTBK versi Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).

Rombongan MAN IC tiba di Pondok Pesantren Nurul Jadid sekitar pukul 15.00 WIB dengan jumlah rombongan sebanyak lima orang yang diketuai oleh Wakil Kepala Kurikulum Ibu Elly Haswani.

Kedatangan rombongan MAN IC disambut oleh Kabid. Kurikulum dan Penilaian Biro Pendidikan Nurul Jadid bapak Foni Yusanda, Kabid. Kelembagaan dan Penjamin Mutu bapak Ponirin Mika, Sekretaris Biro Pendidikan Muhammad Nurtariq, serta didampingi oleh seluruh jajaran kepala satuan pendidikan tingkat SLTA.

(Suasana diskusi dan saling sharing seputar sistem pendidikan SKS dan integrasi kurikulum sekolah dan asrama)

Pertemuan ini dipimpin langsung oleh bapak Foni Yusanda. Dalam sambutannya sekaligus mengawali diskusi pada pertemuan tersebut, beliau memperkenalkan sistem dasar birokrasi dan integrasi kurikulum pendidikan pesantren. Lebih lanjut, Bapak Foni juga memberikan pengantar tentang sistem Satuan Kredit Semester (SKS) yang berlaku di SMA Nurul Jadid.

“Kami ucapkan selamat datang kepada beberapa pimpinan dan guru MAN Insan Cendekia Tangerang. Semoga kita bisa saling sharing, dan mendapatkan hasil pembahasan yang kita harapkan bersama,” sambut beliau.

Salah satu pimpinan MAN Insan Cendekia Tangerang Pahrurroji mewakili rombongan menyampaikan tujuan mereka berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Jadid.

“Tujuan pertama kami disini adalah niat tabarrukan, karena kami sering menjumpai ceramah pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Moh. Zuhri Zaini di sosial media. Yang kedua, tujuan kami adalah ingin belajar tentang implementasi Satuan Kredit Semester (SKS) dan pola relasi yang tepat antara pendidikan di sekolah dan di asrama,” jelas bapak Pahrurroji.

Lanjut, bapak Pahrurroji memaparkan bahwa saat ini jumlah total siswa MA IC Tangerang sebanyak 320 siswa. Dengan jumlah sebanyak itu dan untuk mempertahankan prestasinya, mereka menyadari harus siap dengan matang menghadapi pesatnya pergerakan zaman.

Sementara itu, Kepala SMA Nurul Jadid bapak Didik Priyagung Wicaksono menjelaskan sistem Satuan Kredit Semester (SKS) yang berlaku di SMA Nurul Jadid.

“Tujuan kami melaksanakan sistem Satuan Kredit Semester (SKS) adalah untuk mengakomodir berbagai macam potensi siswa, bagaimana kita melayani pelajaran yang sesuai dengan anak-anak, dan menghargai kompetensi serta kemampuan yang mereka miliki,” jelas bapak Didik.

(Sesi Foto bersama antara rombongan MAN IC Serpong dan Pengurus Biro Pendidikan Nurul Jadid usai forum diskusi dan sharing selesai)

Pertemuan ini terus berlangsung dengan diskusi seru hingga adzan maghrib hampir berkumandang. Kemudian sebelum acara berakhir, dilaksanakan sesi penyerahan cinderamata dari kedua belah pihak dan sesi foto bersama, tepat pukul 17.30 WIB rombongan meninggalkan bumi Nurul Jadid.

 

 

(Humas Infokom)

 

 

Kepala Biro Kepesantrenan KH. Fahmi AHZ Apresiasi Wisuda Terbaik dan Tauladan I’dadiyah dengan Beasiswa Pendidikan

nuruljadid.net – Pepatah lama berkata “Usaha tidak akan mengkhianati hasil.” Begitu kira-kira yang terbersit dalam benak dan perasaan santri peraih titel Wisudawan I’dadiyah terbaik dan Santri I’dadiyah Teladan tahun ini. Para wisudawan terbaik dan santri teladan memperoleh apresiasi berupa beasiswa Pendidikan atas pencapaiannya dalam setahun. Wisuda tersebut digelar pada Senin malam (06/06/22) ba’da isyak.

Pagelaran Wisuda Santri I’dadiyah SLTP dan SLTA Pondok Pesantren Nurul Jadid Tahun Ajaran 2021-2022 ini berlangsung meriah. Pasalnya, wisuda kali ini dilaksanakan di Aula I dan dihadiri langsung oleh Kepala Biro Kepesantrenan KH. Fahmi AHZ dan Kepala Biro Pendidikan KH. Moh. Imdad Rabbani.

Kemeriahan acara tersebut tampak dari respon peserta mulai awal acara hingga akhir pelaksanaan wisuda yang sangat antusias. Tak hanya itu, tamu undangan yang hadir pun berhasil dibuat terkesima dengan penampilan demonstrasi Al-qur’an, Kitab dan Furudul Ainiyah peserta wisuda.

Total santri i’dadiyah yang diwisuda sejumlah 155. Dari sekian banyak, terpilih wisudawan terbaik dan teladan dari masing-masing tingkatan dengan kriteria yang telah ditentukan. Kriteria penilaian peserta terbaik diambil dari kalkulasi nilai kognitif dan afektif catur wulan 1 sampai catur wulan 4 tertinggi. Sementara itu, indikator penilaian peserta teladan diambil dari kalkulasi nilai kognitif dan afektif, serta keistiqamahan terbaik selama catur wulan 1 sampai catur wulan 4.

Peraih titel wisudawan teladan dan terbaik mendapatkan apresiasi langsung dari Kepala Biro Kepesantrenan KH. Fahmi AHZ berupa beasiswa Pendidikan sebesar 1 juta rupiah. Hal ini merupakan salah satu bentuk apresiasi pihak pesantren kepada para santri berprestasi, sehingga harapannya santri yang lain dapat termotivasi untuk belajar Al-Quran dan Furudul Ainiyah lebih giat lagi.

Peserta terbaik tingkat SLTP berhasil didapatkan oleh santri yang berasal dari Pasuruan dan sedang menempuh pendidikannya di SMP Nurul Jadid. Ia bernama Muhammad Nur Ilham yang akrab dipanggil ilham. Ia memiliki motivasi tingga sehingga semangat belajarnya tidak mudah luntur.

Sementara itu, peserta teladan SLTP yang bernama M. Robaitil Hasan yang dikenal dengan panggilan Robet ini bertanah kelahiran dari kota tape Bondowoso pada tahun 2008. Ia bercita-cita membahagiakan dan membalas jasa orang tuanya selama ini dengan berprestasi yang bisa ia raih.

Muhammad Faisal Fatiqul Umam adalah Peserta terbaik SLTA asal Malang. Ia akrab dipanggil Faisal.  Saat ini sedang menempuh pendidikannya di MANJ. Ia juga selalu teringat dengan kata-kata orang tuanya yang berpesan agar Jangan pernah malas-malasan belajar di pesantren.

Terakhir, peserta teladan SLTA dianugerahkan kepada Muhammad Rizal Maulana Hakim asal Bondowoso yang biasa dipanggil Rizal. Sebagaimana temannya yang lain, Rizal juga selalu teringat dengan pesan orang tuanya ketika dia awal kali mondok agar rajin belajar dan tekun menuntut ilmu Allah SWT.

Tampak jelas dari wajah para wisudawan terbaik dan teladan rasa senang dan syukur atas capaian prestasi yang tidak mereka sangka saat diwawancarai oleh tim Infokom usai acara wisuda.

 

 

(Humas Infokom)

Kabid Tarbiyah Wa Ta’lim Motivasi Santri I’dadiyah Tidak Lulus Sekaligus Jelaskan Program FA Plus

nuruljadid.net – Biro Kepesantrenan Pondok Pesantren Nurul Jadid menggelar wisuda santri asrama I’dadiyah tingkat SLTP dan SLTA di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid. Kegiatan ini merupakan wisuda perdana bagi asrama I’dadiyah (06/06/2022).

Dalam sambutannya, Kepala Bidang Tarbiyah Watta’lim ustaz Misbahul Munir Ratib melaporkan jumlah peserta yang diwisuda pada malam itu, sebanyak 150 santri tingkat SLTP dan 79 santri tingkat SLTA.

“Tidak semuanya lulus, dari sekian santri yang diwisuda terdapat 69 santri tingkat SLTP dan 14 santri tingkat SLTA yang belum tuntas. Tapi yang tidak tuntas ini juga patut bersyukur karena Allah menyayangi anda untuk bersama lebih lama dengan muallimin, makanya terus semangat saja, insyaallah menjadi orang baik,” tutur beliau.

Lanjut, beliau memberikan motivasi bagi santri yang belum tuntas program I’dadiyah dengan menceritakan kisah inspiratif seorang Soichiro Honda pendiri perusahaan mobil Honda Motor Co., Inc.

“Dulu dia itu pelajaran matematikanya tidak telalu baik, selalu dapat nilai merah. Tapi di lain itu, dia senang mempelajari mesin hingga dia pergi ke kota Hirosima untuk belajar ilmu mesin, kemudian setelah itu dia membuat motor Honda, makanya motor pertama itu namanya motor Dream, yang berarti motor impian. Dan insyaallah kalau kalian yang belum lulus tabah menghadapi ini, maka akan melebihi Soichiro Honda,” ungkap beliau dalam sambutannya di depan ratusan santri I’dadiyah.

Kemudian, ustaz Misbah menjelaskan bahwa santri I’dadiyah yang belum lulus akan ditempatkan di asrama pembinaan yang sudah disiapkan. Asrama pembinaan ini akan berlangsung maksimal selama 3 bulan, dan bagi santri yang lulus dalam satu bulan, maka dia boleh pindah ke asrama peminatan.

“Namun bagi santri yang telah lulus dari Asrama I’dadiyah ini diharapkan tetap istiqomah menjaga hafalannya karena proses pembinaan I’dadiyah ini akan terus berjalan. Ada empat hal yang perlu dijaga, pertama Fiqh, Akhlak, Al-Quran, dan Tauhid,” jelas ustaz Misbah.

Ustaz Misbah kembali mengingatkan bahwa pelajaran yang telah dituntaskan di I’dadiyah itu bukan selesai semuanya, tapi itu adalah awal untuk menuju pada proses selanjutnya, yang disebut FA Plus.

“Untuk menjaga itu semua, salah satunya yang harus dilakukan adalah dengan menjaga pertemanan. Karena pendidikan itu ada tiga hal, pertama intellectual quotient, spiritual quotient, dan emotional quotient. Kalau tiga hal ini tidak sinergis, seseorang tidak akan mampu menjadi manusia seutuhnya” tutup beliau.

 

 

(Humas Infokom)

Cucu Pengasuh KH. Moh. Zuhri Zaini Daftar Mondok di Nurul Jadid Tetap Ikuti Prosedur

nuruljadid.net – Cucu Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Moh. Zuhri Zaini bernama Lora M. Hisan Hirzun Hikami resmi terdaftar mondok di Nurul Jadid dengan pilihan lembaga MTs Nurul Jadid program keagamaan pada sabtu kemarin (25/06).

Lora M. Hisan Hirzun Hikami juga tercatat sebagai lulusan MI Nurul Mun’im yang masih berada dalam satu naungan Yayasan Nurul Jadid. Lora Hisan merupakan putra dari KH. Hefniy Razaq dan Almarhumah Nyai Hj. Hanunah Nafi’iyah Zuhri Zaini.

Saat mendaftar Lora Hisan didampingi oleh ayahandanya langsung KH. Hefniy Razaq sesuai prosedur yang berlaku. Terlihat suasana pagi itu cukup sepi karena beliau datang lebih awal sebelum pendaftar lain hadir di ruang layanan PSB Terpadu. Pelayanan pendaftaran ditangani langsung oleh panitia dari unsur pendidik MTs Nurul Jadid ustaz Leo.

Berdasarkan pengakuannya, ustaz Leo sempat grogi dan tegang karena harus melayani langsung pendaftaran dan ikrar cucu Kiai Zuhri pengasuh Nurul Jadid yang didampingi oleh ayahandanya KH. Hefniy Razaq. Namun keramah tamahan Kiai Hefniy membuat suasana kembali normal dan bersahabat.

Pada kesempatan itu, KH. Hefniy Razaq juga diminta oleh panitia untuk memimpin doa bersama sebelum pelayanan PSB dimulai sebagaimana tradisi pesantren pada umumnya. Beliau dengan senang hati memandu doa bersama yang berjalan khidmat dan khusyuk.

Kedatangan Kiai Hefniy bersama putranya mendaftarkan diri sesuai prosedur kembali menjadi pelajaran dan sorotan untuk semua bahwa meskipun kiai dan cucu pengasuh pesantren tempat dia daftar mondok, aturan dan prosedur tetap diikuti dan diindahkan.

Foto Kiai Hefniy bersama putranya Lora Hisan mendaftar menjadi uswah dan qudwah langsung untuk diteladani bersama oleh para santri dan alumni serta masyarakat umum.

Terlepas dari status sosial, baik keluarga kiai, pejabat atau tokoh masyarakat dan sejenisnya, ketauladanan dan kepatuhan terhadap aturan perlu dijunjung tinggi sebagai nilai integritas dalam mematuhi seperangkat aturan dan norma yang berlaku di masyarakat. Hal ini merupakan kunci kerukunan dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

 

 

(Humas Infokom)

Empat Santri MI Nurul Mun’im Mondok di Nurul Jadid, Salah Satunya dari Kalimantan

nuruljadid.net – Pemandangan menarik dari Penerimaan Santri Baru (PSB) Tahun 2022 Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, Jawa Timur sampai dengan hari kelima pada Sabtu tanggal 25 Juni 2022.

Pasalnya, hari kedua pendaftaran (22/06) terdapat dua santri baru termuda dengan usia sangat belia yang terdaftar sebagai peserta didik MI Nurul Mun’im resmi mondok di Pondok Pesantren Nurul Jadid. Mereka adalah Ilman Al-Ghani (8 tahun) asal Situbondo dan Muhammad Febrian Tri Anjasmoro (6 tahun) asal Probolinggo.

Diketahui keduanya mondok diantarkan langsung oleh keluarganya. Ilman Al-Ghani (8 tahun) asal Situbondo merupakan putra dari Alm. Bapak Suradi, S.Ag mantan kepala MI Nurul Mun’im  saat ini tinggal bersama Ibunya Denok Sri Wahyuningtyas di Kp. Palangan Krajan, Jangkar Situbondo.

Videonya saat Ilman diikrar oleh pengurus viral di media sosial WhatsApp dan Telegram, banyak netizen yang berkomentar dan mendoakan semoga Ilman dapat ilmu yang barokah dan kerasan di pondok.

Tidak kalah menarik, foto lucu Muhammad Febrian Tri Anjasmoro (6 tahun) saat photoshoot juga viral di group WhatsApp, ekspresinya yang menggemaskan saat mengenakan baju taqwa dengan ukuran besar mengundang senyum dan komentar lucu dari para netizen.

Febrian (6 tahun) adalah putra dari pasangan Jumari dan Erni Kustyowati yang tinggal di Dringu Probolinggo, Muhammad Hadziq Zafran Prawira (10 tahun) asal Pajarakan Probolinggo putra dari pasangan Ledya Sadah dan Muhammad Yusup yang mendaftar pada hari kelima (23/06).

Siswa MI terakhir berasal dari Kapuas Hulu, Kalimantan Barat atas nama M. Aidi Saputra (12 tahun) merupakan putra dari pasangan Andik Ardiansyah dan Deva Wulandari yang siswa mutasi dari Kalimantan mendaftar pada hari kelima (25/06) diantarkan oleh anggota keluarganya.

Keempat santri tersebut mendaftarkan diri sebagai peserta didik MI Nurul Mun’im sekaligus mondok dan tinggal bersama dengan santri MI lainnya di asrama khusus santri ibtidaiyah Wilayah Nurusshobah.

 

 

(Humas Infokom)